Entri yang Diunggulkan

Bisnis Minuman Haus Rahasia Pengusaha

Tampilkan postingan dengan label Pengusaha muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha muslim. Tampilkan semua postingan

Vas Plastik Botol Bekas Bisnis Daur Ulang Untung Jutaan

Profil Pengusaha Achmad Iskandar


vas plastik daur ulang

Bisnis daur ulang ini mampu untung jutaan. Berkat kerja keras vas plastik botoh bekas menjanjikan rupiah. Inilah kisah pengusaha Achmad Iskandar. Idenya sederhana tetapi menghasilkan uang tidak sedikit. 

Ada kesibukan tersendiri di sudut kota Balikpapan kini. Pengusaha ini tengah sibuk- sibuknya mencari sesuatu di dalam tumpukan sampah. Tampak ada pria yang tengah sibuk mengumpulkan aneka ampah plastik. Pak Iskandar pun memisahkan sampah- sampah plastik tersebut ke karung tersendiri.

Sampah apapun bukan cuma botol kemasan air minum seperti biasanya, termasuk bungkus makanan ringan, termasuk juga bungkus kopi, atau apapun berbahan plastik. Ini kisah pengusaha kelahiran Muara Munta, 57 tahun silam,  Dia bukanlah sembarang atau sekedar pengepul sampah plastik. 

Sampah akan dimasukannya ke sebuah wajan berukuran sedang yang telah dipanasi dulu. Setengah jam kemudian sudah, Iskandar lalu mulai mengaduk plastik yang telah meleleh berbentuk pasta. Iskandar tengah melakukan satu proses daur ulang sederhana yang kita patut contoh

Hamzah Izzulhaq Wirausaha Mandiri Bimbel

Biografi Pengusaha Hamzah Izzulhaq


pengusaha muda hamzah

Kisah Hamzah Izzulhaq wirausaha mandiri bimbel. Pengusaha muda kelahiran 26 April 1993, yang sejak memang lahir berjiwa wirausaha. Biografi Hamzah Izzulhaq, atau Hamzah lebih akrabnya, dia menjadi salah satu pengusaha muda yang menarik perhatian media.

Dia memiliki sifat easy going, membuatnya mudah dikenali. Dan melihat berbagai kisahnya, banyak pemuda di penjuru Indonesia terinspirasi. Sosoknya itu mudah dikenali, dengan gaya bicaranya lugas jelas dan mudah akrab.

Usaha Bimbel Hamzah

 
Biografi Hamzah Izzulhaq telah mampu meyakinkan kita sebagai seorang pengambil resiko dan deal maker dari pengalamannya. Wirausaha mandiri itu lebig suka menjalin koneksi. Harus mampu untuk bisa bekerja sama di dalam situasi apapun tegas penulis.

Pemuda yang berani mengambil kegagalan lebih awal. Dibanding kita semua dia sudah pernah gagal hingga puluhan juta. Kini, wirausaha mandiri, yang berhasil membuka 44 cabang bimbel dan sebuah bisnis sofabed di Tangerang, tetapi bukanlah bisnis pertamanya loh.
 
Sejak masih sekolah banyak pula usaha pernah dilakoni. Sebut saja dari  menjual beberapa macam permainan seperti kelereng, petasan, dan berbagai macam permainan yang  sangat digemari anak- anak.Tidak hanya itu, dia juga pernah berjualan koran, atau layanan ojek payung saat hujan.

Tidak berhenti lagi dia mengamen besama teman- teman. Pemuda yang gemar bersosialisasi tidak hanya bisa bekerjasama dengan mereka yang "mapan". Dia tak lah segan membantu mereka yang tak mampu, berteman dan bekerja sama.

Di SMA, bisnisnya merambah ke bisnis online. Disela- sela kegiatan santai seperti kegiatam bermain game online. Ia pun sigap game tersebut dibisniskan. Ketika itu Hamzah dikenal jago game sempai level tinggi diantara kawan- kawannya.

Dia menjual akun game miliknya sebesar Rp.1,2 juta. Lalu umur 18 tahun, mulalailah berbisnis serius ditekuni, kala itu bisnis berjualan pulsa dan buku sekolah. Caranya, Hamzah akan melobi pamannya yang kebetulan bekerja di sebuah toko buku besar di jakarta.

Pengusaha muda ini menjadi distributor dengan diskon sebesar 30% per- buku. Ia kemudian menjual buku- buku itu ke teman dan kakak kelas setiap semester. Tipsnya agar laku Hamzah menjelaskan ringan: berikan saja mereka diskon 10% dari 30% diskon miliknya.

Jadilah harganya masih untung 20% cukup sebagai pancingan. Jika ikalkulasi pada setiap semester, ia kala itu akan menghasilkan Rp.950.000. Angka luar biasa untuk bisnis sekelas anak sekolahan. Uang hasilnya kemudian baru dia putar untuk bisnis pulsa.

Sayang, kali ini, usahanya gulung tikar, hanya sanggup bertahan 3 bulan saja. Hamzah mencatat ada masalah karena rekan usahanya sering memakai modal milik mereka sendiri -mengambil pulsa tanpa bayar.

Saat itu, Hamzah sempat down, tetapi langsung bangkit dengan membaca- baca buku bisnis lagi. Modal sisa untung berjualan pulsa, ia gunakan kembali berbisis, kali ini dibelikan mesin pembuat pin, waktu itu ia masih duduk di bangku kelas 2 SMA.
 
Namun, lagi- lagi usahanya gagal, Hamzah yang tak mengerti mesin justru mematahkan alat tersebut. Sang ayah sempat marah besar mendengarnya. Tapi, Hamzah masih ingin terus menyalurkan hasrat bisnisnya. Hamazah mengikuti aneka seminar guna meningkatkan pemahaman akan wirausaha.

Dimulai tahun 2004, sebuah seminar bisnis membuka mata Hamzah lebar, bagaimana sebuah bisnis bimbel seharusnya dikerjakan dan apa prospeknya. Itulah menjadi panggilan tersendiri baginya. Ia termasuk tipe berani mencoba tanpa harus ada embel embel passion coba saja.

Dia benar- benar selalu merasa pekerjaanya adalah passionya jadi bisnis -lah passionnya. Dia segera mencoba bertanya tentang bisnis bimbel langsung. Sebagai catatan menarik Hamzah bukanlah dari keluarga tidak mampu.

Menjadi Pengusaha Muda

 
Ayahnya merupakan seorang dosen di Universitas Gunadarma, yang yakin sang anak bukan tipe pemalas jadi selalu mendukung langkahnya. Sejak awal sekolah dasar, Hamzah mulai mencari- cari tambahan uang jajan.

Dia mulai mencari uang saku sendiri dari mengamen hingga ojek payung. Dia bahkan pernah menjadi seorang tukang parkir. Adanya inspirasi seminar bimbel, dia benar- benar menginginkan bimbelnya sendiri, tapi tak membangunnya dari nol.

Kala itu si empunya Bimbel memberikan penawaran menggiurkan kepadanya. Tak ayal, dangan pasti, dia meminjam uang 70 juta dari ayahnya tanpa ragu untuk sebuah bisnis. Berkaca dari kegagalan, dimana dia pernah membuka bisnis pembuatan pin hingga mematahkan alatnya.

Ayah dan ibunya terlihat cukup ragu kala Hamzah mengutarakan niat. Tetapi, bukanlah Hamzah namanya kalau tidak ngotot meyakinkan ayah dan ibunya. Meyakinkan mereka bahwa bimbel merupakan jalan kesuksesannya.

Berhasil dia langsung menghubungi pembicara seminar untuk lebih lanjutan ketika ijin itu datang. Caranya? Langsung saja mempelajari serius marketing, keuangan, hingga prospek. Dia benar- benar ingin menekuni bimblenya ini.

Dia mengambil alih satu sistem, semua pengajar dan juga UTANG -nya. Untung, pemilik bimbel bukanlah tipe seorang memanfaatkan keseriusannya atau sejenis penipuan. Bisnis mengambil alih punya satu tantangan tersendiri, dan ini berbeda memulai dari nol teman.

Dia harus menjaga semuanya tetap stabil di awal- awal tahun. Dia harus memastikan dengan datang sendiri ke bimbel lalu berdiskusi bersama pengejarnya. Jika dia benar- benar tidak belajar sudah dipastikan bimbel akan rutuh.

Maka Hamzah tidak mau setengah- setengah apalagi modalnya uang mobil 70 juta. Dia fokus harus mengembalikan uang tersebut berbentuk mobil untuk ayah dan bunya. Jika berhasil bertahan, bimbelnya akan terlihat hasilnya lambat laun jika tidak ada media promosi; bukan perkara mudah.

Dia bisa diibaratkan seperti mengambil alih perusahaan utuh. Hamzah harus membayar mahal serta belajar keras mengikuti alur. Dengan kemampuan menganalisanya, ia yakin mampu melawan rasa takut kerugian.

Berhasil mengembangkan usaha bimbelnya hingga total ada 44 cabang. Barapa yang dia dapat? Ada 730 juta pertahun, sebuah nilai yang sangat tinggi untuk pemuda 19 tahun. Tidak puas berbisnis bimbel, Hamzah merambah dunai sofabed mengambil alih usaha orang lain.

Cara yang hampir sama dengan bimbelnya. Mungkin juga inilah bakatnya untuk mengambil bisnis sudah jadi. Dengan pengalamannya mengelola bimbel, dia memiliki lebih kepercayaan tinggi untuk mengelolai usaha barunya.

Tak ayal, dar bisnis sofabed berkembang secara baik walau cukup tersendat di awal. Dikutip dari berbagai sumber, Hamzah Izzulhaq sang pengusahan muda, memiliki prinsip tersendiri mengenai menjadi entrepreneur atau wirausahawan.

Hamzah adalah pengusaha muda, pemilik CV. Hamasa, yang memiliki cabang usaha waralaba bimbel dan bisnis sofa bed. Dia menyebut lima prinsip juga akan berlaku bagi kita semua. Apa itu, itu adalah:

Pertama, memperbaiki kualitas hubungan dengan lingkungan. Lingkungan membangun karakter menjadi seorang entrepreneur. Mungkin, kita akan menemukan kata "ah, ngapain sih bisnis? nanti aja""sok tua loh hidup aja dulu".

Hamzah menekankan kita jika berteman dengan orang pesimis seperti ini, maka kita akan ikut pesimis.

Kedua, bagi anda yang ingin memulai bisnis, jangan memulai dari nol. Dia berkata "kalau istilah tangga, ada tangga 1 sampai 5, maka kita bisa memulai dari tangga 4 atau lima. Misalnya, kita bisa meneruskan usaha yang dirintis orang lain."

Ketiga, jangan pernah jadi seorang NATO (No Action Talk Only). Jika punya kayakinan, kita harus bisa memperjuangkannya Kita membutuhkan action cepat. Hamzah mayakinkan bahwa usaha tanpa action sama saja berbohong kepada semuanya.

Keempat, perbaiki hubungan dengan Tuhan dan orang tua. Orang tua akan mendoakan kita yang terbaik hingga mencapai kesuksesan. Sedangkan, ketika dekat dengan Tuhan maka kita tidak akan terjebak kesombongan setelah menjadi sukses.

Kelima, ingatlah kepada sesama. Kita tidak boleh lupa power of giving, bersedekah akan membantu menjadi pengusaha sukses. Janganlah kita melihat siapa yang bicara tetapi isi yang dibicarakannya.

Wanita Berbisnis Tas Motif Aceh Menembus Pasar Ekspor

Profil Pengusaha Nailatul Amal


tas aceh ekspor ke luar negeri
  
Wanita ini berbisnis tas motif Aceh menembus pasar ekspor. Dulu Nailatul Amal hanya memproduksi sedikit. Bisnis tas memang tidak mudah apalagi banyak pemain. Ia ingat betul bagaiman sukarnya, menawarkan tas produksinya kepada masyarakat.

Meskipun sukar tidak menyurutkan warga Desa Rayeuk, Kec. Nisam, Aceh Utara ini. Sekarang tidak hanya dipasarkan di Aceh, tetapi Sumatera, Jawa, dan luar negeri. Nailatul mengeskpor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.
 

Berbisnis Tas


Ke depan bahkan menyasar ke Norwegia, Spanyol, dan Denmark. Awal mula, tahun 2006, Nailatul sudah mulai  berbisnis namun tidak mudah. Pasang surut dia menjalankan bisnis tas motif Aceh, dia sama sekali tidak takut menghadapi persaingan produk yang sama.

"Saat itu saya hanya membuat manik- manik untuk jilbab yang biasa dipakai dan disukai konsumen," kenang pengusaha ini, yang tetap bekerja sambil berwirausaha.

Wirausaha tas merupakan satu bentuk passion baginya. Tidak mudah tetapi dia bertekad menjalankan, apapun resikonya sambil tetap bekerja.Tahun 2009 produknya mulai dilirik banyak pembeli. Waktu itu dia mengirim ke Medan, Sumatra Utara.

Bisnis tanpa nama tempat produksi tas milik Nailatul. Kini, nama Syirkatunnisa menjadi produk khas ekspor, ia memulai memproduksi dari sudut rumahnya. Dari mengerjakan semua sendiri, pengusaha wanita ini mampu mempekerjakan sekitar 30 orang pegawai, memproduksi ratusan tas untuk dijual.

Ia juga pernah merasakan rugi sebelum laku. Nailatul ingat bagaimana tidak lakunya tasnya ini. Mungkin karena tas motif Aceh masih awam. Dibanding tas- tas bermotif batik yang sudah di pasaran. Namun, kini, dia berbangga hati karena tas nya sampai ke Amerika Serikat.

Pasar menyukai tas etnik bermotif khas Aceh tersebut. Perusahaan kecil miliknya memproduksi tidak kurang 3000 buah. Pasarnya dijual baik di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk sekarang ini dia menambahkan justru pesanan terbanyak datang dari Amerik Serikat.

Pasar Amerika meminati produk tas besar dan dompet. Amerika memberikan prospek besar baginya sekarang. "Alhamdulillah, permintaan besar. Bu Iriana Jokowi juga pernah beli tas dan kain di sini tahun lalu," bangga pengusaha ini kepada pewarta Detik.com.

Disini di rumah tanpa plang nama mempekerjaka ibu rumah tangga. Produksi bukan sekala dalam negeri, tetapi sudah pangsa pasar ekspor. Omzet perbulan menyentuh Rp.250 juta sampai Rp.400 juta. Paling ramai kalau masuk tahun baru, natal, valentin, dan paskah.

Wanita yang akrab dipanggil Mi Cut ini, menjelaskan apa itu motif Aceh. Menurutnya tas ini berbasis bahan bordir. Motifnya khas mengandung perpaduan Arab dan India. Produknya bermacam- macam tas dari kecil sampai besar, dari tas keong sampai koper, diproduksi oleh Mi Cut.

Dia memafasilitasi masyarakat lokal. Harganya dari 10 ribu sampai 350 ribuan dinamis. Ia berharap pihak pemerintah memperhatikan UKM seperti dirinya. Karena kita tau UKM memberikan dampak yang besar. UKM mengurangi pengangguran dan mengurangi kriminalitas di jalanan Aceh.

Suksesnya Mi Cut ternyata memili cerita lain. Soal marketing dia menambahkan tidak spesifik dalam promosi. Intinya mengutamakan kualitas desain dan pelayanan. Mengikuti acara pameran menjadi satu cara dia menjalankan bisnisnya, itupun tidak memaksa harus menjual banyak.

Baginya produk dapat tampil menarik perhatian orang. Lewat pameran internasional akan membuka celah ekspor. Disamping itu menjalankan perbaikan- perbaikan lagi. Sambil nanti akan menyiapkan kapasitas produk.

Haji Mualaf Aman Wirausaha Bakso Halal Sedap

Profil Pengusaha Haji Aman


pengusaha haji mualaf
 
Haji mualaf Aman dikenal oleh penduduk Kota Karawang dan luar. Wirausaha bakso halal sedap yang tersohor akan rasanya. Banyak sudah food blogger mengulas kuliner bakso miliknya. Nama usahanya Mie Kering Haji Aman, sosoknya sempat diragukan oleh pecinta kuliner Muslim.

Secara Pak Aman adalah keturunan Tionghoa. Tetapi sudah masuk Islam dan berhaji. Seorang Haji mualaf Aman semakin populer. Pasalnya target pasarnya meluas dibanding sebelum ini. Tentu bukan pasal bisnis Aman berpindah keyakinan.

Wirausaha Bakso

 
Sudah 28 tahun dirinya menjadi mualaf karena terpanggil. Dulu ayahnya seorang penjual mie kering keliling. Resep warisan leluhur yang membawa kedainya naik daun. Bakmi buatan Haji mualaf Aman rasanya gurih dan teksturnya lembut loh.

"Tidak asin, juga tidak tawar. Rasanya pas dan tidak bikin enek," tutur pengusaha ini.

Merupakan warisan keluarga hingga sekarang. Dari berjualan keliling Aman mampu membuka kedai sendiri. Pria bernama asli Hermawan, begitu sudah mualaf langusng merubah resep. Walaupun begitu rasanya masih tetap kok.

Menu andalan tentulah bakmis berbahan mie kuning, taoge, ayam semur, bakso dan heikang. Untuk penyajian menggunakan kuah kaldu sungguh lezat. Ada taoge dan daginya besar sebagai sumber protein dan kelezatan utama.

Orang tuanya dulu pedagang mie khas Singkawang. Minyak bawang menggunakan biasa. Tidak ada campuran minyak lain. Cara memasak dan pengolahan tidak tercampur bahan non- halal. Daging juga dibuat menggunakan bahan ayam dan sapi tanpa campuran.

Banyaknya orang Muslim yang berminat masakan Chinese food. Maka itulah sasaran Haji mualaf Aman untuk kedepan. Walaupun begitu dia tidak jarang diragukan karena penampilan. Bagi mereka yang sudah tau bahwa dirinya sudah Mualaf, ya, menjadi pelanggan tetap mie buatan Haji Aman.

Semua bahan diolahnya sendiri, termasuk mie bukanlah buatan pabrik. Dia membuat semua sendiri tanpa bahan tambahan kimia. Menu andalan pengusaha mie kering ini ya tentunya mie tanpa kuah. Menu lainnya yakni bakmie kuah, dihidangkan langsung dengan kuah olahan mienya.

Bakmi kering ada rasa asam- asam karena diberi cuka. Walupun diberi kuah rasanya tetap asam kok. Porsi dibuat sengaja ukuran besar untuk mengenyangkan pembeli. Bakmie Haji Aman bisa dijadikan sarapan atau makan siang.

Untuk pangsit dia menyediakan dua jenis: Pangsit kering dan pangsit rebus. Pangsit rebus langsung dimasukan ke kuah. Sedangkan kering bisa dimakan terpisah layaknya kerupuk. Kebanyakan lebih memilih mie kering sebanyak 99% pembelinya.

Sehari menjual 200 porsi seharga 14 ribu- 16 ribuan. Pesanan melonjak 400- 600 porsi ketika haris khusus seperti Cap Go Meh. Pengusaha 52 tahun ini baru membuat hanya empat menu. Kenapa cuma memiliki empat jenis. Pasalnya Haji Aman ingin mempermudah pilihan dan mempercepat proses.

Dalam waktu satu jam mampu melayani 70 porsi pembeli. Meskipun banyak karyawan, Haji Aman berani melayani sendiri. Prinsip wirausaha Haji Aman adalah menjaga kualitas rasa. Selain itu dalam hal kecepatan harus mampu mengimbangi kebutuhan pembeli.

Wirausaha ini juga mengundang waralaba bagi pemodal. Sudah ada 10 kedai yakni dari Pontianak, Mempawah, Singkawan, dan lainnya. Namun hanya beberapa pewaralaba mampu bertahan. Pasalnya mereka tidak mampu menjaga pelayanan dan kualitas sesuai standar Haji Aman.

Indah Nada Puspita Hobi Ngeblog Fashion

Profil Pengusaha Indah Nada Puspita


biografi indah nada puspita
 
Hobi ngeblog fashion kini menjadi influencer ternama. Indah Nada Indah Nada Puspita masih ingat semua bermula dari tugas sekolah. Ia ditugaskan membuat blog untuk mata pelajaran TIK. Kala itu masih SMA, dia lalu keterusan aktif menulis blog untuk hobi, belum terpikir menjadi blogger hijaber.

Nada memang tertarik akan fashion muslimah. Hijab membuatnya berpikir kreatif, dan mulailah itu disampaikan lewat blog. Dia mulai fokus membahas mengenai fashion. Maka blog beranama Fashion in Headscraves berubah. Isinya mulai berisi foto- foto sendiri dengan pakaian fashion harian.

Bisnis Fashion Blogger

 
Bukan melulu bercerita tentang keseharian tetapi fashion. Diakui pengusaha muda kelahiran Medan, 8 Juni 1993, hobi ngeblog menghasilkan uang. Ia mulai merubahnya menjadi passion bukan hobi. Dia ingin menyebarkan pandangannya tentang fashion

Ia tengah berkuliah Jurusan Biologi Universitas di Hannover, Jerman. Dari blog datanglah pekerjaan menjadi duta produk. Hasilnya lumayan mampu menambah biaya kulih keluar negeri. Brand yang dia pernah bekerja sama seperti Moshaict Hijab Store dan Mazaya Cosmetics.

Produk Mazaya bukan sekedar tempelan tetapi dicoba. Nada memakai dan mereview langsung dari kulitnya. "Produknya sesuai dengan saya. Make up halal dan cocok untuk anak muda. Sesuai banget buat saya," ucap gadis cantik yang telah berhijab sejak kecil

Dia bekerja sama bahkan jangka panjang sampai 2- 3 tahun. Produk pertama kali ternyata datangnya dari teman. "Awalnya sukarela diajak bermitra sama teman, terus berlanjut secara profesional dengan bandrol harg," ia menambahkan.

Ditanya soal rate maka Nada telah memiliki perhitungan sendiri. Dia mengatakan tergantung merek dan apa produknya. Ketika ditanya mengenai membangun brand sendiri. Nada memiliki bakat untuk menggambar.

Nada sempat berpikir membuat brand fashion sendiri, tetapi bentrok kuliah dan belum kesampaian.

"Ada interest untuk punya merek sendiri. Waktu itu, pernh dicoba tetapi aktivitasnya masih banyak kuliah, belum kesampaian hingga sekarang," tuturnya.

Mengapa brand mempercayai sosok Nada bukan tanpa sebab. Dia mampu membangun brand melalui blog. Perusahaan mengaggap gadis berhijab ini memiliki inspirasi. Gaya fashionnya sangat diminati anak muda Indonesia. Terbukti dari jumlah pengunjung aktif yang datang dan kembali ke blognya.

Dia menutup aurat tetapi masih bisa berpenampilan modis. Nada mengataka soal follower blog tidak ada datanya. Tetapi begitu mermabah ke Instagram, Nada mampu memiliki follower sampai 200 ribu follower. Anak kedua dari dua bersaudara ini belum menyerah menjalankan blog miliknya.

Dari blog dia mendapatkan pengunjung baru. Ia tidak mau meninggalkan blog karena disitulah brand -nya. Agar blog menggaet pengunjung baru dan menyenangkan pegunjung lama. Tidak perubahan justru menjadi tambahan buat endors.

Dijadwalkan tiga hari sekali blog update. Isinya ya mengenai fashion dan soal make up. Itu sejalan dan konsisten dengan tujun awal. Nada memang membuat blog fashion. Karena posisinya berkuliah di luar negeri, Nada terkadang dibantu teman- temannya untuk update foto di blog.

Postingan bisa dilakukan dimanapun melalui internet. Kemudahan ini sangat dimanfaatkan Nada buat mengisi konten. Isi blog juga bersifat spontan bahkan bisa diluar tema. Misalnya dia tengah jalan- jalan ke suatu tempat di Jerman, tetapi ada kalanya direncanakan terutama bila bersponsor.

Ia akan segera berdiskusi soal gaya dan latar pemotretan dengan produk. Nada memikirkan betul biar pesan tersampaikan dengan gayanya. Meskipun kelak akan menikah dan punya anak tetap ngeblog. Ia yang mencintai seni menganggap blognya karya.

Dia selain blog juga tertarik berakting dan bernyanyi. Khusu buat menyanyi dia sudah mengeluarkan single loh. Lagunya berjudul No Me and You bergenres retropop. Selain menyanyi di Indonesia dan Jerman, Nada memiliki brand scraf maka pantaslah dia disebut pengusaha muda juga.

Usaha Hijab Princess Roja Fitridayani Miliaran Rupiah

Profil Pengusaha Roja Fitridayani


sukses hijab princess
 
Hebat usaha Hijab Princess menghasilkan miliaran rupiah. Roja Fitridayani mungkin mudah dapatkan pekerjaan. Tetapi dia memilih usaha hijab Princess bukan mencari kerja. Mahasiswi berprestasi pemilik gelar cumlaud dengan IPK 4.0. 
 
Bisnis ini berjalan 3 tahun dan berhasil hasilkan ratusan juta. Dia membagikan tips sukses Oja kepada teman- teman semua. Memulai usaha sejak 2012 dimana masih belum populer. Perempuan masih memakai hijab scarf atau scarf segi empat. 
 
Cara pemakaian tinggal ditaruh dan dilipat membentuk. Hijab segi empat dia mulai semenjak masa kuliah. Bermula hobiny mengumpulkan pasmina kemudian dijual.
 

Pengusaha Hijab Wanita


Keisengan gadis 23 tahun kemudian berkembang pesat. Ia menamai brand Princess untuk bisnis ini. Hijab pasmina dirasa cocok hingga membuatnya percaya diri. Oja merasa cantik kalau memakain ini keseharian. Lantas berpikirlah mengapa tidak membuat gadis- gadis lain cantik.

Kendala terbesar bisnis adalah harga jual mahal. Pasmina ukuran semakin panjang semakin mahal. Ia sangat merasa ketika masih membelinya. Bagi mahasiswi harga segitu tidak sesuai harapan. Padahal nih, harga bahan mentahnya malah jauh lebih murah

Ia merasa aneh sekaligus melihat kesempatan. Oja adalah sosok berprestasi dikalah masih kuliah. Ya resikonya teman- teman Oja tidak menyadari. Bahwa pengusaha cantik ini memiliki ketertarikan akan wirausaha. Usaha hijab Princess sendiri berfokus kepada penjualan melalui online shop.

Diluar Oja nampak biasa bahkan tidak ada perubahan. Nilai mata kuliah pun tidak menurun ketika disambi usaha. Waktu itu online shopnya berbekal akun Instagram @hijabprincessini. Respon orang- orang positif. Bahkan hijab seri diamond italiano ludes terjual 4000 potong.

Oja tidak sekedar menyukai berbisnis menghasilkan uang. Dia juga peduli akan kepuasan pelanggan. Maka ia memutuskan mencari celah bahan baku. Kerja sama dengan perusahaan di India dilakukan segera. Tujuannya agar mendapatkan kain stretchini, yang mana langka dan jarang di Indonesia.

Ia masih kuliah normal tetap berprestasi. Kehidupan bisnis dijalankan tanpa mengganggu kuliah. Ia memiliki mimpi masuk jurusan kedoteran. Namun takdir berkat lain, Oja masuk ke Jurusan Bisnis dan Manajemen, dan ini membuka takdir menjadi pengusaha muda.

Selepas lulus tawaran kerja datang silih berganti. Dari perusahaan asal Italia, menawarkan Oja masuk menjadi pegawai perusahaan minyak tersebut. Dia bahkan dijanjikan awalan gaji Rp.30 juta. Tawaran itu ditolak karena obsesinya membesarkan hijab Princess.

Aneka inovasi dilakukan agar hijab Princess kompetitif. Agar produk tidak terkesan sama atau nanti menjadi berbeda dari butik lain. Berawal memiliki tiga orang pegawai. Oja sekarang memiliki enam belas orang pegawai.

Omzet dicapai sampai Rp.500 juta dengan dua distributor besar di Batam dan Kalimantan Timur. Dia mempunya butik offline di Mal Baltos, Jalan Tamansari, Kota Bandung.

Bisnisnya berkembang bahkan sudah memiliki 21 karyawan. Target memproduksi 10.000 pieces, dan follower 161 ribu. Penjualan pasminan dari Aceh, Maluku, dan bahkan Papua. Negara yang menjadi pemasaran mulai dari Brunei, Malaysia, Singapura, dan Australia.

"Jadi dulu sering beli kerudung model pasmina dari Instagram. Belinya online di Banjarmasin," Oja mengenang, dan keberatan dengan ongkos kirim mahal.

Pernah kepikiran merasa usaha ini akan mengalami kegagalan. Kepikiran kata- kata orang, "you're too young" atau kamu terlalu muda. Jangan sia- siakan masa muda untuk bekerja terlalu keras. Oja juga memiliki tanggungan prestasi kuliah.

Menjadi masalah kan kalau usaha malah memperburuk nilai. Udah belum tentu sukses karena butuh 3 tahun. Dia sempat berpikir begitu. Bahkan pemikiran tersebut sempat menurunkan pendapatan. Ini terjadi ketika dia tengah mencoba menaikan taraf kesuksesan.

Jangan terlalu ambisius mungkin pikir orang. Padahal Oja hanya mengeksplorasi kewirausahaan. Dia menganggap ini petualangan. Passion -nya akan bisnis membuat dirinya lepas tekanan diri. "Bisnis enggak muncul dari orang yang tidak memiliki jiwa petualangan."

Biografi Achmad Hamami Bisnis Traktor Miliaran

Biografi Pengusaha Ahmad Hamami


biografi ahmad hamimi

Biografi Ahmad Hamimi bisnis traktor miliaran rupiah. Darirbisnis alat berat semenjak dekade 1970- an, Achmad Hamami dan keluarga masuk jajaran orang terkaya di Indonesia. Pria kelahiran 1931 ini menjadi tokoh sentral ditribusi traktor di Indonesia dan pertumbuhan infrasturktur.

Ia pernah mendapatkan pendidikan pilot angkatan udara Belanda (Militaire Luchtvaart), menyandang predikat kolonel muda. Hamami lalu memutuskan pensiun dini, lantaran merasa muak dengan praktik korupsi.

Biografi Ahmad Hamimi kemudian memilih berbisnis kecil- kecilan. Itu semua guna untuk menutupi kebutuhan hidup. Dia pernah membuka bisnis les privat matematika. Anak- anaknya bahkan ikutan menopang kebutuhan keluarga dengan berjualan es lilin.

Bisnis Traktor

 
Keberuntungan ada di matanya, ketika dirinya ikut dalam proyek infrastruktur. Kala itu, Caterpillar, satu perusahaan asing pemilik pabrikan traktor dan alat berat lainnya asal California, Amerika, sangat tertarik menjadikan Hamami sebagai distributor.

Mereka telah memiliki cabang di Surabaya, lantas menginginkan dirinya menjadi dealer pengganti. Perusahaan besar tersebut tertarik dengan latar belakang militer. Serta konsistennya terhadap tindakan korupsi. Dia belajar kembali tentang menejemen secara profesional dan mengambil kuliah bisnis.

Pada dekade 70- an ketika banyak pembangunan infrastruktur dimana- mana, ia telah mendirikan PT. Trakindo Utama. Mengikuti arus pertumbuhan infrastruktur maka ia meraup untung besar. Apalagi di bisnis ini pemmainnya jarang atau hampir tunggal.

Pada 13 April 1971, Trakindo Utama resmi menjadi agen produk Caterpillar di Indonesia. Seiring pertumbuhan ekonomi lah, Trakindo menjadi pebisnis utama di bidang pengembangan infrastruktur nasional. Ia lalu mendirikan beberapa perusahaan pendukung.

Ia kemudian mendirikan perusahaan PT. Sanggar Sarana Baja di 1977 dan PT. Chandra Sakti Leasing pada 1995. Kemudian, Trakindo bukan hanya menjadi agen resmi, tetapi mulai menjalankan bisnis lain dibawah bendera besar.

Trakindo menawarkan produk milik Caterpillar, seperti produk alat berat, diesel, dan mesin produksi gas. Perusahaan fokus pada penjualan onderdil resmi, catalog produk, dan tentunya jasa perbaikan. Mereka memastikan setiap produk disesuaikan dengan kebutuhan pembeli.

Dengan jasa perbaikan, Trakindo memastikan produk tidak akan rusak atau bekerja semestinya. Ada layanan Part Exchange Services (PES), yang membantu pemilik mengganti bagian mesin tua dengan yang baru.

Ini mengurangi pengeluaran besar di perawatan, dan bahkan pembeli tidak perlu membeli lagi produk serupa. Pembeli akan mendapatkan layanan perawatan ditambah penggantian mesin baru yang sama kualitasnya.

PT. Sanggar Sarana Baja fokus pada pabrikan peralatan untuk minyak dan gas, pertambangan dan mesin generator, peralatan transportasi, komponen peralatan berat, dan jasa pengelasan dan servis mesin dari situs resmi. PT. SSB mengakuisisi PT. Porter Rekayasa Utama,yakni pabrikan peralatan transportasi.

Hamimi lalu menstabilkan divisi baru bernama Transport Equipment Division. Hamami disebut- sebut miliarder baru yang masuk daftar Forbes. Memiliki kekayaan $2,2 miliar, dan semuanya itu bukanlah bersumber dari satu bisnis.

Hamami memang dikenal sebagai pemilik Tiara Marga Trakindo, tetapi bukan hanya itu sumber kakayaannya. Pada 1996, ia memperkenalkan sistem disebut CAT Oil Program dan resmi menjadi agen produk Sullair. Satu tahun kemudian, perusahaanya telah resmi menjadi agen produk Baldwin dan Olympian.

Di 1999, dia mendirikan anak perusahaan, PT. Mitra Solusi Telematika, yang memberikan layanan dan fasilitas menejemen informasi. Bisnisnya termasuk pusat data recovery dan informasi.Di tahun 2000, PT. Tiara Marga Trakindo lahir menjadi perusahaan induk Trakindo Group.

Pada tahun itu pula, Hamami mendapat ijin menjadi agen resmi Sykes Pumps. Satu tahun kemudian, Trakindo resmi menjadi agen produk Bitelli. Pada 2003 dan 2005, Trankindo resmi menjadi agen Catepillar no.1 untuk penjualan pelumas, serta menjadi agen produk LAKO Harvester.

Pria 80 tahun ini mengaku pengusaha bukanlah cita- citanya. Ia sekarang adalah kepala dari sebuah keluarga besar sekaligus menjadi nahkoda bisnis utama. Selepas krisis, Trakindo dipimpin oleh putra ketiganya, Muki, membuat perusahaan in semakin solid.

Hamami merupakan ayah dari empat orang anak. Mereka adalah Mivida Hamami, Muki Hamami, Ana Hamami dan Bari Hamami.

Selamat jalan Pak Hamami

Punya Saudari Kandung Akur Ingin Buka Usaha Bersama

Profil Pengusaha Atina Malina dan Intan KF


usaha vanilla hijab
 
Kebayang kan punya saudari kandung akur. Ingin bukan usaha bersama pasti enak. Atina Maulia dan Intan KF.menjadi contoh. Berkat kekompakan mereka lahirlah Vanilla Hijab. Atina berkisah dirinya akan duduk di kursi roda ketika sakit. Inilah ketika Atina merasa di titik paling rendah kehidupan.

Ia masih berkuliaah sembari membuka online shop. Ya, seperti gadi lain sibuk kuliah dan berjualan online. Atina berjualan hijab dikala itu. Keadaan fisiknya terkadang membuat rendah diri. Merasakan betul dia dilema karena harus juga berobat.

Mengapa memilih berjualan hijab karena dibutuhkan. Atina sakit akan melewati Stasiun Sudirman ketika berobat. Dijalan matanya  memandang orang- orang berlalu lalang. Ia merasakan kesedihan tentang masa depan.
 

Bisnis Online Bareng Saudara


"Apa yang bisa saya lakukan sekarang yang hidup dalam kursi roda? Bagaimana bisa menghasilkan uang ditengah kondisi yang sakit ini?" tanyanya dalam hati.
 
 Ia berpergian bersama ibu kemudian bekeliling pasar. Bisnis hijab ini bermodalkan foto- foto jepretan dia. Mereka berkeliling sembari Atina memofoto hijab dipajang. Kemudian ia akan menngupload itu ke sosmed. Inilah cikal bakal usaha Vanilla Hijab tidak memiliki modal.

Begitu datang pesanan ia akan langsung membelikan itu. "Kita berbisnis untuk menghasilkan uang, bukan menghabiskan uang," imbuhnya. Orang yang mendukungnya adalah sang kakak, meskipun ia sempat "meledek".

Dia yang melihat keseriusan adiknya mau membantu. Tekat dan kasih sayangnya, yang membawa Intan menjadi CEO Vanillah Hijab. Bunda mereka juga mengambil peran kursial. Keduanya menjadi satu berkat bundanya. Ia yang membantu mengantarkan Atina keluar masuk pasar.

Atina telah lama duduk di kursi roda. Mangkanya ia memiliki semangat hidup rendah, dan memulai usaha memberikan harapan. Dulu pembeli cuma diukur jari, sekarang membludak bahkan sampai ribuan, dalam sehari bisa laku 1500 buah.

Intan Kusuma Fauziah, sang kakak membantu Atina membangun produk sendiri, mulai dari soal bahan sampai penjahitan. Atina tidak tau sama sekali dan canggung. Intan yang menjembatani dirinya soal desain dan hijab itu sendiri.

Uniknya Vanilla Hijab tidak akan memiliki reseller. Pasalnya mereka memiliki visi  mengenai produk ekslusif. Kualitas harus sangat terjaga karena fokus bisnis utama. Mereka pun tidak memiliki rekanan butik atau konyasi ke retailler. Pembelian dikhususkan melalui online dan itulah ciri khas Vanilla.

Melalui jualan online Intan berkreasi mendesain produk. Ini sudah memproduksi sampai ratusan ribu buah. Total 160 ribu lebih pengikut Instagram membeli. Intan sendiri merupakan mahasiswa jurusan bisnis. Jujur dia sendiri tidak memiliki pengalaman mendesain pakaian.

Tetapi karena sudah berjalan maka mau tidak mau. Intan berubah menjadi sosok serba bisa. Mulai dari desain sampai mengukur kualitas akhir.. Awal dia sama sekali tidak ikut mengurusi bisnis hijab ini. Dia tengah disibukan skripis. Tetapi Intan ikut mengurusi masala promosi dan brand imagenya.

Intan tidak punya bakat mendesain hijab. Begitu sukses dirinya mulai belajar mendesain. Untung dia memiliki selera hijab bagus. Begitu nama Vanilla naik, kuliahnya selesai langsung dah Intan aktif mengurusi. Vanilla Hijab bahkan sampai over demand pada titik kesuksesan mereka.

Padahal dia bersama tim Vanilla Hijab telah menghasilkan 5000 potong. Begitu antusias masyarakat akan produk Vanillla. Karena sukses besar ia sempat dibungkan masalah pajak.

Produk mereka dibilang ekslusif hanya dibeli lewat online. Uniknya lain, kakak beradik ini yang jadi model produk mereka sendiri. Sudah ekslusif Vanillah Hijab masih memiliki premium collection. Ini produk terbatas dengan desain printing yang memiliki cerita.

Siganture Collection salah satunya menawarkan tema koleksi senja. Mereka menceritakan mengenai pluralisme dalaam secarik kain. Untuk  penjualan sekarang sudah tidak seketat dahulu. Masih tidak memiliki agen, tetapi Vanilla memberikan peluang bagi member yang membeli menjadi penjual.

Prododuk hijab mereka merambah Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, dan Australia. Mereka juga berkembang merambah bisnis tas. Punya saudari kandung akur memang menyenangkan. Buka usaha bersama bisnis dihasilkan bukan sekedar jualan.

Pendiri Hijup Diajeng Lestari Startup Hijab

Profil Pengusaha Diajeng Lestari


profil diajeng lestari

Pengusaha Diajeng Lestari pendiri Hijup. Mendirikan startup hijab hingga namanya dikenal seperti sekarang. Dia adalah  istri dari Ahmad Zacky pendiri Bukalapak. Bagaimana perjalanan dia yang tak  terpengaruh nama besar suami. Ia mampu membuktikan dirinya patut diperhitungkan.

Pasalnya Hijup telah menggandeng nama beken dunia fashion. Mulai dari pengusaha Dian Pelangi, Restu Anggraini, dan Barli Asmara. Ibu muda kelahiran 17 Januari 1986, tidak menyangka akan bisa seperti sekarang.

Dia tidak menyangkan sukses lewat startup. Apalagi Ajeng menawarkan hijab menjadi produk utama. Berkat gebarakan ini menghasilkan berbagai prestasi. Mulai diajak masuk London Fashion Week di 2018. Tempatnya di Victoria House, Blomsbury London di 17- 18 Februai 2018.

Menjadi Pengusaha


Sudah menjadi darah keluarga Ajeng menjadi wirausaha. Sejak kecil dia sudah biasa melihat ibunya usaha. Ajeng sudah biasa  melihat transkasi penjualan. Gadis kecil itu sering dibawa ke bazar melihat ibu bekerja.

Ajeng terbiasa membuat kerajinan tangan. Itu kemudian dijual ke teman- teman. Tidak disangka, itu menghasilkan uang rasanya menyenangkan. "Mudahnya" mencari uang sendiri, tidak serta- merta menjadikannya pengusaha. Dia memilih hidup normal bekerja kantoran di perusahaan.

Rasa ingin menjadi pengusaha belum tumbuh. Hingga dia menjadi karywan belum kepikiran. Ajeng ditugasi menjadi marketing research. Bekerja membuat dirinya paham proses kreativitas orang. Pada tahun tersebut hijab belum menjadi kebiasaan.

Banyak orang ingin berhijab tetapi ingin tetap bergaya. Monoton dan tidak trendy membuat orang agak takut. Padahal dalam dirinya terdapat niatan baik. Tidak sedikit orang menganggap memakai hijab buat ibu- ibu. Terkesan kuno membuat Ajeng sendiri kesulitan bekreatifitas diri.

"Mungkin secara tidak sadar sudah terbentuk dari kecil menjadi pengusaha. Ibu saya juga pengusaha dan sering diajak ke bazar berjualan," tuturnya kepada CNN

Padahal dia adalah wanita karir berhijab kreatif. Tempat kerja pun menuntut berpakaian fashionable. Inilah cikal bakal eCommerce khusus hijab. Tidak hanya berhenti di sana, Ajeng tengah mencoba membuat brand fashion muslim sendiri.

Tahun 2011, ia memutuskan resign kerja dan membangun brand bisnis sendiri. Fokus membesarkan startup Hijup. Sang suami, Ahmad Zacky, memberikan dukungan moril dan tenagaa bagi istrinya. Dia membantu teknis pembuatan website. Itu semua dikerjakan dari nol dan tidak memiliki karyawan.

Dia berperan sebagai  manajer dan office girl. Keringat terkuras untuk memanggil pembeli masuk ke sini. Pandangan sebelah mata orang sempat membuat ngedrop. Tekanan batin karena ejekan bahwa ini tidak akan punya masa depan.

Banyak orang memandang sebelah mata. Suaminya sendiri masih merintis usaha Bukalapak. Jadi dia harus bisa mandiri mendirikan usaha ini. Hijup dianggap tidak punya masa depan. Ia sendiri punya rasa keraguan. Bertahap animo masyarakat berbelanja di situs eCommerce nya tumbuh.

Bisnis Hijab Syar'i Bandung Hasilkan Miliaran

Profil Pengusaha Dewi Permata


hijab syar'i bandung

Dewi Permata tidak akan menyangka sukses begini. Bisnis hijab syar;i Bandung nya menghasilkan miliaran. Ia tidak pernah berpikir ke arah sana. Dewi hanya ingin membuat produk yang membantu. Sejak semula dia memang ingin memiliki usaha sendiri.

Dia bersama suami, Rosy Andreas, memang sudah aktif berjualan. Keduanya masih mahasiswa di Universitas Padjajaran, Jurusan Ilmu Komunikasi, dan sang suami mengambil jurusan pertambangan di Universitas Teknologi Bandung.

"Saya mulai dari modal nol rupiah, kalau ada yang mau pesan baru dibuatkan,' ia menjelaskan.

Perjalanan Bisnis


Keduanya merupakan anak asli Padang perantauan. Pasangan pengusaha muda yang dipanggil Uda- Uni. Bisnis ini unik karena Dewi tidak sekedar membuka usaha. Dia menawarkan kelebihan berbeda dari pebisnis hijab syar'i lain. Dewi menciptakan hijab "anti- tembem" yang menarik para pembeli.

Dewi termasuk nekat karena mendesain sendiri. Dia mendesain hijab yang bikin wajah tirus. Ini yang kemudian "tidak sengaja" menjadi andalan. Awal mula dia sama sekali tidak menyadari akan konsep tersebut. Bersyukur sebuah ajang kompetisi kewirausahaan menyadarkan  dia akan ini.

Ia menyebutnya khimar "antem" atau anti- tembem. Keputusan membuka usaha selepas keduannya menikah. Di 2016, diputuskan menjalankan usaha sendiri, dan sang suami pun sempat tergiur menjadi karyawan. Rosy merupakan mahasiswa pertambangan dan dibutuhkan perusahaan besar.

Bisnis Dewi melejit apalagi selepas mengikuti ajang kewirausahaan. Rosy melihat istirnya sempat kwalahan. Dia memutuskan menolak untuk menjadi pegawai perusahaan tambang. "Setelah melihat saya keteteran menghandle pesanan... sejak saat itu kami memutuskan untuk bersama- sama besarkan Kiciks"

Mereka lantas merekrut dua orang bagian administrasi. Beberapa penjahit bergabung, kemudian bisa merekrut 80 orang pegawai ke depan berpusat di Bandung. Produk meliputi hijab, khimar, dress, jilbab, dan mukena. Produk mulai daily look sampai premium melalui koleksi brand "Dewi Permata".

Selain mengandalkan desain anti- tembem. Brand ini menarik karena motifnya unik, seperti adanya bunga sakura yang terinspirasi perjalanan. Keduanya tengah traveling ke Jepang dan menemukan bunga sakura. Diprintlah motif bunga sakura tersebut, dan dipasarkan melalui sistem pre- order.

Pesanan langsung masuk 2000 pcs hijab langsung ludes. Mereka juga punya koleksi yang terinspirasi budaya Indonesia lewat koleksi Sasade. Kemudian mereka menghadirkan bunga Lupine. Agar makin berkembang, Dewi melanjutkan pendidikan fashion designer di IFI Bandung, pada awal 2019.

Kegemaran traveling menjadi sumber kreatifitas keduanya. Baik buat membangun Kiciks bisnis hijab syar'i Bandung ini. Mereka pun rajin berpergian keluar negeri buat aneka desain baru. Biasanya bila mereka melihat keindahan bunga di daerah tertentu.

Biografi Chairul Tanjung Pengusaha Terkaya Indonesia

Biografi Pengusaha Chairul Tanjung


chairultanjung.png

Biografi Chairul Tanjung, pengusaha terkaya Indonesia kelahiran Jakarta, 16 Juni 1962, memang putra dari keluarga cukup berada. Tetapi kedua orang tuanya menjunjung tinggi sifat kerja keras. Dia pernah hidup susah terutama ketika jaman orba.
 
Ayahnya, A.G.Tanjung, merupakan seorang mantan wartawan pada era Orde Lama, dan memiliki surat kabar Berpolah Kecil.

Chairul memiliki darah Batak Sibolga sedangkan istrinya, Halimah berdarah sunda. Pada masa Orde Baru, usaha surat kabar ayahnya manjadi target pembredelan dan akhirnya harus tutup. Ini lah yang membuat ekonomi keluarga Chairul mengalami keterpurukan.

Biografi Chairul Tanjung Singkat

 
 
Keadaan tanpa pemasukan membuat kedua orang tuanya harus menjual rumah. Biografi Chairul Tanjung terpaksa tinggal di rumah yang lebih kecil. Disini pula, hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat, hidup serba pas- pasan tatapi menjadikan diri lebih baik.


Pernah hidup berkecukupan kemudian bangkrut. Kemudian menjadi sosok anak yang lebih mandiri karena tuntutan ekonomoi. Dia, selepas pendidikan di sekolah SMA Boedi Oetomo di 1981, memilih jurusan kedokteran di Universitas Indonesia. Chairul muda lulus bergelar dokter gigi tahun 1987.

"Eh dulu Bapak tuh susah, lho. Enggak punya toilet," ucap Putri Tanjung, putri Chairul Tanjung saat diwawancarai Raditya Dika.

Kehidupan Chairul kecil berbalik 180 derajat. Memang nasib orang vokal terhadap Orba memang dibikin susah. Untung mereka masih bisa bertahan hingga Chairul kuliah. Bayangkan mereka pindah ke rumah kecil, di dalam gang Batu Tulis, dan kamar mandinya diluar.
 
Bukan diluar rumah melainkan kamar mandi umum. Mereka berbagi bersama keluarga lainnya. Putri lantas menjelaskan bahwa ayahnya terpaksa. Kehidupan yang menempa Chairul menjadi pengusaha besar salah satu terkaya di Indonesia.
 
Meski seorang dokter gigi,  bisnisnya tercatat sudah dimulai semenjak sebelum itu. Dia sudah dikenal telah aktif berbisnis sejak kuliah, dan mendapatkan gelar mahasiswa teladan 1934- 1985.  Usaha itu dilakukan demi menopang ekonomi keluarga yang pas- pasan.

Sehingga, demi memenuhi kebutuhan kuliah, ia berjualan buku kuliah stensil, kaos, dan lainnya di kampus. Chairul juga pernah membuka usaha foto kopi di dekat kampus. Selepas kuliah ia berbisnis peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat.

Pernah dia menjadi pengusaha properti gagal. Walau berstatus dokter gigi, dirinya lebih memilih mencari uang dengan cara lain. Ujung- ujungnya ia malah menjadi pegawai perusahaan baja, hingga perusahaan rotan.

"Saya berprinsip saya harus bekerja lebih banyak dari orang lain," jelas biografi Chairul Tanjung.
 
 
Perusahaan CV Abadi Medical dan Dental Supply berdiri di 1983, tetapi akhirnya usaha itu bangkrut tidak tersisa. Bisnis lain penyediaan atau kontraktor bisnis pemeritah. Bisnis ini meliputi sektor privat kebutuhan sekolah seperti penyediaan atap asbes.

Namun dia gagal sampai menutup usaha peralatan kedoteran tersebut. Chairul juga memulai bisnis sepatu anak- anak. Bisnis kali ini yang menjadi titik balik bagi sosok Chairul Tanjung. 
 
CT, begitu media memanggilnya, bersama tiga temannya mendirikan PT. Pariarti Shindutama di tahun 1987, bermodal Rp.150 juta hutang dari Bank Exim. Mereka memproduksi sepatu hingga ekspor ke luar negeri. 
 
Keberuntungan ada dipihaknya, bermodal kepercayaan diri kuat, mulai berbisnis keluar dari zona nyaman. Mereka menjual sepatu sampai ke nagara Italia, dan pesananan yang mencapai 160 ribu pasang.

Akan tetapi perbedaan prinsip menghadang terutama soal ekspansi; Chairul memutuskan keluar. Dia yang piawai dalam berkomunikasi tak butuh waktu lama membangun jaringan. Dalam tempo yang relatif singkat, CT membangun tiga bisnis utama dari keuangan, properti, dan multimedia.

Melalui bidang keuangan, ia sukses mengambil alih Bank Karman, yang kini bernama Bank Mega. Ia menamakan perusahaan holdingnya Para Group, dan menjalankan tiga bisnis utama itu. Perusahaan holding  yang berpusat di Para Inti Holding, sebagai induk membawahi sub- holding.
 
Perusahaan holding yang memiliki bisnis kecil lebih spesifik lagi. Dia lalu membuka perusahaan sub- holding antara lain Para Global Investindo (keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi), dan terakhir yaitu Para Inti Propertindo (properti).

Dibawah nama Para Group, ia memiliki sejumlah bisnis; seperti bisnis finansial meliputi Bank Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance.

Bisnis Chairul Tanjung


Di bidang properti investasi meliputi Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo. Di media dan penyiaran, Para Group memiliki Detik.com, Trans TV, Trans 7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.

Khusus produk properti, Para Group mendirikan Bandung Supermall, mall seluas 3 hektar yang menghabiskan dana Rp.99 miliar. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999.

Untuk bidang investasi, melalui Trans Corp perusahaan bagian Para Group, membeli bisnis Carefour melalui jual beli saham senilai 40% nilai saham. Mou Carefour sendiri ditanda tangani oleh kedua belah pihak tanggal 12 Maret 2010 di Prancis.

Tanggal 1 Desember 2011 menjadi hari bersejarah lain perusahaannya. Para Group resmi berganti nama CT Corp. Perusahaan yang memiliki sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources. Penyederhanaan ini membuat usahanya makin moncer dan dipercaya investor.

Perusahaan dibawah CT Corp bergerak lebih meluas, dari bidang finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam. Semua berkat Para Group yang masuk ke bisnis televisi dari Trans Corp, PT. Trans Corporation, merupakan anak usaha CT Corp.

Perusahaan ini semakin terpercinci dalam hal bidang bisnis, yakni bisnis  media, gaya, dan hiburan. Awalnya, perusahaan hanya ingin menjembatani hubungan antara Trans TV yang merupakan setasiun televisi baru dengan setasiun televisi baru diambil alih.

Kemudian ada Trans 7 atau Tv 7, yang dulu dimiliki Kelompok Kompas Gramedia. Usaha lainnya, Trans Corp membangun studio terintegrasi dengan taman bermain Trans Studio. Terakhir CT Corp dikabarkan mengakuisisi 80% saham PT. Indonusa Telemedia milik PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Akusisi tersebut menyangkut upaya memiliki usaha televisi berbayar Telkomvision. CT. Corpora aberbagi dengan Telkom sebagai pemilik merek dagang Telkomvision. Kesepakatan diatas diperkiran menghasilkan USD $100 juta, dimana keuntungan sebelumnya di Telkom cuma USD $41,13 juta.

Majalah Forbes menyebut Chairul Tanjung orang terkaya di Indonesia. Pencapaiannya meluputi urutan ke 937 di dunia total kekayaan $1 miliar. Tahun 2011, ia tercatat menduduki peringkat 11 di 40 orang terkaya di Indonesia  total kekayaan $.2, 1 miliar.

Di 2013, ia disebut oleh Fobes ada diperingkat 5 ke 40 orang terkaya di Indonesia, total asetnya $.3,4 miliar dalam 2 tahun terakhir.

Bisnis Daur Ulang Indra Novint Pengusaha

Profil Pengusaha Indra Novint Noviansyah


pengusaha indra novint

Bisnis daur ulang memang terdengar kurang populer di kalangan masyarakat. Namun, kenyataanya banya manfaat, dan bisnis semacam ini sudahlah menjadi bagian sejarah umat manusia sendiri. Kita, manusia, hanyalah pebisnis yang merubah benda yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.

Pengusaha Indra Noviansyah telah berbisnis daur ulang cukup lama. Dia yang sebelumnya berkerja mengumpulkan sampah di Jakarta, melebarkan sayap di Pontianak. Bertempat di Jalan Teuku Umar, dekat Pontianak Mall, pabrik kecilnya telah berdiri diantara tumpukan sampah yang telah menggunung tinggi.

Pengusaha Daur Ulang

 
Ia tampak sibuk mengamati pekerja di pabriknya. Beberapa orang sibuk memilah sampah- sampah yang telah terkumpul. "Kebetulan anak buah saya banyak yang lagi cuti, jadi agak sepi," ucap sosok pengusaha muda yang akrab dipanggil Novint ini.
 
Tiap harinya, Novint mengaku mampu menghasilkan berton- ton sampah. Itu semua sudah siap kirim ke berbagai negara, utamanya China. Dia, lajang 24 tahun sudah dua tahun ini merambah bisnis daur ulang sampah plastik.

Dia fokus pada produk plastik baik sampah botol air mineral, tutup botol air minum, sampai gelas mineral. Novint memulai di Jakarta bersama beberapa orang dalam satu konsorium bisnis. Mereka memulai di Jakarta dimana memang asalnya.

Di Jakarta terdapat kemudahan akses, dan dekat dengan pusat bisnis di Indonesia. Taukah kamu alat pengolahan sampah ini sangatlah berat dan besar. Sukses di Kota Jakarta, Novint ingin merambah Pontianak, mengirimkan alat ke Pontianak melalui kapal laut.

Di Pontianak, kini, ia telah memiliki alat pengolah sampah bernama plastic crusher, alat yang mampu menggiling sampah plastik dalam jumlah lebih besar. Alatnya terbuat dari besi baja yang didatangkan menggunakan kapal laut dari Jakarta.

Alat tersebut belum diproduksi di Pontianak karena kerumitannya. Alat tersebut memanglah sangat berat, jadi jangan salahkan, kalau satu mesinnya bisa berharga ratusan juta.  Alat ini digunakan untuk melumat sampah yang sebelumnya telah dipilah.

Para pekerja akan bertugas untuk memilah berdasarkan warna serta jenisnya. Setelah dipilah lalu dibersihkan guna menghilangkan kotoran yang mungkin mengganggu. Kemudian, si mesin plastic crusher yang akan berkerja mengolah sampah plastik tersebut.

Nantinya sampah yang telah diolah kecil- kecil akan dikirim ke Jakarta melalui peti kemas. Novint lantas menjelaskan pebrikanya harus menghasilkan setidaknya 10 ton baru dikirim ke Jakarta.

"Minimal 10 ton supaya tidak rugi. Kalau bawah itu rugi shipping- nya," tambahnya, kemudian sampah- sampah olahan tersebut dikirim ke China.

Jadi permasalah lain karena faktanya Pontianak tidak punya pelabuhan international sendiri. Jadi ia haruslah bersusah payah mengirim ke Jakarta dahulu. Ini menjadi tambahan modal tersendiri yaitu biaya bensin dan waktu.

Di Jakarta, barang- barang tersebut akan disatukan barang- barang lain. Setelah dikurangi oleh biaya pembelian, penyortiran, penggilingan, dan biaya pengiriman. Tiap 10 ton sampah mampu memeberi penghasilan hingga ratusan juta rupiah.

Barang yang terlihat tidak berguna tersebut ternyata harganya jadi lebih tinggi Novint berujar bahwa sampah di Pontianak kurang banyak dibandingkan yang ada di Jakarta.

"Kalau disini paling banyak sehari saya bisa mengumpulkan satu ton sampah," katanya.

Peluang Bisnis


Bisnis daur ulang punya banyak potenis. Di Pontianak terlalu banyak mafia sampah, dimana mereka membeli di pemulung dibawah harga kemudian dijual lebih tinggi. Agar pabriknya bisa mendapatkan sampah bagus, maka ia mengambil inisiatif membuat bank sampah.

Ini akan menghemat waktu tanpa melalui perantara pemulung, tetapi langsung ke si pemilik sampah. Ia akan menyiapkan tong sampah khsusus di kampung- kampung, lalu membeli secara langsung ke warga sendiri. Tanpa perantara ini akan membuat lebih mudah dibanding menggunakan perantara.

Manfaatnya makin berasa ke masyarakat langsung Cara lain yakni merangkul siswa- siswa sekolah, Novint akan menempatkan tong- tong sampah di sekolah- sekolah. Para siswa akan dikordinasi oleh OSIS guna mengumpulkan sampah plastik di tempatnya.

Setelah terkumpul, ia akan membelinya bukan gratis loh, dan uangnya akan digunakan keperluan siswa itu sendiri nanti. Usaha samapahnya ternyata mendapatkan perhatian dari pemerintahan Brunei Darussalam.

Saat mengikuti saty delegasi Asean- China Entrepreneur di Brunei Darussalam, dirinya sempat ikut mempresentasikan usaha sampahnya didepan delegasi se- Asean dan China.

"Semua delegasi presentasi banyak berbagai persoalan. Kami hanya persentasi soal sampah. Ternyata tanggapannya positif," katanya.

Pemerintah Brunei Darussalam bahkan sangat tertarik mengembangkan bisnis ini. Dia resmi diminta menjadi operator daur ulang di Brunei. "Kami bahkan sudah diberi tanah untuk mengelola sampah di sana. Pemerintah akan mendapatkan 60 persen keuntungan, dan dirinya mendapat 40 persen.

"Kami telah menyiapkan segala sesuatunya agar usaha kami berjalan di Brunei," sebut pria lulusan Fakultas Ekonomi di UNTAN ini. "Sudah ada agreement nya," imbuhnya bersemangat.

Biografi Mohammad Baedowy Pengusaha Sampah Miliaran

Biografi Pengusaha Mohammad Baedowy


biografi mohammad baedowy

Biografi Mohammad Baedowy pengusaha sampah. Tiga belas tahun silam, dia mungkin tidak akan pernah menyangka dirinya akan menjadi seperti sekarang. Ia tengah mengendarai Toyota Fortuner anyar tunggangannya. Mobilnya lantas melintasi jalan tol Bogor- Jakarta di siang hari panas.

Dia baru memilikinya sekitar empat bulan dimana dua mobil lain sudah lebih dulu. Mobil itu berhenti di depan sebuah rumah tipe 21 di komplek Dukuh Zamrud, Bekasi, Jawa Barat. Sebuah Volvo dan Kijang telah lebih dulu nangkring di sana.

Baedowy menyebut rumahnya berarsitektur sangat minimalis hampir tanpa pagar dan tanpa atap. Tapi jangan salah, rumah tersebut ternyata bernilai satu miliar rupiah. Ia juga masih mempunyai satu lagi rumah berukuran tiga kali lipat yang mana hampir selesai dibangun.

Dulu Karyawan Biasa


Rumah tersebut hanya berjarak sepuluh menit berjalan kaki di komplek yang sama. Ia lantas mengaku masih menyimpan hasrat untuk lahan seratus meter persegi disisi lain. Dia rela membayar satu juta permeternya buat satu ini.

Siapakah Baeodwy?

Tiga belas tahun berlalu, kenyamanan tersebut datang ketika dirinya telah mentok berbisnis apapun. Dia sempat mendapat tawaran di perusahaan perminyakan di Kalimantan melalui koneksi. Baedowy malah lebih memilih menjadi auditor sebuah bank asing di Royal Bank of Scotland.

Tiga tahun bekerja disana, ia sering bentrok dengan atasannya. Dia pun mengaku korban rasionalisasi perusahaan dimana dirinya bekerja lima pekerjaan sekaligus.

"Tapi bayarannya cuma satu pekerjaan." jelasnya.

Dia merasa tidak ada balasan apapun ketika harus bekerja di pagi hari. Kemudian barulah ia pulang lewat tengah malam. Merasa diperlakukan tidak adil, ia yang kala itu berumur 27 tahun, akhirnya nekat hengkang dari perusahaan di tahun 2000.

Di tahun sama, dimana krisis menoter melanda mempengaruhi kinerja bank tempatnya bekerja itu. Banyak bank tutup karena dilikuidasi atau merger dengan bank lain. Sebelum memutuskan keluar, ia bahkan sempat bertengkar dengan si bos perusahaan.

Dia keluar kantor menendang tong sampah, sembari melontarkan ajakan berkelahi."Saya tunggu di parkiran," katanya geli, menirukan ucapanya dulu.

"Saat itu saya melihat banyak teman yang ketar ketir menunggu nasib. Saya berpikir, daripada ikut susah, lebih baik berhenti duluan. Saya lantas mengundurkan diri dari perusahaan," kenangnya lagi.

Berhenti menjadi pegawai, ia langsung diterima bekerja sebagai menejer kuangan di perusahaan batik yang memiliki pabrik di Pekalongan. Selain mengatur dan mengurus arus keuangan, ia aktif mengatur kegiatan pameran batik.

Baeodwy tiba- tiba teringat ucapan tamu hotel seberang kantornya di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, pada suatu siang. Tamu itu seorang laki- laki tua bercelana pendek, tengah asik bersantap siang. Dia yang berjas dan bercelana mahal bahkan terlihat mati gaya dihadapan dia.

Dia nekat bertanya siapakah pria tersebut dan apa pekerjaanya sekarang. Pria tersebut hanya santai menjawab berbisnis sampah. Baedowy terkejut mendengar hal tersebut. Putra pertama pasangan Supomo dan Zubaidah tersebut seolah mendapatkan petunjuk.

Ia kemudian bertemu seorang pejabat bank menawarinya bisnis kongsi sampah. Dia terasa tak percaya ketika mengingat lagi ucapan si laki- laki tua. Dia pun membulatkan tekat saja. Saat itulah dia yang sudah memiliki dua anak dan masih bayi memilih berhenti lagi.

Bisnis Sampah


Roda kehidupannya telah berubah 180 derajat seketika, dan menjatuhkan pilihan berhenti bekerja, lantasberusaha sendiri jadi pengusaha.

"Kerja sama kami hanya bertahan satu tahun. Ternyata, kami sama- sama belum ahli berbisnis sampah. Tetapi, lantaran saya sudah terlanjur, kepalang basah, saya memutuskan untuk mencoba sendiri, " ujar lelaki kelahiran Balikpapan tersebut.

Hidupnya kini merupakan wujud manisnya bisnis sampah botol plastik. Dalam  biografi Mohammad Baedowy, telah menekuni bisnis ini belasan tahun. Dia telah paham betul seperti apa bisnisnya. Sang pengusaha memilih menggarap jenis polyethylene tereththalate, yang biasa ada di botol air mineral.

Pengepul menyebutnya bodong dimana bagian bawahnya cekung ke dalam layaknya bodong atau pusar manusia. Lelaki yang pernah menyelami bisnis pengepul benang nilon, sambil melirik bisnis jangkrik yang lagi boming.


Dia kemudian berbisnis pengolahan botol plastik bekas. Modal awalnya hanya 50 juta, sebagian milik mitra bisnisnya. Dia mampu mendirikan pabrik pengolahan sampah bernama Fatahillah Interplastik. Mencoba setahun, bisnisnya tersendat ketika mesinya terus rusak ditambah bahan baku seret.

Dia menjadi satu- satunya yang bertahan berbisnis. Tahun 2001, ketika bisnisnya jatuh menjadikan dirinya sasaran empuk orang tuanya. Biasalah memang kalau menjadi pengusaha memang penuh resiko. Termasuk resiko diomeli orang tua. Dia cuma bisa menerima saja wajah cemberut orang tua yang menjenguk.

Ia kemudian mengirimkan sang istri ke Malang agar menghemat biaya. Setelah tiga bulan berlalu akhirnya, ia memberanikan diri memasang plakat tanda menyerah "pabrik ini dijual"; tetapi tak laku dijual.

Bahkan dalam keputusasan ini, dirinya sempat menggugat Tuhan dan mengimingi Nya kesholehan jika menolong dirinya. Mesin pemotong (crusher) plastik di pabrik sering sekali ngadat, padahal satu- satunya sehingga produksi menjadi sering terganggu.

Selain itu, bisnis ini ternyata memiliki medan persaingan tersendiri, antar sesama pengusaha limbah plastik tersebut sering terjadi persaingan tidak sehat. Pria yang menggemari musik Beatles dan Lobo ini mulai memperdalam ilmunya tentang plastik dari berbagai sumber.

Ia juga membongkar mesin yang dibelinya, mencari tau proses kerja sumber bisnisnya. Dia tak lantas pantang menyerah kembali lagi.

"Sambil jalan, saya belajar betulin mesin itu. Saya bongkar, kemudian dipasang lagi. Pokoknya sampai hafal betul isi perut mesin itu," ujar Baedowy. Alhasil, ia membuat mesin pencacah sendiri teridiri dari tiga ukuran berbeda. Dia sibuk mencari onderdil bekas di berbagai bengkel mesin bubut di Rawapanjang.

Dia mencari tau desain terbaik mesin pencacahnya sendiri sedikit- demi sedikit. Tentang jenis plastik, dia belajar apa perbedaan kode PP ( polypropylene), dan PET (polyethylene tereththalate). Kode PP ada diproduk plastik air mineral, sedangkan kode PET didalam botol air mineral atau botol jus.

Berdasarkan pengalamannya, keduanya memiliki nilai berbeda dan harga yang berbeda. Selain itu, ia rajin datang ke berbagai seminar pengolahan limbah plastik. Brosur- brosur tentang mesin pun dikumpulkan dan diperiksanya satu per- satu, kemudian dipelajarinya lagi bagaimana membuatnya.

Dia mendirikan perusahaan bernama CV. Majestic Buana Group, di Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Bisnisnya tidak hanya soal mengolah limbah tetapi bekerja sama membersihkan Indonesia.

Ditambah dia bekerja membuat berbagai mesin pencacah, mesin pembuat pelet, dan pengolah lain. Mesin- mesin tersebut dijualnya kepada mitra. Baedowy fokus ke mengelola bermitraan bagi orang- orang berniat membuka bisnis sejenis.

Pengusaha Sampah Miliaran


Selain itu, ia mendapat pesanan mesin dari instansi pemerintah.  Mereka antara lain dari Departemen Kelautan dan Perikanan serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Baedowy sendiri mengaku tidak pernah memproduksi mesin- mesin tersebut melainkan memodifikasinya.

Dia membuat mesin itu sesuai kebutuhan para pengguna mesin tersebut.

"Mesin- mesin itu sudah ada, tetapi saya ubah lagi sesuai dengan kebutuhan pengguna dan kondisi yang ada di lapangan," ucapnya.

Tepatnya tahun 2001, mesin tersebut telah laku dijual ditambah hasil gilingan semakin halus dan bersih. Dia mengajak mitra menggunakan mesin sekaligus menjual hasil produknya ke dirinya. Para mitra berhak untuk menjual hasil gilingan ke dirinya.

"Dan saya wajib membeli," terangnya lagi, tentang bisnis kemitraan ini. Pasar China yang pesat membuat pesanan hasil produksinya meningkat.
 
Ita, 40 tahun, warga Bekasi yang juga membuka usaha penggilingan di Purwakarta, menjadi salah satu dari ratusan mitranya. Merasa sangat terbantu menjadi mitranya Baedowy. "Saya mendapatkan bantuan pelatihan dan pemasangan mesin secara gratis," katanya.

Lain lagi cerita dari Suster Cecilia Hartati, dimana dirinya membelikan mesin guna kepentingan mendidik murid- murid. Sekolah Regina Pacis membali mesin seharga 40 juta dan Baedowy sendiri membeli hasilnya secara harga pasar.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mempercayainya membuat mesin injection plastik. Pemerintah Jawa Barat bahkan memasukkan namanya menjadi satu dari tiga usaha kecil menengah diusulkan menerima penghargaan Kalpataru. Baedowy pun memberikan nasihat bagi para karyawan seperti kamu.

"Segera buka usaha sendiri, deh." tutup Baedowy. Bicara mengenai omset, ia enggan menyebut angka tapi sebulan sekali, minimal harus mengirim dua kontainer dan mesin dua buah perbulan.

Biografi Sandiaga Uno Pengusaha Pernah Nganggur

Biografi Pengusaha Sandiaga Uno


biografi sandi uno
 
Pengusaha asli Rumbai Pekanbaru, 28 Juni 1969, biografi Sandiaga Salahudin Uno adalah fenomena kesuksesan usia muda. Bisnis investasi miliknya merajai di usia ralatif muda. Perjalanan bisnisnya tampak terlihat relatif mudah, tapi juga pernah bermasalah. 
 
Dia pernah ditolak bekerja oleh 25 perusahaan pula. Dia pernah nganggur. Pengusaha muda yang sukses melonjak tinggi. Taukah dia pernah banyak masalah tak seperti yang nampak. Dan Sandi pernah mengalami kebangkrutan seperti kita. 
 
Nama PT. Saratoga Investama Sedaya pernah dianggap "perusahaan ecek- ecek". Kini, memiliki aset tidak kurang senilai Rp.60,9 triliun di 2021 saja.

Sandiaga Uno Pernah Nganggur

 
PT. Saratoga Investama Sedaya, perusahaan di bidang keuangan dan investasi ke perusahan lain. Ini bukan tanpa resiko jelasnya. Sandi harus bisa memperhitungkan semuanya. Semua dihitung dari analisa resiko dan pertumbuhan untuk setiap perusahaan dibeli.

Perusahaan- perusahaan yang dibeli termasuk yang hampir gagal. Begitu berhasil dinaikan kualitas dan kuantitas. Segera perusahaan akan dijual kembali dengan harga lebih mahal. Kita sebut saja PT. Dipasena Citra Darmaja, PT. Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN), dan PT. Astra Microtronics.

Sosoknya murah senyum alahsil membuat orang senang. Bahkan kita belum kenal akrab pun Sandi Uno nampak ramah. Tak salah lagi senyumnya itu memang berarti sesuatu, apa arti senyumnya?

Pengusaha yang berdarah asli Gorontalo, lulusan universitas, Wichita State University yang berada di Kansas, Amerika Serikat, dengan predikat summa cum laude, senyumnya yang diartikan pula penuh kepercayaan diri selain ramah.

Sejak awal karirnya cemerlang bukan cuma faktor keberuntungan. Sandi merasa bahwa bisnis jadi pilihan terakhir ketika perusahaan tempatnya bekerja bankrut. Meski karirnya tercatat bagus saat itu, tetap saja dia harus kesusahan mencari pekerjaan.

Dia cukup merasakan rasanya sakit menjadi pengangguran. Saat itu Sandi Uno hanyalah pegawai lulusan Amerika yang biasa. Banyak lulusan luar negeri mendapatkan kesempatan lebih. Jadi dia harus berusaha lebih keras dari sebelumnya.

Tepat tahun 1990, ia bekerja di Bank Summa, bank yang dimiliki oleh pengusaha terkenal, William Soeryadjaja. Sosoknya yang mudah bergaul membuatnya mudah mendapat kawan. Akhirnya Bank Summa di tutup karena perang Timur Tengah, menjadikannya resmi seorang pengangguran.

Hingga tahun 1993, Sandi baru bergabung Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi sekaligus manajer investasi di MP Holding Limited Group di tahun 1994. Selanjutnya, pada tahun 1995, ia hijrah ke NTI Resources Ltd Kanada.

Sandi mendapat kepercayaan menduduki posisi Excecutive Vice President NTI Resources Ltd dengan penghasilan 8000 dollar AS per- bulan. Bila dirunut ada waktu tiga tahun dirinya mengalami masa sulit. Apakah Sandi Uno tidak bekerja atapun bekerja serabutan, yang pasti dapur harus tetap ngebul.

Bisnis Investasi Keuangan


Pengusaha terkenal itu menjadi sosok yang begitu berarti baginya. Dia lah mentor bisnis seorang Sandiaga S Uno. Setahun kemudian ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di George Washington University Amerika Serikat, dari mentornya William Soeryadjaja.

Ia pun lulus dengan indeks prestasi kumulatif 4,00. Dekat dengan William Soeryadjaja membuanya dekat dengan putranya, Edwin Soeryadjaja. Tahun 1998, Sandi bersama teman SMA -nya, Rosan Roeslani, kemudian mendirikan PT. Recapital Advisor.

Kedekatannya dengan Edwin Soeryadjaja, membuatnya mudah mengembangkan bisnis. Ia kemudian bersama Edwin membangun PT. Saratoga Advisor, perusahaan jasa keuangan.

"Saya berangkat dari nol, kembali dari luar negeri, saya masih numpang orang tua. Biasanya dapat gaji bulanan, sekarang bepikir bagaimana survive," tuturnya.

Bukan bisnis yang menjanjikan ketika mereka menawarkan sebuah jasa. PT. Saratoga Advisor hanya dikenal sebagai pemain baru. Perusahaan- perusahaan besar menyebut mereka sebagai anak kemarin sore.

Tetap berjuang, Sandi menawarkan portfolio nya, mencoba meyakinkan pengusaha itu. "Saya pernah di PHK di saat krisis, bahkan ditolak oleh 25 perusahaan untuk bekerja dan bahkan hasilnya nihil tidak mendapat apapun."

Setelah enam bulan menjalankan jasa konsultasi miliknya kehidupan mulai baik. Perusahaan PT. Saratoga Advisor mulai dipercaya perusahaan klien, dan mereka meminta ia dan Edwin membantu masalah keuangan dan restrukturisasi.

Mekanisme perusahaan Saratoga adalaha menghimpun modal investor. Mereka kemudian mencari dan mengakuisisi perusahaan. Perusahaan- perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Setelah sehat, Saratoga menjual kembali dengan harga lebih bagus.

Suatu ketika Saratoga memiliki saham besar di PT. Adaro Energy Tbk, sebuah perusahaan yang memiliki usaha batu bara dengan cadangan 928 atau kedua terbesar di Indonesia. Inilah dasar baru menghimpun dana, ke depan Saratoga bisa membeli perusahaan dengan biaya sendiri.

Lain di Bisnis dan keluarga, Sandi mengaku sangat sayang kelurga dan terkadang merasa berdosa ke mereka. Dia menyebut hidupnya yang padat dengan jadwal di luar keluarga. Selain bisnis, Sandiaga Uno aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan pernah meduduki posisi ketua.

Tatapi dari semua itu, Sandi mengaku menyempatkan waktu selama sabtu dan minggu hanya untuk keluarga.

 "Sebenarnya saya malas untuk pergi ke Mal. Tetapi, ya sedikit menyenangkan anak lah," ujar ayah dari dua putri,  Anneesha Atheera dan Amyra Atheefa. "Jujur saya ingin selalu di antara mereka. Saya ingin memberikan yang terbaik," Sandi menambahi dengan serius.

Pendiri Jakarta Islamic School Fifi Proklawati

Profil Pengusaha Fifi Proklawati

 
jakarta islamic school
 
Siapa pendiri Jakarta Islamic School bernama Fifi Proklawati.  Namanya lengkapnya, Fifi Proklawati Jubile. Wanita kelahiran sama dengan hari kemerdekaan Indonesia, tepatnya pukul 10 malam pada 17 Agustus di tahun 1970. Oleh karena itu pula ia diberi nama "Proklawati".  
 
Fifi memiliki latar belakang pendidikan yang bertolak belakang dengan apa yang dikerjakannya sekarang. Ia justru pernah disekolahkan di sekolah kristen Pintu Air, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Mengapa bisa sampai di sekolah sana. 
 

Pengusaha Wanita

 
Usut punya usut, kedua orang tuanya khawatir akan masa depan Fifi. Kala itu narkoba sedang gila- gilanya menjangkit anak muda. Dan, saat itu kebanyakan mereka yang kena justru mereka dari sekolah negeri. 
 
Tambahan lain kala itu belum ada sekolah islam modern yang bermutu dan unggulan. Adanya pondok pesantren justru letaknya juga kebanyakan di daerah bukan di Jakarta. Mungkin hal inilah yang membuatnya kelak mendirikan Jakarta Islamic School.
 
Sejak kelas 1 sekolah dasar gemar membaca buku. Buku apa saja dibacanya. Kecepatan membacanya luar biasa, Fifi mampu membaca 300 halaman per satu jam. 
 
Pantaslah jika Fifi termasuk anak yang kreatif, ada saja idenya termasuk idenya, termasuk "mengerjai" gurunya dengan berteriak "Bu, ada yang ulang tahun." Jadinya jam yang seharusnya pelajaran diganti acara makan kue ultah yang dibeli dari hasil "saweran" teman-temannya yang kaya. 
 
Itulah polah Fifi kecil yang suka bikin "gemes" orang tua dan guru. Saat remaja ia memiliki cita- cita dari kebanyakan wanita pada umumnya. Dia tak mau hanya menghabiskan hidupnya dengan bekerja, menikah, punya anak, punya cucu, dan meninggal tanpa hasil karya apapun. 
 
"Habis itu saya terus mau ngapain?" itu yang ada dibenaknya. Saat kuliah, di Trisakti, ia aktif di kerohanian Islam kampus. Dari situlah ia mulai mengenal Islam sesungguhnya dan sebenarnya dan akhirnya memutuskan untuk konsisten dengan Islam sebagai jalan hidupnya. 
 
Ia memutuskan untuk mengenakan hijab. Sejak kuliah dia sudah hidup mandiri dari berdagang. Usahnya berjualan burger disisihkan sebagiannya untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari dan beramal. Ia juga pernah menjadi pengajar bimbingan belajar. 
 
Dari sini pula Fifi tahu bahwa guru bimbel hanya dapat 40% dari uang lesnya sedangkan 60% masuk ke bimbelnya. Padahal yang capek adalah guru bimbelnya. Ia kemudian mendirikan bimbel sendiri bernama "Fifi College". 
 
Bimbelnya pun menyebar hingga lima tempat. Ini semua dicapai bahkan sebelum lulus kuliah. Setelah menikah, ia harus ikut suaminya yang bersekolah di luar negeri yaitu ke Australia. Di sana, ia kembali berbisnis kali ini dengan membuka katering khusus masakan Indonesia. 
 
Dari situlah ia mendapatkan uang belanja tambahan. Ketika sang suami bersekolah lagi ke Malaysia, Fifi juga harus ikut ke sana. Kala itu ia sudah punya anak usia playgroup. Di Malaysia, ada sebuah aturan untuk anak diusia playgroup, yaitu sang anak harus lulus ujian toiletris.
 

Mendirikan Jakarta Islamic School

 
Sebuah syarat untuk masuk sekolah, namun anaknya belum juga lulus tes ini. Tak mau kehilangan akal akhirnya ia mengajukan diri untuk menjadi pengajar di sekolah tersebut dengan catatan ia juga boleh membawa anaknya, dengan begitu ia bisa mendampingi sang anak saat akan ke toilet. 
 
Itulah Fifi masih dengan kratifitas dan ide- idenya yang diluar kebiasaan. Awalnya sekolah menolak gagasan Fifi namun karena Fifi terus berusaha meyakinkan, sekolah pun menyetujuinya dan masalah pun selesai. 
 
Ia sangat beruntung bisa mengajar di sekolah itu karena banyak ilmu dan pengalaman yang bisa ia dapat. Ada sebuah kesempaan bisnis baru. Fifi melihat prospekn bahwa kebanyakan wanita Malaysia bekerja untuk membantu suami melunasi hutang pada pemerintah yaitu hutang pendidikan dan KPR. 
 
Oleh karena itu anak-anak mereka selalu dititipkan ke jasa penitipan anak atau Nursery. Bahkan yang memiliki anak sampai 7 pun semuanya dititpkan. Dari bayi hingga anak-anak semua seperti disekap di sebuah ruangan. 
 
Dengan anak yang berjumlah 50- 100, semunya dimasukan ke satu rumah yang dijaga hanya 3 atau 4 orang. Mereka bertugas menyuapi, memandikan, dan mengajar. Ia menemukan peluang bisnis dan berhenti dari mengajar. 
 
Fifi menyewa sebuah rumah yang lebih besar dan ia mendapat rumah yang dahulunya dipakai sebagai TK sehingga sudah terdapat mainan jungkat-jungkit yang tertanam di tanah. Dia kemudian menata rumahnya sedemikian rupa sehingga kondusif untuk anak-anak. 
 
Tentu ada yang beda dari bisnis nursery karyanya ini. Dia membatasi anak yang ditampung hanya 12 orang. Dan, jika dititipkan di tempatnya orang tua tak perlu mengajari Al- Quran setiba di rumah. Anak- anak sudah diajari di tempat penitipan miliknya.

Dari sinilah ia belajar tentang bagaimana mengedukasi anak-anak yang memiliki keragaman sifat mereka. Manfaat yang diperolehnya adalah anaknya sendiri mendapat banyak teman dan pandai bergaul.
 
Dia sendiri  menjadi tetantang untuk selalu membaca buku tentang psikologi anak. Setiba di Indonesia, ia menyekolahkan sang anak di SDIT Jakarta. Namun sayang sistem pendidikan Indonesia terbilang kalah jauh dibanding saat di luar negeri. 
 
Fifi merasa anak-anaknya lebih pintar dan kreatif saat TK dibanding saat SD. Ia bertekat mendirikan sekolah sendiri. Fifi ingin membangun sekolah sesuai dengan apa yang didapatnya selama tinggal di Asutralia, Malaysia, dan Singapura. 
 
Dia juga ingin menambahkan pelajaran agama Islam secara khusus di dalamnya.  Gayung pun bersambut. Sekolah yang diidrikan Fifi banyak peminatnya. Namun Fifi membatasi muridnya hanya 16 siswa tiap kelas dengan didampingi 2 guru. Hal ini agar suasan belajar di dalam lebih fokus dan efektif serta hasilnya maksimal. 
 
Sekolah ini kemudian diberi nama Jakarta Islamic School. Uniknya lagi disini siswa tidak dibebani dengan PR lagi. Dia sebenarnya tidak menargetkan materi dari bisnis ini karena niatnya semula hanya memberikan yang terbaik untuk anaknya sendiri. 
 
Bahkan dia mengaku bahwa mendapatkan lebih dari yang ia harapkan dulu. Anaknya sekarang mendapat teman yang banyak, ia memperoleh pengalaman lebih dan juga tentu materi lebih serta networking yang lebih luas.

Masa Lalu Rachel Vennya Jatuh Bangun Pengusaha

Profil Pengusaha Rachel Vennya

 
masa lalu rachel vennya


Masa lalu Rachel Vennya tak seindah tampilan feed Instagram. Jatuh bangun pengusaha muda yang bermula dari alat make up. Rachel kini dikenal menjadi sosok influencer di Instagram. Dia memiliki banyak bisnis. Masa lalu Rachel Vennya dimulai sebagai anak berkecukupan materi.

Dia mendapat materi cukup dari kedua orang tuanya. Namun entah mengapa, keduanya bercerai tidak bersama lagi. Alhasil Rachel mengalami perubahan drastis di kehidupan. Ia tinggal bersama ibunya. Tetapi perekonomian keluarga memburuk. Rachel merasakan jatuh dan terpuruk ketika itu terjadi.

Dia dipaksa keadaan untuk memilih jalan. Rachel bangkit memperbaiki kehidupan. Dia bersama sang ibu tidak mau begitu terus. Karir pertama dijalaninnya ialah menjadi make up artis. Jaman itu belum setenar sekarang. Rachel mendapatkan bayaran sangat kecil sekitar Rp.200.000.

Influencer Pengusaha Muda


Disaat bersamaan, ibunya meramu resep untuk Rachel yang dulu gemuk. Tidak disangka jamu buatan itu manjur dan badannya langsing. Perubahan tubuh Rachel membuat banyak teman tertarik. Inilah peluang usaha berikutnya datang. Rachel memilih berjualan obat pelangsing di sosial media.

Peluang tersebut dikemas berbentuk pil jamu. Produk resep pribadi sang ibu kemudian ditawarkan. Ia juga sembari berjualan pakaian online. Gaya fashion Rachel juga disambut baik para pengikut. Tetapi dari kesemuanya, Rachel memiliki kegigihan dan tekat mengembalikan semua.

Bila dia tidak memiliki kegigihan bekerja keras maka mustahil. Hasil tidak menghianati usaha kita. Dia mendapatkan penghasilan dari penjualan online. Semua juga didukung gaya fashion Rachel yang menarik. 

Pengikut Instagram naik, alhasil endorse dan paid promo berdatangan. Rachel lalu bertemu suaminya sekarang Okin. Mereka bersama mendirikan bisnis sate taichan sendiri. Saat itu, memang produk sate taichan ini tengah viral- viralnya.

Brand Taichan Goreng menjadi pelopor bisnis taichan. Mereka kemudian berhasil membuka cabang di Bogor, Bekasi, Malang, Surabaya, dan Jakarta.

"Mama ku itu jarang banget kasih aku uang jajan," ia mengenang.

Rachel ingat bersekolah sangat jauh dari rumah mereka. Butuh sampai tiga kali ganti kendaraan agar sampai. Mau memakai ojek tetapi tidak memiliki uang yang cukup. Dia dahulu tinggal di Jombang, Tangerang, sedangkan sekolahnya berada di Pondok Pinang.

Ia lebih memilih menyimpang sisa uang saku. Dimana setiap minggu dia mendapatkan Rp.200 ribu. Naik angkot sekalinya Rp.9 ribu dikali tiga kali ganti. Kalau mau naik ojek, maka dia akan keluar uang Rp.40 ribu sekali naik.

Pertama kali berbisnis dia menjual produk viral dan dicari. Dia belum fokus menjual pakaian fashion. Pengusaha muda ini pernah berjualan gelang dan KitKat Jepang. Memang waktu itu tengah sangat viral digandrungi orang.

Ia mengenang cara mendapatkan KitKat. Dulu, waktu SMA, seorang temannya anak orang kaya yang pergi ke Jepang. Dia bawa KitKat Greentea sangat banyak. Kemudian dibagi- bagikan kepada teman sekelas. Satu orang dapat dua termasuk Rachel, tetapi dia merasa rasanya tidak enak.

Anehanya, kok semua orang suka, mungkin mereka suka tetapi Rachel tidak terlalu. Kemudian teman kayanya mau kembali berangkat ke Jepang. Ia menawarkan siapa mau nitip barang. Rachel sendiri pernah liat harga KitKat tidak mahal. Dia kaget mendengar harganya bila nitip temannya dari Jepang.

Ternyata terdapat fakta mengejutkan Rachel ketika browsing. Dalam sebuah forum, ada orang yang jual lebih murah, dan Rachel menyadari sesuatu. Ternyata bisa dibisniskan, karena harga yang teman tawarkan antara Rp.250- 300 ribu, sementara dia dapat dari forum cuma Rp.110 ribu.

Suatu hari Rachel nyeletuk bahwa tantenya akan ke Jepang. Ia menawarkan siapa mau nitip KitKat Jepang. Mereka kemudian nitip padahal cuma kedok belaka. Aslinya dia malah mencari di Google buat dijual lagi.

Mengapa dia mencoba berwirausaha ketika masih sekolah menengah. Ternyata biar bisa berangkat pakai ojek. Pengen banget naik ojek karena berangkat pakai angkot itu capek. Dulu belum ada online, dan harga ojek sangat mahal bisa dibilang sangat membanggakan.

Masa lalu Rachel Vennya memang berat. Tetapi ada hikmah kamu dapatkan ambil. Kamu bisa ikut mencontoh caranya berbisnis. Berikut beberapa bisnis milik Rachel:

1. Jamu Pelangsing

Bemerek Slim Fast merupakan usaha berbasis jamu tradisional. Banyak orang jaman sekarang yang mulai setuju. Jamu tradisional mulai dikembangkan layaknya produk kesehatan. Produk ini sudah lolos BPOM. Sudah terbukti pula melalui sang pemilik, yang ramuanya asli datang dari ibu Rachel.

2. Makeup Artist

Selain memilik selera fashion bagus begitu pula makeup. Rachel memiliki dasar pengalaman makeup artist. Kamu bisa memulai semua dari sini kalau mau mulai berbisnis. Relatif mudah, soal modal pun dapat diminamilisir kamu, bisa belajar di Youtube. Sayangnya, Rachel tidak lagi berbisnis ini karena fokus bisnis lain.

3. Bisnis Fashion

Bisnis andalan Rachel yang juga melambukan namanya. Memiliki gaya berpakaian fashionable, dia kemudian mendapatkan perhatian banyak kaum hawa. Alhasil Rachel lalu mendirikan Reven Is Odd, yang kemudian menawarkan gaya anak muda kekinian.

Reven Is Odd menyampaikan style anak muda kekinian dengan karakter. Rachel suka gaya feminim dan unik.

4. Sate Taichan

Dia bersama pasangannya Niko Al Hakim mendirikan ini. Saat itu, Rachel sudah memiliki bisnis di atas, nah berkat bisnis bareng suami tidak ada salahnya. Niko sudah merintis sate taichan semenjak pacaran dengan rachel.

Berkat sate taichan nama mereka semakin dikenal dan menasibhkan pengusaha muda. Brand Taichan Goreng sendiri telah memiliki 9 cabang di berbagai kota.

5. Rachel Rumah Sedep

Bisnis terbaru Rachel Vennya bersama suami masih satu group. Usaha kuliner yang masih dibawah bisnis sebelumnya. Restoran warteg yang menawarkan konsep modern restoran. Rumah Sedep bukan seperti warteg kebanyakan, tempatnya nyaman, sejuk, dan menunya sedap.

Adsense