Blogger Terkaya di Dunia Pete Cashmore

Biografi Pengusaha Pete Cashmore


biogarfi pate cashmore

Menjadi blogger terkaya dunia sangat mungkin, walau disepelekan orang. Pete Cashmore kelahiran 18 September 1985, seorang entrepreneur muda, adalah seorang CEO sekaligus pendiri blog terkenal di dunia Mashable, menjadi salah satu dari 10 blog terpopuler versi Technorati.

Dia tumbuh di Banchory, dan menemukan blog Mashable di Aberdeen, Skotlandia. Pete mulai iseng menulis blognya ketika keluar masuk rumah sakit. Dia menderita appendectomy, tanpa tau hingga kapan akan berangsur membaik. Hingga dia menseriusi lantaran menemukan bisnis blog ini.

"Eksekusi benar membentuk apakah perusahaan kamu akan terabang tinggi atau tidak," sebuah kata bijak darinya.

Blogger Terkaya di dunia


Pada Mei 2012, total kekayaanya diperkirakan $95 (£60m) juta, berdasarkan majalah Sunday Times UK Rich List. Dimulai dari umur 19 tahun ketika memulai blog Mashable, dia sudah berhasil menghasilkan pendapatan £2000 per- bulan.

Mashable membahas hal terbaru dari raksasa sosial media; Facebook, YouTube, dan juga MySpace. Tetapi sekarang Mashable jadi bagian kelompok tersebut. Blog ini telah menarik 50 juta pengunjung dan pengguna diseluruh dunia. Perusahaan memiliki 40 pegawai yang tersebar di New York dan San Fransisco.

Pete sebagai remaja harus keluar masuk rumah sakit, menghabiskan waktunya di kamar. Dia hanya berteman internet. Dia jarang bersekolah sehingga membuatnya kurang terhubung bersama teman sebaya.

Pete mulai menggunakan caranya sendiri, menggunakan komputer belajar sebanyak mungkin. Blog menjadi salah satu semangat hidupnya. Ia membaca banyak hal dari blog yang ditemukannya dari internet. Dia menganggap itu sebagai pengganti pendidikan karena penyakit appendectomy ini.

Itu sangat menarik ketika dirinya membaca tentang kesuksesan para pebisnis muda. Dia sangat menyukai kisah mereka sukses melalui garasi. Dia berharap bisa membangun suatu perusahaan besar seperti itu.

Tetapi melalui kamarnya bukan garasi, ia lantas mencoba membangun mimpinya untuk merubah dunia menjadi lebih baik. Harapanya tidak tinggi tetapi hanya satu persen saja kesuksesan mereka.

 "Tapi saya punya perspektif keluar, dan ternyata itu adalah keuntungan karena ada pasar besar yang ingin tahu apa gadget paling keren dan bagaimana menggunakan Facebook, Twitter dan (teknologi) lain untuk maju," terangnya.

Mashable sendiri tidak memiliki arti khusus soal nama. Pertama kali blogging, Pete sama sekali tidak pernah memberitahu orang tua. Tidak pernah memberi tau apa yang dilakukannya waktu itu. Orang tuanya mungkin berpikir bahwa anaknya tengah sibuk bermain game, atau tengah mencoba mencari uang online.

Kenyataanya, Cashmore sudah memiliki gambarannya dunia sendiri, semuanya itu ada di dalam isi kepala. Dia sadar dirinya akan cukup lama tinggal di rumah, dan akan banyak beristirahat di dalam kamar, hanya ditemani sebuah komputer.

Tidak ada hal lain disekitarnya selain teknologi sendiri. Dia lantas memutuskan menulis segala sesuatu tentang berita terbaru tentang Silicon Valley. Tetapi ada perbedaan waktu cukup besar antara musim dingin di Skotlandia dan Amerika Serikat.

Cara Mencari Uang dari Blog


Berbeda dengan mencari uang lewat Youtube. Cara mencari uanhg dari blog banyak persaiangan. Ia bahkan baru sadar bahwa Inggris bukanlah pasar terbesar, ketika segala sesuatu terjadi di zona waktu yang berbeda di Silicon Valley, Amerika Serikat.

Dia memutuskan tidur pukul 06:00 AM atau 07:00 AM. Dia akan terbangun di siang hari lalu mulai menulis kembali. Apa yang akan dilakukannya ketika akhir pekan, dia hanya menulis sampai hari Jum'at karena tidak ada satupun bahan untuk ditulis.

Dia akan tidur seharian penuh pada hari Sabtu lalu bangun di Minggu pagi. Bangun dia akan menulis lagi, dan berita itu tidak pernah berhenti berputar. Semuanya terjadi selama 18 bulan sejak pertama kali menulis blog tentang Silicon Valley.

Tidur di pagi hari, tidak mendapatkan sinar matahari, itu membuatnya terlihat sangatlah kelelahan. Blog Mashable mulai mendapatkan pengunjung setiap minggunya. Dia hanya berprinsip terus maju kedepan meski hanya satengah langkah, atau seperempat langkah, semuanya akan menjadi lebih baik.

"Hari ini lebih buruk dari kemarin," dia tetap melangkah maju. Pete hanya sibuk melihat jumlah pengunjungnya, meyakinkan dirinya "ini akan berhasil".

Pete memastikan dirinya selalu mengalahkan statusnya kemarin. Dia ingin lebih baik membuat blog miliknya semakin disukai. Semakin banyak pengunjung semakin memberinya semangat menulis. Hingga tahun 2008, dia tidak pernah sekalipun mengenal siapa saja yang aktif membaca tulisannya di blog.

Akhirnya mereka bisa bertemu di sebuah pertemuan. Dia tidak tau seperti apa mereka. Justru itulah yang membuatnya semakin bersemangat menulis kembali. Dan akhirnya, Pete bertemu mereka di sebuah acara di San Fransisco pada 2008.

Disana dia terkejut melihat 500 orang telah membaca karyanya. Meski di status seharusnya ada lebih dari dua juta pembaca, tetapi angka ini cukup membuatnya tetap bersemangat. Hari ini, 23 juta orang membaca Mashable.

Mencari uang online


Bagaimana Mashable mencari pendapatan?

Itu semua tentang pengiklan ketika berbicara blog sebesar ini. Ia mengaku semakin lama blog -nya bernilai mahal. Ini terbukti bagaimana dirinya mulai menawarkan ruang iklan. Bahkan ia mengaku secara langsung dihubungi sang pengiklan sendiri.

Para pengiklan akan memilih jenis apa situs tersebut, maka bicara tentang blog ini, berarti iklan teknologi tentang terbaru. Perusahaan akan membeli ruang iklan berdasarkan cost per- page viewed atau perminggu, atau perbulan.

Iklannya bisa berukuran berapa saja dan dimana saja. Iklan mingguan juga tersedia di Mashable feed (RSS) dimana memiliki 580.000 pelanggan. Mashable juga berhubungan secara offline jadi bisa menawarkan para sponsor.

Sebagai contoh, Mashable Connect dimulai tahun lalu yang mengundang banyak pembicara besar. Dilain hal, Mashable ikut acara yang diselenggarakan orang lain seperti Social Media Day atau Social Good Summit.

Jika kamu baru memulai blogging, menurut Cashmore pilihlah subject yang bisa kamu tulis setiap hari. Blog terbaik adalah terupdate satu kali sehari atau lebih. Setelah membangun pembaca, barulah kamu mulai mendekati para pengiklan. Mereka bisa saja berupa toko online atau toko diluar dunia internet.

Atau, bisa saja menggunakan link bersponsor saja. Pengiklan link yang persponsor berarti menuliskan tentang produk mereka kemudian diberi link penghubung. Di sanalah, para pengunjung akan mengklik dan tiba di website pemilik link bersponsor tesebut.

Kamu memang harus membuatnya jelas bahwa tulisan tersebut bersponsor. Cara termudah hanyalah menuliskan kata ringan "sponsor" atau "dari sponsor" saja. Ini dimaksud menunjang integritas blog milikmu. Ada iklan yang akan menscan blog langsung, lalu memunculkan iklan sesuai tema.

Iklan semacam ini seperti Google Adsense, jadi lebih mudah diatur dan hanya butuh pemasangan alat saja. Ada iklan afiliasi bersumber website besar seperti Amazon, Exepedia, atau Lastminutes.com. Untuk blog seperti Mashable, Amazon bisa menempatkan afiliasi miliknya.

Itu berupa harga gedget terbaru. Atau, menawarkan diskon bagi pembaca blog tersebut. Cara terbaik yaitu selalu memastikan produk tersebut sesuai isi blog kamu. Tulislah segala sesuatu yang menarik atau penting untuk ditulis.

Lalu pikirkanlah apa yang pembaca kamu akan lakukan lagi. Jika ada link yang terpasang di dalam tulisan haruslah menarik "diklik".

-Pete Cashmore, blogger miliarder

Inspirasi Menjadi Crazy Rich Usia Muda

Artikel Bisnis: Cara Menjadi Crazy Rich Muda

 
menjadi crazy rich muda
 
Bagaimana cara menjadi crazy rich muda. Berikut beberapa inspirasi dapat kamu lakukan. Usia muda atau remaja memang saat terbaik menjadi pengusaha. Forbes menyebut bahwa 1.646 miliarder di dunia sejak krisis 2008. 
 
Jumlahnya naik 2x lipat dibandingkan Maret 2009, bahkan di 2015 diperkirakan jumlah itu sudah berlipat- lipat. Dilansir dari laman resminya, tercatat total kekayaan dari 1.645 konglomerat dunia yang didata tersebut mencapai USD 6,4 triliun.
 
Khusus untuk kawasan Asia lonjakan terjadi 9,4 persen year-on-year menjadi 3,68 juta orang pada 2012 saja, atau masih mengekor jumlah orang kaya di kawasan Amerika Utara sebanyak 3,73 juta orang. 
 

Inspirasi Menjadi Crazy Rich

 
Mereka bahkan muncul secara tiba- tiba, sukses tiba- tiba, dan menduduki jajaran orang paling kaya sedunia dalam kurun beberapa tahun saja.

Merujuk dari 10 peringkat orang kaya baru teratas, bisnis berbasis internet menjadi sumber mereka meraup laba dan paling cepat pertumbuhannya. 
 
Industri teknologi saat ini memang sangat dibutuhkan masyarakat untuk memudahkan kehidupan. Maka dari itu, tidak heran jika perputaran uang di industri ini sangat kencang. Dari internet pula lahir miliarder baru yang menembus batas rasial, agama, dan umur. 
 
Diantara mereka ada yang pantas kita sebut para anak ajaib. Beberapa masih belasan tahun, dalam sekejap menghasilkan miliaran, dan mereka bukanlah anak orang kaya atau anak orang kaya baru. 
 
Mereka yang berkisara 17 tahun adalah pembuat kekayaan mereka sendiri atau self- made millionaire atau jutawan sendiri, yang mana menghasilkan jutaan dollar atau miliaran rupiah. Siapa saja mereka?

1. Nick Daloisio


Sumber utama kekayaan Nick berasal dari aplikasi bernama Summly. Aplikasi yang dibeli Yahoo dikisaran angka $30 juta atau sekitar Rp.290 miliar lebih. Selain mendapatkan uang ia juga disebut diangkat menjadi pegawai di Yahoo, menjadikannya programer termuda dalam perusahaan itu. 
 
Tak betah menjadi karyawan, Nick memutuskan keluar setelah 18 bulan bekerja.

2. Laenna Archer


Disebut sabagi orang termuda dalam sejarah bursa NASDAQ, ketika itu ia baru saja berusia 17 tahun. Ialah seorang CEO muda memulai semua ketika berumur 9 tahun dari bisnis perawatan rambut. Dari resep nenek, perusahaan perawatan rambut itu tumbuh. 
 
Leanna tercatat menghasilkan laba $100.000 per- tahun secara online kepada pelanggannya di 80 negara. Sementara, penjualan bersihnya bisa mencapai USD 3 juta. Leanna menjadi sosok inspirasi mereka yang seusianya. 
 
Ia sering dipanggil menjadi pembicara dan motivator diberbagai konfrensi,serta lokakarya 2009 NAACP Youth. Gadis kecil yang juga dikenal sebagai seorang filantropis atau dermawan. Dia mengumpulkan uang untuk membuka sebuah organisasi pendidikan di Haiti. 
 
Organisasi milik Leanna memberikan makanan, penampungan, dan pendidikan pada 200 orang anak tiap hari.

3. Robert Nay


Pernah mendengar game Bubble Ball? Aplikasi game yang telah di-download lebih dari dua juta kali, dalam waktu dua minggu sejak aplikasi itu diluncurkan. Permainan ini bahkan berhasil menggeser Angry Birds dari posisi teratas di toko aplikasi gratis. 
 
Menariknya, permainan itu ternyata dikembangkan oleh seorang anak yang baru berusia 14 tahun. Saat itu, dia baru pertama kali mengembangkan aplikasi game, dan jadi sukses besar. Robert menghasilkan nilai $2 juta. 
 
Uang itu didapat setelah permainannya berhasil menarik ratusan orang untuk mengunduhnya. Tiga tahun sesudahnya, permainan tersebut tercatat telah diunduh 16 juta kali. Ia menjelaskan fokusnya kini ada pada perusahaan bernama Nay Games. 
 
Perusahaanya sendiri yang kini mengerjakan berbagai game termasuk game edukasi Sight Words and Spelling Practice, yang dirancang untuk membantu anak-anak belajar membaca dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif. Ia juga menambahkan 15 level baru untuk gamenya Bubble Ball.

4. Moziah Bridge


Moziah Biridge sukses meluncurkan bisnis fashionnya sendiri, Mo's Bow. Menariknya bocah laki- laki yang baru berumur 15 tahun ini tidak mendalami khusus jahit menjahit. Kemampuannya ada berkat dorongan sang nenek. 
 
Terinspirasi Ralph Lauren yang berjualan dasi, Moziah memilih dasinya sendiri yaitu dasi kupu- kupu warna- warni. Mo's Bows berdiri saat dia masih berusia 9 tahun. Produk dasinya mampu menghasilkan USD 150.000 per tahun. 
 
Saat ini, Moziah telah berumur 12 tahun dan mempekerjakan 5 karyawan. Kesuksesan Moziah telah membuatnya tercatat dalam Vogue, O Magazine, dan Shark Tank. Moziah ini memang becita- cita mempunyai produknya sendiri sebelum berumur 20 tahun.

5. Sanjay Kumaran dan Shavran Kumaran


Sanjay dan Shavran adalah kakak beradik pemilik perusahaan permainan bernama GoDimensions. Shavran sang kakak masih berumur 12 tahun, sementara, Sanjay berumur 10 tahun. Mereka berdua telah sukses mengembangkan empat aplikasi di Apple Store dan telah diunduh 10.000 kali. 
 
Beberapa produk permainan mereka seperti Catch Me Cop dan Alphabet Board, seperti yang dilansir dari laman Merdeka.com.

Pemulung Kaya Menjadi Pengusaha Sampah

Profil Pengusaha John Peter


kisah pemulung kaya

Menjadi pengusaha sampah membuatnya tak hidup susah. Orang memanggilnya pemulung kaya, semua berkat pengalaman pahit berkecimpung  dengan sampah. Siapa John Peter (40 tahun) adalah pria asli kelahiran Tanah Karo, Sumatera Utara, merupakan anak kelima dari delapan saudara.

Ia hidup dikeluarga sederhana, kedua orang tuanya hanyalah petani kecil. Kehidupan mereka serba kekurangan tetapi orang tuanya selalu mengutamakan pendidikan anak- anaknya. Disisi lain, malah John kecil tidak menjadi anak yang penurut; dia sering kali kedapatan mencuri atau berjudi.

Mimpi Pemulung Jadi Kaya

 
Orang tuanya tak tahan akan kelakuannya. Mereka lalu memutuskan mengusir John kecil. Pada saat itu ia baru saja naik ke kelas 2 SMP, dia terpaksa keluar dari rumah berbekal seadanya. Dia hidup di tengah kota Cirebon, saat itu ia masih berumur 18 tahun dan luntang- lantung.

John selalu membawa sebuah koper kamanapun langkahnya berjalan. "Yang saya ingat hanya teman sekolah. Kepadanya saya berniat menitipkan koper," ingatnya. Sesampainya di rumah sang teman, orang tua temannya justru tidak memperbolehkan dirinya untuk pergi dari sana.

Mereka keluarga keturunan TiongHoa yang baik hati. Ia tinggal di rumah kaluarga Hok Kwe Sin, selama dua tahun lamanya hingga lulus sekolah menengah. Di rumah itu, John belajar berbisnis agar menumbuhkan kedisiplinan dalam dirinya. Dia telah matang jiwa wirausahanya memilih mandiri.

John memutuskan untuk pindah ke kota Bandung. Dia lalu melanjutkan pendidikan tanpa bantuan siapapun. Mereka, keluarga Hok Kwe Sin sendiri, berbisnis gorengan dimana pembelinya hanyalah para tukang becak.

Dalam ketulusan hati mereka telah merubah sifat keras anak Batak. John yang keras kepala berjuang di tanah rantau. Setiap pulang sekolah, ia akan bekerja di sebuah tambal ban dan pulang hingga larut malam hari. Dia mengumpulkan upahnya sedikit- demi sedikit kemudian membangun bisnis tambal ban sendiri.

"Setiap libur, banyak teman sekolah menambal ban kendaraannya di tempat saya, saya tidak malu. Saya menyadari seperti itulah kondisi saya," kata John percaya diri. Dia sudah meyakinkan dirinya, kelak hidupnya akan lebih baik dari teman- temannya.

Dia melanjutkan kuliah di jurusan kimia, Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia ikut aktif diberbagai kegiatan kampus serta memberi pelayanan di gereja. Memberikan pelayanan para gelandangan yang bekerja menjadi pemulung.

John terkejut mengetahui mereka bisa menghasilkan Rp. 200.000 dalam satu hari. Dia tak menyangka sampah kotor dan menjijikan bisa sangat menghasilkan. Dibenaknya juga tersirat bisnis semacam ini bertahan lama karena sampah pasti ada.

Pada tahun 1987, ia mengambil cuti kuliah dan memutuskan mengumpulkan sampah dari pemulung binaanya. Kala itu di pikirnya, timbul membandingkan harga gabah saat itu dikisaran Rp.600 per- kg, sedangkan harga sampah di tingkat pengepul bisa mencapai Rp.1000 per- kg.

John memutuskan mendalami bisnis tersebut tanpa harus keluar dari kuliah. Menurutnya, pengusaha itu harus visioner, punya penglihatan jauh kedepan, dan siap menghadapi tantangan bisnis. Ditambah  keyakinan akan kemampuan sendiri mewujudkan.

"Melihat perbandingan harga yang begitu besar, saat itu saya yakin bisnis ini menghasilkan potensi besar. Dan perlu diingat, untuk menjalankan modal ini tidak membutuhkan modal yang besar. Hanya dengan catatan, buang jauh- jauh rasa malu," terangnya.

Orang tua yang mendengar anaknya menjadi pengepul rongsokan, mereka merasa tidak terima. John tetap bergeming meskin dilarang keras. Dia yakin bisnisnya akan menghasilkan besar. Dengan modal usaha 4 juta dari teman, dia kemudian menyewa tanah di Padasuka, Bandung.

Mendirikan Pabrik


Dia mendirikan empat bilik untuk tempat tinggal para pemulung binaan. Tidak lama bisnisnya menghadapi hambatan besar justru dari pemulung itu sendiri. "Tapi saya lupa karakter mereka," kata John.

Para pemulung binaanya ternyata malah berbuat curang terus- menerus. Mereka akan mengambil sampah yang telah ditimbang, kemudian dimasukan di esok harinya, sehingga mereka tidak perlu besusah payah mencapai target.

Dari sinilah, John harus menderita kerugian sampai 2,2 juta. Dengan sisa modal itu, ia pindah ke Cikutra, Bandung. Ia memutuskan tinggal bersama pemulung dibinanya. Tujuannya tak lain hanyalah agar bisa mengetahui pola pikir mereka.

John hidup dan makan bersama mereka tidak hanya sekedar mencari untung saja. Sejak saat itu pula mereka mulai tidak mencuri lagi. Mereka mulai merasakan dirinya sebagai bagian dari hidup mereka. Tahun pertama, bisnisnya masih menguntungkan. Dia mengaku mendapatkan omzet sekitar 18 juta perbulan.

Ia mulai berpikir ke dapan, memilih tidak lagi menjual ke bandar lain. Dua tahun kemudian, John membeli sebuah alat penggiling sampah plastik menjadi biji plastik. Harga jual biji plastik ternyata lebih mahal.

Harga biji plastiknya bisa dijual Rp.8.500 per- kg, dimana ketika masih berbentuk sampah Rp.400 per- kg. Dia melanjutkan omzetnya tumbuh menjadi Rp.800 juta hingga Rp.1,2 miliar per- bulan, dengan keuntungan bersih 10 persen.

John juga mulai aktif berekspansi, tidak hanya sibuk berbisnis sampah. Dia juga berbisnis membuka apotik, pabrik pupuk organik, bahkan menjadi kontraktor perumahan juga. Dia jadi kontraktor perumanan Santosa di Cipamokolan, Bandung, didekat pabrik pengolahan sampahnya.

Kesuksesan membawanya menjadi pembicaraan berbagai surat kabar. Dia bahkan mendapatkan sebuah tawaran modal dari Mandiri Business Banking. Sejak saat itu John resmi menjadi nasabah bank tersebut.

"Modal yang saya terima benar- benar saya gunakan untuk menjalankan roda bisnis. Saat menerima kucuran modal, saya sudah memiliki mesin pengolahan sampah dan sarana pendukungnya hingga tempat usaha. Jadi, saya berani menerima untuk bermitra dari Mandiri Business Banking sehingga kredit modal bisa digunakan secara optimal," terangnya.

Dia menggunakan nama Pake Group, sebuah grup berbagai bisnis baik pengolahan sampah atau bisnis lain. Ia berhasil membuat biji plastiknya menjadi primadona. Pembeli membeli biji plastik miliknya untuk berbagai hal seperti pembuatan plastik, tali rafia, alat- alat rumah tangga, dan produk lain.

Ayah dari Yediza dan Ishak ini merasakan betul rasanya mencari sampah di jalanan. Dia hanya terus berprinsip harus jadi orang kaya, dan bekerja keraslah tujuannya.

"Saya berpikiran, jika jadi pekerja, meskipun lulusan dari kampus ternama, tidak akan menjadi jaminan akan menjadi orang kaya. Di pikiran saya hanyalah begaimana cara menjadi orang kaya," imbuhnya.

Bukti ucapan ini adalah ilmunya menganai sampah plastik. Pemulung kaya yang menjadi pengusaha sampah. Dia ahli membedakan sampah plastik yang dikumpulkan. Pabriknya mengolah empat jenis plastik yaitu jenis Polypropelene (PP), polystrealene (PS), polivinylchlorida (PVC), dan polyethylene (PE).

Dia belajar membedakan jenis plastik per- satu yang membutuhkan waktu cukup lama. Secara fisik PPC dan PS akan tenggelam dalam air, PS dan PP terapung dalam air. PE terasa lembut dan lentur. Bisnisnya tidak pernah merugi loh, tetapi sering menemui kegagalan yang artinya tidak berjalan.

Dia mencontohkan bisnisnya di Singapura, yaitu bisnis bawang dan mobil, hingga menjadi pelajaran besar baginya lagi. Gagal bukan berarti berdarah- darah asalkan kamu pandai mengakali. Itu semua menjadi pembelajaran buat bisnis ke depan.

Pemilik Indorama Biografi Sri Prakash Lohia

Profil Pengusaha Sri Prakash Lohia


orang kaya dari india

Siapakah pemilik perusahaan Indorama. Biografi Sri Prakash Lohia pemiliknya. Kisah perantau jadi orang terkaya Indonesia. Dia lahir di Kolkata, India, 11 Agustus 1956, datang ke Indonesia pada tahun 1973, sebagai pengusaha tekstil bersama ayahnya Mohan Lal Lahia, yang kemudian mendirikan perusahaan Indorama Synthetics.

Prakash bersama saudaranya, Anil Prakash Lohia yang mulai mengembangkan polyester fiber. Ini merupakan bisnis inti Indorama. Namun, dia bukan satu- satunya pebisnis India sukses, ada sederet nama beken lainnya yang berjaya di tekstil.

Pengusaha Tekstil India

 
Perantau jadi orang terkaya di Indonesia jangan dianggap buruk. Dia  masuk jajaran terkaya memang dari Indonesia. Tetapi dia tidak sedikit memberikan lapangan pekerjaan buat kita. Tak disangka, dia adalah kakak ipar dari Lakshmi Mittal yang dikenal sebagai raja baja dunia.
 
Prakash merupakan nama baru di dunia ini. Walau begitu dia dikenal memiliki kekayaan $2,65 juta, dan menjadi orang terkaya Indonesia baru versi Forbes.  Indorama merupakan cikal bakal dari semua. Ini perusahaan yang didirikan oleh sang ayah dan Prakash meneruskan.

Ia tengah mencoba berbisnis bahan baku dimana instingnya benar betul. Ia mendirikan perusahaan polyester terbesar di dunia, menjadikan Indonesia sebagai basisnya. Bermula pabrik benang di tahun 1976, perusahaan bernama Indorama mencari bisnis lain sebagai bentuk ekspansi.

Perusahaan mulai membuat polyester fiber, polyester bottle- grade (PET), hingga damar di 1995.  Perusahaan yang induknya kini berada di Singapura, Indorama Corporation, menghasilkan berbagai produk.

Indorama menghasilkan polypropylene, polyethylene, PET resin, poliested sampai sarung tangan medis. Saat ini pabrik Indorama dapat dengan mudah ditemui di berbagai kota, terutama di Provinsi Jakarta. Bekerja sebagai induk, Indorama membawahi perusahaan lain dalam naungan satu group.

Perusahaan PT. Indorama Synthetic merupakan perusahaan pengolah petrokimia. Lalu Indorama IPLIK, Indorama Shebin, dan ISIN Lanka, ketiganya menghasilkan benang pital. Perusahaan yang membuat sarung tangan medis dibawahi oleh Medisa Technologies.

Sejak 1995, Prakash melalui Indorama, juga mulai melirik pasar real estate. Itu dibawah naungan Indorama Real Estate, yang cukup berhasil mendapatkan beberapa penghargaan. Di tahun 2006 -an, Prakash berintegrasi dengan olefin plan di Afrika, mendirikan pabrik petrokimia terbasar di Afrika Barat dan terbesar kedua di Afrika.

Tahun 2009, Lohia bersaudara mengembangkan Indorama Synthetics, yang menjadi perusahaan synthetic terbesar di dunia. Indorama Ventures dibentuk dengan penggabungan aset. Di tahun yang sama, Indorama Ventures memutuskan untuk melakukan go public di Bangkok Stock Exchange.

Pada 2008, Indorama Corp membangun investasi ke negara lain, melalui Indorama Venture PCL, yang menjadi perusahaan polyester terbesar di dunia. Prakash dan istrinya, Seema, yang memiliki dua anak Amit dan Shruti.

Anak laki- lakinya, Amit berhasil menjadi magna cum laude dari University of Pennsylvania’s Wharton School of Business. Dia menjadi Menejer Direktur Indorama Corporation and direktur perusahaan lainnya. Putrinya, Shruti Hora, lulus dari Babson Collage dan sekarang tinggal di Singapura.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba