Perpustakaan pengusaha berisi 1000 profil dan biografi pengusaha sukses. Baca, pelajari, tiru dan kembangkan bisnis kamu sendiri. Gratis!
Profil Anaz Siantar Blogger Jadi Influencer
Fashion Blogger Pertama Biografi Diana Rikasari
Profil Pengusaha Diana Rikasari
Biografi Diana Rikasari, kelahiran 23 Desember 1984, memang dikenal punya selera fashion. Diana bisa dibilang fashion blogger pertama Indonesia. Memulai menulis semenjak 2007 menggunakan platform blog online. Dari menulis, ibu muda ini menyalurkan kecintaan akan dunia fashion lewat foto.
Siapa Fashion Blogger Pertama
Kisah Diana Rikasari
Bukunya tidak cuma best seller di Indonesia, tetapi juga Malaysia dan menyusul Singapura. Cetakan berikutnya menyebar sampai London, Filipina, Dubai, dan Brunei.
Alamatnya ada di dianarikasari.blogspot.com dengan pengunjung banyak. Ini menjadi bisnis lain bisa digelutinya selama kurun waktu tersebut. Diana sering mendapatkan sponsor melalui sini sebelum ada Instagram. Ia pun masih kerap mendapatkan sponsor melalui media blog tersebut.
Blognya masih update sampai sekarang menjadi jala kesuksesan lain. Ia mendapatkan apresiasi tak cuma dalam negeri. Salah satunya, ajang Paris Fashion Week, yang memberi undangan untuk Diana hadir. Bisnis lainnya, Diana mendirikan brand sepatu bernama Up dengan bermodal 40 juta rupiah.
Perbulan setidaknya dia mampu menjual ratusan pasang. Omzetnya mencapai ratusan juta rupiah dari berbisnis sepatu saja. Dari bisnis pakaian lahirlah brand Schmiley Mo, yang diperuntukan wanita dan anak- anak. Schmiley Mo bahkan sudah menjadi brand internasionl lewat Torino Fashion Week, Itali.
Diana sukses memboyong pakiannya sampai ke Dubai dan Uni Emirat. Diana lalu pindah ke Swiss ikut suaminya menetap. Meskipun tidak tinggal di Indonesia, karyanya bisa dinikmati melalui media internet yang memotong jarak.
Ia telah menjadi ikon orang Asian bermain fashion. Maka tidak salah, dalam acara Spiel Der Kulten, pihak museum kota St. Gallen, Swiss, membuatkannya patung. Ini prestasi terbesar baginya sejak semula berusaha. Diana masih aktif menjadi fashion designer, blogger, dan penulis buku yang aktif.
Indah Nada Puspita Hobi Ngeblog Fashion
Profil Pengusaha Indah Nada Puspita
Hobi ngeblog fashion kini menjadi influencer ternama. Indah Nada Indah Nada Puspita masih ingat semua bermula dari tugas sekolah. Ia ditugaskan membuat blog untuk mata pelajaran TIK. Kala itu masih SMA, dia lalu keterusan aktif menulis blog untuk hobi, belum terpikir menjadi blogger hijaber.
Bisnis Fashion Blogger
Nada sempat berpikir membuat brand fashion sendiri, tetapi bentrok kuliah dan belum kesampaian.
"Ada interest untuk punya merek sendiri. Waktu itu, pernh dicoba tetapi aktivitasnya masih banyak kuliah, belum kesampaian hingga sekarang," tuturnya.
Mengapa brand mempercayai sosok Nada bukan tanpa sebab. Dia mampu membangun brand melalui blog. Perusahaan mengaggap gadis berhijab ini memiliki inspirasi. Gaya fashionnya sangat diminati anak muda Indonesia. Terbukti dari jumlah pengunjung aktif yang datang dan kembali ke blognya.
Dia menutup aurat tetapi masih bisa berpenampilan modis. Nada mengataka soal follower blog tidak ada datanya. Tetapi begitu mermabah ke Instagram, Nada mampu memiliki follower sampai 200 ribu follower. Anak kedua dari dua bersaudara ini belum menyerah menjalankan blog miliknya.
Dari blog dia mendapatkan pengunjung baru. Ia tidak mau meninggalkan blog karena disitulah brand -nya. Agar blog menggaet pengunjung baru dan menyenangkan pegunjung lama. Tidak perubahan justru menjadi tambahan buat endors.
Dijadwalkan tiga hari sekali blog update. Isinya ya mengenai fashion dan soal make up. Itu sejalan dan konsisten dengan tujun awal. Nada memang membuat blog fashion. Karena posisinya berkuliah di luar negeri, Nada terkadang dibantu teman- temannya untuk update foto di blog.
Postingan bisa dilakukan dimanapun melalui internet. Kemudahan ini sangat dimanfaatkan Nada buat mengisi konten. Isi blog juga bersifat spontan bahkan bisa diluar tema. Misalnya dia tengah jalan- jalan ke suatu tempat di Jerman, tetapi ada kalanya direncanakan terutama bila bersponsor.
Ia akan segera berdiskusi soal gaya dan latar pemotretan dengan produk. Nada memikirkan betul biar pesan tersampaikan dengan gayanya. Meskipun kelak akan menikah dan punya anak tetap ngeblog. Ia yang mencintai seni menganggap blognya karya.
Dia selain blog juga tertarik berakting dan bernyanyi. Khusu buat menyanyi dia sudah mengeluarkan single loh. Lagunya berjudul No Me and You bergenres retropop. Selain menyanyi di Indonesia dan Jerman, Nada memiliki brand scraf maka pantaslah dia disebut pengusaha muda juga.
Dian Pelangi Fashion Hijab Desainer Indonesia
Biografi Pengusaha Dian Pelangi
Biografi Dian Pelangi desainer hijab terkenal mendunia. Pengusaha Wanita yang bernama asli Dian Wahyu Utami, sempat disepelekan kerena dia dianggap mendompleng. Brand Pelangi telah besar ketika meneruskan usaha keluarga tersebut.
Usaha Sendiri
Memulai usaha fashion hijab desainer sejak umur 18 tahun. Kemudian, di usia 21 tahun sudah masuk ke bisnis keluarga, Dian Pelangi masih memiliki banyak mimpi pribadi. Meskipun ia sukses dalam membesarkan bisnis keluarga. Dia masih merasa ini bukanlah kesuksesan karena masih banyak.
Dian masih banyak ingin belajar segala sesuatu baru. Ia sendiri masih banyak berkomunikasi dengan orang tua. Bila dia melakukan sesuatu maka bicarakan. Takutnya menghasilkan uang banyak tetapi orang tua tidak ridho. Inilah tips sukses Dian Pelangi buat kamu yang memulai berwirausaha.
Tantangan orang meremehkan dirasakan Dian begitu kuat. Awal- awal dia sempat jatuh meragukan kemampuan pribadi. Dia harus bekerja mulai dari desain sampai pemasaran dilakukan. Ia mampu membuat brand sekunder seperti Tenun Pelangi, Batik Pelangi, DP by Dian Pelangi, dan Dian Bridge.
"Ini kok masih anak- anak," celetuk mereka.
Anggapan negatif harus dipatahkan melalui karya bukan berdiam diri. Kini, brandnya memiliki 11 cabang, dari Pekalongan, Jakarta, Palembang, Medan, Aceh, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Ini juga termasuk franchise keluar negeri ke Malysia, Timur Tengah, dan Eropa.
Agar kamu bisa sukses maka ciptakanlah ciri khas. Bila kita meniru maka masyarakat tidak akan bisa mengenali kita. Mereka tidak akan menganggap karya kita dan karir berjalan di tempat.
Dia terlahir sebagai gadis biasa tidak berlebihan. Uniknya, kedua orang tua Dian memiliki pemikiran berbeda. Bila kebanyakan ingin anaknya masuk ke sekolah menengah. Begitu lulus SMP, Dian malah dimasukan ke SMK 1 Pekalongan Jurusan Tata Busana
Dian menjadi minder ketika bertemu teman di SMP. Tetapi lambat laun berubah, passion akan dunia fashion tumbuh, dan Dian malah bersyukur masuk ke SMK Tata Busana. Begitu lulus sekolah dirinya langsung ditanggung jawabi mengelola butik.
Pengusaha wanita kelahiran Palembang, 14 Januari 1991, yang menjadi desiner utama bisnis fashion milik keluarga. Ia dikenal sebagai anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia (APPMI) termuda. Berkat sorotan berbagai media membuat namanya melejit keseluruh Indonesia.
Pada Mei 2009, Dian mengadakan fashion show di Malbourne Australia. Dia menampilkan 40 pakain hasil karyanya. Namanya mendapatkan sorotan dari media Australia, The Edge. Ia pun rajin untuk mengikuti fashion show dari APPMI, seperti yang bertema "Kembali Fitri" pada 2009 silam.
Kementrian Perindustrian dan Perdagangan mengajak Dian ke fashion show di Abu Dhabi. Dia juga diundang mengikuti Jakarta Fashion Week (JFW) pada November 2009. Tanggapan masyarakat pada karya Dian Pelangi sangat positif.
Dia menjadi kiblat fashion anak muda pada 2010 -an. Maka Dian meluncurkan buku fashion yang di
dalamnya mengenai "Street Style". Berisikan gaya busana hijaber yang pernah dia temui diseluruh penjuru Indonesia.
Dian Pelangi juga menjadi penggagas komunitas hijab. Namanya komunitas Hijabers yang sudah tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Hijabers Community masih berkembang diantara kehidupan masyarakat Indonesia.
Inspirasi Fashion Blogger Evita Nuh Hadapi Keterbatasan
Menjadi Fashion Blogger
"Blog itu untuk bersenang- senang, bukan semacam kompetisi dan bukan urusan bisnis jadi nikmati saja," tutur Evita.
Menjadi fashion blogger tentu membutuhkan modal. Walaupun gratis, Evita tetap membuthkan uang buat postingan. Tidak ada budget spesifik hanya dilakukan sesuai kesenangan. Evita akan memakai apa yang dia sukai dan ingin dicoba.
Taukah kamu, kakaknya sangat berperan akan kesuksesan blog miliknya. Kakak Evita yang memotret gaya. Dia jarang membaca blognya. Kakaknya juga tinggal terpisah di apartemen. Dan, dia tidak suka dunia fashion sama sekali.
Seperti dijelaskan diatas dia lakukan buat bersenang- senang. Tidak ada pikiran mau diuangkan. Dia juga tidak mau bekerja layaknya karir. Harus membangun jadwal khusus demi kebutuhan konten. Itu bukan gaya Evita.
Justru dengan gaya inilah dia mampu tampil tanpa beban. Ia menjadi sosok inspiratif bagi anak- anak seumuran. Evita selalu senang bila namanya disebut "Evita Nuh from Indonesia". Nama tersebut jadi bentuk pengakuan akan karya. Dia dari menjadi model fashion sampai membangun brand pribadi.
EVITANUH merupakan bentuk ekspresi pengusaha muda ini. Brand tersebut menjual baju atasan, celana, rok, dan outwear. Dia senang ketika gadis lain menyukai produk ini. Senang rasanya, ketika ada ibu- ibu bilang anaknya ngefans sama Evita, dan berharap bisa mengikuti jejaknya.
Evita kecil menderita Sindrom Espeger. Ia sebenarnya cerdas di atas raata- rata. Espeger merupakan bentuk austisme yang membuatnya cangguh, susah bersosialisasi. Dunia maya menjadi jalan dirinya berekspresi. Bila dilihat dari tulisan dan gaya fashion Evita punya kecerdasan diatas rata- rata.
Bentuk autisme ini membuat dirinya susah komunikasi. Spesifiknya dia akan kesulita memahami hal komunikasi non- verbal. Ini bukan akhir segalanya justru memacu semangat. Alhasil dia menjadi lebih ekspresif menulis. Membuka peluang menjadi penulis masalah fashion ternama asal Indonesia.
Membangun Harapan
Bloger berjudul La Creme de la Crop dibangun ketika 9 tahun. Gadis bernama lengkap Evita Panca Ludwina. Gaya fashionnya terinspirasi Alexander McQueen, Anna Wintour, dan Karl Lagerfield. Dia berada dalaam daftar Fashion Bright Under 16 pada 2010.
Masuk ke urutan ketigaa berdasarkan penulis fashion Asia Tenggara, www.tonguechic.com. Di usia 12 tahun, namanya masuk daftar "100 Anak Muda Paling Berpengaruh Indonesia" versi Marketeers. Ia pada Agustus 2011, profil dirinya satu artikel penuh ditulis di majalah Grazia asal Italia.
Pada Februari 2012, Evita terpilih menjadi wakil anak muda jenius dari Asia. Satu- satunya anak muda di dalam wawancara di majalah Le Nouvel Observateur Perancis. Tahun 2013, dijuluki sebagai The Next Tavi dalam majalah Elle, dan dimuat dalam New York Times pada tahun 2015.
Majalah Go Girl! tertarik akan kemampuan Evitaa Nuh. Dia dijadikan salah satu kolumnis majalah fashion terkemuka itu.
Dari tanah air, banyak brand lokal yang tertarik menjadikan dirinya model. Spesifiknya Evita nanti memakai produk mereka untuk dipadu- padankan. Evita lalu membangun EN PENS, brand fashion yang kepanjangan dari Evita Nuh Perfectum Est Non Satis, yang menjual produk tas desainnya.
Salah satu karayanya berupa tas clutch bertema taksi New York. Tas ngejreng dengan warna kuning yang mencolok. Sempat difavoritkan fashion blogger lain, seperti Cindy Karmoko, Anaz Siantar, dan kalangan selebriti.
Andien artis dan penyanyi pernah membawa tas ini ke New York Fashion Week 2014. Ini menjadi perbicangan dikalangan selebriti dan fasionista. Adapula Ava and Archiebald, produk pakaian anak dan bayi karyanya. Evita juga sibuk menjadi ilustrator album weeding dan kids photography.
Bisnis Hijab Syar'i Bandung Hasilkan Miliaran
Profil Pengusaha Dewi Permata
Dewi Permata tidak akan menyangka sukses begini. Bisnis hijab syar;i Bandung nya menghasilkan miliaran. Ia tidak pernah berpikir ke arah sana. Dewi hanya ingin membuat produk yang membantu. Sejak semula dia memang ingin memiliki usaha sendiri.
Perjalanan Bisnis
Keduanya merupakan anak asli Padang perantauan. Pasangan pengusaha muda yang dipanggil Uda- Uni. Bisnis ini unik karena Dewi tidak sekedar membuka usaha. Dia menawarkan kelebihan berbeda dari pebisnis hijab syar'i lain. Dewi menciptakan hijab "anti- tembem" yang menarik para pembeli.
Dewi termasuk nekat karena mendesain sendiri. Dia mendesain hijab yang bikin wajah tirus. Ini yang kemudian "tidak sengaja" menjadi andalan. Awal mula dia sama sekali tidak menyadari akan konsep tersebut. Bersyukur sebuah ajang kompetisi kewirausahaan menyadarkan dia akan ini.
Ia menyebutnya khimar "antem" atau anti- tembem. Keputusan membuka usaha selepas keduannya menikah. Di 2016, diputuskan menjalankan usaha sendiri, dan sang suami pun sempat tergiur menjadi karyawan. Rosy merupakan mahasiswa pertambangan dan dibutuhkan perusahaan besar.
Bisnis Dewi melejit apalagi selepas mengikuti ajang kewirausahaan. Rosy melihat istirnya sempat kwalahan. Dia memutuskan menolak untuk menjadi pegawai perusahaan tambang. "Setelah melihat saya keteteran menghandle pesanan... sejak saat itu kami memutuskan untuk bersama- sama besarkan Kiciks"
Mereka lantas merekrut dua orang bagian administrasi. Beberapa penjahit bergabung, kemudian bisa merekrut 80 orang pegawai ke depan berpusat di Bandung. Produk meliputi hijab, khimar, dress, jilbab, dan mukena. Produk mulai daily look sampai premium melalui koleksi brand "Dewi Permata".
Selain mengandalkan desain anti- tembem. Brand ini menarik karena motifnya unik, seperti adanya bunga sakura yang terinspirasi perjalanan. Keduanya tengah traveling ke Jepang dan menemukan bunga sakura. Diprintlah motif bunga sakura tersebut, dan dipasarkan melalui sistem pre- order.
Pesanan langsung masuk 2000 pcs hijab langsung ludes. Mereka juga punya koleksi yang terinspirasi budaya Indonesia lewat koleksi Sasade. Kemudian mereka menghadirkan bunga Lupine. Agar makin berkembang, Dewi melanjutkan pendidikan fashion designer di IFI Bandung, pada awal 2019.
Kegemaran traveling menjadi sumber kreatifitas keduanya. Baik buat membangun Kiciks bisnis hijab syar'i Bandung ini. Mereka pun rajin berpergian keluar negeri buat aneka desain baru. Biasanya bila mereka melihat keindahan bunga di daerah tertentu.
Biografi Coco Chanel Pengusaha Desainer Sepanjang Masa
Biografi Pengusaha Coco Chanel
Biografi Coco Chanel, wanita bernama lengkap Gabrielle Bonheur Chanel. Pengusaha desainer yang lahir pada 1883, di Saumur, Maine-et-Loire, Prancis. Dia merupakan putri seorang wanita bernama Eugene Jeanne Devolle, yang bekerja sebagai tukang cuci di rumah sakit amal untuk orang miskin.
Coco merupakan anak kedua Jeanne dengan Albert Chanel. Dia punya kakak wanita yang bernama Julia, berjarak cuma setahun. Ayahnya bekerja menjadi vendor untuk alas pakain dan garmen. Usaha yang berpindah- pindah begitu juga tempat tinggal.
Keluarga Coco Chanel
Albert berkeliling dari pasar ke pasar diseluruh penjuru Prancis. Tahun 1884, dia menikahi Jeanne, dan tinggal di penginapan jelek. Albert sendiri selalu absen dalam kehidupan mereka. Alhasil Jeanne yang tidak paham birokrasi sempat mengalami kesulitan.
Dalam pendataan Albert tercatat tengah melalukan perjalanan. Sementara putrinya Coco, pernah di daftar kependudukan bernama "Chasnel". Itu semua karena kesalahan pengucapan. Karena ketidak pahaman ibu dan absennya ayah, nama terakhirnya salah eja, yang mana karena kesalahan juru tulis.
Punya banyak anak tetapi hanya lima selamat. Jeanne tinggal bersama dua putra dan tiga putri. Usia 13 tahun, dia mengingat dalam biografi Coco Chanel, ibunya meninggal karena TBC ketika usianya 32 tahun. Tetapi ini belum pasti masalah utama mengapa Jeanne meninggal.
Dugaan bahwa dia meninggal karena kemiskinan, kelaparan, dan penomia. Ayahnya mengirim kedua putranya bekerja di perkebunan. Tiga putrinya kemudian dikirim ke tempat yatim- piatu. Muncul lah Congregation of the Sacred Heart of Mary, yang mengayomi gadis yatim dan terlantar dari rumah..
Mereka menawarkan tempat keagamaan bagi anak gadis. Hidup yang lebih baik, berkecukupan, tapi menekankan disiplin tinggi. Disini Coco menjadi bagian dari pusat keagamaan tersebut. Dia belajar disiplin hingga menjahit. Inilah mungkin tempat yang membentuk pola pikir desainer Coco Chanel.
Dia lalu meninggalkan tempat tersebut karena telah remaja. Dalam sebuah tulisan, ia menceritakan bahwa fakta "selir" Hitler omong kosong. Pandangan bahwa dirinya hidup glamor tidaklah tepat. Dia sebelumnya bercerita bohong, ayahnya mencari kemampanan dan dirinya ditinggal bersama dua bibi.
Ibunya telah meninggal diusia lebih muda dari 12 tahun. Coco diketahui juga menyembunyikan usia sebenarnya. Apapun kebohongan ketika menjadi "selir rahasia" Hitler bukan masalah. Karena Coco menjalani karir desainer dengan tangannya sendiri.
Lepas dari rumah yatim di Aubazin berarti mandiri. Tidak memilih pekerjaan menjahit, tetapi Coco malah menjadi penyanyi untuk pasukan kavaleri. Dia lalu memulai debut bernyanyi di kafe terkenal di Moulins Pavalion, La Rotonde. Dia pernah bekerja menjadi penghibur diantara penyanyi utama.
Taukah kamu bahwa namanya "Coco" baru dimiliki waktu ini. Namanya Gabriela, dan nama Coco itu datang dari pengalaman bernyanyi kabaret. Ia bernyanyi "Who Seen Coco?", yang juga panggilan dia katakan berasal dari ayahnya, tetapi beberapa percaya cerita tersebut bohong.
Ada kepercayaan namanya berasal dari Ko Ko Riko, atau Qui Qu'a Vu Coco, ataupun berasal dari kata ilus "kept women" dari Cocotte. Menjadi penyanyi kabaret dirinya memancarkan pesona. Di 1906, dia bekerja di resot spa di Vichy, yang mana menyediakan teater, ruang pertemuan, dan kafe.
Terus kapan pengusaha desainer ini memulai bisnis fashion. Kita lanjutkan kembali dari karir Coco di dunia intertainmen. Coco memang dikenal memiliki fisik menari. Gayangnya sudah fashionable jadi sangat menarik perhatian juri audisi.
Sayangnya, Coco tidak memiliki suara merdu, suaranya itu rata- rata tidak memiliki kelebihan. Jadi dia gagal melewati auditi untuk resort. Gagal membawanya bekerja menjadi pegawai Grande Gille, yang pekerjaanya melayani air untuk tamu, hingga masanya di Vichy telah selesai dan pindah ke kota Moulins.
Dia menyadari bahwa dunia intertainmen bukan dirinya. Di sana Coco bertemu seorang tentara, dan seorang pewaris bisnis tekstil, Etienne Balsan. Umur 23 tahun, ini pertama kalinya dirinya menjadi "selir", dimana dia dilimpahi kehidupan mewah dari berlian, baju bagus, dan aneka perhiasan.
Tahun 1908, dia berselingkuh dengan Captain Arthur Edward "Boy" Capel. Kehidupan saat itu Coco sebut sebagai "dua lelaki gentel diantara tubuh kecilnya". Capel sendiri merupakan kelas menengah. Coco pun ditempatkan di apartemen biasa.
Belajar Fashion Coco Chanel
Penampilan ala tentara Capel menghiasi keseharian. Ia mengingat botol minuman milik Capel, yang lekukannya menjadi inspirasi. Botol yang sering dibawa di tas dengan tali pengikat. Ini yang menjadi inspirasi wadah parfum Chanel No. 5.
Coco menyebutnya monumen dari "indah, mahal, gelas yang lembut". Keduanya sering berpergian bersama. Coco merasa lebih nyaman bersama Capel. Bahkan sempat berpikir untuk setia kepada sang perebut istri orang. Namun Capel memang seorang playboy meskipun sudah 9 tahun bersama.
Meskipun belum putus Capek bermain dengan wanita lain. Sampai pada 21 Desember 1919, terjadi kecelakaan mobil dan merenggut nyawa Capel. Disini Coco merasakan keterpurukan terdalam dari kehilangan kekasih.
Cocok mulai mendesain topi ketika di Balsan. Dia mendesain buat kebutuhan komersil perusahaan. Bisnis Chanel tumbuh sampai tahun 1910, dia mendapatkan gelar pembuat topi profesional. Bahkan telah memiliki toko fashion di 21 rue Cambon, Paris, yang bernama Chanel Modes.
Pada 1930, Arthur Capel sempat membantu berdirinya butik di Deavuille. Dia mendesain topi, baju kasual, jaket, dan lain- lain. Kesuksesan Chanel membuatnya menghidupi dua anggota keluarga. Dari Anthoinette sang kakak kandung, dan bibiny Adrienne, yang usianya sama dengan Chanel.
Mereka lantas direkrut menjadi model jalanan. Mengenakan semua produksi Chanel di jalanan Kota Paris. Bergaya menunjukan merek Chanel ke orang- orang. Dia dikenal menjadi "selir" banyak pria berpengaruh. Tetapi dia sama sekali tidak pernah menikah dan hanya berlalu begitu saja.
Bisnis Chanel tumbuh dengan 4.000 pegawai pada 1935. Uniknya, walau pernah berkencan dengan petigi film, bisnis Chanel tidak tumbuh baik disini. Artis endors Chanel tidak menjadi bintang besar dan kalah saing. Chanel bersaing dengan Elsa Schiaparelli, untuk mengendors selebriti Hollywood.
Masuknya Nazi ke Pari membuat perubahan besar bisnis fashion. Bayangkan semua pengusaha yang keturunan Yahudi ditangkap. Toko- toko fashion ditutup kecuali millik Coco Chanel. Taukah kamu bahwa parfum Chanel dikuasai pihak kedua.
Ini membuatnya frustasi karena bekerja sama dengan "musuh". Untungnya the Wertheimers, sosok penguasa produk Chanel No.5 ditangkap, karena apalagi kalau bukan berdarah yahudi. Walaupun pada akhirnya produk parfumnya dilabeli buatan yahudi.
Chanel bersikeras mendapatkan hak tunggal akan parfum itu. Menurut sebuah buku surat yang berisi permintaan hak ini janggal. Kecurigaan bahwa Chanel "merayu" menjadi bagian dari pasukan asal Jerman. Tujuannya menjadi bagian dari Nazi agar membebaskan produk parfum tersebut.
Singkat cerita Chanel melakukan tugas mata- mata Nazi di Paris. Bila wanita lainnya mendapatkan hukuman keras karena berkhianat. Chanel selamat bahkan segera terbang ke Switzerland. Parfumnya Chanel No.5 merdeka, dan dirinya kabur untuk menghindari hal tidak terduga.
Sempat ditahan pada 1994, Chanel ditanyai namun dibebaskan karena pengaruh Churcill. Dia adalah Winston Churchill. Muncul gosip mengenai hubungan keduanya dihalayak. Tetapi gosip paling bisa dipercaya ialah, Chanel memegang nama elit pro- Nazi pada jamannya.
Para Pro- Nazi dari Inggri yang meliputi orang kaya, politis, bangsawan, dan dari kerajaan. Churchill bahkan memerintahkan perlindungan duta besar Inggris- Prancis, Duff Cooper. Beberapa kali dia diselamatkan Churchill. Keduanya bahkan menjadi teman dimulai dari 1920 'an, berkat skandal lagi.
Coco berhubungan dengan Duke of Westminter. Sementara Churchill menjadi pahlawan di perang dunia. Alhasil dia menyelamatkan Chanel dari penangkapan kembali. Pindah ke Switzeland lantas bagaimana nasib bisnis Coco. Ternyata dia sama sekali belum melepaskan bisnis yang telah dirintis.
Pasca- perang banyak desainer berlomba- lomba berkarya. Termasuk Christian Dior, yang melesat pesat setelah jaman perang. Nama- nama lain menyusul seperti Cristobal Balenciaga, Robert Piguet, dan Jackues Fath.
Namun hanya Coco Chanel nampak mampu mengimbangi pola bisnis fashion mereka. Satu- satunya wanita yang menentang tren tidak masuk akal. Pengaruh para desainer laki- laki meliputi bantalan pundak, penyangga payudara, rok berat dan jaket ketat, dianggap Chanel tidak logis.
Umurnya 70 tahun dan rumah mode Chanel telah tutup 15 tahun. Chanel kembali mendirikan brand yang telah lama. Rumah modenya bangkit dan berperang kembali di dunia parfum. Kali ini, bisnis parfum Chanel berhadapan dengan Jacques Fath.
Kebangkitan bisnisnya sempat ditanggapi pemerintah curiga. Apalagi dia sempat menjadi bagian dari Nazi dan dicurigai agen. Namun Amerika dan Inggris menganggap Chanel membuka dunia. Gaya busana Chanel sangat menarik bagi fashion masa depan dan anak muda.
Diakhir hayat dirinya mengalami kesepian diantara karir bisnis. Brandnya baru menanjak ketika dia meninggal dunia. Sempat akan mendapatkan penghargaan karena tokoh inspirational. Namanya ditolak, selepas keluarnya surat rahasia intelegen Prancis menjelaskan keterlibatan Chanel.
17 Fashion Blogger Terkenal di Indonesia
Artikel Bisnis: Inspirasi Fashion Blogger Wanita
Salah satu profesi lain di industri fashion yang sedang naik daun adalah Fashion Blogger, yaitu mereka yang ngeblog khusus membahas tema tentang fashion. Sejak internet makin berjaya, aktivitas blogging juga makin populer.
Fashion Blogger
Sekarang fokus kita adalah mereka fashion blogger asli Indonesia dan lewat blog nama mereka dikenal sekarang, mereka adalah:
1. Diana Rikasari
2. Sonia Eryka
3. Evita Nuh
4. Anastasia Siantar
5. Michelle Koesnadi
6. Indah Nada Puspita
7. Jessica & Elle Yamada
8. Dian Pelangi
9. Suci Utami
10. Claradevi Handriatmadja
11. Siti Juwariyah
12. Lulu El Hasbu
13. Puput Utami
14. Dewi Utari
15. Cindy Karmoko
16. Shea
17. Fitri Aulia
Diana mulai ngeblog karena memang suka menulis dan juga fotografi, walau awalnya blog-nya tidak melulu fokus membahas fashion aja. Mix and match fashion dan aksesoris di blog Diana terbilang unik dan nyentrik. Tapi justru ini yang disuka sama followernya.
Indah Nada Puspita, Fashion Blogger Indonesia asal Balikpapan yang kini menetap di Jerman. Pengagum Anna Dello Russo ini masuk di jejeran 5 fashion blogger Indonesia yang punya pengaruh di dunia.
Salah satu fashion blogger Indonesia yang juga desine ada adalaha Dian Pelangi (DP), yang melejit lewat kain jumputan pelanginya. Saking terkenalnyanya, banyak orang yang bikin versi KW baju yang dia jual.
Ia pun membawa kain songket sebagai kain tradisional Indonesia untuk dikenalkan di gelaran tersebut.
DP biasa posting gaya fashionnya di "Brain Beauty Belief". Belakangan fashion blogger, terlebih di Indonesia, makin dihargai eksistensinya. Bahkan fashion blogger udah jadi sebuah profesi yang keren, terutama buat kalangan anak muda.
Selain membawa harum nama Indonesia, mereka juga jadi trendsetter yang berpengaruh buat perkembangan fashion, setidaknya di negeri sendiri. Padahal awalnya mereka bukan siapa-siapa, cuma gadis- gadis dan wanita yang suka fashion, dan mau berbuat sesuatu sesuai kesukaan dan kebisaan mereka masing-masing.
Uma Hapsari Pengusaha Muda Pemilik Sepatu Amazara
Profil Pengusaha Uma Hapsari
Jatuh bangun sudah pemiliki sepatu Amazara merintis. Pengusaha muda Uma Hapsari, usianya 27 tahun, dan merintis jualan produk fasion melalui Instagram pada 2015. Sebulan berselang tidak satupun sepatu terjual laku. Padahal dia sudah menyiapkan sepatu, baju, dan kosmetik wanita.
Kebetulan orang tuanya merupakan agen sejumlah produk fasion lokal. Uma ingin mencoba. Menjadi pengusaha ternyata susah. Usut- punya usut ternyata dia kalah jual dibandingkan tanah abang. Produknya tersedia di Tanah Abang, Jakarta, namun dengan harga lebih murah.
Jualan Sepatu
Walau Uma sudah turunkan harga sama tetap tidak laku. "Walaupun harganya sama, pengirimannya kan makan waktu, makan biaya," ucap wanita kelahiran 10 Januari 1991.
Fakta mengejutkan dia harus bersaing dengan pasar grosir terbesar Asean. Uma memilih mundur, balik arah, mencari kesempatan lain melalui produk sendiri. Dia mengatakan lewat brand sendiri, harganya tidak perlu takut disaingi, karena itu tidak akan ditemuka di tempat lain.
Memiliki merek sendiri berarti tidak tersaingi. Pembeli tidak akan membandingkan. Lantaran Uma cuma kenal pengrajin sepatu maka jualan sepatu. Uma tidak memproduksi sendiri. Ia mengambil itu dari produsen sepatu. Ia memilih produk yang memiliki desain lucu.
"Saya relabeling saja, ganti dengan merek saya, Amazara," yang merupakan nama anaknya. Ia lantas menjualnya diharga Rp.89 ribu sampai Rp.99 ribu perpasang.
Dia menawarkan tiga model: wedges, slipon, dan platform. Tampilan fotonya bagus sampai membuat banyak orang tertarik. Tetapi, harganya murah sempat orang meragukan kualitas sepatunya. Dan ada beberapa orang tidak jadi membeli. "Ini bikin saya khawatir," ucapnya.
Uma tanya sama temannya yang hobi belanja online. Malah menurutnya harga ditawarkan kemurahan sampai tidak dipercaya. Dia bilang orang enggak percaya sama kualitasnya. Uma langsung mengerek harganya sampai Rp.129.000.
"Ternyata laku. Dari situ saya belajar, bahwa pricing itu penting," ucap Uma. Namun ternyata, kaget kualitas sepatunya benar- benar jelek, baru dipakai sekali, langsung jebol. Maka Uma menjadi sosok sasaran pembeli yang marah karenanya.
Ia langsung meminta maaf dan berjanji akan mengganti. Pengusaha Uma berjanji mengganti dengan lebih bagus. Uma memetik kembali pembelajaran darisana: Pelanggan senang terhadap penjual yang bertanggung jawab.
Tidak masalah produk bukan kita sendiri bikin, yang penting mau mengganti rugi atas apa yang kita jual. Pengusaha Uma Hapsari juga belajar mengenai memilih pegawai. Ia harus memiliki costumer service yang bagus dan melayani pelanggan.
Tapi, ia baru merealisasikan memiliki pegawai pada Januari 2017 silam. Semua berkat usahanya yang membesar dibanding dulu. Dia tidak tanggung- tanggu. Uma lalu mempekerjakan pegawai costumer service (CS) 24 jam.
Jujur Uma tidak memiliki pengetahuan perihal produk. Dia lakukan eksperimen. Tidak punya produk dan tidak tau produk. Pertama- tama, dia mencari produk apa yang cocok sama pasar itu apa, lalu problemnya apa.
Ternyata, orang mau sepatu berkualitas, ya, dia tingkatkan kualitasnya pelan- pelan. Orang mau juga penjual bertanggung jawab, fast response. Usaha harus memiliki identitas, pengusaha Uma Hapsari mengusung slogan Affordably Stylish.
Pengusaha Uma menawarkan sepatu berkualitas, harga terjangkau, model unik juga bervariasi, dan nyaman dipakai. "Ini yang saya kedepankan," lanjutnya.
Bisnis Besar
Dua tahun berlalu, ia sudah tidak lagi menyerahkan produksi ke orang lain. Dia membangun workshop sendiri. Mendirikan bengkel sendiri pembuata sepatu. Uma jadi lebih bisa mengontrol kualitas, dan mengawasi proses produksi.
Dia membangun tiga bengkel sekaligus, masing- masing di Jakarta, Bogor, dan Bandung. Ada sekitar 80 perajin sepatu diberdayakan. Pengusaha muda lulusan Macquarie University, Sydney, Australia. Dia menjelaskan, bengkel di Jakarta, khususnya Jelambar mengerjakan sepatu heels.
Sementara di Bogor mengerjakan sepatu flat, dan di Bandung, dia memproduksi sepatu model sneaker. Itu semua kemudian ditaruh di gudang di Bambu Apus, Jakarta. Selain Instagram, dia memasarkan melalui website di awal 2016.
Sejatinya dia cuma menginginkan menjual di dua kanal. Namun kedepan, malah makin banyak orang berbelanja melalui marketplace, maka ia membuka toko di Shopee dan lanjut Tokopedia. "Harus bisa fleksibel. Sebagai pengusaha, kan, harus menurunkan ego," lanjutnya.
Menurutnya, ini merupakan waktunya tepat pemiliki brand membangun toko. Kan marketplace masih memberikan subsidi. Kelak tidak memutup kemungkinan pemilik lapak memungut sewa. Beruntung strategi toko onlinya berhasil, bahkan mampu menjadi toko nomor satu dibagian sepatu wanita.
Mereka marketplace suka membantu kampanye pemasaran, memberi diskon, dan penempatan produk sepatunya. Produk Amazara jadi gampang terlihat dan dipilih pembeli. Ada garansi 30 hari turun andil meningkatkan penjualan.
Marketplace juga menanggung garansi sebulan semenjak diterima. "Jadi, walau sudah dipakai, kalau ada yang rusak, bisa ditukar," ujar Uma. Walau nama Amazara dikenal, namun Uma tetap memasang ikan Facebook, tujuannya supaya lebih banyak orang tau dan semakin banyak produk terjual.
Maka dia mendirikan PT. Amazara Cipta Indonesia pada Februari 2017. Ini akan lebih memperkuat brand di mata masyarakat. Uma lantas menggandeng artis Nagita Slavina, yang kemudian menamainya brand Gigi by Nagita.
Nagita sendiri selain berperan sebagai brand ambassador, juga berpera menjadi perancang desain. Dari bisnis tersebut menghasilkan penjualan bagus. Masa kontraknya setahun ternyata menghasilkan diluar prediksi. Dia lantas mengajak Nagita membentuk PT mereka tersendiri.
Uma yang sukses mengajak Nagita belum berhenti berkolaborasi. Kemudian dia mengajak Youtuber bernama Tiara Pangestika. Kemudian mereka meluncurkan brand bernama Hello Nuku. Pengusaha Uma juga menjalin kerja sama dengan BerryBenka.
Dari dalam negeri merambah sampai keluar negeri. Uma meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan ketrampilan, serta sikap dan perilaku karyawan. Kapasitas gedung ditingkatkan menampung 40 orang pegawai. Uma menyebutkan kunci suksesnya kecintaan akan usaha ini.
Dia mengajak keryawannya mencintai pekerjaan. Ini akan membuatnya semakin bersemangat buat bekerja. Uma tidak berhenti. Dia ikut aktif mengikuti akselator wirausaha. Salah satunya, dia ikutan Entrepreneurs Organization (EO), yang berpusat di Washington, DC.
Masa Lalu Rachel Vennya Jatuh Bangun Pengusaha
Profil Pengusaha Rachel Vennya
Masa lalu Rachel Vennya tak seindah tampilan feed Instagram. Jatuh bangun pengusaha muda yang bermula dari alat make up. Rachel kini dikenal menjadi sosok influencer di Instagram. Dia memiliki banyak bisnis. Masa lalu Rachel Vennya dimulai sebagai anak berkecukupan materi.
Influencer Pengusaha Muda
Brand Taichan Goreng menjadi pelopor bisnis taichan. Mereka kemudian berhasil membuka cabang di Bogor, Bekasi, Malang, Surabaya, dan Jakarta.
"Mama ku itu jarang banget kasih aku uang jajan," ia mengenang.
Rachel ingat bersekolah sangat jauh dari rumah mereka. Butuh sampai tiga kali ganti kendaraan agar sampai. Mau memakai ojek tetapi tidak memiliki uang yang cukup. Dia dahulu tinggal di Jombang, Tangerang, sedangkan sekolahnya berada di Pondok Pinang.
Ia lebih memilih menyimpang sisa uang saku. Dimana setiap minggu dia mendapatkan Rp.200 ribu. Naik angkot sekalinya Rp.9 ribu dikali tiga kali ganti. Kalau mau naik ojek, maka dia akan keluar uang Rp.40 ribu sekali naik.
Pertama kali berbisnis dia menjual produk viral dan dicari. Dia belum fokus menjual pakaian fashion. Pengusaha muda ini pernah berjualan gelang dan KitKat Jepang. Memang waktu itu tengah sangat viral digandrungi orang.
Ia mengenang cara mendapatkan KitKat. Dulu, waktu SMA, seorang temannya anak orang kaya yang pergi ke Jepang. Dia bawa KitKat Greentea sangat banyak. Kemudian dibagi- bagikan kepada teman sekelas. Satu orang dapat dua termasuk Rachel, tetapi dia merasa rasanya tidak enak.
Anehanya, kok semua orang suka, mungkin mereka suka tetapi Rachel tidak terlalu. Kemudian teman kayanya mau kembali berangkat ke Jepang. Ia menawarkan siapa mau nitip barang. Rachel sendiri pernah liat harga KitKat tidak mahal. Dia kaget mendengar harganya bila nitip temannya dari Jepang.
Ternyata terdapat fakta mengejutkan Rachel ketika browsing. Dalam sebuah forum, ada orang yang jual lebih murah, dan Rachel menyadari sesuatu. Ternyata bisa dibisniskan, karena harga yang teman tawarkan antara Rp.250- 300 ribu, sementara dia dapat dari forum cuma Rp.110 ribu.
Suatu hari Rachel nyeletuk bahwa tantenya akan ke Jepang. Ia menawarkan siapa mau nitip KitKat Jepang. Mereka kemudian nitip padahal cuma kedok belaka. Aslinya dia malah mencari di Google buat dijual lagi.
Mengapa dia mencoba berwirausaha ketika masih sekolah menengah. Ternyata biar bisa berangkat pakai ojek. Pengen banget naik ojek karena berangkat pakai angkot itu capek. Dulu belum ada online, dan harga ojek sangat mahal bisa dibilang sangat membanggakan.
Masa lalu Rachel Vennya memang berat. Tetapi ada hikmah kamu dapatkan ambil. Kamu bisa ikut mencontoh caranya berbisnis. Berikut beberapa bisnis milik Rachel:
1. Jamu Pelangsing
Bemerek Slim Fast merupakan usaha berbasis jamu tradisional. Banyak orang jaman sekarang yang mulai setuju. Jamu tradisional mulai dikembangkan layaknya produk kesehatan. Produk ini sudah lolos BPOM. Sudah terbukti pula melalui sang pemilik, yang ramuanya asli datang dari ibu Rachel.
2. Makeup Artist
Selain memilik selera fashion bagus begitu pula makeup. Rachel memiliki dasar pengalaman makeup artist. Kamu bisa memulai semua dari sini kalau mau mulai berbisnis. Relatif mudah, soal modal pun dapat diminamilisir kamu, bisa belajar di Youtube. Sayangnya, Rachel tidak lagi berbisnis ini karena fokus bisnis lain.
3. Bisnis Fashion
Bisnis andalan Rachel yang juga melambukan namanya. Memiliki gaya berpakaian fashionable, dia kemudian mendapatkan perhatian banyak kaum hawa. Alhasil Rachel lalu mendirikan Reven Is Odd, yang kemudian menawarkan gaya anak muda kekinian.
Reven Is Odd menyampaikan style anak muda kekinian dengan karakter. Rachel suka gaya feminim dan unik.
4. Sate Taichan
Dia bersama pasangannya Niko Al Hakim mendirikan ini. Saat itu, Rachel sudah memiliki bisnis di atas, nah berkat bisnis bareng suami tidak ada salahnya. Niko sudah merintis sate taichan semenjak pacaran dengan rachel.
Berkat sate taichan nama mereka semakin dikenal dan menasibhkan pengusaha muda. Brand Taichan Goreng sendiri telah memiliki 9 cabang di berbagai kota.
5. Rachel Rumah Sedep
Bisnis terbaru Rachel Vennya bersama suami masih satu group. Usaha kuliner yang masih dibawah bisnis sebelumnya. Restoran warteg yang menawarkan konsep modern restoran. Rumah Sedep bukan seperti warteg kebanyakan, tempatnya nyaman, sejuk, dan menunya sedap.
Jual Sepatu Rugi Bisnis Shopatblow Kini Go Internasional
Profil Pengusaha Vincent
Dia jual sepatu rugi tetapi terus berusaha. Bisnis Shopatblow kini go internasional berkat kegigihan. Ialah Vincent mendirikan usahanya bermula jualan punya orang. Dia berjualan produk sisa gudang. Kedepan dia memproduksi sendiri, dan bertransformasi menjadi brand mumpuni.
Pengusaha muda ini sempat merasakan kerugian. Tahun 2016, dia memulai menjual sepatu sisa gudang masih secara offline dan rajin mengikuti bazar. Upayanya tidak membuahkan hasil maksimal. Maka dia menjajal bisnis online melalui marketplace Shopee.
Bisnis Shopatblow
Bisnis Shopatblow naik sampai pemesanan 40- 60 ribu pesanan. Pertumbuhan bisnisnya mencapai 500 kalilipat. Tidak cuma dia sebagai pengusaha menengguk untung. Para karyawan ikut mendapatkan untung, mereka curhat ke Vincent sudah mencicil kendaraan, cicil rumah, atau beli tanah.
"Bangga menyaksikan salah satu karyawan yang sudah bersama saya dari nol. Kini dia sudah bisa beli tanah sendiri untuk dirinya dan keluarga," ujarnya kepada Detik.com
Tim Shopee banyak membantunya mengembangkan bisnis. Terutama mengurusi gudang dan inventori. Terutama dikala pandemi membuatnya kurang mobilitas. Ia terus memutar otak. Vincent yakin akan membawa produknya sampai go internasional, terutama dibantu Ekspor Shopee pada 2020.
Kini Shopatblow dijual sampai ke Thailand, Singapura, Malaysia, dan Filipina. Dia berharap brandnya akan sesukses Erigo. Gencarnya Erigo melakukan promosi lewat kanal Shopee. Serta terus lakukan transformasi membuatnya mencapai go internasional.
Kedepannya dia akan terus brekspansi produk Shopatblow. Memperbesar gudang sampai lebih besar dari Erigo.
"Jangan pernah menyerah. Karena kalau menyerah, pasti tidak akan ada hari ini. Terus berjuang dan pikirkan semua strateginya dengan berani, jangan pernah takut salah dan gentar, jadikan semua bekal dan inspirasi," pungkasnya.
Biografi Ronny Lukito Pembuat Tas Eiger Neosack
Biografi Pengusaha Ronny Lukito
Biografi Ronny Lukito pembuat tas Eiger dan Neosack. Pengusaha lama yang terlahir dari keluarga kekurangan membuat Ronny rasional. Dia pun memilih tidak melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi. Alih- alih berkuliah, Ronny Lukito, sejak remaja bekerja keras menghidupi satu keluarga.
Jadi Pengusaha
Tas Gunung
Alasan kenapa masyarakat umum menggunakan tas gunung. Umumnya masyarakat membutuhkan tas yang memiliki kekuatan lebih. Apalagi budaya pulang kampung tidak dapat dipisahkan. Maka tidak heran jika permintaan meningkat, dan mampu membuka pabrik sendiri di JL. Cihamplas, Bandung.
Pilihan lokasi karena dekat komunitas, dan lebih menjangkau masyarakat umum karena di pusat kota. Wujud cinta alam, tahun 1998, Ronny membangun organisasi Eiger Adventur Service Team (EAST), yang mendukung pencinta alam Indonesia.
Tahun 1998 menjadi tahu berat bagi bisnis Eager. Dampak krisis monter cukup menerjang. Tetapi dia tetap bertahan, bisnis Eager tidak rontok tengah jalan. Butuh kerja keras untuk memulihkan produk Eager agar kembali menjual.
Masuk 1999, Eager mampu masuk ke pasar luar negeri, di Amerika, Jerman, Prancis, Cina, Vietnam, dan Korea Selatan. Moto mereka "to be frontier bags and fashion industries", menjadi perwujudan cita- cita besar Ronny Lukito. Bisnis Eager lantas bersinergi menjadi PT. Eksonindo Mulit Product (EMPI).
Brand berkembang, seperti brand Export, Bodypack, Neosack, Xtreme, dan Norwand. Bagaimana dia bisa sesukses sekarang berkat mau bekerja keras. Disamping itu, pengusaha yang memiliki ketekunan belajar. Ronny Lukito mengajarkan kita tentang membangun jaringan bisnis sendiri.
Bisnis Busana Muslim Pengusaha Muda Zakiyah Fitri
Profil Pengusaha Zakiyah Fitri
Pengusaha muda Zakiyah Fitri sempat "enggak pd". Bisnis busana muslim memang banyak pesaing. Dia sempat tidak percaya diri menggarap satu pasar. Awal ia merancang busana muslim anak- anak, lambat laun dia tinggalkan beralih ke dewasa.
Orang tuanya berprofesi sebagai tukang jahit. Jadi Zakiyah sudah memahami seluk- beluk menjahit. Dia pun memberanikan diri membuat usaha. Dia mendesain baju muslim sendiri. Bermodalkan uang hasil penjualan motor, kini, Zakiyah mangantongi omzet sampai Rp.50 juta.
Prospek Bisnis Busana Muslim
"Sudah 10 tahun usaha. Awal baju muslim anak," paparnya kepada Kompas.com. Ia bercerita, bermula usaha keluarga, ayah- ibu menerima jahitan baju orang. Jahitan yang diterima semisal baju seragam muslim. Dia juga senang menjahit.
Zakiyah termotivasi menggeluti bisnis busana muslim. Ia menjahit sendiri baju muslim anak. Ibu dari tiga anak langsung menghadapi permasalah permodalan. Dia sampai menjual motor. "Modal awal saya jual motor," terangnya.
Uang penjualan motor kemudian dibelikan dua mesin jahit. Masing- masing mesin jahit seharg Rp.1,4 juta. Lama dia menggarap baju muslim anak sampai bosan. Dia merasa mengerjakan baju muslim anak "enggak pd", pasalnya memiliki variasi terbatas kurang menantang.
Pengusaha muda Zakiyah Fitri menemukan kesulitan kembali. Membuat pakaian dewasa lebih rumit termasuk permodalan. Tentu uang dibutuhkan semakin besar karena berkembang. Dia bertahan, dan mulai membeli lebih banyak mesin dan mempekerjakan pegawai.
"Modal awal enggak banyak, cuma untuk merintis bisa jadi besar itu susah," lanjut Zakiyah. Dia tak melepaskan segmen busana anak. Melainkan dia mengerjakan keduanya, sampai- sampai menambah pegawai. Ia memiliki 25 tenaga kerja baru direkrut.
Punya 15 tenaga jahit bekerja di depan rumahnya. Sisa 10 pegawai merupakan tenaga lepas menjahit dari rumah. Demi memperbesar produksi maka dibelilah mesin baru. Tidak punya modal. Dia lantas mendapat informasi dari teman tentang Perusahaan Gas Negara.
Dia disarankan menjadi mitra Perusahaan Gas Negara di Surabaya. Mitra binaan tersebut memang sangat sulit didapatkan. Proses rekrutment panjang selektif sampai Zakiyah lolos. Usaha bernama Alifah Collection kemudian dimodali sejak 2006.
Bersyukur bertemu teman yang aktif forum pengusaha pemuda produktif. Bergabung menjadi mitra binaan, dia mendapat banyak pengalaman dan keuntungan. Tidak cuma permodalan, ia juga diberikan pelatihan manajemen sampai diajak mengikuti pameran sampai Jakarta- Bandung.
Dia mendapatkan permodalan berupa hibah peralatan. PGN memberikan tiga set mesin dan bahan senilai Rp.20- 25 juta. Peralatan tersebut dipakai buat membuat baju berbahan kaos. Dia bisa hasilkan 700 potong baju dewasa dan anak perbulan.
Ia mematok harga bajunya termahal Rp.200.000. Sedangkan termurah ia menjual jilbab seharga Rp.40 ribuan. Alifah Collection menjual melalui toko- toko atau dipesan langsung. Sistem pembayaran lewat sistem konyasi. Adapula sistem bayar mundur tiga bulan.
"Terima barang bayarnya mundur, yang enggak laku tetap dibeli, tapi dibayar mundur," ujar sang pengusaha yang tak takut merugi. Omzetnya sudah mencapai Rp.50 juta memang membuktikan. Soal persaingan, tentu ada, bahkan cukup sengit.
Maka ia menyiasati persaingan melalui menjalin hubungan baik. Zakiyah juga terus mengembangkan model- model baru. Kedepan, ia bahkan menyasar pasar luar negeri, lewat negara tetangga ia ingin produknya dikenal terutama Malaysia. "...tapi jembatannya enggak ada," tutupnya.
Desainer Cilik Tuna Rungu Menggampai Mimpi
Menciptakan Pakaian
Melalui fashion show pertamanya membuat Lia Chandar Foundation tertarik. Mereka ingin membantu mimpi Rafi menjadi seorang desainer. Siswa SLB B Santi Rama ini kemdian dimodali untuk bisa ikut dalam Jakarta Fashion Week 2012untuk dikenalkan ke kancah internasional.
Hasilnya, Jakarta Fashion Week 2012 jadi "geger", ini semua karena Rafi jadi yang termuda. Dia jadi sosok desainer termuda dalam acara tersebut. Karyanya diakui ketika kolaborasinya dengan Purana Batik dan Ariani Pradjasaputra. Nama Rafi langsung meroket dan didengar banyak kalangan.
Suatu hari datang email yang membuat Rafi melonjak gembira, sementara sang ibu terkaget- kaget. Kaki ibunya terasa lemas membaca email tersebut. Rafi dihubungi Tyra Banks, model dan selebriti terkemuka asal Amerika Serikat. Tyra dikenal sebagai model top dunia.
"Kami benar-benar enggak pernah mimpi. Tyra Banks meminta Rafi menyiapkan baju untuk acara America’s Next Top Model di Bali," kata ibunya bersemangat.
Ada tujuh baju yang dipakai di acara tersebut. Tapi yang terpenting ialah profil Rafi sebagai perancangnya ikut ditulis di berbagai media.
Fashion Designer Biografi Peggy Hartanto Mendunia
Biografi Pengusaha Peggy Hartanto
Passion business
Pengalaman di Australia membawanya mendapatkan banyak penghargaan. Maka ketika Peggy kembali ke Indonesia bukan tanpa bekal pengalaman. Kembali ke Indonesia pada 2012, Peggy Hartanto memulai debut sebagai seorang fashion designer di Indonesia melalui label Peggy Hartanto.
"Saya membuat label Peggy Hartanto setelah kembali ke Indonesia pada 2012 (sebelumnya tengah menyelesaikan kuliah dan bekerja di Sydney, Australia)," ujarnya.
Kesempatan untuk debut pertamanya ada di Jakarta Fashion Week 2013. Dengan dukungan teman- teman, keluarga, ia bersama tim -nya membuat momentum melalui produk pakaian ready-to-wear.
Sehari setelah pulang dari Jakarta, ketika di Surabaya, ia langsung membangun brandnya melalui media internet, yaitu melalui www.shoppeggyhartanto.com. Semua untuk mengakomodasi permintaan pesanan yang melonjak setelah fashion show.
"Proses selanjutnya adalah follow up inquiry yang datang kepada kami. Semua proses ini kami jalani secara otodidak dengan belajar banyak dari orang-orang yang berpengalaman dan dari buku. Buyer pertama kami adalah bobobobo.com," jelasnya lagi.
Quality control
Bekerja di Asutralia sebagai quality control dibawanya hingga Indonesia. Meski pasar Indonesia tak sama, tapi soal kualitas, memberika yang terbaik itulah Peggy. Ia pun berpendapat: suatu koleksi busana hendaknya memiliki cerita dimana satu karya dengan karya lain saling berhubungan.
"Waktu saya belajar di Australia, saya sudah dididik untuk membuat suatu koleksi itu harus ada cerita di belakangnya, kalau tidak, koleksi itu biasa saja, tak ada yang spesial," sebutnya.
Ia mengambil contoh ketika membuat salah satu gaun karyanya. Peggy mendapatkan inspirasi dari sebuah batu permata. Tepatnya ia mendapatkan inspirasi dari batu agate (akik). Itu tercermin dari gaunnya yang ada berwarna biru keunguan.
Jangan kaget jika ditanya tentang satu karyanya dengan cepat dia akan bercerita. Bagaimana sumber, pola, serta pengaplikasiannya pada produk- produknya. Segudang prestasinya antara lain pernah mengikuti Pekan Fesyen Australia pada tahun 2010.
"Saya belajar feshion di Australia, dan saya juga mengamati mode- mode yang ada di Australia serta gaya hidup di sana, nuansanya santai, simple dan minimalis. Dari situ terbentuk secara personal, inilah Peggy Hartanto," ceritanya kepada ABC Internasional.
Kembali jauh kebelakang, sosok Peggy Hartanto bukan tiba- tiba ingin menjadi fashion designer. Ini yang perlu kita catat bahwa ia telah lama ingin membuat bajunya sendiri. Sejak keci, ia selalu memilih bahan dan material apa yang ada pada pakaiannya.
Dia yang memiliki sifat kompetitif. Peggy suka mengikuti berbagai kompetisi untuk mencapai cita- citanya. Dia yang ditempa untuk untuk mengenal dan mengerti dunia fashion; ia jatuh cinta. Membuka brand -nya itu menjadi tujuannya.
