Kisah Tukang Cupang Kaya Berkat Botol Bekas

Profil Pengusaha Sukses Yono


 
Yono bukanlah pemulung botol. Cuma dia hobi mengumpulkan puluhan botol bekas. Buat apalagi ya kalau bukan buat dibisniskan. Bisnis pria empat puluh lima tahun ini terbilang unik. Dia tidak menjual. Tidak pula dijadikan kerajinan. Dia menyulap botol seperti aquarium buat budidaya ikan.

Pengusaha kecil ini berbisnis botol bekas dijadikan tempat budidaya. Usaha kecil yang diam- diam mampu menghasilkan puluhan juta. Jika kamu berkunjung ke rumah Yono, kamu akan melihat puluhan botol tersusun rapih berjajar berisi ikan hias cantik warna- warni.

Tidak cuma puluhan bahkan Yono kini punya ratusan. Bisnis yang ditekuninya sejak 5 tahun terakhir. Yaitu apalagi kalau bukan budidaya ikan cupang atau Betta Splendens. Budidaya cupang memang sudah dikenal luas tidak membutuhkan ruang luas. Dapat dilakukan memanfaatkan botol bekas orang.

Ia menceritakan kalau indukan betina dan jantan siap. Mereka akan dimasukan ke media lebih luas. Ingatlah mereka harus berumur 4 bulanan. Siap menikah kedua ikan tersebut akan jadi sendiri. Selesai, dalam kurang dari 2 bulan sudah menghasilkan telur. Pakan pakai ulat sutra pagi dan sora hari, gampang kan?

Hasil membudidaya ikan cupa Yono tersebar. Kebanyakan dijual di daerah Banjarnegara. Tetapi tidak juga sampai disana, Yono sudah mengirim sampai ke Sumatra, Surabaya, dan Jakarta. Sekali panen dia mampu menghasilkan 1.000 ekor. Ikan cupang dijualnya persatuan seharga Rp.5.000 sampai Rp.70 ribu.

Berkat ekspansi luas memasarkan ikan. Yono dikenal mampu menghasilkan omzet mencapai puluhan juta rupiah. Ini tentu sangat menginspirasi kita bukan. Dari cuma ikan cupang bermodal botol bekas mampu hasil jutaan rupiah. Sementara orang bekerja siang dan malam belum tentu berhasil.

Guna ikan cupang selain buat ikan hias, dapat membasmi jentik- jentik nyamuk, apakah kamu tertarik buat membudidaya ikan cupang?

Menjual Bandeng Cabut Duri Untung Muslim Semarang

Profil Pengusaha Sukses Muslim 



Tidak mudah bagi Muslim memulai usaha. Namun tekat menjadi pengusaha menghantarkan sosoknya seperti sekarang. Dia dikenal sebagai pengusaha bandeng cabut duri. Bukan perkara mudah sekali lagi, dia pernah bekerja menjadi kuli panggul, cleaning service, menjajal jualan bakso, kemudian bisnis pengiriman paket.

Semua dilakoni Muslim guna memenuhi kebutuhan keluarga. Selain, memenuhi hasratnya menjadi pengusaha sukses, siapa sangka setelah tiga tahun barulah berasa sukses. Muslim mau bekerja apapun. Hingga dia mulai menggeluti bisnis bandeng. Inspirasi bisnis berkat ketrampilan yang ditularkan teman asal Rusun Kalegawe.

"Karena saya ingin belajar, saya sampai ikut juga mengantarkan pesanan (bandeng)," imbuhnya. Mulai lah dia belajar seluk beluk bandeng cabut duri. Selepas paham betul dia lantas mengajak beberapa teman membuka usaha ini.

Sayang tidak kecocokan membuat mereka bubar. Muslim memilih berbisnis bandeng cabut duri sendiri. Ia cuma berpikir usaha tersebut belum banyak di Semarang. Bermodal uang tiga jutaan ditambah tekat kuat jadi tenaga tambahan Muslim.

Bisnis nekat


Dia cuma berbekal peralatan seadanya buat cabut duri. Uang Rp.3 juta dibelikan 10 kilogram ikan bandeng. Lalu dia mencabut durinya lewat teknik khusus. Selesai ia lantas memasarkan produknya lewat acara arisan atau pertemuan warga. Lambat laun usaha dijalankan Muslim dikenal masyarakat.

Pembeli tidak cuma orang Semarang, hingga luar kota. Usaha tersebut memang masih baru lantaran berdiri pada 2013 silam. Meski begitu usaha ini jangan dipandang sebelah mata. Jika awal hanya mengolah 10kg sekarang dia mengolah 65kg bandeng cabut duri. Bandeng tersebut lantas dipasarkan ke Pasar Kaligawe, Semarang.

Muslim tidak memakai jasa pemasok. Kalau kamu mau menjadi penjual baiknya datang langsung. Jadi bisa memilih langsung bandeng berkualitas dan barapa banyak dibutuhkan. Proses produksi masih memanfaatkan rumah sendiri. Dia sendiri memilik target membuka pabrik bandeng cabut duri sendiri.

Ia membuka tempat lagi tepatnya di sebelah timur rumahnya. Dia dibantu empat orang karyawan. Tugas mereka berbeda- beda mulai membersihkan ikan, menyembelih ikan dan membersihkan kotoran, mencabut duri, sampai ke pengemasan di freezer.

Tips memilih bandeng ialah masih segar, tidak terlalu kenyal ataupun gembur, lalu mata ikan juga tidak merah. Jika dulu sendirian bekerja dari pagi menjelang sampai larut malam. Kini, dibantu karyawan, usahanya baru dimulai pukul 9 pagi, istrihat pukul dua belas, lalu dilanjutkan kembali pukul setengah satu sampai setengah lima.

Bagi Muslim apa dikerjannya dimasa lalu adalah kewajiban. Bagi kamu mau jadi pengusaha sukses harulah bekerja keras. Tidak mengenal kata libur. Adalah kewajiban memastikan permintaan pelanggan. Rajinlah berpromosi meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produk kita.

Usaha ini menang tender mengirim ke RSUP Dr. Karyadi, juga sudah masuk dua restoran di Semarang, dan masuk pasar tradisional. Ekspansi bisnis Mulsim termasuk nuget bandeng yang dipesan RSUP Dr. Karyadi baru- baru ini. Produk nuget karyanya mencapai 30- 35kg.

Meski sudah sukses masalah juga ada. Termasuk bagaimana mensinergi usaha, termasuk dengan pemerintah, kemudian startegi bisnis mendatang, bagaimana menata keuangan dan lainnya. Dia mengaku butuh seorang konsultas bisnis. Bandeng cabut duri diharapkan dia menjadi oleh- oleh khas selain bandeng presto.


Usaha dilakoni Muslim bukan tanpa hambatan. Namun dukungan istri terutama, Bu Fikri, membuat ayah dua anak ini tetap maju. Ketika ditemui mahasiswa magang sang istri tengah membantu. Waktu itu dia tengah jadi pengganti pegawai yang sedang pulang kampung. Pengusaha 32 tahun ini merupakan warga Tambakaji, Ngaliyan.

Muslim mengaku keluarga merupakan faktor utama. Awal usahanya untuk menghidupi keluarga. Mulai dari menyekolahkan anak dan hidup tenang. Dengan dukungan keluarga usahanya tumbuh stabil. Meskipun telah sukses dia tetap sederhana.

Omzet Muslim mencapai Rp.50 juta per- bulan. Faktor sukses seorang Muslim adalah konsisten, terutama soal kualitas produk, termasuk bertanggung jawab jika terjadi masalah dipengiriman. Bahkan Muslim berani mengganti jika ada masalah. Merajakan pelanggan ialah cara Muslim memenangkan hati pelanggan.

Kendala lain yaitu dimana pada bulan sembilan dan delapan susah dapat ikan. Harga ikan juga naik di bulan tersebut.

"Teruslah belajar dan mencoba serata jangan takut gagal. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya" saran dari Muslim.

Pedagang Telur Bebek Slamet Kisah Kuli Naik Haji

Profil Pengusaha Slamet Daroini 


 
Ketika krisis moneter justru banyak orang kaya baru. Banyak pengusaha bangkit dari keterpurukan dan jadi lebih besar. Adapula pengusaha yang baru merintis ketika krisis menerap. Begitu pula sosok Slamet Daroini, siapa orang mengenal namanya dulu. Kini, dia dikenal sebagai salah satu pengusaha inspirasi kita semua.

Warga Ponggok Blitar bangkit ketika dalam himpitan. Krisis moneter makin membuat hidup keluarga Slamet terjepit. Bahkan mungkin hampir gepeng. Tahun 1997, iseng Slamet mulai mengangon bebek, kemudian jadi bisnis lumayan menghasilkan. Awalnya dia cuma menjadikan ini usaha sampingan penyambung hidup.

Beternak bebek dimulai dengan 178 ekor bebek. Kandang tepat dibelakang rumah milik Slamet. Sederhana sekali memang usaha dijalankan dia waktu itu. Pria yang juga berprofesi kuli angkut tebu ini sekarang sudah jadi pengusaha telur bebek.

Bisnis bebek


Kenapa memilih bebek ada strategi tersendiri. Ia ungkapkan masalah kandang gampang. Dikategorikan yang paling murah dibanding unggas lain. Tambahan lain bebek tidak mudah terserang penyakit. Untuk bebeknya dia menernakan bebek jantan jenis peking dan betinya dari bebek jenis lokal.

Waktu itu dia bercerita harga telur bebek relatif murah. Ketika masuk 1998, kriris moneter melanda, dan jadi telur bebek naik drastis. Kalau sebelumnya hanya Rp.250 per- butir menjadi Rp.600 per- butir. Untunglah dia mampu mengimbangi produktifitas bebeknya.

Semakin produktif pundi- pundi uang dihasilkan makin menjanjikan. Peluang bisnis bebek bagi Slamet masih terbuka lebar. Coba mencari keberuntungan lain, Slamet mencoba jadi pengepul telur bebek dari beberapa peternak lain di kampung halaman.

Slamet juga orangnya nekat meminjam bank. Beda dengan teman sesama peternak bebek. Dia nekat pinjam uang ke bank untuk meningkatkan jumlah kandang bebek serta pakan. Pertama kali seumur hidup dia pinjam uang sampai Rp.15 juta. Karena sudah kejadian Slamet makin bekerja keras untuk membayar hutang.

Dia harus sukses. Karena kepepet membuat dia semakin giat kerja. Hutang yang seharusnya menjadi beban malah membawa keuntungan. Bisnis dijalankan Slamet berjalanan lancar. Bahkan Slamet dapat mengangon bebek sampai 3000 ekor bebek.

Dari nol

Jika melihat kebelakang dia bersyukur. Walau begitu dia sempat dianggap gila. Lantaran dia memilih keluar dari pekerjaanya di PTPN XXI. Dia lantas membeli itik buat dibawa ke kampung halaman. Waktu bekerja dulu dia bekerja musiman. Bekerja waktu itu ketika ada musim gilingan, jadi sambil menggiling dia berusaha.

Selepas cukup mapan barulah dia keluar total. Tahun 1999/2000 -an, dia resmi mengundurkan diri melalui surat pengunduran diri. Tahun 1997/1998, dia fokus beternak di kampung halaman, Kebonduren, Ponggo, Blitar, dimana banyak tetangga gagal beternak bebek maupun ayam.

Nah, dia melihat peluang, kenapa ternak tetangga tidak dikembangkan. Ia mulai membeli bebek tetangga dengan cara berhutang bank. Lambat laun usahanya cepat berkembang berkat ketekunan. Ia mengkisahkan bagaimana tetangga menjual bebek dan ayam murah meriah, dan Slamet lah penampung utama mereka.

Berbekal hutang tersebut diambil alih bebek mereka. "Saya beli dengan uang tunai," ujar Slamet. Dia ambil hutang jangka panjang sampai 4- 5 bulan. Disela waktu sambil memutar otak bagaimana melipat gandakan. Bak pengusaha mapan dia mengambil alih 186 ekor bebek. Kemudian ditempatkan tanah lapang belakang rumah.

Karena krisis harga mahal termasuk pakan. Dengan sekuat tenaga dia mencoba mengakali biaya pakan. Dia cuma berharap bebeknya berkembang dan harga membaik. Bermodal ampas ketela olahan gambyong bisnis Slamet bertahan. Tidak membeli dedak atau kaspe, dia memilih sisa gambyong sebagai makanan bebek.

Tidak mudah baginya menjalankan bisnis di kala kriris moneter. Beruntunga ketakutan Slamet tentang bebek akan mati tidak terbukti. Meski diberi makan makanan tak bergizi. Nyatanya bebek- bebek Slamet tetap bisa berkembang. "Memang enggak ada gizinya. Bebek pun seperti akan jatuh," kenang Slamet.

Beruntung dua bulan berselang harga telu naik. Akhirnya dia mampu memutar uang kembali, kemudian dibeli pakan bebek lebih bergizi. Selama dua bulan tersebut dia mencatat hasil 600- 700 butir telur. Masuk tahun 1997, harga telur mentah mencapai Rp.155 per- butir, disisi lain harga pakan dari Rp.187 turun menjadi Rp.48,5kg.

"Alhamdulillah saya bisa bayar hutang sekitar 2 bulannya," imbuhnya. Bahkan dalam 4- 5 bulan Slamet sudah bisa membayar hutang membeli bebek tetangga.

Meski gila ternyata dia mendapatkan dukungan keluarga. Mungkin karena bekerja menjadi kuli tebu bersifat musiman. Dan terbukti meski sedikit menghasilkan mampu memberi makan. Hasilnya ternyata membuat istri Slamet bangga. Dia mampu menghidupi istri dan ketiga anaknya.

Sudah sukses membayar hutang dan untung semakin banyak. Slamet tidak tinggi hati. Malah dia semakin giat mencari tau tentang bebek. Fokusnya bagaimana mengembangkan usaha ternak bebek petelur. Dia belajar teman serta link bisnis. Maksudnya agar telur naik tetap dibeli banyak, ketika turun Slamet beri harga turun; tetap stabil.

Kepercayaan bagi Slamet adalah mahal. Kepercayaan akan teman kerja serta konsumen terus dijaga. Soal bisnis memang tidak melulu soal pendidikan. Kepercayaan menjadi andalan Slamet sukses meniti dari nol. Ia semakin aktif bahkan ikut memberi penyuluhan tingkat desa Dinas Peternakan Kabupaten Blitar.

Ia menghasilkan ribuan bebek dan telur. Penjualan telur Slamet tidak lagi memakai motor. Tetapi seminggu dia bisa mengirim telur sampai empat truk ke Jakarta dan Banjarmasin. Satu truk menurutnya berisi 90.720 butir. Berhasil membuat Slamet dikenal sebagai juragan telur bebek. Dia membuka lapangan pekerjaan buat yang lain.

Dia dibantu 12 orang pekerja. Sudah memiliki alat mixer buat membuat pakan sendiri. Maksudnya agar bisa menekan biaya pengeluaran. Dia dapat mesin dari pemerintah setempat. Usaha bebek bersama tersebut dia lantas beri nama Nova Bersaudara. Bahan pakan bebek campuran katul, kebi, kremis dan karak atau aking.

Pakan didapatkan dari Kabupaten Pati, Brebes, dan Mojosari. Biaya pakan perhari mencapai Rp.50 ribu. Ia menyebutkan 50 ribu buat seratus ekor, maka tinggal kalikan saja. Sehari buat 3000 ekor Nova Bersaudara membutuhkan uang Rp.1,5 juta per- hari.

Sehari dia mampu memproduksi 1.800 telur. Tidak cukup memenuhi pesanan, Slamet akan meminta dari peternak lain. Untuk seminggu UD Nova Bersaudara mampu mengirim empat kali pengiriman ke Jakarta dan Banjarmasin. Desan tempatnya sendiri terdapat 117 peternak. Dia membeli telur Rp.1.050 per- butir dari mereka.

Berkat ketekunan omzet dicapai Slamet sampai puluhan juta. Spesifiknya UD Nova Bersaudara beromzet sampai Rp.50 juta. Dia mempekerjakan 12 pegawai berupah antara Rp.700 ribu sampai Rp.900 ribuan. Ia memiliki komposisi pakan katul dan kebi masing 400 kilogram, kremis dan karak masing 200 kilograman.


Dia dulu bekerja sendiri sekarang sudah punya pegawai. Juga memilik rekan kerja sesama peternak bebek di kampung. Pada hari minggu usaha Slamet akan libur. Berkat kegigihan kini namanya dikenal sebagai H. Slamet. Sosok ramah ini memang telah menjadi kebangganaan Pemkab Blitar.

Guru Menanam Jamur Tiram Asal Pekalongan

Profil Pengusaha Sukses Kasnawi 



Dia pernah bekerja menjadi pegawai usaha jamur. Sebuah usaha kecil- kecilan yang dilakukan tetangganya sebelah rumah. Lama kelamaan Kasnawi mulai jago soal merawat jamur tiram ini. Ujung- ujungnya pria asal Pekalongan, warga Dukuh Nolo, Desa Kalirejo, Kec. Talun, Kab. Pekalongan ini, memilih membuka usaha sejenis.

Kasnawai mengaku ternyata tidak semudah dibayangkan ketika bekerja. Walau sudah pengalaman berbisnis itu ternyata susah butuh keseriusan. Tidak sedikit kegagalan dilalui dia sampai menempati posisi sekarang. Ia telah dikenal sebagai salah satu pengusaha jamur ternama.

Keuletan dan pantang menyerah menjadi andalan pria 24 tahun ini. Berlanjut usaha budidaya jamur di rumah sendiri berkembang. Dimulai sejak tahun 2013, munurutnya dibutuhkan modal sekitaran Rp.3 jutaan. Awalan berusaha sudah termasuk menyediakan rak bambu. Untuk membangun ruangan seluas 2m x 5m di samping rumah.

Rak bambu tersebut digunakan untuk menempatkan baglog. Untuk awalan, ia menjelaskan, kamu siapkan baglog siap panen. Tinggal pelajari lebih dalam bagaimana memanen bibit sendiri. Lama- lama Kasnawai jadi lihai dalam hal membuat tempat menanam sendiri. "Pernah 700 baglog gagal semua. Sebab salah membuat media."

Sebenarnya mudah membuat media tanam sendiri. Namun dibutuhkan takaran tepat. Itulah kenapa diawal, ia sering mengalami kegagalan padahal bahan bakunya mudah. Dia sendiri sekarang mahir membuat sendiri itu baglog.

Bisnis jamur


Ketika akan menanam bibit, ingat buat mencuci tangan pakai alkohol atau spirtus. "...begitu juga stiknya," ia menjelaskan caranya. Lokasi harus kamu pastikan steril. Untuk bibit dia beli dari Purwokerto seharga Rp.9 ribu per- botolnya dan memakai 60 baglog. 

Perhatikan ketika warna putih pada baglog. Jika putih bersih maka berhasil atau jamur tumbuh sehat. Spora akan turun dalam tempo 40 hari selepas ditanam. Kemudian kamu menaruhnya ke ruang budidaya. Nanti ditunggu saja seminggu maka akan berbuah. "...dan seminggu kemudian siap dipanen," tutur dia.

Panen rata- rata mencapai 10kg. Tidak pasti 10kg loh. Biasanya antara 9- 12 kg juga bisa. Dia sendiri dapat bantuan dari istrinya, Rohyati, wanit 30 tahun yang telaten membantu memanen. Dia menyebutkan jumlah segitu masih kecil bahkan dibanding murid Kasnawi.

Perkilogram disebutkan dihargai Rp.9.000- Rp.10.000. Dalam sebulannya mereka mengantungi untung bisa mencapai Rp.2 juta- Rp.3 juta. Kasnawi bersyukur dan tidak jumowo (tinggi hati). Bersyukur hasilnya cukup buat menyekolahkan dan ngasih makan anak- istri.

Untuk kendala tidak ada kendalah berarti terangnya. Hanya kalau musim kemarau, dia harus rajin menyirami air ke tanah agar tetap lembab. Kalau sudah masuk musim penghujan sih tidak perlu. Soal perawatan cukup dilakukan empat bulan sekali. Tujuannya mengganti baglog yang tidak produktif lagi. Diganti baru buat ia tanami lagi.

"...kami ganti 800 baglog setiap 4 bulan," paparnya. Kalau baglognya sudah tidak terpakai dapat dijadikan bahan pupuk organik.

Masalah lainnya yakni pemasaran jamur. Awal sekali dia harus memasarkan sendiri. Kini, sudah banyak yang jadi pengepul. Orang dulu taunya semua jamur beracun. Kini orang sudah tau tidak semua. Dan beberapa jamur dapat dikonsumsi.

Mereka bersyukur mampu berkembang seperti sekarang. Namun masalah modal menjadi kendala keduanya berekspansi. Kalau mau menambahkan modal, Kasnawi siap bekerja keras lebih tetapi tidak modal dari bank. Alasan masih takut menjadi kendala dirinya mencoba bank. Pemkab sendiri pernah coba bantu tetapi kurang.

"Beberapa kali sudah ditawari bank, tapi saya tidak berani. Pemkab pernah bantu, tapi hanya alat untuk ngepres baglog. Tapi kalau dana belum pernah," tutupnya.


Seperti penulis ceritakan diatas, Kasnawi punya murid, tidak cuma satu tetapi banyak berkat sosial media. Ia senang berbagi kesuksesan. Tidak cuma berbisnis sendirian. Kasnawi rajin menyapa orang melalui Facebook miliknya. Para pembudidaya asal Doro, Petungpkriyono, dan Kandangserang belajar jamur dari Kasnawi disana.

Muri- muridnya lah yang bersama membuatkan akun. Akun Facebook berisi bagaiman kiat berbudidaya jamur. Tidak terbatas kalangan biasa, anak sekolahan juga, bahkan Sekolah Dasar pun aktif mencari tau budidaya jamur. Mereka calon pengusaha muda yang ingin memulai berbisnis budidaya jamur tiram.

"Siapa saja mau belajar saya terbuka," ia jelas.

Dua tahun sudah dia menjalani bisnis jamur. Soal pembuatan media tanam maka dia ahlinya. Bahan membuat baglog dia ajarkan kepada murid- muridnya: Serutan kayu sampai 3 kuintal, bekatul 15kg, kapur 2kg, dan pupuk TS 1kg. Itu dapat menjadi 800 baglog.

Namun tidak semudah itu membuat baglog sendiri langsung sukses. Ia kan pernah bercerita dulu gagal 700 baglog. Pernah gagal lagi nih gagal sampai 400 baglog. Hingga mampu membuat sampai 2.500 baglog berhasil dan panen setiap hari. Memang sterilnya media termasuk proses menanamnya mempengaruhi.

Maenan Burung Lovebird Eri Tak Lagi Manajer

Profil Pengusaha Eri Purwanto 


 
Tren burung lovebird berdampak kepada hidup seseorang. Seorang pria bernama Eri Purwanto tidak lagi menjabat manajer. Memang cukup booming terutama di Semarang. Burung jenis paruh bengkok yang punya warna menewarn. Harga memang terbilang relatif terjangkau tetapi mudah dijual.

Di Semarang sudah banyak orang mencoba menangkar. Tidak banyak mampu bertahan lama. Butuh lebih dari sekedar hobi burung untuk melakukan. Salah satunya yang bertaha, ya siapa lagi, kalau bukan Eri yang sempat ditentang sang istri.

Selain bertahan juga mampu mengembangkan kualitas. Padahal awalnya dia memulai dengan tempat yang sederhana. Suara kekehan burung lovebird terdengar cetar ketika kamu berkunjung ke rumahnya. Rumah Eri ada di perumahan Dempel Baru, Kec. Pedurungan, Semarang, sudah penuh dengan lovebird rapih dalam kandang.

Semua tersusun rapih di teras rumah menyambut para tamu. Lalu dipojokan rumah ada kandang khsusus besar buat penangkaran. Pria berkumis tipis ini memang tidak menyangka hasilnya menakjubkan. Padahal ia sendiri asing dengan dunia perburungan, apalagi lovebird. Hanya manajer perusahaan di sebuah perusahaan asing.

Namun menemukan potensi besar dibalik burung lovebird. Alkisah dia mendapatka ilham dari anak buahnya sendiri semasa menjadi pegawai. Ia heran kenapa anak buahnya tidak suka lembur. Setiap kali ditawari buat lembur malah gak mau. "Ternyata, dirumahnya punya peliharaan tiga pasang lovebird," tuturnya.

Dan sekali panen menghasilkan anakan. Sang anak buah menghasilkan 5- 6 tulur, dan bisa dihargai mencapai Rp.750 ribu sampai Rp.1 jutaan. Waktu itu lovebird belum sebooming sekarang masih jarang penangkar.

Akhir 2008 ia memutuskan buat menjajal potensi bisnis ini. Peruntungan buat menangkar burung lovebird buat dijadikan ladang bisnis. Bahkan Eri nekat keluar dari perusahaan tempatnya bekerja. Sempat mendapat tentangan dari sang istri, Siti Eka Winarni, tetapi dia tetap ngotot percaya diri mampu taklukan lovebird.

Gigih meyakinkan istri bahwa lovebird cukup menghidupi mereka. Dorongan harus sukseslah membuat Eri membeli sepasang lovebird lutino. Harga beli waktu itu sepasang sudah mencapai Rp.12 juta. Beruntung ia mendapatkan dukungan istri sekarang. "Kemudian beranak, anaknya saya jual, saya belikan indukan lagi."

Bisnis berkembang


Ayah empat anak ini mengaku sudah memiliki lebih dari 30 pasang indukan. Dimana jenisnya sudah banyak mulai lutino, batman, violet, albino, palamas, sampai blorok. Pasangan indukan tersebut menghasilkan anak sampai 20 anakan sekali panen.

Tempat pun sudah tidak mencukupi. Burung segitu banyaknya di rumah Eri masih kurang. Masih ada lagi, ia menempatkan mereka di rumah sang mertua. Penghasilkan diakui sampai tiga kali lipat dibanding waktu ia bekerja dulu. Ia sendiri enggan menyebut berapa besaran uangnya.

Eri cukup menggunakan kandang kecil buat beternak. Usaha beternak lovebird nya dimulai dengan ukuran kandang 40x60. Soal perjodohan dibutuhkan kandang khusus karena sistemnya koloni. Maksudnya tidak bisa cuma satu- satu tetapi biarkan si burung sendiri memilih.

Untuk pemasaran sudah sampai luar Semarang, seperti Bekasi bahkan sampai ke Kalimantan. "Kalau di Kalimantan harga palamas masih tinggi," ungkap Eri.

