Tampilkan postingan dengan label Cerita pengusaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita pengusaha. Tampilkan semua postingan

Boenjamin Setiawan Dokter Terkaya Indonesia

Biografi Pengusaha Boenjamin Setiawan


dokter terkaya indonesia

Siapa Dokter terkaya Indonesia biografi Boenjamin Setiawan. Ia memang memiliki latar pendidikan bagus. Namun, sejak awal berkarir, hasrat terbesarnya cuma ada di bidang kewirausahaan. Boenjamin lulusan Universitas Indonesia, lalu mendapat gelar dokter dan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi di luar negeri.

Pria yang akrab dipanggil Dr. Boen, merupakan alumni University of California. Dia mendapatkan Ph.D untuk jurusan farmasi, serta sempat mengajar menjadi dosen selama beberapa tahun. Dr. Boen lebih serius menjajaki bisnis tetapi tidak jauh dari latar belakang pendidikannya.

Pengusaha dan Dokter

 

Biografi Rachmat Gobel Pengusaha Generasi Kedua

Biografi Rachmat Gobel

  
rachmatgobel.png
 
Menjadi pengusaha generasi kedua mungkin menjadi beban. Sosok biografi Rachmat Gobel bukanlah pemimpin semenjak lahir. Dia juga membutuhkan proses panjang. Sedari kecil sosoknya telah terdidik untuk menjadi pewaris dan pemimpin dari grup usaha Gobel. 
 
Generasi kedua yang tidak hanya sukses melanjutkan tapi memperluas pengaruhnya di Indonesia. Pria kelahiran 3 September 1962 ini, sukses mendekatkan dirinya menjadi orang berpengaruh, pengusaha terbaik. 
 
Namanya disematkan sebagai Menteri Perdagangan pemerintahan Jokowi- Jusuf Kalla. Ia digadang- gadang ahli berdagang. Di tahun 2026, Rachmat Gobel meninggal dunia berstatus anggota DPR dari Partai Nasdem. 

Berikut kisahnya jadi pengusaha sukses hingga menjadi Menteri Perdagangan.
 

Usaha Laker Semarang Paimo Modal Sejuta

Profil Pengusaha Sukses Paimo


usahalaker.png
 
Usaha Laker Semarang Paimo membawa kisah tersendiri. Mengambil sumber artikel Kompasiana, penulis disini tengah mencoba menulis kembali kisah Paimo. Sebelum memulai berwirausaha awalnya dia hanya lah seorang pegawai biasa. 
 
Dia pernah bekerja kepada orang keturunan China. Tahun 1978 diputuskan dirinya akan berwirausaha saja. Modal awal cuma Rp.1.000.000 hasil gaji pekerjaan sebelumnya.

Biografi Silmy Karim Pengusaha dan Direktur Pindad

Biografi Pengusaha Silmy Karim

    
silmykarim.png
 
Perkenalkan Direktur Pindad yang tak hanya membuat senjata. Biografi Silmy Karim menjelaskan bahwa mereka tidak cuma memproduksi mobil. Nyatanya mereka juga memproduksi generator listrik dan tengah membidik produksi kembang api. 
 
Namun anehnya, produk mereka satu ini tak selaris produk mereka bahkan di dalam negeri. Padahal mereka sudah membuatnya sejak 1980 atau sudah lebih dari 34 tahun.

Biografi Ahok Basuki Tjahaja Purnama Pengusaha Memilih Mengabdi Negara

Biografi Pengusaha Basuki Tjahaja Purnama


biografi ahok

Biografi Ahok Basuki Tjahaja Purnama, adalah hal tabu bagi dia untuk menjadi seorang politisi. Dalam biografinya Ahok, terdapat kisah panjang tentang pengusaha dan penguasa. Tabu bagi pengusaha tionghoa untuk beralih ke dunia politik pada jaman Orde Baru.

Di jaman sekarang, di era reformasi, pandangan orang keturunan Tionghoa tabu berpolitik sudah tidak ada. Akan tetapi nasib seorang Basuki Tjahaja Purnama pernah dia gagal dicalonkan. Perjalanan panjangnya dipenuhi kerja keras sudah nampak ketika di daerah; bekerja keras tetapi gagal.

Lambertus Darian Bisnis Pengusaha Muda Sukses

Profil Pengusaha Muda Lambertus Darian


sukses lambertus darian

Pengusaha muda sukses berkat kerja keras. Meskipun sempat ditipu berkali- kali dirinya tetap berjuang. Pengusaha Lambertus Darian tetap bersemangat berbisnis kembali. Panggilan hatinya membuatnya tidak menyerah. Ia sangat bersemangat sampai menduduki posisi sekarang.

Darian dulu pernah menjadi sales di perusahaan importir. Diusianya masih 16 tahun, dalam waktu sebulan, dirinya mampu menjual sampai 95 juta. Dia pun mendapat pengargaan Top New Sales 2010. Berbekal semangat bahwa kita bisa sukses kok. Dia terus berbisnis sampai menjual lebih banyak produk impor.

Bisnis Anak Muda


Ia mendirikan forum pengusaha muda di Twitter. Berdirilah Forum komunitas bisnis anak muda @BisnisAnakMuda. Darian menyebutnya tempat berbagi pemikiran. Karir bisnisnya kemudian berlanjut dari berjualan makanan. Dia jualan sticky jelly hingga mendapatkan hak distributor tunggal se- Jakarta.

Konsultan Wirausaha Yoris Sebastian Big Circle

Profil Pengusaha Yoris Sebastian 


profil yoris sebastian
 
Menjadi konsultan wirausaha. Yoris Sebastian, juga dikenal sebagai pengusaha muda.  Sudah nonton acara Big Circle tentang wirausaha? Sosok konsultan wirausaha Yoris Sebastian Nisiho, pasti meregut perhatian. 
 
Siapakah Yoris Sebastian pengusaha muda suka bercanda. Meskipun begitu dia dikenal serius ketika membahas mengenai ide- ide bisnis. Pengusaha muda yang mengedepankan kreatifitas. Perlu buktikah? 
 
Hasil karyanya untuk produk Class Mild yaitu Class Music Heroes Award, bukan ajang award biasa tapi ajang nyeleneh. Kenapa kita menyebut nyelenah karena acara diadakan di sawah, pom bensin, bahkan sebuah jembatan.

Haji Mualaf Aman Wirausaha Bakso Halal Sedap

Profil Pengusaha Haji Aman


pengusaha haji mualaf
 
Haji mualaf Aman dikenal oleh penduduk Kota Karawang dan luar. Wirausaha bakso halal sedap yang tersohor akan rasanya. Banyak sudah food blogger mengulas kuliner bakso miliknya. Nama usahanya Mie Kering Haji Aman, sosoknya sempat diragukan oleh pecinta kuliner Muslim.

Secara Pak Aman adalah keturunan Tionghoa. Tetapi sudah masuk Islam dan berhaji. Seorang Haji mualaf Aman semakin populer. Pasalnya target pasarnya meluas dibanding sebelum ini. Tentu bukan pasal bisnis Aman berpindah keyakinan.

Wirausaha Bakso

 
Sudah 28 tahun dirinya menjadi mualaf karena terpanggil. Dulu ayahnya seorang penjual mie kering keliling. Resep warisan leluhur yang membawa kedainya naik daun. Bakmi buatan Haji mualaf Aman rasanya gurih dan teksturnya lembut loh.

"Tidak asin, juga tidak tawar. Rasanya pas dan tidak bikin enek," tutur pengusaha ini.

Merupakan warisan keluarga hingga sekarang. Dari berjualan keliling Aman mampu membuka kedai sendiri. Pria bernama asli Hermawan, begitu sudah mualaf langusng merubah resep. Walaupun begitu rasanya masih tetap kok.

Menu andalan tentulah bakmis berbahan mie kuning, taoge, ayam semur, bakso dan heikang. Untuk penyajian menggunakan kuah kaldu sungguh lezat. Ada taoge dan daginya besar sebagai sumber protein dan kelezatan utama.

Orang tuanya dulu pedagang mie khas Singkawang. Minyak bawang menggunakan biasa. Tidak ada campuran minyak lain. Cara memasak dan pengolahan tidak tercampur bahan non- halal. Daging juga dibuat menggunakan bahan ayam dan sapi tanpa campuran.

Banyaknya orang Muslim yang berminat masakan Chinese food. Maka itulah sasaran Haji mualaf Aman untuk kedepan. Walaupun begitu dia tidak jarang diragukan karena penampilan. Bagi mereka yang sudah tau bahwa dirinya sudah Mualaf, ya, menjadi pelanggan tetap mie buatan Haji Aman.

Semua bahan diolahnya sendiri, termasuk mie bukanlah buatan pabrik. Dia membuat semua sendiri tanpa bahan tambahan kimia. Menu andalan pengusaha mie kering ini ya tentunya mie tanpa kuah. Menu lainnya yakni bakmie kuah, dihidangkan langsung dengan kuah olahan mienya.

Bakmi kering ada rasa asam- asam karena diberi cuka. Walupun diberi kuah rasanya tetap asam kok. Porsi dibuat sengaja ukuran besar untuk mengenyangkan pembeli. Bakmie Haji Aman bisa dijadikan sarapan atau makan siang.

Untuk pangsit dia menyediakan dua jenis: Pangsit kering dan pangsit rebus. Pangsit rebus langsung dimasukan ke kuah. Sedangkan kering bisa dimakan terpisah layaknya kerupuk. Kebanyakan lebih memilih mie kering sebanyak 99% pembelinya.

Sehari menjual 200 porsi seharga 14 ribu- 16 ribuan. Pesanan melonjak 400- 600 porsi ketika haris khusus seperti Cap Go Meh. Pengusaha 52 tahun ini baru membuat hanya empat menu. Kenapa cuma memiliki empat jenis. Pasalnya Haji Aman ingin mempermudah pilihan dan mempercepat proses.

Dalam waktu satu jam mampu melayani 70 porsi pembeli. Meskipun banyak karyawan, Haji Aman berani melayani sendiri. Prinsip wirausaha Haji Aman adalah menjaga kualitas rasa. Selain itu dalam hal kecepatan harus mampu mengimbangi kebutuhan pembeli.

Wirausaha ini juga mengundang waralaba bagi pemodal. Sudah ada 10 kedai yakni dari Pontianak, Mempawah, Singkawan, dan lainnya. Namun hanya beberapa pewaralaba mampu bertahan. Pasalnya mereka tidak mampu menjaga pelayanan dan kualitas sesuai standar Haji Aman.

Usaha Rumah Yogurt Bisnis Yogurt Modal Kecil 6 Juta

Profil Pengusaha Aditya Fajar


usaha rumah yogurt

Usaha Rumah Yogurt memiliki kisah unik. Bisnis yogurt yang bermodal kecil ini, cukup bermodal kisah cinta Jakarta- Bandung. Pekerjaan kantor membuatnya jenuh, meski telah mencapai kedudukan yang nyaman.  Aditya Fajar ingin mengelola usaha rumah yogurt sendiri.

Dia pernah berkerja sebagai marketing di salah satu perusahaan di Jakarta. Dari bisnis, beberapa kali bangkrut, Adit tertatih bangkit berbisnis lagi dan lagi. Di ujung fajar, dia mendapat hidayah berbisnis yogurt sebagai usaha sampingan.

Bisnis Yogurt Modal Kecil

 
Kisah cinta membawa Aditya Fajar, pria kelahiran Jakarta, sampai ke kota Bandung, Jawa Barat, ke rumah pujaan hatinya. Dia menemukan ide bisnis tersebut disini, ketika telah membina rumah tangga sendiri. Dia yang pindah dari Jakarta ke Bandung, memilih resign kerja dan memulai usaha.
 
"Sekitar 2008, pasca pernikahan, saya memulai bisnis ini," kenangnya  Awalnya Adit cuma ingin memberdayakan ibu sekitar rumah. Dia berpikir daripada mereka sibuk hanya menonton sinetron, kenapa tidak membantunya menjalanka usaha sendiri. 
 
Ini bukan perkara mudah loh, Adit memulai tanpa tau seluk beluk cara pembuatan yogurt. Dia berharap melalui mengikuti pelatihan mandiri, akan membuatnya bisa jago bikin yogurt. 
 
"Saya kursus membuat yogurt 1,5 tahun dari teman saya, orang perancis. Memang tidak mudah, saya pun awalnya sering mengalami kegagalan," ujarnya berkisah.

Membuat yogurt tidak bolah sembarang atau akan berubah menjadi racun. Bisnis ini merupakan bisnis sehat butuh kemahiran khusus di setiap prosesnya. Adit telah merasakan sendiri susahnya menyiapkan bisnis barunya ini.

Saat itu, yogurt buatanya diberi nama delicieux dipasarkan melalui sistem bagi hasil. Pelan tapi pasti bisnisnya mulai bangkit. Peminat yogurt miliknya mulai bertambah, tak mau lekas puas; Adit beserta istrinya, Tarie, membuka kedai kecil khusus menjual yogurt produksinya.

Namun tidak selalu nasib baik, usahnya mengalami kebangkrutan. Apa salahnya? Adit berkesimpulan bisnis miliknya tidak menutupi biaya operasional atau over budgeting. Konsep bisnis bagi hasil yang dijalankan kurang mendapatkan sokongan hingga tombok.
 
"Tahun 2009, saya dan istri akhirnya pindah ke Jakarta. Bukan hanya itu, saya pun membawa pindah bisnis itu ke Jakarta dengan nama baru Rumah Yogurt," ucapnya
 
Kegagalan membuat Adit belajar banyak, bagaimana memperbaiki semua tentang bisnis, dari produksi hingga finansial. Hingga akhirnya, cahaya sukses itu datang menghampiri. Dia memutuskan keluar dari kerja, memilih fokus hanya pada bisnis yogurtnya.

"Saya keluar kerja berarti penghasilan nol. Saya bertekat mebangun bisnis yogurt ini dari nol lagi, waktu dan pikiran saya akan banyak habis mengurusi bisnis ini meski modal seadanya, 2 juta rupiah," ucap Adit berapi- api.

Otomatis dia pengangguran berharap kepada tidak kepastian. Bayangkan dia tidak menghasilkan uang sama sekali. Malahan dia harus merogoh kocek 2 juta untuk tambahan. Pilihan keluar dari pekerjaan berarti tidak adanya penunjang hidup.

Itu juga berarti tidak adanya pendukung dalam berbisnis. Ya, secara matematis tidak ada lagi modal selain uang 2 juta rupiah ditanganya, bahkan bila terbentur masalah lagi, yah, dia resmi bangkrut kembali. Adit hanya bermodal ketekunan serta pantang menyarah membangun dari yogurt dari nol.

Semenjak resign kerja, untuk menjalankan usaha, Adit merasa bisa lebih fokus daripada sebelumnya. Kini, meski baru seumur jagung, bisnisnya mulai memperlihatkan arahnya. Dia berkata untungnya sudah bisa mencapai 6 jutaan sekarang.

Meski masih tergolong industri rumah tangga, tapi dia merasa uang itu bisa menutupi keputusannya. Dia merasa uang satu bulan enam juta sama dengan gajinya selama tiga bulan. Bahkan dia sambil bercanda "Bisa dikerjakan sambil tiduran," selorohnya tertawa.

Pemasaran sekitar Jakarta terus ditingkatkan, hingga mampu mengahasilkan lebih dari 150 cup per- hari. Dia yakin terus berusaha mengembangkan pemasaran. Yogurt yang dijual seharga 6.000 itu sudah memanggil tidak hanya pelanggan dari Jakarta tapi juga Bandung dan Bekasi.

"Mudah- mudahan, saya bisa mengembangkan bisnis ini menjadi besar. Karena bagi saya, tidak ada pilihan selain sukses!" tutupnya

Peternakan Kecoa Sebuah Bisnis Menggelikan dari China

Profil Pengusaha Wang Fuming 

 
bisnis dari china
 
Bisnis menggelikan dari China akan membuatmu bergidik. Peternakan kecoa ternyata menghasilkan cuan menggelikan.  Kamu pasti sudah sering mendengar berbagai makanan unik di berbagai belahan dunia -dari cacing, belalang, ulat, atau apapun itu. 
 
Bagaimana dengan kecoa, sensasi makan yang katanya sama gurihnya dengan sepiring ayam?
 
Wang Fuming, secara blak- blakan menyatakan hasratnya tentang makanan satu ini. Pria asal China, menyebut dirinya sebagai rajanya kecoa di Jinan, China, siap untuk membuat kamu bergidik geli.

Mimpi Wang: menaruh kecoa dalam piring dan mangkuk untuk satu masakan kaya protein.
 

Bisnis Tidak Masuk Akal


"Saya cinta keco- kecoa ini, saya merasa dekat dengan mereka," dia berkata dalam satu artikel di cnn.com.

Di sisi kota industri di perkotaan Jinan, Wang telah menternakan ribuan kecoa. Bisa ada sepuluh juta kecoa dalam satu kali panen suatu hari kenangnya. Dia membesarkan mereka para kecoa dalam sebuah gudang dengan koridor sempit dan berdindingkan beton semen yang tampak menggelikan. 
 
Melangkah lebih dalam adalah seperti mimpi buruk sebelum terbangun, atau sebuah adegan dari film "Alien." Ada bau yang kuat dari amonia dan suara bergerit kaki- kaki kecil mereka, kecoa.

Wang berternak kecoa Amerika, yang sebenarnya asli dari Afrika. Ukurannya sangat besar tak sebanding, lebih besar dari kecoa Asia seperti di rumah kita. Dia kemudian menjual mereka ke industri perusahaan farmasi di Cina sampai berton- ton

Mereka biasanya digiling dan dimasukkan ke dalam pil dan diiklankan sebagai obat untuk segala macam penyakit seperti perut, jantung, dan hati.

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah menjadi bahan pokok di toko obat Cina, meski tak tercantum kecoa dalam bungkusnya -lebih memilih nama latin dalam label bahan, menjanjikan hasil yang menakjubkan. Obat kecoa menjadi "booming" tersendiri dari kayanya China dalam industri.

Meski dijual untuk pengobatan, sejujurnya, Wang lebih suka mereka dalam disajikan dalam piring. Dan lebih gila ketika ditanya tentang dimasak apa, dia suka yang digoreng. Dalam wawancara, pewarta disuguhi satu mangkuk kecoa dengan minyak olif.

Ia pun mencoba menyuapinya. Dua kali penggorengan ungkap Wang disela- sela ramah tamah itu. Tak begitu diterima oleh sang pewarta, Wang memilih melumatnya sendiri, tampak begitu menikmatinya.

Dia benar-benar tampaknya menikmati itu. "Saya merasa jauh lebih baik setelah saya mulai makan kecoa," katanya.

Habislah sudah kecoa satu mangkuk ditanganya, tersisa sedikit. Wang lalu menunjukkan bagaimana yang terbaik, cara memakannya. "Sayapnya sudah tidak ada, sehingga lebih mudah untuk makan," katanya.

Pewarta dari CNN mulai menjejalkan sisa kecoa ke dalam mulut dan mulai mengunyah - kecoa Amerika, sayangnya, terlalu besar untuk ditelan seluruhnya. Rasanya, mereka renyah, seperti kentang goreng yang terlalu matang dari Perancis, dan mereka, keco- keco itu, meninggalkan rasa yang memiliki daya tahan yang lama akan hilang dari mulut kamu. 
 
Kecoa mungkin bukanlah cara terbaik untuk meyakinkan kamu untuk menjadi pemakan petualang, tapi menganggap mereka sebagai pembawa standar, bahwa di luar sana ada petualangan.

Atau mengambil kata Wang untuk itu.

"Jika anda tidak mencobanya, anda akan menyesal seumur hidup anda," tutup David McKenzie dalam satu sesi petualangan kuliner.

Peternak kecoa


Lain lagi dengan Tian Tinglei, yang memilih pensiun dari pekerjaan di di kota Liaocheng untuk kembali ke negaranya dan hidup di antara para perayap menyeramkan.

Dia benar-benar menjadi sedikit dari penggemar mereka, beternak dalam hampir satu mil persegi hanya untuk kecoa. Rupanya, dia lebih menyukai mereka yang berminyak, kulit mengkilap mereka, dari bekerja normal dengan kertas dan puplen. Mmmmm!

Sebuah hidup penggila kecoa menyeramkan, pengusaha berusia 32 tahun mendapatkan ide untuk peternakan kecoa setelah seorang teman yang bekerja di apotek bercerita tentang penggunaan serangga ini menjadi sumber protein yang murah dan obat- obatan.

Tapi, mengapa, oh mengapa, kamu mau melakukannya? Nah, Tian menjual sebesar $16 kilo, dimana kulit dan minyak kecoa digunakan dalam pengobatan Cina untuk mengobati segala sesuatu dari penyakit jantung hepatitis dan luka bakar.

Tidak mengherankan, bagaimanapun, banyak orang yang tidak begitu tertarik untuk mengolesi dirinya dengan minyak kecoa, buktinya tetap populer, dengan sedikit variasi agar tak seseram yang kita bayangkan. Tian tampaknya cukup bangga akan kerajaan kecilnya, dan cukup menjanjikan. 
 
Dimana mungkin ketika akhir dunia, dan ia dan kecoaknya akan paling bertahan, dia akan menjadi orang yang terakhir tertawa. Satu fakta tak bisa diabaikan kecoa adalam mahluk paling tahan serangan nuklir, dan bisa beradaptasi di berbagai keadaan, mudah diternakan.

Raja Studio Foto Bogor Bisnis Fotografer Keliling

Profil Pengusaha Khaidiri


raja studio foto bogor

Siapa sangka bisnis fotografer keliling ini menjadi legenda. Raja studio foto bermula hobi menjadi nomor satu di Bogor. Hobi jadi bisnis mungkin cocok bagi pengusaha satu ini. Sosok pengusaha yang bukan apa- apa, kini bisa jadi raja. Raja studio foto tepatnya. 
 
Namanya Pak Khaidir, wirausahawan studio foto yang mempunyai 250 studio foto. Outlate fotonya tersebar di kawasan Bogor. Bicara berapa omzet -nya, tak tanggung- tanggung, ia menghasilkan 15 miliar rupiah. 
 

Inspirasi Raja Studio Foto

 
Padahal di tahun 1982, Khaidir hanyalah seorang fotografer keliling yang menjajakan fotonya di kawasan Kebun Raya Bogor. Omzetnya sih besar tapi bukan perkara mudah membangun bisnisnya. Bukan candi yang dibangun semalam. 
 
Ia harus menabung sebagai fotografer keliling selama 2 tahun. Khaidir mengumpulkan 600 ribu untuk modal bagi usaha studio fotonya. Abadi Photo pertama didirikan bermodal 600 ribu, yang disewanya sebuah kios, seperangkat kamera studio standar, dan seperangkat kamera luar sederhana pula. 
 
Semua- muanya memang sederhana diawal. Dia merupakan contoh pengusaha yang percaya efek domino. Margin besar bukanlah yang utama bagai usahanya di awal. Semua mengalir apa adanya ketika pertama kali membuka studio foto. 
 
Yang penting dia sudah untung tanpa menghilangkan pelayanan maksimal. Selama pelayanan itu terbaik maka pelanggan akan datang dengan sendirinya. Siap yang tidak akan jatuh cinta jika pelayanan baik. Meski bermodal kamera yang standar Khaidir tetap percaya diri.

Ujian pertama yang dilalui Khaidir yaitu ketika melawan pesaing yang mapan (lebih bermodal). Kala itu, ia punya rencana untuk menjalin kerjasama dengan Modern Photo milik Fuji. Sayang, pesaing sudah memiliki lebih dulu hak cetak Modern Photo. 
 
Andai saja dia bisa lebih cepat pastilah usahanya yang diterima. Dia terlambat hingga tak bisa merasakan alat cetak cepat milik Modern asal Fuji tersebut. Untungnya, perlu kamu ketahui Modern Photo punya satu buah kebijakan bekerja sama. 
 
Mereka akan memberikan hak cetak untuk yang lebih dekat dari 1 km. Merasa dirinya pantas dengan klausa itu. Serta usaha fotonya memang lebih beromzet baik dari sang pesaing itu. Khaidir tak pantang menyerah. Walau terkesan ngotot ia mengajukan banding berkat klausa tersebut. 
 
Dia meyakinkan bahwa dia lah yang pantas untuk peralatan canggih Modern. Berkat kegigihan itulah ia berhasil mendapatkan hak cetak Modern. Dia kini dilengkapi peralatan modern canggih besutan Fuji.

Pada tahun 2006, Khaidir tercatat memiliki 250 studio foto dikawasan Bogor. Prospek yang bagus dimana banyak wisatawan di sana menambah pundi- pundinya. Namun, sekali lagi, ia menegaskan ini bukanlah soal uang tapi pelayanan maksimal. 
 
"Kalau kamu memberikan yang terbaik pastilah hasilnya pasti juga akan lebih baik," begitu kiranya.

Facebook: Abadi Photo Studio

Karyawan Mau Jadi Pengusaha Salon Merrie Elizabeth

Profil Pengusaha Merrie Elizabeth


pemilik blobar salon

Dulu karyawan mau jadi pengusaha salon. Tidak mudah bagi Merrie Elizabeth memulai. Namun siap sangka, namanya masuk penghargaan Forbes Asia 30 Under 30. Jadi bagaimana kisahanya sampai di posisi sekarang. Dia merupakan karyawan berprestasi dengan pengalaman panjang.

Nama- nama perusahaan besar pernah disinggahi seperti HM. Sampoerna. Dilubuk paling dalamnya terasa ada keinginan mandiri. Ingin rasanya membuka usaha sendiri dibanding bekerja. Ia ingin bisa membuka usaha salon sendiri. Mau punya penghasilkan sendiri tanpa merasa terbebani keadaan.

Apa enaknya menjadi pengusaha memiliki banyak kebebasan. Termasuk nanti menentukan tugas apa mau dikerjakan. Dia tertarikan akan dunia kecantikan wanita. Terutama perawatan dan tata rambut yang punya peluang. Merrie sendiri termasuk sosok sadar gaya termasuk trend anak muda.

Merintis Usaha Salon

 
Ia melihat gaya SWAG tengah naik daun. Idenya menerawang ingin mengembangkan konsep ini. Dia menyimpulkan bahwa pasar fashion dan kecentikan menjanjikan. Di Indonesia, terlihat petumbuhan gaya telah signifikan, ini membuat Merri semakin penasaran memulai usaha.

Arah telah ditentukan mau berbisnis apa sesuai passiona. Maka ia mengkolaborasi ide diluar dalam satu bisnis. Bisnis salon dengan inovasi dan mengikuti perkembangan tren. Ada gaya rambut ombre yang tengah naik daun. Maka salonnya akan memberikan pembeda seperti warna galaxy yang cantik.

Bisnis bernama Bolbar Salon memang bertumbuh stabil. Bertahap naiklah hingga menghasilkan dua cabang. Pengusaha wanita asal Malang, pernah juga mengalami masa naik dan turun, terutama bicara bisnis salon. Butuh pemahaman menyeluruh bukan cuma tren tetapi segementasi pasar.

Merrie tidak sendiri melainkan mengajak rekan. Ninda Ramadhiani, keduanya sepakat membangun salon Bolbar. Tidak mau bertemput di segmentasi pasar berdarah. Persaingan ketat tersebut diakali melalui spesifikasi. Mereka mengambil pasar spesialis pewarnaan rambut wanita.

Mereka memadukan antara gaya rambut dan teknik warna. Contoh kombinasi ombre dengan warna galaxy atau unicorn, balayage abu- abu, dan juga rose gold. Bisnis Bolbar berdiri di Kemang, Jakarta, pada bulan Desember 2012, dimana keduanya merupakan mahasiswi S-2 Prasitya Mulya Business School.

"Pasar beauty Indonesia terus berkembang karena perempuan pasti ingin tampil cantik, apalagi para perempuan urban Jakarta," jelasnya.

Berdirinya Blobar berdasarkan cerminan pekerja usia 18- 35. Menyasar kaum wanita milenia yang tidak habis marketnya. Jasa salon mereka antara harga Rp.75- Rp1,5 juta. Cocok buat kaum hawa yang baru mendapatkan job pertama.

Pengusaha salon Merrie menjelaskan modal awal Rp.10 juta. Mereka berdua lantas berbagi peran untuk menjalankan. Ninda menjalankan operasional dan SDM. Sementara dirinya, berurusan dengan marketing dan keuangan. Berdua mereka tidak mengaku saling dominan melainkan berunding selalu.

Tiap keputusan dirundingkan bersama menyangkut bisnis. Mereka memanfaatkan media Facebook dan Instagram. Pemesaran Blobar menyebar melalui kanal sosial media. Agar membentuk brand kuat dimata masyarakat, Blobar tidak segan mengadakan event kecantikan sampai bazar.

Tiga tahun Blobar eksis banyak inovasi dihadirkan. Mereka mengikuti trend tetapi juga menciptakan trobosan tersendiri. Soal tampilan salon diciptakan sedemikian rupa agar chic dan instagramable. Dia menciptakan singkronisasi agar wanita betas nyalon.

Hasilnya pelanggan mengaku bisa habis Rp.1,8- 2 juta demi mewarnai rambut.Itu sudah termasuk aneka treatment pasca pewarnaan. Treatment ini murah seharga Rp.500- 800 ribu, tetapi cukup buat mereka kembali lagi. Bisnis ini termasuk bergulit cepat, walau tetap melalui proses lumayan lama.

Tidak ada yang instan melainkan perjuangan. Pada bulan ke 9, usaha mereka langsung menarik orang berdatangan rutin. Pada tahun ke 4, barulah mereka mampu menghasilkan omzet mencapai ratusan juta perbulan. Mereka optimis termasuk merembah pasar maxing, eyelash extension, dan kuku.

Merrie kembali membuat gebrakan melalui Quo Studio. Mereka tengah menyasar pasar pria walau nekat. "Modal terbesar kami sebenarnya adalah nekat. Eksekusi kalah penting dibanding perencanaan dan persiapan. Justru kalau terlalu berencana, maka akan menjadi wacana," ucapnya kepada SWA.

Usaha Pulsa Pengusaha Muda Febrian Agung Juara

Profil Pengusaha Febrian Agung

 

usahapulsa.png
 

Pengusaha muda Febrian Agung pandai menemukan jalan. Usaha pulsa dijalankannya menjelma menjadi suatu perusahaan. Febrian merupakan pemilik PT. Duta Future International (DFI). Sekaligus dia menjadi pemilik Duta Business School. 

 

Ia merintis usaha pulsa, agen pulsa elektrik dan kartu, asuransi, sampai discount card. Perkembangan dunia digital memang pesat. Bahkan listrik sudah memakai pulsa. Maka ia menyediakan jasa mengisikan biar mudah. Taukah bahwa dirinya sudah banyak menjalankan bisnis gagal.


Jadi Pengusaha Muda


Kegagalan bisnis bertubi- tubi sudah menjadi kebiasaan. Dia tangguh. Febri pernah berjualan kaos, jaket, dan sampai suplemen. Terlahir keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir damri di Solo, dan ibu, hanya ibu rumah tangga biasa yang berharap Febri kuliah tinggi.


Dia merantau. Febri sejak kecil sudah dibekali kegigihan dan keyakinan. Ia meyakini bahwa semua orang berhak sukses. Maka ia merantau dan berkuliah masuk Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2012, jurusan Teknik Kimia.


Febrian memang dikenal memiliki segudang aktifitas. Wirausaha merupakan salah satu kemampuan dia miliki. Sejak kecil dia memang pandang berbicara karena terlatih. Dia sudah terbiasa ceramah dari masjid ke masjid. Dia juga pandai berpidato berbicara didepan orang banyak.


Waktu SMP- SMA, dia aktif mengikuti organisasi keislaman atau rohis siswa. Anak dari tiga saudara yang memiliki ketekunan akan sesuatu. Kalau dia sudah menyeriusi sesuatu maka akan tuntas dan dia perjuangkan. Kegagalan bukanlah ketakutan di benak Febrian semenjak remaja.


Dia meyakini akan keuletan membawa kesuksesan. Maka dia aktif belajar tekwondo, ikut kelompok kerja ilmiah, dan banyak lagi. Dia mungkin sibuk. Tetapi Febrian tetap juara kelas, bahkan nilainya tak turun walau segudang kegiatan menanti.


"Febrian itu orangnya bertanggung jawab, pekerja keras, dan sederhana," ucap Fanny Tiani, wanita cantik yang dinikahi Febrian di tahun 2005.


Tahun 2003, dia memutuskan berbisnis kembali disela- sela kegiatan kuliah. Itu disebabkan kondisi ekonomi keluarga memburuk. Bahkan ia sampai mengesampikan kuliah karena terdesak. Mengurangi kegiatan diluar perkuliahan berganti berjualan.


Ia sempat terbiasa mengikuti rutinitas sosial mahasiswa. Tetapi dia lebih memilih berjualan mencoba aneka peluang usaha. Namun, di tahun 2008 mentok, Febrian memutuskan berhenti kuliah karena akan fokus wirausaha.

 

Febrian menjelaskan bahwa ingin terjung langsung. Keputusannya berhenti kuliah didukung sertus persen keluarga. "Saya tidak merekomendasikan bagi rekan- rekan yang lain untuk melakukan hal yang sama," jelas Febrian.


Dia sudah berpikir masak- masak. Febrian memilih dengan segala pertimbangan. Meyakini bahwa akan sukses walau tanpa gelar sarjana. Tidak memiliki gelar akademik membuatnya menyadari. Dia harus bekerja keras dan ulet.


“Kalau pintar kita bisa belajar pada guru atau dosen, tetapi untuk meraih kesuksesan kita harus belajar pada pengusaha yang sukses, wong sepuluh orang terkaya di dunia tak punya gelar," celetuk ayah satu anak ini sambil tertawa.


Febrian bersama adiknya mencoba berbisnis sejak 2003- 2005. Dicari aneka usaha konvensional tetapi tidak memuaskan. Banyak kegagalan berujung kerugian. Dia kehilangan banyak uang, sampai melihat bisnis pulsa penghujung 2006, dan berhasil membeli BMW.

Tiga Pengusaha Muda Pilihan Jokowi Buat Mahasiswa

Artikel Bisnis: Pengusaha Inspiratif Pilihan Jokowi 

 
pengusaha muda pilihan jokowi
 
Inilah sosok tiga pengusaha muda pilihan Jokowi. Bahkan Presiden Joko Widodo menjadi terkagum- kagum ketika menyampaikan profil mereka. Tak bisa ia tutupi bahkan sampai berdecak kagum. Di depan ribuan mahasiswa, ia mengungkapkan bagaimana kesannya dengan tiga orang anak muda ini. 
 
Bagaimana dari sebuah bisnis makanan bisa jadi miliaran, dari bisnis rumah rakyat bisa jadi triliunan dan terakhir bagaimana menjadikan Indonesia jaya di lautan.
 

Bisnis Kreatif


Apa yang tengah dicari seorang Presiden Jokowi ada pada diri mereka. "Inovasinya juga enggak seperti zaman saya di mana usaha yang ada hanya itu- itu saja," ucap Jokowi, disebuah acara bernama wirausaha muda oleh Bank Mandiri kamarin.

Ia secara spontan memanggil ketiganya di depan mahasiswa luas. Mereka adalah para- para alumni dari penghargaan yang sama. Ketiganya yaitu Hendy Setiono pemilik Kebab Baba Rafi, Elang Gumilang pemilik Elang Group, dan Mita yang memplopori energi tenaga arus untuk komersial. 
 
Siapakah mereka? Untung, kami pernah mengulas kisah mereka disini, berikut profilnya:

1. Hendy Setiono

Semua berawal dari pengalamannya mencicipi makanan khas Timur Tengah. Di bulan Mei 2003, ia tengah mengunjungi ayahnya yang bekerja di Timur Tengah. 
 
Nah, pas di sanalah, ia menemukan makanan bersama kebab, "Ternyata rasanya sangat enak, saya tak menduga sebelumnya," ungkap Hendy. Sejak saat itulah ia punya hasrat membuka bisnis yang sama di Indonesia.

Mencari- cari informasi ternyata kebab Turki yang terenak. Mengawali bisnis ini tak mudah seperti membalik telapak tangan. Dia bertemu seorang teman bernama Hasan Braja, keduanya memulai dari trial- error alias mencoba- coba mencari resep sendiri. 
 
Bermodal 10 juta, di September 2003, gerobak pertama kebab milik mereka mulai beroperasi. Ia pernah kehilangan uang karena dibawa lari karyawan, tapi tak pernah kapok.

2. Elang Gumilang

Elang bertekat untuk membiayai kuliahnya sendiri. Ia punya target untuk mengumpulkan 10 juta untuk biaya kuliah. Semuanya dimulai dari berjualan donat tanpa sepengetahuan orang tua. Setiap hari ia mengambil 10 boks donat berisi 12 donat yang dijajakan ke sekolah dasar di Bogor. 
 
Setelah beberapa bulan berbisnis diam- diam, pas menjalang UAN, akhirnya Elang ketahuan. Karena UAN kedua orang tuanya memaksa Elang untuk berhenti berbisnis. Dilarang berbisnis oleh orang tua tak membuatnya berhenti. Dia tertantang berbisnis lain yang tak mengganggu sekolahnya. 
 
Sukses berjuang akhirnya dirinya bisa mendapatkan 10 juta ketika akan masuk kuliah di ITB. Pas kuliah justru musibah datang membuat uangnya tersisa cuma 1 juta dari 10 juta hasil kerja kerasnya.

Sudah aneka bisnis dijalankannya namun tidak ada yang diseriusinya. Kebanyakan gagal dalam profilnya yang kami tau. Elang lalu beristikharah mencari petunjung.

Setelah shalat istikharah, dalam tidur saya bermimpi melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan indah di Manhattan City, lalu saya bertanya kepada orang, siapa sih yang membuat bangunan megah ini? Lalu orang itu menjawab singkat, "Bukannya kamu yang membuat?" 
 
Setelah itu Elang terbangun dan merenungi maksud mimpi tersebut. "Saya kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia properti," ujarnya.

3. Nurana Indah Paramita

Dia adalah mahasiswi ITB, bersama temannya dalam satu tim bernama T-Files, sudah banyak usaha yang mereka usung. Bermodal proposal tapi kesemuanya selalu ditolak oleh pihak kampus. Fokus usahanya ialah pengembangan turbin dan mesin pembangkit listrik tenaga arus. 
 
Tak mau bergantung kepada uang bermodal proposal mereka lantas berusaha sendiri. Mereka mencari investor sendiri. Disuatu hari mereka bertemu investor asal Jepang. Mereka yang tau penting untuk mengembangkan teknologi sendiri. 
 
Ditambah rasa nasionalisme yang masih kental dalam diri mereka, akhirnya tawaran itu ditolak. T-Files merupakan perusahaan holding yang fokus pengembangan di berbagai bidang current turbine, mining engineer, informastion technology dan lain- lain.

Mendengar kesuksesan mereka Jokowi terlihat tidak percaya. Dengan mudah Presiden pun berseloroh agar mereka para mahasiswa pengunjung untuk memulai usahanya sedini mungkin. 
 
Seperti mereka katanya, "sambil kuliah sambil kerja, harus cepat, nanti orang lain bisa masuk menjadi kompetitor kita," jelas Jokowi. Diakhir pembicaraan itu Presiden memotivasi mereka agar tak perlu jauh- jauh. Tak perlu mencontoh para pendiri Facebook atau Twitter tutupnya.

Pemilik Usaha Waroeng Steak Pengusaha

Biografi Pengusaha Jody Brotosuseno

 
jodysteak.png
 
Dialah pengusaha dibalik usaha Waroeng Steak. Biografi Jody Brotosuseno, pemilik usaha yang berani mengorbankan tenaga dan pikiran. Otaknya dituntut harus membuat terobosan baru. Wirausahawan dituntut memiliki ide- ide segar,  tak cuma berpatok apa yang tersedia di bumi Indonesia.
 
 Menjadi pengusaha dibidang kuliner butuh pembeda. Perlu identitas kuat untuk membedakan kamu dengan binsnis kuliner lain. Jika menjadi pengusaha bakso sudah umum ada disekitar, maka bagaimana jika jadi pengusaha steak. 
 
Tak perlu memanggil chef asing. Kamu cukup belajar keras untuk membuat menu itu menjadi nyata. Ini kisah pasangan Jody Brotosuseno dan Siti Hariyani. Kisah jatuh bangun membangun berbagai usaha sudah dilakoninya.
 

Pengorbanan Pengusaha

 
Peluang aneka kuliner sudah mereka coba, dari roti bakar, berjualan susu, sampai bisnis kaos partai, yang cuma musiman. Semua usaha mereka jalani tapi tak bertahan lama. Belum ketemu chemistry -nya kalo kata orang. 
 
Nah, karena wirausaha sudah mendarah daging, keduanya lantas memulai bisnis kembali. Awal kesuksesan bisnisnya baru di tahun 2000, Jody dan Anik cuma membuka usaha warungan. Bukan lah juga warung biasa keduanya membuka warung steak. 
 
Ya, makan ala barat itu mampu diolahnya jadi usaha di warung makan. Hasilnya, mengejutkan, usaha yang mengawali semuanya di teras rumah. Keduanya sepakat membuka usaha warung steak pertama di Jalan Cendrawasih 30 Demangan Yogyakarta.

Mereka mencoba sesuatu cuma bermodal jiwa entrepreneurship. Waroeng Steak n Shake, atau terkenalnya bernama WS, hanya dibangun di pekarangan rumahnya. Idenya jika steak makanan barat itu cuma untuk orang tertentu, WS mencoba menghadirkannya. 
 
Tak kan lagi jadi makanan mahal khas hotel karena WS mencoba membuat sedemikian mungkin. Jody dan Anik, keduanya telah membuat satu gebarakan baru.

Mereka mencoba menawarkan steak dan shake di warung pinggir jalan. Tak ada kesan mewak ketika kita menyambangi pusat atau cabangnya. Semua cuma bermodal 5 hotplate, 5 buah meja makan, dan sebuah ruang berdaya tampung 20 orang, kini usahanya tumbuh pesat. 
 
Usut- punya usut ternyata sosok Jodi sendiri bukanlah orang susah seperti kita akan bayangkan. Ayah Jodi, Sugondo dikenal pemilik jaringan restoran Obonk Steak dan Ribs.
 
Berlatar belakang pengusaha sukses, kaya, tak membuatnya jadi anak orang kaya manja. Justru dia sangat pekerja keras. Dia pernah berkuliah Arsitektur, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, tapi berhenti ditengah jalan. Jadilah ia hanya berijasah SMA saja. 
 
Karena tak melanjutkan pendidikan Jodi harus putar otak untuk bekerja. Sayangnya, tak mudah bekerja dengan ijasah SMA saja. Mau- tak mau dia akhirnya memilih untuk bekerja di restoran ayahnya.

Ketika itu ia cuma bekerja menjadi pegawai biasa. Gajinya tak sanggup memenuhi kebutuhan, apalagi setelah ia memutuskan untuk menikah dengan Siti Hariani atau Aniek pada 1998. Gajinya itu dirasa tak lagi cukup. Jodi pun tak merengek meminta jabatan. 
 
Justru ia makin getol berusaha sendiri. Pertama kali usaha, ia mulai dengan berjualan aneka makanan sambil bekerja di Obonk. Awalnya ia berjualan susu segar, roti bakar, dan jus buah. Namun semua usahanya itu sia- sia ketika perlatannya banyak dicuri orang. 
 
Jodi lantas berjualan kaos partai, dimana saat itu partai membengkak dari tiga jadi 48 partai. Alhasil menjual kaos partai jadi prospek bisnis yang menguntungkan saat itu. Hasil penjualannya, akhirnya, ia bisa mengontrak rumah sendiri di kawasan Demangan, Yogyakarta.
 
Selepas pemilu, Jodi dan Anik memutar otak kembali, apalagi dengan kehadiran putra pertama mereka, Yuda Adiaksa. Akhirnya pasangan pengusaha ini memilih berbisnis steak. Tapi tak mau mencontoh bisnis milik ayahnya. Jodi memilih usaha steak warungan. 
 

Usaha Waroeng Steak

 
Usaha pertamanya dibuka di teras rumah karena tak punya modal menyewa tempat. Jodi memilih kata "waroeng" agar menegaskan apa yang dijualnya tidak mahal. Namun usaha baru itu terbentur modal dimana Jodi dan Aniek cuma punya 100.000 dikantong. 
 
Akhirnya ia menjual motor satu- satunya untuk modal. Dalam biografi Jody Brotosuseno dikatakan bahwa mereka kerjakan semua sendiri. Pertama- tama Jodi mengerjakan dapur dan melayani pembeli, sang istri bekerja sebagai kasir. 
 
Warungnya itu tak langsung sukses. Pernah dalam sehari mereka cuma menjual 30.000. Pembeli masih sepi karena memang konsep bisnisnya sangatlah baru. Siapa yang berpikir bahwa steak itu murah waktu itu. 
 
Beberapa pembeli pun ikut memberi saran agar warungnya lebih ramai. Sarannya, ia lantas membuat spanduk besar berwarna mencolok di depan warung steak -nya. Di spanduk itu dituliskan harga steak yang murah itu. Ia juga mempromosikan melalui selebaran. 
 
Dari semua usaha promosi itulah, warung milik Jodi mulai ramai, utamanya mereka dari kalangan mahasiswa dan pelajar. "Malah kami mulai kewalahan," ungkapnya. Meski sudah ramai, nyatanya, Jodi cuma punya 10 hotplate di meja. 
 
Jadilah orang- orang sampai harus mengantri untuk dilayani di mejanya. Untuk mengatasi hal itu Jodi pun mengambil hotplate dari meja. Prinsipnya habis pakai, cuci, langsung bisa digunakan lagi untuk pelanggan lain. Pelan tapi pasti Waroeng Steak mulai menambah peralatan. 
 
Ia juga merekrut pegawai untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Setahun ia telah berbisnis di Demangan, ia lantas membuka cabang. Gerai kedua tak begitu sulit dimulai. Kerabatnya mau untuk ikut menanamkan modal. Dengan konsep bagi hasil jalanlah gerai keduanya.

Pola yang sama digunakan hingga ke 8 gerai tercatat dibuka. Selanjutnya Jodi bisa mendanai sendiri gerai ke 9 dan seterusnya.
 
"Asal bisa menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan pasar, bisa berkembang terus. Masukan pelanggan selalu kami perhatikan," tuturnya.

Masukan menjadi ciri khas WS untuk berkembang hingga sekarang. Jodi selalu bertanya apa keinginan dari mereka para pelanggan. Menu- menu baru pun disuguhkan menyesuaikan permintaan. Meski warungnya itu mengusung menu steak dan shake, Jodi masih menyediakan menu nasi. 
 
Jika biasanya kamu ketemu steak dan kentang tidak khusus untuk Waroeng Steak. Saat usahanya makin berkembang ia pun yakin memilih untuk konsentrasi dibisnisnya. Sejak 2002, ia terus fokus menambah jumlah gerai di seluruh penjuru Indonesia. 
 
Total ada 50 gerai telah ia buka di sejumlah kota. Jodi pun membuka gerai aneka makanan berbendera Festival Kuliner.  Konsep ini ia sebut sebagai konsep dimana tidak hanya ada WS, ada pula Waroeng Penyetan dan Bebaqaran serta ada delapan gerai waralaba lain. 
 
Untuk ekspansi lain, diluar bisnis kuliner, Jodi memilih membuka arena futsal. Sukses Waroeng Steak menariknya tak menerapkan konsep waralaba. Ya, tak ada waralaba Waroeng Steak, namun untuk pangsa luar negeri, Jodi memilih mewaralabakan miliknya.  
 
Wajarlah jika ia sanggup membangun bisnisnya sendiri.  Untuk satu gerai, di wilayah Yogyakarta contohnya, ia mengantongi 500 juta. Jumlah cabangnya jadi 30 gerai yang tersebar di Jakarta, Medan, Bogor, Bandung, Semarang, Malang, Solo, Palembang, Yogya, Bali dan terakhir ada di Pekanbaru. 
 
Omzetnya ya, bisa kita bayangkan, bisa mencapai miliaran rupiah. Melalui mottonya "bukan steak biasa" berfokus pada menempatkan makanan mahal jadi milik siapa saja. Di konsep ini kamu bisa membuat kuliner eklusip jadi umum. 
 
Contoh lain yaitu gerai makanan susi yang juga mulai diwaralabakan. Tak semua bisnis harus diwaralabakan juga bisa kita ambil hikmahnya dari kisah ini. Tapi menggunakan konsep waralaba kamu bisa lebih cepat. 
 
Dia hanya memanfaatkan konsep warlaba dari bisnis barunya Waroeng Penyetan dan Bebaqaran. Ini konsep bisnis bagus jika kami rasa.

Biografi Abdul Latief Pendiri HIPMI Pengusaha

Biografi Pengusaha Abdul Latief


abdul latief

Biografi Abdul Latief, ayah dari pengusaha Dipo Latief dan pendiri HIPMI, kelahiran 27 April 1940, Kampung Baru, Banda Aceh. Sosok anak ke enam dari sembilan bersaudara, yang hidup di jaman perjuangan masih penjajahan.

Abdul kecil telah melihat ayahnya berdagang lama. Dua puluh tahun merantau, ayahnya pergi dari tanah Minang, lalu menetap di Aceh sambil berdagang. Umur empat tahun, Abdul Latief ditinggal oleh sang ayah, padahan suasana tengah memanas secara keamanan dan politik.

Hari- hari merupakan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Masyarakat Aceh tengah berjuang sementara dia masih kecil. Ibunya merawat anak- anaknya sendirian dengan keadaan seadanya. Dari jaman penuh pergolakan secara sosial- politik, membawa sosok Abdul kecil bercita- cita jadi politisi.

Masa Muda Bergelora


Namun ibunya sudah mengarahkan Abdul Latif menjadi pengusaha. Ingin menjadikannya pedagang besar tingkat nasional. Ibunya kemudian mewujudkan mimpinya melalui merantau. Dia telah menjadi pejuang hebat, membawa semua anaknya ke Jakarta, demi mendapatkan hidup lebih baik di 1950.

Kehidupan remaja Abdul dekat dengan kehidupan remaja Betawi. Tidak banyak dikisahkan tetapi dia mampu sekolah menengah. Dia melanjutkan pendidikan di APP kemudian masuk Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta.

Tahun 1945 dan 1966, suasana politik kacau balau, demonstran bergerak memenuhi jalan raya sampai bakar- bakar. Tampak sosok Abdul Latief nampak membagikan makanan ke para pendemo. Dalam suasana kacau tersebut ia malah mendapatkan pekerjaan.

Dia belajar mengenai manajemen toserba dan supermarket di Seibu Group, Tokyo. Sepulangnya dari Jepang, Abdul menikahi Nursiah, gadis tetangga yang di Jakarta pada tahun 1967.

Abdul lulusan Akademi Pemimpin Perusahaan (APP), Jakarta. Pada 1963, dia meraih cumlaud dan mendapatkan tawaran kerja di Stanvac di Sungai Gerong. Perusahaan perminyakan asing yang telah menjanjikan gaji menarik dan karir menjanjikan.

Akan tetapi, gurunya di APP menyarankan lain, disuruhnya dia bekerja di Pasar Sarinah. Perusahaan pasar swalayan milik pemerintah tersebut dianggap lebih menjanjikan. Mungkin bagi pandangan kita yang sekarang tentu terbalik.

Tetapi Abdul setuju mengembangkan toko serba ada terbesar pertama yang ada di Indonesia. Anjuran sang guru belum nampak hingga perjalanan panjang. Abdul bertugas melakukan perencanaan. Dari sini, dia malah diajak belajar bahkan sampai keliling luar negeri, diminta pelajari iklim usaha negara- negara lain.

Dia berangkat ke Singapura, Jepang, Eropa, dan hingga Amerika. Berjalannya waktu dia mempelajari banyak hal mengenai perdagangan. Kemudian berselang beberapa waktu, Abdul Latief diangkan menjadi Pimpinan Promosi Penjualan dan Pengembangan PT. Department Store Indonesia Sarinah.

Banyak dia menimba pengalaman dan pengetahuan. Berkat bekerja di Sarinah, dia menjalin relasi bisnis kuat diantara pemain dalam negeri maupun luar negeri, dalam delapan tahun semua pekerjaan telah dilalui. Dia mampu menyelesaikan tantangan demi tantangan masa depan.

Abdul mampu membawa Sarinah menghadapi persaingan masa depan. Dalam biografi Abdul Latief, mendapatkan perhatian pimpinan Sarinah, itu berkat kemampuan mengaplikasikan konsep Jepang ke dalam negeri. Inilah cikal dirinya disekolahkan sampai ke Jepang demi mempelajari pasar swalayan.

Pulang dari Jepang seperti dikisahkan di atas, menikah dan sudah memiliki karir mapan, membawa pulang uang dan mobil. Relasi bisnisnya begitu luas terbesar diluar dan dalam negeri. Inilah cikal- bakal dirinya mapan mendirikan perusahaan sendiri.

Di tahun 1971, pengusaha konglomerat properti ini memulai usaha kecil- kecilan di bidang ekspor- impor.  Uang hasil keuntungan digunakan mebeli tanah luas temannya. Kebetulan dia tengah butuh uang. Di tahun yang sama, ia mulai menjaminkan tanah- tanah untuk mendapatkan kredit bank.

Total dia mendapatkan uang Rp.30 juta diperoleh dari BDN. Uang kemudian diputar buat menambah modal maka jadilah PT. Latief Marda Corporation, yang bergerak di bidang ekspor- impor. Dia tidak sendiri tetapi dibantu adiknya, Abdul Muthalib, bersama mengembangkan usaha ini.

Pengusaha satu ini getol membeli tanah sebagai investasi jangka panjang. Keberhasilan pertamanya ialah ketika menjual tanah sangat mahal di jalan Jakarta By Pass. Uang sangat banyak itu digunakan demi membangun PT. Indonesia Product Centre Sarinah Jaya.

Ya, nama tersebut memang didedikasikan buat tempat awal bekerja, perusahaanya itu juga di bidang sama yakni pasar swalayan. Nama tersebut begitu historis sampai kebawa sampai sukses sekarang. Ia mondar- mandir Jakarta dan Singapura.

Dari bisnis eskpor- impor kemudian mengembangan properti mandiri. Ia bukan lagi juragan tanah tapi mengembangkan bangunan. Proses bisnis panjang menghasilkan pundi- pundi rupiah. Abdul memilih menginvestasikan kembali melalui Pasaraya di Blok M.

Pasaraya Blok M menjadi salah satu gedung mentereng di tahun 1981. Ini mengukuhkan dirinya menjadi pengusaha, pedagang, yang patut diperhitungkan. Berkembang dia mampu mendapatkan julukan konglomerat -istilah yang tidak disukainya- , namun itulah dia mampu tumbuh menggeluti usaha dagang.

Pilihan Tepat


Tiap kesuksesan merupakan buah pilihan dahulu kita geluti. Abdul tidak salah ketika menerima kerja di perusahaan milik negara. Alhasil dia menjadi sosok kesayangan pemerintah ketika masa tersebut. Ia dihormati pemerintah karena meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia.

Sang pengusaha mampu menggairahkan usaha ritel ketika masa awal. Ia mampu memberikan banyak pekerjaan bagi anak muda. Keaktifan di HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), membuat Abdul Latief mendorong lebih banyak anak muda, ini menjadi salah satu penyaluran kesukaannya akan organisasi.

Dia nampak segar dan sehat ketika menjadi pengusaha sukses. Pakaiannya trendi, gemar olah raga, dan selalu bersemangat menarik perhatian. Ia memiliki idealisme tersendiri mengenai membangun bangsa. Kesukaan akan berogranisasi disalurkan melalui organisasi himpunan para pengusaha ini.

Penampilan bugar dan nampak lebih muda daripada umur sebenarnya. Dia mampu menarik perhatian menjalin jaringan baru. Dikenal pula ia lihai bernegosisasi hingga mendapatkan mitra bisnis strategis. Dengan sifat profesional dan dedikasi membuatnya dipercaya oleh banyak orang.

Bahkan, rekan bisnis luar negeri sangat mengingat dirinya, walau jalinan kerja sama telah berhenti atau belum terealisasi. Orang mudah mengenal dia sebagai sosok pengusaha kawakan. Dirinya bisa dibilang menjadi penarik, sehingga organisasi HIPMI sangat digandrungi anak muda, untuk menjadi pengusaha muda.

Banyak diantara mereka anak pejabat dan pejabat. HIPMI dikenal menjadi wadahnya para prefesional dibidang kewirausahaan. Ia selalu terlibat menjadi pembicara atau diskusi tentang generasi muda. Dia dianggap memiliki pandangan luas, gesit bergerak, dan memiliki pemikiran jauh ke depan.

Alkisah dia berkisah kepada peserta acara diskusi, bahwa pernah barang kelontong di pasar swalayan miliknya seret. Tidak laku- laku sampai terjual begitu lama. Banyak pengunjung tetapi jualannya malah tidak tumbuh. Dia kemudian menceritakan strategi apa yang akan kamu mungkin ambil.

Pertama Abdul mengamati langsung dan mempelajari data angka datang. Ia berkesimpulan bahwa daya beli masyarakat rendah. Bahwa dibutuhkan gerakan meniakan pendapatan masyarakat. Inilah cikal lahirnya HIPMI, dimana dia menjadi pendirinya pada 1979, demi bisa menaikan ekonomi masyarakat.

Dia menggalang para pengusaha baru terlahir. Abdul Latief menjadi ketua umum pertama organisasi anak muda tersebut. Para anggota HIPMI didorong membangun usaha, demi menarik produksi dan pendapatan masyarakat. Abdul pun membantu mereka untuk menjual barangnya di pasar swalayan miliknya.

Ia juga mendorong ekspor alih- alih bertahan. Tidak perlu bergantung kepada daya beli masyarakat. Ekspor meningkat berarti membantu pemerintah mengelola ekonomi. Hasilnya daya beli masyarakat ikut naik melalui aneka kebijakan stimulus.

Pengusaha konglomerat ini melihat bahwa usaha kecil merupakan landasan. Mereka menopang daya beli masyarakat bawah. Ketika pengusaha lain berbondong melirik industri berat. Abdul Latief fokus meningkatakan ekonomi kerakyatan.

Ia dipercaya menjadi Ketua Kompertemen Perdagangan dan Koperasi KADIN masa 1979- 1982. Dia menjadi sosok yang menyadari kesenjangan diantara pengusaha. Semenjak ia menduduki puncak kepimpinan Pasar Sarinah memang sudah nampak berbeda.

Dia telah terlihat menjadi sosok yang peduli akan ekonomi masyarakat. Mampu membangkitkan pendapatan pasar swalayan berkat kerja sama. Abdul memilih merangkul usaha kecil- menengah dalam naungan usaha miliknya.

Ia empat dianugrahi gelar "Pahlawan pengusaha kerajinan rakyat Indonesia". Namanya juga dilirik Ir. Ganjar Kartasasmita, Menteri Muda urusan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Abdul digayang menaikan produksi dalam negeri, sekaligus membumikan produk tersebut ke khalayak ramai.

Pada akhir tahun 1984, Pasar Sarinah Jaya kepunyaanya di Blok M terbakar. Inilah cobaan pertama bagi Abdul sebagai pengusaha berpengalaman. Kerugian dialaminya mencapai ratusan miliar rupiah, kehilangan puluhan ribu pengunjung, dimana gedung hangus harus diperbaiki total segera.

Pasar swalayan berhenti total menyisakan 2000 usaha kecil suplier tanpa arah. Dia juga berhadapan dengan pilihan bagi kurang lebih 1.200 karyawan. Alih- alih dia memberhentikan mereka semua, malah disuruh belajar kembali dari manajemen, bahasa Inggris, dan accounting.

Ia bahkan merogoh kocek mendatangkan pelatih dari Singapura dan Hong Kong. Disisi lain pilihan buat bertahan menyisakan harapan. Bahwa pihak asuransi mau menanggung sebagian kerugian dari kebakaran.

Bantuan datang dari rekan, teman- temannya, juga dari pemerintah dan pihak swasta dikenal. Ini menjadi titik terang bagi Abdul membangun kembali. Kerugian puluhan miliar bertahap menghilang dari pikirannya. Dia menyusun kembali jalan- jalan bisnis yang sudah sempat terputus.

Bisnis Ritel Indonesia


Disana, di atas bekas gedung tersebut terbakar, berdirilah megahnya Pasaraya Sarinah lebih daripada dahulu. Bangunan sembilan lantai seluas 42.000 meter. Pengunjung pasar ini sampai 100.000 orang perharinya. Total 40% dari pengunjung merupakan pembeli rutin datang berbelanja.

Pertahun penjualan naik menambah modal Abdul berekspansi. Berdirilah Alatief Corporation dengan banyak rekanan perusahaan kecil. Mereka dibimbing dan diajak kerja sama dalam naungan. Dan tidak hanya ritel, usahanya juga merambah properti dan bisnis- bisnis lain.

Gedung Sarinah Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, telah menjadi tempat ikonik dengan banyak toko berderet. Dari pagi sampai malam, dalam gedung bertingkat sembilan tersebut, ada segala macam pakaian trendi, barang elektronik, dan macam- macam kerajinan.

Gedung bernilai Rp.200 miliar tersebut menaungi usaha- usaha kecil. Dia pun menyayangkan berdiri banyak toko modern tanpa sensitifitas. Mereka lebih senang menjual produk- produk ekspor. Para pengusaha bermodal besar bahkan membawa pasarswalayan asing seperti SOGO, asal Jepang.

Dia sempat memprotes karena otomatis mematikan usaha lokal. Mereka memangsa pasar tradisional dan mematikan bisnis eceran. Bayangkan SOGO, saat itu, bukannya memajukan produk dalam negeri malah membawa 805 produk impor.

Pasaraya Sarinah sendiri merupakan konsep berbisnis tanpa meninggalkan. Abdul mendirikan tempat ini diatas lahan luas Blok M. Dimana namanya belum seramai sekarang, hingga Pasaraya Sarinah menggaet lebih banyak, lambat laun terisilah kapling- kapling sekitaran Sarinah Blok M sendiri.

Memang bila memasukan barang ke pasarswalayan modern menjanjikan. Namun apakah sanggup, belum lagi pemilik gedung memiliki modal besar, mereka lebih memilih mematikan usaha kecil di sekitaran mereka. Mereka tidak mempedulikan produk apa, siapa, dipajang tetapi berapa banyak akan terjual.

Pasaraya Sarinah lebih memilih mendorong usaha kecil berkembang. Mulai dari model baju, yang mana dikembangkan desainnya, bahkan seperti model di negara- negara mode seperti Prancis. Ini tidak sulit karena dia memiliki kesenangan akan mode pakaian.

Bila supermarket lain mementingkan produk terstandarisasi bahkan impor. Maka Pasaraya Sarinah mengedepankan produk kreatif. Dibutuhkan staretegi khusus biar pembeli tidak merasa bosan. Abdul menginstrusikan melakukan aneka inovasi.

Biasanya toko- toko nampak monoton direnovasi nampak lebih menarik. Imajinasi digunakan buat mendesain ruangan toko lebih menarik. Pedagang juga harus kreatif menyusuk barang- barang. Dia menekankan budaya dalam penjualan dan pembuatan produk juga.

Selain berbisnis pasar swalayan, Abdul Latief merambah budidaya benur di Bulikumba, Sulawesi Utara. Usaha ini menghasilkan benur 100 juta pertahun. Ia lalu membuka tambak udang dengan luas 120 hektar menghasilkan 4 ton perhektar.

Usaha agro yang mampu panen dua sampai tiga kali dalam setahun. Abdul Latief juga mengelola usaha asuransi, perkebunan, penerbitan buku, jasa periklanan, dan lain- lain. Spesifik ia tertarik buat membangun bisnis pendidikan untuk membangun manusia.

Ia pernah tercatat menjadi Direktur Akedemi Pimpinan Perusahaan Department Perindustrian. Juga kemudian mendirikan Politeknik, yang mana dibawah Yayasan Abdul Latief dan diketuai dirinya sendiri. Abdul Latief sang pendiri HIPMI selalu nampak bugar walaupun telah setengah abad.

Dia masih sering disebut sebagai pengusaha muda. Penampilannya masih menarik, modis, dan trendi mengikuti perkembangan jaman. Demi kesehatan dia melakukan general cek up dua kali setahun, main golf, joging, senam, dan olah raga pagi.

Pengusaha Pemilik Restoran Shabu Hachi Makan Sepuasnya

Profil Pengusaha Githa Nafeeza


profil githa nafeeza
 
Menjadi pengusaha tidak mengharuskan kamu menjadi chef. Ini kisah pemilik restoran Shabu Hachi, Githa Nafeeza yang tidak bisa memasak tetapi doyan kulineran. Bermula dari hobi makan serta cita rasa tinggi. Githa mencoba peruntungan di bisnis kuliner lewat restoran.

Tidak bisa memasak malah menjadi tantangan tersendiri. Dia berpikir bisnis apa mampu mengikuti jaman. Di era sosial media, semua- semua bisa menjadi viral lantas menjadi besar. Prinsip itulah yang ia tengah kembangkan melalui "all you can eat".

Konsep bisnis bukan baru tetapi jarang ditemui di Indonesia. Dia menyukai makanan shabu- shabu maka berdirilah ini. Pemilik restoran Shabu Hachi, memberikan warna berbeda dan tentunya pastilah viral di sosial media. Para Youtuber berbondong- bondong membuktikan konsep "all you can eat" itu.

Restoran Shabu


Bukan hoak memberikan ulasan terbaik mengenai Shabu Hachi. Makanannya pun enak bukan omong kosong. Pantaslah para food blogger memberikan penilaian memuaskan. Viral Shabu Hachi memiliki konsep yang bebas makan. Tidak ada menu melainkan memberikan "makan gratis" bagi pengunjung.

Disaat akhir pekan usahanya ramai dikunjungi masyarakat. Bahkan sampai penuh tidak menyisakan ruang. Apakah bisnisnya merugi karena konsep makan sepuasnya satu harga. Ternyata Githa malah untung besar, bahkan mampu menghasilkan cabang di Bogor.

Pendekatan personal tanpa membedakan menu makanan. Konsep all you can eat juga memberikan keleluasaan memasak. Pasalnya shabu- shabu memang dikenal pelanggan emasak. Bukan berarti nanti rasanya tidak enak. Karena bumbu dan bahan telah disiapkan oleh Chef khusus dan profesional.

Githa memang tidak bisa memasak. Maka dia mempekerjakan Chef mengurusi bahan makanan. Juga mempekerjakan konsultan untuk membangun bisnis. Karyawan dipilih agar mampu membangun tim kerja. Mereka mempelajari detail, bahkan membeli banyak buku perhotelan buat dipelajari nanti.

Girtha juga senang menyiapkan menu baru. Bila menemukan resep ia akan konsultasi dengan ketiga Chef -nya. Melayani pelanggan harus optimal bukan sekedar costumer service. Memenuhi keinginan pelanggan dan kemauannya. 

Promosi dari mulut kemulut terbukti mampu membesarkan bisnis Shabi Hashi. Caranya dengan tidak sembarangan memasak. Kuah dimasak pagi buat siang, dan dibuat sore untuk malam. Semuanya itu fresh kualitas bahan bakunya standar Amerika. 

"Bukan sembarangan, melainkan mengandung unsur kebaikan. Mulai dari bahan baku, proses standar Amerika, dan halal," tuturnya.

Aneka Menu Baru

Yang terbaru mereka menyajikan sup collagen dengan kuah nikmat. Ini menjadi faavorit baru bagi pelanggan. Bahannya kuah ayam asli pilihan yang diambil sari patinya. Collagen sangat baik bagi kulit kita terutama perempuan.

Kuah Shabu Hachi asli bukan memakai bumbu instan perasa. Alhasil ini akan menyehatkan bahkan bisa membuat awet muda. Varian kuah bermacam- macam jadinya tidak monoton. Kan orang pikir makan shabu- shabu gitu- gitu aja.

Mereka punya kuah original konbu, Japanese broth, tom yum, dan miso soup. Daging berkualitas dari wagyu, Amerika Serikat dan Australia. Agar tidak bosan ada pelengkap seafood, bakso, sayuran, dan aneka sate. Disini juga ada menu daging grill yang sudah matang, ditaruh piring dan dimbumbui.

Bumbunya aneka macam dari asin, pedas, dan manis. Menu ini sama dengan menunya Hachi Grill, dan taukah kamu bahwa Hachi Grill merupakan bagian dari Hachi Group. Usaha Githa membesar dan menawarkan lebih banyak konsep all you can eat.

Shabu Hachi didirikan 2014 kemudian viral sampai buka cabang. Tempat kedepalannya dibukan di dekat Museum Satria Mandala, Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan. Tempatnya nyempil di pojokan museum. Tetapi ini strategis karena bertempat di segitiga emas Jakarta, karena kawasan bisnis.

Outlet ke delapan memiliki 272 kursi yang memang terletak di pojokan. Walapun dipojokan museum Staria Mandala, Githa tetap optimis mampu memenangkan hati. Dia memiliki misi tersendiri yakni menaikan pengunjung museum. Githa merasa terpanggil mengajak kaum milenial untuk berkunjung.

"Kebetulan Papa terntara juga. Hitung- hitung menghidupkan Satria Mandala," tuturnya.

Restoran Shabu Hachi menawarkan paket Rp.138- 328 ribu belum termasuk pajak 10 persen. Makin murah dengan promo group seharga Rp.98- 288 ribu. Buat promo ini minimal pembelian 10 pax berlaku senin- kamis pukul 14.00- 22.00, dan jumat pukul Rp.14.00- 16.00 WIB.

Keluar Dari Bank Menjadi Pengusaha Sukses

Profil Pengusaha Scott Molony

 
mantan pegawai bank
 
Bosan dia keluar dari bank menjadi pengusaha sukses. Dia bosa kerjaannya cuma itu- itu saja, Scott Molony menemukan bisnis manisnya. Dia kini telah menjadi seorang pengusaha di usaha yang dulu mungkin akan dia tolak (sebagai bankir).
 
Pria asal kota Birmingham, Michigan, menutup usahanya sebagai bankir setelah 18 tahun bekerja. Apa alasanya berhenti menjadi pegawai bank, bukan tempat yang memuaskan, tidak mentolerir stress terangnya.

"Klien- klien saya merasakan kesukaran, dan saya menjadi seseorang yang membawa kabar buruk," Molony menjelaskan perjaannya. "Saya adalah seorang pengusaha kali pertama, tanpa pengalaman, akan memasuki industri berisiko tinggi."

Menjadi Pengusaha

 
Sebagai seorang pengusaha pasti menghadapi orang seperi dirinya bisa jadi mimpi buruk. Inspirasi itu datang ketika dia dan kaluarga berkunjung di toko aneka kudapan dingin, seperti kue atau kustard dingin. Lanjutnya ia telah menemukan pemilik toko membuat anak- anak bergembira. Itu terlihat menyenangkan.

"Toko itu selalu sibuk namun semua orang tampak bahagia," katanya.

Ketika bekerja di Comerica Bank pada bulan November 2009, ia tengah menghadiri pameran makanan dan minuman. Belajar bahwa mesin beku- custard bisa menghasilkan hanya tiga rasa sekaligus, ia beralih fokus pada es krim. 
 
Idenya tentang toko custard ditinggalkan menjadi bisnis es krim. Dia pun belajar bagaimana membuat es krim disana. Molony lalu meninggalkan perbankan pada bulan Desember dan segera setelah menandatangani sewa untuk satu toko di sebuah jalanan yang sibuk.

Dia kemudian melanjutkan membeli enam liter pembuat es krim, dan lima bulan kemudian ia membuka Treat Dreams (nama bisnisnya)  untuk berbisnis.

Awalnya, Moloney hanya menawarkan satu rasa yang tidak biasa rasa: Loopy Fruit, menampilkan sereal yang ditabrukan di atas vanilla ice cream. Ramuan berikutnya, Sunday Breakfast - dengan wafel, bacon, dan siraman sirup maple.
 
"banyak orang membicarakanya," katanya senang. Sejak saat itu toko es krimnya telah menghasilkan 500 varian rasa unik, termasuk Lobster Bisque dan Raspberry Chipotle Bacon.

"Aku merasa seperti aku adalah orang lain terperangkap dalam tubuh seorang bankir selama 13 tahun," dia menyindir. Dia secara resmi membuka usahany pada bulan Agustus dan, sementara itu adalah akhir musim panas atau musim es krim. 
 
Bila ia memasuki musim dingin, itu memberinya waktu bereksperimen dengan rasa yang berbeda. Dia mengandalkan umpan balik dari penduduk setempat. Masyarakat, katanya, telah menerima dia dan bisnisnya. Bisnisnya hadir, dimana pegawai 
 
Molony aktif di berbagai acara- acara lokal, menjalankan acara penggalangan dana atau macam- macam kegiatan yang lain untuk menangani masalah khusus di masyarakat. Intinya jika kamu mau berbisnis sebaiknya kamu juga bersosial. 
 
Mengadakan aneka acara sosial, Molony tak mau cuma mencari untung. Untuk membuka usahanya ini awalnya satu usaha dirasa cukup sulit. Meski sudah berbekal pengalaman bekerja di bank selama puluhan tahun; mengajukan pinjaman sendiri adalah berbeda. 
 
Dan, tokonya Treat Dreams, membutuhkan dana segar segera, susahnya dia tak semudah itu mendapatkan modal karena tak punya pengalaman berbisnis. Sebagian usaha kemudian dimodali oleh uang simpanan pribadi, tanpa mau menyentuh uang pensiun ataupun meminjam ke Bank.

Jujur, ia dan juga istrinya, Megan, seorang berlevel manajer, tapi sebisa mungkin tak menyentuh uang pensiun mereka. Ia lantas menambahkan kartu kredit sebagai alat ajaib bisnis. Molony terhitung punya tunggakan kartu kredit senilai lebih dari $50 ribu, tapi sudah terlunasi setelah bisnisnya kini sukses. 
 

Peneliti Es Krim

 
Sebagai tambahan, Megan akhirnya ikut membantu bisnis sang suami tanpa aling- aling. Dalam 18 bulan sebelum Treat Dreams menghasilkan pendapatan, gaji Megan menutup 75% dari pengeluaran mereka.

Lalu, mereka menarik sisanya dari tabungan, tanpa menyentuh uang pensiun mereka. Akhirnya pertengahan 2011 -an barulah Molony mampu menghasilkan $ 1500 per bulan.

Rasa es krim di Treat Dreams datang dari berbagai sumber. Suatu hari ada seorang wanita hamil yang suka minuman coklat mint shake (minuman di McDonald); ia pun bergegas membuat es krim coklat mint. 
 
Ini telah menjadi berita dari mulut ke mulut bahwa ia selalu menyediakan sesuatu yang unik -meski menu jadi terus berbeda setiap harinya- mereka tetap datang tanpa ragu. Tidak ada rasa bosan semuanya unik dan baru, dan tentu dijamin rasanya.

Setiap hari, Moloney menawarkan 15 pilihan, yang meliputi 2-3 serbat dan dua sendok tangan yogurt beku.

"Kami dua yang paling populer adalah Kooky Monster (terbuat dari vanilla biru es krim, adonan kue cokelat dan Oreo)," katanya, "dan Salted Caramel." Moloney membuat karamel dari awal dan, sementara proses terlihat meragukan, hasil akhirnya adalah lezat.

Rasa lain disajikan setiap hari juga termasuk dark chocolate chip, vanili, coklat dan ada pula Mound Road, menampilkan kelapa dan coklat. Ada pilihan untuk vegetarian, juga, seperti versi Mound Road tapi berisi olahan dairy-free chocolate chip (bebas susu). 
 
Memuncak dan kemudian hilang, penggemar tetap datang. Dan, dia Molony tetap bereksperimen dengan berbagai rasa, dan menawarkan kudapan lain -cupcake dan cupcake pops (cupcake tusuk). Ia mengklaim dirnya sebagai ilmuwan gila es krim. 
 
Awalnya ia memang merasa takut untuk memulai berbagai kombinasi rasa aneh dibandingkan toko es krim tradisional. Namun berbagai kombinasi tersebut ternyata justru malah mendapatkan tempat di hati para pelanggan. 
 
Tahun 2012, ia berhasil meraup pendapatan sekitar US$340 ribu per tahun. Maloney mengaku, gajinya saat ini lebih kecil dibandingkan menjadi bankir, namun ada kepuasan pribadi dan bahagia.

"Setiap memberikan anak-anak es krim, mereka selalu tersenyum dan saya tidak pernah bosan akan hal itu," katanya. 
 
Dia juga berharap untuk bisa menawarkan 35 rasa es krim di freezer untuk mereka pembelian dalam jumlah besar, sehingga orang- orang yang mencintai Red Velvet, misalnya - rasa tidak tersedia dengan sendok setiap hari - dapat membeli sebagai setengah liter.

Hari- hari ini, kamu dapat berhenti untuk sandwich dan sup juga karena Moloney berencana memperluas menu makan siang di masa depan.

Kafe Sereal Ide Bisnis Pengusaha Kembar Inggris

Profil Pengusaha Kembar Alan dan Gart Keery

 
 
Ide bisnis pengusaha kembar ini layak diamati dan dikembangkan. Mereka mendirikan kafe sereal pertama di Inggris, telah membuka bisnisnya di Desember di Brick Lane, Shoreditch. Bukan yang pertama untuk kafe sejenis ini, yaitu Cereality, satu kafe sejenis yang ada di Amerika.

Cereal Killer Cafe, dimiliki dan dijalankan oleh saudara kembar Alan dan Gary Keery, yang ada untuk anda menawarkan lebih dari 100 jenis sereal sarapan dan lebih dari 13 jenis susu untuk dicampur dalam bungkus sereal kamu. Untuk toping, Keerys akan memberikan pilihan 20 toping istimewa.
 

Ide Bisnis Unik


Alan mengatakan bahwa ia ingin merasakan kembali kegembiraan itu kembalia. Rasa yang ia rasakan ketika menikmati sereal ditiap harinya ketika masih kecil, dan memorabilia sereal antik di kafe akan membangkitkan banyak nostalgia bagi pelanggan.

Gary mengatakan kepada The Independent: "sereal favorit saya tiap menitnya adalah sesuatu yang berasa selai kacang dari Amerika, terutama Captain Crunch Peanut Butter dicampur dengan Strawberry Milk Dan untuk klasik, saya masih penggemar Shreddies yang menjadi makanan penenang saya ketika disajikan dalam susu panas. "

Bagi mereka yang kurang tertarik pada biji- bijian olahan, kafe ini juga akan menyediakan makanan lain yang diproduksi secara lokal kopi, serta roti, roti tart pop, dan sarapan kolot lainnya.

Sereal telah populer di seluruh dunia selama berabad- abad dalam bentuk bubur atau gandum, tetapi varietas modern yang kita datangkan dalam pers pers benar- benar tak sahet akhir- akhir ini.

Sebuah laporan terbaru oleh 
Environmental Working Group (EWG) yang berbasis di AS telah menunjukkan bahwa sereal yang diperkaya dengan nutrisi tambahan menempatkan anak- anak pada risiko kelebihan dosis vitamin, mendorong asupan jauh melampaui batas merekomendasikan.

Sugar Puffs juga telah diganti namanya menjadi Honey Monsters Puffs, dalam upaya untuk menghindari gula yang tidak sehat.

Tapi industri sereal tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. 2013/14 melihat jumlah gandum yang digiling mencapai nilai tertinggi yang pernah ada, yang didorong sebagian besar oleh permintaan untuk makanan sarapan dan sereal bar.

Cereal Killer Cafe akan melayani lebih dari 100 jenis sereal dari seluruh dunia di pusatnya, di Brick Lane di East End London, sejak tanggal 10 Desember.

Usaha yang digagas dua kembar identik dari Belfast, Alan dan Gary Keery, yang bersumber dari berbagai merek sereal dari Amerika, Perancis, Australia, Afrika Selatan dan Korea Selatan.
Sebuah toko dua lantai akan dihiasi dengan sereal sebagai hiasan, termasuk reflektor sepeda dan botol sus. 
 
Kafe yang menawarkan orang- orang produk seperti produk Lucky Charms, Trix and Corn Pops dengan 12 jenis susu (termasuk beras, kedelai, almond, gandum dan varietas hazelnut) dan 20 topping dari Oreo ke marshmallow.
 
Penggila sarapan juga dapat memilih lebih dari 18 jenis Pop-Tarts dan koktail kreasi yang menantang seperti campuran sereal, topping dan susu. 
 
 Saudara kembar hanya bermodal £1.015 dari £60,000 tujuan mereka melalui situs donasi (sekitar $ 2.088 dari $ 123,432) IndieGoGo, tetapi sejak ditemukan orang terus datang untuk investasi lanjutan.

Pasangan ini juga telah menempatkan £ 20.000 dari tabungan mereka sendiri ke dalam proyek kafe sereal.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba