Kisah Desainer Pakaian Barbie Linggra Kartika

Profil Pengusaha Linggra Karika


desainer linggra kartika
 
Memiliki kemampuan menjahit bisa dijadikan bisnis kreatif. Seperti desainer pakaian berbie bernama Linggra Kartika, pengusaha wanita yang berawal dari hobinya menjahit. Dia senang menjahit pakaian untuk saudara, lalu berkembang menjadi jasa menjahitkan ke teman- teman kampus.

Dia cukup mematok Rp.50 ribu perpakain. Hasil karyanya memang bagus sehingga laris manis. Dari kemampuan inilah dia menjajal menjadi desainer. Ia suka pakaian pesta baik untuk dewasa ataupun remaja. Perempuan 22 tahun ini lalu mengambil pasaran tersebut untuk awalan.

"Baju anak- anak lebih simpel," jelas pengusaha muda ini ke Tribun News.

Desainer Pakaian Anak


Linggra tidak berhenti di satu macam pakaian saja. Tidak pula berhenti hanya membuat untuk orang dewasa. Ia meresa lebih mudah membuatkan anak- anak. Kalau sukar paling di bagian detail, tetapi itupun tidak sedetail pakaian dewasa.

Namanya menjadi semakin terkanl berkat kolaborasi dengan artis. Dia dijuluki sebagai desainer anak tetapi bukan. Linggra lebih menyebut dirinya sebagai desainer serba bisa. Dibuktikan dengan fashion show yang bertema Ethnic Retro, ia tengah mengangkat motif yang tren di era 60- 80 -an.

Dia memanfaatkan kain organdi dan tulle. Sedangkan ciri khasnya di setiap karya, Linggra menyebut tulle selalu ada. Koleksi busana miliknya tidak melulu untuk pesta tetapi juga semi kasual. Untuk produk khusus anak, Linggra memberi nama koleksinya My Little L.

Pengusaha wanita lulusan International Business Management, Universitas Ciputra Surabaya ini, memiliki beberapa lini bisnis. Dia menamai lini bisnis pakaian kasualnya Milkha. Pakaian anak tema Ethin Retro memiliki warna terang, dari biru elektrik, peach, merah dan kuning.

Desainnya nampak elegan walaupun nampak sederhana. Dia juga menambahkan monte atau manik- manik. Potongan pakaian rok dan gaun nampak mengembang layaknya putri raja. Ketika hari kartini dia menambahkan kesan retro dengan aksen.

Ia memberikan kesan nampak kuno tetapi elegan modern. Walaupun bermain etnik, pandangan dia sebagai desainer anak sangat melekat. Linggra dikenal sebagai desainer pakaian pesata anak. Kisah desainer pakaian berbie ini, membuat pakaian ala putri Disney dengan gaun mengembang.

Dia belajar otodidak dengan tambahan kursus sana- sini. Tidak memiliki background mendesain tapi dia berhasil menunjukan. Selama kita memiliki passion, maka akan mengerjakan sesuatu dengan baik dan memuaskan hasilnya. Buktinya dia mampu menjual pakaian tembus Rp.1,5 juta peritemnnya.

Bicara kesuksesan ia memiliki pengalaman unik ketika merintis. Dia nekah mengontak Ciptra World untuk bisa tampil di fashion show. Kenekatan Linggra karena berani mengambil resiko, prinsipnya ialah "taken for granted", kesuksesan tidak datang begitu saja tetapi harus diperjuangkan.

Cara Entrepreneur Muda Pembuat Gae Koen Tok

Profil Pengusaha Abi Bayu

Abi Bayu bukanlah orang baru dalam bisnis clothing. Berikut cara entrepreneur muda pembuat Gae Koen Tok membangun. Bermula dari ide kemudian didukung oleh passion nya di entrepreneurship. Bayu tak menyangkan bisnis clothing line nya diterima, dan bahkan menjadi ikonik warga Surabaya.

Abi Bayu Gusti Kamajaja, pemuda kelahiran Surabaya, 28 Januari 1990, yang tak berhenti untuk berkarya. Dia sudah terbiasa mencari uang sendiri. Mulai dari model pakaian, menjadi MC acara pernikahan, ia kemudian membuka clothing line pada 2010 silam.

Sebagai mahasiswa Universitas Ciputra, tak salah kalau Abi memilih membuka usaha sendiri. Dia menyasar anak muda untuk target pasarnya. Mereka yang hobi mengenakan kaos, tetapi belum khas Surabaya. Abi membangun brand Gae Koen Tok, yang dalam bahasa berarti "hanya untuk kamu".

Ciri khas Surabaya diangkat melalui gambaran kaos. Awalnya dia bekerja bersama tiga temannya, tetapi mereka berhenti di tengah jalan. Abi tak pantang menyerah menjadi pemilik sekaligus pegawai satu- satunya. Lambat laun usaha yang dijalankan Abi menjadi terkenal dan ikonik Kota Surabaya.

Perjalanan Gae Koen Tok bisa dibilang mati dan hidup. Abi sama sekali tak paham mengenai bisnis fashion. Kenekatan itu cuma bermodal kemampuan menjual ke teman- teman. Agar Abi paham akan sistem bisnis distro, pada 2013, dia memutuskan untuk bekerja sebagai store manager.
 

Passion Pengusaha Muda


Dia melamar ke anaka fashion store sampai diterima. Abi diterima sebagai store manager di Salvatore Ferragami. Di brand asing tersebut, Abi belajar banyak mengelola sebuah distro dan memasarkan produk, pengalaman ini kemudian diaplikasikan ke bisnis Gae Koen Tok.

Dia bahkan mampu membuka cabang. Gae Koen Tok berjalan sangat baik bahkan tanpa dirinya. Ia menerapkan sistem profesional. Hingga, di tahun yang sama, Abi memutuskan untuk menjadi model pakaian. Abi sempat ragu karena tak pernah terjun di catwalk, tetapi dia mau mencoba hal baru.

"Pas di DBL Arena, ada talent show dari agensi modeling yang nawarin," tuturnya.

Baginya bisnis fashion merupakan passion -nya, jadi kenapa tidak dia menjadi model. Dia menerima tawaran tersebut. Abi diajari agensinya bagaimana jadi model. Entah karena bakat atau memang dia mudah paham, orang mengaggap Abi layaknya profesional.

Mereka mengajaknya ikutan Fashion Parade hingga Ciputra World Fashion Week. Dia juga ikutan ajang Natasha Award 2015, yang siangannya mereka yang sudah profesional. Pengalaman sedikit Abi tak membuatnya gentar ikutan. Dia beruntung bisa masuk babak final, padahal modalnya nekat aja.

Percaya diri merupakan kunci kesuksesan. Cara entrepreneur muda pembuat Gae Koen Tok ini adalah berusaha yang terbaik. Diterimannya dia menjadi store manager pun berkat kepercayaan diri. Ia nekat mengontak pemilik usaha itu via LinkedIn.

"Saya cuma bisa PD maksimal, dan berusaha memberika yang terbaik," ucap pengusaha ini.

Soal menjadi MC, dia mengakut ikut management bernama 86 Management, yang mana dia ngehost secara otodidak. Sedangkan Gae Koen Tok masih dijalankan kok, bahkan mampu menggaet banyak pelanggan luar negeri.

Ia mampu membuat bisnisnya berjalan otomatis. Bisnis Gae Koen Tok tetap berjalan, meskipun si empunya banyak kegiatan. Selain menjadi model Abi juga suka berolah raga, tujuannya agar hidup sehat dan membentuk tubuh. Bisnis cinderamata ala Gae Koen Tok pun tak terbatas pada bisnis kaos.

Abi membuat mug, topi, pin, dan kaos polo. Awal tujuan bisnisnya ialah melihat kesuksesa Dagadu dan Joger. Keduanya memberikan kesan bahwa "kalo gak bawa ini belum ke Bali atau Yogya". Abi pun ingin menjadi Gae Koen Tok layaknya bisnis tersebut.

Dalam sebulan bisnisnya mampu meraup Rp.20 juta sampai Rp.30 juta. Sudah sukses tak membuat Abi foya- foya. Dia memilih untuk membagi ke sesamanya. Ia memberikan bantuan dana SSCS yaitu dengan menjual kaos Rp.89 ribu dan kaos 15 ribu, yang kemudian diberikan ke anak jalanan.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba