Biografi Pengusaha Cuci Mobil
Bisnis salon mobil tidak akan ramai tanpa ini, salon mobil HAS layani poles total luar dalam. Bisnis ini dibuka semenjak tahun 1989. Mereka bisa dibilang menjadi pelopor bisnis tersebut di Indonesia. Haji Akbar Bambang Sarwono (65) sosoknya menjadi pelopor dan pendiri salon mobil modern.
Pria paruh baya dulu sekali telah memulai bisnisnya dari nol. Dia hanya bermodal pelajaran dari sang ayah, pembersih kapal uap pada jaman penjajahan Belanda. Dari kapal uap itulah, dirinya menjadi gemar otomotif menjadi dasarnya dalam berbisnis.
Menjadi Pengusaha
Mantan makelar sejak 16 tahun silam itu lantas memulai bisnis salonnya pada 1986. Dia membuka salon pertama dari garasi rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Timur. Kala itu dia hanya bermodal nekat tanpa tau betul apakah itu akan benar berhasil.
Akbar turun tangan langung dibantu satu orang karyawannya sendiri. Tempat salonnya juga masih kecil dimana hanya muat menampung 2 mobil saja.
"Saya nekat buka bisnis ini dengan modal dengkul," ungkapnya.
Akbar mengambil ide membuka salon mobil ketika melihat banyak mobil mewah di Jakarta lalu lalang. Dan, para pemilik mobil mewah ini pastilah membutuhkan seseorang yang mampu merawat mulusnya si mobil. Ia berasumsi mungkin uang berapapun akan keluar lancar.
"Pertama saya khusus hanya membersihkan kaca sejak tahun 1986. Slogannya "Burem jadi Bening"," ungkapnya. Sadar bahwa usahanya masih baru, ia memilih media koran Post Kota. Hasilnya pelanggan mulai berdatangan ke salonnya.
Mulanya dia merasa pesimis tarif awalnya akan terlalu mahal, yaitu Rp.25 ribu dan ongkos cuci saja cuma Rp.3000. Tapi, diluar dugaan Akbar, ternyata tarif sebesar itu tidak dipertanyakan pelanggan. Salon mobil Has menerima tiga mobil di hari pertama buka.
Melihat respon masyarakat baik atas bisnis yang terbilang baru di Indonesia; ia tak mau setengah- setengah disini. Akbar pun segera membuka satu cabang di Pluit. Kali ini garasi milik orang tuanya dijadikan penampungan satu mobil.
Dia kembali dengan hobinya di otomotif untuk mengutak- atik isinya. Akbar terpikir harus ada inovasi baru di model bisnisnya. Tak ayal dirinya menjadi getol mencari tau cara- cara merawat buat mobil. Ia mulai membacar buku- buku tentang kecantikan dan mendatangi pameran mobil.
Dia menyempatkan diri ke Amerika, belajar langsung menganai kecantikan mobil. Disana ia belajar banyak mengenai bisnis salon mobil semacam ini. Ia semakin mahir dalam bisnis salon mobil. Has memperkenalkan cara membersihkan kaca mobil.
Secara bertahap, salonnya mulai mengerjakan interior dan eksterior mobil seperti agar cat kusam jadi betul- betul mengkilap. Lalu dia menambahkan layanan lain membersihkan bagian dalam mobil pelanggan.
Interior di dalamanya terlihat bersih, berbau wangi, seperti mereka baru keluar dari showroom. Bisnisnya semakin ramai dikunjungi sehingga perlu salon lebih luas. Akbar mengambil ini sebagai suatu momentum. Akbar lantas memindahkan bisnisnya ke daerah Radio Dalam.
Pilihan tempat barunya tak salah karena jalan itu memang menjadi jalan utama ke Pondok Indah. Disinilah nama Has dikenal sebagai salon khusus mobil- mobil mewah yang memang menjadi target sebelumnya. Tidak disangka tidak hanya mobil mewah tapi mobil biasa berani masuk ke salonnya.
Bagi mereka para pelanggan kaya tidak memiliki waktu merawat mobilnya, dan Has memberikan pelayanan lengkap dan profesional. Salon mobil Has akhirnya membuat usaha sejenis bermunculan bahkan dari mantan pegawainya sendiri. Namun, secara gamblang Akbar tidak takut, meski ada 12 usaha sejenis di Radio Dalam.
Akbar ternyata tau betul bahwa pengetahuan akan bisnis sendiri menjadi mutlak adanya. Terutama ketika bisnis sejenis mulai bermunculan. Akbar telah mampu meracik bahan- bahan pembersih mobil yang berkualitas impor.
Dia juga pernah mengunjungi Cadillac House belajar teknik salon mobil di Amerika. Jangan kaget jika harga jasanya bisa mencapai 500 ribu itupun termurah. Untuk menambah daya tariknya, dia mengeluarkan kartu anggota yang bisa digunakan oleh mobil jenis apapun dan berlaku selama setahun.
Pemegang kartu diskon akan mendapatkan 30% potongan, annggotanya mencapai 3.000 orang. Asumsikan setiap anggota rajin membersihkan mobilnya secara total di salon. Has bisa mengantongi omzet senilai Rp.8 miliar per- tahun.
Belum lagi dari usaha lain seperti menjual kaca film dan aneka parfum wangi khusus mobil. Kini, Has Salon Mobil sudah berdiri di empat cabang, yakni dua di Radio Dalam, Cilandak dan Kelapa Gading.
Meski tidak tamat sekolah dasar, Akbar belajar otodidak dengan cepat menguasai ilmu dan ketrampilan secara mandiri. Bayangkan saja, kelahiran Malang Jawa Timur tahun 1941 itu menguasai bahasa Arab, Belanda, Inggris, serta Cina dalam tiga dialek.
Konon, keahlian multi- bahasa itu berkat pergaulannya bersama mereka orang- orang kalangan high- end yang menjadi langgannya.