Agar bisnis tetap berjalan kualitas tetap nomor satu. Meski bisnis penangkaran, setiap burung merupakan satu keturunan juaran berkualitas tinggi. Tidak salah jika hasilnya menuruni watak induknya. Harga menjadi relatif stabil. Karena lovebird booming, berarti harga jadi murah, makanya tidak bisa sembarangan.

"Saya hanya maen di trah khusus kekekan karena harganya masih mahal," utasnya.

Berkat kegigihan dan rasa percaya diri membuatnya dikenal. Pria yang mendapatkan julukan master lovebird asal Semarang. Namun perjuangan tidak semudah kami tuliskan disini. Utamanya menghadapi masalah yang ia sebut 3 M. "Tiga M, yaitu maling, mati, mabur (terbang)," Eri menerangkan.

Sebagai orang sukses berbisnis lovebird. Ia sering menjadi rujukan buat memulai. Terutamanya di sekitaran Semarang dan beberapa daerah sekitar. Menjadi rujukan bagaimana menghasilkan lovebird juara. Menurut Eri semuanya biasa mulai makanan, kandang bersih, serta memakai vitamin biasa.

Sewa Mobil Lamborghini Jakarta Bandung Karena Hutang

Profil Pengusaha Aldi Febian Mahabian 



Punya hutang karena memilih menjadi pengusaha. Itu sudah menjadi resiko dan dirasakan sendiri Aldi Febian Mahabian. Tetapi sekali pengusaha bangkit akan sukses melebihi sebelumnya. Kisahnya bermula dari bisnis kuliner gagal. Kegagalan tersebut membuat Aldi berhenti kuliah buat membayar hutang.

Melunasi hutang karena salah perhitungan. Ia menceritakan dirinya nekat berhutang kepada teman. Senilai bunga 5% per- bulan. Dengan penuh percaya diri, Aldi berbisnis kuliner yang dianggapnya mudah. Akan tetapi aneka bisnis kuliner dalam waktu enam bulan tersebut gagal total.

Aldi berjualan aneka kuliner dalam enam bulanan. "...hanya bertahan enam bulan. Bangkrut," kisahnya. Pria drop out Universitas Telkom ini, kejepit oleh keadaan dan membawa ide bisnis baru. Untuk bertahan hidup sementara ia bekerja serabutan sopir mobil sewaan sejak 2011.

Bisnis sewa


Anak muda ini mulai bergeriliya menyebarkan usahanya. Usaha menyopiri mobil sewaan melalui berbagai situs jejaring sosial internet. Target ingin dicapai Aldi adalah mereka disekitaran usahanya di Bandung. "Tidak pakai modal. Hanya lewat Twitter. Jasa sewa driver yang good looking," utasnya.

Ide bisnis diatas lantara mendengar cerita. Keluhan seorang masyarakat ketika menyewa mobil sewaan. Dari keluhan tentang layanan, keadaan mobil, termasuk penampilan si sopir. Penekanan keinginan masyarakat ia tangkap ialah kurang komunikasi dan sopir berdandan kurang rapi.

Agar lebih mendongkrak, Aldi menekankan dirinya menjadi pakar akan Kota Bandung. Sebagai salah satu destinasi wisata menawarkan layanan berkeliling kota. Wawasan sebagai anak muda membantu banyak soal menjadi sopir sewaan tersebut. Pilihan bisnis ini tepat, berkembang dari satu orang, sekarang menjadi jasa rental.

Penyewaan mobil gaul warga Bandung. Ia mengajak teman yang punya mobil. Sistem bagi hasil diterapkan ia dengan seadilnya. Jumlah sopir bertambah lewat memberdayakan mahasiswa. Klien usaha Aldi semakin luas saja semakin berkembang.

Pria asli Cirebon ini bermula dari bisnsi tur keliling kota. Semakin lama usahanya berkembang melayani tur jarak jauh. Fokus bisnis sewa mobil Aldi juga menyebar ke berbagai acara unik. Mulai mengantarkan ke acara pernikahan, wisudaan, ataupun mempromosikan perusahaan. Atau juga butuh teman ngobrol siap ia layani.

Ataupun meningkatkan daya jual bersosial. Lantaran sopir dipekerjakan Aldi benar- benar spesial. Bahkan layak deh dibawa mahasiswi buat mendampingi wisuda mereka. Tidak mau tanggung, Aldi telah siap dalam berekspansi. Termasuk me tur keliling premium bermobil kece Toyota Lamborghini atau Alphard, siap.

Layanan kelas atas ini biasanya diminta perusahaan. Banyak alasan orang memesan layanan kelas atas Aldi, mulai dari kegiatan promosi ataupun juga acara pernikahan. Target ekspansi pun sudah digadangnya yakni di Bali dan Jakarta. Selain itu, permintaan dari Malaysia dan Singapura telah rutin lewat email, meminta layanan tour guide.

Banyak pesanan berkat internet termasuk dari Malaysia. "Jadi, akan ada dua anak usaha kami tahun depan," imbuhnya. Kini dia telah memiliki delapan pengemudi dan masih memikirkan ekspansi. Sebagai pionir dirinya cukup percaya diri belum ada pesaing berarti. Namun persaingan ketatat mendatang tidak dapat dipungkiri lagi.

Dendeng Ikan Rinuak Minang Bermodal Seratus Ribu

Profil Pengusaha  Fatma Dewi




Usaha murah dengan modal cuma seratus ribu. Inilah kisah Fatma Dewi menyulap selembaran Rp.100 ribu jadi jutaan rupiah. Sukses Dewi berkat kuliner dendeng buatan rumah. Ia menyebutkan rahasia sukses ialah kepercayaan konsumen akan produknya. Modal cuma ratusan ribu tidak masalah asal berkualitas mewah.

Rahasia sukses berupa prinsip sederhana. Kepercayaan yang dijaganya sampai sekarang dikenal masyarakat luas. Untung uang dirasanya datang karena ia membangun kepercayaan konsumen. "Biarlah rugi, asalkan kepercayaan orang bisa terjaga," terang Dewi.

Wanita berjilbab asal Lubuk Basung, Sumatra Barat, memang suka ikan rinuak. Ikan khas Minang ini suka diolah menjadi aneka masakan. Maka Dewi tinggal merubah selera asal menjadi memasyarakat, dan mudah dicerna. Lantas Dendeng Rinuak lahir ditangan wanita ini berkat kreatifitas.

Memang kuliner baru karena dia lah pelopor makanan ini. Ikan rinuak memang sudah dikenal seperti halnya ikan teri. Ikan berukuran kecil, biasanya diolah digoreng menjadi balado ataupun pepes, tetapi baru untuk didendeng.

Semua dimulai tahun 2004 silam ketika datang ke Maninjau. Ia menemuukan kembali rinuak semasa kecil. Ini bukanlah barang baru baginya karena sejak kecil. Sejak kecil dia hobi mengkonsumsi rinuak karena ia berumah dekat danau. Sekarang setelah dewasa, Dewi menemukan potensi tersendiri, sebuah ide bisnis di benaknya.

Diogrengnya ikan ke esokan harinya ditambah beberapa bumbu. Kemudian dipipihkan layaknya dendeng daging. Dari spontanitas itulah terlahir masakan unik dan ide bisnis. Memang, ternyata rasanya gurih, enak, tidak kalah sama yang berbahan daging.

"Sebelumnya belum ada," ia imbuhkan.

Orang pasti mengira dendeng cuma daging. Tetapi dengan ikan ditumbuk kecil, dihancurkan, lantas diolah sedemikian dan dijadikan lembaran tipis jadilah dendeng. Inilah cikal bakal Dendeng Rinuak.

Ibu pembuat kue ini lantas banting stir berbisnis rinuak. Dendeng Rinuak dianggapnya memiliki cita rasa. Juga potensi menjadi bisnis. Sebelum dipasarkan luas, maka Dewi mencoba menjajakan ke teman- teman. Dia mengaku tidak sedikit tanggapan yang terkesan mengejek.

Dia tetap move on. Anggapnya karena belum terbiasa saja. Memang sebagian orang belum pernah dengar tentang ikan didendeng. Banyak orang menanggapi dendeng Dewi, "...itu makanana apaan." Seketika ketika Dewi mengatakan ini dendeng ikan. Pikiran mereka sudah berkonotasi pastilah rasanya tidak enak.

Untuk masalah ini diberinya taster mencicipi langsung. Dewi sendiri awalnya memang ragu. Namun dia selalu meyakinkan dirinya bahwa dia memberikan terbaik.

Keyakinan tersebut memberikan efek positif. Pujian terlontar ketika mereka merasakan Dendeng Rinuak. Pada ujungnya banyak pesanan berdatangan kepada Dewi. Usaha tersebut lantas dibawa ke ranah yang lebih serius. Dia membawa ke toko- toko Padang dengan kemasan modern lebih menarik hati.

Bisnis serius


Mampu menggaet pembeli membeli Dendeng Rinuak. Tugas seorang Dewi bukanlah berhenti. Agar lebih bisa meyakinkan pembeli dibutuhkan bukti. Oleh karena itu ia mulai mengurus syarat administrasinya. Mulai dari PIRT atau pangan industri rumah tangga, ataupun lebel halal. Prosesnya diakui memakan waktu yang lama.

Tetapi bagi Dewi proses tersebut diatas dibutuhkan. Sembar menunggu, ia terus mengadakan pembenahan termasuk dalam hal kemasan. Kemasan 1 ons dihargai Rp.15.000, 1/4 kg dan 1,2 kg seharga kelipatan dari angka lima belas ribu. Kini produknya sudah tersedia di aneka toko oleh- oleh khas Padang dan Bukittinggi.

Baru- baru ini, menurut informasi Detik.com, penjualan Dendeng Rinuak sudah merambat menjalar sampai ke Pekanbaru, Riau, dibantu beberapa rekan menjadi agen. "Tadinya antar barang sendiri naik kendaraan umum. Sekarang sudah pakain kendaraan sendiri," Dewi mengenang.

Dewi menyulap ruma menjadi pabrik dendeng. Dibantu dua pegawai, usaha rumahan ini telah memproduksi sampai 15kg Dendeng Rinuak dalam sehari. Penjualan sudah menembus angka Rp.12 juta denga laba bersih sekitar Rp.5 juta.

Media promosi masih cenderung tradisional. Ia memanfaatkan marketing mulut ke mulut. Kedepannya tidak bisa dipungkiri ia menginginkan media sosial. Keinginan menjadi Dendeng Rinuak menjadi ikon oleh- oleh memang besar. Ia ingin masakannya menjadi oleh- oleh khas Tanah Minang.

Aneka masakan lain juga sudah dikembangkan. Mulai masakan aneka dendeng, peyek, teri goreng, serta abon. Produk abon sendiri masih difokusi sebagai andalan nanti. Tantangan bisnis diakuinya mulai sifat ikan yang musiman. Jika cuaca buruk cuma panen dua kali dalam setahun, alhasil produksi menurun sejalan itu.

Harga menjadi naik sampai Rp.30.000. Sebagai catatan rinuak tidak mampu bertahan lama. Jika membeli maka sehari tersebut harus langsung dimasak. "Paling lama satu hari harus disimpan." Pelatihan pegawai juga penting agar rasa tetap terjaga.

Sejarah Pengusaha Situs Dewasa Dunia

Profil Pengusaha Dibalik Situs Porno 



Sudah pernah mendengar MindGeek. Tidak, bagaimana kalau kamu mendengar nama PornHub. Yap inilah perusahaan dibalik situs porno populer tersebut. MindGeek sendiri memiliki PornHub. Sayangnya, mereka tidak memiliki dua situs porno nomor 1 dan 2 di dunia. Apalagi kalau bukan kamu tau lah XVideo dan juga XHamster.

Sejarah porno gratis


Kita tidak akan membahas mengenai isinya. Kita akan membahas sedikit terntang sejarang pornografi situs seperti YouTube. Berawal dari YouTube waktu itu, pada tahun 2005, muncul lah ide membuat satu situs yang mirip tetapi berisi konten dewasa.

Dimulai kurang lebihnya, pada musim panas 2006, muncul tiga situs porno sejenis: PornoTube, RedTube, dan YouPorn. Tetapi mereka bukanlah milik MindGeek. Mereka datang entah dari mana tetapi PornHub berbeda. Menurut informasi PornHub didirikan pemilik MindGeek -sekaligus pemilik studio film Brezzer.

Munculnya YouPorn (terutama) membuat gaduh studio film porno mapan. Konten yang diupload gratis telah sampai membuat pemilik Brezzer gerah. 

Bisnis situs porno gratisan ini menjual iklan dan terbukti menghasilkan jutaan dollar. Kegerahan studio ingin menjatuhkan situs porno terutama situs YouPorn. Termasuk Ouissam Youssef pemilik studio porno pertama berbasis internet ini. Disaat bersamaan Vivid menuntut YouPorn ke pengadilan dan Youssef memilih peluang lain.

Disaat bersamaan dia berteriak tentang anti- pembajakan. Disisi lain, bersama rekannya lain sesama pendiri Brazzer, Matt Keezer, mereka mendaftarkan atas nama domain PornHub untuk $2.750. Mereka diam- diam mencoba berbisnis di bisnis situs porno gratis. Sementara Youssef duduk santai menuntut anti- pembajakan.

PornHub berdiri dibelakang perusahaan InterHub, dibelakang sekali Brezzer. Bahkan kalau bisa dibilang ia, Ouissam, tidak memegang PornHub langsung bahkan Brazzer seolah anti kepada itu. Menelisik lebih jauh berdirinya Brazzer empat tahun kebelakang. Nama mereka tidak setenar Vivid Entertainment sang Rajanya Bokep.

Mereka merupakan ahli teknologi asal Montreal. Mereka hobi berdiskusi dewasa di bar. Youssef dan juga Stephane Manos yang memulai pornografi. Ide bisnis tersebut kemudian mengajak Kazzer, yang sama- sama alumni Concordia University. Untuk awalan, mereka bersama saudaranya Youssef membuat bisnis TGP dan MGP.

Isitilah ini dipakai buat situs gambar porno. Yang kemudian mereka beri nama antara lain Jugg World, Ass Listing, KeezMovie, dan XXXRated Chicks. Mereka lantas memilih fokus ke wanita dewasa buka lagi soal dada besar.

"Mereka terkajut, wow, pasar dada besar sangat besar," ujar Feras Antoon, CEO perusahaan sekarang. Lalu mereka menyadari pasaran wanita dewasa lebih menggairahkan. Maka dari itulah mereka mulai terkenal akan konten porno wanita dewasa aka MILF.

Mereka menghasilkan banyak uang. Hasilnya kelihatan sangat mudah membuat bisnis perusahaan tumbuh. Antoon bahkan menyebut mereka tumbuh super pesat. Mereka lantas membuat berbagai situs afiliasi porno dari Jugg Cash dan tentunya studio porno sendiri Brazzers.

Mereka merubah pornografi selamanya. Untuk memperkuat bisnis berbayar mereka Brazzers. Youssef serta teman bahkan menyewa produser dari Los Angles, dan Las Vegas. Brazzers dikenal sangat prefeksionis dalam hal pembuatan konten dewasa. Mereka juga dikenal yang memperkenalkan implan payudara kesini.

"Mereka tidak pernah berpikir akan tumbuh sangat besar," ujar Antoon, yang dikenal sebagai pendiri tetapi dibalik dia masih ada lagi. Siapa sangka akan sukses. Mereka lantas meluncurkan aneka situs lain seperti hal JugFuckers, DoctorAdventures, RacksAndBlacks dan lainnya. Sebagai tambahan maka Brazzer punya satu saudara.

Situs berbayar lainnya muncul, Mofos, fokus kepada wanita yang mau melakukan hubungan seks ekstrim. Ia menyebutkan mereka pekerja keras. Mulai dari tidur di kantor, bekerja di akhir pekan, kemudian akhirnya mampu beli rumah di pinggiran kota Montreal. Mereka semakin membesar butuh banyak lagi tenaga agar kuat.

Bisnis keluarga


Butuh lebih banyak tenaga orang. Mereka tidak perlu jauh mencari pengikut setia. Cukup keluarga, teman, tetangga, teman sekolah -para loyalis yang dapat belajar seiring waktu. Sebut saja Antoon yang ternyata kakak ipar Manos.

Setiap tahun perusahaan tumbuh dua kali lipat. Dari 80 orang pegawai di 2007, 150 di 2008, dan 250 orang di 2009, bahkan menurut Wikipedia jumlahnya sekarang 1.000+. Youssef pemimpin dikenal sebagai sosok visioner berbisnis apapun. Manos seorang penjual dan motivator. Keezar ahlinya dalam hal search- engine optimization.

"Dia masternya," tutur Antoon. Contoh bukti kehebatan mereka dalam hal SEO terlihat nyata. Untuk kata kunci sex dan porno mereka jagoan. Meski tidak nomor satu, dalam situs Google, mereka mampu bertahan sampai puluhan tahun posisi 2 atau 3.

Mereka berbisnis menghasilkan banwitch paling tinggi. Bahkan melebihi Twitter, Facebook, atau Amazon. Lucunya meski berbisnis dengan nama MindGeek. Mereka menyebutkan sebagai pioner masa depan dalam hal pengunjung. Mereka sama sekali tidak menjelaskan darimana datangnya pengunjung sebegitu banyaknya.

MindGeek menyebut diri sebagai perusahaan periklanan maupun SEO. MindGeek adalah provider porno global. Atau secara kasarnya mereka raja bokep internet. Bahkan disebutkan mereka memonopoli komditi porno. Bahkan mereka mampu menempatkan industri studio porno dalam kontrol konten mereka tidak lain.

Mereka melakukan pembajakan tetapi "dilegalkan". Bahkan sudah menjadi tabu buat membahas MindGeek sebagai monopoli konten porno. Seolah akan ada masalah jika kamu membahas mereka. Mulai dari situs lain selain PornHub, mereka sudah mempunyai RedTube, YouPorn, yang menghasilkan iklan miliaran dollar.

Kembali ke Desember 2007, ketika Vivid menuntut PornoTube. Rumor tentang kepemilikan Brazzers akan situs PornHube berkembang. "Kedok" mereka tidak lagi serahasia kamu bayangkan. Tetapi masih tabu jika membahas mereka disini. Ketika mengkoneksikan nama domain dan nama perusahaan tercantum munculah.

Kecurigaan bahwa Brazzer merupakan bagian dari aneka tube tersebut. Dengan percaya diri mereka tidak mau menerima itu. "Itu akan 100 persen bertolak belakang dengan inti bisnis utama kami (studio porno.red)," tuturnya.

Mereka telah berhasil mengurangi pengunjung situs porno berbayar lain sampai 50%. Disisi lain, mereka juga menjaga serta membuat aneka akuisisi bisnis sejenis. Bisnis lendir mulai dari gratisan dan berbayar dimiliki oleh MindGeek menjadi monopoli. Banyak perusahaan studio porno merasakan betul adanya monopoli ini.

Tidak mau kalah, bahkan Brazzers memanjakan kita lewat situs porno gratisan lain. Sebut saja nama Tube8, ExtremeTube, menambah kekacauan. "Kami menyebut mereka kesatria keyboard," ujar Antoon.

Bisnis porno terbesar


Mereka memiliki banyak situs porno dan delapannya masuk 10 besar (bersaing ketatnya dengan Xhamster dan Xvideo). Meski perusahaan memberikan layanan pelaporan. Dimana studio porno bisa melaporkan pengupload yang mengupload film ilegal, faktanya tidak semua perusahaan memiliki waktu buat mensortir itu.

Bayangkan dalam sehari upload video porno mampu menembus jutaan. Efeknya penjualan DVD porno telah turun 50%, produksi film turun 75%, puncaknya pada 2008 dimana pembajakan besar- besarnya terjadi oleh situs tube ataupun torrent, dan tambah banyaknya porno buatan sendiri atau porno sendiri.

Efeknya banyak artis porno menjadi prostitut. Mereka nyambi menjadi panggilan sementara produksi film jadi terhenti tidak tumbuh.

Jatuhnya studio porno membuat MindGeek menjadi produser. Mereka membeli banyak studio dengan harga miring contohnya DigitalPlayground di 2012. Bersama nama besar Hustler, Vivid, maka nama MindGeek menjadi pemain juga di porno tradisional. Tetapi tidak sehat buat ekosistem bisnis porno itu sendiri jadinya.

Bayangkan produser membuat film buat diupload gratis. Meski dari perusahaan sama tapi sakitnya tuh disini. Produser mengeluh ini layaknya jebakan vampir saling menghisap darah. Produser nanti diupah kecil dibajak sementara MindGeek menghasilkan besar. Pemain bokep tidak mempunya pilihan lain kecuali bekerja untuk MindGeek.

Masa lalu MindGeek sendiri penuh intrik layaknya cara bisnis mereka. Dulu, di 2009, perusahaan masih dibawah Manos dan Youssef, dan Secret Service (polisi Amerika.red) menangkap akun bank MindGeek sneilai $6,4. Akibatnya asetnya dijual ke investor asal Jerman, Fabian Thylam, dimana namanya menjadi Manwin.

Kemudian di April 2011, Manwin mendapatkan utangan rahasia dari Wall Street Colbeck Capital, senilai $362. Dengan berbiaya hutang perusahaan mulai ekspansi besar- besaran dengan akusisi situs tube lain. Mereka juga mulai memproduseri film porno mandiri. Thylman menafaatkan bebas pajaknya Belgium atas Jerman.

Ia mendapatkan banyak keuntungan untuk memutar modal. Akhir 2013, ia membawa kembali nama Ferras Antoon dan David Tassilio, pemain lama yang kini bekerja di pusatnya Montreal. Apakah MindGeek dapat dihentikan? Hampir mustahil, kecuali menyangkut porno anak, dan mereka sadar akan tidak masuk kesana.

"Itu bisa menyeret semua pamain industri porno jika terjadi (MindGeek jatuh)," tutur blogger Lux Alptraum.

Seorang Manajer Mengundurkan Diri Karena Konro

Profil Pengusaha M. Ikhsan Ingratubun 



Di umur 46 tahun sudah menjabat manajer. Namun M. Ikhsan Ingratubun memutuskan berbisnis kuliner khas Makassar. Rasa cinta akan cita rasa kuliner menjadikan bisnis. Ditambah kemampuan teruji manajerial maka tidak salah kalau bisnisnya bukan kuliner biasa. Usaha dijalankan Ikhsan adalah Raja Konro Daeng Naba.

Berawal dari hobi memasak lantas menjadi usaha beromzet puluhan juta. Sepulang kerja, daripada tidak ada kerjaan, sesampai di rumah langsung ke dapur memasak. Mantan senior manajer  PT. Bakrie Telecom Tbk ini sudah memulai karir sejak 1996, malah memilih keluar.

Nama kedai didapat berasal dari nama kecil. Nama panggilan sejak kecil Ikhsan yaitu Daeng Naba. Nama tersebut memiliki makna orang mudah akrab dan ramah ke siapapun.

Membuka kedai cukup buka lapak di pinggir jalan. Waktu itu, Ikhsan menumpang lahan sebuah bengkel di Makassar, ketika sore tiba dan bengkel tutup maka bukalah kedai miliknya. Sebagai awalan malah tidak dia jual langsung konronya loh, tetapi menjual seafood.

Bisnis konro


Agaknya didorong insting serta kegemaran akan kuliner lokal. Ikhsan memilih fokus berbisnis konro. Jadilah nama Raja Kontro tersemat di kedai Daeng Naba. Ia terinspirasi sosok ibu yang hobi memasak. Khususnya buat menyuguhkan kerabat atau kolega yang datang bertamu ke rumah.

Alhasil dia menjadi anak yang akrab dengan pasar. Bahkan dengan senang hati, Ikhsan kecil senang kalau dia sudah disuruh ibu membeli bahan masakan. Ujungnya ya sosok pria berkacamata ini malah terbiasa untuk memasak di dapur. Sudah terbiasa mengenal aneka bumbu berkat ibu ahli memasak ini.

Berbekal itulah keberuntungan menghinggapi. Ia merasa hati sudah dekat dengan kuliner. "Saya merasa selalu diberkati Tuhan dalam usaha kuliner ini," ujarnya.

Sempat mengalami kegalauan mau berhenti kerja. Waktu itu soto konro miliknya menjadi sangat digemari. Begitu ramainya sampai dia kelupaan akan kerjaan. Keteteran, maka di tahun 2001, memutuskan buat lebih memilih menjalankan usaha kuliner. Padahal dia ditanggung jawabi jabatan mapan di Bakrie Telecom.

Keputusan tersebut pasti menimbulkan kontra. Apalagi dari pihak keluarga yang khawatir usaha dijalankan Ikhsan tidak mapan. Akan tetapi ia percaya akan konsisten berusaha. Memilih berbisnis maka dia sudah siap untuk konsisten dalam cita rasa, pelayanan, serta keramahan ke konsumen.

Jaminan pelanggan akan menerima makanan dalam waktu 10 menit. Bahkan Ikhsan memasang alat pengukur agar karyawan terukur soal penyajian. "Ini untuk semua menu, tidak boleh tidak," tambah Ikhsan.

Mimpi pengusaha


Mimpi menjadi pengusaha diam- diam sudah ada. Dan Ikhsan sudah mendapatkan tujuannya lewat berbisnis kuliner. Ia pengusaha kuliner Makassar. Bayangkan sekarang menurut Kontan omzet dihasilkan Dang Naba sudah mencapai 2 miliar. Pantaslah dia begitu bersemangat memilih berbisnis kuliner bukan cuma bekerja.

Namanya mungkin kurang terdengar. Tetapi nama masakan kuliner kedai Raja Konro Daeng Naba pasti sudah tidak asing di telinga masyarakat Sulawesi Selatan. Apalagi semenjak berekspansi besar- besaran, Raja Konro Daeng Naba sudah menjajakan kaki di Jakarta.

Total 7 gerai tersebar di Ibu Kota dengan aneka varian konro. Menu andalan Ikhsan adalah konro atawa iga bakar. Memang usaha kuliner Ikhsan dikenal dengan aneka variasi konro, mulai konro cita rasa Thailand, lada hitam, konro saus pedas, konro peda korea, konro bakar original serta sop konro.

Varian menu termasuk masakan khas Makassar lain. Mulai dari masakan sop paleko, sop kaledo, mi titie, soto Makassar, serta aneka seafood. Menu semua disajikan dengan olahan bumbu khas Makassar. Dia pun bangga membranding usahanya menjadi satu- satunya yang menyajikan aneka konro berbagai varian rasa.

Diversifikasi masakan memang disengaja. Ikhsan memodifikasi masakan sedemikian rupa agar tidak jenuh di lidah. Ia memadukan kemampuan korporasi dan kewirausahaan. Ikhsan menegaskan meski sudah aneka varian tetap ke khasan Makassar tetap. "...mempertahankan ciri khas bumbu Makassar yang lezat," ujarnya.

Tidak cuma lidah masyarakat Sulawesi Selatan. Semua orang akan menyukai masakan konro buatan Ikhsan. Konro miliknya disukai semua orang Indonesia. Apalagi konro sekarang dikenal sebagai masakan nasional. Ia bangga karena sudah memulai usaha. Semakin banyak pulang orang berkunjung ke kedai Daeng Naba.

Juru masak pun merupakan tenaga profesional. Rasa bumbu pedas mersap sempurna sampai ke tulangnya. Ia juga menjamin daging olahan sangat empuk. Tidak perlu repot kamu memotong daging dengan pisau. Ia juga memastikan harga tidak bikin kantong bolong. Satunya dibandrol antara Rp.25.000- Rp.50.000 per- porsi.

Karena harganya terjangkau jangkauan pasar luas. Dari kalangan biasa sampai pejabat pemerintah menyukai masakan Ikhsan. Kalangan bawah atau atas menyukai masakan Ikhsan. Untuk penggemar konro yang suka bergadang tenang. Ikhsan menawarkan konsep bisnis 24 jam mau ramai ataupun sepi tetap buka melayani.

Hadapi MEA


Sukses konro dia sudah ancang berbisnis sampai MEA. Brand usahanya diperkuat agar siap menghadapi masyarakat ASEAN. Ya salah satunya lewat menambahkan menu terbaru seperti nasi ngebul. Nasi berisi daging asap, daun jeruk, disajikan dengan iga bakar atau ayam bakar.

Sarjanan ekonomi Universitas Kosgoro tahun 2007 tersebut memang hebat. Untuk ekspansi dia ingin resep spesial buat olahan Makassar lain seperti sop saudara dan sop pallu basa. Berinovasi bukan soal mengejar keuntungan tetapi bagaimana tetap memuaskan pelanggan. Untung didapat sejalan kita memberikan kualitas terbaik.

Ada cara bagaimana mengukur kesuksesan sebuah menu. Pegawai akan diberikan tugas khusus ketika orang pertama kali memesan menu baru. Mereka akan ditugasi khusus mengamati pembeli tersebut. Kalau kedua kali orang tersebut memesan masakan sama, berarti masakan cocok dengan lidah konsumen.

Karyawan Ikhsan sudah 200 orang. Dia sendiri turun tangan memberikan pelatihan. Ikhsan ingin agar dapat terjalin hubungan yang baik dengan karyawan. "Ini membuat karyawan menjadi loyal," Ikhsan menjelaskan. Ia meyakinkan mereka bahwa kunci sukses usaha kuliner adalah keramahan.

Tidak cuma datang dan makan mereka harus dilayani. Kermahan karyawan restoran menjadi titik pangkal perhatian Ikhsan.

Hak paten Raja Konro sudah siap. Menghadapai MEA memang dibutuhkan startegi. Masalah permodalan masih menjadi masalah klasik pengusaha. Tetapi Ikhsan optimis dengan pertumbuhan Raja Konro Daeng Naba. Suku bunga ringan masih diharapkan bahkan bagi pengusaha sekelas dia.

Optimisme akah ke khasan kuliner Indonesia bisa bertahan. Dia bahkan bertekat untuk meluaskan pasarnya sampai ke luar negeri. Konro sampai Amerika, siapa takut?

Cari Barang di Situs Sulit OXL Nya Filipina

Profil Pengusah RJ dan Arianne David 


 
Tahun 2006 mereka tengah menikmati liburan mereka di Tagtay, Filipina. Mereka lantas berbincang tentang bisnis website. RJ David seorang teknisi mekanik. Ia hanya developer website dan seorang freenlancer bisa otodidak. Sementara itu pacarnya Arianne delos Reyes bekerja di UCPB departemen teknologi, belajar ilmu komputer.

RJ tengah menangani klien asal Korea. Tujuan RJ adalah menciptakan banyak website untuk tujuan komersil. Ia menemukan lewat trafik, makin banyak pengunjung datang, mereka bisa menawarkan iklan. Dimana pihak klien yang memintakan dibuatkan website menjual iklan ke luaran sana.

Ternyata banyak orang butuh mengiklankan di internet. Sejak paham akan hal itu, RJ memutuskan mencoba menciptakan lompatan bisnis. Dalam perjalanan membuat website buat sendiri RJ dan Arianne didukung oleh keluarga soal apapun. Sampai mereka benar mampu hidup mandiri dan menghasilkan uang karena resign.

Untuk awalan mereka akan menjual iklan gratis. Memberikan tempat buat kamu menjual produk lama kamu. Orang bisa jual atau membeli barang apapun. Orang pun dapat mengklasifikasikan produk berdasarkan apa kategori disiapkan, dari aksesoris, furnitur, pakaian bahkan rumah ataupun mobil bisa.

Namanya "Sulit" memberikan makna worth it atau berharga -diambil dari bahasa Filipina sulit na sulit. Lantas namanya ditaruh di website bernama Sulit.com.ph. Mereka secara terbuka bersaing dengan Ebay, Buy&Sell, 88DB, dan Auction.ph. Berkat pengalaman ditambah keberuntungan Google membuat RJ menemukan titik.

Bisnis online


Waktu tepat ditambah pemilihan kata hebat. Ditambah lagi keahlian RJ dalam hal SEO membuat situsnya gampang ditemukan mbah Google. Uang modal untuk domain sebesar Rp.600 ribuan dan hosting senilai kalau dirupiahkan Rp.170 ribuan untuk sewa selama enam bulanan, atau totalnya sampai Rp.800 ribuan.

Dimana mereka, RJ dan Arianne, sepakat bekerja bersama di kamar RJ. Total RJ serta pacarnya dapatkan makan gratis, listrik gratis, sampai mereka benar- benar menghasilkan. Untuk pertama- tama soal marketing RJ membuat software. Tujuannya menangkap alamat email dari situs lain buat dikirimi email viral.

Dia mendapatkan 100.000 email lantas mengirim ajakan. Ajakan bagaimana jika mereka mengecek website buatan mereka. Dari jumlah email tersebut, hanya 22 orang mendaftar, dan 50 orang lagi disetiap email yang terkirim. Lantas dibuatlah program Nokia 3210 dimana menangkap nomor hp ketika menscan iklan disana.

Waktu itu tidak ada smartphone, jadi tidak salah jika dia mendapatkan banyak pengunjung dan banyak orang terheran- heran.

Iklannya gratis cuma terbatas 65.000 karakter dimana pesain miliki 160 karakter. Bulan pertama berlalu, ia mendapatkan iklan pihak ketiga senilai $5, kemudian naik $25 dan seterusnya sampai $125. Bulan ketiga sampai melonjak trafiknya mencapai angka tidak terduga.

Bukan hanya bertahan akan kategori, mereka justru membuka kategori lain hingga mencapai 100 kategori. Kemudian kategori kemudian mencapai 300, tetapi hilang tinggal 200 -an. Pasalnya beberapa kategori bisa menyulut masalah seperti guns & ammo atau barang personal, dimana tidak ada lisensi atau keamanan yang terjamin.

Mereka bekerja sendiri. Dua orang ini mulai menjadi marketing, developer, menjadi programer bersama. Mereka pun menikah pada tahun 2008. Nama Sulit lantas menjadi Netpreneur Connection Enterprise.Inc, dimana memiliki 90 pegawai bekerja di gedung dua lantai di Ortigas.

Sulit.com.ph lantas mengadakan kerja sama dengan Myriad Investment Holding pada Agustus 2009.

RJ menjelaskan siapa pemakai situs mereka: Umur antara 18- 35 tahun, dimana 57% adalah pria sedangkan sisanya 43% adalah wanita. Kategori populer mulai mobil dan real estate. Dimana 85% merupakan warga Metro Manila, diikuti warga Cebu, Rizal, Bulacan, dan Davao.

RJ David menyebutkan Sulit.com.ph memiliki 2 juta member terdaftar, 2 juta pageview, dan memiliki jumlah pengunjung rata- rata 700.000 pengunjung unik. Pengunjung lewat mobile bertambah dimana waktu itu ia menyebutkan 1,8 juta pageview dan 112.000 pengunjung unik.

Bisnis miliaran

Setiap saat website milik mereka akan mencari saran. Feedback diminta agar mengetahui pola belanja dari warga Filipina. Mendaftar disini gratis, tetapi buat kamu yang mau iklannya lebih menonjol dan tampi setiap kali bisa membayar langganan. Melalui cara ini pula RJ mencoba mengelimansi penjual nakal memasang iklan palsu.

Sulit juga memberikan feedback kepada penjual. Dimaksudkan untuk mengindentifikasi dokumen penjualan agar lebih melegalkan.

Disini merupakan tempat terbaik menurut RJ bagi para pengusaha online. Bagaimana mereka menjual lebih banyak. Tujuan RJ melalui website nya adalah agar orang Filipina tidak menyimpan barang. Bagaimana jika menjualnya untuk membantu orang lain dan diri sendiri.

Ini termasuk membantu mereka merapikan rumah. Dengan menjual beberapa barang bisa menghemat tempat kan? "Item ini bisa dijual untuk menghasilkan uang buat keluarga," imbuh RJ.

Sekarang ini, perusahaan Sulit telah menjadi bagian dari OXL. Menjadi satu bagian perusahaan besar yang menyebar bahkan ke Indonesia. OXL fokus mengakuisisi atau memerger situs sejenis dan mengklasifikasi mereka menjadi satu brand. Merubah nama dari Sulit ke OXl menurutnya punya keuntungan juga kerugian.

Penginvastasi merupakan Naspers di tahun 2009. Perusahaan asal Afrika ini memang sudah minat di bidang internet. Salah satunya juga termasuk ikut masuk ke saham OXL tahun 2010. Untuk pertama kali RJ sempat berpikir akan menjadi brand global dengan Sulit. Ingin kayak Google ataupun Facebook, tetapi ia sadar sulit.

Menurutnya ketika nama Sulit sudah berarti beda di Indonesia. Semuanya menjadi sulit bagi perusahaanya untuk menjadi brand global. "Kami menyadari merubah nama akan memberikan efek jangka panjang dan akan memberikan sakit sebentar," tutur dia.

Ia sendiri menyimpan rahasia berapa OXL membayar untuk merger. Tetapi sumber menyatakan mereka bisa menghasilkan jutaan peso dari iklan. Sulit mendominasi industri iklan disana. RJ menyebutkan ada dua jenis pengusaha online: Mereka yang punya potongan besar dari pie kecil, atau memiliki potongan kecil dari pie besar.

"Kami merupakan terakhir, kami tidak masalah menjadi bagian kecil dari perusahaan global," ia tambahkan.

Banyak cara bagi startup buat tumbuh seperti sekarang. RJ menjelaskan waktu awal mereka harus siap buat berjaga bergantian. Ada banyak tugas seperti menyeleksi iklan, menjawab pertanyaan, dan banyak sekali hacker mencoba menyusup. Mereka bekerja bergantian karena Arianne masih bekerja di Bank waktu itu.

Ketika setahun berlangsung, dimana iklan dari pihak ketiga mulai berdatangan dan menghasilkan uang cukup, maka Arianne memilih berhenti. Dari berbisnis cuma berdua, mereka lantas memiliki 129 pegawai, dimana mereka memiliki kantor di Manila dan Cebu dengan situsnya sendiri www.cebu.oxl.ph, dengan 5000 listing tiap hari.

Banyak penghargaan diraih RJ di bidang teknologi bisnis. Termasuk Technopreneur Award of the Second Go Negosyo Technoentrepreneurship Summit tahun 2013, dan banyak lagi. Ia sangat senang menjadi sosok inspirasi bagi pengusaha teknologi. "Mereka semakin mudah setiap tahun," imbuhnya.

Kisah Nyata Anak Yatim Piatu Menjadi Pengusaha

Profil Pengusaha Abdulrochman 



Pengusaha yatim piatu begitulah julukan disematkan kepada Abdulrochman. Jika pengusaha lain hanya punya beberapa masalah maka dia memiliki lebih dari masalah. Namun, berjalannya waktu justru dia bisa dibilang adalah sosok paling pas untuk apa itu bekerja keras. Semangatnya berganda untuk dapat mencapai apa cita- citanya.

Siapa masa lalu bukanlah alasan masa depan kamu. Tetapi pilihan dimasa lalu akan berefek ke masa depan. Maka Arman atau Abdulrocham memilih tetap bekerja keras. Selepas SMA dia sudah bekerja dan darisana Arman belajar tentang membuat obat herbal.

Perjalanan hidup


Ia ingat samar seperti apa wajah ayah. Umur 3 tahun, dia sudah ditinggal sang ayah, dimana ibu pun sudah tidak ada. Arman tinggal bersama saudara. Samar- samar wajah sang ayah akan terkenang. Ia masih ingat pagi dimana ayah akan mengayuh sepeda ke Kota Pemalang. Sejak itu hidup mereka berubah drastis tanpa dia.

Keluarga harus hidup prihatin. Agar menghemat pengeluaran maka maka nasi aking. Nasi kering sisa yang kemudian dimasak lagi. Untuk lauk cukup urab dari daun pepaya, singkong, ataupun kangkung. Daun- daun itu diparut diberi partuan kelapa.

Dimana sang ibu?

Masuk kelas 3 SD, maka disusul lah ibu meninggal dunia menyusul sang ayah. Rasa sedih bercampur haru seketikan menyelimuti keluarga itu kembali. Arman bersama tiga saudara hidup bersama. Ia sejak kecil harus dipaksa mandiri.

Mau makan daging saja susah. Barang mewah bagi mereka berempat di rumah. Kalau makan daging maka harus dipotong kecil supaya dibagi semua keluarga. Senyum Arman jarang bahkan sampai memasuki umur 7 tahun. Urat kerja keras justru yang nampak baik di tangan dan wajahnya. Ia masih kecil tidak tau kematian itu apa.

Ia hanya tau rumah semakin sepi. Dia tidak lagi temukan peluk cium ibu. "Jika saya ingat ibu, saya cuma bisa menangis saat akan tidur," ucapnya.

Agar terbebas dari himpitan ekonomi Arman diadopsi. Oleh mereka keluarga bercukupan asal Kota Tegal. Sempat beberapa hari tinggal bersama mereka. Namun kakak- kakaknya membawa pulang Arman kembali ke rumah. Ketika mulai beranjak dewasa, rumah semakin sepi karena kakak- kakaknya mulai merantau.

Mereka bekerja ke Jakarta untuk menyekolahkan Arman. Meskipun saban bulan sudah dikirimi uang saku; hampa terasa tanpa keluarga. Arman hidup sendiri. Berhemat menjadi cara hidup ketika itu agar uang kiriman tidak terhamburkan. Menanak nasi sendiri bukan membeli. Makan telur tetapi cuma dua kali.

"Setiap hari cuma makan dua kali pagi dan malam," Arman menerangkan. Di siang hari terpaksa berpuasa saja untuk menghemat uang.

Semangat bekerja keras membawa Arman menemukan kemungkinan. Sedikit keberuntungan menghinggapi hidupnya yang dipandang kasihan. Ia menemuka tetangnya ternyata memiliki usaha jualan telur. Arman lantas ditawari ikut kerja bersama mereka. Ia mulai menjual telor dari kampung ke kampung.

Upah jerih payah Arman adalah telor tidak laku. Telor retak ataupun pecah yang layak makan akan diberi ke Arman. Jadilah hampir setiap haria dia bisa makan telor enak. Diberinya garam, digoreng, lalu dimakan pakai kecap. Telor menjadi hidangan istimewa Arman setiap kali makan malam.

"Sampai sekarang saya hobi makan telor untuk mengingat masa- masa sulit kala itu," tuturnya. Masa SMA pun datang dimana ia memutuskan bersekolah di Jakarta.

Ia ikut kakaknya yang sudah lama di Jakarta. Arman membantu kakak yang punya bisnis penerbitan dan juga obat herbal. Pekerjaan dia kedua adalah menjadi wartawan. Sekalian dia kuliah di Insitut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta.

Belajar banyak dari bisnis sang kakak. Arman memiliki kesempatan membuka usaha sendiri. Fokus bekerja ia mengumpulkan uang modal sedikit- demi sedikit. Berdirilah satu perusahaan bernama PT. Zonah Sehat Khatulistiwa, yang berkembang mulai dari bisnis klinik herbal, perikalanan, dan desain interior.

Ia sendiri condong ke klinik terapi herbal. Usaha semakin besar melahirkan Zona Group pada 2009. Dalam waktu relatif singkat usahanya melesat. Jujur dia merasakan betul bagaiman ditolak proposal bisnisnya oleh perusahaan- perusahaan besar sana. Pernah pula merasakan kalah tender dengan pesaing besar di sana.

Arman tidak minder. Justru ia semakin fokus berbisnis di bidang herbal. Pernah pula loh dirinya ditipu orang sampai puluhan juta. Tetapi dia tidak patah arang. Alhasil usahanya semakin banyak saja. Jangan salah ya, ia mampu menghasilkan puluhan juta dari semua usahanya.

Pegawainya sudah ada 50 orang. Mempunyai dua rumah seharga miliaran rupiah. Tidak cuma itu lima mobil mewah menghiasi garasi rumahnya. Kekayaan tidak membuat dia lupa. Melanjutkan pendidikan menjadi satu hal contohnya. Arman sempatkan melanjutkan jenjang S2 di bidang ekonomi dan masih akan terus belajar.

Usaha Golf Pengusaha Veteran Amerika

Profil Pengusaha Michael Pascucci 



Seorang pengusaha veteran biasa tanpa sorotan. Dibelantika entrepreneurship sekarang, nampak butuh lebih dari sekedar saran pengusaha kekinian. Contoh Michael Pascucci memiliki banyak bisnis bagus dan sukses. Ia menciptakan banyak peluang bisnis sendirian. Tidak ada salahnya kita mendengar kisahnya yang sedikit ini.

Lulusan Manhasset High School, rambut putih tidak bisa berbohong, seorang pengusaha yang telah masuk umurnya ke 70 -an. Ia ingat betul dikala muda dia seorang pemain football. Badan kekar 235 pound yang jadi alasan Michale menjadi lineman.

"Dia membuat suara lucu ketika berlari. Dia membuat semacam suara motor," kenangnya dalam artikel di newsday.com.

Maka dia akan mengeblok temannya itu. "Jika kamu menekan helm ke arah kanan, dia akan bergerak ke arah kiri," imbuhnya. Hari ini tidak ada sepantaran dirinya yang berlari lebih jauh darinya. Dirunut perjalanan bisnis dimulai ketika berbisnis batu bata. Lantas dia membuka bisnis penyewaan mobil dan memilik stasius tv lokal.

Dia selalu sukses loh. Hingga dia mampu membeli tanah sangat luas di Peconic Bay, Southampton. Mantan tukang takel ini berlari mengeliling labirin dan mencapai titik baru, Sebonack Golf Club, dimana mendapatkan penghargaan Women's Open pada 2013.

Bisnis golf


Sejatinya dia tidak suka golf. Katanya nih, ayah Michael Pascucci adalah pegawai golf, lebih tepatnya ayah yang bernama Ralph, pria kelahiran Naples, Italy, adalah siswa drop out dan cuma buat menjadi pemungut bola. "Dia coba mengajari saya golf. Saya berpikir golf merupakan olah raga orang kaya, jadi saya tidak minat."

Sayangnya tumbuh waktu dia semakin tidak begitu mengikuti ayah. Titik balik "pembrontakan" golf terjadi ketika dia bekerja di sebuah perusahaan konstruksi, Kings Point, milik Abraham Levitt. Dimana dia melihat dia dan ayahnya di lapangan golf. "Dia melihat ayah saya bekerja keras (di lapangan golf)," kenang Michael.

Lantas Abraham Levitt bertanya kepada Michael,"Seberapa kamu begitu mau bekerja sebagai kontraktor?" ujarnya.

Nah, Michael lantas lulus kuliah di Bucknell, dan sang ayah membantunya membangun bisnis konstruksinya sendiri, yang kemudian berlanjut ke bisnis penggadaian.

"Cara saya berbisnis dengan selalu berkata, bekerja dengan uang lebih ringan (bisnis penggadaian) dibanding bekerja dengan tembok (konstruksi)," imbuh Michael. Ide bisnis tersebut baru muncul di akhir 1970 -an, dan dia mulai berbisnis sampai menyewakan mobil.

Tahun 1997, Michael Pascucci menjual bisnis penyewaan mobil dimana dia dirikan di tahun 90 -an, dan ia mengantungi $670 juta.

Sejak saat itu, maka dia dikenal sebagai pengusaha pemilik lebih dari 20 bisnis berbeda -dalam wawancara dia mengakui "menghabisi" beberapa jika tidak berjalan- termasuk bisnis ternarnya di bidang golf, Sebonack Golf Club, salah satu 100 tempat golf terbaik di Long Island, New York.

Tips bisnis buat kamu: Michael menjelaskan ada tiga hal perlua diperhatikan agar sukses seperti dia. Pertama kamu harus mencari kebutuhan -satu hal yang sudah ada atau yang belum ada. Kemudian carilah solusi dari kebutuhan tersebut sebaik mungkin untuk diimplementasikan.

"Jadi sekarang pekerjakan orang terbaik kamu dapat beli," imbuhnya. Jangalah pernah merendahkan standar kamu sekalipun. Standarisasi dalam hal berbisnis serta mencari pegawai. Tetapi tidak cukup, jujur dia akan mengatakan intuisi menjadi cara lain mencapai kesuksesan.

Dia percaya akan karakteristik agar sukses. Itu adalah integritas, kejujuran, keterus terangan, kemauan untuk membantu orang dan mau menyediakan produk terbaik yang pelanggan butuhkan.

Nama Ratu Yuliana Pengusaha Aksesoris Selalu Optimis

Profil Pengusaha Ratu Yuliana Amaliyah 



Perjalanan hidup membawa mu ke banyak arah. Mungkin kini hidup kamu tengah diuji dengan kekurangan. Tapi jangan biarkan masalah membuat kamu terpuruk. Sebuah pesan singkat yang penulis tangkap dari kisah seorang Ratu Yuliana Amaliyah. Dulu dia bekerja sebagai waitress tetapi suka membeli banyak aksesoris.

Sampai aksesoris rusak diperbaiki sendiri. Kalau jaitan putus, Ratu perbaiki sendiri dengan tangan terampil itu. Wanita memang memiliki kelebihan dengan benda- benda kecil. Karena saking seringnya membeli aneka aksesoris, memperbaiki sendiri, dia dikenal oleh teman- teman, keluarga, dan rejeki kumpul dari sana.

"...akhirnya aku jual ke teman- teman dan berlanjut jualan hingga kini," ceritanya kepada pewarta.

Bersamaan Ratu berbisnis sambil bekerjalah dia. Usaha sampingan tersebut ternyata lebih menarik. Alhasil wanita asal Banten ini mengambil keputusan buat serius. Bisnis yang lantas diberinya nama Rumah Ratu. Ia mampu tidak cuma menjual tetapi membuat aksesoris dan memperbaiki kembali (daur ulang).

Bisnis kreasi


Dari koleksi aksesoris lantas dikombinasi jadi satu. Prospek bisnis aksesoris dianggap oleh Ratu memiliki prospek bagus. Banyak teman dan keluarga memesan aksesoris. Cuma bermodal Rp.250 ribu sudah dapat menjadi bisnis lumayan. Berangsur waktu bisnis miliknya berkembang sejalan kreatifitas Ratu.

Keluar dari bekerja menjadi waitress, bisnis Ratu sampai sekarang mampu menghasilkan 100 kalung lebih. Ia dibantu karyawan serta keluarga. Awalnya dia bekerja sendirian. Kemudian ada pacar membantu dia dan ada keluarga mulai membuat aneka aksesoris wanita. Total ada 12 karyawan yang semuanya paruh waktu.

Bermula di tahun 2010 uang segitu dipakai membali bahan baku dan peralatan di Pasar Jatinegara, Pasar Mangga Dua, dan Pasar Tanah Abang. Aksesori buatan Ratu ternyata mendapatkan respon positif. Sukses membuat dia mampu membuka toko Rumah Ratu di Blok M. Produksi aksesoris sudah mencapai 250 per- hari.

Tidak salah jika berbicara tentang Ratu Yuliana berarti aksesoris wanita. Bahkan nih Ratu dikenal menjadi sosok dibalik beberapa artikel DIY di majalah Vemale.com

Berbisnis menjadi pengusaha ternyata lebih menjanjikan. Dia mengaku semua kebutuhan tercukupi dari cara berwirausaha. Sebagai tulang punggung keluarga dirinya bangga. Di jalan sukses, maka tidak mengejutkan, kalau Ratu sudah mampu membeli mobil sendiri.

Pasar wanita memang sangat luas. Agar tetap berhatan ditengah persaingan ketat. Maka Ratu selalu bersiap membuat desain baru setiap bulan. Satu model untuk satu desain. Ia menawarkan produk dengan pesanan khusus -customized sesuai permintaan juga bisa. Produk handmade -nya menjadi produk tidak pasaran di jalan.

Produknya tidak cuma kalung, ada cincin, dan gelang. Produk buatan Ratu juga terjangkau semua kalangan. Ia mulai menawarkan dari Rp.25 ribu sampai Rp.75 ribu untuk kalung, gelang seharga Rp.15 ribu sampai Rp.55 ribu, dan untuk cincin seharga Rp.15 ribu per- item.

Tumbuh bisnisnya kini sudah mampu berproduksi mencapai 800 sampai 1.000 pcs. Aksesoris buatannya selalu memiliki model variasi baru. Ketika masuk Lebaran dan Natal, permintaan bisa naik melebih rata- rata biasanya sampai 100%. Omzet per- bulan menurutnya antara Rp60 jutaan dengan margin untung sampai 50%.

Strategi jitu pemasaran melalui sosial media. Dari pemasaran mulut ke mulut sampai online lewat Facebook, Twitter, Instagram. Pemasaran juga sudah tidak cuma mencapai sekala lokal, nasional, tetapi sampai manca negara. Agar menaikan pendapatan ia menggunakan bantuan reseller, dimana ada diskon Rp.10 ribu per- pcs.

Rumah Ratu sudah punya reseller di Jakarta, Bandung, Bogor, Aceh, Lampung, Balikpapan, dan Padang. Ia juga punya reseller dari Malaysia, Kanada, Swedia, sampai Asutralia. Kendala menurut Ratu adalah soal tenaga kerja. Butuh orang tepat buat memegang pembuatan aksesoris. Butuh kriteria khusus diminta oleh nya sendiri.

Untuk masalah harga dibanding aksesoris lain Rumah Ratu bersaing. Apalagi model ditawarkan tidaklah monoton. Untuk meningkatkan brand awareness, Ratu juga getol mengikuti aneka bazar, tujuannya agar ia bisa bertemu dengan orang- orang berbeda. Agar mampu menyerap pengetahuan dari sesama pengusaha disana.

Tips sukses ala Ratu maka tetap konsisten. Bertahan dengan apa kecintaan kamu, dan jadikan itu bisnis yang menjanjikan. Usahakan tetap tenang ketika menghadapi sesuatu yang tidak diinginkan. Sukses Ratu dalam bisnis aksesoris wanita termasuk penggabungan unsur etnik, corak warna, serta kualitas dengan harga pas.

Mengolah Limbah Kayu Pinus Hasilkan Fulus

Profil Pengusaha Retno Astuti dan Suami 


 
Pasangan suami istri ini dikenal sebagai pengusaha sukses. Keindahan hasil produk kayu milik mereka sudah dikenal sejak tahun 2013 silam. Awalnya mereka berbisnis menjual kebutuhan rumah tangga berbahan kayu. Kesini, usaha mereka meliputi membuat aneka pernak- pernik berbahan dasar limbah kayu.

Pasangan Retno Astuti (53) dan Heri Budianto (57) sudah berbisnis sejak tahun 1992. Heri sendir adalah seorang arsitek. Bermula dari banyaknya limbah kayu disekitar rumah mereka. Dimana Retno lantas minta pemilik pabrik buat limbah kayunya. "eh, dikasih. Ya, sudah kami berkreasi saja dengan kayu- kayu limbah itu."

Dari limbah kayu tersebut diubah menjadi aneka produk. Mulai produk tempat tisu, tempat pensil, gantungan kunci, gantungan pakaian, aneka souvenir, tempat sabun, sampai figura foto. Bahan mereka ya kayu bekas itu sendiri. Namun, paling menarik, ialah pasangan imenggunakan bahan kayu pinus tetapi bukan mudah loh.

Retno juga membuat garpu. Unik memang menjadi konsep bisnis mereka berdua. Retno lantas memasukan unsur wanita dengan aneka gambar bunga cantik ataupun buah- buahan. Ia suka gambar stroberi dan bunga matahari. Retno cukup melukiskan sendiri gambar tersebut menjadi anaka macam barang.

Untuk catnya cukuplah menggunkaan cat vernis biasa. Cuma masalah karena katu bekas maka terkadang ia mendapatkan potonga- potongan kecil. Awal- awal maka mereka cuma membuat barang kecil lalu lama- lama semakin besar.

Bisnis kreatif


Semakin lama usahanya semakin membesar. Dari cuma kotak- kotak kecil, bisnis mereka membuat seperti lemari, tempat tidur, meja, dan kursi kayu. Retno mulai melayani pesanan TK, ataupun buat permintaan dari pribadi. Agar tidak menganggu ekosistem Retno memilih membeli kayu dari PT. Perhutani, bukan kayu baru.

Walau telah dikenal bisnis GS4 Wood Craft tidak menarget luar negeri. Retno dan suami lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan lokal. Untuk pasar lokal saja sudah kwalahan dibuatnya. Mereka memproduksi untuk retail juga supermarket sejumlah kota di Indonesia.

"Sistemnya jual putus, saya tidak mau konsinyasi," tuturnya.

Karena belum berpengalaman jadi permintaan membludak. "...sampai 60 ribu pieces produk kerajinan kayu pinus," terang dia. Kalau ekspor kan kualitas barang lebih ketat haru sama kualitasnya. Memang ada harapan untuk berbisnis ke luar negeri tetapi belum.

Untuk sekarang Retno memilih menjual ke pasar lokal. Karena dari pasar lokal pun kwalahan karena terus berdatangan. Alasan kesulitan mengontrol kualitas namapknya masih menjadi alasan. Sekarang Retno tidak mau muluk- muluk. Tujuan utama mereka sekarang hanyalah bagaimana bisa menguliahkan anak- anak.

Lebih dari 20 tahun sudah bisnis mereka menarget pasar lokal. Faktor kualitas selalu ditingkatkanya. Apalagi tumbuh pesaing di usaha sejenis. Harga jual produk daur ulang mulai Rp.60.000 sampai Rp.125.000. Tidak termasuk produk kayu baru seperti lemari ataupun meja.

Workshopnya yang terletak di Jl.Gondosuli 4, Malang, atau Kota Malang, di Jl. Semeru 14, memenuhi pesanan dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Palembang, Aceh, Bontan serta kota lain di Indonesia Timur. Ibu tiga anak ini sekarang sudah mulai ekspor ke Jamaika dan Singapura sejak 2003.

Untung dikantungi oleh bisnis GS4 Wood Craft sampai Rp.20- 25 juta per-bulan loh. Untung besar buat satu usaha yang bermuara dari bisnis mengolah limbah. Kini, keduanya tidak cuma dikenal sebagai pengrajin tapi juga pembuat mabel handal dari kayu sisa.

Berbagi tugas


Ketika awal melihat daripada kayu dibuang percuma. Budi berpikir keras kenapa tidak kayu- kayu bekas disekitaran dimanfaatkan. Ia lantas meminta ijin ke pemilik pabrik, yang kebetulan temannya. Bolehkan dia membawa kayu bekas tersebut ke rumah. "Teman saya itu, memperbolehkan. Malah senang," kenang dia.

Pria berkacamata ini lantas membawa kayu tersebut ke sang istri. Tanggapan istri positif dan mulailah mereka berbagi tugas. Karena Budi merupakan arsitek, maka tugas dia adalah mendesain produk kecil- kecilan dulu. Sementara Retno bertugas untuk mewarnai dan menggambar. Keduanya bekerja sama sebagai pengusaha baru.

"Jadi, kami selalu berdua membuat hasil olahan kayu," tutur Retno. "Kalau tidak begitu, rasanya ada yang aneh dan hilang," imbuhnya tersenyum malu- malu.

Modal awal mereka berdua bisa dibilang nol. Karena mereka membawa dari sisa perusahaan mebel. Dosen Jurusan Arsitektur Universitas Merdeka (Unmer) ini, juga meminjam peralatan dari kenalannya. Jadi semakin mengukuhkan usaha mereka bermodalkan nol rupiah.

"Kami juga tidak menyangka mendapatkan omzet sebesar ini," imbuh Budi. Memang berwirausaha tidak mengenal usia.

Contoh nyata ya pasangan suami istri Retno dan Budi. Dalam keterbatasan jangan berarti berhenti buat jadi kreatif. Siapa tau, nanti kamu bisa menghasilkan produk istimewa seperti usaha mereka. "Asal, usaha yang dikerjakan, benar- benar serius ditekuni." Jangan menyerah ketika penghalang datang seperti ketika mereka dulu.

Perlu kamu tau keduanya pernah hampir bangkrut. Tahun 1998, karena krisis moneter keduanya sempat mau bangkrut karena harga cat naik. Padahal orderan dengan harga awal ditetapkan dulu. Dengan rasa tidak menyerah membuat mereka bangkit. Maka disaat ekonomi aman seperi sekarang, mereka sudah siap sedia.

"Tidak berpengaruh, malah penjualan meningkat," tukas Retno. Dan ia dan suami menyarankan buat kalian para pemuda jangalah takut berwirausaha kelak.

Jual Buah Sayuran Sisa Tetapi Masih Segar

Profil Pengusaha Evan Lutz 



Masalah Amerika adalah membuang- buang makanan. Fakta meski masih banyak orang kelaparan, negara besar masih banyak membuang- buang sayuran dan buah dengan berbagai alasan. Sudah banyak pengusaha mencoba untuk mendobrak tradisi ini mulai tran organik dan jus buah.

Salah satunya, Evan Lutz, pengusaha muda berumur 23 tahun yang masuk acara Shark Tank. Itu loh acara seperti Berani Jadi Miliarder. Bisnisnya bernama Hungry Harvest yang fokus mendistribusikan kembali buah dan sayuran sisa -tetapi masih layak dimakan orang. 

Masalah mereka, buah dan sayur itu, terlalu jelek buat dimakan, kok bisa?

Bisnis unik


Tradisi untuk selalu mengambil produk terbaik. Ketatnya pemilihan sayuran membuat buah dan sayur tidak cantik akhirnya terbuang tidak terjual. Petani menjadi pemilih karena memang distributor diharuskan untuk memilah sayuran dan buah- buahan berfisik bagus, selain tidak ditumbuhi penyakit.

Alhasil petani tidak akan mendistribusikan buah jelek. Tradisi ini pula yang menyebabkan tidak mudah bagi pebisnis agro dari negara seperti kita masuk ke Amerika. Susah karena sangat ketat. Sementara itu aneka makanan fast- food mudah didapatkan. Aneh.

Kembali ke Evan Lutz, pengusaha muda asal Baltimore, dengan bangga menunjukan bisnis miliknya yang kita bisa bilang sederhana. Setiap bok buah dan sayuran jelek maka akan disisihkan satu bok buat disumbangkan ke orang kelaparan. Visi -nya tidak ada lagi makanan terbuang dan orang kelaparan di Amerika Serikat.

Fokus mengambil makanan jelek, dirinya dan beberapa tim Hungry Harvest mampu mendistribusikan sampai 1,2 ton produk untuk dipasarkan. "Kenapa mendonasikan jika kamu tidak menghasilkan?" ujar salah satu juri Shark Tank, Kevin O'Leary.

Memang Kevin terdengar tidak memiliki fokus mengolah. Ia lebih memilih mendistibusikan makanan jelek itu kembali. Hitungan 40% makanan Amerika tidak dimakan sebenarnya cukup. Itu karena distributor mall tidak mau menjual buah atau sayur dengan warna kurang segar, tidak berbentuk bagus, padahal kalau dimakan ya aman.

Model bisnis Hungery Harvest ialah membeli langsung ke petani dan juga distributor besar. Dimana satu bok akan dihargai Evan $15- $55 per- minggu (tergantung ukuran) dan itu sudah termasuk aneka bahan- bahan bumbu. Sebuah perusahaan fokus mengurangi makanan terbuang sia- sia di tempat sampah.

Dalam seminggu penjualan, Hungry Harvest mampu menjual $37.000 sampai $104.000. Sayangnya, jika kita hitung Hungry Harvest sama sekali tidak untung bersih. Bahkan tekor $20.000 padahal kala itu jumlah pelanggan sudah 500 orang. Salah satu juri Shark Tank lantas mengomentari lebih dalam tentang bisnis ini.

Barbara Corcoran mengkritik dia terlalu mencintai ide dan tidak rakus. Maksudnya bisa penulis jelaskan ia terlalu menikmati menjadi orang sosial, bukan pengusaha. Sosok yang terlalu menikmati mengurangi jumlah makanan terbuang dan kelaparan, tetapi disisi lain tidak mempedulikan keberlangsungan perusahaan itu.

Evan dalam acara tersebu sebenarnya hampir kalah. Karena ia menunggu Kevin O'Leary agar mau memberi modal. Dalam proposal diajukan ia menawarkan 5% saham atau senilai $50.000. Dan beruntungnya salah satu juri yaitu Robert Herjavec tertarik, dan memberikan $100.000 atau senilai 10% saham perusahaan.

Bisnis sosial


Sejak awal dia memang ingin menjadi pengusaha. "Saya ingin menjadi seorang pengusaha sepanjang hidup saya," katanya. "Tapi lebih dari itu, tujuan saya adalah untuk menjadi pengusaha sosial, untuk memberikan kembali kepada masyarakat dalam beberapa cara."

Sebelum masuk masa senior kampus University of Maryland's Robert H. Smith Business School, Evan sudah dikenal dengan aktifitas sosial, termasuk menjadi pekerja di organisasi Food Recovery Network. Dia mengambil makanan sisa di tempat makan kampus dan mendonasikan itu ke penampungan.

Dimana kemudian organisasi tersebut mengadakan dana CSA, mereka menciptkan tempat berjualan yang menjual aneka makanan sisa. Sepuluh hari berlalu, 500 mahasiswa membeli dari sana, dan inilah awal ide ia miliki sekarang.

" Saya menyadari ini adalah jauh lebih besar dan dapat ditingkatkan ke model bisnis untuk -profit," katanya. " Toko kelontong akan menolak seluruh produk jelek di truk, dan itu gila karena mereka penuh dengan hal fantastis, buah- buahan segar dan sayuran."

Memang sudah banyak perusahaan mengambil cara berlangganan. Seperti ada BirchBox buat kosmetik dan StitchFix untuk pakaian. Hungry Harvest akan memberikan tiga bok dengan aneka buah dan sayur langsung ke depan pintu. Tiga bok akan dipilih pelanggan satu bok berisi buah dan sayuran.

Perusahaan akan menawarkan apa yang ada. Karena itu pelanggan akan dapat memilih buah dan sayur jika tidak sesuai bisa bilang. Sayur atau buah yang membuat alergi tentu bisa ditolak. Untuk satu bok pembelian maka ada dua pound untuk diberikan ke masyarakat lewat organisasi Moveable Feast dan Maryland Food Bank.

Hungry Harvest juga mengadakan pasar petani bebas di tempat seperti Barat Baltimore. Dimana perusahaan sudah naik 700 pelanggan. Hal tersulit baginya meyakinkan bahwa sayur dan buah dijual segar. Menurut dia alasan sayuran ditolak karena ukuran dan bentuk random sekali. Padahal bisa saja apa yang dijual Evan lebih segar.

Dia sendiri sudah sering ngomong dengan investor. Tetapi untuk berbicara dengan pengusaha sekelas juri di Shark Tank beda. Ini sama halnya seperti mengajukan proposal investasi, bahkan tanpa editing karena reality show, jadi butuh dramatisir. "Ini merupakan pekerjaan mereka untuk membuat dramatis," tutur dia.

Life is Good Kaus Sederhana Memotivasi Hidup

Profil Pengusaha John dan Bert Jacobs 


 
Bert dan John Jacobs merupakan dua bersaudara dari enam orang anak. Sebuah pertanyaan selalu terngiang dalam benak mereka. Apa yang akan mereka lakukan dengan hidup mereka? Sebuah pertanyaan sederhana setiap malam yang menggugah hati dua anak nakal ini.

Mereka adalah dua bersaudara pendiri bisnis kaus Life is Good. Brand kenamaan dengan omzet mencapai $100 juta. Mereka terlahir dari keluarga menengah di Boston. Ketika masuk Sekolah Dasar, kedua orang tua mereka hampir mati karena kecelakaan mobil, maka pertanyaan tersebut diatas pantas ditanyakan.

Sang ibu menderita patah tulang dan utuh. Sementara ayah mereka kehilangan tangan kanannya. Karena satu kecelakaan merubah ayah mereka menjadi keras. "Dia banyak sekali berteriak ketika kami lulus sekolah," John berkata kepada Business Insider. Dan hidup tidaklah sempurna kembali.

Kedua bersaudara tersebut merasakan susah tinggal di rumah. Tetapi ibu mereka, Joan, masih percaya akan hidup itu baik. Life is good. Setiap malam mereka duduk bersama buat makan malam. Joan akan bertanya kepada ke enam anaknya yaitu apa hal baik kamu rasakan seharian itu.

Satu pertanyaan sederhana merubah suasana. Dan tanpa mereka sadari hidup mereka, penuh dengan energi positif, kelucuan, dan hari itu menjadi hari paling aneh mereka. John mengatakan sebuah pelatihan mental agar tidak menjadi sosok bermental korban. "Oh, kamu tidak akan percaya hal buruk ini terjadi kepada saya hari ini."

Ketika pulang sekolah bukannya berbicara tentang tugas sekolah. Bukan tentang dimarahi guru, tetapi akan bercerita tentang lucunya potongan rambut teman sekelas, ataupun pekerjaan menarik selain apa yang telah mereka gagal lakukan. Optimis merupakan hal terbaik dimiliki keluarga mereka sampai sekarang.

Life is good


Mereka berdua merupakan dua termuda dari enam bersaudara. Mereka dalam sebuah buku Life is Good, menjelaskan hidup mereka sempurna sekali tidak sempurna. Rumah mereka tidak punya penghangat. Para anak- anak juga lebih menyenangi bermain di luar. Ketika jam makan mereka akan berlari ke meja makan.

Ibu mereka akan bertanya, "ceritakan sesuatu yang baik terjadi hari ini." Daripada komplain tentang sesuatu menyebalkan terjadi, mereka memilih bercerita positif. Tidak ada cerita tentang berkelahi dengan anak lain dan juga masalah pelajaran.

Tahun 1988 menjadi awal perjalanan mereka selama tujuh hari. Dimana John ketika itu mau sekolah dalam rangka pertukaran pelajar. Hingga mereka berkeliling mencari tujuan hidup. Mereka mulai kehilangan uang simpanan. Cuma ada peta usang Amerika dari kakak mereka, Allan. "...dengan rencana khusus tidak ada rencana."

Tidak cuma berenang di danau indah Southern California, bertemu teman baru, dan bermain basket pinggiran pantai Venice Beach. Jika saja mereka tidak melakukan perjalanan ke tempat baru, orang baru, dan sebuah pengalaman, mungkin mereka tidak akan membuka pola pikir tidak mungkin mereka memulai berbisnis.

Tidak ada alasan mereka berdua tidak berbisnis. Keduanya kan bersaudara bisa melakukan bisnis bersama -meskipun terdengar gila ketika itu bagi teman mereka.

Awal sekali, sebelum perjalanan, ketika kedua bersaudara ini mulai pindah dari rumah dan mereka mulailah menjual aneka kaus dibawah nama Jacob's Gallery dan dijual di jalanan Boston.

"Langsung sukses? Bahkan tidak sampai," terang dia.

Mereka menyadari bahwa anak kampus mampu menjadi pasar baik. Hanya saja mereka tidak dapat terkait dengan brand mereka. Mereka lantas membeli mobil fan Playmouth Voyager untuk $12.000. Mereka lantas bergerak mengunjungi banyak kampus.

Mereka lantas menamai The Enterprise padahal cuma berdua dan kaus. Banyak orang lalu berpikir ini mobil yang hebat. Padahal mereka banyak kesulitan karena kendaraan tidak bagus. "Kami mencoba dan gagal seratus kali," imbuhnya. Penjualan tidak mencapai target mereka harapkan padahal sudah memakai mobil.

Apakah karena desain jelek, apakag mahasiswa tidak punya uang, atau karena mereka bangun pukul 1 pagi dan bertanya,"mau membeli kaus?". Entahlah, mereka berdua cuma meyakini bahwa kamu akan sukses atau gagal dan belajar -kedua hal tersebut sama- sama memenangkan sesuatu.

Umur 20 tahun masih bekerja separuh waktu. Mereka hidup dari satu cek ke cek lain. Pacar Bert lantas minta putuh karena ibunya menyadarkan dia. "Dia hampir berumur 30 tahun, dan dia masih berbagi mobil dengan saudaranya. Kamu butuh menyadarkan diri," ujar pacarnya.

Bisnis motivasi


Hidup bersama seorang ibu hebat -yang menyanyi di dapur, bercerita cerita bergambar, dan berakting seperti tokoh di buku fiksi. Apapun masalah mereka akan hadapi bersama. Pelajaran didapat dua bersaudar ini ialah apapun terjadi kebahagiaan tidak bergantung oleh keadaan.

"Dia memperlihatkan kami optimisme adalah pilihan berani kamu bisa buat setiap harinya, terkhusus ketika menghadapi berbagai kemalangan," lanjutnya.

Tagline bisnis mereka adalah "Life is not perfect. Life is not easy. Life is good." Maka ketika mereka telah memiliki bisnis besar. John dan Bert menanyakan hal sama kepada pegawai mereka. "Ceritakan kami suatu yang baik." Ketika mereka bercerita tentang pengalaman menyenangkan, maka ide muncul dalam semangat.

Kemudian pegawai mereka akan lebih semangat sukses. Mereka malah tidak menunda akan bekerja. Kisah ini tidak semudah dibayangkan. Mungkin Life is good bagi mereka tetapi perjalanan bisnis mereka cukuplah rumit.

Pertanyaan sang ibu menjadi pendorong mereka berjalan jauh. John dan Bert Jacobs melakukan perjalanan selama seminggu dari California ke Boston di 1988. Waktu itu mereka masing- masing umur 20 tahun dan 23 tahun melakukan perjalanan merubah hidup. Mereka lantas berbisnis dengan berjualan kaos di jalanan saja.

Dari asrama kampus lantas tidur di jalanan. Mereka berpindah dari PB&J dan tidur di mobil kami. Bisnis ini dimulai selama 5 tahun tetapi tidak menunjukan kesuksesan. Dalam perjalanan, namanya anak muda mereka merasaka gejolak berita negatif. Berkembanglah bisnis kaus berkonsep Life is Good dan mulai terlihat hasil.

Awal berbisnis mereka mengambil nama Jacob's Gallery. Mereka melalukan travling lama sampai ke East Cost menjual kaus ke anak kampus. Bisnis mereka dilema, mereka menyadari bahwa uang di bank mereka tinggal $78. Ketika bisnis mereka menjadi Life is Good menjadikan bisnis mereka lebih ngejreng dan laris.

"Kami mencari bertahun- tahun untuk, "what do we stand for?"," ucap John. Ide tersebut lantas ditaruh  ke dalam desain. Respon pun datang cepat seperti mereka harapkan.

Mereka menamai ulang bisnis mereka. Rebranded menjadi Life is Good, hingga dalam setahun, mereka telah mampu mengantungi $1 juta penjualan. Dan kini mereka telah menjual sampai $100 juta -menjual produk itu ke 4.500 toko retail berbeda.

Bisnis jiwa


Mereka selalu kuat meski banyak orang meragukan. Justru ketika kamu disepelekan, menjadi pengusaha itu berarti siap untuk membuktikan bahwa mereka salah. Mereka semakin bersemangat buat berbisnis kembali. Mereka tidak mau pulang kerumah, mencari jalur aman, dan melupakan disana potensi besar belum digali.

Pola pikir inilah membawa mereka tetap berpesta. Selepas melewati satu tempat maka mereka akan siap menjadi tempat pesta -seberapa pun penjualan dicapai. Pesta menyenangkan dengan bir gratis serta cerita hangat tentang perjalanan mereka. Tamu akan datang mencari hiburan disisi lain memberikan saran buat kaus mereka.

Menggunakan uang tanpa berpikir bahwa mereka gagal. Hasilnya mereka kehilangan banyak uang. Dengan sisa uang di Bank sejumlah $75 seperti kami ceritakan diatas -mereka kembali akan berpesta walaupun itu berarti pesta terakhi mereka.

Ketika mereka pulang mereka membahas desain baru. Disana mereka membahas tentang berita negatif di berbagai media masa. Apa sulit menjadi positif di jaman sekarang yang begitu penuh kenegatifan. "Tetapi bisa saja mungkin disana ada seseorang yang selalu gembira apapun terjadi kepada merek?" mereka berandai.

Kemudian John menggambar sosok itu. Seseorang dengan janggut berbaret dan kacamata tersenyum lebar itu seperti seniman. Desain mereka ternyata terjual super laris di pesta "terakhir" mereka. Satu komen sangat mengena yaitu "Orang ini mampu menemukan arti hidup". Inilah awal lebih jelas tentang kaus Life is Good nanti.

Mereka mulai mengeprin 48 kaus, dan menjual mereka di jalanan Cambridge pada 1994, Massachusetts. Kaus ini terjual dalam waktu sejam -bahkan dua lagi terjual milik mereka pribadi. "Orang menyadari akan ini dan mereka membeli.Tidak butuh penjelasan lebih lanjut," tulis mereka di buku.

Dua bersaudara ini bersemangat atas hasilnya. Mereka berharap kaus mereka dapat dilihat lebih banyak Ini cikal bakal The Enterprise penuh semangat. Mereka berkeliling Boston tanpa hasil. Sampai ada sebuah toko bernama Cape Cod. Nancy, pemilik toko, meminta 24 kaus dan berkata,"Siapa nama orang tersenyum ini?

"Jake" mereka sepakat menamai ditempat kepandekan dari Jacobs. Kemudian mereka menemukan hal yang mengejutkan. Jake berarti sebuah kata memiliki arti lengkap "semuanya akan baik- baik saja." Kaus terjual dalam dua minggu. Di akhir minggu, Life is Good terjual sampai kaus senilai $87.000.

Ternyata permintaan naik dan mereka mengambil pegawai pertama. Kerrie Gross, seorang pemuda berumur 23 tahun yang tinggal di apartemen dibawah mereka. Ketika mereka menggaet Manajer maka mereka penuh percaya diri memberi gaji $17.000. Untung, di akhir tahun, mereka mencapai penjualan $262.000 jadi bisa menggaji.

Percaya diri akan penjualan mereka. Life is Good kemudian ditempatkan di kantor berbeda yakni dalam satu kontainer dengan tinggi 40 kaki pada 1996. Sebuah desain menarik untuk kaus menarik semenarik judul Life is Good.

Mereka kemudian menempelkan pengingat lucu,"tolong bayar tepat waktu jadi kami bisa menyalakan lampu dan membayar staf toko kami."

Pada 1997, mereka sampai dengan penjualan $1 juta, dan akhirnya mampu menggaet tiga pegawai kembali ke kantor asli mereka Needham, Massachusetts, dimana mereka mulai membangun kultur perusahaan yang menerima humor kantor. Tertawa menenangkan mampu mendorong kita berkomunikasi dan menyelesaikan masalah.

Life is Good melebarkan produk mereka selain kaus. Dimana mereka telah memiliki 160 pegawai, terjual di 4.500 toko, dan berdonasi 10% dari pendapatan mereka. Mereka mengarahkan optimisme menjadi jalan bagi perusahaan mencapai kesuksesan.

"Kami ingin menyebarkan pesan ini dan membantu orang memahami kedalaman apa artinya," kata John l. "Ini bukan berarti bahwa hidup adalah mudah atau kehidupan yang sempurna. Ini bahwa hidup itu baik. "

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba