Lulus SMA Mau Jadi Pengusaha Agtya Priyadi

Profil Pengusaha Agtya Priyadi

 

lulussma.png
 

Agtya Priyadi lulus SMA mau jadi pengusaha. Kenapa tidak. Agtya memang memiliki hasrat besar dalam wirausaha. Bahasa keren anak mudanya mental entrepreneurship. Dia bukan merintis dengan mudah. Itu berkat ketekunan ketika ia memilih bekerja dulu.


Ketika teman seangkatan memilih melanjutkan kuliah, Agtya harus bekerja buat memenuhi kebutuhan. Ia memilih bekerja karena yatim piatu. Ibu dan ayah Agtya telah lebih dahulu dipanggil Maha Kuasa. Dia tak mengeluh lebih memilih menikmati proses.


Jadi Pengusaha Distro

 

Entrepreneurship merupakan mental ditempa melalui perjalanan. Dia mungkin tak memiliki pendidikan tinggi. Tetapi ia memiliki hasrat belajar agar menjadi sukses. Lulus SMA mau jadi pengusaha bukanlah mudah. Dia tak memiliki pandangan seluas sarjana.


Instingnya ditempa ketika ia menjadi pegawai distro "Gazelle". Agtya tidak belajar teori. Melainkan ia mempraktikan cara membuat kaos berkat kerja. Hingga ia membuat brand pakain distro sendiri. Yang ia namai YeahRight!, yang bergambar gurita ungu lucu.


Agit menjelaskan kepada Oktomagazine bahwa ini gimmick. Membangun brand memang butuhkan keunikan. Gimmick gurita kecil tersebut guna menarik perhatian masyarakat. Maka gimmick akan menarik akan menari perhatian masyarakat.


Dia menjelaskan bahwa usaha distronya berjalan dalam diam. Sembari ia bekerja, dibangunnya bisnis kaos distro miliknya sendiri dan terjual sudah. Aneka gambar unik dan desain tulisan menarik menjadi gimmick andalan.


Ia mendesain kaos sendiri, dari selusin kemudian selusin lagi, dan hasilnya laku. Dia semakin giat buat mengembangkan YeahRight!. Namun ia tetap memilih bekerja, tanpa sedikitpun melepas tanggung jawabnya sebagai store manager.


Sikap profesional patut dicontoh, khususnya remaja, walau telah memiliki bisnis tidak melepaskan tanggu jawabnya. Mental merintis usaha tanpa merugikan orang lain. Ditengah merintis usaha dan mengurusi distro, dia menikmati tahapan tanpa mengeluh malah semakin kreatif.


Konsep brand kedua adalah "Woles" diluncurkan setahun setelah YeahRight!. Itu diluncurkan setelah ia mensukseskan YeahRight! ya. Dia meluncurkan konsep kaos lebih ringan. Agit menjelaskan bahwa berbisnis distro tak melulu punya toko.


Ia memilih menitipkan kaosnya ke distro lain. Agit bahkan menjualnya ke beberapa kota. Sembari ia tetap melayani pemesanan melalui online. Pengusaha muda bersehaja yang memilih memebesarkan dua bisnisnya sendiri.


Dia memutuskan resign kerja. Mengontrak rumah di kawasan Fatmawati bersama kakaknya, Ayi Mahardika. Agit mengajak kakaknya mengembangkan bisnis berdua. Ia juga sudah mempekerjakan beberapa pegawai.


Agit yang pernah berjualan stiker memiliki prinsip. "Kunci sukses bisnis adalah fokus pada bisnis yang dijalankan," ia menambahkan. Sebelum mengenal dunia distro sudah banyak usaha. Agit memilih belajar melalui praktik lewat berjualan ataupun bekerja.


Dua usaha kaos miliknya sangat menitik beratkan marketing online. Karena dia menjual kaos murah berkualitas, beriklan melalui sosial media lebih murah. Ini akan mengurangi biaya produksi. Ia juga mengingatkan jangan menunggu dikenal melalui mulut ke mulut.

Omzet Petani Mangga Satu Miliar Rahasia Pengusaha

Profil Pengusaha Pulung Saputra

 

petanimangga.png
 

Rahasia pengusaha Pulung Saputera (40) menjadi miliarder. Omzet petani mangga satu miliar tidak akan terbayangkan. Tetapi ia membukatikan budidaya mangga menguntungkan. Dikisahkan dia menelateni budidaya mangga arumanis yang terkenal digemari semua orang.

 

Semenjak ia lulus sekolah menengah langsung bekerja. Sejak tahun 1992, Pulung memilih menjadi petani namun mau bertani apa. Disisi lain, teman- temannya memilih merantau, mereka meninggalkan pekerjaan menjadi petani.

 

Berapa Omzet Petani Mangga

 

Profesi petani memang sudah banyak ditinggalkan. Rekan- rekannya bekerja atau berdagang ke Ibu Kota, bukannya bertani. Dia melihat potensi ketika melihat kebunnya memiliki mangga. Diliat- liat banyak pohon mangga ditiap jengkal lahan desanya.


"Teman- teman seangkatan saya saat itu ke kota semua, sementara saya melihat sebenarnya desa kita kaya," ungkapnya kepada Radarcirebon.com. Ia terus menelusuri sampai menemukan potensi. Dimana dia mampu kembangkan potensi desa kecil ini.


Rahasia pengusaha bernama Pulung hanyalah bermodal Rp.700 ribu. Uang tersebut dipakainya buat menyewa lahan dan pohon mangga. Ia benar- benar menggeluti. "Saya keluar sekolah hasil pun pas- pasan. Tidak punya keahlian," ia menerangkan.


Mengapa ia tidak mengembangkan sesuatu sudah ada. Walau Pulung beberapa kali bolak- balik Jakarta menjadi buruh atau kuli, ia tetap mendambakan memanjukan perekonomian desa. Pulung malah pakai uang menyisihkan gajinya buat modal.


Dia mulai membudidaya mangga arum manis. Pulung bekerja keras walau tidak mudah merintis. Tapi semua berubah 180 derajat bila waktunya. Dia ingat harus menunggu sampai 11 bulan pertama kali budidaya. 

 

Pas panen, berulah dia merasakan kesenangan, kedepannya akan lebih mudah karena perbulan sudah panen. Itu dikarenakan penerapan teknologi off season. Dimana pengusaha akan mendapatkan panen walau tak musim mangga.


Ratusan ton kini dipanen melalui usaha mangga Pulung. Omzet petani mangga satu miliar tentu bukan mustahil. Pemasarannya bahkan sampai keluar negeri. Banyak orang Singapura membeli mangga buat oleh- oleh. 

 

Pembeli bukan cuma borongan. Orang dapat membeli dari pasar sampai kaki lima. Kota- kota besar sudah menerima pesanannya. "Ya bahkan untuk memenuhi permintaan pasar kita kekurangan," ia menerangkan potensi bisnis ini.


Harga mangga arum manis perkilogram Rp.21 ribu. Mangga matang pohon dihargai Rp.32 ribu. Dan Pulung mengakui orang tidak menghargai mangga. Mangga dirawat menerapkan standar pengelolaan dan perawatan dibandingkan alami.


Kata sebagian orang mangga alami lebih enak. Padahal ia sudah menerapkat teknologi pengembangan tekstur mangga. Disisi lain, Pulung dihadaptkan standar ekspor yang lebih ketat, dimana standar buat ekspor justru lebih tinggi.


Penjualan mangga arumanis memang masih terbatas lokal. Kalau dapat pesanan luar negeri, itupun sekedar buat oleh- oleh alias buah tangan semata. Memang Pulung menemukan mangga arumanis punya banyak tantangan.


Tantangan terberat bukanlah mengenai harga melainkan alam. Cuaca ekstrem membuat suhu tidak menentu. Disusul hama makin mengganas harus dikendalikan. Hama- hama baru muncul seperti hama kupu- kupu putih, muncul awal 2000- an, dulu tidak pernah ada.


Faktor cuaca ekstrim membuatnya menyemprot dua kali. Dulu Pulung cukup sekali, sekarang dua kali pagi dan sore, dan menambah pengeluaran. Harusnya sudah diperhitungkan sampai dihargai lebih. Tapi Pulung legowo menerima bahwa harga mangga sama.


"Harusnya semakin sulit perawatan akan lebih memiliki nilai ekonomi lebih tinggi," ia bercerita.

Bisnis Pengawetan Bambu Prospek Cerah Wirausahawan

Profil Pengusaha Morischo Bambu

 
 
pengawetanbambu.png
 
Budidaya bambu itu mudah. Bisnis pengawetan bambu merupakan prospek cerah wirausahawan. Itulah yang ditegaskan Prof. Ir. Morisco, Ph.D, seorang Guru Besar di Fakultas Teknik UGM. Dia menyebut bambu bisa ditanam baik di lahan kering atau basah. 
 
Masa tumbuh rumpun akar serta batang dibutuhkan lima tahun. Setelah itu, dalam tiga tahun, kita sudah bisa memanennya dalam 3 tahun. Nah, setelah itu, ia menambahkan bahwa kita bisa memanen tiap tahunnya.
 

Bisnis Pengawetan Bambu


Bambu merupakan propsek bisnis. Dan masa tanamnya mudah, seharusnya, kita bisa memanfaatkan ini sebagai sumber pendapatan. Bicara tentang bambu kita harus mendengar kisah Indra Setia Darma. sosok yang ada dibalik usaha Sahabat Bambu. 
 
Pendirian Sahabat Bambu sendiri tidaklah lepas dari kejadian gempa bumi di Yogyakarta pada Mei 2006. Pasca gempa baik masyarakat internasional dan nasional mulai melirik ke arah bambu sebagai bahan bangunan.

Justru Sahabat Bambu hadir untuk mengatasi ini. Kala itu selepas gempa, orang mulai berlomba- lomba menggunakan produk bambu baik rumah, sekolah, balai pertemuan dan lain- lain. Selepas terjadinya gempa bahan bambu digunakan besar- besaran untuk rumah korban gempa. 
 
Saat itu Sahabat Bambu melihat bambu tidak diperlakukan semestinya. Karena bambu- bambu itu cuma dijadikan produk tanpa mereka mengerti pemrosesannya. Jadilah bambu itu rusak dimakan kumbang bubuk.

Selain mubazir juga eksploitasi berlebihan pada bambu merusak kelestarian bambu. Melihat penggunaan bambu secara sembarangan Indra tertarik mengikuti. Ia miris melihat kenyataan bahwa bambu itu mubazir. 
 
Selain mencoba membantu Sahabat Bambu juga memiliki peran mengedukasi, selain menguntungkan. Indra menyebut usahanya ini yaitu pengawetan dan konstruksi bambu agar jadi bersifat permanen. Ia yang melihat dimana bambu digunakan pasca gempa untuk smalter. 
 
Saat itu cuma bisa bertahan selama 3-6 bulan. Untuk mengawetkan Bambu, dikutip dari Bisnis UKM, ia menggunakan Borates untuk menjaga agar batang bambu tidak dimakan oleh kumbang bubuk. 
 
Ada sekitar tiga jenis bambu yang dijual Sahabat Bambu yaitu bambu apus, wulung, dan bambu tutul. Usaha yang menjelma menjadi CV. Sahabat Bambu, juga fokus pada konstruksi, mulai dari segi desain, pelatihan, serta tempat budidaya. 

Tercatat sejak kejadi gempa itu ada tak kurang dari 12.000 batang bambu masuk gudang. Dijadikan bahan bangunan dan dimakan kumbang. Indra menyebut usahanya melayani pembuatan gazebo, lantai bambu, dan juga sebagainya. 
 
Dalam perjalanannya usaha yang dirintis 2006 ini telah merambah ke luar negeri; mulai dari Filipina, Malaysia, dan Thailand, lalu meluas ke Australia dan Maladewa.

Indra sendiri bukanlah sosok sembarangan. Selain pengusaha muda, dia dikenal sebagai anggota LSM di Yogya, dan perusahaan itulah awalnya LSM -nya sendiri. Sayangnya ketika ditelisik Sahabat Bambu bukan pembudidaya. 
 
Selama ini Indar menyebut bambu milinya didatangkan dari Kecamatan Cangkringan, lalu dari Wonosobo, Purworejo, Tasikmalaya, dan lain- lain. Dari mereka bisa menghasilkan 3.000 bambu tiap bulan.

Harga Indra menyebut Rp.24.000 per- batang jenis apus, Rp.27.000 jenis wulung, dan untuk jenis bambu petung seharga Rp.100.000- 120.000. Memanfaatkan strategi pemasaran 90% media online dan 10% dari jaringan yang ia miliki. Untuk omzet dijelaskan bisa mencapai puluhan juta rupiah. 
 
Meski usaha bambu ini terbilang menggiurkan, perlunya kebijakan, jika kamu mau berbisnis ini hendaklah juga menjadi pembudidaya agar kelestarian tetap terjaga.

"Ketika kayu banyak dijarah, dan hutan makin gundul, maka hari depan itu ya bambu," ujar Morisco.

Website: sahabatbambu.com

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba