Usaha Pupuk Pengusaha Muda Modal Kotoran Sapi

Profil Pengusaha Daniel Wahyudi


usahapupuk.png
   
Pengusaha muda berbisnis kuliner mah biasa. Tapi bagaimana bila usaha pupuk. Gak jijik ia mengolah kotoran menjadi cuan. Bukan jorok tetapi uang. Inilah gambaran profil seorang Daniel Wahyudi, sosok
mahasiswa akhir berusia 22 tahun dan wirausahawan muda.
 
 
Pemuda berkacamata ini tercatat mahasiswa tingkat akhir di Universitas Prasetya Mulya. Bukannya berbisnis kuliner dia memilih mengolah kotoran menjadi pupuk.
 

Wirausaha Muda


Daniel berani mengambil langkah sendiri. Bersama perusahaan bernama Agri Maestro Perkasa, ia mendapat nama di kawasan Tangerang, khususnya kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Perusahaan tersebut dikenal punya dua bisnis khusus: pupuk dan peternakan. 
 
Mengolah limbah kotoran menjadi pupuk. Sementara itu sisanya berbisnis peternakan.

"Perusahaan Agri Maestro Perkasa adalah perusahaan yang menggabungkan dua core bisnis yaitu pepuk dan peternakan," terangnya kepada Detik.com.

Produknya kemudian diberinya nama pupuk Lokos. Sudah banyak pupuk telah diproduksinya yang memiliki aneka kegunaan. Kesemuanya dibuat diperuntukan sesuai dengan jenis tanamannya. Ambil contohnya seperti Lokos Natural 555 digunakan sebagai pupuk tanaman rumahan. 
 
Lalu, ada Lokos Super Kascing, Lokos Sawit, adapula Lokos Fruity khusus buat buah- buahan. Untuk Lokos 555 sudah distribusikan ke BSD. Ia mengaku tiap minggunya bisa laku 50 pac- kemasan.

"Kalau Lokos Super Kascing ini dibuat dari limbah kotoran sapi dan kambing diekstrak dengan cacing tanah. Fungsinya tanaman yang sudah layu akan direhabilitasi," jelasnya.

Soal Lokos Sawit masih belum diluncurkan tetapi sesuai dengan namanya. Rencananya Daniel akan siapkan ini sebagai produk baru unggulan. Kurun waktunya akan diluncurkan 6 bulan selepas ini. Tidak cuma sudah diterima masyarakat Tangerang. 
 
Pupuknya juga sudah mulai distribusikan ke penjuru Pulau Jawa hingga ke Bangka Belitung. Dari bisnisnya Deniel mengantongi keuntungan signifikan.

Coba bayangkan harga produksinya cuma Rp.4.300/kg, kemudian dijualnya ke distributor jatuhnya seharga Rp.8.500/kg. Sesampainya ke para pengguna adalah Rp.15.000/kg loh. Disaat diajak berbicara berapa dia hasilkan dari bisnis pupuk. Dengan rendah hati Daniel tak mau menyebutkan spesifik. 
 
Akan tetapi sudah bisa terbersit dari angka diatas. Dia sendiri tengah berusaha meningkatkan produknya. Sebagai pengusaha muda dirinya menyadari bisnisnya masih jauh. Ia ingin jadi lebih besar. Selain untung apa jadi konsernnya adalah bagaimana membuka lapangan kerja baru. 
 
Sejak pertama kali dibangun 2014 lalu, usahanya tergolong cepat tumbuh, oleh karena itu Daniel tampak masih hati- hati. Dia menyebutkan bahwa sekala produksinya masih rumahan berkaryawan 5 orang.

Dia Pengusaha Martabak Inovatif Indonesia

Profil Pengusaha Paulus Gunawan

 

martabakhouse.png
 

Dia bisa dibilang pengusaha martabak paling menarik. Dia menciptakan martabak inovatif se- Indonesia. Masyarakat cuma mengenal dua jenis martabak: Manis dan Telur. Makanan ini sudah melekat lama walau martabak inovatif hanya sebatas topping.

 

Martabak merupakan makanan populer akrab di lidah kita. Pengusaha muda bernama Paulus Gunawan lantas menunjukan varian martabak lain. Dia menjajakan martabak unik di kafenya. Pria 38 tahun ini menyajikan martabak panas di atas loyang steak daging.


Bisnis Pengusaha Martabak

 

Ia menawarkan steak martabak atau martabak hot plate. Kafe tersebut lantas dinamai Martabak House. Ia membuat martabak layak makan steak. Tidak dibawa pulang melainkan dinikmati di tempat. "Di sini, orang makan martabak tidak dibawa pulang, tapi dimakan di tempat," ia menjelaskan.

 

Martabak House menyuguhkan banyak inovasi. Menu mereka meliputi steak martabak bakar, martabak ufo, crispy martabak, martabak mayo, dan sebagainya. Kafe khusus martabak tetapi aneka varian rasa dan bentuk. 

 

Rasa unik ambil contohnya crispy martabak, bentuknya martabak telur dibikin super garing berkat ada tepung khusus. Paulus lalu menulis tulisan di kafe "Cara Asik Menikmati Martabak". Berkat inovasi keunikan tersebut Paulus mengantongi omzet besar.


Paulus beromzet Rp.120 juta dari Martabak House di Semarang. Padahal dia merintis usahanya pada Juni 2007 dan membuka cabang pada Desember 2008. Kesuksesa mendapat omzet besar berkat banyak aspek tidak cuma varian menu.

 

Dia menjelaskan, "sebelumnya, saya sudah berjualan martabak grobak sejak 1994. Jadi, saya paham betul resep martabak." Rasa enak dan varian banyak unik membuat masyarakat ingin mencicipi. Dari mencoba menjadi pelanggan reguler Martabak House.


Maka Martabak House membuka sistem waralaba. Sudah banyak orang berminat menjadi mitra bisnis Paulus. Ia meyakini selama lokasi mereka strategis akan sukses. Dalam sebulan ia meyakinkan mitra akan balik modal, karena sudah termasuk pelatihan, peralatan, dan bahan baku senilai Rp.10 juta.


Uang kemitraan waralabanya antara Rp.100- 150 juta. Itu sudah termasuk peralatan lengkap dan biaya kontrak 5 tahun. Soal bahan baku sudah disiapkan orang Martabak House. Ada tepung khusus Paulus siapkan seharga Rp.3000- 3500.


Dalam setahun Paulus menjamin balik modal. Syaratnya pendapatan kotor perhari Rp.4 juta. Martabak House di Semarang sendiri menghasilkan omzet Rp.120 juta. Uang sewa tempat Rp.17 juta pertahun. Dan 50% omzet merupakan belanja bahan termasuk gaji pegawai.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba