Salon Mobil Has Layani Poles Total Luar Dalam

Biografi Pengusaha Cuci Mobil



Bisnis salon mobil tidak akan ramai tanpa ini, salon mobil HAS layani poles total luar dalam. Bisnis ini dibuka semenjak tahun 1989. Mereka bisa dibilang menjadi pelopor bisnis tersebut di Indonesia. Haji Akbar Bambang Sarwono (65) sosoknya menjadi pelopor dan pendiri salon mobil modern.

Pria paruh baya dulu sekali telah memulai bisnisnya dari nol. Dia hanya bermodal pelajaran dari sang ayah, pembersih kapal uap pada jaman penjajahan Belanda. Dari kapal uap itulah, dirinya menjadi gemar otomotif menjadi dasarnya dalam berbisnis.

Menjadi Pengusaha


Mantan makelar sejak 16 tahun silam itu lantas memulai bisnis salonnya pada 1986. Dia membuka salon pertama dari garasi rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Timur. Kala itu dia hanya bermodal nekat tanpa tau betul apakah itu akan benar berhasil.

Akbar turun tangan langung dibantu satu orang karyawannya sendiri. Tempat salonnya juga masih kecil dimana hanya muat menampung 2 mobil saja.

"Saya nekat buka bisnis ini dengan modal dengkul," ungkapnya.

Akbar mengambil ide membuka salon mobil ketika melihat banyak mobil mewah di Jakarta lalu lalang. Dan, para pemilik mobil mewah ini pastilah membutuhkan seseorang yang mampu merawat mulusnya si mobil. Ia berasumsi mungkin uang berapapun akan keluar lancar.

"Pertama saya khusus hanya membersihkan kaca sejak tahun 1986. Slogannya "Burem jadi Bening"," ungkapnya. Sadar bahwa usahanya masih baru, ia memilih media koran Post Kota. Hasilnya pelanggan mulai berdatangan ke salonnya.

Mulanya dia merasa pesimis tarif awalnya akan terlalu mahal, yaitu Rp.25 ribu dan ongkos cuci saja cuma  Rp.3000. Tapi, diluar dugaan Akbar, ternyata tarif sebesar itu tidak dipertanyakan pelanggan. Salon mobil Has menerima tiga mobil di hari pertama buka.

Melihat respon masyarakat baik atas bisnis yang terbilang baru di Indonesia; ia tak mau setengah- setengah disini. Akbar pun segera membuka satu cabang di Pluit. Kali ini garasi milik orang tuanya dijadikan penampungan satu mobil.

Dia kembali dengan hobinya di otomotif untuk mengutak- atik isinya. Akbar terpikir harus ada inovasi baru di model bisnisnya. Tak ayal dirinya menjadi getol mencari tau cara- cara merawat buat mobil. Ia mulai membacar buku- buku tentang kecantikan dan mendatangi pameran mobil.

Dia menyempatkan diri ke Amerika, belajar langsung menganai kecantikan mobil. Disana ia belajar banyak mengenai bisnis salon mobil semacam ini. Ia semakin mahir dalam bisnis salon mobil. Has memperkenalkan cara membersihkan kaca mobil.

Secara bertahap, salonnya mulai mengerjakan interior dan eksterior mobil seperti agar cat kusam jadi betul- betul mengkilap. Lalu dia menambahkan layanan lain membersihkan bagian dalam mobil pelanggan.

Interior di dalamanya terlihat bersih, berbau wangi, seperti mereka baru keluar dari showroom. Bisnisnya semakin ramai dikunjungi sehingga perlu salon lebih luas. Akbar mengambil ini sebagai suatu momentum. Akbar lantas memindahkan bisnisnya ke daerah Radio Dalam.

Pilihan tempat barunya tak salah karena jalan itu memang menjadi jalan utama ke Pondok Indah. Disinilah nama Has dikenal sebagai salon khusus mobil- mobil mewah yang memang menjadi target sebelumnya. Tidak disangka tidak hanya mobil mewah tapi mobil biasa berani masuk ke salonnya.

Bagi mereka para pelanggan kaya tidak memiliki waktu merawat mobilnya, dan Has memberikan pelayanan lengkap dan profesional. Salon mobil Has akhirnya membuat usaha sejenis bermunculan bahkan dari mantan pegawainya sendiri. Namun, secara gamblang Akbar tidak takut, meski ada 12 usaha sejenis di Radio Dalam.

Akbar ternyata tau betul bahwa pengetahuan akan bisnis sendiri menjadi mutlak adanya. Terutama ketika bisnis sejenis mulai bermunculan. Akbar telah mampu meracik bahan- bahan pembersih mobil yang berkualitas impor.

Dia juga pernah mengunjungi Cadillac House belajar teknik salon mobil di Amerika. Jangan kaget jika harga jasanya bisa mencapai 500 ribu itupun termurah. Untuk menambah daya tariknya, dia mengeluarkan kartu anggota yang bisa digunakan oleh mobil jenis apapun dan berlaku selama setahun.

Pemegang kartu diskon akan mendapatkan 30% potongan, annggotanya mencapai 3.000 orang. Asumsikan setiap anggota rajin membersihkan mobilnya secara total di salon. Has bisa mengantongi omzet senilai Rp.8 miliar per- tahun.

Belum lagi dari usaha lain seperti menjual kaca film dan aneka parfum wangi khusus mobil. Kini, Has Salon Mobil sudah berdiri di empat cabang, yakni dua di Radio Dalam, Cilandak dan Kelapa Gading.

Meski tidak tamat sekolah dasar, Akbar belajar otodidak dengan cepat menguasai ilmu dan ketrampilan secara mandiri. Bayangkan saja, kelahiran Malang Jawa Timur tahun 1941 itu menguasai bahasa Arab, Belanda, Inggris, serta Cina dalam tiga dialek.

Konon, keahlian multi- bahasa itu berkat pergaulannya bersama mereka orang- orang kalangan high- end yang menjadi langgannya.

Berhenti Jadi Dokter Mau Wirausaha Toko Kue

Profil Pengusaha Huang Xiaobin


berhenti jadi dokter
 
Pemikiran tidak biasa muncul dibenak Huang Xiaobin. Memilih berhenti jadi dokter mau wirausahaa toko kue. Ia mau banting stir menjadi seorang Chef bakery. Padalah dia tengah menyelesaikan kuliah S3 -nya. Huang benar- benar menganggap membuat roti merupakan passion -nya.

Melepaskan pendidikan selama tujuh tahun demi ketidak pastian.  Bayangkan dia mau membuat kue padahal tidak punya pengalaman. Ketertarikan muncul tak disengajar ketika dirinya menonton acara televisi. Acara bernama "Paul's Hollywood Bread" menunjukan kehidupan dunia bakery.

Mengejar Passion 


Dia lalu mengejar passion -nya menjadi tukang kue saja.. Huang sendiri merupakan sosok mahasiswa berprestasi. Padahal dia mahasiswa semester akhir di Zhejiang University, China. Dia menyukai soal meriset obat- obata. Riset science sudah tidak menjadi ketertarikan pria berkacamata tersebut.

"Aku belajar obat- obatan karena menyukai riset. Aku masih menyukai apa yang aku lakukan waktu itu," tuturnya.

Passion nya berubah sehingga dia memutuskan keluar kampus. Gelar doktor sudah tidak membuatnya bersemangat; sudah tidak berminat. Ia menyadari kehidupan mengejar kedoteran berat. Semakin dia ingin mendapatkan gelar, malah timbul kesulitan baru yang datang.

Membuat roti dirasa lebih menyenangkan dan membuat bahagia. Ini telah menjadi istana dimana dia leluasan meriset cita rasa. Tidak ada tekanan mendatangi sosok Xiaobin. Tetapi itu membuat orang- orang sekitar beraksi keras.

Mereka tidak senang sehingga menekannya melanjutkan. Orang tua Huang menganggap membuat roti membuang waktu. Huang harusnya belajar dan belajar mengejar gelar tertinggi. Sementara dia menikmati membuat adonan roti.

Meskipun dia harus belajar dari awal karena tidak punya pengalaman. Berbisnis roti itu tidak mudah, tetapi dia juga tidak mengajar keuntungan sebesar- besarnya. "Mereka yang lulusan SMP boleh membuka toko roti, tetapi anakku sudah mempunyai gelar master," ucap ibunya kecewa.

Huang tidak mengindahkan permintaan orang tua. Ia bahkan tidak mempedulikan omongan teman- temannya. Menurut Huang membuat roti juga memerlukan rumus kimia dan biologi. Membuat roti menurutnya sama- sama mempraktikan ilmu akademis juga.

"Tidak masalah kamu ada di tingkatan kehidupan mana, jika kamu melakukan apa yang benar- benar mau kamu ingin lakukan, itu tidak akan membuang waktu dan tidak harus dikasihiani," tuturnya.

Huang telah membuka toko roti pada 2005 silam. Awalnya dia mengalami kesusahan menjual selama tiga bulan pertama. Bahkan pegawai terpaksa membakar roti yang tidak laku, itu terjadi di tiga bulan pertama. Bahkan pernah sama sekali tidak datang pembeli ke tokonya dalam sehari.

Alhasil mereka membakar semua stok tanpa tersisa karena tidak laku. Hingga datanglah seorang food blogger, orangnya terkenal yang tertarik mencicipi kue buatan Huang. Hasilnya food blogger tersebut memviralkan toko kue miliknya. Ia membuat tidak kurang 300 kue setiap hari.

Berkat viralnya toko kue milik Huang ini, banyak orderan dari instansi pemerintah, untuk menyuplai roti ke dua sekolah dasar di kotanya. "Aku belum menghasilkan banyak uang karena aku tidak pandai berbisnis," ucap Huang yang lebih memilih pengalaman.

Pemilik Keripik Karuhun Pengusaha Asal Bandung

Profil Pengusaha Sukses: Yana Hawi Arifin


pengusaha keripik karuhun

Perkenalkan pengusaha asal Bandung, Yana Hawi Arifin, hidupnya dulu tentang selalu memutar otak. Pemilik Keripik Karuhun telah berpengalaman menghadapai kerasnya kehidupan. Dia sempat merajai melalui bisnis properti di tahun 1994, namun jatuh pasca krisis moneter tahun 1997- 1999.

Kejadian ini membuatnya meninggalkan hidup mapan khas pengusaha miliaran. Harga propertinya anjlok memaksanya mencari sumber bisnis lain. Setelah lama berdiskusi dengan seorang keponakan, bisnis kripik pedas pun lahir darinya.

Pengusaha Keripik Pedas


"Namun saya berpikir harus ada pembeda karena yang jual keripik sudah banyak sekali. Setelah pikir sana-sini kami putuskan bahwa Keripik Karuhun identik dengan renyah dan aroma daun jeruk," jelas Yana.

Yana mengaku awalnya sulit memperkenalkan kripik karuhun. Awalnya dia dibantu sanak saudarnya yang kemudian tersebar luaslah. "Saya suruh keponakan- keponakan untuk memperkenalkan kripik ke sekolah, bagi- bagi saja ke teman mereka. Tujuannya mengetes pasar," terangnya.

Setelah itu dengan bermodal mobil yang ditempeli stiker; ia mulai menjajakan produknya berkeliling Bandung tanpa arah.

"Supir sampai bingung mau ngapain sebenarnya, tapi saya bilang jalan saja pokoknya," tambahnya.

Ia kemudian menemukan titik sukses setelah berputar- putar selama seminggu. Sejak diluncurkan, bisnis setelah dua minggu, produknya hanya mampu menjual 5-6 bungkus. Ini memberikan tekanan kepada dirinya dan pegawai.

Jika dihitung jumlah penjualan cuma mencapai 32 bungkus.

"Saat- saat inilah mental seorang pengusaha diuji. Pilihannya hanya dua, mau lanjut atau pindah haluan bisnis lain. Dan saya pilih lanjut, saya yakinkan mereka produk kita unik dan pasti akan besar," ujar pria ini.

Dengan mental pengusaha, Yana berhasil merebut hati pasar ketika produknya mulai dikenal. Mereka bisa menjual kripik karuhun mencapai 20 ribu bungkus. Berapa omzetnya? Yana mengaku omzetnya telah mencapai angka puluhan juta rupiah.

Kesuksesan itu tak lepas melalui konsep unik dalam marketing, yaitu mengadopsi sistem multi level marketing. Ia memberdayakan mahasiswa dan kaum muda lainnya berjualan. Dengan ini bisnisnya mampu masuk ke target pasarnya.

Melalui sebuah seminar "Entrepreneur In Action, Road to Success Entrepreneur", Yana menuturkan bahwa tiap pengusaha harus punya mimpinya, ide-ide, dan aksi akhirnya. Tanpa ada mimpi akan sia- sia saja karena tidak bisa berbuat apa-apa. Dia berkata soal ide tidak perlu mencari jauh.

Yana meyakinkan pebisnis pemula agar melihat apa disekitarnya. Produknya terbuat dari singkong asli dengan rasa pedas luar biasa. Kripik dijual resmi dalam situs Keripik-Kahurun.com. Selain singkong, kini produksinya berinovasi dari Keripik Sambel Ijo, Gurilem Karuhun dan Kerupuk Kulit Karuhun.

Namun berbeda produk sejenis, Yana menciptakan fokusnya pada rasa pedasnya bukan tentang level. Aneka rasa pedas membuatnya menjadi pilihan mantab ketika ingin rasa gurih peda atau manis pedas. Kemudian Keripik Balarea setidaknya menjadi  senjata ampuh lain miliknya.

Ini tidak memiliki perbedaan secara mencolok, namun dengan kemasan lebih kecil. Bisa diartikan kripik yang diluncurkan pada Februari 2013 lalu, akan menjadi produk ramah kantong karena dijual bungkus kecil. Terbukti setelah 3 pekan diluncurkan olehnya, sudah 700 ribu bungkus keripik jenis ini terjual.

Keripik Balarea mulai tersebar dari satu kota ke kota lain. Bahkan telah terjual hingga hampir seluruh wilayah di Indonesia. Prinsipnya berinovasi terbukti memapu mematahkan pendapat bahwa keripik miliknya tidak dapat bertahan.

Pernah Dicampakan Cewek Malah Jadi Kaya Raya

Profil Pengusaha Vernon Kwek


pengusaha dicampakan pacar
 
Kesuksesan  berdampingan dengan kegagalan termasuk soal percintaan. Pengusaha muda ini pernah dicampakan cewek. Vernon Kwek diputusin pacarnya karena dia seorang "cleaning service". Padahal dia telah naik jabatan loh. Tetapi kayaknya dia masih dianggap tidak memiliki masa depan.

Ayahnya bekerja menjadi salesman kehidupan mereka buruk. Ekonomi mereka tentu dibawah orang kebanyakan. Ayah Vernon lalu diberhentikan pekerjaan menjadi salesman, kemudian menemukan iklan lowongan di China.

Ayahnya bekerja menjadi supervisor pembersih, tetapi jangan salah sangka. Sebenarnya sama seperti mereka bekerja menjadi cleaning service. Vernon lalu ikut membantu membersihkan kantor dan juga toilet tiap gedung.

Vernon ikut nyemplong menjadi pekerja freelance bersih- bersih. Gajinya cuma $430 atau berkisaran Rp. 8 jutaan. Umurnya kala itu masih 14 tahun ketika bekerja menjadi "cleaning service". Mengapa dia tidak bekerja lain, ternyata dia tidak bersekolah lantaran tidak memiliki uang.

Dia memilih bekerja menghasilkan uang.Vernon pekerja keras serta memiliki jiwa kepemipinan. Ini menurun dari ayahnya tetapi lebih baik. Pasalnya Vernon masih muda dan memiliki kemampuan buat berkembang. Boss mengangkat jabatannya diatas pengawan dimana ayahnya pernah bekerja.

Ayahnya bekerja menjadi pengawas ketika usia 40 tahun. Dia berusia 14 tahun ketika menduduki jabatan bergaji Rp.8 jutaan. Dia kemudian menjadi pengawas senior, jabatannya lumayan dan cukup membuat Vernon percaya diri.

Dia bergaji Rp.11 juta sudah memiliki pasangan cantik. Namun, cleaning service tetap tidak punya masa depan, setidaknya itu yang pacarnya pikirkan ketika menjalani hubungan. Apalagi fakta bahwa dia pernah putus sekolah.

"Dia (pacarnya) berkata 'kamu seorang pembersih, aku tidak punya masa depan bersama mu," cerita Vernon.

Dia malah bersyukur karena kalimat tersebut menyadarkan. Bahwa diatasnya masih terdapat langit dia bisa jangkau. Alih- alih dia bekerja lebih keras melainkan memilih keluar. Pernah dicampakan cewek malah jadi kaya raya.

Vernon menjadi pemilik Primech Services & Engineering di Singapura. Usahanya di bidang sub- kontraktor buat kebersihan. Usianya kala itu 25 tahun dengan penghasilan Rp.266 juta. Dia hidup mewah bergelimang harta, kehidupan hedon sangat lekat dengan pengusaha muda satu ini.

Alhasil dia terjatuh bahkan sampai bangkrut kehilangan semua. Vernon berfoya- foya sampai habis uang. Bangkrut tidak membuatnya putus asa malah kembali bangkit. Di Primech, dia memiliki total 10% kepemilikan saham, membawahi dua perusahaan kebersihan A&P Maintenance Service dan Main Kleen.


Pemilik Rocket Chicken Bisnis Waralaba Sederhana

Biografi Pengusaha Nurul Atik 


pemilik rocket chicken

Kehidupan telah memaksanya menjadi pengusaha tangguh. Takdir Tuhan membawa pemilik Rocket Chicken ini sukses bisnis waralaba. Inilah kisah Nurul Atik, namun sebelumnya Atik harus merangka dari tingkat terendah berkutat dengan kain pel.

Bermodal kerja super keras jabatannya bisa melompat tinggi. Nurul Atik telah bekerja menjadi pegawai bertahun -tahun di California Fried Chicken (CFC). Dia hidup pas- pasan karena hanyalah seorang cleaning service.

Dia terus- terusan memutar otak bagaimana caranya memenuhi kebutuhan saban bulan. Ia tak jarang meminjam uang dari teman sekantornya. Untuk menghemat biaya, dia lebih memilih kos- kosan yang hanya berjarak lima kilometer dari tempatnya bekerja.

Tak jarang demi makin irit, ia memilih berjalan kaki menuju tempatnya bekerja."Kalau saya lelah, saya baru naik angkot," terangnya.

Hidup Kerja Keras


Kamar kosnya sendiri terlihat lebih memprihatinkan. Coba bayangkan, Nurul harus tinggal di kamar seluas cuma 3x3 meter, dimana kamar tersebut bahkan tidak berprabot apapun atau sekedar kasur. Dia bertahan di tempat tersebut selama lima bulan.

Dan, untungnya perusahaan memberinya tempat tinggal bersama karyawan lain. Karirnya semakin menanjak seiring waktu berlalu. Nurul memutuskan menikahi Emy Setiawati, seorang karyawan di sebuah swalayan di Yogyakarta.

Keduanya memang tengah berpacaran selama dua bulan terkahir. "Saat itu, saya sudah menjadi menejer di CFC Yogyakarta," ujarnya. Namun, tetap saja, ternyata gaji diterminya tidak lah sanggup menutupi kebutuhan bulanan.

Apalagi ditambah mereka langsung dianugrahi momongan. Sang istri akhirnya juga ikut membantu keuangan keluarga dengan membuka usaha roti. Nurul memiliki satu impian yang tak pernah padam. Ia sangat ingin membukan usaha sendiri, meski posisinya di perusahaan sekarang telah membaik.

Puncaknya ketika terjadi krisis moneter 1998; dia memutuskan keluar dari perusahaan. Dia merasa "mentok" 10 tahun bekerja di rumah makan cepat saji, dan telah cukup baginya dijadikan modal usaha kelak. "Saya mantap keluar karena ingin mandiri," ujarnya.

Pada saat itu, seorang teman mengajaknya membuka bisnis makanan capat saji juga, dan langsung diterimanya. Mereka kemudian sepakat mengusung tema ayam goreng. Kala itu Indonesia sedang menjamur bisnis aneka makanan capat saji.

Berbekal pengalaman bekerja di KFC, Atik telah mantap menjadi perencana bisnis baru tersebut. Sedangkan sang teman sibuk menjadi pemodal. Usaha keras itu kini berhasil dimana bisnisnya telah memiliki 86 cabang. Jalannya waktu, ia tergelitik membuat bisnis sendiri berkonsep ayam goreng.

Kali ini berbeda dari bisnisnya kala itu yakni menyasar pasar menengah atas. Pria kelahiran Jepara, 25 Juni 1966 ini, awalnya berbisnis menyasar kelas menengah bawah. Ia lebih memilih pasar dimana kurang diperhatikan oleh pengusaha lokal ataupun asing.

Dibidang makanan cepat saji, bisnisnya akan memiliki pasar yang lebih besar apalagi keadaan ekonomi Indonesia. Pada 21 Januari 2010, Nurul baru membuka restoran cepat saji pertama bernama Rocket Chicken di Jalan Wolter Monginsidi, Semarang.

Mulanya Atik meminta sang kakak membuka restoran bernama Rocket Chicken. Namun, Nurul akhinya ikut sendiri aktif mengerjakannya sendiri. Dia benar- benar mengkonsep bisnisnya termasuk tentang meracik bumbunya.

Jadilah ia membuka cabang Rocket Chicken, restoran cabang dari restaurant kakaknya tepat di Wolter Monginsidi. Ia mulai memperkenalkan brand tersebut ke masyarakat luas. Omzet cabang pertamanya mencapai nilai Rp.5- 7 juta.

Atik lantas menggunakan konsep baru  waralaba atau franchise. Ia mengembangkan konsep waralaba bukanlah tanpa alasan khusus.

"Saya punya tujuan "mau berbagi", karena itulah saya pakai konsep franchise agar bisa mendorong para pengusaha- pengusaha baru dengan modal terjangkau.

Dengan modal terjangkau mereka bisa punya suatu usaha di bidang makanan yang dapat dikelola oleh perorangan atau badan hukum" terang ayah tiga anak ini. Melalui sistem tersebut Rocket Chicken bisa tumbuh sangat cepat.

Rocket Chicken telah berhasil membuka sekitar 128 cabang di berbagai wilayah di Indonesia. Jika dilihat total investasi, pewaralaba akan dikenakan biaya Rp.150 juta- Rp.160 juta itu belum biaya gedung.Terwaralaba akan dikenakan biaya Rp.20 juta dalam jangka waktu 5 bulan.

Ia menarik fee 5% atau bagi hasil senilai 25% dan 75%. Ia meyakinkan orang setiap cabang akan menghasilkan omzet Rp.65 juta. Dia telah memastikan waralaba miliknya lebih murah dibandingkan waralaba ayam goreng lain, terutama dibanding waralaba dari Amerika.

Bisnisnya terbukti tidak cuma menjual konsep semata. Tapi menjual bukti dari kerja keras seorang Nurul Atik seperti yang kamu baca sekarang. Itulah kisah pemilik Rocket Chicken, pebisnis waralaba sederhana tetapi menghasilkan ratusan juta.

Sukses Jualan Tas Branded Second Karen Widjaja

Profil Pengusaha Karen Widjaja


jualan tas branded second
 
Enaknya jualan tas branded sudah dirasakan Karen Widjaja. Pebisnis sekaligus sosialita yang sudah berkutat selama 20 tahun. Ia sudah orang kenal sebagai pakarnya berbisnis tas branded second. Pada dasarnya dia mencintai dunia fashion dan brand. 

"Kalau dukanya saya rasa tidak ada." ia lanjutkan. Masalah sosial media sendiri tidak dianggapnya kesulitan. Belum adapun dia telah memiliki sahabat dan teman- teman. Mereka menyukai tas branded namun enggan untuk membuangnya.

Karen sendiri juga enggan menumpuk tas tersebut. Ia lebih memilih membagi kebahagiaan atas tas yang pernah dimiliki. Cita rasa kuat dan pengetahuan memang penting, buat kalian sukses jualan tas branded second ini, sekedar tau merek tidak cukup.

Bayangkan bukan barang baru tetapi malah makin mahal. Ditambah dia memilih tas- tas unik tidak sekedar branded. Pengusaha wanita penggemar Louis Vuitton dan Chanel ini bercerita. Sehari dia bisa menjual satu tas, bisa satu sampai dua dengan harga relatif tinggi.

Karen melanjutkan menanggapi persaingan bisnis tas second. Ia santai menanggapi karena dia tau kualitas. Berbisnis tas second memang menggoda untungnya besar. Apalagi barang branded menjadi bentuk investasi. Pemilik brand sendiri sangat terbatas dalam mengeluarkan produk ke pasaran.

Anehnya dia sendiri bukan peminat tas branded baru. Dia lebih memilih tas branded second juga. Di sana terdapat cerita dibalik perburuan tas keluaran tertentu. Ambil contoh ketika dia pernah ingin beli tas Chanel boy kulit jeruk yang caviar, eh mau beli dia malah kehabisan.

Maka dia urungkan niat malah menemukan teman. Dia mau jual tas tersebut kepadanya langsung ingin dijualkan. Ya, Karen langsung beli, alih- alih menjualkan malah dibeli sendiri. Dia memberi saran buat para kompetitor, baiknya lebih kreatif menanfaatkan sosial media seperti Instagram.

Serabi Kraton Bisnis Waralaba Murah Menjanjikan

Profil Pengusaha Riyanto Coriel


pengusaha serabi keraton

Serabi kraton sedikit dari bisnis waralaba berhasil. Gurihnya serabi membawa nama Riyanto Coriel bersama kawan jadi satu pebisnis sukses di bidang kuliner. Kejeliannya  mengambil pasar kuliner tradisional hampir terlupakan, ternyata mampu membuatnya bisa sukses besar seperti sekarang.

Bisnis bernama Serabi Kraton mencoba mengembalikan makanan khas Jawa ini ke singgasananya. Dia berharap mampu mampopulerkan jajanan serabi ke seluruh Indonesia.

"Meski banyak makanan dari luar negeri namun serabi tetap menjadi makanan cemilan yang populer," kata Riyanto.

Rasanya khas memberikan perpaduan antara gurih manis memberikan perbedaan. Kue serabi yang terbuat dari tepung beras, tapi tidak menggemukan. Selain itu serabi pastilah cocok menjadi pengingat mereka para pendatang Jawa di Jakarta. Serabi memang kental budaya Jawa.

"Serabi bisa menjadi obat rindu kampung," jelasnya. Ia pun menambahkan sentuhan moderen agar serabinya bisa diterima siapa saja.

Inovasi tersebut meliputi serabi rasa keju, coklat, stroberi, hingga pisang. Sampai saat ini, total sudah ada 13 rasa serabi karya ide kreatifnya. Meski beraneka rasa, Riyanto tidak merubah esensi bahan utama seperti bahan tepung beras, juga bagaimana cara mengolahnya.

Ini bisa menghilangkan rasa unik si serabi. Dia masih menggunakan tungku berarti tanpa sentuhan tabung gas. Termasuk juga adanya rasa pahit dipinggiran masih dipertahankan olehnya; agar tetap tradisional.

Bisnis waralaba


Setahun mendirikan Serabi Kraton, bisnisnya mulai menggurita di berbagai tempat. Dia mencoba hal- hal baru seperti mewaralaba produknya. Dia menawarkan siapa saja untuk bermitra secara waralaba. Sejak di tawarkan 2008, Serabi Kraton telah memiliki lebih dari 150 mitra.

Mitranya telah tersebar di seluruh penjuru Indonesia.Sebagai makanan rakyat maka produknya harus bisa ditemui di mana saja. Riyanto punya hasrat agar membuat serabi itu didapatkan dimana saja. Itulah alasan utama kenapa bisnisnya harus diwaralabakan.

Dalam pikirannya bersama kawanya, serabi merupakan makanan semua orang. Jadi tidak peduli suku, ras, juga tidak agamanya. Dari semua usia baik muda, tua, atau anak- anak diyakininya akan suka rasa serabi kraton. Tidak cuma itu di acara apapun pasti bisa masuk.

Artinya pangsa pasarnya bisa luar dan melalui waralaba lah.

"Serabi bisa  dimakan dimana saja, di rumah, kantor, acara resmi maupun keluarga, sebagai suguhan serabi tetap bisa menjadi camilan favorit. Artinya, pangsa pasar jajanan ini sangat luas dan tak terbatas. Apalagi dipastikan halal. Dan yang jelas, tidak mengenal musim. Cocok dimakan kapan saja dan di mana saja," jelas Among Kurnia Ebo, Riyanto Coriel, dan Usman Widodo, trio pemilik waralaba Serabi Kraton.

Mereka kemudian menjual melalui gerai- gerai mungil berukuran 150cm x 60cm bisa ditempatkan di berbagai sudut. Ini akan mempermudah gerai tersebut dibuka ditempat yang tidak terlalu luas. Bukankah bisnis tidak hanya soal luasnya tetapi strategisnya.

Serabi Kraton telah menuai sukses besar di Yogyakarta sejumlah 9 gerai. Agar bisa dinikmati siapa saja, serabi tersebut dijual seharga Rp.1.000- Rp.1.500 per- buah hingga bisa dibeli anak- anak sekalipun.

Riyanto mengklaim waralabanya termasuk murah. Dulu harga waralaba Serabi Kraton ini berkisar Rp.7 juta saja. Kini harganya memang menjadi Rp.20 juta untuk mewaralaba produknya. Namun ia mengaku hal ini terjadi dikarenakan penambahan fasilitas.

Ia menawarkan harga Rp.20 juta, pewaralaba akan mendapatkan tiga outlate sekaligus. "Saya sesuaikan, karena banyak mitra yang meminta tiga outlate sekaligus," terangnya. Jika dihitung 3 x 7 juta maka dulu harga waralabanya mencapai Rp.21 juta.

Pewaralaba akan mendapatkan omzet sekitar Rp.300.000- Rp.1 juta per- bulan. Itu pun dihitung per outlet atau bisa menjadi Rp.9 juta- Rp. 3 juta. Tidak ada beban royalty fee, itulah bedanya dengan waralaba lain. Hanya saja kamu wajib membeli dari si empunya merek semua bahan- bahannya.

Salah satu mitra Serabi Keraton, Agus Isyanto di Sragen, Jawa Tengah, mengaku bisa mengantongi omzet hingga Rp 300.000 dari menjual 1.000 serabi seharga Rp 1.000 per satuan. Masa BEP (Break Event Point) atau masa balik bisnis Serabi Kraton sangatlah cepat.

Paling cepat 3 bulan saja, jika anda mencoba menjadi pewaralaba yang tekun dalam pemasaran, atau 6 bulan paling lambat. Si empunya waralaba menghitung bahan yang diambil satu gerai sekitar 2,5 kg setengah hari.

Omzet setengah hari bisa mencapai Rp.7,5 juta dan keuntungan mencapai Rp.1,8 juta. Sehingga dalam empat bulan modal bisa kembali. Serabi Kraton terdaftar di Dephukham RI, jadi pewaralaba terlindungi payung hukum. Kamu yang ingin tau lebih banyak tentang Serabi Kraton dan prospeknya tidak perlu bingung atau tergesa.

Mereka sudah mempunyai website sendiri, di www.serabikraton.com .Atau, kamu bisa saja datang langsung ke dapur produksinya di Jl Waringin 6 Geplakan, Banyuraden, Gamping,  Sleman, Jogjakarta. atau telepon saja ke hotlinenya (0274) 7167070 dan 0819 0424 0282.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba