Tampilkan postingan dengan label Fashion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fashion. Tampilkan semua postingan

Profil Anaz Siantar Blogger Jadi Influencer

Profil Pengusaha Anaz Siantar


influencer anaz siantar
   
Dahulu blog merupakan media terlengkap berekspresi. Profil Anaz Siantar dari blogger jadi influencer. Dia memulai dari fashion blogger. Anaz memulai karirnya di 2011 sebagai fashion blogger. Beranjak tampilannya dapat kamu temukan di sosial media Instagram.

Wanita yang memiliki khas gaya street style. Selain menyukai blogging, ia juga menyukai menari dan megoleksi sepatu heel. Jauh sebelum Instagram dia menggunakan sosmed bernama LookBook. Yang kalau dilihat konsepnya sama, menampilkan kolase foto- foto layaknya Instagram.

Tahun 2011, dia lalu mengembangkan blog sendiri, yang diberi nama brownplatform.com. Sekaligus menjadikannya personal branding. Dia baru pindah ke Instagram pada 2012. Tentu platform IG masih culun dan lebih rapih tampilan feed -nya.

Menjadi Selebgram


Ia sempat ragu karena sosmed membuka haters. Dan, ketika dia masuk atas bujukan para penggemar, followernya langsung 300.000. Hingga ia menjadi "kecanduan" memilih platform ini. Walau dia siap mental mendengarkan komentar netizen. Dia memulai Instagram ketika mau kuliah ke Paris.

Awalnya dia kebingungan karena memang beda. Giman caranya dia mengupload foto, dan dia tidak punya teman di sana. Karena memang belum seramai sekarang Instgram dulu sepi. Orang masih ada di Facebook, yang menerapkan konsep pertemanan padahal Instagram tidak butuh teman.

Beruntungnya, salah satu pembaca blognya yang baik mau menolong, dan dia menawarkan bantuan buat posting. Dia mengemail Anaz untuk membantu dan mengupload. Semenjak pristiwa itu, mereka lalu berteman, hingga perjalanan waktu membuat Anaz jago posting.

Fashion Blogger Pertama Biografi Diana Rikasari

Profil Pengusaha Diana Rikasari


diana rikasari
 
Biografi Diana Rikasari, kelahiran 23 Desember 1984, memang dikenal punya selera fashion. Diana bisa dibilang fashion blogger pertama Indonesia. Memulai menulis semenjak 2007 menggunakan platform blog online. Dari menulis, ibu muda ini menyalurkan kecintaan akan dunia fashion lewat foto.

Memperkenalkan konsep OOTD kepada anak muda jaman itu. Diana menarik banyak perhatian dari masyarakat. Ibu muda yang sudha punya seorang putra bernama Sam. Dia bukanlah siapa- siapa. Tapi ia memiliki hobi menulis yang disalurkan lewat internet.
 

Siapa Fashion Blogger Pertama


Kecintaan akan fashion membutnya memilih jalur berbeda dan unik. Bila blogger lain cuma menulis aneka cerita. Dia memilih menuliskan kisahnya dalam kolase foto. Blog miliknya sangat dikenal yang berpengunjung jutaan perhari. 
 
Alhasil namanya semakin kosisten sebagi fashion influencer bermodal blog. Layaknya fashion blogger lain, Diana juga tidak melepaskan kesempatan untuk masuk ke dunia Instagram. Tetapi dia masih tetap rajin menulis blog selain Instagram. 
 
Diana juga memiliki dua fashion brand yang bernama iwearUP.com dan juga PopFlats.com. Kehidupan tidak selalu menyenangkan terutama buat mereka. Bagi mereka yang ingin sukses harus melewati masa sulit. Begitupula Diana yang nampaknya lancar- lancar saja berkarir. 
 
Siapa sangka dia pernah menjadi korban bullying ketika sekolah dasar. Diana kecil diledek karena punya kekurangan dalam dirinya. Dia yang berada di negeri orang, merasakan apa yang kita rasakan berkali- lipat. Ia hadir diantar keterasiangan tanpa sedikitpun persamaan. 
 
Diana hanya punya tangan menyalurkan pemikiran.Dia mulai menulis kegundahan hati dalam diary. Sempat merasakan putus asa, Diana lantas meminta dipindahkan sekolah agar tidak tertekan. Keadaan terpuruk sang ibu hadir membawa semangat. 
 
Dia menasehati Diana agar tegar. Kepala tegak, bangkit dari keterpurukan, dan mulai berprestasi. Masa sulit dilewati Diana menghasilkan prestasi gemilang. Ia menjadi lulusan terbaik di sekolah. Itu menjadi bukti bahwa ada kelebihan dalam dirinya. 
 
Diana semakin percaya diri. Meyakini bahwa apa masalah dihadapi bisa teratasi. Kuncinya dia harus bekerja keras untuk memperbaiki keadaan lebih baik. Diana tidak pernah mendendam kepada teman sekolahnya. 
 
Teman kecilya itu dimaafkan, tetapi Diana harus berhadapan dengan haters di sosmed, dan apa jawabannya. 

"Jangan membeci saya karena saya adalah orag yang penuh cinta. Namun bilapun anda membenci saya, saya tak akan balik membenci anda" jawab Dian.

Diana selalu berpakaian unik menunjukan gayanya. Tidak sedikit haters menyebut bahwa gayanya itu norak. Dianggap terlalu narsis dan cuma bisa nulis- nulis. Diana seolah tidak memiliki sesuatu yang dibanggakan dari blogging.

Diana tidak bergeming akan ejekan. Dari sekian banyak postingan, lambat laun merubah pandangan beberapa orang. Sedikit menjadi banyak orang mengaggap dirinya trend setter. Inilah dirinya sendiri bukan membuat- buat. 
 

Kisah Diana Rikasari

 
Memang dia memiliki cita rasa fashion unik, namun layak dipelajari sampai ditiru. Dalam biografi Dian Rikasari menulis merupakan passion lain. Selain kesukaannya akan fashion itu sendiri dan tidak terpisahkan. Keduanya seolah satu paket membentuk brand Diana. 
 
Dia menjadi satu sosok trendsetter yang dianggap paham. Diana tidak cuma sekedar foto- foto tetapi menulis juga. Terbukti dengan lahirnya sebuah buku yang berjudul "#88 Love Lifes". Disini berisi suka dukanya bekerja sebagi blogger. 
 
Menemukan passion diantara jepretan foto. Buku yang berisi inspirasi, cinta, dan kebahagiaan yang menarik banyak orang.

Bukunya tidak cuma best seller di Indonesia, tetapi juga Malaysia dan menyusul Singapura. Cetakan berikutnya menyebar sampai London, Filipina, Dubai, dan Brunei.
 
Mengapa dia berhasil pasti karena menjadi pelopor fashion blogger. Dia dikenal berpakaian nyentrik untuk masyarakat tahun 2007 -an.  Soal blog dirinya masih masih bertahan, dan masih menggunakan nama akhir blogspot.com atau gratisan.

Alamatnya ada di dianarikasari.blogspot.com dengan pengunjung banyak. Ini menjadi bisnis lain bisa digelutinya selama kurun waktu tersebut. Diana sering mendapatkan sponsor melalui sini sebelum ada Instagram. Ia pun masih kerap mendapatkan sponsor melalui media blog tersebut.

Blognya masih update sampai sekarang menjadi jala kesuksesan lain. Ia mendapatkan apresiasi tak cuma dalam negeri. Salah satunya, ajang Paris Fashion Week, yang memberi undangan untuk Diana hadir. Bisnis lainnya, Diana mendirikan brand sepatu bernama Up dengan bermodal 40 juta rupiah.

Perbulan setidaknya dia mampu menjual ratusan pasang. Omzetnya mencapai ratusan juta rupiah dari berbisnis sepatu saja. Dari bisnis pakaian lahirlah brand Schmiley Mo, yang diperuntukan wanita dan anak- anak. Schmiley Mo bahkan sudah menjadi brand internasionl lewat Torino Fashion Week, Itali.

Diana sukses memboyong pakiannya sampai ke Dubai dan Uni Emirat. Diana lalu pindah ke Swiss ikut suaminya menetap. Meskipun tidak tinggal di Indonesia, karyanya bisa dinikmati melalui media internet yang memotong jarak.

Ia telah menjadi ikon orang Asian bermain fashion. Maka tidak salah, dalam acara Spiel Der Kulten, pihak museum kota St. Gallen, Swiss, membuatkannya patung. Ini prestasi terbesar baginya sejak semula berusaha. Diana masih aktif menjadi fashion designer, blogger, dan penulis buku yang aktif.

Indah Nada Puspita Hobi Ngeblog Fashion

Profil Pengusaha Indah Nada Puspita


biografi indah nada puspita
 
Hobi ngeblog fashion kini menjadi influencer ternama. Indah Nada Indah Nada Puspita masih ingat semua bermula dari tugas sekolah. Ia ditugaskan membuat blog untuk mata pelajaran TIK. Kala itu masih SMA, dia lalu keterusan aktif menulis blog untuk hobi, belum terpikir menjadi blogger hijaber.

Nada memang tertarik akan fashion muslimah. Hijab membuatnya berpikir kreatif, dan mulailah itu disampaikan lewat blog. Dia mulai fokus membahas mengenai fashion. Maka blog beranama Fashion in Headscraves berubah. Isinya mulai berisi foto- foto sendiri dengan pakaian fashion harian.

Bisnis Fashion Blogger

 
Bukan melulu bercerita tentang keseharian tetapi fashion. Diakui pengusaha muda kelahiran Medan, 8 Juni 1993, hobi ngeblog menghasilkan uang. Ia mulai merubahnya menjadi passion bukan hobi. Dia ingin menyebarkan pandangannya tentang fashion

Ia tengah berkuliah Jurusan Biologi Universitas di Hannover, Jerman. Dari blog datanglah pekerjaan menjadi duta produk. Hasilnya lumayan mampu menambah biaya kulih keluar negeri. Brand yang dia pernah bekerja sama seperti Moshaict Hijab Store dan Mazaya Cosmetics.

Produk Mazaya bukan sekedar tempelan tetapi dicoba. Nada memakai dan mereview langsung dari kulitnya. "Produknya sesuai dengan saya. Make up halal dan cocok untuk anak muda. Sesuai banget buat saya," ucap gadis cantik yang telah berhijab sejak kecil

Dia bekerja sama bahkan jangka panjang sampai 2- 3 tahun. Produk pertama kali ternyata datangnya dari teman. "Awalnya sukarela diajak bermitra sama teman, terus berlanjut secara profesional dengan bandrol harg," ia menambahkan.

Ditanya soal rate maka Nada telah memiliki perhitungan sendiri. Dia mengatakan tergantung merek dan apa produknya. Ketika ditanya mengenai membangun brand sendiri. Nada memiliki bakat untuk menggambar.

Nada sempat berpikir membuat brand fashion sendiri, tetapi bentrok kuliah dan belum kesampaian.

"Ada interest untuk punya merek sendiri. Waktu itu, pernh dicoba tetapi aktivitasnya masih banyak kuliah, belum kesampaian hingga sekarang," tuturnya.

Mengapa brand mempercayai sosok Nada bukan tanpa sebab. Dia mampu membangun brand melalui blog. Perusahaan mengaggap gadis berhijab ini memiliki inspirasi. Gaya fashionnya sangat diminati anak muda Indonesia. Terbukti dari jumlah pengunjung aktif yang datang dan kembali ke blognya.

Dia menutup aurat tetapi masih bisa berpenampilan modis. Nada mengataka soal follower blog tidak ada datanya. Tetapi begitu mermabah ke Instagram, Nada mampu memiliki follower sampai 200 ribu follower. Anak kedua dari dua bersaudara ini belum menyerah menjalankan blog miliknya.

Dari blog dia mendapatkan pengunjung baru. Ia tidak mau meninggalkan blog karena disitulah brand -nya. Agar blog menggaet pengunjung baru dan menyenangkan pegunjung lama. Tidak perubahan justru menjadi tambahan buat endors.

Dijadwalkan tiga hari sekali blog update. Isinya ya mengenai fashion dan soal make up. Itu sejalan dan konsisten dengan tujun awal. Nada memang membuat blog fashion. Karena posisinya berkuliah di luar negeri, Nada terkadang dibantu teman- temannya untuk update foto di blog.

Postingan bisa dilakukan dimanapun melalui internet. Kemudahan ini sangat dimanfaatkan Nada buat mengisi konten. Isi blog juga bersifat spontan bahkan bisa diluar tema. Misalnya dia tengah jalan- jalan ke suatu tempat di Jerman, tetapi ada kalanya direncanakan terutama bila bersponsor.

Ia akan segera berdiskusi soal gaya dan latar pemotretan dengan produk. Nada memikirkan betul biar pesan tersampaikan dengan gayanya. Meskipun kelak akan menikah dan punya anak tetap ngeblog. Ia yang mencintai seni menganggap blognya karya.

Dia selain blog juga tertarik berakting dan bernyanyi. Khusu buat menyanyi dia sudah mengeluarkan single loh. Lagunya berjudul No Me and You bergenres retropop. Selain menyanyi di Indonesia dan Jerman, Nada memiliki brand scraf maka pantaslah dia disebut pengusaha muda juga.

Dian Pelangi Fashion Hijab Desainer Indonesia

Biografi Pengusaha Dian Pelangi


biografi dian pelangi
 
Biografi Dian Pelangi desainer hijab terkenal mendunia. Pengusaha Wanita yang bernama asli Dian Wahyu Utami, sempat disepelekan kerena dia dianggap mendompleng. Brand Pelangi telah besar ketika meneruskan usaha keluarga tersebut.

Usaha milik kedua orang tuanya memang sudah stabil alias mapan. Sempat orang disekitar merasa ia tinggal meneruskan. Siapa sangka Dian mampu melanjutkan, bahkan membesarkan bisinis ke tingkat nasional. "Ah, Dian Pelangi mah gampang tinggal nerusin doang," ucap Dian menirukan.
 

Usaha Sendiri


Meneruskan usaha kelurga susah- susah gampang. Resikonya dia justru akan menjadi jatuhnya usaha kelurga. Ia pun merasa dibebani visi pribadi dalam bisinis mapan. Mau sampai kapan akan hanya di satu titik. Dian juga memiliki keinginan pribadi dan mental pengusaha sendiri.

Sekarang, sudah diakui masyarakat luas, orang sudah mengenal bahkan brand namaya lebih fenomenal. Bisnis orang tua sudah ia jalankan semenjak tahun 2008. Seluk- beluk sudah dipahami karena melihat dari kecil. Tinggal mengasah keterampilan sekaligus menghadapi tatap mata sinis.
 
Dia cukup akrab dengan usaha keluarga semenjak kecil. Usia 21 tahun, Dian sudah dikenal menyukai dunia fashion. Banyak orang meragukan kemampuan Dian pertama kali terjun. Kendala dari mereka yang tidak percaya dirinya mampu, walau dia merupakan lulusan sekolah mode ESMOD.

Memulai usaha fashion hijab desainer sejak umur 18 tahun. Kemudian, di usia 21 tahun sudah masuk ke bisnis keluarga, Dian Pelangi masih memiliki banyak mimpi pribadi. Meskipun ia sukses dalam membesarkan bisnis keluarga. Dia masih merasa ini bukanlah kesuksesan karena masih banyak.

Dian masih banyak ingin belajar segala sesuatu baru. Ia sendiri masih banyak berkomunikasi dengan orang tua. Bila dia melakukan sesuatu maka bicarakan. Takutnya menghasilkan uang banyak tetapi orang tua tidak ridho. Inilah tips sukses Dian Pelangi buat kamu yang memulai berwirausaha.

Tantangan orang meremehkan dirasakan Dian begitu kuat. Awal- awal dia sempat jatuh meragukan kemampuan pribadi. Dia harus bekerja mulai dari desain sampai pemasaran dilakukan. Ia mampu membuat brand sekunder seperti Tenun Pelangi, Batik Pelangi, DP by Dian Pelangi, dan Dian Bridge.

"Ini kok masih anak- anak," celetuk mereka.

Anggapan negatif harus dipatahkan melalui karya bukan berdiam diri. Kini, brandnya memiliki 11 cabang, dari Pekalongan, Jakarta, Palembang, Medan, Aceh, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Ini juga termasuk franchise keluar negeri ke Malysia, Timur Tengah, dan Eropa.

Agar kamu bisa sukses maka ciptakanlah ciri khas. Bila kita meniru maka masyarakat tidak akan bisa mengenali kita. Mereka tidak akan menganggap karya kita dan karir berjalan di tempat.

Dia terlahir sebagai gadis biasa tidak berlebihan. Uniknya, kedua orang tua Dian memiliki pemikiran berbeda. Bila kebanyakan ingin anaknya masuk ke sekolah menengah. Begitu lulus SMP, Dian malah dimasukan ke SMK 1 Pekalongan Jurusan Tata Busana

Dian menjadi minder ketika bertemu teman di SMP. Tetapi lambat laun berubah, passion akan dunia fashion tumbuh, dan Dian malah bersyukur masuk ke SMK Tata Busana. Begitu lulus sekolah dirinya langsung ditanggung jawabi mengelola butik.

Pengusaha wanita kelahiran Palembang, 14 Januari 1991, yang menjadi desiner utama bisnis fashion milik keluarga. Ia dikenal sebagai anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia (APPMI) termuda. Berkat sorotan berbagai media membuat namanya melejit keseluruh Indonesia.

Pada Mei 2009, Dian mengadakan fashion show di Malbourne Australia. Dia menampilkan 40 pakain hasil karyanya. Namanya mendapatkan sorotan dari media Australia, The Edge. Ia pun rajin untuk mengikuti fashion show dari APPMI, seperti yang bertema "Kembali Fitri" pada 2009 silam.

Kementrian Perindustrian dan Perdagangan mengajak Dian ke fashion show di Abu Dhabi. Dia juga diundang mengikuti Jakarta Fashion Week (JFW) pada November 2009. Tanggapan masyarakat pada karya Dian Pelangi sangat positif.

Dia menjadi kiblat fashion anak muda pada 2010 -an. Maka Dian meluncurkan buku fashion yang di
dalamnya mengenai "Street Style". Berisikan gaya busana hijaber yang pernah dia temui diseluruh penjuru Indonesia.

Dian Pelangi juga menjadi penggagas komunitas hijab. Namanya komunitas Hijabers yang sudah tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Hijabers Community masih berkembang diantara kehidupan masyarakat Indonesia.

Inspirasi Fashion Blogger Evita Nuh Hadapi Keterbatasan

Profil Pengusaha Evita Nuh


evita nuh blogger
 
Inspirasi blogger fashion Evita Nuh punya keterbatasan. Dia jago OOTD, Tapi apakah kalian tau, Evita Nuh memiliki keterbatasan. Bermula ketika usianya masih 9 tahun telah aktif menulis. Dialah pemilik blog jellyjellybean.blogspot.com, yang bermula kebiasaan anak berselancar di dunia maya. 
 
Beruntung karena Evita menemukan kegiatan bernama blogging tengah fenomenal. Ada satu blog bernama Cherry Blossom milik Alex aasal Perancis. Ia melihat blog mudah dan bisa bebas berekspresi. Kita juga tau beberapa layanan blog gratis. 
 
Kalau bicara fashion semua bermiula dari permainan SIM. Itu loh yang karakternya bisa diganti pakaian sesuai kesukaan kamu.

Menjadi Fashion Blogger

 
Dia juga suka bermain Berbie dengan sagala pakaiannya. Ketika bicara mengenai dia mau ngeblog apa. Evita memilih menulis apa disukai. Konsep blog sendiri memang begitu menjadi media dalam berekspresi. Tidak ada strategi khusus untuk menjadi blogger terkenal dan banyak pengunjung.

"Blog itu untuk bersenang- senang, bukan semacam kompetisi dan bukan urusan bisnis jadi nikmati saja," tutur Evita.

Menjadi fashion blogger tentu membutuhkan modal. Walaupun gratis, Evita tetap membuthkan uang buat postingan. Tidak ada budget spesifik hanya dilakukan sesuai kesenangan. Evita akan memakai apa yang dia sukai dan ingin dicoba.

Taukah kamu, kakaknya sangat berperan akan kesuksesan blog miliknya. Kakak Evita yang memotret gaya. Dia jarang membaca blognya. Kakaknya juga tinggal terpisah di apartemen. Dan, dia tidak suka dunia fashion sama sekali.

Seperti dijelaskan diatas dia lakukan buat bersenang- senang. Tidak ada pikiran mau diuangkan. Dia juga tidak mau bekerja layaknya karir. Harus membangun jadwal khusus demi kebutuhan konten. Itu bukan gaya Evita.

Justru dengan gaya inilah dia mampu tampil tanpa beban. Ia menjadi sosok inspiratif bagi anak- anak seumuran. Evita selalu senang bila namanya disebut "Evita Nuh from Indonesia". Nama tersebut jadi bentuk pengakuan akan karya. Dia dari menjadi model fashion sampai membangun brand pribadi.

EVITANUH merupakan bentuk ekspresi pengusaha muda ini. Brand tersebut menjual baju atasan, celana, rok, dan outwear. Dia senang ketika gadis lain menyukai produk ini. Senang rasanya, ketika ada ibu- ibu bilang anaknya ngefans sama Evita, dan berharap bisa mengikuti jejaknya.

Evita kecil menderita Sindrom Espeger. Ia sebenarnya cerdas di atas raata- rata. Espeger merupakan bentuk austisme yang membuatnya cangguh, susah bersosialisasi. Dunia maya menjadi jalan dirinya berekspresi. Bila dilihat dari tulisan dan gaya fashion Evita punya kecerdasan diatas rata- rata.

Bentuk autisme ini membuat dirinya susah komunikasi. Spesifiknya dia akan kesulita memahami hal komunikasi non- verbal. Ini bukan akhir segalanya justru memacu semangat. Alhasil dia menjadi lebih ekspresif menulis. Membuka peluang menjadi penulis masalah fashion ternama asal Indonesia.

Membangun Harapan


Bloger berjudul La Creme de la Crop dibangun ketika 9 tahun. Gadis bernama lengkap Evita Panca Ludwina. Gaya fashionnya terinspirasi Alexander McQueen, Anna Wintour, dan Karl Lagerfield. Dia berada dalaam daftar Fashion Bright Under 16 pada 2010.

Masuk ke urutan ketigaa berdasarkan penulis fashion Asia Tenggara, www.tonguechic.com. Di usia 12 tahun, namanya masuk daftar "100 Anak Muda Paling Berpengaruh Indonesia" versi Marketeers. Ia pada Agustus 2011, profil dirinya satu artikel penuh ditulis di majalah Grazia asal Italia.

Pada Februari 2012, Evita terpilih menjadi wakil anak muda jenius dari Asia. Satu- satunya anak muda di dalam wawancara di majalah Le Nouvel Observateur Perancis. Tahun 2013, dijuluki sebagai The Next Tavi dalam majalah Elle, dan dimuat dalam New York Times pada tahun 2015.

Majalah Go Girl! tertarik akan kemampuan Evitaa Nuh. Dia dijadikan salah satu kolumnis majalah fashion terkemuka itu.

Dari tanah air, banyak brand lokal yang tertarik menjadikan dirinya model. Spesifiknya Evita nanti memakai produk mereka untuk dipadu- padankan. Evita lalu membangun EN PENS, brand fashion yang kepanjangan dari Evita Nuh Perfectum Est Non Satis, yang menjual produk tas desainnya.

Salah satu karayanya berupa tas clutch bertema taksi New York. Tas ngejreng dengan warna kuning yang mencolok. Sempat difavoritkan fashion blogger lain, seperti Cindy Karmoko, Anaz Siantar, dan kalangan selebriti.

Andien artis dan penyanyi pernah membawa tas ini ke New York Fashion Week 2014. Ini menjadi perbicangan dikalangan selebriti dan fasionista. Adapula Ava and Archiebald, produk pakaian anak dan bayi karyanya. Evita juga sibuk menjadi ilustrator album weeding dan kids photography.

Bisnis Hijab Syar'i Bandung Hasilkan Miliaran

Profil Pengusaha Dewi Permata


hijab syar'i bandung

Dewi Permata tidak akan menyangka sukses begini. Bisnis hijab syar;i Bandung nya menghasilkan miliaran. Ia tidak pernah berpikir ke arah sana. Dewi hanya ingin membuat produk yang membantu. Sejak semula dia memang ingin memiliki usaha sendiri.

Dia bersama suami, Rosy Andreas, memang sudah aktif berjualan. Keduanya masih mahasiswa di Universitas Padjajaran, Jurusan Ilmu Komunikasi, dan sang suami mengambil jurusan pertambangan di Universitas Teknologi Bandung.

"Saya mulai dari modal nol rupiah, kalau ada yang mau pesan baru dibuatkan,' ia menjelaskan.

Perjalanan Bisnis


Keduanya merupakan anak asli Padang perantauan. Pasangan pengusaha muda yang dipanggil Uda- Uni. Bisnis ini unik karena Dewi tidak sekedar membuka usaha. Dia menawarkan kelebihan berbeda dari pebisnis hijab syar'i lain. Dewi menciptakan hijab "anti- tembem" yang menarik para pembeli.

Dewi termasuk nekat karena mendesain sendiri. Dia mendesain hijab yang bikin wajah tirus. Ini yang kemudian "tidak sengaja" menjadi andalan. Awal mula dia sama sekali tidak menyadari akan konsep tersebut. Bersyukur sebuah ajang kompetisi kewirausahaan menyadarkan  dia akan ini.

Ia menyebutnya khimar "antem" atau anti- tembem. Keputusan membuka usaha selepas keduannya menikah. Di 2016, diputuskan menjalankan usaha sendiri, dan sang suami pun sempat tergiur menjadi karyawan. Rosy merupakan mahasiswa pertambangan dan dibutuhkan perusahaan besar.

Bisnis Dewi melejit apalagi selepas mengikuti ajang kewirausahaan. Rosy melihat istirnya sempat kwalahan. Dia memutuskan menolak untuk menjadi pegawai perusahaan tambang. "Setelah melihat saya keteteran menghandle pesanan... sejak saat itu kami memutuskan untuk bersama- sama besarkan Kiciks"

Mereka lantas merekrut dua orang bagian administrasi. Beberapa penjahit bergabung, kemudian bisa merekrut 80 orang pegawai ke depan berpusat di Bandung. Produk meliputi hijab, khimar, dress, jilbab, dan mukena. Produk mulai daily look sampai premium melalui koleksi brand "Dewi Permata".

Selain mengandalkan desain anti- tembem. Brand ini menarik karena motifnya unik, seperti adanya bunga sakura yang terinspirasi perjalanan. Keduanya tengah traveling ke Jepang dan menemukan bunga sakura. Diprintlah motif bunga sakura tersebut, dan dipasarkan melalui sistem pre- order.

Pesanan langsung masuk 2000 pcs hijab langsung ludes. Mereka juga punya koleksi yang terinspirasi budaya Indonesia lewat koleksi Sasade. Kemudian mereka menghadirkan bunga Lupine. Agar makin berkembang, Dewi melanjutkan pendidikan fashion designer di IFI Bandung, pada awal 2019.

Kegemaran traveling menjadi sumber kreatifitas keduanya. Baik buat membangun Kiciks bisnis hijab syar'i Bandung ini. Mereka pun rajin berpergian keluar negeri buat aneka desain baru. Biasanya bila mereka melihat keindahan bunga di daerah tertentu.

Biografi Coco Chanel Pengusaha Desainer Sepanjang Masa

Biografi Pengusaha Coco Chanel


biografi coco chanel

Biografi Coco Chanel, wanita bernama lengkap Gabrielle Bonheur Chanel. Pengusaha desainer yang lahir pada 1883, di Saumur, Maine-et-Loire, Prancis. Dia merupakan putri seorang wanita bernama Eugene Jeanne Devolle, yang bekerja sebagai tukang cuci di rumah sakit amal untuk orang miskin.

Coco merupakan anak kedua Jeanne dengan Albert Chanel. Dia punya kakak wanita yang bernama Julia, berjarak cuma setahun. Ayahnya bekerja menjadi vendor untuk alas pakain dan garmen. Usaha yang berpindah- pindah begitu juga tempat tinggal.

Keluarga Coco Chanel


Albert berkeliling dari pasar ke pasar diseluruh penjuru Prancis. Tahun 1884, dia menikahi Jeanne, dan tinggal di penginapan jelek. Albert sendiri selalu absen dalam kehidupan mereka. Alhasil Jeanne yang tidak paham birokrasi sempat mengalami kesulitan.

Dalam pendataan Albert tercatat tengah melalukan perjalanan. Sementara putrinya Coco, pernah di daftar kependudukan bernama "Chasnel". Itu semua karena kesalahan pengucapan. Karena ketidak pahaman ibu dan absennya ayah, nama terakhirnya salah eja, yang mana karena kesalahan juru tulis.

Punya banyak anak tetapi hanya lima selamat. Jeanne tinggal bersama dua putra dan tiga putri. Usia 13 tahun, dia mengingat dalam biografi Coco Chanel, ibunya meninggal karena TBC ketika usianya 32 tahun. Tetapi ini belum pasti masalah utama mengapa Jeanne meninggal.

Dugaan bahwa dia meninggal karena kemiskinan, kelaparan, dan penomia. Ayahnya mengirim kedua putranya bekerja di perkebunan. Tiga putrinya kemudian dikirim ke tempat yatim- piatu. Muncul lah Congregation of the Sacred Heart of Mary, yang mengayomi gadis yatim dan terlantar dari rumah..

Mereka menawarkan tempat keagamaan bagi anak gadis. Hidup yang lebih baik, berkecukupan, tapi menekankan disiplin tinggi. Disini Coco menjadi bagian dari pusat keagamaan tersebut. Dia belajar disiplin hingga menjahit. Inilah mungkin tempat yang membentuk pola pikir desainer Coco Chanel.

Dia lalu meninggalkan tempat tersebut karena telah remaja. Dalam sebuah tulisan, ia menceritakan bahwa fakta "selir" Hitler omong kosong. Pandangan bahwa dirinya hidup glamor tidaklah tepat. Dia sebelumnya bercerita bohong, ayahnya mencari kemampanan dan dirinya ditinggal bersama dua bibi.

Ibunya telah meninggal diusia lebih muda dari 12 tahun. Coco diketahui juga menyembunyikan usia sebenarnya. Apapun kebohongan ketika menjadi "selir rahasia" Hitler bukan masalah. Karena Coco menjalani karir desainer dengan tangannya sendiri.

Lepas dari rumah yatim di Aubazin berarti mandiri. Tidak memilih pekerjaan menjahit, tetapi Coco malah menjadi penyanyi untuk pasukan kavaleri. Dia lalu memulai debut bernyanyi di kafe terkenal di Moulins Pavalion, La Rotonde. Dia pernah bekerja menjadi penghibur diantara penyanyi utama.

Taukah kamu bahwa namanya "Coco" baru dimiliki waktu ini. Namanya Gabriela, dan nama Coco itu datang dari pengalaman bernyanyi kabaret. Ia bernyanyi "Who Seen Coco?", yang juga panggilan dia katakan berasal dari ayahnya, tetapi beberapa percaya cerita tersebut bohong.

Ada kepercayaan namanya berasal dari Ko Ko Riko, atau Qui Qu'a Vu Coco, ataupun berasal dari kata ilus "kept women" dari Cocotte. Menjadi penyanyi kabaret dirinya memancarkan pesona. Di 1906, dia bekerja di resot spa di Vichy, yang mana menyediakan teater, ruang pertemuan, dan kafe.

Terus kapan pengusaha desainer ini memulai bisnis fashion. Kita lanjutkan kembali dari karir Coco di dunia intertainmen. Coco memang dikenal memiliki fisik menari. Gayangnya sudah fashionable jadi sangat menarik perhatian juri audisi.

Sayangnya, Coco tidak memiliki suara merdu, suaranya itu rata- rata tidak memiliki kelebihan. Jadi dia gagal melewati auditi untuk resort. Gagal membawanya bekerja menjadi pegawai Grande Gille, yang pekerjaanya melayani air untuk tamu, hingga masanya di Vichy telah selesai dan pindah ke kota Moulins.

Dia menyadari bahwa dunia intertainmen bukan dirinya. Di sana Coco bertemu seorang tentara, dan seorang pewaris bisnis tekstil, Etienne Balsan. Umur 23 tahun, ini pertama kalinya dirinya menjadi "selir", dimana dia dilimpahi kehidupan mewah dari berlian, baju bagus, dan aneka perhiasan.

Tahun 1908, dia berselingkuh dengan Captain Arthur Edward "Boy" Capel. Kehidupan saat itu Coco sebut sebagai "dua lelaki gentel diantara tubuh kecilnya". Capel sendiri merupakan kelas menengah. Coco pun ditempatkan di apartemen biasa.

Belajar Fashion Coco Chanel


Penampilan ala  tentara Capel menghiasi keseharian. Ia mengingat botol minuman milik Capel, yang lekukannya menjadi inspirasi. Botol yang sering dibawa di tas dengan tali pengikat. Ini yang menjadi inspirasi wadah parfum Chanel No. 5.

Coco menyebutnya monumen dari "indah, mahal, gelas yang lembut". Keduanya sering berpergian bersama. Coco merasa lebih nyaman bersama Capel. Bahkan sempat berpikir untuk setia kepada sang perebut istri orang. Namun Capel memang seorang playboy meskipun sudah 9 tahun bersama.

Meskipun belum putus Capek bermain dengan wanita lain. Sampai pada 21 Desember 1919, terjadi kecelakaan mobil dan merenggut nyawa Capel. Disini Coco merasakan keterpurukan terdalam dari kehilangan kekasih.

Cocok mulai mendesain topi ketika di Balsan. Dia mendesain buat kebutuhan komersil perusahaan. Bisnis Chanel tumbuh sampai tahun 1910, dia mendapatkan gelar pembuat topi profesional. Bahkan telah memiliki toko fashion di 21 rue Cambon, Paris, yang bernama Chanel Modes.

Pada 1930, Arthur Capel sempat membantu berdirinya butik di Deavuille. Dia mendesain topi, baju kasual, jaket, dan lain- lain. Kesuksesan Chanel membuatnya menghidupi dua anggota keluarga. Dari Anthoinette sang kakak kandung, dan bibiny Adrienne, yang usianya sama dengan Chanel.

Mereka lantas direkrut menjadi model jalanan. Mengenakan semua produksi Chanel di jalanan Kota Paris. Bergaya menunjukan merek Chanel ke orang- orang. Dia dikenal menjadi "selir" banyak pria berpengaruh. Tetapi dia sama sekali tidak pernah menikah dan hanya berlalu begitu saja.

Bisnis Chanel tumbuh dengan 4.000 pegawai pada 1935. Uniknya, walau pernah berkencan dengan petigi film, bisnis Chanel tidak tumbuh baik disini. Artis endors Chanel tidak menjadi bintang besar dan kalah saing. Chanel bersaing dengan Elsa Schiaparelli, untuk mengendors selebriti Hollywood.

Masuknya Nazi ke Pari membuat perubahan besar bisnis fashion. Bayangkan semua pengusaha yang keturunan Yahudi ditangkap. Toko- toko fashion ditutup kecuali millik Coco Chanel. Taukah kamu bahwa parfum Chanel dikuasai pihak kedua.

Ini membuatnya frustasi karena bekerja sama dengan "musuh". Untungnya the Wertheimers, sosok penguasa produk Chanel No.5 ditangkap, karena apalagi kalau bukan berdarah yahudi. Walaupun pada akhirnya produk parfumnya dilabeli buatan yahudi.

Chanel bersikeras mendapatkan hak tunggal akan parfum itu. Menurut sebuah buku surat yang berisi permintaan hak ini janggal. Kecurigaan bahwa Chanel "merayu" menjadi bagian dari pasukan asal Jerman. Tujuannya menjadi bagian dari Nazi agar membebaskan produk parfum tersebut.

Singkat cerita Chanel melakukan tugas mata- mata Nazi di Paris. Bila wanita lainnya mendapatkan hukuman keras karena berkhianat. Chanel selamat bahkan segera terbang ke Switzerland. Parfumnya Chanel No.5 merdeka, dan dirinya kabur untuk menghindari hal tidak terduga.

Sempat ditahan pada 1994, Chanel ditanyai namun dibebaskan karena pengaruh Churcill. Dia adalah Winston Churchill. Muncul gosip mengenai hubungan keduanya dihalayak. Tetapi gosip paling bisa dipercaya ialah, Chanel memegang nama elit pro- Nazi pada jamannya.

Para Pro- Nazi dari Inggri yang meliputi orang kaya, politis, bangsawan, dan dari kerajaan. Churchill bahkan memerintahkan perlindungan duta besar Inggris- Prancis, Duff Cooper. Beberapa kali dia diselamatkan Churchill. Keduanya bahkan menjadi teman dimulai dari 1920 'an, berkat skandal lagi.

Coco berhubungan dengan Duke of Westminter. Sementara Churchill menjadi pahlawan di perang dunia. Alhasil dia menyelamatkan Chanel dari penangkapan kembali. Pindah ke Switzeland lantas bagaimana nasib bisnis Coco. Ternyata dia sama sekali belum melepaskan bisnis yang telah dirintis.

Pasca- perang banyak desainer berlomba- lomba berkarya. Termasuk Christian Dior, yang melesat pesat setelah jaman perang. Nama- nama lain menyusul seperti Cristobal Balenciaga, Robert Piguet, dan Jackues Fath.

Namun hanya Coco Chanel nampak mampu mengimbangi pola bisnis fashion mereka. Satu- satunya wanita yang menentang tren tidak masuk akal. Pengaruh para desainer laki- laki meliputi bantalan pundak, penyangga payudara, rok berat dan jaket ketat, dianggap Chanel tidak logis.

Umurnya 70 tahun dan rumah mode Chanel telah tutup 15 tahun. Chanel kembali mendirikan brand yang telah lama. Rumah modenya bangkit dan berperang kembali di dunia parfum. Kali ini, bisnis parfum Chanel berhadapan dengan Jacques Fath.

Kebangkitan bisnisnya sempat ditanggapi pemerintah curiga. Apalagi dia sempat menjadi bagian dari Nazi dan dicurigai agen. Namun Amerika dan Inggris menganggap Chanel membuka dunia. Gaya busana Chanel sangat menarik bagi fashion masa depan dan anak muda.

Diakhir hayat dirinya mengalami kesepian diantara karir bisnis. Brandnya baru menanjak ketika dia meninggal dunia. Sempat akan mendapatkan penghargaan karena tokoh inspirational. Namanya ditolak, selepas keluarnya surat rahasia intelegen Prancis menjelaskan keterlibatan Chanel.

17 Fashion Blogger Terkenal di Indonesia

Artikel Bisnis: Inspirasi Fashion Blogger Wanita

 
 
fashion blogger sukses
 
Kenalan yuk, 17 fashion blogger terkenal Indonesia, dunia fashion tidak sekedar tentang berjalan di atas catwalk. Tidak mengenai melenggang dengan baju rancangan desainer ternama. Tidak pula tentang para model yang tinggi semampai. Ada juga profesi lain yang ternyata juga berkaitan dengan dunia fashion. 
 
Ada juga profesi lain seperti fashion stylist, fashion critics, sampe fashion journalist yang melengkapi industri yang menghasilkan miliaran dolar ini.

Salah satu profesi lain di industri fashion yang sedang naik daun adalah Fashion Blogger, yaitu mereka yang ngeblog khusus membahas tema tentang fashion. Sejak internet makin berjaya, aktivitas blogging juga makin populer. 
 

Fashion Blogger

 
Banyak orang jadi terkenal gara- gara blog saja. Atau coba saja tengok berbagai buku- buku best seller. Memang tidak semua, tapi beberapa diantaranya berawal dari tulisan di sebuah blog.

Tidak sedikit para pecinta fashion menuangkan idenya diatas sebuah blog. Mereka tidak harus pasti seorang desainer tapi mereka mengerti, bereksperi dan berkreasi dengan cita rasa mereka sendiri. Fashion blogger juga menjadi fenomena tidak hanya di Indonesia. 
 
Usut punya usut negara Swedia menjadi yang banyak untuk urusan fashion blog. Kita akan bahas nanti.

Sekarang fokus kita adalah mereka fashion blogger asli Indonesia dan lewat blog nama mereka dikenal sekarang, mereka adalah:

Salah satunya, Diana Rika Sari yang ngeblog di "Hot Chocolate & Mint". Ibu muda ini aktif ngeblog sejak tahun 2007 dan disebut sebagai trendsetter fashion blogger Indonesia. 
 
Ia pernah mendapatkan penghargaan "International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Awards British Council 2012" atas prestasinya melalui terobosan e-commerce untuk merek sepatunya UP!, yang manfaatkan media digital dan internet.

Diana mulai ngeblog karena memang suka menulis dan juga fotografi, walau awalnya blog-nya tidak melulu fokus membahas fashion aja. Mix and match fashion dan aksesoris di blog Diana terbilang unik dan nyentrik. Tapi justru ini yang disuka sama followernya. 
 
Buat mereka, Diana jadi semacam inspirator kalo sebenernya dunia fashion itu tidak ada patokannya, apapun bisa dikombinasikan walau warnanya ngejreng dan nabrak-nabrak.

Lain lagi remaja 15 tahun, Evita Nuh, dia telah menjadi fashion blogger sejak usianya masih 9 tahun. Alasannya kala itu pakaian buat anak seusianya waktu itu kebanyakan masih terlalu kanak-kanak atau bahkan terlalu dewasa untuknya. 
 
Akhirnya Evita memilih untuk bereksperimen buat mix and match pakaian dan aksesorisnya, terus diposting di blognya, "The Creme de La Crop". Perpaduan warna dan gaya pakaiannya yang tidak terlalu kanak- kanak juga tidak terlalu dewasa itu malah terkesan fun dan kelihatan jadi refleksi kepribadian Evita. 
 
Evita sudah sering masuk majalah atau website luar negeri, dan kalau ada yang nyebut "Evita Nuh from Indonesia" itu membuatnya bangga sekali. Evita juga sukses masuk 10 blogger muda paling punya pengaruh versi Babble.

Indah Nada Puspita, Fashion Blogger Indonesia asal Balikpapan yang kini menetap di Jerman. Pengagum Anna Dello Russo ini masuk di jejeran 5 fashion blogger Indonesia yang punya pengaruh di dunia. 
 
Dari blog Nada, banyak orang terinspirasi buat meniru gaya busana hijab yang khas dengan berbagai macam model scarf dan turban. Nggak jarang Nada juga mix and match hijab sama berbagai macem aksesoris kayak anting panjang juga mahkota bunga. 
 
Kelihatan aneh? Enggak juga, malah yang beda gini yang disuka sama banyak orang. Penasaran sama blognya? Mampir aja ke “Fashion in Wonderland”.

Salah satu fashion blogger Indonesia yang juga desine ada adalaha Dian Pelangi (DP), yang melejit lewat  kain jumputan pelanginya. Saking terkenalnyanya, banyak orang yang bikin versi KW baju yang dia jual. 
 
Belum 5 tahun terjun di dunia fashion, udah segudang prestasi yang ia raih. Salah satunya jadi 1 diantara 12 desiner dunia yang berkesempatan memamerkan hasil rancangan pada ajang Haute Arabia High tea 2014 di London.

Ia pun membawa kain songket sebagai kain tradisional Indonesia untuk dikenalkan di gelaran tersebut.

DP biasa posting gaya fashionnya di "Brain Beauty Belief". Belakangan fashion blogger, terlebih di Indonesia, makin dihargai eksistensinya. Bahkan fashion blogger udah jadi sebuah profesi yang keren, terutama buat kalangan anak muda. 
 
Segudang prestasi diraihnya, mulai dari masuk di berbagai media (cetak dan online) nasional maupun internasional, pembicara diberbagai acara fashion dalam dan luar negeri, sampai didaulat untuk menjadi kontributor ajang fashion show kelas dunia kayak New York Fashion Week kayak Sonia Eryka, empunya "A Diary of THE RIOTOUS BELLE".

Selain membawa harum nama Indonesia, mereka juga jadi trendsetter yang berpengaruh buat perkembangan fashion, setidaknya di negeri sendiri. Padahal awalnya mereka bukan siapa-siapa, cuma gadis- gadis dan wanita yang suka fashion, dan mau berbuat sesuatu sesuai kesukaan dan kebisaan mereka masing-masing. 
 
Satu kolaborasi unik antara passion, fashion, sama blog ini akhirnya juga mendatangkan berbagai peluang dan prestasi untuk mereka yang menggelutinya.

Uma Hapsari Pengusaha Muda Pemilik Sepatu Amazara

Profil Pengusaha Uma Hapsari

 

umahapsari.png
 

Jatuh bangun sudah pemiliki sepatu Amazara merintis. Pengusaha muda Uma Hapsari, usianya 27 tahun, dan merintis jualan produk fasion melalui Instagram pada 2015. Sebulan berselang tidak satupun sepatu terjual laku. Padahal dia sudah menyiapkan sepatu, baju, dan kosmetik wanita.


Kebetulan orang tuanya merupakan agen sejumlah produk fasion lokal. Uma ingin mencoba. Menjadi pengusaha ternyata susah. Usut- punya usut ternyata dia kalah jual dibandingkan tanah abang. Produknya tersedia di Tanah Abang, Jakarta, namun dengan harga lebih murah.

 

Jualan Sepatu


Walau Uma sudah turunkan harga sama tetap tidak laku. "Walaupun harganya sama, pengirimannya kan makan waktu, makan biaya," ucap wanita kelahiran 10 Januari 1991.


Fakta mengejutkan dia harus bersaing dengan pasar grosir terbesar Asean. Uma memilih mundur, balik arah, mencari kesempatan lain melalui produk sendiri. Dia mengatakan lewat brand sendiri, harganya tidak perlu takut disaingi, karena itu tidak akan ditemuka di tempat lain.


Memiliki merek sendiri berarti tidak tersaingi. Pembeli tidak akan membandingkan. Lantaran Uma cuma kenal pengrajin sepatu maka jualan sepatu. Uma tidak memproduksi sendiri. Ia mengambil itu dari produsen sepatu. Ia memilih produk yang memiliki desain lucu.


"Saya relabeling saja, ganti dengan merek saya, Amazara," yang merupakan nama anaknya. Ia lantas menjualnya diharga Rp.89 ribu sampai Rp.99 ribu perpasang.


Dia menawarkan tiga model: wedges, slipon, dan platform. Tampilan fotonya bagus sampai membuat banyak orang tertarik. Tetapi, harganya murah sempat orang meragukan kualitas sepatunya. Dan ada beberapa orang tidak jadi membeli. "Ini bikin saya khawatir," ucapnya.


Uma tanya sama temannya yang hobi belanja online. Malah menurutnya harga ditawarkan kemurahan sampai tidak dipercaya. Dia bilang orang enggak percaya sama kualitasnya. Uma langsung mengerek harganya sampai Rp.129.000.


"Ternyata laku. Dari situ saya belajar, bahwa pricing itu penting," ucap Uma. Namun ternyata, kaget kualitas sepatunya benar- benar jelek, baru dipakai sekali, langsung jebol. Maka Uma menjadi sosok sasaran pembeli yang marah karenanya.


Ia langsung meminta maaf dan berjanji akan mengganti. Pengusaha Uma berjanji mengganti dengan lebih bagus. Uma memetik kembali pembelajaran darisana: Pelanggan senang terhadap penjual yang bertanggung jawab. 

 

Tidak masalah produk bukan kita sendiri bikin, yang penting mau mengganti rugi atas apa yang kita jual. Pengusaha Uma Hapsari juga belajar mengenai memilih pegawai. Ia harus memiliki costumer service yang bagus dan melayani pelanggan.


Tapi, ia baru merealisasikan memiliki pegawai pada Januari 2017 silam. Semua berkat usahanya yang membesar dibanding dulu. Dia tidak tanggung- tanggu. Uma lalu mempekerjakan pegawai costumer service (CS) 24 jam.


Jujur Uma tidak memiliki pengetahuan perihal produk. Dia lakukan eksperimen. Tidak punya produk dan tidak tau produk. Pertama- tama, dia mencari produk apa yang cocok sama pasar itu apa, lalu problemnya apa. 

 

Ternyata, orang mau sepatu berkualitas, ya, dia tingkatkan kualitasnya pelan- pelan. Orang mau juga penjual bertanggung jawab, fast response. Usaha harus memiliki identitas, pengusaha Uma Hapsari mengusung slogan Affordably Stylish.


Pengusaha Uma menawarkan sepatu berkualitas, harga terjangkau, model unik juga bervariasi, dan nyaman dipakai. "Ini yang saya kedepankan," lanjutnya.


Bisnis Besar

 

Dua tahun berlalu, ia sudah tidak lagi menyerahkan produksi ke orang lain. Dia membangun workshop sendiri. Mendirikan bengkel sendiri pembuata sepatu. Uma jadi lebih bisa mengontrol kualitas, dan mengawasi proses produksi.


Dia membangun tiga bengkel sekaligus, masing- masing di Jakarta, Bogor, dan Bandung. Ada sekitar 80 perajin sepatu diberdayakan. Pengusaha muda lulusan Macquarie University, Sydney, Australia. Dia menjelaskan, bengkel di Jakarta, khususnya Jelambar mengerjakan sepatu heels.


Sementara di Bogor mengerjakan sepatu flat, dan di Bandung, dia memproduksi sepatu model sneaker. Itu semua kemudian ditaruh di gudang di Bambu Apus, Jakarta. Selain Instagram, dia memasarkan melalui website di awal 2016.


Sejatinya dia cuma menginginkan menjual di dua kanal. Namun kedepan, malah makin banyak orang berbelanja melalui marketplace, maka ia membuka toko di Shopee dan lanjut Tokopedia. "Harus bisa fleksibel. Sebagai pengusaha, kan, harus menurunkan ego," lanjutnya.


Menurutnya, ini merupakan waktunya tepat pemiliki brand membangun toko. Kan marketplace masih memberikan subsidi. Kelak tidak memutup kemungkinan pemilik lapak memungut sewa. Beruntung strategi toko onlinya berhasil, bahkan mampu menjadi toko nomor satu dibagian sepatu wanita.


Mereka marketplace suka membantu kampanye pemasaran, memberi diskon, dan penempatan produk sepatunya. Produk Amazara jadi gampang terlihat dan dipilih pembeli. Ada garansi 30 hari turun andil meningkatkan penjualan. 

 

Marketplace juga menanggung garansi sebulan semenjak diterima. "Jadi, walau sudah dipakai, kalau ada yang rusak, bisa ditukar," ujar Uma. Walau nama Amazara dikenal, namun Uma tetap memasang ikan Facebook, tujuannya supaya lebih banyak orang tau dan semakin banyak produk terjual.


Maka dia mendirikan PT. Amazara Cipta Indonesia pada Februari 2017. Ini akan lebih memperkuat brand di mata masyarakat. Uma lantas menggandeng artis Nagita Slavina, yang kemudian menamainya brand Gigi by Nagita.


Nagita sendiri selain berperan sebagai brand ambassador, juga berpera menjadi perancang desain. Dari bisnis tersebut menghasilkan penjualan bagus. Masa kontraknya setahun ternyata menghasilkan diluar prediksi. Dia lantas mengajak Nagita membentuk PT mereka tersendiri.


Uma yang sukses mengajak Nagita belum berhenti berkolaborasi. Kemudian dia mengajak Youtuber bernama Tiara Pangestika. Kemudian mereka meluncurkan brand bernama Hello Nuku. Pengusaha Uma juga menjalin kerja sama dengan BerryBenka.


Dari dalam negeri merambah sampai keluar negeri. Uma meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan ketrampilan, serta sikap dan perilaku karyawan. Kapasitas gedung ditingkatkan menampung 40 orang pegawai. Uma menyebutkan kunci suksesnya kecintaan akan usaha ini.


Dia mengajak keryawannya mencintai pekerjaan. Ini akan membuatnya semakin bersemangat buat bekerja. Uma tidak berhenti. Dia ikut aktif mengikuti akselator wirausaha. Salah satunya, dia ikutan Entrepreneurs Organization (EO), yang berpusat di Washington, DC.

Masa Lalu Rachel Vennya Jatuh Bangun Pengusaha

Profil Pengusaha Rachel Vennya

 
masa lalu rachel vennya


Masa lalu Rachel Vennya tak seindah tampilan feed Instagram. Jatuh bangun pengusaha muda yang bermula dari alat make up. Rachel kini dikenal menjadi sosok influencer di Instagram. Dia memiliki banyak bisnis. Masa lalu Rachel Vennya dimulai sebagai anak berkecukupan materi.

Dia mendapat materi cukup dari kedua orang tuanya. Namun entah mengapa, keduanya bercerai tidak bersama lagi. Alhasil Rachel mengalami perubahan drastis di kehidupan. Ia tinggal bersama ibunya. Tetapi perekonomian keluarga memburuk. Rachel merasakan jatuh dan terpuruk ketika itu terjadi.

Dia dipaksa keadaan untuk memilih jalan. Rachel bangkit memperbaiki kehidupan. Dia bersama sang ibu tidak mau begitu terus. Karir pertama dijalaninnya ialah menjadi make up artis. Jaman itu belum setenar sekarang. Rachel mendapatkan bayaran sangat kecil sekitar Rp.200.000.

Influencer Pengusaha Muda


Disaat bersamaan, ibunya meramu resep untuk Rachel yang dulu gemuk. Tidak disangka jamu buatan itu manjur dan badannya langsing. Perubahan tubuh Rachel membuat banyak teman tertarik. Inilah peluang usaha berikutnya datang. Rachel memilih berjualan obat pelangsing di sosial media.

Peluang tersebut dikemas berbentuk pil jamu. Produk resep pribadi sang ibu kemudian ditawarkan. Ia juga sembari berjualan pakaian online. Gaya fashion Rachel juga disambut baik para pengikut. Tetapi dari kesemuanya, Rachel memiliki kegigihan dan tekat mengembalikan semua.

Bila dia tidak memiliki kegigihan bekerja keras maka mustahil. Hasil tidak menghianati usaha kita. Dia mendapatkan penghasilan dari penjualan online. Semua juga didukung gaya fashion Rachel yang menarik. 

Pengikut Instagram naik, alhasil endorse dan paid promo berdatangan. Rachel lalu bertemu suaminya sekarang Okin. Mereka bersama mendirikan bisnis sate taichan sendiri. Saat itu, memang produk sate taichan ini tengah viral- viralnya.

Brand Taichan Goreng menjadi pelopor bisnis taichan. Mereka kemudian berhasil membuka cabang di Bogor, Bekasi, Malang, Surabaya, dan Jakarta.

"Mama ku itu jarang banget kasih aku uang jajan," ia mengenang.

Rachel ingat bersekolah sangat jauh dari rumah mereka. Butuh sampai tiga kali ganti kendaraan agar sampai. Mau memakai ojek tetapi tidak memiliki uang yang cukup. Dia dahulu tinggal di Jombang, Tangerang, sedangkan sekolahnya berada di Pondok Pinang.

Ia lebih memilih menyimpang sisa uang saku. Dimana setiap minggu dia mendapatkan Rp.200 ribu. Naik angkot sekalinya Rp.9 ribu dikali tiga kali ganti. Kalau mau naik ojek, maka dia akan keluar uang Rp.40 ribu sekali naik.

Pertama kali berbisnis dia menjual produk viral dan dicari. Dia belum fokus menjual pakaian fashion. Pengusaha muda ini pernah berjualan gelang dan KitKat Jepang. Memang waktu itu tengah sangat viral digandrungi orang.

Ia mengenang cara mendapatkan KitKat. Dulu, waktu SMA, seorang temannya anak orang kaya yang pergi ke Jepang. Dia bawa KitKat Greentea sangat banyak. Kemudian dibagi- bagikan kepada teman sekelas. Satu orang dapat dua termasuk Rachel, tetapi dia merasa rasanya tidak enak.

Anehanya, kok semua orang suka, mungkin mereka suka tetapi Rachel tidak terlalu. Kemudian teman kayanya mau kembali berangkat ke Jepang. Ia menawarkan siapa mau nitip barang. Rachel sendiri pernah liat harga KitKat tidak mahal. Dia kaget mendengar harganya bila nitip temannya dari Jepang.

Ternyata terdapat fakta mengejutkan Rachel ketika browsing. Dalam sebuah forum, ada orang yang jual lebih murah, dan Rachel menyadari sesuatu. Ternyata bisa dibisniskan, karena harga yang teman tawarkan antara Rp.250- 300 ribu, sementara dia dapat dari forum cuma Rp.110 ribu.

Suatu hari Rachel nyeletuk bahwa tantenya akan ke Jepang. Ia menawarkan siapa mau nitip KitKat Jepang. Mereka kemudian nitip padahal cuma kedok belaka. Aslinya dia malah mencari di Google buat dijual lagi.

Mengapa dia mencoba berwirausaha ketika masih sekolah menengah. Ternyata biar bisa berangkat pakai ojek. Pengen banget naik ojek karena berangkat pakai angkot itu capek. Dulu belum ada online, dan harga ojek sangat mahal bisa dibilang sangat membanggakan.

Masa lalu Rachel Vennya memang berat. Tetapi ada hikmah kamu dapatkan ambil. Kamu bisa ikut mencontoh caranya berbisnis. Berikut beberapa bisnis milik Rachel:

1. Jamu Pelangsing

Bemerek Slim Fast merupakan usaha berbasis jamu tradisional. Banyak orang jaman sekarang yang mulai setuju. Jamu tradisional mulai dikembangkan layaknya produk kesehatan. Produk ini sudah lolos BPOM. Sudah terbukti pula melalui sang pemilik, yang ramuanya asli datang dari ibu Rachel.

2. Makeup Artist

Selain memilik selera fashion bagus begitu pula makeup. Rachel memiliki dasar pengalaman makeup artist. Kamu bisa memulai semua dari sini kalau mau mulai berbisnis. Relatif mudah, soal modal pun dapat diminamilisir kamu, bisa belajar di Youtube. Sayangnya, Rachel tidak lagi berbisnis ini karena fokus bisnis lain.

3. Bisnis Fashion

Bisnis andalan Rachel yang juga melambukan namanya. Memiliki gaya berpakaian fashionable, dia kemudian mendapatkan perhatian banyak kaum hawa. Alhasil Rachel lalu mendirikan Reven Is Odd, yang kemudian menawarkan gaya anak muda kekinian.

Reven Is Odd menyampaikan style anak muda kekinian dengan karakter. Rachel suka gaya feminim dan unik.

4. Sate Taichan

Dia bersama pasangannya Niko Al Hakim mendirikan ini. Saat itu, Rachel sudah memiliki bisnis di atas, nah berkat bisnis bareng suami tidak ada salahnya. Niko sudah merintis sate taichan semenjak pacaran dengan rachel.

Berkat sate taichan nama mereka semakin dikenal dan menasibhkan pengusaha muda. Brand Taichan Goreng sendiri telah memiliki 9 cabang di berbagai kota.

5. Rachel Rumah Sedep

Bisnis terbaru Rachel Vennya bersama suami masih satu group. Usaha kuliner yang masih dibawah bisnis sebelumnya. Restoran warteg yang menawarkan konsep modern restoran. Rumah Sedep bukan seperti warteg kebanyakan, tempatnya nyaman, sejuk, dan menunya sedap.

Jual Sepatu Rugi Bisnis Shopatblow Kini Go Internasional

Profil Pengusaha Vincent

 

jualsepatu.png
 

Dia jual sepatu rugi tetapi terus berusaha. Bisnis Shopatblow kini go internasional berkat kegigihan. Ialah Vincent mendirikan usahanya bermula jualan punya orang. Dia berjualan produk sisa gudang. Kedepan dia memproduksi sendiri, dan bertransformasi menjadi brand mumpuni.

 

Pengusaha muda ini sempat merasakan kerugian. Tahun 2016, dia memulai menjual sepatu sisa gudang masih secara offline dan rajin mengikuti bazar. Upayanya tidak membuahkan hasil maksimal. Maka dia menjajal bisnis online melalui marketplace Shopee.

 

Bisnis Shopatblow

 

Bisnis Shopatblow naik sampai pemesanan 40- 60 ribu pesanan. Pertumbuhan bisnisnya mencapai 500 kalilipat. Tidak cuma dia sebagai pengusaha menengguk untung. Para karyawan ikut mendapatkan untung, mereka curhat ke Vincent sudah mencicil kendaraan, cicil rumah, atau beli tanah.


"Bangga menyaksikan salah satu karyawan yang sudah bersama saya dari nol. Kini dia sudah bisa beli tanah sendiri untuk dirinya dan keluarga," ujarnya kepada Detik.com


Tim Shopee banyak membantunya mengembangkan bisnis. Terutama mengurusi gudang dan inventori. Terutama dikala pandemi membuatnya kurang mobilitas. Ia terus memutar otak. Vincent yakin akan membawa produknya sampai go internasional, terutama dibantu Ekspor Shopee pada 2020.


Kini Shopatblow dijual sampai ke Thailand, Singapura, Malaysia, dan Filipina. Dia berharap brandnya akan sesukses Erigo. Gencarnya Erigo melakukan promosi lewat kanal Shopee. Serta terus lakukan transformasi membuatnya mencapai go internasional.


Kedepannya dia akan terus brekspansi produk Shopatblow. Memperbesar gudang sampai lebih besar dari Erigo. 

 

"Jangan pernah menyerah. Karena kalau menyerah, pasti tidak akan ada hari ini. Terus berjuang dan pikirkan semua strateginya dengan berani, jangan pernah takut salah dan gentar, jadikan semua bekal dan inspirasi," pungkasnya.

Biografi Ronny Lukito Pembuat Tas Eiger Neosack

Biografi Pengusaha Ronny Lukito

 

biografi bisnis eager


Biografi Ronny Lukito pembuat tas Eiger dan Neosack. Pengusaha lama yang terlahir dari keluarga kekurangan membuat Ronny rasional. Dia pun memilih tidak melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi.  Alih- alih berkuliah, Ronny Lukito, sejak remaja bekerja keras menghidupi satu keluarga. 
 
Dia bukan lulusan Sarjana, lulusan STM, yang dilubuk hati paling dalam ingin berkuliah. Apa daya tidak memiliki biaya. Ronny memilih bekerja membantu orang tua. Kebetulah orang tuanya memiliki bisnis pembuatan tas. Sejak sekolah dasar sudah terbiasa membantu. 
 

Jadi Pengusaha

 
Melalui bisnis tersebut dia belajar bagaimana pemasaran tanpa berkuliah. Dia belajar membuat produk tanpa teori. Pengusaha asli Bandung ini, cukup belajar otodidak cara mendesain tas. Modalnya Rp.1 juta dan dua pasang mesin jahit. 
 
Peralatan sangat sederhana tetapi bisa menghasilkan tas berkualitas. Bahan baku juga terbatas tetapi dapat dioptimalkan sendiri. Ia sangat ingin melanjutkan kuliah di salah satu Universita ternama. 
 
Sambil membantu membuat tas, Ronny berinisiatif berjualan susu yang dibungkus plastik, dijual menggunakan motor berkeliling ke tetangga- tetangga. Masa muda Ronny memang bisa dibilang berisi kesederhanaan dan bekerja keras.
 
Pria kelahiran 15 Januari 1967, terlahir dari enam bersaudara, dia menjadi satu- satunya anak laki di dalam keluarga pasangan Lukman Lukito- Kumiasih. Anak keturunan Buton, Sumatra dan Jakarta, yang terbiasa ikut membantu menafkahi keluarga.

Ia ingat betul waktu itu keluarga punya toko kecil. Ukuran 2,5x14m berjualan aneka macam tas. Jadi satu- satunya toko penjual tas waktu itu. Nama toko Nam Lung, khusus berjualan tas saja, ketika para pengusaha lain memilih berjualan kelontong.

"Jarang- jarang yang jualan satu macam seperti ayah saya," tuturnya.

Tas dijual produksi perusahaan lain. Diantara produk itu. Ayah Ronny juga menjahit tas sendiri untuk dijual. Ayah Ronny tidak pernah mengarahkan menjadi pengusaha. Hanya, setamat STM, pikirannya sudah realistis dia harus membantu perekonomian keluarga.

Ketika anak seumuran masih sibuk bermain. Serius menekuni bisnis menjadi pilihan. Ronny mulai membuat tas sendiri. Salah satu produk tasnya bernama Butterfly. Diambil nama merek mesin jahit buatan China. Ronny sudah terbiasa membeli bahan, hingga mampu memilih bahan yang berkualitas.

Dia juga mengantarkan barang sendiri ke pelanggan. Sebelum berangkat sekolah, ia memilih jualan susu plastikan. Demi membantu orang tua semua dilakoni. Dia mengembangkan bisnis tersebut. Dia yang membuat tas sendiri mencoba peruntungan menjual ke mall Matahari.

Tidak mudah memasuki mall terbesar kala itu. Ia harus mempelajari trend pasaran dulu. Dicari tau produk apa disukai pelanggan Matahari. Ia berupaya memepercepat roda bisnisnya. Hingga dia bisa memasuki mall Matahari. 
 
Omzet didapat cuma Rp.300 ribu, dibanding kompetitornya hasilkan jutaan rupiah. Mengatahui bahwa bisnisnya tidak seperti diharapkan. Dia mulai menggarap pasar lain. Pasar tedekat ialah berbisnis di Bandung. Ronny mulai rajin melakukan survei pasar. 
 
 

Tas Gunung

 
Rasa malas memang tidak bisa dihindari. Hanya perasaan bahwa masa depan tidak bisa dilewatkan. Ia
memberanikan memasarkan di luar kota. Membuat jaringan penjualan tidak mudah. Bagi dia yang tidak menguasai pemasaran. Mentok. Dia memutuskan menggunakan jasa konsultan. 
 
 
Ronny mulai belajar tentang manajemen. Bahkan rela untuk mengambil kursus manajemen keuangan sendiri. Kursus- kursus kewirausahaan banyak didatangi. Ronny rajin membaca buku menambah ilmu pengetahuan; dia gigih tidak mengenal lelah. 
 
Hingga dia mengetahui peluang bisnis tas, bagaimana menangani masalah lapangan, hingga menangani aneka kendala penjualan. Tujuan menjadi pengusaha tas tingkat nasional terpenuhi. Produk tas pertama bikinan Ronny yang meledak, Eager. 
 
Menggunakan nama berbahasa Swiss, tas Eager mulai diproduksi tahu 1989, fokus mengejar pasar anak muda pecinta alam.

Startegi marketing bisnis Eager unik. Mereka membentuk komunitas pecinta alam. Produk Eager itu difokuskan memang ke produk mendaki gunung. Bermula membangun komunitas pecinta alam. Dari tas Eager khusus, kini digunakan semua orang hingga mendongkrak penjualan umum.

Alasan kenapa masyarakat umum menggunakan tas gunung. Umumnya masyarakat membutuhkan tas yang memiliki kekuatan lebih. Apalagi budaya pulang kampung tidak dapat dipisahkan.  Maka tidak heran jika permintaan meningkat, dan mampu membuka pabrik sendiri di JL. Cihamplas, Bandung.

Pilihan lokasi karena dekat komunitas, dan lebih menjangkau masyarakat umum karena di pusat kota. Wujud cinta alam, tahun 1998, Ronny membangun organisasi Eiger Adventur Service Team (EAST), yang mendukung pencinta alam Indonesia.

Tahun 1998 menjadi tahu berat bagi bisnis Eager. Dampak krisis monter cukup menerjang. Tetapi dia tetap bertahan, bisnis Eager tidak rontok tengah jalan. Butuh kerja keras untuk memulihkan produk Eager agar kembali menjual.

Masuk 1999, Eager mampu masuk ke pasar luar negeri, di Amerika, Jerman, Prancis, Cina, Vietnam, dan Korea Selatan. Moto mereka "to be frontier bags and fashion industries", menjadi perwujudan cita- cita besar Ronny Lukito. Bisnis Eager lantas bersinergi menjadi PT. Eksonindo Mulit Product (EMPI).

Brand berkembang, seperti brand Export, Bodypack, Neosack, Xtreme, dan Norwand. Bagaimana dia bisa sesukses sekarang berkat mau bekerja keras. Disamping itu, pengusaha yang memiliki ketekunan belajar. Ronny Lukito mengajarkan kita tentang membangun jaringan bisnis sendiri.

Bisnis Busana Muslim Pengusaha Muda Zakiyah Fitri

Profil Pengusaha Zakiyah Fitri

 

bisnisbusana.png
 

Pengusaha muda Zakiyah Fitri sempat "enggak pd". Bisnis busana muslim memang banyak pesaing. Dia sempat tidak percaya diri menggarap satu pasar. Awal ia merancang busana muslim anak- anak, lambat laun dia tinggalkan beralih ke dewasa.

 

Orang tuanya berprofesi sebagai tukang jahit. Jadi Zakiyah sudah memahami seluk- beluk menjahit. Dia pun memberanikan diri membuat usaha. Dia mendesain baju muslim sendiri. Bermodalkan uang hasil penjualan motor, kini, Zakiyah mangantongi omzet sampai Rp.50 juta.


Prospek Bisnis Busana Muslim

 

"Sudah 10 tahun usaha. Awal baju muslim anak," paparnya kepada Kompas.com. Ia bercerita, bermula usaha keluarga, ayah- ibu menerima jahitan baju orang. Jahitan yang diterima semisal baju seragam muslim. Dia juga senang menjahit.


Zakiyah termotivasi menggeluti bisnis busana muslim. Ia menjahit sendiri baju muslim anak. Ibu dari tiga anak langsung menghadapi permasalah permodalan. Dia sampai menjual motor. "Modal awal saya jual motor," terangnya.


Uang penjualan motor kemudian dibelikan dua mesin jahit. Masing- masing mesin jahit seharg Rp.1,4 juta. Lama dia menggarap baju muslim anak sampai bosan. Dia merasa mengerjakan baju muslim anak "enggak pd", pasalnya memiliki variasi terbatas kurang menantang.


Pengusaha muda Zakiyah Fitri menemukan kesulitan kembali. Membuat pakaian dewasa lebih rumit termasuk permodalan. Tentu uang dibutuhkan semakin besar karena berkembang. Dia bertahan, dan mulai membeli lebih banyak mesin dan mempekerjakan pegawai.


"Modal awal enggak banyak, cuma untuk merintis bisa jadi besar itu susah," lanjut Zakiyah. Dia tak melepaskan segmen busana anak. Melainkan dia mengerjakan keduanya, sampai- sampai menambah pegawai. Ia memiliki 25 tenaga kerja baru direkrut.


Punya 15 tenaga jahit bekerja di depan rumahnya. Sisa 10 pegawai merupakan tenaga lepas menjahit dari rumah. Demi memperbesar produksi maka dibelilah mesin baru. Tidak punya modal. Dia lantas mendapat informasi dari teman tentang Perusahaan Gas Negara.


Dia disarankan menjadi mitra Perusahaan Gas Negara di Surabaya. Mitra binaan tersebut memang sangat sulit didapatkan. Proses rekrutment panjang selektif sampai Zakiyah lolos. Usaha bernama Alifah Collection kemudian dimodali sejak 2006.


Bersyukur bertemu teman yang aktif forum pengusaha pemuda produktif.  Bergabung menjadi mitra binaan, dia mendapat banyak pengalaman dan keuntungan. Tidak cuma permodalan, ia juga diberikan pelatihan manajemen sampai diajak mengikuti pameran sampai Jakarta- Bandung.


Dia mendapatkan permodalan berupa hibah peralatan. PGN memberikan tiga set mesin dan bahan senilai Rp.20- 25 juta. Peralatan tersebut dipakai buat membuat baju berbahan kaos. Dia bisa hasilkan 700 potong baju dewasa dan anak perbulan.


Ia mematok harga bajunya termahal Rp.200.000. Sedangkan termurah ia menjual jilbab seharga Rp.40 ribuan. Alifah Collection menjual melalui toko- toko atau dipesan langsung. Sistem pembayaran lewat sistem konyasi. Adapula sistem bayar mundur tiga bulan.


"Terima barang bayarnya mundur, yang enggak laku tetap dibeli, tapi dibayar mundur," ujar sang pengusaha yang tak takut merugi. Omzetnya sudah mencapai Rp.50 juta memang membuktikan. Soal persaingan, tentu ada, bahkan cukup sengit.


Maka ia menyiasati persaingan melalui menjalin hubungan baik. Zakiyah juga terus mengembangkan model- model baru. Kedepan, ia bahkan menyasar pasar luar negeri, lewat negara tetangga ia ingin produknya dikenal terutama Malaysia. "...tapi jembatannya enggak ada," tutupnya.

Desainer Cilik Tuna Rungu Menggampai Mimpi

Profil Pengusaha Rafi Abdurrahman Ridwan


 
desainercilik.png
 
Dialah desainer cilik tuna rungu Rafi Abdurrahman Ridwan. Anak kecil 11 tahun yang terus berkarya buat menggapai mimpi. Apa yang dibalik kekurangannya ada kelebihan yang dia asah terus. Dia sadar melalui karyanya bisa merubah dunia. 
 
Di awali satu kisah disaat ia berumur 4 tahun. Ketika itu ada film kartun berjudul Ariel, the Little Mermaid. Sosoknya gadis kecil yang lucu dan cantik, tapi sayang, ia tak menggunakan baju yang pantas baginya. Itulah kira yang dilihat dari sosok Ariel, tokoh kartun dalam benak Rafi.
 

Menciptakan Pakaian


Ia melihat Ariel lebih cantik dengan bajunnya sendiri. Sang ibu pun tak mencoba menjelaskan itu hanyalah sosok kartun, tidak nyata. Ibu hanya membiarkan Rafi berkreasi dengan idenya tentang sosok putri duyung. Ibunya, Shinta lantas mengajaknya menggambarkan baju untuknya. 
 
Shinta mengingat jelas disebelah gambar Ariel, the Little Mermaid buatan Rafi ada pakain- pakaian cantik. Ariel the Little Mermaid kini terlihat tampak lebih cantik dengan pakaian rancangan Rafi dari pakain coat, pakain gaun, dan macam- macam.

Tanda bakatnya yang jelas membuat sang ibu senang. Ada optimisme hingga menuntunnya untuk mencarikan seorang guru gambar. Tapi, sayang, tak ada guru yang mau mengajarnya. Alasannya bisa ditebak, ya karena Rafi tidak bisa mendengar dan sulit berbicara. 
 
Seolah ada batasan antara guru dengan murid dalam caranya mengantar ilmu.

"Saya sedih bukan main. Anak tuna rungu dianggap enggak bisa apa- apa," kenang perempuan berjilbab ini

Di usia 9 tahun, Rafi mulai dikenalkan dengan dunia fashion oleh ibunya. Dia sering diajak melihat- melihat berbagai fashion show. Terlebih setelah Rafi bertemu sosok seorang desainer terkemuka, Barli Asmara. 
 
Dari perkenalan ditambah kunjungan ke tempat kerja Barli, Rafi pun jadi tahu bahwa gambar di kertas itu bisa diwujudkan menjadi baju yang dipakai. Cita- cita menjadi seorang perancang mulai tumbuh dalam benaknya. Ia pun jadi sering meminta gambarnya diwujudkan menjadi baju.

"Nah, di situlah saya mulai pusing, ha ha ha... Saya jarang sekali membuat baju di tukang jahit. Tapi, untuk menghargainya, tetap saya buatkan meski berupa kaus. Gambarnya saya scan, lalu saya cetak di kaus," cerita Shinta.

Ternyata Rafi tak puas ketika desainnya hanya berakhir sebagai kaus cetak. Desainer cilik kelahiran 20 Juli 2002 tersebut ingin lebih dari gambar- gambar desainnya. Dia ingin mewujudkan sama persis dengan apa yang ia gambarkan. 
 
Nah, Barli Asmara kemudian membantunya melangkahkan kakinya menjadi seorang desainer cilik. Caranya yaitu dia mengajak Rafi untuk berkolaborasi. Dimana semua desain buatan Rafi, sedangkan pembuatannya oleh Barli, jelas ibu Rafi.

Melalui fashion show pertamanya membuat Lia Chandar Foundation tertarik. Mereka ingin membantu mimpi Rafi menjadi seorang desainer.  Siswa SLB B Santi Rama ini kemdian dimodali untuk bisa ikut dalam Jakarta Fashion Week 2012untuk dikenalkan ke kancah internasional. 
 
Lia Chandra yakin anak berbakat seperti Rafi akan mampu menghasilkan karya luar biasa yang bisa menginspirasi orang lain.

Hasilnya, Jakarta Fashion Week 2012 jadi "geger", ini semua karena Rafi jadi yang termuda. Dia jadi sosok desainer termuda dalam acara tersebut. Karyanya diakui ketika kolaborasinya dengan Purana Batik dan Ariani Pradjasaputra. Nama Rafi langsung meroket dan didengar banyak kalangan.

Suatu hari datang email yang membuat Rafi melonjak gembira, sementara sang ibu terkaget- kaget. Kaki ibunya terasa lemas membaca email tersebut. Rafi dihubungi Tyra Banks, model dan selebriti terkemuka asal Amerika Serikat. Tyra dikenal sebagai model top dunia. 
 
Dia juga memiliki program sendiri yang terkenal bernama America's Next Top Model. Dari program itu pula pakaian buatan Rafi lebih dikenal.

"Kami benar-benar enggak pernah mimpi. Tyra Banks meminta Rafi menyiapkan baju untuk acara America’s Next Top Model di Bali," kata ibunya bersemangat.

Ada tujuh baju yang dipakai di acara tersebut. Tapi yang terpenting ialah profil Rafi sebagai perancangnya ikut ditulis di berbagai media. 
 
Tyra bahkan mengirim foto serta satu pesan singkatnya khusus untuk Rafi di Indonesia, "To Rafi, the newest, fiercest fashion designer in the world (and the youngest!!). Dia juga memuji desain Rafi dan menyemangatinya," tiru Shinta. 
 
Klien Rafi pun berdatangan sekarang tidak hanya dalam negeri, kebanyakan bahkan dari luar negeri. Paling banyak dari Spanyol jelasnya. Suatu kali Rafi diundang fashion show di Festival Indonesia Melbourne 2012 dan enam kota lain di Australia.
 
Ia juga menunjukan kecerdasan emosional yang tinggi dan hati yang lembut. Rafi meminta seluruh pengerjaannya tak lagi menggunakan jasa tukang jahit langganannya. Dia meminta pekerjaannya diserahkan kepada sesama difabel yang punya kemahiran menjahit.

Fashion Designer Biografi Peggy Hartanto Mendunia

Biografi Pengusaha Peggy Hartanto 

 
fashiondesigner.png
 
Biografi Peggy Hartanto, desainer cantik satu ini punya sifat ramah, bersahabat, dan sekaligus murah senyum. Melalui lima menit diskusi saja, kamu akan menemukan segudang ide kreatif dan rencana masa depan. 
 
Sejak duduk di bangku SMA, ia mengaku sudah membulatkan tekat untuk jadi desainer. Perancang busana tepatnya menjadi cita- cita sejak dulu. Peggy Hartanto pun rela jauh- jauh berkuliah desain ke Australia.

Passion business


"Fashion is my passion," jelasnya.

Mungkin anda yang belum menentukan langkah akan berpikir, dunia fashion itu glamor. Tapi bukan kesan itu yang ada pada pemikiran Peggy. Alasannya bukan lah tentang glamor di dalam dunia fashion designer itu. Dia menambahkan dunia ini sangat menggairahkan. 
 
Punya marketnya apa yang kami tangkap. Meskipun begitu, disisi lain, bisnis ini sangatlah kompetitif. Inilah jalan yang dipilihnya yaitu sebuah jalan sulit. Setelah menyelesaikan pendidikan di affles College of Design and Commerce di Sydney, Australia, ia tak lantas menjadi seorang desainer. 
 
Ada tahapan yang perlu dilalui Peggy. Dalam biografi Peggy Hartantu, ia mengawali karir pertamanya dulu dengan menjadi desainer untuk desainer asal Australia, Collette Dinnigan. Pengalaman menjadi pegawai orang dululah yang ikut membangun usahanya sekarang.

Pengalaman di Australia membawanya mendapatkan banyak penghargaan. Maka ketika Peggy kembali ke Indonesia bukan tanpa bekal pengalaman. Kembali ke Indonesia pada 2012, Peggy Hartanto memulai debut sebagai seorang fashion designer di Indonesia melalui label Peggy Hartanto. 
 
Ketika kembali sambutan hangat pasar telah menantinya seketika.

"Saya membuat label Peggy Hartanto setelah kembali ke Indonesia pada 2012 (sebelumnya tengah menyelesaikan kuliah dan bekerja di Sydney, Australia)," ujarnya.
 
"Sebelum kembali ke Indonesia, saya bekerja di Collette Dinnigan Australia sebagai bagian Production dan Quality Control. Membuka label ready-to-wear sendiri adalah impian saya," jelasnya pada satu kesemapatan pada swa.co.id.

Kesempatan untuk debut pertamanya ada di Jakarta Fashion Week 2013. Dengan dukungan teman- teman, keluarga, ia bersama tim -nya membuat momentum melalui produk pakaian ready-to-wear. 
 
Untuk koleksi produk pertamanya Spring/Summer 2013, Peggy mencari bahan di seluruh penjuru Surabaya. Dia lalu mulai menjahitnya sendiri. Proses perekrutan SDM secara intens ada setelah fashion show pertamanya. Itu juga sejalan dengan jumlah produksi yang meningkat.

Sehari setelah pulang dari Jakarta, ketika di Surabaya, ia langsung membangun brandnya melalui media internet, yaitu melalui www.shoppeggyhartanto.com. Semua untuk mengakomodasi permintaan pesanan yang melonjak setelah fashion show. 
 
Tim nya pun langsung melakukan press release pada media dalam dan luar negeri untuk koleksinya. Semua dilakukan cepat, penuh perhitungan, dan strategis, tercermin dalam tempo waktunya.

"Proses selanjutnya adalah follow up inquiry yang datang kepada kami. Semua proses ini kami jalani secara otodidak dengan belajar banyak dari orang-orang yang berpengalaman dan dari buku. Buyer pertama kami adalah bobobobo.com," jelasnya lagi.

Quality control


Bekerja di Asutralia sebagai quality control dibawanya hingga Indonesia. Meski pasar Indonesia tak sama, tapi soal kualitas, memberika yang terbaik itulah Peggy. Ia pun berpendapat: suatu koleksi busana hendaknya memiliki cerita dimana satu karya dengan karya lain saling berhubungan.

"Waktu saya belajar di Australia, saya sudah dididik untuk membuat suatu koleksi itu harus ada cerita di belakangnya, kalau tidak, koleksi itu biasa saja, tak ada yang spesial," sebutnya.

Ia mengambil contoh ketika membuat salah satu gaun karyanya. Peggy mendapatkan inspirasi dari sebuah batu permata. Tepatnya ia mendapatkan inspirasi dari batu agate (akik). Itu tercermin dari gaunnya yang ada berwarna biru keunguan. 
 
Corak tengahnya terinpirasi dari tekstur dan desain batuan agate. Wanita yang dulu sempat berpikir untuk kuliah arsitektur guna meneruskan usaha keluarganya ini selalu memiliki cerita disetiap karyanya.

Jangan kaget jika ditanya tentang satu karyanya dengan cepat dia akan bercerita. Bagaimana sumber, pola, serta pengaplikasiannya pada produk- produknya. Segudang prestasinya antara lain pernah mengikuti Pekan Fesyen Australia pada tahun 2010. 
 
Ia juga pernah menyabet juara pertama kategori anyaman di Penghargaan Fesyen Wol Australia, dianugerahi 'Asian New Generation Fashion Designer Award' oleh sebuah majalah mode di Indonesia pada tahun 2013. 
 
Tak habis, ia masih punya segudang prestasi yang diidam- idamkan insan mode Indonesia. Desainer 26 tahun ini tak menampik Australia memiliki peran besar terhadap desainnya.

"Saya belajar feshion di Australia, dan saya juga mengamati mode- mode yang ada di Australia serta gaya hidup di sana, nuansanya santai, simple dan minimalis. Dari situ terbentuk secara personal, inilah Peggy Hartanto," ceritanya kepada ABC Internasional.

Kembali jauh kebelakang, sosok Peggy Hartanto bukan tiba- tiba ingin menjadi fashion designer. Ini yang perlu kita catat bahwa ia telah lama ingin membuat bajunya sendiri. Sejak keci, ia selalu memilih bahan dan material apa yang ada pada pakaiannya. 
 
"Saya kurang suka memakai renda- renda karena tidak nyaman," tambahnya. Dia suka segala sesuatu yang berbau seni. Itulah kenapa fashion designer menjadi rujukan apa yang ia inginkan.

Dia yang memiliki sifat kompetitif. Peggy suka mengikuti berbagai kompetisi untuk mencapai cita- citanya. Dia yang ditempa untuk untuk mengenal dan mengerti dunia fashion; ia jatuh cinta. Membuka brand -nya itu menjadi tujuannya. 
 
Produk- produk ready-to-wear merupakan apa yang dia inginkan. Ini telah menjadi cita- citanya sekembalinya ke Surabaya. Keluarga pun mendukungnya baik secara finansial, moral, untuk memulai usahanya sendiri.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba