Tampilkan postingan dengan label Motivator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivator. Tampilkan semua postingan

Lambertus Darian Bisnis Pengusaha Muda Sukses

Profil Pengusaha Muda Lambertus Darian


sukses lambertus darian

Pengusaha muda sukses berkat kerja keras. Meskipun sempat ditipu berkali- kali dirinya tetap berjuang. Pengusaha Lambertus Darian tetap bersemangat berbisnis kembali. Panggilan hatinya membuatnya tidak menyerah. Ia sangat bersemangat sampai menduduki posisi sekarang.

Darian dulu pernah menjadi sales di perusahaan importir. Diusianya masih 16 tahun, dalam waktu sebulan, dirinya mampu menjual sampai 95 juta. Dia pun mendapat pengargaan Top New Sales 2010. Berbekal semangat bahwa kita bisa sukses kok. Dia terus berbisnis sampai menjual lebih banyak produk impor.

Bisnis Anak Muda


Ia mendirikan forum pengusaha muda di Twitter. Berdirilah Forum komunitas bisnis anak muda @BisnisAnakMuda. Darian menyebutnya tempat berbagi pemikiran. Karir bisnisnya kemudian berlanjut dari berjualan makanan. Dia jualan sticky jelly hingga mendapatkan hak distributor tunggal se- Jakarta.

Konsultan Wirausaha Yoris Sebastian Big Circle

Profil Pengusaha Yoris Sebastian 


profil yoris sebastian
 
Menjadi konsultan wirausaha. Yoris Sebastian, juga dikenal sebagai pengusaha muda.  Sudah nonton acara Big Circle tentang wirausaha? Sosok konsultan wirausaha Yoris Sebastian Nisiho, pasti meregut perhatian. 
 
Siapakah Yoris Sebastian pengusaha muda suka bercanda. Meskipun begitu dia dikenal serius ketika membahas mengenai ide- ide bisnis. Pengusaha muda yang mengedepankan kreatifitas. Perlu buktikah? 
 
Hasil karyanya untuk produk Class Mild yaitu Class Music Heroes Award, bukan ajang award biasa tapi ajang nyeleneh. Kenapa kita menyebut nyelenah karena acara diadakan di sawah, pom bensin, bahkan sebuah jembatan.

Sukses Merry Riana Mimpi Sejuta Dollar

Biografi Pengusaha Merry Riana

 
sukses mery riana

Sukses Merry Riana berkat kerja keras walau sulit. Tidak pernah bemimpi belajar hingga ke Singapura, ataupun memulai karirnya di sana. Kelahiran 29 Mei 1980, Jakarta, Mery terlahir dan tumbuh dbersama keluarga yang sederhana. Dia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara.

Perjalanannya ke Singapura itu dimulai ketika kerusuhan besar di Jakarta tahun 1998. Ketika itu, cita- citanya kuliah jurusan teknik elektro di Universitas Trisakti buyar seketika. Ayahnya memutuskan mengirimnya ke sana, ke Singapura, menghindari hal- hal tidak diinginkan sebagai seorang keturunan Tionghoa.

Perjalanan Marry Riana

 
Negara Singapura dipilih karena memang letaknya dekat, foktor keamanan, dan sistem pendidikan yang lebih baik. Di tahun 1998, dia mengambil jurusan Electrical and Electronics Enginering (EEE) di Nanyang Technology University.
 
 Meskin harus berhutang keinginannya menjadi seorang insinyur sangat lah kuat. Mery tercatat pernah sempat gagal di tes bahasa Inggris untuk masuk ke Nanyang University. Perjuangan Mery Riana di Singapura berat. Tidak mungkinlah mimpi satu juta dollar terwujud disana.

"Saya mengambil jurusan tersebut karena terlihat sebagai pilihan paling sesuai saya ambil saat itu," ucapnya.

Pinjaman pendidikan dari pemerintah Singapura cukup untuk bersekolah, tetapi itu tidak akan bisa lebih. Dia meminjam $40.000, dan harus dilunasi ketika selesai kuliah dan bekerja. Sering kali, ia bekerja sendiri menutupi kebutuhan seperti akomodasi, buku pelajaran, makan, dan kebutuhan lain.

Dia mulai berpikir serius bagaimana membayar hutang $40.000 itu.

"Jika saya menjadi sukses suatu hari, saya ingin mencapai itu ketika saya masih muda, sebelum ulang tahun ke 30, bukan ketika berumur 40-50," ucapnya serius.

Diakui Merry bukanlah tipe yang mudah menyerah sama sekali. Dia mulai menghitung semuanya, membuat pengeluarannya sehemat mungkin. Mery cuam mengantongi uang $10, itupun cukup buat seminggu saja.

Dia pun menyiasati hidupnya dengan makan mie instant di pagi, dua lembar roti tanpa selai di siang dan malam, bahkan untuk minumnya harus melalui air keran di kampus. Hal ini terjadi terus di awal kuliah yang seharunya menyenangkan. 

Kehidupan seperti itu mendorongnya bekerja di luar jam kuliah. Dia mulai mengambil pekerjaan sampingan dari jam 9 sampai 5 sore. Menyadari hidupnya tidak akan berubah, ia mulai membangun mimpinya di tahun kedua masa kuliah. Dia mulai mencoba membeli saham tetapi kehilangan $1000.

Mery benar- benar hancur, tetapi tidak membuatnya menyerah seketika; ia harus menjadi pengusaha. Untuk itu ia bahkan rela bekerja sebagai penjaga toko bunga, dan menjadi pelayan. Dia masuk ke bisnis mandiri yaitu pembuatan skripsi dan MLM.

Di bisnis multi level marketing, Mery kehilangan uang sampai $200. Dia bangkit lalu belajar tentang seluk beluk pasar saham. Setelah tamat kuliah, Merry mulai membuka bisnis konsultasi keuangan. Di bisnis barunya tersebut, Merry harus berhadapan dengan berbagai hambatan dan kesulitan.

Orang tuanya, gurunya, dan temanya secara umum tidak mendukung segala bisnisnya. Merry kala itu tidak bisa berbicara mendarin, ketika lebih dari separuh Singapura berbahasa mandarin. Dia seorang baru lulus dan tidak punya pengalaman maka sulit baginya berhubungan secara sosial.
 
"Tentunya, saya memiliki persaaan takut dan khawatir," ingatnya. "Tetapi menjadi muda dan tidak adanya beban, tidak ada kehilangan apapun jika saya gagal. Saya akan mendapatkan pelajaran berharga dan pengalaman baik jika saya gagal maupun sukses." inilah kunci sukses Merry.

Pengusaha Keuangan


Tanpa rasa malu dan tidak terbebani kegagalan, ia yakin mengikuti jalann sebagai konsultan keungan bahkan menyisihkan waktu 14 jam sehari. Ia berdiri di dekat setasiun MRT dan halte bus untuk menawarkan asuransi. Dia bekerja sampai tengah malam dan baru pulang ketika jam 2 dini hari.

Titik baliknya ketika ia bekerja di Prudential Assurance Company.Di Prudential, Merry tidak berhanti menanjak karirnya hingga melunasi hutang $40.000 tersebut. Disana dia menjual produk perbankan seperti asuransi, kartu kredit, deposito, dan lain- lain.

Dari 2003, ia mendapat anugrah berupa penghargaan Top New Adviser Award. Di 2004, kurang dari 15 bulan setelah bergabung dengan perusahaan Prudential, dia mendapat kenaikan pengkat menjadi menejer lalu seketika membuka agensi miliknya sendiri, bernama Marry Riana Organization (MRO).

Tahun 2005, dia mendapatkan penghargaan agensi terbaik, Top Agency of the Year Award dan Top Rookie Agency Award.

Kala itu, Mery sudah punya pendapatan sekitar $300.000. Lain hal, dia bekerja menjadi mentor dan memotivasi ribuan profesional dan eksekutif di area penjualan. Di MRO, dia memegang 40 orang perencana keuangan, semuanya sekitaran umurnya 20 -23 tahun.

"Motivasi saya datang dari rasa ingin memberi kehidupan terbaik bagi kedua orang tua," tegasnya. "Tetapi juga persaaan ingin membantu orang- orang muda untuk berbuat sama, untuk menciptakan hidup lebih baik. untuk mereka, orang tua, dan keluarganya."

Merry Riana menghasilkan sesuatu yang fenomenal. Di umurnya sekarang, dia yang masih 25 tahun mampu menghasilkan $700.000 setelah empat tahun menyelesaikan kuliah. Visinya hanyalah membuat anak- anak muda menjadi generasi sukses.

Mereka telah merubah hidupnya, kemudian membangun mimpi, dan kembali ke sosial. Mereka akan mengabdikan hidupnya dari apa yang telah didapatkan.

"Efek air terjun kesuksesan ketika anak muda sukses membagi kekayaannya, dalam bentuk pengetahun dan uang, akan merubah ekonomi dunia menjadi lebih baik," dia tersenyum.Visi yang membuatnya mendirikan RMO, sekumpulan anak muda bertujuan mencapai kebebasan finansial.

Ia juga percaya memberi kembali ke sosial. Dia mempunyai waktu dua jam sehari untuk mementori anak- anak muda dari 20- 30 tahun. Melalui program "Personal Mentorship Experience" (PME), dimana setiap hari ada satu hingga dua orang mendaftar tiap harinya.

Kegiatanya membantu tiap orang mengindentifikasi tujuan dan cita- cita mereka, dan mengarahkan mereka bagimana mereka mencapai tujuannya." Merry kemudian menulis buku pengalamannya yang menjadi best seller. Bukunya "Mimpi Sejuta Dollar" lalu dipublikasikan di Singapura dan Indonesia.

Nama Merry tak cuma dikenal di Singapura tapi sampai ke Indonesia.  Ia kemudian menulis buka lain berjudul "A Gift for a Friend" yang sukses besar di Singapura. Dia bercerita bagaimana strategi menghadapi berbagai masalah datang dan mencapai kesuksesan sekarang.

Penghasilan Triliunan Reiner Bonifasius Rahardja

Biografi Pengusaha Reiner Bonifasius Rahardja


pengusahariener.png
 
Pengusaha muda Reiner Bonifasius Rahardja mungkin belum kamu kenal. Tapi bukannya tak terkenal karena dia memiliki penghasilan triliun. Mungkin kamu kurang gaul berbicara apa bisnis anak muda kekinian. Modalnya tekat kuat khas anak muda merintis bisnis.
 
Biografi Riener Bonifasius Rahardja, sosok pengusaha muda yang sukses menembus angka setengah triliun, bukan perkara mudah baginya karena umurnya saat itu baru 26 tahun. Kisah hidupnya bisa dibilang begitu inspirasif buat dibaca. 
 
Ia terlahir dari keluarga sederhana sehingga menjadi sosok tangguh. Lahir dari keluarga sederhana memutuskan hidupnya harus lebih baik. Dia telah bertekat membiayai sendiri hidupnya sejak lulus SMA di tahun 2006. 
 

Penghasilan Triliun

 
Dulu, jauh sebelum memutuskan itu, dia adalah sosok minderan atau tidak percaya diri karena "merasa jelek". Cibiran perkatan kecut sudah makanan sehari- harinya disaat mengenyam pendidikan formal. Bahkan teman- teman sudah men- judge dirinya tak punya masa depan. 
 
Padahal masa depan baginya masihlah panjang karena baru belasan tahun. Alasannya karena sosok fisiknya enggak banget buat anak sekolah. Masa itu bobotnya mencapai 100 kg. Ia pun tak punya prestasi akademis menonjol. Dia juga bukan anak orang kaya. 
 
Siapa sangka berkat tumbuh rasa rendah diri karena di bully. Menjadikan hati pemuda kelahiran 13 Juli 1988 ini punya hati yang besar. Mudah memaafkan mareka dari masa lalunya. Rasa pahit tak membunuh karekternya ini sama sekali.

Ia selalu menggenggam semangat,"jangan takut, terus berusaha dan mencoba! Semua itu akan berubah." Itu ada dalam benaknya terus. Riener pun memutuskan menjalankan entrepreneurship.

Seorang entrepreneur menurut penjelasannya. Adalah mampu merubah apapapun bahkan merubah kotoran jadi uang. Dunia bisnis bukanlah hal baru loh. Dimulai ketika masih masa- masa Sekolah Menengah Atas ketika memutuskan untuk mandiri. 
 
Dia bahkan tak mau menerima sepeser pun uang dari orang tuanya. Tahun 2006 -an, Riener mulai menjual kartu kredit. Kemudian membagi waktunya antara berjualan dan kuliah. Tak cuma menjual kartu kredit tapi juga bekerja paruh waktu di beberapa perusahaan. 
 
Sukses berjualan tak berarti meninggalkan pendidikan loh. Semenjak memutuskan menjadi kuat. Nilai akademisnya meningkat dan bisa berkuliah hingga ke Australia. Dia harus bekerja untuk membiayai segalanya dari kuliah sampai makan. 
 
"Ya saya harus kerja sambilan di beberapa tempat. Akibatnya, sehari hanya tidur empat jam," kenangnya lagi.

Menjadi Pengusaha


Tekadnya kuat agar bisa mematahkan stigma akan dirinya. Dia dianggap banyak bicara kala sekolah. Namun terbukti dia tak cuma berbicara kosong. Tercatat bekerja di tiga perusahaan sekaligus yaitu ada perusahaan kartu kredit, broker saham, hingga jadi marketing planner buat satu perusahaan konstruksi. 
 
Dia sudah menghasilkan lebih dari 20 jutaan ketika masih berumur 20 tahun. Catatan akademisnya pun memuaskan selepas SMA. Dimana ia pernah berkuliah model distant learning atau kuliah jarak jauh di Inti Collage Indonesia. 
 
Ia mendapatkan gelar pertamanya yaitu Sarjana Business Administration dari University of Southern Queensland, Australia. Itu semuanya tidak mungkin akan diraihnya dengan mudah. Riener harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja. 
 
Tiap harinya dia cuma bisa tidur 3 sampai 4 jam saja per- hari selama dua tahun.  Puncaknya ketika kesehatannya menurun dratis. Dia dinyatakan sakit batu ginjal hingga diharuskan dioperasi. Padahal umurnya baru 20 tahun, sang ayah pun jadi orang pertama menegurnya, bagi ayahnya buat apa ia sukses jika mengorbankan kesehatannya. 
 
Kalimat itulah merubah pola pikirnya jadi karyawan ke wirausaha. Dia menjadi entrepreneur muda inspiratif kita. Sadar akan ritme kerja tak sehat di perusahaan memutuskan menggunakan semua jirih payanya.

Pengusaha Reiner mengorbankan uang tabungan, membangun perusahaan sendiri di tahun 2008. Saat itu, ia memberanikan buat mendorong gerobak cireng. Mungkin buat beberapa orang memalukan dari anak kantoran jadi cuma, ah, cumalah penjual cireng keliling. 
 
Hasil kerja kerasnya kini dijadikan tepung kanji goreng (cireng). Usaha itu dinamainya Cireng Isi Kodjo. Usaha ini ternyata berbuah menjadi bisnis menjanjikan. Hanya butuh waktu satu tahun sudah menghasilkan 20 gerobak cireng.

Bisnisnya tersebar di minimerket sampai supermarket. Dimulai cuma 5 cabang didekat kawasan rumahnya jadi 20 buah setahun kemudian. Hebat tapi belum berhenti disitu. Berbekal pendidikan bisnis semasa kuliah membuatnya melek bisnis beneran. 
 
Usaha cireng digabung konsep perusahaan hingga menghasiklan apa itu difersifikasi. Riener kemudian membuka usaha rumah makan Jepang, Minori Bento Restaurant. Pemilihan tempat pun sudah diperhitungkannya matang- matang.

Usaha tersebar di kampus- kampus dan sekolah. "Puji Tuhan, dari dua usaha ini selalu ada profit, meskipun awalnya selalu gagal," ucapnya.

Tantang menjadi tak begitu beban baginya. Seolah semua sudah ada dibelakang hidupnya. Dia malahan bersyukur pernah merasa "dibully" teman. Kedua usahanya tersebut dijualnya. Semua karena ia ingin fokus mempertajam penjualan dan marketing. 
 
Nah, berkat pengalaman panjang itulah, ia bisa dipilih menjadi sosok presiden direktur perusahaan asing tahun 2010. Dia sukses meningkatkan penjualan perusahaan. Sayangnya cuma memuaskan hasratnya selama dua tahun. 
 
Ia memutuskan keluar dan maunya menjadi pengusaha kembali. Meski cuma jadi karyawan ketika itu. Dia membuktikan bisa jadi bukan karyawan biasa. Berkat pengalaman panjang di entrepreneurship membuatnya mudah masuk perusahaan besar. 
 
Perusahaan besar asal Malaysia itu menjadikan suatu catatan menarik dalam biografi Reiner Bonifasius Rahardja.

Mendirikan Perusahaan


Bekerja menjadi direktur lagi- lagi memakan waktunya. Memang menjadi pengusaha bisa lebih fleksiberl soal waktu. Sukse meningkatkan penjualan, dia dihadapkan kepada keluarga yang merasa dirinya semakin jauh dari mereka. 
 
Sibuk terus, sibuk terus, itulah hari- hari seorang Renier ketika menjabat menjadi karyawan bertitle presiden direktur.

"Orang sibuk membuang kesehatan demi mencari uang, tapi nantinya mereka sibuk membuang uang demi mengembalikan kesehatan. Menginspirasi orang bukan dengan sakit-sakitan dan tidak punya waktu untuk keluarga!" tegasnya, mengenang ketika sang ayah lagi- lagi mengingatkan.

Pemuda yang terlah merasakan serunya berkeliling 130 kota di 32 negara ini, memutuskan keluar saja dari perusahaan asing, seperti kisahkan diatas. Keingan mapan di umur 25 tahun sudah tercapai. Ia juga sudah bisa membahagiakan mereka secara materi. 
 
Tapi bukan soal waktu luang yang tak bisa dipenuhinya. Inilah mengapa dirinya memilih membuka usaha sendiri lagi.  Dari nol, Renier memilih membangun perusahaanya sendiri, yakni Reitech Solusindo tahun 2011. Usahanya begerak dibidang ekspor- impor. 
 
Total sudah menghasilkan seperempat triliun semenjak usahanya baru saja dibuka. Kunci suksesnya adalah fokus, jikalau gagal, ya harus berusaha kembali. Apa mimpi selanjutnya adalah agar bisa menginspirasi anak muda. Ia berharap bisa membuka sekolah non- formal bagi wirausahawan muda.

Lahirlah sebuah organisasi non- profit ONE (Opportunity Never Ending). Ia bersama timnya bekerja sama agar mencetak pengusaha baru. Apalagi Indonesia sendiri barulah punya pengusaha kurang dari dua persen. Padahal idealnya negara berkembang harunsya punya tujuh persen. 
 
"Maka, kami mencoba hadir membantu melahirkan generasi muda yang ingin menjadi pengusaha sukses," tekad pria ini. Bicara soal modal ternyata ia punya prinsip sendiri.

Bisnis tak selamanya butuh modal besar. Semua bisnis katanya selalu dari nol berapapun modalnya. Karena itu akan berjalan sejalannya waktu. Semua usaha bisa dimulai dari modal kecil, dan semuanya sama- sama menemui kegagalan, dimana 50 persen -nya sama- sama gagalnya. 
 
Yang membedakan ialah apakah kamu bisa merubah pola pikir sukses mu. Jangan hanya mau jadi pengusaha saja. Akan tetapi jadilah pengusaha yang sukses usahanya.

"Sukses itu sama dengan persiapan ditambah kesempatan," tegas Reiner

Riener kemudian mengingatkan. Jangalah berangan jadi motivator tapi jadilah inspirator. Buatalah kisah mu sendiri dulu. Menurutnya motivasi cuma kata- kata membuat orang mau melakukan sesuatu. Sementara itu inspirasi berasal dari pengalaman nyata. 
 
Kiprahnya di dunia entrepreneurship memang gaunya tak lah setenar sosok Merry Riana, tapi menurut penulis, kisahnya lebih inspiratif karena menggambarkan sendiri siapa saja bisa jadi pengusaha.
 
Sukses berbisnis dan berorganisasi, impianya kini bagaimana menciptakan wirausahawan dibawah 40 tahun. Sebuah gerakan sosial dimana akan mengajak 1.000 orang wirausahawan. Ini akan disatukan jadi satu dibawah Entrepreneurs Convention Under 40. 
 
Acara yang mampu mengangkat semangat wirausaha agar bisa mempercepat lahirnya pengusaha baru. Riener kemudian memberikan pesan kembali. Yakni jangan sibuk saja ber- doa saja tapi lakukan lah sesuatu.

Profil Gayatri Wailissa Anak Ajaib

Profil Pengusaha Gayatri Wailissa

 
gayatri wailissa
 
Seorang remaja putri asal Ambon, Maluku yang ajaibnya mampu berbahasa asing. Tidak hanya satu tapi 14 bahasa asing sekaligus atau kita mengenalnya sebagai bocah poliglo. Berkat talentanya itu ia lantas terpilih menjadi wakil Duta Anak tingkat ASEAN. 
 
Dia bahkan menjadi delegasi tunggal (anak) Indonesia yang  mewakili Konferensi ASEAN tahun 2012 di Thailand dan delegasi tunggal (anak) untuk Indonesia dalam konferensi ASIA-Pasifik tahun 2013 di Nepal.

Julukan Anak Ajaib

 
Di konferensi tersebut, Gayatri kerap mempresentasikan isu- isu terkait permasalahan anak. Gayatri Wailissa memang bukan anak biasa. Dia terlahir dengan keistimewaan yang mungkin baru bisa kita temui sepuluh tahun mendatang atau lebih.

Bagaimana tidak? Di usianya yang masih belia ini, dia telah mampu mencapai mendunia dengan segudang prestasi. Terlahir dari keluarga sederhana bukan menjadi halangan bagi Gayatri.

Dikutip dari video wawancaranya di talk show Kick Andy Show 19 Juli 2013, Gayatri terlihat antusias dan cerdas menjawab semua pertanyaan dari sang pembawa acara, Andy F Noya. Gayatri memaparkan semua bahasa yang sudah dia kuasai.

"Untuk saat ini ada 9 bahasa yang sudah lancar. Terakhir ada Inggris, Belanda, Jerman, Prancis, Mandarin, Jepang, Italian, Spanyol dan Arab. Ada satu bahasa lagi, Thailand tapi masih kurang lancarnya di penulisan. Kemudian ada tiga bahasa lagi yang masih dalam proses pembelajaran, ada bahasa Rusia, Korea Selatan, dan bahasa Hindi Nepal," kata Gayatri di akun Youtube Kick Andy.

Ia memiliki satu motto, "tidaklah penting siapa kita, yang terpenting adalah apa yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan apa yang mampu kita perbuat". Gayatri, anak cerdas dan berbakat ini menunjukkan bahwa siapapun dapat maju. Seperti dirinya yang datang dari keluarga sederhana. 
 
Ayahnya seorang pedagang kaki lima, pengrajin kaligrafi sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Kini Indonesia harus berduka dengan perginya sang gadis yang membanggakan negara itu kini telah pergi.

Bakat Tuhan


"Baru 16 tahun sudah bisa sebanyak itu. Saya yang seumur ini satu aja bahasa Inggris belum selesai-selesai," ujar Andy disambut gelegar tawa penonton di studio. Yang lebih menakjubkan lagi, Gayatri bisa menguasai belasan bahasa itu tanpa belajar dari guru resmi. 
 
Dia hanya berbekal banyak buku dan belajar sendiri di rumah. Selain bakat linguistik, ia juga diberkahi bakat seni, berbagai cabang seni dikuasainya seperti puisi, teater, dan drama.

Dan kesemuanya tidak dipelajari secara akademis. Dipelajari secara otodidak saja begitu jelasnya dalam acara Kick Andy. Bagaimana bisa, rahasianya ternyata kemampuannya dalam menganalisa dan meniru. Dulu, dia menjelaskan ketika ada kartun berbahasa Inggris, ia selalu mau tau. 
 
Segera mencari tau tiap kosa kata yang didengarnya kemudian diucapkan ulang. Kebiasaan yang terus tumbuh hingga usia remaja melalui film- film asing dan lagu asing. Hal lain yaitu kepercayaan dirinya untuk tak takut salah. 

Dia bahkan berani untuk mengajak orang asing berbicara dengan bahasa mereka. Melalui dunia internet yaitu melalui media chatting.

"Saya tidak punya biaya, keluarga saya sederhana, saya hanya suka nonton film kartun dan dengar lagu bahasa asing, rasa penasaran saya akan bahasa membuat saya mencari tahu arti dan bagaimana mengucapkannya, dari buku saya pelajari tata bahasanya, dari film dan lagu saya pelajari pengucapannya, dan dari kamus saya hafalin kosakatanya. Begitulah cara saya mempelajari bahasa asing," ungkap Gayatri di Kantor AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Ambon.

Gayatri terpilih mewakili Indonesia ke tingkat Asean. Ia sempat mengikuti pertemuan anak di Thailand dalam Convention on the Right of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-Hak Anak tingkat ASEAN. 
 
Untuk pertama kalinya seorang putri Maluku, mengemban tugas negara dan menjadi delegasi tunggal benar- benar membanggakan. Dalam forum Asean ini, Gayatri mendapat tempat terhormat dan disapa doktor karena kemampuan 11 bahasa asing yang dikuasainya itu.

Dalam forum itu, Gayatri mangatakan, dirinya ditunjuk sebagai penerjemah ketika peserta forum anak menyampaikan sesuatu. Karena menguasai 11 bahasa waktu itu ia mendapat gelar dokter. Dia membantu para peserta forum anak jika ingin menyampaikan sesuatu. 
 
Lantas dia mendapatkan gelar dokter bahasa oleh para peserta yang hadir dan tertolong. Namun, betapa kecewanya dia ketika kepulangannya ke tanah kelahirannya dari Bangkok, hanya ayah dan ibunya yang menjemputnya di Bandara Patimura kala itu. Tidak juga terlihat ada baliho di jalan-jalan.

"Mungkin menjadi Duta ASEAN untuk anak ini bukan sesuatu yang penting barangkali bagi pemerintah kita," keluhnya.

Dia mengungkapkan, sebelum ke Thailand, dia bersama sang ibu pernah menemui Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Di Kantor Gubernur Maluku, mereka banyak yang didiskusikan. 
 
Dia juga sempat meminta Gubernur agar memberikan beasiswa serta percepatan ujian dini bagi dirinya. Tapi jawaban sang Gubernur justru mengecewakan, "soal beasiswa lihat saja di internet".

"Saya disuruh lihat beasiswa di internet. Soal permintaan ujian dini juga ditolak Gubernur," ungkapnya lebih kecewa.

Sang gubernur menolak karena saat itu ia masih kelas dua SMA. Dia gagal mewujudkan impiannya untuk segera mempercapat ujian SMA, lalu masuk ke perguruan tinggi. Namun, live must go on, toh dia akhirnya sudah dijanjikan mendapatkan tawaran sekolah diplomat di Sydney, Australia. 
 
"Kendala saya hanyalah saya tidak bisa mempercepat kelulusan saya dari SMA, mestinya saya bisa lulus tahun ini, agar segera bisa kuliah, saya ingin menjadi diplomat termuda sebelum usia 20 tahun," harapnya. Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengahnya.

Gayatri menjalani pendidikan di SMA Siwalima, SMA unggulan di Maluku. "Berpikir dan berbuatlah di luar kotak, jika masih berpikir di dalam kotak pasti akan terbentur empat sisi kotak, tak akan bisa ke mana-mana, tapi jika bisa berpikir out of box, kita akan menjadi manusia merdeka yang mampu berpikir terbuka," tegasnya. 
 
Dengan kemampuan yang dimilikinya, ia terus menginspirasi hingga akhir hidupnya. Dia begitu peduli dengan tanah air dan daerahnya Maluku. Ia mendorong para putra- putri Maluku untuk terus berprestasi di segala bidang.

 Prestasi Gayatri:
- Juara 1 Kompetisi Cerita rakyat 2006
- Juara Bertutur Kanak-kanak 2007
- Juara 2 Lomba CERPEN Nasional 2008
- Juara 1 dalam lomba cipta puisi 2009
- Juara 3 Lomba Baca Puisi Provinsi 2009
- Juara 1 debat konsep pembangunan daerah 2010
- Juara 2 karya tarian kreasi baru 2010
- Juara Peragaan Busana Fashion Putri Daerah 2011
- Nominasi 3 besar Icon Busana Nasional 2011
- Juara 1 lomba Pidato dalam hari Anak Nasional 2011
- Juara 2 lomba karyai ilmiah Sains Terapan 2012
- Juara Medali Perunggu Olimpiade SAINS Astronomi 2012
- Juara karya tulis Sastra Nasional 2012
- Juara 1 Lomba Pidato Remaja Hari Kebangkitan Nasional 2012
- Juara esay Nasional "Hari Perdamaian Dunia" 2012 Kegiatan

Organisasi/Kegiatan:
- Pimpinan Redaksi Majalah Anak (Suara Anak Maluku)
- Pengurus Forum Anak Maluku
- Ketua Forum Perdamaian (KAPATA DAMAI)
- Penerjemah Bahasa
- Pramuwisata
- Penulis Sastra (Puisi, Prosa, Novel)
- Instruktur Klub Teater
- Penyiar Radio Swasta-Siaran Anak
- Reporter/Presenter/Host - Icon Clip Flim Documenter 
 

Gayatri Wailissa Meninggal

 
Gadis berusia 19 tahun tersebut tumbang setelah jogging pagi. Dikabarkan Gayatri mengalami serangan jantung pada 17.00 pagi, dan koma. Dokter menemukan pula bahwa terjadi pecah pembulu otak, yang diakibatkan karena berolahraga.

Putri dari pasangan seniman, pengrajin kaligrafi Dedi Darwis Wailissa dan Nurul Idawati, bercita- cita menjadi diplomat. Dia telah menguasai 11 bahasa. Bahkan menguasai 3 bahasa yang termasuk tersulit di dunia: Tagalok, Thai, Vietnam.

Pengusaha Yehezkiel Zebua Bisnis Harus Punya Alasan

Profil Motivator Yeheskiel Zabua


profil yehezkiel zebua

Sosok pengusaha Yeheskiel Zabua selalu dekat Tuhan. Memiliki kisahnya tersendiri ketika berbicara hasrat wirausaha. Bisnis harus punya alasan begitu jelas Leo kepada kita.  Ketika usianya masih 19 tahun, sang ibu sudah menderita kanker indung telur stadium tiga.

Ibunya didiaknosis harus menjalani serangkaian kemotrapi selama enam bulan dengan biaya Rp.13 juta. Keuangan keluarga terus menipis, terkuras kebutuhan pengobatan.

"Dari situlah, saya bertekat harus cari uang sendiri," ucap mahasiswa psikologi di Universitas Katolik Atmajaya ini.
 

Menjadi Pengusaha


Pria yang akrab dipanggil Leo ini, memulai bisnisnya dari sekedar jualan minuman ringan. Dia diharuskan menjual minuman beroksigen, dan mulai menjualnya berkeliling komplek. Awalnya ia mendapat cemoohan orang- orang yang melihatnya.

Dia berlalu semua demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hingga Leo sukses membuka sebuah kedai kecil di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat.

"Mama, yang sedang di rumah sakit, marah besar saat tahu saya berjualan untuk menutup pengeluaran," katanya mengenang ibunya.

Hingga dua tahun berlalu ibunya akhirnya dipanggil Tuhan, tetapi tidak membuatnya patah arang atas kuasa Tuhan. Beberapa bulan kemudian, kedainya hancur diterjang badai hujan, dan membuatnya merugi besar. Ia pun banting setir berjualan di forum jual beli di internet.

Tidak perlu membuka kedai lagi.  Dia yang tertarik musik, mulai menggeluti penjualan efek gitar di forum- forum. Leo Bermodal 1 juta ia sukses mereguk untung tiga kali lipatnya. Keluarga tempatnya bernaung hanyalah keluarga sederhana.

Dia merupakan anak pertama dikeluarga, dan ayahnya seorang pendeta mengajarinya percaya akan Tuhan. Berawal dari forum jual- beli Kaskus, dia mulai merambah bisnis konvensional. Dia sempat berjualan iPad hingga berjualan boneka. Ia lalu menjual peralatan gitar selain software.

Dia memang memiliki lisensi resmi menjadi agen penjualan adaptor, dan menjadi pemilik Volution Guitar dan Voluition Kids.

Leo pun dikenal ikut aktif berbagai seminar tentang bisnis. Dia bahkan tak segan mengeluarkan uang puluhan juta guna memperkaya ilmunya di bisnis. Ia meyakinkan ayah bahwa usahanya pasti akan berhasil. Restu ayah membuatnya semakin percaya diri berwirausaha.

Dia ketika telah berumur 20 tahun, akhirnya menjadi pimpinan dari sebuah perusahaan. Perusahaanya yang bermama Volution Inspiring People, perusahaan bergerak dibidang seminar dan training, dan Angel Skin, perusahaan dibidang kecantikan dan perawatan tubuh.

Untuk perusahaan Angel Skin, bisnisnya telah memiliki 2 cabang di kawasan Bintaro dan Ciputat. Ia juga mendapatkan predikat, The Youngest Certified Guerrilla Marketing Coach in The World. Berkat pengalaman itu pula, Leo juga aktif bekerja sebagai seorang motivator bagi para pengusaha muda.

Anak muda ini bahkan mendapatkan sertifikat motivator dari Tung Desem Waringin. Pengusaha Yeheziel Zebua fokuskan diri menjadi pembicara di acara- acara seminar bisnis, terutama pertemuan pebisnis pemula.

Penghasilannya dalam sebulan bahkan mencapai $2.000 dan ditambah sebuah mobil ESEMKA. "Padahal dulu saya hanya penjual minuman kemasan," kata dia. "Yang penting, kita punya alasan kuat untuk berbisnis. Kalau tidak ada alasan, kita tidak akan pernah berhasil," terangnya.

Pengusaha Mambantu Warga Dolly Setelah Ditutup

Profil Pengusaha Dalu Nuzlul Kiram


pengusahabaik.png

Pengusaha baik membantu warga Dolly setelah ditutup. Lokalisasi yang dulnya dikenal  terbesar Asia Tenggara, kini nasibnya berubah menjadi perkampungan biasa. Warga Dolly mulai berbenah menjadi masyarakat biasa sautuhnya.
 
Wirausaha digabungkan kegiatan sosial bukan perkara mudah.. Satu pemuda ini sukses menolong warga Dolly, ialah Dalu Nuzlul Kiram, tak tanggung dia tidak cuma bersosial. Dia mampu merubah lokalisasi Dolly jadi tampak tak sesuram penghuninya. 
 
Tak cuma menyasar mereka yang menetap disana. Ia juga telah punya segudang rencana lain.
 

Pengusaha Sosial


Nilai bisnis berhasil jika bermanfaat bagi orang disekitar. Itulah moto seorang Dalu yang tak mengukur nilai omzet dihasilkannya. Ini bukan sekedar mencari untung semata. Pemuda 26 tahun aktif mendorong mereka warga biasa yang tinggal di kawasan Dolly. 
 
Ia Mencoba membangkitkan ekonomi masyarakat pasca ditutupnya lokalisasi Dolly. Idenya adalah memberdayakan mereka. Mencoba menciptakan sumber pendapatan baru bagi mereka.

Berkat kegigihannya tersebut, ia pernah diganjar penghargaan Kreatif Wirausahawan Mandiri 2015. Ia fokus memberdayakan masyarakat Dolly mengembangkan aneka bisnis. 
 
Awalnya cuma, berkonsep usaha berbasis wisata kuliner dan edukasi, kini, ia juga merambah mengajak mereka menjadi pengusaha batik. 

"Jadi masyarakat tidak bertumpu pada bisnis itu (seks komersil) tetapi pada bisnis ini (UMKM)" teranya kepada Detik.com

Dolly sebagai tempat prostitusi tengah diubah citranya. Bersama wadah Tim Melukis Harapan. Dalu sebagai pemimpin memimpin 80 orang anggota. Ia kemudian dijuluki Dalu Dolly. 
 
Suksesnya tidak begitu mudahnya, itu semua berkat kerja kerasnya. Dia bersama kawanya tak menjanjikan keuntungan. Namun, mereka janji bahawa akan ada perubahan pada jejak masa lalu mereka.

Melatih PSK

 
Awalnya, mereka bersama fokus pada mambantu para PSK. Mengajari mereka agar bisa lepas dari dunia kelamnya. Kemudian fokus pada membeperbaiki kehidupan masyarakat. Ada total sekitar 4 rukun tetangga termasuk orang dewasa, ibu- ibu, dan anak- anaknya. 
 
Untuk eks- PSK baru cuma 5 orang saja baru mau diajak, tapi tetap, dirinya optimis akan jumlahnya. Cuma bermodal kepercayaan dirinya mampu menjalankan bisnis sosial tersebut. 
 
Soal modal perlatan dan lain- lainnya, mereka memanfaatkan donasi, ditambah ada dukungan fasiliasi dari Pemerintahan Daerah Surabaya. Bu Risma selaku Walikota sangat mendukung kerjanya. Apalagi semenjak ditertibkannya lokalisasi Dolly. 
 
"Kami juga mengajak mucikari," jelas Dalu. Fokus usahanya ini menghasilkan aneka usaha seperti batik, pembuatan kue, telur asin, nugget, sabun, dan makanan- makanan umum lainnya. Meski telah terlihat arahnya ia mengaku tak semudah itu.

Tak mudah, karena nilai uang berputar dalam bisnis tersebut mencapai miliaran rupiah. Sebelum ditutup nilai uangnya mencapai Rp.1,2 miliar- Rp.2 miliar. Bisnisnya meliputi pegawai PSK sejumlah 1.500, narkoba, karaoke, tukang parkir, laundry, warkop, dan sebagainya. 
 
Tentu sulit untuk mengajak mereka yang terlibat apalagi dengan keuntungan tak menentu. Penawaran Dalu tak bisa bermodal kata keuntungan menggiurkan. Ia cuma menekankan sumber pendapatan lebih baik.

Aktif mendorong mereka berjualan. Tugas Tim Melukis Harapan tak berhenti disitu. Dia bersama juga aktif membantu mempromosikan. Membantu mengemaskan produk- produk buatan mereka. Tuganya kemudian adalah untuk meningkatkan ketertarikan pembeli. 
 
Berbekal donasi serta kemampuan marketing modern telah membawa pengusaha lokal menghasilkan 5 juta per- bulan. Hasil penjualan oleh tim -nya akan dikembalikan kepada masyarakat.

"Belum besar, tetapi itu masih bisa meningkat lebih besar lagi, bila kita konsisten memberi motivasi," jelasnya.

Kurang lebih 10 bulanan hal ini dikerjakan dia bersama tim -nya. Aneka penghargaan telah dihasilkan oleh pemuda satu ini. Ia bahkan mendapatkan modal langsung oleh Presiden Joko Widodo. Uang sebesar 100 juta diberikan karena usahanya mampu merubah kehidupan masyarakat banyak. 
 
Meski sukses membawa 200 juta dari acara Wirausaha Mandiri oleh Bank Mandiri. Itu dianggapnya sebagai amanah. Dirinya yakin yang terutama adalah kepercayaan masyarakat bukan uang.

"Karena, berkat kemenangan ini kepercayaan berbagai pihak kepada kami pun semakin meningkat," ujarnya dengan suara serak karena menahan haru.

Uang tersebut ia kembalikan lagi ke masyarakat. Digunakan untuk apa? Tentu untuk modal kembali guna menjalankan roda bisnis di kampung Dolly. Ia mengharapkan lompatan. Bagi penduduk disana agar tidak cuma mengandalkan bantuan. 
 
Dia berharap mereka bisa lebih profesional dan mandiri lagi. Visi kedepannya adalah mengembangkan kawasan Dolly menjadi pusat industri wisata. Kesemuanya akan terintegrasi apik menjadikan Dolly sebagai wisata sejarah.

Pemerintah Surabaya membantunya menggapai ini. Yakni dengan menyediakan 12 titik bekas lokalisasi yang akan disulapnya menjadi sesuatu. Ini akan dijadikan wahana belajar sejarah, semacam meseum, serta juga tempat berwisata kuliner dan oleh- oleh, tegasnya. 
 
Adapula keinginan merambah industri jasa tapi bukan jasa seperti dulu loh. Dalam benaknya yakni dibidang transportasi, yang mana dalam bayanganya mendatang akan terintegrasi dengan kota wisata edukasi.

Cumlaud Sarjana Tanpa Lulus SMA

Biografi Pengusaha Andri Rizki Putra

 
cumlaudsarajana.png
 
Bayangkan kamu cumlaud Sarjana tanpa lulus SMA Inilah kisah dari Andri Rizki Putra, atau akrab dipanggil Rizki, adalah pemuda kelahiran 23 tahun lalu adalah seorang sarjana hukum yang memiliki segudang prestasi. 
 
Hanya satu bulan bersekolah di SMA formal, Rizki memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan sendiri di rumah. Katanya sebuah metode disebut "Unschooling", yang berbekal ijasah paket C, ia melanjutkan pendidikan di Universitas. Dia bukanlah seorang anti- pendidikan. 
 
Bukan lah pula pemuda pemberontak lalu menyebut sekolah tempat tak berguna.

"Saya anak tunggal, lahir di Medan dari ayah keturunan Tionghoa dan ibu Batak. Waktu kecil saya termasuk anak yang hiperaktif. Saya berasal dari keluarga yang sangat sederhana dan broken home. Berat memang, tetapi saya bisa melaluinya," ceritanya sambil tertawa.

Ia mampu tembus seleksi ketat penerimaan Fakultas Hukum Universitas Indonesia di tahun 2007. Pada tahun 2011, ia lulus dengan predikat Cum Laude, lalu, berbekal pengalaman pribadinya itu, pada tahun 2011 didirikanlah sistem yang ia sebut Masjidschooling. 
 
Sistem yang akan membantu orang- orang yang kurang beruntung. Tujuannya guna meraih Ijazah Kesetaraan Paket A, B, dan C.

Sistem pendidikan yang mengajar- belajar melalui masjid sesuai namanya. Tenaga pengajar terdiri dari ibu- ibu rumah tangga sekitar lokasi masjid dan para mahasiswa dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Universitas Indonesia (UI), serta pelajar dari berbagai SMA dan perguruan tinggi lainnya. 
 
Pada tahun 2012 ia mendirikan Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB) sebagai lanjutan masjidschooling, tapi dengan target yang lebih luas.

Targetnya tidak lagi yang beragama Islam. Kali ini ia dibantu oleh relawan muda yang berusia 20 hingga 30 tahun dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi.

"Setiap akhir pekan saya biasanya berkunjung ke yayasan (YPAB) untuk mengajar dan menerima para relawan yang ingin berbagi ilmu di sana. Kadang juga suka diselingi kerja sih; pekerjaan kantor yang terkadang suka menumpuk memaksa saya untuk menyelesaikannya di akhir pekan," jelasnya dalam sebuah wawancara dengan aquila-style.com.

Kejujuran Rizki



Dia mengidamkan sebuah sistem pendidikan yang jujur. Tak mau hanya berharap, Rizki mulai membangun itu dari keberanian untuk bertanggung jawab. Atas kejujuran, pilihannya untuk tetap di sisi yang dia percayai bahwa pendidikan juga menyangkut integritas.

Ketika lonceng Unas (ujian nasional) bergema di pertengahan 2006 lalu. Sosok anak berlari bergegas keluar dari kelas di sebuah SMP. Dia ingin buru- buru ke kantor kepala sekolah. Meski terik panas, ia tampak tak mau berhenti, mengehentikan larinya. 
 
"Kenapa ingin ke kantor kepala sekolah?" tanya seorang guru. Tanpa takut, remaja berseragam putih biru itu bilang bahwa dirinya ingin mengadukan kecurangan di kelasnya, yang kala itu sedang diadakan ujian nasional.

Bagaimana bisa, ungkap Rizki, guru- guru tutup mata bahwa murid- murid peserta ujian menyontek dengan bebas. Bahkan menurutnya guru ikut mengirim kunci jawaban lewat pesan pendek? "Buat apa pintar kalau didapat dari ketidakjujuran?" tegasnya.

Untuknya ini sesuatu yang tak masuk akal. Apalagi ketika sang guru justru berbalik bertanya, "Kenapa Rizki tak bilang ke saya (untuk dapat sontekan)? Nanti pasti kamu dapat nilai yang lebih bagus," kata guru itu menimpali, yang berdiri di depan pintu, mencegah Rizki bertemu kepala sekolah. 
 
Menolak karas dan tanpa perlu menyontek, ia bisa lulus dari SMP dengan nilai bagus. Rizki menolak mentah- mentah tawaran guru tersebut. Ia gagal bertemu kepala sekolah, lalu pulang ke rumah.

Nilai yang didapatnya, dalam tiga mata pelajaran, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Matematika, adalah 8,75. Ironi tak mandek di situ. Teman- teman sekolah Rizki yang notabene siswa salah satu SMP unggulan di Jakarta Selatan justru mengucilkannya. 
 
Kenapa? Karena ia mengikuti kejujurannya, sesuatu yang tidak lah mainstream jelasnya dibeberapa acara televisi. Tantangan sosial pun menghalanginya untuk berkata jujur. Sempat berpikir melapor ke Indonesia Corruption Watch (ICW) dan mengekspose ke media; namun ditahan orang-orang dekatnya. 
 
Rizki drop dan depresi. Semua karena ia menyembunyikan fakta bahwa kejujuran yang dipegangnya tidak dihargai. Dia pun hanya menghabiskan masa- masa menjelang SMA dengan mengurung diri di kamar dan enggan keluar rumah. 
 
Rizki merasakan ada kehampaan ketika memasuki jenjang SMA di 2006.

"Ki, kalau kamu tidak bisa mengikuti yang mainstream (menyontek), kamu akan selalu tertinggal dari masyarakat!" Wah, ketika mendengar kata- kata itu, sungguh mental saya "berantakan". Kepercayaan saya menimba ilmu di sekolah pun lenyap seketika. Berangkat dari situ saya memutuskan berhenti sekolah di jenjang SMA," ingatnya, menjelaskan perasaanya kala itu.

Meski diterima di SMA unggulan, mendapatkan beasiswa prestasi, dan mencetak nilai tertinggi; dia sudahlah tidak bersemangat sekolah. Ia memilih putus sekolah kepercayaannya akan sekolah formal luntur. Namun, anda jangan berpikir dia benci bersekolah. 
 
Rizki masih semangat mencari pendidikan. Dia meyakinkan sang ibu, Arlina Sariani, 50, bahwa dirinya mencari pola belajar dengan caranya sendiri. "Saya menamakan jalur pendidikan SMA saya adalah unschooling," ceritanya saat ditemui Jawa Pos di Grand Indonesia.

Bukan homeschooling yang harus membayar mahal biaya pendidikan. Bukan pula mencari pendidikan non- formal. Ia memilih bersekolah sendiri di rumah, Unschooling, atau tidak mengikuti lembaga pendidikan apa- apa. Bahkan belajar tanpa pengawasan orang tua. 
 
Dia belajar sendiri di rumah. Sumber pendidikannya dia dapat dari buku- buku bekas dari saudara- saudaranya. Jangan salah sangka Unschooling berarti melawan program pemerintah untuk wajib belajar 9 tahun. 
 
Jika mau dijelaskan Rizki saat itu mengikuti program informal dari pemerintah berupa berupa pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). Sistem yang melahirkan ijasah paket. Sayang, ijasah paket kadung negatif, hanya hal tak mau berijasah paket beberapa orang malah memilih tidak bersekolah. 
 
Banyak orang putus sekolah hanya karena tak mampu secara akademis. Akses ke perguruan tinggi juga susah karena beberapa kampus tidak menerima pelamar berijazah paket ini. Yang pertama dilakukan Rizki mencari tahu, apakah dirinya masih bisa melanjutkan ke jenjang universitas. 
 
Dari informasi yang didapatkan ia tertantang untuk ikut program paket C ini. Rizki tertantang untuk mengikuti ujian paket C tersebut yang setara SMA secara akselerasi.

Diknas pun membolehkan, asal dengan syarat, ia harus mengikuti placement test yang berisi ujian akademik dan tes IQ. Dan, hasilnya, Rizki berhasil melampaui syarat ujian paket kesetaraan di bawah 17 tahun.

Sekolah otodidak


Ia menjelaskan hambatan dari belajar otodidak ialah "mengalahkan diri sendiri!". Rizki mesti berani mengatur jadwalnya sendiri. Mendisiplinkan diri dengan sistem buatannya sendiri dan waktu belajar yang sangatlah luas, sampai- sampai bisa menghanyutkan. 
 
Ibunya tidak bisa memonitor belajarnya, karena memang ia harus bekerja mencari nafkah hingga larut malam. "Mau tak mau, semua harus ditanggung sendiri," jelasnya.

Yang tersulit dalam pembelajaran yaitu menemukan caranya sendiri. Teman- teman seangkatan Rizki masih duduk di kelas 1 SMA, sedangkan ia sudah mempelajari materi kelas 3 SMA untuk ujian paket C. Tidak ada teman ataupun guru yang bisa diajaknya berdiskusi untuk membahas materi tersebut. 
 
Hal itu membuat dia sangat tertekan dan depresi. Tapi ia tetap ngotot, menggunakan metode buatan sendiri yaitu logika dan komperasi.

Untuk lolos tes paket C, dalam sehari dia menghabiskan 22 jam untuk belajar. Dia melumat pelajaran yang normalnya diambil tiga tahun menjadi setahun saja seketika. Pelajaran yang dirasa sulit dia cari jawabannya lewat internet. Dia juga rajin membaca surat kabar.

"Ujian paket seharusnya juga lebih sulit karena saya harus belajar enam mata pelajaran. Sebaliknya, ujian nasional hanya tiga mata pelajaran," tuturnya, tak sia- sia begitu ujian itu selesai ia mendapatkan nilai tertinggi.

Rizki mencetak nilai sangat tinggi dimana rata- ratanya 9 tiap pelajaran. Dia lulus SMA pada usia 16 tahun! "Saat itu pun pengawas ujian sempat menyodori saya kunci jawaban agar saya lulus. Pasti saja saya tolak," ujarnya, lantas tersenyum mengenang kisah ironi itu. 
 
Pendidikan pun dia dapatkan dengan sangat murah. Ia menyebut hanya Rp.100 ribu. "Untuk biaya fotokopi ijasah," cetusnya.

Melalui caranya itu Rizki jadi sosok yang lebih kritis. Dia tak mau begitu saja menerima ilmu yang didapat dari satu buku saja. 
 
"Karena saya terus meringkas buku, maka saya bisa mengukur kualitas suatu buku dan materi yang dirangkum di dalamnya. Saya tidak mau menerima isi konten buku begitu saja tanpa saya berusaha mencari tahu lebih lanjut kebenaran teori dan praktiknya. Makanya dalam rangkuman tersebut, saya juga menambahkan opini-opini pribadi saya atas suatu materi yang dituangkan."

Jujur saja ibunya jadi bulan- bulanan keluarga dan tetangga. Masak membiarkan anak belajar sendiri begitu kira- kira gunjingan mereka. Apalagi ketika Rizki mau mengikuti kejar paket C, seolah mentertawakan nilai ijasahnya. 
 
Padahal paket C adalah sah berdasarkan peraturan negara. Ia sendiri tak ambi pusing, toh itu sah didapatnya. Menurutnya kalau mau kuliah yang penting mau belajar, bukan secarik kertas bernama ijasah.

Itu bukan refleski kepintaran kita. Dia pun menenangkan sang ibu, "Ma, jangan ambil pusing omongan orang. Aku tahu kok apa yang sedang aku jalani!" Hebatnya, Ibunya selalu percaya sama omongan saya. Hehehe.

Sekolah sendiri


Pada tahun 2007, Rizki sukses tembus SNM PTN dan diterima sebagai mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI). Bahkan, sang dekan pun heran ada mahasiswa berijasah paket. Toh, pada 2011, pada usia 20 tahun, dia justru menjadi lulusan terbaik bahkan berpredikat cum laude.

Pengalaman panjangnya dalam sistem pendidikan itu memicunya untuk membuat sekolah gratis. Tak sekadar gratis, dia membantu murid-muridnya mendapatkan ijazah paket A, B, dan C. Yayasan pertama yang dia dirikan adalah masjidschooling. Dia menamai masjidschooling karena proses pembelajarannya bertempat di teras Masjid Baiturrahman di bilangan Bintaro.


Selain membuka yayasan, ia menjadi konsultan di firma hukum Baker and MzKenzie dan sekaligus menjadi pendiri Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB) pada 2012. Dia juga dibantu oleh koneksinya dari luar negeri seperti Meksiko dan Malaysia untuk mengajar anak- anak di YPAB. 
 
Hasilnya, mereka yang dipandang sebelah mata justru pandai berbicara bahasa Inggris cas- cis- cus. Rizki sebuah mengutarakan kebanggaan ketika muridnya sukses, meski sebelumnya dalam kesusahan.

Sudah banyak murid "unschooling" Rizki yang "naik kelas". Ada tukang jual koran menjadi pegawai admin di media. Ada pula pembantu rumah tangga (PRT) yang menjadi admin di perkantoran. 
 
Bahkan, Prihatin, salah seorang murid yang sehari-hari berjualan pisang goreng di Tanah Abang, menjadi peraih nilai ujian nasional paket B tertinggi nasional. Kini Prihatin melanjutkan paket C. Dua murid lainnya yang bekerja sebagai PRT, ungkap Rizki, akan melanjutkan kuliah.

"Pernah juga dikira tengah melakukan kristenisasi dengan antek-antek asing," papar Rizki yang kini sibuk menyiapkan diri melanjutkan kuliah school of education di Amerika Serikat. 
 
Tantangan akan selalu ada untuk yayasan miliknya. Namun, semua itu dilalui dengan baik, YPAB kini telah memiliki beberapa cabang. Selain di Tanah Abang, juga di Bintaro, kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Medan. Rencananya Rizki juga mendirikan YPAB di luar Jawa.

Dari segi kurikulum, selain menggenjot kemampuan berbahasa asing, dia juga aka menambahkan praktik- praktik entrepreneurship.

"Saya tidak memaksa murid untuk punya nilai bagus. Tapi, menekankan pentingnya kejujuran. Lihat, koruptor itu adalah orang-orang pintar, namun sudah tidak jujur sejak dalam pikiran," tegas Rizki yang juga giat di Brunch Club, komunitas pencetus ide- ide pemula bisnis TI atau Start Up itu.

Profil Bong Chandra Miliarder Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Bong Schandra

 
 
Berikut profil Bong Chandra merintis menjadi miliarder. Pengusaha muda yang telah mendapat gelar motivator termuda se- Asia. Ini bukanlah gelar tanpa beban dan dapat dibuktikan. Bong adalah pendiri Triniti Land, yang mampu mengunci penjualan Rp. 518 miliar.
 
Namanya adalah Bong Chandra, di tahun 2010, ia mendapatkan gelar "motivator termuda se- Asia" yang saat itu usianya masih 23 tahun. Suksesnya telah dimulai dari menjadi pebisnis, pembicara, dan akhirnya menjadi motivator populer se- Indonesia. 
 
Siapa kah dia? Apakah ada cerita asa dibalik kehidupannya yang sudah mapan. Dia adalah penulis buku berjudul Wealth, sengaja tidak menyelesaikan kuliah memfokuskan diri menjadi motivator dan pembicara.

Menyemangati Diri

 
Sosoknya yang masih muda bukan berarti tak punya cukup pengalaman. Bong sudah terbiasa hidup bekerja keras. Saat usianya menginjak 18 tahun, ia telah memilih fokus berbisnis daripada bersenang- senang seperti mereka seumurnya. 
 
Dengan slogan hidupnya "live begin at 20", Bong membangun mentalnya untuk menjadi panutan orang banyak. Kerja kerasnya dimulai ketika krisis ekonomi tahun 1998.

Di usia 11 tahun, kehidupan Bong kecil bisa dibilang hidup di dalam kemapanan. Dia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, putra dari seorang pengusaha kue pasangan Aditya dan Bong Sungo. 
 
Mereka hidup cukup baik hingga krisis 98. Krisis yang mulai menggerogoti usaha kue ayahnya hingga terancam gulung tikar. Sejak saat itu hidup semakin berat bagi keluarga kecil ini.

"Rumah sampai nyaris dijual," katanya saat ditemui di salah satu usaha miliknya, Free Car Wash Serpong, Tangerang Selatan.

Bong kecil mulai merasakan kegundahan sang ayah. Empatinya tergugah untuk ikut membantu usaha kedua orang tuanya. Tapi bagaimana? Ia hanya bocah 11 tahun kala itu, tak mau kehilangan akal, Bong kecil mulai menjual sisa potongan kue dari pabrik ayahnya ke sekolah. 
 
Tak banyak bisa dihasilkan dari usaha itu, tapi ini lebih baik daripada berpangku tangan pikirnya. Pertama kali menjual kue, ia merasakan gengsi, tapi ia tidak indahkan itu.

Meski menderita penyakit asma dan tubunya ringkih, bukan berarti dia tak berani berjualan. Dia makin giat mengembakan bisnis seiring waktu berjalan. Saat itu, dari sekedar menjual kue beralih ke menjual aneka parfum. "Saya menjual parfum dan VCD (cakram padat)," kenangnya. 
 
Setelah masuk SMA, ia bersama seorang temannya nekat berbelanja pakaian ke Bandung untuk dijual kembali meski waktu itu tak punya duit. "Modalnya kepercayaan," katanya gampang. Pagi sekali nih mereka berangkat, sore kembali ke Jakarta dengan membawa setumpuk baju yang siap dijual. 
 
Bong membuka lapaknya di Senayan dan Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan. Ia juga menjual pakaian seragam kepada rekan dan adik kelasnya. Bong sadar betul dia harus membuang jauh- jauh sifat peduli akan cemooh orang- orang disekitarnya. 
 
Ia sadar betul hidup tak lagi mudah, dan mereka cuma akan menjadi satu hambatan jika didengarkan Dan, seorang teman menyindirnya, "seumuran kita harusnya bersenang-senang," ujar Bong menirukan temannya. 
 
Tapi ia berkukuh pada pendiriannya. Beruntung, orang tuanya rajin memberi nasihat tentang arti kesabaran. Bong dikenal gemar membaca buku- buku motivator dunia seperti sosok Donald Trump, membuatnya punya impian sendiri. "Keinginan sukses makin besar," jelasnya. 
 
Kegemaran ini memudahkannya memotivasi diri. Ia mulai menasihati temannya yang patah semangat. Ada satu yang ia sadari setelah sekian lama berbisnis. Ia memiliki asa untuk menyemangati hidup orang lain. 
 
Bong pun mengajak lima orang rekannya, bersama mereka membuka event organizer kecil. Fokusnya waktu itu memberikan pelatihan motivasi. Jujur saja, kala itu sebenarnya Bong dan rekan sendiri ragu mau dibawa kemana usahanya itu nanti.  
 
Sasaran pertamanya mereka orang- orang terdekat. "Saya diminta beberapa rekan satu jemaat di gereja," ujarnya.

Investasi Properti

 
"Ini investasi saya," katanya lebih lanjut. Apalagi tujuan bisnis ini tidak melulu tentang mencari uang. "Saya memperluas pertemanan," katanya. 
 
Dan lewat sebuah kesempatan ia mulai menjalankan event pertama nya di sebuah perusahaan di Jakarta. Profil Bong Chandra, awalnya memotivasi para karyawan pemasarannya. Selama dua tahun pertama, ia hanya memungut biaya operasional saja. 
 
Di event itu, Bong sendirilah yang berdiri di depan mic membawakan motivasi. Dia belum menjadi miliarder tetapi percaya. Ternyata usahanya yang tak ngotot melulu tentang uang membawa uang. Maksudnya dari hanya memungut biaya operasional, ia berkenalan dengan banyak orang disana. 
 
Pergaulan Bong bertambah luas menggurita. Alumnus SMA Kalam Kudus Jakarta ini mendapatkan teman dari 90 ribu peserta pelatihannya, yang kebanyakan para pelaku bisnis sukses. "Kalau teman kita sukses, kita akan kecipratan sukses," katanya. 
 
Keyakinannya yang kerap mengisi pelatihan di kalangan pebisnis properti ini benar. Ia mulai diajak sesama pembicara saat memberikan pelatihan di Real Estate Jawa Timur. Awalnya sih Bong cuma sekedar mencarikan investor untuk pembangunan properti seluas 5,1 hektare di kawasan Ciledug, Tangerang. 
 
Meskipun gagal, rekannya itu tak kecewa, justru memintanya bergabung menjalankan bisnis ini. Cukup mengejutkan karena dia bisa dibilang orang baru di bisnis properti. Dia bersama kedua temannya menjalankan perusahaan properti senilai Rp 180 miliar sejak Januari 2011.

"Ini modal networking," katanya. Setiap orang harus menyetorkan modal Rp.500 juta. Lalu, Bong bersama kedua temannya membeli tanah seluas lima hektar seharga Rp30 miliar di Ciledug. Modal sekitar Rp1,5 miliar digunakan sebagai tanda jadi pembelian tanah di Ciledug. 
 
 
Bong dan kedua temannya itu membeli tanah dengan cara mencicil dua tahun sambil mengembangkan tanah dengan membangun Ubud Village. Kemudian mereka membangun bendera bernama Triniti Property.

"Cari nama untuk perumahan yang bagus dan memiliki konsep yang kuat. Setelah itu pecah jadi unit-unit kecil agar harganya bisa bersaing. Berikan program cicilan yang lebih panjang," kata Bong membocorkan sedikit dari rahasia suksesnya kepada VIVAnews.

Berkat kemampuan bicaranya pula, Bong berhasil memasarkan sekitar 300 rumah dan 65 ruko di daerah Ubud Village dengan berbagai cara marketing dalam setahun. Caranya antara lain mengkonsep perumahan berbeda, yaitu dengan nuansa Bali, dan membuat berbagai unit-unit ekslusif. 
 
Di Ubud Village, Trinity Property mempunyai nilai investasi sebesar Rp180 miliar. Keberuntungannya terus bergulir setelah terus bekerja keras. Pelan tapi pasti banyak tawaran mengajaknya berbisnis bersama.

Menulis buku


Selain properti, Bong mendirikan bisnis pencucian mobil. Usaha ini dibangun di Buah Batu, Bandung, dan Serpong. Kini ia menjalankan tiga usaha dengan karyawan mencapai sekitar 100 orang. Menjadi pembicara motivasi menyibukan hari- hari Bong selain sibuk berbisnis. 
 
Ia akhirnya memutuskan berhenti kuliah di Jurusan Desain Grafis Universitas Bina Nusantara. Setelah tidak kuliah, satu- satunya pilihan Bong adalah menjadi motivator yang sukses, terus memotivasi orang- orang diluar sana.

Meski dia sudah berbicara di hadapan 15 ribu orang per tahun, mulai mahasiswa, ibu rumah tangga, dosen, ahli hukum, dokter, pengusaha, hingga CEO, Bong tetap menyebut dirinya sosok pribadi yang tertutup. 
 
"Saya tidak mudah akrab," katanya. Bong juga mengenali dirinya sebagai orang yang lambat bertindak. "Saya menuntut sempurna jadi kerap lama berpikir."

Menyempurnakan karirnya, Bong menulis buku berjudul "Unlimited Wealth dan The Science of Luck". 
 
Berbagai perusahaan, termasuk perusahaan nomor 1 versi Fortune 500 tahun 2009 menggunakan jasanya sebagai motivator. Saat ini Bong telah memimpin sekitar enam perusahaan. Ia bahkan dikabarkan tengah membangun hotel bintang lima di Jimbaran, Bali dengan nilai investasi Rp1 triliun.

"Semua pencapaian dimulai dari nol bahkan utang. Ini membuktikan bahwa yang terpenting bukan siapa anda sekarang, tetapi ingin seperti apa anda besok," katanya.

Saat ini Bong Candra menempati posisi sebagai pimpinan dari tiga perusahaan besar yaitu PT. Perintis Triniti Property, PT. Bong Chandra Success System, dan PT. Free Car Wash Indonesia. Kesemuanya merupakan hasil kerja keras dari Bong yang ia mulai benar benar dari Nol. 
 
Memang sukses tidak akan menunggu usia, manfaat kan apa yang ada sekarang, dan raih apa yang anda impikan. Itulah kenapa usia dua puluh tahun merupakan awal bukanlah akhir. Pengusaha muda ini menerapkan konsep kerjasama operasi lahan.

PT. Perintis Trinit Tbk, atau Triniti Land, hampir semua sistem kerjanya kerja sama pemilik saham. Di Triniti

Bio Data Bong Chandra


Nama Lengkap: Bong Chandra
Nama Panggilan: Bong
Profesi: Motivator , Pengusaha, Penulis
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, Minggu, 25 Oktober 1987

Pendidikan:

- SMA Kalam Kudus Jakarta
- Universitas Bina Nusantara (Tidak Tamat)

Penghargaan:

- "Forty under Forty", 40 tokoh sukses  dibawah usia 40 tahun, Majalah Fortune Indonesia tahun 2010
- Motivator Termuda di Asia, tahun 2010 (usia 23 tahun)

Social Media

www.facebook.com/bongchandra
www.twitter.com/BongChandra
www.bongchandra.co.id

Biografi Billy Boen Motivator Young On Top

Biografi Pengusaha Billy Boen

 
billyboen.png
 
Sedikit biografi Billy Boen sang motivator Young On Top. Sukses usia muda, siapa sih yang tidak akan tertarik jaman sekarang. Terdapat nilai tersendiri jika di usia muda kita sudah berhasil mendaya gunakan diri kita secara optimal. 
 
Billy Boen menjawab setiap pertanyaan "apakah kita bisa sukses di usia muda?" Dia menjawab, berpikir besar, bekerja besar itulah seorang pemuda yang dikenal dengan konsep Young On Top -nya. Ia mengaku suka pesta, bergaul, dan bersenang- senang. Tapi ia masih memiliki kerja kerasnya.

Pendeknya, ia menjalani pola work hard, play hard.

Perjalanan karir Billy Boen


Lahir di Jakarta, 13 Agustus 1978, dia adalah merupakan putra dari ayahnya yang bernama Henry Boen. Ia yang kini telah menjadi seorang pengusaha sukses tentunya tidak terlepas dari peran ke kedua orang tuanya, terutama sang ayahanda. 
 
Dari sang ayah Billy menjadi sosok yang siap untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Ayahnya mengajarkan nilai nilai positif tentang bagaimana menjadi pemimpin besar kelak, menghargai waktu, ber-attitude baik dan masih banyak lagi.

Hal tersebut nampaknya yang ia tetap bawa hingga saat ini. Tahun 1999, ia melanjutkan pendidikan di Utah State University (USU), Amerika Serikat untuk mengambil S-1 jurusan manajemen. Lalu dilanjutkan ke S-2 setelah cukup dua tahun saja ia menyelesaikan program sarjananya. 
 
Dia melanjutkan S-2 di State University of West Georgia. Ia sukses mendapatkan title Mba dari almamaternya tersebut hanya dalam waktu 1 tahun saja, dan yang lebih membanggakan ia juga lulus dengan predikat cumlaude.

Itulah modal berharga yang ia bawa pulang ke tanah air untuk mulai menapaki jenjang karir, di usianya yang masih muda 22 tahun. Sepulang dari menempuh pendidikan Billy langsung tancap gas. Ia mulai mencari pekerjaan sesuai passion -nya. 
 
Pada sekitar tahun 2000 -an, dia mulai menapaki masa karirnya di dunia kerja. Dengan pencapaian prestasi akademis yang membanggakan, tentunya ia tidak perlu kesulitan mencari spot pekerjaan pada waktu itu.

Hingga pilihan jatuh pada salah satu perusahaan besar yang bergerak dalam bidang peralatan sport PT Berca Sportindo. Dia masuk di perusahaan besar pembuat merek "Nike". Kerjanya pun strategis sebagai asisten manajer membawahi divisi footwear. 
 
Dengan hasil kerja yang memuaskan, dia diangkat menjadi manajer sendiri di divisi lain perusahaan. Hanya dalam waktu satu tahun, ia mendapatkan promosi menjadi manajer all divisions manager, membawahi setiap divisi yang ada meliputi bagian footwear, apparel, aksesoris, dan perlengkapan.

Puncak karir Billy di perusahaan tersebut Berca Sportindo dicapai saat ia akhirnya ditunjuk sebagai Manajer Penjualan & Pemasaran Nike. 
 
Tanggung jawabnya pada waktu itu tidak sembarangan, ia memegang masuknya merk Umbro ke Indonesia dan juga merek footware (sepatu) League yang saat itu masih mulai dikembangkan. Tahun 2005, ia memutuskan untuk masuk ke perusahaan lain yaitu Oakley Indonesia. 
 
Masuk ke pekerjaan baru membawanya ke tantangan baru, yang tidak selalu mudah. Namun integritas dan dedikasinya yang tinggi, berhasil membawanya menjadi General Manager di perusahaan Oakley Indonesia dalam waktu satu tahun sejak pertama kali bergabung. 
 
Sekaligus juga telah mengokohkan dirinya sebagai GM perusahaan Oakley termuda yang ada di dunia. Merupakan Pencapaian yang luar biasa tentunya. 
 
Sukses lain, tahun 2006, biografi Billy Boen bersama rekan Rudy Buntaram, ia mendirikan Jakarta International Management (JIM) yaitu sebuah perusahaan multi usaha yang bergerak di bidang seperti fashion hingga consultan. 
 
Tidak berhenti berekspansi, pada tahun 2008 jejak karirnya tertaut pada salah satu perusahaan, Grup MRA (Mugi Rekso Abadi). Dia menjabat sebagai kepala divisi F&B yang membawahi beberapa café kenamaan seperti Rock Cafe Jakarta, Hard Rock Cafe Bali dan Haagen-Dazs.

Saat ini tercatat aktif sebagai CEO dari PT. YOT Nusantara. Dia lah motivator Young On Top. Billy mengajak anak muda lebih bersemangat.

SejarahYoung On Top


Pada awalnya, YOT  adalah sebuah mereka yang dulunya merupakan judul buku yang ia tulis "Young On Top". Buku tersebut merupakan buah pikirnya yang berisi langkah meraih kesuksesan dalam usia muda. Tentu semuanya berdasarkan pengalamannya sendiri. 
 
Buku yang telah menginspirasi banyak anak muda di Indonesia tersebut nampak nya  merupakan salah satu pencapaian tertinggi dari seorang Billy Boen. Karena potensinya membantu menyemangati pemuda Indonesia makan dijadikanlah proyek lain.

Billy memutuskan untuk mengembangkan merek Young On Top di dalam satu perusahaan, yaitu PT. YOT Nusantara.

"Ketika saya mampu memberikan kontribusi positif terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekeliling saya. Dengan buku Young On Top yang saya tulis, saya tidak hanya memberikan pengaruh positif terhadap orang-orang yang saya kenal, tapi kepada orang-orang yang membeli buku saya meski saya tidak mengenal mereka. Sungguh perasaan senang yang belum pernah saya rasakan sebelumnya." -Billy Boen

Yoris Sebastian, Chief Creative Officer OMG Creative Consulting, amat terkesan pada sosok pria 30 tahun ini. Lelaki yang pernah menjadi GM termuda di Hard Rock Cafe se-Asia Pasifik ini, menilai Billy sebagai sosok unik, berbeda dari kebanyakan anak muda yang baru tamat kuliah dari luar negeri. 
 
"Billy selalu memilih pekerjaan yang dia suka dan punya peluang bagus, meskipun gajinya bukan yang top," ujar Yoris.

Sebagai anak gaul masih bisa menulis kata- kata "I'm so far from that, I'm a party person" dalam bukunya. Ini merujuk bahwa meski sukses usia muda bukan berarti anda kehilangan masa muda. "Saya waktu itu jadi GM Oakley yang termuda di seluruh dunia," ujarnya bangga. 
 
Hanya dalam tiga tahun, Billy yang saat itu masih berumur 26 tahun, telah berhasil menaikkan penjualan Oakley hingga tiga kali lipat. Karyawan pun bertambah dari 80 menjadi 240 orang. "Itulah yang saat itu menjadikan penjualan Oakley Indonesia bisa lebih bagus daripada Ray Ban."

Pada 2008, saat berusia 29 tahun, ia digaet Grup MRA, dengan jabatan Kadiv. F&B. "Waktu itu saya membawahkan tiga entitas bisnis – Hard Rock Cafe Jakarta, Hard Rock Cafe Bali, dan Haagen-Dazs – dengan total 500 karyawan," kata Billy bangga. 
 
Namun, ia hanya bertahan kurang dari dua tahun. Rupanya setelah itu ada tawaran lain yang lebih menggoda, yaitu menjadi Direktur Rolling Stone Indonesia. "Saya sempat merasakan comfort zone di MRA Group," katanya mengakui.

Tentang JIM, perusahaan yang didirikan Desember 2009, perusahaan yang mendukung industri fasion. JIM memiliki beberapa divisi, yakni: agensi model (JIM Models), manajemen artis, event organizer, fotografi, fashion consulting dan JIM FTV performing academy (bekerja sama dengan FashionTV Indonesia). 
 
Billy mengklaim JIM Models kini sudah menjadi agensi model terkemuka di Indonesia. Adapun manajemen artis, JIM Artist Management telah menangani sejumlah artis top seperti Aline Adita dan Fedy Nuril.
 
Dia menyebut gaya kepemimpinannya seperti seorang pelatih (coach). Sebelum bertanding dia lah pemberi arahan kepada para pemain. Tapi jika di lapangan, ia berdiri di samping mengamati jalannya tugas sambil  menentukan berbagai strategi, siapa yang akan menjalankan dan berimprovisasi adalah bawahannya atau pemainnya. 
 
"Dia memang tipikal pekerja yang practical," ujar Yoris menilai Billy. Itulah sebabnya, ia melihat Billy memiliki lebih banyak waktu untuk hang out.

Toh, menurut Yoris, Billy sosok yang punya tujuan jelas. "Dia memiliki management by objective yang jelas, dan dia bisa capai." Pada April 2009, Billy menulis buku berjudul Young on Top yang diterbitkan oleh GagasMedia. Hingga kini buku itu sudah lima kali cetak ulang loh. 
 
"Ternyata sampai saat ini di semua cabang Gramedia, buku saya masih di jajaran buku laris," ujarnya bangga. Ke- depan, suami Chatpalee Kiangsiri Boen dan ayah James Chatphimuk Boen ini ingin lebih banyak lagi berbagi lagi.

"Saya ingin menulis lebih banyak buku lagi," ujar Billy yang punya program siaran rutin dengan mengundang wirausaha sukses untuk berbagi kisah sukses siaran udara. Ketika ditanya apa rahasia keberhasilannya, ia hanya menjawab dengan satu kata yaitu: network (jaringan). 
 
Ia meyakini orang tuanyalah yang paling berpengaruh dalam hidupnya sebagai landasan. Sejak kecil, diceritakan Billy, Henry Boen (ayah) dan Liana Boen (ibu) mengarahkan anaknya dengan cara yang baik, tanpa paksaan sama sekali. 
 
Bahkan hal ini terjadi ketika ayahnya ingin menyekolahkannya ke AS, tetapi ia lebih memilih sekolah di Indonesia.

Ia ingat saat itu ayahnya memintanya mengunjungi kakaknya, Berry Boen, yang sedang belajar di AS. Ia diajak kakaknya berkeliling kampus dan berbagai tempat menarik lainnya. Kembali dari liburan, ia mengaku tertarik ingin kuliah di AS.

"Hingga sekarang, saya masih terkesan dengan cara mendidik orang tua saya," kata Billy, yang aktif mengajak anak muda menjadi pengusaha.

Nama Chiat Peng Pengusaha Bidang Konsultasi

Profil Pengusaha Chiat Peng

 
chiatpeng.png
 
Menjadi pengusaha bidang konsultasi masih menjanjikan. Nama Chiat Peng, usianya 34 tahun, memiliki pandangan, "bila dia bisa maka saya bisa!". Pandangan inilah menjadi modal Chiat Peng maju. Dia gigih dan bekerja keras. Ia bahkan tertantang malukan hal sama dengan pengusaha sukses.

Tertantang menjalankan wirausaha walau tanpa pengetahuan. Nama Chiat Peng masih kecil tidak punya pendidikan menonjol. Tetapi dia memiliki tekat ketika memiliki kemaun. Sampai ketika dia masuk kuliah mulai berprestasi.

Dia lantas menjadi staf pengajar Universitas Tarumanegara. "Saya tidak pernah berpikir untuk mengajar. Dari segi prestasi saya biasa- biasa saja, dari pengalaman mengajar, saya tidak punya apa- apa," ujarnya lagi.

Chiat Peng mengaku terinspirasi seorang dosen baik. Dia masih muda. Mendedikasikan hidupnya menjadi pengajar. Terinspirasi hingga kagum sampai mulai belajar lebih tekun. Sang dosen lantas mengajaknya menjadi asisten dosen.

Ia selalu tertantang melakukan sesuatu. Di kiri ke kanan, dirasakan butuh tantangan baru, Chiat Peng mulai melirik orang- orang sukses sekitarnya. Mereka makan nasi. Dia makan nasi. Sama- sama makan nasi kenapada dia tidak bisa sukses mereka.

"Mereka kan makan nasi, saya juga makan nasi. Kenapa dia bisa begitu, kok saya tidak bisa? Saya terinspirasi. Suatu hari, mungkin tidak setahun atau dua tahun, tetapi saya pasti bisa seperti itu," tegas dia.

Chiat Peng bekerja keras hingga menjadi seperti orang disekelilingnya. Maka inilah yang membawa nasibnya sampai ke Negeri Paman Sam. Dia menyandang gelar MBA. Itu berkat kerja keras bahkan sampai menyiapkan diri demi tes TOEFL.

Dia bahkan mengulang tes berkali- kali. Kegigihan mempelajari pelajaran memunculkan kebosanan. Ia tetap belajar dan gigih sampai sukses. Setiba ia di Amerika malah mendapatkan hantaman keras. Krisis moneter mendera dunia termasuk Indonesia.

Kondisi keuangan sulit sampai krisis moneter usai dan masuk reformasi. Ia pun memohon kepada pihak dekan universitas untuk mempercepat studi. Namun disyaratkan harus belajar lebih keras bila dipercepat. Chiat Peng belajar lebih keras dibanding mahasiswa lain.

Ia bekerja paruh waktu menjadi asisten profesor. Juga menjadi staf bekerja di lab. Dia juga mengambil banyak mata pelajaran. Dia sampai bermalam- malam mengerjakan tugas di perpustakaan. Tidurnya beberapa jam saja dan sudah menjadi makanan sehari- hari.

Itu semua dibutuhkan demi menyelesaikan studi cepat. Begitu lulus dia berangkat ke New York buat mencari tantangan lagi. Teman sahabatnya orang Amerika menceritakan impian. Bahwa inilah tanah peluang bila kamu mau berjuang.

"This is land of opportunity. If you say you can work here, you can be successful." Chiat Peng yakin bahwa akan sukses ketika menginjakan kakinya. 

Dalam dua bulan, sesuai ditargetkan, ia menjadi assistant to marketing director di salah satu kantor di New York. Pengalaman menjadi pegawai menempanya bekerja lebih keras. Terutama kendala bahasa harus dapat diatasi berbagai cara.

Inilah batu loncatan karirnya lebih tinggi ketika kembali ke Indonesia. Chiat Peng bijak menyadari ini tidaklah akan mudah. Proses dilaluinya melalui selalu belajar dan bekerja keras. Banyak keluar rumah merupakan cara jitu tetap terinspirasi.

Temuilah sebanyak mungkin pengusaha muda. Balajarlah dari mereka sampai bersemangat kembali dari keterpurukan. Dia tetap menjadi sosok tertantang. Akhirnya Chiat Peng menjadi pengusaha bidang konsultasi. Usaha konsultasi ini yang menspesialkan sales management.

Berbekal pengalaman 10 tahun menjadi modal. Dia menawarkan jasa konsultasi selling skill. Dilihat banyak perusahaan membutuhkan penanganan selling. Pengusaha muda ini kemudian memberikan aneka advice. Ia pun menjadi pembicara sampai menjadi trainer.

Chiat Peng akan membantu perusahaan lain. Inilah sosok trainer sukses yang bernama lengkap, Tjiauw Chiat Peng, trainer sekaligus eksekutif muda aktif.

Motivator Ari Chandra Ayo Belajar Wirausaha

Profil Pengusaha Ari Chandra

 
arichandra.png
 
Nasib tragis pernah menimpa motivator Ari Chandra dulu. Dia kini sibuk mengajari belajar wirausaha. Nama lengkap Ari Chandra Kurniawan, berusia 24 tahun, senang akan kehidupan malam sampai merusak hidupnya kelak. 
 
Hingga ia mampu berrubah menjadi positif. Dia kini menjadi motivator berkelas internasional. Bagimana Archan bisa menyukai dunia malam. Kisah bermula dari Archan yang telah mandiri sejak dini. Usianya 9 tahun sudah mencari uang sendiri.

Dia pernah berjualan koran, berjualan ikan, dan membuat kacamata berbahan plastik bekas. Uang baginya bukanlah perkara sulit dia dapatkan. Beranjak dewasa jualan Archan mulai lebih berkualitas. Hingga ia mampu buat membiayai kuliah sendiri.

Archan kemudian berjualan produk multi- level marketing CNI. Tentu keuntungan lebih tinggai dibanding berjualan koran. Dunia penjualan sudah mendarah daging baginya. Walau penolakan datang dan cercaan selalu muncul ketika jualan.

Belajar wirausaha termasuk jualan dari pintu ke pintu. Archan sudah siap ditolak. Namun Archan terus berjualan sampai berhasil. Kemudian Archan mengajak beberapa teman membangun bisnis. Belajar wirausaha termasuk bekerja sama.

Dia mengajak teman- temannya membuka event organizer (EO). Archan berhasil mengadakan acara berkelas nasional. Alumni Universitas Trisakti, Sekolah Tinggi Manajamen Transpor Udara, yang makin memiliki jaringan pertemanan luas.

Archan pernah ikut komunitas breakdance. Mereka kemudian diajak aneka acara di kafe atau diskotik seantero Jakarta. Archan terus memenangkan aneka kompetisi tari. Dia pernah menjadi bintang iklan sepatu. Inilah cikal dia sangat menyenangi dunia malam sampai suatu hari.

Dia bertemu sosok Reza M. Syarif M.A. MBA. Reza dikenal motivator, dan grandmaster motivator Indonesia. Lewat dia berubahlah Archan menjadi lebih baik. Reza mengajak Archan hidup lebih baik tanpa membuang masa muda.

Buktinya dia membangun Spinners Club, tempatnya anak- anak muda berbakat. Dia juga membangun bisnis warung tenda 4Rest. Archan pun menjadi presiden direktur PT. Maha Andalan Gemilang, di bawah bendera Maha Corporation yang bergerak general trading dan suplier.

Archan memiliki gaya berbicara lantang. Alhasil dia dijuluki motivator "Sang Provokator", dan punya 300 jam terbang pelatihan. Cita- citanya memprovokasi anak muda jadi pengusaha. Dia memiliki target mengajak 170.845 pemuda menjadi pengusaha 2010 silam.
 
"Pemuda jangan hanya membuat kisah, tapi membuat sejarah," tutupnya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba