Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Jepang. Tampilkan semua postingan

Bisnis Web Portal Entrepreneur Takafumi Horie

Biografi Pengusaha Takafumi Horie


entrepreneur livedoor web portal

Sukses bisnis web portal entrepreneur ini menggila. Berbeda di negara asalnya, Jepang, entrepreneur bernama akafumi Horie malah memilih gaya berbeda di dalam hal fasion, bahkan soal bisnis umum. Dia tidak jarang ditemui hanya mengenakan kaos lucu ataupun kemeja tanpa dasi.

Cara bisnisnya, ia memilih gaya ala Amerika. Atau, kita menyebutnya gaya koboi bermodal segala arogansi untuk mencoba mengkapitalis suatu hal. Media nasional bahkan menyebutnya Kind of Men atau berarti orang yang tega.

Apa Horie yang lakukan,  entrepreneur muda sekaligus CEO termuda di Jepang, wajarnya hanya mencoba untuk  membesarkan bisnis perusahaannya melalui banyak merger dan akuisisi.

Sejarah Nintendo Fusajiro dan Hiroshi Yamauchi

Biografi Pendiri Nitendo

 
pendiri nitendo
 
Sejarah Pendiri Nintendo biografi pengusaha Fusajiro dan Hiroshi Yamauchi. Bermula dari Fusajiro Yamauchi atau lebih sering dipanggil Fusajiro adalah orang asli Jepang lahir di daerah Kyoto. Dilahirkan pada tanggal 22 November 1859, ia dikenal sebagai pendiri awal Nintendo, perusahaan game asal Jepang. 
 
Awal mulanya ada satu larangan terhadap permainan kartu dan game asing. Pemerintah saat itu sedang gencar-gencarnya membatasi perjudian apalagi yang ilegal. Fusajiro melihat ini sebagai peluang tersendiri.

Bisnis Nintendo Dulu

 
Ia membuat sebuah permainan yang bernama Hanafuda yaitu sebuah permainan kartu yang menggunakan ilustrasi bukan angka. Namun tidak berjalan lancar karena pemerintah terus mengambil pungutan meski permainan ini tidak dilarang, semakin lama permainan ini semakin kurang populer. 
 
Kartu- kartu yang sebelumnya hanya berisi nomor dibuat sedemikian rupa olehnya tapi terkendala lagi, tak mau kehabisan akal, ia akhirnya menggunakan karya seni tangan bukan sekedar ilustrasi umum.

Hingga di Tahun 1889, Fusajiro telah membuka toko permainan kartu Hanafuda pertamanya yang kemudian diberi nama Nintendo Koppai. Permainan kartu jenis Hanafuda ini kemudian menjadi terkenal sehingga ia semakin kewalahan mengelola tokonya sendiri. 
 
Dia kemudian merekrut asisten. Karena usahanya semakin laris, Fusajiro lalu melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka bisnis penginapan dan taksi.
 
Pada tahun 1929, Fusajiro memutuskan untuk pensiun setelah berkecimpung di dunia permainan kartu. Ketika itu usianya sudah 70 tahun dan sudah tak kuat lagi untuk bekerja mengurusi bisnisnya. Usahanya lalu dilanjutkan oleh anak- cucunya. 
 
Tetapi putranya sendiri gagal bahkan meninggalkan anak dan istrinya sendiri. Fusajiro meninggal dunia pada tahun 1949 di usia 90 tahun. Ia tidak pernah tahu bahwa usaha yang dirintisnya bakal menuai sukses hingga saat ini menjadi Nintendo.

Sepeninggalnya usaha keluarga dilanjutkan oleh sang cucu, Hiroshi Yamauchi, pria yang kemudian mendunia berkat revolusi mainannya. Dia adalah sang cucu sendiri, menjadi CEO ketiga setelah sang ayah. Lahir di Kyoto, 7 November 1927, Hiroshi Yamauchi dikenal sebagai pebisnis asal Jepang, dikenal sebagai revolusioner. 
 
Dia sukses membawa Nintendo dari sekedar toko permainan kartu Hanafuda menjadi salah satu raksasa video game. Dia juga tercatat sebagai pemilik saham di tim baseball Seattle Marie di 1992, memiliki kekayaan $2,1 miliar.

Dimulai dari sebuah sekolah persiapan pada usia dua belas ia berencana untuk belajar hukum atau rekayasa, tapi Perang Dunia II mengganggu studinya. Karena ia terlalu muda untuk menjadi seorang tentara, ia akhirnya dipekerjakan di sebuah pabrik militer. 
 
Setelah perang berakhir pada 1945, Yamauchi pergi ke Waseda University untuk belajar hukum. Ia menikah Michiko Inaba. Dengan tidak adanya ayahnya Yamauchi, yang telah kabur meninggalkan anak dan istrinya, ia dinikahkan oleh kedua kakek- neneknya.

Keadaan kesehatan Fusajiro Yamauchi yang terus sakit- sakitan dan menderita strok sementara tidak ada penerus, ada perasaan khawatir tentang nasib perusahaan. Waktu itu, dalam keadaan kesehatan yang semakin memburuk, Fusajiro memanggil cucunya Hiroshi untuk menjadi penerus. 
 
Dia bahkan diperintahkan untuk berhenti dari kampus, langsung menjadi presiden direktur. Ada satu permintaan Hiroshi sebagai ganti dirinya meninggalkan cita- citanya; dia harus jadi satu- satunya dari keluarga yang ada di perusahaan.

Kala itu memang saudara sepupunya bekerja disana tapi tidak mempunyai prestasi. Seorang kakak sepupu yang langsung dipecat atas permintaan Hiroshi. Dengan umur yang masih muda, ditambah dengan kurangnya pengalaman bisnis, Hiroshi dianggap sepele oleh pekerja di perusahaan membuat satu permasalahan pelik. 
 
Langsung, beberapa pekerja berdemo ketika dirinya diangkat menjadi direktur. Bukannya gentar ia memilih memecat mereka meski sudah lama bekerja disana karena berani mempertanyakan dirinya. Dia memiliki nama perusahaan berubah menjadi Nintendo Karuta dan mendirikan markas baru di kawasan Kyoto. 
 
Yamauchi memimpin Nintendo dalam "gaya terkenal imperialistik". Dia menjadi satu-satunya hakim potensi produk baru, dan hanya produk yang menarik baginya dan naluri yang tajam sukses di pasaran. Ini terbukti bahwa dia memang sang raja dengan intuisi bisnis. 
 
Dia lah orang pertama yang memperkenalkan game kartu yang terbuat dari bahan plastik di Jepang. Permainan kartu ala barat memang masih hal yang baru di Jepang dan masyarakat masih saja mengkaitkan permainan judi gaya Barat seperti poker dan bridge. 
 
Sebagian besar kegiatan perjudian secara teknis adalah ilegal, secara default dengan hanya beberapa pengecualian sanksi hukum (balap kuda, pachinko dan lotere). Oleh karena itu, pasar untuk apa pun yang berhubungan dengan perjudian, termasuk Hanafuda, terbatas.

Yamauchi mendapatkan sukses pertama datang, ketika ia membuat perjanjian lisensi dengan Walt Disney pada tahun 1959 untuk permainan kartu plastik nya. 
 
Nintendo kala itu menargetkan bermain kartu sebagai alat untuk permainan kelompok dimana seluruh keluarga bisa menikmati, bayang-bayang pendekatan khas perusahaan yang akan masuk ke abad ke- 21 dari sini. Perusahaan tidak berfokus pada segmen permainan judi saja.

Permainan kartu Disney- Nintendo disertai sebuah buku kecil, tipis dengan banyak tutorial cara bermain. Strategi pasar keluarga ini berhasil dan produk ini terjual 600.000 unit dalam satu tahun, segera Nintendo mendominasi pasar kartu bermain Jepang.

Perusahaan kartu game


Sukses besar tak membuatnya surut berusaha. Untuk membesarkan bisnisnya lagi, Hiroshi Yamauchi melakukan perjalanan ke Amerika untuk study banding dengan perusahaan playing card terbesar di Amerika yaitu United States Playing Card Company. 
 
Namun betapa terkejutnya Hiroshi disaat menemukan bahwa kantornya sangat kecil padahal itu adalah perusahaan playing card yang paling unggul di Jepang. Dia ingin lebih dari sekedar perusahaan kartu. 
 
Sejak saat itu Hiroshi lalu merubah nama perusahaan dari Nintendo Playing Card Company Limited menjadi Nintendo Company Limited. Hiroshi tak ingin membatasi bisnisnya hanya di usaha playing card saja. 
 
Ia pun ekspansi ke bisnis lain seperti perusahaan taksi, TV network, Perusahaan Makanan Instan dengan produk Instant Rice, dan bahkan Love Hotel. Pulang ke Jepang, banyak bisnis yang segera digarap olehnya untuk perusahaan bertaraf multi- nasional.

Yamauchi memutuskan untuk mendiversifikasi perusahaan. Beberapa daerah baru dijajal ia berkelana ke usaha lain termasuk perusahaan taksi bernama Daiya, hotel cinta dengan kamar menyewa per jam, dan beras instan. 
 
Semua usaha ini akhirnya gagal dan membawa perusahaan ke ambang kebangkrutan. Namun, suatu hari, Yamauchi melihat seorang insinyur pabrik bernama Gunpei Yokoi bermain dengan cakar diperpanjang sederhana, sesuatu yang Yokoi buat untuk menghibur dirinya selama istirahat nya.

Yamauchi memerintahkan Yokoi untuk mengembangkan cakar diperpanjang menjadi produk yang tepat.  Produk yang bernama Ultra Hand dan populer secara instan. Saat itulah Yamauchi memutuskan untuk memindahkan fokus Nintendo dalam pembuatan mainan. 
 
Dengan sistem distribusi yang sudah mapan ke department store untuk permainan kartu -nya, transisi menjadi satu yang alami untuk Nintendo. Yamauchi menciptakan sebuah departemen baru yang disebut Games dan Setup.

Departemen yang diawaki awalnya dengan hanya Yokoi dan karyawan lain yang tampak setelah keuangan, dan terletak di sebuah gudang di Kyoto untuk tujuan penelitian dan pengembangan. Gunpei Yokoi semata-mata ditugaskan untuk mengembangkan produk baru. 
 
Yokoi dimanfaatkan gelar di bidang teknik dengan mengembangkan apa yang sekarang dikenal sebagai mainan listrik seperti Love Tester dan pistol cahaya menggunakan sel surya sebagai target. Mainan listrik yang cukup baru di tahun 1960-an ketika sebagian besar mainan lain yang sederhana di asal, seperti blok mainan atau boneka.

Akhirnya, Nintendo berhasil membangun dirinya sebagai pemain utama di pasar mainan.

Permainan elektronik


Yamauchi mulai menyadari bahwa terobosan teknologi di industri elektronik berarti bahwa elektronik dapat dimasukkan ke dalam produk hiburan menurunkan biaya produksi. Atari dan Magnavox sudah menjual perangkat game yang menggunakan konsep televisi. 
 
Ia lalu menegoisasi lisensi dengan Magnavox untuk menjual konsol permainan, Magnavox Odyssey. Setelah mempekerjakan beberapa karyawan dari Sharp Electronics, Nintendo meluncurkan TV Game Color 6 di Jepang, diikuti oleh beberapa revisi dan update dari seri ini.

Dia juga memutuskan untuk memperluas Nintendo ke Amerika Serikat dalam rangka memasuki pasar arcade Amerika yang masih berkembang. Dia mempekerjakan anak menantunya, Minoru Arakawa, sebagai kepala operasi baru Amerika. 
 
Permainan hit di Jepang seperti Radar Scope, Space faver dan Sheriff ternyata tidak mencapai keberhasilan yang sama di Amerika Serikat, sehingga Yamauchi pun beralih ke proyek desainer Shigeru Miyamoto, Donkey Kong pada tahun 1981, yang menjadi sukses besar akhirnya.

Nintendo membangunan industri yang unik. Ia membuat tiga unit penelitian dan pengembangan yang terpisah, yang bersaing dengan satu sama lain dan ditujukan untuk inovasi. Sistem ini membantu perkembangan tingkat tinggi dari kedua gadget yang tidak biasa dan sukses. 
 
Yokoi, yang memimpin R & D 1, menciptakan portabel LCD video game pertama yang menampilkan mikroprosesor yang disebut Game & Watch. Meskipun Game & Watch berhasil, Yamauchi menginginkan sesuatu yang cukup murah, tapi tetap unik, dan mampu mendominasi pasar. 
 
Lalu Famicom didirikan dan Yamauchi begitu yakin dengan perangkat ini bahwa ia dijanjikan satu juta permintaan dalam waktu dua tahun. Famicom mudah dicapai tujuan itu, dan, setelah menjual beberapa juta unit seketika diluncurkan, Yamauchi menyadari pentingnya perangkat lunak yang ada pada sistem permainan dan memastikan sistem itu mudah untuk program.

Yamauchi percaya bahwa teknisi tidak membuat game yang sangat baik, tapi seniman lakukan lebih. Kemudan Famicom dirilis di Amerika Serikat sebagai Nintendo Entertainment System (NES). 
 
Intuisi yang luar biasa untuk apa yang akan ingin orang di masa depan adalah salah satu alasan utama untuk keberhasilan Nintendo. Untuk mengangkat kreativitas, ia lalu menciptakan tiga kelompok penelitian dan pengembangan dan memungkinkan mereka untuk bersaing satu sama lain.

Hal ini menyebabkan para desainer untuk bekerja lebih keras untuk mencoba untuk mendapatkan permainan mereka disetujui olehnya sebagai CEO Nintendo.

Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber

Menjual Tempe Di Luar Negeri Kisah Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Teguh Wahyudi

 

menjualtempe.png
 

Kisah pengusaha muda Teguh Wahyudi patut diapresiasi. Lantaran Teguh sukses menjual tempe di luar negeri. Dikisahkan bahwa dia merupakan mahasiswa di Jepang. Dia membuat tempe bermula memenuhi kebutuhan pribadi. Ini menjadi aktivitas kesukaanya ketika liburan atau waktu luang.


Kegiatan hobinya terakhir dilakukan Agustus 2003 dan menjadi bisnis. Dia membuat tempe di tempat kakaknya di Anjo Shi, Aichi Ken, Jepang. Teguh menjajal menciptakan bisnis berbekal bahan kedelai. Dia coba jajakan melalui toko halal pada November 2003.

 

Jadi Pengusaha Muda

 

Hobi berubah bisnis tersebut ternyata diterima masyarakat Muslim. Terutama masyarakat Indonesia yang tinggal di Mikawa, Jepang.  Tanggal 30 Maret 2004, Teguh kembali ke Jepang setelah pulang kampung, kembali buat sekolah berbekal visa study.


Dia belum terlalu menekuni pembuatan tempe. Belum berdiri perusahaan dan pemasaran terbatas ke toko- toko. Ia ingin jangkauannya makin luas. Tentu Teguh tetap mengutamakan pendidikan, kakaknya membantu mencarikan sekolah hingga mengurus legalitasnya.


Disela- sela kakaknya membahas mengenai menjual tempe ke mahasiswa. Benar dia belum menjajal berjualan lewat kumpulan mahasiswa. Tidak langsung, barulah kedatangannya pada 30 Maret, datang ketiga kalinya dia baru mulai mengerjakan saran kakak.


Teguh sendiri masih memiliki tanggungan kerja paruh waktu. Membagi waktu berjualan tempe sambil kerja tentu berat. Dia menjajakan tempe pada Sabtu dan Minggu karena libur. Ia menguntungi Apato- apato atau tempat tinggalnya mahasiswa.


"Akhirnya usulan itu saya coba, dan mulailah keliling di Nishio, Hekinan, dan Anjo, dengan mobil kakak," jelas Teguh. Kakaknya banyak membantu terutama menemani keliling. Maklum Teguh bukan tingga menetap melainkan masih berstatus pelajar.


Ternyata bukan cuma tempe orang Indonesia menginginkan lain. Mereka ingin Teguh juga menjual keliling barang khas Indonesia. Menjual produk sehari- hari asli Indonesia. Teguh mulai membangun bisnis impor.


Lewat Nanyang Trading terjalinlah kerja sama. Dia bekerja sama dengan perusahaan importir, yang spesifik mengimpor barang dari kawasan Asia. Tiap Sabtu- Minggu, Teguh berkeliling mengantarkan tempe buatan sendiri dan barang- barang impor.


Teguh senang bisnis berkembang baik. Pelanggan makin banyak, bahkan membuatnya membeli mobil box, guna memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan. Bukan cuma satu melainkan armada mobil pengiriman. Pengiriman barang semakin hari semakin banyak.


"Sekitar bulan Juni 2004 saya menggunakan mobil one box sebagai armada keliling... karena semakin hari jumlah barang semakin banyak, akhirnya pada bulan July 2004 pindah hijrah ke Hekinan, dan di hekinan itulah menjadi aktivitas keseharian," Teguh bercerita.


Dia menjelma menjadi pengusaha muda. Demi memperkuat branding, agar mudah diingat kakaknya memeberi usulan nama Sahabat. Usaha bernama Sahabat merupakan bisnis kecil- kecilan, disamping melayani kirim barang Sabtu- Minggu, juga memiliki toko kecil di Hekinan dan Nishio.


Demi makin maju maka Sahabat pindah ke pusat kota Nishio. Namanya berubah dari Sahabat menjadi Sariraya. Teguh ingin bisnis bukan sekedar menjual tempe di luar negeri. Maka usahanya akan lebih sempurna bila memiliki badan hukum.


Dia ingin diakui pemerintah Jepang. Maka Sariraya didaftarkan perusahaan Indonesia di Jepang sejak Desember 2004. Syarat mengurus dokumen ialah kepemilikan buku tabungan yang dikeluarkan bank setempat. Beberapa bank didatangi tetapi tak satupun mau mengeluarkan surat.


Bank tidak mau mengeluarkan buku tabungan untuk mendirikan perusahaan. Ada 5 bank dimasuki dan Alhamdulillah, ada Okazaki Bank bersedia mengeluarkan bukti kepemilikan rekening atas nama. Dari bukti tersebut Teguh menegaskan bisnisnya.


Kelengkapan selesai kemudian diserahkan ke notaris. Sariraya didirikan putra- putri bangsa, antara lain Teguh Wahyudi, DR. Suyoto Rais dan Tri Umiati. Usaha Sariraya terus dikembangkan, juga didukung sahabat masyarakat Jepang pecinta Indonesia.


Sariraya diharapkan diterima seluruh masyarakat Jepang. Dari sekedar bisnis, Sariraya mengenalkan budaya Indonesia lewat live concert, charity concert, pertunjukan budaya, dan kegiatan amal. 

 

Bisnis Sariraya Co.,Ltd meliputi produksi tempe Yonezu Nishio, keripik tempe, bento tempe O- Bento, restoran di Nishio, swalayan di Nishio, hingga impor produk Indonesia. Inilah kekuatan jaringan warga Indonesia di Jepang, memberikan harapan buat pengusaha muda agar tidak menyerah.

Biografi Sharp Tokuji Hayakawa Sejarah Pengusaha

Profil Pengusaha Tokuji Hayakawa

 

biografisharp.png

Sejarah pengusaha Tokuji Hayakawa berikut biografi Sharp. Hayakawa kelahiran 1893 asal Tokyo, dan keluarganya memiliki masalah domestik. Alhasil Hayakawa kecil diambil asuh keluarga Ideno. Dia telah diadopsi. Hayakawa disekolahkan tetapi cuma mencapai sekolah menengah atas.


Kemudian ia keluar karena memang tidak punya biaya. Keluarganya merupakan pangrajin besi, namun dikhususkan membuat ornamen besi tidak lebih. Mereka hidup miskin. Hayakawa kepikiran membuat sabuk khusus.


Penemuanya beruapa kepala sabuk yang mampu mengikat kuat. Desainnya dipetenkan berupa besi tusuk buat dicantolkan dalam lubang. Inilah cikal sabuk modern yang dinamai "Tokubijo". Begitu ia luncurkan pada 1912, produk yang telah dipatenkan tersebut menarik perhatian masyarakat luas.


Terutama masyarakat Eropa tertarik menerapkan tersebut ke Western Style. Total permintaai sampai 33 grosesses atau 4.752 total. Hayakawa ingin membuka usaha pembuatan independen. Maka ia pun pergi meminjam uang buat mendirikan perusahaan.


Modalnya dibikinkan pabrik pembuatan khusus pada September 1912. Kemudian pabrikannya tumbuh bagus sampai mengekspansi. Ia pada 1913 mendapatkan paten keran air canggih. Kemudian Hayakawa membuat prototip pensil pencet, yang juga bernama Sharp.


Dia kemudian membuat tape rekorder, radio dan televisis. Hayakawa meninggal diusia 86 tahun di tahun 1980. Itulah biografi Sharp Tokuji Hayakawa.


Dulu perusahaan Hayakawa bernama Hayakawa Metal Works di 1924, Tanabe- Cho, Osaka. Di 1942 namanya berganti Hayakawa Electric Industry Company. Jadi perusahaan mereka memang membuat aneka produk elektronik.


Dari membuat televisi sampai membuat kalkulatro. Nah kalkulator inilah menjadi cikal perkembangan perusahaan. Kalkulator mereka terkecil sampai membuat oven microwave pertama. Nama perusahaan berubah menjadi Sharp Corporation pada 1970.

 

Mengapa dinamai Sharp ternyata berasal nama produk pensil. Penemuan pensil mekanikal tersebut yang membuat namanya melambung. Sayang pensil tersebut mengalami masa surut sampai harus bisa membuat lain. Hayakawa memaksakan perusahaan membuat sesuatu tidak pernah dilakukan.

 

Sharp menjadi perusahaan fokus mengerjakan elektronik. Hayakawa menyadari bahwa Jepang sangat ahli meniru. Ketika perusahaanya membuat pensil maka orang lain meniru. Dia tidak masalah. Bahkan ia melakukannya juga termasuk dalam membuat televisi.


"jika Anda selalu berusaha keluar dengan produk unggulan yang akan meniru pesaing, dan perusahaan akan terus berkembang. Imitasi mengarah pada persaingan, meningkatkan tingkat teknologi dan membawa kemajuan dalam masyarakat," jelasnya. 

 

"Namun, perusahaan selalu mengejar produk turunannya, sehingga harus memikirkan produk apa selanjutnya dan penelitian lanjutan," jelas sang pengusaha.


Industri bisa tidak terdapat orginalitas karena semua saling meniru. Bisnis etik buruk tetapi terbukti industri Jepang berkembang pesat. Persaingan membuat produk tiruan namun lebih baik. Hayakawa menyadari bahwa mereka harus lebih terdepan, lebih berkualitas, dan lebih disukai masyarakat.

Sejarah Kamera Canon Pengusaha Yoshida Goro

Profil Pengusaha Yoshida Goro


sejarah kamera canon
 
Kita tidak pernah mendengar pengusaha Yoshida Goro ini. Siapa sangka dia dibalik sejarah kamera Canon. Bermula dari pekerjaannya sebagai tukang betul elektronik. Yoshida tertarik akan kamera asli Leica, yang konon pada masanya sangat mahal karena suatu sebab.

Yoshida kelahiran Hiroshima, Jepang, dan merantau sampai ke Tokya. Di sana, Yosida bersekolah sampai tamat pendidikan menengah. Dia dulu sempat magang di perusahaan perbaikan dan renovasi film. 

Dua tahunan, di pertengahan 1920 -an, pertumbuhan dunia film membuat hidupnya penuh kesibukan baru. Dia bisa berkali- kali berkunjung ke Sanghai, China. Usianya masih 20 -an dengan kemampuan mengaggumkan. Ia lantas dipasrahi mengelola kamera besutan perusahaan asal Jerman, Leica.

Membesarkan Perusahaan


Leica Model II diperkenalkan pada tahun 1938, kemudian disusul Contax Model I diperkenalkan di 1933. Teknologi kamera merupakan kebanggaan bangsa Jerman. Bahkan sebutan kamera kerajaan karena dianggap paling memuaskan hasilnya.

Teknologi terbaru ini membuat semangat penggemar kamera di dunia. Untuk membuat kamera kelas tinggi ukuran 35mm dibutuhkan keahlian. Yoshida bercerita dirinya dipasrahi kamera tersebut. Dan ia sengaja mengutak- atik bahkan sampai melihat ke dalam.

"Saya hanya membongkar kamera tanpa rencana khusus, tetapi hanya sekedar ingin melihat isinya," ia menjelaskan.

Dia bertanya- tanya mengapa kamera tersebut begitu mahal. Tidak ada mesin spesial disana, bahkan imajinasi liar kita membayangkan ada berlian tidak terbukti. "Saya begitu terkejut ketika barang tak mahal ini dimasukan menjadi kamera," lanjutnya.

Isinya kuningan, alumunium, besi dan karet. Yoshida "marah" karena material murahan dijual dengan harga terlalu tinggi.

Yoshida kemudian memiliki ide gila membangun bisnis. Pengusaha Yoshida Goro mengajak adik iparnya, Uchida Saburo. Mereka awalnya hanya melakukan riset terlebih dahulu. Keduanya mencari tau cara membuat kamera berkualitas

Mereka lalu memunculkan ide gila membuat kamera sendiri. Tujuannya menciptakan kamera 35mm berkualitas. Pada Juli 1934, mereka mengeluarkan produk kamera pertama bernama "Kwanon". Yang namanya diambil dari nama Dewa di agama Budha.

Kemudian mereka memberi nama lensanya Kasyapa, dari nama murid Budha bernama Mahakasyapa. Mereka meluncurkan tiga produk Kwanon. Sayangnya, ketiganya tidak satupun dijumpai di pasar, nama- nama ketiga produknya merupakan model kamera.

Ada Kwanon Model D yang ditemukan 1995, produk tiruan yang persis Leica Model II dan bukanlah buatan Yoshida. Perusahaan besutan Yoshida tidak mampu memproduksi sendiri. Alhasil mereka ini membuat namun tidak dipasarkan.

Kwanon mulai aktif ketika berdiri Precision Optical Instrument Laboratory. Di 1937, sosok Takeshi Mitarai bergabung, yang memiliki latar belakang optikal. Ada empat orang dalam Precision Optical Instrument Laborartory, ialah Takeshi Mitarai, Goro Yoshida, Takaeo Maeda, dan Saburo Uchida.

Mereka bekerja sama dengan Nippon Kogaku Kogyo atau Nikon Jepang. Kerja sama yang memberi kesempatan Kwanon memakai lensa Nikon. Mereka bekerja sama membangun produk Hansa Canon, yang meluncur pada Februari 1936 tetapi sudah ada di Oktober 1935.

Test pasar mungkin bila kita istilahkan. Keberhasilan Canon nampak nyata namun serba tanggung. Ini karena Precision Optical Instrument Laboratory belum lengkap. Mereka belum bisa membuat apa isi kamera Kwanon -kemudian bernama Canon.

Dulu Yoshida dan kawan- kawan hanya membuat prototipe. Itupun isinya merupakan produl Leika. Perusahaan mereka sekarang sudah memiliki semua aspek. Precision Optical Instrument Laboratory menggarap focal- plane sutter, rangefinder, dan merakitnya dengan brand Canon.

Sementara Nippon Kogaku atau Nikon mengerjakan lensa Nikkor 50mm, mount lensa, opical system, viewfinder, dan rangefinder. Nama Kwanon diganti Canon berdasarkan nama standar script Alkitab. Uniknya, ketika Hansa Canon diluncurkan, nama Precision Optical Instrument Laboratory tidak ada.

Alisa nama perusahaan Yoshida tidak dicantumkan. Karena memang ini bukanlah perusahaan resmi atau tidak punya jaringan penjualan. Precision Optical lantas bekerja sama dengan perusahaan Omiya Shasin Yohin, Co, yang bertugas menjadi penjual produk.

Ingat Nippon Kogaku sendiri hanya kerja sama material. Maka Shasin Yohin yang memang bisnisnya penjual dan toko, menjalankan tugas penjualan. Shasin Yohin sendiri memegang kamera Omiya. Nah, lantas "Hansa" menjadi merek dagang Omniya, yang namanya berasal dari perjanjian Uni Eropa abad pertengahan.

Membingungkan bukan ketika kamu membuat produk tetapi tidak jelas. Kamu memiliki usaha tetapi hanya brand sementara tanpa perusahaan. Proses penjualan pun "dititipkan" melalui perusahaan lain lagi.

Bulan Juni 1946, nama Precision Optical Instrument Laboratory berubah nama, lebih tepatnya cuma diberi nama Jepang di depannya. Usaha asal daerah Meguro mulai muncul ke publik. Melalui sebuah majalah bernama Asahi Camera, namanya muncul bersamaan produk "Hansa Canon" ini.

Perkembangan bisnis pengusaha Yoshida Goro bagus. Bahkan mereka telah mampu memproduksi lensa sendiri. Tahun 1937 bernama lensa "Serenar" dan mulai memiliki status kuat. Mitarai ditunjuk menjadi Presiden Direktur perusahaan yang baru ini.

Takeshi Mitarai teman Yoshida melakukan perubahan besar. Nama perusahaanya diubah menjadi Canon Camera Co., Ltd. Nah, semenjak itu namanya menjadi Canon, semua produk dilabeli nama Canon sebagai brand asli.

Uniknya perusahaan Canon juga membuat produk kalkulator. Mereka terinspirasi usaha perusahaan asing Bell Punch. Mereka meluncurkan Canola 130, dimana menjadi kalkulator Jepang pertama yang memiliki 10 kunci.

Canon memfokuskan ke produk elektronik. Terciptanya produk kalkukaltor bukan berarti mereka ganti arah. Justru perusahaan ini semakin menstabilkan dirinya dalam bisnis kamera. Lebih jelasnya mereka mulai menguasai bisnis image meliputi produk turunan kamera lensa.

Mereka membuat scanner, binocular, digital kamera, film SLR, digital SLR kamera, lensa, video cam, dan unit layanan digital visual. Canon juga menyediakan business solution untuk produk printer mereka.

Canon memiliki brand Lasser meliputi aneka produk. Dari produk perkantoran sampai medis, antara lain mesin x- ray. Mereka juga menjadi pemain di bisnis broadcasting dari lensa, semi konduktor, display, dan digital mikro film scanner.

Yoshida Goro diakui menjadi sejarah kamera Canon. Namun, sepanjang hidupnya, tidak merasakan keuntungan perusahaan sampai 3 triliun yen. Hidupnya sederhana namun menghasilkan aneka produk membantu manusia.

Biografi Softbank Masayoshi Son Mengalahkan Dunia

Biografi Pengusaha Masayoshi Son


pemilik softbank masayoshi son


Siapa tak mengenal namanya yang begitu fenomenal. Biografi Softbank Masayoshi Son, yang bisa melawan dunia. Bahkan dia beberapa kali mengalahkan dunia dengan gerakannya. Namanya dikenal sebagai Raja Startup, anaka investasi besar dilakukan Son, salah satunya yang terkenal di Indonesia, Grab.

Siapakah pemilik Grab maka jawabannya ialah si Masayoshi Son. Terlahir sebagai anak kampung yang berasal dari kota kecil barat pulau Kyushu, Perfektur Saga. Kakeknya berasal dari Korea yang kemudian migran ke Jepang.

Bakat dibidang teknologi sudah semenjak 16 tahun. Ia pindah ke California di umur 16 tahun, dan dikenal super cerdas. Masayoshi mampu lulus Serramonte High dalam waktu 3 minggu, sementara semua keluarganya berada di San Fransisco, semenjak remaja dia dikenal sangat berani dan mandiri.

Pengalamannya menjadi pengusaha dimulai ketika pelajar. Ia membantu beberapa profesor, Son lalu menciptakan translator elektronik, kemudian dijualnya kepada Sharp Corporation untuk $1,7 juta. Ya baru berumur belasan dia sudah menjadi miliarder, dan itupun belum berhenti karena masih ada lagi.

Anak Jenius Teknologi


Son mendapatkan nama ketika berhasil berbisnis di Jepang. Ia berbisnis impor mesin game bekas dari Jepang, mengantungi keuntungan $1,5 juta. Kemudian dia membuka kredit mesin game itu kepada restoran dan apartemen. Mengejar karir bisnisnya Son sempat kebingungan, kemana dia harus kuliah nanti.

Beruntung dia bertemu Den Fujita, Presiden Mc Donald, dan akhirnya dia memilih kuliah jurusan Bahasa Inggris dan Komputer. Son lulus dari Univ. Brakely dengan B.A bidang Ekonomi tahun 1980. Son sendiri bermarga Yasumoto, tetapi menyandang nama Korea, tujuannya untuk mengajari anak- anak Korea.

Dia menganggap bahwa budaya Jepang dalam kedisplinan bagus. Walaupun memiliki darah asalnya Korea, Son tetap dianggap oleh orang Jepang karena kedua orang tuanya Jepang. Son sendiri sangat mencintai budaya Jepang.

Diusianya 16 tahun dia bertekat untuk menjadi pengusaha. Kisah Masayoshi Son bertemu Den Fujita tidak lah mudah. Dia nekat untuk bertemu dengan seorang pengusaha besar. Fujita sendiri adalah pendiri Mc Donald Jepang, dan menulis sebuah buku yang Son kagumi dan ikuti.

Son menghubungi asisten Fujita terus- menerus, bertanya untuk bertemu, tetapi selalu ditolak karena satu alasan. Dia selalu berusaha tetapi ditolak karena statusnya, alasannya ya karena pengusaha besar punya skedul ketat dan tidak untuk anak 16 tahun, karena gagal lewat telephon dia nekat untuk ke Tokyo.

Dia langsung datang ke kantor tempat Fujita bekerja. "Kamu tidak perlu harus melihatku. Kamu tak perlu harus berbicara dengan ku. Kamu bisa tetap melanjutkan kerja, yang ingin ku lakukan hanya melihat wajahnya," Son menjelaskan ke asisten Fujita.

Akhirnya sang asisten memberia tau Fujita apakah mau bertemu. Ternyata dia bersedia untuk bertemu walaupun hanya 15 menit. Sifatnya yang keras kepala inilah yang membuat Son sukses. Dia tidak memiliki gelar bidang teknik dan teknologi, bahkan hanya berbekal insting untuk berjualan.

Bisnis Besar Masayoshi Son


Dia tak mengerti teknologi tetapi memiliki bakat berdagang. Sukses menjual translator elektronik ke Sharp, ia mendapatkan $1 juta yang dibagi dengan profesornya, dan itu barulah awal dari bisnis teknologi Son. Tahun 1982, dia tertarik untuk berbisnis publisher, dan meluncurkan dua majalah PC dan Teknologi.

Perusahaan Softbank terbentuk dengan berjualan software. Dia hanya memiliki dua pegawai paruh waktu. Softbank menjadi distributor software untuk perusahaan Jepang. Perusahaannya juga jualan paket untuk ekspor- impor.

Softbank telah memiliki bisnis software dan majalah. Akhir tahun 80 an, perusahaan milik Son mulai membuat teknologinya sendiri, yaitu software telephon. Mereka lalu menjual sistem operasi yang mempermurah biaya telephon domestik, yang akan membuat biaya telephon murah untuk Jepang.

Walaupun telah sukses dengan teknologi bisnis publishernya tidak berhenti. Softbank menstablis diri sebagai perusahaan publsiher besar. Caranya ialah dengan membeli Ziff Davis, pada 1996, sebuah perusahaan media asal Amerika Serikat yang menerbitakan PC Magazine.

Kesuksesa terbesarnya ialah ketika memutuskan untuk membeli saham Yahoo. Softbank menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan ini, dan mendirikan Yahoo Jepang. Son bertaruh uang $372 miliar untuk Yahoo diantara 1995 dan 1998, dan mendapatkan puncaknya dengan berlipat 5 kalinya.

Kekayaan Son meningkat sangat tajam ke puncak orang terkaya. Internet memberikan dampak besar bagi bisnis Son. Dalam tiga hari, dia tercatat sebagai orang terkaya se- Jepang, semua berkat dot com bubble. Tetapi dalam semalam, pada tahun 2000, kekayaannya jatuh drastis kehilangan $70 miliar semalam.

 "Dia sangat agresif, pengambil resiko, berjiwa entrepreneurship. Dia adalah orang yang keren seperti Bill Gates dari Jepang," ujar Steve Vogel, profesor pendidikan Jepang di Berkley.

Banyak pihak melihat jatuhnya seorang pengusaha besar. Biogafri Softbank Masayoshi Son, inilah titik terendah seorang jenius bidang teknologi. Nilai saham perusahaanya Softbank turun sampai 99% dari harga sebelumnya. Itu hantaman keras, tetapi Son tidak pernah goyah dan memilih bekerja keras.

Inilah saatnya dia membangun bisnisnya lagi di teknologi. Saatnya Softbank membawa broadband ke Jepang. Tetapi yang membuatnya sukses besar di masa depan, yakni ketika dia menginvastasikan uang ke perusahaan startup lokal. Perusahaan itu Alibaba yang kemudian menjadi satu raksasa bisnis eCommerce.

"Hidup terlalu singkat untuk hal kecil," jelasnya.

Alibaba menjadi satu raksasa, perusahaan startup yang mendunia, dan Softbank mendapatkan nilai valuasi $130 miliar atau untung 2240 kali dari investasinya. Dengan uang $100 miliar, Softbank berkeliling dunia menginvestasikan ke startup lokal, dan terbukti memunculkan banyak unicorn.

Situs Resep Makanan Jepang Terbesar Cookpad

Profil Pengusaha Akimitsu Sano



Tidak banyak diketahui tentang seorang Sano. Ialah dibali situs aneka resep terbesar Jepang, Cookpad.com, yang sudah memulai sejak bangku kuliah. Pria 42 tahun ini jarang berbicara kepada media masa. Ia memiliki sedikit biodata bisa disusuh oleh media, bahkan sekelas Forbes.com

Kuliah di kampus terkenal Jepang, Keio University, asik mengerjakan Cookpad. Tahun 2012 meninggalkan tugas sebagai CEO mengerjakan aneka akuisisi. Ia mengakuisisi Minanno Wedding, situs review buat tempat pernikahan Jepang, dan Cucumbertown, blog platform buat aneka makanan asal Amerika, untuk nilai tidak diketaui.

Menurut Wikipedia semua dimulai dari perusahaan bernama Coin Ltd pada Oktober 1997. Kemudian ia meluncurkan Kitchen@coin tempat berbagi resep makanan. Kemudian namanya berubah menjadi Cookpad pada 1999 dan tahun 2002 mulai membuka ruang bagi pengiklan masuk.

Bisnis memasak


Tiga tahun situs milik Akimitsu Sano telah mencapai 12 kali lipat. Dia mampu merubah Cookpad masuk jajaran 55 situs paling dilihat di Jepang. Usahanya memang ambisius. Sejak awal dia sudah melihat diluar apa orang lihat sebagai situs resep masakan Jepang.

Data dihimpun menyebutkan situs ini dikunjungi setangah wanita di Jepang. Umur antara 20 -an sampai 30 -an, dimana penghasilan diperkirakan $122 juta dan tahun 2016 mencapai $150 juta. Kemenangan situs ini ternyata merupakan cerminan wanita Jepang, yakni banyak ibu rumah tangga kesukaran bersosialisasi.

"Banyak ibu rumah tangga memiliki kekurangan dalam koneksi ke sosial -and Cookpad memberikan satu link - jadi disanalah banyak peluang," ujar Takahiro Kazahaya, pakar analisis dari Deutsche Bank di Tokyo, Jepang.

"Itu bukan berarti orang sekarang tidak mau memasak," Sano menambahkan dalam wawancara bersama Japan Times, tahun 2008 silam. 

Lanjut dia bahwa ibu muda sekarang tidak memahami cara memasak. Bukan karena tidak mau memasak tapi tidak mendapatkan ilmunya dari generasi sebelumnya. Sano sendiri meyakini memasak membantu satu keluarga menyatu. 

Sano sendiri suka memasak atau dimasakan oleh istrinya. Di kantornya juga ada sebuah dapur raksasa yang seukuran industri buat seluruh pegawai. Ia sendiri tidak mau makan kecuali orang dikenalnya membuatkan ia makanan.

Percaya diri, Cookpad.com masuk ke bursa efek Jepang, dimana sahamnya naik 80% semenjak diluncurkan dulu. Dimana saham dipasarkan mencapai 20% saham. Sementara Sano memiliki saham mencapai 44% yang membuatnya memiliki kemampuan merubah susunan eksekutif Cookpad.com, dan disinilah masalahnya.

Cookpad.com memiliki 58,8 pengguna -dan menyimpan 2,1 juta resep masakan khas Jepang- contohnya saja pancake sotong khas, tetapi tidak juga menafikan masakan khas Jepang layaknya Bolognese ataupun Cheesecake.

Kegaduhan bisnis


Ia mengejutkan semua pemilik saham. Sebagai pemilik 44% saham membuatnya memiliki kuasa. Pada bulan Januari 2016 dia membuang semua jajaran direksi utama. Alasanya Sano merasa perusahaan mulai tidak lagi fokus di bisnis utama. Akibatnya saham jatuh 23% dalam satu hari dan kabarnya ada pertarungan hebat di dalam.

Sebagai situs yang memiliki pengguna 85 juta hal ini menganggu. Jalannya roda bisnis Cookpad dibutuhkan tetap dalam jalur. Pada Februari, Sano setuju tidak mengusik beberapa orang, dimana ini merupakan hasil dari perpinjangan panjang pertemuan pemilik saham.

Ia sendiri ingin kembali menjadi direktur. Sayangnya, banyak staf merasa tidak mau jika ia kembali ke bagian tersebut. Banyak orang percaya direksi sebelumnya telah menjalankan tugas bagus. Harga saham semakin turun karena ributnya perusahaan di dalam.

Pada 10 Mei, pendapatan turun sampai 73%. Bahkan mereka mencoba menjual bagian dari perusahaan itu. Sebuah kekecewaan kenapa Sano melontarkan proposal tersebut. Sebuah proposal yang berisi kekecewaan pribadi Sano terhadap kinerja perusahaan dan mencoba mengambil alih.

Meski coba diganjal, Sano tetap mendapatkan kedudukan direktur kembali, di dalam proposalnya terdapat rasa kecewa sebagai pendiri bahwa perusahaan mulai melupakan bisnis utama. Ia juga menambahkan lagi mereka yang bekerja di kantor diluar Jepang memiliki visi kurang.

Ia menginginkan kembali bisnis mereka di memasak. Dia berpikir bahwa manajemen dulu tidak cukup dalam hal berpikir ekspansi keluar.

Masalah sebenarnya


Dimulai sejak 1998, Cookpad menjadi pemain sentral situs berbagi resep, dan memiliki lebih dari 60 juta pengguna lokal, yang mana kebanyakan wanita. Tidak cuma masakan Jepang, mereka juga memiliki resep khas Amerika sentuhan Jepang, yang aneh. Mereka punya burger hitam dari kacang atau mufin kelapa.

Sejak membuka diri melalui IPO, perusahaan telah tumbuh berkali lipat sejak 2009. Dan nilai iklan bisnis dari situ resep ini mencapai $1,5 miliar. Pada tahun 2012 Sano memutuskan mundur sebagai presiden, dan digantikan mantan pemilik Kakaku.com, yang diakuisisnya, yaitu Yoshiteru Akita, untuk menyendiri sendiri.

Tidak banyak diketahui apa dilakukan oleh Sano. Namun Akita sukses berekspansi ke bisnis review layanan pernikahan, dimana memperlebar dari tujuan semula Sano. Sementara itu Sano dikabarkan tengah membuka cabang di Amerika, dan mengakuisi Cucumbertown sebagai satu aset perusahaan.

Tiba- tiba Sano mendadak "berilusi" bahwa para eksekutif tengah bermain. Mereka tidak fokus mengerjakan fokus bisnis mereka yakni di bidang masakan. Padahal Sano sendiri mengambil keputusan untuk mengakusisi beberapa usaha diluar resep.

Ia meminta merubah susunan direksi perusahaan. Aneh, memang dia bisa, namun akan menjadi masalah utama jika dia lakukan. Apalagi Sano dianggap tidak jelas dalam kebijakannya. Padahal banyak perusahaan besar memegang saham di Cookpad.com, sebut saja Citigroup.Inc, Seven & I Holding.Co, Sharp Corp.

Sano mulai propektif akan pemilik saham minoritas. Dia telah mengambil orang dari luar perusahaan, yang disebut sebagai independen, tetapi tidak seindependen itu. Memang sebagai pemilik saham 44% Sano sudah menunjukan kekuatannya. Meski begitu akan menjadi masalah jika sampai dia salah mengambil keputusan.

"Mereka (pemilik saham utama) bisa melakukan apapun mereka suka (jika serius)... tetapi kasus seperti ini sangat langka," ujar Ishida, pengamat ISS, karena bisa membuat pemilik saham melepas saham dan untung karena pemegang saham utama ketiga masih melihat potensi Cookpad.com

Robot Perang Dijual Satu Juta Dollar

 
Jika kamu penggemar video game mecha seperti Front Mission, kamu akan tercengang dan membayangkan merek menjadi kenyataan. Robot ini memang memiliki kemiripan (menurut penulis). Kurata, dikembangkan oleh perusahaan Suidobashi Heavy Industry, yang menyandang nama "kendaraan robot terbesar pertama" di dunia.

Memfokuskan diri sebagai satu persenjataan paling mutahir di pertengahan 2012. Robot berpilot menusia pertama, dengan spesifikasi persenjataan berat dikedua tangannya. Meski merupakan kendaraan robotik berpilot usut punya usut mereka juga menyediakan pengendali jarak jauh. Mungkin untuk menghindari kemungkinan penyalah gunaan. Pengendali jarak jauhnya menggunakan operasi sistem 3G berbasis laptop, tablet atau pun smartphone.

Suidobashi Heavy Industri dalam ekspedisi pertama mereka di Tokyo memberikan kita bagaimana cara mengenderai robot satu ini.

Mereka percaya diri dengan menunjukan kemampuan gerak dan persenjataan Kurata.





Robot Kurata ini dikembangkan oleh seniman Kogoro Kurata (diambil dari namanya sendiri), dan seorang ahli robot, Wataru Yoshizaki. Kurata menyatakan bahwa ia terinspirasi oleh mecha yang sering ditampilkan dalam anime, terutama yang dari seri Armored Trooper Votoms bukan Front Mission loh, kala itu ia melihat robot sebagai impian seorang anak. Dan, sang penemu pun punya obsesi menjadikan apa yang dilihatnya menjadi kenyataan!

Bisnis robot


"Ketika aku masih kecil, saya pikir ada akan menjadi robot raksasa di masa depan. Tapi tidak peduli berapa lama aku menunggu, orang-orang hanya mampu membuat robot kecil, seperti Asimo. Akhirnya, saya berpikir "aku tidak bisa menunggu lagi, dan berangkat untuk membuat satu sendiri," jelas Kurata tentang obsesisnya.

Tujuan Kurata sebenarnya hanya menciptakan sebuah karya seni bukan perang dunia ke 4, diinspirasi oleh mecha dimana dia akan menyaksikannya tumbuh kembangang. Kendaraan robot Kurata memiliki berat berkisar 4.500 kg, serta tinggi sekitar 4 meter. Kendalinya dapat diawaki oleh satu orang; operator yang akan duduk di kurusi di dalam "tubuh" robot, dengan perangkat kontrol ada di depan mereka. The Kuratas juga bisa saja dikontrol secara eksternal oleh remote control.

Kuratas memiliki empat roda, tiga puluh sendi exoskeleton yang dikendalikan oleh pilot atau juga dapat dikendalikan dari jarak jauh. Remote Operator menggunakan ponsel layar sentuh 3G dengan sistem antarmuka utama. Sistemnya berbasis user interface on-board pilot adalah sistem perangkat berbasis Kinect. Sistem Kinect sendiri pertama dikenalkan pada game console milik Xbox dimana fokusnya ada pada sensor gerakan. Jadi robot yang satu ini bergerak berdasarkan meniru gerakan motorik pilot atau pun perintah suara.

Robot ini bisa dipersenjatai dengan beberapa senjata, mesin 6.000 putaran per- menit untuk senjata bertipe BB Gatling Gun yang ada dikedua tanganya,  "LOHAS", peluncur misil botol air atau mungkin juga kembang api, atau juga misil asli (jika dikembangkan), tangan besi yang disebut "Iron Claw" yang mampu memungut benda, dan terhubung dengan pilot seperti "apa yang tampak dengan produk Nintendo Power Glove". Situs utama Suidobashi menawarkan dua senjata lainnya, sebuah "Kuratas pistol ", dan" Pilebunker".

Masih menurut Suidobashi, persenjataan akan aktif dan menembak ketika pengendara tersenyum -sistem yang dikenal "the smile shot". Sistem penguncian target akan langsung terhubung dengan persenjataan berupa dua senapan barel di kedua tangan. Saat ini, Kuratas tidak mampu berjalan, tetapi mampu bergerak melalui empat roda tersebut dengan kecepatan berkisar 10 km/jam. Kuratas dibanderol seharga US $ 1.353.500 (atau ¥ 134.555.495, atau € 1.040.976) Per 25 April 2013.

Pada awal 2015, perusahaan besar yang diprakarsai Kogoro Kurata ini, telah siap go publik. Bukan tentang saham tapi go publik untuk menjual produk Kurata untuk umum. Menarik karena robot ini dijual 'murah' di internet melalui Amazon Jepang. Sebuah keputusan aneh dan riskan karena menjual produk semacam ini ke situs ecommerce. Coba bayangkan jika TNI membelinya dari Amazon, mencari tau sistemnya, kemudian mengkopi untuk dibuat masal.

Seolah mencontoh plot dalam serial Gundam, Kurata diharapkan akan mengembakan antusias dalam hal persenjataan modern. Diharapkan pada tahun 2079, produk 'Gundam' atau humanoid vehicle akan menjadi satu tren di dunia. The Verge sebelumnya pernah memuat berita awal perusahaan ini menjadi sorotan dunia. Di 2012, perusahaan dengan santainya menunjukan hasil nyata, yang lantas semakin mendapatkan fans yang datang ke situs mereka.

Kala itu mereka menjual robot buatan sendiri melalui pesanan langsung seharga $1,35 juta, kini, siapapun bisa membelinya jika berkunjung ke Amazon Jepang.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba