Profil Pengusaha Ooy Khadijah
Wirausaha ibu rumah tangga berikut dapat dikembangkan. Bisnis rengginan bermula keinginan menambah penghasilan. Dia single parent memenuhi segala sendiri. Dari mengurusi rumah tangga, anak- anak, dan bekerja berpenghasilkan pas- pasan.
Wanita bernama lengkap Ooy Khadijah berkisah. Bermula kegundahannya menyiapkan masa pensiun. Dia bekerja namun berpenghasilan pas- pasan. "Kerja tetapi bukan berarti lebih, cukup- cukup saja. Semantara saya punya lima anak dan single parent," jelasnya.
"Saya mikir saya harus punya usaha tambahan," tekat Khadijah. Dimana dia lalu lungkan waktunya berbisnis aneka frozen food. Jatuh bangun dirasakannya ketika merintis usaha.
Banyak Usaha
Usaha bernama Mak Cicih merupakan bentuk mengenang. Namanya diambil dari nama orang tua, dan diharapkan memperbaiki ekonomi keluarga. Di 2012, usahanya dimulai, dari usaha frozen food sampai membuat rengginan.
Bisnis rengginan dan lain- lainnya pernah beromzet ratusan juta. Khadijah menjelaskan semua dimulai ketika melihat anaknya. Dia mengatakan anaknya doyan menyantap makanan ringan. Bisnis rengginan kemudian disulap kekinian lewat aneka rasa.
Pengusaha wanita asal Sumedang, Jawa Barat ini, bermodalkan Rp.1 juta kemudian kembangkan aneka rasa atau topping. Modal usaha segitu dibelikan bahan baku rengginan. Dia membeli bumbu- bumbu sampai beras yang dimasak sampai kering itu.
Produksi pertama diberikan kepada tetangga. Dia ingin melihat respon mereka. Karena bagus, dia akan pasarkan keluar dimana awal masih original. Khadijah membuat rengginan original yang banyak orang pasarkan. Khadijah nekat memasarkan rengginan tersebut ke toko oleh- oleh.
Tepatnya dia menitipkan toko di sekitaran stasiun kereta Depok. Betapa kagetnya ketika mendapatkan respon dari pemilik toko. Mereka mencari maki Khadijah karena jualan mahal. Isinya sama saja seperti produksi biasa tetapi malah mahal.
"Karena rangginan itu banyak yang jual, akhirnya banyaklah cacian, makian, ya seperti itu pengalaman saya," imbuhnya. Proses menitipkan jualan tidak berjalan lancar. Namun ia tetap semangat, walau dicaci dimana- mana, ya tidak boleh berputus asa.
Dia berpikir tidak bisa kalau putus asa begini. Kan usianya sudah menginjak 53 tahun, dan masih punya tanggungan. Khadijah berpikir tidak bisa begini karena harus pensiun. "Saya niat mau keluar kerja, umur saya waktu itu sekitar 53, tapi saya mau usaha sendiri," ujarnya kepada Detik.com
Dan bisnis rengginan berlanjut, kisah wirausaha ibu rumah tangga ini belum selesai. Dia menelan semua cacian makian. "Akhirnya cacian, makian, ejekan orang itu saya jadikan sebagai bahan pemacu saya jangan sampai orang merendahkan makanan bangsa, disebut makanan jadul," imbuh Khadijah.
Pengusaha dicaci, diejek, dimaki merupakan penyemangat. Dia ingin mengembangkan bisnisnya. Maka ia tidak segan mengikuti pelatihan UMKM Pemerintah Depok. Program tersebut memberikan pelatihan pemasaran produk dan marketing.
Rangginan buatannya telah dirancang sedemikian rupa berbeda. Dibuat bulatan kecil hingga kalau nanti dimakan sekali suap. Tidak akan menyisakan potongan kecil rangginan jatuh. Tidaklah cuma bentuk, ia mengambangkan aneka rasa dari manis sampai asin.
Bayangkan rangginan rasa cokelat, blueberry, dan greentea selain pedas manis. Dalam kerja kerasnya selama setahun mampu menaikan omzet. Dia pun mampu memasuki pasar ritel. Ada 10 pasar ritel yang diterima tawaran kontraknya.
Keuntungan kerja sama menjadi dukungan usaha frozen food. Melalui rangginan, ia membuat dan juga mengembangkan aneka makanan beku. Pandemi COVID 19 memberikannya ide membangun bisnis tangguh ini. Usaha frozen food tersebut sekaligus jawaban turunnya omzet rangginan.
Dampak kebijakan pemerintah membuatnya kesulitan memasarkan. Dikarenakan pasar ritel merupakan salah satu terdampak pembatasan sosial. Penurunan permintaan dari 10 ritel harus disiasati agar modal terus berputar.
Caranya dia menambahkan varia produksi melaui frozen food. Ia membuat pisang lumer beku. Pisang yang dibungkus coklat dan kulit lumpia. Memang makanan beku sangat cocok menghadapi virus corona ini.
Bisnisnya yang tetap laku seperti berjualan pisang keju, pisang coklat keju, nangka goreng, nanas goreng, tape keju dan tape coklat. Produknya laris manis, karena masa pandemi orang dilarang keluar bila tidak perlu.
Produk makanan beku membawanya meraup omzet Rp.200 juta perbulan. Waktu penjualan Juli masa pandemi sampai Rp.200 juta. Kaget karena biasanya cuma Rp.4 juta, Rp.6 juta, dan tinggi- tingginya Rp.12 juta.
Walau dia berhasil jualan produk beku bukan berarti pensiun. Dia masih berjualan rengginan. Tetapi dia tidak menyetok dalam jumlah banyak. Dia menceritakan rahasia suksesnya, bahwa dia menemukan distributor lewat sosial media Facebook.
Khadijah memiliki 8 distributor, 10 agen, dan lebih dari 50 reseller. Berkat inilah dia mampu menjual lebih banyak walau margin tergerus. Buat rangginan sendiir memang hasilkan sedikit. Walaupun dia mampu menjual sampai ke Provinsi Aceh.
Produk frozen food lebih banyak dipesan Jabodetabek dan Semarang. Buat menambah kapasitasnya dipekerjakanlah 20 orang tetangga. Mak Cicih memberikan mereka gaji mingguan. Memang sejak awal Khadijah tidak berorientasi uang, melainkan juga harus mampu membahagiakan orang lain.