Tampilkan postingan dengan label Portal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Portal. Tampilkan semua postingan

Rating Situs Jual Beli Populer Entrepreneur Scott Wainner

Profil Pengusaha Scott Wainner


entrepreneur review

Entrepreneur Scott Wainner baru saja menyelesaikan sebuah penjualan website. Dia menjual situs sekaligus perusahaannya satu- satunya hanya untuk menjadi multi- jutawan baru. Ia mulai membangun ResellerRatings, sekitar lima belas tahun yang lalu ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. 
 
Scott belajar menciptakan sebuah situs secara bertahap sedikit demi sedikit. Semuanya dilakukan secara otodidak. Suatu hari, ia lantas menciptakan ResellerRatings dari nol dan menjualnya ke perusahaan lain.

Rating Situs Jual Beli

 
Cerita remaja 15 tahun yang menemukan ide gila untuk membangun website review. Dia pernah merasa dikecewakan oleh sebuah ritel online, memutuskan pembelian secara sepihak. Dia kecewa, tapi tetap yakin akan mendapatkan kepastian walau berbelanja online cukup sulit. 

Bisnis Web Portal Entrepreneur Takafumi Horie

Biografi Pengusaha Takafumi Horie


entrepreneur livedoor web portal

Sukses bisnis web portal entrepreneur ini menggila. Berbeda di negara asalnya, Jepang, entrepreneur bernama akafumi Horie malah memilih gaya berbeda di dalam hal fasion, bahkan soal bisnis umum. Dia tidak jarang ditemui hanya mengenakan kaos lucu ataupun kemeja tanpa dasi.

Cara bisnisnya, ia memilih gaya ala Amerika. Atau, kita menyebutnya gaya koboi bermodal segala arogansi untuk mencoba mengkapitalis suatu hal. Media nasional bahkan menyebutnya Kind of Men atau berarti orang yang tega.

Apa Horie yang lakukan,  entrepreneur muda sekaligus CEO termuda di Jepang, wajarnya hanya mencoba untuk  membesarkan bisnis perusahaannya melalui banyak merger dan akuisisi.

Buka Usaha Kursus Stir Mobil Kamu

Artikel Bisnis: Prospek Usaha Stir Mobil

 
usaha setir mobil
 
Mau buka usaha kursus stir mobil. Beda dengan Indonesia dimana kursus mobil tidak masuk dalam kurikulum. Disini, apa saja bisa jadi bisnis, dan bisnis pelatihan mengemudi bisa jadi ide bisnis. Kan sudah banyak dijalanan tuh. Tapi, kamu perlu ingat bisnis juga tentang memberikan suatu nilai berbeda.

Kembali ke bisnis kursus stir mobil. Prospkenya orang butuh waktu berbulan- bulan untuk berlatih sendiri. Ditambah tidak semua mobil bisa digunakan pemilik. Kamu cukup fokus pada hal ini. Tak jarang dalam satu usaha stir mobil, orang memberi berbagai kursus dengan mobil berbeda. 
 
Ada setidaknya dua jenis mobil yang kamu harus miliki: mobil otomatis atau manual. Lembaga kursus stir mobil ini masih bisa dikembangkan lagi.

Bisnis ini bisa dimulai dengan satu modal mobil. Atau, kamu bisa menggabungkan dengan bisnis penyewaan mobil. All in one solution. Berikut apa yang kamu butuhkan jika memulai bisnis kursus mobil dari nol:

1. Kamu menyediakan mobil untuk kursus. 


Kamu bisa menggunakan mobil pribadi kamu sebagai awalnya. Mobil yang digunakan tidak mesti baru ya. Mobil kamu harus terawat, bersih, dan nyaman. Jika tidak maka akan membuat kamu dicap tak profesional. Usahakan mobil itu merupakan mobil populer di masyarakat umu. 
 
Biasanya sih mobil kijang atau mobil keluarga yang bisa dipakai untuk apa saja. Jika di luar negeri itu biasanya ada tambahan rem, stir tambahan untuk instruktur.

2. Mempunyai instruktur atau pelatih yang handal, terampil, dan cakap. 


Atau, jika kamu cukup percaya diri, kamu bisa mengajari sendiri. Yang terpenting kamu punya pengalaman juga, ini prospek bagus bagi kamu yang pernah bekerja sebagai driver profesional. Instruktur juga termasuk handal soal rambu lalu- lintas. 
 
Memberikan pelajaran awal tentang berkendara harus masuk dalam kurikulum kamu. Sedikit tambahan dengan mengajarkan dasar penanganan mobil ketika mogok juga bisa. Kebanyakan bagi mereka yang memulai usaha ini cuma mengajarkan cara mengemudi saja.

3. Kurikulum jelas dan terencana


Seperti diatas ajarkan juga tentang bagaimana berkendara yang baik. Bagaimana menangani ketika mereka para murid dihadapkan pada posisi macet, bagaimana berbelok, bagaimana menaiki tanjakan. Kurikulum itu menunjukan profesionalitas kamu, dan itu menjual! 
 
Tawarkan konsep pembelajaran kamu tiap minggunya nanti, buatlah seolah kamu guru di sekolah. Ada standar operasional terencana.  Ajarkanlah teknik- teknik mengemudi dengan penuh kehati-hatian tanpa membuat mereka takut. 
 
Ajarkan cara mengemudi yang hemat energi atau eco-driving serta bagaimana agar mobil sehat, serta pengetahuan tentang aturan lalu lintas.

Ingat untuk mensurvei kawasan-kawasan yang dapat digunakan untuk berlatih mengemudi, seperti lapangan atau lahan parkir yang tidak terpakai, atau jalanan di komplek yang cenderung sepi di tengah hari. 
 
Cobalah berkerjasamalah dengan pihak kepolisian supaya mereka bisa memberi perhatian dan pengawasan ketika peserta kursus kamu berlatih di jalan raya. Cari tau apakah memungkinkan untuk memodifikasi mobil kamu dengan rem tambahan dan stir tambahan dari pihak kepolisian.

4. Cari tempat yang nyaman tapi menunjang.


Upayakan tempat yang menunjang berbagai cara mengemudi, bukan cuma lapangan luas. Buatlah seolah itu benar- benar keadaan nyata. Cobalah cek video kurikulum di luar negeri, tiru cara mereka mengajari dari tempat mereka mengajari. 
 
Gunakan komputer, administrasi, tenaga administrasi untuk mendukung kamu di kantor. Atau kamu bisa mengajak pasangan kamu ikut berbisnis. hehehe.

5. Promosi bisnis


Lakukan promosi di Internet. Cek apakah "kursus mengemudi" masih sedikit di Google. Kamu bisa saja ikut membuat website atau blog. Kamu juga bisa menggunakan sarana Facebook, gunakan penekanan pribadi melalui akun pribadi atau akun perusahaan. 
 
Buatlah diri kamu menjadi besar meski kenyataanya kamu baru saja memulai. Kamu juga dapat menawarkan jasa pendampingan ketika tes mendapatkan SIM. Operasikan kursus kamu secara fleksibel untuk memperluas pasar.

Contohnya, bisa saja merancang jam kursus sesuai dengan permintaan pelanggan di malam hari. Atau pun juga, kamu juga bisa membuka sekolah mengemudi online seperti keys2drive.com.au sebagai inspirasi.

5 Perusahaan MLM Masih Eksis Indonesia

perusahaan mlm eksis

1. Amway


Bagi kalian yang pernah MLM atau ditawari bisnis MLM pastilah tahu perusahaan ini. Perusahaan yang pernah masuk masa jayanya di Indonesia pada 1993- 1995. Amway didirikan oleh Jay Van Andel dan juga Richard DeVos, bermarkas di Ada, Michigan.

Produk dijualnya meliputi produk pembersih rumah, produk kecantikan dan kesehatan, nutrisi, bahkan produk pengolahan air sehat. Produk terakhir disebutnya eSpring, dikenalkan di 2000, fokus pada water treatment menggunakan sistem ultraviolet, menarik.

Ada uang pendaftaran bagi pendaftar masuk dan ditambah renewel dimana harus dibayar anggota tiap tahun. Jangan salah bisnis ini terbukti manjur ( dan masih eksisi di negara asal) bahkan ada orang sukses diamond. Yang menarik kita disuguhi produk- produk benar berkualitas.

Namun, produk akan selalu mengikuti harga dollar, jadi kita siap merogoh kocek dalam- dalam.

Apa masih aktif?

Iseng- iseng cari tau di internet, ternyata masih aktif. Diambil dari www.amway2u.com, kita akan disuguhi produk pilihan mereka mejeng di depan komputer. Bagi kami paling menarik yaitu produk disebut Artistry (trademark) khusus milik Amway.

Produk kecantikan katanya perusahaan kembangkan khusus bagi kita. Berminat? Kunjungi websitenya segera, dan jangan lupa klik link nya. Sebagai tambahan, perusahaan MLM satu ini mensyaratkan wajib belanja atau tutup point.

2. CNI



Perusahaan MLM satu ini mendapatkan perhatian khusus hingga tahun 2000 -an. Perusahaan ini, katanya, merupakan hasil buah karya orang asli Indonesia. Sukses di negara sendiri, CNI menjadikan dirinya salah satu perusahaan tertua. Perusahaan nyata- nyata dilahirkan di Bandung di 1986.

Dulu menggunakan nama PT. Sanchlorellatama dan produk pertama dijual adalah sun chlorella. Sejalan dengan perkembangan, produk dijual bertambah dan pada tahun 1992 berubah menjadi CNI (PT. Citranusa Insan Cemerlang).

Beberapa majalah, koran dan tabloid telah banyak menceritakan asal mula perusahaan MLM lokal ini. Katanya dibangun oleh keluarga Gunawan Tjondro dan Abrian Natan ini. Ulasan lengkap terakhir tentang CNI dapat dilihat di majalah ManPower edisi Desember2007 serta dari majalah SWA edisi Desember2007.

Sistemnya: wajib belanja atau tutup point, renewel dimana dibayar terus tiap tahun, Center/PO banyak. Target penjualan perusahaan MLM perbulan mencapai 250 ribu, 500 ribu, hingga sampai 1 juta (resmi perusahaan) malah ada lebih tinggi lagi bila ngikutin program leader.

Pernah mendapatkan kritik karena ikut nimbrung di iklan televisi bahkan jual asuransi "kolor" segala. Perusahaan satu ini masih solid mungkin sampai selanjutnya karena member banyak dan ada uang tiap tahun. Beberapa sukses mencapai gelar diamond.

Ada leader diamond sukses dapat kredit motor, namun jikalau target tidak terpenuhi bayar sendiri- sendiri. Produk: dari celana, produk kesehatan ( berbagai suplemen dan vitamin), kebutuhan rumah tangga.

Masih solid namun tak lagi terdengar keras dengungnya di masyarakat Indonesia, karena banyak siangan kali. Info lebih lanjut coba saja: www.cni.co.id

3. Sophie Martin


Sophie Martin Indonesia didirikan atas nama PT Sophie Martin Indonesia, yang merupakan anak perusahaan yang berkonsep Multi Level Marketing (MLM) beroperasi di Indonesia sejak 1994. Sudah lebih dari 13 tahun lamanya Sophie Martin telah ada di tanah air kita ini.

Mereka berfokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Perusahaan ini tumbuh menjadi perusahaan penyedia produk fashion yang mempunyai peranan penting di Indonesia.

Tingkatan member cuma ada dua: presiden dan franchise. Kalau di tingkat franchise, kamu haruslah punya bisnis sendiri atau tempat jualan sendiri.

Terus produk dipajang di etalase toko nanti berasal dari produk milik perusahaan. Tenang produknya kuat jadi tinggal pintar- pintar jualan saja. Keuntungan member itu ada di diskon 30% tiap pembelian sendiri, bonus belanja sendiri, bonus pendekatan, bonus royalti, dan bonus super pic.

Konsepnya agak ribet pada member franchise. Ini agak ribet karena member franchise berperan sebagat leader lagi, namun bawahnya gak dapat benefit seperti si franchise.

Cukup pusing tapi masih bisa dikerjakan.

4. Orieflame


Orieflame menggabungkan sistem direct selling dan MLM jadi satu. Jadi perusahaan mlm tidak sepenuhnya menggunakan sistem MLM. Namun, bagi berminat kamu bisa menjadi member MLM -nya, apa sih untungnya? Secara garis besar untungnya sama seperti perusahaan diatas ini.

Kalo sudah bergabung jadi member, kerjaan kita setiap hari itu merekrut orang bergabung menjadi member di jaringan kita. Setelah itu barulah kita masuk ke jualan memenuhi tutup poin. Dan, kita sendiri juga bisa ikut nimbrung tupo (nilainya 600.000).

Mudahnya kamu akan membeli produk Oriflame seperti shampo, sabun, parfum, deodoran dan lain- lain. Dan akhirnya, semua produk yang ada di rumah kamu tiap akhir bulan berubah menjadi produk- produk Oriflame semua.

Mudah kan? Kamu tidak perlu pusing milih shampo apa atau sabun apa; semuanya dari Oriflame. Setelah kita sukses ngajakkin orang agar ikut jaringan kita. Berulah kita ajarin gimana caranya berjualan buat mereka dibawah jaringan kita.

Semakin banyak orang kita ajak masuk di jaringan kita, semakin banyak orang belanja, semakin banyak juga bonus/komisi bulanan kamu dari Oriflame; terlihat mudah sih. Tapi, disarakan kamu harus berjualan agar bisa jalan tutup poin bulanan.

Jika punya uang buat tutup poin sendiri? Silahkan, tapi bangkrut tanggungan kita sendiri bukan perusahaan. Intinya kita sama jaringan harus rame- rame beli produk milik Oriflame dan kita dapet bonusnya.

5. Tupperware



Tupperware didirikan oleh Earl Silas Tupper (1907- 1983), dimana perusahaan ini berfokus pada produk rumah tangga. Bagi kamu sering liat di layar kacar, produk Tupperware terbuat dari bahan plastik.

Dan, ini berbeda dengan konsep bisnis MLM lain cenderung pada produk habis pakai (karena habis- beli, semakin sering beli semakin untung). Tupperware Indonesia sendiri mengaku bukan sepenuhnya MLM tapi bisnis berjenjang karir.

Mereka mengklaim tiap member memiliki tingkatan dan tugas berbeda. Kita nanti bisa menjadi manager, executive manager, group manager, atau bisa distributor. Namun perlu diketahui sebelum masuk ke jenjang tersebut, kamu diwajibkan menjadi member dan melalui beberapa masa percobaan.

Disini kita akan disuguhi pelatihan penjualan semacamnya seperti lainnya. Ada tutup point? Di ambil dari situs tupperwarecentre.com, kita tidak mendapatkan itu namun memang ada syarat- syarat pencapaian minimum.

Pencapain dari jumlah jaringan, pembelian dan lain- lain, mungkin permasalahannya adalah produk ini bukan produk habis pakai.

Jual Ikan Hias di Kaskus Pengusaha Nicholas Kurniawan

Profil Pengusaha Nicholas Kurniawan



Siapa pengusaha Nicholas Kurniawan, adalah termasuk anak muda yang keras kepala soal berbisnis. Keras kepalanya ya karena dia selalu berusaha walau halangan menghadang. Sebagai entrepreneur, atau pengusaha muda, karirnya terbilang termasuk unik dibanding pengusaha muda lain.

Yakni bermodal sebuah thread situs jual- beli Kaskus. Sekarang, setiap bulannya, pengusaha muda yang akrab disapa Niko ini, sukses menjual seribu ekor ikan hias berbagai jenis hingga ke luar negeri, yakni Singapura, Thailand, Taiwan, dan  Hong Kong

Termasuk beberapa negara Eropa seperti Yunani, Belanda dan Inggris juga loh. Ketika itu, pada tahun 2003 -an, mulailah Niko iseng menjual ikan melalui forum jual beli Kaskus. Sedikit seperti dongeng, dia kala itu masih duduk di bangku SMA, mulai aktif menjual ikan hias di situs tersebut sendiri.

Awalnya sih cuma coba- coba tapi, eh, sukses itu nyata sampai keterusan. Pernah berbisnis bermacam model, pernah ikut MLM, semua dilalui sepanjang karir. Ini membangun mental menjadi pedagang tangguh.

Jual Ikan Hias di Kaskus Sukses Mampus


Pengusaha muda kelahiran Jakarata, 29 Januari 1993, yang mana bukanlah seorang anak yang manja. Dia ingat betul bagaimana keluarganya yang sering bertengkar hingga terdengar kata cerai. Masalahnya apalagi kalau bukan ekonomi, ini cukup membuat Niko menjadi anak broken home.

Niko bahkan pernah mendapat surat teguran karena menunggak uang bulanan sekolah. Tapi Niko masih memiliki kesadaran, dia tak mau tergoda godaan khas anak remaja yang datang silih berganti. Hanya Niko tidak mau menjadikan hal negatif sebagai pelarian.

Dia yang selalu melihat pertangkaran, yakin walau sering terjadi pertengkaran di rumah. Ia yakin kedua orang tuanya sangatlah menyayangi anak- anak mereka. Inilah alasan yang menjauhkannya dari pergaulan bebas. Niko memilih bekerja membantu meringankan beban keluarga saja.

Keadaan serba terbatas malah membimbing Nicholas Kurniawan mandiri. Niko lantas mulai memilih berusaha sendiri sebagai wirausaha. Sejak masih kelas 2 SD, di usia 7 tahun sudah berjualan mainan untuk membeli mainan baru.

Dia pernah menjual aneka baju, donat, hingga kue buatan mama disaat masih duduk di bangku SMP. Niko pernah pula ikut bisnis MLM saat SMA, tetapi seperti yang sudah- sudah, dia sadar betul MLM bukan sumber baik dan gagal ditengah jalan.

Sampai mengenal Kaskus di Februari 2010!

Nicholas mengaku hanya iseng menjual ikan therapy dari mamanya. Dia hanya merasa kurang suka memelihara ikan semacam itu; lalu dijualanya ke forum Kaskus. Hal iseng tersebut berbuah respon yang sangat baik, ini diluar dugaan Niko sebelumnya.

Otak bisnisnya memilih untuk mencari supplier bukanya memilih berhenti. Ia lalu mendapatkan bantuan seorang teman untuk menjual ikan gura rafa lagi. Tapi, tidak cukup, Niko mencari- cari lagi hingga ke dunia maya.

Satu per- satu supplier ikan didekatinya. Niko bergeriliya di toko- toko ikan dimanapun itu. Caranya ada yang langsung nimbrung saja. Ada pula yang dia dekati melalui pengajuan proposal, intinya biar agar dia bisa tetap berjualan.

"Awalnya mereka tidak begitu gampang percaya. Saya buat proposal, saya kirim ke 100 orang, yang respons hanya 10. Dari 10, yang jadi belum tentu satu," ungkapnya, kala diwawancara oleh SWA di penangkaran ikan hiasnya di kawasan Jakarta Barat.

Lewat Kaskus, dia mulai berjual ke berbagai fish therapy ke Mall, dari Blok M, Point Square, Pulit Junction. Tidak ketinggalan, Niko mengaku pernah menjual ke sebuah hotel, Hotel Alexis, beberapa rumah anggota DPR partai Demokrat dan PAN.

Guna mensuport toko ikan kecilnya ia tak ragu langsung membeli domain atau alamat situs. Caranya pun ada khusus. Niko memulai melakukan riset kata kunci agar ikan yang dijual laris melalui mesin pencarian Google.

Jual Ikan Hias di Kaskus dan Online


Susah memang persaingan bisnis online, tapi dia berhasil. Pria yang kini tengah kuliah di Jurusan Pemasaran Prasetiya Mulya Business School ini, lantas membuat toko online sederhana, biar bisa bejualan di internet yaitu www.tropicalfish-indonesia.com.

Alasannya memilih nama tersebut, karena memang agen atau penggemar ikan hias di luar negeri kerap menggunakan kata "ikan tropis" dalam bahasa Inggris kala mencari ikan buruannya di dunia maya. Tujuannya agar sekali tembak dua target kena: pembeli lokal dan luar negeri.

Kepercayaan toko ikan hias mulai diraih, disaat kualitas kiriman produk mampu memuaskan mereka. Pembayaran lancar ke para pemasok ikan hias dari sejumlah penangkar di Pulau Jawa, Kalimantan, sampai ke tanah Papua, turut melambungkan namanya.

Berkat pasokan besar itulah jumlah kliennya mulai beranak pinak. Niko tak segan- segan beriklan di internet agar situsnya mudah ditemukan. Alasannya memilih bisnis iklan hias karena memang prospeknya bagus, jelasnya.

Di bisnis ikan, Nicholas juga pernah mengalami beberapa kali kegagalan berbisnis loh. Dia pernah 3x rugi besar. Kisahnya Niko dulu pernah loh mengambil keputusan salah, membuat pelanggan kecewa, namun tidak berhenti berusaha.

Sebagai contoh, dia pernah mendapatkan order besar ikan hias dan gagal kirim. Saat itu ia mengalami kesulitan mengirim ke Medan. Pembeli membatalkan ordernya, dan rugi besar karena tidak sanggup mencari cara. Melalui kegagalan itulah, ia menemukan ide baru dan cara baru.

Dia mencari pedagang ikan garra rufa (ikan therapy) di sekitaran Medan sebagai supplier. Ia tinggal telpon, mengantarkan barang, dan membayarnya. Tetapi mencari supplier bukan perkara mudah, tidak berjalan seperti harapan.

Dia tidak bisa mencari cepat justru tetap mencari di Jakarta. Itu semua tentang dana yang tidak menutupi pengeluarannya. Tetapi, ia mengaku mulai berhubungan akrab dengan penjual ikan karena masalah tersebut, dari sana dia mulai dipercaya masalah pembayaran.

Pengusaha Muda Ikan Hias yang Selalu Belajar


Niko belajar bahwa mungkin jika bukan ada kerena keadaan yang sulit tersebut, ia tidak akan kenal dengan penjual di Medan. Dia tidak akan mengenal bisnis tersebut lebih dalam seperti halnya soal pengepakan. Masuk ke kelas tiga SMA Niko mampu mengekspor ikan hias untuk pertama kali.

Bisnisnya bergulir lebih pesat hingga akhirnya mampu mengirim seribu ekor ikan hias ke berbagai negara. Berbagai jenis ikan hias, diakuinya, tersedia di toko online, mulai ikan gara rufa, arwana, jenis ikan hias lain, serta ikan predator seperti spatula dan aligator.

Dia memulai bisnis ikan lain seperti arwana, pari air tawar, ikan import- seperti seperti arapaima, acipenser, poliodon, hingga booming axolotl.

Intinya, Niko itu bukanlah orang yang suka berdiam diri. Dia selalu melihat peluang yang ada serta fokus menjalaninya. Bisnis itu tentang melihat pasar atau peka terhadap permintaan pasar. Namun, dia lebih menyarankan fokus di satu produk yang menjadi keahlian kita.

Selanjutnya? kita bisa berekspansi produk sejenis, atau bahkan memulai bisnis lain. Hanya masalah waktu hingga sukses itu datang dari fokus serta ketekunan. Hingga sekarang usahanya yang kini bernaung di bawah CV Venus Aquarium tidak hanya berpusat pada jual beli ikan.

Dia juga merambah bisnis dekorasi akuarium hingga perawatan ikan hias. Niko lalu mengungkapkan, orang banyak salah sangka mengenai bisnisnya. Bisnis ikan hias ini memang dianggap tidak mampu menghasilkan uang besar.

"Orang pikir ini bisnis kecil, tidak keren. Bisnis minyak, batu bara, baru keren. Kalau bisnis ini, tidak keren. Tapi ternyata uangnya besar juga," ujarnya seraya tersenyum.

Namun, ketika ditanya omsetnya, Niko terkesan malu-malu menjawabnya. "Cukup besar, tetapi tidak enak menyebutnya. Sekitar ratusan jutalah," ujar pemuda yang kini menuliskan perjalanan usahanya dalam bentuk yang berjudul Die Hard Antrepreneur itu.

Biografi Pengusaha Yoga Startup Pelatihan Online

Profil Pengusaha Pelatih Yoga


aplikasi instruktur yoga online

Biografi Pengusaha kelahiran Jerman, yang berimigrasi hingga ke Amerika Serikat. Waktu itu Alex Klien yang masih berusia 16 tahun. Sebelum menjadi pengusaha, Alex sudah dikenal sebagai musisi, melalukan tur bersama band punk, dimana dia bermain sebagi basis.

Pertengahan 20 -an Alex memutuskan menjadi fisikawan. Tujuan untuk memecahkan masalah energi dunia. Dia melanjutkan karir di Fisika Plasma. Menarik bukan biografi pengusaha ini berputar. Itulah kita tidak boleh meremehkan kemampuan orang lain.

Tahun 1999 Alex menemukan konsep alternatif fusion confinement. Apapaun artinya itu merupakan hal terkeren kita dengar. Calon pengusaha yang terus melakukan aneka percobaan. Memiliki konsep matang merupakan prinsip bekerja Alex.

Hingga, di tahun 2008, ia mengumpulkan uang $3,5M modal dan digunakan untuk membangun satu reaktor fusi. Dia menciptakan teknologi ini di laboratorium diluar Boston, MA. Prinsip dipegang oleh Alex adalah "Pasti Bisa".

Prinsip Alex tersebut patut kita coba. Dari menjadi musisi bekerja menjadi ilmuwan. Bekerja di akademisi maupun laboratorium pemerintah. Meskipun halangan menghadang penemuannya. Tidak sesuai diharapkan. Sudah memiliki etos kerja besar untuk menjadi biografi pengusaha sukses.

Secara pribadi dia membangun dan menguju satu dari tiga fusion. Didanai oleh pihak swasta, Alex mampu menghasilkan kesuksesan membanggakan. Begitu proyek fusi tersebut ditutup maka menjadi puncak kesuksesan lain. Dia telah sukses di pengetahuan apakah yang dilakukan nanti.

Biografi Pengusaha Teknologi Yoga


Ia telah mencapai kesuksesan dari usaha. Sekarang ingin mengerjakan usaha berbeda. Beberapa bulan dia dan istri mengunjungi Chiang Mai, Thailand. Awalnya mereka akan tingga satu minggu berlibur. Begitu banyak hal menarik membuat mereka betah tinggal di Thailand.

Awalnya berniat tinggal sementara malah tidak kembali. Mereka memutuskan menetap di Thailan semenjak itu. Mereka baru menjadi pengusaha beberapa bulan. Mendirikan startup teknologi yang diberi nama YogaTrail tiga bulan kemudian.

Suami istri ini ditemani seorang rekan lagi. Mereka beritga menjadi pendiri startup Yoga, seperti yang dikutip dari Asianentrepreneur.com. Apakah YogaTrail itu, sebuah bisnis startup bagaimana kita bisa belajar Yoga. Menciptakan kemudahan siapapun belajar Yoga dimanapun.

Sebuah situs direktori menemukan pelatih Yoga. Mereka mencatat semua studio Yoga dimanapun. Startup yang akan menunjuk pelatih Yoga dan program latihan. Situs gratis yang tersedia bagi para guru Yoga membuat profil sendiri.

Semenjak dilaunching startup bisnis ini berkembang. Sudah memiliki 50 ribu lebih profil profesional dan 20 ribu profil praktisi Yoga. Mereka sebenarnya menemukan olah raga ini sejak 2008. Ketika mereka berlibur ke India berkeliling dan menemukan Yoga.

Bisnis Yoga memiliki makna berbeda. Setiap orang memiliki pengertian bebeda dari olah raga ini. Dari melihat sebagai atletik contortions seperti sauna. Atau mereka yang memahami Yoga sebagai aktifitas bersilah berjam- jam.

Pengusaha yang mencoba mematahkan konsep kuno. Kamu tidak akan duduk berjam- jam didepan lilin diatas terpal dan mengucap mantra. Maka dari itulah bisnis YogaTrail memudahkan orang untuk menemukan. Orang butuh berjam- jam mencari guru Yoga sebagai olah raga kesehatan.

Ide bisnis startup memudahkan mencari tempat. Situs yang membantu orang menemukan informasi. Termasuk opini para praktisi membantu latihan Yoga. Startup yang membantu orang awam berlatih Yoga. Orang bisa mencari tempat berlatih, teman latihan, guru dan sumber daya lain.

Mereka juga membangun forum diskusi Yoga. Biografi Pengusaha Alex mengaku menemukan ide bisnis sejak lama. Ketika dia menjadi guru fisika di Universitas lokal. Dia sudah mendengar konsep web preneur atau mereka yang berbisnis online.

Maka mereka mengerjakan bisnis startup YogaTrail. Dia bertemu dengan Sven Ernst -pendiri ketiga YogaTrail- dan melanjutkan pekerjaan. Sosok Sven menjadi pihak ketiga sekaligus investor. Dia sendiri adalah Direktur cabang Asia Buzzwoo!, agensi pengembangan dari Jerman.

Mereka sedang mencari- cari bisnis startup lokal. Sven mencari klien untuk pengembangan. Lalu dia menemukan YogaTrail. Dimana Alex melalukan presentasi pendanaan startup dari Sven.

Ketika mengajar fisika di sebuah universitas lokal, dan ia menemukan tentang "web entrepreneur". Hingga berdirilah YogaTrail berkat Buzzwoo!. Sven memang fokus menangani startup baru. Mereka menangani konten, PR, pemasaran, layanan, desain, dan pengembangan modal.

Bisnis Startup Yoga Inspirasi


Bisnis semacam ini paling susah mencari dan mengatur orang. Pernah mendapatkan developer yang tidak kompeten. Pegawai yang tidak mampu mengikuti perkembangan proyek YogaTrail. Beberapa lama kemudian dia memilih resign. Kesulitan juga harus dihadapi seorang Alex sebagai pemula.

Pegawai developer itu meninggalkan Alex begitu saja. Menyisakah program ditengah kode. Labih sulit menemukan seseorang yang mampu melanjutkan koding. Alex akhirnya mengangkat pegawai dari awal. Dia mengerjakan ulang kode YogaTrail dari awal.

Ia sebenarnya mencari orang yang bisa melanjutkan. Untung sistem YogaTrail mampu diselesaikan tepat waktu. Teknologi mereka diterima baik orang- orang di luaran sana.

Ini sangatlah melegakan bagi Alex. Komunitas Yoga merupakan kelompok unik. Yang mana bereka beragam latar belakang. Tujuan mereka juga berbeda tentang Yoga. Ada mereka para esoteris yang mencari pencerahan spiritual Ashram.

Adapula mereka para eksekutif muda, para pegawai yang melakukan Yoga ketika stress dan sambil istirahat makan siang. Alex membuat merek YogaTrail netral. Menarik semua hal tentang spektrum Yogi. Jadilah tempat dimana semua kebutuhan kita soal Yoga lengkap.

Sebelum memulai YogaTrail, mereka melakukan marketing di Facebook, sosial media lain dan blog khusus. Sehari bisnis startup diluncurkan sudah menarik 30.000 pengguna. Mereka juga menarik pengguna lain melalui aneka sosial media.

Menjadi pengusaha harus siap persaingan ketat. Terkadang persaingan kotor memabayangi. Dimana mereka menyalin apa yang YogaTrail bangun. Contohnya, biografi pengusaha YogaTrail membangun aplikasi galeri di Facebook, enam minggu kemudian ada tiga aplikasi sama tapi berbeda.

Mereka sama- sama membagikan gambar ribuan ke halaman Facebook. Versi mereka, dari desain dan fungsional sama bahkan namanya sama.

"Sekitar 6 minggu setelah kami meluncurkan itu, ada tiga versi lain dari hal yang sama, dengan tepat desain dan fungsi yang sama ... satu orang bahkan menggunakan nama yang sama untuk app nya! Pada terbalik, saya kira ini berarti kita melakukan somethings benar ...," terang Alex.

Bisnis Yoga sendiri menghasilkan pasar $20B. Jujur banyak diluar sana para oportunis. Mereka yang bergaya profesional dan seolah organisasi non- komersial. Sayangnya mereka berbicara tentang keuntungan. Ini kita membicarakan bisnis besar bukanlah sekedar bekerja sosial.

Bahkan beberapa mencoba menguasai pasar dominan. Mereka mencoba mengeruk untung tetapi itu tetap kurang. Pasar bisnis Yoga sendiri masih mencakup 5% saja. Pokoknya dalam berbisnis harus jelas. Tentukan tujuan, apakah kamu akan mencari untung atau murni pengusaha sosial.

Travel Online Valadoo Pelajari Kegagalan

Profil Pengusaha Jaka Wiradisuria



Kenapa membukan jasa travel online. Tentu ini kan jamannya teknologi internet ada di genggaman kita. Inilah kisah tiga orang sahabat yaitu ada Jaka Wiradisuria, Aris Suryamas, dan Bondan Herumurti, yang berjaya memberikan layanan travel online. Pada Desember 2010, lahirlah Valadoo fokus melayani liburan domestik.

Tentu lewat jalur internet memudahkan kita semua. Salah satu pendiri, Jaka Wiradisuria, menjelaskan bahwa mereka bukanlah keturunan pengusaha. Terutama dia yang menyebut keputusan menjadi pengusaha gila. Dia tidak pernah membayangkan bahwa bisnis ini sukses.

Bahkan sejak awal pembuatan, Valadoo bukan disiapkan menjadi bisnis travel online. Mereka saat itu tengah keranjingan bisnis daily deal. Waktu itu memang bisnis online daily deal tengah naik daun alias booming. Jika dirunut munculnya Valadoo bersamaan Disdus dan Dealkeren asli Indonesia.

Untuk kasus lain Disdu dan Dealkeren masing- masing diakuisis oleh Groupon dan Livingsocial. Sementara itu mereka tertinggal beberapa saat -tetapi malah menjadi berkah tersendiri. "Kami kesulitan tanpa ada investor. Setelah empat bulan berdiri, perkembangan Valadoo cenderung stagnan," kenang Jaka.

Bukan bisnis biasa


Jaka sendiri selepas kuliah pernah bekerja di satu perusahaan asing. Hanya saja setelah 2,5 tahun mengalami kejenuhan. Sebelum berbisnis Valadoo pernah beberapa kali berbisnis. Jaka pernah berbisnis karet bersama teman tetapi ya gagal. Alasan Jaka adalah kehilangan fokus karena bisnis tidak penuh.

Perubahan bisnis daily deal menjadi travel online butuh pertimbangan. Mereka kemudian mengambil kiblat ke arah Wego, sebuah mesin pencari travel besutan Ross Veitch, eksekutif Yahoo dan sekaligus menjadi mitra bisnis Valadoo. Jaka melihat potensi pasar travel Indonesia besar sekali. Mereka akhirnya fokus pada bisnis travel domestik saja.

Pasar target adalah anak muda yang rindu tujuan domestik. Ukuran Sabang sampai Marauke memang dirasa menggambarkan bisnis Valadoo yang senilai Rp.5 miliar. Mereka menawarkan paket portfolio destinasi yang dikategorikan khusus, mulai gunung, olah raga menyelam, aneka pantai, kesenian dan budaya, romantis, dan banyak lagi.

Jaka menjelaskan menguatkan spesialisasi justru menjadi kunci. Istilahnya kalau menyasar tujuan luar negeri apa bedanya Panorama Tour. Dia sambil bercanda kalau itu sudah ada sejak dia lahir. Maka Valadoo harus memiliki perbedaan signifikan. "Jadi kami hanya fokus di traveling Indonesia saja," kata Jaka.

Dia sendiri meyakinkan bahwa Valadoo berbeda. Termasuk soal kemudahan, serta kelengakapan destinasi terbaik di Indonesia. Sebagai CEO Valadoo, meyakinkan kamu mendapatkan yang terbaik, sekaligu mudah mendapatkan tiket perjalanan. Bahkan kalau musim hujan maka tidak akan menampilkan liburan di luar.

Melengkapi pelayanan, perusahaan menyediakan blog travel bernama Jelajah. Memastikan kamu mendapat pengalaman review destinasi seapik mungkin. Tambahan lain yaitu adanya konsultan destinasi yang berasal dari kalangan selebriti. Ada 13 konsultan membantu berjalannya bisnsi Valadoo. Pendekatan akan melalui sosial media.

Strategi bisnis travel online: Engagement, newsletter, dan penjualan. Engagement dilakukan lewat sosial meda Facebook, Twitter, Pinterest. Kamu harus meyakinkan bahwa tidak cuma sekedar jualan. Soal newsletter berarti email yang dikirim ke email kamu. Tidak cuma berisi produk ditawarkan tetapi juga aneka tips dan review.

Total menurut Jaka berjumlah 26.000 pelanggan. Melalui engagement, kemudian newsletter sampai saatnya berjualan. Tambahan lain yakni melakukan branding lewat Malesbanget.com. Kamudian ditambah layanan Google Adword dan penerapan SEO (Search Engine Optimization) supaya relevan pencarian pengunjung.

Tiga bulan saja pengunjung situs naik 300% dan penjualan meningkat 500%. Karena mengandalkan tujuan wisata sendiri, Valadoo siap menggaet pengunjung luar negeri. Mereka bahkan menargetkan pendapatan bisa naik sampai Rp.1 miliar per- bulan.

Pembayaran paket wisata pun dibuat semudah mungkin. Yakni melalui kartu kredit, PayPal, atau ATM, dan lainnya yang mempermudah siapapun (wisatwan asing atau lokal). Paket wisata dijualnya variatif mulai dari Rp.100 ribu hingga Rp.10 juta. Valadoo sudah memiliki 80.000 orang hingga omzet mencapai Rp.5 miliar.

Bisnis tidak berarah


Sukses Valadoo ternyata tidak selamanya bertahan. Agustus 2014, menurut Techinasia.com, perusahaan Jaka mulai kehilangan arah dari tujuan semula. Biaya marketing membengkak sementara target pasar mereka lepas. Kerja sama dengan situs Malesbanget.com ternyata tidak berarti.

"Sebelumnya biaya marketing kami sangat tinggi. Salah satunya adalah ketika menjalani kerja sama dengan MaleBanget.com," tuturnya dalam satu sesi wawancara.

Dalam wawancara ini keputusan melakukan marger malah berakhir sia- sia. Padahal maksud awal dia adalah mengurangi biaya marketing. Marger dengan Burufly tidak berarti kerena perbedaan basis aplikasi: Valadoo menggunakan Drupal, sementara untuk Burufly menggunakan Drupal. Burufly sendiri merupakan sosial media sejenis Pinterest.

Bedanya Burufly fokus hal travel khususnya tanah air, "...maka kami memutuskan untuk melakukan merger," tuturnya.

Meski sudah didukung oleh Wego berupa pendanaan. Sayang, Jaka dan kawan- kawan setuju untuk segera menutup Valadoo. Meski berat sebagai CEO, kepercayaan staf ada ditanganya, keputusan menutup bisnis ini tidak terelakan. Menutup Valadoo berarti membuang aset berharga tetapi tidak dijelaskan berapa nilainya.

Situs Valadoo secara akses masih bisa diakses, tetapi tidak dapat berfungsi seperti halnya. Tidak dapat dia pungkiri bahwa berbisnis travel berat. Apalagi ternyata pemain terus bermunculan mengusung layanan yang hampir sama. Sebut saja Gogonesia, yang disarankan Jaka mempertajam arah bisnis mereka lebih tajam.

Gogonesia sendiri masih memiliki lima orang pegawai. Jadi tepat bagi mereka agar lebih membaca hal pasar agar tidak terulang kesalahan Valadoo. "...karena model layanan kami sangat mirip," kenangnya. Sementara itu pegawai Valadoo sebagian besar sudah berpindah. Sebagian mereka masuk Tiket.com atau industri travel lain.

Menjadi entrepreneur ada perasaan ego harus dilawan. Ini memukul telak bagi kehidupan seorang Jaka. Ia pun menambahkan kesalahan sudah sejak tiga sampai lima tahun lalu. Jaka sempat akan mendirikan startup baru. Teman dekat Jaka, Aldi Haryopratomo, sang CEO Ruma sempat menawarkan bergabung.

Egonya muncul karena harus bekerja untuk orang lain. Tetapi sudahlah, dianggap oleh Jaka bahwa ini akan menjadi S-2 baginya di dunia nyata.

Penasehat Keuangan Cantik Alexa von Tobel

Profil Pengusaha Perencana Keuangan



Muda dan cerdas menjadi ikonik dalam diri Alexa von Tobel. Wanita kelahiran Circa, 1984, memulai karir yang cemerlang dalam dunia finansial. Unik karena tidak memegang gelar sarjana ekonomi ataupun finansial. Memulai karirnya sebagai trader di Morgan Stanley. Ia belajar berkarir hingga meluncurkan LearnVest.com

Ia mulai berpikir tentang LearnVest ketika bekerja di Morgan Stanley. Ketika itu dia mulai menyadari bahwa orang lain belum tentu belajar tentang personal finansial. Berkaca dari dirinya sendiri menjadi poin penting dari lahirnya usaha tersebut.

Tidak semua memiliki latar belakang pendidikan finansial. Tumbuh di Wall Street, tujuan utamanya bagaimana finansial mudah diakses semua wanita. Dia tidak pernah mundur sekalipun soal finansial. Von Tobel berpikir keras bagaimana mengatur uang menjadi lebih mudah. Berdasarkan passion itulah terciptalah serial tutorial online.

"Di sini saya bertanggung jawab atas jutaan dan jutaan dolar dan saya tidak tahu apa- apa tentang cara mendapatkan kartu kredit atau asuransi," kenang von Tobel. "Saya butuh alat seperti ini."

Bukannya fokus melanjutkan kuliah lagi di Harvard. Von Tobel malah memilih menggunakan uang untuk mulai membangun LearnVest. Sejak saat itu, perusahaan sukses $5,5 juta di finansial, berlanjut melalui tambahan modal senilai $4,5 juta oleh Accel Patners di April 2009.

Sang CEO LearnVest ini mendapatkan perhatian media masa. Bahkan dia dibahas oleh Business Insider dan juga New York Times. Softwarenya Suze Orman 2.0 mendapatkan perhatian seketika ketika dibahas oleh reporter Fox news.

Dia mendapatkan panggilan Finance Barbie, yang ditujukan kepada obsesinya akan entrepreneurship. Von Tobel memiliki selera humor dan juga tingkah laku baik penuh kejujuran. Dia ingin belajar tentang finansial menjadi menyenangkan. Itulah tujuan perusahaan asal New York dimaksudkan.

Menarik banyak orang


LearnVest menarik pengunjung 360.000 unik visitor per- bulan. Mungki von Tobel sangat berpassion agar mampu memberikan saran finansial tanpa biasa. Disisi lain dirinya mampu menghasilkan pundi- pundi uang untuk investor. Banyak hal dapat dipelajari dari situs personal finansial tersebut.

Yang terbaru adalah program online bootcamps. Pembelajaran online selama tiga minggu berturut seperti hal email harian lengkap informasi dan item mudah dijalanakan, menurut von Tobel. Berinvastasi di Bootcamp berarti kamu harus membayar $7,99 per- user.

"Ini lebih murah dibanding "Personal Finance for Dummies" dan lebih mudah dimengerti dan dijalankan ujar von Tobel. "Kami tidak ingin para user menjadi kesulitan."

Untuk urusan bisnis menarik, yakni memberikan kerja sama afiliasi marketing untuk startup asal New York, dimana LearnVast memberikan uang untuk menawarkan produk personal finansial seperti kartu kredit. Selai itu adapula penjualan iklan. Von Tobel mampu mengumpulkan sponsorsip dari perusahaan finansial menarget wanita.

Sejak saat itupula, usahanya menghasilkan investasi sampai senilai $72 juta, dari perusahaan finansial besar seperti Accel Patners, AmericanExpress Ventures dan Northwestern Mutual Capital. Pada 25 Maret 2015, dikabarkan bahwa Northwestern Mutual Life Insurance Co., berbasis Milwaukee, akan mendapatkan situs ini.

Berapa dihasilkan dari penjualan atau akusisi tersebut tidak disebutkan. Tetapi von Tobel masih memiliki jabatannya CEO dan LearnVest berdiri menjadi satu perusahaaan yang terpisah. Hubungan ini dimaksudkan menggabungkan kekuatan digital atas finansial. Northwestern sendiri pasti akan memiliki banyak ahli finansial profesional.

Northwestern setidaknya menggarap 400.000 rencana keuangan tahun 2014. Menambahkan teknologi dari LearnVest berarti: Meningkatkan perencanaan lewat platform dan menambahkan waktu penasehat keuangan bekerja membawa rekomendasi. Kostumer akan mudah menghubungi penasehat keuangan dimanapun dan kapanpun.

Ia mendapatkan penghargaan Silicon Valley 100 Business Insider, Inc Magazine 30 Under 30: The Top Young Entrepreneurs of 2010, Women to Watch Forbes, 18 Women Changing the World Marie Claire, dan BusinessWeek Best Young Tech Entrepreneurs. Von Tobel juga penulis best seller buku Financially Fearless tahun 2013.

"Saya melakukan latihan di pagi hari, dan sering saya mengajak seseorang dari tim saya. Orang yang bersama saya bisa memilih kelas, apakah itu spin atau kelas barre, atau pergi untuk berjalan jauh. Sulit untuk berlari dan berbicara -saya belum menguasai hal itu."

Disibukan oleh bisnis konsultasi finansial. Hidup seorang von Tobel layaknya wanita lain yang memperhatikan kecantikan. Dia secara teratur melakukan diet -makan apel, almond, yogurt- dan tidak bisa sambil duduk santai saja. Sebagai penasehat berarti memiliki keteraturan begitu pula hidup keseharian.

Dikutip dari Inc.com, von Tobel menyebut hidupnya adalah bagaimana menjalankan operating system. Yaitu bagaimana agar dirinya sekecil mungkin melakukan keputusan bodoh. Ia suka makanan sehat dan pertemuan terencana. Jika banyak orang mebutuhkan 30 menit maka bisa lebih kurang dari itu. "Saya juga tidak memuja jadwal."

Itu mudah kalender mendikte tentang hidup kamu. Tapi kalender tidak bisa mendikte tentang masa depan perusahaan. Dia tidak khawatir merubah jadwal dan memindahkan barang. Namun juga bukan berarti kamu harus menghapus jadwal mingguan kamu. Tetapi juga bukan berarti jadwal tiga minggu lalu berarti di minggu ini.

Jalan Tikus Tempat Download Asli Indonesia

Profil Pengusaha Weihan Liew


 
Tidak banyak terdengar nama pengusaha satu ini. Memang karena hidupnya ada dibalik layar komputer. Dia dikenal sebagai pembuat situs jalantikus.com. Untuk lebih jelasnya berikut kisahnya dan beberapa hal kamu pelajari di dunia startup. 

Nama Weihan Liew, memiliki pengalaman kerja dibidang dunia digital, dia juga bisa dibilang inisiator digital Indonesia.Weihan bergelar MBA Ekonomi Keuangan dari The University of Chicago dan Booth School of Business. Ia pernah bekerja menjadi pegawai Microsoft. 

Jabatan Weihan terbilang sudah cukup penting di perusahaan kelas dunia tersebut. Menurut profil LinkedIn, apa saja yang bisa digali: Ia menamatkan pendidikan Monash Universitys Australia. Dia pernah menjajal pekerjaan Associate di Boston Consulting Group. Karir konsultan dibidang ekonomi itu berlanjut selama 3 tahun sampai 2002. 

Lalu meninggalkan pekerjaan untuk masternya di The University of Chicago dan Booth School of Business. Nah, ketika melanjutkan pendidikan tertinggi, dia mendapatkan kesempatan pekerjaan tinggi. Waktu itu ia mendapatkan pekerjaan dari Microsoft regional China. Dia bekerjanya di bagian Department Research and Development (RnD).

Jabatan dipangku oleh Weihan yaitu Senior Product Manager produk Windows Phone. Sebuah pencapaian besar bekerja di perusahaan multi- internasional seperti itu.

Empat tahun perjalanan karir di Microsoft dijalani. Rekam kerjanya baik. Tahun 2008, Dia diangkat menjadi Principal Nokia Partners. Jabatan tersebut dijalani selama 3 tahunan atau hingg 2011. Pengalaman keluar dan masuk perusahaan digital dunia merubah pandangan Weihan. Dari sanalah hasratnya timbul untuk membuka usaha.

Bisnis digital


Pengalaman panjang dijadikan pegangan. Weihan lantas mendirikan MainGames. Apa itu? Sebuah pusatnya game online, di tahun 2011, sudah banyak game dikelola seperti judul Soul Keeper, Liga Champion, Trinity Online, Musuh Abadi, dan game yang berbasis MMORPG yaitu Konoha Ninja.

Ia mampu membaca tren di Indonesia. Sejalan naik pamornya game online membawa MainGames melesat. Dia menjadi salah satu publisher game yang diperhitungkan. Ketika masuk ke pasar lokal, Weihan sadar orang butuh bahasa Indonesia. Ia memanfaatkan tim kerja lokal, karena mereka lebih tau keadaan sosial dan kultural.

Weihan mengandaikan strateginya: Seperti Baidu mengalahkan Google atau Taobao mengalahkan Ebay. Ini diakuinya memberikan dampak besar di MainGames.co.id. Hal lain dilakukan olehnya adalah menggandeng merchant lokal.

"Saya paling senang dengan cara membayar e- payment karena efisien, biaya lebih rendah dan mudah. Very simple," papara Whein.

Ia sukses menggandeng Bank BCA untuk transaksi virtual. Secara garis besar banyak pemain game di Main Games mamakai BCA. Untuk itulah dia menggandeng BCA KlikPay, hasilnya angka dari pengguna KlikPay di MainGames sudah 20 besar. Baginya kerja sama tersebut menguntungkan kedua belah pihak.

Tidak berpuas diri adalah ciri pengusaha sukses. Oleh karenanya disamping sibuk MainGames, selanjutnya, dia mengerjakan situs populer JalanTikus. Mungkin buat kamu yang kurang "ngeh" akan MainGames pasti familiar dengan Jalantikus.com. Tepat tahun 2012, didirikan JalanTikus, dimana fokusnya di aneka software dan game.

Software berkembang tidak cuma buat Windows. Mengikuti tren jaman JalanTikus memberi kemudahan aplikasi Android. Kelebihan JalanTikus adalah bahwa semua legal atau tidak menyalahi lisensi, juga memiliki tingkat keamanan dari malware. JalanTikus memastikan lisensi freeware, Open Source, serta premium (berbayar).

Tujuan utama JalanTikus adalah memajukan potensi developer lokal. Dia ingin sekali memberikan pembeda dengan program komersil seperti Google Play dan Windows Application Store. Dia sukses mengembangkan pasar digital Indonesia. Kini dia dibantu oleh 40 karyawan asli Indonesia menjadi tokoh pengharum bangsa.

3 Entrepreneur Virgin yang Akan Bersinar di 2016

Daftar Pengusaha Muda Inggris 

 
Menjadi entrepreneur mungkin dambaan semua anak muda di jaman sekarang. Mereka merupakan sosok- sosok dibalik layar komputer. Mereka yang menguasai pasar penjualan. Ini adalah kisah empat entrepreneur muda asal Inggris.

Dikutip dari situs Virgin.com, berikut entrepreneur muda jagonya berinovasi. Bahkan menurut Direct Selling Association menyimpulkan sosok mereka yang dibawah 25 tahun, mereka telah menguasai industri mencapai persentase 25%. Dimana lebih dari 88.000 penjualan langsung bertempat di Inggris oleh anak muda.

Penjualan langsung menjadi cara langsung entrepreneur muda. Mereka mencoba menunjukan kemampuan sejati mereka diluaran sana. Pertanyaan siapa sih mereka calon bersinar tahun 2016 regional Inggris. Berikut tiga entrepreneur muda itu:

1. Steve Pearce dan Sam Coley

Umur: keduanya 23 tahun

Bisnis: tickx.co.uk

Bisnis mereka berupa mesin pencari aneka tiket. Umurnya masih 16 tahun, tetapi Sam membuka perusahaan developer software yang mana perusahaan tumbuh pesat. Diumur segitu sudah ditawari aneka kontrak. Tentu ini akan menjadi masalah dikemudian hari.

"Ketakutan paling umum dari klien potensial adalah, sebagai perusahaan dengan pemilik sangat muda saya mungkin akan menghilang ke Universitas kapanpun," paparnya. Untuk menghadapi ini, ia meyakinkan dengan cara unik yakni mencantumkan perusahaan, membuka kantor dan mempekerjakan pegawai. Pendekatan ini cukup baik.

Perusahaan miliknya tumbuh cepat. Steve sendiri menyebut umur mereka bukan halangan. Selama bisnis itu kuat, dikelilingi pegawai terbaik dan guru terbaik, pasangan entrepreneur ini yakin akan masa depan.

"Saya mau memastikan saya punya kombinasi baik dalam keduanya antusias usia muda, dan membuktikan punya pengalaman dan pengetahuan," ujar Steve.

Mereka merasakan berbagai keuntungan menjadi young entrepreneur. Sam meresakan dukungan baik dari banyak orang sekitar. Mereka tidak takut bertanya tentang masalah. Mereka secara konstan mendapatkan dukungan. Hal lain mereka belum punya komitmen jadi ambil saja resiko dan bekerja lebih keras tidak ada tanggungan keluarga.

Menurut Steve paling menyenangkan menjadi entrepreneur muda. Ia menyebutkan mereka bisa menyedot banyak pengetahuan bisnis langsung. Kamu belajar langsung melalui pelajaran praktik. Apalagi ketika kamu masuk lebih dalam dimana kamu akan belajar lebih tentang sisi bisnis dan mengenal bisnis.

"Hal ini membuka banyak pintu dan kesempatan yang tentunya membuat anda lepas dari jari- jari kita dan memberi anda kepercayaan diri untuk terus mendorong diri sendiri," jelas Steve.

2. Lewis Bowen


Umur: 26 tahun

Bisnis: AIR

Seorang social entrepreneur yang memulai bisnis energi terbarukan. Bisnisnya AIR bicara tentang daur ulang dijadikan energi tambahan untuk bisnis. Ini akan membantu pengeluaran efektif. Lewis sendiri jika berbicara menjadi muda dan berbisnis. Maka, Lewis menyebutkan tantangan tersendiri karena kurangnya pengalaman.

Ini akan sangat merepotkan ketika banyak hal terjadi disekitar kita. Dan kamu dipastikan harus menghadapi hal tersebut. Ketika menjadi muda sukses maka akan ada pandangan itu. Tidak sedikit pandangan orang yang meremehkan kamampuan kita.

Akan ada banyak orang kamu tidak ingin bergaul dengan. Nilai seorang pendiri muda dan CEO bagaimana menemukan mereka yang mau berbagi pengetahuan. "...bukan yang tidak memotivasi mu," aku Lewis. Dia lantas memberikan saran buat kamu sesama young entrepreneur:

"Jika kamu membagi visi dan passion kamu tentang bisnis dengan percaya diri, itu akan membantu kamu bisa mendapatkan kepercayaan sesama. Sengatlah wajar memulai bisnis di usia muda penuh hasrat untuk sukses itu merupakan pencapaian dan akan mendapatkan pengakuan buat mereka yang percaya bagaimana susah untuk berlanjut."

Pengalaman Lewis sendiri bersama entrepreneur dewasa sangat positif. Ketika entrepreneur dewasa telah makan asam garam tidak sedikit akan rela membantu. Ketika kamu sebagai entrepreneur muda berarti ini tentang kemampuan merubah metode kerja tradisional. Lewis sendiri sudah rela merasakan berbagai macam jenis metode.

"Pada awalnya, kami kerja jarak jauh, dengan tim yang tersebar di seluruh negeri dan luar negeri. Anda harus dapat bekerja di mana anda merasa paling nyaman dan dengan dunia digital yang menawarkan begitu banyak pilihan untuk menjalankan bisnis dari mana saja di dunia, itu sangat mudah," papar Lewis.

Tentu sebagai tim kerja hal paling efektif dalam membahasa masalah adalah face-to-face. Untuk itulah Lewis menyarankan keseimbangan akan hal tersebut. Jika kamu menarget akan bisnis besar secara global maka itu terkadang membutuhkan kesiapan hidup efektif.

3. Arran Rice

Umur: 17 tahun

Bisnis: Wizzed Media

Remaja ajaib yang sudah punya jadwal padat di sekolah. Arran memang sudah ingin menjadi entrepreneur di bidang teknologi ketika masih kecil. Dia mulai lewat bereksperimen lewat internet sebagai hobi. Ia mulai dari membuat beberapa channel You Tube. Membangun beberapa situs tetapi ia tidak sampai selesai padahal itu sudah besar.

Hingga November 2010, dia meluncurkan situs game dan akhinya sukses besar sangat cepat. Arran meras puas karena setiap hari ada ribuan orang mengunjungi situsnya. Dia semakin tertaut di dalamnya. Arran menyebut ia tidak merencanakan jadi entrepreneur tetapi terjadi natural. Menariknya dia tidak berpikir umur akan jadi masalah.

Hingga di Januari 2015 dimana bisnisnya mulai terlihat. Ini merubah pandangan pengiklan di situsnya ketika ia melakukan kontak. Dia menerima tawaran pengiklan dan jujur mengakui, "Hi, omong- omong aku 17 tahun loh. Aku harap ini bukan masalah kan?" Hal paling mengejuatkan bahwa ketakutannya tidak terbukit menjadi nyata.

Sebagai mahasiswa maka dia merupakan tipikal mahasiswa. Disisi lain, selain belajar geografi, dia aktif di hal bisnis dan IT. Meskipun menyelesaikan pendidikan nanti, dia berpikir untuk tidak melanjutkan kuliah karena merasa tidak melihat keuntungan. Meski menjadi omongan teman, ia tetap teguh menjalankna bisnis online tersebut.

"Teman- teman saya tahu saya menjalankan bisnis online tetapi tidak ada yang benar- benar tahu rincian atau bagaimana sukses itu. Sebagai bisnis saya tumbuh, banyak orang menjadi sadar akan hal itu yang bagus. Keluarga saya benar-benar bahagia dan bangga padaku," ujarnya.

Software Toko Online Paling Mudah Indonesia

Profil Pengusaha Denny Harianto



Di masanya, Ecommerce mengalami keterlambatan belajar karena kurangnya publikasi. Ada berbagai alasan kenapa begitu, dari kurangnya tingkat pendidikan sampai keterbukan informasi. Alhasil Denny Harianto bisa dibilang sukses bermodal nekat, fokusnya memastikan kita bisa mendapat kemudahan berbisnis online. Ada  satu kemudahan bagaimana kita balajar ecommerce secara online.

Dia melalui bisnis software ecommerce -nya masih kuat hingga sekarang ini.

Pertama kali Denny mempersentasikan diri sebagai web designer. Kata menggambarkan kemampuan langka kala itu, yaitu soal web design. Ide bisnis ini berawal kegagalan yang berulang kali, barulah terlahir software bernama VKios. Awalnya, ia begitu percaya diri, bahwa website buatannya akan menjadi kebanggaan, terutama bagi perusahaan nasional.

Jaman itu, tahun 2005, modem dial- up jadi jalan satu- satunya penghubung. Internet masih berkecepatan 56 kbps. Lahirlah situs portfolio bernama www.harianto.com, menjadi proposal bagi klien menilai kinerjanya. Dia yakin akan berhasil menarik perhatian perusahaan- perusahaan besar bermodal Rp.150 per- koneksi. Lantas Denny kesana- ke mari menawarkan jasa pembuatan website perusahaan.

Namun, tak disangka- sangka, itu malah gagal total hasilnya. Kala berpikir mudah menjualnya ke kalangan kelas atas justru tak berhasil sama sakali. Baru suatu hari Denny menemukan pencerahan melalui mereka pengusaha kecil.

Dia banting setir menyasar mereka pasar kelas menengah; para pemilik toko online.

"Susah sekali mendapatkan klien saat itu. Kalaupun sudah dapat gak jadi- jadi karena materinya tidak ada. Kalau materinya sudah ada, masih saja belum selesai karena klien sendiri masih bingung dangan mau diisi apa website-nya…"  kata bapak dua anak ini.

Software toko online


Susah memang harus susah, Denny harus benar- benar meyakinkan klien mengenai situs buatannya serta apa saja kontent isinya. Tidak hanya soal klien, ia juga menemui godaan besar dari bisnis lain bermunculan. Bisnis yang lebih menjanjikan kala itu sebagai ahli komputer seperti membuat software marketing.

Atau, yang terakhir, bahkan sebuah bisnis sewa software hampir menggoyang imannya.

"Waktu itu konsep menyewa software masih baru bagi saya, mungkin juga bagi programmer lainnya. Saya pikir ide bagus, mengapa tidak saya coba? Rasanya ini jalan yang pas dengan jiwa saya."

Hingga tahun 2006, melalui waktu satu tahun pengembangan, ia akhirnya berhasil mengembangkan VKios menjadi software toko online pertama. Apa itu VKios? VKios adalah sebuah software toko online yang lantas disewakan masal tanpa memusingkan pelanggan soal detailnya. Pelanggan akan melihat produk VKios memiliki kendali penuh serta mudah diakses.

Ini bukan lah Joomla, Prestashop, ataupun Wordpress, platform Vkios itu adalah VKios, bukanlah open source.

Kerena bukan open source, Denny tidak bisa membuka coding dari softwarenya. Ini termasuk merupakan suatu kelebihan ketika VKios bisa berjalan lebih cepat. Bahkan VKios mampu mengalahkan Wordpress dari segi kecepatan loh. Sedangkan segi keamanan, ia meyaknikan VKios memiliki keamanan di atas Joomla.

Deny sebagai pencipta meyakini tampilan layar adalah utama. Itu terlihat menghipnotis pengunjung. Ibaratnya VKios seperti barang premium yang terlihat mahal. Situs cantik akan menarik pengujung itulah intinya. Orang akan menilai bahwa sebuah situs profesional itu hanya dari tampilan saja.

 "CSS dan PHP yang saat ini banyak digunakan untuk pembuatan website belum diajarkan di kuliah, jadi saya harus belajar lagi. Untungnya bahasa programnya tidak terlalu beda jauh dengan C+. Tahun 2005 hingga tahun 2006 saya gunakan untuk membuat program Vkios. Domain Vkios.com baru saya daftarkan tahun 2006, ketika program buatan saya siap dipasarkan," jelas pemilik Vkios ini.

Tahun 2006 hingga 2008 disebutnya menjadi tahun- tahun terberat. Dia harus mengerjakan sendiri segala bisnisnya dari maintenance, update security hole, team support, dan stress pun sendiri. Hingga 2008, VKios yang sebelumnya sepi pelanggan akhirnya mulai kebanjiaran order. Pemilihan pasar dari perusahaan besar ke perusahaan kecil- kecilan nyatanya berhasil.

Banyak bisnis software ecommerce baru yang berguguran mencapai separuhnya. Sisanya? mereka bertahan hingga lima tahun kedepan seperti halnya VKios. Digodok sejak 2005 hingga 2008, VKios telah melewati masa sulit satu tahunnya. VKios terbukti menjadi bagian 50% yang berhasil bertahan sebagai asli lokal. Ada beberapa faktor yang bisa kita pelajari, antara lain soal harga yang tertunya sangat diutamakan.

Kamu bermodal 500 ribu sudah bisa memiliki sebuah toko online melalui VKios. Dimana harga itu sudah termasuk sewa domain dan hosting juga. Apalagi tahun berikutnya lebih murah, kamu hanya akan membayar 300 ribu untuk satu tahun kedepan di VKios. Jika setahun 365 hari, maka di VKios, kamu akan membayar sekitar Rp. 1.369/ hari.

Ini lebih murah dari ongkos parkir yang 2000 per- jam atau UKM.

"VKios adalah produk masal, bukan kustom. Jadi harga 500 ribu sudah paling masuk akal, tidak terlalu mahal juga tidak terlalu murah. Produk kami satu saja, template kami ada 149 macam dan terus bertambah. Perbedaan paket yang satu dan lainnya hanya pada kapasitas hosting. Paket termurah, dengan 100 mb saja bisa untuk 800 produk."

Membuat toko online bukan perkara harga. Ada efek mengikuti seperti halnya kemudahan, kebiasaan, serta umur. Kamu yang sudah terbiasa akan produk VKios ditambah segala supportnya tentu tidak mau hilang. Bayangkan jika VKios bangkrut? tentunya kamu akan rugi basar. Di sinilah, Denny Harianto berusaha tetap mengutamakan inovasi berkelanjutan.

Diskon Harian Evoucher Berkah Nilai Skripsi C

Profil Pengusaha Danny Baskara 

 

Dosen emang suka bikin jengkel seperti yang pernah diungkapkan Chairul Tanjung di sebuah artikel. Kisah kali ini tentang seorang bernama Danny Baskara. Seorang mahasiswa IT dari sebuah kampus di Jakarta Barat, yang mana skripsinya itu mendapat nilai C. Yap, disuatu hari di tahun 2005, dia tengah berjalan untuk menghadapi sidang skripsi.

Taukah apa naskah skripsi yang ditulisnya?

Alkisahnya, Danny selesai mengerjakan sebuah skripsi jurusan IT berjudul "Analisa dan Perencanaan Sistem Informasi eCommerce". Dan sudah berada di tangan si dosennya nih. Tapi baru beberapa detik sang dosen penguji malah mengejeknya sinis. Apakah ia mau mengulang skripsinya atau kamu cukup puas dengan nilai C.

Malunya hal tersebut malah terjadi sebelum sidang sempat dimulai. "Loh emangnya kenapa pak?" tanya Danny kebingungan. Sang dosen menganggapnya tak masuk akal karena sudah ada sebuah pengalaman buruk. Yakni kisah tentang kegagalan sebuah bisnis ecommerce bernama Lipposhop.com. Sebuah bisnis ecommerce yang telah punya bekingan modal akan tetapi tetap gagal juga.

Tak mau menyerah dijalan membuatnya menerima nilai C itu. Ia memang lulus skripsi tapi mendapatkan nilai terburuk. Apakah seorang Danny Baskara menyerah. Justru ia memilih mengaplikasikan skripsinya di dunia nyata.

Ketika skripis itu selesai dinilai kisah ecommerce belum seperti sekarang. Orang masih belum percaya akan bisnis online. Namun, ada seorang pemuda masih percaya tentang masa depannya kelak. Ia punya harapan untuk ikut masuk ke dunia ecommerce ke depan. Mengharapkan mampu berkontribusi bagi pertumbuhan Indonesia.

Pada tahun 2010, ia mendirikan sebuah situs daily deal atau situs berisi diskon harian. Atau, dimana orang akan menjual kesempatan untuk kamu mendapatkan penawaran menarik. Ada semacam diskon pada hari tertentu dari jam sekian sampai sekian. Semacam kisah Beeconomic milik dua bersaudara asli Singapura yang pernah kami ulas.

Nama usahanya adalah Evoucher kemudian menjadi di Evoucher.co.id, sebuah perusahaan situs ecommerce yang sukses. Katanya sih pada tahun 2010- 2012 merupakan masa- masam kelam banyak kegagalan bagi pemilik bisnis daily deal. Saat itu menurut Startup Bisnis sudah banyak jenis bisnis macam ini dan gagal.

Salah satunya yang sukses adalah yang berasal dari Singapura itu. Untungnya Danny juga termasuk yang ikut selamat asal Indonesia. Bahkan menjadi yang terbesar setelah Groupon dari luar negeri dan Ensogo yang asli Indonesia, yang masih bertahan di Indonesia. Evoucher sendiri menjadi yang ketiga terbesar untuk pasaran Indonesia.

Untuk ecommercenya situsnya masuk 15 besar dalam hal situs B2C atau business to consumer. Mengalami jatuh bangun semenjak 2010. Bermodal pembiayaan sendiri atau lebih dikenal sebagai bootstrap. Akhirnya Danny mendapatkan pembiayaan dari Valuein Technology Indonesia (VITI). Sang pendiri sekaligus CEO -nya, Danny Baskara, mengungkapkan bahwa startup bisnisnya didirikan lima tahun lalu.

Awalnya ia memulai bisnisnya di sebuah kos- kosan seukuran 3x3 di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Disaat itu ia baru pindah dari Bali 2001 untuk mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Bina Nusantara. Tanpa pendanaan investor ketika memulai Evoucher. Cuma lah bermodal koneksi internet serta sebuah akun sosial media Twitter. Evoucher menawarkan aneka kupon manis dari aneka restoran terkenal di Indonesia.

Lantas VITI sebuah perusahaan pendanaan asal Korea muncul. Ini adalah perusahaan aneka konten digital yang tengah banyak berinvestasi salah satunya disinii. Kini, perusahaan milik Danny itu, tidak cuma menjual voucher atau produk secara online.

Perusahaanya juga menawarkan aneka kategori pilihan. Untuk kategori di voucher ada kategori meliputi restoran, travel, hotel, treatmen kacantikan, dan ada produk- produk yang dijual mulai dari peralatan rumah tangga, gadget dan lain- lain. Selain itu perusahaan Evoucher juga menawarkan 960.000 produk voucher melalui situs ataupun aplikasi smartphone -nya.

Aplikasi Tripping Tempat Mencari Traveling

Profil Pengusaha Jen O'Neal

 

Berlibur tanpa menginap tidak akan memuaskan. Butuh liburan panjang, tidak terikat dengan tarif spesifik di satu tempat tinggal. Tripping.com memberikan fasilitas lengkap rental properti. Tidak cuma memberikan satu layanan hotel tetapi paket pariwisata. Ketik aplikasi hotel- booking, atau bahwa Airbnb sekalipun, tidak bisa lebih baik buat liburan panjang kamu tanpa ribet apapun.

Pendirinya, Jen O'Neal, merupakan sosok dengan penglihatan disela- sela ramainya pasar. Ketika Airbnb coba mengambil alih ditengah pelayanan hotel standar. Maka, Tripping memberikan nilai tengah dalam hal mesin pencari tempat liburan lengkap. Dia mempunya catatan pengalaman kerja panjang. Pernah menjadi no. 5 di perusahaan Stubhub.com dan cabut, ketika itu, ia tercatat menduduki jabatan wakil presiden marketing.

Jauh sebelum melahirkan Tripping, dia pernah melakukan banyak perjalanan panjang. Ia pernah singgah di Cost Rica, lantas baru berangkat  ke London, bertemu Eric Baker salah satu pendiri Stubhub dan bekerja penuh bersamanya. "Saya harus menjamu 150 travelers," kenangnya.

Sejak itu, hasrat O'Neal akan membangun sebuah sosial network untuk mengkoneksikan pecinta perjalanan, seperti dirinya, dengan lingkungan sekitar tumbuh. Disini lah sosial network sekaligus agregator rental Trippining. Ke arah bagaimana tidak cuma memberikan sewa tempat, tetapi berbagi hal kultural, melalui berbagi secangkir kopi, segelas bir, atau tinggal di tempat mereka.

Diluncurkan sejak 2011 tetapi sudah dikerjanya bersama Nate Weisige mantan koleganya di Stubhub, meski tahap beta, mereka sudah memiliki anggota di 130 negara. Ketika para back- packer mau mencari tempat untuk mencari petualangan. Maka, disinilah O'Neal memberikan, lebih lama dan lebih lengkap Tripping bekerja sama dengan perusahaan rental -seperti VRBO, Homeaway, dan Booking.com.

Ini juga termasuk rencana memasukan listing Airbnb sebagai pilihan.

"Sejarahnya cara pencariannya adalah kamu akan mencari rumah sewa di internet, kamu akan menghubungi mereka lewat email, dan kamu datang ke sena bersama uang cek," paparnya. Tetapi lewat Tripping kamu bisa melihat mereka secara real -bahkan bisa sampai lima tempat berbeda sebelum memutuskan. Agar tak terjadi permasalahn Tripping menawarkan konsep cek- in via Skype.

Perusahaan akan memastikan kepemilikan rental, yakni lewat face- to- face Skype dengan staf Tripping. Kita sebagai pemilik rental atau menyewakan rumah harus memilik paspor, pengakuan dari bank, dan sistem pembayaran jelas. Semuanya ditunjukan lewat Skype bermodal kamera webcam masing- masing. Usaha ini cukup berhasil menghasilkan tujuh minggu pertama 2015, omzet senilai $150 juta booking.

Utamanya Tripping akan fokus mengambil keuntungan lewat kerja sama. Sekitar 30 organisasi bergabung di dalam Tripping -program perjalanan sekolah, organisasi diving PADI, universitas- telah bergabung aktif di komunitas Tripping. Skenario menurutnya adalah kamu bisa mencari organsisasi tertentu, seperti golf, lantas mencari badannya, skenario tempat, serta pelayanan macam apa.

"Saya pergi ke acara Tripping ini masuk ke sebuah bar di San Francisco. Saya tidak benar- benar yakin apa yang diharapkan, tapi ada orang di sana dari puluhan negara yang berbeda yang telah menggunakan Tripping untuk kunjungan mereka ke San Francisco. Antusiasme mereka hanya menular, " review Nicole Perlroth, salah satu penulis di Forbes.com.

Berdasarkan analisa O'Neal, industri perjalanan (travel) merupakan pasar $100 juta, dan menariknya meski sudah banyak berbasis online -seperti Airbnb, Priceline, Tripadvisor- cuma bisa mencangkup 22 persen saja dari potensi pasar. "Ini gila banyak orang berpikir brand mereka sangat besar, padahal itu jelas disana masih banyak sela di pasar," ujar O'Neal.

Zenrooms Meningkatkan Kualitas Penginapan Lokal

Profil Pengusaha Nathan Boublil


 
Sosok Nathan Boublil ternyata punya kisah perjuangan sendiri. Siapa sangka sosok sukses, yang menjabat sebagai Managing Director Rocket Internet Asia Pasific, mengawali karirnya menjadi resepsionis hotel. Itu pula lah yang mengilhami lahirnya Zenrooms. Usaha kerja sama antara Rocket Internet dan Ooredoo yang fokus di industri pariwisata. 

Lebih dalam lagi Zenrooms merupakan bisnis menjaring hotel- hotel berbudget yang dirombak. Zenrooms ini akan memastikan kamarnya bersih, kasur nyaman, free wifi, tv flat, dan AC, akan tersedia dalam genggaman kita. Nathan menurut artikel Okezone memulai sejak umur 20 tahun ketika masih kuliah. Berkat pengalaman itulah ia mengaku tau apa yang keinginan pelanggan.

Nathan sendiri bukan lah sosok asing di dunia startup. Pria 30 tahun ini ketika masih berkuliah di Cambridge telah memulai bisnis aplikasinya. Dia bersama Elliott Verreault, dan Agastya Muthanna di tahun 2012, sukses mendirikan perusahaan software SmartGov.co. Mereka menghasilkan banyak data untuk socio- economic setiap tahun. Bahkan mereka bisa menghasilkan ribuan data aneka statik.

SmartGov mengembangkan software teknologi yang otomatis mengumpulkan, memproses, menstandarisasi, dan melokasikan kumpulan data ini.

Perusahaan yang bernama Asia Pacific Internet Group (APACIG) ini, yang merupakan gabungan perusahaan asal Jerman Rocket Internet dan Ooredoo asal Qatar. Dimana diluncurkan di Indonesia sendiri, ZenRooms coba membuat revolusi menarik perhatian tetapi tetap memberikan harga miring semurah Rp.123.000. Yang mana diluncurkan tidak cuma aplikasi tetapi lengkap properti.

ZenRooms menggaet 250 properti di delapan kota berbeda di Indonesia. Mereka memilih selektif tempat- tempat penyewaan kamar dan hotel. ZenRooms mendukung mereka berkompetisi dengan hotel kelas atas sekalipun. Diplopori oleh Nathan Boublil dan Kiren baru memulai pilot proyeknya di Indonesia selama satu bulan kedepan.

Tujuan mereka adalah tempat penginapan sesuai budget. Dimanapun wilayahnya dan memiliki harga terbaik, Kiren menjelaskan lagi, total 16.000 hotel kecil- independen yang menerima 80 juta traveler setiap tahunnya. Memang penginapan independen ini sangat lah efektif di biaya perjalanan. Sayangnya, terkadang mereka tak punya tanggung jawab.

Fakta Pepatah Belajar Sampai ke Negeri China

Profil Pengusaha James Tan


 
Salah satu paling mudah memulai bisnis adalah mengamati budaya lokal. Itulah kiranya yang telah dilakukan oleh seorang James Tan. Pengusaha asal Singapura ini melawati harinya sebagai mahasiswa di Negeri Tirai Bambu. Hingga, ia sukses mendirikan perusahaan sendiri, pendiri dari 55tuan.com ini mencoba menceritakan sedikit kisahnya.

Ia menjelaskan dalam dua atau tiga tahun mulailah menyesuaikan diri. Temukan mereka teman- teman baru di tempat yang kamu tuju. Kemudian kamu akan menemukan orang- orang yang bisa dipercaya. Mereka lah yang mungkin menjadi mitra bisnis kamu kelak. Inilah seklumit penjelasan kenapa Tan getol belajar sampai ke negeri China.

Tan mengaku ingin menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi China. Meski dirinya sudah bekerja mapan di Industri Teknologi Singapura selama sembilan tahun; tidak membuat puas. Dia malah pergi ke China buat berkuliah lagi di China lewat beasiswa IE Singapore. Untuk satu ini beasiswa diberikan bagi mereka yang sudah berpengalaman kerja.

Kemudian, ia pun mengikuti program Master Administrasi selama dua tahun sejak 2008.

Kloningan Groupon


Perkuliahan S-2 berjalan ketika Tan bertemu pendiri lain situs 55tuan.com. Waktu itu Groupon masi segar didirikan di tahun 2008. Mereka memulai situs 55tuan.com ketika tahun 2010 tiba. Tidak terlambat karena ia menyasar pasar China yang tengah tumbuh. Dia sama sekali tidak memperhatikan kritisnya situs daily deal. Ia melihat tidak ada Groupon di China (belum ada.red).

Pertumbuhan perusahaan sejalan perkembangan ekonomi China. Dimana mereka mampu menghasilkan uang delapan digit dollar. Situs tersebut tidak terbatas di makanan, tetapi juga produk kecantikan, traveling, dan pakaian. Tumbuh perusahaan ini bisa mempekerjakan 3.9000 orang pekerja dan meluas sampai ke 150 kota di China.

Masalahnya ketika mereka berkembang 5.000 situs sama muncul. Tetapi Tan masih optimis usaha miliknya tetap bertahan. Ia bertahan karena kecintaanya akan dot com. Itu terlahir ketika dirinya memulai kuliah di Universitas Nasional Singapura. Ketika terjadi ledakan dot com langkah pertamanya adalah bekerja paruh waktu di Asia Images sebuah stok foto Asia.

Kala itu, tahun 1999, menjadi jalan Tan memahami seluk beluk internet keseluruhan. Pekerjaan barunya itu sangat menyita waktunya hingga tidak lulus. Dia lantas melompat bekerja di Singapore Computer Systems dan Nets, sebelum ia memutuskan pindah ke China. Dalam program MBA -nya Tan mendapat kesempatan berkunjung ke Silicon Valley.

"Saya bertemu dengan rekan- rekan saya yang sedang belajar ilmu komputer dan merupakan karyawan Google, Apple, dan Facebook," kenang Tan.

Dirinya semakin bersemangat menjalani hidupnya. Di China sendiri belum banyak BUMN yang bergerak dibidang internet. Kue yang dibagi masih milik pencari kesempatan seperti dia. Kebanyakn bisnis internet di China sendiri "meniru" di Amerika. Tetapi tidak semua ide bisa dikembangkan di China seperti halnya kisah Twitter (made in China). Ia berkisah butuh pemahaman dan relefansi akan kebutuhan pasar.

Dia cuma butuh dua minggu agar lisensi web hosting 55tuan.com disetujui. Sisanya adalah kebranian dirinya untuk bisa bernegosiasi dengan hukum, tentu itu dalam tataran legal ya. Ia cuma punya rencana bisnis terus menjalankannya sebaik mungkin.

Menjalankan 55tuan.com bukan perakara mudah. Situs ini sekarang salah satu situs jual- beli terbesar di China. Banyak kloning Groupon bermunculan tetapi tidak mampu bertahan. Mereka tidak bisa bertahan dari pesatnya pertumbuhan Internet di China. Tan pun sudah mengambil ancang- ancang mendirikan perusahaan baru berupa VC atau Venture Capital.

Dia bersama kawan lantas mendirikan QuestVC, sebuah perusahaan pendanaan asal China. 55tuan miliknya menarik banyak pendiri startup. Mereka pemilik eCommerce tentu tidak akan melewatkan satu sesi mentoring. Tan lantas menjelaskan fokus QuestVC adalah investasi angel. Bukti kerja kerasnya ada 6 perusahaan yang berumur 1,5 tahun dan dua perusahaan teknologi asal Singapura, Carousell dan Burpple.

Pastikan Membaca Terms of Service Sebelum Memesan

 
Buat kamu yang mau menggunakan jasa internet pastikan membaca Term of Service. Terutama untuk situs- situs pihak ketiga yang mana cuma menjadi perantara. Kita hidup di dunia 'sharing economy' dimana banyak aplikasi atau situs- situs cuma menjadi perantara layanan.

Sebagai contoh kasus Uber khususnya di kawasan India. Memang untuk Uber ataupun produk layanan lain memiliki standar bagi layanan. Ada asuransi kecelakaan untuk pihak ketiga seperti baru- baru ini. Ambil lah contoh Airbnb yang memiliki layanan asuransi jika penginap merusak properti. Begitu pula dengan Uber tapi dalam Term of Service -nya ini tidak menyangkut tindakan kriminal pihak ketiga. Seperti baru- baru ini ada kisah seorang wanita India yang diperkosa oleh sopir taksi bermodal aplikasi Uber.

Aplikasi berbagi tumpangan Uber memang sedang hot- hotnya. Bayangkan saja kamu bisa menyewakan tumpangan melalui Uber. Bahkan jenis kendaraanya pun bermacam- macam. Kamu bisa memakai mobil mewah Lamborghini atau bahkan becak. Kembali ke kasus di India, seorang penumpang, yang memakai jasa Uber telah diperkosa pada Desember 2014.

Ia mencoba menuntut ganti- rugi kepada Uber. Sayangnya, dalam laporan Reuters, disebutkan bahwa pihak Uber yang bertempat di Kalifornia menolak. Tidak sesuai dengan hukum di negara Amerika Serikat dan bahkan hukum  negara bagian Kalifornia. Dalam penjelasannya bahwa kontrak resmi pihak ketiga itu (yaitu pemilik kendaraan) adalah perusahaan yang berbasis di Belanda. Dan, Uber secara terang dalam Terms -nya bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas kendaraan ataupun sopirnya.

Ini Terms of Service -nya

"Uber does not guarantee the suitability, safety or ability of third party providers. It is solely your responsibility to determine if a third party provider will meet your needs and expectations. Uber will not participate in disputes between you and a third party provider. By using the services, you acknowledge that you may be exposed to situations involving third party providers that are potentially unsafe, offensive, harmful to minors, or otherwise objectionable, and that use of third party providers arranged or scheduled using the services is at your own risk and judgement."

Jadi kesimpulannya: Uber tidak bertanggung jawab atas tindakan sopir.

Apa itu Airbnb Tempat Kamu Para Petualang

 
Airbnb adalah perusahaan startup (dulu).

Perusahaan yang digagas oleh dua orang yaitu Brian Chesky dan Joe Gebbia, dan juga dibantu oleh seorang ahli teknologi bernama Nathan Blecharczyk di tahun 2008. Konsep yang unik membuatnya berbeda dengan layanan tempat menginap sejenis. Bergerak dibidang akomodasi tapi bukan seperti pemesanan hotel biasanya. Airbnb memilih sistem 'sharing economy' atau siapa saja bisa berbisnis di Airbnb.

Semua orang bisa menyewakan tempatnya untuk menginap. Disini, setiap orang bisa memulai bisnisnya sendiri tanpa harus punya surat ijin usaha. Meski mendapatkan kritikan termasuk soal pajak dan sebagainya. Namun apakah menyewakan rumah kamu bisa diber pajak seperti perhotelan? Karena itulah Airbnb, cuma berbagi tempat tinggal. Diluncurkan pada tahun 2012, mulai mengalami kesuksesan besar bersamaan dengan kisah Uber.

Mereka tidak hanya merubah bisnis perhotelan, tapi kebiasaan traveling orang, dan standar penginapan.

Perusahaan yang berdiri dari sebuah aplikasi dan laman website. Yang kini telah memiliki 300.000 ruangan, apatemen, dan rumah untuk disewakan. Adapula 500 kastil, 200 rumah pohon, dan 1.400 kapal. Ini bukan tentang bisnis perhotelan yang biasanya karena pengguna bisa menyewakan apapun di sini. Bahkan ada yang menyewakan pohonnya, kursinya, tamannya, atau apapun selama ada ruangan untuk disewakan.

Untuk satu ini Airbnb cuma mengambil fee cuma senilai 6% sampai 11% dari harga sewa. Dengan jumlah pengguna sekarang 4 juta orang dan terus bertambah. Nilai uang yang mengalir ke tangan para pendirinya pun tak sedikit. Cuma bermodal internet dan sebuah aplikasi, mereka menghasilkan miliaran dollar sejak tahun 2014, dan tidak cuma itu, semakin banyak orang merasakan sensasi traveling tak biasa.

Untuk mengatasi hal- hal terburuk. Perusahaan Airbnb cukup ketat bagi pemberi sewa dan penyewa di lamannya, itu sudah termasuk mengecek foto pasport dan lain- lain. Masih soal garansi, Airbnb juga memastikan menjamin kepuasan pelanggan atas deskripsi di situs mereka. Jaminan juga termasuk buat kamu yang menyewakan tempat atau apapun untuk traveler di Airbnb. 

Ambil kisah, dari theguardian.com, di tahun 2011 ada seorang wanita yang menyewakan apartemen. Tapi ia justru menemukan kekacauan dimana- mana. Ini termasuk ada barang- barang terlarang seperti sabu- sabu tertinggal di tempatnya. Airbnb menyediakan hotline 24 jam dan ganti rugi $50.000.

Website versi Indonesia: www.airbnb.co.id


Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba