9 Pengusaha Muda Terbaik Indonesia Mendunia

8. Malariantikan Yulianggi Umur 19 tahun Company: Shoyu Pia Cake Ketika ia tengah mencari produk tentang produk lokal. Dia menemukan singkong di anak tirikan. Tapi satu kenyataan, Malarianti menemukan bahwa masih ada beberapa orang menikmatinya. Tapi tidak semua orang menyenanginya. Jadi dia mulai membuat produk modern Shoyu Pia Cake. Dari cuma punya enam pegawai di awal, sekarang, dia bisa memiliki lebih dan lebih banyak lagi pelanggan.

Biografi Mualaf Cantik Pengusaha Batik Trusmi

"Semua pengusaha punya jatah gagal," optimisnya.

20 Wirausaha Muda Mandiri 2015

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa 1. Juara 1: Gita Adinda Nasution (Kolagit -obat diabetes dan komplikasinya) 2. Juara 2: M Zulqarnain A R (Iwearzule -custom clothing) Untuk kategori boga 1. Juara 1: Filsa Budi Ambia (Peyek Kepiting -jajanan peyek daging kepiting) 2. Juara 2: Martalinda Basuki (UD Klasik -minuman coklat murni)

Profil Dea Valencia Pengusaha Batik Kultur

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

17 Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes

Retail and Ecommerce 1. Carline Darjanto, 28 tahun, Entrepreneur 2. Merrie Elizabeth, 28 tahun, CEO dan Creative Director Blobar Salon 3. Yasa Paramita Singgih, 20 tahun, Pendiri dan President Men's Republic 4. Ferry Unardi, 28 tahun, salah satu pendiri dan CEO Traveloka

Tampilkan postingan dengan label Pengusaha muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha muda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2019

Tampang Boyolali Pilpres Pengusaha Muda Sukses

Profil Pengusaha Julius Kirana


pengusaha tampang boyolali
 
Tampang Boyolali Pilpres dijadikan pengusaha muda kesempatan. Sebagai warga Boyolali, Julius Kirana menanggapi berbeda. Ia memilih membuat itu menjadi trobosan bisnis. Julius Kirana bukan orang baru di dunia wirausaha. Pengusaha muda yang dikenal berbisnis cetak digital, Cipta Warna Digital Printing

Dia menanggapi pristiwa yang sempat viral tersebut santai. Julius malah membuat kaos dengan tag line "Tampang Boyolali". Dengan ilustrasi yang berpesan positif bagi kita semua. Pembeli pun tidak hanya warga Boyolali. Melalui Instagram kaosnya menjadi viral dan mendapatkan banyak pesanan.

Kekecewaan warga Boyolali terasa betul olehnya. Ia menangkap itu bisa menjadi peluang bisnis unik. Kaos buatannya yang menunjukan bahwa Boyolali itu indah. Julius juga menujukan ilustrasi bahwa "Tampang Boyolali" keren, cukup untuk masuk hotel. Respon masyarakat akan kaosnya itu sendiri positif.

Bisnis Beresiko


Bukan tanpa resiko Julius membuat produknya tersebut. Bayangkan dibawa- bawa ranah politik akan menghantui. Namun ia menyiasatinya dengan bijak dalam mendesain. Kaosnya "Tampang Boyolali" tidak mengandung unsur politik. Semuanya dibuat sewajarnya, tujuannya untuk menujukan kelebihan orang Boyolali.

"Emang kudu harus membaca pasar," ujar pengusaha muda ini.

Dia menjual kaosnya di Instagram berakun @ciptawarnadigitalprinting. Julius menujukan tiga desain yang dibuatnya. Tidak ada kata- kata atau ilustrai profokatif dalam kaosnya. Satu desainya berisi gambar ikonik kota Boyolal, yaitu Sapi Ndekem, Monumen Susu Murni dan Tumpeng Merapi jadi satu.

Kaos berikutnya bergambar pria tampan dengan brewok. Dibawahnya ada tulisan tampang Boyolali sebagai petunjuk. Ini dimaksudkan untuk menunjukan bahwa orang Boyolali keren. Satunya lagi tidak bergambar hanya sekedar hastag.

Ia menjual kaosnya cepat- cepat keburu hilang momentum. Alhasil Cipa Warna jadi kwalahan untuk memenuhi pesanan. Sampai bahan kaosnya saja habis tidak bersisa stok. Tidak kurang empat lusin dipesan satu orang. Belum lagi yang menunggu antrian untuk dibuatkan, masih berlusin- lusin siap diantarkan.

Harga kaosnya dibuat antara kisaran Rp.90.000- 100.000. Kalau orang mau pesanan khusus bisa ia lakukan. Tetapi harganya menjadi lebih mahal karena makin rumit. Ukuran kaosnya dari XS- XXL cocok untuk pria dan wanita.

Senin, 03 Juni 2019

Pemilik Haluu Instagram Pengusaha Dio Santoso

Profil Pengusaha Dio Santoso


siapa pemilik haluu world
 
Siapa pemilik Haluu Instagram yang sedang ngehits. Nama Instagram dan Haluu seolah menjadi satu kesatuan. Usaha ini dirintis oleh perusahaan bernama PT. Dreamscape Indonesia. Apa sih konsep dari bisnis Haluu World ini, adalah sebuah eksibisi yang Intagrammable buat anak muda, untuk berselfi- selfi ria.

Mereka menawarkan spot kece untuk dijadikan penghias timeline. Salah satu pendirinya Dio Santoso bukanlah orang baru dalam entrepreneurship. Pengusaha muda ini mengaku tengah menyiapkan konsep baru. Ia bersama tim nya tengan mengembangkan Baluu by Haluu, sebuah instalasi bertema balon.

Konsep ini dianggapa akan menggugah jiwa anak- anak kita. Alhasil keceriaan yang dibawah oleh Haluu World semakin terasa. Menurut pengusaha Dio Santoso, co- founder Haluu World, menyebut konsep balon merupakan wujud. Bahwa setiap orang ingin bahagia, seperti anak kecil yang menerima balon.

Mereka juga akan menawarkan konsep foto- foto lucu. Itu akan mengajak pengunjung eksibisi untuk merasa bernostalgia. Jika kamu belum tau apa itu Haluu World, itu adalah wahana rekseasi kreatif yang menyasar pengguna sosmed. Berapa harta tiket Haluu World yaitu 100 ribu hari biasa, dan 150 weekend.

Pengalaman Entrepreneurship Haluu


Dio Santoso bukan lah orang baru dalam dunia entrepreneurship. Ia dikenal lewat bisnis keteringnya yang terkenal. Bisnisnya menitik beratkan pada gaya hidup sehat anak muda. Semua itu berdasarkan pengalaman pribadi Dio sendiri. Ia pernah menurunkan berat badan setenganya 132 kg, dan bertekat berbagi.

Menjadi pengusaha muda mengajak orang hidup sehat. "Sejak remaja saya cenderung untuk gemuk, titik terparahnya ketika masa akhir kuliah, bobot saya pernah mencapai satu kuintal," terangnya.

Walaupun dia sudah olah raga keras, malah hanya rasa lelah, hilang fokus, walau berat turun. Itu ternyata karena faktor makanan. Dio sendiri tidak memilih diet ketat mengurami makan. Pengalaman ibu yang sakit tifus karena diet menghantui. Alhasil berat badannya berhenti turun dan lebih gampang naik.

Berkat browsing internet ditambah bertanya ke dokter. Dio menemukan pola makannya salah, dan tidak sehat. Menurutnya turun berat badan harus seimbang hidup sehat, diet, dan olah raga. Paling berat ialah mengatur pola makan sehat. Kalau sekedar diet menghilangkan jenis makanan saja tidak cukup.

Maka sehat ditambah pola olah raga yang teratur. Bertahap itu mampu membuatnya lebih baik dan segar. Hasilnya positif pada perubahan tubuhnya yang bertahap. Hasilnya menakjubkan bertahap tetapi konsisten. Dari orang tua, teman, dan orang- orang penasaran caranya menurunkan berat badan.

"Saya jawab apa adanya, merubah pola makan menjadi lebih sehat," ujarnya, yang kemudian diminta menyebutkan resepnya.

Banyak orang mengira bahwa itu karena obat atau susu diet. Padahal ia makan seperti manusia normal tetapi lebih sehat. Inilah yang mendorongnya membuka usaha katering sehat. Orang terdekat mendorongnya menjadi pengusaha muda. Tetapi ia tidak berani sendiri, maka diajak dua orang temannya.

Pengusaha Muda Mandiri


Ia lantas mengajak berbisnis Kevin Pudjiadi dan Andre Tanuwijaya. Keduanya juga pernah mendapat bimbinga Dio. Ketiganya sepakat bertiga untuk berbisnis katering sehat. Brand Leafwell didirikan dengan marketing tester. Usahanya dimulai 2014 dengan masalah utama mengedukasi apa makanan sehat.

Orang masih beranggapan sehat berarti daun- daunan. Tetapi orang juga banyak antipati karena selera rasa. Inilah yang dikembangkan LeafWell yang fokus pada rasa. Jangan biarkan orang yang mau sehat makan- makanan hambar. LeafWell sendiri merujuk pada "Live Well", yang berarti hidup lebih baik.

Untuk yang pertama mereka menarget pegawai kantoran. Mereka dianggap tidak memiliki waktu dan cukup ruang. Alhasil para pegawai terkadang makan seadanya karena rutinitas. LeafWell mulai marketing menggunakan sosmed. Banyak iklan online mereka gagal, tapi tidak seditik yang mulai coba- coba.

Proses edukasi dilakukan terus sampai dipercaya. Kebanyakan orang belum yakin akan keberhasilan cara ini. Mindset untuk cepat kurus masih banyak tertanam di benaknya. Mereka menerapkan sistem berlangganan mingguan. Dua paket mingguanya bahkan menyangkut satu minggu penuh, diluar jam kerja.

Proses pemasakan, pengemasan, dan delivery dilakukan sendiri. Mereka sendirian megirim ke rumah pelanggan. "Demi efisiensi dan juga menjaga kualitas makanan. Mau panas, hujan, atau banjir, kami tetap jalan," ujarnya. Awal- awal mereka berbisnis sendiri, dan semua dilakukan mereka bertiga tanpa pegawai.

Mereka menerapkan 2000 kalori untuk sarapan penuh. Setiap hidangan mengandung 450- 650 kalori, dan paket makanan sudah disesuaikan riwayat kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas maka mereka mengangkat tim dapur. Mereka merancang makanan yang disiapkan khusus, porsi kecil tetapi tekstur lembut.

Pokoknya Leafwell profesional mendukung penurunan berat badan. Dio meyakinkan berat badan bisa turun 1- 3 kg per- minggu. Di awal 2016, Dio menjadikan LifeWell sebagai perusahaan perseroan terbatas (PT), dan mulai mempekerjakan chef sehat. Mereka menawarkan makanan sehat tetapi harga rasional.

Sebagai pengusaha muda mandiri selalu berinovasi terus. Salah satunya LifeWell meluncurkan gerai fisik bernama BerryWell dan FeedWell. Mereka lalu menjual aneka makanan dan minuman sehat di Jakarta. Mereka dengan satu wadah bisnis yang sama, kemudian meluncurkan bisnis tempat foto ngehits.

Inilah pemilik Haluu Intagram pengusaha Dio Santoso. Dengan bisnisnya menawarkan konsep hidup sehat dan gembira. Baik LifeWell atau Haluu World menawarkan bisnis tidak biasa. Ke depan ia juga mengembangkan usaha co- working space, yang berkonsep kolaborasi meyuguhkan makanan dan minuman.

Bisnis co- working space ini akan diberinya nama Collabspace. Targetnya perusahaan yang butuh menerapkan prinsip milenial. Konsep co- working space sudah sangat dikenal untuk meningkatkan produktifitas. "Seluruh unit usaha kami dirancang sebagai penyeimbang hidup di era moden yang sibuk".

Minggu, 02 Juni 2019

Berwirausaha Travel Inovasi Hadi Kurniawan

Profil Pengusaha Hadi Kurniawan


pengusaha muda travel
 
Untuk berwirausaha travel dibutuhkan inovasi berkelanjutan. Menguasai bisnis traveling sudah tidak hanya sebatas manusia. Memberangkatkan manusia sudah bukan fokus pengusaha Hadi Kurniawan. Pemuda yang merupakan CEO perusahaanya sendiri, CV. Konsep Global Media, kini menawarkan perjalanan interaktif.

Ia tidak sekedar mengajak kita traveling. Tetapi juga mengajak kita mengenali kebudayaan. KONSEP mencoba menawarkan wisata kebudayaan. Hadi sendiri termasuk penikmat seni, sekaligus suka untuk bertraveling nyentrik. Dibanding hanya sekedar jalan- jalan belanja, KONSEP mencoba menawarkan pengalaman.

Perusahaan KONSEP menawarkan pengalaman tersendiri. Tujuan wisata yang belum pernah kita jelajahi sebelumnya. Maka jangan bayangkan perjalanan wisata sekedarnya di sini. Dia juga aktif mengajak anak muda yang tertarik di kesenian. Menurutnya menunjuka budaya lebih dari sekedar traveling.

Wirausaha Travel Harus Berbeda

Bagi kamu yang berminat berwirausaha travel perhatikan. Pengusaha muda ini memberikan beberapa tips yang dibutuhkan. Pertama ialah harus memilik passion dahulu dengan traveling. Bukan sekedar jalan- jalan tetapi menikmati alam dan budaya. Alhasil kamu akan menguasai spot- spot mana yang unggulan.

Kita tidak sekedar menawarkan perjalanan ke sebuah negara. Tetapi apa saja yang dimiliki negara tersebut. Contohnya pengalaman membuat batik dibanding membelinya. Hadi sendiri tidak juga cuek akan harga paketnya. Dibituhkan perhitungan juga perhitungan yang mata, mulai dari biaya layanan dan fasilitas.

Harga semakin mahal jika jarak jauh dibanding yang dekat. Itu prinsip kedua yang anda harus ketahui sekarang. Ketiganya ialah anda harus mengetahui perihal kebudayaan. Ini nilai tambah yang kamu bisa miliki. Pengusaha muda menurutnya adalah sosok yang penuh inovasi. Hadi bahkan menyiapkan aplikasi khusus.

Dalam sekali event diselenggarakan KONSEP memiliki bebeapa hal. Seperti petunjukan tari- tari daerah yang menarik. Ia mencari mana spot- spot yang interaktif dengan pengunjung. Bayangkan dia mampu menyelenggarakan event 100 talent. Sekali event KONSEP mampu menggaet 300- 400 wisatawan.

Sebagai pengusaha muda travel tentu tidak mudah. Memegang ratusan orang membutuhkan banyak kerja tim. Namun apabila telah selesai menimbulkan perasaan luar biasa. Wirausaha tidak sekedar mencari keuntungan semata. Dari bisnisnya ini Hadi Kurniawan mampu menghasilkan jutaan rupiah perbulan.

Perjalanan bisnis Hadi dimulai ketika masih berkuliah. Bermula dari pekerjaan meramaikan acara di sebuah hotel bintang lima. Ia mulai mengemas usahanya seolah seperti EO. Menggabungkan antara travel dan Event Organizer adalah baru. Hadi mengatasi pekerjaan tersebut dengan cerdik melalui koneksi.

Dia mengajak beberapa temannya yang jago kesenian. Utamanya mereka yang memiliki kecakapan di tari tradisional. Untuk menggaet banyak pengunjung dibutuhkan strategi marketing. Awalnya Hadi hanya menawarkan konsep door to door. Dengan dukungan tari tradisional acara tersebut akhirnya berhasil.

Sukses Muda Wirausaha  Travel


Hadi tidak gengsi untuk membagikan bisnis ke setiap rumah. Hasilnya dapat dilihat event pertamanya mendulang sukses. Inilah cikal bakal bisnis dan brand KONSEP ke depannya. Pertama yang kamu perlu ketahui sebagai wirausaha travel. Janganlah mencari keuntungan dulu, tatpi eksplor kebutuhan traveler masa depan.

Ia mampu melihat kelebihan yang tidak dimiliki travel lain. Tidak hanya menggaet tim kerja yang paham traveling. Mereka juga lulusan atau pecinta seni dan budaya. Modal awal bisnis travel Hadi adalah 11 juta. Itu digunakan untuk mengurusi administrasi, kerja sama dengan hotel, tiket pesawat dan kendaraan.

Pengusaha muda ini percaya diri mengedepankan seni dan budaya. Tidak hanya sebatas keindahan alam yang dituju. Prinsip bisnis travel miliknya adalah "Tour & Education". Dengan kemajuan jaman ia juga berinovasi. Dia lalu meluncurkan Le Pad, konsep barang bawaan yang mudah dibawa karena dilipat.

Membangun bisnis berkonsep seni pariwisata butuh pengetahuan. Bukan sekedar passion untuk pergi traveling. Mencari tim kerja yang memiliki pemikiran sama tidak mudah. Sekalinya menerima orang baru, malah tidak pernah traveling sama sekali. Hasilnya tim kerja yang dibentuk tidak memiliki semangat.

Inilah tips sukses wirausaha travel yang perlu kamu tau. Utamakan mereka yang suka berwisata kalau bisa yang terbiasa ke tempat ekstrim. Ini menurutnya lebih berat dibanding pengalaman kerja. Karena itu akan mempengaruhi solidnya sebuah tim. Mereka sebagai tim harus menjalankan setiap visi dan misi.

Apa visi dan misi perusahaan miliknya tersebut. Singkatnya terdapat pada slogan perusahaan, yakni "sesudah pulang, pergi lagi". KONSEP menawarkan pengalaman yang menyenangkan. Bahkan akan membuat kita berulang- ulang traveling.

"Kami tidak hanya mengutamakan profit saja, tetapi memberikan dampak luas kepada masyarakat luas," ujar pengusah muda ini.

Berbisnis merupakan mencari solusi akan permasalahan. Tidak hanya sekedar mengunjungi destinasi baru. Selain untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Kita harus berani untuk berinisiatif memajukan daerah itu. Galilah kelebihan sebuah destinasi wisata, dan mulai beri nilai tambah pada tempat itu.

Tips wirausahawan muda yang ingin merintis. Terutama mereka yang masih berkuliah, Hadi memberi saran menyelesaikan pendidikan dahulu. Pengusaha sukses tanpa berkuliah belum budaya Indonesia. Itu pilihan sulit kuliah atau menjawab telephon costumer. Tetapi kamu pasti bisa untuk mengatasinya sendiri.

Selasa, 21 Mei 2019

Biografi Saptuari Kedai Digital Jogja BisnisWaralaba

Profil Pengusaha Saptuari Sigiharto


pengusaha saptuari

Sedikit biografi Saptuari Sigiharto, pemilik bisnis Kedai Digital Jogja, yang tak menyangka kalau usahnya sukses. Menjadi pengusaha tahan banting berbuah manis bisnisnya melejit. Dia adalah sosok pengusaha muda asal kota Yogyakarta. Kiprahnya sebagai pengusaha telah diakui sebagai runner- up wirausahawan mandiri 2007.

Dia melalui bisnis kedai digital berhasil menjadi waralaba populer. Konsepnya mudah, Kedai Digital, nama perusahaanya, menjual berbagai hasil digital berbentuk aksesoris. Dia merupakan tipe pekerja keras, ulet, dan tahan banting. Terbukti dari sekian bisnisnya, dia tetap fokus meski gagal itu sering terjadi.

Dalam biografi Saptuari, menjelaskan agresip bisnisnya dimulai sejak berkuliah di UGM, berbisnis untuk membiayai kuliah. Berbagai usaha dan pekerjaan pernah dilakukanya. Semua itu hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari. Dari bekerja di perusahaan rokok, event organizer, radio swasta, hingga perusahaan komunikasi.

Siapa Saptuari Pengusaha Kedai Digital


Ia lalu banting stir membuat usahanya sendiri. Menjadi pengusaha, Saptuari menjelankan bisnis ayam kampung dan stiker, nah, yang terakhir lah yang membawanya sukses. Alasan gagal bisnis ayam karena keuntungan yang tak sejalan dengan modal dikeluarkannya. Setiap kegagal menjadi motivasi bagi Saptuari, membuatnya semakin ngotot bekerja.
 
Suatu hari, Saptuari menumakan ide bisnis baru, ketika itu melihat ibu- ibu berebut marchandise bergambar.  Apa itu? Ya bisnis aneka marchandise bergambar artis selebritis, padahal hal- hal semacam itu bisa dibuat sendiri. Pengalaman tersebut memberikan ide untuknya, deda dengan bisnis sebelumnya bisnis ini lebih sederhana.

Dia kesana- kesini mencari tau, lalu mempraktikan bisnis unik ini, yaitu bisnis cetak digital pribadi. Konsepnya membuat produk marchandise yang bisa dipesan secara khusus. Modalnya hanya 28 juta tergolong minim dibanding bisnis sebelumnya. Sapturai kemudian nekat membuka toko sendiri di Jl. Cendrawasih 3C Demangan Baru.

Bisnisya resmi bernama "Kedai Digital" bertempat di toko kecil berukuran 2x7 meter. Awalnya Kedai Digital hanya membuat aneka gantungan kunci saja, dibantu oleh tiga karyawan Kedai Digital merambah bisnis lain; seperti membuat gantungan kunci, t-shirt, pin, jam, mouse pad, poster, keramik, dan terakhir baner.

Respon bisnis barunya dibilang bagus. Ternyata masyarakat menyukai produk- produk miliknya. Tiap tahun omset Kedai Digital semakin meningkat. Usaha yang sebelumnya hanya dibantu tiga orang mendadak berubah jadi 150 karyawan. Merek tersebar di 40 cabang berbeda tersebar di berbagai kota.

Rata- rata pegawainya mereka mahasiswa, karena ingin menghilangkan konotasi negatif. Mereka yang dikenal tukang demo dan tawuran ini akan labih baik berbisnsi. Dengan usaha keras, pemuda 30 tahun ini menggunakan model franchise atau waralaba. Ia telah menjalankan bisnisnya selama lima tahun, hingga beromset miliaran.

Baginya mencoba sesuatu yang baru ditambah ketekunan membuahkan hasil. Dia pandai mengambil pangsa pasar anak muda mencoba membentuk karakter pengusaha sukses.

Minggu, 19 Mei 2019

Biografi Purdi E Chandra Pemilik Primagama Jaya

  Biografi Primagama Purdi E Chandra

  
biografi purdi e chandra

Menelisik biografi Purdi E Chandra pemilik Primagama. Siapa yang tak kenal pengusaha kelahiran Lampung, 9 September 1959 ini, yang terkenal akan usahanya. Sosok pebisnis non- konvensional. Pasalnya dia bukanlah lulusan Sarjana bukan orang kaya. Purdi sudah mencari uang sendiri sejak muda.

Dalam biografinya ia suka berbisnis semenjak kecil, bahkan semenjak duduk di bangku SMP.  Bisnis- bisnisnya meliputi usaha beternak bebek dan ayam, dan menjual telurnya ke pasar. Sosoknya yang dikenal karena perjalanan bisnis, pendidikan, dan kegagalan. Pengusaha yang sering membagikan ilmu secara gratis.

Purdi rajin membagikan tips menjadi pengusaha agar mengambil resiko. Terlahir dari keluarga tidak mampu membuatnya selalu berpikir jauh kedepan. Purdi memang merupakan sosok pekerja keras, mudah bergaul, serta cerdas. Jujur jika dia mau mungkin kelak akan menjadi pegawai idaman, tetapi tidak.

Pengusaha Cerdas Tanpa Gelar Sarjana


Kecerdasan terbukti selama membangun bisnisnya tetap berkuliah. Purdi tercatat sebagai mahasiswa 4 fakultas sekaligus di dua perguruan tinggi berbeda. Namun jiwanya merasa tidak mendapatkan apa- apa, dia memilih untuk menjadi pengusaha, dan memilih keluar dari kampus.

Bisnis serius Purdi ialah lembaga pendidikan, yang dikerjakan jauh sebelum berkuliah. Dia bersama beberapa teman mendirikan bisnis Lembaga Test Primagama. Purdi yang juga mahasiswa di UGM, Yogyakarta, telah menciptakan sistem solid. Primagama fokus menawarkan cara masuk ke kampus bergengsi.

Purdi mencoba membantu calon mahasiswa baru agar bisa masuk perguruan tinggi negeri. Dengan modal hanya Rp.300 ribu, mereka resmi mendirikan Primagama di 10 Maret 1982, di Yogyakarta.  

"Di universitas entrepreneur, tidak ada nilai, tidak sertifikat, atau title," ucapnya lagi. Purdi selalu menegaskan prinsip itu. Ayahnya, Mujiyono dan ibunya, Siti Wasingah sendiri yang selalu mensuport keinginan anaknya untuk mandiri.

Purdi berangkat merantau mencoba melihat kelemahan sendiri. Bertahap kelemahan diperbaikinya, dia mengaku kini telah tahan banting. Ia meyakini bahwa entrepreneur merupakan jalan lain. Tidak harus mengikuti aktivitas monoton perkuliahan.  Bisnisnya unik ketika ia sendiri tidak menyelesaikan pendidikan.

Ia memulai dari menyewa ruang kecil dan disekat menjadi dua. Murid pertama hanya dua orang yaitu tetangganya sendiri. Biaya les hanya Rp.50 ribu untuk dua bulan. Kalau tidak ada les, maka Primagama akan mengembalikan uangnya. Dua tahun kemudian Primagama mulai dikenal tumbuh pesat.

Bisnis Primagama Besar


Kunci bisnisnya yaitu melihat tingginya antusias siswa SMA, terutama mereka yang ingin masuk perguruan tinggi negeri ternama. Biografi Purdi E Chandra ialah berbekal pengalaman masuk UGM dulu. Itu berubah menjadi ide cemerlang, berbekal pengalaman masuk UGM, dia dan temannya fokus memecahkan soal- soal masuk perguruan tinggi.

Semenjak kesuksesan itu, nama Primagama mulai banyak ditiru, ia pun membutuhkan inovasi baru untuk bertahan di bisnis bimbel.  Maka dibuatlah slogan "Ikut Primagama pasti masuk perguruan tinggi, atau uang akan kembali." Kemudian Purdi mencari anak- anak cerdas di bidangnya, kemudian dijadikan pengajar.

Fokusnya memastikan 90% bisa masuk perguruan tinggi negeri. Usaha Primagama jatuh bangun, dari satu otlet menjadi 200 oulet di 106 kota. Pendapatanya kini telah mencapai 70 miliar loh. Selain itu Purdi juga membuka peluang bisnis sejenis menjamur. Primagama jadi pelopor bisnis bimbel kini menjadi holding, atau perusahaan induk.

Sekarang mereka mebawahi 20 perusahaan berbeda bergerak diberbagai bidang; pendidikan formal, pendidikan non-formal, telekomunikasi, biro perjalanan, rumah makan, supermarket, asuransi, lapangan golf dan lain sebagainya. Ia juga disibukan oleh kegiatan berorganisasi sekaligus sebagai pimpinan perusahaan.

Purdi sendiri aktif menjadi ketua Perhimpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Yogya dan pengurus Kamar Dagang Industri Daerah (KADINDA). Selain itu Purdi tercatat sebagai anggota MPR RI utusan daerah DIY. Purdi lalu mendirikan Entrepreneur University (EU) yang hanya memakan waktu enam bulan dan kuliah dua minggu.

PT. Primagama Bimbingan Belajar memiliki 694 cabang, sebagian besar merupakan konsep waralaba. Hari Nuryanto, selaku Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis, mengatakan cabang Primagama sudah ada di 255 kabupaten kota. Dengan rincian beberapa merupakan waralaba dengan masa kontrak 5 tahun.

Ia mengatakan Primagama beridiri sejak 1982, mulai diwaralaba di 2001. Dia mengatakan total tiap cabang Primagama mampu menampung 200.000 murid.

Minggu, 10 Maret 2019

Putus Cinta Cari Pelarian Wirausaha Mc Crowny

Profil Pengusaha Dimas Raditya


pengusaha muda makaroni
 
Setiap pengusaha memiliki titik puncaknya kapanpun. Contoh ketika putus cinta pelarian wirausaha saja. Inilah kisah Dimas Raditya sukses Mc Crowny siapa duga. Setelah diputuskan sang pacar, ia yang sudah memiliki rencana wirausaha langsung tancap gas.

Bermodal cuma Rp.500 ribu dirinya nekat memulai. Aneka peralatan diberli untuk memulai usaha makaroni. Memang usaha makaroni tengah naik daun ditengah masyarakat. Dan kesuksesan ternyata muncul seketika tidak bisa diprediksi. Hobinya ngemil kini malah membawa berkah tersendiri dari sini.

Pengusaha Muda Makaroni


Menggabungkan dua perasaan emosional yang berbeda satu waktu. Ia mengakui memang sial dalam urusan percintaan. Tetapi menjadi dorongan kuat untuknya berwirausaha. Pengusaha muda ini tak menjelaskan langsung kenapa dia putus.

Apakah Dimas itu diputuskan karena tidak memiliki penghasilan. Apakah putus cinta cari pelarian wirausaha demi penghasilan. Namun, faktanya Dimas memiliki passion, keinginannya untuk menjadi pengusaha muda memang sudah ada.

Karena memiliki pesaing yang lumayan ketat di bisnis ini. Dimas harus fokus mencari celah, yakni melalui dua jenis makaroni. Yakni makaroni goreng yang umumnya, dan makorini sup yang sulit kita temui di pasaran.

Kenapa memilih makaroni karena hobinya ngemil jajanan. Dimas menyukai makanan yang bernama makaroni ini. Jajanan asing yang mulai naik daun sebagai cemilan saja. Produknya kemudian diberi nama Mc Crowny. Dengan sup makaroni dan goreng aneka rasa dipasarkannya itu ke sosial media.

Ia mengatakan pemasaran offline kurang nendang. Jaringan yang dia target kurang mengenai hingga hasilnya kurang. Melalui internet penjualannya bisa melonjak berkali lipat. Mudahnya usaha lewat eCommerce membuatnya girang. Dia dikenal menjadi salah satu pelapak di Kaskus maupun di Buka Lapak.

Perbungkus dijualnya Rp.8000 ukuran 100 gram, harganya dinilai murah dengan variasi rasa yang ciamik. Berkat kegigihannya pengusaha muda satu ini mampu mendapatkan penghasilan. Entah apa yang terjadi dengan kisah cintanya ke depan tetapi dia sudah memiliki penghasilan besar.

Senin, 04 Maret 2019

Bosan Jadi Pegawai Pengusaha Muda Kemasan

Profil Pengusaha Mohamad Firsan


 
Apa solusi bosan jadi pegawai anak muda bernama Mohamad Firsan. Ialah menjadi pengusaha muda kemasan aneka makanan. Sukses ini sepatutnya mendapatkan apresiasi dari kita. Bosan jadi pegawai solusinya ialah berwirausaha sejak muda sejak 2006 silam.

Prospeknya adalah 98 persen usaha Indonesia berbentuk UMKM. Kondisi ini memiliki peluang untuk mencoba bisnis kemasan. Modal usaha Rp.5 juta, digunakan untuk mengurus ijin perusahaan, yang kemudian ia mencari mitra bisnis.

"Modal uang yang besar bukan yang terpenting, tapi yang penting cari mitra," jelasnya.

Meggiatkan kimtraan bisnis inilah kunci sukses. Bisnis yang lalu diberinya nama Rumah Kemasan Bandung. Didirikan tahun 2012 silam, dibawah nama CV. Rumah Kemasan, yang beralamat di Jalan Cimanuk No. 5A Lt 2 Bandung, Jawa Barat.

Semenjak awal ia selalu mengingatkan untung tidak besar. Tidak berharap untung terlalu besar dari pengusaha muda kemasan ini. Ia tidak mematok tarif tinggi untuk kemasan yang dibuat. Firsan juga menerapkan konsep transparasi dalam biaya produksi.

Jadi Pengusaha Modal Bukan Segalanya


Sisi luar bisnisnya ialah membangun layanan konsumen terbaik. Aneka rekomendasi dan konsultasi andalan usaha jasanya ini. Dia menyediakan layanan konsumen untuk setiap mitranya. Ia menentukan kemasan yang baik untuk direkomendasikan.

Mulai dari kesepakatan akan bahan kemasan, harga yang cocok, dan ketersediaan bahan baku. Untuk mendukung berbagai jenis produk yang beragam. Rumah Kemasan memberikan standar baku untuk bahan kemasan. Mereka menyediakan bahan kemasannya antara lain kertas, flute, dan corrugated.

Rumah Kemasan juga mengembangkan kemasannya sendiri. Yakni kemasan gabungan antara plastik dan metalize. Firsan tidak mau setengah- setengah mengembangkan bisnis. Ia menyebut ini sebagai kemasan ekslusif untuk order minimalis.

Produk RKB selain kemasan, merambah foto produk, branding, dan jenis kemasan. Strategi bisnis kemasan ini meliputi marketing mulut ke mulut. Pengusha muda kemasan ini juga menggunakan cara tradisional seperti brosur dan kartu nama. Mereka juga mengikuti aneka pameran dan iklan sponsor sendiri.

Ia tidak menampik digital marketing begitu membantu. Promosi melalui sosial media memberikan lonjakan besar. Firsan memanfaatkan aneka testimoni dan memajang design kemasan. Di luar mereka juga melekukan promosi melalui pelatihan dan seminar kemasan.

Beragam konsultasi memberikan ide menarik mengenai kemasan. Mitranya mendapatkan aneka ide seperti kemasan multi- fungsi. Bayangkan kemasan bisa digunakan sebagai pembatas buku ataupun stiker. Contoh lainnya, sebuah produk anak- anak, yang kemasannya bisa dijadikan mainan boneka.

"Bonekannya (kemasan produk) bisa berdiri dan dimainkan," jelasnya.

Ia menjelaskan produknya bisa digunakan kembali. Jadi ketika sudah selesai tidak dibuang melainkan bisa beralih fungsi. Firsan memberikan konsultas gratis bagi pihak UMKM. Mitranya juga datang dari berbagai tempat dari Aceh sampai Ambon.

Pengusaha Muda Kemasan Inovatif


Kamu bisa berkonsultasi gratis hingga terjadi persetujuan. Jika sudah menemui kesepakatan, pihak mitra bisa membayar untuk biaya kemasannya. Perbulan rata- rata Rumah Kemasan memproduksi kemasan untuk 20 UMKM. Karena belum memiliki cabang, usahanya masih memanfaatkan paket pengiriman.

"Supaya pelanggan loyal, jaga kualitas dan delivery on time, itu kuncinya," ia menjelaskan.

Dari situ berapakan yang dihasilkan pemuda ini. Bosan menjadi pegawai, perusahaan miliknya bisa menghasilkan omzet Rp.30 juta. Untuk mendatang, ia ingin menambah pembiayaan untuk kapasitan produksi. RKB dikembangkan menjadi satu tempat untuk layanan kemasan terpercaya dan terbaik.

Dia mengakui tidak mudah menjalankan usaha ini. Bisnis bukanlah tanpa kendala seperti mitra yang puas. Mereka kecewa jika kualitas produknya tidak sesuai design selepas cetak. Pernah sekali dia gagal desain namun terlanjut cetak. Dia pernah merugi sampai 70- 90 persen kerana salah ukuran cetak.

Untuk itulah dia menjadi lebih berhati- hati dalam bekerja. Ia menerapkan kontrol kualitas sampai menyiapkan dana cadangan. Tantangan terbesar tidak lagi mengenai prosesing kemasan. Melainkan cara menghasilkan produk berkualitas dan design yang menarik.

Walaupun telah menghasilkan banyak karya kreatif dari kemasan. Rasa bosan terkadang mendatangi Firzan. Sebagai pengusaha muda hendaklah kamu menangani rasa bosan. Kreativitas mestinya tidak terbatas. Untuk itulah designer RKB membutuhkan ekspolorasi ide, baik dari internet ataupun forum.

Kamis, 28 Februari 2019

Pengusaha Cantik Aneka Usaha Kerajinan Kain Natura

Profil Pengusaha Natura Kusuma Dewi


pengusaha cantik kerajinan kain
 
Profil pengusaha cantik ini memang menginspirasi kita nih. Bermula dari ketertarikannya akan kain membuahkan usaha. Awalnya dia mendapatkan pelajaran dari SMA tentang kain. Krativitas cewek cantik bernama Natura Kusuma Dewi ini, semakin banyak menghasilkan produk berbahan kain.

Ide pertama ialah mengangkat kain tradisonal Bali. Pengusaha cantik ini memutuskan berbisnis sejak 2013 silam. Dengan nama Shop Sugar, dia membuat aneka produk dari bahan- bahan kain tradisonal. Padahal ia tidak pernah mengenyam pendidikan spesifik ini.

Ia sama sekali tidak punya pengalaman berwirausaha. Aneka usaha kerajinan kain nya 100% berasal dari otodidak. Sejak Sekolah Menangah Atas (SMA) sudah menyukai pelajaran kerajinan. Kemudian suatu hari mendengar ada kompetisi wirausaha bertema kain tradional.

Cewek cantik ini akhirnya ikutan berlomba selama beberapa hari. Hasilnya ternyata justru kegagalan yang didapan. Bukannya menyerah, Natura begitu gadis ini dipanggil, semakin bertekat saja untuk menjadikan ini bisnis sesungguhnya.

Bisnis Online Shop Usaha Kerajinan Kain


Tidak menang kompetisi nasional wirausaha muda tidak masalah. Karena bisnis online shop miliknya masih terus berjalan. "Kompetisi tidak lolos, namun online shop yang saya buat malah berjalan," ia menceritakan. Usaha karajinan kain pertamanya ialah membuat aneka dompet. Kain tradisional Bali diubahnya menjadi sepatu dan dompet unik yang menggoda.

Memanfaatkan keindahan kain tenun karya asli Indonesia. Hasilnya tidak cuma disukai oleh anak muda juga berbagai kalangan usia. Cewek cantik yang ternyata lulusan Ilmu Gizi UGM ini, mengaku tidak kerepotan membagi waktunya antara berbisnsis dan urusan kampus.

Pekerjaan Natura ialah memilih kain tradisional tenun. Dilanjutkan memilih model design apa yang akan dikembangkan. Urusan penjahitan diserahkan ke ahlinya sendiri. Ia cukup menggaet orang yang dipekerjakan sebagai penjahit. "Saya menggandeng beberapa pengrajin yang siap memproduksi..." tuturnya.

Aneka sepatu dan tas juga diproduksinya tidak hanya satu. Walaupun sibuk wirausaha tetapi dia tidak merasa terganggu kuliahnya. Aneka kendala dihadapinya mengembangkan usaha tersebut. Mulai dari pusat produksi yang jauh, bahan baku kain, yang mana persediaanya terkadang tidak stabil adanya.

Produksi satu pasang sepatu bisa sampai 3 hari lebih. Harga jualnya berkisaran 180 ribu sampai 200 ribut. Patokan Natura ialah semakin rumit maka semakin mahal. Melalui aneka pameran yang dia pernah ikuti pendapatan naik. Memanfaatkan Instagram sebagai andalan menghasilkan pendapatan tak terduga.

Bahkan beberapa departmen store mulai tertarik produknya. Optimisme pengusaha cantik ini karena tanggapan masyarakat yang positif. Sebagai anak muda membuatnya semakin ingin terdepan. Seperti membuat brand Shop Sugar nya lebih dikenal lewat website, dan toko offline yang ada di kota- kota.

Ekspansi Berwirausaha Kerajinan Kain


Melalui sosial media usahanya kian berkembang pesat. Tidak puas hanya berkutat di bisnis fashion, masih dengan cara yang sama Natura berkembang. Usahanya merambah prospek lain dari aneka kerajinan kain. Ia berpikir membuat bunga tiruan dari bahan kain. Untungnya manis loh apalagi jika kamu pandai memanfaatkan momentum di depan.

Kebanyakan orang memberikan bunga asli yang mudah layu. Bunga plastik sendiri dianggap kaku dan terkadang tidak sedap dipandang. Berbeda dengan bunga itu dengan bahan kain lebih fleksibel. Bahkan ia dapat mengkaryakannya layaknya bunga asli.

"Makanya saya buat bunga tiruan agar momen manis anda tetap dikenang," ia menjelaskan.

Usahanya bernama Fleurify, yang memanfaatkan rumahnya sebagai workshop usaha. Aneka moment menjadi andalan bisnis karangan bunga ini, seperti wisuda contohnya.

Lini bisnis bunga fanel ini berkembang pesat dibawah badan usahanya. Ia mengakui tidak memiliki pengalaman sama sekali. Berbekal tutorial dari youtube dirinya berhasil berkarya. Beruntung karena dasarnya dia sudah terbiasa menjahit, sejak SMA dirinya terbiasa membuat boneka dari kain fanel.

Tingga belajar beberapa hari tutorial membuat bunga kain. Harga perbuket bunga bervariasi antara Rp.35 ribu- Rp.700 ribu. Penjualan berdasarkan jumlah bunganya yang dijual. Natura sendiri tidak berkeberatan untuk menjual perbuah. Harganya dari Rp.17 ribu sampai Rp.35 ribuan per- tangkai bunga.

Wirausaha bermodal sosial media memang menjanjikan. Pemesanan tidak hanya dalam daerah tetapi juga luar daerah. Pengiriman jasa ekspedisi sudah biasa dilakukannya setiap hari. Pembayaran sudah luna dari awal tinggal pembuatan. Uang muka Rp.500 ribu sudah termasuk biaya kirim, dan dilunasi setelah diterima.

Selama menjalankan bisnis bunga kain ini tidak ada komplain. Bahkan pelanggan menyarankan dia untuk menyemprotkan minyak wangi. Berkembang usahnya mampu mempekerjakan 3 karyawan. Ia menyadari bahwa karyawannya sudah jago. Bahkan mungkin pergi dan membuka usaha sendiri di luaran.

Agar tidak kalah dia pun selalu melakukan inovasi baru. Seperti membuat buket beralaskan papan dan lain- lain. Harga bervariasi dari 150 ribu sampai 175 ribu untuk buket papan ini, sedangkan yang sudah dikemas menarik harganya Rp.490 ribuan.

Walaupun gagal Wirausaha Mandiri 2016 dia berhasil membuktikan satu hal: Berwirausaha tidak hanya soal menang kalah. Tetapi ketika dia mampu mengembangkan usahanya agar berguna. Alhasil, kini, dia dikenal sebagai pengusaha muda yang berhasil memilik workshop dan showroom sendiri.

Selasa, 26 Februari 2019

Tukang Kebun Menjadi Pengusaha Tas Terkenal Jepang

Profil Pengusaha Sunny Kemengmau


pengusaha pembuat tas robita

Siapakah Sunny Kemengmau sangat menginspirasi kita semua. Tukang kebun menjadi pengusaha tas terkenal Jepang. Hanyalah seorang anak miskin yang punya tujuan. Dari kisah seorang anak yang lari dari rumahnya. Dia bahkan tidak menamatkan pendidikannya hanya sebatas SMA saja.

Pengusaha asal Nusa Tenggara Timur mengakui rumus suksesnya. Ialah dia sangat berani mengambil resiko dan pekerja keras. Kisahnya berawal dari Kupang, NTT, pada 1994 lalu. Usianya yang masih 18 tahun membawanya ke Kuta, Bali. Pelarian itu membawanya menjadi tukang kebun sebuah hotel di sana.

Setahun menjadi tukang kebun naik menjadi satpam. Empat tahun sudah dia bekerja profesi tersebut. Bertahap kesempatan akhirnya mampu menunjukan jalannya. Bukan seperti durian runtuh, Sunny tidak serta merta meraih sukses.

Selama bekerja di Un's Hotel dirinya sangat humble. Sifat ramahnya membuat mudah dekat dengan pengunjung. Dia juga menyukai belajar sesuatu hal yang baru. Alhasil Sunny mampu berbicara dalam bahasa Inggris dan Jepang. Tujuannya untuk memudahkan dia bergaul dengan tamu yang datang.

Membuat Tas Go Internasional


Agar bisa berkomunikasi dengan tamu- tamu yang datang. Ia bahkan menyisakan gajinya Rp.50 ribu untuk kamus Bahasa Inggris. Baginya justru tamu dan keluarga pemilik hotel lah gurunya. Mereka yang memperlancar urusannya berbahasa Inggris. Sifatnya yang ramah dan baik yang menjadi semua orang tertarik.

Termasuk keluarga pemilik Hotel Un's itu, yang bahkan membuatnya tanpa jarak dari mereka. Rekannya, Marlon, adalah anak pemilik hotel yang tempatnya bekerja. Walaupun dia adalah anak seorang pengusaha kaya. Ia lebih memilih menjadi peselancar profesional di Bali. Melalui aneka kemampuanya yang otodidak berbahasa Jepang.

Dia juga akrab dengan tamu bernama Nobuyuki Kakizaki pada 1995 silam. Lima tahun berteman tanpa pamrih keduanya saling menolong. Hingga pengusaha konveksi asal Jepang ini meminta tolong. Sunny dimintai tolong untuk menjadi suplier tas kulit ke Jepang. Inilah awal mula Robita, mereka tas yang terkenal dikalangan sosialita Jepang.

Nobuyuki, pemilik Real Point. Inc, yang tengah membidik segemen bisnis lain di Jepang. Inilah satu kesempatan buat Sunny untuk menjajal. Ia bahkan memilih keluar dari perusahaan untuk fokus. Tapi sialnya menjadi pengusaha tidaklah mudah. Tidak seperti dibayangkan, Sunny berkali- kali gagal membuat produk.

Pesanan bahkan nol besar tidak laku dipasaran. Alhasil dia hampir kehilangan penjahit andalan, yang satu- satunya dimilikinya. Tidak mudah memang menghadapi kegagalan sepanjang jalan. Tidak laku dijual, apakah strategi Sunny hingga menjadi salah satu brand kelas atas Jepang. Jujur dia sama sekali tidak memiliki pengalaman hingga butuh waktu yang lama.

Produk mereka dinilai kurang berkualitas bahkan gagal. Respon dari pihak Jepang negatif dalam hal kualitas. Untuk menangani inilah dia mengajak seorang penjahit handal. Sayangnya, kembali lagi dia lah yang menjadi sosok utama dan desainer, maka sang penjahit pun merasa bosan dan hendak keluar saja.

"Tapi saya bujuk dia, saya bari rokok dan ajak makan," selorohnya.

Inilah kelebihan yang dimiliki oleh Sunny Kamengmau. Pengalaman membuat tas memang tidak ia miliki. Tetapi kemampuan untuk mengajak dan memimpin sangatlah kuat. Tekadnya bulat sampai ia berhasil tanpa menyerah. Semakin lama kualitas tasnya semakin bagus untuk dipasarkan.

Ia memuji kesabaran rekan kerjanya dari Jepang itu. Tas yang dihasilkan semakin memuaskan bagi Nobuyaki. Keberhasilan memang tidak bisa sekejab mata suksesnya. Hingga di tahun 2003, Sunny bisa merekrut 15 orang karyawan tambahan, produknya sampai 100- 200 tas per- bulan.

Orang Jepang Suka Handmade


"Orang Jepang itu sangat menyukai handmade," tuturnya

Tidak mudah menghasilkan produk yang berkualitas. Butuh waktu sampai Sunny mampu membuat tas. Bahkan sampai membuat penjahitnya bosan dan mau keluar. Tetapi, akhirnya situasi membaik, mereka berhasil membuat produk tas berkualitas.

Pesanan bertahap semakin banyak meski awalnya sedikit. Ingat keberhasilan tidak datangnya serta- merta. Bahkan mereka mampu memiliki 100 orang karyawan. Bahkan sejak 2006, mereka mampu memproduksi 5000 tas yang modelnya 20- 30 jenis. Tas yang bernama Robita itu memang tidak biasa.

Rentang tahun 2000 sampai sekarang sudah bisa menjual 700 ribu. Harga tas rentangnya Rp.2 juta sampai Rp.4 juta. Dalam websitenya terdapat dua jenis model yakni Robita dan Robita Warna. Dari bisnis ini ia mampu memboyong keluarganya dari Nusa Tenggara Timur, dibuatkan rumah di Bali.

"Saya akan merasa hidup saya ini sia- sia kalau tidak bisa berbuat sesuatu untuk orang banyak," ia menjelaskan.

Bahkan saking larisnya ia membuka empat pabrik tas. Tiga pabrik tas di Bali dan satu pabriknya di Yogyakarta. Alasannya memilih Yogya karena penghasil kulit sapi dan kambing. Menjadi pengusaha muda Sunny termasuk ambisius dan visioner. Keinginan besarnya ialah setelah dari Jepang sampai ke Indonesia.

Ia sudah mendirikan satu butik Robita di Seminyak, Bali. Rencanannya untuk membuka dua butik di Nusa Dua dan Ubud. Berbeda dengan Jepang, nama Robita terdengar asing dibanding di Jepang. Nah untuk menguasai pasar Indonesia bagaimana cara Sunny. Ia pun mendapatkan ijin dari rekannya dari Jepang itu.

Pihak Nobuyaki sendiri setuju Sunnya menggunakan merek yang sama. Mengingat berkat Sunny lah perusahaanya mampu berdiri tegak. Bayangkan keuntungan mereka telah mencapai $10 juta, dimana di waktu perusahaanya ditawar $10 juta karena hampir bangkrut.

Jika di Jepang harga jualnya minimal Rp.2 jutaan. Maka di Indonesia rencananya akan dijual kisaran Rp.1,5 jutaan. Kualitas pun dijaga olehnya sangat ketat walupun murah. Mesinya diimpor dari luar negeri, dan benangnya diimpor dari Jerman. Selama 14 tahun Sunny telah dipercaya pemasok dari luar negeri itu.

Sunny telah menemukan passinya sebagai pengusaha muda. Dari tukang kebun menjadi pengusaha tas terkenal Jepang. Ia tertantang untuk selalu memperbaiki citra produknya. Dari aneka jenis yang terus dikeluarkan setiap tahunnya.

Hingga sekarang Sunnya masih menjadi pribadi yang humble. Ketika berkunjung ke Un's Hotel, ia akan bertemu teman- teman kerjanya. Bertemu sapa dengan atasan dan keluarganya yang berjasa. Ia masih menemukan tempat tidurnya dulu masih utuh. Bahkan stiker- stiker di kamarnya masih ada terpasang di sana.

Senin, 04 Februari 2019

Memulai Usaha Sayuran Crispy Mantan Bankir Sukses

Profil Pengusaha Irvan Wijaya


jual keripik sayuran crispy

Ide bisnis datang kapan saja dimana saja. Inilah yang membuatnya memuilai usaha sayuran crispy. Mantan bankir sukses melebihi ekspetasinya sebagai karyawan. Menjadi pengusaha tentu bukanlah pilihan Irvan Wijaya. Dia lebih cocok menjadi seorang bankir dengan setelan dan jas necis.

Menjadi pengusaha tidak pernah terpikirkan olehnya. Apalagi memulai usaha sayuran crispy. Tentu mantan bankir ini tidak akan berpikir seksuses ini. Awalnya dia bercerita bermula dari kesehariaanya sebagai pegawai. Bekerja sebagai commercial banker di sebuah bank di Jakarta, dia sangat suka namanya sayuran.

Tidak seperti temannya yang memilih daging ketimbang sayuran. Irvan memilih satu porsi sayuran khusus. Padahal dia waktu itu tengan menyantap makanan bakmi. Yang biasanya orang lebih suka yang banyak diginya. Alhasil pria berkacamata ini ditertawakan teman- temannya yang melihat.

"Saya ingat saya makan bersama teman saya, saya memasan bakmi dan satu porsi sayur untuk saya santap," kenangnya, yang disusul candaan teman- temannya, "sebegitunya, ya harus makan sayur?" kenangnya kembali kepada pewarta Tabloid Bintang.

Memulai Usaha Sayuran Crispy Menguntungkan

Ide bisnis sederhana agar bisa makan sayur enak. Tujuannya mengajak orang lain untuk sama- sama menikmati. Ia ingin membangun citra makan sayura itu praktis. Pentingnya sayuran terkadang orang tolak karena ribet. Apalagi kalau potongannya besar- besar jadi malas makannya.

Orang- orang ingin sesuatu yang mudah dimakan. Akhirnya Irvan mencari tau cara agar bisa makan sayur praktis. Awal tahun 2015 dimulailah usaha Irvan berbisnis keripik sayur. Untuk modal pertama ia membeli vacuum frayer. Teknik yang dikembangkannya menggunakan suhu rendah dibawah 100 derajat.

Bulan Mei 2015 dimulailah penelitian cara membuat keripik. Ia menjadikan garasi rumahnya menjadi pusat produksi. Penggunaan suhu kurang dari 100 derajat, dimaksudkan agar mengurangi kerusakan dan berubahnya kandungan mineral.

Memang kandungannya berkurang dibanding sayuran aslinya. Tetapi Irvan berusaha sekuat mungkin untuk mencegah. Tidak berjalan mulus juga karena butuh waktu hingga yakin. Serangkaian uji coba dilakukannya agar berhasil. Ia juga memilih- milih sayuran apa yang cocok dikeringkan di vacuum.

Irvan juga harus memastikan rasanya tidak berubah. Uji cobanya bermodal Rp.50 juta tetapi belum termasuk biaya percobaan. Produk pertama diluncurkan pada September 2015, yang awalnya dia cuma berjualan brokoli dan kentang.

Bahkan untuk brokoli saja, dibutuhkan waktu setahun, yang menghabiskan sampai satu ton brokoli. Tujuannya agar tidak sekedar berjualan melainkan pengusaha. Biaya dikeluarkan hanya untuk brokoli saja sudah sampai Rp.30 jutaan. Belum juga untuk bahan baku lain, dan dia kini punya 7 varian Crispy Salad.

Mantan Bankir Sukses Tidak Takut Gagal

Mantan Bankir ini sukses tidak takut gagal bisnis. Menjadi pengusaha membutuhkan bukan sekedar berjualan. Seperti penelitian yang dilakukannya selama ini menguras tenaga. Selain menguras isi kantung Crispy Salad tetap meluncur.

Bahkan ketika dia sudah berhasil menghasilkan produk olahan. Gonta- ganti kemasan juga menjadi bayangan pengusaha ini. Tujuannya untuk menjaga daya tahan sayuran, apalagi produknya tidak lah dibuat benar- benar kering 100%. Tidak pula menggunakan bahan pengawet apalagi MSG untuk perasa.

Kemasan harus dibuat sedemikian mungkin agar daya tahan naik. Awalnya dia pernah menggunakan kemasan kripik. Hasilnya Crispy Salad cuma mampu bertahan satu hari saja. Sekitar setahunan Irvan cari- cari kemasan plastik yang cocok.

Hasilnya dia mampu membuat produknya bertahan 3 bulanan. Walaupun tanpa MSG tetap rasanya gurih ketika dimakan. Alasannya dia menggunakan garam Himalaya dan cabai untuk perasa. Kenapa menggunakan garam Himalaya karena lebih kaya mineral.

Hasilnya Crispy Salad digandrungi masyarakat berkat inovasi. Dibantu lima karyawannya dia bisa berproduksi 150 kemasan perhari. Bahkan permintaan meningkat sampai melebihi produksinya. Dia pun memasok produknya ke pengecer dan distributor, juga marketplace seperti juga di Tokopedia dan Shopee.

Pemasarannya juga termasuk menggunakan sosial media. Jika kamu berminat silahkan kunjungi saja di @crispy_salad, untuk lebih jelasnya.

Jumat, 25 Januari 2019

Tips Usaha Spa Puri Wanoja Kenali Pasar Anda

Profil Pengusaha Chyntia Ika


pengusaha putri wanoja


Kali ini kita akan membahas profil pengusaha pemilik spa Puri Wanoja. Serta tips usaha Puri Wanoja yang bisa kamu pelajari ke depan. Berikut profil pengusaha pemilik spa Puri Wanoja, Chika atau yang bernama lengkap Chyntia Ika. Sejak kecil memang sudah memiliki passion di bidang bisnis.

Untuk mendukung passion nya menjadi pengusaha muda, maka dia berkuliah di Jurusan Manajemen. Mahasiswi Jurusan Manajemen, Universitas Katolik Parahayangan, yang sebenernya bukan usaha pertamanya. Dia pernah berbisnis pakaian fashion wanita. Seperti perempuan lain, pernah membuka butik, memiliki penjahit sendiri dan akhirnya bangkrut.

Ditutup membuatnya tidak berhenti untuk berwirausaha. Tetapi orang tuanya tidak sepakat dia jadi pengusaha muda kembali. Orang tuanya bukanlah seorang wirausaha. Maka mereka sempat menyarankan Chika untuk menjadi pegawai saja. Karena menjadi pegawai lebih menguntungkan dari pengusaha.

Itu kalau kita melihat dari sisi stabilnya pendapatan bulanan. Walaupun menjadi pegawai kantoran toh hatinya tidak di sana. Tidak bertahan lama membuat Chika kembali ke bisnis. Akhirnya ia menggeluti lagi dunia tersebut walaupun tanpa modal. Untuk kali ini dia akan membuka usaha spa sendiri.

Prinsip Wirausaha Pengusaha Muda


Tidak sekedar membuka tanpa pengetahuan. Ia menyempatkan diri untuk belajar mengenai semua tentang spa. Ia memiliki prinsip membuka usaha harus tau. Dia mengikuti pelatihan therapis spa, obeservasi, dan berkonsultasi ke banyak orang. Selepas melakukan persiapan matang, maka barulah Chika membuka usaha bernama Puri Wanoja.

Sibuk berwirausaha tidak membuatnya berhenti belajar. Dirinya juga tercatat sebagai mahasiswi di ITB jurusan Cultural and Cultural Entrepreneurship. Kendala berbisnis spa ialah bahwa kamu harus mencari terapis berkualitas. Inilah susahnya mencari sumber daya manusia yang sudah terlatih atau mahir.

Sudah memiliki kemampuan juga harus memiliki prilaku baik. Harus mampu melayani yang ramah kepada pelanggan. Dalam berbisnis spa juga masalahnya pada perawatan. Perlengkapan spa harus dirawat, perlengkapan penting ialah menyakut perairan atau air untuk perawatan spa.

Kalau nanti bocor atau air mati dibutuhkan tenaga mekanis. Spa merupakan satu tipe usaha yang menyakut gaya hidup. Maka orang lebih memilih membeli barang daripada spa. Karena itulah Chika membuat suasana tempatnya eklusip untuk para penikmat layanan spa.

Wanoja dalam bahasa Sunda berarti wanita. Prinsipnya spa Puri Wanoja ialah kekhususan mereka untuk wanita. Ketidak nyamanan dengan spa yang bercampur dengan pria. Walaupun ada tempatnya sangat terpisah dihilangkan olehnya. Puri Wanoja juga tidak memposisikan dirinya sebagai salon, melaninkan seperti rumah bagi wanita.

Agar semakin cepat laris manis diminati Kaum Hawa. Usahanya tidak segan untuk mengeluarkan paket- paket hemat, seperti untuk mahasiswa maupun pegawai kantoran. Mereka juga menyediakan paket untuk mereka yang akan menikah. Persepsi itu dibangun bahwa layanan spa bukanlah khusus untuk kalangan atas.

Ramuan yang ditawarkan olehnya juga kekinian. Yakni spa stroberi, cokelat, madu, dan lain- lain. Itu tidak menggunakan ramuan tradisional yang umum.

Apa tips usaha spa Puri Wanoja kenali pasar dahulu. Barulah kamu melakukan segmentasi targetnya kemudian. Jika umumnya orang memakai ramuan tradisional yang menyengat, usahakan mencari alternatif lain yang kekinian. Pengusaha muda Chika mengungkapkan jangan takut berkreasi akan usaha kamu.

Eksekusi semua ide- ide kamu punyai segera menjadi nyata. Modal merupakan kunci namun bukan berarti kamu harus menunggu lama. Untuk pemilihan tempat pastikan menjangkau target pasaran kamu. Ambil contoh Puri Wanoja pertama kali membuka di dekat komplek perumahan sekaligus perkantoran.

Sabtu, 12 Januari 2019

Membangun UKM Gado- Gado Eksport Sampai Tiongkok

Profil Pengusaha Chrsant Candra Putra


ukm gado gado ekspor
 
Definisi pengusaha muda melekat Chrsant Candra Puspa. Wanita yang membangun UKM gado- gado export sampai Tingkok. Dulunya dia memulai usaha UKM kerajinan eceng gondok. Jadi bagaimana kisahnya bermula. Beberapa tahun yang lalu dia sama tidak menyangka akan menjadi pengusaha.

Bayangan menjadi pengusaha muda tidak terlintas. Awalnya Chrysant bekerja sebagai pegawai biasa di perusahaan, Surabaya. Iseng- iseng dia mengikuti pelatihan membuat kerajinan eceng gondok. Tepatnya di Gunung Anyar bersama kelompok tani setempat. Tidak ada perasaan enggan ketika wanita ini memulai belajar berwirausaha.

Chrsant beberapa kali mengikuti pelatihan tersebut. Kemudian pengusaha muda ini mempraktikan itu sendiri di rumah. Satu tahun memperdalam pengetahuan akan kerajinan eceng gondok. Barulah dia berani memasarkan kerajinan buatannya sendiri.

Kapan dia membangun UKM gado- gado export sampai Tingkok. Perjalanan Chrsant masih berlanjut dengan eceng gondok. Pengusaha muda asal Surabaya ini mulai memasarkan produknya. Yang mana meliputi aneka vas bunga, tempat sampah, tas, hingga wadah antaran untuk pernikahan.

Pengusaha Muda Gado- Gado

Chrsant orangnya tidak pernah puas akan pencapaian. Alhasil dia kembali mengikuti aneka pelatihan kembali. Produk buatanya kini sangat dikenal masyarakat luas. Pelatihan juga menjadi caranya untuk memasarkan. Bahkan sesekali turis Jepang datang untuk membawa produknya pulang.

Mereka datang ke rumah sekaligus workshopnya "Dana Diana", di Rungkut Manunggal, Surabaya. Ia mengaku usahanya memiliki omzet mencapai Rp.25 juta. Uang tersebut lebih besar dibanding yang didapatkan ketika bekerja. Bahkan mampu memberdayakan tujuh ibu rumah tangga sebagai pegawai.

Menjalani wirausaha memang bukan perkara mudah. Tetapi menyenangkan jika anda sudah berani mendalami. Sekalinya anda sukses maka bisa berlanjut usaha lainnya. Chrsant tidak sendiri ketika memilih berusaha kembali. Dia membuka usaha baru yakni UKM gado- gado yang laris manis.

Bermula dari kesukaanya akan makanan tradisional. Seperti gado- gado yang rasanya enak, tatapi itu belum dieksplor lebih lanjut. Kebetulan wanita 32 tahun ini memang jago memasak termasuk sambal gado- gado. Itulah kenapa dia membuat usaha gado- gado yang dikemas siap diantar.

"Saya kan punya warung gado- gado di rumah. Ternyata banyak orang yang bisa bumbu yang saya buat enak," ia menjelaskan alasannya.

UKM gado- gado yang kemudian diberi nama Gutde. Yang dipasarkan di Surabaya sampia ke luar kota. Pengalaman pertama mengemas ini bukan perkara gampang. Percobaan pertama dia memakai kemasan plastik biasa. Tetapi lama kelamaan rasa bumbunya malah berubah seperti rasa kemasan itu.

"Saya bungkus plastik ternyata gagal," terangnya, rasa bumbu malah tercampur dengan rasa kemasan itu.

Ibu dua anak ini terus mencoba mengutak- atik kemasan. Aneka cara dilakukan sampai menemukan satu kemasan yaitu alumunium foil. Istri dari Sholeh, kemudian mengemas bumbu gado- gadanya dengan alumunium foil, yang kemudian dikemas lagi dengan kerta karton.

Hasilnya bumbu gado- gadonya tetap enak meski disimpan lama. Untuk pemasaran cukup lewat media internat, dari sosial media Facebook dan Instagram, dan juga melalui chat lewat BBM dan WA. Produknya tidak hanya dijual di Surabaya, juga dikirim ke Malang, Kediri, Bogor, dan Jakarta.

Pernah mendapatkan pesanan dari Tiongkok tetapi belum jadi. Kenadala utama ya perijinan daripada gagal mending tidak perlu. Untuk sementara memperluas pasar dalam negeri melalui Facebook. Satu catatan bahwa dia sekarang sibuk menjadi pembicara dan masih berjualan kerajinan eceng gondok.

Minggu, 30 Desember 2018

Usaha Rumah Yogurt Bisnis Yogurt Modal Kecil 6 Juta

Profil Pengusaha Aditya Fajar


usaha rumah yogurt

Usaha Rumah Yogurt memiliki kisah unik. Bisnis yogurt yang bermodal kecil ini, cukup bermodal kisah cinta Jakarta- Bandung. Pekerjaan kantor membuatnya jenuh, meski telah mencapai kedudukan yang nyaman.  Aditya Fajar ingin mengelola usaha rumah yogurt sendiri.

Dia pernah berkerja sebagai marketing di salah satu perusahaan di Jakarta. Dari bisnis, beberapa kali bangkrut, Adit tertatih bangkit berbisnis lagi dan lagi. Di ujung fajar, dia mendapat hidayah berbisnis yogurt sebagai usaha sampingan.

Kisah cinta membawa Aditya Fajar, pria kelahiran Jakarta, sampai ke kota Bandung, Jawa Barat, ke rumah pujaan hatinya. Dia menemukan ide bisnis tersebut disini, ketika telah membina rumah tangga sendiri. Dia yang pindah dari Jakarta ke Bandung, memilih resign kerja dan memulai usaha.

"Sekitar 2008, pasca pernikahan, saya memulai bisnis ini," kenangnya

Bisnis Yogurt Modal Kecil 6 Juta


Awalnya Adit cuma ingin memberdayakan ibu sekitar rumah. Dia berpikir daripada mereka sibuk hanya menonton sinetron, kenapa tidak membantunya menjalanka usaha sendiri. Ini bukan perkara mudah loh, Adit memulai tanpa tau seluk beluk cara pembuatan yogurt.

Dia berharap melalui mengikuti pelatihan mandiri, akan membuatnya bisa jago bikin yogurt. "Saya kursus membuat yogurt 1,5 tahun dari teman saya, orang perancis. Memang tidak mudah, saya pun awalnya sering mengalami kegagalan," ujarnya berkisah.

Membuat yogurt tidak bolah sembarang atau akan berubah menjadi racun. Bisnis ini merupakan bisnis sehat butuh kemahiran khusus di setiap prosesnya. Adit telah merasakan sendiri susahnya menyiapkan bisnis barunya ini.

Saat itu, yogurt buatanya diberi nama delicieux dipasarkan melalui sistem bagi hasil. Pelan tapi pasti bisnisnya mulai bangkit. Peminat yogurt miliknya mulai bertambah, tak mau lekas puas; Adit beserta istrinya, Tarie, membuka kedai kecil khusus menjual yogurt produksinya.

Namun tidak selalu nasib baik, usahnya mengalami kebangkrutan. Apa salahnya? Adit berkesimpulan bisnis miliknya tidak menutupi biaya operasional atau over budgeting. Konsep bisnis bagi hasil yang dijalankan kurang mendapatkan sokongan hingga tombok.

"Tahun 2009, saya dan istri akhirnya pindah ke Jakarta. Bukan hanya itu, saya pun membawa pindah bisnis itu ke Jakarta dengan nama baru Rumah Yogurt," ucapnya

Pengusaha Haru Gagal


Kegagalan membuat Adit belajar banyak, bagaimana memperbaiki semua tentang bisnis, dari produksi hingga finansial. Hingga akhirnya, cahaya sukses itu datang menghampiri. Dia memutuskan keluar dari kerja, memilih fokus hanya pada bisnis yogurtnya.

"Saya keluar kerja berarti penghasilan nol. Saya bertekat mebangun bisnis yogurt ini dari nol lagi, waktu dan pikiran saya akan banyak habis mengurusi bisnis ini meski modal seadanya, 2 juta rupiah," ucap Adit berapi- api.

Otomatis dia pengangguran berharap kepada tidak kepastian. Bayangkan dia tidak menghasilkan uang sama sekali. Malahan dia harus merogoh kocek 2 juta untuk tambahan. Pilihan keluar dari pekerjaan berarti tidak adanya penunjang hidup.

Itu juga berarti tidak adanya pendukung dalam berbisnis. Ya, secara matematis tidak ada lagi modal selain uang 2 juta rupiah ditanganya, bahkan bila terbentur masalah lagi, yah, dia resmi bangkrut kembali. Adit hanya bermodal ketekunan serta pantang menyarah membangun dari yogurt dari nol.

Semenjak resign kerja, untuk menjalankan usaha, Adit merasa bisa lebih fokus daripada sebelumnya. Kini, meski baru seumur jagung, bisnisnya mulai memperlihatkan arahnya. Dia berkata untungnya sudah bisa mencapai 6 jutaan sekarang.

Meski masih tergolong industri rumah tangga, tapi dia merasa uang itu bisa menutupi keputusannya. Dia merasa uang satu bulan enam juta sama dengan gajinya selama tiga bulan. Bahkan dia sambil bercanda "Bisa dikerjakan sambil tiduran," selorohnya tertawa.

Pemasaran sekitar Jakarta terus ditingkatkan, hingga mampu mengahasilkan lebih dari 150 cup per- hari. Dia yakin terus berusaha mengembangkan pemasaran. Yogurt yang dijual seharga 6.000 itu sudah memanggil tidak hanya pelanggan dari Jakarta tapi juga Bandung dan Bekasi.

"Mudah- mudahan, saya bisa mengembangkan bisnis ini menjadi besar. Karena bagi saya, tidak ada pilihan selain sukses!" tutupnya

Jumat, 28 Desember 2018

Bisnis Ekspor Tepung Singkong Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Annisa Pratiwi


pengusaha muda eksportir tepung
 
Umurnya baru 28 tahun tetapi sudah memiliki bisnis ekspor. Pengusaha muda ekpor tepung singkong ke berbagai negara. Lalu bagaimana sih caranya Annisa Pratiwi memulai. Bukan hanya tepung dia sebenernya mengolah berbagai produk berbahan utama tepung.

Tidak cuma bahan singkong, Annisa juga membuat aneka olahan mie dari sayuran dan lain- lain. Dibutuhkan riset yang lumayan lama hingga sekarang. Dia mengaku butuh waktu hingga menemukan takaran yang pas.

Pengusaha muda 28 tahun lulusan Universitas Airlangga. Asal Pasuruan, dia dan suami mendirikan pabrik pengolahan tepung bernama Ladang Lima di 2012. Produk sehat yang bisa menjadi alternatif kebutuhan karbohidrat. Tepung singkong cocok dijadikan aneka kue ataupun mie pengganti gandum.

Dia memasarkan produk Rp.25.000 per- kg. Omzetnya dalam tiga tahun sudah mencapai Rp.80 juta dan Rp.100 juta. Produk tepung singkong Annisa sudah tersebar di seluruh Indonesia. Mereka juga sudah mengeskpor sampai Singapura, Hong Kong dan Amerika Serikat.

Bisnis Eksport Tepung Singkong

Taukah kamu bahwa tepung gandum dan terigu itu berat. Pencernaan akan bekerja tiga kali agar bisa mencerna. Hasilnya tubuh akan menyimpan menjadi berat badan. Inilah yang kita sebut gluten atau zat pengikat. Agar terhindar dari kegemukan dibutuhkan gluten- free, nah apakah solusi untuk itu?

Tepung singkong memiliki sifat gluten free. Tetapi juga memiliki sifat seperti tepung terigu ataupun gandum. Jadinya kita bisa mengolahnya menjadi mie ataupun roti. Awal bisnis Annisa tidak mudah karena awam. Dia meriset sendiri apasih tepung gluten free dapat dikembangkan di Indonesia.

Terus bagaimana cara mengolah singkong. Nisa berburu singkong sampai ke pelosok desa. Sekalinya bisa membuat tepung dia harus memikirkan penjualan. Dipakainya pameran bisnis di Surabaya, dan hasilnya menggaet konsumen besar, yakni ibu- ibu beranak kebutuhan khusus.

Mereka butuh tepung buatan Nisa tersebut. Menurut ibu tersebut, dia harus siap membeli sampai ke Australia karena di Indonesia susah. "Saya sangat senang kerena kini beliau membeli tepung buatan saya," ujar pengusaha muda ini.

Pengusaha Muda Berkreasi


Inovasi produk meliputi produk turunan dikembangkan. Agar tidak jenuh dibuat variasi rasa yang bisa dipilih. Ada basil dan garlic, coffee, ginger atau jahe, cheese, dan green tea. "Rasanya enak, tapi tetap sehat," ia menjelaskan. Konsumen terbanyak malah berasal dari luar Surabaya dan Pasuruan.

Ia menjelaskan lebih mudah menjual keluar. Tidak perlu mengedukasi karena masyarakat sudah tau. Ia mampu menjual lebih banyak. Tetapi tersebar karena pesaing lebih banyak juga loh. Ongkos kirim yang mahal menjadi kendala. Biaya kirim masing- masing memberatkan dia dan konsumen sendiri.

Sekarang dia memproduksi tepung gluten 20 ton perhari. Dia tidak menjual eceran. Dijualnya ke pasar swalayan dan toko pemasok di Surabaya, Jakarta, dan Bali. Dalam perkembangannya dia juga punya reseller di luar negeri. Bisnis ekspor tepung Singkong banyak order di luar negeri tidak lokal.

Gimana agar jualan laku diterima konsumen. Nisa mengembangkan kemasan sendiri. Agar bisa bikin orang tertarik setiap kemasan ada resep. Dia juga memasarkan melalui brosur dan media sosial. Dia dan Ladang Lima juga mengeduksi konsumen tentang tepung gluten.

Dia mengedukasi seperti menceritakan pengalaman konsumen. Seorang anak yang terlambat bicara, sejak konsumsi tepung ini anaknya sudah mulai bicara. Ada anak yang alergi tepung gluten, dan ketika mengkonsumsi tepung gluten free ini, tidak lagi mengeluarkan cairan dari hidunya.

Terget mendatang ialah sertifikat ISO internasional. Dimaksud untuk makin mempermudah ekspor ke luar negeri. "Saya ingin menjadi salah satu produksen yang ekspor tepung asli Indonesia rutin," ia menjelaskan.

Ia bekerja bersama suaminya, Raka, dan berbagi tugas bisnis. Nisa bertugas dalam hal pemasaran ke konsumen. Sedangkan Raka bertugas dalam hal produksi produk. "Sering beda pendapat. Tetapi selalu dipecahkan dan tidak sampai terbawa urusan keluarga," ia menambahkan.

Rabu, 19 Desember 2018

Cara Rendang Awet Dua Tahun Wirausaha Nova Aditya

Profil Pengusaha Nova Aditya Prambudi


wirausaha jualan kemasan
 
Jikalau wirausaha lain sibuk membangun startup internet. Nova Aditya Prambudi memilih cari cara rendang awet dua tahun. Membuat makanan kemasan tanpa pengawet bukan mudah. Ia ingat satu kejadian membuatnya mengarang bisnis ini.

Berawal retur cake pelanggan yang kecewa. Wirausaha Nova membuat produk makanan lebih awet. Awalnya dia menjalankan bisnis cake di Bogor, Jawa Barat. Usahanya terbilang sukses dan semua berkat bantuan keluarga. Tetapi kue cakenya terkadang harus dibuang karena tidak tahan lama.

"Cake yang retur bisa satu bak, kan jadinya sia- sia. Terbuang semua," ia mengenang.

Wirausaha sudah dijalankan sejak berkuliah di Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta. Kala itu ia menciptakan gudek kemasan kaleng. Ingin rasanya membuat produk yang awet, selain gudeg untuk dikembangkan.

Resep sendiri tidak bingung memasak kuliner. Kan kakak iparnya jago memasak bisa menolong. Dia cuma bingung bagaimana mengemas agar awet. Untuk mewujudkan ide gilanya, yakni cara rendang awet dua tahun.

Pengusaha Muda Kemasan Makanan


Pengusaha muda ini pernah belajar dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BTN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Nova mencari tau tips makanan bisa awet. Contoh mengawetkan makanan dengan nuklir, tetapi dianggapnya belum cocok dan harganya mahal.

Ia mempelajari bahwa kemasan aluminium foil lebih baik. Dibanding kemasan modern seperti kaleng akan lebih baik. Sebuah perusahaan asal Jepang menjawab pemikiran tersebut. Kemasan berbahan alumunium foil empat lapis; tahan suhu dan tekenanan.

Kemasan termal yang steril seperti dicontohkan oleh Jepang. Dia mencoba mencontoh cara tersebut. Mencoba meniru sistem mesin kemasan perusahaan Jepang. Beruntung dia rajin mengunjungi aneka pameran perusahaan. Untuk mendukung pengawetan digunakan bahan rempah alami pendukung.

"Rempah- rempah itu punya anti- oksidan yang berfungsi sebagai pengawet alami," tuturnya.

Pengusaha muda Nova berhasil menemukan kemasan ajaib. Tinggal mencari nama yang tepat untuk usahanya ini. Jadilah produk bernama Mangano dengan produk awal rendang. Inilah kemasan cara rendang awet dua tahun.

Wirausaha Nova Aditya melanjutkang dengan tahapan pemasaran. Berbekal keuntungan bisnia cake yang terdahulu. Dia juga menggunakan pinjaman bank. Lantas dibagikan 200 kemasan produk gratis kepada masyarakat, hasilnya mengejutkan bahwa mereka tertarik akan produk wirausaha muda ini.

Pengusaha muda ini mampu menjual balik 2000 kemasan. Selain itu dia juga mendapatkan pesanan dari perusahaan ritel besar. Butuh waktu setahun hingga dia mendapatkan ijin BPOM. Sungguh dia bekerja keras, mengeluarkan banyak modal, waktu, dan tenaga pikiran untuk memasarkan.

Butuh setahun dia vakum mengerjakan bisnis macam ini. Beruntung usahanya dibidang kue masih berjalan. Sekarang dia melanjutkan dan mendapatkan sambutan lebih besar. Adanya media sangat membantu memviralkan produk Mangano ke masyarakat.

"Kami perkenalkan lagi ke publik. Edukasi lagi, re- branding, dan kemasan sudah lebih bagus," ia menjelaskan.
Serangkaian riset pasar dilakukan Nova sebelum praktik. Sejak 2014 setahun penuh dirinya mulai melakukan riset. Hingga 2015 ia melakukan penjualan pertamanya langsung ke masyarakat. Hasilnya tidak mengecewakan, bersamaan itu izin usaha juga sudah dikerjakan dan keluar tahun 2016 silam.

Jenis makanan ada 5 masakan khas nusantara, mulai dari ada rendang sapi, rendang jengkol, sumur daging, kare, dan opor. Aneka masakan ini bisa langsung dimakan. Kalau mau disimpan mampu bertahan selama 14 bulan dalam suhu normal.

Harga jual antara Rp.30- 40 ribu untuk semua produk. Satu kemasan cukup untuk makan 2- 3 orang makan. Untuk kedepan ada kemasan ekonomis satu kemasan untuk satu orang, harganya dikisaran Rp.15 ribuan. Omzet dihasilkan perusahaan Nova sekarang Rp.8- 15 juta, ketika awal ijin keluar. Kedepan dia ingin agar bisa mengekspor dengan produksi Rp.5000 bungkus/hari.

Dia menargetkan pasar Asia dulu, yakni Jamaah Umroh, PJTKI, dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).

Minggu, 16 Desember 2018

Pacaran Sambil Usaha Jualan Kerupuk Rajungan Crabby

Biografi Pengusaha Hella Ayu Setyaninda


usaha kerupuk rajungan
 
Inovasi bisnis harus dilakukan pengusaha muda kita. Pacaran sambil usaha jualan kerupuk rajungan. Nyatanya Hella dan Dani mampu membuktikan. Bahwa pacaran tidak selamanya merusak hidup kita di masa depan. Jalani gaya pacaran kamu dengan kegiatan lebih baik seperti usaha jualan kerupuk.

Pacaran sambil usaha jualan kerupuk. Kedua sejoli asal Semarang ini sudah dilakukan sejak SMA. Sejak 24 Agustus 2014 silam, sudah bertahun- tahun merintis usaha tetapi belum menemukan titik suksesnya. Apakah keduanya menyerah, justru mereka menikmati setiap usaha dijalankan.

Ide bisnis usaha jualan kerupuk rajungan karena kesempatan. Bahwa Semarang termasuk daerah yang menghasilkan rajungan. Sebagian besar tidak diolah melainkan di ekspor langsung.

Pengusaha Muda Sejak SMA

Keduanya berpacaran sejak SMA sudah berwirausaha. Kedua pengusaha muda ini mengambil para rajungan kecil. Pasalnya mereka tidak layak ekspor dan dibuang nelayan. Mereka juga mengingat seorang importir asal Amerika pernah berkata, "jangan cuma mengirim rajungan mentah saja, tapi perlu diolah juga."

Kerupuk mereka komposisinya tidak cuma daging, juga cangkang. Diolah sedemikian rupa hingga menjadi kerupuk. Sumber rajungan dari nelayan asal Mangkang Wetan, Semarang. Daging dan kulit mampu mereka olah hingga menjadi kerupuk.

Mendapatkan bahan baku termasuk gampang. Cara marketing mereka memanfaatkan sistem reseller. Mereka menarget ibu rumah tangga yang butuh tambahan. Kerupuk rajungan mereka hingga kini sudah berproduksi hingga lebih dari 200- 300 kg per- bulan.

Untuk awal mereka hanya beromzet 10 juta keatas. Tetapi belum beromzet sampai 50 juta. Produknya ada dua macam mentah dan matang. Ukuran produk mentah 250 gram, 500 gram, dan 1000 gram. Lalu produk kerupuk rajungan matang antara 80 gram sampai 100 gram.

Mereka menggunakan pasir untuk menggoreng. Tujuannya mengurangi koleterol pada kepiting.Di tahun 2016 jumlah reseller mencapai 100 orang. Mereka ingin mencoba ekspor tetapi ada kendala produksi. Kan kalau ekspor membutuhkan ribuan kilogram untuk diekspor ke luar negeri.

Kerupuk yang kemudian diberi nama Crabby dipasarkan ke berbagai daerah. Mereka menjual dari Jawa, Sumatra, dan Papua. Untuk reseller kabanyakan dari Jawa Tengah. Pasangan pengusaha muda ini mengikuti berbagai ajang wirausaha muda, seperti Wirausaha Muda Mandiri.

Merintis Wirausaha Jualan Kerupuk Rajungan

Lantas bagaimana wirausaha muda ini melanjutkan usahanya. Proses dilalui Hella Ayu Setyaninda memang tidak menghianati hasil. Gadis 21 tahun asal Kendal yang yakin bahwa kunci sukses satu usaha ialah keuangan. Kesehatan keuangan akan mendorong perusahaan berkembang dan bertahan.

Hella hanyalah gadis kelahiran Kaliwungu, Kendal, 10 April 1994 ini. Adalah mahasiswa Semester 7 Universitas PGRI Semarang. Yang mana peduli akan keadaan lingkungan kawasan Mangkang. Dia bersama beberapa teman bermodal cuma Rp.5 jutaan saja.

Sebenernya dia sudah berbisnis kerupuk rajungan sejak lama. Awalnya keprihatian orang tua teman yang membuang rajungan kecil. Ia lantas memutar otak bagaimana caranya ya. Dia tidak mau tinggal diam. Akhirnya Hella memutuskan menjadikan itu kerupuk rajungan saja.

Awalnya kerupuk dibuat terlalu tebal potongannya. Akhirnya dia mengkonsumsi sendiri deh kerupuk tersebut. "Tapi saya terus penasaran, karena kerupuk rajungan masih langka," tuturnya. Sulung dari tiga bersaudara ini kemudian melanjutkan usaha jualan kerupuk rajungan.

Butuh waktu hingga dia mencapai titik sukses sekarang. Banyak pengembangan Hella lakukan agar sesuai trend. Butuh waktu sampai masyarakat sadar bahwa ini bukan kerupuk biasa. Harga jual dari kerupuk rajungan memang diatas rata- rata.

Agak mahal jadi membutuhkan waktu memasarkan. Ukuran 100 gram saja dijual lumayan mahal yakni Rp.55 ribuan. Usahanya dijalankan di kawasan Mangkang, Semarang. Perbulan Hella mampu memproduksi 100 kantung dan terjual habis.

Respon konsumen bagus dijual sampai Batam, Bali, dan Kalimantan. Dia termasuk wirausaha yang super mandiri. Pasalnya Hella tetap bertahan tanpa meminjam ke Bank. Sebenarnya sudah banyak Bank yang datang menawari. Melihat perkembangan bisnsi kerupuk Crabby, ia optimis mampu tanpa hutang.

"Saya sejak awal enggan berhutang ke Bank, meski banyak yang menawari," ujar Hella.

Kemampuan menjaga kesehatan keuangan dibutuhkan. Memutar uang menjadi modal kembali tanpa menghentikan pertumbuhan. Ia mengatakan bahwa "Tidak apa- apa jika harus ngirit dulu, saya yakin hasilnya segera menyusul."

Dari gaji pegawai, pengadaan, dan biaya oprasional dibuat sedemikian rupa. Yang dinilai bukanlah keuntungan dan modal, tetapi kemampuan mengoprasikan keuangan. "Sebagai pengusaha pemula saya bisa mengurus keuangan tanpa masalah."

Jumat, 14 Desember 2018

Penemu Pirate Bay Tempat Mencari Download Gratis

Biografi Pengusaha Peter Sunde


penemu pirate bay

Biografi Peter Sunde dan beberapa temannya membangun ideologi. Mereka lah penemu Pirater Bay tempat mencari download gratis. Atau The Pirate Bay adalah mesin pencari mencari file torrent yang tersebar di internet. Kita menyebutnya pengusaha sosial karena menolak kapitalisasi internet dunia.

Mesin pencari The Pirate Bay berfokus dalam pencarian torrent files lalu mengunduhnya hanya untuk kita. Ideologi mereka tentang kebebasan dunia maya tanpa ada batas hak milik. Torrent diciptakan menjadi penghubung folder di upload lebih ringan dan lebih cepat.

Mesin pencari The Pirate Bay sendiri merupakan media pencarian torrent bukan berbentuk file. Ia melanjutkan dalam biografi Peter Sunde. Bahwa disini, kamu bisa mendowload film, lagu MP3 atau jenis lain, atau mendowload bokep lebih mudah. Karena jika berbentuk torrent maka itu akan jadi lebih kecil dan ringan didowload.

Dibaliknya sosok Peter Sunde Kolmisoppi, pemuda kelahiran 13 September 1978, dari Uddevalla, Swedia. Nama aliasnya adalah Brokep, seorang ahli dibidang komputer hacking. Sebelum menjadi penemu Pirate Bay, ia dikenal sebagai karyawan dari perusahaan pengobatan di German.

Kisah Pengusaha Untung Download Gratis


Sebagai pengusaha dia memiliki idealis dalam bekerja.  Tahun 2003, dia menjadi anggota Sweden's Pirate Bureau, sebuah organisasi  pendukung file sharing untuk kebebasan informasi, budaya, dan hasil intelektual. Baginya ini bukanlah tentang uang melainkan kebebasan berekspresi di internet.

Lebih jelasnya, Pirate Bureau merupakan pembicara berbagai hal tentang ambigunya copyright, file sharing, dan produk digital. Tidak ada namanya copyright di dunia internet bung! The Pirate Bay sendiri dijalankan bersama oleh Gottfrid Svartholm, Fredrik Neij dan Peter Sunde.

Mereka membuat file yang katanya bercopyright atau berlisensi agar tersedia di internet, semuanya dari perusahaan film terkenal, seperti Motion Picture of America. The Pirate Bay sebagai perusahaan, berpusat di PRQ, sebuah perusahaan di Swedia, dibuat dan diciptakan oleh Fredrik Neij dan Gottfrid Svarthol.

Pada 30 Mei 2006, situs tersebut tercatat berserver di Stockholm, lalu diamankan oleh polisi Swedish, kemudian ditutup.

Pada 17 April 2009, Peter Sunde dan kedua orang tersebut, ditahan dengan tuduhan serius yakni beberapa pembajakan karya cipta. Mereka ini ditahan dan membayar denda sebesar $4.500.000. setelah 9 hari percobaan. Tetapi sekali lagi ini bukanlah tentang uang melainkan kebebasan Internet.

"Jika pun saya mempunyai uang, saya lebih memilih membakar semuanya yang kupunya dan bahkan tidak untuk abunya. Mereka boleh memilih pekerjaan mengumpulkan itu. Begitulah saya membenci media industri," Sunde menulis surat untuk kedua temanya.

Ini merupakan awal kesuksesan Peter Sunde sebagai pengusaha, dari sinilah sumber kekayaan bagi Sunde dan temanya. Menjadi penemu Pirate Bay, mereka memberikan tempat para pengiklan bagi pebisnis di hasil pencarian.

Lucunya, berdasarkan tafsiran Svenska Dagbladet, pengahasilan iklan bisa mencapai $84.000 per- bulan lebih dari cukup sekedar mempertahankan website. Hasil investigasi lebih lanjut, polisi menyatakan uang dari iklan sebesar $169.000 per- bulan.

Jaksa penuntut menambahkan nilainya bisa lebih dari $1,4 juta per- tahun. Walau, pengacara Peter Sunde menyatakan penghasilannya hanya sebesar $102.000 per- bulan. Di 2008, IFPI menyatakan The Pirate Bay menghasilkan uang banya dan mampu membayar hak cipta, lantas kenapa membajak?

Tetapi, hal ini dibantah oleh Gottfrid Svartholm melalui pernyataan onlinenya.

"Jika kami menciptakan banyak uang, saya, Svartholm, tidak akan bekerja hingga malam di kantor malam ini, saya akan memilih bersantai di pantai, lalu menghitamkan kulit," ucapnya membantah hasil IFPI.

Pengusaha Peter Sunde Berbisnis Halal


Di Agustus 2011, Sunde dan Fredrik membuat situs "legal" berjudul BayFiles dan berbisnis baik. Berbeda dengan The Pirate Bay, BayFiles tidak memiliki koneksi dengan organisasi apapun. BayFiles mengijinkan setiap orang untuk mengupload di server dan membaginya secara "legal".

Orang bisa dengan mudahnya mengakses link tersebut dari seluruh dunia lalu mendowloadnya. Orang hanya akan melihat berdasarkan kategori dan terbatas agar terlihat legal.

Nah, karenanya orang tau sosok si Sunde dan Fredrik adalah pendukung pembajakan. Terjadi masalah di BayFile, orang- orang mengira ini gratis, dan banyak yang tidak tau adanya pengakuan kepemilikan serta muatan bisnis di BayFiles oleh Sunde.

Akhirnya, orang pun menguplod sembarangan, kemudian pihak ke tiga mengakui; BayFiles menghapusnya. Catatan bahwa BayFile ini beda dengan The Pirate Bay karena ini mengikuti aturan U.S. digital copyright atau mudahnya tidak mengedarkan produk digital berlisensi.

BayFiles akan menghapus jika ada satu pengakuan/laporan kepemilikan. Di bisnis lain, Sunde mengerjakan proyek Flatrr.com, yang merupakan file sharing berdonasi. Kali ini, hanya saja, dia dan Linus Olsson menarget musisi dan pembuat film agar masuk langsung sebagai anggota.

Faltrr sendiri memiliki konsep seperti sebuah jejaring sosial bagi musik dan file Indies, dimana mereka akan mencoba menghasilkan karya, membaginya keseluruh dunia di Flatrr dan mendapatkan donasi dari proyeknya.

Faltrr dilengkapi ruang jual beli, tepatnya gabungan antara file sharing, sosial media, dan market.

"Ini merupakan sistem bagi hasil yang baru untuk setiap orang membagi kontentnya! ini juga merupakan kombinasi antara sistem donasi dan kontent berkualitas yang dicari," ucap Peter Sunde di TorrentFreak.com.

Anggota menemukan file baik berupa artikel, musik, atau film. Mereka saling memberikan donasi minimal $2, dan dikumpulkan untuk setiap download serta menjadi support. Flatrr kemudian membagi hasil donasi untuk pembuat file yang juga merupakan anggota.

Dengan kata lain, setiap anggota akan menjadi flatter kontent produksi, flatter ongkos, dan menawarkan keuntungan dari sini. File yang didownload akan terbatas untuk anggota serta tanpa adanya batasan negara.

Flattr berkembang menjadi bisnis berbasis Micro Payment atau Micro Donation berpusat di Swedia. Ini terbukti sangat membantu baik di dunia nyata dan dunia maya. Mereka berguna baik non- komputer dan komputer berbasis donasi.

Mereka membantu mem "flattr-ing" bukan berbasis website, termasuk konten offline, menggunakan data Smartphone malalui code QR. Menggunakan QR setiap pengunjung mudah mendonasikan uang pengguna.

Nampaknya bagi Sunde inilah jadi yang terbaik dimana dia mengakali bukan membenci sistem. Dia tak lagi ngotot untuk melawan sistem satu- per- satu. Disadari atau tidak, karya Sunde, telah mengilhami sistem bisnis berbasis internet sekarang. Dimana semua orang bisa disenangkan disini.

Termasuk kita penikmat produk "freemium" dimana sang pengusaha, programmer, pelanggan, bisa sama- sama untung.

Selasa, 11 Desember 2018

Startup Game Agate Studio Kebanggan Developer Bandung

Profil Pengusaha Pendiri Agate Studio


developer game agate studio
 
Perjalanan startup game Agete Studio sudah lama. Awal menjajal sukses game pertama developer Bandung, ini pada 2011 silam. Melalui platform game online Facebook melalui Football Saga. Siapa pecipta Footbal Saga, adalah sekumpulan anak muda yang bertekat menjadi pengusaha.

Entreprenurship 2011 diisi oleh para pengusaha muda startup. Kala itu, game masih terbatas, bahkan smartphon belum terkonsep. Nama Zangya pastilah pernah anda dengar sebagai platrom. Mereka menawarkan game Facebook, namun akhirnya harus tutup buku karena gagal berkembang.

Agate Studio didiririkan oleh beberapa orang. Salah satunya Wiradeva Arif menceritakan kepada Duniaku.net, mereka asli Bandung menjalankan semua berdasarkan mimpi. Untuk anak muda yang gemar bermain game tidak hanya di Indonesia.

"Agate merupakan perusahaan pengembang game yang berdiri di atas mimpi kami," ujar pengusaha muda yang dipanggil Devon.

Awal berdirinya tahun 2009, jadi memang sangat lama berjuang, dan sudah banyak jatuh bangun agar beradaptasi. Mereka merupakan sekumpulan anak muda pecinta game. Sudah kumpul sejak 2007 lalu memutuskan membangun kisah startup game Agate Studio.

Developer Bandung Jangan Menyerah

Game pertama bukanlah Football Saga karena jauh. Tahun 2007 mereka membuat game pertamanya bernama Twilight. Tujuan mereka hanya ingin mengikuti lomba game. Acara yang digelar oleh satu majalah game ternama mengajak developer baru.

Sukses Agate memenangkan perlombaan butuh perjuangan. Bayangkan satu kampus mengirim 50 orang dari berbagai jurusan. Salah satunya jurusan desain, dimana Devon dan kawan- kawan lantas menyodorkan game Twilight.

Uniknya mereka bukanya membuat game, malah mereka berlima belas lalu mengirimkan berbentuk dokumen. Sudah pasti mereka kalah lomba tersebut tetapi tetap semangat.

"Saat itu hanya dalam bentuk dokumen, yah pada akhirnya kami kalah, ia melanjutkan.

Mereka tidak menyerah loh teman malah bersemangat. Lomba berikutnya yaitu Micrsoft, lomba yang didirikan dalam rangka platfrom baru. Microsoft mengadakan lomba bertajuk Build to Play pada 2008. Agate Studio hadir membuat game untuk konsol baru mereka XBox 360.

Game bernama PonPoron mereka serahkan mengikut perlombaan. Gamenya disukai pemakain dan timbul rasa lega. Akhirnya mereka mampu menciptakan sesuatu yang disenangi. Banyak peminat belum tentu menggaet kriteria juri dalam perlombaan.

Pada akhirnya mereka kembali gagal memenangkan lomba. Gagal dua kali pengusaha muda itu tidak boleh menyerah. Agate Studio kembali mengikuti lomba pada 2009 silam. Perlombaan yang bertema Imagine Cup, dan mereka tidak hanya membawa satu tetapi tiga game sekaligus.

Mereka adalah game Blank, Wish, dan Farewell Night. Mereka mendapatkan kembali apresiasi besar. Sayangnya, kembali mereka gagal memenangi perlombaan tersebut. Mereka tidak menyerah tetapi apa mau dikata mahasiswa harus bekerja.

Salah satu pendiri Agate diharuskan berhenti bermain- main. Dia diharuskan bekerja di perusahaan oleh orang tua. Daripada bingung kenapa mereka tidak membuat perusahaan. Sepakat 15 orang yang kemudian disebut sebagai pendiri Agate Studio memulai.

Cuma mengantungi untung Rp.50 ribu, hanya cukup untuk membeli pulsa padahal butuh lebih dari itu. Alasan mereka membangun perusahaan memang sederhana. Hanya ingin tetap bermain game, tetapi juga menghasilkan masa depan sebagai perusahaan besar kelak.

"Penghasilan kami hanya USD5 atau Rp.50.000, yang hanya cukup untuk membeli pulsa," ia lagi menambahkan.

Modalnya padahal 100 juta berasal dari tabungan semua pendiri. Uang 90 juta habis hanya untuk sewa kantor dari uang seratus juta. Sisanya dipakai untuk membeli peralatan kantor. Di akhir tahun 2009, mereka harus menghadapi permasalah keuangan, hingga memilih lanjut atau berhenti.

Rapat besar tersebut memutuskan mereka lanjut. Dengan antusiasme yang belum turun dari ke 15 pendiri. Mereka yakin akan bertahan bermodal uang sangat minim. Ketika itu tengah booming model game berbasis platfrom web.

Pengusaha Game Agate Studio

Masih ingat ketika orang login Facebook untuk game. Nah, Agate Studio menakar prospek berbisnis game platform Facebook. Lewat Football Game Saga, mereka mereguk untung sampai Rp.200 juta perbulan. Inilah titik awal Agate bangkit setelah sekian lama dirundung kesusahan karena modal.

Berkat antusiasme dan kecintaan akan dunia game. Mereka mampu bertahan dari aneka kegagalan tersebut. Tahun 2012 menjadi jalan mereka agresif mengembangkan game. Berbisnis game berbasis web memang tengah sangat "booming".

Bukan hanya sukses menjadi jawara platform web. Agate mampu bertahan beradaptasi dengan segala perubahaan. Termasuk perubahan dalam platform mobile masa depan. Game berbasis kasual mereka ciptakan berbasis smartphone Android.

Sebut saja nama game Juragan Terminal, Clicker, dan kesemuanya bersifat adiktif. Mereka juga tidak berbisnis sendirian loh. Lewat kerja sama dengan developer game Tahu Bulat. Mereka makin sukses merajai game khas Indonesia.

Total unduhan kala itu 500 ribuan unduhan. Hal terbaru ialah mereka menciptakan game untuk Pak Jokowi. Pasalnya mereka khawatir dengan isu- isu negatif menerjang. Khususnya bagi sosok Jokowi yang lebih sering disasar.

Game Jokowi mampu menghasilkan 1 juta unduhan. Berlanjut kesuksesan itu, Agate menciptakan game Fantasia kelanjutan dari Football Saga 2. Tidak berhenti di game mobile mereka juga sudah mengembangkan game Nintendo Switch dan Steam, yakni Valthirian Arc.

"Perjalanan kami memang tidak mudah, namun impian kami untuk menjadi pengembang game besar seperti Square Enix dan juga Konami jauh lebih besar dan kuat dibandingkan halangan yang ada dihadapan," kata Devon, memberikan semangat pengusaha muda dan developer.

Agate mendapatkan perhatian dari dunia internasional. Para pecinta game memperhatikan bagaimana mereka membangun. Hasilnya pendanaan startup game Agate Studio membanggakan. Dari 15 orang karyawan menjadi 150 karyawan, bahkan mampu menggaji diatas UMR bahkan berlipat ganda.

Agate memiliki 200 game dan 10 proyek khusus. Dari game yang awalnya berbentuk dokumen, kini, mereka menghasilkan game sesungguhnya. Hasilnya mereka berhasil tidak hanya mendapatkan modal. Tetapi kemenangan menjadi salah satu developer terbaik untuk bangsa Indonesia.