9 Pengusaha Muda Terbaik Indonesia Mendunia

8. Malariantikan Yulianggi Umur 19 tahun Company: Shoyu Pia Cake Ketika ia tengah mencari produk tentang produk lokal. Dia menemukan singkong di anak tirikan. Tapi satu kenyataan, Malarianti menemukan bahwa masih ada beberapa orang menikmatinya. Tapi tidak semua orang menyenanginya. Jadi dia mulai membuat produk modern Shoyu Pia Cake. Dari cuma punya enam pegawai di awal, sekarang, dia bisa memiliki lebih dan lebih banyak lagi pelanggan.

Biografi Mualaf Cantik Pengusaha Batik Trusmi

"Semua pengusaha punya jatah gagal," optimisnya.

20 Wirausaha Muda Mandiri 2015

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa 1. Juara 1: Gita Adinda Nasution (Kolagit -obat diabetes dan komplikasinya) 2. Juara 2: M Zulqarnain A R (Iwearzule -custom clothing) Untuk kategori boga 1. Juara 1: Filsa Budi Ambia (Peyek Kepiting -jajanan peyek daging kepiting) 2. Juara 2: Martalinda Basuki (UD Klasik -minuman coklat murni)

Profil Dea Valencia Pengusaha Batik Kultur

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

17 Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes

Retail and Ecommerce 1. Carline Darjanto, 28 tahun, Entrepreneur 2. Merrie Elizabeth, 28 tahun, CEO dan Creative Director Blobar Salon 3. Yasa Paramita Singgih, 20 tahun, Pendiri dan President Men's Republic 4. Ferry Unardi, 28 tahun, salah satu pendiri dan CEO Traveloka

Tampilkan postingan dengan label Pengusaha sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha sukses. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2019

Tampang Boyolali Pilpres Pengusaha Muda Sukses

Profil Pengusaha Julius Kirana


pengusaha tampang boyolali
 
Tampang Boyolali Pilpres dijadikan pengusaha muda kesempatan. Sebagai warga Boyolali, Julius Kirana menanggapi berbeda. Ia memilih membuat itu menjadi trobosan bisnis. Julius Kirana bukan orang baru di dunia wirausaha. Pengusaha muda yang dikenal berbisnis cetak digital, Cipta Warna Digital Printing

Dia menanggapi pristiwa yang sempat viral tersebut santai. Julius malah membuat kaos dengan tag line "Tampang Boyolali". Dengan ilustrasi yang berpesan positif bagi kita semua. Pembeli pun tidak hanya warga Boyolali. Melalui Instagram kaosnya menjadi viral dan mendapatkan banyak pesanan.

Kekecewaan warga Boyolali terasa betul olehnya. Ia menangkap itu bisa menjadi peluang bisnis unik. Kaos buatannya yang menunjukan bahwa Boyolali itu indah. Julius juga menujukan ilustrasi bahwa "Tampang Boyolali" keren, cukup untuk masuk hotel. Respon masyarakat akan kaosnya itu sendiri positif.

Bisnis Beresiko


Bukan tanpa resiko Julius membuat produknya tersebut. Bayangkan dibawa- bawa ranah politik akan menghantui. Namun ia menyiasatinya dengan bijak dalam mendesain. Kaosnya "Tampang Boyolali" tidak mengandung unsur politik. Semuanya dibuat sewajarnya, tujuannya untuk menujukan kelebihan orang Boyolali.

"Emang kudu harus membaca pasar," ujar pengusaha muda ini.

Dia menjual kaosnya di Instagram berakun @ciptawarnadigitalprinting. Julius menujukan tiga desain yang dibuatnya. Tidak ada kata- kata atau ilustrai profokatif dalam kaosnya. Satu desainya berisi gambar ikonik kota Boyolal, yaitu Sapi Ndekem, Monumen Susu Murni dan Tumpeng Merapi jadi satu.

Kaos berikutnya bergambar pria tampan dengan brewok. Dibawahnya ada tulisan tampang Boyolali sebagai petunjuk. Ini dimaksudkan untuk menunjukan bahwa orang Boyolali keren. Satunya lagi tidak bergambar hanya sekedar hastag.

Ia menjual kaosnya cepat- cepat keburu hilang momentum. Alhasil Cipa Warna jadi kwalahan untuk memenuhi pesanan. Sampai bahan kaosnya saja habis tidak bersisa stok. Tidak kurang empat lusin dipesan satu orang. Belum lagi yang menunggu antrian untuk dibuatkan, masih berlusin- lusin siap diantarkan.

Harga kaosnya dibuat antara kisaran Rp.90.000- 100.000. Kalau orang mau pesanan khusus bisa ia lakukan. Tetapi harganya menjadi lebih mahal karena makin rumit. Ukuran kaosnya dari XS- XXL cocok untuk pria dan wanita.

Minggu, 19 Mei 2019

Biografi Purdi E Chandra Pemilik Primagama Jaya

  Biografi Primagama Purdi E Chandra

  
biografi purdi e chandra

Menelisik biografi Purdi E Chandra pemilik Primagama. Siapa yang tak kenal pengusaha kelahiran Lampung, 9 September 1959 ini, yang terkenal akan usahanya. Sosok pebisnis non- konvensional. Pasalnya dia bukanlah lulusan Sarjana bukan orang kaya. Purdi sudah mencari uang sendiri sejak muda.

Dalam biografinya ia suka berbisnis semenjak kecil, bahkan semenjak duduk di bangku SMP.  Bisnis- bisnisnya meliputi usaha beternak bebek dan ayam, dan menjual telurnya ke pasar. Sosoknya yang dikenal karena perjalanan bisnis, pendidikan, dan kegagalan. Pengusaha yang sering membagikan ilmu secara gratis.

Purdi rajin membagikan tips menjadi pengusaha agar mengambil resiko. Terlahir dari keluarga tidak mampu membuatnya selalu berpikir jauh kedepan. Purdi memang merupakan sosok pekerja keras, mudah bergaul, serta cerdas. Jujur jika dia mau mungkin kelak akan menjadi pegawai idaman, tetapi tidak.

Pengusaha Cerdas Tanpa Gelar Sarjana


Kecerdasan terbukti selama membangun bisnisnya tetap berkuliah. Purdi tercatat sebagai mahasiswa 4 fakultas sekaligus di dua perguruan tinggi berbeda. Namun jiwanya merasa tidak mendapatkan apa- apa, dia memilih untuk menjadi pengusaha, dan memilih keluar dari kampus.

Bisnis serius Purdi ialah lembaga pendidikan, yang dikerjakan jauh sebelum berkuliah. Dia bersama beberapa teman mendirikan bisnis Lembaga Test Primagama. Purdi yang juga mahasiswa di UGM, Yogyakarta, telah menciptakan sistem solid. Primagama fokus menawarkan cara masuk ke kampus bergengsi.

Purdi mencoba membantu calon mahasiswa baru agar bisa masuk perguruan tinggi negeri. Dengan modal hanya Rp.300 ribu, mereka resmi mendirikan Primagama di 10 Maret 1982, di Yogyakarta.  

"Di universitas entrepreneur, tidak ada nilai, tidak sertifikat, atau title," ucapnya lagi. Purdi selalu menegaskan prinsip itu. Ayahnya, Mujiyono dan ibunya, Siti Wasingah sendiri yang selalu mensuport keinginan anaknya untuk mandiri.

Purdi berangkat merantau mencoba melihat kelemahan sendiri. Bertahap kelemahan diperbaikinya, dia mengaku kini telah tahan banting. Ia meyakini bahwa entrepreneur merupakan jalan lain. Tidak harus mengikuti aktivitas monoton perkuliahan.  Bisnisnya unik ketika ia sendiri tidak menyelesaikan pendidikan.

Ia memulai dari menyewa ruang kecil dan disekat menjadi dua. Murid pertama hanya dua orang yaitu tetangganya sendiri. Biaya les hanya Rp.50 ribu untuk dua bulan. Kalau tidak ada les, maka Primagama akan mengembalikan uangnya. Dua tahun kemudian Primagama mulai dikenal tumbuh pesat.

Bisnis Primagama Besar


Kunci bisnisnya yaitu melihat tingginya antusias siswa SMA, terutama mereka yang ingin masuk perguruan tinggi negeri ternama. Biografi Purdi E Chandra ialah berbekal pengalaman masuk UGM dulu. Itu berubah menjadi ide cemerlang, berbekal pengalaman masuk UGM, dia dan temannya fokus memecahkan soal- soal masuk perguruan tinggi.

Semenjak kesuksesan itu, nama Primagama mulai banyak ditiru, ia pun membutuhkan inovasi baru untuk bertahan di bisnis bimbel.  Maka dibuatlah slogan "Ikut Primagama pasti masuk perguruan tinggi, atau uang akan kembali." Kemudian Purdi mencari anak- anak cerdas di bidangnya, kemudian dijadikan pengajar.

Fokusnya memastikan 90% bisa masuk perguruan tinggi negeri. Usaha Primagama jatuh bangun, dari satu otlet menjadi 200 oulet di 106 kota. Pendapatanya kini telah mencapai 70 miliar loh. Selain itu Purdi juga membuka peluang bisnis sejenis menjamur. Primagama jadi pelopor bisnis bimbel kini menjadi holding, atau perusahaan induk.

Sekarang mereka mebawahi 20 perusahaan berbeda bergerak diberbagai bidang; pendidikan formal, pendidikan non-formal, telekomunikasi, biro perjalanan, rumah makan, supermarket, asuransi, lapangan golf dan lain sebagainya. Ia juga disibukan oleh kegiatan berorganisasi sekaligus sebagai pimpinan perusahaan.

Purdi sendiri aktif menjadi ketua Perhimpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Yogya dan pengurus Kamar Dagang Industri Daerah (KADINDA). Selain itu Purdi tercatat sebagai anggota MPR RI utusan daerah DIY. Purdi lalu mendirikan Entrepreneur University (EU) yang hanya memakan waktu enam bulan dan kuliah dua minggu.

PT. Primagama Bimbingan Belajar memiliki 694 cabang, sebagian besar merupakan konsep waralaba. Hari Nuryanto, selaku Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis, mengatakan cabang Primagama sudah ada di 255 kabupaten kota. Dengan rincian beberapa merupakan waralaba dengan masa kontrak 5 tahun.

Ia mengatakan Primagama beridiri sejak 1982, mulai diwaralaba di 2001. Dia mengatakan total tiap cabang Primagama mampu menampung 200.000 murid.

Kamis, 16 Mei 2019

Waralaba Es Teler 77 Minuman Melegenda Indonesia

Profil Pengusaha Sukyatno Nugroho 


waralaba es teler 77

Dikenal sebagai bisnis waralaba Es Teler 77 yang melegenda. Inilah kisah waralabanya bisa berdiri sampai sekarang. Tidak ada yang bisa menolak segarnya es teler ini, ketika musim panas dibawah sinar matahari terik. Sukses bisnis waralaba Es Teler 77 tidak ada matinya, terutama yang dingin segar.

Bisnis Es Teler77 memang menjadi pelopor bisnis waralaba sejenis. Mereka membuat pengusaha lain berminat mewaralabakan usahanya. Didirikan oleh Sukyatno Nugroho atau Hoo Tjie Kiat, berawal dari sebuah keputus asaan. Sukyat mendapatkan ide bisnis dari sang mertua (Ibu Murniati Widjaja) setelah menang satu lomba minuman.

Sukyat ketika itu melihat peluang, dan membangun bisnisnya sejak 7 Juli 1982. Memulai usaha jualan es teler yang kemudian diberi nama Es Teler77 bukan yang pertama kali. Dia pernah berbisnis jual beli tanah, makelar SIM, pemborong bangunan, sampai bisnis salon.

Sayang semua bisnisnya gagal, dia tak ingin mengulang kegagalan lagi. Dia fokus pada Es Teler77, bisnis barunya yang tengah bergairah. Nama 77, ia berkata mudah diingat, dan diharapkan membawa hoki saja. Es Teler sendiri menunjukan produk unggulan miliknya. Ucapannya sangat tepat namanya itu mudah diingat.

Nama Membawa Hoki Bisnis


Nama menjadikan produknya dikenal secara luas, dan bertahan di hati pembeli. Istilahnya nama membawa hoki bisnis. Berbekal warung depan emperan toko menjadi saksi bisnis mereka. Ia pun merubahnya menjadi bisnis waralaba jadi mudah pemasarannya. Dia menguasai pasar bisnisnya dan bertahan hingga 5 tahun.

Tepat tahun 1987, Sukiyat membuka pembukaan gerai Es Teler77 pertamanya di Solo. Petumbuhan bisnisnya sangat lah cepat, kini Es Teler77, telah memiliki 180 gerai dipenjuru pusat perbelanjaan dan toko. Mulai dikenalnya namanya, tetapa membawa berita yang tidak menyenangkan bagi para pebisnis waralaba.

Pada tahun 2007, Sukyatno meninggal dunia, dan melalui PT. Top Food Indonesia, Andrew Nugroho yang juga anak dari Sukyatno, diangkat sebagai pemilik. Dia memilih cara beda untuk memajukan merek Es Teler 77 dan berhasil. Sekalipun bisnis waralaba mulai menggeliat, Andrew fokus melalui branding.

Andrew mencoba mempertahankan kualitas produknya dengan beberapa inovasi.  Waralaba Es Teler 77 lantas memperkenalkan makanan pendamping, ada gado- gado, rujak, mie kangkung, dan nasi goreng kangkung. Pemilihan makanan tradisonal menurutnya sejalan es teler, minuman dan makanan tradisional.

Dia berbicara mengenai makanan tradisional yang kini sulit ditemukan. Andrew berharap dengan ini, membuat Es Teler77 memiliki segmentasi khusus. Ia mencoba menambah loyalitas penggemar Es Teler77 melalui berbagai media. Salah satunya, dia membuat fasilitas kartu anggota bagi penikmat esnya.

Ia juga menciptakan trobosan melalui kartu klub juara, dan memberikan mereka diskon khusus. Atas kerja kerasnya, Sukyatno mendapatkan berbagai penghargaan bidang wirausaha, dan nama dari Es Teler77 sendiri telah menjadi salah satu merek dagang terbaik.

Bisnis waralaba es teler ini, disaat tulisan ditulis, sudah mencapai 196 buah yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Selain itu, 77,95 % bahan baku Es Teler menggunakan bahan dasar lokal. Sekarang mereka memiliki 8 gerai di luar negeri, yakni Malaysia ada 3 gerai, di Singapura 2 gerai dan Australia 3 gerai.

Tahun ini ketika artikel ini ditulis, khusus untuk India, setidaknya akan dibangun 5 gerai dan 30 gerai akan dibuka di dalam negeri dengan nilai investasi Rp 1 miliar hingga sampai Rp 1,5 miliar per- gerainya. Walaupun terlihat sepele nyatanya berkat kerja keras, dan kesabaran es teler pun bisa bikin kaya.

Selasa, 02 April 2019

Biografi Peter Sondakh Pengusaha Rajawali Terbang Tinggi

Biografi Pengusaha Peter Sondakh


biografi peter sondakh

Biografi Peter Sondakh pengusaha, awalnya beralih dari semula berbisnis properti di saat mengalami kelesuan, ke bisnis batu bara di era- reformasi. Bukan tanpa perhitungan tepat, Peter Sondakh melalui PT. Golden Eagle Energy nya berhasil  masuk industri bahan tambang.

Dia menjadi orang terkaya nomor 8 versi Forbes, pengusaha dengan total kekayaanya sekitar Rp. 24, 7 triliun. Ia adalah CEO Rajawali Group, perusahaan yang berjaya dari masa orde baru dan reformasi masih tetap bertahan bahkan tumbuh.

Biografi Peter Sondakh, pengusaha kelahiran di tahun 1953. Ayahnya sudah memulai bisnisnya sejak 1954, memproduksi minyak kelapa serta aktif mengekspor kayu. Pada tahun 1954, ayahnya yang merupakan inspirasi bisnisnya, meninggal dan akhirnya mewariskan bisnis kecilnya.

Dia yang baru berumur 20 tahun harus mengambil alih bisnis mencari nafkah untuk keluarga. Dia harus membiayai ibu serta empat orang saudara perempuan. Ia yang berumur 22 tahun, mengambil alih bisnis minyak kelapa dan ekspor kayu, mendirikan PT. Rajawali Corporation.

Melalui Rajawali Corporation, ia memulai bisnis properti sebagai bentuk perluasan usaha yang ditekuni ayahnya. Peter mencoba memasuki korporasi besar, berkat keahlian kumonikasinya, ia bisa mendekati orde baru.

Pengusaha Rajawali Terbang Tinggi 


Menyadari bahwa bisnis properti tidak lagi menguntungkan, tahun 1984, ia menggandeng Bambang Trihatmodjo, putra dari president Soharto, menjalin kerja sama. Melalui PT. Rajawali Corporation milik keluarga cendana. Peter Sondakh, bersama- sama, keduanya lantas mendirikan stasiun televisi pertama RCTI.

Bersama mereka juga membangun bisnis hotel Grand Hyatt di tengah Jakarta. Sementara itu, ia juga fokus dengan bisnis pribadinya dibawah perlindungan orde baru. Dia mengambil alih bisnis gagal PT.Bentoel Group, resmi memasuki bisnis rokok.

Pada 1999, PT.B entoel mulai memperlihatkan geliat baik memberikan keuntungan. Berlanjut, ia yang melihat potensi pariwisata mendirikan bisnis Lombok Tourism Development Corporation. Melalui Rajawali juga, ia membangun kemitraan mengembangakan Hyatt Hotel dan juga Novotel Sheraton menjadi jaringan hotel bintang lima.

Pada tahun 2009, perusahaan mengakuisisi jaringan hotel berbintang lima lain di luar Indonesia. Ini peluang besar dengan Surfers Paradise Resort Hotel Pty. lmtd dari Australia. Perusahaan tersebut merupakan jaring hotel di Australia yang baru- baru ini membangun St. Regis Resort di Bali.

Krisis moneter menenggelamkan nama Peter Sondakh, tapi berkat fokusnya pada tiga bisnis utama (properti, pertambangan dan perkebunan); ia dinobatkan salah satu orang terkaya di Indonesia. Ia menduduki ranking ke 8 se Indonesia.

Dia dikenal sebagai investor melalui aksinya jual beli perusahaan. Peter dikenal melalui PT. Rajawali Coporation, memiliki kemampuan analisa dan kecepatan menentukan bisnis selanjutnya. Meski sulit mengenalnya sebagai pribadi tapi bisnisnya penuh perhitungan.

Perusahaan holdingnya tidak memiliki situs resmi yang memaparkan profil pemilik secara pribadi. Tapi, dia sudah dikenal secara sepak terjangnya sebagai pengusaha, dia dikenal sabagai pebisnis perhotelan, rokok, gedung perkantoran, telekomunikasi dan media, ritel, farmasi, pariwisata, hingga sampai transportasi.

Sekali lagi Peter merupakan sosok yang menarik melalui sepak terjangnya. Kita tidak pernah tau, bagaimana dia melihat suatu bisnis sepenuhnya. Rajawali memiliki caranya selalu bertahan. Meski krismon, Peter melakukan serangkaian divestasi (melepas saham kepemilikan).

Strategi Bisnis Orang Terkaya Indonesia


Pada 2005, dia melepas saham atas Exelcomindo yang sebenarnya bagian dari Telekom Malaysia Group sebanyak 27,3%. Langkah selanjutnya, Rajawali melepas saham untuk 15, 97% atau senilai US$.438 juta untuk dana segar. Dana tersebut digunakan kembali untuk investasi 24, 9% di PT. Semen Gresik.

Saham di PT. Semen Gresik membuat Rajawali semakin kokoh di tahun- tahun selanjutnya. Pemerintah yang fokus terus menggenjot proyek pembangunan infrastrukur dan disanalah semua bermuara; PT. Rajawali Group akan ikut ambil bagian dari kue keuntungan pembangunan.

Tahun 2006, Rajawali sudah masuk ranah sawit bahkan sebelum melepas saham Exelcomindo. Ia melalui Rajawali, berhasil membeli saham PT. Jaya Mandiri Sukses Group lalu memulai bisnis sawit kerika bagus bagusnya.

Rajawali memiliki saham di perusahaan tersebut dan menikmati harga kelapa sawit yang kala itu masih tinggi. Masuk di pertambangan, Rajawali memilih group usaha PT. International Prima Coal di 2007. Satu tahun kemudian, Rajawali melompat dari Kalimantan ke Papua.

Perusahaan Rajawali masuk ke PT. Tandan Sawit Papua. Rajawali membuka 26.300 hektar kebun kelapa sawit di tanah Papua. Yang terakhir, perusahaan melepas saham PT. Bentoel yang dimilikinya dari awal usaha.

Mungkin, Rajawali melihat ketatnya kompetisi. Perusahaan menjual saham senila nilai Rp.3,35 triliun kepada British American Tobacco (BAT).

"Kami ingin memfokuskan pada bidang properti, pertambangan, dan perkebunan," ujar Darjoto Setyawan, Direktur Pengelola Pengembangan Bisnis Rajawali Group. Ketiga pilar tersebut, Rajawali ingin kembali ke awal.

Siapa Peter Sondakh? Itu sudah dijelaskan diawal artikel kami. Lebih dekat, putra sulung B.J.Sondakh sukses melanjutkan bisnis sang ayah, diperkirakan bisnis semenjak kecil dan memiliki saham atas PT. Bumi Modern sejak 1976.

Cikal bakal Rajawali ketika dirinya mulai membesarkan bisnis PT. Rajawali Wira Bhakti Utama. Perusahaan sang ayah yang dia miliki sepenuhnya di 1993. Ia merupakan pelopor tayangan televisi swasta.

Pusat Data Business Indonesia (PDBI), periode 1976-1996, menyebut Rajawali memiliki lima sektor usaha, yaitu: pariwisata, transportasi, keuangan, perdagangan, dan jasa telekomunikasi. Tak tanggung-tanggung di sektor pariwisata mereka memiliki 16 perusahaan perhotelan dan kawasan wisata.

Di sektor transportasi punya tiga perusahaan transportasi, yakni: Taxi Express, Rajawali Air Transport (chartered flight), dan pelayaran feri rute Batam-Singapura. Di sektor keuangan, Rajawali memiliki 7 anak usaha, antara lain PT Jardine Fleming Nusantara sebuah sekuritas.

Adapun di sektor perdagangan ada 9 perusahaan, misalnya Metro Department Store dan jaringan ritel farmasi Apotek Guardian. Di sektor telekomunikasi, Rajawali pernah memiliki Excelcomindo Pratama, yang dioperasikan sejak 1996 yang kemudian dijual ke Telekom Malaysia.

Ia merambah industri kimia memproduksi polyester chip dan PET film lalu mendirikan PT Rajawali Polindo. Rajawali ikut membangun Plaza Indonesia bersama Bimantara, Ometraco dan Grup Sinar Mas.

Bahkan, Peter memiliki andil di PT. Gemanusa Perkasa (perdagangan umum), PT Gemawidia Statindo Komputer (distributor komputer), PT. Asiana Imi Industries (produsen stuff toys), dan PT Japfa Comfeed Indonesia; ada 13 perusahaan yang diakuisisi dan 6 perusahaan didivestasi.

Di sisi lain, grup usaha ini memiliki andil (penyertaan saham) di 13 perusahaan. Adapun total anak usaha dan perusahaan terafiliasi yang dimiliki Peter mencapai 49 perusahaan. Sebagai holding company di lingkungan Grup Rajawali, selain PT Rajawali Corporation adalah PT Danaswara Utama.

Miliarder Aneka Bisnis


Awal tahun 2005, Peter sebagai miliarder membuat kejutan. Aksi korporat yang atraktif adalah ketika ia menjual 27,3% sahamnya di Excelcomindo yang sebenarnya termasuk salah satu bintang industri telekomunikasi nasional  kepada Telekom Malaysia Group pada 2005.

Nilai saham tadi setara US$ 314 juta, langkah divestasi ini berlanjut pada 2007 ketika Rajawali melepaskan 15,97% sahamnya di Excelcomindo senilai US$ 438 juta kepada Etisalat (perusahaan telekomunikasi Uni Emirat Arab).

Dana dari penjualan saham ini kemudian digunakan untuk membeli 24,9% saham PT Semen Gresik senilai US$ 337 juta dari Cemex (Cementos Mexicanos). Tahun 2006, Rajawali terjun ke bisnis perkebunan sawit yang beroperasi di Kalimantan Timur dan Sumatera yang dalam sub-holding PT Jaya Mandiri Sukses Group.

Sementara itu, industri pertambangan di Kalimantan dirambah grup usaha ini tahun 2007 melalui PT International Prima Coal. Di 2008, melalui PT Tandan Sawita Papua, Rajawali membuka perkebunan kelapa sawit seluas 26.300 hektare di Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Grup Rajawali juga memperluas jaringan hotel di kawasan Indonesia seperti jaringan hotel bintang lima Sheraton di Bali, Lampung, Bandung dan Lombok, serta di Kuala Lumpur dan Langkawi. Masih ditambah dengan pengembangan Hotel Saint Regis (Bali) dan Novotel (Lombok).

Bisnis pertambangan pun makin diseriusi Rajawali. Pada tahun 2009, Rajawali resmi mengakuisisi 37% saham Archipelago Resources (yang mengelola tambang emas) seharga US$ 60 juta. Kemudian, Rajawali membentuk perusahaan patungan dengan PT Bukit Asam di Kal-Tim. Di mata Philip Purnama, Direktur Spinnaker Capital, Grup Rajawali dinilainya sebagai kelompok usaha yang smart dan oportunistis.

Mereka sangat jeli melihat peluang bisnis dan sangat ahli dalam hal akuisisi aset-aset industri potensial. Bahkan, Philip berani menilai, komandan grup usaha ini, Peter Sondakh, lebih baik dari Warren Buffett. Seakan semua yang disentuhnya berubah jadi emas seperti Raja Midas itulah Peter Sondakh.

Wirausaha Budidaya Ikan Penghasilan Miliaran Rupiah

Profil Pengusaha Sukses Bowo Purwanto


wirausaha budidaya ikan
 
Siapa sangat berbisnis sederhana hasilkan begitu banyak duit. Wirausaha budidaya ikan penghasilan miliaran rupiah. Budidaya ikan air tawar oleh Kelompok Tani Ikan Mina Jaya, dari Dusun Kaliwaru, Kalasan, Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Mereka mampu menghasilkan Rp.8 miliar rupiah. Hanya berbekal membudidaya ikan air tawar, yang pembenihannya semakin maju. Aneka ikan air tawar seperti bawal, lele, gurame, ikan mas dan koi. Ia, Bowo Purwanto, selaku ketua kelompok tani mempunyai 56 orang aggota.

Dari kolam seluas 15 hektar, menyebutkan omzetnya bisa saja naik berlipat, jika semua sudah jadi terintegrasikan.

Usaha mereka meliputi pembenihan, pendederan, pembesaran, dan pemasaran. Usaha hulu sampai hilir dikuasai mereka. Ya, tidak meragukan, wirausaha budidaya ikan penghasilan miliaran rupiah. Bowo melanjutkan, mereka juga mengadakan pelatihan sebagai wujud berbagi ilmu.

Dibawah Kementrian Perikanan, Mina Jaya merupakan bagian dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR), Kelompok Pembudidayaan Ikan (Pokdakan), Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP), dan Asosiasi Pemasaran Ikan Yogyakarta (Aspray).

Diakui masalah utama usaha ini ialah pada pakan ikan. Masing- masing anggota belum mendapatkan stok pakan mencukupi. Pihaknya sendiri baru mampu mensuplai 50 persen pakan untuk anggota. Ia menjelaskan menjual benih ikan, dan menjual sampai ke Lampung dan Kalimantan.

Penjualan benih bawal yang paling banyak dibanding lain. "Yang paling tinggi permintaanya adalah ikan bawal untuk yang lainnya biasa- biasa saja." Jadi apakah kamu mau menjadi budidaya ikan air tawar?

Sabtu, 30 Maret 2019

Orang Kaya Misterius Raja Boneka dari Jakarta

Profil Pengusaha Haji Ismet



Siapakah orang kaya misterius Raja Boneka dari Jakarta. Seperti namanya pria ini memang berbisnis boneka. Uniknya pengusaha ini mampu meraup omzet sampai miliaran rupiah. Cuma dari boneka itulah, pria yang disapa Haji Ismet itu, mampu menyebarkan kebahagiaan kepada anak- anak.

Mungkin orang tua tidak akan mengenal namanya. Tetapi mungkin boneka yang ditimang anaknya, mungkin satu dari ribuan boneka yang diproduksinya. Ia adalah pemilik Istana Boneka Collection yang memproduksi ribuan boneka.

Dari sesama pengusaha mainan namanya kondang terdengar. Haji Ismet memproduksi aneka boneka yang berkualitas bagus. Produknya dibuat dari kain berbulu yang lembut dan empuk di dipeluk. Tak cuma menguasai pasaran lokal saja. Ia mampu mengekspor produknya sampai manca negara juga.

Omzetnya mencapai Rp.4 miliaran setahun, atau dia mampu meraup Rp.333 juta sebulannya dari bisnis boneka.

Strategi Bisnis Orang Kaya Misterius


Sang Raja Bonek dari Jakarta memiliki strategi tersendiri. Ia memilih membuat produk tanpa merek. Haji Ismet membiarkan resellernya memereki sendiri. Dari sanalah orang yang bekerja sama menjadi senang. Dia senang dan lebih banyak rekan bergabung sama- sama senang.

Tidak ada juga lebel khusus pembeda dari dirinya. Nanti para distributor atau agen akan memberi label sendiri. "Dengan begitu akan menghidupkan usaha mikro (menjual produk tanpa merek) lain, yaitu sebagai distributor," imbuhnya.

Pengusaha yang sudah lama berkecimpung di dunia mainan. Bapak dari tiga anak yang selalu hidup bersemangat. Dari usahanya dia diangkat menjadi bendahara Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia atau Hipkimindo.

Tidak mudah baginya mencapai posisi sekarang. Jualan bonek dari nol, pengusaha veteran ini mulai dari jualan kaset rekaman. Pada tahun 1999 dikenal sebagai produser untuk kaset rekaman. Hingga penjualan lesu hingga kaset rekaman tak laku lagi.

Duni berubah dari kaset kebentuk CD begitupula Haji Ismet. Dia berubah dari produser kaset menjadi jualan boneka. "Saya terinspirasi oleh anak saya yang gemar boneka," sebutnya, alasan kenapa jadi pengusaha bonek begitu simple.

Lelaki 46 tahun itu bermodal seadaanya pertama kali. Modalnya sangat kecil cuma dari hasil jualan usaha kaset. Ia menolak menyebutkan angka ketika ditanya pihak Kontan. Melalui proses marketing dari mulut ke mulut, dibangunlah relasi bisnis yang kuat di masa depannya.

Dari sanalah dia mampu menjual hingga luar Jawa, sebut saja Medan, Batam, dan Menado. Setahun ia menjalankan bisnis boneka ternyata bisa berkembang pesat. Bahkan ia mampu memiliki satu kios sendiri di Tanah Abang.

Dia bahkan sudah mampu menghasilkan ribuan boneka. Pabrik kecilnya itu berada di kawasan Jalan Ancil, kawasan Industri Cikarang, yang beraktifivas setiap hari. Omzetnya mampu menembus hingga 10 juta perbulan. Omzetnya menanjak sepanjang waktu hingga ratusan juta rupiah!

Orang tinggal membeli boneka yang selalu baru modelnya. Tetapi dibaliknya orang kaya misterius ini memikirkan berbagai cara. Mencari konsep boneka terbaru sesuai trend dan kebutuhan. Pokoknya harus memiliki bentuk boneka yang selalu baru.

Pendiri Istana Boneka Collection


Bisnisnya memproduksi banyak jenis pilihan untuk pembeli. Contohnya boneka Pooh, standarnya yang gitu- gitu saja butuh variasi lebih banyak. Variasinya gampang kok seperti membuat ukuran yang berbeda, boneka yang tertidur atau dapat diberdirikan orang.

Kembali itu ke kreativitasan orang- orang membuatnya. Sebulan ada lima jenis desain yang berbeda- beda. Untuk ide butuh mencari melalui banyak literatur, mulai dari cetak hingga online, inilah cara menambah referensi desainnya.

Ada berbagai jenis konsumen yang memiliki banyak preferensi. Mulai dari yang menyukai boneka yang sedang marak di pasaran. Sampai mereka yang memilih boneka- boneka unik tidak pasaran. Ia mempekerjakan tidak kurang 40 orang karyawan.

Kapasitas produksi mencapai 500- 1000 boneka perbulan. Ada 20 agen yang membantunya untuk memasarkan bonekanya. Biasanya mereka datang membeli sendiri ke showroomnya di Ismet. Ketika masa sewa kios habis, Ismet sudah tak lagi berdagang di Tanah Abang.

Tetapi dia posisinya telah memiliki banyak rekanan bisnis. Untuk showroom kemudian dibangun lagi di kawasan Jatinegara, dari hasil penjualan boneka. Pemasarannya menembus ke luar negeri, dan sanggup bersaing dengan boneka- boneka China.

Tetapi dia tidak menjual boneka- bonekanya langsung sendiri. Melalui agen yang membeli itu dalam jumlah besar, kemudian dijualnya di sana. Pelangganya dari Afrika, Malaysia, dan Abu Dhabi. Ia begitu dikenal karena rajin mengikuti pameran pemerintah.

Agar kualitas produknya selalu terjaga, Ismet sendiri yang mengontrol ke pabrik, paling tidak dua hari sekali ke Cikarang, Jawa Barat. Banyak karyawan baru membutuhkan tuntunannya sendiri. Ia memberikan masukan dan evaluasi agar semakin terampil.

Tidak juga ada larangan bagi pegawai menyumbang ide. Menurutnya ide merupakan paling berharga dalam bisnis. Penjualan besar- besarn dilakukan melalui agen- agen penjualan. Ide baru selalu ada, termasuk ide boneka kecil untuk gantungan kunci.

Ia juga tidak menolak mereka yang mau bergabung. Agen- agen kecil pun dilayani Haji Ismet untuk penjualan. Yang laris manis bukan cuma jualan bonek ukuran sedang atau besar. Bonek mini juga laris manis dijual kepada perusahaan- perusahaan, untuk souvenir perusahaan dan marketing.

Harga boneka mini antara Rp.6- 15 ribu juga melayani buat nikahan. Usaha yang dijalankan sejak tahun 1999 itu begitu maju. Ismet memandang bisnisnya harus berguna bagi orang lain. Banyak sudah agen- agen penjualan dibawah naungannya.

Bisnis Sosial Hasilkan Miliaran




Pasang surut bisnis juga dirasakan pengusaha veteran ini. Memasarkan boneka buatanya tidak mudah awalnya. Cobaan terberat ketika keran impor dengan mudahnya masuk. Serbuan boneka China itu sempat membuat usahanya oleng.

Harga boneka China mampu bersaing dengan miliknya. Untuk itulah ia mengembangkan kualitas agar selalu prima. Biaya produksi di Indonesia masih tinggi dibanding China. Untuk menekan biaya produksi sukar dirasa, pasalnya harga kulit sintetis dari Indonesia mahal dibanding impor.

Maka strategi pemasaran dibutuhkan untuk menang. Strategi jemput bola dilancarkan olehnya untuk menangi persaingan. Aneka promosi juga diberikan kepada pihak- pihak perusahaan. Agar mereka tidak beralih membeli souvenir dari boneka China.

Bencana alam juga mempengaruhi usahanya loh. Wisatawan yang turun juga mempengaruhi hasil dari penjualan. Ambil contoh gempa Yogya dan tsunami Aceh menurunkan 50% penjualan! Ekonomi global yang sering terganggung juga mempengaruhi usaha bonekanya.

Daya beli masyarakat turun akan memilih membeli kebutuhan pokok. Bonek yang fungsinya sebagai produk pelengkap ditahan. Alhasil penjualannya menurun, istilahnya dibanding belikan anak satu boneka lebih baik makan enak.

Hal seperti ini tidak bisa dihindari apalagi biaya pendidikan mahal. Orang tua memiliki skala prioritas dibanding membelikan anak. Penjualan untuk ulang tahun juga menurun karena ekonomi. Namun ia mengatakan adanya musim boneka masih menutupi.

Minggu, 10 Maret 2019

Putus Cinta Cari Pelarian Wirausaha Mc Crowny

Profil Pengusaha Dimas Raditya


pengusaha muda makaroni
 
Setiap pengusaha memiliki titik puncaknya kapanpun. Contoh ketika putus cinta pelarian wirausaha saja. Inilah kisah Dimas Raditya sukses Mc Crowny siapa duga. Setelah diputuskan sang pacar, ia yang sudah memiliki rencana wirausaha langsung tancap gas.

Bermodal cuma Rp.500 ribu dirinya nekat memulai. Aneka peralatan diberli untuk memulai usaha makaroni. Memang usaha makaroni tengah naik daun ditengah masyarakat. Dan kesuksesan ternyata muncul seketika tidak bisa diprediksi. Hobinya ngemil kini malah membawa berkah tersendiri dari sini.

Pengusaha Muda Makaroni


Menggabungkan dua perasaan emosional yang berbeda satu waktu. Ia mengakui memang sial dalam urusan percintaan. Tetapi menjadi dorongan kuat untuknya berwirausaha. Pengusaha muda ini tak menjelaskan langsung kenapa dia putus.

Apakah Dimas itu diputuskan karena tidak memiliki penghasilan. Apakah putus cinta cari pelarian wirausaha demi penghasilan. Namun, faktanya Dimas memiliki passion, keinginannya untuk menjadi pengusaha muda memang sudah ada.

Karena memiliki pesaing yang lumayan ketat di bisnis ini. Dimas harus fokus mencari celah, yakni melalui dua jenis makaroni. Yakni makaroni goreng yang umumnya, dan makorini sup yang sulit kita temui di pasaran.

Kenapa memilih makaroni karena hobinya ngemil jajanan. Dimas menyukai makanan yang bernama makaroni ini. Jajanan asing yang mulai naik daun sebagai cemilan saja. Produknya kemudian diberi nama Mc Crowny. Dengan sup makaroni dan goreng aneka rasa dipasarkannya itu ke sosial media.

Ia mengatakan pemasaran offline kurang nendang. Jaringan yang dia target kurang mengenai hingga hasilnya kurang. Melalui internet penjualannya bisa melonjak berkali lipat. Mudahnya usaha lewat eCommerce membuatnya girang. Dia dikenal menjadi salah satu pelapak di Kaskus maupun di Buka Lapak.

Perbungkus dijualnya Rp.8000 ukuran 100 gram, harganya dinilai murah dengan variasi rasa yang ciamik. Berkat kegigihannya pengusaha muda satu ini mampu mendapatkan penghasilan. Entah apa yang terjadi dengan kisah cintanya ke depan tetapi dia sudah memiliki penghasilan besar.

Rabu, 06 Maret 2019

Wirausaha Kerajinan Batok Kelapa Bali

Profil Pengusaha Nyoman Sujana


pengusaha nyoman sujana

Sudah menjadi cerita bahwa Bali salah satu kota kreatif. Dari wirausaha kerajinan batok kelapa, pria asal Bali ini mereguk untung ratusan juta. Banyak orang yang menganggap ini tidak berguna. Tapi ditangan pria bernama Nyoman Sujana, batok kelapa dirubahnya menjadi aneka produk unggulan.

Kreatifitas tanpa batasan bermodalkan limbah sampah. Bahan utamanya batok kelapa, dilengkapi dengan tali pandan dan pelepah pisang, lihat betapa ramah lingkungannya. Selain bahan daur ulang usahanya juga bernilai seni tinggi.

Layaknya karya seniman Bali, usaha Nyoman Sujana ini menggaet wisatawan dalam dan luar negeri. Dari dirinya usaha semacam ini tumbuh berkembang pesat di pasaran. Banyak seniman lain yang mengikuti langkahnya, untuk dijual di pasar lokal, diekspor sampai keluar negeri, yang berbahan dari limbah ini.

Aneka produk bisa dibuat dari bahan batok kelapa, antara lain jepitan, bingkai foto, perabotan rumah tangga seperti sendok dan mangkok. Perkembangannya maliputi gelas minuman, penutup kap lampu, hiasan dinding dan lain- lain.

Nyoman Sujana bahkan mampu mengembangkan lebih banyak. Misalnya ada tas batok kelapa, bahan korden, peci, manik- manik yang menarik wisatawan di Bali. Wirausaha kerajinan batok kelapa sudah tak lagi dalam keterbatasan. Usaha semacam ini mencatat perolehan devisa $129 juta dari Amerika Serikat.

Senin, 04 Februari 2019

Biografi Kirk Kerkorian Pemilik Hotel MGM Las Vegas

Biografi Pengusaha Kirk Kerkorian


pemilik hotel mgm las vegas

Seperti apakah biografi Kirk Kerkorian, kelahir di Fresno, California, pada 6 Juni 1917. Sang pemilik Hotel MGM Las Vegas ini ikut kedua orang tuanya. Mereka berangkat menjadi imigran hingga ke Armenians. Lahir dari pasangan Ahron dan Lily Kerkorian, bekerja sedari kecil walau anak termuda.

Masalah ekonomi merupakan masalah kesehariannya. Biografi Kirk Kerkorian adalah pekerja keras terbukti memilih keluar ketimbang berhenti bekerja. Ia melakukannya bahkan ketika masih duduk di bangku SMP. Hidupnya adalah jalanan, hidup dengan berkelahi untuk bertahan hidup.

 "Jika anda adalah seorang pekerja berarti menyiapkan hidup lebih awal. Di kasusku, kala itu, saya masih sembilan tahun ketika harus bekerja dan harus membawa uang ke rumah setiap harinya," ia bercerita di sebuah sesi wawancara.
Sebuah wawancara langka, ia bercerita bagaimana hidupnya yang susah, menjadi atlit tinju, hingga akhirnya jadi pebisnis. Dia bekerja sejak umur sembilan tahun. Ayahnya, Ahron Kerkorian, seorang petani semangka dan juga kismis.

Mantan Petinju Menjadi Orang Terkaya


Siapa sangka dia adalah mantan petinju menjadi orang terkaya. Ayahnya Kirk cuma tau bagaimana membesarkan buah- buahnya bukan cara membesarkan bisnisnya. Alhasil, pada tahun 1921, Ahron harus rela melepaskan tanahnya di pegadaian. Krisis ekonomi membuat bank terpaksa mengambil tanah 1.000 acre nya.

Dia harus menanggung kesulitan ekonomi hingga menjadi seorang imigran merupakan solusi. Kirk kecil lantas membantu keluarga dengan berjualan buah semangka hingga loper koran. Ia bersama keluarga berpindah dari satu kota ke kota lain, hingga dari satu negara ke negara lain.

Biografi Kirk Kerkorian anak yang sering tidak masuk sekolah. Karenanya dia memilih untuk hidup di jalanan saja. Dia bahkan pernah ikut bagian dalam sebuah genk jalanan. Ia lantas menyelesaikan pendidikannya sampai SMP di umur 13 tahun, lalu keluar dari sekolah dan memilih menjadi petinju jalanan.

Kirk remaja aktif menghasilkan beberapa dollar. Umurnya yang 20 tahun, dia mengikuti serangkaian petandingan tinju di Pacific Amateur Welterweight Championship, dan menang sebanyak 33 kali dan kalah 4 kali; mendapat gelar "right rifle". Berbagai kesenangan dunia direguknya bermodal mental jalanan.

Suatu ketik ia tertarik di pesawat terbang. Dia tertarik ketika mengerjakan cat bersama temannya untuk sebuah pesawat satu awak. Hingga perang dunia pertama, Kirk ikut serta disana sebagai pilot, ia merasakan sendiri bagaimana mengendarai pesawat.

Hidupnya yang teratur mulai berbenah berkat hobi terbang. Satu hobi mahal yang menjadi profesi, dimana dia harus jadi ekstra keras; membiayainya sekolah penerbang resmi. Dia harus bekerja untuk membayar pelajaran menerbangkan pesawat serta sekolah menengah.

Ketika biaya terpenuhi dan kursus telah selesai, Kirk bisa mengikuti militer, rencanannya sih mau jadi pilot, tapi sayangnya ia tidak bisa memilih ikut perang dunia ke II. Dia malah disuruh bekerja di balik layar, tepatnya bekerja sebagai makanik pesawat Royal Air Force.

Kirk menyelesaikan beberapa pesawat yang diketahui memiliki beberapa kelamahan. Dari sini, justru membuatnya menjadi orang yang berpenghasilan; menghasilkan $.1000 tiap penyelesaian. Sungguh investasi luar biasa yang dilakukan mantan petinju menjadi orang terkaya

Memulai Bisnis Pesawat Terbang


Kembali ke Los Angles, Kirk yang pandai memperbaiki pasawat, dari hobinya malah jadi pekerjaan. Bukannya sebagai pilot militer malah jadi teknisi. Ia memilih mengerjakan beberapa pesawat kecil bermodal $5.000. Dia berharap bisa memberikan sedikit jasa penerbangan bukan peperangan lagi.

Bisnis tersebut mulia menyita perhatiannya kini. Bisnis pesawatnya tumbuh pesat, dia harus melayani penerbangan pribadi, Los Angles- Las Vegas. Ia juga aktif berjudi di kasino membuang uang dari serangkaian kekalahan hingga kemenangan sepuluh ribu dollar.

Dia menggunakan uangnya (hasil dari judi) guna mengembangkan bisnis sendiri. Ia membeli sebuah perusahaan penerbangan, Trans International Airlines (TIA), di 1947, sebuah perusahaan melayani pesawat sewaan dari Los Angles Air Service. Ini membuat hidupnya berubah menjadi orang yang kaya, lalu membuatnya menjadi pengusaha pertama pesawat carter.

Pernah menikah sebelumnya, dia menikah kedua kalinya, seorang penari Jean Maree Hardy di Las Vegas. Pasangan tersebut lantas memiliki sepasang anak, bernama Tracy dan Linda; keduanya menginspirasi nama Tracinda Corporation. Tahun 1962 -an, Kirk menjual TIA kepada the Automaker Studebaker sebesar satu juta dollar.

Dari uang tersebut, ia membangun bisnis di Las Vegas dengan membeli 80 acre tanah. Di tahun 1965, dia membeli kembali TIA dan menawarkan saham untuk dijual melalui broker. Dia kemudian menyewakan tanahnya yang kemudian jadi Caesar's Place dan mengoleksi $4 juta.

Sebelum akhirnya kemudian dia menjualnya untuk $5 juta lagi. Setelah saham TIA naik, dari $9,75 ke $32, ia pun menjual perusahaan tersebut lagi ke Transamerica Coporation, di tahun 1968, tetapi hasilnya bukan berupa uang.

Kirk Kerkorian memilih dibayar melalui saham kepemilikan terhadapa Transamerica sebesar $85 juta. Ia kembali berbisnis membuka bisnis lain yaitu International Hotel di 1969 dan menjadi pioner untuk Las Vegas menjadi wisata keluarga bukan erotis.

Hotelnya memiliki ruang anak seperti taman, dan danau Lake Mead. Di 1970, ia menjual Internation Airlines lagi, sekaligus Flamingo Hotel, yang kemudian menjadi awalnya balik modal. Dia masuk ke Hotel Hilton Chain, atau jaringan hotel milik keluarga Hilton.

Dia juga dikenal suka MGM Film Studio; dikenal "an epic Hollywood- Wall Street Romance". Ia meminjam $48 juta dari Europan Bank, dan menguasai saham besar di MGM  di 1969, memiliki saham sekitar $670 juta.  Dari MGM Studio, ia melahirkan bisnis MGM Hotel di Las Vegas yang terkenal.

 Dibawah tangan Kirk Kerkorian, MGM Studio tidak terlalu menghasilkan artistik, tapi ia memahami bisnis lambat laun. Dia membeli United Artist Studio senilai $380 juta, menyatukannya dengan aset MGM, lalu menjualnya ke Ted Turner senilai $780 juta.

Kejeniusan Kirk adalah kemampuannya menjual dan membeli. Selepas dari Ted Turner, Kirk lantas menjual perusahaanya kembali ke ahli finansial asal Italia, yakni Giancarlo Parretti senilai $1.3 miliar di 1990. Parretti terlibat sekandal menjual kembali bisnis ini, pembelinya tidak lain adalah Kirk Kerkorian, lalu dijual kembali senilai $2,4 miliar ke Sony pada tahun 2004.

"Jika anda seorang pengusaha mandiri, anda akan bekerja lebih awal di kehidupan. Di kasus saya itu adalah umur 9 tahun ketika saya memulai mencari uang sendiri untuk keluarga di rumah. Anda harus menyikapi ini dengan berbeda, jadi lebih kuat, dibanding mereka yang kaya warisan," sebuah kata bijak Kirk Kerkorian.

Rabu, 23 Januari 2019

Jualan Door to Door Menggapai Mimpi Usaha Camilan

Biografi Pengusaha Nur Fadilah


wirausaha camilan syafrida

Wirausaha Nur Fadilah berjualan door to door menggapai mimpi. Siapa sangka usaha camilan bisa sampai ke New Zeland. Produsen berbagai camilan mulai dari kacang goreng, mete, kerupuk, keripik, dan lain- lain. Tiga puluh tahun sudah dirinya merintis usaha aneka camilan bernama Syafrida.

Usahanya bahkan mancapai supermarket besar di Surabaya. Nama supermarket HERO sudah jadi tempatnya berjualan. Bayangkan omzetnya mencapai Rp.500 juta perbulan. Dengan omzet segitu dia mempekerjakan 26 orang, membangun kerajaan bisnisnya dari hanya camilan.

Siapa sangka hasilan miliaran dari jualan door to door saja. Usaha camilan milik Fadilah kini berubah menjadi kerajaan bisnis. Kunci suksesnya tinggal tekun bekerja menjajakan. Asal tekun mencari pasa digali dalam- dalam, maka keberhasilan mengalir deras.

"Asalkan ulet menggali pasar, rupiah pun mengalir dari mana- mana," tuturnya kepada pihak pewarta.

Memang butuh waktu 25 tahun untuk sampai dititik sekarang. "Saya jualan camilan sejak tahun 1984 door to door ke tetangga sekitar rumah," jelas pengusaha wanita ini. Usaha camilan pertama ialah berjualan aneka kerupuk dan makanan ringan.

Kala itu modalnya Rp.1000 jualan karena kebutuhan hidup. Pokoknya mencari cara agar asap dapur terus mengepul. Seorang wanita yang sendirian membesarkan tiga anak. Di tahun 1987 barulah dia berjualan dari toko ke toko sendirian.

Wirausaha Mandiri Aneka Camilan


Sejak muda Fadilah memang dikenal gemar berdagang. Ia mengenang masa Sekolah Menengah nya, dimana dia berjualan aneka kerupuk bikinan orang tuanya. Ketika itu tahun 1991, Fadilah mudah memiliki insting bisnis yang bagus, alhasil dia mulai membuat aneka camilan setelahnya.

Fadilah mengisahkan bagaimana dia selama 25 tahun berjualan. Metode tradisional dijalankan hingga dirinya dipercaya. Ia dipercaya untuk memasok jajanan untuk tok- toko. Waktu itu usahanya cuma berjalan ala kadarnya. Bermodal Rp.1000 saat itu, dia membuat kerupuk dan camilan tanpa merek.

Wirausaha mandiri kelahiran Kelahiran Surabaya, 4 Juni 1953. Fadilah yang terhimpit ekonomi yang semakin sulit. Sementara dia harus membesarkan tiga orang anak. Respon tetangga cukup baik, baru tahun 1987, dia memasukan ke toko- toko, karena waktu itu belum marak supermarket.

Fadilah berpikir lewat jualan toko- toko jualanya semakin dikenal. Prinsipnya menjangkau lebih banyak orang dari jualannya. Untuk jualan camilannya telah merambah ke luar negeri. Khusus jualan camilan kacang mete sampai ke Selandia Baru.

Dia memproduksi juga kerupuk ikan, bidaran manis rasa, sus kering, bidaran keju, keripik jagung dan berondong jagu aneka rasa. Beberapa produk merupakan buatan orang lain, sementara dirinya cukup membantu kemasan. Ada pula aneka kerupuk terung, tripang, ebi, dan produk- produk lain.

"Saya kerja sama dengan UKM dari Kenjeran," tuturnya.

Dia membeli dari mereka, kemudian di kemas di rumah. Harga produknya bermacam- cama sampai Rp.7000 -an. Terkait modal untuk satu ini dirinya merogoh kocek sendiri. Sebagai wirausaha mandiri dirinya juga mendapatkan pinjaman dari Bank.

Namun dia selalu menerapkan prinsip tidak boleh lama- lama. Hutang modal segera dikembalikan dari perputaran uang. Tetapi Fadilah tidak menyarankan meminjam uang di Bank. Apalagi kala itu bunganya masih diatas rata- rata sekarang.

Berjalan waktu pihak Pemerintah Daerah mulai memperhatikan. Fadhilah ditawari mengikuti aneka pameran oleh Disperindag Surabaya. Ia sering diajak pameran ke luar pulau, dari situlah pesanan datang mengalir terus. Dia pernah mendapatkan pesanan terjauh dari Aceh sampai ke Papua.

Walaupun berhasil menjual sampai ke penjuru Indonesia. Fadilah tidak berencana membuat outlet untuk jualan. Penjualan produknya fokus menjual di minimarket, supermarket, dan hypermarket. Dari berjualan tersebut memang tidak mudah. Setiap corong marketing selalu memiliki kelebihan dan kekurangan.

Dia menyebut seperti pihak supermarket atau hyper market bayar tunda. Makasudnya dia hanya akan dibayar jika penjualan laku. Keuntungan brand awareness bagi Fadhilah untuk semakin laris manis. Dia mengatakan brandnya semakin dikenal, mudah dijual ke tempat- tempat lain diluar jangkauan.

Fadilah mengatakan penjualannya dibantu ketiga anaknya, dan 27 karyawan yang juga termasuk adik- adiknya. Di tahun 2011 jangkauannya mencapai ke Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk orderan paling ramai yakni ketika lebaran, dalam 10 hari menghasilkan Rp.100- 200 juta.

Produknya dibernama Syafrida diambil dari singkatan  ketiga anaknya. Untuk kacang mete mejadi camilan paling laris, tidak hanya habis di lokal tetapi juga terjual sampai Selandia Baru. Saban harinya dia mengolah tidak kurang 1 kuintal, yang bahan- bahannya dipasok oleh petani lokal.

Tidak berhenti di camilan kacang atau kerupuk. Wanita 66 tahun ini masih aktif berkreasi mencipta olahan baru. Sebut saja rangginan bikinannya yang menjadi oleh- oleh wajib. Dikemas lebih modern pengusaha wanita ini yakin mampu mengikuti jaman.

Untuk mendungkung bisnis ke depan dibukalah satu toko. Dia membuka toko yang terletak di Jalan Ngegel Surabaya. Ia pun tidak berhenti hingga rangginan buatanya dikenal masyarakat. Walaupun tidak mudah hasilnya menjadikan rangginan produk nasional.

"Saya dulu bangun dan sampai sekarang mengelola ini sendiri. Karena, mulai dari dulu saya membangun, tidak ada fasilitas seperti sekarang ini," tuturnya.
Ia mengakui usahanya tidak selalu mulus seperti ini. Masalah utamanya ialah tidak mudah mencari sumber daya manusia. Tidak mudah pula selalu menyediakan bahan baku sesuai pesanan. Berkat usahanya ini dia mampu menguliahkan anak- anaknya.

Ke depan wanita berkerudung ini hanya ingin mewariskan. Bukan berbentuk uang, tetapi usaha dan semangat wirausaha bagi anak dan cucunya kelak. Ia menambahkan bahwa usaha harus membangun keluarga kita. Selain itu juga yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain ke depan.

Sabtu, 19 Januari 2019

Bisnis Wilmar Group Sejarah Martua Sitorus

Biografi Pengusaha Martua Sitorus



Sejarah Martua Sitorus kelahir di Pematang Siantar, sebuah kota di Sumatera Utara, di tahun 1960. Pria yang memiliki nama asli Thio Seng Hap, yang adalah pemilik perusahaan Wilmar International bersama Kuok Khoon Hong. Dalam biografi Martua Sitorus tidak ada detail lengkap mengenail asal mulanya.

Pengusaha yang bergerak di bisnis sawit, dan bisnis Wilmar Group menjadi perusahaan terbesar di usahanya sawit. Di tahun 1991, perusahaan tersebut resmi berdiri bermodal 7.100 hektar kebun sawit. Wilmar International juga mendirikan pabrik pengolahan hingga Sumatera Utara.

Tidak semua orang batak bekerja sebagai pengacara loh; mereka juga pandai berbisnis. Ya salah satunya biografi Martu Sitorus, dan yang terbaik pemilik Wilmar International, meski pun namanya cukup awam di Indonesia. Dia berhasil masuk jajaran orang terkaya di Indonesia berkat sawitnya.

Bisnis Wilmar Group yang berbasis di Singapura meliputi 48 perusahaan berbeda. Perusahaan itu, salah satunya PT. Multimas Nabati Asahan memproduksi minyak goreng merek Sania.

Pada 2005, Wilmar International diperkirakan telah memiliki total aset $.1,6 miliar, total pendapatan $.4,7 miliar dan laba bersih $.58juta. Sejarah Wilamar International tidak lapas dari Mertua Sitorus, pria asli Batak ini dulunya hanya minyak sawit kecil kecilan Indonesia- Singapura.

Jadi Orang Terkaya Karena Sawit


Sejarah Murtua Sitorus, pria 42 tahun, yang lulusan sarjana ekonomi HKBP Nommensen, Medan, Sumatera Utara. Sosok yang sangat bersemangat, Murtua sukses berbisnis sawit dan tumbuh hingga membeli 7.100 hektar kebun sawit di 1991.

Usaha sawit lah yang membuat dirinya jadi pengusaha besar di Sumatera Utara. Di 1991, setalah mendirikan pabrik sawit, Martua bersiap ekspansi ke Malaysia dimana pasar kala itu masih bagus. Ia pun tak lekas puas, fokus mendirikan hilirisasi (produk turunan) yang lebih bernilai tinggi.

Tahun 1998, ia mendirikan pertama kalinya pabrik memproduksi specialty fats. Wilmar International tercatat di bursa saham Singapura. Perusahaannya tumbuh, sebelumnya berupa pengolahan minya sawit berkembang terspesifikasi di wilayah agrobisnis. 

Perusahaan memiliki beberapa usaha dalam satu produk utama. Yaitu meliputi usaha penyulingan untuk minyak goreng, pengepakan dan penjualan, lemak khusus, oleokimia, produksi biodisel, dan pengolahan biji- bijian.

Pengepakanya akan meliputi (1). merchandising minyak sawit dan produk laurics (semacam lemak nabati), (2). pengolahan minyak sawit dan refinery, (3). peremukan, diolah dan refining untuk manjadi minyak bisa dimakan, minyak sayur, biji- bijian dan kedelai. Konsumennya meliputi China, Vietnam dan Indonesia, dan sudah berbentuk hasil jadi siap pakai.

Bertambah tahun membuat bisnis Martua semakin bersinar meliputi berbagai usaha. Utamanya, ia fokus kepada bisnis minyak kelapa sawit serta turunannya. Di tahun 2000, perusahaanya PT.Multimas Nabati Asahan memproduksi minyak goreng Sania.

Per 31 Desember 2005, Wilmar International memiliki 69.171 hektar, 65 pabrik, tujuh kapal tanker, dan 20.123 karyawan. Perusahaanya memiliki 30 negara tujuan eksportir. Puncaknya, perusahaan Wilmar tecatat di bursa Singapura di Agustus 2005, dengan nilai saham $2 miliar.

"Ia cukup berani mengambil resiko, jadi cepat pula ia mendapatkan keuntungan," ucap Derom Bangun, selaku ketua harian Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia). Derom yang menilai Martua sebagai sosok barani masuk ke pasar baru. Dia dinilai kreatif, dinamis, dan banyak ide.

"Namun, dia memang tegolong orang yang low profil atau tak mau terlihat menonjol," deskripsinya tentang Murtua Sitorus

Kawan menyebutnya orang yang agresif hanya dalam hal bisnis. Ia dapat melihat peluang di bisnis sawit kala itu, serta tahan banting hadapi krisis. Buktinya, meski ada krisis moneter 1997, dia masih mampu menghadapinya ketika perusahaan lain gulung tikar.

Dia bahkan berhasil memberikan 2,5% tunjangan krisis kepada karyawan, bukanya memotong gaji mereka 2,5%. Dia memang tidak sendiri ketika membangun Wilmar International, bersama dengan Kuok Khoon Hong, keduanya mengembangkan bisnis Wilmar Group meluas.

Sejarah Wilmar International


Kuok Khoon Hong, berusia 57 tahun ini adalah keponakan Robert Kuok, raja bisnis gula dan properti Malaysia, bersama Martua sepakat mengembangkan bisnis bersama-sama. Wilmar sendiri disebut-sebut sebenarnya adalah singkatan dari kedua nama mereka, yaitu William, nama panggilan Kuok Khoon Hong, dan Martua Sitorus.

Mereka berdua adalah pemilik yang signifikan Wilmar Holdings Pte Ltd (perusahaan holding Wilmar International Ltd). Keduanya berbagi tugas, Kuok Khoon Hong sebagai chairman & CEO dan Martua sebagai chief operating officer (COO) Wilmar International Ltd.

Keluarga besar Matua Sitorus berperan penting dalam bisnis, mereka menduduki jabatan penting. Istri (Rosa Taniasuri Ong), saudara laki-laki (Ganda Sitorus), saudara perempuan (Bertha, Mutiara, dan Thio Ida), dan ipar (Suheri Tanoto dan Hendri Saksti) menduduki posisi kunci di Wilmar Corp.

Bahkan, Hendri Saksti diberi kepercayaan menjadi kepala operasional bisnis Wilmar di Indonesia. Bisnis keduanya meningkat pesar di bulan pertama 2006, menghasilkan kenaikan 7,8% senilai S$3,7 miliar dibanding periode sama sebesar US$3,4 miliar di tahun 2005.

Dari itu laba bersihnya selama sembilan bulan pertama 2006 tumbuh 56,4% mencapai US$68,3 juta dibanding periode yang sama 2005 sebesar US$43,6 juta. Keduanya bahkan berencana ekspansi untuk Wilmar ke bisnis biodiesel.

Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung menggebrak dengan membangun tiga pabrik biodiesel. Ada beberapa isu menyangkut bisnis Wilmar Corp, terutama bisnis minyak sawit. Pertama, rencana merger Wilmar dan lini bisnis Kuok Group, milik taipan Robert Kuok, di bidang agrobisnis (PPB Oil Palms Berhad, PGEO Group Sdn. Bhd., dan Kuok Oil & Grains Pte Ltd).

Nilai transaksi merger mencapai US$2,7 miliar. Merger ini ditaksir memberikan potensi kapitalisasi pasar Wilmar sebesar US$7 miliar. Merger ini diperkirakan juga akan menghasilkan kombinasi pendapatan US$10 miliar dan laba bersih US$300 juta selama sembilan bulan pertama 2006.

Pabrik- pabrik ini diperkirakan memiliki kapasitas produksi sampai 350.000 ton per tahun sehingga total kapasitasnya mencapai 1,050 juta ton per tahun. Sejauh ini, belum ada satupun pabrik biodiesel milik perusahaan lain di dunia yang memiliki kapasitas produksi sebesar Wilmar.

Sebagai tambahan, apabila rencana merger itu terealisasi, maka pabrik biodiesel milik PGEO Group Sdn. Bhd. dengan kapasitas 100.000 ton per tahun akan makin memperkuat bisnis biodiesel Wilmar. Mertua sendiri aktif di kesahatan dengan membangun sebuah rumah sakit di Medan, Murnia Teguh Memorial Hospital.

Rumah sakit itu yang ia persembahkan untuk ibunya, Murni Teguh. Rumah sakit tersebut didirikan 12 Desember 2012. Meskipun tinggal di Singapura, dia, istrinya dan tiga orang anak, tetaplah warga negara Indonesia, dan memiliki usaha sebagian besar di Indonesia.

Senin, 14 Januari 2019

Jualan Lintah Mengembangkan UKM Tidak Biasa

Profil Pengusaha Salim


ukm jualan lintah

Siapa sangka Salim, 60 tahun, mampu mengembangkan UKM tidak biasa. Baginya jualan lintah itu menghasilkan uang. Hewan yang mengisap darah itu dikenal memiliki manfaat lain. Apasih manfaat yang dimiliki oleh binatang berlendir ini.

Salim yang bermodal sedikit mampu menghasilkan jutaan rupiah. Usaha jualan lintah sudah digeluti olehnya enam tahun. Yang berawal dari jualan makanan, malah banting stir budidaya lintah. Salim mampu mengembangkan UKM tidak biasa.

Dia berhasil menjadi pioner di usaha budidaya binatang berlendir ini. Berawal dari usaha pembesaran lintah saja. Dia bermula dari membeli bibit untuk dibesarkan. Anak lintah dibeli dari Parung dan Rumpion, Bogor, yang seharga Rp.200 untuk 5000 pertama.

Itupun dulu ketika orang belum sadar manfaat lintah. "Sekarang harga anakan (lintah) sudah mahal harganya bisa 1000 -an," ia menjelaskan.

Berjalan waktu dari pembesaran berkembang menjadi budidaya. Dia mampu mengawinkan dan juga membesarkan anakan. Dia mampu mengembangkan penetasan, dan pembesar lintah sendiri di dalam kolam. Dua kolam ikan kecil mampu menghasilkan 20 ribu ekor anakan.

Cara Usaha Lintah yang Benar

Dijelaskan Salim bahwa usaha lintah susah- susah gampang. Untuk penetasan saja dibutuhkan waktu setahun. Agar tetap menghasilkan Salim harus memutar otak. Caranya ialah dengan membeli bibit lintah dari petani lain.

"Makaanya selain melakukan penetasan saya juga beli yang anakan dari pertenak lainnya," jelasnya kepada bisnisukm.com

Binatang lintah menghasilkan kepompong anakan. Yang setiapnya menghasilkan 3- 10 ekor anakan lintah. Anakan dibesarkan setahun akan dijual perbuah Rp.1000. Pemesannya dari Cirebon, Bandung, Surabaya, dan Malang.

Biasanya binatang ini digunakan sebagai alat terapi. Di jual dengan minimal pembelian 1000 ekor. Kalau di Bandung tidak dijual ecer. Salim sudah memiliki pemesan khusus untuk daerah Bandung. Omzet yang mampu direguknya antara 15- 20 jutaan perbulan.

Jika dulu Salim menjadi satu- satunya yang jualan lintah. Sekarang mulai banyak orang yang ikutan mengembangkan UKM ini. Tidak biasa memang karena prospeknya menggiurkan. Orang- orang rela menangani binatang yang dikenal menjijikan ini.

"Dulu saya satu- satunya peternak lintah di Depok," ia berkata.

Sekarang dibawahnya sudah ada 10 peternak binaan. Dalam satu naungan peternak lintah, yang diberinya nama BLBI, diharapkan produksi menjadi lebih baik dan efesien.

Salim sendiri yang ditemui pewarta Bisnisukm.com, setengah bercanda menyebut itu kepanjangan dari Bisnis Lintah Beneran Indonesia. Memang ada yang tidak beneran ya Pak Salim? Memang sih untung yang diharapkan menggiurkan, tetapi tidak sedikit berhenti di tengah jalan merintis ini.

Ditambah biaya pakan yang relatif murah, untuk ribuan lintah dibutuhkan 5 kilogram belut untuk dia masukan. Pada musim panas lintah akan bertelur banyak. Berbeda dengan budidaya lainnya untuk lintah tahan penyakit. Binatang ini tidak memiliki penyakit khusus, dan memiliki daya tahan tinggi.

Kegunaan lintah sendiri di China bahkan dijadikan bahan kosmetik. Di Indonesia sendiri masih pada tataran terapi. Yakni terapi stroke, asam urat, darah tinggi, dan koleterol. Lintah juga bisa digunakan untuk penyakit kulit eksim. Orang biasa merubahnya menjadi minyak oles dengan cara digoreng.

Senin, 07 Januari 2019

Pengusaha Terkaya Lampung Haji Dasril Inspirasinya

Profil Pengusaha Haji Dasril


pengusaha terkaya lampung

Siapa sih pengusaha terkaya Lampung Haji Dasril. Inspirasinya mengagumkan karena cuma lulusan SD sekarang jadi miliarder. Meskipun tidak bersekolah sampai ke sekolah menengah, hanya lulusan sekolah dasar, Haji Dasril memiliki beberapa hotel berbintang di Lampung.

Walaupun berpendidikan rendah tidak membuatnya kecil hati. Tamatan Sekolah Dasar, Jambi, tahun 1956 yang memiliki 6 restoran Begadang dan Hotel Nusantara Lampung. 

"Alhamdulillah saya sudah mempekerjakan 400 orang karyawan," ujarnya ketika memberikan inspirasi dihadapan para peserta Rapat Kerja Yayasan Munashoroh Indonesia (YMI).

Pemilik Usaha Begadang


Pria bernama H. Dasril St. Bagindo sekarang pengusaha terkaya Lampung. Dia lebih dikenal sebagai pengusah pemilik rumah makan Bagadang. Bermulai dari keinginan merantau, usaha pertamanya ialah berjualan pakaian di kawasan Bambu Kuning.

Menjadi perantau tentulah harus hidup susah dahulu. Banyak hal dilalui Haji Dasril, ketika berjualan dia pernah kehujanan, pernah digusur karena kaki lima, dan merugi karena barang tidak laku. Tetapi dia tidak menyerah dan tetap berjualan karena terdesak kebutuhan.

Jerih payahnya terbayar dengan kesuksesan besar. Tekad kuat bahwa suatu saat dirinya akan sukses. Dia berani mengambil keputusan penting. Haji Dasril lantas membuka rumah makan Bagadang 1, yang tepatnya berada di Bambu Kuning.

Setiap tahun perkembangan usahanya berkembang. Dia mampu membangun enam cabang rumah makan Bagadang dan Bagadang Resto. Tempat usahanya berada di Kota Kupang, di Telukbetung. Usahanya lebih lengkap karena ada seafood, steak, dan piza.

Namun tetap usahanya lebih terkenal masakan Padang. Makanan di meja disajikan menggugah selera masyarakat. Kuliner berbahan santan memang sangat menggugah selera. Ada masakan seafood, soto padang, dan sate padang.

Untuk menambah daya tarik ada ruang VIP dan live musik. Dimana bisa digunakan untuk meeting dan weading. Tidak hanya rumah makan, dia juga membuka Hotel Nusantara Syariah, yang tepatnya bersebelahan dengan Begadang V, di Jalan Soekarno- Hatta, Sukabumi Indah, Bandar Lampung.

Empat orang anaknya juga mengikuti jejaknya. Mereka menjadi pengusaha, salah satunya yang anak perempuan meneruskan usaha pakaian. Dia juga mengelola Begadang II. Sedangkan Haji Dasril yang usianya sudah tidak muda. Kegigihannya menjadi inspirasi dan memotivasi jejaknya jadi pengusaha.

Rabu, 26 Desember 2018

Bos OMNIA Bali Hakkasan Group Nick McCabe

Profil Pengusaha Nick McCabe


bos omnia bali pemilik omnia
 
Kamu tidak tau siapa bos OMNIA Bali kan. Ternyata dibaliknya ada brand Internasional, Hakkasan Group. Memperkenalkan kehidupan malam ala Abu Dhabi bahkan di Bali. Direkturnya Nick MacCabe dan CEO nya Neil Moffitt bercerita sedikit tentang apa bisnisnya.

Menurut beberapa informasi merupakan kumpulan firma. Yang fokus berbisnis di kehidupan malam seluruh dunia. Hakkasan Group merupakan operator aneka night club dan klub dunia. Hingga tahun 2016, sahamnya 100% telah dikuasai oleh  Tasameem Real Estate LLC, asal Abu Dabi, yang sejak 2013 di Indonesia.

Hakkasan menggandeng tiga perusahaan: PT. Kharisma Jawara Abadi, lalu anak usaha Uluwatu Villa Tbk, dan Alila Hotel & Resorts. Tiga mereka dagang usahanya yang terbaik dibawa ke Indonesia: Hakkasan, Sake no Hana, dan OMNIA.

Sempat dikabarkan melakukan tindakan pencucian uang. Atau cerita tentang CEO terbaiknya yang mengundurkan diri. Hakkasan Group kembali ke tangan Nick McCabe. Melalui bisnis investas ke Asia Tenggara, pihaknya mengharapkan mampu berkembang tanpa harus menjual satu lini bisnisnya.

Bos OMNIA Bali Nick MacCabe Berjuang

Nick dan Neil merupakan dua teman kuliah. Boss OMNIA Bali ini memulai dengan satu buah bisnis konsultan. Hingga ,ereka memilih masuk lebih dalam ke Kota Dosa tahun 2007 itu. Ya Las Vegas memang dikenal dunia malamnya untuk menggoda manusia.

Siapa sih tidak tertarik dengan acara musik, hiburan mentereng, atau lampu- lampu neonnya. Kota ini seolah tidak pernah tidur menyala terus. Perusahaan mereka Angel Management Group, yang mereka mulai mengkonsultani kasino, dan hotel seperti MGM Resorts, kemudian pesta kolam dan klub malam.

Naiknya pamor mereka semakin menggila ketika satu hari. Mereka menangani brand Hakkasan, yang sebenarnya bukan milik mereka. Awal didirikan oleh Wagamamama, Alan You, yang membuat acara di Nevada hingga ada permasalahan antara pemilik dan manajemen.

Sebenernya brand Hakkasan tidak berkembang. Dalam gosipnya bahkan akan dijual ke tangan lain. Dua orang inilah yang mempersuasi pemilik asal Abu Dhabi. Yang mana awalnya biaya proyek senilai $75 juta menjadi $130 juta, mereka meyakinkan Abu Dhabi akan menguasai Vegas!

Bahkan akan membuat brand menjadi berbeda keseluruhannya. Bertemu dengan investor asal Abu Dhabi bukan perkara mudah. Mereka harus diasingkan ke tempat tersembunyi. Yang mana ada satu mobil dimana sopirnya menghantarkan dengan satu surat "rahasia".

Sebuah lokasi tersembunyi di Paris, mereka mulai beragumentasi tentang rencangan pembangunan. Investor "mempertanyakan" tempat yang akan mereka dirikan. Meyakinkan mereka bahwa brand Hakkasan tidak rusak, bahkan layak untuk dijajakan kepada investor lain asal Amerika.

Tahun 2011, akhirnya mereka membanun di Vegas, dan untuk menaikan brand image keduanya mengundang DJ Tiesto dan Calvin Harris. Mereka berdua hadir memecahkan rekor, bahkan bisa mengangkat nama Hakkasan menjadi satu klub terbaik dunia.

Pria 36 tahun ini tidak pernah berhenti dalam satu tempat. Kehidupan malam sudah menjadi passion, hingga nama brand Godskitchen superclub dan Global Gathering fetival, menjadi satu dari banyak brand ditangani Nick.

"Vegas adalah fondasi layanan. Itu menggoda dan lampu neon dan gila tetapi layanannya sangat spektakuler," pengusaha ini menjelaskan.

Akuisisi Klub Malam


Hakkasan bersama Angel Management, dan beberapa bran lainnya. Nick menyebutnya "ayo bersama jatuhkan diri bersama brand". Ditangan mereka brand- brand lain yang diakuisisi, termasuk di China, Los Angles dengan brand The Nice Guy; tempat favorit Rihanna dan Drake.

Ia mampu menambah cahaya dalam setiap brand. Fokus mereka kemudian ke Asia termasuk di Bali, Amerik Selatan, dan London. Layanan mereka mulai dari klub malam, restoran, dan resort hotel. Ia sendiri sangat adaptif setiap kali akan mendirikan proyek.

Mengakuisi tempat hiburan malam di Vegas dan London beda. Nama brand The End atau Fight for Fabric tidak semudah ditaklukan. Kita tidak bisa menyamakan layanan di Vegas; pelayananan suka- suka. Dimana pelayan akan "kasar", bahkan tempat duduk kamu akan diduki jika kosong seketika.

"Itu seperti agak komik," ia menjalaskan. Vegas merupakan landasan layanan. Dimana ada kegilaan dan lampu- lamou neon. Kita harus siap dengan servis kegilaan disana. Tetapi layanan ini justru sejalan dengan kegilaaan kita mengeluarkan uang.

Membuat reservasi Hotel sudah berbeda. Bagaimana kita disapa ketika di depan pintu. Cara mereka membawa botol minuman dan menuangkan. Tidak untuk London, Nick tidak yakin pelayanan gila macam ini akan tersedia.

Nick termasuk ambisius rela berhadapan dengan kemapanan. Targetnya 80 tempat berbeda secara global pada 2020 mendatang. Apakah perusahaan akan mengalami kebangkrutan lain. Apa brand Hakkasan akan kembali dalam kejatuhan.

Nick menggunakan sistem cabang biasa. Tanpa membuang Hakkasan sendirian. Ia harus membuat itu dapat diakses dalam pojokan jalan manapun. Pendekatan tempat menjadi andalan mereka bertahan.

"Kami ingin menjaga misteri, keseksian dan keseksian yang menggoda," pengusaha ini menjelaskan. Hasilnya 80% permintaan kerjasama ditolak mentah.

Asal Usul Bos OMNIA Bali Pernah Bangkrut


Ia ingat betul karir pertamanya di Tyne&Wear. Dia tidak pernah mengurusi barang- barang mewah atau luxury. Nick ingat, umur 20 -an, terobsesi dengan musik. Mengajak dua rekannya, mendatangani kontrak sebagai group band Anjo, dengan lebel Global Underground dan Deconstructive.

Ayahnya tipikal orang tua kita semua. Dia bekerja sebagai broker dan ingin anaknya sekolah tinggi. Nick kemudian kuliah jurusan grafik desainer. Sembunyi- sembunyi dia juga musisi aliran musik progresif. Grup Anjo atau Angel harus menjadi besar.

"Setelah milenium (2000 -an), semuanya menjadi terlalu besar dan terlalu gila, sehingga kami sendiri bingung dimana kami akan meluncurkan," ia menjelaskan perubahan besar di dunia musik.

Disisi lain, kehidupan malam tidak menggoda Nick, ya karena aliran musik mereka tidak bersentuhan di sana. Ketika teman menyewa mereka untuk menjalankan pesta rumah. Nick ikutan masuk, ini sebuah bisnis menjanjika, hingga dia harus bereksplorasi ke tempat- tempat malam.

Siang hari bekerja sebagai web designer dan malam mencari tempat hiburan. Ia kemudian bertemu dengan CoolJunkie, website buatannya untuk penggemar gratisan. Disini kamu bisa ikutan masuk ke klub malam dengan gratis. Sayangnya, ayahnya menolak keberadaan bisnis Nick bahkan "membuang muka".

Begitu dotcom crash membuatnya menjadi pengangguran. Tidak ada lagi pesanan karena perusahaan web terlalu banyak dan sedikit menghasilkan uang. Ia tetap bekerja untuk urusan kehidupan malam ini. CoolJunkie dia kerjakan penuh waktu walaupun tidak menghasilkan lebih.

"Saya lebih ke broker daripada broke (miskin), dan dia (ayah) dudukan saya dan berkata "Kamu 25 tahun, kamu harusnya berpikir memilik mobil (bukannya berkutat di internet) sekarang dan hidup senang, penghasilan tetap!" Itu tepatnya bukan pikiran saya karena uang bukanlah tujuan saya," Nick mengenang.
Dia terus mengerjakan website CoolJunkie. Meskipun tidak mengasilkan dan era dot com sudah punah. Hingga musik elektronik naik daun, dan webnya menyebar ke New York, Los Angles, dan Chikago, hingga menjadi  Track Entertainment pada 2005.

Optimisme Nick membuatnya bekerja untuk Pepsi dan Bacardi. Dia menciptakan acara musik yang mengudang Beyonce, Mariah Carey, dan akhirnya bertemu Neil Moffitt. Sekarang orang tuanya secara teratur mengunjungi rumahnya, bertemu dia, istri, dan dua anaknya.

Selasa, 25 Desember 2018

Pendiri Mayora Biskuit Kelapa Jodi Hendra Atmadja

Biografi Pengusaha Jodi Hendra Atmadja


biografi jodi hendra atmadja
 
Siapa pendiri Mayora biskuit kelapa, adalah Jodi Hendra Atmadja. Tidak banyak soal biografi Jodi Hendra Atmadja bisa disampaikan. Tetapi dia merupakan toko kunci ekspansi bisnis Mayora hingga sukses besar. Bayangkan ide pendiri Mayora biskuit kelapa itu sederhana loh teman- teman.

Beruntung persaingan makanan ringan belum ketat. Ia mempunyai ide membuat aneka makanan ringan kemasan. Nah, jadilah aneka makanan salah satunya biskuit kelapa, waktu itu mereka mampu bersaingan dengan roti Khong Guan yang tengah naik daun.

Kelahiran 1946, Jogi terlahir dari keluarga sederhana dan berwirausaha. Layaknya keturunan Tiong Hoa lainnya. Ingin membangun usaha sendiri mandiri. Padahal dia tercatat sebagai lulusan Dokter dari Universitas Trisakti. Bukannya menjadi Dokter malahan menjadi wirausaha, apakah berhasil.

Dia mengajak dua rekannya sesama profesional: Mereka Drs. Raden Soedigdo dan Ir. Darmawan Kurnia, yang sama- sama bukan pengusaha. Jadilah berdiri PT. Mayora Indah, pada 17 Februari 1977 di Jakarta. Andalan mereka aneka produk makanan ringan kemasan yang dijual masal.

Persaingan Bisnis Makanan Ringan

Mayora terus berkembang susai harapan Jodi Hendra. Dalam biografi Jodi Hendra Atmadja, ialah menjadi sosok penting ekspansi bisnis Mayora. Nama- nama perusahaan seperti PT. Torabika Eka Semestas dan PT. Hiebe Schokolade Mas Gemilang, yang makin berkembang bersinar terang.

Tangan dingin pengusaha Jodi menaikan pamor biskuit. Dulu dikenal nama kue Khong Guan begitu primadona. Istilahnya makanan orang kaya, lalu munculah kue kelapa yang rasanya unik. Dengan bahan baku berbeda dan sama- sama enak; keduanya bersaing ketat menjadi produk nomor satu.

Sukses Jodi menghantarkan Mayora makin ekspansif. Salah satunya mengeluarkan produk bernama Kopiko. Ya permen berbahan dasar kopi ini menjadi pertama. Akhirnya tahun 80 -an, menjadi produk permen yang merajai pasar karena tanpa perasaingan.

Sejak awal berdirinya sudah memilih Jodi dipucuk. Hasilnya itu biskuit kelapa booming pada tahun 1970 -an. Pertama kali didirikan pada 1977, Mayora sudah menguasai 40 persen pangsa pasar untuk makanan ringan. Mereka kemudian merambah ke 90 negara dan meraup omzet Rp.17 T pada tahun 2017.

Tak ayal harta kekayaan Jodi melejit mengangkat namanya. Untuk menjadi pengusaha janganlah berpuas. Kesuksesan produk harus diikuti oleh inovasi berkelanjutan. Contohnya merambah bisnis di bidang minuman kemasan, yakni teh kemasan walaupun dikuasai Group Sosro.

Jogi juga merambah ke bisnis air putih kemasan. Yakni melalui PT. Tirta Freshindo Jaya, yang lagi- lagi tidak takut berhadapan dengan pemimpin pasaran. Intuisi dari Jodi ditambah kemampuan untuk mengambil keputusan.

Kekayaanya tercatat diantara Rp.33 T dan posisinya antara nomor 10 dari daftar Forbes. Untuk hal regenerasi maka dia sudah menyiapkan ketiga putranya, yakni Andre Sukendra Atmadja, Hendarta Atmadja dan Wardhana Atmadja, yang jadi Direksi di Mayora sendiri.

Berani mengambil resiko Teh Pucuk Harum jor- joran. Untuk iklan hampir setiap hari melihatnya di tayangan televisi. Riset Nielsen mengatakan per- 2011- 2012, Teh Pucuk Harum sudah mengluarkan biaya iklan sampai 226,39 miliar.

Untuk air mineral brandnya apalagi kalau bukan Le Mineral. Produksinya melalui lima pabrikan dari Makassar, Medan, Pasuruan, Ciawi dan Sukabumi. Di 2016, dua pabrik dibangun di Palembang serta Cianjur, Jodi sama sekali tidak takut berhadapan langsung dengan penguasa pasar Aqua langsung.

Senin, 24 Desember 2018

Tour Guide Indonesia Mendunia Biografi Tedjo Iskandar

Biografi Pengusaha Tedjo Iskandar

 

biografi tedjo iskandar

Biografi Tedjo Iskandar tidak sekedar menyukai pemusik dunia. Kisahnya yaitu tour guide Indonesia mendunia. Tedjo rela mengeluarkan uang lebih banyak, tak ayal banyak sudah konser telah Tedjo dikunjungi. Dari SMA, dia sudah menyukai artis- artis manca negara apapun artisnya, harus nonton.

Dari passionya tersebut muncul ide bisnis tour guide. Berkat pengalaman dan koneksi luas, tour guide Indonesia mendunia. Biografi Tedjo Iskanda, sejak kecil senang memasang poster- poster artis dunia di dinding kamara. Bahkan, Tedjo rela menonton jika ada konser di Palembang, seperti God Bless, Trencem, Aka, Rollies hingga Ken Arok. 

"Kalau teman- teman saya naik pesawat, saya harus naik bus ke Lampung, menyebrang dengan kapal fery dari Panjang Lampung ke Merak," ujar pria kelahiran 12 Desember 1960.

Bisnis Tour Guide Indonesia Mendunia


Dia sempat test SKALU lalu diterima di UNDIP jurusan Sospol. Dia yang sejak SMA menyukai konser, masih memiliki hasrat itu. Dia kemudian beralih menuju Jakarta, dilanjut kuliah di Pariwisata Universitas Trisakti, itu semua sekedar pemenuh hasrat akan konser- konser dunia.

Tedjo menjadi bersemangat, hingga meminta bantu kakaknya memastikan tetap berkuliah di Jakarta. Dia berkuliah dan ngekos di sekitar kampus Trisakti Grogol. Dia bukanlah tipe orang manja, bahkan sangat percaya diri dan mandiri.

Keputusanya memilih Jakarta tidak membuatnya hidup nyaman, dia harus menghidupi dirinya sendiri setiap hari. Ia harus banting tulang bahkan tiap hari sabtu- minggu; bekerja sebagai tour guide. Dia harus menjaga turis keluar masuk Bandara Halim Perdanakusuma.

Menjadi LO (Liaison Officer) di City Tour yang mengantar para turis mengunjungi toko barang antik di Jalan Surabaya, batik di Kebayoran Lama, taman mini, pasar seni, Monas dan lainnya.  

Saat itu, dia bisa mengumpulkan 10 dollar US ditambah 10 dollar komisi. Lalu dia membawa turis ke kapal pesiar Golden Odyssey yang merapat di Tanjung Priuk, ke Dieng, Gunung Kawi, Yogya, Solo, hingga ke Bali.

"Karena bahasa harus kuat saya kursus bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, juga fotografi dan menulis. Karena tidak bisa beli buku, saya baca di Gramedia," ungkap pengusaha fans dari Abraham Lincoln ini.

Impiannya pun nyaris tercapai, dia tidak lagi menonton dari poster di kamar tapi menonton langsung. Tedjo sudah tak pernah ketinggalan konser band- band luar di Jakarta. Ia mampu menikmati konser Deep Purple, Uriah Heep, Rolling Stone, The Police, dan lainnya, langsung di tempat.

Pada 26 Desember 1983, pengusaha keturunan TiongHoa tersebut akhirnya berangkat ke luar negeri pertama kali.

"Saya mendapat kepercayaan JAL Select mengantar wisatawan ke Jepang dengan rute Singapura, Hongkong, Taiwan, Tokyo," kenang pengusaha ini

Dia merasakan kebanggan itu menjadi orang pertama di kampungnya. Tedjo lantas sibuk mengirim surat berlampir foto- fotonya ke kampung halaman. Semua warga Lorong Pagar Alam I mendengar dan terkejut bahwa Tedjo mencapai cita- citanya satu persatu.

Hobi Nonton Konser Menjadi Bisnis Menjanjikan


Hampir setiap konser Tedjo selalu ikuti seperti konser Michael Jackson, Spice Girl, Boyz II Men dan North Sea Jazz di Belanda.

"Tahun 93 saya mengantar anak muda nonton NBA, lalu pesta musik dunia di Woodstock, Amerika. Semua mimpi itu membuat mimpi- mimpi saya menjadi kenyataan," ungkapnya.

Pembawaanya serius, tapi santai, humoris, dan menghibur membuat nama Tedjo bersinar terang. Dia dikenal sebagai tour guide kelas dunia. Namanya melambung disekitaran travel agency Indonesia, mencoba menawar jasanya memandu berwisata.

Hingga kini suami dari Revina Aryani serta ayah dari Kidung Pascalia dan Kinanti Odelia merambah berbagai benua; Eropa, Amerika, Asia dan Australia menjadi langganan.

Tedjo terbiasa menjadi tour guide para artis seperti Sarah Sechan, Gunawan, Ari Wibowo, Bella Saphira, Ferry Salim, Cindy Fatika dan banyak lainnya. Kerana bertekat berbagi ilmu, dibukalah satu TTC atau Tourism Traning Center, di 1994 membawa pengalamannya ke ranah teori.

Pesertanya bukan hanya mahasiswa jurusan pariwisata, tapi juga karyawan travel agency, bahkan masyarakat umum. Pelajaranya bahkan meliputi perjalanan ke luar negeri.

Tahun 1994, mereka menjalankan perjalanan ke Singapura Bangkok. Lalu program berikutnya meliputi Eropa, Australia dan Malaysia, dan menjadi dua kali kunjuangan ke peserta lebih dari 50 orang.

Tedjo meyakinkan "Hingga kini sudah ratusan tour guide lulusan program ini, mereka berhasil rutin membawa wisatawan ke luar negeri."

Tak dinyana program yang dikerjakannya menjadi bisnis sukses. TTC membentuk dirinya menjadi pusat pelatihan terbaik. Tak hanya itu, Tedjo merambah bisnis lain seperti menjadi pembicara, workshop, asrama pelatihan, lalu terbaru travel mart.

Apa itu Travel Mart? Bisnis yang berfokus menggalang minimal 120 travel agency di seluruh dunia melalukakan kerja sama bisnis. Ini meliputi bertukar informasi, wisatawan, dan pengalaman tentunya. Di usia kepala lima, Tedjo Iskandar memilih ke luar negeri untuk sekedar menenangkan jiwa dan rohani, tak mengejar kepuasan duniawi.

Senin, 03 Desember 2018

Biografi Ahok Pengusaha Memilih Mengabdi Negara

Biografi Pengusaha Basuki Tjahaja Purnama


biografi ahok

Adalah hal tabu bagi Ahok menjadi politisi. Dalam biografi Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama, ada kisah panjang tentang pengusaha dan penguasa. Tabu bagi pengusaha tionghoa untuk beralih ke dunia politik pada jaman Orde Baru.

Di jaman sekarang, era reformasi pandangan tersebut sudah sangat berbeda. Akan tetapi nasib dari seorang Basuki Tjahaja Purnama akan gagal dicalonkan. Perjalanan panjangnya sudah nampak ketika di daerah; bekerja keras tetapi gagal.

Hingga, kini, nama Ahok telah  dikenal sebagai Gubernur Jakarta pertama beretni Tionghoa.  Apakah dia tak taku pada kelamnya tahun '98. Sungguh tidak ada ketakutan sedikitpun. Mengusung misi bahwa setiap orang bisa memberikan perubahan.

Sekarang, orang Indonesia boleh saja berpolitik siapapun dan apapun etnisnya, asalkan memiliki niat akan perubahaan ke depan. Dia, Basuki Tjahaja Purnama, atau yang dikenal dengan Ahok lahir dari keluarga pengusaha memilih menjadi bupati Belitung Timur.

Perjalanan Biografi Ahok


Ia merupakan putra pertama dari Alm. Indra Tjahaja Purnama (Zhong Kim Nam) dan Buniarti Ningsing (Bun Nen Caw). Dan, kakak dari tiga orang adiknya, dr. Basuri Tjahaja Purnama, M.Gizi.Sp.GK, kemudian meneruskan Ahok menjadi Bupati di Kabupaten Belitung Timur.

Dia juga kakak dari Fifi Lety, S.H., L.L.M. (praktisi hukum), dan Harry Basuki, M.B.A. ( seorang praktisi dan konsultan bidang pariwisata dan perhotelan). Keluarga Ahok merupakan keturunan Tionghoa- Indonesia dari suku Hakka (Kejia).

Ahok menjalani masa kecil di sebuah desa, Desa Gantung namanya, daerah Belitung Timur, hingga menamatkan pendidikan sekolah menengah tingkat pertama. Setamatnya dari SMP, niatnya Ahok memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di Jakarta dengan pertimbangan kesempatan.

Dia berpikir lulus dari jenjang kuliah di Universitas Trisakti, jurusan Teknik Geologi membangun usahanya di Jakarta. Tetapi, dia memilih kembali ke Belitung, Ahok memutuskan mendirikan usahanya sendiri yang mana untuk memajukan masyarakat melalui CV. Panda.

Perusahaann itu kemudian menjadi kontraktor bagi PT. Timah dalam pengolahan sumber daya Belitung Timur. Dua tahun kemudian, Ahok melanjutkan kuliah S-2 mengambil jurusan Menejemen Keuangan di Prasetiya Mulya Jakarta.

Mendapat gelar S-2, Ahok bekerja di PT. Simaxindo Primadaya di Jakarta, bukanya meneruskan berbisnis dibawah bendera CV. Panda.

PT. Simaxindo adalah perusahaan bergerak di bidang kontraktor pembanguan pembangkit listrik. Ahok menjabat staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek. Di 1992, Ahok mendirikan perusahaannya sendiri bernama PT Nurindra Ekapersada yang kelak membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) di tahun 1995. 

PT. Nurindra Ekspersada sendiri bergerak di bidang penambangan, pemrosesan, dan pengepakan pasir silica. Pasir yang dihasilkan oleh perusahaan akan diproses, baik dicuci, dikeringakan dan dipak sesuai berbagai bentuk.

Perusahaan tersebut letaknya ada di gunung Nayo, Desa Air Kelik, Kelapa Kampit, Province Bangka Belitung, Indonesia, menunjukan kinerja baik ditangan Ahok. Akan tetapi, pada tahun 1995, Ahok memutuskan keluar dari PT. Simaxindo Primadaya.

Biografi Ahok Antara Pengusaha dan Penguasa



Dia memilih fokus pada perusahaan serta pabrik barunya. Pabrik yang menghasilkan setidaknya 200 tons hingga 2.000 tons pasir, serta membangun pabrik pengolahan pasir kuarsa di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

Dari sinilah pula, Ahok bisa dibilang, berjasa akan tumbuhnya kawasan industri di kawasan Belitung terutama di wilayah pabrikannya. Wilayah tersebut kemudian dikenal dengan Kawasan Industri Air Kelik (KIAK).

Pada akhir 2004, perusahaan Korea tertarik membangun Tin Smelter (pelabuhan timah) di KIAK. Mereka tertarik dengan konsep yang ditawarkan. Perusahaan Ahok siap akan pergudangan lengkap di pelabuhan.

Di tahun 2004, Ahok banting stir menjadi Politisi. Dia bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru serta resmi mecalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Di tahun 2005, Ahok memilih mencalonkan diri menjadi bupati Belitung Timur berpasangan dengan Kahirul Effendi untuk Partai Nasional Banteng Kemerdekaan. Dia menang di pemilihan Belitung Timur, kemudian memilih mencalonkan diri sebagai gubernur di Bangka Belitung di 2005.

Meski kalah, Ahok mendapatkan sorotan di masa jabatan yang pendek sebagai bupati. Dia dikenal sebagai orang yang berusaha keras baik secara usaha dan pengabdian.

Dia memilih merakyat masuk mencari kebutuhan apa yang diperlukan. Ahok juga mendapatkan dukungan dari Alm. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Gus Dur pernah berkata, "Ahok sudah melaksanakan program terbaik ketika memimpin Kabupaten Belitung Timur dengan membebaskan biaya kesehatan kepada seluruh warganya".

Ada cerita tentang dia diperlakukan semena- mena oleh pengusaha. Bayangkan, pengusa daerah menyerobot hutan lindung, malah dirubah untuk bisnis sawit. 

Kalah dari Eko Maulana Ali, dia tidak gentar justru semakin bersemangat. Basuki Tjahaja Purnama maju sebagai calon wakil gubernur berpasangan Joko Widodo mantan walikota Solo yang dikenal juga merakyat. Mereka mengusung konsep Jakarta Baru.

Dan, hasilnya, keduanya menang meski tipis di DKI Jakarta sebagai gubernur dan wakil gubernur. Ahok berprinsip kuat untuk menggunakan kekuasaan guna membantu rakyat karena rakyat di posisi sangat lemah.

Sabtu, 24 November 2018

UKM Kerajinan Pohon Asam Menembus Pasar Ekspor

Profil Pengusaha Bambang Hariyono


kerajinan pohon asam
 
Pohon asam menembus pasar ekspor siapa sangka. Lewat UKM kerajinan pohon asam, pengusaha bernama Bambang Hariyono sukses diusia 40 tahun. Tidak ada kata terlambat untuk wirausaha. Sejak awal dia memang dikenal sebagai pengrajin seni dari apapun.

Salah satu penggiat kerajinan asal Kota Banyuwangi. Bambang selalu mencari ide tentang kerajinan baru. Salah satu hasratnya merubah pohon asam menjadi penghasilan. Pasalnya tidak jarang orang yang melihat pohonnya sebagai limbah, padahal tekstur kayunya bagus.

Ia yang terbiasa bermain mengukir kayu. Tentu sudah paham mana yang cocok dijadikan kerajinan. Iseng dia menemukan pohon asam dan mengukirnya. Ada potensi besar pada pohon asam yang biasa terbengkalai.

UKM kerajinan pohon asam memberikan lapangan pekerjaan. Aneka furnitur, kerajinan tangan, bisa dibuat dari bahan pohon ini. Siapa sangka pohon asam menembus pasar ekspor. Padahal masih ada kayu- kayu lain, tentu karena harganya lebih ekonomis tetapi tidak kalah kuat.

Harapan UKM Kerajinan Pohon Asam

Jika pohon utama dijadikan aneka furnitur. Ketika limbahnya ada kemudian dijadikan furnitur. Tiga tahun silam dia bersemangat menggeluti kerajinan ini. Ada kekhasan unik katanya menyangkut kayu pohon asam.

Daripada memilih menggunakan mesin untuk produksi. Dia memilih membuat handmade, yang lalu dibantu masyarakat Banyuwangi. Mengutaman pemberdayaan inilah prinsip Bambang Hariyono.

"Kayu pohon asam menurut saya unik, seperti memiliki ciri yang khas," ia membahkan.

Tekstur pohon ini memiliki hal berbeda dibanding pohon lain. Setiap potongan menurutnya memiliki serat tidak sama. Sehingga banyak penekspor dari Amerika dan Eropa berminat. Usaha ini yang dia namai Oesing Craft fokus memberdayakan sumber daya Banyuwangi.

Bayangkan dari UKM kerajinan pohon asam saja. Dia mampu mempekerjakan 250 orang pegawai. Para pegawai dirangkul dari Glagah, Kalipuro, dan Kabat. Untuk memaksimalkan dia bekerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (Lapas) Banyuwangi.

"Kita rangkul lapas agar napi- napi juga punya ketrampilan salam di dalam," papar pengusaha ini.

Minat akan produk ini sangat tinggi dibanding lokal. Oesing Craft bahkan mendapatkan kontrak dari perusahaan Jepang. Mereka dedikasikan membuat aneka produk kerajinan. Bambang mampu menjual berapapun produksi dapat dijual.

Tidak cuma memasarkan ke Jepang, ada Swiss, Belanda, Jerman, Amerika, Hong Kong, Singapura dan Malaysia. Berapapun produksinya salu laris diborong eksportir. Untuk pengiriman juga tidak memiliki batas minimum, tak ayal pengusaha Bambang mengantungi omzet miliaran.

Kunci sukses untuk pengusaha muda; jadilan sosok ulet dan kreatif. Sosok Bambang mampu menjadi pengusaha dan mendapatkan apresiasi dari nasional dan internasional. Salah satunya Unesco Award of Excellence for Handycraft di tahun 2012 silam.

Juga meraih penghargaan SMESCO Award tahun 2009 silam. Penghargaan ini untuk kategori Desain Cindera Mata Jatim 2009, dan Prabaswara Award bidang ekspor 2012 silam. Untuk sukses butuh satu kualitas terbaik.

Ketika pesanan banyak janganlah lengah. Harus tetap menjaga kualitas produksi kita. "Kalau kualitas jelek, pasti konsumen lari," paparnya. Apalagi perlu disadarai bahwa Jepang sangat teliti. Kedepan dia berharap bisa mengajarkan ketrampilan ini kepada mantan PSK Dolly.