Broker Asing Bisa Menginspirasi Saham Kamu

Profil Pengusaha Abhinav Singh 

  
broker asing saham
 
Berikut broker asing yang bisa menginspirasi saham kamu.  Berbicara tentang sentuhan "midas", pria bernama Abhinav Singh, sukses menebak langkah- langkah pertumbuhan saham berbasis teknologi. Pria 29 tahun ini menghasilkan sekitar $50.000 hanya berselang 3 tahun. 
 
Sukses besar membuatnya bisa membiayai sekolah dan bisa jadi langkah awal bekerja di Wall Street. 

"Saya tidak super kaya, tapi yang keren adalah saya akan mampu membayar sebagian dari biaya kuliah MBA saya dengan perdagangan yang saya buat, "kata Singh, yang baru- baru ini mendapat gelar MBA di bidang keuangan dari University of California, Irvine.
 

Jadi Broker Saham


Singh lahir di India dan pindah ke AS pada tahun 2007. Dia saat ini tinggal di Santa Barbara dan bekerja di sebuah perusahaan perangkat medis. Pendekatannya adalah sangat berisiko tinggi, tapi bisa menghasilkan uang besar seketika. 
 
Selama tiga tahun terakhir, ia telah menginvestasikan lebih dari setengah dari portofolionya dalam satu saham teknologi ia percaya telah siap untuk lepas landas. Sejauh ini, ada tiga untuk tiga jenis bisnis sama. 
 
Fokus pada saham Netflix, Singh terus mencari informasi sesuatu yang baru tentang perusahaan teknologi ini.

Antena Singh bergerak cepat mendeteksi langkah saham Netflix, di tahun 2012, dia telah mempelajari bahwa Netflix tengah berencana meluncurkan konten asli "Orange is the New Black" dan "House of Cards".

Menyukai produk dari perusahaan saham yang kamu pegang adalah satu hal. Ini memberikan dampak positif untuk kamu, juga berarti satu buah langkah menguntungkan. Ia meraup saham Netflix pada Oktober 2012 untuk nilai $ 63,50 per- lembar. 
 
Dia menjual mereka enam bulan kemudian ketika saham film online raksasa melonjak menjadi $ 186. Insting bermain kuat sebagai kunci beberapa tahun itu.

Singh melihat sebuah uptick atau peningkatan tajam dalam jumlah mobil Tesla menjelajahi jalan dari Southern California pada musim semi 2013. Alih-alih hanya melihat satu atau dua kendaraan Tesla saja, ia melihat banyak lagi.

"Itu membuat saya benar-benar bersemangat. Saya melakukan banyak membaca tentang perusahaan. Saya memutuskan untuk mengambil saham dan itu benar-benar bekerja," kata Singh. Itu belumlah semua. 
 
Tesla berlari dari sekitar $ 55 Mei 2013, ketika Singh tengah membeli saham menjadi sekitar $ 180 pada akhir Januari tahun ini, dan harganya melonjak berkali lipat sekarang.

Mengincar saham GoPro


Semakin sulit untuk mencari saham- saham pemenang di pasar saham sekarang, yang terusik oleh perhatian atas pertumbuhan ekonomi global dan kenyataan bahwa pasar kuat telah berumur lima tahun dan banyak saham tidaklah murah lagi. 
 
Tapi Singh menemukan satu titik panas dalam saham teknologi untuk dibeli di tahun itu, GoPro. Dia bersemangat dengan akun broker onlinenya, OptionsExpress, pada bulan Juli bersemangat untuk membeli saham- saham produsen kamera ekstrim seharga cuma $49 perlembar, membelinya sebelum akhirnya terkoreksi tinggi ke $98,47. 
 
Itu berarti dia pada dasarnya sukses menghasilkan dua kali lipat dari investasi awalnya hanya dalam waktu tiga bulan, setidaknya di atas kertas. Akan tetapi, saham GoPro terkoreksi beberapa waktu ini, kehilangan ketinggian sabagai tempat tertinggi di market luas. Singh tidak khawatir. Dia tidak punya rencana untuk menjual segera mungkin.

Awal bulan ini, pasar keseluruhan mulai main mata dengan "koreksi" sektoral (penurunan 10% dari level tertinggi sebelumnya) sebelum akhirnya rebound di waktu yang tepat. Itu cumalah soal waktu naiknya karena memang perusahaan GoPro punya inovasi.

"Mungkin ada koreksi datang. Tapi bagi saya, itu adalah kesempatan. Saya akan mencoba untuk mengambil keuntungan dari harga yang lebih rendah akan mengambil beberapa saham," kata Singh, yang merupakan pembaca setia Warren Buffett.

Track record Singh tidaklah sempurna. Sementara taruhan yang besar telah menghasilkan kemenangan, ia kehilangan uang pada posisi yang lebih kecil di Twitter pada akhir 2013 dan Yahoo awal tahun ini.

Apa selanjutnya? Strategi Singh tidaklah untuk menjadi sang lemah hati. Memilih memfokuskan setengah dari portofolio seluruhnya pada satu saham saja -terutama saham teknologi yang bergerak cepat- dapat dengan mudah menjadi bumerang. 
 
Sementara itu ia juga tidak menganggap dirinya seorang investor yang agresif, Singh tidak mengakui dia punya banyak uang tunai diinvestasikan di pasar saham dengan sedikit arahan ke obligasi dan sedikit tabungan.

Itu kadang-kadang menjadi titik pertikaian dengan tunangannya. "Dia bukanlah penggemar besar saya yang mengambil tabungan saya dan meletakkannya di pasar. Dia jelas senang dengan hasilnya tetapi mengatakan tidak." ungkapnya kepada Business Insider.  
 
"Tenang saja," kata Singh, akan menenangkan pasangannya.

Meskipun akhir- akhirnya ini, ada saran untuk percepatan ekonomi dan sedikit intesif uang tentu dari Federal Reserve, Janet Yellen dan timnya akhirnya mau menarik kembali langkah-langkah stimulus, Singh tidak akan berencana untuk memperlambat tahun depan. 
 
Dia tak mau cepat- cepat beraksi terhadap pasar. Itu karena dia sudah punya prediksinya sendiri.

"Saya mencari-cari bahwa salah satu saham yang akan menjadi besar di 2015," katanya.

Singh juga tertarik dengan gagasan mengaplikasikan keterampilan memilih sahamnya dengan bekerja di pasar saham Wall Street. "Saya sangat bersemangat tentang menemukan sesuatu di mana saya bisa bekerja di bidang keuangan, bukan hanya melakukannya sebagai hobi," katanya.

Anak Medan Jadi Pengusaha Es Krim Salak

Profil Pengusaha Germadana Irza

 
anakmedan.png
 
Anak Medan jadi pengusaha es krim selak. Dia sudah berbisnis semenjak 2015. Namanya adalah Germadana Irza. Selain karena bisnisnya unik, tetapi juga ada satu fakta bahwa dia sendiri masih kuliah. 
 
Pengusaha muda yang masih duduk di bangku kuliah di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri, Universitas Sumatra Utara (Sumut). Meski memulai bisnis ketika ia masih berkuliah omzetnya menembus angka 20 juta. Idenya itu ada ketika melihat bagaimana salak begitu berlimpah.

Pengusaha Es Krim Salak

 
Disisi lain harga salak Padang Sidempuan tersebut tak laku diolah sehingga harganya murah. Loh, bukannya kalo murah justru harusnya laris diborong? Kenyataanya baru sedikit yang memanfaatkan ini sebagai bahan baku olahan. 
 
Selama ini, di Medan, variasi cemilan salak masih itu- itu saja dan sudah banyak ada di kawasan lain; sebut saja ada keripik salak, manisan salak, dodol salak, keripik salak, kurama salak dan lain sebagainya. Selain itu pamornya kalah dengan salak pondok.dll.

Oleh karena itulah muncul ide membuat olahan yang berbeda. Bersama seorang kawan Alyefi Asrar, diolah lah salak menjadi makanan es krim. Ya, salak- salak itu diolahnya jadi ice krim lezat. 
 
Ditemui oleh Medan Bisnis Daily, di tempatnya JL. Abdul Hakim, Gema begitu sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa bisnisnya bermodal sebuah proposal. Kedua mahasiswa itu cuma bermodal proposal Dikti untuk lolos sebuah seleksi. 
 
Mereka coba- coba masuk sebuah program kewirausahaan di 2011. Menang bermodal proposal menghasilkan uang Rp.6 juta. Hadiah itulah yang digunakan untuk mengaplikasikan apa yang cuma tertulis. 
 
Usaha baru dibuka dipertengahan 2012, karena tak cukup modal, pada tahun itu mereka mengikuti lomba kembali dan menang. Mereka mendapatkan uang modal lagi dari Bank Mandiri. Uang tambahan sebesar 8 juta sudah ditangan mereka ketika memanangkan lomba tersebut. 
 
Sebelum masuk lomba kembali, Gema telah mencoba- coba dulu produk prototipe -nya. Ada beberapa kali gagal karena komposisinya salah. Ia mengaku tetap bersemangat meski gagal. Akhirnya komposisi baru benar, yang mana ia jabarkan berasa asam kelat dan manis. 
 
Harga salah yang satu kilonya cuma Rp.5 ribu disulapnya jadi gelas- gelas kecil berharga lumayan. Menggunakan bahan baku dari salak Padang Sidempuan dilakukannya secara sengaja. Semua untuk mendorong ekonomi lokal yang kalah dengan serbuan salak pondoh atau salak dari daerah lain.

"Makanya saya berpikir bagaimana caranya salak ini bisa naik derajat dan popularitasnya," imbuhnya.

Aneka cara sudah pernah dicobanya untuk mengolahnya. Tapi ia memilih es krim dengan alasan sederhana yakni semua orang suka es krim.

Apakah halangan berbisnis es krim terbesar. Gema mengungkapkan kepada media Detik.com, halangan itu ada pada bagaimana menyimpan saat penjualan. Ia mengakatkan es krim butuh suhu dingin yang stabil. Hal inilah yang menjadi tantangan terbesar baginya. 
 
Namun, Gema tak menyerah, pemuda ini tetap mencari- cari cara seperti halnya mencari resep es krim sempurna.

"Coba- gagal itu pernah. Yang lain juga pasti pernah. Dari yang mulai rasanya terlalu asam, sampai es krimnya terlalu keras sampai gak bisa dimakan," ungkapnya.

Kalau mau usaha, ya, gak boleh gampang menyerah ujarnya kembali. Idenya tentang es krim salak, kini komoditas salak Padang Sidempuan mulai dikenal. Dari coba- coba sampai akhirnya mendapatkan suntikan modal dari aneka lomba.
 

Bisnis Rumahan

 
Sukses bisnis es krim Zalacca membawanya hingga sampai ke Jakarta. Bermodal cuma enam juta dibelinya freezer, mixer dan juga bahan baku salak, untuk ketahanan produknya disisaitinya sedini mungkin.

Hobi bersepeda motor dijadikan modalnya memasarkan es krim. Ada sekitar 3 sepeda motor yang sudah ia modifikasi menjadi mesin pendingin. Ketiganya dijadikan outlate keliling Zalacca Ice Cream. Digunakannya motor- motor itu berkeliling menjajakan dagangannya. 
 
Dijualnya itu, awalnya, bermodal motor vespa karena memang ia hobi vespa. Uniknya motor tersebut ternyata cukup ampuh untuk memanggil pelanggan. Berkat ketekunan kini usahanya meraup omzet Rp.15- 20 juta.

"Tergantung, kalau hujan laku sedikit. Kalau panas laku banyak," candanya. Dalam sepekan produksi Gema sudah mencapai 6kg per- harinya. Totalnya 12kg untuk tiap pekannya, dan itu menghasilkan 48 kg es krim siap dijualnya. 
 
Bisnisnya dibilang tak monoton, selalu ada yang baru, khas anak muda maka ada beberapa jenis es krim; Zalacca Ice Cream Cup, Zalacca Ice Cream Wafer, dan ada yang palinga menggiurkan yakni Ice Cream Brownies dan Rainbow. 
 
Variasi rasanya juga tak melulu berasa seperti salak, adapula rasa nangka, coklat, vanila, strawberry, dan pandan. Uniknya bahan utamanya tetap salak tapi rasanya berbeda- beda. Es krim buatanya terjamin karena tak pakai bahan pengawet. 
 
Jadi jika kamu beli maka akan tahan cuma dua minggu saja. Untuk dijual es krimnya itu bisa habis dalam dua hari saja, menakjubkan bukan? Soal harga dari yang termurah Rp.3 ribu sampai 10 ribu per- cupnya. Pemasarannya untuk sementara secara berkeliling saja. 
 
Dari kawasan kampus USU lalu sampai ke SD Muhammadiyah dan Perumahan Setia Budi. Kedepan ada rencana untuk mengembangkan konsep waralaba. Itulah sebabnya ia sudah berancang- ancang untuk perizinan PIRT dan juga label Halal dari MUI. 
 
Adapula rencana untuk masuk ke pasar ritel di minimarket- minimarket. Berjuang keras membawanya hingga Jakarta melalui ajang bernama Mirausaha Muda Mandiri. Meski sempat tak lolos di tahun 2013, akhirnya, ia bisa kesampaian masuk ke jajaran finalis. 
 
Kalau dulu cuma mengirim biodata, Gema di tahun 2014, sudah punya 3 outlate sukses. Targetnya menasional membuatnya lebih bersemangat. Target jangka pendek ujarnya kepada media adalah membuka 10 outlate sendiri di Medan. 
 
Pengusaha muda ini memang memulai sedikit- demi sedikit tanpa mau berhenti dan putus asa. Berkat WMA tingkat regional Gema sudah mendapatkan banyak tawaran. Penawaran kemitraan tak cuma datang dari Kota Medan saja. 
 
Target jangka panjangnya, ia mengharapkan punya food truck sendiri, yang mana akan diusahakan selama tiga tahun sejak 2014.

17 Fashion Blogger Terkenal di Indonesia

Artikel Bisnis: Inspirasi Fashion Blogger Wanita

 
 
fashion blogger sukses
 
Kenalan yuk, 17 fashion blogger terkenal Indonesia, dunia fashion tidak sekedar tentang berjalan di atas catwalk. Tidak mengenai melenggang dengan baju rancangan desainer ternama. Tidak pula tentang para model yang tinggi semampai. Ada juga profesi lain yang ternyata juga berkaitan dengan dunia fashion. 
 
Ada juga profesi lain seperti fashion stylist, fashion critics, sampe fashion journalist yang melengkapi industri yang menghasilkan miliaran dolar ini.

Salah satu profesi lain di industri fashion yang sedang naik daun adalah Fashion Blogger, yaitu mereka yang ngeblog khusus membahas tema tentang fashion. Sejak internet makin berjaya, aktivitas blogging juga makin populer. 
 

Fashion Blogger

 
Banyak orang jadi terkenal gara- gara blog saja. Atau coba saja tengok berbagai buku- buku best seller. Memang tidak semua, tapi beberapa diantaranya berawal dari tulisan di sebuah blog.

Tidak sedikit para pecinta fashion menuangkan idenya diatas sebuah blog. Mereka tidak harus pasti seorang desainer tapi mereka mengerti, bereksperi dan berkreasi dengan cita rasa mereka sendiri. Fashion blogger juga menjadi fenomena tidak hanya di Indonesia. 
 
Usut punya usut negara Swedia menjadi yang banyak untuk urusan fashion blog. Kita akan bahas nanti.

Sekarang fokus kita adalah mereka fashion blogger asli Indonesia dan lewat blog nama mereka dikenal sekarang, mereka adalah:

Salah satunya, Diana Rika Sari yang ngeblog di "Hot Chocolate & Mint". Ibu muda ini aktif ngeblog sejak tahun 2007 dan disebut sebagai trendsetter fashion blogger Indonesia. 
 
Ia pernah mendapatkan penghargaan "International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Awards British Council 2012" atas prestasinya melalui terobosan e-commerce untuk merek sepatunya UP!, yang manfaatkan media digital dan internet.

Diana mulai ngeblog karena memang suka menulis dan juga fotografi, walau awalnya blog-nya tidak melulu fokus membahas fashion aja. Mix and match fashion dan aksesoris di blog Diana terbilang unik dan nyentrik. Tapi justru ini yang disuka sama followernya. 
 
Buat mereka, Diana jadi semacam inspirator kalo sebenernya dunia fashion itu tidak ada patokannya, apapun bisa dikombinasikan walau warnanya ngejreng dan nabrak-nabrak.

Lain lagi remaja 15 tahun, Evita Nuh, dia telah menjadi fashion blogger sejak usianya masih 9 tahun. Alasannya kala itu pakaian buat anak seusianya waktu itu kebanyakan masih terlalu kanak-kanak atau bahkan terlalu dewasa untuknya. 
 
Akhirnya Evita memilih untuk bereksperimen buat mix and match pakaian dan aksesorisnya, terus diposting di blognya, "The Creme de La Crop". Perpaduan warna dan gaya pakaiannya yang tidak terlalu kanak- kanak juga tidak terlalu dewasa itu malah terkesan fun dan kelihatan jadi refleksi kepribadian Evita. 
 
Evita sudah sering masuk majalah atau website luar negeri, dan kalau ada yang nyebut "Evita Nuh from Indonesia" itu membuatnya bangga sekali. Evita juga sukses masuk 10 blogger muda paling punya pengaruh versi Babble.

Indah Nada Puspita, Fashion Blogger Indonesia asal Balikpapan yang kini menetap di Jerman. Pengagum Anna Dello Russo ini masuk di jejeran 5 fashion blogger Indonesia yang punya pengaruh di dunia. 
 
Dari blog Nada, banyak orang terinspirasi buat meniru gaya busana hijab yang khas dengan berbagai macam model scarf dan turban. Nggak jarang Nada juga mix and match hijab sama berbagai macem aksesoris kayak anting panjang juga mahkota bunga. 
 
Kelihatan aneh? Enggak juga, malah yang beda gini yang disuka sama banyak orang. Penasaran sama blognya? Mampir aja ke “Fashion in Wonderland”.

Salah satu fashion blogger Indonesia yang juga desine ada adalaha Dian Pelangi (DP), yang melejit lewat  kain jumputan pelanginya. Saking terkenalnyanya, banyak orang yang bikin versi KW baju yang dia jual. 
 
Belum 5 tahun terjun di dunia fashion, udah segudang prestasi yang ia raih. Salah satunya jadi 1 diantara 12 desiner dunia yang berkesempatan memamerkan hasil rancangan pada ajang Haute Arabia High tea 2014 di London.

Ia pun membawa kain songket sebagai kain tradisional Indonesia untuk dikenalkan di gelaran tersebut.

DP biasa posting gaya fashionnya di "Brain Beauty Belief". Belakangan fashion blogger, terlebih di Indonesia, makin dihargai eksistensinya. Bahkan fashion blogger udah jadi sebuah profesi yang keren, terutama buat kalangan anak muda. 
 
Segudang prestasi diraihnya, mulai dari masuk di berbagai media (cetak dan online) nasional maupun internasional, pembicara diberbagai acara fashion dalam dan luar negeri, sampai didaulat untuk menjadi kontributor ajang fashion show kelas dunia kayak New York Fashion Week kayak Sonia Eryka, empunya "A Diary of THE RIOTOUS BELLE".

Selain membawa harum nama Indonesia, mereka juga jadi trendsetter yang berpengaruh buat perkembangan fashion, setidaknya di negeri sendiri. Padahal awalnya mereka bukan siapa-siapa, cuma gadis- gadis dan wanita yang suka fashion, dan mau berbuat sesuatu sesuai kesukaan dan kebisaan mereka masing-masing. 
 
Satu kolaborasi unik antara passion, fashion, sama blog ini akhirnya juga mendatangkan berbagai peluang dan prestasi untuk mereka yang menggelutinya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba