Tampilkan postingan dengan label Desainer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desainer. Tampilkan semua postingan

Slightshop Pengusaha Berbisnis Modal Talenta Lukis

Biografi Pengusaha Andina Nabila Irvani


berbisnismodal.png

Pengusaha berbisnis modal talenta lukis. Dialah pendiri Slightshop, bisnis sepatu yang bermotif cantik buat dipakai wanita kekinian. Dara cantik berjilbab, kelahiran 31 Juni 1990, telah sukses menyabet sederet penghargaan atas talentanya dibidang seni lukis. 
 
Namanya Andina Nabila Irvani, atau sering dipanggil singkat Dina, pernah memenangkan berbagai penghargaan usahawan muda, seperti: Shell-Live Wire, Business Start Up Award 2009, Country Manager Asea- Preneur 2010 , dan masih banyak lagi. 
 

Konsultan Wirausaha Yoris Sebastian Big Circle

Profil Pengusaha Yoris Sebastian 


profil yoris sebastian
 
Menjadi konsultan wirausaha. Yoris Sebastian, juga dikenal sebagai pengusaha muda.  Sudah nonton acara Big Circle tentang wirausaha? Sosok konsultan wirausaha Yoris Sebastian Nisiho, pasti meregut perhatian. 
 
Siapakah Yoris Sebastian pengusaha muda suka bercanda. Meskipun begitu dia dikenal serius ketika membahas mengenai ide- ide bisnis. Pengusaha muda yang mengedepankan kreatifitas. Perlu buktikah? 
 
Hasil karyanya untuk produk Class Mild yaitu Class Music Heroes Award, bukan ajang award biasa tapi ajang nyeleneh. Kenapa kita menyebut nyelenah karena acara diadakan di sawah, pom bensin, bahkan sebuah jembatan.

Wanita Berbisnis Tas Motif Aceh Menembus Pasar Ekspor

Profil Pengusaha Nailatul Amal


tas aceh ekspor ke luar negeri
  
Wanita ini berbisnis tas motif Aceh menembus pasar ekspor. Dulu Nailatul Amal hanya memproduksi sedikit. Bisnis tas memang tidak mudah apalagi banyak pemain. Ia ingat betul bagaiman sukarnya, menawarkan tas produksinya kepada masyarakat.

Meskipun sukar tidak menyurutkan warga Desa Rayeuk, Kec. Nisam, Aceh Utara ini. Sekarang tidak hanya dipasarkan di Aceh, tetapi Sumatera, Jawa, dan luar negeri. Nailatul mengeskpor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.
 

Berbisnis Tas


Ke depan bahkan menyasar ke Norwegia, Spanyol, dan Denmark. Awal mula, tahun 2006, Nailatul sudah mulai  berbisnis namun tidak mudah. Pasang surut dia menjalankan bisnis tas motif Aceh, dia sama sekali tidak takut menghadapi persaingan produk yang sama.

"Saat itu saya hanya membuat manik- manik untuk jilbab yang biasa dipakai dan disukai konsumen," kenang pengusaha ini, yang tetap bekerja sambil berwirausaha.

Wirausaha tas merupakan satu bentuk passion baginya. Tidak mudah tetapi dia bertekad menjalankan, apapun resikonya sambil tetap bekerja.Tahun 2009 produknya mulai dilirik banyak pembeli. Waktu itu dia mengirim ke Medan, Sumatra Utara.

Bisnis tanpa nama tempat produksi tas milik Nailatul. Kini, nama Syirkatunnisa menjadi produk khas ekspor, ia memulai memproduksi dari sudut rumahnya. Dari mengerjakan semua sendiri, pengusaha wanita ini mampu mempekerjakan sekitar 30 orang pegawai, memproduksi ratusan tas untuk dijual.

Ia juga pernah merasakan rugi sebelum laku. Nailatul ingat bagaimana tidak lakunya tasnya ini. Mungkin karena tas motif Aceh masih awam. Dibanding tas- tas bermotif batik yang sudah di pasaran. Namun, kini, dia berbangga hati karena tas nya sampai ke Amerika Serikat.

Pasar menyukai tas etnik bermotif khas Aceh tersebut. Perusahaan kecil miliknya memproduksi tidak kurang 3000 buah. Pasarnya dijual baik di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk sekarang ini dia menambahkan justru pesanan terbanyak datang dari Amerik Serikat.

Pasar Amerika meminati produk tas besar dan dompet. Amerika memberikan prospek besar baginya sekarang. "Alhamdulillah, permintaan besar. Bu Iriana Jokowi juga pernah beli tas dan kain di sini tahun lalu," bangga pengusaha ini kepada pewarta Detik.com.

Disini di rumah tanpa plang nama mempekerjaka ibu rumah tangga. Produksi bukan sekala dalam negeri, tetapi sudah pangsa pasar ekspor. Omzet perbulan menyentuh Rp.250 juta sampai Rp.400 juta. Paling ramai kalau masuk tahun baru, natal, valentin, dan paskah.

Wanita yang akrab dipanggil Mi Cut ini, menjelaskan apa itu motif Aceh. Menurutnya tas ini berbasis bahan bordir. Motifnya khas mengandung perpaduan Arab dan India. Produknya bermacam- macam tas dari kecil sampai besar, dari tas keong sampai koper, diproduksi oleh Mi Cut.

Dia memafasilitasi masyarakat lokal. Harganya dari 10 ribu sampai 350 ribuan dinamis. Ia berharap pihak pemerintah memperhatikan UKM seperti dirinya. Karena kita tau UKM memberikan dampak yang besar. UKM mengurangi pengangguran dan mengurangi kriminalitas di jalanan Aceh.

Suksesnya Mi Cut ternyata memili cerita lain. Soal marketing dia menambahkan tidak spesifik dalam promosi. Intinya mengutamakan kualitas desain dan pelayanan. Mengikuti acara pameran menjadi satu cara dia menjalankan bisnisnya, itupun tidak memaksa harus menjual banyak.

Baginya produk dapat tampil menarik perhatian orang. Lewat pameran internasional akan membuka celah ekspor. Disamping itu menjalankan perbaikan- perbaikan lagi. Sambil nanti akan menyiapkan kapasitas produk.

Fashion Blogger Pertama Biografi Diana Rikasari

Profil Pengusaha Diana Rikasari


diana rikasari
 
Biografi Diana Rikasari, kelahiran 23 Desember 1984, memang dikenal punya selera fashion. Diana bisa dibilang fashion blogger pertama Indonesia. Memulai menulis semenjak 2007 menggunakan platform blog online. Dari menulis, ibu muda ini menyalurkan kecintaan akan dunia fashion lewat foto.

Memperkenalkan konsep OOTD kepada anak muda jaman itu. Diana menarik banyak perhatian dari masyarakat. Ibu muda yang sudha punya seorang putra bernama Sam. Dia bukanlah siapa- siapa. Tapi ia memiliki hobi menulis yang disalurkan lewat internet.
 

Siapa Fashion Blogger Pertama


Kecintaan akan fashion membutnya memilih jalur berbeda dan unik. Bila blogger lain cuma menulis aneka cerita. Dia memilih menuliskan kisahnya dalam kolase foto. Blog miliknya sangat dikenal yang berpengunjung jutaan perhari. 
 
Alhasil namanya semakin kosisten sebagi fashion influencer bermodal blog. Layaknya fashion blogger lain, Diana juga tidak melepaskan kesempatan untuk masuk ke dunia Instagram. Tetapi dia masih tetap rajin menulis blog selain Instagram. 
 
Diana juga memiliki dua fashion brand yang bernama iwearUP.com dan juga PopFlats.com. Kehidupan tidak selalu menyenangkan terutama buat mereka. Bagi mereka yang ingin sukses harus melewati masa sulit. Begitupula Diana yang nampaknya lancar- lancar saja berkarir. 
 
Siapa sangka dia pernah menjadi korban bullying ketika sekolah dasar. Diana kecil diledek karena punya kekurangan dalam dirinya. Dia yang berada di negeri orang, merasakan apa yang kita rasakan berkali- lipat. Ia hadir diantar keterasiangan tanpa sedikitpun persamaan. 
 
Diana hanya punya tangan menyalurkan pemikiran.Dia mulai menulis kegundahan hati dalam diary. Sempat merasakan putus asa, Diana lantas meminta dipindahkan sekolah agar tidak tertekan. Keadaan terpuruk sang ibu hadir membawa semangat. 
 
Dia menasehati Diana agar tegar. Kepala tegak, bangkit dari keterpurukan, dan mulai berprestasi. Masa sulit dilewati Diana menghasilkan prestasi gemilang. Ia menjadi lulusan terbaik di sekolah. Itu menjadi bukti bahwa ada kelebihan dalam dirinya. 
 
Diana semakin percaya diri. Meyakini bahwa apa masalah dihadapi bisa teratasi. Kuncinya dia harus bekerja keras untuk memperbaiki keadaan lebih baik. Diana tidak pernah mendendam kepada teman sekolahnya. 
 
Teman kecilya itu dimaafkan, tetapi Diana harus berhadapan dengan haters di sosmed, dan apa jawabannya. 

"Jangan membeci saya karena saya adalah orag yang penuh cinta. Namun bilapun anda membenci saya, saya tak akan balik membenci anda" jawab Dian.

Diana selalu berpakaian unik menunjukan gayanya. Tidak sedikit haters menyebut bahwa gayanya itu norak. Dianggap terlalu narsis dan cuma bisa nulis- nulis. Diana seolah tidak memiliki sesuatu yang dibanggakan dari blogging.

Diana tidak bergeming akan ejekan. Dari sekian banyak postingan, lambat laun merubah pandangan beberapa orang. Sedikit menjadi banyak orang mengaggap dirinya trend setter. Inilah dirinya sendiri bukan membuat- buat. 
 

Kisah Diana Rikasari

 
Memang dia memiliki cita rasa fashion unik, namun layak dipelajari sampai ditiru. Dalam biografi Dian Rikasari menulis merupakan passion lain. Selain kesukaannya akan fashion itu sendiri dan tidak terpisahkan. Keduanya seolah satu paket membentuk brand Diana. 
 
Dia menjadi satu sosok trendsetter yang dianggap paham. Diana tidak cuma sekedar foto- foto tetapi menulis juga. Terbukti dengan lahirnya sebuah buku yang berjudul "#88 Love Lifes". Disini berisi suka dukanya bekerja sebagi blogger. 
 
Menemukan passion diantara jepretan foto. Buku yang berisi inspirasi, cinta, dan kebahagiaan yang menarik banyak orang.

Bukunya tidak cuma best seller di Indonesia, tetapi juga Malaysia dan menyusul Singapura. Cetakan berikutnya menyebar sampai London, Filipina, Dubai, dan Brunei.
 
Mengapa dia berhasil pasti karena menjadi pelopor fashion blogger. Dia dikenal berpakaian nyentrik untuk masyarakat tahun 2007 -an.  Soal blog dirinya masih masih bertahan, dan masih menggunakan nama akhir blogspot.com atau gratisan.

Alamatnya ada di dianarikasari.blogspot.com dengan pengunjung banyak. Ini menjadi bisnis lain bisa digelutinya selama kurun waktu tersebut. Diana sering mendapatkan sponsor melalui sini sebelum ada Instagram. Ia pun masih kerap mendapatkan sponsor melalui media blog tersebut.

Blognya masih update sampai sekarang menjadi jala kesuksesan lain. Ia mendapatkan apresiasi tak cuma dalam negeri. Salah satunya, ajang Paris Fashion Week, yang memberi undangan untuk Diana hadir. Bisnis lainnya, Diana mendirikan brand sepatu bernama Up dengan bermodal 40 juta rupiah.

Perbulan setidaknya dia mampu menjual ratusan pasang. Omzetnya mencapai ratusan juta rupiah dari berbisnis sepatu saja. Dari bisnis pakaian lahirlah brand Schmiley Mo, yang diperuntukan wanita dan anak- anak. Schmiley Mo bahkan sudah menjadi brand internasionl lewat Torino Fashion Week, Itali.

Diana sukses memboyong pakiannya sampai ke Dubai dan Uni Emirat. Diana lalu pindah ke Swiss ikut suaminya menetap. Meskipun tidak tinggal di Indonesia, karyanya bisa dinikmati melalui media internet yang memotong jarak.

Ia telah menjadi ikon orang Asian bermain fashion. Maka tidak salah, dalam acara Spiel Der Kulten, pihak museum kota St. Gallen, Swiss, membuatkannya patung. Ini prestasi terbesar baginya sejak semula berusaha. Diana masih aktif menjadi fashion designer, blogger, dan penulis buku yang aktif.

Indah Nada Puspita Hobi Ngeblog Fashion

Profil Pengusaha Indah Nada Puspita


biografi indah nada puspita
 
Hobi ngeblog fashion kini menjadi influencer ternama. Indah Nada Indah Nada Puspita masih ingat semua bermula dari tugas sekolah. Ia ditugaskan membuat blog untuk mata pelajaran TIK. Kala itu masih SMA, dia lalu keterusan aktif menulis blog untuk hobi, belum terpikir menjadi blogger hijaber.

Nada memang tertarik akan fashion muslimah. Hijab membuatnya berpikir kreatif, dan mulailah itu disampaikan lewat blog. Dia mulai fokus membahas mengenai fashion. Maka blog beranama Fashion in Headscraves berubah. Isinya mulai berisi foto- foto sendiri dengan pakaian fashion harian.

Bisnis Fashion Blogger

 
Bukan melulu bercerita tentang keseharian tetapi fashion. Diakui pengusaha muda kelahiran Medan, 8 Juni 1993, hobi ngeblog menghasilkan uang. Ia mulai merubahnya menjadi passion bukan hobi. Dia ingin menyebarkan pandangannya tentang fashion

Ia tengah berkuliah Jurusan Biologi Universitas di Hannover, Jerman. Dari blog datanglah pekerjaan menjadi duta produk. Hasilnya lumayan mampu menambah biaya kulih keluar negeri. Brand yang dia pernah bekerja sama seperti Moshaict Hijab Store dan Mazaya Cosmetics.

Produk Mazaya bukan sekedar tempelan tetapi dicoba. Nada memakai dan mereview langsung dari kulitnya. "Produknya sesuai dengan saya. Make up halal dan cocok untuk anak muda. Sesuai banget buat saya," ucap gadis cantik yang telah berhijab sejak kecil

Dia bekerja sama bahkan jangka panjang sampai 2- 3 tahun. Produk pertama kali ternyata datangnya dari teman. "Awalnya sukarela diajak bermitra sama teman, terus berlanjut secara profesional dengan bandrol harg," ia menambahkan.

Ditanya soal rate maka Nada telah memiliki perhitungan sendiri. Dia mengatakan tergantung merek dan apa produknya. Ketika ditanya mengenai membangun brand sendiri. Nada memiliki bakat untuk menggambar.

Nada sempat berpikir membuat brand fashion sendiri, tetapi bentrok kuliah dan belum kesampaian.

"Ada interest untuk punya merek sendiri. Waktu itu, pernh dicoba tetapi aktivitasnya masih banyak kuliah, belum kesampaian hingga sekarang," tuturnya.

Mengapa brand mempercayai sosok Nada bukan tanpa sebab. Dia mampu membangun brand melalui blog. Perusahaan mengaggap gadis berhijab ini memiliki inspirasi. Gaya fashionnya sangat diminati anak muda Indonesia. Terbukti dari jumlah pengunjung aktif yang datang dan kembali ke blognya.

Dia menutup aurat tetapi masih bisa berpenampilan modis. Nada mengataka soal follower blog tidak ada datanya. Tetapi begitu mermabah ke Instagram, Nada mampu memiliki follower sampai 200 ribu follower. Anak kedua dari dua bersaudara ini belum menyerah menjalankan blog miliknya.

Dari blog dia mendapatkan pengunjung baru. Ia tidak mau meninggalkan blog karena disitulah brand -nya. Agar blog menggaet pengunjung baru dan menyenangkan pegunjung lama. Tidak perubahan justru menjadi tambahan buat endors.

Dijadwalkan tiga hari sekali blog update. Isinya ya mengenai fashion dan soal make up. Itu sejalan dan konsisten dengan tujun awal. Nada memang membuat blog fashion. Karena posisinya berkuliah di luar negeri, Nada terkadang dibantu teman- temannya untuk update foto di blog.

Postingan bisa dilakukan dimanapun melalui internet. Kemudahan ini sangat dimanfaatkan Nada buat mengisi konten. Isi blog juga bersifat spontan bahkan bisa diluar tema. Misalnya dia tengah jalan- jalan ke suatu tempat di Jerman, tetapi ada kalanya direncanakan terutama bila bersponsor.

Ia akan segera berdiskusi soal gaya dan latar pemotretan dengan produk. Nada memikirkan betul biar pesan tersampaikan dengan gayanya. Meskipun kelak akan menikah dan punya anak tetap ngeblog. Ia yang mencintai seni menganggap blognya karya.

Dia selain blog juga tertarik berakting dan bernyanyi. Khusu buat menyanyi dia sudah mengeluarkan single loh. Lagunya berjudul No Me and You bergenres retropop. Selain menyanyi di Indonesia dan Jerman, Nada memiliki brand scraf maka pantaslah dia disebut pengusaha muda juga.

Usaha Hijab Princess Roja Fitridayani Miliaran Rupiah

Profil Pengusaha Roja Fitridayani


sukses hijab princess
 
Hebat usaha Hijab Princess menghasilkan miliaran rupiah. Roja Fitridayani mungkin mudah dapatkan pekerjaan. Tetapi dia memilih usaha hijab Princess bukan mencari kerja. Mahasiswi berprestasi pemilik gelar cumlaud dengan IPK 4.0. 
 
Bisnis ini berjalan 3 tahun dan berhasil hasilkan ratusan juta. Dia membagikan tips sukses Oja kepada teman- teman semua. Memulai usaha sejak 2012 dimana masih belum populer. Perempuan masih memakai hijab scarf atau scarf segi empat. 
 
Cara pemakaian tinggal ditaruh dan dilipat membentuk. Hijab segi empat dia mulai semenjak masa kuliah. Bermula hobiny mengumpulkan pasmina kemudian dijual.
 

Pengusaha Hijab Wanita


Keisengan gadis 23 tahun kemudian berkembang pesat. Ia menamai brand Princess untuk bisnis ini. Hijab pasmina dirasa cocok hingga membuatnya percaya diri. Oja merasa cantik kalau memakain ini keseharian. Lantas berpikirlah mengapa tidak membuat gadis- gadis lain cantik.

Kendala terbesar bisnis adalah harga jual mahal. Pasmina ukuran semakin panjang semakin mahal. Ia sangat merasa ketika masih membelinya. Bagi mahasiswi harga segitu tidak sesuai harapan. Padahal nih, harga bahan mentahnya malah jauh lebih murah

Ia merasa aneh sekaligus melihat kesempatan. Oja adalah sosok berprestasi dikalah masih kuliah. Ya resikonya teman- teman Oja tidak menyadari. Bahwa pengusaha cantik ini memiliki ketertarikan akan wirausaha. Usaha hijab Princess sendiri berfokus kepada penjualan melalui online shop.

Diluar Oja nampak biasa bahkan tidak ada perubahan. Nilai mata kuliah pun tidak menurun ketika disambi usaha. Waktu itu online shopnya berbekal akun Instagram @hijabprincessini. Respon orang- orang positif. Bahkan hijab seri diamond italiano ludes terjual 4000 potong.

Oja tidak sekedar menyukai berbisnis menghasilkan uang. Dia juga peduli akan kepuasan pelanggan. Maka ia memutuskan mencari celah bahan baku. Kerja sama dengan perusahaan di India dilakukan segera. Tujuannya agar mendapatkan kain stretchini, yang mana langka dan jarang di Indonesia.

Ia masih kuliah normal tetap berprestasi. Kehidupan bisnis dijalankan tanpa mengganggu kuliah. Ia memiliki mimpi masuk jurusan kedoteran. Namun takdir berkat lain, Oja masuk ke Jurusan Bisnis dan Manajemen, dan ini membuka takdir menjadi pengusaha muda.

Selepas lulus tawaran kerja datang silih berganti. Dari perusahaan asal Italia, menawarkan Oja masuk menjadi pegawai perusahaan minyak tersebut. Dia bahkan dijanjikan awalan gaji Rp.30 juta. Tawaran itu ditolak karena obsesinya membesarkan hijab Princess.

Aneka inovasi dilakukan agar hijab Princess kompetitif. Agar produk tidak terkesan sama atau nanti menjadi berbeda dari butik lain. Berawal memiliki tiga orang pegawai. Oja sekarang memiliki enam belas orang pegawai.

Omzet dicapai sampai Rp.500 juta dengan dua distributor besar di Batam dan Kalimantan Timur. Dia mempunya butik offline di Mal Baltos, Jalan Tamansari, Kota Bandung.

Bisnisnya berkembang bahkan sudah memiliki 21 karyawan. Target memproduksi 10.000 pieces, dan follower 161 ribu. Penjualan pasminan dari Aceh, Maluku, dan bahkan Papua. Negara yang menjadi pemasaran mulai dari Brunei, Malaysia, Singapura, dan Australia.

"Jadi dulu sering beli kerudung model pasmina dari Instagram. Belinya online di Banjarmasin," Oja mengenang, dan keberatan dengan ongkos kirim mahal.

Pernah kepikiran merasa usaha ini akan mengalami kegagalan. Kepikiran kata- kata orang, "you're too young" atau kamu terlalu muda. Jangan sia- siakan masa muda untuk bekerja terlalu keras. Oja juga memiliki tanggungan prestasi kuliah.

Menjadi masalah kan kalau usaha malah memperburuk nilai. Udah belum tentu sukses karena butuh 3 tahun. Dia sempat berpikir begitu. Bahkan pemikiran tersebut sempat menurunkan pendapatan. Ini terjadi ketika dia tengah mencoba menaikan taraf kesuksesan.

Jangan terlalu ambisius mungkin pikir orang. Padahal Oja hanya mengeksplorasi kewirausahaan. Dia menganggap ini petualangan. Passion -nya akan bisnis membuat dirinya lepas tekanan diri. "Bisnis enggak muncul dari orang yang tidak memiliki jiwa petualangan."

Dian Pelangi Fashion Hijab Desainer Indonesia

Biografi Pengusaha Dian Pelangi


biografi dian pelangi
 
Biografi Dian Pelangi desainer hijab terkenal mendunia. Pengusaha Wanita yang bernama asli Dian Wahyu Utami, sempat disepelekan kerena dia dianggap mendompleng. Brand Pelangi telah besar ketika meneruskan usaha keluarga tersebut.

Usaha milik kedua orang tuanya memang sudah stabil alias mapan. Sempat orang disekitar merasa ia tinggal meneruskan. Siapa sangka Dian mampu melanjutkan, bahkan membesarkan bisinis ke tingkat nasional. "Ah, Dian Pelangi mah gampang tinggal nerusin doang," ucap Dian menirukan.
 

Usaha Sendiri


Meneruskan usaha kelurga susah- susah gampang. Resikonya dia justru akan menjadi jatuhnya usaha kelurga. Ia pun merasa dibebani visi pribadi dalam bisinis mapan. Mau sampai kapan akan hanya di satu titik. Dian juga memiliki keinginan pribadi dan mental pengusaha sendiri.

Sekarang, sudah diakui masyarakat luas, orang sudah mengenal bahkan brand namaya lebih fenomenal. Bisnis orang tua sudah ia jalankan semenjak tahun 2008. Seluk- beluk sudah dipahami karena melihat dari kecil. Tinggal mengasah keterampilan sekaligus menghadapi tatap mata sinis.
 
Dia cukup akrab dengan usaha keluarga semenjak kecil. Usia 21 tahun, Dian sudah dikenal menyukai dunia fashion. Banyak orang meragukan kemampuan Dian pertama kali terjun. Kendala dari mereka yang tidak percaya dirinya mampu, walau dia merupakan lulusan sekolah mode ESMOD.

Memulai usaha fashion hijab desainer sejak umur 18 tahun. Kemudian, di usia 21 tahun sudah masuk ke bisnis keluarga, Dian Pelangi masih memiliki banyak mimpi pribadi. Meskipun ia sukses dalam membesarkan bisnis keluarga. Dia masih merasa ini bukanlah kesuksesan karena masih banyak.

Dian masih banyak ingin belajar segala sesuatu baru. Ia sendiri masih banyak berkomunikasi dengan orang tua. Bila dia melakukan sesuatu maka bicarakan. Takutnya menghasilkan uang banyak tetapi orang tua tidak ridho. Inilah tips sukses Dian Pelangi buat kamu yang memulai berwirausaha.

Tantangan orang meremehkan dirasakan Dian begitu kuat. Awal- awal dia sempat jatuh meragukan kemampuan pribadi. Dia harus bekerja mulai dari desain sampai pemasaran dilakukan. Ia mampu membuat brand sekunder seperti Tenun Pelangi, Batik Pelangi, DP by Dian Pelangi, dan Dian Bridge.

"Ini kok masih anak- anak," celetuk mereka.

Anggapan negatif harus dipatahkan melalui karya bukan berdiam diri. Kini, brandnya memiliki 11 cabang, dari Pekalongan, Jakarta, Palembang, Medan, Aceh, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Ini juga termasuk franchise keluar negeri ke Malysia, Timur Tengah, dan Eropa.

Agar kamu bisa sukses maka ciptakanlah ciri khas. Bila kita meniru maka masyarakat tidak akan bisa mengenali kita. Mereka tidak akan menganggap karya kita dan karir berjalan di tempat.

Dia terlahir sebagai gadis biasa tidak berlebihan. Uniknya, kedua orang tua Dian memiliki pemikiran berbeda. Bila kebanyakan ingin anaknya masuk ke sekolah menengah. Begitu lulus SMP, Dian malah dimasukan ke SMK 1 Pekalongan Jurusan Tata Busana

Dian menjadi minder ketika bertemu teman di SMP. Tetapi lambat laun berubah, passion akan dunia fashion tumbuh, dan Dian malah bersyukur masuk ke SMK Tata Busana. Begitu lulus sekolah dirinya langsung ditanggung jawabi mengelola butik.

Pengusaha wanita kelahiran Palembang, 14 Januari 1991, yang menjadi desiner utama bisnis fashion milik keluarga. Ia dikenal sebagai anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia (APPMI) termuda. Berkat sorotan berbagai media membuat namanya melejit keseluruh Indonesia.

Pada Mei 2009, Dian mengadakan fashion show di Malbourne Australia. Dia menampilkan 40 pakain hasil karyanya. Namanya mendapatkan sorotan dari media Australia, The Edge. Ia pun rajin untuk mengikuti fashion show dari APPMI, seperti yang bertema "Kembali Fitri" pada 2009 silam.

Kementrian Perindustrian dan Perdagangan mengajak Dian ke fashion show di Abu Dhabi. Dia juga diundang mengikuti Jakarta Fashion Week (JFW) pada November 2009. Tanggapan masyarakat pada karya Dian Pelangi sangat positif.

Dia menjadi kiblat fashion anak muda pada 2010 -an. Maka Dian meluncurkan buku fashion yang di
dalamnya mengenai "Street Style". Berisikan gaya busana hijaber yang pernah dia temui diseluruh penjuru Indonesia.

Dian Pelangi juga menjadi penggagas komunitas hijab. Namanya komunitas Hijabers yang sudah tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Hijabers Community masih berkembang diantara kehidupan masyarakat Indonesia.

Punya Saudari Kandung Akur Ingin Buka Usaha Bersama

Profil Pengusaha Atina Malina dan Intan KF


usaha vanilla hijab
 
Kebayang kan punya saudari kandung akur. Ingin bukan usaha bersama pasti enak. Atina Maulia dan Intan KF.menjadi contoh. Berkat kekompakan mereka lahirlah Vanilla Hijab. Atina berkisah dirinya akan duduk di kursi roda ketika sakit. Inilah ketika Atina merasa di titik paling rendah kehidupan.

Ia masih berkuliaah sembari membuka online shop. Ya, seperti gadi lain sibuk kuliah dan berjualan online. Atina berjualan hijab dikala itu. Keadaan fisiknya terkadang membuat rendah diri. Merasakan betul dia dilema karena harus juga berobat.

Mengapa memilih berjualan hijab karena dibutuhkan. Atina sakit akan melewati Stasiun Sudirman ketika berobat. Dijalan matanya  memandang orang- orang berlalu lalang. Ia merasakan kesedihan tentang masa depan.
 

Bisnis Online Bareng Saudara


"Apa yang bisa saya lakukan sekarang yang hidup dalam kursi roda? Bagaimana bisa menghasilkan uang ditengah kondisi yang sakit ini?" tanyanya dalam hati.
 
 Ia berpergian bersama ibu kemudian bekeliling pasar. Bisnis hijab ini bermodalkan foto- foto jepretan dia. Mereka berkeliling sembari Atina memofoto hijab dipajang. Kemudian ia akan menngupload itu ke sosmed. Inilah cikal bakal usaha Vanilla Hijab tidak memiliki modal.

Begitu datang pesanan ia akan langsung membelikan itu. "Kita berbisnis untuk menghasilkan uang, bukan menghabiskan uang," imbuhnya. Orang yang mendukungnya adalah sang kakak, meskipun ia sempat "meledek".

Dia yang melihat keseriusan adiknya mau membantu. Tekat dan kasih sayangnya, yang membawa Intan menjadi CEO Vanillah Hijab. Bunda mereka juga mengambil peran kursial. Keduanya menjadi satu berkat bundanya. Ia yang membantu mengantarkan Atina keluar masuk pasar.

Atina telah lama duduk di kursi roda. Mangkanya ia memiliki semangat hidup rendah, dan memulai usaha memberikan harapan. Dulu pembeli cuma diukur jari, sekarang membludak bahkan sampai ribuan, dalam sehari bisa laku 1500 buah.

Intan Kusuma Fauziah, sang kakak membantu Atina membangun produk sendiri, mulai dari soal bahan sampai penjahitan. Atina tidak tau sama sekali dan canggung. Intan yang menjembatani dirinya soal desain dan hijab itu sendiri.

Uniknya Vanilla Hijab tidak akan memiliki reseller. Pasalnya mereka memiliki visi  mengenai produk ekslusif. Kualitas harus sangat terjaga karena fokus bisnis utama. Mereka pun tidak memiliki rekanan butik atau konyasi ke retailler. Pembelian dikhususkan melalui online dan itulah ciri khas Vanilla.

Melalui jualan online Intan berkreasi mendesain produk. Ini sudah memproduksi sampai ratusan ribu buah. Total 160 ribu lebih pengikut Instagram membeli. Intan sendiri merupakan mahasiswa jurusan bisnis. Jujur dia sendiri tidak memiliki pengalaman mendesain pakaian.

Tetapi karena sudah berjalan maka mau tidak mau. Intan berubah menjadi sosok serba bisa. Mulai dari desain sampai mengukur kualitas akhir.. Awal dia sama sekali tidak ikut mengurusi bisnis hijab ini. Dia tengah disibukan skripis. Tetapi Intan ikut mengurusi masala promosi dan brand imagenya.

Intan tidak punya bakat mendesain hijab. Begitu sukses dirinya mulai belajar mendesain. Untung dia memiliki selera hijab bagus. Begitu nama Vanilla naik, kuliahnya selesai langsung dah Intan aktif mengurusi. Vanilla Hijab bahkan sampai over demand pada titik kesuksesan mereka.

Padahal dia bersama tim Vanilla Hijab telah menghasilkan 5000 potong. Begitu antusias masyarakat akan produk Vanillla. Karena sukses besar ia sempat dibungkan masalah pajak.

Produk mereka dibilang ekslusif hanya dibeli lewat online. Uniknya lain, kakak beradik ini yang jadi model produk mereka sendiri. Sudah ekslusif Vanillah Hijab masih memiliki premium collection. Ini produk terbatas dengan desain printing yang memiliki cerita.

Siganture Collection salah satunya menawarkan tema koleksi senja. Mereka menceritakan mengenai pluralisme dalaam secarik kain. Untuk  penjualan sekarang sudah tidak seketat dahulu. Masih tidak memiliki agen, tetapi Vanilla memberikan peluang bagi member yang membeli menjadi penjual.

Prododuk hijab mereka merambah Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, dan Australia. Mereka juga berkembang merambah bisnis tas. Punya saudari kandung akur memang menyenangkan. Buka usaha bersama bisnis dihasilkan bukan sekedar jualan.

Inspirasi Fashion Blogger Evita Nuh Hadapi Keterbatasan

Profil Pengusaha Evita Nuh


evita nuh blogger
 
Inspirasi blogger fashion Evita Nuh punya keterbatasan. Dia jago OOTD, Tapi apakah kalian tau, Evita Nuh memiliki keterbatasan. Bermula ketika usianya masih 9 tahun telah aktif menulis. Dialah pemilik blog jellyjellybean.blogspot.com, yang bermula kebiasaan anak berselancar di dunia maya. 
 
Beruntung karena Evita menemukan kegiatan bernama blogging tengah fenomenal. Ada satu blog bernama Cherry Blossom milik Alex aasal Perancis. Ia melihat blog mudah dan bisa bebas berekspresi. Kita juga tau beberapa layanan blog gratis. 
 
Kalau bicara fashion semua bermiula dari permainan SIM. Itu loh yang karakternya bisa diganti pakaian sesuai kesukaan kamu.

Menjadi Fashion Blogger

 
Dia juga suka bermain Berbie dengan sagala pakaiannya. Ketika bicara mengenai dia mau ngeblog apa. Evita memilih menulis apa disukai. Konsep blog sendiri memang begitu menjadi media dalam berekspresi. Tidak ada strategi khusus untuk menjadi blogger terkenal dan banyak pengunjung.

"Blog itu untuk bersenang- senang, bukan semacam kompetisi dan bukan urusan bisnis jadi nikmati saja," tutur Evita.

Menjadi fashion blogger tentu membutuhkan modal. Walaupun gratis, Evita tetap membuthkan uang buat postingan. Tidak ada budget spesifik hanya dilakukan sesuai kesenangan. Evita akan memakai apa yang dia sukai dan ingin dicoba.

Taukah kamu, kakaknya sangat berperan akan kesuksesan blog miliknya. Kakak Evita yang memotret gaya. Dia jarang membaca blognya. Kakaknya juga tinggal terpisah di apartemen. Dan, dia tidak suka dunia fashion sama sekali.

Seperti dijelaskan diatas dia lakukan buat bersenang- senang. Tidak ada pikiran mau diuangkan. Dia juga tidak mau bekerja layaknya karir. Harus membangun jadwal khusus demi kebutuhan konten. Itu bukan gaya Evita.

Justru dengan gaya inilah dia mampu tampil tanpa beban. Ia menjadi sosok inspiratif bagi anak- anak seumuran. Evita selalu senang bila namanya disebut "Evita Nuh from Indonesia". Nama tersebut jadi bentuk pengakuan akan karya. Dia dari menjadi model fashion sampai membangun brand pribadi.

EVITANUH merupakan bentuk ekspresi pengusaha muda ini. Brand tersebut menjual baju atasan, celana, rok, dan outwear. Dia senang ketika gadis lain menyukai produk ini. Senang rasanya, ketika ada ibu- ibu bilang anaknya ngefans sama Evita, dan berharap bisa mengikuti jejaknya.

Evita kecil menderita Sindrom Espeger. Ia sebenarnya cerdas di atas raata- rata. Espeger merupakan bentuk austisme yang membuatnya cangguh, susah bersosialisasi. Dunia maya menjadi jalan dirinya berekspresi. Bila dilihat dari tulisan dan gaya fashion Evita punya kecerdasan diatas rata- rata.

Bentuk autisme ini membuat dirinya susah komunikasi. Spesifiknya dia akan kesulita memahami hal komunikasi non- verbal. Ini bukan akhir segalanya justru memacu semangat. Alhasil dia menjadi lebih ekspresif menulis. Membuka peluang menjadi penulis masalah fashion ternama asal Indonesia.

Membangun Harapan


Bloger berjudul La Creme de la Crop dibangun ketika 9 tahun. Gadis bernama lengkap Evita Panca Ludwina. Gaya fashionnya terinspirasi Alexander McQueen, Anna Wintour, dan Karl Lagerfield. Dia berada dalaam daftar Fashion Bright Under 16 pada 2010.

Masuk ke urutan ketigaa berdasarkan penulis fashion Asia Tenggara, www.tonguechic.com. Di usia 12 tahun, namanya masuk daftar "100 Anak Muda Paling Berpengaruh Indonesia" versi Marketeers. Ia pada Agustus 2011, profil dirinya satu artikel penuh ditulis di majalah Grazia asal Italia.

Pada Februari 2012, Evita terpilih menjadi wakil anak muda jenius dari Asia. Satu- satunya anak muda di dalam wawancara di majalah Le Nouvel Observateur Perancis. Tahun 2013, dijuluki sebagai The Next Tavi dalam majalah Elle, dan dimuat dalam New York Times pada tahun 2015.

Majalah Go Girl! tertarik akan kemampuan Evitaa Nuh. Dia dijadikan salah satu kolumnis majalah fashion terkemuka itu.

Dari tanah air, banyak brand lokal yang tertarik menjadikan dirinya model. Spesifiknya Evita nanti memakai produk mereka untuk dipadu- padankan. Evita lalu membangun EN PENS, brand fashion yang kepanjangan dari Evita Nuh Perfectum Est Non Satis, yang menjual produk tas desainnya.

Salah satu karayanya berupa tas clutch bertema taksi New York. Tas ngejreng dengan warna kuning yang mencolok. Sempat difavoritkan fashion blogger lain, seperti Cindy Karmoko, Anaz Siantar, dan kalangan selebriti.

Andien artis dan penyanyi pernah membawa tas ini ke New York Fashion Week 2014. Ini menjadi perbicangan dikalangan selebriti dan fasionista. Adapula Ava and Archiebald, produk pakaian anak dan bayi karyanya. Evita juga sibuk menjadi ilustrator album weeding dan kids photography.

Valentina Meiliyana Bisnis Online Shop

Profil Pengusaha Valentina Meiliyana


bisnis online shop

Mau bisnis online shop maka tirulah gadi belia ini. NamanyaValentina Meiliyana masih berusia 17 tahun ketika berbisnis pakaian dan sepatu pesanan (custom shoes). Kini, ia memiliki merek fasionnya sendiri yaitu Selkius Maxwell, dengan produk andalan yaitu Valentina Meiliyana Shoes.

Dia sendiri terilhami oleh karya perancang dan pengusaha sepatu, Manolo Blahnik. Jaringanya telah meliputi para desainer fasion, serta selebriti- selebriti dari Indonesia. Valentina menjadi salah satu perancang sepatu koleksi Eunika Joso di Jakarta Fashion Week 2011.

Bisnis Online Shop Sepatu

 
Dia juga mendapatkan pesanan sepatu khusus dari girl band, yang saat itu tengah naik daun; Cherry Belle. Lebelnya terlahir berkat ketekunan serta kegigihan. Semua demi dia mendesain baik pakaian dan sepatu sendiri.

Di 2008, ia iseng merombak pakaian bekas dengan bantuan seorang penjahit depan rumah.

"Saya sempat ganti penjahit beberapa kali, sampai akhirnya bertemu penjahit bagus lulusan sekolah Inti Mode," terangya.
 
 Sambil menjalani usaha sebagai perancang amatiran, dia juga menjadi agen penjualan sepatu secara online. Ia tergoda akan desain sepatu unik lalu mengusulkan untuk menjualnya secara online. Pada 1 Januari 2011, ia resmi menanda tangani kontrak kerja sama dengan si perajin tersebut.

Pengusaha muda Valentina mulai menjual produknya melalui situs jejaring sosial, kala itu melalui sosial media Facebook. Dia memasang foto- foto produknya kemudian menawarkannya kebeberapa orang.

Lambat laun, produknya itu mulai dilirik tidak hanya oleh pembeli baru, Valentina mendapatkan perhatian dari majalah model DRESSCODE, dan brand sepatunya ini mulai tersebar ke penjuru Indonesia. Seketika itu embuat bisnisnya melonjak jauh pendapatannya dan terus begitu.

Dia yang biasanya hanya menjual 20 pasang sepatu per- bulan, kini membuat 200- 300 pasang perbulan. Ramaja kelahiran 13 Maret 1995 ini, menjual produknya dengan berbagai macam harga sesuai kualitas produk.

Ia menjual dari harga Rp.200- 300 ribu. Dia lantas memutuskan keluar dari sekolah lalu melanjutkan home schooling. Alasannya, "Dia sulit membagi waktu antara bisnis dan sekolah. Sering terlambat," kata Hellen, ibunya.

Ia hanya belajar secara otodidak dari majalah dan televisi. Dia pernah dilibatkan sebagai perancang sepatu saat peragaan busana kelulusan sekolah mode, La Selle Graduation Show 2011. Lagi, ia pun tersanjung mendapatkan pengalaman lagi merancang sepatu untuk siswa- siswa di La Selle.

Saat usinya menginjak 17 tahun, Valentina pun sudah senggup menggaji menejer pemasaran. "Omset perbulan Rp.45 juta hingga Rp.50 juta," kata Valentina.

Apa rahasia suksesnya hanyalah satu yaitu berani menembus batas. Dia menunjukan dirinya sebagai desainer fasion meski secara akademisnya, dia bukanlah lulusan sekolah mode. Ia juga dikabarkan telah melanjutkan pendidikannya kejenjang lebih tinggi.

Bermodal bisnisnya sekarang ia tak perlu lagi pusing memikirkan biaya kuliah seperti anak muda biasanya.

Bisnis Hijab Syar'i Bandung Hasilkan Miliaran

Profil Pengusaha Dewi Permata


hijab syar'i bandung

Dewi Permata tidak akan menyangka sukses begini. Bisnis hijab syar;i Bandung nya menghasilkan miliaran. Ia tidak pernah berpikir ke arah sana. Dewi hanya ingin membuat produk yang membantu. Sejak semula dia memang ingin memiliki usaha sendiri.

Dia bersama suami, Rosy Andreas, memang sudah aktif berjualan. Keduanya masih mahasiswa di Universitas Padjajaran, Jurusan Ilmu Komunikasi, dan sang suami mengambil jurusan pertambangan di Universitas Teknologi Bandung.

"Saya mulai dari modal nol rupiah, kalau ada yang mau pesan baru dibuatkan,' ia menjelaskan.

Perjalanan Bisnis


Keduanya merupakan anak asli Padang perantauan. Pasangan pengusaha muda yang dipanggil Uda- Uni. Bisnis ini unik karena Dewi tidak sekedar membuka usaha. Dia menawarkan kelebihan berbeda dari pebisnis hijab syar'i lain. Dewi menciptakan hijab "anti- tembem" yang menarik para pembeli.

Dewi termasuk nekat karena mendesain sendiri. Dia mendesain hijab yang bikin wajah tirus. Ini yang kemudian "tidak sengaja" menjadi andalan. Awal mula dia sama sekali tidak menyadari akan konsep tersebut. Bersyukur sebuah ajang kompetisi kewirausahaan menyadarkan  dia akan ini.

Ia menyebutnya khimar "antem" atau anti- tembem. Keputusan membuka usaha selepas keduannya menikah. Di 2016, diputuskan menjalankan usaha sendiri, dan sang suami pun sempat tergiur menjadi karyawan. Rosy merupakan mahasiswa pertambangan dan dibutuhkan perusahaan besar.

Bisnis Dewi melejit apalagi selepas mengikuti ajang kewirausahaan. Rosy melihat istirnya sempat kwalahan. Dia memutuskan menolak untuk menjadi pegawai perusahaan tambang. "Setelah melihat saya keteteran menghandle pesanan... sejak saat itu kami memutuskan untuk bersama- sama besarkan Kiciks"

Mereka lantas merekrut dua orang bagian administrasi. Beberapa penjahit bergabung, kemudian bisa merekrut 80 orang pegawai ke depan berpusat di Bandung. Produk meliputi hijab, khimar, dress, jilbab, dan mukena. Produk mulai daily look sampai premium melalui koleksi brand "Dewi Permata".

Selain mengandalkan desain anti- tembem. Brand ini menarik karena motifnya unik, seperti adanya bunga sakura yang terinspirasi perjalanan. Keduanya tengah traveling ke Jepang dan menemukan bunga sakura. Diprintlah motif bunga sakura tersebut, dan dipasarkan melalui sistem pre- order.

Pesanan langsung masuk 2000 pcs hijab langsung ludes. Mereka juga punya koleksi yang terinspirasi budaya Indonesia lewat koleksi Sasade. Kemudian mereka menghadirkan bunga Lupine. Agar makin berkembang, Dewi melanjutkan pendidikan fashion designer di IFI Bandung, pada awal 2019.

Kegemaran traveling menjadi sumber kreatifitas keduanya. Baik buat membangun Kiciks bisnis hijab syar'i Bandung ini. Mereka pun rajin berpergian keluar negeri buat aneka desain baru. Biasanya bila mereka melihat keindahan bunga di daerah tertentu.

Biografi Coco Chanel Pengusaha Desainer Sepanjang Masa

Biografi Pengusaha Coco Chanel


biografi coco chanel

Biografi Coco Chanel, wanita bernama lengkap Gabrielle Bonheur Chanel. Pengusaha desainer yang lahir pada 1883, di Saumur, Maine-et-Loire, Prancis. Dia merupakan putri seorang wanita bernama Eugene Jeanne Devolle, yang bekerja sebagai tukang cuci di rumah sakit amal untuk orang miskin.

Coco merupakan anak kedua Jeanne dengan Albert Chanel. Dia punya kakak wanita yang bernama Julia, berjarak cuma setahun. Ayahnya bekerja menjadi vendor untuk alas pakain dan garmen. Usaha yang berpindah- pindah begitu juga tempat tinggal.

Keluarga Coco Chanel


Albert berkeliling dari pasar ke pasar diseluruh penjuru Prancis. Tahun 1884, dia menikahi Jeanne, dan tinggal di penginapan jelek. Albert sendiri selalu absen dalam kehidupan mereka. Alhasil Jeanne yang tidak paham birokrasi sempat mengalami kesulitan.

Dalam pendataan Albert tercatat tengah melalukan perjalanan. Sementara putrinya Coco, pernah di daftar kependudukan bernama "Chasnel". Itu semua karena kesalahan pengucapan. Karena ketidak pahaman ibu dan absennya ayah, nama terakhirnya salah eja, yang mana karena kesalahan juru tulis.

Punya banyak anak tetapi hanya lima selamat. Jeanne tinggal bersama dua putra dan tiga putri. Usia 13 tahun, dia mengingat dalam biografi Coco Chanel, ibunya meninggal karena TBC ketika usianya 32 tahun. Tetapi ini belum pasti masalah utama mengapa Jeanne meninggal.

Dugaan bahwa dia meninggal karena kemiskinan, kelaparan, dan penomia. Ayahnya mengirim kedua putranya bekerja di perkebunan. Tiga putrinya kemudian dikirim ke tempat yatim- piatu. Muncul lah Congregation of the Sacred Heart of Mary, yang mengayomi gadis yatim dan terlantar dari rumah..

Mereka menawarkan tempat keagamaan bagi anak gadis. Hidup yang lebih baik, berkecukupan, tapi menekankan disiplin tinggi. Disini Coco menjadi bagian dari pusat keagamaan tersebut. Dia belajar disiplin hingga menjahit. Inilah mungkin tempat yang membentuk pola pikir desainer Coco Chanel.

Dia lalu meninggalkan tempat tersebut karena telah remaja. Dalam sebuah tulisan, ia menceritakan bahwa fakta "selir" Hitler omong kosong. Pandangan bahwa dirinya hidup glamor tidaklah tepat. Dia sebelumnya bercerita bohong, ayahnya mencari kemampanan dan dirinya ditinggal bersama dua bibi.

Ibunya telah meninggal diusia lebih muda dari 12 tahun. Coco diketahui juga menyembunyikan usia sebenarnya. Apapun kebohongan ketika menjadi "selir rahasia" Hitler bukan masalah. Karena Coco menjalani karir desainer dengan tangannya sendiri.

Lepas dari rumah yatim di Aubazin berarti mandiri. Tidak memilih pekerjaan menjahit, tetapi Coco malah menjadi penyanyi untuk pasukan kavaleri. Dia lalu memulai debut bernyanyi di kafe terkenal di Moulins Pavalion, La Rotonde. Dia pernah bekerja menjadi penghibur diantara penyanyi utama.

Taukah kamu bahwa namanya "Coco" baru dimiliki waktu ini. Namanya Gabriela, dan nama Coco itu datang dari pengalaman bernyanyi kabaret. Ia bernyanyi "Who Seen Coco?", yang juga panggilan dia katakan berasal dari ayahnya, tetapi beberapa percaya cerita tersebut bohong.

Ada kepercayaan namanya berasal dari Ko Ko Riko, atau Qui Qu'a Vu Coco, ataupun berasal dari kata ilus "kept women" dari Cocotte. Menjadi penyanyi kabaret dirinya memancarkan pesona. Di 1906, dia bekerja di resot spa di Vichy, yang mana menyediakan teater, ruang pertemuan, dan kafe.

Terus kapan pengusaha desainer ini memulai bisnis fashion. Kita lanjutkan kembali dari karir Coco di dunia intertainmen. Coco memang dikenal memiliki fisik menari. Gayangnya sudah fashionable jadi sangat menarik perhatian juri audisi.

Sayangnya, Coco tidak memiliki suara merdu, suaranya itu rata- rata tidak memiliki kelebihan. Jadi dia gagal melewati auditi untuk resort. Gagal membawanya bekerja menjadi pegawai Grande Gille, yang pekerjaanya melayani air untuk tamu, hingga masanya di Vichy telah selesai dan pindah ke kota Moulins.

Dia menyadari bahwa dunia intertainmen bukan dirinya. Di sana Coco bertemu seorang tentara, dan seorang pewaris bisnis tekstil, Etienne Balsan. Umur 23 tahun, ini pertama kalinya dirinya menjadi "selir", dimana dia dilimpahi kehidupan mewah dari berlian, baju bagus, dan aneka perhiasan.

Tahun 1908, dia berselingkuh dengan Captain Arthur Edward "Boy" Capel. Kehidupan saat itu Coco sebut sebagai "dua lelaki gentel diantara tubuh kecilnya". Capel sendiri merupakan kelas menengah. Coco pun ditempatkan di apartemen biasa.

Belajar Fashion Coco Chanel


Penampilan ala  tentara Capel menghiasi keseharian. Ia mengingat botol minuman milik Capel, yang lekukannya menjadi inspirasi. Botol yang sering dibawa di tas dengan tali pengikat. Ini yang menjadi inspirasi wadah parfum Chanel No. 5.

Coco menyebutnya monumen dari "indah, mahal, gelas yang lembut". Keduanya sering berpergian bersama. Coco merasa lebih nyaman bersama Capel. Bahkan sempat berpikir untuk setia kepada sang perebut istri orang. Namun Capel memang seorang playboy meskipun sudah 9 tahun bersama.

Meskipun belum putus Capek bermain dengan wanita lain. Sampai pada 21 Desember 1919, terjadi kecelakaan mobil dan merenggut nyawa Capel. Disini Coco merasakan keterpurukan terdalam dari kehilangan kekasih.

Cocok mulai mendesain topi ketika di Balsan. Dia mendesain buat kebutuhan komersil perusahaan. Bisnis Chanel tumbuh sampai tahun 1910, dia mendapatkan gelar pembuat topi profesional. Bahkan telah memiliki toko fashion di 21 rue Cambon, Paris, yang bernama Chanel Modes.

Pada 1930, Arthur Capel sempat membantu berdirinya butik di Deavuille. Dia mendesain topi, baju kasual, jaket, dan lain- lain. Kesuksesan Chanel membuatnya menghidupi dua anggota keluarga. Dari Anthoinette sang kakak kandung, dan bibiny Adrienne, yang usianya sama dengan Chanel.

Mereka lantas direkrut menjadi model jalanan. Mengenakan semua produksi Chanel di jalanan Kota Paris. Bergaya menunjukan merek Chanel ke orang- orang. Dia dikenal menjadi "selir" banyak pria berpengaruh. Tetapi dia sama sekali tidak pernah menikah dan hanya berlalu begitu saja.

Bisnis Chanel tumbuh dengan 4.000 pegawai pada 1935. Uniknya, walau pernah berkencan dengan petigi film, bisnis Chanel tidak tumbuh baik disini. Artis endors Chanel tidak menjadi bintang besar dan kalah saing. Chanel bersaing dengan Elsa Schiaparelli, untuk mengendors selebriti Hollywood.

Masuknya Nazi ke Pari membuat perubahan besar bisnis fashion. Bayangkan semua pengusaha yang keturunan Yahudi ditangkap. Toko- toko fashion ditutup kecuali millik Coco Chanel. Taukah kamu bahwa parfum Chanel dikuasai pihak kedua.

Ini membuatnya frustasi karena bekerja sama dengan "musuh". Untungnya the Wertheimers, sosok penguasa produk Chanel No.5 ditangkap, karena apalagi kalau bukan berdarah yahudi. Walaupun pada akhirnya produk parfumnya dilabeli buatan yahudi.

Chanel bersikeras mendapatkan hak tunggal akan parfum itu. Menurut sebuah buku surat yang berisi permintaan hak ini janggal. Kecurigaan bahwa Chanel "merayu" menjadi bagian dari pasukan asal Jerman. Tujuannya menjadi bagian dari Nazi agar membebaskan produk parfum tersebut.

Singkat cerita Chanel melakukan tugas mata- mata Nazi di Paris. Bila wanita lainnya mendapatkan hukuman keras karena berkhianat. Chanel selamat bahkan segera terbang ke Switzerland. Parfumnya Chanel No.5 merdeka, dan dirinya kabur untuk menghindari hal tidak terduga.

Sempat ditahan pada 1994, Chanel ditanyai namun dibebaskan karena pengaruh Churcill. Dia adalah Winston Churchill. Muncul gosip mengenai hubungan keduanya dihalayak. Tetapi gosip paling bisa dipercaya ialah, Chanel memegang nama elit pro- Nazi pada jamannya.

Para Pro- Nazi dari Inggri yang meliputi orang kaya, politis, bangsawan, dan dari kerajaan. Churchill bahkan memerintahkan perlindungan duta besar Inggris- Prancis, Duff Cooper. Beberapa kali dia diselamatkan Churchill. Keduanya bahkan menjadi teman dimulai dari 1920 'an, berkat skandal lagi.

Coco berhubungan dengan Duke of Westminter. Sementara Churchill menjadi pahlawan di perang dunia. Alhasil dia menyelamatkan Chanel dari penangkapan kembali. Pindah ke Switzeland lantas bagaimana nasib bisnis Coco. Ternyata dia sama sekali belum melepaskan bisnis yang telah dirintis.

Pasca- perang banyak desainer berlomba- lomba berkarya. Termasuk Christian Dior, yang melesat pesat setelah jaman perang. Nama- nama lain menyusul seperti Cristobal Balenciaga, Robert Piguet, dan Jackues Fath.

Namun hanya Coco Chanel nampak mampu mengimbangi pola bisnis fashion mereka. Satu- satunya wanita yang menentang tren tidak masuk akal. Pengaruh para desainer laki- laki meliputi bantalan pundak, penyangga payudara, rok berat dan jaket ketat, dianggap Chanel tidak logis.

Umurnya 70 tahun dan rumah mode Chanel telah tutup 15 tahun. Chanel kembali mendirikan brand yang telah lama. Rumah modenya bangkit dan berperang kembali di dunia parfum. Kali ini, bisnis parfum Chanel berhadapan dengan Jacques Fath.

Kebangkitan bisnisnya sempat ditanggapi pemerintah curiga. Apalagi dia sempat menjadi bagian dari Nazi dan dicurigai agen. Namun Amerika dan Inggris menganggap Chanel membuka dunia. Gaya busana Chanel sangat menarik bagi fashion masa depan dan anak muda.

Diakhir hayat dirinya mengalami kesepian diantara karir bisnis. Brandnya baru menanjak ketika dia meninggal dunia. Sempat akan mendapatkan penghargaan karena tokoh inspirational. Namanya ditolak, selepas keluarnya surat rahasia intelegen Prancis menjelaskan keterlibatan Chanel.

Pelukis Rahasia Roti Khong Guan dan Monde

Profil Pengusaha Bernardus Prasojo

 
pelukis khong guan

Rahasia roti Khong Guan dan Monde. Siapa pelukis kaleng Khong Guan dan Monde. Jawaban tersebut sekaligus menjawab "dimana ayah di kaleng roti Khong Guan". Dimanakah pelukisnya atau siapakah pelukisnya, tak terpikirkan kah pertanyaan itu. 
 
Ternyata dia adalah seorang Bernard -panggilan akrab Bernardus Prasojo- maestro, pelukis dibalik gambar seorang ibu dan dua anak yang tengah menikmati biskuit di meja makan.

Menjadi Pelukis

 
Sapuan dan goresan catnya nampak seperti orang asing sih. Tapi bukan, dia orang asli Indonesia, produk lukisan Khong Guan asli Indonesia. Dan usut punya usut, dia pula lah pelukis kaleng Monde, tempat sang bapak ibu dan dua anak itu menikmati kue.

Pria kelahiran Solo, 25 Januari 1948 ini, mengaku bahwa dalam dirinya mengalir darah seni turunan ayahnya.

"Ayah saya seorang pelukis, mertua saya juga. Tetapi, entah kenapa anak-anak saya tidak berminat menjadi seorang pelukis," kata Bernard ketika ditemui di RS Mitra Keluarga Kemayoran, Jakarta.

Dia menuturkan kisahnya kepada VIVAnewes, perihal bagaimana dia mendapatkan pesanan untuk melukis gambar merek pangan. Ketika itu dirinya masih bekerja di sebuah perusahaan percetakan, Forinco. 
 
Sayang, ia tak bisa mengingat pasti tanggalnya kapan dia mendapatkan tawaran itu. Bernard cuma mengingat nama si pemberi pekerjaan saja.

"Itu sudah lama sekali, sekitar 40 tahun lalu. Tetapi, saya masih ingat siapa orangnya. Namanya Pak Bambang. Kalau beliau masih hidup, mungkin usianya sudah 80 tahun," kata pria yang hobi melukis sejak kecil ini.

Ia mendapatkan orderan dari perusahaan seperasi film. Salah satunya, perusahaan Khong Guan, ketika itu ia bekerja di Forinco. Dia menambahkan setelah itu ada pesanan lagi serupa. Kali itu ia melukis untuk satu perusahaan roti dan wafer bernama Nissin. 
 
Namun, ia menjelaskan itu bukan murni idenya jadi ia hanya akan mengikuti mau si pembei pekerjaan saja lah. Jadinya sampai sekarang ia tidak memiliki hak atas lukisan itu secara penuh.

"Saya hanya mengubah sedikit. Misalnya, ini lebih terang dan yang ini kurang," kata Bernard yang kini tinggal di daerah Kalipasir, Cikini.

Ketika menggambar ilutrasi itu, ia mengaku sama sekali tidak mengeluarkan dana.  Dia hanya menggunakan peralatan melukis biasa seperti kuas, kertas, dan cat air miliknya. Proses pembuatannya pun tidaklah begitu lama, hanya memakan waktu 3-4 hari. 
 
Pertama- tama, dia membuat sketsa lukisan. Langkah selanjutnya barulah melukisnya dengan cat air. Bernard menambahkan bahwa kertasnya harus dibasahi air biar tidak mengerut, dibahasi bagian yang tidak disentuh cat karena disana bisa jadi kerutan.

Bernard tak mau membuka harga lukisan tersebut. "Saya lupa. Yang penting, dari perusahaan itu saya bisa membesarkan tiga orang anak," kata pria beranak tiga. Tidak hanya ilustrasi kedua produk penganan itu saja yang dibuatnya, ternyata ada produk-produk lainnya seperti minuman dan sikat gigi. 
 
Mungkin jika menelusuri dari gaya lukisnya, kita bisa menemukan karya Bernard satu per- satu. "Misalnya, Monde, dan produk-produk Hero (Hero Supermarket). Dulu seperti minuman kerasnya, pabrik kaos, dan sikat gigi," ujarnya.

Pelukis Profesional

 
Lambang perusahaan pun tidak luput dari goresan ajaib tangannya. "Dulu saya buat logo Hero, Danamon (PT Bank Danamon Tbk), dan hotel di Jakarta. Saya lupa namanya. Logonya ada gambar robot, dan rumit hingga makan waktu sebulan penggambaran. Saya kira, hotel itu sudah tidak ada lagi. Kalau yang Danamon, tulisan Danamon-nya masih dipakai," kata dia.



Rupanya tidak hanya orang Indonesia yang tertarik akan karyanya. Dia mengatakan ada sekitar tahun 1970- 1980, pernah ada pesanan ilustrasi gambar untuk buku dari Filipina. Waktu itu, dia diminta menggambarkan malaikat berdasarkan permintaan. Dia kala itu hanya diberikan konsep malaikat yang diinginkan pemesan. Tangannya pun menggambarkan malaikat sesuai pesanan.

"Saya juga diminta menggambar dari Italia. Waktu itu, hanya melukis wajah orang untuk buku," kata Bernard yang hanya lulusan SMA.

Dia mengaku sempat mengenyam pendidikan tinggi jurusan seni rupa di sebuah instansi pendidikan di Bandung. Namun sayangnya, pria bercucu tujuh ini tidak menamatkan pendidikannya. Apa yang terjadi, ia mengaku, dulu, di tahun 1970- 1980 komik menjadi sebuah fenomena "wah" dan kesempatan itu tidak dilepaskannya. 
 
Dia turut membuat ilustrasi dan komik. Saat itu, dia memilih menjadi seorang freelance. Saking asyiknya menggambar, Bernard pun terpaksa keluar dari kampusnya di Bandung.

"Karena sudah kenal uang, saya jadi keasyikan menggambar. Saya banyak meninggalkan kelas," kata pria yang tidak tamat kuliah jurusan seni rupa ini.

Bernard mengaku telah membuat 4-5 judul komik. Dua di antaranya adalah komik berjudul "Kasih Ibu" dan satu lagi komik yang bercerita tentang kisah seseorang dari Rusia. Sayangnya, dia lupa judul komik yang kedua. 
 
Kepada VIVAnews, ia menunjukan bangga salah satu komiknya. Sebuah komik yang tergores tinta berwarna hitam. Masing-masing kotak berisi gambar dan balon kata. Ada beberapa halaman komik tersebut yang sudut atasnya robek.

"Dimakan tikus," kata dia sambil tertawa.

Komik "Kasih Ibu" telah dimuat di sebuah majalah terkenal pada tahun 1970-an, yaitu Aktuil. Majalah ini adalah majalah musik yang terbit perdana pada 8 Juni 1967. Pada 1970-1975, majalah ini menjadi "bacaan wajib" bagi anak muda di Indonesia. 
 
Dalam majalah itu, selalu ada dua lembar cerita berjudul "Kasih Ibu". Komik yang total halaman sebanyak 100 halaman ini bercerita tentang seorang anak yang menyayangi ibunya. Ide ceritanya berasal dari pemikirannya sendiri.

Bernard sempat kewalahan menghadapi deadline dari majalah yang terbit mingguan itu. "Mereka itu percaya kepada saya. Saking percayanya, komik belum jadi, mereka langsung beli. Saya juga kewalahan waktu komik belum jadi, padahal majalah hendak terbit," kenang Bernard.

Bagaimana dengan komik lain? Selain mengerjakan komik itu, ia juga sudah menggambar untuk komik lain yang sudah berbentuk buku. "Saya membuat komik lainnya dan sudah jadi buku," kata dia. Bernard dalam sesi wawancara mengatakan bahwa dulu melukis menjadi pekerjaan utamanya, tetapi sekarang tidak. 
 
Kini, dirinya aktif sebagai pekerja di Yayasan Prana Indonesia, yaitu tempat pusat pelatihan, penyembuhan, dan meditasi. Di kantor yang berpusat di Jalan Kalipasir, Pengarengan No. 7, Kebon Sirih, Cikini, Jakarta, dia bekerja sebagai koordinator penyebaran prana metoda Grandmaster Choa Kok Sui di seluruh Indonesia. 
 
"Kini, saya bekerja di Yayasan Prana Indonesia," tuturnya. Setelah melihat artikel ini, anda perlu tau bahwa teori tentang keluarga Khong Guan memang ada dasarnya, bahwa pria di kaleng  roti Monde memang lah sang ayah dari keluarga Khong Guan, mungkin.

Berani Jadi Pengusaha Menghadapi Persaingan

Biografi Pengusaha Diana Bismarak


pemilik below cepek

Berani jadi pengusaha jangan takut menghadapi persaingan. Kisah Donna Riana Bismarak, memulai bisnis yang tengah naik daun sekarang. Ia tidak takut menghadapi memanasnya eCommerce. Riana menciptakan platform marketplace jual beli bernama Below Cepek.

Namanya unik menunjukan jati diri. Bahwa produk dijual di sana adalah dibawah seratus ribu. Walau demikian Riana meyakinkan kualitas nomor satu. Mereka bekerja sama dengan UMKM Indonesia memenuhi kebutuhan pakaian masyarakat.
 

Menjadi Pengusaha


Sudah 14 tahun bekerja sebagai karyawan tentu nyaman. Namun bekerja bukan dibidang disenangi yakni fashion. Pekerjaan mapan Corporate Director of Sale & Marketing, untuk Water Boom Jakarta dan Bali. Bisnis Below Cepek berdiri November 2011 disaat dirinya masih menjabat itu.

Hobi belanja membuatnya berniat membangun eCommerce. Bermula pengalaman ketika belanja di Victoria Secret. Dia menemukan satu produk bikinan Indonesia di web. Siapa sangka situs besar itu menjual produk buatan lokal. Ia menyadari bahwa produk kita sebenarnya sangat berkualitas.
 
Berani jadi pengusaha langsung tancap gas membangun. Dia mendirikan belowcepek.com, bermodal Rp.50 juta, buat bikin situs mumpuni, menyewa tempat di  Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, dan biaya operasional. Dia merogoh kocek Rp.100 juta dimana sisanya nanti untuk pegangan.

Ia cukup mempekerjakan 2 orang staf. Riana bertanggung jawab total akan operasional. Agar irit buat model pakaian digunakannya teman- teman dekatnya. Urusan promosi Riana lakukan sendiri sembari tetap bekerja.

"Pastinya kalau dari promosi, saya kalah telak dari bisnis fashion lain, seperti Zalora, karena dana buat iklan sedikit," tuturnya.

Agar menarik banyak pembeli, maka Riana menerapkan strategi khusus. Below Cepek mengambil margin untung tipis. Alhasil situs ini menawarkan produk lokal dengan harga miring. Dibawah seratus ribu seperti namanya tercantum.

Harga jual telah terjangkau tetapi sulit mendapat pelanggan. Pasalnya tahun tersebut menjadi musim bermunculan eCommerce. Disisi lain banyak bermunculan penipuan toko online. Maka pembeli jadi lebih hati- hati terutama soal harga. Riana maklum tetapi bukan berarti berganti strategi bisnis.

Alumni Sahid Tourism Academy bekerja keras. Dalam waktu lima bulan menggaet 10.000 anggot aktif. Para pembeli pun memberikan testimoni positif akan pelayanan. Kualitas produk jga disoroti tidak kalah walau murah. Bukan berarti tidak terdapat masalah karena sudah langsung diatasi.

Kebanyakan masalah datang mengenai beda barang. Antara foto dan produk diterima ternyata malah berbeda. Mengecewakan sih tetapi langsung Riana atasi segera. 'Saya tidak akan membiarkan itu (beda foto dan paket) terjadi di Below Cepek, makanya pembeli yang pernah beli pasti beli lagi."

Tidak ada ketakutan ketika "dikroyok" pemain besar. Bisnis eCommerce memang tengah naik daun. Pemainnya juga banyak bermodal kuat dan berani promosi. Riana sendiri tetap berpendirian lebih mengutamakan membangun komunitas.

Tujuannya pembeli bisa mendapatkan barang bagus terjangkau. Senang rasanya, ketika pembeli puas tetapi masih menyisakan uang buat ditabung. Gempuran produk impor juga tidak menggoyakan sikap Riana. Below Cepek tetap didapuknya menjadi pusat belanjar produk lokal asli UMKM Indonesia.

Bekal Pengusaha


Pengalaman merupakan kunci sukses bukan sekedar modal. Riana mempunyai pengalaman manajer penjualan di Hotel Sahid, Jakarta. Buat kalian yang memiliki pengalaman korporasi manfaatkan. Bisa gak kamu melangkah menjadi pengusaha.

Below Cepek mengajarkan pengeluaran bisa ditekan. Mereka menawarkan produk berkualitas yang telah disortir. Ada kebanggaan melihat pembeli memakai produk lokal. Banyak pandangan melihat sinis produk lokal. Riana sendiri menyadari bahwa produk lokal tidak kalah.

"Kalau produk impor saja tidak berkualitas barangnya, apalagi lokal?" begitu ucapnya, menirukan gaya bicara orang.

Riana memilih menekuni apa hobi dan kemahiran. Rekan karyawan pun memuji penampilan Riana di kantor. Awal- awal dia berharap akan meniru cara orang menjadi pengusaha. Inginnya membuka satu butik atau toko di mall. Tetapi ia menyadari biaya sewa mahal dan berdampak pada harga produk.

Ia mengenalisa toko online jualan produk China, Korea dan Bangkok. Padahal di offline juga sudah banyak dijual. Riana berpikir mengapa jarang sekali produk made in Indonesia. Dibawah bendera PT. Fortuna Adi Buana, Riana tidak mau berjualan produk impor karena tidak berkonribusi.

Produk dijual aneka fashion seperti rok, celana, gaun, dan baju. Adapula produk aksesoris mulai dari cincin, kalung, gelang dan tas. Seperti nama toko onlinennya dia menjual produk dibawah seratus. Ia mengatakan harga tertinggi Rp.99.000.

Target pasar utamanya mereka usia dibawah 18 tahun. Mereka yang ingin produk fashion berkualitas dengan harga terjangkau. Pelanggannya merupakan komunitas dari Sabang sampai Marauke. Bisnis ini mampu memproduksi 500- 1000 item perbulan.

Model pakaian dalu memakai teman- teman dekatnya. Kini tentu beda, tetapi Riana memiliki prinsip harus orang Indonesia asli, mau kulitnya hitam, rambut keriting, atau dibawah standar cantik model bule tidak masalah. Riana menarget bukan cuma Jakarta tetapi seluruh Indonesia belanja di sini.

Below Cepek menggunakan bahan sesuai cuaca Indonesia. Tidak ada koleksi winter atau summer, ya semua disesuaikan dari Indonesia untuk masyarakat Indonesia. Riana tidak kaku bahwa memberi ruang pesan custom. Nanti pembeli mengirim gambar dan ia akan meminta tukang jahit kerjakan.

Menghadapi Persaingan


Masalah bukan berarti tidak ada menerpa Below Cepek. Selain pandangan sinis akan produk lokal, masalah datang dari pesaing bisnis lokal sendiri. Mereka menciptakan toko online dengan nama yang sama. Bisnis asal Bandunng tersebut membuat baju sampai aksesoris sama, bahkan cara pakainnya.

Ia mengatakan ini cara "steal visitor" atau mencuri pungjung. Untung bila mereka menjual produk yang sama berkualitas. Mereka malah membuat nama Below Cepek asli terpuruk. Banyang sekali yang protes mengenai pengalaman belanja mereka.

Curhatan mereka sampai menjadi pembicaraan publik di sosmed. Riana sendiri baru sadar ketika dia mendapatkan laporan. Bahkan bayangkan iklan mereka bahkan meniru milik Riana. Dia protes ke pihak sosial media. Butuh dua- tiga jam sampai iklan promo mereka diturunkan.

Namun mereka tetap memakai iklan promo tersebut. Bukan hal baru pristiwa tersebut sering terjadi di internet marketing. Dia cuma bisa mengelus dada sembari mengikhlaskan. Mengambil sisi positifnya ini menunjukan idenya keren.

Below Cepek sangat mengandalkan komunitas pelanggan. Sampai mereka pernah usulkan membuat baju ibu menyusui. Riana merespon dengan meluncukran produk unik "busui". Konsep baju untuk ibu- ibu menyusui. Pokoknya dia menerapkan konsep unik dan menarik untuk menggaet pelanggan.

Riana juga pernah mendapatkan permintaan hijab. Produk pakaian muslim besar dan lengan panjang sedang naik daun. Soal peluang bisnis, ibu- ibu juga meminta menjadi reseller, untuk satu ini Riana mempunyai promo menarik. Mereka tinggal melakukan deposit satu juta yang tidak akan terpotong.

Ibu- ibu boleh mengambil 11 baju. Mereka diberi waktu 3 bulan sampai produk terjual. Soal stok tak akan bermasalah ini sangat membantu. Kemudian waktu 3 bulan sebagai bentuk penyemangat dan cara pintar. Ada 100 orang terdaftar dalam bisnis berkonsep "Smart Shopper dan terbantu.

Aneka gaya promosi unik menarik perhatian masyarakat. Tak salah bila mereka mendapatkan gelar Top Ten Social Media Campaigne 2012. Salah satunya membuat aplikasi, dimana masyarakat bisa memainkan game "Miss Matching", tanpa diharuskan membeli produk yang dijual di Below Cepek.

Riana yang sukses belum puas membangun bisnis. Berani jadi pengusaha berarti siap membangun bisnis lain. Dia mengembangkan Restyle, yang mana pusat penjaring desainer lokal, jaringan network buat mereka yang ingin bergabung dengan Below Cepek.

Pengusaha Muda Farah Farce Online Shop Sepatu

Profil Pengusaha Farah Farce

 
pengusaha muda farah farce

Pengusaha muda diusia belia berkat sukses online shop. Siapa Farah Farce, seorang gadis berumur 16 tahun, ketika memulai bisnis dari nol besar. Gadis remaja kelahiran 22 April 1995 ini memiliki nama asli Farah Kemala Qurratu'ani, berbisnis sejak duduk di bangku kelas 9 Sekolah Menengah Pertama.

Hebatnya nih, ia melakukan semua bisnisnya sendiri yaitu bisnis impor produk- produk fashion dari berbagai negara di kawasan Asia. Dan hebatnya lagi, ia mengerjakannya tanpa modal apapun, berikut ceritanya Kisahnya berawal dari kesukaanya memakai sepatu sneakers.
 

Pengusaha Online Shop Sepatu


Dia bahkan berburu produk tersebut diberbagai negara. Menginginkan produk- produk terbaik, dan tentunya yang tidak bisa ditemukan di Indonesia. Ketika itu, dia menginginkan sneaker pertamanya dari seorang teman menawari.

Farah ditawari pembelian sistem pre- order, melalui seorang teman yang baru dikenalnya di sebuah bimbingan belajar. Farah menunggu cukup lama, rasa kesal dan geram membuatnya menanyakan hal ini langsung.
 
Bukannya diberi solusi, Farah hanya disuruh untuk menghubungi si penjualnya sendiri, loh kok? Si penjual itu ternyata juga tinggal di Jakarta. "Aku kaget, aku pikir orangnya perantara langsung dari sana. Tapi ternyata dia juga perantara disini," jelas Farah.

Ia mengembangkan senyumnya ketika pesanannya tiba ditangannya. Farah senang karena sepatu itu tidak ada di Indonesia. Meski begitu terbersit keganjilan, dan mulai berpikir tentang bisnis yang dilakukan temannya tersebut. Ini membawanya memutuskan untuk menghubungi sang importir itu.

Dia menawarkan dirinya untuk menjadi perantara, menjualnya langsung ke pembeli seperti yang dilakukan temannya. "Kenapa gak gue jualin juga disini," pikirnya kala itu. Dia yakin meski kala itu statusnya sebagai pelajar SMP dan belum berpenghasilan.

Bekalnya hanyalah satu yaitu pengalaman ketika SD, menjual produk secara online, membuatnya cukup PD menego si importir tersebut.

Farah lantas pernah memajang foto- foto barang importir tersebut. Ia kemudian menuliskan kata- kata khas anak muda. Dia kemudain menjual produknya itu melalui Facebook. Ia pun berhasil menjual sepatu- sepatu tersebut hingga kurang lebih 15 pasang hari itu juga.

Farah menawarkan sistem dropship kepada sang importir tersebut. Dropship sendiri ialah sebuah sistem alternatif perdagangan dimana para pemilik barang hanya menerima pesanan, lantas mengirim produknya lewat paket, tentu setelah pembayaran oleh sang parantara dari pembayaran pembeli.

Istilahnya mungkin mirip broker tanah. Perantara akan mendapatkan pesanan dan menerima uang untuk disetorkan. Tak lupa perantara harus menambahkan untung sedikit.

Ini merupakan sistem yang lazim dijalankan oleh pebisnis online masa kini. Dropship memberikan kemudahan bagi penjual online yang memiliki modal atau pun tidak. Mereka cuma akan menawarkan produk tersebut besar- besaran.

Saat pesanan datang, mereka akan meminta pembeli untuk membayar dimuka dulu. Ketika pesananan masuk dan uang telah diterima masuk, para penjual online meminta si pemilik barang mengirimkan ke alamat pembeli.

Pengemasan dan pengiriman dilakukan akan pemilik barang. Berbeda sedikit dari biasanya, Ia lebih memilih mengontrol kualitas barang sebelum dikirim ke alamat pembeli sendiri.

"Gimanapun semua barang harus transit dulu di rumah aku dulu. Setelah aku cek barang ini bagus, baru aku kirim ke alamat pembeli. Kalau barangnya jelek, aku kembalikan kesana. Jadi prosesnya ke supplier di luar negeri, ke rumah aku, baru ke alamat pembeli. Aku engga mau jualan barang jelek sampe mengecewakan pelanggan," tegasnya.

Meski terdengar beresiko baginya karena mungkin "tombok" tetap untung. Buktinya ini dijalankan oleh Farah dan baik- baik saja. Bermodal selain uang, Farah sendiri memiliki kemampuan untuk mengamati kualitas produk, serta paham akan kebutuhan pasarnya.

Belajar bisnis online


Tentunya bisnis miliknya punya resiko tinggi yaitu menyangkut kepercayaan. Ditambah, ia harus membayari pengiriman sendiri ke pembeli. Dia harus memastikan dulu agar produknya bagus atau dikirim kembali ke supplier. Farah juga harus memiliki kemampuan negosiasi tingkat tinggi.

Ia tidak hanya pandai berbisnis tetapi juga pandai bergaul. Tak hanya di dunia nyata, Farah pandai bergaul di dunia maya. Ia ingin tau bagaimana orang sukses berusaha. Farah aktif menggunakan akun Twitter nya (@farcee), iseng mencari tau timeline Twitter milik miliarder muda, Bong Chandra.

Dari timeline Twitter Bong Chandra, ia pun berkenalan dengan pengusaha muda seperti Putu Putrayasa, Nyoman Sukadana, Joe Hartanto, dan Citra Hafiz melalui Twitter. Setelah mencoba berkenalan dengan mereka, ia diperkenalkan kepada Jaya Setiabudi, Director of Young Entrepreneur Academy melalui Citra Hafiz.

Perkenalan singkatnya dengan Jaya Setiabudi memberikan pengalaman tersendiri. Dia mampu membuatnya terpukau akan semangat berbisnisnya sejak kecil. Jaya Setiabudi, sang pengarang buku best seller "The Power of Kepepet", akhirnya mau menjadi mentornya.

Farah pun semakin percaya diri dengan bisnisnya, dan bercita- cita berkuliah ke Eropa tanpa bantuan orang tua. Kini, dia mengeluarkan merek sepatunya sendiri yaitu "Farce". Dia juga berjualan secara online di Farceee Online Shop.

Farceee Online Shop merupakan toko online.Disana menjual barang- barang original dari luar negeri dan produknya sendiri.  Farah memiliki pengalaman berdagang dengan pemasok asal China, Inggris, Singapura, Vietnam, dan yang terakhir Thailand.

Berkat kerja kerasnya pula, ia mendapatkan banyak tawaran seminar menjadi pembicara serta tampil di berbagai majalah. Terkakhir, dia pernah diberi kesempatan menjadi event organizer pesta sweet seventen. Pengusaha muda yang sukses online shop berbekal dropship.

Menjadi Pengusaha Muda Dita Berbisnis Sampingan

Profil Pengusaha Aphrodita Wibowo


dita pengusaha muda boneka

Memiliki kreatifitas tinggi ingin menjadikan pengusaha. Ini kisah pengusaha muda bernama Aphrodita Wibowo. Dia tak menyangka bisnis sampingan berkembang pesat. Sejak kecil memang sudah suka kerajinan tangan. Pengusaha wanita kelahiran Rembang, Jawa Tengah, 1985 sudah lama berwirausaha.

Bisnis Rp.75 ribu kerajinan bermerek Cemprut diminati kaum hawa. Dita menawarkan kerajinan bonek yang lucu dan menggemaskan. Sejak masa kecil imajinasi Dita menciptakan karakter unik. Ia tidak menekuni bisnis ini awalnya.

"Sekedar sampingan membantu suami," tutur pengusaha wanita ini
 

Pengusaha Muda Sampingan

 
Ingin menjadi pengusaha tetapi sampingan. Dia suka membayangkan berbagai kerajinan tangan. Dita menjalankan ini sekedar hobi. Pindah ke Tangerang, berlanjut membuat sampai dibeli kerabat dan juga teman- teman.

Minat pasar terhadap merek Cemprut. Yaitu brand yang diambil dari nama masa kecilnya. Meyakini bahwa bisnis tersebut akan besar. Dita meminta ijin mengerjakan sepenuhnya kepada suami. Produk boneka warna- warni menabrak batasan dunia nyata.

Kita dibawah seolah datang ke dunia imajinasi. Pengusaha muda ini memanfaatkan mood dalam hal pembuatan. Kalau mood bagus bisa menghasilkan warna ceria. Hobi crafting tersembut ternyata bisa menghasilkan pendapatan tidak sedikit.

"Yang saya bikin adalah apa yang hati saya ingin bikin. Dan itu tergantung mood, hehehe," tuturnya kepada pewarta SWA.co.id

Tidak mengikuti keinginan pasar. Dita mampu menciptakan pasarnya sendiri. Untuk penjualan baru jual produk jadi. Belum memberi kesempatan made by order. Dita sendiri yang menentukan apa yang mau dibuat. Pengusaha wanita Dita memiliki fokus dan detail disetiap pembuatannya.

Sang suami juga ikut membantu urusan penjualan. Dari foto produk, proses pembuatan dan penjualan dilakukannya. Suami, Agung Nuzul Wibowo, sangat mendukung hobi istrinya yang menjadi bisnis ini. Produk dari boneka kaus kaki, syal bintang, tas denim, sarung bantal, dompet hingga masker.

Dita kecil memang punya hobi membuat kerajinan. Crafting diturunkan oleh kedua orang tuanya ke dia. Jadi setelah menikah dia semakin bersemangat. Hobi yang dulu terbengkalai, kini tersalurkan hingga jadi bisnis serius karena dukungan suami.

Suami Dita mengatakan dirinya bukan tipikal wanita kantoran. Ia kemudian menyalurkan energi ke crafting. Dimulai pertama memang berat, tetapi kelanjutnya terasa menyenangkan sekali. Dia belajar sendiri otodidak karejinan Cempluk sekarang ini.

Dari belajar membuat crafting kemudian dijual. Modalnya diputar sampai ahli seperti sekarang. Jadi bisnis serius karena respon pasar bagus. Untuk omzet sendiri Dita enggan menyebut. Kata pengusaha muda ini soal untung berapa relatif.

Harga produk antara Rp34- 350 ribu, menawarkan konsep "adopsi" di setiap boneka. Adanya konsep "lahiran" dan "adopsi" memberi branding tersendiri. Daya tarik dibalik marketing dan branding diluar bisnis konvensional.

Setiap produk milik pembeli sendiri. Tidak ada yang menyamai bentuk dan tema. Produk miliknya itu dipersonalia seolah hidup. Melalui fanspage Facebook Cemprut Indie Craft menanjak. Tidak cuma aktif marketing di sosmed, produk Cemprut juga diikutkan aneka pameran kerajinan wirausaha.

Menjadi Pengusaha Serius


Salah satu event diikuti yaitu Crafty Days, di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung. Dita mengusung tema rock n roll kala itu. Aneka boneka plushie berkarakter tokoh Elvis Presley, Kurt Kobain, Jimi Hendrix, dan The Beatles.

Produk tote bag, ada lirik dari The S.I.G.I.T, John Lennon, hingga Red Hot Chili Paper. Jika Dita aktif mengerjakan aneka produk. Maka suaminya fokus menjadi pembicara strategi bisnis. Melalui dunia maya produknya tidak sepi peminat.

Baginya bisnis online menjanjikan. Pengusaha wanita ini menyebut hemat biaya, waktu, dan tempat karena dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Dita dibantu tiga orang tetangganya membuat aneka produk ini. Pengusaha muda ini menyebut mengikuti hobi bisa menghasilkan setimpal.

Tidak berhenti berjualan di lokal. Dia berencana membuka akun Etsy. Termasuk mengikuti craft day internasional. Dita menyebut nama Renegade Craft Handmade, ajang internasional untuk Camprut targetkan.

Menjadi pengusaha peran suami menjadi pendorong berkarya. Agung bahkan rela keluar pekerjaan untuk membantu marketing. Setiap produk dimarketing layaknya anak sendiri. Lahiran Cemprut satu bulan lahir dua kali dan dibagikan ke sosial media.

Nama Paijo, Marmoyo, Sukarto, dan lain- lain, akan lucu kamu dengar dari produk Cempurt. Itulah perbedaan Cemprut dibanding produk sejenis. Selain jualan adapula workshop yang mungkin kamu bisa ikuti. Karena merupakan jenis kerajinan makanya produk ini tidak dibuat masal.

17 Fashion Blogger Terkenal di Indonesia

Artikel Bisnis: Inspirasi Fashion Blogger Wanita

 
 
fashion blogger sukses
 
Kenalan yuk, 17 fashion blogger terkenal Indonesia, dunia fashion tidak sekedar tentang berjalan di atas catwalk. Tidak mengenai melenggang dengan baju rancangan desainer ternama. Tidak pula tentang para model yang tinggi semampai. Ada juga profesi lain yang ternyata juga berkaitan dengan dunia fashion. 
 
Ada juga profesi lain seperti fashion stylist, fashion critics, sampe fashion journalist yang melengkapi industri yang menghasilkan miliaran dolar ini.

Salah satu profesi lain di industri fashion yang sedang naik daun adalah Fashion Blogger, yaitu mereka yang ngeblog khusus membahas tema tentang fashion. Sejak internet makin berjaya, aktivitas blogging juga makin populer. 
 

Fashion Blogger

 
Banyak orang jadi terkenal gara- gara blog saja. Atau coba saja tengok berbagai buku- buku best seller. Memang tidak semua, tapi beberapa diantaranya berawal dari tulisan di sebuah blog.

Tidak sedikit para pecinta fashion menuangkan idenya diatas sebuah blog. Mereka tidak harus pasti seorang desainer tapi mereka mengerti, bereksperi dan berkreasi dengan cita rasa mereka sendiri. Fashion blogger juga menjadi fenomena tidak hanya di Indonesia. 
 
Usut punya usut negara Swedia menjadi yang banyak untuk urusan fashion blog. Kita akan bahas nanti.

Sekarang fokus kita adalah mereka fashion blogger asli Indonesia dan lewat blog nama mereka dikenal sekarang, mereka adalah:

Salah satunya, Diana Rika Sari yang ngeblog di "Hot Chocolate & Mint". Ibu muda ini aktif ngeblog sejak tahun 2007 dan disebut sebagai trendsetter fashion blogger Indonesia. 
 
Ia pernah mendapatkan penghargaan "International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Awards British Council 2012" atas prestasinya melalui terobosan e-commerce untuk merek sepatunya UP!, yang manfaatkan media digital dan internet.

Diana mulai ngeblog karena memang suka menulis dan juga fotografi, walau awalnya blog-nya tidak melulu fokus membahas fashion aja. Mix and match fashion dan aksesoris di blog Diana terbilang unik dan nyentrik. Tapi justru ini yang disuka sama followernya. 
 
Buat mereka, Diana jadi semacam inspirator kalo sebenernya dunia fashion itu tidak ada patokannya, apapun bisa dikombinasikan walau warnanya ngejreng dan nabrak-nabrak.

Lain lagi remaja 15 tahun, Evita Nuh, dia telah menjadi fashion blogger sejak usianya masih 9 tahun. Alasannya kala itu pakaian buat anak seusianya waktu itu kebanyakan masih terlalu kanak-kanak atau bahkan terlalu dewasa untuknya. 
 
Akhirnya Evita memilih untuk bereksperimen buat mix and match pakaian dan aksesorisnya, terus diposting di blognya, "The Creme de La Crop". Perpaduan warna dan gaya pakaiannya yang tidak terlalu kanak- kanak juga tidak terlalu dewasa itu malah terkesan fun dan kelihatan jadi refleksi kepribadian Evita. 
 
Evita sudah sering masuk majalah atau website luar negeri, dan kalau ada yang nyebut "Evita Nuh from Indonesia" itu membuatnya bangga sekali. Evita juga sukses masuk 10 blogger muda paling punya pengaruh versi Babble.

Indah Nada Puspita, Fashion Blogger Indonesia asal Balikpapan yang kini menetap di Jerman. Pengagum Anna Dello Russo ini masuk di jejeran 5 fashion blogger Indonesia yang punya pengaruh di dunia. 
 
Dari blog Nada, banyak orang terinspirasi buat meniru gaya busana hijab yang khas dengan berbagai macam model scarf dan turban. Nggak jarang Nada juga mix and match hijab sama berbagai macem aksesoris kayak anting panjang juga mahkota bunga. 
 
Kelihatan aneh? Enggak juga, malah yang beda gini yang disuka sama banyak orang. Penasaran sama blognya? Mampir aja ke “Fashion in Wonderland”.

Salah satu fashion blogger Indonesia yang juga desine ada adalaha Dian Pelangi (DP), yang melejit lewat  kain jumputan pelanginya. Saking terkenalnyanya, banyak orang yang bikin versi KW baju yang dia jual. 
 
Belum 5 tahun terjun di dunia fashion, udah segudang prestasi yang ia raih. Salah satunya jadi 1 diantara 12 desiner dunia yang berkesempatan memamerkan hasil rancangan pada ajang Haute Arabia High tea 2014 di London.

Ia pun membawa kain songket sebagai kain tradisional Indonesia untuk dikenalkan di gelaran tersebut.

DP biasa posting gaya fashionnya di "Brain Beauty Belief". Belakangan fashion blogger, terlebih di Indonesia, makin dihargai eksistensinya. Bahkan fashion blogger udah jadi sebuah profesi yang keren, terutama buat kalangan anak muda. 
 
Segudang prestasi diraihnya, mulai dari masuk di berbagai media (cetak dan online) nasional maupun internasional, pembicara diberbagai acara fashion dalam dan luar negeri, sampai didaulat untuk menjadi kontributor ajang fashion show kelas dunia kayak New York Fashion Week kayak Sonia Eryka, empunya "A Diary of THE RIOTOUS BELLE".

Selain membawa harum nama Indonesia, mereka juga jadi trendsetter yang berpengaruh buat perkembangan fashion, setidaknya di negeri sendiri. Padahal awalnya mereka bukan siapa-siapa, cuma gadis- gadis dan wanita yang suka fashion, dan mau berbuat sesuatu sesuai kesukaan dan kebisaan mereka masing-masing. 
 
Satu kolaborasi unik antara passion, fashion, sama blog ini akhirnya juga mendatangkan berbagai peluang dan prestasi untuk mereka yang menggelutinya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba