Usaha Angkringan Menguntungkan

Profil Pengusaha Pak Agus


usaha angkirang menguntungkan

Usaha angkringan menguntungkan terbukti muncul disemua daerah. Sudah bukan lagi dikuasai oleh daerah tertentu.Bila biasanya kita melihat bisnis- bisnis semacam ini sebagai khasnya Yogyakarta, itu salah.

Makanan angkringan telah berkembang, menjadi layaknya warung makan Tegal yang tersohor. Masih bisakah diandalkan? Ya, bisnis semacam ini dapat ditekuni dan divariasi sesuai keinginan kamu.

Bisnis tetaplah bisnis, meski sama- sama warung tegal pastilah beda antara yang di Jakarta dan kota kecil Semarang.

Makanan angkringan telah masuk kota Tangerang dan telah banyak pengusahanya. Salah satu pengusahanya adalah pasangan Bapak Agus dan Ibu Juweni.

"Mungkin karena dari sisi harga sangat terjangkau, itu yang kami jual, menyediakan makanan murah meriah, dengan kualitas tetep terjaga," ungkapnya. Disamping murah, lapak jualannya memberikan suasana berbeda dibanding warung makan biasa.

Usaha Kecil Menguntungkan


Warung angkringan yang berkonsep lesehan dimana hanya butuh tikar dan penerangan tradisional. Dari berbagai catatan, meski angkringan kebanyakan berkonsep jajanan malam, ada juga yang dijual di siang hari.

Kita tak bisa pungkiri keuntungan dari para pekerja kelaparan di siang hari. Sebuah grobak bisa jadi awal yang baik bagi anda yang berminat berbisnis angkringan. Mereka, para pembeli pastilah akan datang jika memang enak makanannya.

Inilah yang membuat keduanya yakin bisnisnya berjalan awet. Dari semula satu lapak, pasangan ini akhirnya mendapatkan tawaran seorang kolega untuk bekerja sama.

"Kemudian kami merekrut tenaga masak dari kampung kami, sekaligus tenaga-tenaga penjualnya di masing-masing lapak sampai saat ini kami memiliki 20 lapak," imbuh pasangan dari Klaten, Jawa Tengah ini.

Bagi pasangan suami istri ini, sukses punya arti kedisiplinan menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam perkembangan bisnis mereka. Mereka juga meyakini soal disiplin mengelola keuangan.

"Kami punya prinsip yang kami pegang dari pesan orang tua kami, bahwa ketika memelihara ayam itu jangan dimakan induknya tapi makanlah telurnya," ungkapnya.

Arti ungkapan tersebut diatas, menurut mereka berdua, adalah bahwa dalam menjalankan usaha ini mereka telah berusaha sekuat tenaga. Mereka sekuat mungkin agar tidak menggunakan uang modal untuk kebutuhan konsumtif, tapi mereka gunakan untuk diputar kembali.

Benar sekali, kebanyakan usaha baik baru atau lama gagal karena seenaknya sendiri menggunakan modal. Si pengusaha tak mampu memisahkan antara omzet yang didapat dengen keuntungan bersih. Ditambah lagi jika usaha belum jalan, tapi modal telah habis.

Ketika ditanya soal persaingan, dimana terdapat usaha sejenis, pasangan ini mengaku tidak takut. "Untuk persaingan, kami punya prinsip bahwa selama kami tidak menyerang dan bikin rusuh di usaha orang, Insya Alloh kami juga tidak akan diganggu," terangnya.

"Yang penting kami tetap bekerja keras menjaga kualitas serta rasa makanan yang kami tawarkan itu tadi, pembeli akan terus datang," imbuh pasangan ini.

Bisnis angkirangan membawa keduanya, Ibu Juweni dan Bapak Agus, saat ini tidak lagi menumpang hidup di rumah saudara.

"Alhamdulillah saat ini kami telah memiliki aset berupa tanah, rumah, mobil untuk operasional usaha," mengenai pendapatan bersih perbulan dari usaha angkringan menguntungkan, sambil malu-malu pasangan ini menyebutkan angka, rata-rata Rp 30 juta.

Sebuah angka yang fantastis untuk usaha sederhana seperti angkringan. Namun yang menjadi kebanggaan dan kebahagiaan batin bagi pasangan ini  adalah ada 35 orang karyawan yang hidup dari usaha ini.

"Kami sangat bahagia dan bangga secara batin bisa membantu menaikkan taraf perekonomian karyawan kami," tegas keduanya, inilah yang disebut kerja bukan soal jadi kaya.

Kuliah Sambil Usaha Kenapa Tidak Bisa

Profil Pengusaha Jessica Ekstrom


kuliah sambil usaha

Sembari kuliah, beberapa orang sibuk mengais uang, sekedar mencoba bertahan di minggu- minggu akhir bulan. Kuliah sambil usaha kenapa tidak bisa. Bayangkan kamu makan- makanan instan, dan sangat sibuk tenggelam disela- sela rak buku, sembari memulai sebuah perusahaan atau usaha.

Sudah pasti kamu tidak terbayangkan sedikitpun mahasiwa manapun. Dikutip dari entrepreneur.com, Jessica Ekstrom memulai bisnis disaat masih sibuk di kampus, bisnis bernama headbandsofhope.org.

Memulai bisnis dari kampus, kenapa kamu harus bilang tidak untuk jadi sukses lebih awal. Alasan untuk tidak memulai bisnis saat masih sekolah karena kesibukan kuliah, menjadi omong kosong belaka. Kamu akan selalu menemukan kata yang sama, tak ada waktu untuk memulai hal baru.

Entrepreneur Dimanapun


Dalam hidup kamu akan selalu ada kata "sekarang bukan waktu yang tepat". Jessica berbisnis bando atau hiasan rambut untuk si kecil, dan setiap pembelian akan didonasikan untuk kangker anak. Cara penjualan yang baik, sekaligus mengingatkan kita bahwa mahkota itu berharga.

Bisnis ini lebih baik daripada bisnis lain yang mengandalkan produk tidak jelas. Perlu diingat, dia bukanlah seorang pengusaha sejak semula, hanya seorang mahasiswi sebuah universitas.

Untuk kalian yang memilih menyelam atau tidak, berikut alasan kenapa kamu harus memulai bisnis saat ini juga. Alasan yang sama dan ditulis ulang oleh Jessica, berikut adalah alasannya memulai bisnis:

1. Kamu punya sumber modal. Ketika memulai Head Bands of Hope, ia tidak memiliki modal khusus tentang kewirausahaan, dari pengetahuan sederhana soal marketing ataupun membuat produk. Ia pun sadar akan satu hal: bahwa dirinya dikelilingi orang- orang hebat.

Ketika di kampus, profesor mu pasti mempunyai sesuatu tentang pengetahuan wirausaha. Konsultasi pertama Jessica membawa langkah pertamanya memulai sebuah bisnis kecil.

2. Membangun jaringan dan suport. Apapun yang kamu lakukan disekitar kamu adalah mereka yang sama dengan kamu, mahasiwa. Bagi mereka apapun itu jika menyangkut tentang menjadi sukses, bersama- sama kenapa tidak bisa?

Bagi Jessica siapapun kamu dan mereka, ini soal membangun sebuah koneksi, bertujun untuk sebuah kesuksesan atau melakukan sesuatu.

Pasar pertama Head Bands of Hope ialah mereka yang ada di kampus, kemudian ceritanya mengalir dari mulut ke mulut,  dari teman ke keluarga. Tujuannya adalah menciptakan efek ripple, mengalir dan tersebar luas.

Sebagai tambahan, menurutnya, mereka yang dikampus mengenal sosial media dan mencari sesuatu yang dianggap menarik, ini menjadi fondasi kamu dalam berbisnis.

3. Menjadi egois bisa diterima. Kenyataan kamu punya tanggunga jawab di kampus. Tapi, kamu memiliki sebuah tanggung jawab lebih besar setelag lulus dan di dunia nyata. Apa yang kamu punya sebagai anak kuliahan? Adalah sifat egois tentang mengerjakan tanggung jawab kamu lebih dahulu.

Kamu memiliki semua modal lalu mulai investasikan, persiapkan jiwa dan hati, lalu masuki dunia yang kamu inginkan. Bisnis bukanlah apa yang kamu khawatirkan daripada nilai ujian kamu, lakukan tahap awal tak ada salahnya jika gagal, lanjutkan jika sukses besar.

4. Kamu punya reputasi untuk menangkis. Jika jaman sekarang anak muda identik dengan obsesi kepada sosial media, malas, tak tau tentang kerja keras, bisa jadi bermanfaat. Tanggapan miring ini bisa jadi senjata ketika kamu tau itu bukanlah kamu, diri kamu adalah pengusaha.

Kamu akan disorot kamera ketika sukses itu nyata, bayangkan kamu adalah seorang entrepreneur muda ketika teman kamu sibuk bersosial media selain hidup di kampusnya.

Kamu berbeda, Jessica membuktikan sebuah bisnis bisa begitu efektif dalam marketing di jaman sekarang. Menjadi pengusaha muda itu ada untungnya dijaman yang identik dengan tanggapan miring.

5. Tak masalah jika gagal. Ia menyukai masa- masa kuliah ketika melakukan segala sesuatu diluar kotak. Kamu tak perlu takur gagal terangnya lebih lanjut. Jika saya merasa terlalu nyaman dan tak merasakan rasa ditolak, artinya saya tidak berusaha menarik diri saya cukup keras, jelasnya.

Jika kamu gagal, kamu bisa jadi seorang mahasiwa kembali. Tapi, jika kamu telah masuki dunia kerja, tak ada jalan kembali.

Yang terbaik dari semuanya adalah tentang pengalaman, satahun atau dua atau mungkin empat dan lima tahun lebih pengalaman daripada mereka yang tidak memulai sama sekali.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba