Tiga Pengusaha Muda Pilihan Jokowi Buat Mahasiswa

Artikel Bisnis: Pengusaha Inspiratif Pilihan Jokowi 

 
pengusaha muda pilihan jokowi
 
Inilah sosok tiga pengusaha muda pilihan Jokowi. Bahkan Presiden Joko Widodo menjadi terkagum- kagum ketika menyampaikan profil mereka. Tak bisa ia tutupi bahkan sampai berdecak kagum. Di depan ribuan mahasiswa, ia mengungkapkan bagaimana kesannya dengan tiga orang anak muda ini. 
 
Bagaimana dari sebuah bisnis makanan bisa jadi miliaran, dari bisnis rumah rakyat bisa jadi triliunan dan terakhir bagaimana menjadikan Indonesia jaya di lautan.
 

Bisnis Kreatif


Apa yang tengah dicari seorang Presiden Jokowi ada pada diri mereka. "Inovasinya juga enggak seperti zaman saya di mana usaha yang ada hanya itu- itu saja," ucap Jokowi, disebuah acara bernama wirausaha muda oleh Bank Mandiri kamarin.

Ia secara spontan memanggil ketiganya di depan mahasiswa luas. Mereka adalah para- para alumni dari penghargaan yang sama. Ketiganya yaitu Hendy Setiono pemilik Kebab Baba Rafi, Elang Gumilang pemilik Elang Group, dan Mita yang memplopori energi tenaga arus untuk komersial. 
 
Siapakah mereka? Untung, kami pernah mengulas kisah mereka disini, berikut profilnya:

1. Hendy Setiono

Semua berawal dari pengalamannya mencicipi makanan khas Timur Tengah. Di bulan Mei 2003, ia tengah mengunjungi ayahnya yang bekerja di Timur Tengah. 
 
Nah, pas di sanalah, ia menemukan makanan bersama kebab, "Ternyata rasanya sangat enak, saya tak menduga sebelumnya," ungkap Hendy. Sejak saat itulah ia punya hasrat membuka bisnis yang sama di Indonesia.

Mencari- cari informasi ternyata kebab Turki yang terenak. Mengawali bisnis ini tak mudah seperti membalik telapak tangan. Dia bertemu seorang teman bernama Hasan Braja, keduanya memulai dari trial- error alias mencoba- coba mencari resep sendiri. 
 
Bermodal 10 juta, di September 2003, gerobak pertama kebab milik mereka mulai beroperasi. Ia pernah kehilangan uang karena dibawa lari karyawan, tapi tak pernah kapok.

2. Elang Gumilang

Elang bertekat untuk membiayai kuliahnya sendiri. Ia punya target untuk mengumpulkan 10 juta untuk biaya kuliah. Semuanya dimulai dari berjualan donat tanpa sepengetahuan orang tua. Setiap hari ia mengambil 10 boks donat berisi 12 donat yang dijajakan ke sekolah dasar di Bogor. 
 
Setelah beberapa bulan berbisnis diam- diam, pas menjalang UAN, akhirnya Elang ketahuan. Karena UAN kedua orang tuanya memaksa Elang untuk berhenti berbisnis. Dilarang berbisnis oleh orang tua tak membuatnya berhenti. Dia tertantang berbisnis lain yang tak mengganggu sekolahnya. 
 
Sukses berjuang akhirnya dirinya bisa mendapatkan 10 juta ketika akan masuk kuliah di ITB. Pas kuliah justru musibah datang membuat uangnya tersisa cuma 1 juta dari 10 juta hasil kerja kerasnya.

Sudah aneka bisnis dijalankannya namun tidak ada yang diseriusinya. Kebanyakan gagal dalam profilnya yang kami tau. Elang lalu beristikharah mencari petunjung.

Setelah shalat istikharah, dalam tidur saya bermimpi melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan indah di Manhattan City, lalu saya bertanya kepada orang, siapa sih yang membuat bangunan megah ini? Lalu orang itu menjawab singkat, "Bukannya kamu yang membuat?" 
 
Setelah itu Elang terbangun dan merenungi maksud mimpi tersebut. "Saya kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia properti," ujarnya.

3. Nurana Indah Paramita

Dia adalah mahasiswi ITB, bersama temannya dalam satu tim bernama T-Files, sudah banyak usaha yang mereka usung. Bermodal proposal tapi kesemuanya selalu ditolak oleh pihak kampus. Fokus usahanya ialah pengembangan turbin dan mesin pembangkit listrik tenaga arus. 
 
Tak mau bergantung kepada uang bermodal proposal mereka lantas berusaha sendiri. Mereka mencari investor sendiri. Disuatu hari mereka bertemu investor asal Jepang. Mereka yang tau penting untuk mengembangkan teknologi sendiri. 
 
Ditambah rasa nasionalisme yang masih kental dalam diri mereka, akhirnya tawaran itu ditolak. T-Files merupakan perusahaan holding yang fokus pengembangan di berbagai bidang current turbine, mining engineer, informastion technology dan lain- lain.

Mendengar kesuksesan mereka Jokowi terlihat tidak percaya. Dengan mudah Presiden pun berseloroh agar mereka para mahasiswa pengunjung untuk memulai usahanya sedini mungkin. 
 
Seperti mereka katanya, "sambil kuliah sambil kerja, harus cepat, nanti orang lain bisa masuk menjadi kompetitor kita," jelas Jokowi. Diakhir pembicaraan itu Presiden memotivasi mereka agar tak perlu jauh- jauh. Tak perlu mencontoh para pendiri Facebook atau Twitter tutupnya.

Sukses Merry Riana Mimpi Sejuta Dollar

Biografi Pengusaha Merry Riana

 
sukses mery riana

Sukses Merry Riana berkat kerja keras walau sulit. Tidak pernah bemimpi belajar hingga ke Singapura, ataupun memulai karirnya di sana. Kelahiran 29 Mei 1980, Jakarta, Mery terlahir dan tumbuh dbersama keluarga yang sederhana. Dia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara.

Perjalanannya ke Singapura itu dimulai ketika kerusuhan besar di Jakarta tahun 1998. Ketika itu, cita- citanya kuliah jurusan teknik elektro di Universitas Trisakti buyar seketika. Ayahnya memutuskan mengirimnya ke sana, ke Singapura, menghindari hal- hal tidak diinginkan sebagai seorang keturunan Tionghoa.

Perjalanan Marry Riana

 
Negara Singapura dipilih karena memang letaknya dekat, foktor keamanan, dan sistem pendidikan yang lebih baik. Di tahun 1998, dia mengambil jurusan Electrical and Electronics Enginering (EEE) di Nanyang Technology University.
 
 Meskin harus berhutang keinginannya menjadi seorang insinyur sangat lah kuat. Mery tercatat pernah sempat gagal di tes bahasa Inggris untuk masuk ke Nanyang University. Perjuangan Mery Riana di Singapura berat. Tidak mungkinlah mimpi satu juta dollar terwujud disana.

"Saya mengambil jurusan tersebut karena terlihat sebagai pilihan paling sesuai saya ambil saat itu," ucapnya.

Pinjaman pendidikan dari pemerintah Singapura cukup untuk bersekolah, tetapi itu tidak akan bisa lebih. Dia meminjam $40.000, dan harus dilunasi ketika selesai kuliah dan bekerja. Sering kali, ia bekerja sendiri menutupi kebutuhan seperti akomodasi, buku pelajaran, makan, dan kebutuhan lain.

Dia mulai berpikir serius bagaimana membayar hutang $40.000 itu.

"Jika saya menjadi sukses suatu hari, saya ingin mencapai itu ketika saya masih muda, sebelum ulang tahun ke 30, bukan ketika berumur 40-50," ucapnya serius.

Diakui Merry bukanlah tipe yang mudah menyerah sama sekali. Dia mulai menghitung semuanya, membuat pengeluarannya sehemat mungkin. Mery cuam mengantongi uang $10, itupun cukup buat seminggu saja.

Dia pun menyiasati hidupnya dengan makan mie instant di pagi, dua lembar roti tanpa selai di siang dan malam, bahkan untuk minumnya harus melalui air keran di kampus. Hal ini terjadi terus di awal kuliah yang seharunya menyenangkan. 

Kehidupan seperti itu mendorongnya bekerja di luar jam kuliah. Dia mulai mengambil pekerjaan sampingan dari jam 9 sampai 5 sore. Menyadari hidupnya tidak akan berubah, ia mulai membangun mimpinya di tahun kedua masa kuliah. Dia mulai mencoba membeli saham tetapi kehilangan $1000.

Mery benar- benar hancur, tetapi tidak membuatnya menyerah seketika; ia harus menjadi pengusaha. Untuk itu ia bahkan rela bekerja sebagai penjaga toko bunga, dan menjadi pelayan. Dia masuk ke bisnis mandiri yaitu pembuatan skripsi dan MLM.

Di bisnis multi level marketing, Mery kehilangan uang sampai $200. Dia bangkit lalu belajar tentang seluk beluk pasar saham. Setelah tamat kuliah, Merry mulai membuka bisnis konsultasi keuangan. Di bisnis barunya tersebut, Merry harus berhadapan dengan berbagai hambatan dan kesulitan.

Orang tuanya, gurunya, dan temanya secara umum tidak mendukung segala bisnisnya. Merry kala itu tidak bisa berbicara mendarin, ketika lebih dari separuh Singapura berbahasa mandarin. Dia seorang baru lulus dan tidak punya pengalaman maka sulit baginya berhubungan secara sosial.
 
"Tentunya, saya memiliki persaaan takut dan khawatir," ingatnya. "Tetapi menjadi muda dan tidak adanya beban, tidak ada kehilangan apapun jika saya gagal. Saya akan mendapatkan pelajaran berharga dan pengalaman baik jika saya gagal maupun sukses." inilah kunci sukses Merry.

Pengusaha Keuangan


Tanpa rasa malu dan tidak terbebani kegagalan, ia yakin mengikuti jalann sebagai konsultan keungan bahkan menyisihkan waktu 14 jam sehari. Ia berdiri di dekat setasiun MRT dan halte bus untuk menawarkan asuransi. Dia bekerja sampai tengah malam dan baru pulang ketika jam 2 dini hari.

Titik baliknya ketika ia bekerja di Prudential Assurance Company.Di Prudential, Merry tidak berhanti menanjak karirnya hingga melunasi hutang $40.000 tersebut. Disana dia menjual produk perbankan seperti asuransi, kartu kredit, deposito, dan lain- lain.

Dari 2003, ia mendapat anugrah berupa penghargaan Top New Adviser Award. Di 2004, kurang dari 15 bulan setelah bergabung dengan perusahaan Prudential, dia mendapat kenaikan pengkat menjadi menejer lalu seketika membuka agensi miliknya sendiri, bernama Marry Riana Organization (MRO).

Tahun 2005, dia mendapatkan penghargaan agensi terbaik, Top Agency of the Year Award dan Top Rookie Agency Award.

Kala itu, Mery sudah punya pendapatan sekitar $300.000. Lain hal, dia bekerja menjadi mentor dan memotivasi ribuan profesional dan eksekutif di area penjualan. Di MRO, dia memegang 40 orang perencana keuangan, semuanya sekitaran umurnya 20 -23 tahun.

"Motivasi saya datang dari rasa ingin memberi kehidupan terbaik bagi kedua orang tua," tegasnya. "Tetapi juga persaaan ingin membantu orang- orang muda untuk berbuat sama, untuk menciptakan hidup lebih baik. untuk mereka, orang tua, dan keluarganya."

Merry Riana menghasilkan sesuatu yang fenomenal. Di umurnya sekarang, dia yang masih 25 tahun mampu menghasilkan $700.000 setelah empat tahun menyelesaikan kuliah. Visinya hanyalah membuat anak- anak muda menjadi generasi sukses.

Mereka telah merubah hidupnya, kemudian membangun mimpi, dan kembali ke sosial. Mereka akan mengabdikan hidupnya dari apa yang telah didapatkan.

"Efek air terjun kesuksesan ketika anak muda sukses membagi kekayaannya, dalam bentuk pengetahun dan uang, akan merubah ekonomi dunia menjadi lebih baik," dia tersenyum.Visi yang membuatnya mendirikan RMO, sekumpulan anak muda bertujuan mencapai kebebasan finansial.

Ia juga percaya memberi kembali ke sosial. Dia mempunyai waktu dua jam sehari untuk mementori anak- anak muda dari 20- 30 tahun. Melalui program "Personal Mentorship Experience" (PME), dimana setiap hari ada satu hingga dua orang mendaftar tiap harinya.

Kegiatanya membantu tiap orang mengindentifikasi tujuan dan cita- cita mereka, dan mengarahkan mereka bagimana mereka mencapai tujuannya." Merry kemudian menulis buku pengalamannya yang menjadi best seller. Bukunya "Mimpi Sejuta Dollar" lalu dipublikasikan di Singapura dan Indonesia.

Nama Merry tak cuma dikenal di Singapura tapi sampai ke Indonesia.  Ia kemudian menulis buka lain berjudul "A Gift for a Friend" yang sukses besar di Singapura. Dia bercerita bagaimana strategi menghadapi berbagai masalah datang dan mencapai kesuksesan sekarang.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba