Warisan Bisnis Sang Nenek Sukses Coklat Vanssa

Biografi Pengusaha Sukses: Farida Ariyani

  

Bagaimana rasanya mendapatkan warisan berupa uang dari orang tua ya. Rasanya pasti seneng tapi apakah yang dirasakan jika kamu harus diwarisi usaha milik mereka. Pengalaman baru dan beban tersendiri bagi hidup seorang wanita bernama Farida Ariyani. Ditambah lagi ketika itu bisnis warisan tersebut sudah lah berhenti. Ia harus meneruskan bisnis keluarga milik sang nenek, mau tak mau karena suami juga bermasalah. Gulungan krisis keuangan mau- tak mau sama saja baginya membangun bisnis dari nol.

Nama Vanssa Chocolate punya pasar tersendiri di hati masyarakat. Bukan perkara mudah menembus pasar dalam negeri. Meski merupakan salah satu penghasil kakao terbesar. Indonesia sendiri masih dalam batasan dalam pengembangan bisnis coklat. Mungkin serbuan coklat asing jadi salah satu yang menggulung produk ini. Farida adalah seorang wanita biasa. Dia bisa dibilang beruntung karena sedari kecil sudah dibekali ilmu wirausaha.

"Faktor lingkungan dari orang tua, sejak kecil saya sudah tau soal coklat dan permen. Saya menguasai betul, dari nenek, saya belajar coklat," jelasnya kepada pewarta Detik.

Ketekunan dan kreatifitas menjadi modal utama. Guna membangun brand -nya kembali segala daya telah ia lakukan selain mengikuti resep keluarga. Sedari kecil wanita asal Malang, kemudian menetap di Gresik, memang sedari kecil sudah tau apa coklat. Merunut jauh nenek buyut Farida juga lah seorang pengusaha dan kebetulan pengusaha wanita; seperti hal neneknya. Satu pembelajara dari wanita- wanita hebat tersebut ialah dirinya harus "tidak sering- sering meminta uang dari suami".

Sejak muda sudah mandiri, "jadi perempuan jangan suka minta uang suami. Nanti suami cepat marah," jelas wanita berjilbab ini.

Nasehat itu menurun dari nenek buyut, ke nenek, dan kemudian ibunya yang kemudian menasehatinya. Juga termasuk soal bisnis. Selepas menikah dengan suaminya, Rudi Rachmansyah, pada 1987, wanita yang biasa dipanggil Ida sudah punya usaha sampingan. Yaitu membuat usaha katering dan juga memberikan les bagi anak- anak sekitar. Suaminya sendiri adalah seorang pengusaha asal Gresik. Jika dibilang soal uang harusnya itu lebih dari cukup.

Bisnis inovasi


Memegang bisnis warisan bukan perkara mudah. Harus membawa nama Vanssa Chocolate jadi lebih baik lagi. Ia pun bersemangat menimba ilmu ke pusat penelitian coklat dan kakao di Jember, Jawa Timur. Dulu, Ida juga punya usaha sendiri, tapi kok tak maju- maju cuma sebatas sampingan. Beda dengan sekarang ia harus menjalankan bisnis keluarga. Apalagi ditambah pas masa krisis moneter, tahun 1998, suaminya terkena imbas.Ya, bisnis sang suami terpukul krisis moneter.

Disisi lain, dirinya harus menggantikan usaha sang nenek, dua hal itulah yang membuatnya lebih bersemangat. Ada utang bank menumpuk milik suami yang juga perlua ia sadari kala itu. Ketika itu mentalnya ada dititik nol. Sebelum mantap berbisnis sendiri ketika bangun tidur apa yang ditakutinya adalah tumpukan hutang tersebut. Ditengah himpitan tersebut ketika berkunjung ke rumah nenek. Ia diwarisi usaha miliknya untuk dia jalankan di Malang.

Di sana, Ida menemukan alat- alat pembuat coklat warisan, alat- alat pembuatan sirup dan kue milik sang nenek. Usaha sang nenek sendiri sudah berhenti tapi belum lama ini. Surat ijin usahanya saja masih berlaku ketika Ida datang. Alat- alat milik Siti Aminah (nama neneknya) terlihat teronggo di gudang. "Maka, saya berpikir, kenapa tidak melanjutkan usaha nenek," kenangnya. Ada tiga pilihan bisnis milik sang nenek untuk digeluti. Apakah membuat coklat saja, atau beserta sirup dan kue.

Keputusan memilih coklat karena produk satu ini lebih digemari. Soal pembuatan sirup dan kue dirasanya jadi kurang fokus. Berat rasanya mengerjakan usaha sirupa atupun kue, begitu jelas ibu dua anak ini. Cukup bermodal satu juta rupiah hasil menjual kalung. Dibantu seorang karyawan yakni pembantunya sendiri. Dari tempat neneknya coklat pun jadi. Begitu dipasarkan hasilnya mengejutkan laris- manis. Meski begitu bukan perkara mudah awalnya pernah ditolak pemilik toko dan swalayan berkali- kali.

Ditolak mentah


Tak bisa menembus pasar ritel adalah momentum. Dia melirik cara lain yakni mulai dari teman- teman lantas naik ke toko- toko kecil. Semuanya dijalankan setahap- demi setahap. Ditengah perjalanan bahkan harus rela menjual mobil kesayangan. Meski bermodal warisan tapi faktanya usaha brand miliknya. Benar- benar lah baru dari seorang Farida Ariyani. Untuk itulah ia memikirkan bagiamana agar coklat miliknya punya satu karakter khas.

Di tahun 2000, sebenarnya Ida menggunakan brand sang nenek agar berjaya, yaitu nama SA. Namun pada tahun 2004 memutuskan mengganti nama jadi Vanessa by SA. Bermodalkan ciri khas nama, kemudian dalam hal rasa, mulailah ia mematenkan nama, mengajukan serifikasi halal, dan lain- lain. Sayangnya, nama Vanessa ternyata sudah kena paten, jadilah nama itu diganti Vanssa. Dalam perjalanan itu ia mengeluarkan lebih banyak uang.

Dia pun memutuskan memproduksi untuk momen- momen tertentu.

"Saya hanya membuat coklat Vanessa sebelum Lebaran, Natal, tahun baru atau pada musim Valentin saja," ujarnya menjelaskan.

Sekali produksi pun tidak lah banyak cuma bermodal empat karyawan musiman. Lantaran bersifat musiman karyawan biasanya tak betah. Ini cukup mengganggu tingkat produktifitas dan kualitas. Tak ingin kehilangan karyawan terus menerus harus lah ada solusi. Di tahun yang sama, tahun 2004, ia memutuskan harus lah total bagaimana pun caranya. Seperti diceritakan diatas ia bergabung ke pusat penelitian coklat, dan kopi untuk lebih jelasnya.

Dari tempat tersebut, dipelajarinya bagaimana cara mengemas coklat higienis agar tak terkena udara. Ida lantas cuma membuat coklat Vanssa untuk sekali makan saja. Maksudnya adalah coklat mungil yang tiap kepingnya berbobot 10 gram saja. Supaya unik aneka isinya ditambahka kedalam coklatnya. Isiannya dari blueberry, kacang, aneka manisan buah, dan adapula cairan coklat atau ganache. Dari segi bentuk kemudian dibuat seapik mungkin hingga pantas tiga kepinya dihargai Rp.10.000 per- buah.

Margin untung bisa dibilang lumayan yakni 25%. Guna mencapai penjualan dibutuhkan pengorbanan besar. Seperti dikisahkan diatas bahwa produknya sempat ditolak oleh toko- toko dan swalayan. Sulung dari tiga bersaudara itu kemudian mengintip celah ekspor. Didukung oleh sang suami bisnisnya mampu menembus celah ekspor. Ida juga tak segan keluar masuk toko kembali. Meski saat itu, bahkan tanpa dicicipi para pemilik toko dan pihak swalayan coklatnya ditolak.

Namun, berkat kegigihannya akhirnya bisa tembus, total ada 30 toko dan swalayan di Surabaya. Sejak tahun 2005, Ida juga aktif mengikuti pameran, utamanya yaitu pameran produk UKM di kawasan Jakarta Convention Center (JCC). Ia ikut mewakili produk unggulan dari Jawa Timur. Hasilnya cukup memuaskan yaitu meraup rata- rata 2 juta sehari. Lain cerita ketika mengikuti Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Kemayoran Jakarta Utara hasilnya pernah lebih rendah.

Pasalnya menurutnya faktor letak stan di PRJ tak mendukung. "Waktu itu tempat saya di Hall C, jadi agak sepi," jadilah ketika itu dirinya cuma meraup 1 juta sehari.

Selain pemaran UMKM ada pula pameran coklat yang hasilnya lebih memuaskan. Vanssa dilirik banyak orang berminat menjadi agen. Secara resmi dirinya punya tiga agen dari Jakarta dan Bali. Ketika mengikuti pameran coklat hasilnya bisa mencapai 10 juta rupiah. Ini membuktikan bahwa rasa coklat Vanssa ampuh bersaing dengan pengusaha coklat lokal mapan.

Penjualan coklat Vanssa merambah hingga ke pasar selain Surabaya, Bali dan Jakarta, yaitu sampai ke Sidoarjo, Gresik, Jogja, Kendari, Batam, Balikpapan. Bahka menembus pasar ekspor di Jeddah sebagai oleh- oleh. Terutama varian coklat isi kurma yang idenya datang ketika musim Lebaran tiba. Edukasi pasar jadi fokus utama memperkenalkan produk lokal ini. Ia optimis bisnis coklatnya bisa berjalan lancar. Pasalnya untuk persaingan lokal masih jarang- jarang.

Apalagi dirinya getol membuat inovas baru. Mulai dari rasa sampai kemasan unik tapi tetap terjaga. Vanssa sempat dipandang sebelah mata. Masyarakat sendiri memandang sebelah mata. Tapi melalui harga yang baik yakni Rp.6.500 sampai Rp.40.000, mampu membuat masyarakat berpikir ulang; lantas mencoba. Nah, kalau sudah mencoba, pastilah mereka bisa ketagihan. Itulah kiranya cara terbaik mengedukasi masyarakat melawan produk asing.

Bisnis coklat Vanssa tumbuh 10%- 20%. Dimana mampu menjual 100 kg per- hari, perusahaanya kini sudah bisa meraup Rp.100- 150 juta. Coklatnya terjual 100 kg per- hari atau 2- 3 ton per- bulan. Bicara soal bahan baku dari lokal mencapai 40%- 60%.

Alamat: Delta Sari Indah AX 17 Waru, Sidoarjo, Jawa Timur
Email: farida_ariyani12@yahoo.co.id.

Kesalahan Warren Buffett Menurut Peneliti

Artikel Bisnis: Kebiasaan Orang Kaya Nyata



"Kesalahan kata bijak Warren Buffett," inilah yang tengah diangkat oleh seorang kontributor di Business Insider. Kami akan membahasanya. Dengan gaya tulis berbed kami, penulis akan mencoba menceritakan ulang apa- apa yang ditulisnya. Kontributor itu bernama Thomas C Chorly yang ternyata adalah penulis buku best seller. Namanya dikenal sebagai Tom Corly penulis buku yang berjudul Rich Habits: The Daily Success Habits of Wealthy Individuals.

Menurut pandangannya ada beberapa ciri sama seorang kaya raya. Dan, menurut pandangannya apa yang dikatakan Buffett tidak lah selalu tepat, loh kok?

"Tempatkan semua telur anda dalam satu basket, tapi awasi basket itu benar- benar," -Warren Buffett

Menurut Corly kata bijak diatas bukanlah kebenaran.

Dia kemudian mengambil contoh ayahnya sendiri. Seseorang yang punya kekayaan, orang kaya, yang mana kehilangannya dalam semalam. Corly menyebutkan: bisnis itu hancur karena semua apa yang dia punya ditaruh di rumahnya. Mereka tinggal dikawasan elit dimana juga merupakan satu- satunya harta. Ayahnya tak punya simpanan atau investasi tambahnya. Dan, akhirnya, suatu ketika ketika kekayaan itu hilang, hilang pula satu basket penuh usaha milik ayahnya.

Corly kemudian mengadakan aneka penelitian. Selama lima tahun, ia telah meniliti dan mendokumentasikan 233 orang kaya dan 128 orang miskin. Ada perbedaan dalam hal prilaku diantara keduanya.

Kembali ke ayahnya, dia tinggal di rumah cukup mewah, setara angka $3 juta, atau jika dihitung sekarang seharusnya bisa senilai $20 juta. Rumah ayahnya kemudian hangus terbakar dan kehilangan semuanya dalam semalam. Dalam pemikiran penulis ini hanya perumpamaan bahwa samua kekayaan. Semua milik ayahnya yaitu semua bisnisnya dipertaruhkan menjadi sebuah rumah mewah yaitu gaya hidup; tidak ada simpanan atau investasi bentuk apapun.

Nyatanya ayahnya bukan Warren Buffett. Ia mendapatkan banyak pelajaran bahwa, ketika suatu malam sang ayah mulai bercerita tentang apa dilakukannya dan bahwa dia menyesal  -andaikan saya memiliki lebih dari satu basket. 

Corly belajar bahwa setiap orang kaya memiliki banyak basket atau banyak sumber pendapatan. Dan, fakta Warren Buffett meski memiliki satu perusahaan, dia telah menginvestasikan beberapa investasi kecil dan besar di aneka perusahaan. Tak percaya? Klik link diatas, dibawah foto diatas, ada link yang menuju ke biografi Warren Buffett.

Hitungannya dari banyak orang kaya:

1. 65% setidaknya punya tiga sumber
2. 45% setidaknya punya empat sumber
3. 29% diantaranya bahkan punya lebih dari lima

Mereka menaruh kekayaan mereka untuk menghasilkan lebih banyak sumber kekayaan lain. Jika terjadi masalah yang menimpanya. Jika satu basket itu berlubang, yang lainnya bisa datang menambal, memperbaiki dan juga akan menolong gaya hidup mereka. Sementara itu mereka yang miskin, hanya  punya satu sumber pendapatan -pekerjaan mereka. Maka jikalau mereka kehilangan pekerjaan, ketika itu, mereka akan pindah rumah dan akhirnya harus tinggal dengan saudara.

Kamu harus berinvestasi untuk mengamankan aset. Dan, jikalau kamu kehilangan satu pekerjaan, kamu akan bertahan untuk membangun kembali. Ingat jika kamu menaruh telur (uang) dalam satu sumber pendapatan yakni pekerjaan. Cuma untuk memenuhi kebutuhan, tanpa menabung atau berinvestasi, meski kamu akan naik jabatan dan naik gaji. Ketika basket itu berlubang maka uang akan mengalir turun; hilang tanpa tersisa.

Berikut cara bagaimana kamu menghasilkan uang dari basket lain:

1. Menabung, menabung, menabung yaitu menyisihkan 10- 20% dari pendapatan bersih (sudah dipotong pengeluaran ini- itu) pertahun.

2.  Perluas cakupan mu. Mulailah Kerjakan bisnis sampingan atau pekerjaan sampingan yang menghasilkan uang.

3. Menciptakan basket lain. Ambil tabungan dan penghasilan tambahan di point satu dan dua, alihkan ke bentuk investasi yang menghasilkan pendapatan pasif, seperti properti, rental, saham, reksadana, deposito, surat hutang negara, atau juga bisa dalam bentuk asuransi.

Cara lain adalah bekerja sama dengan orang lain. Kemudian bersama membangun portfolio dari keuangan sendiri. Seperti kerja sama dibidang gas alam, minyak, gas bumi, properti, ataupun bisa berupa penyeawaan kapal atau apapun. Menurut penulis sendiri tiga point diatas adalah sebuah tahapan. Jika kamu mau benar- benar kaya maka tidak bisa cuma menabung di Bank. Atau, kamu juga tidak bisa cuma memiliki satu- dua sumber pendapatan sampingan; investasi menciptakan pendapatan pasif adalah kepastian.

Mulailai membuat sumber pendapatan pasif sebanyak mungkin. Bukan cuma pekerjaan sampingan ataupun bisnis sampingan atau sekedar menabung itu kiranya. Bekerja sama dengan orang lain, membangun portfolio bisnis kamu sendiri. Semua itu bisa kamu pelajari lebih lanjut jika membaca buku karya pembicara, ahli finansial, Tom Corly dalam bukunya tersebut diatas. Di umur sembilan, ketika itu keluarganya adalah multi- jutawan tapi dalam semalam, usaha milik keluarganya itu hilang.

Website: richhabits.info

Ekonomi Amerika Kebijaksanaan Warren Buffett

 Artikel Bisnis: Upah Minimum Bukan Solusi



Tulisan menarik dituangkan dalam sebuah artikel di situs Wall Street Journal. Tulisan yang ditulis langsung oleh sang CEO Berkshire Hathaway sendiri.

Kamu pasti sudah dengar tentang dollar naik atau apalah- apalah itu. Tapi tau kah kamu bahwa Amerika saar ini tengah dilimbungkan oleh kebijakan ekonominya sendiri. Sejalan dengan aneka hal kebijakan baru mendorong nilai tukar menaik. Kenyataanya ada masalah mendalam dalah hal si kaya dan si miskin dalam Amerika Serikat.

Ekonomi hari- hari ini, dengan aneka startup menurut penulis, dan Warren Buffett mengindikasikan hal itu sebagai suatu efek domino. Teknologi membuat sebagian lebih cepat kaya dari yang lain. Mampu merubah posisi si kaya dan si miskin semakin tak terkendali. Setidaknya itulah yang tengah penulis pahami. Orang- orang dengan talenta tertentu mampu tumbuh pesat, sangatlah pesat, mereka adalah baik pria atau wanita berbeda dengan kemampuan lebih dari sebagian orang.

Di tahun1982, ia mencatat dalam daftar orang kaya Forbes, 400 orang terkaya kala itu punya kekayaan $93 miliar, jika kekayaan mereka digabungkan. Tahun ini, di 2010 keatas, dari 400 orang kaya yang masih sama total kekayaanya jadi $2,5 triliun. Atau, naik jadi 2,400% lebih dari tiga dekade berlalu. Dimana untuk orang orang berpendapatan menengah cuma naik 180%; sama halnya dengan Indonesia, tapi berbeda hitungannya. Intinya yang kaya makin kaya dan yang miskin tak mungkin beranjak dari kelas menengah.

Tidak ada teori konspirasi soal ini!

Yang ada adalah yang miskin karena ada si kaya yang kaya. bukanlah orang miskin tidak boleh kaya. Justru perlu kamu tau, menurut Buffett, bahwa orang "miskin" berkontribusi besar pada kekayaan. Sayangnya, di jaman sekarang pasarlah yang berkuasa, sebagian lain tertinggal dan sebagian lain melaju terlalu cepat. Mereka ini adalah para penemu ulung berasal dari para orang miskin ataupun kelas menengah. Sebut saja Steve Jobs, Henry Ford, Sam Walton, dll.

Mereka adalah manajer alamiah dan inovator Amerika mengagumkan. Bukan tentang kaya atau miskin, menurutnya ini tentang melaju pesatnya kebutuhan pasar. Dimana jika merujuk pada jaman agrari, dimana semua orang bisa mencangkul, Amerika pada 200 tahun yang lalu: semua pekerjaan bisa dilakukan. Tidak ada pangkat manajer, atasan, direktur, begitu kiranya. Dan semua orang bisa bertani. Kemudian dimana hewan lantas membantu petani meningkatkan produktifitas.

Kemudian ada lagi mesin sehingga perdagangan pada pasar berubah. Secara umum meraka yang tak punya talenta menurutnya akan mengalami masalah. Pasarlah yang menilai nilai mereka di dunia pekerjaan berapa nilai meraka; tidak ada nilai minumun untuk satu pekerjaan. Jika kamu punya sesuatu yang tidak lah dimiliki orang kebanyakan; maka itulah kekayaan kamu. Jikalau adanya permintaan akan pekerja meningkat pada Amerika. Tidak semua orang mau bekerja pada sektor buruh. Dan, semua orang memilih sektor apa yang ia inginkan. 

Kenyataanya mereka tak memiliki talenta lebih untuk itu. Di era ekonomi modern, dimana semuanya tentang kebutuhan pasar, maka jika kamu tak siap fisik dan mental. Kamu akan tertinggal jika tidak lah siap mengupgrade fisik ataupun mental secara ekonomi, bahkan akan tertinggal jauh dari apa yang kamu bayangkan. Apa yang dipahami dari beberapa tulisan ini, adalah bahwa pasar lah yang menuntut kita memiliki skill lebih. Jangan berharap menaikan upah minimum akan manaikan posisi kita.

Kenyataanya di Amerika sendiri; menurut Buffett upah minumum bukanlah solusi kemiskinan. Yang ada hanyalah menaikan upah minimun dan disama ratakan akan semua pekerjaan; akan mengurangi kemampuan tenaga kerja itu sendiri. Disisi lain para pengusaha harus berlomba menghadapi pasar. Bukan hal mustahil kelak kebutuhan pasar akan mendorong, penggantian peran manusia dalam hal untuk memenuhi kebutuhan. Itu semua karena permintaan pasar akan talenta baru.

Pengetahuan baru lah harus dimiliki oleh pegawai. Meningkatkan kualifikasi mereka kepada kebutuhan pasar. Dimana sebagian lainnya memiliki talenta diluar keumuman lebih dulu dan juga mau mengikuti pola- pola pasarnya, dan semakin terdepan -dan semakin terdepan. Mereka adalah pengusaha sukses melihat kebutuhan apa pasar sekarang. Amerika bukan membutuhkan upah minimun. Juga bukanlah membutuhkan orang kaya baru. Yang dibutuhkan Amerika sekarang ialah difersifikasi bisnis guna mensuport pasar.

Untuk artikel lengkap disini

Apa Rasanya Jadi Samurai Buta di Dunia Virtual Reality

Game Virtual Reality Blind Swordman



Game virtual reality melangkah jauh dari sekedar apa yang orang bayangkan. Jika orang berpikir bahwa VR atau virtual reality, baik dari Samsung, ataupun produk lain, maka dalam benak mereka adalah game yang sangat memanfaatkan indra penglihatan. Bagaimana jika sebaliknya, jika kita bermain game VR, untuk jadi seorang samurai buta. Cuma mengandalkan sistem audio menakjubkan dan laya hitam.

Blind Swordman, sebuah judul permainan terbaru yang fokus pada petualangan trio pembunuh. Mereka itu adalah pembunuh bayaran tapi buta. Memanfaatkan headphone selain kacamata canggih, kamu diharuskan mengetuk layar, mereka- reka dimana musuhnya. Meski tidak sangat menarik menurut Engadget tapi bisa jadi inilah kecanggihan game -tak terbatas pada apa yang bisa kita lihat dan pegang.

Menurut pencipta game tersebut, Scott Leaman, menjelaskan bahwa bisnis gamenya fokus pada sebuah eksperimen apakah virtual reality tidak cuma video. Apakah bisa kita fokus pada audio atau software suara yang tangguh juga. Ini akan menjadi pengaruh besar pada dunia audio dalam membangun dunia baru. Bisa saja kelak menggabungkan dua dunia -dunia tanpa suara dan dunia suara, dalam satu kesatuan begitu lah kira penulis saat ini.


Jebolan SMA Pengusaha Mobil Bekas Asli Rawamangun


Bisnis mobil bekas pernah mengalami masa jayanya. Bisa dibilang, kala itu, musimnya buat pengusaha mobil bekas mencari untung. Salah satu ketiban durian runtuh adalah sosok Wardoyo. Usaha yang cuma bermodal garasi. Tapi mampu meraup untung puluhan juta. Dia tak butuh showroom khusus memamerkan barang- barang dagangannya. Cukup garasi rumah di kawasan Jalan Rawamangun Muka Selatan, Jakarta Timur. Di dalam garasi tersebut terpajang 10 mobil bekas.

Dia memajang mobil- mobil bekas berbagai merek. Beberapa malah sudah laku terjualnya. Tinggal tunggu angkut. Kisah bisnisnya dimulai belasan tahun yang lalu. Tapatnya 15 tahun silam, ketika itu, bersama sang kakak juga sudah pernah membuka usaha serupa di Kalimalang.

Bapak dua anak ini sempat berhenti sejenak. Dia memilih bekerja ke Surabaya. Belakangan sekembalinya ke Jakarta, usaha tersebut lantas dimulainya lagi. Bedanya tempat berjualannya berpindah tempat. Dari ada di Kalimalang. Wardyo coba- coba jualan mobil bekas ke Jatibening. Sayangnya, usahanya gagal, dan dia harus kehilangan semua modalnya. Modalnya tingga tersisa satu mobil saja. Agak berat hati ia musti kembali bekerja bersama kakaknya.

Cukup lama dirinya bekerja bersama sang kakak. Hingga jiwa wirausaha memberontak. Itu memakasanya untuk bekerja mandiri. Jika bersama kakak bukan dianggapnya berwirausaha. Maka dia harus banting stir mencari- cari modal. Tujuannya adalah teman- temannya dulu. Meski cuma jebolan SMA, dengan percaya diri seorang Wardoyo mengajak berbisnis. Bersama Wardoyo cs mampu rata- rata menghasilkan angka 50 unit. Yang dijualnya dikisaran aneka harga.

Jika dihitung- hitung, dipotong bayar empat orang pegawai, biaya oprasional, dan juga biaya perbaikan. Dia mengeluarkan setidaknya 1,5 juta. Kala itu, ia mengaku, mampu mengantongi laba bersih 20 juta -an. Dia bersama ke enam temannya yakin bahwa usahanya bakal cerah. Minat akan mobil bekas dikatakannya akan terus meningkat. Apalagi dijaman sekarang yang mobil bukan lagi barang mewah. Makanya, semenjak itu, Wardoyo telah menyiapkan garasi luas buat bisnis mobil bekas.

Tambang Emas Terbesar Selain Freeport


Gagal masuk daftar oran terkaya, ternyata, eh ternyata Sandiaga Uno tengah mengerjakan mega- proyek. Tak tanggung- tanggung bisnisnya adalah bisnis gunung emas. Bahkan digadang menjadi yang terbesar kedua setelah Freeport. Hal unik lainnya adalah perusahaan bernama PT. Merdeka Copper and Gold Tbk, yang mana pada pembukannya sudah rugi $5 juta (Rp. 60 miliar) pada tahun lalu. Tapi tetap optimis bahwa nanti si gunung emas tersebut akan menghasilkan.

Karena memang belum berproduksi dan direncanakan berproduksi tahun depan. Ini anak usaha dari PT. Saratoga Sedaya Tbk. dan Provident Capital, komposisi sahamnya unik, ada nama- nama besar seperti Boy Thohir dan Soeryadjaya. BEI sendiri sudah membuat aturan buat perusahaan unik ini. Perusahaan yang sudah melantai sejak 2014 tapi belum untung apapun; bahkan rugi.

Hitung- hitungnya dari 2014- 2015 ini, tercatat, perusahaan tersebut merugi $5 juta. Dan, baru diperkirakan akan untung pada 2017. Apakah kamu sudah bisa beli sahamnya, sayangnya, perusahaan ini belum rencana untuk IPO.

Group Saratoga sendiri memegang saham terbanyak yakni 25,7%. Lantas ada perusahaan Group Provident 32,8%, kemudian milik perorangan senilai 31% dan Pemda Banyuwangi pemilik 10%. Ini belumlah termasuk IPO yang mana bisa saja berubah.

Tambang terbesar


Seperti dilansir dari laman Detik.com, menurut Presiden Direktur Merdeka Copper, Adi Ardiansyah Sjoekri menyebut pasti ini akan jadi terbesar kedua selepas Freeport. Dengan komposisi orang- orang asli Indonesia bisa jadi ini langkah baik untuk perubahan dalam pengolahan minerba Indonesia.

Letak tambangnya sendiri ada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, yang mana dekat dengan kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Walaupun belum berproduksi tapi sudah ada di pasar saham, yang mana baru- baru ini melakukan IPO. Bisa dibilang harganya wah sejalan dengan kepercayaan Sandi di bisnis barunya tersebut. Akan menghasilkan, bahkan dihitung- hitung akan bisa menghasilkan 90.000 ounce pada tahun 2017.

Harga sahamnya Rp.1.800 sampai Rp.2.100 yang mana dijual sebanyak 874.363.644. Yang mana dalam arikelnya taget menghasilkan sokongan dana senilai Rp.1,5 triliun hingga Rp.1,8 triliun.

"Kegiatan tambang sudah kliring lahan untuk persiapan pembuatan jalan, konstruksi pertengahan tahun ini," tutup Adi.

Membahas Si Kaya dan Si Miskin Tum Desem Waringin

 
Penulis kali ini menemukan artikel menarik di Detik.com. Kebetulan pola pikir kaya inilah yang sedang coba dijalankan penulis. Artikel yang ditulis oleh Tum Desem Waringin, yang berjudul Si Miskin Bekerja Untuk Uang, Si Kaya Mepekerjakan Uang. Ketika kamu usai sekolah menengah kita pasti sering mendengar (beberapa) orang memilih langsung bekerja dan menikah. Harapannya sih bersama- sama bersama istrinya itu akan bekerja sama mencari uang. 

Dua- duanya sama- sama saling mencukupi, tapi bagaimana selanjutnya?

Berjalan waktu kedua -nya lantas berani mencicil rumah, kemudian datanglah kabar si perempuan hamil. Nah, kemudian, sang laki- laki akan bekerja makin keras untuk membiayai anaknya. Dari bekerja sebagai seorang karyawan, bekerja keras untuk biaya anak, maka akhirnya bisa naik jabatan dan dapat uang lebih. Kemudian punya cukup uang untuk mencicil mobil. Berjalannya waktu uang yang dibutuhkan akans semakin besar.

Seiring anak- anak tumbuh dewasa, rumah semakin kecil, dan gaji semakin kurang. akhirnya semakin besar kebutuhan uang maka laki- laki akan bekerja lebih giat. Mencari sana- sini hingga bisa punya lebih banyak uang. Ketika itu mungkin dia sudah diangkat menjadi direktur. Sudah punya rumah besar? Anak- anak makin besar, apalagi kalau bukan mobil baru? Ya, dia akan mencicil mobil baru berbekal uang menjadi direktur itu. Tapi apakah itu akan berhenti tentu tidak.

Bekerja untuk uang berarti membiarkan diri kita bekerja karena kebutuhan. Ketika nanti kebutuhan naik jabatan kita akan naik, sayangnya, umur kita tak cukup untuk mengikuti pola kerja semacam ini. Makanya disebut si miskin bekerja untuk uang. Mungkin kamu akan bertanya tapi kan sudah direktur? Kenyataanya di sudut dunia lain, ada juga, orang- orang yang bekerja bukan untuk uang. Itulah kiranya yang coba dijabarkan oleh TDW. Bukan lah berarti cara hidup ini salah dan ini tepat hidup sederhana.

Faktanya beberapa orang tak cukup kuat dan pada akhirnya jatuh. Secara fisik tak mampu mengikuti pola diatas dan akhirnya sakit karena umur. Akhirnya yang terisasa adalah justru tumpukan hutang piutang karena memilih bekerja untuk uang. Apakah kita tak mau hidup seperti orang- orang kaya disana. Yang menikmati hari tua dan meninggalkan warisan cukup. Setidaknya meninggalkan warisan agar tak hidup 'ngoyo' seperti apa yang dicontohkan kita.

Orang kaya itu sederhana


TDW melanjutkan disisi lain, ada seorang laki- laki, memilih untuk tidak menjalin hubungan. Mereka adalah yang begitu lulus mencari pendidikan atau pengalaman, mencari koneksi atau hubungan, mencari modal untuk bisa bekerja. Bukankah semakin banyak ilmu semakin kreatif kita. Itulah mereka yang memilih untuk mencari ilmu terlebih dahulu. Mereka tak terburu untuk membangun sebuah rumah tangga. Mereka menundang hal- hal menyenangkan seperti malam minggu.

Mereka menunda kesenangan memilih mengumpulkan uang. Lantas menggunakan uang tersebut untuk bisnis. Dan taukah kalau entrepreneur itu bekerja 63% lebih lama dari orang normal. Yang artinya waktu mereka akan lebih banyak untuk bekerja. Sayangnya, mereka memilih bekerja diawal, tidak ada orang yang mau jadi entrepreneur untuk menghindari bekerja. Menjalankan usaha atau bekerja sendiri berarti bekerja lebih ekstra, lebih lama, dan lebih melelahkan.

Orang- orang ini akan menginvestasikan waktu, pengetahuan, dan cinta mereka. Dimana pada akhirnya uang akan bekerja untuk mereka. Karena pola diatas mereka telah terbiasa untuk menunda kesenangan. Lalu juga terbiasa untuk menyisihkan uang untuk bekerja kembali. Dengan ilmu yang didapat dari kampus, atau dari manapun, tapi jangan salah lulusan SMA berarti tidak bisa sukses. Tapi juga bisa berarti bekerja berkali- kali dan berkali- kali lipat dengan entrepreneur yang lulusan universitas.

Lulus SMA paling mentok jadi buruh dan itu menyita waktu kamu untuk belajar. Memilih mengumpulkan pengalaman dan pengetahuan membuka peluang mengumpulkan lebih banyak modal: kamu akan tau apa itu saham, investasi kos- kosan, dan lain- lain. Memilih tidak menikah juga berarti tak mengeluarkan uang untuk resepsi, sewa rumah, biaya persalinan, dan biaya pendidikan, yang itu bisa kamu gunakan untuk berinvestasi atau memulai berbisnis kembali. 

Dalam sebuah artikel lain, sebuah survei, menunjukan seorang entrepreneur bisa bekerja samapi 64% lebih lama dari pegawai. Itu berarti pemilik usaha akan bekerja 52 jam per- minggu. Pada akhirnya kembali ke kamu mau bekerja untuk uang atau mempekerjakan uang. Intinya sih, menurut penulis, adalah tujuan kamu dulu apakah mengikuti kebutuhan uang atau mengumpulkan uang. Menurut artikel di Realbusiness.co.uk bahwa entrepreneur akan memilih lebih banyak uang daripada lebih banyak waktu (senang- senang).

Mantan Atlet American Football Pendiri Under Armour


Biografi Kevin Plank


Berwajah tampan, punya tubuh atletik, dan merupakan seorang pemain American football. Tapi apa yang dipilihnya justru ada pada dunia entrepreneurship atau kewirausahaan. Tersebutlah namanya Kevin A. Plank, seorang pria tampan asal daerah bernma Kensington, Maryland, merupakan termuda dari lima bersaudara. Rumahnya adalah sebuah daerah sub- urban di Washington D.C. Dia adalah putra dari William dan Jayne Plank. Umur Kevin terpaut tiga belas tahun dari kakak tertuanya bernama Bill.

Hidup di keluarga berada dimana ayahnya adalah seorang developer tanah. Sementara sang ibu Jayne Plank dikenal sebagai mantan walikota Kensington. Sang ibu lantas menjadi legislatif bahkan masuk ke jajaran pejabat pemerintahan dibawah Presiden Ronald Reagen. Hobinya bermain American football. Sementara itu secara nilai akademik Kevin disebut tidak beruntung. Sisi lain hidupnya, di liburan musim panas, ia akan sibuk untuk mengikuti sang ayah bekerja sebagai developer.

Tumbuh menjadi pemain bola untuk Maplewood Maple Leafs. Dia dikenal menjadi seorang pemain handal. Disisi lainnya nilai akademik buruk membawanya kedalam kesulitan. Untungnya berkat kemampuan American football -nya itulah dirinya bisa selamat. Pindah sekolah dari Georgetown Preparatory School, Kevin melanjutkan pendidikan di Fork Union Military Academy, dimana ia juga sebagai pemain bola disana. Selepas itu masuk ke sekolah menengah bernama St. John's Collage High School.

Selepas sekolah menengah barulah melanjutkan ke University of Maryland.

Karir olah raga


Menikmati musim panasnya bersama ayahnya merupakan kesenangan. Dia belajar banyak tentang bisnis dari sana. Ayahnya, William, akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Januari 1993 karena kangker darah. Disisi lain, ibunya juga senang mengajak Kevin kecil, berlibur hingga ke Kanada, Hawaii, dan Puerto Rico. Soal berbisnis dalam catatan Wikipedia yang paling sukses di masa muda ialah berjualan bunga. Tapi jauh sebelum waktu itu sudah banyak bisnis dilakukannya.

Sebut saja bisnis membersihkan salju, memotong rumput, memarkirkan mobil (juru parkir.red), atau menjual kaus khas konser. Paling berkesan adalah menjadi kurir mawah di hari Valentine dan juga bekerja di sebuah bar. Intinya bahwa meski berkecukupan Kevin selalu yang paling bekerja keras.

"Dia adalah salah satu pekerja keras yang pernah saya tahu," imbuh Jayne Plank.

Etik kerja barulah terbentuk ketika dirinya masuk ke Washington Georgetown Prep dan St. John's Collage High School, dimana kemudia lulus pada 1990. Karena nila akademi yang tidak mendukung Kevin bekerja lebih keras. Dia masuk sekolah persiapan lagi selain Washington Georgetown yakni Fork Military Academy di kawasan Virginia. Ia masuk University of Maryland pada Agustus 1991.

Di kampus, Kevin aktif dalam kegiatan kampus. Salah satunya masuk ke dalam tim American football mereka. Meski namanya masuk dalam pemain berbakat di Sekolah Menengah. Namanya disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam tim di sekolah menengah oleh USA Today di tahun 1990 (majalah.red); Kevin tak dapat perlakuan khusus ketika masuk kampus. Sebuah tim bernama Terrapins mengijinkannya masuk tanpa lewat jalur beasiswa.

Justru ia mengambil kesempatan beasiswa ketika mulai berjalan. Ya, dia barulah menunjukan kesuksesan pada saat dirinya ada dalam tim; lantas mendapatkan beasiswa. Sebagai pekerja keras itulah nilai dirinya yang tak bisa terbantahkan. Dalam tim -nya biasanya ia akan bekerja sebagai fullback atau linerbacker untuk the Terrapins. Dia bahkan bisa masuk menjadi kapten tim. Apakah rahasianya? Ternyata selama lima tahun ia tak pernah melewatkan pelatihan.

"Kevin memiliki 5-10 pounds, tidak sangat cepat, tidak super kuat. Dia sama sekali tidak cocok dengan profil yang kita cari," ujar Dwight Galt, pelatih Terrapins. "Tapi dia merupakan jenis yang berusaha untuk ada di lapangan. Kami tidak punya pilihan selain menaruhnya disana."

Berbicara mengenai jodoh maka itulah masa kuliah. Kevin bertemu istri masa depannya ketika baru masuk ke universitas. Wanita bernama Desiree Jacqueline "D.J" Guerzon, ditemuinya ketika membeli sebuah buku di sebuah acara kampus.

Bisnis sampingan


Jauh sebelumnya dikala masih sekolah menengah Kevin berbisnis. Dia bersama saudaranya bernama Scott baru saja pulang dari Guatemala -dimana ia berpetualang untuk belajar bahasa Spanyol. Sepulang dari sana dibawanya satu tas penuh berisi gelang rajut warna- warni. Dia mengajak kedua saudaranya untuk bersama berjualan gelang tersebut seharga $20. Ketika mereka berjualan kenyataanya hanya dirinya yang sukses. Ia bisa menjual tujuh kali lebih banyak.

Dengan sifatnya yang easy going membuatnya mudah diterima. Menjual lebih banyak tentu bukan perkara sulit bagi Kevin. Sebelum musim murid baru dikala itu nilai akademisnya tak begitu baik. Bahkan menurut kesaksian seorang teman sekelas bahkan itu tidak diatas rata- rata. Kevin menolak mengungkapkan masalah itu kepada kedua orang tuanya. Dia selalu jadi anak baik tapi selalu ada masalah terus- menerus. Tapi selalu saja orang tuanya percaya "He will always be OK."

Pindah sekolah membuatnya lebih bersemangat. Akan ada hari baru baginya dalam hal- hal baru seperti hal American football. Selain itu, ia dikenal aktif di bidang olah raga lain, seperti lacrosse dan bahkan ia dikenal bergelar MVP ketika di tim football -nya. Sosoknya yang pekerja keras memiliki tujuan hidup pasti. Bahkan ia rela bertahan untuk bermain satu tahun lagi cuma untuk menuju kelas kampus. Meski ditolak beasiswa untuk masuk Maryland; ia tetap masuk.

Dia telah memiliki tujuan untuk bermain disana. Mau apalagi selain bekerja lebih keras dibanding apa yang ia hadapi.

Bertemu istri masa depannya membuat hidupnya berbeda. Kevin selalu mengajak kekasihnya D.J dalam aneka bisnis digelutinya. Teman sekolahnya menyebut itulah sosok Kevin Plank yang menghormati uang. Ia akan begitu semangat mengajaknya berbisnis sesuatu. Kembali ke masa kuliah, dia hobi berjualan aneka kaus kepada teman- temannya. Sang kekasih D.J mengingat ketika pacarnya itu mencoba menjual satu buah kaos ketika konser Grateful Dead.

Dia membenci kausnya ketika berada di tim. Kevin selalu memotong setengah T- shirtnya karena panas dan dia begitu berkeringat. Dia tak terbiasa dengan T- shirt berbahan katun. "Itu akan begitu basah," jelasnya. "Saya mengganti itu setiap ada kesempatan," umbuhnya. Kemudian memorinya tertuju di sebuah hari ketika ia dikamar asramanya. Ketika itu musim seniornya, Kevin mengingat, pertama kali mendesain kaus pertama Under Armour.

"Saya berpikir, saya menemukan, saya akan membuat sebuah T- shirt," tutupnya.

Sebelum memasuki bisnis impianya tersebut. Kevin sudah mengerjakan sebuah bisnis fenomenal. Itulah bisnis mawar, menjual mawar ketika hari Valentine tiba. Sebuah bisnis musiman tapi cukup menghasilkan dimana ia mengumpulkan $17.000. Uang tersebut kemudian digunakan sebagai modal bisnis kausnya. Dia kemudian mencari kain yang bisa digabungkan dengan Hanes cotton T- shirt. Dimana bahan itu sangatlah ringan dan juga mudah kering.

Kamu tau bahan tersebut terinspirasi dari pakaian dalam wanita aka lingerie. Dia kemudian menemukan satu tukang jahit, membayar mereka $480 untuk tujuh prototipe. Kevin kemudian mencoba mereka kepada satu tim -nya di Maryland. Sukses lulus dari University Maryland, bertitle Sarjana Business Administration, di tahun 1996 langsung disusul bisnis Under Armour. Dia langsung mengendarai kendaraan menuju ke sebuah distrik garmen di New York.

"Saya punya 500 T- shirt siap pakai, dan saya langsung menghubungi setiap manajer perlengkapan olah raga di Atlantica Coast Conference yang mau mendengarkan diri saya," ungkapnya.

Dia menghubungi mantan tim -nya. Menyebarkan Under Armour melalui marketing mulut ke mulut. Bahkan ia rela mensponsori mereka. Awalnya, perusahaan bernama Under Armour cuma sebuah rumah milik nenek yang sudah usang di Georgetown. Kevin mendeskripsikan neneknya sebagai "tough- old broad", sosok yang tangguh, yang sukses berbisnis real- estate hingga meninggalnya. Dia meninggal antara tahun 1996 pada umur 93 tahun; dia salah satu guru bisnisnya.

Kevin meminta bantuan teman sekolahnya pas SMA dan kekasihnya D.J, yang tengah sibuk bersekolah perawat di Georgetown University. Di tahun 1996, bisnis kecil- kecilan pakain olah raga tersebut sukses untuk menghasilkan $17.000 cuma dari promosi mulut ke mulut. Kunci sukses Under Armour: Ia selalu percaya diri, membuat gambaran bahwa bisnisnya terlihat besar dan luas dari sebenarnya. Padahal seperti yang kamu tau ia menjalankan ini cuma dari rumah tua neneknya.

Tahun berikutnya guna memenuhi permintaan perusahaan melakukan trobosan. Sebuah trobosan berani, ia yang cuma bisnis rumahan, pergi menuju sebuah pabrik di Ohio. Disana dibuatlah T- shirt sesuai apa yang telah ia patenkan. Dia bahkan punya tunggakan kartu kredit $40.000 untuk lima kartu kredit. Kevin tengah bertaruh memenuhi permintaan senilai $100.000. Patner kerjanya menyebut langkah Kevin gila. Jangan lah kamu melangkah sejauh itu jelasnya.

Kevin Plank tak peduli dan terus berbisnis sampai berhutang- hutang. Dia bahkan tak mengindahkan saran bahwa mereka tak bisa melawan pemain besar. Kala itu, dalam sebuah pameran produk, bahkan pihak Nike tak mau melongok Under Armour.

Puncaknya ketika tahun 1999, disaat rilis film American Football milik Oliver Stone, yang mana film itu berjudul Any Given Sunday, dengan aktor Jamie Foxx mengenakan produk Under Armor di sebuah loker. Saaat itu, Kevin harus memohon langsung agar produknya bisa dipasang. Bahkan berani mengirimkan banyak contoh- contoh produk. Ia mengirimkan ke desainer kostum dan meyakinkan asisten Stone agar mau menggunakan produknya.

Cara marketing lain menyusul ialah ketika film itu meluncur. Dia mengambil keputusan untuk menjual "cerita" bagaimana Under Armour ada. Perusahaan lantas mengeluarkan $25.000 untuk biaya iklan. Kevin Plank lalu meluncurkan iklan di majalah ESPN the Magazine. Dia menyebut bahwa inilah titik balik bisnisnya. "Kami menghasilkan $750.000 di penjualan dari iklan tersebut," kenangnya. Tiga tahun setelah dirinya memulai apa yang bernama Under Armour, kini, Kevin telah mendapat bayarannya.

Di tahun 2001, sosoknya disebut sebagai pembawa perubahan besar bagi pengalaman beratlit menurut versi Forbes. Dia tercatat nomor 3 di daftar 40 Under 40 dan masuk American's 20 Most Powerful CEOs 40 and Under. Total keuntungannya telah melebihi $1 miliar pada 2010. Kevin Plank merupakan pemilik saham mayoritas dan punya mengkontrol hak voting, memiliki 12,5 miliar saham kelas B, atau jika diuangkan akan senilai $750 juta di Agustus 2011.

Tak berhenti, masih versi Forbes, di tahun 2012 nilai kekayaannya mencapai $1,05 miliar. Dan, pada April 2015, kekayaanya senilai $3,5 miliar.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba