Yukka Harlanda Bagaimana Memulai Usaha Sepatu Brodo

Biografi Pengusaha Pemilik Brodo


 
Siapa tidak kenal nama pemilik sepatu Brodo. Cuma tidak semua orang kenal akan kisahnya. Diambil dari bermacam referensi. Awal kisah Yukka Harlanda ternyata cuma coba- coba. Mencoba menjadi pengusaha muda ternyata menyenangkan. Bahkan hasilnya diluar harapan mahasiswa teknik Institut Teknologi Bandung ini.

Sejak masuk kuliah ada hasrat ingin memulai usaha sendiri. Mungkin Yukka sangat terinspirasi kisah sukses yang ada di internet. Padahal sejak awal, pemikiran mahasiswa Teknik Sipil layaknyanya teman- teman lain, yaitu masa depan enak menjadi pegawai perusahaan migas.

Dia akan digaji dollar. Namun, hasrat menjadi pengusaha yang muncul ditengah jalan tidak terbendung. Dia ingin membuktikan sambil berkuliah sambil berbisnis. Pilihan Yukka dirasa tepat karena ketika kita kuliah merupakan waktu penentuan. Kalau gagal Yukka bisa kembali ke jalur utama, atau sukses mambawa nama.

Cuma memulai sebuah bisnis tidak semudah itu. Bersema seorang teman, Putera Dwi Karunia, keduanya telah sepakat berbisnis bersama. Hanya mereka belum menemukan bisnis apa. Berkaca dari pengusaha lain seperti Chairul Tanjung tekat mereka berdua tidak terhentikan.

Menemukan jalan


Layaknya kisah pengusaha lain, akan muncul jalan ketika kita fokus menginginkan sesuatu. Ide bisnis sepatu muncul seketika ketika dihadapkan suatu keadaan. Yukka bercerita kepada SWA: Suatu hari Yukka harus mengikuti tugas akhir dan butuh sepatu formal. Ia bercerita sejak kuliah tidak pernah memiliki satupun sepatu formal.

Pasalnya menurut Yukka sepatu formal di toko tidak menggugah. Selain karena ukurannya sulit, juga desain yang dirasa tidak cocok. "Awalnya susah banget nyaris sepatu, ukuran 46, jadi untuk mencari sepatu agak susah," kenang Yukka.

Sekali menemukan sepatu malah mahal dan desain tidak bagus. Ia cukup putus asa berkeliling mal, ketemu tapi desainnya jelek, harga mahal, itulah masalahnya, hingga Yukka tidak memiliki sepatu formal sama sekali. Dia kemudian merencanakan membuat sepatu sendiri.

Yukka mulai menjelajah Bandung. Mencari tau bagaimana membuat sepatu. Inilah awal lahirnya bisnis sepatu Brodo bermodal ketidak sengajaan. Ia mencoba mendesain sesuai selera pribadi. Yukka berjalan sampai di Bandung Selatan.

Tahun 2007, dia berjalan sampai ke sentra pembuatan sepatu Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat. Fakta yang mencengangkan ditemui bahwa sepatu merek global bahan kulitnya dari Cibaduyut. Ini semakin mendorong dia untuk membuat sepatu sendiri, yang nyaman, dan berharga cocok. "Waktu itu saya pikir pasarnya ada, tapi kok tidak ada brand Indonesia."

Bertepatan akan hasratnya saat itu ada booming sosial media. Pada tahun 2010, anak mudah tengah asiknya menggandrungi Facebook. Dimana pengguna internet meningkat drastis bertambah terutama Indonesia. Ini sangat menguntungkan keinginan bisnis Yukka. Untuk modalnya Rp.7 dibagi Rp.3,5 juta diantara mereka berdua.

Sepanjang perjalanan mulai berproduksi, Yukka sempat meminjam uang teman, orang tua, bahkan sampai ke Bank. Awal produksi cukup lima pasang sepatu asli buatan Cibaduyut. Pasar pertama disasar adalah teman mereka sendiri. "Saya tanya ke teman-teman, bagus atau enggak? Eh katanya bagus ya udah dibayar deh," kenang Yukka.

Mereka bersama belajar sendiri dari perajin Cibaduyut. Awal memang selalu gagal terus, tetapi kegagalan demi kegagalan menempa selera mereka. Mereka mencoba membuat standarisasi agar tidak ada kecacatan. Waktu itu belum sepenuhnya berpikir wirausaha. Masih mengukur kedalaman sampai akhirnya mereka lulus ITB.

Pengusaha otodidak


Yukka rela memempet banyak perajin untuk diambil ilmu. Agar bisa membuat sepatu idaman mereka. Agar dia mendapatkan rahasia ilmu membuat sepatu. Cara mendapat ilmu membuat sepatu cukup lewat ngobrol. Yukka membangun hubungan sebaik mungkin. Hinga terbuka pintu network dengan perajin asal Cibaduyut.

Nama Brodo sendiri tidak memiliki hubungan dengan sepatu. Katanya nih, itu diambil dari komik masakan Italia, yang mana tokoh utamanya memasak kaldu ayam. Kaldu tersebut bernama Brodo. Lalu itulah yang diambil namanya Brodo berlogo seperti gambar ayam.

Brodo merupakan esensi masakan Italia. Jika sepatu jelek, tetapi pakaiannya bagus, yah tetap saja hasilnya mengecewakan. Sepatu Brodo merupakan buah idealisme seorang Yukka. Waktu periode akhir masa kuliah, ia mulai menawarkan ke teman- temannya. Agak maksa sih harus dipepet sampai mereka mau membeli.

Teman Yukka memberikan tanggapan berbeda. Mereka tertarik akan desain buatannya. Dan sedikit mereka bercanda ngapain belajar kalkulus, fisika, kalau akhirnya jualan sepatu. Yukka cukup mengamini hal itu dan harapan membuka toko sendiri sudah di depan mata.

Menggunakan strategi membuat sepatu, menjual, membuat sepatu lagi, lalu dia jual lagi. Jadi Yukka tidak perlu menghabiskan banyak biaya. Uniknya, uang Rp.3,5 juta ternyata Yukka dapatkan sebagian besar dari tabungan waktu kecil yang merupakan angpao pas Hari Raya Idul Fitri.

Soal desain sepatu sampai detailnya dipelajari lewat YouTube. Sedangkan proses pembuatan harus dipelajari langsung ke perajin. Karena perjalanannya memakai passion maka hasilnya tidak mengecewakan. Ia mulai menawarkan melalui sarana SMS. Brodo lantas dijualnya melalui Kaskus, Facebook, Twitter, serta website sendiri.

Iseng mulai mengupload foto produk. Dia terus mentag teman, kenalan, pokoknya promosi Brodo saat itu gratis 100%. Harga Brodo saat itu dibandrol Rp.300.000 per- pasang. Perlahan namun pasti nama sepatu Brodo tersebar lewat mulut ke mulut. Dari berjualan cuma sepasang, berkembang sampai menjual 5-6 pasang.

Bisnis mepet


Karena masihlah kuliah dibutuhkan kerja ekstra keras. Dia harus bekerja efisien. Makanya Yukka dan Putra rela membayar pembantu di kosan menjadi tenaga pengirim. Yukka sendiri merangkap jabatan, mulai dari pembuat sepatu, ya costumer service juga.

Efisiensi digalakan sedemikian rupa diawal- awal. Yukka bahkan melakukan efisiensi bahkan ke baha baku. Hanya saja ternyata salah perhitungan soal satu ini. Mencoba mengirit bahan baku sampai bisa menurunkan harga justru berakhir bencana. Kualitas sepatu Brodo tidak terjamin. Alhasil banyak sepatu gagal produksi alias cacat.

Membeli bahan baku murah bukan solusi. Malah membuat Yukka rugi besar. Sebuah pelajaran dipetik oleh satu pengusaha muda ini. Oleh karenannya dia sekarang memilih menaikan harga sepatu ketika bahan baku naik.

Mulai dari 2007 sampai tahun 2012, Yukka dan Putra cuma mendapatkan bantuan dari seorang pegawai. Ya karena mereka mahasiswa jadilah tidak ada dana. Hanya dibantu beberapa teman kampus itupun seadanya. Yukka sendiri sempat diolok- olok karena ngotot. Bahkan sampai lulus kuliah bisnis Brodo terus dijaga.

Selesai kuliah membuat Yukka sempat berhenti sejenak. Dia mulai mencari pekerjaan sesuai latar belakang pendidikan. Namun seperti sudah bisa kita duga tidak bisa pindah ke lain hati. Ia melanjutkan bisnis tersebut, hingga menawarkan ke distribution outlet (distro). Selain penjualan online juga ditawarkan melalui offline ke masyarakat.

Berhenti mencari kerja, ia mulai bekerja di Brodo secara full time. Ia mulai merekrut orang bekerja sampai 75 pegawai. Semua sejalan dengan penjualan sepatu Brodo yang makin laris. Ada satu hal ditemuinya bahwa penjualan online ternyata lebih bagus. Oleh sejak itu sepatu Brodo fokus dijual melalui internet, termasuk dari toko online sendiri.

Kunci sukses sepatu Brodo: Menerapkan costumer service terbaik kamu. Dalam 3 tahun saja usahanya bisa naik tinggi. Mungkin terkesan basi tetapi manjur. Perlakukan pelanggan itu layaknya teman, sampai mereka merasa nyaman membeli produk kamu. Kalau sudah begitu pelanggan nanti akan menyebarkan cerita kita ke orang lain.

Sarjana teknik yang capek- capek kuliah cuma buat jualan sepatu. Yukka tidak pernah merasa terasing akan fakta itu. Dia tetap melanjutkan sepak terjangnnya. Bahkan semakin selektif dalam mengangkat pegawai di perusahaan kecilnya. Agar terus menjaga kualitas barang serta layanan memuaskan bagi pelanggan.

Dia mengadakan training. Melihat sendiri apakah pegawai sesuai karakternya dengan kultur perusahaan. Ia sekarang mempunyai 118 orang pegawai yang tersebar di sentra sepatu Cibaduyut. Produksi sepatu cukup diberikan perajin yang sudah mempunyai mesin. Berawal 5-6 pasang, kini, Brodo berproduksi 5000 sampai 6000 pasang.

Permintaan pun datang dari Jepang dan Amerika. Hanya prosesnya yang rumit membuat dia berhenti. Cuma sementara sampai perusahaan benar siap. Pasar incaran Brodo yakni Jabodetabek dan Jawa sebesar 40%- 50%.

Tidak berhenti kerja


Antara Yukka dan Putra sampai saat ini masih bekerja bersama. Mereka menerapkan manajemen kerja yang unik; defense dan offense. Maksudnya adalah defense untuk Putra yang tinggal di Bandung. Dia mengurusi semua produksi, gudang, pengiriman, serta costumer service. Untuk offense adalah Yukke meliputi marketing dan website.

Target pasar antara umur 19 sampai 35 tahun. Fokus penjualan lewat sarana digital marketing. Alasanya di umur segitu masih asiknya mengeksplor internet. Tetapi tidak menutup kemungkinan merubah gaya penjualan mengikuti tren. Sekarang sih hanya fokus dulu apa yang telah mereka kerjakan.

Untuk sepatu Brodo cewek belum dipikirkan. Fokus mereka hanya untuk konsumen sekarang. Harga sepatu paling murah dikisaran Rp.250 ribu sampai Rp.700 ribu. Untuk desain menggunakan desain timeless, yang berarti bisa dipakai sekarang atau untuk sepuluh tahun mendatang. Soal servis selalu meminta feedback dari pelanggan.

Setiap hari harus siap melayani pelanggan, mendapatkan masukan, pokoknya investasi terdepan ialah soal kepuasan pelanggan. Ambil contoh Brodo merekrut pegawai agar siap menerima telephon 24 jam termasuk pembelian 24 jam. Termasuk membeli software penjualan, jadi seperti di bank, ada ID nya serta history dari pembelian.

Tidak ada persaingan diutarakan oleh Yukka. Mereka hanya fokus menggarap produk, pasar, dan melayani pelanggan. Timbal balik berupa saran atau kritik menjadi makanan sehari- hari. Mulai dari sosial media, dari telephon, dan juga email. Penjualan pun sudah merambah Medan, Surabaya, dan masih akan terus meluas.

Awal berdiri, terhitung 2010 sampai 2013, Brodo tumbuh konsisten sampai 400%. Hanya untuk tahun ke depan sejalan pertumbuhan volume permintaan; Yukka tidak mau berlebihan. Target pertumbuhan dipatok antara 200% sampai 300%. Penjualan offline pun digalakan kembali, namun melalui penjualan di toko milik sendiri.

Menurut Yukka potensi pasar dalam negeri masih terbuka luas. Tidak terburu- terburu menyasar pasar luar negeri dulu. Ambil contoh pertumbuhan toko di Medan dan Surabaya. Desain toko sangat unik disesuaikan memanfaatkan sela kosong kantor perwakilan Brodo di daerah, terang pria kelahiran Jakarta, 18 Juli 1988 ini.

Penasehat Keuangan Cantik Alexa von Tobel

Profil Pengusaha Perencana Keuangan



Muda dan cerdas menjadi ikonik dalam diri Alexa von Tobel. Wanita kelahiran Circa, 1984, memulai karir yang cemerlang dalam dunia finansial. Unik karena tidak memegang gelar sarjana ekonomi ataupun finansial. Memulai karirnya sebagai trader di Morgan Stanley. Ia belajar berkarir hingga meluncurkan LearnVest.com

Ia mulai berpikir tentang LearnVest ketika bekerja di Morgan Stanley. Ketika itu dia mulai menyadari bahwa orang lain belum tentu belajar tentang personal finansial. Berkaca dari dirinya sendiri menjadi poin penting dari lahirnya usaha tersebut.

Tidak semua memiliki latar belakang pendidikan finansial. Tumbuh di Wall Street, tujuan utamanya bagaimana finansial mudah diakses semua wanita. Dia tidak pernah mundur sekalipun soal finansial. Von Tobel berpikir keras bagaimana mengatur uang menjadi lebih mudah. Berdasarkan passion itulah terciptalah serial tutorial online.

"Di sini saya bertanggung jawab atas jutaan dan jutaan dolar dan saya tidak tahu apa- apa tentang cara mendapatkan kartu kredit atau asuransi," kenang von Tobel. "Saya butuh alat seperti ini."

Bukannya fokus melanjutkan kuliah lagi di Harvard. Von Tobel malah memilih menggunakan uang untuk mulai membangun LearnVest. Sejak saat itu, perusahaan sukses $5,5 juta di finansial, berlanjut melalui tambahan modal senilai $4,5 juta oleh Accel Patners di April 2009.

Sang CEO LearnVest ini mendapatkan perhatian media masa. Bahkan dia dibahas oleh Business Insider dan juga New York Times. Softwarenya Suze Orman 2.0 mendapatkan perhatian seketika ketika dibahas oleh reporter Fox news.

Dia mendapatkan panggilan Finance Barbie, yang ditujukan kepada obsesinya akan entrepreneurship. Von Tobel memiliki selera humor dan juga tingkah laku baik penuh kejujuran. Dia ingin belajar tentang finansial menjadi menyenangkan. Itulah tujuan perusahaan asal New York dimaksudkan.

Menarik banyak orang


LearnVest menarik pengunjung 360.000 unik visitor per- bulan. Mungki von Tobel sangat berpassion agar mampu memberikan saran finansial tanpa biasa. Disisi lain dirinya mampu menghasilkan pundi- pundi uang untuk investor. Banyak hal dapat dipelajari dari situs personal finansial tersebut.

Yang terbaru adalah program online bootcamps. Pembelajaran online selama tiga minggu berturut seperti hal email harian lengkap informasi dan item mudah dijalanakan, menurut von Tobel. Berinvastasi di Bootcamp berarti kamu harus membayar $7,99 per- user.

"Ini lebih murah dibanding "Personal Finance for Dummies" dan lebih mudah dimengerti dan dijalankan ujar von Tobel. "Kami tidak ingin para user menjadi kesulitan."

Untuk urusan bisnis menarik, yakni memberikan kerja sama afiliasi marketing untuk startup asal New York, dimana LearnVast memberikan uang untuk menawarkan produk personal finansial seperti kartu kredit. Selai itu adapula penjualan iklan. Von Tobel mampu mengumpulkan sponsorsip dari perusahaan finansial menarget wanita.

Sejak saat itupula, usahanya menghasilkan investasi sampai senilai $72 juta, dari perusahaan finansial besar seperti Accel Patners, AmericanExpress Ventures dan Northwestern Mutual Capital. Pada 25 Maret 2015, dikabarkan bahwa Northwestern Mutual Life Insurance Co., berbasis Milwaukee, akan mendapatkan situs ini.

Berapa dihasilkan dari penjualan atau akusisi tersebut tidak disebutkan. Tetapi von Tobel masih memiliki jabatannya CEO dan LearnVest berdiri menjadi satu perusahaaan yang terpisah. Hubungan ini dimaksudkan menggabungkan kekuatan digital atas finansial. Northwestern sendiri pasti akan memiliki banyak ahli finansial profesional.

Northwestern setidaknya menggarap 400.000 rencana keuangan tahun 2014. Menambahkan teknologi dari LearnVest berarti: Meningkatkan perencanaan lewat platform dan menambahkan waktu penasehat keuangan bekerja membawa rekomendasi. Kostumer akan mudah menghubungi penasehat keuangan dimanapun dan kapanpun.

Ia mendapatkan penghargaan Silicon Valley 100 Business Insider, Inc Magazine 30 Under 30: The Top Young Entrepreneurs of 2010, Women to Watch Forbes, 18 Women Changing the World Marie Claire, dan BusinessWeek Best Young Tech Entrepreneurs. Von Tobel juga penulis best seller buku Financially Fearless tahun 2013.

"Saya melakukan latihan di pagi hari, dan sering saya mengajak seseorang dari tim saya. Orang yang bersama saya bisa memilih kelas, apakah itu spin atau kelas barre, atau pergi untuk berjalan jauh. Sulit untuk berlari dan berbicara -saya belum menguasai hal itu."

Disibukan oleh bisnis konsultasi finansial. Hidup seorang von Tobel layaknya wanita lain yang memperhatikan kecantikan. Dia secara teratur melakukan diet -makan apel, almond, yogurt- dan tidak bisa sambil duduk santai saja. Sebagai penasehat berarti memiliki keteraturan begitu pula hidup keseharian.

Dikutip dari Inc.com, von Tobel menyebut hidupnya adalah bagaimana menjalankan operating system. Yaitu bagaimana agar dirinya sekecil mungkin melakukan keputusan bodoh. Ia suka makanan sehat dan pertemuan terencana. Jika banyak orang mebutuhkan 30 menit maka bisa lebih kurang dari itu. "Saya juga tidak memuja jadwal."

Itu mudah kalender mendikte tentang hidup kamu. Tapi kalender tidak bisa mendikte tentang masa depan perusahaan. Dia tidak khawatir merubah jadwal dan memindahkan barang. Namun juga bukan berarti kamu harus menghapus jadwal mingguan kamu. Tetapi juga bukan berarti jadwal tiga minggu lalu berarti di minggu ini.

Guru PAUD Mengejar Mimpi Keripik Lebay

Profil Pengusaha Rini Sumiarsih 



Merasakan kebingungan mau membuka usaha apa. Mungkin menjadi puncak pengusaha pemula. Termasuk penulis masih meraba- raba. Rini Sumiarsih layaknya pengusaha pemula bingung mau berbisnis pertama kali. Mantan guru PAUD ini akhirnya menemukan titik terang pada satu kejadian.

Dia pernah mau berjualan keripik pisang. Namun usaha tersebut ternyata sudah diambil orang lain, tetangga sendiri satu kampung yang sama. Ternyata warga asli Desa Mayak, Kec. Cibeber, Cianjur, Jawa Timur ini, kalah cepat melihat peluang. Sampai dia melihat kembali bagaimana kerja keras sang suami mencari nafkah.

"Lalu mikir mau bisnis apa lagi, masa sama," kenang Rini. Sang suami sendiri seorang wirausaha sederhana yang berjualan bakso bakar. Untung per- harinya mencapai Rp.15.000 sampai Rp.20.000. Ini mendorong dia harus berbisnis kembali.

Rini melihat banyak sekali talas. Ia membayangkan kebiasan talas jika direbus. Apalagi cara agar merubah  talas menjadi bisnis. Hingga dia kembali menyusuri kisah bisnis sebelumnya; keripik pisang. Maka Rini mulai berpikir, "...dibuat keripik bagus enggak". Tanpa pikir panjang dia langsung mencoba mengolah talas menjadi keripik.

Usaha pertama dilakukan lewat serangkain percobaan. Tidak berjalan mulus layaknya usaha pertama pernah dilakukan pengusaha pemula.

Eksperimen bisnis


Eksperimen panjang menemukan resep kuliner. Dia mencoba berbagai cara agar talas enak ketika dikeripiki. Maklum lah pertama kali mencoba sesuatu yang asing. Bahkan bagi beberapa orang keripik talas terdengar agak ganjil.

Strategi jitu dilakukan Rini ketika bereksperimen: Membagikan keripik gratis ke tetengga agar dicoba secara gratis. Percobaan membuat resep keripik terus dilakukan. Bahkan suami Rini ikut membantu usaha berhenti berjualan bakso. Suami Rini lantas memasarkan keripik talas kepada masyarakat luas.

"Was- was pertama enggak ada label. Saya sama ibu berkeliling menjajakan keripik masing- masing 20 buah bungkus," ujar Dede, semuai Rini. Masih pertama kali jadi jualannya cuma keripik rasa asin. Belum sempat mereka memodifikasi itu menjadi macam- macam.

Ia lalu berpikir mau berjualan titip ke warung- warung. Mereka menaruh keripik talas di warung kecil sekitar Cibeber. Rini hanya menitip di enam gerai warung saja. Tetapi produknya mendapatkan perhatian lebih oleh masyarakat Cibeber pada umumnya.

Sukses menarik perhatian justru membuat dia khawatir. Mereka berdua kebingungan karena berjualan tanpa identitas. Jika produk mereka ingin lebih dikenal dan punya masa depan, hingga nama "lebay" lalu terbersit ketika mencari nama. Bukan perkara mudah mencari nama bagi ibu dari 3 orang anak ini.

Dia sadar nama merupakan kunci sukses lain. Bagaimana agar muda diingat oleh masyarakat. Nama lebay itu diambil dari julukan oleh ibu- ibu PKK. Julukan yang diberikan kepada Rini, yang entah ada alasan apa dibalik nama tersebut. "Akhirnya ya sudah pakai nama keripik lebay," lanjut Dede.

Tahun 2014, Rini mendapatkan bantuan pihak Prasetyia Mulya Business School, melalui 8 orang mahasiswa asal kampus ini mengambangkan usaha. Mereka membantu masalah pemasaran, pembukuan, bagaimana bisa meningkatkan kapasitas dan berbagai bimbingan lain.

Rini mengembangkan aneka rasa; balado, keju dan original. Jangkauan pasar meningkat sampai 135 toko. Kalau dikerjakan sendiri menurut Rini pendapatan kotor mencapai Rp.150- 200 ribu/minggu. Kemudian setelah dibantu mahasiswa meraup Rp.1,5 juta per- minggu. "Bersihnya Rp.300 ribu per- minggu," tuturnya.

Selanjunya ialah menunggu surat Kemenkes, fungsinya agar usaha Keripik Lebay bisa masuk ke toko- toko oleh- oleh Cianjur. Maka mimpi besar Rini ialah menjadikan Keripik Lebay ikonik Kota Cianjur.

Meski telah menjadi pengusaha sukses, Rini masih hidup dalam kesederhanaan. Ketika menerima mahasiswa asal Prasmul. Ibu tiga anak ini menyambut delapan mahasiswa program Community Development (Comdev). Dia menyapa,"gimana kuliah mu nak?", menyambut mahasiswa yang kemudian mencium tangannya.

Memang ibu tiga orang anak ini seolah menjadi ibu mereka sendiri. Menurut www.ceritaprasmul.com, sosok Rini dikenal tetangga sosok ramah, jujur, dan rajin mendoakan orang terdekatnya. Soal urusan berbisnis para mahasiswa kagum akan sosok Rini. Pihak kampus menjadikan rumah Rini menjadi bagian tempat balajar lansung.

Kemitraan ini dijalin waktu 2014 ketika usahnya tengah berproses. Bermula dari gubuk kusam dan seperti hendak runtuh. Para mahasiswa Comdev datang lalu mengetuk rumah tersebut. Ia menerima tamu itu dengan tangan terbuka. Ketika pasangan suami- istri ini tengah membangun asa memulai usaha kecil- kecilan.

Pasangan pengusaha ini dijadikan ibu asuh bagi mahasiswa. Jika mahasiswa membantu hal pengembangan aspek bisnis Keripik Lebay, maka para mahasiswa diajarkan hidup penuh perjuangan. Ketika mendapatkan kesempatan diajak ke Jakarta. Disana dia berbagi cerita suksesnya kepada mahasiswa serta wartawan.

10 Pengusaha Terburuk Menurut Entrepreneur di 2015

Daftar Pengusaha Pelajari Kisahnya

 
Terkadang kita menemukan pengusaha dieluh- eluhkan. Melalui berbagai media nama mereka disebut, tetapi itu terkadang hanya "dilebih- lebihkan". Seperti halnya 10 pengusaha muda barikut yang namanya dieluhkan di 2015. Tetapi sampai pada suatu titik menjadi kegagalan di tahun 2016.

Dikupas apik oleh Steve Tobak, salah satu kontributor di Entrepreneur.com, inilah sosok 10 pengusaha muda terburuk sepanjang 2015 dulu.

10. Ryan Grepper, pendiri sekaligus CEO, Coolest

Penemuan Coolest Cooler disebut menjadi kedua- terbesar KickStarter. Melalui situs pendanaan masal ini, Grepper mampu mendulang $13 juta. Dimana sukses dikumpulkan di akhir 2014. Tetapi ternyata tidak akan seperti dibayangkan oleh orang banyak. Hari ini, Coolest masih menjual di Amazon seperti janji perusahaan kepada pemberi modal.

Sebuah bentuk komitmen tetapi tidak sesederhana itu. Ternyata meski masih dijual sampai sekarang. Produk ini mendapatkan bintang satu untuk reviewnya, sekitar 28%. Kebanyakan karena produk dijual berkualitas kurang serta suport yang tidak memadai. Sangat tidak keren (cool).

9. Sean Rad, pendiri dan CEO, Tinder


Dia masuk, keluar, masuk lagi, dan dia seharusnya keluar lagi. Mengikuti jejak Dov Cherney dari American Apparel, Michael Jeffries Abercrombie, dan Chip Wilson dari Lululemon, maka Dev punya banyak isu. Dia kalau menurut interpertasi penulis disini: Memiliki foot-in-mouth disease atau kemampuan komunikasi yang agak diluar.

8. 50 Cent, entrepreneur dan rapper

Nama aslinya 50 Cent adalah Curtis James Jackson III, membuat uang dari record label, penjualan clothing line, dan sebagai aktor. Dia dilaporkan menghasilkan $100 juta dari investasi minuman vitamin yang diambil alih oleh Coca- Cola. Tahun 2015, dia mengajukan Chapter 11 bankruptcy protection, apa yang salah dari hal tersebut?

Ia tidak benar bangkrut. 50 Cent katanya nih mencoba menghindari kreditor. Dia terlalu banyak keluar uang hingga $23 juta. Padahal nilai apa yang dihasilkan olehnya lebih dari nilai tersebut.

7. Ivan Reedman, salah satu pendiri sekaligus CEO, Torquing Group

Mereka sukses menggaet pendanaan senilai $3,5 juta. Sayangnya, meski menjadi satu rekor di Eropa, dia bersama tim pembuat drone Zano menyatakan bangkrut. Mereka mengajukan voluntary liquidation, yang itu berarti mereka menelantarkan 15.000 pendana dengan tanpa satupun Zano.

Menurut Tobak ini memang pendanaan bersifat high- risk. Sebuah masalah jika diambil tetapi sudah terlanjur basah.

6. Dan Price, pendiri dan CEO, Gravity Payments

Price tiba- tiba menaikan upah minimum pegawai. Total 120 orang pegawai naik upah minumumnya sampai $70.000 selama tiga tahun berturut. Cerita ini akhirnya menjadi viral, tetapi tidak selamanya bekerja seperti seharusnya. Banyak tagihan meningkat termasuk biaya bonus manajer, ini hampir membuat perusahaannya bangkrut.

Yang terburuk ialah semuanya tidak sebaik itu. Menurut Bloomberg dijelaskan oleh artikel lain: Price tengah melakukan penelitian. Dia menuliskan kisahnya Gravity Book dalam 60.000 kata.

5. Ellen Pao, mantan CEO interim, Reddit

Permasalahan menurut Pao ialah permasalah gender. Istilah kerennya gander bias di kalangan Silicon Valley. Tetapi faktanya adalah ini bukan tentang bisnis Silicon Valley. Pao dianggap tidak mampu menghadapi kultur situs. Kurang paham tentang kerja Reddit bukan cuma bisnis.

Hal terburuk ialah dia tidak mampu menghadapi pemangku kepentingan. Kesuksesan Pao: Mendemonstrasi total ketidak tahuan tentang kulur situs dan memilih menjadi alien diantar pengguna Reddit. Dia perlu belajar bahwa ini tidak tentang cuma dia.

4. Tony Hsieh, pendiri dan CEO, Zappos

Sukses mengangkat usaha retailnya sampai $1 miliar dan menjualnya ke Amazon, apa yang dilakukanya di manajemen baru. Dia justru menciptakan situasi edan dibawah kepimpinannya. Hsieh bereksperimen lewat manajemen tanpa jabatan. Tahun 2015 adalah dimana masa Zappos tanpa manajer atau sistem Holacracy.

Setidaknya 40 persen pegawai memilih keluar sementara sisanya masih mencoba mencerna. Mereka bingung apa pekerjaan mereka lantas berapa gaji mereka. Itu singkatnya kebodohan.

3. Gurbaksh Chahal, pendiri dan CEO, Gravity4

Dia dikenal sebagai sosok abusive atau kasar. Chahal pernah mendapatkan dua tuntutan kekerasan. Berhasil menghancurkan diri sendiri secara bergaya. Bahkan dia dipecat dari eksekutif diperusahaan RadiumOne di masa perusahaan akan IPO.

Seorang entrepreneur narsis kembali membuat kehebohan di 2015. Dia ditangkap atas tuduhan kekerasan lagi, diskrimansi gender dan juga pelecehan seksual, dan didakwa jufa terkait penyalahgunaan obat. Butuh berapa kata lagi?

2. Maren Kate Donovan, former CEO, Zirtual

Sebuah perusahaan pengembangan virtual asisten berjalan baik sampai mencoba sesuatu. Perusahaan coba mengangkat pegawai kontrak menjadi tetap. Sayangnya, ini tidak berjalan sesuai rencana, dimana akhirnya perusahaan jatuh dan hangus. Ini tidak bisa dihindari lagi karena satu kesalahan: CEO harusnya tau tentang uang.

Jika Tobak harus berkata itu sekali itu akan terucap ribuan kali: Alasan pertama sebuah bisnis gagal ialah di masa mereka kehilangan uang.

1. Elizabeth Holmes, pendiri dan CEO, Theranos

Sangat ikonik dikenal drop- out ketika umur 19 tahun, untuk mendirikan laboratorium diagnosa rahasia yang katanya bernilai $76 miliar. Dia mampu menarik $400 juta menjadi nilai investasi $9 miliar. Theranos hanya dalam kurun waktu beberapa tahun kerahasiaan sehari saja bisa bernilai miliaran dollar.

Sayangnya, The Wall Street Journal membedah cerita dan mulai bertanya efektifitas teknologi Theranos. Dia tidak bisa menjelaskan ini "baik". Menurut Steve Tobak hanya kasus lain dari overhype (sensasi) dan juga under- deliver (penyampaian tidak sempurna) dari media masa.

Dibalik Kisah Bebek Garang Terus Berotot

Profil Pengusaha Ali Bagus Antra Suantra 



Ali, pengusaha muda lulusan ITB, Jurusan Planologi angkatan 2008, yang sibuk berjualan bebek. Pria bernama lengkap Ali Bagus Antra Suantra kelahiran Bandung, 28 Januari 1983. Berbisnis kuliner bebek bernama Bebek Garang. Bicara kunci sukses, maka Ali merupakan sosok persistent meski ditinggal rekan bisnis.

Bukan tanpa pengalaman berbisnis sebelumnya. Sejak awal memang lebih condong ke arah berwirausaha sendiri. Sebelum sukses berbisnis bebek pernah menjajal keripik buah. Rata- rata usaha dijalankan berbasis kuliner kecuali satu kali membuka percetakan. Dia memang tumbuh dari banyak berbisnis dan kegagalan.

Awal- awal berbisnis keripik buah memang menjanjikan. Hanya saja kelamaan usahanya mengalami ketidak beresan. Ali mulai merasakan hal tersebut. Usat- punya usut ternyata mesin pembuat keripik buah mengalami masalah. Beberapa kali mengalami kerusakan. Alat tersebut buatan salah satu teman Ali yang sarjana Teknik Mesin.

Kualitas kontrol mesin memang kurang bagus. Dia menyadari hal tersebut. Karena sudah tidak bisa dijadikan pegangan. Maka Ali memutuskan berhenti berbisnis keripik buah. Mesin tersebut lalu dihibahkan ke petani yang sebelumnya menjadi rekan Ali.

Bisnis bebek


Berbisnis sudah dijalankan sejak masa kuliah. Ali sudah terbiasa membentuk pikirannya. Hasil pemikirannya mengarah ke usaha bebek. Konsep tentang bebek merangsang ataulah Bebek Garang. Awalnya Ali merasa masih ragu akan konsep bisnisnya. Pasalnya orang berjualan bebek di Bandung itu banyak. Tetapi dia tidak mau patah arah.

Bebek Garang harus terlihat "wah" dibanding usaha sejenis. Bebeknya harus unik, mempunya cita rasa yang benar merangsang. Untuk itulah Ali memulai membuat survei kecil- kecilan. Melalui survei pasar mencari tau seperti apa bebek orang inginkan.

Dia juga membentuk target bisnis. Menyasar kalangan mana tepat ditarget oleh bebeknya. Setelah selesai ia menemukan target pasar, dilanjutkan survei lanjutan dimana tempat berjualan. Nah, menurut Ali, prinsip dari mencari tempat ialah bersih dan nyaman. Hegienis ketika orang- orang akan menyantap olahan bebek Ali.

Agar menjadi "wah" dibutuhkan formula tepat. Setelah tau pasar, memilih tempat tepat, maka tinggal caranya dia menyajikan makanan luar biasa. Dibutuhkan resep mumpuni merangsang lidah. Tiap brand menurut Ali harus punya ciri khas, citarasa tertentu. Bicara hal itu, bebek Ali memiliki daging empuk. Lalu ditambah satu sambal khusus.

Jadi intinya, sambal Bebek Garang merupakan inti dari usaha dijalankan, bahkan sampai sekarang. Ia lantas mengajak tiga rekannya Wawan Wardany, anak Teknik Elektro, dan dua orang lagi yang tidak diketahui. Dia bersama ketiga rekan mulai membangun bisnis dari nol. Sayang, dari tiga orang, cuma Wawan mau bertahan sampai akhir.

Ia ngotot akan bisnis Bebek Garang. Meski beresiko gagal, seperti hal percetakan yang cuma bertahan dua tahun, kengototan kali ini terbayar mahal karena belajar. Kerja keras memang tidak mendustai hasilnya. Ali membangun usaha lagi bersama Wawan. Jika dulu menjual rumah makan, kali ini, memilih gerobak di pinggir jalan.

Ali belajar dari pengalaman. Ia memilik keseriusan, serta kengototan, tidak mau menyerah sampai akhir. Dia 
mulai cuma satu gerobak. Dalam tempo 3 tahun, pria yang baru melepas masa lajangnya di 2012 ini, kini dia telah memiliki 5 buah gerai. Bahkan omzetnya mentok akan sampai Rp.500 juta rupiah per- bulan.

Agar menselaraskan rasa setiap gerai. Makanya, dia menggunakan standarisasi resep, maksudnya agar tidak tergantung pada 1 atau 2 orang koki.

Waralaba garang


Sempat galau karena dipikirkan karirnya mendatang. Sarjana planologi yang tidak tahu kemana arah karir itu menentukan. Dia berpaling memilih kewirausahaan. Ali pun sukses, bahkan mendapatkan aneka pengakuan dari berbagai pihak.

Dia mendapatkan Shell Start Up Award kategori Wirausaha Muda di Juli 2010, lalu Kementerian Koperasi dan UKM di Januari 2010, hingga finalis Wirausaha Muda Mandiri di Maret 2011. Sukses membawa dia melangkah maju melalui konsep kemitraan. Ali sudah memikirkan masak bagaimana bebek diwaralabakan nanti.

Brand Bebek Garang sudah terkenal sepanjang Bandung. Olahan bebeknya, serta ayamnya menjadi salah satu tujuan wisata kuliner enak. Ali membuka gerain pertama di Dago Bandung pada 26 Juli 2008. Sukses telah membawanya memiliki 7 gerai -5 gerai di Bandung dan 2 gerai di Jakarta. Yang terbaru adalah gerai ekspres.

Agar menarik pelanggan maka dibutuhkan strategi jitu. Salah satunya ialah menyediakan ruang santai lengkap Wifi, serta berbagai mainan pengisi waktu seperti monopoli, ludo, ular tangga, semuanya untuk kenyamanan dari konsumen.

Ali Antra masuk ke Baba Rafi Enterprise agar lebih mantap. Suksesnya diharap menyusul hasil pencapaian Kebab Baba Rafi serta Ayam Bakar Mas Mono. Melalui waralaba menjadi satu peluang agar mencangkup lebih banyak orang. "Syarat lokasi yang bagus, pertama akses menuju lokasi harus mudah," paparnya.

Sistem dikerjakan Ali sendiri sudah berjalan. Dia mampu mempertahankan brand Bebek Garang atau seGar merangsANG. Untuk pewaralaba dia mengisyaratkan lokasi strategis sebelum masuk. Bebek Garang cukup ketat menyangkut menjaring mitra kerja sama.

Langkah Marketing Online Mantap 2016

 7 Bumbu Online Marketing Tahun Ini



Internet marketing apa yang bisa sekarang belum tentu besok. Perubahaan konstan terjadi di bisnis bernilai miliara dollar ini. Tahun 2016, butuh strategi marketing online berbeda, apakah fokus kita dalam tahun baru ini.

1. Konten disegala platform diluar blog

Blog merupakan media membanggakan menjual pesan brand. Ini akan terus berkembang menjadi platform di masa mendatang. Menjadi platform hebat dalam menjalankan konten marketing, tetapi semua orang punya blog sekarang ini. Jadi, mulailah berpikir memiliki banyak ruang agar menjadi lebih terlihat di industri tengah kamu geluti.

Mungkin cobalah buat YouTube channel atau berkolaborasi dengan peminat mu melalui live streaming. Perlu kamu tau konten video tengah digemari sekarang ini, dan lebih baik dari semuanya, itu sekarang gratis untuk dibuat -kamu tidak butuh kamera mahal. Faktanya, beberapa brand ternama bahkan cuma bermodal video smartphone.

2. Fokus di mobile

Mobile tidak bisa lagi dikesampingkan nanti. Bayangkan di Maret tahun lalu, pengguna mobile untuk dewasa telah mencapai melebihi pengguna desktop atau layar komputer. Situ kamu harus dibuat sedemikian rupa itu sesuai dengan kebutuhan mobile sekarang ini.

Dari format kamu, gerak aksi kamu, dan konten harus mudah dibaca dan dapat diakses dari layar terkecil sekalipun. Kalau kamu pengguna Google Adwords pastikan menarget pasar mobile.

3. Suara brand yang kuat

Konsumen sekarang ini tidak tertarik melibatkan diri dengan produk umum. Tidak memiliki wajah dihadapan masyarakat. Kapapun cobalah mengangkat nama brand kamu. Seperti halnya John Legere, CEO T-Mobile, selalu mempromosikan brandnya ke halayak ramai. Dia aktif mentweet tentang T-Mobile melalui koneksi manusiawai.

4. Situs UX (User Experience) dan kecepatan

Itu penting memastikan pengguna nyaman masuk ke situs kamu -fungsional dan kecepatan. Untuk itulah perlu dipastikan setiap pengunjung dapat mengakses informasi dan yang terbaru di situs tidak peduli apapun orang pakai perangkatnya.

Pastikan pula situs kamu bekerja cepat. Tidak semua orang punya waktu menunggu. Ini akan meningkatkan bounce rate kamu tinggi. Agar semakin mantap gunakan lah alat feedback baik. Cobalah tool seperti yang disuguhkan SurveyMonkey untuk mendapatkan timbal balik. Tanyakan mereka apa yang disukai atau tidak.

Kalau kecepatan situs maka gunakanlah tool, seperti Google PageSpeed Insight atau pula GTmetrix, situs ini akan membantu kamu tentang kecepatan situs serta solusinya.

5. Marketing yang mempengaruhi

Menjadi sosok berpengaruh dalam sosial media merupakan cara tepat. Ini sangat membantu memberikan satu ROI (return of investment) dalam sosial media 2016. Lipatkan popularitas dan pengaruh sosial melalui berbagai cara berpengaruh yang meningkatkan posisi produk atau layanan kamu langsung ke target pasar.

Faktanya butuh posisi nyaman antara konsumen serta sosok berpengaruh baik pria atau wanita agar tercipta hubungan tanpa batas seperti marketing tradisional atau pengiklan biasa pakai. Kalau mau contoh ya coba lah seperti produsen Hoverboard mempengaruhi pasar lewat sosial media.

6. Meremarketing cepat layanan berbayar spesifik

Memanfaatkan layanan Googe Adwords memberikan kamu langkah meremarketing. Tujuannya adalah agar menggapai pasar lama. Setiap brand menjalankan PPC akan menjalankan remerkating. Remarketing melalui mengirim pengunjung ke halaman utama atau halaman spesifik diberbagai widget akan mengurangi biaya dari konversi.

7. Lebih banyak corong media marketing

Apakah kamu tengah bereksperimen melalui Snapchat atau Instagram. Lalu bagaimana melalui Persicope -mengambil maksimal live streaming. Facebook, Twitter, LindkedIn, mampu mengkonversi semua corong marketing. Maka lanjutkanlah tetapi jangan lupakan Snapchat ataupun Instagram yang tengah naik daun.

Tidak semua bekerja untuk semua orang. Maka disarankan eksperimen melalui sosial network. Melalui satu corong Instagram mampu menarget jauh sampai ke Facebook. Jonathan Long, penulis artikel, menyarankan kamu mencoba Meerkat atau Periscope.

Endog Box Tempat Telur Anti Pecah

Kisah Siswa SMA Sukses 



Kisah anak SMA menciptakan sesuatu patut disimak. Para generasi entrepreneur muda masa depan. Seperti hal siswa asal SMA N 22 Bandung, yang menciptakan inovasi. Mereka menciptakan wadah telur yang anti- pecah. Wadah Endog Box memenangi Juara 1 Desain Kemasan Telur, Machanical Biosystem Fair (MBF), ITB.

Mereka tiga orang remaja kreatif, yakni Nur Arief Mursyid (17), Muhammad Ihsan Bashirulhaq (17), dan juga Mika Aldaka. Mereka menciptakan wadah telur anti- pecah alias meskipun dilempar dari ketinggian tidak akan pecah.

"Wadah telur yang sederhana ini berbahan kardus bekas," tutur mereka. Mereka mendesain sedemikian rupa bermodal jinjing. Layaknya wadah makanan cepat saji melindung dalamnya. Ini sangat portable bisa dibawa ke mana saja.

Endog Box sendiri masih didesain untuk empat telur. Tetapi mereka menjelaskan konsep mereka fleksibel. Itu karena permintaan panitia lomba untuk empat saja. Mereka meyakinkan produk mereka kelak bisa jadi lebih sempurna. Tim SMAN 22 Bandung ini menang tanpa mengenakan bahan sponge atau peredam.

Juri menilai ide mereka lebih original. Desain kemasan pun dinilai unik, ketahanan akan goncanga, benturan juga diperhitungkan.

Wadah telur modern



Ihsan menjelaskan wadah Endog Box menerapkan ilmu fisik. Tepatnya teori distribusi tekanan. Ihsan kembali menjelaskan lebih dalam: Spesifikasi wadah memiliki penahan berbahan dus yang berpola diameter beda. Ia menyambung tekanan menjadi rata ketika jatuh dari ketinggian.

Wadah tersebut membuat telur didalam tidak pecah. Endog Box sengaja dilempar dari ketinggian lima meter dan tidak pecah! Wujud telurnya tidak pecah, tetap utuh, "enggak ada yang hancur telurnya." Sudah melalui percobaan panjang meyakinkan kita kehandalan produk.

Wadahnya dibanting tetap tidak rusak. Arief bangga serta terharu inovasi mereka mendapatkan perhatian dari halayak luas. Juga bangga mampu menaikan citra sekolah dan Kota Bandung secara khusus. Tujuan dari produk wadah Endog Box ialah mengurangi human error ketika proses distribusi telur.

"Sebab, penyaluran telur kan berpindah-pindah tangan, situasi tersebut rentan (telur) jatuh," tambah Arief. Ia menyebut sebagai solusi tepat.

Endog Box mungkin juga bisa dijadikan solusi daur ulang. Bahkan ketika mengumpulkan bahan, mereka yang mau membeli kardus di minimarket, malah dikasih gratis tanpa pungutan biaya apapun. Mereka sendiri sadar bahwa inovasi rentan akan dicaplok orang.

Ketiganya sudah menyiapkan diri untuk mematenkan. Kini, mereka tengah bepikir bagaimana agar produk tersebut bisa diproduksi masal. Mereka berharap bisa bekerja sama dengan perusahaan- perusahaan bidang agribisnis telur.

Perjalanan Karir Penjual Bakso Ino Tri Setyo

Biografi Pengusaha Tri Setyo Budiman 



Takdirnya menjadi pedagang bakso. Meski sudah hidup nyaman bekerja di perusahaan besar William Russel Grace, Tri Setyo Budiman malah menjadi penjual bakso. Dia sudah hidup nyaman bergaji Rp.7,5 juta per- bulan. Tri juga mendapatkan aneka fasilitas tunjangan rumah dan mobil dinas. Tetapi tidak menurutkan tekat menjadi penjual bakso.

Bahkan dia memulai berjualan bakso pakai grobak. Bermodal uang pensiun dini, dimulailah perjalanan dari pria kelahiran Madura, 24 Juli 1961 ini, mulai membuat grobak bakso sendiri. Lucunya karena tidak punya pengalaman membuat bakso. Ketika menyalakan api kompor, maka terbakarlah gerobak itu.

Sebabnya karena tungku api dibawah pancinya dekat dinding gerobak. Dia tetap optimis beralasankan satu kepercayaan "bisnis kuliner tak pernah mati". Yah karena orang butuh makan dan mereka pasti sudah pernah merasakan nikmatnya kuliner khas Indonesia ini. Ia pun mengingat kembali pengalaman di perusahaan. Ada sedikit rasa kekesalan dibenak Tri.

"Saya merasa potensi dan kemampuan saya tujuh. Tapi, hanya dihargai dua oleh perusahaan," pria 35 tahun ini, yang kemudian dikenal sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (APMISO).

Bakso seperti layaknya masakan Padang telah memberi makan jutaan orang. Tidak ada rasa bosan orang mau memakan bakso kuah. Kuliner ini juga tidak dibatasi waktu, bisa dijadikan makan siang, atau makan malam lewat lontong atau mie.

Hanya saja masalanya, Tri belum pernah berjualan bakso, bahkan resep pun hasil membeli. "...saya pulang ke Batu, beli resep bakso dan kuah dari salah satu kedai bakso yang terkenal disana," kenang Tri. Begitu mulai berjualan bakso, eh, api malah melahap habis gerobak satu- satunya.

"Begitu dinyalakan api, langsung terbakar, habis," ucapnya geli.

Tidak menyerah dibuatlah satu gerobak lagi. Mantan pegawai perusahaan ini rela berbecek ria, berjualan dari kampung ke kampung jalan kaki.

Bukan bakso biasa


Tri lalu mulai berjualan keliling kampung. Hingga semua orang tau bahwa Tri kini berjualan bakso. "Akhirnya orang sekampung tahu saya berjualan bakso, dan baksonya enak," celetuknya. Prinspi Tri mudah sebelum ia masuk ke kampung orang, maka kuasai kampung kita dulu. Strategi ini dibilang sangat efektif membangun citra.

Dia berkeliling di kampunya yakni di Jalan Empang Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan. Ini strategi marketing jitu, yaitu ia membagikan bakso ke seluruh orang di kampung. Dia memperkenalkan produk olahan baksonya. Strategi efektif, tidak lama berkeliling, Tri lantas membuka gerai bakso di kampung. Gerai bakso tersebut dia beri nama Ino.

"Begitu satu cabang bisa hidup, cash flow-nya bagus, saya langsung buka di tempat lain," paparnya. Polanya memang dibuat oleh Tri seperti perusahaan ekspansif. Begitu arus kas lancar langsung dibukakan gerai bakso di tempat lain, salah satunya di pusat perbelanjaan di Jakarta.

Mungkin pertama kali gerai bakso Ino bertempat di garasi, tetapi sekarang dimana- mana. Ia bahkan masuk ke tempat strategis lain, yakni rest area jalan tol, mal, dan stand alone. Jumlah cabang membengkak dibawah bendera PT. Perdana Putra Utama. Kalau dulu cuma jadi pegawai, kini, nama Tri tercatat sebagai Direktur Utama.

Namun masalah pertama muncul dari banyaknya cabang. Dia menyadari satu hal bahwa kualitas bakso bisa menurun. Pasalnya mengolah 300 kilogram daging sapi berbeda cuma satu kilogram. Memproduksi 200 butir bakso bisa jadi rasanya akan berbeda tiap cabang. Termasuk kearoganan koki membuat bakso sesuai selera sendiri.

Tidak bisa seperti itu karena Tri sudah bekerja keras dari nol. Karena dia telah menemukan resep tepat hasil penelitian panjang. Semua sudah diperhitungkan olehnya mulai berapa kilogram daging sapi, tepung, berapa lama memasak, serta lama waktu supaya kenyal. "Itu semua pakai penelitian," tegas Tri.

Untuk itulah dia membuat tempat produksi bakso sendiri. Semacam pabrik bakso kecil- kecilan bertempat di rumah. Termasuk bumbu masak racikan. Bakso serta bumbu nanti tinggal didistribusikan ke seluru cabang. Tri bahkan sampai hantar ke cabang Mal Nagoya, Batam. Bumbu sendiri merupakan hasil penelitian lanjutan Bakso Ino.

Tri membuat bumbu bubuk serta pasta. Takaran disamakan agar sama rasa. Dia buat sedemikian agar koki tidak memelintir rasa. Kemahiran Tri tidak cuma dipembuatan rasa. Dia juga kreatif membuat aneka variasi bakso. Di dapur, menjadi tempatnya berkreasi bersama alat masak.

Ia mulai membuat bakso urat, bakso gepeng dan variasi lain. Juga termasuk masakan lain yang dijajakan, yaitu gado- gado, soto betawi, sop iga, rawon, nasi goreng seafood, kwetiaw, cap- cay, dan fuyungshai. Dia lalu mencoba masakan barat seperti spageti, bologne, chicken wing, dan french fries. "Total ada 40 masakan yang bumbunya dibuat seragam di dapur sentral," papar Tri.

Seluruh kedai itu harus mengikuti standarisasi Tri. Daftar menu juga dibuat sesuai perintahnya, jangan sampai ada gerai berjualan lontong sayur. Tidak terkecuali semua diperlakukan sama meski hasi patungan. Ya usaha ini didirikan bermodal investasi bersama teman. Tentu karena pembuatan satu gerai bakso saja pastilah tidak murah.

Tri menyebut nilai investasi Rp.400 juta buat gerai di Cijantung dan Kalibata, Rp.800 juta di Rest Area Km 19 Tol Cipularang, sampai Tebet yang senilai Rp.1,2 miliar. Semuanya ternyata bisa balik modal hanya 2- 3 tahun. Untuk Rest Area Km 19 merupakan paling laris dibanding gerai lain. Per- bulan tidak kurang 15 ribu pengunjung menikmati bakso.

Pengunjung rata- rata membelanjakan Rp.2,5 ribu. Total dia mengantungi Rp.50 juta per- gerai, atau sekitar Rp1,5 miliar per- bulan. Maka kalau dihitung 15 gerai cabang saja, Tri diperkirakan mengantungi tidak lah kurang Rp.22,5 miliar. Kiat memilih lokasi? Maka dia menyarankan tongkrongi tempat yang akan dijadikan gerai.

Tri akan menongkrong calon tempat jualan selama berhari- hari. Dia mengajarkan kita konsep 5 P: Pertama ialah place, baru kedua product, dan price.

Pernah bangkrut


Bukan tanpa kebangkrutan usahanya dijalani. Dia berkisah bagaiman usaha sempat ketar- ketir. Lantaran dia menghadapi manajemen buruk di perusahaan. Tri mencoba memperbaiki manajemen dulu. Meski berhasil dia sempat rugi sampai Rp.500 juta. Adapula kegagalan karena salah memperhatikan biaya membuka gerai.

Seiring waktu belajar memperbaiki kesalahan, usaha bakso dibawah PT. Perdana Putra Utama ini kian naik daun. Eksistensinya dibuktikan lewat banyak cabang di luar kota. Ayah tiga orang putri ini lantas menyebut inspirasi usahanya adalah Bob Sadino.

Bagi Tri usaha apa yang jelak maka jawabannya,"berusaha saja dulu, jangan banyak mikir." Dia juga sangat terinspirasi sang ayah yang juga wirausaha. Dia membuktikan mampu menafkahi 9 orang anak termasuk Tri. Sosok ayah terpaksa menjadi pengusaha karena "terpaksa". Dia sebenarnya bekerja menjadi seorang mantri kesehatan.

"Tetapi, ia malah sukses bertani dan beternak," kenang Tri.

Tri terbiasa bangun pagi. Dia ingat pelajarang orang tua bangun pagi agar rejeki mudah dicari. Dia menyesali kalau pengusaha muda terlalu lama berpikir. Mereka terlalu lama memilih- milih usaha apa yang cocok. Ia memberikan contoh dirinya yang mantap keluar dari perusahaan. Padahal dia sudah bekerja selama 10 tahun disana.

Jualan bakso kenapa tidak?

Dia kemudian menyebut jualan bakso juga bisa kaya. Ditemui di acara Festival Bakso Gratis Untuk Rakyat, dia meyakinkan kita jualan bakso juga bisa kaya. Tri memberikan contoh pedagang bakso di Jalan Pejaten, Jakarta Selatan. Penjual tersebut membeli mobil Alphard dan Pajero, rumah besar, beromzet Rp.25 juta.

Kemudian sambil bercanda dia menceritakan anak si tukang bakso. Dia ditolak orang tua karena orang tua cuma penjual bakso. Padahal kalu dicermati pengusaha bakso bisa sesukses Tri.

"Nah anaknya mau nikahi pacarnya, ketika ditanya sama colon mertuanya, orang tua kamu usaha apa? dijawab usaha bakso, ditolak, nggak jadi kawin," celetuknya.

Bukan tanpa masalan berbisnis bakso. Yang terpenting ialah mampu melihat peluang jauh kedepan. Tri lalu bercerita kembali tentang kegagalan lain. Dua gerainya di Cikeas dan Bendungan Hilir bangkrut. Bukan lagi tentang masalah manajemen tetapi situasi tidak memungkinkan.

Ini tidak bisa disangka pengusaha sesukses apapun. Hal terjadi tiba- tiba harus siap secara mental agar lekas bangkit. Waktu itu kenaikan harga BBM membuat kawasan industri Cikeas bangkrut. Dampaknya apalagi kalau bukan membawa bangkrut dua cabang seketika. Adapula kedai di rumah sakit Benhil tutup karena sepi pembeli.

Faktornya adalah orang enggan makan didekat rumah sakit, dianggap mereka merupakan tempatnya sumber penyakit. Padahal dia sudah yakin karena jalur tersebut sangat ramai. Masalah tidak terduga seperti inilah satu hal perlu diwaspadai. Alumnus SMA Negeri 3 Malang ini mengaku tidak mewaralabakan Bakso Ino.

Alasan utama karena Tri percaya waralaba merusak di jangka panjang. Dia juga memiliki pengalaman buruk dengan waralaba. Dulu, satu tempat strategis lepas, karena pemilik tanah malah memilih waralaba asing ya seperti Startbuck atau Dunkin Donuts. Pemilik tanah melihat mereka karena gengsi saja -prestise bahkan rela murah.

Walau Tri mengajukan sesuai harga tetap ditolak. Meski mereka membayar lebih murah, Bakso Ino tetap tidak masuk hitungan. "Jadi, kalau Starbucks ramai itu bukan hal aneh, anak kecil juga bisa," jelasnya geram.

Lanjut sukses


Tahun 2003, Tri bercerita pernah menjalin kerja sama dengan mitra, tetapi kerja sama tersebut tidak tercatat sebagai kontrak hitam diatas putih. Hasilnya mitra secara sepihak memutuskan perjanjian kerja sama. Dia menambahkan padahal perjanjian tersebut buat lima tahun. Buntungnya perjanjian itu bagi hasil 50:50, jadilah dia rugi sampai 200 juta.

Satu kelebihan Triestyo Budiman adalah kemampuannya memilih lokasi. Beberapa kali gagal memberikan satu pelaran penting. Hal lain ialah manajemen modern, mulai dari tingkat manajer, SDM, juga bagian quality control, sampai marketing dipikirkan. Alhasil jaringan bisnis Bakso Ino menyebar sampai Medan, Bandung, Batam, dan Manado.

Total gerai menurut Kontan sejumlah 20 gerai. Dimana gerai paling menarik banyak untung ialah yang ada di kawasan strategis seperti rest area. Empat gerai sudah ada di rest area yakni Cipularang kilometer 16, 19, 39, dan 62. Lalu ada dua lagi di rest area lain yakni tol BSD dan tol Tangerang. Rest area 19 menjadi paling besar yakni 200 meter persegi.

"Mei mendatang, ada satu gerai lagi yang siap buka di rest area Jagorawi," kata lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bogor ini.

Usahanya memakai cara pengumpulan uang biasa. Dia menggandeng pemodal memperluas jaringan sampai ke mana- mana. Total 20 gerai Bakso Ino, 60% merupakan milik pribadinya, sisanya merupakan kerja sama dengan rekan kerja. Memiliki warung bakso bukan berarti sederhana. Tempat makan Bakso Ino dirancang sedemikian rupa.

Tempat makan, kursi dan meja, dibuat tidak cuma buat makan tapi nyantai. Disini orang bisa membawa satu keluarga, teman sejawat, kolega bisnis, ataupun pacar. Dia akui sengaja menaikan citra jualan bakso menjadi lebih bergengsi. "Saya ingin mengangkat derajat jajanan bakso dari kelas gerobak dorong menjadi lebih ke bergengsi," tutur Tri.

Mulai usaha sejak 1998, ia ingat betul bagaimana dia dan istri mencoba segala rupa agar menemukan resep tepat. Agar memenuhi kebutuhan usaha rata- rata ia mengeluarkan Rp.6 juta per- hari. Ia membutuhkan tak kurang 100 kilogram. Daging segitu banyak diolahnya menjadi 12.000 butir bakso. Ini belum termasuk bahan tambahan seperi sayur dan kecap.

Bakso Ino memilik 40 menu masakan. Kalau harga Bakso Ino, Tri membandrol harga antara Rp.11.000- Rp.20.000 per- porsi. Lalu aneka minuman akan dijual dibawah Rp.10.000. Segmentasi pasar Bakso Ino memang untuk kalangan menengah atas.

Inspirasi Pengusaha Tas Aneka Kulit Ikan

Daftar Pengusaha Produk Kulit Ikan


 
Daftar berikut dikumpulkan dari berbagai sumber berita. Mereka adalah pengusaha sukses mengambil ceruk bisnis. Majunya industri kreatif Indonesia merangsang orang lebih kreatif. Beberapa pengusaha "kebetulan" mengambil satu konsep sama, kulit ikan. Mereka juga mengolahnya menjadi jenis produk yang sama, produk fashion.

Jika lazimnya kulit ikan dibuang, atau mungkin dibuat kerupuk ikan. Bagaimana kalau dijadikan bahan baku aneka sepatu. Mungkin terdengar aneh tetapi faktanya memang begitu. Tetapi kini, ditangan orang- orang kreatif ini aneka produk negeri dongeng lahir.

Berikut pengusaha sukses mengolah kulit ikan menjadi aneka produk

1. Ningsih

Tidak banyak diketahui tentang sosoknya. Tetapi ia mengusung brand Pineapple Shoes. Ia mengelola aneka kulit ikan menjadi produk jadi. Aneka produk terbuat dari kulit ikan kakap, nila, dan kaci- kaci. Alasan dia berbisnis adalah nila nominal kulit ikan kecil, tetapi kalau dibikin produk jadi sangat tinggi.

Ningsih mendapat pasokan kulit dari nalayan binaan Dinas Perikanan dan Kelautan DKI. Dia dibantu oleh sosok Bapak Nurul Haq. Dia merupakan orang pertama yang menyamak kulit kakap. Ia adalah sosok yang aktif mengajarkan mahasiswa ITB.

"Ini hebatnya penyamak tersebut, bisa menyamak kulit ikan," ujarnya. Sukses disamak kemudian dijadikan dia aneka produk fashion. Menurut pengalaman produk ini bahkan awet 3 tahun lebih lama dibanding kulit sapi. Kulit ikan memilik tekstur unik, tebal, jadinya proses penyamakan tidak sebentar. Prosesnya sampai 10 hari.

Tidak jarang orang meragukan kebenaran produknya. Dibutuhkan waktu setahun maka pembeli benar yakin keawetan. Produk sepatu membutuhkan 7 lembar kulit. Variasi warna dibuat sedemikian rupa, seperti merah, kuning, hijau, dan cokelat. Untuk flat shoes dijual Rp.250.000- Rp.500.000/pasang. Sedangkan tas jinjing seharga mulai Rp.1,5 juta.

Biacara omzet jangan kaget ya. Ningsih menyebut sampai dua digit. Bahkan normalnya sampai Rp.20 juta per- bulan. Dalam sehari rumah produksinya mengerjakan 5 pasang sepatu flat shoes, kalau heel maka cuma bisa 2 pasang sehari. Dia dibantu empat orang penjahit dan tukang pola.

Berbagai pertanyaan unik dilontarkan pelanggan ke Ningsih. Seperti apa dia yakin kucing tidak akan ngikuti sepatu. Dengan profesional, ia pun menjelaskan proses pembuatan, seperti halnya penyamakan 10 hari, lalu penghilangan kolagen dan minyak agar tidak timbul bakteri.

2. Rahmawati

Lain cerita dengan Rahmawati, yang hanya lulus Diploma, warga Sukoharjo ini menyamak kulit ikan sendiri. Awalnya memang tidak mudah apalagi dia menggunakan kulit ikan nila. Kulitnya butuh dikeringkan semalam, dipotong, disamak dan dijahit mengikuti pola produk.

Usaha yang sudah dijalaninya sejak 1990 -an. Aneka produk sudah dibuat olehnya seperti produk sandal, tas cantik, dan harganya mencapai ratusan ribu rupiah. Menarget pasar luar negeri produknya digemari oleh orang asing. Memang produk kulit ikan memiliki tekstur unik dibanding kulit lain.

Tidak cuma sepatu, bahkan sandal pun laris manis di pasaran, padahal Rahmawati "tega" membandrol angka Rp.150 ribu- Rp.300 ribu. Harga tas sendiri dibandorol kisaran Rp.400 ribuan. Perjalana karir Rahmawati terbilang miris. Dulu dia bersama suami, Tono, hanya penjual ikan nila utuh di pasar- pasar. Karena sepinya pasokan maka pendapatan turun.

Mereka mulai berpikir kreatif memanfaatkan pasokan sisa. Keduanya tidak cuma menyasar kulit, tetapi juga sirip, bahkan kepala.

3. Indriyani

Kalau pengusaha satu ini memanfaatkan kulit ikan pari. Mengusung brand Zalfa Leather, pengusaha wanita asli Boyolali ini, menyebutkan usahanya diminati pasar luar negeri. Ini tidak kalah eksotis meski tentu tidak punya motif seperti kulit ikan nila ataupun kakap.

Produksinya meliputi tas, dompet, dan ikat pinggang. Ia menjual dari harga Rp.150 ribu sampai puluhan juta per- pcs. Bahan didapatkan dari nelayan di wilayah Jakarta, Jawa Tengah, Jepara, dan daerah lain di Jawa Timur. Satu buah produk membutuhkan waktu pembuatan 3-5 hari. Meliputi kulit dicuci dulu, diberi warna, dan dikeringkan.

Selepas itu dihaluskan lalu dipotong membentuk pola. Dia hanya dibantu oleh 3 orang pengrajin, rata- rata mampu memproduksi 150- 200 pcs per- bulan. Pemasaran sekitar Boyolali sampai ke luar negeri yakni ke Eropa.

Tips Investasi Warren Buffett Sepanjang Masa

Mau jadi seperti Warren Buffett? 



Maka baiknya membaca ulang tips berikut. Tips sepanjang masa ya menurut penulis. Beberapa artikel sudah membahas, semua bersumber dari celetukan Warren Buffett. Beberapa orang aktif menganalisis. Memang tidak sedikit orang meragukan apakah berhasil.

Situs finansial GOBankingRates beberapa mengulang kembali. Mengawali tahun 2016 membahas kembali 5 tips sukses, dan 5 tips sukses yang mungkin belum kamu dengar. Hanya saran finansial yang sederhana, yang pernah Buffett berikan. Berikut merupakan tips terbaik mengawali 2016 sebagai investor dunia:

1. Jangan pernah kehilangan uang

Kamu mau sukses tetapi jangan pernah kehilangan uang, terdengar rancu. Ini asli berasal dari kata bijaknya (yang sangat terkenal), "Aturan no.1: Jangan pernah kehilangan uang. Aturan no.2: Jangan lupakan aturan no.1." Ya memang tidak terdengar cerdas siapa sih mau kehilangan uang. Meski begitu terdapat kebenaran didalamnya.

Tips tersebut sangat cocok bagi investor. Jika kamu bekerja disaat kamu kehilangan, akan sangat susah buat kembali ke jalur yang tepat.

Menggunakan strategi tersebut: Buffett dikenal sangat jarang berinvestasi di bidang teknologi. Padahal kita tau banyak orang sukses mendapat lonjakan kekayaan. Beberapa investor muda bahkan mengukir namanya disini. Buffett sangat berhati- hati, dan terbayar dalam tempo kedepan atau jangka panjang.

2. Dapatkan nilai tinggi di harga rendah

"Jangan pernah kehilangan uang" akan sangat cerdas jika disandingkan kata bijak lain. Prinsip lain diajarkan oleh Buffett,"Harga adalah apa yang kamu bayar; nilai adalah apa yang kamu dapat." Kata tersebut diambil dari surat pertemuan pemegang saham Berkshire Hathaway di 2008.

Kehilangan uang terjadi jika harga dibayar tidak cocok atas nilainya. Seperti halnya kamu membayar biaya kartu kredit lebih besar dibanding barang kamu beli, yang jarang sekali kamu pakai.

3. Bentuk kebiasaan uang sehat

"Kebanyak tingkah laku itu kebiasaan," ucapnya di 2007 acara University of Florida. "dan mereka berkata ini rantai kebiasaan yang terlalu ringan untuk dirasakan sampai mereka terlalu berat untuk meninggalkan." Ia berkata kebiasaan berubah, tetapi merubahnya segera lebih baik.

Kesalahan terbesar secara singkat adalah di kebiasaan menyimpan kita. Kebiasaan menabung sebenarnya harus dilakukan sejak awal, karena menyimpan adalah kebiasaan. Maka ketika kamu terbiasa akan kegiatan menyimpan, maka kamu akan berhati- hati soal pengeluaran kamu.

Kuatkan pengeluaran yang menguatkan keuangan. Hilangkan pengeluaran yang menyakiti keuangan.

4. Hindari hutang. Terutama hutang kartu kredit

Warren Buffett bekerja agar bunga bekerja untuk mereka, bukan bekerja untuk membayar bunga seperti hal penduduk Amerika. "Saya sudah melihat banyak orang telah gagal karena minuman dan pengaruh -pengaruh untuk meminjam," ucapnya ketika berbicara di Notre Dame, 1991. "Kamu tidak butuh begitu banyaknya pengaruh di dunia."

"Jika kamu cerdas, kamu akan menghasilkan banyak uang tanpa berhutang," tandasnya.

Buffett menyebut kita harus waspada kepada kartu kredit. Sarannya adalah hindari apapun gunanya. Bungan begitu besar di kartu kredit. Ia berkata,"beberapa waktu mereka 18 persen. sewaktu- waktu menjadi 20 persen. Jika saya meminjam di bunga 18 atau 20 persen, saya akan miskin."

5. Simpan uang di tangan

Kunci lain sukses ialah selalu memiliki uang tunai di tangan. "Kami selalu mempertahankan setidaknya $ 20 juta -dan biasanya jauh lebih dari itu -atau bahkan setara kas," jelasnya dalam laporan keuangan perusahaan Berkshire Hathaway 2014. Ia mengakui inilah cara ampuh tetap bertahan bahkan ketika terjadi resesi besar.

Bisnis dan individual sama mungkin bisa tersendat butuh uang tunia melincinkan melalui investasi kembali. Ia menyebut,"uang tunai, meski begitu, adalah oksigen bagi bisnis seperti halnya individu: jangan mempunyai pemikiran tentang sekarang, satu- satunya yang berada dipikiran ketika kosong," ucapnya.

"Jikalau rekening menjadi kosong, hanya uang tunai pembayaran legal," dia melajutkan. "Jangan tinggalkan rumah tanpa itu (uang tunai)"

6. Investasikan ke diri sendiri

"Investasi ke diri sendiri sebanyak dirimu bisa. Kamu adalan aset terbesar diri kamu sejauh ini," ucapnya.

Ini ditulis oleh kontributor Inc.com, waktu itu, ia tengah interview membicarakan tentang sentimen negatif diri sendiri, bersama CNBC. Dia menambahkan,"Apapun itu untuk meningkatkan talenta kamu dan membuat diri kamu sendiri lebih berharga akan terbayar dalam hal apa istilahnya kekuatan sebenarnya dalam negosiasi."

7. Pelajari tentang uang

Investasi terbaik untuk diri sendiri ialah belajar tentang cara mengatur uang. Sebagai investor, seperti halnya dirinya, tugasnya adalah membatasi pembukaan dan minimasi resiko. Dan, "resiko datang dari tidak tau apa yang kamu lakukan," pernah ia ucapkan, menurut Forbes.

Semakin kamu tentang finansial pribadi, makan keamanan semakin kamu punya sejalan turunnya resiko. Ini pelajaran dari kata bijak Warren Buffett, maka, kamu layaknya belajar lagi tentang personal finance.

8. Kembalikan

"Jikalau kamu adalah 1 persen orang paling beruntung dibanding manusia lain, berarti kamu telah berhutang ke seluruh manusia 99 persen pengembalian," ucapnya di tahun 2007 ketika mendukung Hillary Clinton. Ini sudah dibuktikan, di masa lalu, Buffett mendonasikan uang $2,5 juta saham kepada lima bada amal.

Dia merupakan salah satu pendiri The Giving Pledge -bersama Bill Gates- yang mana bersama 180 miliarder lainnya berjanji akan memberikan kekayaanya ke orang banyak.

9. Percayalah reksa dana indek berbiaya rendah di portfolio

Saran, kata bijak, dan cara Warren Buffett melewati sekedar filosofi berinvestasi. Dia membagi saran yang semua orang bisa lakukan. Untuk investor menengah, untuk langsung, Buffett menyarankan,"taruh 10 persen uang tunai di surat hutang negara jangka pendek dan 90 persennya di reksa dana indek rendah S&P 500 Index Fund."

"Kalau kamu menginvestasikan di reksa dana indek berbiaya rendah -dimana kamu tidak perlua menaruh uang seketika, tetapi umumnya selama 10 tahun -kamu akan melakukan lebih baik dibandingkan 90 persen orang yang melakukan investasi (apapun) di waktu sama."

10. Melihat uang sebagai permainan jangka panjang

"Seseorang duduk dalam kenyamanan karena seseorang menanam pohon dulu sekali," ucapnya suatu kala. Ia mengistilahkan investasi ialah menanam dan merawat. Kita sendiri yang menanam bibi kesuksesan hingga bisa menikmati kelak nanti. Ini merupakan andalan seorang Warren Buffett dalam berinvestasi.

Bahkan dalam tulisan surat untuk pemegang saham, pada 2014, bahwa kita berinvestasi untuk waktu dekade mendatang. Fokuslah memperbaiki untuk mendaptkan pendapatan tertentu. Agar memiliki kekuatan aman sampai sepanjang hayat. Bukan fokus ketika pasar saham bergemuruh dan keadaan ekonomi kacau.

Jalan Tikus Tempat Download Asli Indonesia

Profil Pengusaha Weihan Liew


 
Tidak banyak terdengar nama pengusaha satu ini. Memang karena hidupnya ada dibalik layar komputer. Dia dikenal sebagai pembuat situs jalantikus.com. Untuk lebih jelasnya berikut kisahnya dan beberapa hal kamu pelajari di dunia startup. 

Nama Weihan Liew, memiliki pengalaman kerja dibidang dunia digital, dia juga bisa dibilang inisiator digital Indonesia.Weihan bergelar MBA Ekonomi Keuangan dari The University of Chicago dan Booth School of Business. Ia pernah bekerja menjadi pegawai Microsoft. 

Jabatan Weihan terbilang sudah cukup penting di perusahaan kelas dunia tersebut. Menurut profil LinkedIn, apa saja yang bisa digali: Ia menamatkan pendidikan Monash Universitys Australia. Dia pernah menjajal pekerjaan Associate di Boston Consulting Group. Karir konsultan dibidang ekonomi itu berlanjut selama 3 tahun sampai 2002. 

Lalu meninggalkan pekerjaan untuk masternya di The University of Chicago dan Booth School of Business. Nah, ketika melanjutkan pendidikan tertinggi, dia mendapatkan kesempatan pekerjaan tinggi. Waktu itu ia mendapatkan pekerjaan dari Microsoft regional China. Dia bekerjanya di bagian Department Research and Development (RnD).

Jabatan dipangku oleh Weihan yaitu Senior Product Manager produk Windows Phone. Sebuah pencapaian besar bekerja di perusahaan multi- internasional seperti itu.

Empat tahun perjalanan karir di Microsoft dijalani. Rekam kerjanya baik. Tahun 2008, Dia diangkat menjadi Principal Nokia Partners. Jabatan tersebut dijalani selama 3 tahunan atau hingg 2011. Pengalaman keluar dan masuk perusahaan digital dunia merubah pandangan Weihan. Dari sanalah hasratnya timbul untuk membuka usaha.

Bisnis digital


Pengalaman panjang dijadikan pegangan. Weihan lantas mendirikan MainGames. Apa itu? Sebuah pusatnya game online, di tahun 2011, sudah banyak game dikelola seperti judul Soul Keeper, Liga Champion, Trinity Online, Musuh Abadi, dan game yang berbasis MMORPG yaitu Konoha Ninja.

Ia mampu membaca tren di Indonesia. Sejalan naik pamornya game online membawa MainGames melesat. Dia menjadi salah satu publisher game yang diperhitungkan. Ketika masuk ke pasar lokal, Weihan sadar orang butuh bahasa Indonesia. Ia memanfaatkan tim kerja lokal, karena mereka lebih tau keadaan sosial dan kultural.

Weihan mengandaikan strateginya: Seperti Baidu mengalahkan Google atau Taobao mengalahkan Ebay. Ini diakuinya memberikan dampak besar di MainGames.co.id. Hal lain dilakukan olehnya adalah menggandeng merchant lokal.

"Saya paling senang dengan cara membayar e- payment karena efisien, biaya lebih rendah dan mudah. Very simple," papara Whein.

Ia sukses menggandeng Bank BCA untuk transaksi virtual. Secara garis besar banyak pemain game di Main Games mamakai BCA. Untuk itulah dia menggandeng BCA KlikPay, hasilnya angka dari pengguna KlikPay di MainGames sudah 20 besar. Baginya kerja sama tersebut menguntungkan kedua belah pihak.

Tidak berpuas diri adalah ciri pengusaha sukses. Oleh karenanya disamping sibuk MainGames, selanjutnya, dia mengerjakan situs populer JalanTikus. Mungkin buat kamu yang kurang "ngeh" akan MainGames pasti familiar dengan Jalantikus.com. Tepat tahun 2012, didirikan JalanTikus, dimana fokusnya di aneka software dan game.

Software berkembang tidak cuma buat Windows. Mengikuti tren jaman JalanTikus memberi kemudahan aplikasi Android. Kelebihan JalanTikus adalah bahwa semua legal atau tidak menyalahi lisensi, juga memiliki tingkat keamanan dari malware. JalanTikus memastikan lisensi freeware, Open Source, serta premium (berbayar).

Tujuan utama JalanTikus adalah memajukan potensi developer lokal. Dia ingin sekali memberikan pembeda dengan program komersil seperti Google Play dan Windows Application Store. Dia sukses mengembangkan pasar digital Indonesia. Kini dia dibantu oleh 40 karyawan asli Indonesia menjadi tokoh pengharum bangsa.

Pelajar 18 Tahun Jualan Teh Kempot Untung Jutaan

Profil Pengusaha Victor Giovan Raihan



Pelajar SMA asal Indonesia yang sukses berbisnis. Kisah kali ini tentang Victor Giovan Raihan pengusaha Teh Kempot. Umur mungkin baru 18 tahun, tetapi sukses berbisnis sendiri. Semua cuma berawal keisengan melihat maraknya minuman cepat saji. Usaha aneka minuman memang sedang ngetren. Mulai susu, cincau, teh, kopi atau jus buah.

Dia melihat peluang di yogurt. Meracik minuman teh berbahan yogurt. Ide awalnya iseng membuat minuman yang memadukan teh dan yogurt (susu fermentasi). Ternyata rasanya nikmat juga mengundang banyak orang ingin mencoba. Uang sebesar Rp.3 juta lantas dikeluarkan Giovan. Uang pinjaman milik orang tuanya sekitar 2012 -an.

Teh Kempot sendiri muncul lewat pengamatan iseng. Dia mengamati ketika orang tengah minum minuman pake sedotan. Maka keliatan pipinya kempot tetap menyedot walau minuman sudah habis. Jika teh terasa enak pasti nagih dan kempot lah pipi mereka lagi. Harapan Giovan dari nama tersebut ialah minuman miliknya yummy.

Dulu sekali, ternyata dia pernah berbisnis bakso sebelum jualan Teh Kempot. Bisnis bakso miliknya lumayan berkembang punya 5 cabang. Semua outlet berada di Kota Malang hingga sekarang. Cuma penemuan Teh Kempot membuatnya pindah fokus. 

"...kuliner seperti, Bakso Mercon yang sedang saya kelola, marjin keuntungannya cuma 100 persen," jelas dia. Tenang dia masih berjualan bakso tetapi juga minuman. Mudahnya orang makan bakso butuh minuman itulah Teh Kempot.

Hal paling mengejutkan adalah, secara blak- blakan, ia menyebut Teh Kempot marginnya 350 Memang bisnis minuman cepat saji tidak ada matinya. Giovan sendiri waktu itu belum berniat memfranchisekan. Putra sulung dalam keluarga, yang juga siswa SMA N 1 Kepanjeng, masih ingin fokus mengerjakan 10 cabangnya.

Untuk omzet sendiri sudah mencapai paling sedikit 2 juta per- bulan/outlet. Meski begitu dia masih anggap ini sebagai bisnis pemula. Ia belum lekas puas atas hasil. "Saat ini per outlet paling apes menghasilkan Rp 2 juta per bulan. Outlet lain yang ramai bisa lebih dari itu," aku Giovan.

Awal teh kempot


Semua bermula dari sebuah rumah di Jalan Panji II Kepanjen. Pemuda 18 tahun dari pasangan Sri Winarsih dan Bambang Hermanto ini, memulai membuat minuman teh sederhana. Caranya cukup membeli teh yang sudah setengah matang. Ia lantas mencampurnya dengan yogurt. Aneka minuman pun lahir berasa lemon tea, stroberi, dan cokelat.

Untuk kemasan dijual per- 250 ml seharga Rp.2000- 2.500. Jumlah karyawan juga sudah banyak yakni 50 orang. Ini termasuk karyawan warung Bakso Mercon yang masih terus bertahan. Setiap harinya diakui bisa memproduksi 70 gelas. Kemudian bahan gula dibutuhkan Teh Kempot ialah 4kg per- outlet/hari.

Meski sudah sukses berbisnis minuman, Giovan mengaku tetap mengerjakan bisnis bakso. Ini adalah bisnis core atau bisnis utamanya. Dia menyebut karena omzetnya besar. Karena teh merupakan bisnis sampingan, maka dia berencana menggaet mitra kerja kedepan. Entah konsepnya franchise ataupun bukan belum dia tentukan.

"Saya akan menambah mitra di kota- kota besar, seperti Surabaya dan Sidoarjo," paparnya. Bekerja keras Giovan merguk keberuntungan ketika masih muda. Beruntunga dia mampu mengikuti kata hati. Dia mampu meyakinkan kedua orang tuanya.

Usut- punya usut dia pernah direncanakan harus masuk polisi. Beruntungnya dia sudah berbisnis sejak masih di usia belia. Sekarang Giovan bisa nyeletuk kalau jadi polisi apa omzetnya bisa puluhan juta. Jujur keluarga memang berasal dari jalur bersenjata. Itulah kenapa nama depannya Victor yang berarti kemenangan, yang menang berusaha.

Perluasan usaha dilakukan lewat mengajukan kredit kemana- mana. Semua masih memakai modal pribadi dan orang tua. "Toh bapak saya dapat fasilitas kredit dari bank, yakni kredit kepolisian. Saya pinjam dari situ juga," candanya.


Awal membuka bisnis Teh Kempot modalnya Rp.3 juta. Ia membuka satu outlet dulu. Terus berkembang, ia mampu membuka banyak lagi. Total 10 outlet dikelola sendiri dan 17 milik mitranya. Untuk bermitra Teh Kempot cukup mengeluarkan Rp.3,5 juta. Kamu mendapatkan grobak serta modal 100 gelas kemasan dan alat masak.

Mitra terbanyak datang dari Kota Malang, dan dua mitra lainnya berasal dari Palembang dan Jakarta.

Kedua orang tua Giovan mengaku bangga. Mereka mendukung sepenuhnya usaha milik sang anak. Mereka percaya membuka usaha sendiri akan membentuk mentalnya. Ia telah menjadi sosok yang mandiri tidak bergantung kepada orang tua. Diumur 18 tahun apakah dia masih mau menjadi polisi. Mungkin bisa menjadi polisi pengusaha.

Mau Jadi Entrepreneur Baca Artikel Apa

Kamu Mau Jadi Seorang Entrepreneur?


Menjadi entrepreneur membutuhkan kisah orang lain. Baiknya menyimak kegagalan dari orang lain. Itu yang penulis baca dari tulisan Justin Bariso, pendiri Insight. Ia melalui tulisan artikel di Inc.com coba memberikan pandangan tentang kualitas entrepreneur. Yang mana datangnya dari kisah serial entrepreneur Christopher Engman.

Kita tahu mungkin beberapa orang masih berkata entrepreneur terlahir, bukan diciptakan. Tetapi penghalang semacam itu sudah menipis sejak lama. Tidak ada lagi halangan siapapun masuk ke dunia entrepreneurship. Ia menambahkan entrepreneur punya banyak alasan. Untuk alasan inilah batasan apapun akan terlampaui.

Sebelum kamu memulai mengeksekusi ide bisnis. Maka dengar kisah jatuh bangun Christopher Engman, seorang entrepreneur asal Swedia. Dia mendirikan perusahaan pertama relatif muda 25 tahun. Dia bercerita tentang kualitas apa berdasarkan kisah pengalamannya.

Kalau kamu tengah berpikir akan memulai sebuah usaha pertama kali. Saran Engman mungkin membantu membentuk jiwa kamu lebih siap.

1. Kamu pasti gagal

Paling tidak separuh perjalanan kamu adalah kegagalan. Ia menyebut angka lima tahun pertama berusaha. Ini sesuai penelitian sebuah perusahaan Gallup. Seperti halnya dikatakannya, sebagai entrepreneur, Engman pasti gagal pertama di awal mencoba.

Faktanya, ia kehilangan perusahaan pertamanya, bahkan berakhir menjadi hutang $100.000. Cukup kah ini membuat kamu takut. Tenang untungnya Engman masih keras kepala tentang situasi ini. Hingga dia mampu melalui hal tersebut. Jujur jika kamu tidak siap akan kegagalan, entrepreneurship bukan jalan kamu.

2. Jangan mulai dari ide tetapi masalah

Seperti kebanyakan kita maka ide seorang Engman adalah merubah masalah. Dia mencoba merubah satu hal ke hal lainnya. Dia menjelaskan jika kamu bertanya ke semua entrepreneur: Maka mereka akan berpikir itu berasal dari ide mereka. Faktanya mengejutkan bahwa bisnis mereka bukan berawal dari sebuah ide bisnis.



Engman menyebut mereka membahas masalah. Para entrepreneur selalu membahas masalah sampai akhirnya ide bisnis muncul. Mulailah mencari masalah. Bukan ide bisnis. Jika kamu serius memulai sebuah bisnis, maka carilah masalah sebanyaknya dari orang atau bisnis lain. Maka, berusahalah keras selesaikan masalah itu dan jadi.

3. Ketekunan itu emas... jika kamu rela untuk mencubitnya

Ide itu akan tumbuh banyak sekali. Apa yang tersulit ialah bagaimana membuat ide tersebut menghasilkan di waku tepat.

Selepas perusahaan Engman bangkrut, dia memulai ulang... dengan dasarnya sama bisnis sebelumnya. Cuma kali ini berjalan. Apa yang membuatnya berbeda? Ketika banyak orang mengatakan kamu tidak boleh lalu menyerah. Dia setuju... kamu tidak boleh menyerah atas dirimu.

"Tetapi suatu waktu kamu haruslah menyerah dalam konsep tertentu kamu pernah buat... dan cubit lah," ia berujar.

Perlu kamu tau bahwa dulunya PayPal bernama Confinity. Ketika pertama kali diluncurkan itu hanyalah satu perusahaan software keamanan untuk gadget. Nah, selepas itu, konsepnya berbalik menjadi satu perusahaan yang mengamankan dirinya sendiri. Mereka PayPal menawarkan konsep tentang keungan yang aman.

Perlu kamu tau juga Google tidak menghasilkan uang. Sampai beberapa tahun kemudian meluncurkan sistem Google Adwords di tahun 2003. Kalau ide bisnis pertama kamu tidak sukses, mungkin disisi lainnya akan kamu temukan kesuksesan.

4. Mulai hal terkecil

Akan mudah bagimu merasa bersemangat akan mimpi besar perusahaan tentang mempengaruhi dunia. Tetapi Roma tidak dibangun semalam.

"Mulai dengan satu target pasar kecil," jelas Engman. "Bisnis kamu memang haruslah dapat diterima di pasar lebih luas. Namun jangan coba membuktikan itu terus menerus dalam satu waktu."

Jika kamu merasa kamu punya jawaban atas masalah, lupakan tentang marketing (untuk sekarang). Dekati mereka yang mempunyai masalah. Ketika mereka mau mencoba produk atau servis kamu, kamu punya satu jalan membuktikan diri.

5. Bermainlah permainan panjang

Penulis artikel ini Justin Bariso menyukai perbandingan oleh Christopher Engman, yaitu permainan catur. Dia Engman menyebut suatu waktu kamu harus merubah rencana kamu jika sesuatu terjadi. Kamu janga tergesa- gesa mengejar ratu dalam satu pukulan.

"Kamu membuat banyak pegerakan, dan kamu akan menyerang sang ratu," ujarnya. Seperti halnya petinju legendaris Mike Tyson. Sang petinju legendaris punya kata bijak,"Semua orang punya satu rencana sampai satu kali dipukul di wajah."

Istilah Bariso entrepreneurship merupakan gabungan antara strategi dan tinju jalanan. Bangun strategi kamu. Tetapi taulah bahwa cepat atau lambat, sesuatu tidak terduga akan menghantam kamu kaluar. Hadapi setiap pukulan, dan tunjukan ke kita terbuat dari apa kamu!

Menemukan Kolagit Farmasi Gita Adinda

Biografi Pengusaha Herbal Modern



Wanita berjilbab satu ini sukses membuat perubahan. Tidak cuma berbisnis tetapi membantu banyak orang di Indonesia. Gita Adinda Nasution, 20 tahun, merupakan sedikit dari banyak anak muda menjadi penemu. Ia mengembangkan usaha berbasis farmasi. Memilih bertahan dalam negeri mengambangkan kewirausahaan.

"Awalnya saya hanya termotivasi untuk menyembuhkan ayah saya," ujarnya. Dia menjelaskan prihatin akan keadaan ayah. Sejak SD sudah bersemangat bagaimana caranya menyembuhkan ayah. Sejak tahun 2008- 2009, Gita kecil mencari tau apapun tentang farmasi, menemukan bahwa penyakit folio bisa disembuhkan.

Pengusaha otodidak


Dia menjelaskan dalam virus volio terdapat obat vaksinya polio. Berarti semua penyakit yang dulunya itu dianggap sangat menakutkan dapat diatasi. Gita kecil menarik kesimpulan sederhana, lewat apa yang paling dihindari oleh penderita diabetes. Maka dia menemukan gula utamanya dalam tumbuhan tebu.

Kesimpulan lain adalah bahwa tebu bukan masalah diabetes. Mungkin kamu terheran pernyataan bahwa gula bukanlah disebabkan konsumsi gula berlebihan. Tetapi, menurut penjelasannya, ini dikarenakan organ tubuh yang cacat karena hidup tidak sehat. Ini menyebabkan tubuh tidak mampu mencerna gula, maka datanglah diabetes.

Hanya baru ketika SMP dirinya menemukan komposisi ramuan. Bukan perkara mudah menemukan ramuan tersebut. Yah karena ketika masih sekolah dasar tidak ada satupun pelajaran tentang farmasi. Ketika sekolah mungkin tidak diajarkan. Dia mengatasi hal tersebut maka ia belajar di luar sekolah. Waktu itu internet belum marak seperti sekarang.

"...jadi saya belajar dari buku," tuturnya sambil tersipu malu. Dia menambahkan gula darah naik itu bukanlah karena gula. Tapi karena organ tidak mampu mencerna gula. Padahal manusian butuh glukosa. Itu terjadi ya karena tubuh rusak akibat makanan cepat saji, soda, dan alkohol.

Gita tidak menafikan tentang faktor genetik. Cuma 20 persen tetapi masih bisa dijaga oleh kita. Jadi masalah utamanya pada pola makan manusia. Diabetes menyebabkan ayah kesulitan melihat, berjalan gentoyoran, serta terjadi gangguan organ lain. Penyakit ini menggerogoti tubuh ayah dimana kadar gulanya mencapai 240.

Selama mengerjakan ini, Gita menemukan belum ada obat diabetes berbasis gula tebu. Pemikiran bahwa kita orang berpenyakit diabetes menolak gula begitu kuat. Padahal menurutnya orang penderita diabetes justru paling membutuhkan glukosa. "Selama ini orang salah mengeri, dianggapnya diabetes itu menghindari gula." kata Gita.

Belajar keras


Permasalahan datang dari sel yang tidak menyerap gula. "...makanya jadi banyak terkumpul di gula," jelas Gita. Maka dicari ramuan yang mempermudah persesapan gula. Penelitian otodidak ini nyata menghasilkan reaksi positif. Sejak 2010, secara teratur dia memberika ramuan itu kepada sang ayah yang mulai kehilangan penglihatan.

Dalam 1,5 tahun gejala diabetes mulai menghilang. Hingga benar- benar menghilang dari tubuh sang ayah. Ia meminumkan ramuan secara rutin. Dosisnya akan dikurangi sepanjang hingga tidak diminum lagi. Selepas itu ayah diperisakan ke dokter dan dinyatakan gejala diabetes hilang.

Kabar kesuksesan memang cepat tersebar. Sampai sejumlah kenalan bahkan kerabat memesan obat buatan Gita. Rumuan ajaib tersebut lantas dilabeli Kolagit, singkatan Kopi Gula Gita. Lantas diproduksi olehnya dan dikemas kemasan 800 gram. Ia dibantu beberapa rekan memproduksi 40 kotak.

Awal usaha Gita tidak mematok harga khusus. Dia demikian karena berniat membantu banyak orang. Per- kotak dijualnya antara Rp.150.000 sampai Rp.200.000. Tetapi kalau penderita diabetes adalah orang tidak mampu maka digratiskan. Gita menyebutnya semacam subsidi silang. Semoga pembeli mendapat amal karenanya

Seorang anak SMP berusaha keras menyembuhkan ayah. Oleh karenanya dia bersemangat belajar tentang aneka obat herbal. Maka perpustakaan sekolah menjadi tempat peraduan. Buku favoritnya Gita, disebutnya buku obat herbal karya Hembing Wijayakesuma. Butuh 15 kali lebih kegagalan hingga menemukan racikan tepat.

Dia pernah melalukan eksperimen ciplukan, mengkudu, dan mahkota dewa. Ketika masuk kelas 3 SMP, ia menemukan teori bahwa vaksion polio disembuhkan dari virus polio. Hal lain ialah orang digigi ular sembuh karena bisa ular. "So, enggak ada salahnya mencoba menemukan obat diabetes dari gula," tuturnya.

Masuk kelas 3 SMA Kolagit dipublikasikan. Kolagit sudah diuji preklinis dan klinis Lab Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU). Hasil penelitian tersebut enam ekor tikus penderita diabetes sembuh. Ia juga menemukan ayah negatif diabetes. Gita meneruskan pendidikan Analisi Farmasi dan Makanan di universitas sama.

Jurusan tersebut selaras keinginan akan memahami dunia farmasi. Dalam pikirannya bahkan sudah berencana membuat produk lain untuk struk, hipertensi, obat demam serta jantung.

Dilirik asing


Percobaan gula tebu terus dikembangkan. Hingga Kolagit ditemukan olehnya membuahkan hasil. Perlahan ia melihat perubahaan ditubuh ayahnya. Memang sejak setahun belakangan ayah Gita tidak lagi diperikas. Dia beralasan takut jarum suntik. Bisman, ayah Gita, juga tidak mau membebani keluarga karena angka- angka itu.

Memang keajaiban hasilnya mengejutkan Gita. Ayah mengakatakan sudah sembuh. Senang sekali karena dia bisa lagi makan es krim atau durian bebas. "Tidak perlu khawatir lagi," lanjut Gita. Inilah bunyi testimoni yang langsung diberikan untuk Kolagit.

Teman ayah juga sembuh karena Kolagit. Satu diantaranya tentara yang sudah berobat kemana- mana. Kondisi memang parah tetapi akhirnya disembuhkan. Selepas minum satu bungkus, tentara itu sudah bisa mengendarai mobil sendiri, kondisinya membaik. Sudah ratusan orang sejak Kolagit mulai berproduksi oleh Gita.

Permintaan membludak sampai untung tidak sedikit. Ia bahkan di tahun 2014, mendapatkan omzet sampai Rp.1,2 miliar. Dia sendiri kaget omzetnya mencapai segitu banyak. Dia tidak menganggap sebagai prestasi. Ia cuma menganggap sebagai bonus usaha. Apa dikejar oleh Gita itu sebenarnya adalah kesembuhan orang banyak.

Sukses Kolagit membuat banyak perusahaan farmasi tertarik. Tahun 2013 booming -nya sampai banyak perusahaan datang ke Medan. Bahkan pengusaha properti tertarik. Terakhir perusahaan farmasi asal Turki dan Singapura menghampiri. Memang sukses Kolagit sampai ke luar negeri yaitu Singapura, California, Arab Saudi.dll.

Tahun 2013 sudah datang permintaan dari Turki dan California. Untuk konsumen lokal sudah tersebar juga sampai di Papua. Untuk pasien tidak mampu asal Medan bisa datang ke rumah untuk mendapat perawatan. Gadis berkacamata kelahiran 2 Juli 1994 ini, belum tertarik akan tawaran kerja sama, meski tawarannya miliaran.

Meskipun termasuk tawaran diberikan laboratorium ataupun menjadi pengawas. Ia malah khawatir akan jadi mahal penemuannya tersebut. Masih belum terpikir karena akan ada jarak antara kaya dan miskin. Apalagi kalau nanti Kolagit komersil sekali maka tidak ada tawar- menawar.

"...kalau sudah terkenal tidak mungkin bisa, apa bisa di supermarket tawar- menawar?," paparnya.

Gita mendapatkan baha tebu dari Mandailing Natal, Palembang, dan Riau. Bahan baku datang langsung dari kampung tanpa kendala. Kolagit sendiri dibuat disesuaikan kondisi tubuh pasien masing- masing. Memang karena kondisi tubuh manusia berbeda- beda.

Meski sukses masih ada kendala belum dilampaui oleh Gita. Terutama haknya mendapatkan hak paten atas produk Kolagit. "Urusannya susah sekali," keluh Gita. Perjuangan dari SMA langsung ke Jakarta meminta paten atas Kolagit belum titik temu. Semenjak makin sukses setidaknya bantuan ditawarkan oleh pihak dari pemerintah.

Untungnya dia tetap menyimpan rapat bahan pembuatan Kolagit. Kedepan, dia akan meluncurkan produk dari bahan daur ulang. Limbah akan diolah menjadi antiseptik. Produknya dari limbah organik, yang akan menjadi antiseptik, obat turun panas. Ini disebutnya lebih efektif dari Paracetamol atau obat alergi berbentuk salep.

Gita sendiri diganjar Juara 1 ajang Wirausaha Muda Mandiri 2015, untuk Kategori Industri, Perdagangan, dan Jasa. Untuk satu ini Gita mendapatkan uang hadiah sebesar Rp.50 juta. Uang tersebut rencananya akan digunakan modal membangun laboratorium dan berbagi dengan anak- anak Sekolah Luar Biasa (SLB).

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba