Jasa Barbershop Panggilan Pengusaha Muda Inggris

Profil Pengusaha Darren Tenkorang


jasa barbershop online
 
Pengusaha muda Inggris ini memberikan ide bisnis kamu. Dia menciptakan aplikasi jasa berbershop panggilan. Namanya Darren Tenkorang pendiri Trim It berbasis aplikasi smartphone. Trim It punya konsep layaknya aplikasi Uber, dimana kamu bisa memanggil tukang potong ke rumah.

Tinggal pencet langsung tukang cukurnya datang ke rumah. Didirikan oleh pemuda asal London, dia merasakan betul pengalaman tidak menyenangkan. Bayangkan dia sempat "kecukur" karena masalah sepele. Dia kecukur karena sang tukang tengah asik mendukung klub Arsenal.

Aplikasi Barbershop


"Saya harus menunggu berjam- jam dan ada waktu ketika tukang cukur menonton televisi," ia lalu melanjutkan. Arsenal mencetak gol hingga membuatnya melompat. Si tukang cukur bersorak girang dan mencukur rambutnya.

Ini pengalaman buruk sepenjang pengalaman mencukur. Kemudia dia berpikir mau berbuat apa biar tidak terjadi lagi. Bukan cuma pristiwa "kecukurnya" tetapi juga pengalaman menunggu. Dia sudah tidak betah menunggu lama- lama.

Ia membayangkan cukur rambut seperti membuat baju. Bayangkan dijahitkan khusus buat kamu agar cocok. Pengalaman pelayanan khusus buat costumer langsung datang. Darren bahkan membayangkan menaruh barbershop ke belakang van mobil.

Tukang cukur akan berkeliling menjajakan jasa panggilan. Ini terdengar konyol waktu tersebut tetapi sekarang tidak. Model bisnis nampak tidak baru ketika digabungkan teknologi. Ide bisnis konyol ini tidak masuk akal tetapi logis dalam sisi lain.

Ada lima mobil dengan empat orang pegawai tukang cukur. Trim It ternyata sangat menarik hati para pelanggan. Perjalanan tersebut tidak mudah karena pasti muncul turbulensi. Tanggapan masyarakat yang nampak meragukan hingga masalah komplain.

Perkembangan bisnis Darren telah mencakup pemilik barbershop. Aplikasi tidak hanya lagi memberi tukang cukur miliknya. Tujuannya berubah menjadi memberi saran tempat terbaik, terdekat, hingga memberi nilai tambah. Ia ingin meningkatkan penjualan barbershop yang bekerja sama.

Kredibilitas menjadi permasalah utama bagi dirinya. Bayangan model bisnis ini sekarang sudah bisa diterima. Tetapi apakah dia mampu menaikan pendapatan hingga mengganjar loyalitas. Tidak mudah membuat costumer menjadi pelanggan, hingga percaya bahwa tukang cukurnya berkualitas.

Tidak kurang 320 tukang cukur bergabung dari Amerika sampai Spanyol. "Layanan kami seperti hal Deliveroo, atau Uber Eat, tetapi bukannya mengantar makanan, kami mengantar gaya rambut," ia menjelaskan.

Menjajaki Entrepreneurship


Menjadi entrepreneur atau pengusaha sudah menjadi tren baru. Bagi beberapa pria kulit hitam, pergi ke barbershop termasuk bersosialisasi dan nongkrong. Tetapi banyak membuang waktu. Tidak semua orang butuh nongkrong di barbershop; ini bukan kafe karena kamu bisa tercukur.

Dua warga London ini memandang membutuhkan revolusi. Perpindahan fungsi berbershop menjadi tempat nongkrong tidak sehat. Mereka pun memberikan jasa barbershop panggilan via aplikasi. Nanti orang tinggal memanggil, datanglah mobil van hitam, dibuka akan muncul tempat barber mini.

Itu semua nampak sempurna dengan kaca cukur, kursi, peralatan cuci rambut dan gunting. Banyak varian gunting hingga cocok buat bergaya. Pengemudi adalah tukang cukurnya, akan langsung saja mengambil celemek buat potong, bisa pula memakai cliper elektrik jadi bisa cepat.

"Generasi saya menyukai semua kemudahan diatas segalanya, kamu rasakan sendiri," dia semakin yakin.

Darren tumbuh di Brixton, Selatan London, dimana ibunya bekerja sebagai tukang bersih- bersih dan ayahnya satpam. Pemuda keturunan Afrika- Caribian dengan rambut agak afro. Mereka aslinya dari Ghana yang datang pada tahun 1980 di Inggri.

Kedua orang tuanya bermimpi Darren jadi bangkir atau pengacara. Kuliah merupakan opsi terbaik bagi dirinya. Namun, Darren merasa ini tidak benar, susah menentukan pilihan mana. Dia merasa tidak cocok dengan kedua pilihan itu.

Pemikirannya melayang hingga ingin bercukur rambut. Pikiran konyolnya bertemu dengan suatu tempat barbershop. Uniknya sang pemilik sama dengan dirinya keturunan Caribian. "Saya merasakan saya bisa Ok disini, seperti berasa di rumah," ia melanjutkan.

Afro- Caribbean punya rambut unik tidak sekedar keriting. Butuh ahli khusus yang paham akan seluk beluknya. Dia selalu merasa cukurannya bagus bila dikerjakan sang ahli. Ia lebih senang bila tukang cukur mengakui tidak bisa. Banyak orang tidak mau menolak mencukur bila dihadapatkan ini.

Mereka terlalu "sopan" menolak memotong rambut Darren. Hasilnya cukuran yang sangat buruk dan ini masalah. Memilih mengambil jurusan bisnis membuatnya fleksibel. Lulus dia langsung masuk ke dunia asuransi korporasi. Ini setidaknya memberikan apa orang tua harapkan walau berbeda.

Daripada bekerja masuk ke dunia asuransi apalagi perbankan: Darren memiliki pola pikir bebas sehingga lebih condong wirausaha. Apalagi dia merupakan penderita disleksia maka berat. Bekerja di korporasi dianggapnya berat.

Pada awalnya dia hanya mengira- ngira sendiri. Derren lalu mencari opini profesional, hasilnya benar dia memang disleksia, lalu menyampaikan ke orang tua. Ternyata ibunya telah mengetahui masalah tersebut, bahkan sejak sekolah menengah tetapi tidak menyampaikan.

"Dia berpikir kalau  memberi tahu saya akan menjadi penghambat," jelasnya.

Ternyata benar dia mengalami ketakutan akan dunia korporasi. Dengan segala angka- angka yang harus dipertanggung jawabkan. Beban tersebut tidak begitu berarti ketika berwirausaha. Ia memilih jalan entrepreneurship. Cepat- cepat Darren memulai membuka usaha tetapi tidak berkembang.

Ia menciptakan aplikasi algoritma menganalisi orang. Darren mencoba membangun aplikasi bimbel buat pelatihan. Ini kemudian berkembang dilanjut mengikuti ajang entrepreneurship. Dia mendapat hadiah tetapi memilih tidak melanjutkan.

Darren ingin membuat bisnis barbershop online. Bayangan waktu remaja potong rambut ke barber melekat. Ia ingin menciptakan layanan  spesialis seperti buat Afro- Caribbean. Kemudian meluncur ke sosial media. Dari kecil dia biasa dibawa ayahnya berkunjung ke barbershop seekitar.

Mereka akan dipotong rambut sembari nongkrong. Berjam- jam keduanya duduk ditemani televisi menayangkan sepak bola. Pengalaman menyenangkan hingga ia memasuki masa dewasa. Darren lalu merasakan ini membuang waktu.

"Saya muak harus menunggu dipotong rambut, terutama ketika Jum'at atau Sabtu," ia menjelaskan.

Generasi sekarang menginginkan kecepatan ketika waktu tidak cukup. Mereka ditekan kesibukan di dunia pekerjaan atau menghabiskan waktu di tempat lain. Bila mau nongkrong maka bukanlah tempat cukur rambut.

Maka hadirlah ide aplikasi booking salon terbaik, memilih tukang cukur, hingga gaya rambut. Awal dia berpikir begitu tetapi tidak aplikatif. Apalagi faktanya tidak banyak barber memiliki keahlian yang spesifik. Dia lebih enjoy mempekerjakan orang langsung dan memakai mobil menjadi salon.

Berbisnis Bersama


Ia tidak sendirian karena bertemu Nana Darko. Bertemu dengan rekannya ini ketika berlomba di Unversity of Sussex. Almameternya memberikan hadiah 10 ribu pound kepada Darren. Kemudian ia mengajak sesama finalis, Nana Darko, mengerjakan proyek tersebut bersama.

Darren meyakinkan Nana bahwa mereka akan kaya. Sang rival sama- sama keturunan Afrika, yang memiliki mimpi berbisnis di Kota London. Dari semula terbatas spesialisasi Afro- Caribbean, lalu mereka merambah ke semua jenis rambut dan melebarkan sayap jangkauan.

Bekerja keras mereka menghasilkan 2000 booking sebulan. Masalah muncul ketika mereka bekerja sama dengan barber. Banyak orang memberi tanggapan negatif akan rekan barber. Disisi lain mereka mengejar pengembangan hingga tidak mendapatkan untung.

Tahun 2017, Darren memutuskan bekerja di perusahaan multi- nasional dibidang judi olahraga. Dia masih menjalankan bisnis Trim It. Mereka masih berharap bisnis tersebut akan berjalan. Uang modal habis hingga kering bisa membuat bisnis startup gagal total.

Mereka akan lenyap karena gagal menghasilkan pendapatan. "Keraguan dan ego menjadi masalah keseharian saya hadapi," tuturnya. Nana tidak kalah mengalami kerugian. Alih- alih bekerja malah dia harus fokus kepada Trim It, sementara Darren mengais rejeki demi aplikasi tetap berjalan.

Nana mengorbankan banyak panggilan kerja. Ijasanya di bidang teknik sangat digemari perusahaan di masa depan. Mau bekerja pun Nana menghadapi permasalahan diskriminasi rasial. Menjadi sosok pengusaha adalah solusi baik Nana ataupun Darren.

Mereka kemudian lebih mengembangkan sisi lain ini. Pengembangan mobil barbershop diutamakan dibanding rekanan. Mereka mengambil resiko tetapi akan mudah begini. Perusahaan akan mudah hal mengawasi hasil kinerja. Keduanya lantas mengambil pinjaman ke keluarga dan teman- teman.

Total ribuan pound didapatkan buat memulai kembali. Mobil van disulap menjadi salon berbekal listrik dari mesin portable. Juli 2018, mobil ini siap dibooking penuh masyarakat, semua semakin tampak cerah ketika orang khusus datang.

Beberapa selebriti nampak memakai layanan jasa berbershop panggilan ini. Sebut saja nama musisi Charlie Sloth dan Sneakbo, yang punya ratusan ribu follower di sosmed. Ini memang sudah menjadi target Darren dan Nana. Para milenial kulit hitam yang menjadi selebriti dengan banyak follower.

Mereka generasi sibuk yang bekerja tidak cuma satu. Ambil contoh Lewis umurnya sudah 25 tahun dan bekerja. Bila dia masih 15 atau 16 tahun pasti lebih enak ke barbershop. Tetapi Lewis sekarang bekerja menajer properti dan punya bisnis sampingan; tidak punya banyak waktu.

Bila dia rindu akan suasana barbershop tinggal panggil teman. Ada kursi kecil dibelakang mobil buat kumpul dan ngobrol ringan. Sisi sampingan aplikasi Trim It ternyata lebih menghasilkan. Tanpa dia dipusingkan kerja sama, malah menghasilkan 6 digit angka dalam poundsterling.

Alhasil perusahaan Trim It menghasilkan lebih banyak investasi. Mereka menyadari lebih banyak orang kulit hitam di pusat kota. Mereka yang telah sukses baik karir maupun usaha. Para pria kulit hitam yang memiliki lebih banyak uang, tetapi kekurangan waktu buat pergi ke barbershop.

Kedua orang tuanya dulu sekitar 20 tahun lalu tidak setuju. Membayangkan anaknya menjadi tukang cukur sangat buruk. Untung Darren melakukan ini selepas mereguk pengalaman dunia korporasi.

3 Pengusaha Muda Anak- Anak Calon Orang Kaya

Daftar Contoh Calon Miliarder


pengusaha jutawan muda

Banyak pengusaha muda anak- anak bermunculan. Mereka adalah calon- calon orang kaya. Meski diusia sangat belia sudah merasakan arti bekerja keras. Menjadi muda anak- anak bukan berarti tidak mampu atau tidak tau akan apa yang dilakukan.

Mereka jadi jutawan karena memulai bisnisnya sejak dari sebuah mimpi. Dengan sedikit dorongan, pebisnis muda bisa menghasilkan sesuatu. Mereka juga sama, sama- sama pekerja keras, menikmati prosesnya, mereka adalah jutawan kini dan miliarder kelak.


Anna dan Sarah Levinson menghasilkan dollar pertama mereka melalui cat kuku di rumah, ketika mereka masih remaja (berusia 14 dan 17 tahun). Meskipun seluruh proyek dimulai dari bersenang- senang di dalam mencampur dan membuat berbagai warna.

Mereka akhirnya bisa memulai toko mereka sendiri, dan seketika memperoleh keuntungan. Melaju cepat beberapa tahun kemudian, Anne dan Sarah Levinson adalah pemilik merek Ripe, salah satu produk kosmetik populer di Amerika.

Bisnisnya kini mendapatkan penghasilan tahunan lebih dari $200.000. Apa yang dimulai sebagai kesenangan dan kenikmatan akhirnya menjadi kesuksesan, dan sebuah bisnis nyata. Menginspirasi, karena mereka masih menikmati setiap langkahnya dalam berbisnis.

Meskipun mungkin tidak mudah untuk sampai menjadi seperti sekarang, mereka tetap bertahan, dan sekarang mereka berpenghasilan.

Amy Beaver

Amy Beaver menjadi nama besar ketika berbicara pembuatan lilin bahkan ketia berusia 9 tahun. Dia memulai ketika orang tuanya ingin mereka bisa bersama- sama ikut acara Seni. Mereka menemukan ide bisnis, yaitu bagaimana membuat lilin.

Mereka mulai membuatnya yang kemudian menjadi bisnis mereka sekarang. Amy tidak hanya memberika ide tersebut, tetapi menghasilkan penghargaan sebagai pengusaha muda. Kini ia telah menghasilkan pendapatan tetap sekitar $30.000.

Elsie Macmillan

Mungkin kam belum pernah mendengar tentang perusahaan coklat bernama Chocofarm. Tapi taukah bahwa perusahaan tersebut dimiliki oleh pengusaha muda, Elise Macmillan. Dia telah menjual produk-produknya di grosir, melalui Internet, dan langsung ke pelanggan. Kamu dapat mengatakan bahwa ia telah sukses.

Pengusaha muda anak- anak yang mencapai lebih banyak di masa depan.. Dia memulai bisnis dari sekedar mencampur coklat menjadi berbagai variasi. Bersama adiknya bisnis ini memulai dari paling bawah dan sukses hingga mendapat banyak pesanan.

Blogger Menjadi Penulis Rachel Hollis Hasilkan Miliaran

Profil Pengusaha Rachel Hollis


blogger penulis sukses
 
Dari blogger menjadi penulis, namanya pantas menyandang "mom blogger". Dia benar- benar menghasilkan uang online. Tidak ada tipuan sama sekali. Ibu satu ini mampu merubah tulisannya, menjadi buku, karir motivator, dan influencer sosial media.

Mempunyai buku laris manis sampai jutaan eksemplar. Rachel Hollis diperkirakan hasilkan miliaran rupiah. Blog lifestyle dan pengalaman hidupnya memulai semua. Hollis mampu mengetuk wanita di sebelah rumah dan berkata. 

"Kamu dan hanya kamu, paling sangat bertanggung jawab atas kebahagiaan kamu sendiri," jelasnya.

Hollis mampu meraih hati para istri dan ibu rumah tangga. Menggaet wanita daerah rural dalam satu gerakan #MeToo. Ia menyadarkan para ibu rumah tangga frustasi. Bahwa hidup mereka berarti bukan sekedar mengurus rumah.

Emansipasi Wanita


Ia menakankan logika bagi perempuan. Bersumber dari pengalaman dan analisa komplek akan hidup para ibu rumah tangga. Hollis menggabungkan ini dengan semangat Injil. Hingga tidak hanya tulisan motivasi, melainkan tips jitu aplikatif dari berbagai sumber termasuk pengalaman pribadi.

Hollis menekankan semangat Wonder Women. Dengan segala pandangan politik masculin merajalela di tanah Amerika; dia tidak bergeming. Ia bahkan mampu menjual 1,6 juta kopi, berlipat ganda dari penulis pria mengenai topik sejenis.

Penjualan ini termasuk ebook dan audio book. Buku berjudul "Girl, Wash Your Face" menunjukan naik pasti dalam penjualan. Hollis juga dikenal sebagai podcaster hingga youtuber. Cara jitunya ialah menarik para wanita yang ragu, untuk mengaggap dirinya feminis tetapi ingin perubahan.

Para fans Hollis kebanyakan para pengusaha ibu rumah tangga. Mereka bekerja di rumah dan punya pemikiran luas. Dalam bukunnya ia tak segan berkata jujur, bahwa dia menucukur kakinya, sangat buruk soal seks, dan jatuh tetapi bangkit lagi.

Banyak wanita merasakan bahwa Hollis adalah diri mereka. Semua tulisan sangatlah mengena, dan relate dengan kehidupan mereka. Dia terhubung denga wanita umum. Mereka marah akan Trump yang merendahkan wanita. Dia yang selalu merasa dirinya lebih tinggi dari wanita.

Tetapi dia mengakui bahwa Jesus adalah pria, dan dia mencintainya, dan berteman dengan pria gay. Dia menunjukan dirinya sebagai wanita kebanyakan. Bedanya Hollis lantang menunjukan suaranya di depan umum. Para pembacanya seolah diwakilkan dengan Hollis dalam kehidupan sosial- politik.

Walau menyuarakan politik dirinya bukan peminat pemilih. Pada dasarnya, dia berkayakinan bahwa politik memecah belah, dia lebih tertarik menyatukan orang apapun pekerjaan dan kesehariannya. Dia tidak peduli akan rasial dan agama. 

Hollis pun memiliki tidak kurang 2 juta pengikut di sosial media. Jumlahnya tumbuh dengan konten dia buat sendiri. Mulai dari quote, foto, dan kegiatan intim keseharian. Maka ketika Hollis live di sosmed, di Facebook maka ada 50.000 penonton.

Dia dan suaminya,  Dave Hollis, punya kehidupan harmonis dan sering siaran bersama. Meraka itu saling suport satu sama lain. Dave sendiri mantan eksekutif di Disney. Dia tidak segan menerima banyak pertanyaan dari kalangan ibu- ibu ini.

Rumahnya di Austin nampak kasual sederhana tetapi nyaman. Hollis akan mengambil smoothie, dan Dave akan membuat kopi. Mereka akan tampil bersama dalam siaran langsung sosmed. Terkadang nih putrinya 19 bulan menjadi kameo.

Hollis ngefans Tony Robbin, Oprah  Wenfrey,. dan Beyonce. Kemampuan Hollis berkomunikasi bisa meyakinkan penggemar. Dia seolah berada dalam satu level dengan mereka. Penampilannya penuh percaya diri, memakai kaos dan kardigan, dan menyambut para penggemar dengan becandaan.

Ia akan bercanda soal hamil, menyusui anak, atau pekerjaan rumah. Tidak membully karena itulah dia rasakan sebagai ibu rumah tangga. Dia mengatakan wanita diajarkan menjadi sosok baik. Wanita sempurna dengan pekerjaan ibu rumah tangga, menyenangkan orang lain dan mendengar opini orang diluar.

"Kamu jatuh dalam perangkap," ia menutup.

Kalau kamu jatuh dalam opini orang lain. Kamu melakukan apa diharapkan orang bukan kamu sendiri. Ia menyarankan "teriakan!".. Tidak ada satupun orang mau dibebani pendapat orang lain. Ia berkata kamu tidak bisa menyenangkan semua orang!

Kata penggemarnya Hollis mengatakan fakta hati mereka. Bedanya dia selalu mampu menunjukan itu kepada orang lain. Bahkan suaminya, Hollis mampu memiliki jati diri dalam rumah, mengurus rumah tangga, dan menjadi wanita.

Ungkapkan Perasaan Mu


Hollis selalu menyemangati para ibu diseluruh konten. Hollis mendirikan group privat Facebook, yang didasarkan bukunnya "Girl, Wash Your Face", membahan mengenai menguatkan wanita satu- sama lain.

Anggota bisa bercerita tentang pengalaman pelecehan, depresi mereka, suami yang selingkuh, dan bahwa mereka ibu yang buruk. Para anggota akan saling mendukung bukan menggurui. Ketika Hollis menuliskan polling, para wanita merasa "benci" akan penampilan mereka sekarang.

"Kenapa kamu tidak berubah?" ia meyakinkan mereka. Hollis menyadari sumber frustasi, kemarahan, dan ketakutan bersama. Dia meyakinkan semua negatif tersebut bukan mereka. Dave, sebagai suami memberikan pendapat, bahwa kita berada di lautan pemikiran yang terpolarisasi.

Dave mengatakan Hollis mengkukuhkan dirinya. Dimana dia seharusnya menempatkan diri, baik untuk membela ataupun mengingatkan para wanita. Hollis hanya lulusan diploma. Ia pakar marketing otodidak, ahli branding, dan memiliki daya magnet.

Pada Maret 2015, dia dengan bangga mengupload video berbikini di pantai, Hollis mencoba memberi keyakinan para ibu rumah tangga. Ia menunjukan strech mark perutnya tanpa penutup. Inilah tubuh indah wanita beranak tiga. Dia tetap bisa tampil memakai apa diriya mau termasuk bikini.

Postingan fenomenal yang membuatnya diberi nama "bikini mom". Hollis selalu merasa setiap diri kita, ibu rumah tangga dan wanita pada umumnya, mempercayai diri sendiri bahwa kita bisa terlepas dari pandangan orang lain.

Beberapa dari kita terlahir dari keluarga patriarki yang percaya pria menjadi otoritas. Ia sendiri lahir di keluarga demokratis. Namun diumur 14 tahun, saudara laki- lakinya meninggal di depan mata, dia menembak dirinya sendiri. Ini menyadarkan bahwa hidup bukan soal perempuan atau laki- laki.

Kamu bisa memilih memprotes persamaan gender. Wanita boleh berbicara lantang bahkan membakar ban di jalanan. Namun dia menyadari bahwa ini tentang kepercayaa diri. Ketika saudara laki- lakinya meninggal, ia merasakan sedih, depresi, dan pusing, tetapi ternyata dia hidup lebih bahagia darinya.

Ia sukses berkat mampu menjual otentik dirinya sendiri. Dia menjadi dirinya sendiri tidak perlu malu. Hollis juga merasakan hidup dalam kesedihan. Ketika bangun tidur, dia juga merasakan depresi soal kehidupan, tetapi dia selalu berkata pada dirinya sendiri, "bila aku

Pengusaha Sabun Herbal Untung Meluncur Deras

Profil Pengusaha Wiyana Dewi


pengusaha sabun herbal

Dia, Wiyana Dewi, pengusaha sabun herbal memiliki jalan berliku hingga memiliki bisnis ini. Dia pernah bekerja sebagai pegawai di perusahaan kosmetik. Tepatnya pada tahun 1999, krisis ekonomi menghempas perusahaan tempatnya bekerja sampai tutup.

Dia diharuskan berhenti karena perusahaan tersebut gulung tikar. Kejadian itu menjadi menakutkan baginya karena telah bekerja lebih dari 19 tahun. Demi bertahan hidup ia pun bekerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Wiyana dikenal sebagai sosok peduli keluarga. Uang hasil jerih payahnya selalu dibagikan- bagikan sebagian untuk keperluan adik- adiknya. Dia rela mengorbankan kuliahnya di farmasi dan memilih bekerja saja.

Berjuang Merubah Nasib


Jerih payahnya demi melihat kakak dan adik- adiknya berhasil dalam pendidikan. Bahkan ketika dikeluarkan, Wiyana rela kerja keras berusaha sendiri, membangun usaha mandiri hingga mapan. Dia memulai usaha pembuatan sabun. Tak disangka bisnisnya lebih baik daripada bekerja di perusahaan dulu.

"Waktu terkena PHK, saya benar- benar bingung. Mau kemana masa depan saya dan keluarga? Sementara saya masih punya tanggung jawab yang harus dituntaskan," terangnya.

Wiyana sedari kecil jatuh cinta akan dunia kosmetik dan kecantikan, maka usaha pembuatan sabun herbal. menjadi pilihan Pertama- tama, Wiyana hanya membeli bahan baku sudah jadi tinggal racik. Dia lantas menjualnya langsung ke konsumen.

Pada saat itu ia mengaku hidup prihatin. "Untuk makan saja susah," kenangnya.

Tidak putus asa menjadi bekal utama bisnis baru dirintisnya. Dia menemukan jalan bisnisnya ketika berkenalan seorang supplier peralatan mandi hotel. Di waktu bersamaan, ia mendapatkan pesanan sampo khusus untuk mencuci montor. Dia begitu bersemangat mengerjakan proyek satu ini.

"Saya angkut- angkut sendiri bahannya pakai celana pendek yang penting saya bisa memenuhi pesanan," ucap anak kedua dari empat bersaudara ini.

Dia lantas menunjukan tempat bisnis miliknya di sebuah rumah di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Di sana bisnis kecil ini berkembang menjadi bisnis menjanjikan. Pasanan mulai berdatangan, Wiyana kini telah memiliki beberapa karyawan.

Meski begitu Wiyana ikut andil dalam proses pembuatan. Lain cerita akan pernikahannya, ia telah berpisah dengan sang suami meninggalkan dua anak di tahun 2003 lalu.

"Saya memulai ke titik nol karena perceraian itu," ujar wanita 54 tahun yang masih sendiri kini.

Kehidupannya terus berjalan ketika ada bisnis yang terus tumbuh memerlukan perhatian. Ia mengaku banyak dibantu oleh pihak bank, Bank Tabungan Negara (BTN). Dia dimudahkan secara permodalan. Modal yang diberikan pihak bank bahkan mencapai Rp.300 juta.

Wiyana sendiri telah menjadi nasabah sejak 1984, telah memutuskan mengambil rumah yang ditempatinya sebagai tempat usaha. Pinjaman tersebut digunakan untuk membangun pabrik kecil- kecilan.

Dia juga membeli aneka masin produksi. Berjalan waktu pula Wiyana tak lagi hanya berproduksi memenuhi kebutuhan peralatan mandi hotel; hingga menerima pesanan supplier. Ibu dari sepasang putra- putri, Michel dan Felisia, mengaku bahwa bisnisnya itu banyak dibantu anak- anaknya juga.

"Michel banyak membantu pengembangan usaha saya dengan beragam inovasi," terangnya bangga. Saat ini inovasi tersebut dapat dilihat dalam pengembangan sabun transparan beraneka desain.

Produk ini tidak hanya mengandalkan bahan baku namun karya seni tersendiri. Dalam sabun sudah diberi aneka gradasi atau foto- foto, bahkan produknya ada yang berbentuk cocktail. Produl sabun lainnya yaitu sabun herbal seperti sabun berbahan pepaya atau sereh.

"Ke depan kita akan terus melakukan inovasi," katanya. Ia bahkan telah mematenkan tiga produk utama yaitu pasta gigi freshmint, sabun we- ef, dan produk sampo.

Hingga kini, produknya telah mencapai seluruh penjuru indonesia, bahkan luar negeri. Anehnya, ia tidak pernah menggunakan jasa selesman sekalipun. Wiyana telah mampu menghasilkan omzet mencapai Rp.100 juta per- bulan.

Bisnis ini mampu mempekerjakan 27 karyawan rata- rata anak kurang mampu di lingkungan sekitar. Guna memperlancar operasional usahanya, dia sudah menggunakan kendaraan Daihatsu Gran Max sejak setahun lalu.

Meski kesuksesan telah diraih, Wiyana tetaplah hidup sederhana. Dia ingin kehidupannya bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya itu saja.

Penemu Tumblr Bercerita Pengalaman Bisnis

Biografi Pengusaha David Karp


penemu blog tumblr

Pengalaman panjang di bisnis Internet membuatnya kreatif. Dia menciptakan variasi blog sebagai alternatif kita. Pengusaha bernama David Karp, pria kelahiran New York City, 6 Juli 1986, memulai karirnya di sebuah divisi teknologi dibawah Fred Seibert.

Karp kemudian menemukan blogging platform bernama Tumblr. Pada 20 Mei 2013, diumumkan oleh Yahoo! dan Tumblr, keduanya sepakat bahwa Yahoo! membeli blog Tumblr seharga $1,1 juta. Dan, berdasarkan Forbes, total kekayaan Karp senilai $200 juta, dan Tumblr bernilai aset $1,1 miliar.

Karp kemudian bekerja sebagai CEO Tumblr. Pengusaha yang tumbuh besar di wilayah Upper West Side, Manhattan. Ibunya bernama Barbara Ackerman, guru dari San Anselmo, California. Ayahnya adalah Michael D. Karp, komposer film dan televisi.

Karir di Internet


Dia memiliki seorang adik bernama Kevin. Kedua orang tuanya bercerai ketika berumur 17 tahun, kemudian ikut tinggal bersama ibunya. Ia bersekolah di Calhoun School dari umur 3 tahun sampai kelas 8, dimana sang ibu juga mengajar disana.

Umur 11 tahun, Karp telah belajar HTML dan telah mendesain website untuk bisnis sekitar rumah. Saat itu, ia berharap masuk perguruan tinggi di New York atau MIT. Akhirnya Karp memilih bersekolah di rumah saja, alasanya mengerjakan proyek pribadi, tetapi bukan tanpa alasan.

Ia kerap mengerjakan beberapa hal dimana harapannya proyek tersebut mampu membantunya ke perguruan tinggi. Ini semacam prestasi luar akademik mendukungnya masuk ke Universitas lebih mudah.

Dia sendiri malah memilih tidak kembali ke sekolah atau mendapatkan ijasah SMA nya. Alasannya, tak lain karena di umur 14 tahun, dia memutuskan bekerja dengan Fred Seibert, pendiri Frederator Studios.

Ibunya mengajar anak Seibert di Calhoun School dan berteman baik dengan istri Fred Seibert. Karp sering mengikuti ibunya, lalu terpikat kinerja teknisi Frederator Studios, hingga membuatnya sering berkunjung kesana. Tepat tahun 2004, dia memilih bekerja saja, bagian intern kemudian membuatkan blog perusahaan mereka.

Di saat bersekolah di rumah, dia juga aktif mengikuti kelas bahasa Jepang di Japan Society dan juga bertemu guru matematikanya dulu.
 
Sebagai catatan ia pernah membuatkan sang guru sebuah software agar menang blackjack dan poker. Disaat pengusaha bernama John Maloney mencari bantuan teknis di UrbanBaby, pegawai Frederator menyodorkan Karp. Ia menyelesaikan proyek UrbanBaby tersebut cuma beberapa hari.

Meloney kemudian mengangkatnya menjadi CEO UrbanBaby, lalu pindah ke Tokyo di lima bulan selanjutnya. Di umur 17 tahun, ia pindah ke Tokyo dan harus tetap bekerja di UrbanBaby.

Ia baru meninggalkan pekerjaanya setelah CNet resmi membeli situs UrbanBaby di 2006. Dengan uang yang didapat dari penjualan saham, ia membangun bisnisnya sendiri yaitu konsultan software. Perusahaan tersebut bernama Davidville, menggabungkan keinginan klien dan inovasi miliknya.

Karp tertarik segala sesuatu tentang tumbleblog atau micro- blog. Membangun blog sendiri sudah terpatri di benaknya Dia ingin mengembangkan alat blogging terbaru lalu memperkenalkan itu sebagai tumbleblogging. Setelah melihat tidak ada satupun yang mau memulainnya.

Ia dibantu oleh Arment mengerjakan proyek impiannya tersebut sendirian. Perlu diketahui sosok Marco Arment merupakan ahli teknis di bidang iOS dan pengembangan website.

Marco Arment menerima pesan pemilik Davidville yang tengah membutuhkan bantuan teknis. Dia masuk menjadi teknisi di perusahaan tersebut sekaligus membantu lahirnya Tumblr. Arment berhenti berkerja disaat kontrak dua tahunnya telah habis pada 2007.

Kala itu, Tumblr telah dilucurkan pada bulan Februari 2007, dia pun meninggalkan Tumblr setelah kontraknya habis. Di 2007, tumbleblog miliknya telah memiliki 75.000 pengguna sejak dua minggu diluncurkan.

Tumblr Blog Mudah


Oktober 2007, ia memutuskan menutup perusahaanya Davidville karena mau fokus di Tumblr, dan mulai mengabaikan klien- kliennya. Davidville kemudian dirubahnya menjadi perusahaan bernama Tumblr.Inc dan ada 25% saham diberikan oleh perusahaan investor.

Sukses membangun layanannya sendiri maka lupalah Karp kepada satu tujuannya semula yakni berkuliah. Secara resmi Karp tidak pernah berkuliah tapi telah memiliki banyak pengalaman karir berkat ahli- komputer.

"Produk baik diciptakan oleh orang yang mau menggunakanya sendiri," sebuah kata tentang Tumblr, Karp benar- benar menyukai blogging.

Tepat 28 September 2013, Tumblr telah membangun 139 juta blog aktif. Di 20 Mei 2013, telah diumumkan bahwa Yahoo! dan Tumblr telah mencapai persetujuan pembelian senilai $1,1 miliar dan Karp masih menjadi CEO di perusahaan tersebut.

Bermodal slogan "Blogging made easy", Tumblr tumbuh pasat menjadi 900 persen di tahun 2010. Itu menghasilkan dua miliar pengunjung, bahkan hingga melebihi milik situs Wikipedia bahkan Twitter.

Blognya tumbuh mencapai 36 juta pengguna dan 14 miliar post tiap hari. Jika Facebook berbicara sosial media untuk identitas dan keaslian, Twitter bekerja di ranah komunikasi, maka Tumblr berbicara ekspersi diri termasuk seni.

Pengguna bisa memasang foto, video, kata bijak, link, percakapan, audio, video dari satu tombol di profil sendiri. Blog bisa diatur tentang temanya seperti halnya mendekorasi rumah. Tumblr sangat mudah digunakan ditambah aspek sosial juga.

Pada bulan Oktober 2011, Presiden Obama meluncurkan kampanye 2012 melalui media Tumblr. Idenya adalah kolaborasi cerita atau story telling. Enam bulan sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS ikut meluncurkan blognya sendiri, dengan posting video dan link artikel.

Bahkan perusahaan media besar, seperti Newsweek, New York Times dan BBC memiliki Tumblrs. Merek fashion Alexander McQueen dan Oscar de la Renta juga memiliki Tumblr.

Sandal Sabertooth Bisnis Sandal Gunung Inovatif

Profil Pengusaha Yayat Hidayat


pemilik sandal sabertooth

Pemilik Sandal Sabertooth sangatlah inovatif hingga dikira produk luar. Yayat bukanlah sang penemu sandal Sabertooth. Tetapi kehidupannya dari dulu tidak jauh dari sandal gunung ini. Yayat Hidayat, pria 34 tahun, mengambil alih hingga membesarkan dikenal masyarakat luas.

Bagi warga Bandung mungkin tidak akan kaget, dan tau betul siapa sososknya. Dia salah seorang dibalik suksesnya sandal Doddy di era 1980 -an, yang menjadi sandal wajib pendaki gunung. Sejak 2010, nama sandal Doddy hilang, kemudian menjelma menjadi sandal Sabertooth.

Ia bukanlah pencipta atau pemilik merek sandal Doddy, yang kini bernama Sabertooth. Namun, Yayat lah salah satu perajin dan pendistribusi pertama, bersama si empunya tentu. Kisah sandal gunung ini dimulai ketika dirinya berkuliah di jurusan teknik mesin Universitas Pasundan, Bandung.

Kebetulan keduanya (dia dan pemilik sandal Doddy) memang sama- sama aktif kegiatan di masjid. Pada 2002, dia mulai bekerja sama dengan Doddy, yang memintanya menjadi pemasok sandal miliknya.

Alur Jalan Pengusaha


Doddy Kasoema, pemilik sandal Doddy, pemilik bisnis peralatan outdoor bermerek Jayagiri mengajak kerja sama. Datanglah tawaran bisnis tersebut menarik, namun Yayat mengaku tidak begitu paham tentang cara pembuatannya. Dia sukses cuma jadi pemasok sandal. Setelah dua tahun atau tepat di 2004, arah bisnisnya lebih berminat ke dunia otomotif daripada bejualan sandal.

Sang ayah -lah yang menjadi penyemangatnya, membantunya membuat sandal gunung. Ayah Yayat adalah salah satu perajin sandal di kota Bandung. Pelajaran sang ayah, mengasah kemampuannya membuat sandal terbentuk, "saya belajar dulu, dan berulang kali desain saya ditolak," jelasnya.

Kemudian Yayat menjadi salah satu penjual sandal merek Doddy.  Dia rutin memasok sampai 500 buah setiap bulan ke reseller. Kemudian Yayat mencoba  menjadi pembuat sandal lagi. Meskipun atas namanya tidak tertulis sebagai pemegang hak paten sandal Donny; Yayat tidak permasalahkan.

Baginya bisnisnya merupakan kesempatan langka dan jadi pelajaran berharga. Harga sandal dipatok olehnya saharga Rp.30.000. Saat itu, toko milik Doddy masih ada tiga di kawasan Bandung, dan sebelumnya toko miliknya telah mencapai puluhan hingga ke Sumatra.

Suatu hari di tahun 2008, Doddy mengaku ingin fokus pembuatan peralatan outdoor merek Jayagiri. Dia kemudia berpikir untuk  menyerah tugaskan sandal Doddy. Lantaran punya jalinanan bisnis kuat, sudah seperti keluarga, ia memutuskan untuk menyerahkan mereknya kepada Yayat.

Jadilah Yayat menjadi sang pemilik baru merek tersebut yang kemudian berubah menjadi Sabertooth. Hingga tahun 2009, Yayat masih bertahan memakai nama sandal Doddy. Akhirnya, ia menemukan titik jemuh ketika arah bisnisnya tidak terlihat lagi.

Ia membutuhkan inovasi baru dalam bisnisnya. Setelah membaca pasar baik- baik, pada 2010, nama sandal Doddy resmi berubah menjadi Sabertooth. Sandal gunung aneka warna bukan monoton pada warna- warna gelap saja.

"Bisa dibilang, ini adalah sandal outdoor pertama yang berani menggunakan aneka warna," ujuranya.

Bapak tiga anak ini mulai menyadari pasar dunia maya. Sejak itu pula, dia mulai getol- getolnya menawarkan produk Sabertooth melalui berbagai media sosial. Modal awalnya hanya 10 juta diambil dari tabungan.

Pada Februari 2010, dia mendapatkan suntikan modal dari PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII sebesar Rp.20 juta. Sejak diluncurkan pada April 2010, setiap bulan permintaan akan sandal bisa mencapai 2.500- 4.000 pasang sandal.

Di luar merek sendiri milinya, ia juga ternyata memasok dua merek lain yang totalnya mencapai 300 pasang. Yang menarik ialah ternyata bisnisnya dijalankan oleh 10 perajin, meskipun permintaan datang setiap bulan. Yayat mengaku memproduksi ribuan sandal tiap akhir pekan.

Permintaan tersebut bahkan melonjak 2.000 buah di bulan suci Ramadhan; dia tak keberatan. Tahun 2012, ia memberanikan diri membuat produk lain yaitu t- shirt. Bisnis sandal gunung memang sangat menjanjikan tetapi Yayat ingin ekspansi.

Kurang dari enam bulan, kaos Sabertooth terjual hampir 1.000 potong, tahun 2013 -an, hingga sosok Sabertooth sudah memiliki produk lain, seperti jaket, jas hujan, tas pinggang, gaiter dan beberapa produk outdoor lain.

Dari berbagai produksinya, sandal aneka warna lah menempati 70% yang dipasarkan. Sisinya adalah sandal biasa atau berwarna gelap. Mozetnya mencapai Rp.70.000- Rp.85.000 per- pasang, atau senilai ratusan juta per- bulan.

Melalui dunia maya, ia menggunakan wadah Twitter, Facebook, forum jual- beli, dan website sendiri. Juga bermodal situs resmi merek dagang yakni di sabertooth.co.id, produknya menawarkan penjualan sampai ke negari tetangga, Malaysia. Motonya yaitu "Extreme Adventure".

Usaha Pengusaha Kopi Gayo Melawan Belanda

Profil Pengusaha Sadarsah Gayo


pengusahaa kopi gayo

Pengusaha kopi gayo asli Indonesia bukan kaleng- kaleng. Pria kelahiran 19 November 1974, yang sudah dikenal akan ketekunannya, terutama soal memperkenalkan kopi khas Aceh ke seluruh dunia. Kopi Gayo berasal dari dataran tinggi gayo, dimana rasa kopinya terasa begitu khas.

Sadarsah sebelumnya pernah bekerja menjadi tenaga pemasaran eksportir kopi. Kemudian ia belajar medirikan perusahaan kopi miliknya sendiri. Dia dahulu mendistribusikan kopi tersebut ke lima perusahaan di wilayah Sumut.

Tahun 2006, Sadarsah pernah menjadi marketing di perusahaan untuk penjualan luar negeri. Dia telah menekuni pekerjaanya bertahun- tahun. Titik baliknya muncul ketika ada momen resesi kopi dunia, ketika banyak perkebunan jatuh dan cuma menyuplai 50% kebutuhan dunia.

Dia memutuskan keluar perusahaan lalu membangun perusahaan miliknya. Sudarsah lalu mengambil pasar internasional dimana masih kekurangan suplai.

"Ketika itu, Haji Abu Bakar memberi modal kepada saya untuk dikelola. Dia juga menyiapkan gudang dan sebagainya," ungkapnya.

Bisnis Ekspor


Ia telah dekat berbisnis kopi semenjak masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Pada 2006, ia resmi mendirikan perusahaan sendiri bernama Arvis Sananda di Medan. Bantuan modal dari teman, usahanya baru dibilang sederhana tidak muluk- muluk.

Perusahaan mampu mengirim satu kontainer ke luar negeri saat itu. Lantaran masa resesi dimana kebutuhan kopi labih tinggi, dia percaya diri produknya akan diterima pasar luar, bertaruh bermodal tekat.

"Masa itu, langsung banyak permintaan kopi kepada kita. Rata- rata, penikmat kopi dari luar negeri menginginkan organik," ujar putra pasangan Mude dan Ratih ini.

Dia sadar akan peluang bisnis kopi sangat menjanjikan. Maka Sadarsah membutuhkan sertifikat pendirian koperasi, gunanya sertifikat adalah menaungi para pemilik kebun. Dia resmi mendirikan KSU Arinagata.

Di 2006 saja, anggota koperasinya telah mencapai anggota 355 orang, dan naik menjadi 2.600 orang, dengan luas tanah mencapai 2.700 hektar. Tanah kelolaan mereka meliputi di wilayah Aceh Tenggara hingga Bener Meriah.

Produk buatannya meliputi dua merek kopi siap ekspor, yaitu kopi gayo dan kopi biasa. Kopi gayo siap ekspor bernama Sumatera Arabica Gayo dan kopi biasanya Sumatera Arabica Mandailing, tetapi sayangnya pembeli asal luar negeri ternyata meminta hal lain.

Mereka menginginkan lisensi ketururutan barang, menejemen koperasi, dan berdagang secara adil atau Fair Trade dari Jerman. Perdagangan adil berarti siap mengatur mata rantai jelas dan tegas dari anggota koperasi ke koperasi, lalu ke CV. Arnis Sananda, dan dari CV. Arni Sananda ke pembeli luar negeri.

Mengusung selogan yaitu "Quality, Trust, dan Excellence" membuat bisnisnya meluncur seperti roket. Ditambah lisensi Fair Trade, penikmat kopi akan tau asal kopi telah diminumnya. Sebaliknya, bagi petani binaan akan mendapatkan langsung keuntungan dan terjamin lisensi.

Sebab, 1 kg kopi yang dinikmati oleh peminum kopi di luar negeri, Rp.1.800/kg dari harga kopi harus dikembalikan ke petani kopi. Bahkan, uang yang diberikan ke para petani kopi organik tembus Rp.2 miliar.

Soal keuntungan lain, buat para petaninya selain uang petani binaan, CV. Arnis Sananda juga nanti memberikan berbagai bantuan berupa sembako, pendirian tempat kursus, sarana air bersih, hingga toserba. Ini menjadi bukti penghargaan lebih kepada anggotanya jika mengikuti sarat luar negeri.

Di tahun 2006, tercatat sudah omzet bisnisnya telah mencapai Rp.1,5 miliar per- bulan. Omzetnya naik menjadi Rp.3 miliar per- bulan di 2008, bahkan naik lagi mencapai Rp.7,5 miliar dengan ekspor mencapai 14 kontainer.

Jika di 2006, perusahaan hanya mampu mempekerjakan 15 karyawan, saat in karyawan telah mencapai 100 orang.

"Sejak 2006 sampai 2010 harga kopi antara Rp.30.000 hingga Rp.35.000 per kilo," ucapnya.

CV. Arvis Sanada telah mengekspor kopi ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Negara tujuan ekspornya meliputi Taiwan, Korea, Australia, Jepang, dan Laos. Pada 2006, omzetnya telah mencapai angka Rp.600 juta per- bulan mampu mengekspor 1 kontainer dan harga kopi Rp30.000/kg.

Tahun 2007, omzet bisnisnya mencapai Rp1,5 miliar per bulan dan mengekspor 3 kontainer ketika harga kopi Rp30.000/kg. Pada 2008, omzetnya Rp3 miliar per bulan lalu mengekspor 5 kontainer dan harga kopi Rp32.500/kg.

Kopi Gayo Dituntut


Keyakinan akan bisnis bisa tumbuh pesat karena memiliki potensi sangat besar, baik dari luar negeri ataupun dalam negeri. Ia melihat bagaimana banyaknya perkebunan kopi di kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues. Daerah tersebut diyakininya masih mampu mengisi kebutuhan kopi dunia.

Ketiganya memiliki 94.800 hektar kebun, dan berada di ketinggian 1.200 meter diatas permukaan laut. Akan tetapi, Sadarsah menemui cobaan ketika bisnisnya lancar jaya merajai pasar dunia. Merek Gayo mendapatkan surat keberatan oleh perusahaan asal Belanda, Holland Coffee, pada 2008 silam.

Mereka mengaku telah memiliki sertifikat paten atas nama "Gayo" di produk miliknya. Perusahaan tersebut bahkan secara terang- terangan menyebut Sadarsah telah menjiplak mereknya. Perlu diketahui bahwa merek kopi Gayo buatannya telah terjual laris di negeri Belanda.

Tidak merasa salah, ia tetap menjual produknya ke negara Belanda. Itu membuat perusahaan Holland Coffee kebakaran jenggot kerena ulah berani pria Gayo ini. Perusahaan Holland Coffee melunak menawarkan produknya agar mengganti nama.

Mereka menyarankan menggunakan kata Mandailing, namu ditolak kembali mentah- mentah. Sadarsah menganggap kopi mewakili juga dimana asalnya, misalnya kopi Gayo berasal dari tanah Gayo sedangkan nama Mandailing ada wilayahnya tersendiri.

Namun Sadarsah tetap ngotot mempertahankan merek Gayo tersebut. Meskipun beberapa orang datang memaksanya mundur. Kemudian perusahaan Belanda tersebut mendakwanya melanggar aturan penjualan di Belanda.

Karena, merek Gayo sudah ada lebih dulu, itu sudah atas nama perusahaan Holland Coffee. Dia tetap bersikeras bahkan mengirim empat kontainer ke sana. Satu kontainer mampu mengangkut 18.000 kg atau 18 ton kopi.

"Saya lebih berhak memakai nama Gayo ketimbang orang Belanda itu," tegasnya lagi. Adanya klaim tersebut mendustai petani Aceh serta bisa membuat kopi jadi rendah harganya. Menurutnya kata Gayo sendiri adalah identitas bukan sekedar menjadi merek dagang.

Untuk memberikan perlawanan balik keras, ia pun segera mengajukan sertifikat asal- usul kopi. Baru Mei 2010 dia berhasil mengantongi sertifikat IG (indikasi geogafis) resmi International Fair Trade Organization (IFTO).

Dia juga mengikutkan produknya di ajang internasional seperti Lelang Spesial Kopi Indonesia di Bali.

"Kopi Sumatera Arabika Gayo mendapatkan nilai tertinggi saat cupping score," ujuranya. Pengusaha kopi gayo ini telah menempatkan produknya menjadi kopi organik terbaik di dunia.

Pendiri Lab Pramita Bisnis Panjang Penuh Dedikasi

Biografi Pengusaha Sarno Eryanto


pemilik lab paramita

Pendiri Lab Paramita panjang penuh perjuangan hingga bisnis ini sukses. Sarno Eryanto ketika masih sekolah di bangku Sekolah Menengah Atas, tepatnya, pertengahan tahun 1970- an, kondisi keuangan keluarganya serba terbatas.

Sarno rela menjalankan berbagai jenis pekerjaan.  Sejak kecil, hari- harinya dilalui dengan bekerja keras dan keprihatinan akan hidup. Sejak SMA, dia terbiasa hidup mandiri sendiri. Sarno berangkat sekolah, sementara siangnya bekerja serabutan, dan jualan minuman ringan, koran, dan obat- obatan.

Dia pernah berjualan obat ekspor yang didatangkan dari pelabuhan Tanjung Perak. Kehidupan tanah perantauan memang kerang. Ibu Kota membuatnya harus pintar- pintar mengadu nasib. Pria kelahiran Brebes tahun 1959, tidak sekalipun berpikir dirinya akan menjadi pengusaha sukses.

Dia selalu berganti- ganti pekerjaan, berdalih mencari pengalaman kerja. "Dari dulu hidup saya selalu diisi oleh kegiatan kerja dan kerja. Kalau enggak begitu, saya tidak akan bisa makan dan sekolah," jelasnya.

Bosan Jadi Pengusaha


Kedua orang tuanya buta huruf, dan cuma lulusan SD, membuat Sarno getol melanjutkan bersekolah. Dia pernah bekerja menjual jamu temulawak dititipkan dari warung- ke warung. Setelah berjualan jamu, dia beralih berjualan obat- obatan di jalanan.

Pekerjaan tersebut diakuinya kurang menguntungkan karena jika hujan turun dan harus berjualan hingga larut malam. "Lakunya gak seberapa. Akhirnya saya berpikir untuk ganti profesi," katanya ketika ia ditemui di Laboratorium Pramita cabang Jemur Andayani, Surabaya.

Ingin berganti suasana, dia akhirnya memilih melamar pekerjaan, karena bosan berbisnis serabutan. Sarno melamar pekerjaan di Apotek Bangun Harjo seberang kantor perusahaan air. Berawal dari rasa penasarannya ketika melihat apotik tersebut. Ketika itu turun hujan dirinya melihat sang pemilik turun dari mobil Mercy; dia langsung meminta pekerjaan."Nah, saya diterima jadi cleaning service. Bersihkan WC, ngepel, macem- macem," tuturnya.

Pekerjaan tersebut dilakoni setelah pulang sekolah sampai pukul 21.00. Dia banyak belajar disana, didukung oleh relasi dengan para asisten apoteker. Rajin bekerja membuahkan karir Sarrno cepat naik dan akhirnya ia bisa diangkat menjadi resepsionis.

Setelah jadi resepsionis, Sarno lantas dipindahkan mengurusi bagian gudang. Dia juga ikut membantu bagian administrasi. Dia akhirnya menjadi bagian kepala administrasi semua berjalan mulus.

"Mulai noto resep, ngeplong- ngeplong, sampai berbagai jenis obat saya hafal. Injeksi, drop, sirup, hafal semua. Tulisan dokter yang jelek sekali pun saya bisa baca,'' kenangnya.

Beberapa tahun bekerja di apotek membuatnya mudah berkenalan banyak orang. Sifatnya itu supel- mudah bergaul, ditambah otaknya cerdas, sehingga membuatnya mudah berbaur dimanapun. Sarno bahkan dikenal sejumlah dokter dan sering mengobrol bersama.

Teman Dokter disarankan berkuliah analisis medis di Universitas Airlangga, Surabaya. Selepas SMA, dia sebenarnya diminta sang ayah masuk Akabri, namun tak bisa karena kerempeng. Untunglah, ada jalan untuk masuk ke Unair, mengambil diploma analisis medis.

Dia bahkan berkuliah sarjana mengambil jurusan hukum terutama tentang malpraktik. Setamat kuliah medis di Unair, dia lalu bekerja di lab milik dosennya, Lab Majapahit dan Lab Pemuda. Cukup lama bekerja di sana, ia ditawari seorang teman dokternya menggunakan alat- alat lab tidak digunakan.

Sarno lantas tidak menyiakan kesempatan itu. Ia kemudian mengumpulkan 7 orang teman, masing- masing menyetor Rp.500 ribu sebagai komitmen saham. Kemudian bersama- sama mereka bersama membuka bisnis bernama Lab Klinika tahun 1985.

Pengalaman Pendiri Lab Paramita


Melalui relasi kuat disaat bekerja di apotek dulu, dia sering berkomunikasi dengan beberapa dosen di Universitas Airlangga. Dia berkomunikasi secara intens dengan dosen kesehatan dan obat. Sarno lantas disarankan berkuliah di studi analisis medis, namun terbentur biaya.

Lantas dia mencoba meminta hutang ke koprasi tempatnya bekerja, namun ditolak. Ia sadar direktur mulai berulah, dan keuangan kantor mulai memburuk; dia nekat berhenti bekerja. Bermodal 8 juta, lantas dia dan rekannya yang juga ahli medis dan retailer berbisnis laboratorium di Dharmahudasa, Surabaya.

Mereka menawarkan layanan cek-up langsung, mula- mula hanya berupa cek darah dan urin. Sarno kemudian diangkat menjadi direktur Lab Klinika. Sukses berbisnis, mereka berhasil membagi untung Rp.500 ribuan ke tiap pemegang saham.

Dua tahun berlalu, usahanya semakin ramai hingga terjadi ricuh di antara pemegang saham. Mereka tergiur menduduki jabatan direktur. Malang tiak bisa dihindari, salah seorang pemegang saham yang sukses menjadi direktur utama, justru dia melakukan tindak korupsi.

Kondisi lab nya menjadi amburadul karena korupsinya.  Sarno kemudian memutuskan hengkang dari perusahaan miliknya. Dia pun memutuskan fokus kuliah saja di Unair guna memperdalam ilmu agama saja. Sejalan waktu, ia ditawari oleh Kyai Sulton, suami sahabatnya, mengajak berbisnis lab kembali.

Mereka lantas membuka lab bernama Lab Citra di Malang pada tahun 1987. Malang dipilihnya agar tidak terlihat akan menyaingi Lab Klinika. Dia akhirnya berhasil membesarkan Lab Citra di Malang. Lagi- lagi dia diangkat menjadi direktur kemudian merubah nama bisnisnya menjadi Lab Sima.

Dalam tempo setahun saja, bisnisnya sukses mengahasilkan untung. Berita itu ternyata sampai ditelinga para pemegang saham Lab Klinika. Mereka yang tau hal itu, mengambil tindakan dengan tidak memberikan untung dari nilai sahamnya, benar- benar jahat tindakan mereka.

Sebagai catatan namanya masih tertulis karena memang saham belum pernah dijual. Sarno terkejut atas tindakan mereka lantas membuka lab lain tepat di daerah tersebut di Dharmahudasa, Surabaya. Lab tersebut dibuat seolah menantang mantan- mantan patnernya.

Tahun 1987, bisnis barunya resmi dibuka di Surabaya, yang bernama Pramita Lab. Modal awal bisnisnya Rp.7,5 juta, dimana Rp.4 juta uang muka sewa gedung dan Rp.3 juta untuk membeli perlengkapan.

Dengan relasi sangat kuat, ia tidak sulit mencari pinjaman modal lalu membeli perlengkapan mahal. Paramita Lab langsung memiliki sistem komputer dimana hasilnya akan lebih cepat keluar. Gebrakan lain, Sarno juga menawarkan layanan satu atap yakni layanan tes USG, rekam otak, treadmill, dan ECG.

Pramita Lab memastikan tidak ada penipuan atau rekayasa hasil pemeriksaan. Perusahaan Sarno tidak mau menerima pemalsuan hasil lab guna melamar pegawai ataupun memalsukan data pengurusan asuransi. Ini demi kenyamanan dan keamanan yang menjadi urutan teratas.

Paramita Lab memiliki ruang luas, rapi, bersih, dan nyaman seperti butik eklusip. Mereka juga memiliki interior mewah dan bergaya. Sarno sendiri mengklaim tarif lab -nya Paramita sangat kompetitif dengan bisnis sejenis.

Lab -nya menawarkan harga Rp.25 ribu untuk melakukan tes kehamilan, tes darah sekitar Rp.12 ribu sampai jutaan, dan tes kanker hanya Rp.250 ribu- 1,5 juta. Soal harga tersebut disebutnya tidaklah terlalu mahal sebut salah seorang pengunjung.

Selain pelayanan, gebrakan lain yaitu gaji tinggi hingga naik 50% dari gaji biasanya. Tak ayal banyak analis medis berniat pindah. Hasilnya pesaing bisnisnya harus ikut menaikan gaji, bukan sebaliknya, jikalau tidak bisa kehilangan lebih banyak pekerja medis!

Bisnis Jewelry Danielle dan Jodie Snyder Kekuatan Kreativitas

Profil Pengusaha Daneilla dan Jodie Snyder


bisnis jewelry
 
Denielle dan Jodie Snyder mewujudkaan kekuatan kreativitas. Bisnis jewelry Dannijo bermula dari kesenangan mereka. Keduanya senang mengekspresikan diri melalui perhiasan. Aksesoris ini dijual pertama kali ketika masih kecil di daerah Jacksonville, FL.

Mereka kemudian tumbuh masuk sekolah menengah. Bisnis ini masih berjalan hingga keduanya ada di Universitas. Tentu pertama kali mereka membuat desain lebih sederhana. Beberapa waktu mereka tinggal di New York, keduanya mendirikan organisasi non- profit buat amal.

Mereka kembali mendesain aksesoris perhiasan ke orang. Dibuat guna menggaet banyak pendonasi ikut bergabung. Hasilnya cukup baik bagi organisasi mereka dirikan. Sayangnya, pada 2008, Danielle dikeluarkan dari pekerjaan hingga ia menganggur.

Kebetulan Denielle bekerja untuk brand perhiasan ternama, sementara adiknya, Jodi Snyder memilih menjadi pengusaha muda. Ia memiliki bisnis footware sendiri. Kemudian, keduanya mendesain lagi perhiasan baru, hingga produknya bisa masuk mall mewah Bergdorf Goodman.

Dari bisnis biasa berkembang menjadi perusahaan jewelry serius. Ini berkat pengalaman mereka di dunia desainer fashion. Bahkan Beyonce membeli salah satu kalung mereka di sana. Kemudian ia memakainya berkeliling dunia buat konser. Ini pencapaian terbesar pengusaha kakak beradik Snyder.

Takdir Pengusaha


Denielle mengatakan membangun bisnis barang keluarga penuh tantangan. Kakak beradik ini selalu bersama bahkan sebelum membangun perusahaan. Alhasil dia mengatakan bisnis ini tidak mungkin dipisahkan dari personal.

Dalam sembilan tahun keduanya telah mampu mengatasi. Mereka bisa saling berbagi pandangan dan tidak lagi berdebat. Keduanya saling berbagi ide mengenai produk Dannijo, saling berbagi sukses dan saling mendorong lebih baik.

Menjadi saudari berarti harus mampu saling transparan. Ini bisa menjadi fondasi bagi perusahaan atau mungkin penghalang. Mereka memiliki skill berbeda saling melengkapi. Danielle mengerjakan bagian kreativitas dan produk, semantara Jodie mengerjakan aspek bisnis mereka.

Unik karena mereka tidak memiliki mimpi menjadi pengusaha. Danielle memilih cita- cita menjadi jurnalis. Jodie lebih memilih cita- cita menjadi komentator olah raga.  Mereka selalu berpikir diluar kotak hingga banyak konsep.

Ide perhiasan datang dari film, arsitektur, atau pola benda. Agar kreativitas tetap membara mereak memiliki rutinitas. Banyak masalah mendatangi ketika membangun bisnis. Banyak olah raga, udara segar, memasak, relaksasi, dan waktu sendirian. Jodie lebih memilih berakhir pekan dengan keluarga.

"Kami tau kami mau melakukan sesuatu yang kreatif," ujar Danielle.

Mereka membuka toko pertama Dannijo pada 2003, dan 2008, mereka membuka toko kembali keluar dari kamar apartemen mereka. Menjadi pengusaha serius memiliki dua toko sendiri. Ketenarannya bahkan mengundang majalah Inc, menulis kisah mereka dalam "|Coolest Young Entrepreneurs.

Hasrat bisnis mereka ditambah passion dimiliknya; penjualan naik. Dua Dannijo berdiri di kawasan market place terbaik, memiliki 12 pegawai, dan dijual ke lebih dari 130 toko retailer. Jewelry mereka memiliki keunikan swaroski, metal oxside, batu warna- warni, pola geometri, dan elemen vintage.

Era dimana seleberiti dunia memiliki lini jewelry sendiri. Dannijo optimis tumbuh dintara ketatnya persaingan. Mereka memiliki ciri khas serta niche sendiri. "Itu menceritakan cerita dan menyalakan percakapan," Daniella menjelaskan, setiap musimnya memiliki cerita berbeda dibanding sebelumnya.

Produk mereka handmade memiliki keunikan dibuat di New York. Dimana bila jewelry lainnya lebih memilih pindah. Bahkan banyak perusahaan keluar negeri demi penghematan. Jodie mangatakan ini berbeda, mereka bertahan di New York menciptakan keunikan walau biaya produksi tinggi.

Kekuatan Kreativitas


Jodie berkata seniman perhiasan sangat langka. Buat meningkatkan brand, Dannijo memanfaatkan sosial media dan aspek digital lain. Mereka juga menciptakan perhiasan berdasarkan tematik. Ambil contoh ketika keduanya bekerja sama dengan American Ballet Theater.

Mereka membuat perhiasan bagi para penari balet dan tinju. Lewat hastag #boxerina menaikan brand melalui Twitter. Dannijo juga menggabungkan gelang dengan ketiak. Melalui hastag #armparty mulai mengajak para selebriti menciptakan sensasi viral.

Mereka memanfaatkan kepopuleran Twitter dan Instagram. Dannijo menarget wanita yang memiliki kepercayaan diri. Mereka yang paham akan kualitas perhiasan individu untuk penampilan. "Kami beruntung kedua orang tua kami (Gary dan Lauren Snyder) sangat suportif," Daniella mengatakan.

Bisnis jawelry mampu membawa mereka berkeliling dunia. Mereka senang bertraveling ke tempat- tempat berbeda. Menyukai mendokumentasi tempat- tempat traveling tersebut. Mereka tidak jarang membagikan itu semua di sosial media.

Keduanya memiliki pengikuti aktif mengamati traveling mereka. Follower menyukai dari musik, tempat indah, dan film dibagi. Dari sanalah didapatkan ide mengenai perhiasan terbaru. Pelanggan mereka meliputi Taylor Swift, Natalie Portman, Beyonce, Kendal Janner, dan Rihanna.

Kakak beradik tersebut memiliki gaya tersendiri. Daneilla memiliki gaya bohemian dan rock'n roll. Jodie memilih lebih ke perhiasan klasik. Danielle bekerja sebagai Chier Marketing Officer sekaligus President.

Namanya telah dikenal sebagai pengusaha ternama oleh Forbes dan Glamour. Daniella juga dikenal sebagai aktivis sosial media oleh New York Times 2013. Dia juga mendapatkan penghargaan sebagai Young Philantrophist Award pada 2014 Love Heals Gala.

Jodie merupakan Chief Executive Officer, memegang divisi luar negeri, untuk penjualan dan juga pengembangan produk. Dia berhasil mengerjakan kerja sama dengan perusahaan Fortune 100. Mulai dari produksi produk hingga publikasi perusahaan.

Bagian terbaik perusahaan ini adalah bagian dari kegiatan amal. Mereka mendorong wanita di daerah pinggiran berwirausaha. Mereka percaya wanita harus saling membantu, memberikan kesempatan wanita lain dan menolong mereka mencapai mimpi.

Peternakan Babi Menjadi Bisnis Tak Terduga

Profil Pengusaha Lucu Huang Hongguang


pengusaha babi china

Bisnis tak terduga pria bernama Huang ini. Dia yang dikenal karena sikapnya pemalu. Tetapi siapa sangka- sangka, Huang Hongguang, bisa sukses menjadi satu miliarder di tempat asalnya, China. Pria desa yang tidak kerasan bekerja buruh, memilih keluar dari perusahaan.

Ia lahir dan tumbuh di sebuah desa bernama Wangjiachagou, di Provinsi Shaanxi, China, bekerja di sebuah perusahaan. Akan tetapi pekerjaan itu membuatnya tidak mersa nyaman, Huang memilih keluar. Dia kemudian membeli dua ekor babi untuk diternakan.

Huang memilih memelihara babi di rumahnya. Tidak seperti pemuda lain di desanya, ia tidak pernah berpikir untuk keluar mencari pekerjaan, bukan juga karena malas bekerja. Cuma Huang telah bosan hidup jadi pegawai perusahaan.

Pengusaha Pemalu


Mengelola pertenakan babi Huang mempunyai cara unik.  Dia sering mengajak bicara kedua babinya khusus peliharaanya, bahkan  tak segan- segan tidur bersama kedua babinya mengusir kesendirian. Meski di desa umum  adanya tempat pemotongan hewan; ia selalu merasa tidak nyaman melihatnya.

Bermodal 5.000 yuan ($730) sebagai modal, dia memilih membuka peternakan babi dan dalam lima tahun mengahasilkan 6 juta yuan. Berbeda pemuda desa kebanyakan, dirinya tidak suka bisnis rumah pemotongan hewan.

Memilih menjadi peternak babi saja dibanding membuka ruma pemotongan.  Seperti dilansir oleh China Daily, Wang Jing, sesama warga desa, masih tidak habis pikir kenapa Huang bisa menjadi kaya begitu cepat.

"Kesuksesan masih menjadi misteri bagiku, tetapi kerja kerasnya dalam pekerjaannya dan bisnis lebih dari beberapa tahun mungkin memiliki andil," ucap Wang Qiang, warga lain di desa Wangjiachagou.

Desa ini tak begitu dikenal tetapi kini mendapatkan sorotan kerena dirinya. Huang yang hidup dari keluarga paling miskin bisa berubah menjadi kaya raya. Huang tinggal bersama kedua orang tuanya, mereka memiliki kekurangan fisik, hingga tak mampu bekerja.

Mereka hidup sangat miskin dibanding tetangga lain. Mereka juga tidak bisa beternak seperti warga lainnya. Akibat keadaan rumah dan keluarganya itu pula, Huang mengaku tidak punya teman dan menjadi penyendiri.

"Saya sering kabur ke gunung untuk menghidari warga desa dan berpikir keras bagaimana cara mencari uang, " dia lantas mendapatkan babi pertamanya tahun 1993. Kala itu, selepas sekolah menengah atas rasa cintanya mulai tumbuh kepada babi- babinya.

Kaya mendadak


"Saya menyukai binatang. Saya menemukan mereka cerdas dan baik kepada ku. Mereka juga tidak pernah pernah memandang saya remeh," ucapnya.

Selama tinggal dengan kedua babinya, sendiri, dia mempelajari segala tingkah laku dan bagaimana mengobati penyakit mereka. Setelah tinggal dengan keduanya, Huang mulai kehabisan uang, karena tidak lagi bisa bekerja kembali ke sawahnya.

Jadi dia berniat bekerja di sebuah peternakan hewan besar di Yangling, Shaanxi. Bekerja sebagai buruh tak membuatnya betah. Tapi, dari sanalah ilmu beternak babi didapatkan melalui bekerja jadi buruh.

Total ia bekerja di sana selama lima tahun. Selama bekerja di sana, Huang mulai mendapatkan uang dari peternakan di Yangling dan mulai paham bagaimana pasaran babi. Peternak di China biasanya menyimpan 70 persen babi yang dijual di rumah.

Praktek ini menciptakan sebuah fenomena dimana peternak menyimpan banya babi ketika harga melonjak tinggi. Kemudian, ketika pasar mulai jenuh, harganya akan mulai turun. Akibatnya peternak tidak lagi menyimpan babi di rumahnya.

Kebiasaan ini menyebabkan fluktuasi periodik di pasaran. "Saya menemukan pola dalam harga babi dimana akan selalu naik dan turun dalam tiga tahun," jelasnya.

Dia kemudian menceritakan bagaimana caranya kembali. Di 2001, dia membawa pulang uang ke rumahnya dari bekerja di Yangling. Dan, dia mulai berbisnis menjual anak babi di Gansu, provinsi tetangga.

Dia terus berbisnis menjual sampai tahun 2003 -an, dan ketika harga indukan dan anak babi sedang jatuh- jatuhnya. Mengingat pola pernah dipelajarinya, Huang telah melihat arah bisnisnya, dia mengingat bagaimana lima tahun bekerja di Yangling sambil mengamati pasar.

Ia kemudian menginvestasikan 5000 yuang membeli 20 indukan dan 200 anak babi ketika berharga sangat murah.

"Kami mengira dia telah menjadi gila, membeli banyak babi ketika harga babi turun. Tidak ada satupun yang akan mau menyimpan babi disaat itu," ucap Wang Qiang.

Huang Jien, kakak perempuan, bahkan menyarankan adik iparnya untuk membawa Huang ke dokter jiwa saja. "Saya kira dia sakit jiwa," ucap kakak perempuan Huang.  Akan tetapi ta tidak peduli akan kritik dan keluhan dari keluarganya tersebut. Dia tetap menjalankan bisnisnya.

Dua bulan kemudian, ketika pasar mulai terdepresi dan harga pasaran mulai naik. Masa dua tahun itu mulai terlihat dimana ia telah bersiap.

"Anak babi yang saya beli 5 yuan setiap ekor kini dijual seharga 100 yuan tiap ekor. Anak babi yang lahir dari indukan yang hamil juga dijual kembali seharga 200.000 yuan. Saya berinvestasi 5000 yuan dan kembali lebih dari 50.000 yuan," jelasnya.

Ia memulai kembali berbisnis di 2004 dengan modal baru, mendapatkan 200.000 yuan di akhir 2005. Meski harga babi akan turun di 2006, ia telah memprediksikan harga akan naik di 2007. Huan telah menyiapkan peternakannya lebih besar.

Fan Enru, direktur biro peternakan Fengxian, mengatakan "Saya belajar dari Huang bahwa harga naik pada tahun 2007. Dia ingin uang untuk memperluas peternakannya, tapi dia tidak bisa mendapatkan pinjaman dari bank karena dia tidak memiliki penjamin. Saya memutuskan menjadi penjaminnya."

Dengan bantuan Enru dan bironya, ia mendapatkan 180.000 yuan, agar bisa berhutang modal dari bank lokal. Dan, dari sanalah, Huang berhasil mendapatkan 6 juta yuan di akhir 2008.

Peternakan miliknya kini memiliki lebih dari 3.500 babi, dan lebih dari 1.000 indukan. Mencontoh hidupnya, 20 orang warga di desanya juga ikut beternak babi. Mereka mengambil cara Huang, lalu menjadikan bisnis ini pilar ekonomi.

Mereka mencoba membantu para petani miskin. Sekarang mereka memiliki 79.300 babi di peternakan dan 34.000 telah dijual. Banyak petani labih banyak mendapat untung dari beternak babi. Ini menjadi bisnis tidak terduka maka cobalah.

Umur 16 Tahun Pengusaha Sukses Daur Ulang

Profil Pengusaha Maddie Bradshaw


bisnis daur ulang tutup botol

Maddie Bradshaw menunjukan bisnis daur ulang menjadi berbeda. Umurnya masih 16 tahun sukses menjadi pengusaha sukses. Ia menghasilkan $1,6 miliar melalui berjualan lewat Amazon dan lain- lain. Menjual lebih dari 600.000 kalung ke lebih dari 6000 retailer di Amerika Serikat.

Bermula dari gadis ini yang masih berusia 10 tahun penuh kreatifitas. Dia ingin menghias lokernya tetapi bosan. Maddie tidak menemukan cara kreatif beru mendekorasi. Ingin menemukan sesuatu yang original. Hingga dia bertemu pamannya yang mempunyai mesin minuman ringan.

Dia memberikan 50 tutup botol minuman kepada Maddie. "Teman ku melihat tutup botol ini, mereka mau membuat sesuatu dari itu," tuturnya.

Passion Pengusaha


Rasa antusias ketika melihat tutup botol tersebut. Ia lalu membuat pendan berbahan tutup botol. Dia mendekorasi menjadi perhiasan cantik. Namanya Snap Caps bertujuan menangkap dan merayakan keunikan tiap gadis.

Bukan sekedar mendekorasi, tetapi dia membuat tema dari bintang musik dan cerita anak. Dia cukup menjual 50 buah pertama kali. Begitu masuk toko langsung produknya laku keras. Barulah dia sadar bahwa ini akan menjadi sesuatu ke depan.

Dalam perjalanan ia menyadari uang bukanlah tujuan. Maddie hanya mencoba bersenang- senang. Tidak ada pikiran akan sesukses sekarang. Inilah yang membawanya senang membuat, dan tidak ada rasa takut kegagalan.

Bermodal $300 uang dari ibunya, membeli beberapa bahan, dan menghasilkan miliaran pertama dari sana. Ia mengajak saudara perempuannya Margot bergabung. Keduanya mendirikan perusahaan yang membuat perhiasan.

Margot menjadi vice- president bekerja dari desain, membuat, dan mengikuti pameran. Keduanya mulai mengikuti serangkaian peremuan bisnis. "Hal terbaik ialah perusahaan tumbuh bersama kami, ketika selera berubah maka desain pun berkembang," catatnya.

Maddie mendapatkan banyak sorotan dari berbegai media masa. Alhasil banyak anak- anak lain yang mencoba menghubungi. Para remaja ini bertanya bagaimana menjadi pengusaha sepertinya. Maddie pun meluncurkan buku berjudul "You Can Start Business, Too".

Bahkan dia meluncurkan beasiswa bagi para calon pengusaha. Ia senang mampu mengajak dan lalu menolong siapapun. "Tidak semua punya orang memiliki modal memulai seperti aku," jelasnya. Dia memang menarik perhatian media lokal dan nasional.

Dari ABC's, The View, dan Shark Tank meliput kesuksesn Maddie. Begitu pula penghargaan Teen Choice Awards. Dia merasa nerves ketika diwawancarai pembawa acara terkenal, Barbara Walters. Maddie bersemangat untuk membahas kemajuan hingga rencana masa depan perusahaan.

Pada Februari 2012, acara Shark Tank, Maddie menawarkan investasi $300.000 kepada kelima Shark investor. Ia menawarkan juga mentorship dengan perjanjian saham 13% dari perusahaan. Tiga orang setuju dengan penawaran yakni Mark Cuban, Robert Herjevic, dan Lorie Greiner.

Total investasi sampai miliaran dollar dari kelimanya. Semua direncanakan agar perusahaanya bisa go internasional. Bagi kalian remaja yang mau berwirausaha, ia mengatakan, "Ikuti passion kamu. Jika kamu memiliki ide dan mencintainya, maka orang lain akan suka, juga."

5 Pengusaha Sukses Berbisnis Limbah Sampah

Daftar Pengusaha: Sukses Berbisnis Limbah



Ia tidak menyangka hidupnya akan berbalik 180 derajat, justru karena limbah sampah.

Baedowy cuma bekas pegawai merasakan betul bekerja hingga tengah malam. Hidupnya berbalik itu ketika nekat memutuskan keluar dari kantornya. Dia saat itu 25 tahun, nekat hengkang dan memulai berbagai bisnis guna bertahan hidup. Dia kemudian berbisnis botol plastik bekas.

Modal awalnya hanya 50 juta, sebagian milik mitra bisnisnya. Baedowy kemudian mendirikan pabrik pengolahan sampah plastik, namun mulai ditinggalkan mitranya. Keduanya belum berpengalaman berbisnis.

Dilain hari mesin penghancur plastiknya sering sekali rusak. Jadilah Badowy berniat menjual bisnis ini. Tak kunjung laku, pengusasha ini memutuskan mengutak- atik mesinnya sendiri. Hasilnya dia malah menjadi ahli.

Ajaib ini berhasil membuat berbagai mesin pengolah sampah. Bisnisnya maju pasat bahkan mampu membeli tanah senilai satu miliar.

Singkat cerita, ia mendirikan perusahaan CV. Majestic Group, sebuah perusahaan pengolahan sampah yang bermitra sekaligus menjual mesin daur ulang. Dia tiap bulannya terhitung harus mengirimkan dua mesin ke China, sedangkan untuk olahan plastik sekitar dua kontainer tiap bulan. 

2. John Peter

John Peter baru saja naik kelas 2 SMP, ketika terpaksa keluar dari rumah berbekal seadanya. Dia hidup di tengah kota Cirebon, saat itu berumur 18 tahun. Dia selalu membawa sebuah koper berisi pakaian kamanapun langkahnya berjalan.

Sebuah keluarga TiongHoa kemudian mengangkatnya, memberikan rumah dan makan hingga lepas sekolah menangah. Di keluarga tersebut, ia belajar berbisnis secara otodidak melalui pengalaman.

Selepas sekolah, ia berniat melanjutkan ke ITB, dan diterima di jurusan ilmu kimia. Untuk itulah, John muda bekerja memastikan pendidikannya tetap berjalan lancar. Ditengah perjalanan, ia juga aktif kegiatan pelayanan di geraja menemukan sesuatu. Dia sadar bahwa pemulung berpenghasilan menjanjikan.

Berbekal tekat, meski buta akan menejeman bisnis, dirinya memulai bisnis sampah menjualnya ke pengepul. Waktu berlalu, ia telah memiliki beberapa pemulung dibawah naungannya; meraka bekerja sama.

Paling menarik ketika John rela tinggal satu atap, bersama- sama mencari uang dari ditumpukan sampah. Hingga bisnis tersebut mulai tumbuh dimana sebuah mesin pengolah telah terbeli. Dia lalu membeli mesin karena tertarik melihat harga biji plastik lebih mahal.

Dimana harga biji plastik bisa senilai Rp. 8.500 per- kg sedangkan berbentuk mentah hanya Rp.400 saja. Dia juga tak lagi menjual sampahnya ke bandar lain. Dari 18 juta per- bulan, bisnis itu tumbuh senilai Rp.800 juta- Rp.1 miliar per- bulan.

3. Indra "Novint" Noviansyah

Lajang 24 tahun ini dikenal akan keuletannya berbisnis sampah. Pembuktianya yaitu mampu mendirikan bisnis mandiri, yaitu bisnis sampah plastik, sendiri. Putra asli Pontianak merantau hingga ke kota Jakarta. Di sana selain berkuliah dirinya juga bermitra membangun bisnis sampah plastik.

Berbekal semangat ia tertarik memboyong bisnis ini hingga ke Pontianak. Melalui jalan kapal laut, dibawalah mesin berat seharga ratusan juta itu dari Jakarta ke Pontianak.

Guna meningkatkan kesadaran akan nilai sampah plastik, dia bekerja sama membangun bank sampah, selain itu juga bisa dapat bahan baku lebih murah. Dia menaruh tong- tong sampah khusus tanpa perantara pengepul, juga aktif berkeliling memberi penyluhan.

Pengusaha muda ini membeli sampah mereka langsung. Novint tidak hanya bekerja sama dengan masyarakat umum, tetapi hingga level pelajar, meski berlomba dengan para pengumpul sampah berat dirasanya.

4.Achmad Iskandar

Ide awalnya ketika dirinya mengikuti pameran dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Nasional di Balikpapan, Kalimantan Timur. Tepatnya Juli 2008, ia tengah berkeliling menikmati produk- produk daur ulang sampah plastik.

Dia terpikir kenapa semua hasil produknya selalu berbentuk konvensional seperti taplak, tas plastik, hingga produk lain yang sudah sering dilihat. Iskandar yang pernah menggeluti bisnis tanaman hias terbersit dipikirannya untuk membuat sesuatu yang berbeda.

Idenya adalah menciptakan vas bunga dengan plastik hasil daur ulang. Dia mencoba berbagai cara. Yang terakhir, Iskandar menggunakan wajan guna memasak sampah- sampah plastik tersebut. Setelah matang, ia akan menuangkannya ke sebuah cetakan. Dari sinilah sebuah vas unik berbahan plastik tercipta.

Ia menjual produknya masih di kawasan Kalimantan Timur. Tiap vasnya diberi harga bekisar Rp.25.000 per- buah, dan sudah bermotif.

Dia menemukan Marmo, batu tiruan yang bisa digunakan di lantai atau dinding. Marmo kemudian dia jual seharga 140.000 per- meter persegi. Dia mengaku membeli bahan baku sekitar Rp.500 per- kilogram, sedangkan satu vas beratnya 1 kg.

Artinya, ia mampu mengantongi laba bersih Rp.24.500 per- kg plastik. Dia juga sudah mempatenkan teknik pembuatan vas plastik daur ulangnya.

5. FX Harso Susanto

Bisnisnya berbicara tentang kerajinan tangan. Dia tidak hanya mengolah sampah, tetapi merubahnya menjadi aneka furnitur dan aksesoris. Namanya FX Harso Susanto, seorang seniman asal Yogyakarta yang merubah cara pandang tentang bisnis daur ulang.

Cara pembuatan produknya mudah, ia cukup mengumpulkan koran bekas kemudian mencampurnya dengan lem kanji. Dia memulai dengan memilin- milin kertas itu kemudian mulai membentuk betuknya.

Furnitur itu dibuat 100% berbahan kertas koran. Kendati berbahan kertas, furnitur itu bisa menahan beban hingga 200 kilogram. Bicara harga produk tersebut dibandrol Rp.8.000- Rp.300.000. Pemasarannya melalui berbagai cara, terutama media online di berbagai situs jejaring sosial.

Untuk sekarang ia mengaku mampu membuat 50 jenis. "Pernah saat mengikuti pameran di Jakarta, bapak President SBY mencoba menduduki kursi buatannya," imbuh pria gondrong ini

Berbisnis Hijab Mandiri Jenahara Omzet Ratusan Juta

Profil Pengusaha Jenahara Nasution


busana muslim jenahara
 
Naninda Jenahara Nasution merupakan putri orang terkenal. Tetapi berbisnis hijab mandiri tanpa dia mendompleng nama ibunya, Ida Royani. Putri dari seorang artis pastilah memiliki jalan. Namun dia memulai dari nol, bahkan harus pontang- panting mengurusi desain dan jahitan.

Ia mengenang bermodal penjahit lepas. Jenahara berharap hijabnya menjadi kenyataan. Bukan cuma berakhir menjadi konsep apalagi gambar kertas. Pengusaha hijab ini kemudian memiliki 20 penjahit lepas, dengan 10 tim produksi dan pemasaran.

Dia kini mampu meraup omzet Rp.300 juta perbulan. Jehan memang putri artis era 80 -an tetapi  dia tidak tersorot kamera. Bahkan tiba- tiba namanya bersejajar dengan desainer hijab lainnya. Ia bahkan telah mengikuti beberapa kegiatan peragaan busana.

Meniti Karir dari Nol


Menjadi putri seorang artis dan desainer mungkin akan menurun. Jehan lebih tertarik kepada dunia fashio dibanding kerartisan. Itu sudah terbentuk semenjak masih kecil. Alhasil Jehan tidak mendapat sorotan publik. Dia memutuskan menjadi desainer dengan mengambil pendidikan disana.

Tidak mudah ia membangun nama brand "Jenahara" sendirian. "Aku memang bangun Jenahara dari nol banget, kalau orang tidak tua; dia bilangnya dibantu mama," tuturnya. Dia memakai uang sendiri tanpa sepengetahuan mamanya.

Tiba- tiba dia sudah saja memiliki brand fashion sukses. Bahkan ketika pertama kali meluncurkan ibunya tidak tahu. Bikin brand fashion diam- diam membuatnya nyaman. Ibunya baru tau dari teman- temannya. Jehan meluncurkan pada 2011 dengan konsep sangat lama semenjak 2006.

Namanya sudah ada tetapi dia tidak kunjung meluncurkan. Tahun 2006, perlu kamu ketahui, bisnis hijab belum booming karena orang belum banyak pakai. Dia menundanya hingga konsep dapat nanti diaplikasikan. Orang dulu melihat hijab milik orang tua sekarang sudah semakin bergaya.

Bahkan dia hampir pingsan karena hamil masih bekerja. Bayangkan Jehan harus keliling mengurusi bahan kain. Usia kandungannya masih tujuh bulan benar- benar kecapean. Dia tetap bertahan karena ini passionnya. "Jadi aku enggak pernah berat hati menjalaninya," ia mengenang.

Pengalaman mendebarkan tidak terlupakan ketika meniti karir. Dia hampir pingsan ketika hamil 7 bulan. Kini, brand Jenahara telah dipamerkan keluar negeri, mulai dari Hong Kong, Thailand, dan juga Milan. Ia terus berinovasi agar produknya selalu diminati masyarakat.

Berbisnis dengan Passion


Dia bukan sekedar mendesain pakaian tetapi mebutuhkan proses. Jehan sempat bersekolah desain di Sekolah Susan Budiharjo pada 2013. Ada anggapan menjadi desainer merupakan bakat. Seperti dia yang merupakan putri desainer pakaian sekaligus artis.

Dari kecil dirinya memang familiar dengan bisnis fashion. Mulai pagelaran busana sampai mampir ke toko bahan. Ditelisik lebih jauh ternyata sang nenek pemilik bakat ini. Katanya ketika jaman Belanda neneknya adalah penjahit. Meskipun dia berbakat tetap dibutuhkan kerja keras hingga sekarang.

|Membayangkan menjadi penggerak modest wear Indonesia. Namanya dikenal karena telah melewati masa belajar lama.

"Mungkin gift mungkin iya, ada sesuatu yang mengalir dari di saya.  Tetapi saya percaya kepada dedikasi dan konsistensi, orang harus bekerja keras, dan tawakal kepada Tuhan percaya bahwa semua ini dapat dikerjakan," Jehan percaya.

Pada periode 2006- 2011, konsep Jenahara Black Label telah dikembangkan, dia hanya butuh waktu yang tepat. Begitu waktunya Jehan juga menginisiasi Hijabers Community Indonesia. Jehan sempat vakum karena menikah dan punya anak. Ia tak takut  bila karirnya berhenti ketika memilih berhentti.

Tetapi siapa sangka selepas vakum bisnisnya malah moncer. Dia masuk Jakarta Fashion Week 2018, dan diajak masuk Australia Awards. Dia menjadi juru bicara bagi Indonesia. Semua karena tema dari pakaiannya bahwa perempuan kuat di medan perang.

Ia percaya akan perkembangan modest wear diseluruh dunia. Perubahan positif dia sendiri rasakan ke depannya. Potensi dalam negeri sendiri masih besar dikembangkan di Indonesia. Apapun dikerjakan bertujuan mengharumkan nama Indonesia.

Bicara ciri khas semua mengalir mengikuti kreativitas. Karyanya harus orisinil dan penuh kreativitas. Dulu modest wear dianggap kuno, sekarang menjadi gerakan, dimana mulai diikuti desainer dari manca negera. Desainer berlomba menemukan keotentikan dan identitas setiap karyanya.

FX Harso Susanto Bisnis Kreatif Koran Bekas

Profil Pengusaha FX Harso Susanto


sukses kerajinan koran

Bisnis kreatif koran bekas FX Harso Susanto. Pengusaha kerajinan asal Yogyakarta, yang kini tengah sibuk menggeluti bisnis sampahnya. Berbisnis berbeda dari biasanya, karena bukan hanya mencari untung tetapi ramah lingkungan."Tapi juga menjaga lingkungan dari limbah kertas koran," jelasnya.

Dia berbeda dengan pebisnis sejenis mengerjakan sampah plastik. Harso asik sibuk memilah sampah- sampah kertas terutama kertas koran. Dibawah bendera Peperfurniture.com, ia mencoba melebarkan sayap bisnisnya sejak 2006.

Berbisnis Harso bicara banyak tentang kerajinan tangan. Ditambah tempatnya berdagang spesial di kawasan Yogyakarta, tak ayal beberapa bule terlihat naksir kepada barang buatannya. Tidak jarang mereka meragukan kualitas dari produknya tersebut.

Bisnis Kreatif Koran Bekas


Ada keraguan ketika orang membeli kerajinan ini. Kala itu, ada seorang wanita asal Inggris ingin membeli meja kertas, yang tak disangga kerangka kayu. Wanita Inggris tersebut terlihat tergopoh- gopoh membawa benda buatan Fransiskus Xaverius Harso Susanto itu.

Seolah tau kegelisahan si wanita, Harso segera menaruh sekaleng lem yang beratnya sekitar 10kg -an diatas benda tersebut. Dia tersenyum memperlihatkan karyanya bukanlah mainan melainkan meja sungguhan.

"Waktu itu, perempuan asal Inggris tersebut membeli 100 buah barang- barang kerajinan saya mulai dari nampan, tempat majalah, sampai keranjang kotak," kenangnya.

Pria berdomisili di Sanggrahan, Yogyakarta, memulai usahanya karena kecintaan akan barang bekas dan lingkungan. Rasa cinta itu semakin memuncak disaat mendampingi anak- anak jalanan beberapa tahun silam.

Beberapa tahun tersebut, Harso memang sudah getol membuat- memperkenalkan barang- barang kerajinan dari bahan kertas, merasa persaingan belum ketat.

Dia segera saja menyusun konsep bisnisnya. Harso membuat berbagai kerajinan dari koran bekas, beberapa aksesoris tersebut dijualnya lewat internet. Namun dunia memang sangat cepat berubah terutama bagaimana iklim bisnis di Indonesia.

Dia merasakan betul bisnisnya mulai terasa kembang kempis. "Banyak calon pembeli yang mengirim e-mail membatalkan pembelian. Wah, ini sudah jadi tanda- tanda surut," kata pria kelahiran Temanggung, Jawa Tengah ini.

Seolah tidak mau tergerus krisis itu, ia segara mencari cara agar kreatifitas tak berhenti begitu saja. Energi dari bapak dua orang anak ini disalurkan melalui produk baru. Dia bersama empat rekannya mulai memproduksi barang- barang furnitur sekala besar.

Tentunya barang- barang tersebut akan lebih sulit dibentuknya. Tak ada teknik pembuatan khusus melainkan hanya berbekal lem kanji. Cara pembuatan produk ini memang relatif mudah tetapi harus serius. Kertas koran cukup dilumuri lem kanji, sesudah itu dipilin- pilin kemudian dibentuk.

Tetapi, pembuatannya memang butuh satu ketelitian ungkap Harso. Kertas itu dipilin lalu dipasang sesuai bentuk mengikuti modelnya. Pengeleman setiap jalinan demi- jalinan wajib mendapatkan perhatian khusus.

Tidak Patah Semangat


Furnitur karyanya dibuat 100% berbahan kertas koran bekas tanpa campuran bahan lain, semisal besi atau kayu. mKendati bahan utamanya hanya kertas, terbukti itu mampu menahan beban hingga 200 kilogram.

"Pernah saat mengikuti pameran di Jakarta, bapak President SBY mencoba menduduki kursi buatannya," imbuh pria gondrong. Menurutnya produk karyanya telah mendapatkan sambutan sangat positif.

Dia fokus memasarkan produk lewat jalur online. Kini, bengkel bekerjanya di Janti, Yogyakarta, sudah sering didatangi para turis asing. Banyak turis asing yang berminat akan produk karyanya. Mereka akan memesan secara besar untuk dibawa ke negera masing- masing.

Dibantu empat karyawannya, ia mampu mendapatkan omzet berkisar 10 juta- 20 juta. Produknya dijual beraneka harga disesuaikan tingkat kesulitan. Harga produk kerajinan furniturnya berkisaran harga Rp.8.000 - Rp.600.000.

Hingga sekarang, pengusaha Harso, masih terus memasarkan produknya melalui peperfurniture.com. Ia bahkan mengaku sudah mampu memproduksi 50 jenis barang.

Twitter: FX.Harso Susanto (@semestarec)

Bisnis Pakaian Organik Anak Kyle Smitley

Profil Pengusaha Kyle Smitley


 
Kyle Smitley merupakan kelahiran dan tumbuh di Defiance, Ohio. Pengusaha sosial lulusan DePauw University di Indiana. Ia mengambil jurusan geologi dan filosofi. Dia membutuhkan setahun berhenti setelah lulus, kemudian melanjutkan hukum dan mendirikan Barley & Birch.

Dia terlahir dari seorang ayah bersifat unik dan berkesan. Ayahnya tidak mau menamai Kyle karena tidak mau princess. Maka dia mengajak Kyle untuk mengikuti aneka olah raga. Ayah Kyle bahkan memberikan semua tiket satu musim untuk sang putri.

Ayah Kyle juga senang mengajak putrinya ke luar kota. Termasuk ke Midwest, Detroit, yang menjadi tujuan sang putri mengembangkan diri. Dia tumbuh di Detroit mendapatkan apa dibutuhkan. Semua hal di kota tersebut berkesan bagi Kyle hingga sekarang.

Memulai Bisnis Unik


Pengusaha harus memiliki ide unik diluar kotak. Bisnis pakaian organik Barley & Birch dimulai dari kepedulian. Dia tidak memiliki pengalaman menjalankan bisnis fashion. Bahkan mengenai kain ia pun belajar otodidak, melalui serangkaian kesalahan dan percobaan berulang- ulang.

Kebanyakan toko menolak menawarkan produk- produk ini. Alhasil dia mengambil jalan alternatif melalui blogging. Melalui para blogger menawarkan produk tersebut ke pembaca. Kyle mengendors mereka menonjolkan produk ini. Begitu tanggapan baik mereka malah datang sendiri.

Ia menggunakan bahan kain 100% organik. Kyle juga menggunakan pewarna berbasis air. "Pakaian organik sangat penting bagi kita karena katun di dunia 20% mengandung insektisida, 7 dari 10 nya menurut Environmental Protection Agency katanya memiliki kandungan karsiogenik," tuturnya.

Memulai bisnis sejak 2007, bertahap mendapatkan apresiasi masyarakat, utamanya ia menyasar anak- anak harapan masa depan. Kita tidak boleh membiarkan mereka diracuni zat berbahaya. Uniknya dia juga mengembangkan teknik pewarnaan sendiri, yang dapat dilakukan anak- anak mandiri.

Bahan organik dapat dihasilkan dari tanah sehat tanpa zat kimiawi, makanan sehat, dan pengairan yang masih murni. "Pada dasarnya menggunakan bahan katun organik merupakan puzle kecil dari menjalankan kepingan eco- friendly," jelas Kyle lagi.

Produknya bebas karbon karena menggunakan tenaga matahari. Mulai dari bahan, manufaktur produk, dan menggunakan energi matahari. Bahkan Barley & Birch akan menanam pohon atas setiap tinta dan emisi dari truk.

Brand menjadi lebih kuat berkat selebriti dunia mendukung. Antara lainnya, Jessica Alba dan Sherly Crow, yang memakaikan pakain ini ke anak- anaknya. Hasil penjualan 30% akan digunakan untuk kepentingan lingkungan dan pemanasan global.

Membagi Waktu


Ketika menjalankan bisnis ini, Kyle masih terdaftar menjadi mahasiswa hukum selepas lulus dari ilmu geologi dan lingkungan. Umurnya 24 tahun dan peduli akan proses kita memproduksi pakaian. Dia mengatakan menjadi pengusaha merupakan tantangan ketika berkuliah.

Kamu harus mampu membagi waktu antara pendidikan dan bisnis. Menjadi mahasiswi sekaligus menjalankan bisnis keduanya butuh tanggung jawab ekstra. "Saya melakukan banyak multi- tasking," kenang Kyle.

Ketika kuliah istirahat dia akan mengirim email dari iPhon, dan menarima telephon dari telephon biasa. "Mencoba tidak bekerja ketika berada dalam kelas, tetapi hal tersebut hampir mustahil terjadi," ia mengingatkan.

Dia menjelaskan nama usahanya bersumber dua hal. Namanya itu berasal dari masa kecil, Barley ini bersumber dari taman disekitar sekolah. Nama Birch merupakan nama  pohon dekat rumahnya dekat danau, dan juga di halaman teman kecilnya.

Perusahaanya masuk daftar National Green Pages, merupakan daftar primer peduli lingkungan dan penjagaa alam dalam Amerika Serikat. National Green Pages sangat penting membuat jaringan dengan sesama perusahaan lingkungan.

"Itu seperti memiliki 1000 mentor sekarang," ia lanjutkan.

Bermula ketika dirinya membeli satu produk pakaian organik. Ia meyakinkan diri mengajukan hutang bisnis senilai $10.000. Tentu konsep tersebut dianggap kurang meyakinkan. Apalagi dia menegaskan tidak mamakai tinta garmen biasa.

Sulit meyakinkan pemilik grosir memajang produk ini. Dia menganggap sebagai tantangan sehingga bisa ditaklukan. Cara terbaik membuatnya tetap semangat ialah kepentingan alam. Kyle mendedikasi semua demi mendonasi organisasi lingkungan seluruh dunia.

Visi masa depan benar- benar dia kerjakan hingga nyata. Bermula dari dua orang pegawai dan dua orang intern. "Menyerah bukanlah opsi," tuturnya. Tahun pertama bisnis sangat liar dan mengolah adrenalin.

Tips lain bagi pengusaha m

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba