Manisan Carica Enak Sukses Al- Fath

Profil Pengusaha Mudhofi 


 
Mencari sumber penghasilan sendiri. Mudhofi, guru mengaji, melihat pencerahan dibalik kekayaan alam Dieng. Buah carica ternyata memberikan peluang usaha. Menghasilkan rupiah lewat para pelancong yang datang ke sana. Dia tidak sendiri tetapi bersama membangun ekonomi daerah tempat tinggalnya.

Peluang bisnis manisan cerica tidak disia- siakan. Buah yang mirip pepaya bentuknya, tetapi manis rasanya ini, memang memiliki cita rasa khas tidak ada pada buah lain. Kesempatan tersebut diambil guru mengaji Pesantren Alfattah, Desa Petak Banteng, Kec. Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Bersama pengurus anggota pesantren lainnya, dibantu oleh warga desa, lantas membentuk koperasi untuk mendukung para petani buah carica. Diolah diproduksi menjadi aneka manisan buah carica. Manisan itu kemudian dikirim ke berbagai Kota, seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang.

Perjalanan bisnis tidak selamanya lancar. Pernah berhenti produksi, karena arus keungangan yang keteter karena terseret ke pihak agen. Mereka para agen penjual telat bayar, bahkan banyak yang tidak bayar dari penjualan manisan Al- Fath. Kejadian tersebut tahun 2014, kemudian dia tangani dan berjalan akhir tahun.

Produksi setiap hari mencapai 60kg buah carica. Itu dibuat bermacam manisan dengan aneka rasa. Satu pengalaman pelatihan magang sebuah UMKM di Jakarta. Mudhofi mengkreasikan aneka rasa, dari lemon, terong belanda, sampai original.

Manisan dijual Rp.20.000 berisi 6 cup, dan Rp.35.000 berisi 12 cup. Satu cup iru isinya 115 gram buah carica, proses produksi oleh 20 orang santri Pesantren sendiri. Omzetnya kata Mudhofi masih kecil, yakni Rp.30 juta, dimana uang untungnya buat Yayasan Pesantren yang mengandalkan pemasukan warung.

Sekarang ada carica, lumayan menambah pendapatan kas Pesantren ujarnya. Pesanan makin tinggi dimana dari Semarang, ambil contoh, ia mengirim sampai 300 dus. Jualan juga melalui sistem online tetapi ya belum efektif lebih mengandalkan keagenan.

Membuat Cemilan Enak Dijadikan Usaha Widayati

Profil Pengusaha Sampingan


 
Tidak disangka usaha sampingan tersebut berbuah sukses. Berawal iseng menemukan resep- resep camilan ringan. Widayati kemudian mulai membuat usaha sendiri. Bisnis tersebut dirintis sejak dia tinggal di Pontianak, Kalimantan, pada 2008 silam.

Jujur Wida tidak bisa memasak loh. Keinginan memulai usaha membuat dia belajar. Berbekal resep dari koran dimulai lah jarinya bekerja. Ada resep kue carang berbahan ubi. Ia coba buat dan berhasil. Lalu dia tawarkan ke Megamall Pontianak yang belum seramai sekarang.

Dia titipkan ke warung- warung, kemudian toko jajanan dan oleh- oleh. Hasilnya positif, orang suka akan hasil olahan Widayati. Melihat potensi besar dia mulai mengejar bisnis tersebut. Dibantu sang suami, mereka mencoba memproduksi lebih banyak dan lebih variatif membuat camilan.

Bermodal uang Rp.50 ribu, kini, dia mampu mempekerjakan lima orang karyawan. Dimana nanti produk camilan buatanya ke berbagai daerah termasuk ke Jakarta. Produk racikan Widayati memang sedap cocok dilidah siapa saja.

Dulu mereka sempat minder akan usaha mereka. Masih ada rasa ketakutan kalau mau meminta pinjaman ke Bank. Terutama sang suami, yang melarang Wida mengambil pinjaman ke pihak Bank. Hingga bisnis mereka mulai stabil, akhirnya suami Wida mengijinkan untuk mengambil KUR karena bunganya kecil.

Mengambil pinjaman mendapatkan binaan. Bisnis Wida lalu masuk dalam naungan mitra binaan PT. Bank Negara Indonesia Tbk, dengan cuma berbisnis camilan omzet dicapai Wida sampai Rp.50 jutaan. Untuk pemasaran lebih memasarkan lewat marketing digital.

Untuk sekarang, pengusaha wanita ini, ingin menambah produksi lewat ikut program Rumah Kreatif Badan Usaha Milik Negara (RKB) Pontianak. Percuma kan kalau marketing Wida bagus, dapat buat memenuhi permintaan

Macam Camilan Minang Bisnis Mengenyangkan

Profil Pengusaha Mimi Sivia 




Sambil kuliah tidak ada salahnya membuka usaha. Sambil kuliah S- 2, Mimi Silvia, menemukan ide buat bisnis makanan ringan Minang. Eh, ternyata, menjadi usaha menjanjikan buat masa depan Mimi. Camilan khas Batusangkar, Sumatra Barat, dikemas modern oleh mahasiswi S-2 Universitas Indonesia ini.

Keinginan membuka usaha ditengah kuliah lagi. Tepatnya pertengahan 2016, ada perasaan ingin membuat satu usaha melihat kelebihan daerah asal. Di Batusangkar, memiliki kelebihan oleh- oleh khas, dan tidak cuma rendang.

Inilah alasa Mimi menggeluti usaha sekarang. Dia ingin mengangkat lebih dibalik kuliner Minang. Disisi lain nama kuliner Minang sedang ngetrend. Mampu mendorong Mimi untuk berbuat lebih. Langsung dari ide bisnis tersebut pilihan promosi jatuh pada bisnis jualan online.

"Kepikiran saja jual oleh- oleh khas Minang online," paparnya. Didukung koneksi banyak, dari karyawan swasta hingga mahasiswa, di Jakarta sampai Depok. Beda dengan pengusaha pada umumnya. Mimi lebih memilih memesan langsung ke Batusangkar.

Melalui usaha dia berharap memberi lebih ke Batusangkar. Minimal mendukung, mempromosikan kuliner khas daerah, serta memberikan peluang usaha kepada masyarakat. Ia menjamin produk dijual adalah hasil olahan keluarga Mimi asal Batusangkar.

"Kasihan pasar tradisional di sini pedagangnya suka ngeluh," terangnya kepada Detik.com

Aneka produk mulai ikan bilih sambal hijau- merah, serundeng kentang atau talas, rendang telur, rendang daging, rendang belut, rendang kerang, dan banyak lagi. Pokoknya semua kuliner khas Minang, asal daerah Batusangkar, dikemas Mimi kemudian dijajakan.

Kemudian dikemas menarik dengan nama O- NE (dibaca o ne) atau dalam bahasa Minang artinya "Uni", yang mana merupakan sebutan buat perempuan Pariaman. Dikemas higenis, modern, serta memiliki warna menarik perhatian pembeli. Pembuatan juga menunggu pemesanan, jadi produk baru dikirima langsung.

Bumbu tanpa bahan pengawet, umur produk mampu bertahan 1- 3 bulan. Pemasaran lewat Instagram, lalu Facebook, dan Path Pribadi. Awal dia menghubungi teman- teman buat pemasaran, koneksi semua dia hubungi, dan jualannya lewat WhatsApp.

Pengenalan awal lewat broadcast WA, lumayan kan, Mimi punya 2000 koneksi di sosial media tersebut. Ia mengatakan sementara pembeli kebanyakan Jakarta dan Bandung. Kemudian pembeli memborong dan membawanya ke Belanda, Australia, Inggris, dibeli teman- teman atau kenalan yang tengah kuliah di luar negeri.

Pasar mulai anak SMA, mahasiswa, sampai pegawai kantoran. Kemudian ada dosen yang menawarkan diri menjadi reseller. Produk Mimi juga digaet oleh pemerintah daerah, dipromosikan jadi salah satu UKM terbaik daerah. Omzet puluhan juta, dimana modal tidak mau setengah- setangah yakni sampai Rp.10 juta.

Paling mahal menurut Mimi, ada di bahan baku produk, soal kemasan serta hal- hal teknis cuma beberapa juta. Memang produk Mimi dijual lumayan yakni Rp.200- 280 ribu buat aneka rendnag, ikan bilih sekitar Rp.220 ribu- 250 ribu, rendang telur dan serundeng Rp.15- Rp.40 ribu -tergantung ukuran kemasan dibeli.

Penjualan sudah mencapai kisaran 400- 500 bungkus perbulan. Dengan aneka produk pilihan, Mimi bisa meraup lebih banyak pasar, dimana produk andalan ikan bilih dan rendang. Fokus ke depan, Mimi ingin kebih banyak menggaet reseller, dan membawa terbang produknya ke luar negeri terutama Malaysia.

"Selain itu bakal launching web oneminang.com," tutupnya.

Bihun Jagung Teddy Tjokrosaputra Batik Keris

Profil Pengusaha Teddy Tjokrosaputro 


 
Nama Teddy Tjokrosaputro harusnya akrab dengan bisnis batik. Tetapi bukannya memilih menjadi juragan batik, Teddy lebih memilih memasak mie. Bukan sembarangan mie tetapi mie bihun jagung. Dia lah sang direktur PT. Subafood Pangan Jaya, dimana kakek dan neneknya dikenal sebagai pengusaha pemilik Batik Keris.

Menjadi generasi ketiga tetapi tidak memilih mewarisi. Generasi ketiga bisnis Batik Keris, justru lebih menikmati membangun kerajaan bisnisnya sendiri. Tidak memilih berbisnis tekstil malah memilih ke bisnis pangan.

Apa sih bisnis PT. Subafood Pangan Jaya, menjadi pelopor bisnis bihun jagung, adalah satu pencapaian terbesar bisnis mereka. "Produk bihun jagung merupakan yang pertama di Indonesia, bahkan di dunia," Teddy semangat. Pelopor bisnis bihun jagung ini tengah menaikan kapasitas bisnisnya terus.

Kapasitas produksi selalu naik 100 persen setiap tahun. Dimana kapasitas mereka mencapai 1.200 ton tiap bulannya atau sekitar 14.400 ton per- tahun. Adapun market sharenya mencapai 20 persen. Dia sebut harga eceran tertinggi Rp.11.000 per- kilogram. Bihun jagungnya mampu menembus pasar dan diminati.

Bisnis kebutuhan pokok


Teddy bermula bisnis properti bukan makanan. Selepas lulus University of Southern California, Los Angles, Amerika Serikat, pada 1995, ia memilih pulang ke Indonesia kemudian membantu orang tua buat mengurus bisnis keluarga dibidang properti. Melalui perusahaan keluarga belajar mengenai apa itu bisnis langsung.

Dia belajar bisnis lewat properti selama dua- tiga tahunan. Suami dari Shelly Verywan ini, mengenang pada 1997- 1998, perusahaan keluarga terpukul karena krisis moneter. Hampir semua bisnis keluarganya gulung tikar, termauk properti. Walaupun begitu, Teddy tidak menyerah buat berbisnis properti.

Untuk menjalankan bisnis properti setelah krismon. Teddy membuka usaha sendiri dibawah bendera PT. Andalan Propertindo, dimana dia menggarap proyek trade center Solo, Jawa Tengah. Isinya trade center tersebut rata- rata pengusaha batik.

Bapak dua anak, tidak merasa puas akan perjalanan bisnis properti miliknya. Pada 2004, dia merambah ke bisnis makanan lewat PT. Subafood Pangan Jaya. Pilihan usaha dijatuhkan kepada bisnis pengolahan bahan baku jagung. Pilihan jagung karena merupakan bahan pokok kedua terbesar setelah beras di Indonesia.

Pemikiran Teddy lainnya adalah jagung dapat diolah aneka produk. Dua kelebihan tersebut kemudian dia coba olah. Melalui membentuk tim mencari tau olahan cocok buat masyarakat. Ide kemudian membuat mie berbahan jagung. Bihun jagung memudahkan penyerapan produk ke masyarakat karena kedekatannya.

Setahun penuh, Teddy meneliti, bagaimana agar bihun jagung benar terserap ke masyarakat. Kemudian dia mendirikan pabrik bihun jagung di daerah Tangerang, Banten, pada Juni 2005. Di tahun 2006, Subafood mulai memproduksi sekitar 100 ton per- bulan. "Tidak semulus dibayangkan," dia menjelaskan.

Butuh waktu buat mengedukasi masyarakat, dan pada umumnya orang cuma tau bihun ya terbuat dari bahan beras. Inilah tantangan Subafood mangkanya kapasitas produksi tidak langsung besar. Proses dijalani oleh Teddy menjadi semacam sekolahan baru berbisnis. "Harga jualnya tidak mungkin tinggi (dibanding dari beras."

Kendala datang juga karena stok pengiriman bahan baku. Tidak selalu mencukupi produksi padahal jumlah produksi masih relatif. Perjalanan Teddy membawanya mengatasi semua masalah. Butuh waktu dan proses tetapi dia menikmati hal tersebut, hingga aneka inovasi dikembangkan oleh Subafood dengan produk itu.

Sebut saja bihun jagung instan anaka rasa, kemudian merambah sorgum, mie kering, dan makaroni juga. Ia kemudian menyasar produksi lain. Tidak cuma jagung, juga memproduksi trasi dan merica bubuk. Jika awalnya cuma ada 2 produsen bihun jagung, sekarang sudah ada 23 produsen bihun jagung mengekor.

Teddy tidak mau tinggal diam. Langkah berikutnya adalah melakukan ekspansi. Salah satunya, mengirim aneka olahan jagung ke pasar luar negeri, ke Belanda, Malaysia, hingga ke Brunei Darusalam.

Tips Broker Waralaba Bisnis Kesempatan

Profil Pengusaha Sidik Rizal 


 
Pesatnya bisnis waralaba membuka prospek lain. Diantara geliat para pengusaha baru, bermunculan sosok yang berbisnis diluar dugaan. Orang banyak mengenal broker properti. Tetapi nama broker waralaba mulai naik ke permukaan. Segelintir orang sukses menapaki bisnis ini, justru menjadi peluang menggiurkan.

Mereka memasarkan berbagai skema bisnis. Dari waralaba sudah siap dijalankan, atau sekedar berupa satu business opportunity, salah satunya broker bernama Sidik Rizal. Ia sudah mulai berbisnis sejak 2008. Ia meloncat pekerjaan. Bermula desain grafis perusahaan periklanan, dia mendadak menawarkan waralaba.

Ia tidak suka menjadi karyawan. Mangkanya mau berbisnis tetapi apa, karena keahlian utama Sidik ialah membuat desain, termasuk membuat desain website inilah prospek. Dia ingat membuat banyak website buat klien pengusaha waralaba. Bahkan Sidik sendiri sempat ditawari menjadi mitra mereka juga.

Sejak itulah, ide cemerlang justru ketika dia mempromosikan ke orang lain. Gimana sih mempromosikan bisnis waralaba ke orang lain. Untuk itulah website dibuat Sidik. Agar mendapatkan lebih banyak jaringan waralaba. Dia tidak jarang turun gunung mencari klien ke Bekasi, Jawa Barat, mencari waralaba prospek.

Tidak jarang bisnis mereka bukan waralaba. Si pengusaha lantas diajak Sidik menjadi waralaba. Melalui skema ditawarkan Sidik diharapkan perubahan drastis. Sidik lantas memoles bisnisnya agar tampak lebih menarik di mata klien.

Broker penting


Banyak hal dilakukan agar menaikan citra klien. Salah satunya, yakni mengembangkan standar oprasional dari usaha dijalankan. Bagaimana mengubah manajemen usaha. Fungsi utama broker menurut Sidik ialah ia termasuk membantu menyediakan karyawan berkualitas.

Ia juga memberikan konsep desain interior buat calon klien.

Tips buat kamu calon broker waralaba pemula: Gunakan berbagai media pemasaran tidak cuma elektronik, juga lewat media internet juga cetak. Butuh waktu satu bulan sampai tujug bulan, buat kamu merubah satu bisnis biasa menjadi bisnis waralaba.

Upah bisnis broker waralaba memang bervariasi. Tergantung konsep diminta pelanggan nanti, buat bisnis waralaba berupa booth, maka Sidik memasang tarif Rp.5 juta- Rp.15 jutaan. Waralaba kelas pertengahan bisa mencapai puluhan juta loh. Dan jika pewaralaba sekelas restoran bisa dihargai sampai ratusana juta.

"Kelas restoran... biaya paling mahal sampai Rp.500 juta per- paket," ujarnya.

Setiap investor bergabung menjadi klien Sidik. Lanjutnya, ia akan mendapatkan komisi 5%- 10% paket investasi. Klien pertama Sidik adalah Pecel Lele Lela, dari sana, dia semakin akrab akan bisnis bermodel waralaba ini. Hasilnya omzet dikantongi Sidik setiap bulan mencapai Rp.100 juta.

Mau contoh broker waralaba lainnya. Sebut saja Mulyadi Handojo, Komisaris PT. Mahir Food asal Kota Jakarta, dimana meskipun baru sudah punya banyak klien. Ia menggaet PT. Best Waralaba, broker waralaba lainnya untuk meningkatkan performa.

Klien mereka seperti Jupe Fried Chicken, Rocket Fried Chicken, dan Tokyo Bento. Klien Mahir Food bisa dibilang kelas artis. Nama besar komisaris sendiri agaknya menaikan potensi. Selain itu polesan bisnis mereka juga sangat profesional, bahkan mereka menawarkan dibuatkan bisnis sendiri ke artis.

Kesepatakan penanaman modal serta penggunaan nama. Brand akan dibentuk lewat nama si artis sendiri agar menaikan pamor. Sudah dibuatkan usaha waralaba, juga dibuatkan PT atau CV dibawah nama mereka sendiri. Ambil contoh artis sekaligus presenter Chantal Della Concetta dimana membuka bisnis steak.

Mantan Pegawai Astra Sukses Berbisnis Onderdil

Profil Pengusaha Stanly Erungan 


 
Usaha memang butuh perjuangan keras. Stanly Erungan, 40 tahun, membuktikan kerja keras selama ini dia kejar berhasil. Kalau anak petani saja sukses, kenapa kamu tidak bisa mengikuti jejaknya. Alkisah inilah kisah pengusaha mobil sukses meraup omzet miliaran rupiah.

Berawal dari karirnya di perusahaan besar Group Astra. Tekad menjadi pengusaha lantas muncul. Lulusan jurusan komputer, Universitas Padjajaran, mengambil jurusan bidang informasi teknologi. Bekerja cukup lama sejak lulus kuliah pada 1996. Lama bekerja di sana, Stanly menduduki pososi penting dalam struktur perusahaan.

"...pada usia menjelang 40 tahun harus memiliki usaha sendiri," tantangnya, target itulah kenapa Stanly bisa melepaskan pekerjaan penting di Astra.

Keluar Astra tahun 2011 silam, ayah dua anak ini sudah dikenal dekat dunia otomotif, juga telah memilik banyak jaringan kuat disana. Untung berkat Astra, Stanly paham runutan proses pemasokan oli ke sejumlah pengusaha truk, bus, dan kendaraan lain.

Banyak kenalan, suami dari Maria Natalia ini, kemudian fokus berbisnis sendiri. Bermodal jaringan yang kuat pada 2008, dia keluar dari pekerjaan dan mulai berbisnis dengan perusahaan bernama PT. Mitra Jaya Agung Motor, yang bermarkas di Cikokol, Tangerang, Banten.

Usaha bengkel yang bernama Mitra Service Car (MSC). Dimana dia bercerita semua berawal dari usaha bengkel motor. Yang dia kerjakan selepas bekerja di Astra, dan sebuah perusahan oli. Stanly mengatakan bisnis bengkel motor dua tahunan. Dan, dua tahun sudah, lalu dijualnya karena ingin fokus bengkel mobil.

Bisnisnya termasuk penjualan aneka onderdil. Salah satunya bermerek sendiri bernama AQ Genuine. Ia memberi nama AQ agar kualitas nomor satu. Menariknya onderdil target Stanly, kebanyakan merupakan onderdil mobil truk. Berkat bisnis baru tersebut Stanly mengantongi omzet Rp.1 miliar per- bulan.

Bisnis otomotif


Selain menjual onderdil sendiri, Stanly juga mengimpor onderdil dari Eropa. Pengembangan bisnisnya relatif cepat. Dimana, pada 2012, ia membuka konsep waralaba agar lebih menjangkau. Total MSC punya enam gerai, lima diantaranya milik pewaralaba.

Dia pernah bekerja di Astra dibagian penjualan. Lepas dari Astra, Stanly pernah bekerja di perusahaan oli, dan akhirnya memutuskan membuka usaha sendiri. Bekerja di perusahaan oli, dia bertugas memasok oli buat aneka perusahaan, seperti perusahaan bus, truk, dll.

Inilah cikal bakal relasi kuat antara Stanly dan dunia otomotif. Disanalah bisnis berbekal relasi kuat bisa menaikan tingkat kesuksesan kita. Sejak awal Stanly langsung membangun relasi, tidak sulit buat Stanly mengajak kerja sama karena memang sudah dekat sejak bekerja kantoran.

Jika dulu memasok oli, sekarang Stanly memasok onderdil langsung ke pool bus, travel, dan tempat para pemilik truk. Tidak cuma onderdil juga merambah perawatan pula. Kalau mereka butuh onderdil tertentu tinggal panggil Stanly. Barang akan dikirim mengurangi waktu pengusaha buat mencari barang tentunya.

Mulai onderdil sampai perawatan disediakan dia. Kunci sukses menurutnya adalah pengembangan dalam hal kreatifitas. Termasuk soal kreatifitas layanan, distribus, dan barang. Bisnis tidak bisa terus pada posisi monoton seperti cuma berjualan onderdil saja.

Pelayanan prima berkualitas menjadi esktra kreatifitas Stanly. Sukses MSC tidak berhenti juga cuma dalam bisnis bengkel mobil. Bisnis rambahan lain, adalah Stanly membuka usaha rental mobil, dimana ia masih sekala kecil menjalankan tiga unit mobil penyewaan, dan akan bertambah.

Kemungkinan berbisnis lainnya tidak ditolak Stanly. Kemudian akan merambah ke sektor lain. Rencana lain yakni membuka bisnis ekspedisi sendiri. Tentu agar bisa lebih mudah mengirim kebutuhan logistik onderdilnya. Utamanya kesulitan pengiriman barang ketika malam hari atau ketika musim liburan tiba.

Perusahaan eskpedisi digadang buka 2013. Investasinya masih menghitung dulu, mungkin kurang dari 50 miliaran. Stanly tidak merintis usaha sendiri. Dia sudah menggandeng perusahaan yang akan ikut dalam pembiayaan. Stanly akan kebagian menjadi pengelola bisnis tersebut.

Investor masuk tinggal masukan modal. Bisnis tersebut lalu akan terintegrasi dengan bisnis sebelumnya. Ia akan pula membuka pelayanan pengiriman 24 jam, bahkan tidak akan ada hari libur atau hari minggu sekalipun. Pelanggan akan mendapatkan pelayanan onderdil cepat lewat bisnis ekspedisi tersebut.

Bisnis MSC diharapkan akan merambah ke berbagai kota. Sistem waralaba memberikak kemudahan bagi Stanly menyebar. Ia bahkan berencana menggandeng pemerintah daerah. Memberikan jasa perawatan dan onderdil buat dinas pemerintah. Dia meyakinkan bahwa pemerintah akan mendapatkan manfaat besar nanti.

Anggaran perawatan akan lebih terjangkau, karena Stanly akan memantau semua kebutuhan onderdil dan juga buat perawatan kendaraan. Anggaran akan terpantau kegunaanya secara optimal. Dimananya anggaran pengeluaran buat bulanan akan terhitung benar.

Memanfaatkan Genangan Air Menjadi Lahan Bisnis

Profil Pengusaha Ramidi 


 
Berawal kekesalan karena ketidak pedulian. Bayangkan, masak tujuh hari sudah banjir, tidak surut- surut di kampungnya. Melalui pengeras suara, pria yang juga ketua RT 02 RW 01 ini, tengah membagikan bantuan korban banjir. Begitu selesai dia lantas menceritakan keadaan daerah didiaminya.

Saban musim hujan, daerah didiami Ramidi, kawasan Duri Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. Sosoknya selain dikenal sebagai ketua RT nih, juga dikenal sebagai penggerak budidaya lele. Semenjak 2010 silam, dia menjadi pelopor budidaya lele di daerah yang banjir enggan surut tersebut.

Wilayah tempatnya memang lumayan cekung. Dua sungai mencakupi wilayah tersebut. Ada di utara -nya, sungai Gendong, disisi lainnya, ada sungai Gawangan di selatan. Karena cekung lah tempat tersebut jadi langganan banjir permanen.

Banyak tempat pula menjadi genangan. Ide mamanfaatkan genangan tersebut ia pelopori. Bagaimana cara memanfaatkan lahan seperti itu. Ramidi kemudian mengajak warga membuka keramba. Dimana nantinya mereka akan menyebar bibit lele.
Tantangan terbesar bagaimana memberi pakan. Ia kemudian lari ke Pasar Kalideres. Seadanya dia belajar menangani masalah tersebut. Ia menyambangi para penjual ayam potong. Dia mengambil limbah ayam dari mereka. Jeroan dan usus lantas dijadikan pakan lele karena tidak layak jual.

Masalah tersebut Ramidi bisa atasi. Selanjutnya, dia merogoh kocek, modalnya Rp.1 juta buat membeli bibit lele dumbo. Satu keramba diisinya 5000 bibit lele. Hasilnya, sekarang dia sudah punya enam buah keramba, sebulan dia meraup panen 3 kuintal lele.

Sudah ada 100 keramba di Duri Semanan. Lalu, ada 18 kelompok budidaya lele, mereka memasang lebih banyak keramba di Situ Bulak -hanya sebuah genangan air besar, bukan situ sebenarnya. Tiga tahun sudah berlewat, Ramidi semakin dikenal sebagai pengusaha lele bermodal genangan air saja.

Pengepul lele mulai mendatangi warga. Makin banyak datang, dimana harga lele satu kilogram dibandrol Rp.18.000. Palang Merah Indonesia (PMI) lantas memberi Ramidi gelar toko pemanfaatan lahan. Dari sana bergelontoran dana bantuan mendukung bisnis warga.

Bantuan lainnya, yaitu enam karung pakan lele dan 50 botol rojolele atau perangsang pertumbuhan lele. Ia senang karena mampu mengajak banyak orang. Bukan cuma dirinya yang menjadi mandiri, tetapi lebih banyak orang warga Duri Semanan, merasakan berkah dibalik musibah banjir tahunan tersebut.

Tetapi, ada sedikit masalah nih, ketika banjir datang kembali lele mereka bisa menjadi korban juga. Pasca banjir lele dipanen Ramidi cuma tujuh kuintal. Kalau tidak banjir bisa panen sampai satu ton per- bulan. Ia mengatakan sementara banjir, beberapa badan memberikan bantuan termasuk PT. Global Success Chain.

Usaha Menyewakan Tanaman Hias Kantoran

Profil Pengusaha Nana Roesdiono 



Perkantoran besar butuh penyegaran. Ruangan ber- AC butuh hijaunya daun, cerahnya bunga- bunga cantik, nah inilah kesempatan kamu yang hidup di kota besar. Berbisnis lah penyewaan tanaman hias. Apakah itu akan sukses nantinya. Ikuti kisah seorang wanita bernama Nana Roesdiono.

Lulusan Universitas Airlangga, jurusan Psikologi, selepas dia kuliah tahun 1991- 1999, dia kemudian jadi personalian di perusahaan Jepang. Tidak cuma satu perusahaan tetapi dua. Karir yang cemerlang didukung hobi menenangkan. Tanaman hias dijadikan sarana menghilangkan letih, lelas, selama bekerja di kantor.

Saking hobinya sampai begitu banyak. Bagian depan, belakang, bahkan lantai dua dijejali aneka tanaman hias beraneka jenis. Semua ditanam diatas pot cantik hias. "...ditata rapi hingga sedap dipandang," tukasnya di halaman Kompasiana miliknya.

Dia merawat sangat teliti dan telaten. Ujungnya, kepikiran nih, kalau saja tempat kerjanya ditempati aneka tanaman hias cantik. Bunga- bunga tertaburan menambah gairah bekerja. Saking "terobsesinya" Nana juga terkadang bicara sendiri seolah menyuapi anaknya -ke tanaman miliknya ketika memberi air.

Bisnis hobi


Ibu- ibu tetangga Nana undang. Sekedar bersama menikmati indahnya bunga- bunga. Celetukan tentang apa dikerjakan Nana semerbak. Disana muncul ide berbisnis tanaman hias. Ide awal, Nana pikirnya sih, mau jualan tanaman hias aja.

Dia pikir kembali, "sudah terlalu banyak penjual tanaman hias." Nana mulai mencari informasi dari sumber Yellow Pages. Kemudian tanya ke sana- ke mari, hasilnya mengejutkan jasa penyewaan tanaman tidak ada. Yang berarti Nana menjadi pelopor usaha penyewaan tanaman hias.

Dia kembali ke kantor, mulai rajin mengamati sekeliling, dan menyadari tanaman hias di kantor itu tidak ada. Adanya tanaman plastik sekedarnya dipojokan. Nana menyeriusi ide bisnis penyewaan tanaman hias. Dia mulai menulis proposal, mencantumkan harga, ditunjang kegunaan tanaman hias dari aneka sumber.

Disebar puluhan proposal, dari puluhan, hanya satu proposal diterima oleh perusahaan. Yakni oleh sebuah perusahaan asuransi lantai delapan BRI tower Surabaya. Perusahaan menelephon Nana, menunjukan minat buat menyewa tanaman hias Nana.

Permulaan mereka sewa 5 tanaman meja, 2 tanaman sedang, dan 2 tanmana tinggi, dengan masa sewanya 3 bulan. Hari pertama dapat sewaan, Nana rela bolos kerja, membawa tanaman hias sendiri memakai mobil pick- up. Dari klien pertama, datang orderan lainnya, dari sejumlah kantor BII di seluruh Surabaya.

Orderan kemudian semakin banyak datang. Bisnis sewaan tanaman hias memang lebih menarik. Dibanding perusahaan merawat tanaman sendiri. Menyewa tanaman, Nana akan mengganti tanaman setiap sepuluh hari sekali. Kemudian dia sendiri menugasi perawatan, penyiraman, dan membersihkan pot dari daun layu.

Bisnis semakin berkembang, Nana bisa menyewa lahan belakang rumah. Gunanya dijadikan tempat yang khusus melakukan perawatan. Gunanya tanaman habis sewa akan dipaparkan matahari cerah. Selama 10 hari dipaparkan matahari hingga dimasukan ke ruangan lagi.

Nana juga tidak tinggal diam. Dia terus memperbaharui koleksi tanaman hias. Berburu sampai ke penjuru Jawa Timur, kemudian memesan tanaman hias yang tidak ada di Jawa Timur, mulai dari ke arah Bogor dan Bandung.

Semakin bisnis tidak dapat dibendung, disana Nana memutuskan keluar dari pekerjaan. Keseriusan terus ia pupuk ke bisnis sewa tanaman hias. Dia mulai rajin mengirim puluhan proposal kembali, serta aktif ikut menerangkan sendiri bisnisnya ke khalayak sendiri.

Tiga tahun berbisnis dia sudah memiliki 70 klien, 2 mobil pick- up, 8 pegawai pengiriman dan juga bagian perawatan, dan 1 sekertaris merangkap administrasi. Dukungan sang suami, Eddy Roesdiono, dirasa ia sangat rasakan hingga sekarang sukses. Hingga dia bisa menjadi vendor buat gedung Gubernur Jawa Timur.

Bisnis sewa tanaman hias menghasilkan penghasilan. Jika dulunya, cuma bisanya sewa lahan nursery 300 meter persegi, tahun 2005 dia membeli lahan tersebut. Rumah yang mana juga menjadi tempat kursus bahasa Inggris, yang mana cicilan lima tahunnya terlunasi berkat tanaman hias.

Bisnis sewa tanaman juga punya untung ganda. Pada 2008 silam, dia diajak ikut pameran Hortifair oleh  Kedutaan Belanda, ke Amsterdam, mewakili ASPENI (Asosiasi Pedagang dan Petani Tanaman Hias di Indonesia). Di 2010, kembali ke Belanda, mendapatkan pengetahuan manajemen produksi dan perniagaan tanaman hias.

Dua kunjungan ke Belanda, dia mendapatkan pengetahuan tentang nursery, dimana dia berkunjung ke pusat tanaman hias Alsmeer. Dia juga dapat pengalaman tentang bisnis keseluruhan. Mulanya yang sekedar hobi menjadi bisnis sangat serius. Kini, mulai banyak bisnis penyewaan tanaman hias di kota- kota besar.

Jatuh bangun, Nana berbisnis sewa tanaman hias, bersamaan pula melewati gejolak booming tanaman yang bernama anthurium dan gelombang cinta. Dari berbisnis tanaman hias, Nana banyak dikenal orang karena sering

Menyewakan Mainan Berapa Untungnya

Profil Pengusaha Amelia Purnajati 



Tingginya permintaan akan mainan berkualitas. Membuat pangsa pasar mainan sewa dilirik. Banyak orang tua lebih nyaman menyewa mainan. Dibanding harus kesana kemari mencari, dan ujungnya mereka harus rela merogoh kocek buat mainan tidak berkualitas.

Koleksi beragam memberikan kemudahan memutuskan. Pada orang tua bisa memilih mainan terbaik dari koleksi dari yang terbaik. Makin tinggi kesadaran akan mainan sehat. Mendorong mereka tidak asal untuk mengajak anak membeli sembarangan.

Kalau bisa memilih mainan pilihan, kalau bisa lebih berkualitas, kenapa harus capek mencari mainan buat si kecil. Tidak jarang mainan berkualitas tidak ramah kantong. Harga mainan edukatif misal, apalagi buat balita, pastilah mahal karena aman, nyaman dipegang.

Contoh pengusaha rental mainana ialah Amelia Purnajati. Pemilik situs www.duniabermain.com ini, sudah memiliki banyak koleksi mainan sewa. Dari ukuran paling kecil, mainana ramah anak harganya bisa antara Rp.150- Rp.500 ribu. Mainan lebih besar harga taksiran antara Rp.2,5 juta- Rp.4,5 jutaan.

Alasan lain, kenapa orang tua akan memilih sewa mainan, ya karena sifat anak yang mudah bosan dengan mainannya sekarang. Inilah kenapa Amelia bersemangat membangun bisnis. Jangka waktu bosan anak itu memang beragam tetapi pasti. Rentang waktu antara satu sampai tiga bulan, sudah dibaca oleh Amelia.

Bisnis sewa


Mainan berharga mahal berasa mubazir. Umur pemakaian cuma sebentar. Begitu selesai, kita cuma akan menyimpan mainan itu. Apalagi jika mainannya besar memakan ruangan. Ketika itulah, mainan bingung akan digunakan apa, disinilah Amelia dan kawanya, Jessica Natasha Halim, menawarkan bisnis sewa saja.

Bisnis yang bernama Funbox Toy Rental (FTR) ini, melihat celah kebutuhan anak akan mainan berkualitas. Mereka melihat pasar sewa mainan anak besar. Penyewa datang dari berbagai kalangan, mulai orang tua, organisasi tertentu, perusahaan, atau event organizer.

Tidak cuma buat mainan sehari- hari. Orang tua menyewa mainan juga termasuk buat pesta si kecil. Mau mengadakan pesat ulang tahun dengan mainan bisa sewa. Sementara event organizer bisa sewa mainan buat mendukung konsep acara mereka. Jadi keliatan kan prospek bisnis dijalankan Funbox Toy Rental mereka.

Tempat penitipan anak juga menyewa kepada mereka. Banyak pelanggan perusahaan rekanan mereka yang memang targetnya anak kecil. Bisnis mereka bisa merangkul langsung ke konsumen, ataupun lewat sewa ke rekanan mereka. Tidak heran dalam setahun bisnis merek sudah keliatan hasilnya.

Jessica sudah memiliki 160 buah mainan. Dimana mereka menawarkan mainan ke berbagai tempat di Jakarta. Mereka mancangkup pasaran Cibubur. Amelia mengaku dalam sehari ada 40 sampai 60 penyewa mainan setiap bulan. Sekali sewa, biasanya, penyewa tidak cuma meminjam satu mainan saja.

Mainan disewakan kebanyakan mainan edukatif. Kebanyakan mainan edukasi merupakan produksi mainan perusahaan luar negeri. Agar memudahkan orang tua, mereka sudah membagi mainan ke berbagai macam kategori usia. Jadi lebih memudahkan penyawa mencari mainan sesuai kriteria kebutuhan anak mereka.

Sewa mainan mulai harga Rp.50.000 hingga Rp.700.000 perbulan, ini tergantung jenis mainan disewakan ke penyewa. Sewa bulanan bisa, sewa mingguan juga bisa kamu lakukan, temponya seminggu- dua minggu atau harian bila mau.

Penyewa biasanya sewa mingguan, atau harian dulu biar tau apakah anaknya cocok atau tidak dulu. Amelia mengamini hal tersebut. Penyewa awalan akan menyewa sebentar, kalau anaknya tidak suka kan dapat cari mainan lain. Ketika sudah suka tinggal ditambah sewa sampai beberapa bulan.

Deposit sewa


Untuk organisasi atau perusahaan, biasanya menyawa harian untuk membuat acara yang melibatkan anak- anak. Sebagai contoh kalau ada acara ulang tahun. Amelia mengatakan biasanya organisasi atau korporasi menyewa lebih banyak macam mainan.

Seperti rental lainnya, mereka menerapkan sistem deposit dulu, dimana besanya Rp.100 ribu untuk sekali sewa. Uang deposit kembali jika mainan kembali. Selain deposit cara lainnya, agar aman, maka penyewa menunjukan tanda pengenal asli dan menyerahkan fotokopi KTP buat dicatat.

Omzetnya berapa sih, dari bisnis tersebut mereka mengantungi omzet Rp.30- 50 juta. Mereka dapat dari bisnis sewa mainan tersebut, belum termasuk ongkos kirim loh. Untung dikisaran 30 persen sampai 50 persennya. Bisnis sewa mainan itu untungnya lumayan besar. Apalagi biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar.

Sudah dipotong gaji karyawan, biaya operasional, adapula anggaran buat alat pembersih dan antiseptic buat mainannya. Jika mainan dibawa pulang kotor ada tambahan biaya Rp.20 ribu. Mereka biasanya menyewa tempat buat gudang penyimpan, atau menggunakan rumah sendiri buat menyimpan aneka mainan sewaan.

Catatan saja, kamu harus punya anggaran mainan loh, melengkapi koleksi mainan membutuhkan tambahan dana yang harus dianggarkan. Kelebihan bisnis mereka ialah tidak perlu memiliki showroom. Mereka lebih memilih memamerkan mainan lewat situs mereka, termasuk layanan diberikan kepada pelanggan.

Modal awal antara Rp.50- 100 juta, meskipun keliatan mahal tetapi kalau tepat sasaran, bisnis kamu bisa balik modal empat atau lima bulanan. Perlu diingat bisnis sewa mainan, biasanya, ada di kota- kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, atau Yogyakarta yang kesadaran akan mainan sehat tinggi.

Ingat usaha ini membutuhkan pengetahuan tentang mainan. Tau tentang siapa produsennya, kualitas produk mereka, termasuk tentang keamanan mainan dan bahan bakunya. Ingin hemat biaya beli produk dari para distributor di Indonesia. Koleksi beragam menjadi kunci sukses pengusaha sewa mainan anak juga.

Amelia mengaku sudah punya 500 mainan. Kalau kamu menemukan mainan favorit, kamu harus sediakan lebih dari satu jenis. Mainan anak favorit umur 6- 12 bulan ya jumperoo dan exercauser. Untuk anak umur 12 bulan- 6 tahun mainannya slider swing, playhouse, mobil mainan, dan roller coaster.

Jika kamu sudah memiliki mainan banyak. Tinggal dah, kamu membuat situs buat memajang katalog kamu, situs harus menarik memanggil orang lebih banyak. Selain itu pastikan keamanan, kenyamanan, dan juga kebersihan setiap koleksi. Umur mainan biasanya 1- 2 tahun, maka sebaiknya diganti agar tidak bahaya.

Jangan lupa memberikan keterangan detail. Terutama tentang umur pengguna mainan sebaiknya. Utamanya berat dan usia anak. Tentukan pula tentang apakah mainan bisa ditelan atau tidak. Pokoknya bagaimana agar penyewa merasa nyaman menyewa di tempat kamu. Akan mengurangi dari resiko kecelakaan pada anak nantinya.

Di FTR, mereka akan menerangkan dahulu cara pemakaian, tugasnya untuk menjaga keamanan yang berisi baik apa saja yang boleh dan tidak boleh. Seperti tidak boleh dimasukan ke mulut dan sebagainya. Bisnis sewa memang mengendalkan pematangan internal untuk membuat sistem terbaik guna layanan maksimal.

Karena sasaran orang tua, maka iklan di sosial media, bisa menjadi pilihan bisnis kamu ini. Siapkan dana khusus buat beriklan kalau ada. Ide promosi kreatif juga termasuk kerja sama dengan pihak ke ketiga. Contohnya FTR mengajak kerja sama pengelola apartemen, membuka tempat bermain indoor buat para penghuni.

Tidak berhenti, jika dana banyak, kamu bisa mencoba mempromosikan ke media konvensional, seperti di televisi. Atau kalau mau murah, bisa dengan membuat brosur atau bekerja sama dengan pihak terkait, atau bisa membangun iklan ke website gratisan. Tapi paling efektif adalah promosi mulut ke mulut sendiri.

"...mereka puas dengan layanan FTR dan mempromosikan ke teman dan saudaranya," terang Jessica.

Anak Pengusaha Membuka Usaha Sendiri

Profil Pengusaha Bernama Budi


 
Anak pengusaha menjadi pengusaha. Meskipun sudah hidup nyaman, Budi memilih hidup dalam ketidak pastian alias pengusaha. Seperti halnya orang tua Budi, kini, dia dikenal sebagai pengusaha yang usahanya adalah menjual aneka lampu hias. Pengusaha muda satu ini membuka usaha sendiri bermodal Rp.5 juta.

Tahun 2011, ia mencoba peruntungan jualan lampu hias, kemudian utamanya usaha jualan lampu tidur. Dia awalnya melihat kedua orang tua. Kok, jadi pengusaha, malah kelihatan santai dibanding karyawan. Lama- lama Budi ingin merasakan sendiri pengalaman tersebut.

Seketika keluar dari pekerjaan, dia membuka usaha sendiri kepikirannya membuat lampu hias. Proses cari bisnis cocok dilalui Budi pula. Awal dia mencari informasi segala tentang lampu hias. Mencari bagaimana cara membuat lampu sendiri.

Hingga akhirnya, dia bisa membuat lampu sendiri, dan setiap lampu dihargai Rp.25 ribu dan omzetnya dia dapat Rp.10 juta sampai Rp.15 juta. Pemasaran tidak masalah, Budi sudah punya jalan, memilik rekan kerja yang baik.

Untuk Budi lebih memilih fokus bagian produksi saja. Bisnis begitu dinikmati hingga tidak ada beban. Dia mengaku menikmati menjadi pengusaha. Dia mengkreasikan produk sesuai imajinasi. Jenis modelnya dia bikin bermacam- macam. Pemesanan juga disesuaikan konsumen jika diinginkan, kerjakan kan semua.

Keputusan keluar dari pekerjaan sudah tepat. Sekarang Budi begitu menikmati bisnisnya sendiri. Memang karena punya passion jadi lebih menyenangkan mengerjakan. Meskipun bekerja sama kerasnya, menjadi pengusaha dan pegawai ternyata dua hal berbeda.

Tidak Pernah Melamar Pekerjaan Tetapi Sukses Jualan

Profil Pengusaha Aulia Achmad, Satria Kinayungan, dkk



Selepas kuliah biasanya mau berkuliah. Namun, dalam benak dua mahasiswa, Aulia Achmad dan Satria Kinayungan, tidak ada dalam benak mereka bekerja. Tidak juga bekerja berkeinginan di perusahaan asing besar, sekalipun. Dua sahabat tersebut memilih melanjutkan bisnis sandwich sejak kuliah dulu.

Bisnis belakang rumah


Dimulai sejak 2013, masih kuliah, Agam dan Isank mendirikan usaha sandwich. Untuk target pasaranya adalah teman mereka sendiri, sebuah kampus di Tangerang. Bisnis mereka bermodal tidak lebih dari 500 ribu.

Sistem bisnisnya bernama sistem preorder, dimana mereka akan kirim satu per- satu. Mereka saban pagi mengirim pesanan sehari sebelumnya. Mereka bermodal roti tawar. Mereka berbelanja bahan bersama. Mereka bersama membuat resep sendiri. Keduanya dapat untung yang lumayan Rp.5000/potong.

Karena urusan skripsi, keduanya memilih fakum, bisnis sandwich mereka sempat berhenti hingga dilanjut kembali ketika lulus. Selesai kuliah, keduanya menggebu melanjutkan bisnis yang lumayan tersebut. Tidak cuma berdua saja tetapi mengajak personil lagi.

Tahun 2015, ada Yohanes Ladita Patriyoso (Yosho), dan Mandala Putra yang bergabung pada tahun 2016 silam. Ke empat pengusaha muda tersebut mencoba peruntungan. Bisnis sandwich Agam dan Isank lalu dikemas menjadi lebih menarik. Mereka lantas menamai bisnis tersebut menjadi Sandwich Attack.

Harga sandwich Rp.20.000/potong, sehari terjual 50 potong. Mereka juga menawarkan aneka minuman enak. Omzet saban bulan menembus Rp.50 jutaan.

Bisnis iseng berkembang melebisi espektasi. Rahasianya, ya, karena mereka mencintai pekerjaanya dan memilih pandangan luas. Semakin kedepan Agam dan Isank yakni bisnis mereka mampu menghidupi. Dari jualan sandwich mereka bisa makan punya masa depan.

Hidup mereka sekarang mengembangkan bisnis ke depan. Agam mengaku bisnis mereka mengalir. Tidak banyak masalah dialami, ada sih tetapi tidak besa hingga tidak teratasi. Cara pemasaran unik, juga mereka suka melakukan variasi, dari lewat sosmed, bercerita mulut ke mulut, hingga akhirnya punya kafe.

Empat pemuda ini tidak berpikir akan kerja kantoran. Berwirausaha ternyata menghasilkan tidak kalah dari bekerja menjadi karyawan. Bekerja kantoran menurut Agam dan Isank bukan dunia mereka. Karena kamu tau keduanya belum pernah sama sekali melamar pekerjaan.

"Dari experience, menjadi wirausaha, gue juga dapat," ujarnya. Berkat wirausaha dia bisa bertemu banyak link- link baru yang kreatif.

Kelebihan Sanwich Attack ialah aneka konsep ditawarkan. Tidak memakai penyedap rasa tetapi memakai bahan rempah pilihan. Jualanya dengan menggunakan mobil berkeliling. Sementara disisi lain, ada kafe yang siap menemani kamu makan sambil membaca buku, menikmati lantunan musik, pokoknya anak muda.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba