Cantiknya Andradea Pengusaha Muda Tea Spa

Profil Pengusaha Andradea Putri



Dea kecil sudah senang diajak ke salon. Maka ketika berbicara tentang wirausahawan muda, maka dia tepat memilih membuka usaha sejenis. Ia lebih tertarik berbisnis spa. Katanya nih, Dea senang merasakan manfaat spa di kulit menyegarkan.
Spa sendiri bukan hal baru di kehidupan manusia. Dulunya menggunakan air mineral dijadikan tempat kita berendam. Sekarang banyak tempat spa bermunculan karena tuntan jaman. Dan Dea yakni bahwa suatu saat dia aken membuka bisnis spa sendiri. Namun seiring kedewasaan, ia sadar dibutuhkan perbedaan agar bisa survive.

Ia mulai bereksperimen menggunakan bahan teh. Kecintaan akan minuman teh membawa dia berpikir out of the box. Memang teh merupakan minuman menyegarkan serta menenangkan. Wangi harum khas membuat kita nyaman, maka tidak salah kalau Dea meraciknya dalam bahan spa.

"..teh memiliki khasiat bagi kesehatan," jelas Dea. Selain itu minuman teh dikenal sebagai minuman favorit selain kopi bagi masyarakat Indonesia. Ini merupakan bisnis sekaligus membantu petani teh lokal agar tetap jaya.

Bisnis cerdik


Gadis cantik kelahiran 24 Maret 1990, memilih memantapkan diri terjun di dunia wirausaha. Hasrat menjadi pengusaha muda terekam dalam jejak pendidikan. Ia sendiri mengambil jurusan ekonomi di Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Pertama kali mengutarakan niat sudah mendapatkan tentangan. Dea tidak mau tergesa- gesa.

Cara pertama ditempuh olehnya ialah belajar kembali. Meski memiliki latar belakang pendidikan ekonomi, dalam hal ini paham marketing. Soal spa lain ceritanya karena butuh keahlian khusus. Makanya begitu lulus ia memilih belajar kembali tentang spa management. Itu didapatkan melalui pendidikan tiga bulan di Bali.

Ia belajar khusus tentang teknik memijat. Dea tau tentang titik pijat mana di dalam tubuh manusia. Jadi tidak sekedar nekat soal berbisnis tetapi serius menekuni. Semenjak kecil memang ingin membuka lapangan pekerjaan. Dia sejak kuliah memendam rasa sampai akhirnya terbebas.

Sempat diragukan karena masih berkuliah, maka Dea memilih bertahan dulu. "Awalnya mereka ragu karena posisi saya saat itu masih kuliah," kenang Dea. Hanya kegigihan semakin ditonjolkan sampai mengikuti satu pendidikan khusus. Maka kedua orang tua Dea meluluh, tetapi tidak terburu- buru memberi modal uang.

Mereka masih mau melihat ketulusan sang putri. Untuk segera mendirikan konsep dibenak, Dea mengajukan proposal bisnis agar disetujui. Mendapatkan uang sebagai modal tidaklah mudah. Tetapi tekadnya agar bisa mandiri tidak tertahan. "Bukan menjadi pekerja, tetapi membuka lowongan pekerjaan untuk orang lain."


"Saya memang ingin menjadi entrepreneur," tegas Dea. Jadilah satu konsep bisnis kemudian diserahkan ke beberapa pihak. Berkat diferensiasi spa dari teh memuluskan jalan bisnis. Ia bisa menjelaskan detail tentang segala manfaat teh bagi kulit. Bahkan menjelaskan potensi bisnisnya jika pihak terkait memberikan bantuan dana.

Ia menjelaskan keunggulan spa berbahan teh. Syukur karena banyak orang tertarik bekerja sama berbisnis spa daun teh. Pembiayaan tersebut dikumpulkan sampai penuh. Lalu Dea segera mewujudkan mimpi sejak kecil menjadi kenyataan. Tingga mengeksekusi proposal dimana uang Rp.300 juta menjadi batu pijakan.

"Setelah setahun, akhirnya dana terkumpul," ujarnya lega.

Bisnis cantik


Penilitian soal bahan teh sudah digalakan sejak setahun. Dia ancang- ancang mulai semester kedua kuliah. Ia menjelaskan susahnya pengaplikasian teh ke tubuh. Kemudian setelah itu baru menyiapkan tempat cocok bagi usaha spa. Berbahan utama teh, hanya saja kualitas diserahkan ke orang lain, dikerjakan oleh orang asli Bali.

"...tapi esensial oil dari kita sendiri," jelas Dea.

Ia memilih baha teh sendiri. Meraciknya di rumah Jl. Gunawarman 9 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tapi pembuatan ramuan lengkap dibantu oleh UKM asal Bali. Itu lantas dilabeli sendiri buat dipakai oleh usaha miliknya, yaitu Tea Spa. Yang gerai pertamanya dibuka di tempat sama Kebayoran Baru sejak 2010 silam.

Dea mengistilahkan bisnis ini merupakan passion. Ditambah dukungan hobi yakni hobi memanjakan diri ke tempat perawatan kecantikan. Ia tidak pernah merasa lelah berinovasi. Didukung oleh pendidikan ekonomi menjadi andalan gadis bersenyum manis ini. Setahun sudah menjalankan usaha banyak hal direfleksikan oleh Dea.

Usia 20 tahun sudah punya usaha butuh bantuan. Ini memaksa Dea harus terus belajar tentang aneka teh dan cara pengaplikasian. Dia juga menggaet terapis handal diambil dari wanita asal Indonesia Timur, seperti NTT, NTB, dan Bali, karena dikenal pemijat kuat. Kemudian terapis didatangkan dari daerah Jawa yang terkenal terampil.

Dari jauh orang tua cuma mendoakan dan sedikit membantu uang. Sementara masalah utama dihadapi Dea ialah tenaga sudah terlatih serta kepercayaan. Sulit mendapatkan pegawai karena usia muda. Banyak yang meremehkan kemampuan dia berbisnis. Mana bisa menggaji pegawai? Dea hanya bisa menunjukan lewat prestasi.

Di tahun 2013, Dea pernah menjadi finalis Asia Pacific Entrepreneurship. Karena ia menyediakan tidak cuma teh biasa. Usahanya meliputi spa berbahan teh hitam, teh hijau, bahkan teh putih. Dia juga finalis Skills for Employability Challenge 2012 British Council buat penjelasan soal penggunaan teh Sukabumi sebagai bahan utama.

Mulai berbisnis dari cuma menghasilkan uang saku. Kini, Dea mempekerjakan banyak orang dalam naungan bisnis spa. Aneka rencana serta konsep sudah dipikirkan salah satu finalis Youth Startup Icon 2011 ini. Dia merencanakan bagaimana meminjat serta spa bagi ibu hamil. Menakjubkan.

Marketing jitu


Rahasia Tea Spa terletak di manajemen ditambah kamampuan marketing jitu. Sejak awal Dea memposisikan bisnis spa miliknya berbeda. Ditambah aneka pelayanan spa serta aneka pijat kesehatan. Sejak awal 2010 lumayan agresif melakukan aneka marketing. Termasuk lewat cetak, elekronik, serta langsung secara masif.

Melalui marketing voucher menyasar kalangan muda. Dia memanfaatkan media masa agar membagikan itu. Ia juga meyakinkan teh memiliki antioksidan baik bagi kaum hawa. Bisa mencegah radikal bebas, mencegah kulit keriput, serta relaksasi lewat pijat reflexlogi. Termasuk menawarkan kerja sama kesempatan memuat berita.

Media masa akan menceritakan kisah Andradea Putri. Sekaligus mempromosikan aneka layanan seperti hal paket perawatan wajah, perawatan tubuh, pijat refleksi, serta perawatan rambut. Kesemua memanfaatkan produk daun teh miliknya sendiri. Ia meyakinkan pelanggan bahwa mereka menyajikan daun teh asli.

"Kita tidak pasang iklan, biasanya memberikan voucher perawatan kepada mereka," beber Dea, setelah itu difollow melalui liputan ekslusip.

Ia mendapatkan pelajar marketing terima kasih berkat lata belakang pendidikan. Semakin sukses menyebar melalui mulut ke mulut, Dea mulai berpikir membangun cabang di berbagai daerah. Berkat kerja keras tanpa henti membawa namanya semakin dikenal lewat ajang Wirausahawan Muda Mandiri (WMM) 2012.

"Semoga menjadi inspirasi bagi teman- teman," ujarnya. Melalu program membership membuat segala lebih mudah. Kita akan mendapatkan diskon 5% semua perawatan. Tidak puas, ada diskon 5% untuk program yang sudah dipaket.

Member bisa mendaptkan perawatan gratis saat ulang tahun perusahaan. Tambahan lain setiap pembelian produk Tea Spa akan dapat diskon 10%. Sepuluh kali berkunjung akan mendapatkan pijat tradisional 60 menit dan mandi ramuan herbal teh. Ditambah promosi lainnya bagi pemegang kartu member, yang penuh kejutan.

Perawatan lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki. Juga termasuk perawatan sebelum pernikahan yang layak kamu coba. Mulai facial, waxing, hair spa, masker serta aneka pijat tersedia. Agar lebih berbeda lagi karena persaingan makin ketat yakni sistem konsultasi. Orang bisa berkonsultasi sebelum menentukan paket layanan.

Awal memang susah membagi waktu berbisnis dan kuliah. Namun, seiring waktu hambatan tersebut dilalui sampai ia mendapatkan gelar sarjana Desember 2012 lalu. Dea dibantu 9 pegawai mampu beradaptasi baik. Nah, sekarang tinggal Dea membangun mimpi mendirikan cabang di Bandung dan Surabaya.

 "Anak muda pasti bermimpi... Hanya lebih penting bagaimana cara menjadikan mimpi menjadi realita," ucap Dea penuh semangat.

Tea Spa menawarkan perawatan mulai dari Rp.45.000 sampai Rp.400.000. Dea menerapkan sistem pelatihan komperhensif sebelum pegawai dipekerjakan. Semua agar melaraskan sistem agar tidak terkejut ketika dipekerjakan. Jika dihitung Tea Spa sudah memasuki tahun ke tujuh beromzet Rp.950 juta per- bulan.

Asal berusaha sungguh- sungguh masalah akan dilalui. Jalankan bisnis sesuai passion dimiliki. Buatlah bisnis berbeda dibanding pesaing yang sudah ada. Ia menambahkan,"wanita juga bisa berkembang dan sukses kok asal gigih dan mau terus berusaha." Jangan takut soal uang modal, mintalah doa orang tua lalu lakukan jangan tunda.

Info lebih lanjut www.teaspa.co.id

Joel Salaka Pembuat Gitar Cabang Tiga Belawan

Profil Pengusaha Julius Salaka 


 
Mencari pembuat gitar kustom Joel Salaka pakarnya. Namanya disebut "empu" dalam seni pembuatan gitar. Pria kelahiran Pasuruan, Jawa Timur, 23 Juli 1990 yang memulai usahanya karena rasa cinta. Fakta bahwa dia seorang pegawai biasa perusahaan kontraktor di Surabaya. Sampai krisis ekonomi menerjang meluluh lantah.

Ditemui oleh pewarta berjejer 10 bodi gitar tidak rapih. Rumah itu terlihat agak sempit, namun pemuda 25 tahun ini merasa nyaman melanjutkan mengerjakan gitar. Dari tangan itulah lahir gitar kelas dunia seperti yang dipakai oleh Brian "Queen" May.

"Saya dari dulu memang tidak suka diekspos," jelasnya. Cuma namanya kedarung keceplosan hingga mau tidak mau dia menunjukan kebolehannya ke halayak ramai.

Ia cuma pembuat gitar sekaligus gitaris gereja samping Kali Porong. Sampai nama I Wayan Belawan naik daun, maka naiklah pamor gitar dua leher dan 13 senar buatan Joel. Karya Julius yang terekspos dalam satu album berjudul Magic Finger. Ide gitar tersebut menurutnya: Belawan memainkan gitar satu seperti tiga gitar sekaligus.

Pendidikan non- formal


Badai krisi ekonomi menghantam Indonesia begitupula tempat Joel bekerja. Maka tahun 1997 pekerjaan di perusahaan kontraktor ditinggalkan. Alumnus Politeknik Sipil Brawijaya, Malang, ini mencoba peruntungan kembali. Hanya punya gelar Diploma Joel nampak kesusahan dan harus memutar otak ekstra keras.

Ia memberanikan menekuni pembuatan gitar. Memiliki kemampuan perkayuan ditambahkan jiwa seni maka jadilah sebuah gitar. Joel menciptakan gitar pertama kali langsung laku dijual seharga Rp.1,2 juta kepada orang Balikpapan. Joel juga memakai suku cadang sepenuhnya bikinan Korea. "Saya tidak pernah bertemu orangnya," kenangnya.

Mereka waktu itu memanfaatkan email atau korespondensi. Semenjak itulah, Joel semakin mengasah jiwa seorang luthier -sebutan bagi pembuat instrumen musik. Menelisik ternyata jiwa seni menurun dari ibu yang pemain harmonika dan ayah pemain gitar. Secara garis besar mereka cuma berhobi atau bukanlah keluarga musisi.

Tidak bersekolah formal hanya melalui buku. Dia membaca banyak ensiklopedia gitar. Ataupun berselancar di internet menemukan inspirasi gitar. Menelisik lebih jauh di masa SMP, Joel pernah menjadi gitari buat grup bandnya sendiri, memainkan lagu Queen dan Led Zeppelin. "Saya menggarap gitar- gitar ini memang karena sukses."

Ia mulai mengerjakan aneka gitar berspesifikasi tertentu. Semua pengetahuan didapatkan melalui literatur dari internet. Sejak remaja dia hobi memainkan gitar, menyetel gitar, merancang suara efek. Itu dipelajari semua lewat internet. Merekayasa gitar memang tidak mudah. Proses trial serta eror dilakukan sampai menemukan ketepatan.

Joel mendapat dukungan keluarga. Kreatifitas membawa hidupnya berbeda. "Saya tidak mau meniru begitu saja gitar- gitar yang sudah ada," paparnya. Dalam kurun waktu tahun 1997 sampai 1998 dirinya menjadi seorang penjiplak. Meniru desain sampai setelan gitar berdasarkan contoh internet, spesifikasinya sempurna sekali.

Sejak 1998 sampai 1999, dia berhenti membuat dan menjual gitar bermerek lain. Ia membuat gitar kustom sendiri. Anak keduanya lahir, Jonathan Allen Cahyanugraha lahir tahun 2000, dan sudah memiliki keahlian membuat gitar sendiri. Joel mengatakan jika terus menjiplak, berarti tidak menghormati karya orang lain.

Lahirlah produk gitar bernama Stephallen di sebuah tempat kecil, Japanan. Stephallen mengambil nama dari dua anaknya: Nama depan anak pertama Joel, Stephen dan Chandra Satyanugraha, dan nama tengah anak kedua. Suami dari Sylvia Puspa Dewi mencapai karir puncak secara tidak sengaja. "Belawan memang punya banyak pengaruh."

Semenjak dikenal lewat Belawan sudah 10 gitar terjual setiap harinya. Padahal tahun sebelum itu cuma 4- 5 gitar bisa terjual. Total 800 buah gitar dicipta sembilan tahun belakangan. Merekayasa gitar memang tidaklah mudah seperti dibayangkan. Ia semakin menemukan rahasia instrumen gitar berkat kreatifitas.

"Kalau sekedar meniru, ya, kreativitas kita dimana?" tutur Joel.

Dirumah kecil


Selain membuat juga memainkan gitarnya di gereja. Keunikan gitar Joel semakin diminati pendengar. Inilah gitar inspirasi asal Porong. Nama Joel Salaka tercium oleh wartawan musik terkenal, bernama Andra, yang kemudian mewawancarai dia. Namanya berkibar menjadi terbaik dikalangan komunitas gitar di Tanah Air.

Dia semakin banyak mendapatkan perhatian. Banyak kenalan mulai menghubungi via telephon atau email ke dia. Itu termasuk pemesanan gitar oleh mereka. Semakin sukses, dia malah semakin kepepet karena banyak pesanan, hingga ingin bagaimana lebih produktif. Dipaksa keadaan terus belajar keras, belajar, dan belajar lagi.

Wayan Belawan sudah banyak memakai gitar buatan luar negeri. Semua belum memuaskan hasratnya dalam bermusik. Maka dia menantang Joel mebuktikan diri menjadi terbaik. Komunikasi intensif lewat email lantas dilakukan membuat gitar kustom sesuai. Gitar itu bermelodi, bas, cord, dimainkan serentak seolah menjadi ikonik.

Gitar menarik Belawan mengundang decak kagum. Tidak cuma orang biasa, kalangan musisi mulai mencari tau tentang Joel. Begitu gitaris grup band Gigi, I Dewa Bujana, yang memintanya membuatkan gitar jazz. Disusul oleh Tohpati memesan. Untuk gitar Bujana berbeda tetapi tidak sama rumitnya seperi Balawan.

"Kalau gitarnya Bujana tidak lama. Lain punyanya Belawan yang harus melalui satu eksperimen yang cukup panjang," lanjut Joel. Gitar Bujana memiliki tiga jenis suara, yaitu suara elektrik, akustik, serta suara MIDI. Sedangkan milik Tohpati memilih dibuatkan gitar suara gendang. Karena bersifat kustom selalu terjadi diskusi intensif.

Joel Salaka dibantu oleh enam karyawan. Mereka bersama mengerjakan mulai bodi, sampai menyetel suara gitar. Dibilang inspirasi pembuat gitar maka Joel menyebut Paul Reed Smith (PRS), sang pembuat gitar buat Carlos Santana. Kemudian ada gitaris Queen, Brian May, mulai memperkenalkan Stephallen ke negaranya.

Meski merangkul musisi dunia, Joel mangaku tidak berminat menjadi perusahaan endorsment. Nama Brian May sendiri mendapatkan informasi dari musisi Inggris, Rob McKnay. Tepatnya ketika sang musisi tengah manggung di Sheraton Surabaya.

"Saya kenal Rob lewat jasa teman. Rob yang berteman Brian bilang kalau Brian tertarik membantu," ungkap Joel.

Sukses giar Stephallen termasuk gitar kustom bertanda tangan. Kerja sama ini tentu sangat mendukung karir pembuat gitar ini. Tidak memikirkan target menjadi inti kerja Joel sejak lama. Ia menyebut hal terpenting ialah kualitas bagus, enak dimainkan, serta merupakan hasil karya sendiri. Soal harga rata- rata sampai Rp.10- 15 juta.

Soal suku cadang dibawa dari Korea, pasalnya kalau mesin Amerika semua tidak nyampai harganya. Kalau soal kebutuhan bahan baku kayu ada cara tersendiri. Dia bekerja sama dengan perusahaan mebel Porong, Sidoardjo, berorientasi ekspor. Penjualan luar negeri mencapai enam kontainer sampai Amerika, Jepang, Australia.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba