Aplikasi WhatsApp di Chrome Tak Seperti Dibayangkan

 
Aplikasi WhatsApp hadir di laptop. Tepatnya kini kamu bisa mengakses aplikasi ini melalui koneksi internet biasa. WhatsApp tercatat memiliki 600 juta orang aktif. Meski sudah beradaptasi, nyatanya, dikutip dari situs Techcrunch. Kamu akan mendapatkan aplikasi ini bekerja baik di Chrome.

Caranya mudah, kamu tinggal mengunjungi situs versi websitenya. Yaitu di web.whatsapp.com dimana kamu harus siap sedia aplikasi kamu di smartphone. Bukannya langsung loging dengan username dan password, versi web -nya meminta kamu aktifasi melalui QR code. Kamu harus aktifasi melalui QR code yang discan di WhatsApp kamu. Yap, inilah masalahnya, bukannya langsung login kamu harus repot buka WhatsApp di smartphone kamu.


Mereka, WhatsApp versi web, meminta data nomor telephon kamu dan verifikasi SMS. Bukannya langsung masuk tulis username/password kamu harus menunggu verifikasi lagi. Sayangnya lagi, kamu cuma bisa masuk jika kamu pemegang Android, Windows Phone, dan BlackBerry. Untuk iOS sendiri pihak WhatsApp jujur mengaku mengalami kesulitan teknis -belum bisa sampai saat ini.

Mengutip dari Techcrunch, entah kami salah mengartikan atau tidak, ketika kamu login bukanlah kamu nanti menggunakan koneksi komputer tapi sebaliknya. Kamu menggunakan koneksi smartphone. Artinya jika saja smartphone kamu mati, ya, koneksinya mati. Intinya kamu sama saja login WhatsApp melalui smartphone, hanya saja, menggunakan web berarti bisa WhatsApp dan Facebookan bersama.

Kopi Rafflesia Kopi Luwak Liar Harga Mahal


Bagaimana cara memasarkan kopi luwak kamu. Mungkin kamu bisa meniru kisah satu ini. Seorang pria bernama Umul Khairi, pengusaha lokal mutu internasional, warga Jorong Batang Palupuh, Kabupaten Agam merintis usaha kopinya secara unik. Dia memanfaatkan tempat pariwisata di kawasannya. Dia menjual kopi luwak organik yang dijualnya kepada wisatawan asing.

Umul menjelaskan ia memanfaatkan wisatawan asing yang berkunjung. Mereka yang tengah berkunjung ke kawasan wisata bunga Raflesia,ditawarinya kopi. Melalui sistem marketing dari mulut ke mulut nyatanya ia bisa menjual kopinya dari sekitar Asia, Eropa, Amerika, dan Austaralia. Untuk mensuport produk kopinya itu, ia menafaatkan nama Raflesia, yaitu kopi organik Rafflesia Luwak Coffee.

Dia menjelaskan kopinya diolah dari luwak liar. Tidak dikandangkan seperti biasanya. Fokus produksi Umul yaitu kopi jenis Arabika yang cocok dengan musim di Indonesia. Kopi itu berasal dari para petani kopi yang mencarinya langsung ke pohon- pohon. Untuk menjaga keaslian ia pun cuma memilih kopi dari para petani yang dipercayanya saja.

Menurutnya kopi luwak ini lebih baik karena luwak memakan buahnya di pohonnya langsung. Disatu sisi ia menjalaskan tak mengandangkan luwak agar tak merusak ekosistem. Paling banyak ia cuma mengolah 40kg biji luwak. Setelah diolah dan digiling cuma menghasilkan sekitar 10- 1 kg per- bulan. Karena sulit itulah ia akhirnya menjual kopinya seharga 200 ribu.

Umul memanfaatkan pengolahan tradisional. Dia menyebut itu sudah diturunkan dari kakeknya. 

"Saya mencuci biji kopi lima kali dengan air dan kemudian menempatkan mereka di bawah sinar matahari sampai kering selama enam hari," terangnya kepada Jakarta Globe. "Saya kemudian mengurutkan kacang dan panggang dalam pot tanah liat selama tiga jam di dapur tradisional."

Dia pun menjelaskan kopinya dimasak medium. Fungsinya agar tak merusak rasa kompleknya. Kopi luwak itu terasa agak pahit. Akan tetapi rasanya kaya semacam coklat hitam mungkin. Itu semua bisa hilang jika ia memanggang bijinya terlalu lama. Dia menjelaskan butuh 7 derajat Celsius selama 3 hari. Kemudain setelah itu ia memanggangnya lagi untuk 25 derajak kedepan selama dua jam.

Untuk mengakali lama kopi bisa bertahan. Wanita ini menjelaskan adanya kayu cinamon, akan membantu agar kopi awet. Dan untuk menjaga kualitas dan agar diterima oleh negara di luar, dia telah sedia dengan sertifikat dari Sucofindo International Certification Service. Meski begitu, ia mejelaskan, tak mudah untuk masuk ke beberapa negara. Umul pun menyebut, ketika mengekspor ke Australia, dia telah siap akan segala regulasi.

"Saya baru- baru ini diterapkan pada departemen pertanian di Australia untuk lisensi mengekspor kopi luwak dalam jumlah yang lebih besar," katanya.

Website: rafflesialuwakcoffee.org

Twitter Akan Menganakan Tarif Iklan di Perusahaan Lain

  
Ketika kami melihat iklan atau program acara menggunakan Twitter. Apakah membayar? 

Mungki atau tidak, tapi secara tersirat Twitter telah berniat mencoba hal ini. Mereka mencoba berbisnis dari update status di acara atau aplikasi lain dari sosial media ini. Dikutip dari Wall Street Journal, menyebut bahwa Twitter muali berniat untuk satu hal ini. Mereka berencana meminta iklan atas tweet feed atas aplikasi perusahaan lain dan juga website, mungkin nanti untuk televisi.

Tidak ada berita resmi dari Twitter. Mungkin ini bisa jadi bisnis bagus untuk Twitter dimana ketika satu acara tengah menampilkan live- comment dari Twitter orang- orang. Ini akan semakin menarik karena perusahaan ini "kesulitan" dalam monetizing iklan.

Skuter Listrik Gogoro Masa Depan Kendaraan Bermotor

 
Yang paling mengerikan dari sistem kendaraan listrik ialah ketika kehabisan tenaga. Utamanya bagi negara- negara masih belum beradaptasi dengan energi listrik. Sebuah penemuan besar Gogoro, yang dikerjakan oleh mantan eksekutif HTC, Horace Luke memberikan kita visi tentang mobil energi siapa saja. Konsepnya masih terbatas bagi kendaraan roda dua. Namun impaknya akan begitu terasa bagi negara dunia ketiga.

Mantan Chief Innovation Officer HTC, Horake Luke, bersama seorang mantan Chief Technology Matthew Taylor, besama mereka sukses dengan produk- produk fenomenal HTC. Kini bersama Gogoro fokus milik mereka tak lagi tentang smartphone. Mereka menciptakan skoter cerdas bernama Gogoro Smartscooter dan lengkap dengan baterai lepas- pakai. Tentu fokus pada baterai ganti untuk sistem kendaraan elektrik itu bukan hal baru.

Cara kerjanya jika kamu membeli sepeda motor ini, kamu akan mendapatkan dua baterai. Dengan hal ini kamu juga akan terhubung dengan Gogoro Network. Yang berarti kamu akan mendapatkan aplikasi baik di Android atau iOS. Dimana kamu bisa menganalisa skoter kamu, melalui ini kamu bisa: mendapatkan diagnostik menarik tentang skuter, tetapi juga memberikan kekuatan kontrol throttle adaptif, disesuaikan pengereman regeneratif dan kemampuan untuk melacak rincian perjalanan seperti kecepatan dan jangkauan.

Tak cukup kamu melalui smartphone akan mendapatkan mengubah warna dashboard dan mengubah kunci-dan-unlock tema audio dan pencahayaan. Menyebut dirinya sebagai SmartScooter pastilah ada hal- hal yang berbau teknologi seperti musik, aplikasi dalam layar dasboard. Namun ini belum bisa dikonfirmasi dalam satu ulasan di laman Engadget. Bagaimana dengan pengisian baterai? 

Kamu akan ditawari konsep GoStation. Di sini kamu bisa menukar baterai dengan yang baru. Ini mungkin seperti kamu mengisi ulang kompor gas. Tak perlu kamu menunggu lama di tempat pengisian bahan bakar. Karena percaya- tidak percaya mengisi tenaga elektrik pada kendaraan bisa berjam- jam. Adapula konsep memasan melalui app di dalam smartphone. Jika kamu sampai di rumah tinggal ganti baterai dengan yang baru, disana, Luke menjelaskan bahwa ada dua slot kosong.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba