Liburan High End Kelas Dunia Ala Luxury Retreats


Jika kamu masih tujuh belas tahun atau delapan belas tahun apa yang akan kamu lakukan selanjutnya. Apakah melanjutkan kuliah, menjadi pengusaha atau bekerja di sebuah toko terdekat. Di umur 32 tahun, seorang Joe Poulin telah memiliki perusahaan travel dan hunian senilai $100 juta. Dia dikenal sebagai pendiri Luxury Retreats International, yang malayani 2.000 hunian mewah. Sekarang dia telah hidup nyaman di kota Barbados, tapi bisnisnya tetap di Montreal.

"Saya suka beragam budaya di sini," Poulin, 32, mengatakan dari kota dimana dirinya telah dibesarkan. "Dan karena berbeda empat musim, ada energi di sini yang musim ini." Setiap kali tiba di Montreal, Paul langsung berlari ke salah satu restoran favorit. "Apa yang saya sukai tentang kembali akan keluar dan makan malam dan minuman dengan teman-teman," katanya.

Apa itu Luxury Retreats? Didirikan pada tahun 1999, Luxury Retreats menciptakan liburan mewah di villa pribadi, menawarkan lebih dari 2.000 villa di lebih dari 50 tujuan. Tim globalnya mencapai 150 lebih penggemar perjalanan dan beberapa mitra yang akan memilih secara pribadi setiap fasilitas. Mereka akan ikut memeriksa setiap properti mewah, memastikan bahwa tamu menerima yang terbaik.

Sebagai perusahaan villa rental dengan layanan sempurna, menawarkan gratis layanan concierge, dukungan tamu di seluruh dunia - tanpa dikenakan biaya keanggotaan. Perusahaan tersebut juga melayani permintaan liburan mewah melalui situs perusahaanya. Sebuah perusahaan travel agensi yang tak terbatas batasan negara atau benua.

Memulai bisnis


Pada usia 11 tahun, ia meluncurkan bisnis pertamanya, mengumpulkan floppy disk yang ditakdirkan masuk ke tempat sampah dari perusahaan pulp dan kertas, tempat ayahnya bekerja. Dia membersihkan mereka satu per- satu dari isinya kemudian dijual kembali. Pada 15, Poulin belajar sendiri untuk membangun website dan membeli perusahaan web baru yang dikhusus sebagai situs perjalanan. "Saya adalah seorang saver yang baik ketika saya masih muda, dan membeli bisnis untuk $ 6.000," katanya.

Di tahun 1999, Dia, kala itu berumur 17 tahun, diminta seorang klien untuk membangunkan sebuah website untuk memasarkan rumah liburannya di Barbados. Poulin membeli tiket pesawat ke Barbados seketika dan menghabiskan seminggu di villa yang membuat website.

Ini melahirkan sebuah ide bisnis. Dan dua tahun kemudian, ia menciptakan CaribbeanWay, layanan berbasis web yang mencocokan keinginan pelanggan liburan high-end di wilayah Karibia. Segera, klien yang merasa puas mulai bertanya apakah dirinya punya tujuan wisata lain di luar Karibia, seperti Tuscany. Jadi pada tahun 2002, ia lalu meluncurkan Luxury Retreats International, yang selain menempatkan wisatawan dalam akomodasi high-end di seluruh dunia, juga mengurus setiap detail liburan mewah dari liburan pribadi mereka.

Perusahaan web CaribbeanWay kini menjadi anak perusahaan dibawah Retreats Luxury.

Dia masih baru saja berkuliah di CEGEP disaat bisnisnya berkembang sangat cepat. Perusahaan itu sangat membutuhkan perhatian lebih. Ia memutuskan untuk keluar dari kuliah (drop-out). Alasannya kuat bahwa ketika bisnisnya gagal, dia hanya akan kembali ke rumah. Sebaliknya, jika bisnisnya berkembang, dia tidak salah memilih keluar dari kampus.

Yang menarik dari perusahaan ini ialah pemiliknya sedikit posesif akan bisnisnya; ia telah menolak permintaan beberapa pembelian. Di 2005, klub motor AAA yaitu berniat membeli perusahaan miliknya seketika. "Kami tidak dalam penjualan," ucapnya. Namun ketika mereka berminat atas saham 20%, sang pemilik dan pendiri langung setuju dimana nilai investasi tersebut $20 juta. Satu tahun lalu, dia melakukan pembelian kembali atas saham 20% tersebut. Poulin menginginkan kepemilikan penuh.

Hingga September, Luxury Retreats telah menerima infus modal ventura pertama, dari iNova Capital yang berbasis di Montreal. iNovia Capital memperkirakan akan total nilai pasar properti di mewah yang Retreats portofolio atau rencanakan senila lebih dari USD $ 6 miliar. Tawaran dana awal, yang dipimpin oleh iNovia, adalah USD $ 20 juta. Tetapi Poulin berbicara ke investor ini agar turun ke USD $ 5 juta dalam pertukaran lebih kecil, dengan saham yang dirahasiakan oleh perusahaan.

Poulin masih memegang perusahaanya, mencoba mengembangkan rencana- rencana pribadi. Nilai sahamnya berkisar 70- 80% cukup untuk mengontrol setiap keputusan. "Saya seorang operator, jadi saya ingin segera ke rincian hal-hal, dan aku tidak akan pernah melepaskan itu." tegasnya. Dia menjelaskan bahwa orang yang ada disisinya adalah terbaik. Ketika investor itu datang menawarkan investasi, maka tim miliknya akan ikut membantunya bekerja.

Bisnis Sampingan Pengusaha Muda 14 Tahun


Hart Main, pengusaha 14 tahun yang tinggal di Marysville, Ohio, menemukan bisnisnya melalui guyonan. Dia, suatu hari, mengolok- olok kakaknya karena menjual lilin beraroma ke sekolah. Ia berkata itu akan sangat keren jika ada bau seperti bacon atau pizza. Jadilah ManCans, perusahaan yang memproduksi berbagai lilin aroma terapi, dan mereka berbau "aneh".

Ide awalnya, Main membuat lilin beraroma khas laki- laki. Itu kemudian digambarkan dalam aroma kopi, rumput, tanah, atau serbuk gergaji. Produknya tersebut kemudian diberinya nama ManCans. "Saya berpikir tentang rumput, bacon, serbuk gergaji, kulit," terangnya. Lilin tersebut dibuatnya di dapur menggunakan alat sederhana, seperti panci sayur.

Main menaruh uang pribadi $100 sebagai modal usaha, sedangkan orang tuanya memberi $200. Keduanya sepakat membantu asal ada satu syarat yang harus dipenuhi. Jika dia tidak mampu mengembalikan melalui bisnis ini, maka ia membayarnya melalui nilai ujian (yang telah ditetapkan). Dia pun bersemangat karena ada alasan lain selain menyalurkan idenya. Main termotivasi memiliki sepeda khusus lomba (yang dibelinya dalam satu bulan setelah penjualan).

Ia mengerjakan sumua pesanan, dan jika sempat, anggota keluarga akan ikut membantu. ManCans memiliki berbagai jenis aroma yaitu serbuk gergaji, kopi, rumput yang baru dipotong, api unggun, bacon, pipa rokok, sarung tangan baru, pizza asli New York, dan debu. Aroma baru akan selalu diproduksi bahkan untuk yang paling aneh. Produknya tidak hanya dibeli oleh laki- laki. Dia berkata telah menjual 500 lilin seharga $5 satu buahnya.

"Kau tidak akan melihat banyak laki- laki datang masuk dan membelinya, beberapa wanita yang membeli bekata 'suamiku atau pacarku akan menyukainya". Tapi banyak juga wanita yang datang karena menyukai baunya," ucap Eric McCauley, pemilik toko sekitar.

Dia mengaku agak sulit membagi waktu antara sekolah dan bisnis. Main harus kembali ke sekolah di musim gugur nanti, namun harus mengerjakan pesanan sampai habis. "Itu sangatlah berhasil lebih daripada yang kupikir, namun saya senang karena memulainya," dia berkata. Bisnis ini memberikan banyak pengalaman bahwa bisnis apapun bisa dikerjakan dan bisa dari apa yang disukainya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba