CEO Muda Adila Group Kisah Perngusaha Andi Sufariyanto

Pengalaman Jadi CEO Muda


ceomuda.png
 
Kisah pengusaha Andi Sufariyanto menjadi inspirasi anak muda. Dia dikenal CEO muda sebuah grup bisnis, Adilla Group. Usahanya sudah sangat menggurita. Bisnisnya Adila Group menjadi perusahaan konglomerasi yang bergerak di berbagai bidang. 
 
Dimulai dari bisnis distribusi garment serta spa dan aroma terapi, penyedia virtual office, sebuah perusahaan investasi dan pengelolaan properti. Pendek katanya ia adalah salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Dan, yang membuat iri ketika berbicara tentang umurnya.

"Saya ingin pensiun dini di usia 33 tahun," tegasnya, pria kelahiran 8 Juli 1981 ini memang penuh ambisi.

Bisnis Makelar


Usianya masih belia namun memiliki segalanya. Karena ingin kaya usia muda, memiliki kebebasan di finansial dan waktu, Andi merintis usianya sejak dini. Hasilnya adalah buah perjuangan pahit getirnya memang berasa. 
 
Anak pertama dari seorang petinggi di sebuah BUMN. Dia merintis bisnisnya semenjak tahun pertama kuliah. Ketika banyak anak muda yang menikmati masa- masa muda, ia sibuk berkutat dengan segala bisnisnya. 
 
Usaha pertama ia cukup berjualan hp bekas di depan kampus. Pada 2001 itulah, bisnisnya bertarget mereka teman- temannya yang berkantong tipis.

Obsesinya tentang kewirausahaan sudah sejak sekolah menengah atas. Waktu itu baru berupa angan- angan, "Sejak SMA saya sudah tertarik dan bercita-cita ingin jadi pengusaha," ujarnya. 
 
Semakin menjadi ditambah persahaan ingin mandiri dibenaknya usaha itu baru berjalan ketika masa kuliah. Selepas masa SMA, Andi sukses diterima kulaih di D3 Teknik Mesin ITS. Dirantau inilah pula Andi merintis usaha untuk mendapatkan penghasilan.

Merasa telah sukses membesarkan modal dari bisnis HP bekasnya. Pada tahun 2002 ia mengajak beberapa teman kuliahnya membuka usa­ha service HP di wilayah Sidoarjo. Namun usahanya justru tidak berjalan lancar seperti harapan. 
 
Apa mau dikata, daripada terjadi pen­darahan keuangan yang lebih parah lagi, dengan berat hati Andi harus menutup usaha servis ponselnya. "Saya sempat shock waktu itu. Tidak mengira sama sekali akan mengalami kerugian," kenang penggemar rujak cingur tersebut.

"Saya memiliki prinsip, apa yang bisa dilakukan hari ini akan saya lakukan dengan upaya seratus persen. Masa lalu tidak bisa diubah, masa depan tak ada yang bisa memastikan. Tetapi masa depan bisa dikontrol dengan langkah yang cermat," ujar sang CEO muda Adila Group.

Belajar Bisnis

 
Terus mengasah naluri bisnisnya agar tak pernah pudar. Di masa kuliah ia mempelajari modifikasi motor yang juga menjadi hobinya. Andi pun memiliki gagasan membuka bengkel plus salon mobil rumahan. 
 
Disaat yang sama juga mencoba peruntungan menjadi distributor produk massal asal Cina yang mulai membanjiri tanah air. Mulai dari aksesori hingga produk rumah tangga yang dipasaran lebih dikenal serba 5000. 
 
Pengusaha Andi Sufariyanto memilih bisnis produk- produk kelas yang merakyat. Pelan tapi pasti bisnisnya mulai tumbuh baik. Ia bertahap menjadi distributor busana muslim merk Dannis Collections, yang mencoba melihat peluang lain. 
 
Ini jadi usaha sekaligus tempatnya belajar, pengalamannya sebagai makelar kini diterapkan dalam skala lebih besar dengan prinsip kemitraan. Saat ini ia telah memiliki tidak kurang dari 150 mitra yang tersebar diseluruh nusantara. 
 
Dari sinilah ia mendapat sukses tak terkira karena jeli melihat peluang bisnis. Selain itu ia juga memiliki bisnis yang tak jarang disepelekan, bisnis rumah kos. Dengan pengelolaan baik jadilah bisnis ini menjadi bisnis yang menjanjikan sekelas bisnis properti.
 
Lama kelamaan bisnis merambat ke bisnis properti, ia terus belajar dari bekerja bukan melalui buku text. Andi membuat berbagai bisnis baru lagi dan lagi. Bersama Laila Asri, istrinya, mereka membangun bisnis perawatan tubuh, khususnya produk spa dan aromatherapy. 
 
Usaha bermerk Pourvous terus dikembangkan menjadi entitas bisnis dengan prospek yang menjanjikan. Setelah itu ia menciptakan Vito Smart Office, bisnis terpadu yang menangani penyewaan ruang kantor sekaligus perawatannya.

Gagasan Vito Smart Office datang ketika dirinya kesulitan ketika menjalankan bisnisnya. Ia begitu kerepotan untuk mengundang klien atau mitra bisnis untuk bertemu tatap muka. "Banyak pertimbangannya, kalau saya udang ke cafe atau hotel terbentur biaya yang tidak sedikit," kenangnya. 
 
Bahkan perusahaan Andi bersedia memberikan penawaran lewat fax pun harus ada yang mengoperasikan. Begitu banyak hal yang bersifat administratif yang mengabiskan waktu jika diurus sendiri, semua dikerjakan lengkap hingga tenaga teknisnya. 
 
Dari situ bisnisnya diyakini akan membantu para pebisnis baru. Virto menjanjikan fasilitas pendukung mengubah fixed cost menjadi variabel cost. Beberapa benda modal seperti halnya mesin fax, fotokopi, scanner dan sebagainya tak perlu dibeli sehingga ini sangat meringankan pengeluaran tetap. 
 
Bahkan biaya sekretaris, administrasi , penerima dan pengiriman fax, pencatat pesan, foto copy, kurir, penerjemah, proyektor sampai mencetak dokumen, bisa digeser dari biaya tetap menjadi biaya variable. Menakjubkan.

Jaringan bisnis


Bisnis lain yaitu menjalankan usaha konsultasi serta usaha pengurusan pengajuan kredit modal usaha bank, perpajakan, cara pembuatan laporan keuangan, hukum, SIUP, dan NPWP untuk mebuka usaha baru. 
 
Dibawah bendera Vito mereka menjanjikan penghematan biaya hingga 85% karena pelanggan hanya akan membayar sesuai yang di butuhkan. Intinya Virto Smart Office diharapkan bisa menjadi One Stop Sollution bagi pebisnis pemula atau yang ingin mengembangkan usaha.

Segela pengalamanya membuat sebuah kesimpulan bahwa penting untuk memiliki jaringan bisnis. Dia yakin betul bahwa kesuksesan bisnis berasal dari kemampuan untuk membuat jaringan dengan orang lain. Ini juga termasuk begaimana mengembangkan jaringannya. 
 
Saat ini tujuannya hanya satu dalam berbisnis, "Saya ingin pensiun dini di usia 33 tahun," ujar Andi. Berbagai bisnisnya menghantarkan namanya untuk mendapatkan berbagai penghargaan seperti finalis Wirausaha Muda Mandiri.

Yang jelas saat ini PT Adila Imperium telah menjadi holding company atau perusahaan induk berbagai anak- anak perusahaan seperti Panelneon, Adila Property, Pourvous dan Virto Smart Office. 
 
Pengusaha muda ini terus menata imperium bisnis yang berkonsep “Commercial Profitable Enterprise that Works Without Me”. Ia ingin membuka lapangna kerja baru, dengan total karyawan mencapai 10 ribu orang. 
 
Langkah itu terus diusahakannya untuk menjadikan bisnisnya menggurita dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Bisnis Properti di Australia Pengusaha Iwan Sunito

Profil Pengusaha Iwan Sunito


bisnisproperti.png

Pengusaha Iwan Sunito  sering tidak naik kelas. Tetapi bukan berarti dia tidak mampu. Kini ia sukses bisnis properti di Australia. Dia mengakui menjadi orang bodoh itu membosankan. Dulu pernah tidak kelas di SMA, kini, ia adalah salah satu pengusaha keturunan Indonesia yang berprestasi. 
 
Meski telah menjadi warga negara Australia Iwan masih aktif menjadi pembicara untuk mereka para pengusaha muda Indonesia. Dia dikenal sebagai CEO Crown International Holding Group, perusahaan properti besar di Australia.

Ia menyebut hidupnya "fortunate life", keberuntung sekali. Dari Surabaya, lahir disana kemudian tinggal di Kalimantan, di sebuah rumah kayu sederhana. Pengalaman Indah. Baginya ketika berenang di sungai yang dalam, adem, yang ada buayanya.
 

Properti di Australia

 
Pengalaman malam- malam mencari udang bermodal tombak. Pengalaman indah berlari- lari di hutan Kalimantan, baginya semuanya adalah sebuah keberuntungan. Ya, Iwan tentunya kini tak akan merasakan hal itu lagi. Hidupnya tentang bersyukur dulu dan sekarang.

"Rain forest. Kalimantan Tengah. Pangkalan Bun, it's really beautiful," ujar pengusaha Iwan Sunito. Menjadi pengusaha ternyata sudah menjadi impian pria yang dikenal sebagai "Raja Properti Sydney". 
 
Ibunya hanya seorang pengusaha kecil begitu pula ayahnya. Namun pengalaman melihat mereka, terutama sang ibu, merintis bisnis dari bawah, dan menawarkan kue- kue tersebut memberikan kesan tersendiri. 
 
Hanya bisnis kue kecil- kecilan tapi kesannya mampu membangkitkan semangat Iwan. Meski sekolah berantakan sejak SD, SMP, sampai SMA, ia mengaku bukan orang bodoh. Mungkin karena lingkungan yang tidak mendukung. 
 
Atau, gurunya yang tidak baik ucapnya bercanda disela- sela wawancara dengan Vivanews. Iwan menirukan bagaimana dia dan kawan- kawanya selalu menyalahkan guru. Mereka bukanlah achiever lugasanya, selalu menyalahkan guru atas nilai- nilai jelek mereka. 
 
"Wah gurunya sentimen sama saya, kalau saya tidak naik kelas," tirunya.

Tidak pernah lulus dan harus mengulang satu tahun lagi, nilai Iwan semakin baik. Setelah pindah ke Australia ada tekat tersendiri dalam dirinya. Tekat untuk berubah. Buktinya ia sukses bersekolah di Australia dengan segala perbedaan kultur, ijasahnya Australia. 
 
Orang tua Iwan sendiri yang mengirim pura- putranya ke Australia untuk bersekolah meski harus bersusah payah. Singkatnya Iwan berangkat sendiri ke Australia menyusul kakaknya, sedangkan orang tuanya ada di Indonesia masih bisnis kecil- kecilan.

Di Australia Iwan memborong dua gelar sekaligus, serjana arsitektur dan master manajemen konstruksi. Dua gelar yang bermanfaat untuk mendukung bisnisnya kelak. Setelah lulus kuliah ia tak langsung memasang tarif, justru rela mengerjakan tanpa upah. 
 
Dia pun mau mengerjakan proyek- proyek kecil. Dia sembari mengambil gelar master manajemen konstruksi, ia sudah sibuk mengerjakan beberapa rumah. Iwan tak menyangkan akan bisnis properti di Australia.

"Sambil mendengarkan pengajar, saya tahu bagaimana practical prosess-nya. Kebanyakan student-student lain hanya dengar, tetapi nggak tahu di mana konteksnya. Saya dengar, saya menangkapnya lebih cepat," terangnya.

Iwan bekerja di sebuah perusahaan arsitek selama enam bulan. Bukan perusahaan biasa karena perusahaan itu pernah membangun konstruksi untuk Olympic 2000. 
 
"Saya kerjanya menggambar. Setelah enam bulan, saya nggak bisa berdedikasi, saya keluar. Setelah itu, saya mengambil master," jelasnya. Pada tahun 1994, barulah dia membuka bisnis sendiri yaitu bisnis arsitektur. 
 
Mulai dari satu bisnis itulah bisnis Crown Group berdiri, dari satu usaha bergabung dengan grup usaha lainnya.

(lihat wawancaranya di Vivanews)

Pemilik Kaos C59 Pengusaha Marius Widyarto

Profil Pengusaha Marius Widyarto


pembuat kaos c59


Siapa sih pemilik Kaos C59 ialah pengusaha Warius Widyarto. Kaos C59 yang asli Bandung, dan buat yang belum tau, kaos merek C59 telah menjadi legendanya kaos sablon lokal. Kaos merek ini punya ciri khas ikon, tulisan, serta gambar- gambar lucu.

Marius Widyarto, adalah orang dibalik desain dan nama bekennya, siapa sangka bisnis yang dimulai sejak 1980 ini, cuma bermodal uang Rp.5 juta. Pemasaran cukup melalui kediamannya sendiri di Jalan Caladi nomor 59, Bandung, Jawa Barat.

Soal nama kalian pasti sudah menduga dari mana C59 itu berasal. Pada tahun 1980 menjadi titik balik bagi seorang Marius Widyarto atau sering disapa Kang Wiwid. Di tahun tersebut memilih berbisnis berarti harus sedikit berkorban.

Nekat Bisnis


Ia menggunakan uang kado pernikahan sebesar Rp.5 juta untuk modal. Uang tersebut dibelikannya saebuah masin jahit serta dua buah mesin obras untuk modal pertama. Tak langsung bekerja, ia harus memanfaatkan sedikit bantuan dari teman terdekat dan beberapa kenalan.

"Ya kalau sekarang besaran nominal, jaman dahulu di 1980-an mungkin sebesar Rp5 jutaan," ungkapnya saat berbincang dengan okezone.com.

Awalnya, Kang Wiwid cukup mengandalkan jaringan disekitarnya, seperti teman- teman terdekat yang juga kebetulan mempunyai komunitas hobi, seperti motor, terjun payung, off road, dan lain sebagainya.

"Saya punya teman banyak, komunitas motor, terjun payung, dan off road. Itu  menjadi network pemesanan kaos," bebernya. Usaha tersebut dimulai bersama sang istri tercinta Maria Goreti, dan seorang pembantu.

Kala itu angan- anganya agar bisa membuat sesuatu yang berbeda dari yang lain. Pada tahun- tahun itu bisnis kaos oblong sudah marak.

"Dulu sudah ada pesaing, tapi bagaimana saya mendesain t-shirt dengan desain yang aneh. Waktu itu sablonan kalau di cuci hilang. Akhirnya saya menciptakan bagaimana sablonan ini tidak hilang yaitu dengan sablon karet. Di situlah mulai booming," jelasnya.

Selain keunikan dari jenis sablon yang tidak mudah hilang tersebut, C59 masih punya kunikan lain. Laki- laki yang memang dikenal akan kreatifitasnya ini, mengatakan hal lain yang unik dari kaos sablonnya ialah cara pengerjaan kaosnya.

Kaosnya tidak memiliki sambungan disisi kiri dan kanannya, ini membuat kaos terasa lebih nyaman karena lebih halus terktur dalamnya. Dua hal tersebut yang menjadikan kaos oblong C59 unik, dan ini menambah nilai jual diantara ketatnya persaiangan.

"Seperti misalnya, kaos tidak ada bagian sambungan, di bagian kanan dan kiri ini tidak ada sambungan. Itu yang menjadi salah satu unique selling point dari saya, meski ini berawal di gang sempit. Memang bukan saya yang pertama, tapi produk ini banyaknya di luar negeri," terangnya.

Sebelum menemukan jalannya, ketika masih belum sesukse sekarang, Kang Wiwid sekedar melayani kaos bergambar yang teknik pengerjaanya masih sangat sederhana, hanya menggunakan sistem komputer. Tak ada nilai jual untuk bisnisnya.

Yang terpenting dari seorang pengusaha menurutnya adalah keberani untuk mengeluarkan ide kreatif. Dari awalnya hanya obrolan santai, jika kita kreatif sebagai pengusaha maka bisa menjadi ide dalam membuat sebuah desain kaos.

"Dulu pas sekolah, ide nakal, cerdas, simpel. Kata-kata selalu ada. Ide kreatif bisa berasal dari mana saja, celetukan. Karena saya punya ide. Saya tidak bisa meggambar, manfaatkan teman yang bisa gambar, tidak punya punya uang manfaatkan teman yang orangtuanya punya pabrik kaos," jelasnya.

Kini, usaha kecilnya tumbuh besar, mempekerjakan 559 ribu karyawan semakin jauh berbeda di awal 1980-an silam. Pada 1990, C59 semakin berkembang dengan membangun pabrik dan fasilitas modern bersamaan dengan dibangunnya toko retail (showroom) pertama di Jalan Tikukur nomor 10. 

Ia enggan menyebut berapa omzet perbulan yang bisa dikantongi. Dia menjelaskan ringkas bisnis yang digelutinya telah mampu menghidupi 559 karyawan yang dulu hanya tiga orang saja, ia dan istri ditambah seorang pembantu.

"Masalah pendapatan, sekarang yang jelas saya bisa menghidupi 559 orang karyawan saya. Saya tidak bisa berbicara tentang omzet. Untuk jumlah produksi saya juga tidak bisa memberikan secara besaran angka. Ya kira-kira per bulan 59 ribu pieces," jelasnya.

"Untuk harga per pieces, kira- kira Rp59 ribu, hitung saja (untungnya)," terangnya sambil berkelakar.

Sejak 1993-1994, kaos sablon C59 berdiri secara sah sebagai perusahaan berbentuk Perseroan terbatas dengan Marius Widyarto Wiwied sebagai direktur utamanya.

Rahasia Bisnis

 
Sementara itu, seiring dengan perkembangan jaman, pada 2000 silam, di usia yang ke-20, C59 mulai memasarkan produknya ke Eropa Tengah seperti Ceko, Slovakia, dan Jerman. Dia sukses membenahi usaha ini menjadi retail besar.

Untuk dalam negeri kaos C59 melakukan ekspansi ke beberapa kota besar di Indonesia, melalui toko sendiri dan menjalin kerja sama dengan Ramayana Departement Store sebagai distributor untuk Jakarta, Balikpapan, Yogyakarta, Ujung Pandang, Lampung, dan Malang.

Kaos C59 juga menjalin kerja sama dengan PT Matahari Departement Store. Konsep dan varian produknya juga berubah dari "Basic t'shirt" (Kaos Oblong) menjadi "Fahion Apparel" dengan segmentasi kalangan remaja usia 14-24 tahun.
 
Jalan menjadi pengusaha memang tidak gampang. Berkat inovasi, ditambah kerja keras dan tekat. Kang Wiwid memang memiliki tekat berwirausaha. Menjadi wirausaha dapat dijalankan siapapun. Namun ia selalu mengingatkan untuk menjalankan dengan cinta.
 
Bisnis garmen kaos C59 dimulai dari gang kecil di Bandung. Usahanya PT. Caladi Lima Sembilan sudah diminati masyarakat. Total delapan kantor cabang berdiri. Dari 230 juta jiwa dipastikannya pasti membutuhkan kaos.

Tahun 1980, Kang Wiwid langsung menginisiasi kaos kreatif, desainnya belum banyak dilakukan orang dulu. Kini mungkin sudah banyak menyaingi tetapi telah kalah. Brand C59 sudah besar hingga sulit ditinggalkan.

Usaha ini dibangun bermodalkan mesin jahit. Kang Wiwid dapatkan sebagai kado pernikahan. Lewat seorang teman digadaikannya ijazah SMA. Dia mendapatkan modal bahan baku. Suplai bahan baku ia dapatkan cuma bermodal kepercayaan.

Marius bekerja sama dengan Pameran Dirgantara Bandung tahun 1986. Ia menawarkan kaos berdesin kedirgantaraan. Jamannya kaos sablonan alumni Universitas Parahayangan Bandung, Fakultas Ekonomi tahun 1986, ternyata laku keras karena kualitas tinggi pada masanya.
 
Kang Wiwid pun tidak segan berinvestasi peralatan baru. Kemampuan samblonnya mampu memenuhi pesanan masal. Maka Kang Wiwid mampu mencetak omzet sampai Rp.5,6 miliar.

Pemilik Istana Boneka Wirausaha Butuh Nyali

Profil Pengusaha Susan Soewono

 
istanaboneka.png
 
Pemilik Istana Boneka Susan Soewono tidak menyangkan. Wirausaha butuh nyali dimulai ketika tahun 2000 mulai menjahit. Dia berbisnis kreatif membuat boneka. Butuh perjalanan panjang telah dilalui hingga kini bisnisnya sukses mendapatkan lisensi dari Disney. 
 
Ketika itu, dia sudah mempunyai satu usaha mini market di Simpang Borobudur di Malang, Jawa Timur. Karena toko itu mulai ramai, Susan lalu berpikir untuk membuka usaha lain. Munculah ide untuk membuka toko boneka.

"Karena belum ada toko boneka di Malang, maka saya putuskan untuk membuat toko boneka. Ketika itu, saya mendapat pinjama 0,5 kg emas dari teman sebagai modal," jelasnya.

Usaha boneka


Di awal, ia hanya mengambil boneka dari para supplier untuk dijual lagi. Lama- lama, kok dia merasa apa yang dijualnya sama dengan apa yang dijual di luar sana. Lalu, dia mulai membuka home industry di samping rumahnya untuk memproduksi boneka. 
 
Warga kota Malang mulai menyukai boneka-boneka yang dijual di toko itu. Secara perlahan, ia pun membuka pabrik boneka sendiri. Istana Boneka atau Isbon, tidak hanya fokus pada segmentasi anak- anak saja tapi boneka aneka usia.

"Memang mayoritas anak-anak, tetapi boneka bisa juga dibutuhkan oleh orang dewasa, misalnya untuk kado, atau untuk acara lamaran dan pernikahan. Biasanya kami membuat suvenir berupa boneka. Jadi, konsumennya luas mulai dari anak-anak hingga orang dewasa," ungkapnya.

Dari sebuah toko kecil di Malang, Susan akhirnya melebarkan sayapnya kemana- mana. Toko boneka Isbon mulai punya cabang di sejumlah kota seperti Jakarta, Bali dan Bandung. Hingga kini, sudah ada 40 cabang toko Isbon di seluruh Indonesia. 
 
Cabang ke-41 akan dibuka di Bandung, bulan depan. Ada yang unik dari boneka yang dijual di Istana Boneka yaitu mempunyai garansi seumur hidup. Ini dilakukan agar konsumen bisa tetap ‘memelihara’ boneka yang dibeli di Isbon bisa tetap bertahan lama.

"Jadi, semua yang membeli boneka di Isbon akan dapat sertifikat Lifetime Guarantee. Kalau untuk mengganti kacing yang copot atau mata yang hilang itu gratis, tetapi kalau untuk mengisi busa atau mencuci, maka akan chargenya. Servis ini kami berikan demi kepuasan pelanggan," jelasnya. 
 
Harga bonekanya tidak terlalu mahal berkisar antara Rp.100 ribu hingga Rp.350 ribu. Susan sendiri mengaku memperhatikan betul soal harga. Dia punya pengalaman sendiri tentang harga bonekanya.

"Ketika itu pas hari Lebaran dan anak-anak di kota Malang ada yang datang ke toko Isbon sambil membawa uang angpau yang mereka terima. Wajah mereka sangat senang karena akan membeli boneka di toko Isbon. Ternyata, setelah dihitung, uang mereka tidak cukup. 
 
Ketika itu, kami memang belum memproduksi boneka ukuran kecil. Salah satu pegawai kami sampai berlinang air mata melihat wajah sedih anak-anak itu," jelasnya.

Sajak saat itu, Susan memutuskan memproduksi boneka dengan ukuran yang lebih kecil dan harga lebih murah. Selain itu ia pun mengadakan acara bagi- bagi boneka gratis kepada anak- anak. Setiap harinya ada lima boneka asli yang dibagi- bagikan. 
 
Soal boneka apa yang dibagikan juga unik. Susan menggunakan media Twitter untuk anak- anak menyampaikan boneka apa yang mereka inginkan.

"Nanti tim sosmed kami yang akan pilih pemenangnya. Biasanya, yang kami pilih anak-anak dari daerah yang tidak ada toko Isbonnya dan yang ada JNE-nya tentu biar pengirimannya mudah. Mereka cukup mengatakan, saya ingin boneka Winnie the Pooh," jelasnya.

Menurutnya melihat raut wajah anak- anak yang bahagia atas bonekanya punya kesan tersendiri. Menurut Susan kebahagiaan di wajah anak- anak itu memberikan perasaan tak terkira, tidak bisa diukur dengan uang. 
 
Kebahagiaan itulah yang menjadi konsep berbisnis Istana Boneka. "Happy oriented, bukan money oriented," tegasnya. Dia juga menjelaskan karyawan juga punya bagian saham disana, meski Istana Boneka bukanlah perusahaan terbuka.

Jika anda tertarik hasil karya mereka silahkan kunjungi laman www.istana-boneka.com atau bisa berteman di Facebook dengan Istana Boneka serta di akun twitter @istanaboneka.

Demam film Frozen keluaran Disney ternyata memberikan blessing in disguise bagi Susan Soewono, pemilik Istana Boneka. Dia dipaksa oleh Disney untuk menyerahkan semua boneka Frozen yang dibuatnya karena dianggap sebagai barang bajakan. 
 
Waktu itu dia harus menyerahkan satu truk yang dikirim ke Amerika yang akan dimusnahkan sebagai barang bajakan.

"Saya kirim semuanya, satu truk boneka karakter Frozen ke Amerika. Ketika itu saya minta kalau bisa boneka itu jangan dibakar, tetapi otoritas di sana mengatakan semua barang bajakan harus dimusnahkan. Jadi, saya harus merelakan boneka Frozen itu dibakar," kata Susan kepada suara.com.

Peristiwa ini terjadi sekitar Maret 2014 itu tidak membuat Susan patah arang. Ia kemudian mengajukan diri untuk mendapat izin lisensi dari Disney secara langsung. Awalnya, pihak Disney di Amerika Serikat pesimistis lantaran Indonesia dinilai sebagai gudangnya produk bajakan. 
 
Untuk mendapat lisensi itu disebut Susan tidak mudah. Selain harus merogoh duit cukup dalam tentunya, standar yang diterapkan oleh Disney juga tinggi.

Pihak Disney harus melihat langsung pembuatan boneka di pabrik, mengecek tingkat kesejahteraan dan keselamatan pekerja pabrik.

"Ada tim Disney yang diterjunkan langsung, tapi setelah melihat kondisi pabrik  kami akhirnya lisensi itu diberikan," ujar Susan.

Memang Susan merogoh kocek dalam- dalam. Dia menolak menyebut berapa besarnya biaya mengurus lisensi itu. Kata dia, sejak lama dirinya memang sudah punya keinginan untuk bisa mendapatkan lisensi dari Disney, namun tidak tahu caranya. 
 
Hingga saat ini, pihak Disney selalu meminta satu hasil produk untuk dicek, mereka meminta satu boneka untuk dikirim ke Amerika. Oleh karena itu boneka dari Isbon sangatlah berkualitas, kualitas internasional, meski begitu harganya tidak sangatlah mahal khas produk bermerek.

Isbon sendiri dinobatkan sebagai pemegang lisensi terbaik oleh pihak Disney pada Juli 2014. Saat itu digelar pameran boneka oleh pemegang lisensi Disney di Indonesia.  
 
"Isbon dipuji menjadi yang terbaik, bahkan boneka kami juga diminta untuk dikirim ke kantor perwakilan Disney di Singapura untuk dipajang di sana," ungkap Susan. Berbagai boneka karakter film Disney itu selain Frozen, ada juga Big Hero 6, Star Wars Rebels, Sofia The Firs dan lain sebagainya.

Harga boneka - boneka itu pun bervariasi, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 2,5 juta.

"Semua boneka di Isbon merupakan buatan tangan, tapi kualitasnya tidak kalah dengan produk impor," paparnya kepada Liputan 6. Pemilik Istana Boneka menegaskan bahwa wirausaha butuh nyali.

Sahril Berbisnis Mangga Ekspor Keluar Negeri

Profil Pengusaha Sahril Sidik

 
pebisnismangga.png

Sahril Sidik usianya 28 tahun memutuskan bekerja saja. Dia berbisnis mangga ekspor keluar negeri. Mangga yang bernama gedong gincu memang digandrungi. Berawal dia yang bekerja menjadi pegawai kapal kargo. Dia berlanjut menjajal menjual produk ekspor sendiri.

Dikisahkan pengusaha muda ini pernah berniat menjadi abdi negara. Ia sempat masuk Sekolah Tinggi Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) di Sumedang, Jawa Barat. Merasa tidak betah, Sahril bersama teman- teman memilih kabur dari sekolahnya ke Sumedang.

Ia melanjutkan pendidikan di Akademis Maritim Cirebon sampai tamat. Ijasah dan pengetahuan cuma dia pakai 11 bulan. Dia bekerja di perusahaan kargo. Alih- alih lanjut melaut, malahan dia berjualan mangga gedong gincu.
 

Ekspor Mangga


Tidak sekedar petani melainkan pengusaha muda. Sahril lantas berbisnis mangga ekspor keluar negeri. Dirinya tidak cuma menanam tetapi memasarkan. Usaha Sahril bermula ketika mendekati wanita bernama Cucu Sumiyanti, istrinya kelak.

Dimana dia sering berkunjung ketika masa pendekatan. "Pada masa- masa pendekatannya, saya sering berkunjung ke rumahnya dan disuguhi mangga gedong gincu. Karena enak, saya habis banyak," ujar ayah dari Rizki dan Mila.

Buah mangga jenis Indramayu cengkir. Bedanya di buah terdapat semburat merah di pangkal buah, bentuk membulat, rasa daginya manis, dan serat halus. Mangga jenis gedong gincu banyak ditanam di kawasan Majalengka, Cirebon, dan Jawa Barat.

Pengalaman tersebut membawanya menjajal bisnis buah. Berbekal menyewa dua batang pohon asal daerah Desa Pasirmuncang, Kec. Penyingkiran, Kab. Majalengka seharga Rp.1,6 juta. Ditambah dia menggelontorkan biaya pemeliharaan total Rp.2, 3 juta.

Harga perkilogramnya Rp.15.000 dan ambil untung 200 persen. Keuntungan sebesar tersebut belum ia bayangkan bila diekspor kelak. "Itu baru saya jual ke saudara. Pikir saya, apalagi kalau saya jual keluar negeri," tuturnya.

Pasar Singapura ditembuh berkat memiliki teman. Kebetulan temannya sering sekali melakukan lelang lukisan ke Singapura. Sahril suka bantu- bantu temannya itu. Nah, dia lantas meminta bantuan buat membawa beberapa sampel mangganya.

Lelaki berdarah Aceh tersebut sangat mengutamakan kualitas. Alhasil dia memberikan produk paling bagus hingga menarik. Permintaan skala besar berupa sampel di tahun 2004, ia diminta mengirim sampai 15 ton dan berlanjut di 2005, dan 2006 ekspornya mencapai 113 ton.

Keberhasilan masuk ke pasar Singapura membuatnya bersemangat. Khususnya buat dia memperluas lahan tanam. Di tahun 2004, dia menyewa lahan seluas enam hektar milik beberapa petani. Di tahun 2006, sang pengusaha muda menyewa kebun mangga seluas 30 hektar di Majalengka dan Cirebon.

Rahasia Pengusaha


Sahril tampil lebih percaya diri. Berkat banyak teman dirinya mudah mengembangkan bisnis. Semua itu berkat pengalamannya berorganisasi, ia pernah ikut Forum Komunitas Taruna Maritim Indonesia (Forkatami) dan juga Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Dia bahkan telah memasuki pasar Amerika Serikat. Berkat bantuan seorang teman membawa mangga sampai ke sana. Koneksi pertemanan Sahril meluputi alumni dan berbagai profesi. Mereka biasanya sesama anggota organisasi dan alumni lain dari daerah lain.

Ia terhubung melalui ikatan persamaan visi. Sahril termasuk orang yang mudah berteman. Berkat ikatan teman, katanya mangga gedong gincu sudah masuk Gedung Putih, dinikmati sebagai camilan buat staf kepresidenan Amerika.

Persyaratan mangga masuk ke Amerika terbilang ketat. "Berat minimalnya 2,5 ons, penampakan bersih, bebas residu pestisida," jelasnya kepada Kompas.

Mengapa Sahril cepat mengembangkan bisnisnya. Ternyata berkat bantuan rekanan Singapura. Yang ia rela mengeluarkan pinjaman usaha buat Sahril. Dia bahkan mendorongnya untuk mengikuti pelatihan agrobisnis.

Ia memperkaya diri pengetahuan akan mangga. Sahril juga diajak menjadi pembicara mengenai buah mangga. Sahril tak ragu membagikan pengetahuannya. Disaat ini, ia telah melakukan pembinaan ke 50 petani. Sahril menegaskan, bahwa peluang berbisnis mangga ekspor keluar negeri masih luas.

Dia menyebutkan permintaan datang meluas dari China dan Turki. Kesulitan terbesar membina petani buah adalah pola pikir. Mereka berpikir kalau pohon mangga merupakan warisan. Prinsipnya pohon itu akan berbuaha walau tanpa dipelihara.

Pemeliharaan wajib karena mengikuti standar ekspor. Buat non- standar maka Sahril akan menjual ke pasar lokal. Adapula pasar lokal menghendaki mangga kualitas ekspor. Khusus swalayan yang mana targetnya menengah atas. 
 
Kualitas mangga non- ekspor sangat melimpah. Sahril memutar otak menciptakan bisnis jus buah. Dia menggandeng pabrikan di daerah Surabaya. Sahril tetap berpatokan standar ekspor Singapura. Kalau di Indonesia asal ada uang pasti bisa diekspor, tetapi ya resiko dikembalikan.

Bocah 13 Tahun Jadi Pengusaha Fudge Terkenal

Profil Pengusaha Fraser Bawtree

 

pengusahafudge.png
 

Wajahnya terpajang berkat jadi pengusaha fudge terkenal. Bukan sembarangan bocah 13 tahun ini masuk halaman muka Time Magazine. Ini berkat kepiawaian sosok Fraser Bawtree mengolah kue. Dia muncul di majalah Time for Kids Magazine.


Ini berkat resep kue milik sang kakek. Dikisahkan ia mencoba membuat resep kue milik kakeknya. Berkat kue dia membangun suatu perusahaan. Pertama usianya masih 11 tahun dan beromzet 220 juta. Lalu di tahun lalu, dia mulai mempekerjakan manajer orang dewasa.

 

Bisnis Kue Fudge


Berkat bantuan pegawai ia mampu hasilkan 770 juta tahun ini. Uniknya Fraser mampu menjual sampai keluar Amerika. Bayangkan ia menjual sampai penjuru Eropa dan Jepang. Ayah Fraser berkata anaknya ini cuma coba- coba membikin kue. 

 

Ia mengenang ayahnya, kakek Fraser, memberikan resep ketika masih kecil. Kakeknya senang melihat Freser membuat kue. Mereka senang membuat kue terutama fudge Scotlandia. Ayah Fraser mengenang sang kakek adalah guru fisika, dan telah meninggal diusia 66 tahun.

 

"Ayah saya membuat kue dan sering mengajari Fraser cara membuat biskuit, selai, dan fudge," jelasnya lagi.


Mereka tinggal di Cheletnham dan senang akan kesuksesan bocah 13 tahun ini. Ketika Fraser masuk sampul majalah Time merupakan suatu kehormatan. "Aku sangat bangga mencapai sebuah goal. Hal ini benar- benar meningkatkan kepercayaan diri," ucap Fraser.


Pengusaha fudge terkenal ini melanjutkan, "aku ingin terus membangun bisnis ini. Suatu pengalaman bisnis yang riil bergerak dari pembuatan fudge di rumah ke sebuah pabrik khusus." Taukah bahwa ia menderita disleksi. Ini menyebabkan dirinya sulit menulis atau membaca.


Ini sangat sukar dihadapi terutama menjalani pendidikan. Fraser kesusahan mengerjakan tugas. Tetapi dari membuat kue semua beban hilang. Membuat kue meruapakan cara merileksasi seorang Fraser. Ini juga menjadi bisnis menjanjikan. Fraser tidak pusing lagi masalah penyakit dan masa depan.


Unik Fraser sangat pandai matematika. Menghitung pengeluaran biaya sampai margin untung mudah. Dia belajar matematika praktikal. Ia menikmati proses membuat kue terutama kue manis. Fraser pun diundang celebrity chef, Jamie Oliver.


Dia diajak mengikuti BIG Festival memamerkan produk. Diversifikasi dilakakun oleh Fraser meliputi raisin, permen, mashmallow, dan gift packages.

Pengusaha Muda ini Ciptakan Situs Kerajinan Tangan

Profol Pengusaha Benny Fajarai

 

bennyfajarai.png
 

Pemuda asal Pontianak tersebut ciptakan situs kerajinan tangan. Pengusaha muda bernama Benny Fajarai. Namanya pernah tercatat dalam Forbes 30 Under 30 Asia pada 2016. Pendiri situs Qlapa merupakan suatu marketplace buat kerajinan tangan.


Situs yang mirip situs Etsy tetapi buat pengrajin lokal. Terobosan eCommerce tersebut unik menaikan namanya cepat. Namun tidak mudah situs Qlapa akhirnya tumbang. Produk yang terlalu spesifik dirasa kurang mengena di mata masyarakat.


Empat tahun berjalan telah menyalurkan ratusan miliar ke pengrajin. Walau Google telah merujuk Qlapa sebagai hidden gem dan paling cepat tumbuhnya di Asia. Alasan mengapa bisnisnya gagal dikarenakan gagal membentuk pendapatan.

 

Perjalan Qlapa


Bisnis startup memang dituntut mampu membentuk sistem menguntungkan. Banyak biaya dikeluarkan namun Qlapa tidak untung. Mereka berhasil membantu orang tetapi gagal sendiri. Aplikasi Qlapa pun ditarik dari Google Play semenjak 2019.


"Kami masih percaya akan kualitas, cerita, dan cita rasa akan produk kerajinan Indonesia. Masih ada tugas yang perlu dilakukan, ada mimpi- mimpi yang harus diwujudkan," tulis dalam pernyataan resmi perusahaan.


Tahun 2019 Qlapa tutup dan telah menyelesaikan semua kewajiban. Itu termasuk pembayaran gaji karyawan. Pokoknya Benny selaku CEO, telah menyelesaikan semua dari hak pembeli dan penjual di marketplace ini.


Pada 2017, sebenarnya perusahaan telah mendapatkan pendanaan Seri A, oleh KapanLagi Network, Global Founders Capital, dan Budi Setiadharma. Qlapa sendiri tidak sendiri total dua situs sejenis berdiri, Moselo dan Ku Ka.


Persaingan ketat industri eCommerce memang butuh perjuangan. Sayangnya di marketplace populer seperti Lazada, Blibli, dan Shoope mempunya kategori kolom khusus kerajinan.


Perjuangan Pengusaha Muda


Benny tumbuh dari keluarga sederhana. Ayahnya pernah menjadi sopir angkutan umum. Pernah pula dia berjualan gorengan pisang. Ayah Benny sosok pekerja keras sampai sukses. Mencontohkan kepada putranya, dia mampu memiliki armada angkutan umum milik sendiri.

Kesuksesan ayahnya menjadi wirausaha mengilhami Benny. Waktu SMA, Benny sudah mencari uang sendiri, caranya menjadi penjaga warnet milik Pak RT. Benny sosok cerdas. Ketertarikan akan dunia IT sangat tinggi.

Dia mulai belajar disela menjaga warnet. Ketertarikan akan teknologi, membawa begitu lulus sekolah langsung berkuliah ke Universitas Bina Nusantara. Dia mengambil jurusan teknologi informatika. Dia sempat berbisnis teknologi bersama teman, namanya Cactus Project.

Proyek tersebut ternyata menarik perhatian perusahaan besar. Ada AC Nielsen, PT. HM Sampoerna, Adam Khoo Learning Technology Group, Murad dan DRTV (Innovation Store). Proyek berjalan 2,5 tahun tersebut berhenti karena perbedaan pandangan.

Benny memutuskan membangun bisnis kembali sendiri. Dia mendapat banyak pelajaran. Maka mulai ia menciptakan Kreavi.com. Adalah situs jejaring sosial bagi para desainer seluruh Indonesia. Konsep tersebut kemudian diaplikasikan bisnis barunya, Qlapa.com.

Situs Kreavi kemudian Benny jual pada 2015 silam. Lanjut dia ciptakan situs kerajinan tangan Qlapa dan berlanjut. Ide awal bermula ketika Benny tengah berlibur ke Bali. Dia menemukan bahwa para pengrajin membutuhkan wadah.

Dia melihat penjual menjual terlalu mahal. Bila ditelisik ternyata harga beli dari pengrajin tidak segitu. Benny merasa ingin menolong. Situs Qlapa diharap akan menolong pengrajin lebih mudah jualan. Ia juga berharap akan memberikan keuntungan lebih layak.

Situs Qlapa diberi nama berdasarkan filosofi kelapa. Bahwa selama ratusan tahun, kelapa memiliki guna dari daun, batang, sampai buahnya. Pada November 2015, maka Benny resmi mendirkan Qlapa ini, bertugas sebagai CEO dan CTO nya seorang teman bernama Fransiskus Xeverius.

Pada 2017, dia mendapatkan pendanaan Seri A dari Aaviskhkaar, perusahaan asal India. Bisnis sang pengusaha muda banjir pujian dan penghargaan. Sayangnya, Benny gagal menemukan pola bisnis, dan ditambah marketplace umum juga menarget pasar kerajinan tangan.

Pengusaha Mochi Malang Beromzet Ratusan Juta

Profil Pengusaha Rafli Egy

 
pengusahamochi.png
 
Pernah gagal berbisnis peternakan Rafli Egy terus usaha. Menjadi pengusaha mochi Malang kini beromzet ratusan juta. Kunci sukses brandnya Mochi Macho berkat gencarnya networking. Walau menjalankannya tidak semudah kita bayangkan.

Rafli bercerita dulu sempat berbisnis peternakan. Jual beli bebek sampai suatu ketika ketiban sial. Dia tak menjelaskan detil. Namun Rafli menenggak kerugian sampai ratusan juta. Dari sana dia menyadari bahwa bisnis tak cuma bermodal keberanian.

Dia mungkin berani ambil resiko. Tetapi dia tidak menghitung kemungkinan terburuk. Kemudian Rafli beralih berbisnis kuliner. Sang pengusaha mochi belajar sampai detail mengenai kuliner.

Berbisnis Perhitungan


Ia belajar mengenai networking. Dirangkulnya komunitas pencinta kuliner yang sudah ada. Sekalian Rafli belajar mengenai kuliner lebih dalam. Rafli menjaga hubungan baik dengan food blogger. Ini menjadi satu keuntungan membangun bisnis.

Pemilik bisnis kuliner harus memiliki ciri khas dan kelezatan. Pebisnis harus peka akan kebutuhan para pelanggan. Berikan layanan terbaik bagi konsumen baru. Bila musim penghujan, buatlah produk yang cocok dinikmati hangat- hangat.

Mochi Macho berdiri pada 7 Juni 2014 bertagline "kue kesukaan para wanita". Ide bisnisnya muncul tak disengaja tanpa persiapan apapun. Nama Mochi Maco karena terdengar unik, rasanya enak bila didengar telinga.

Pengucapannya unik mudah melekat dalam ingatan. Harapannya bahwa orang akan ingat ketika akan beli mochi. Mochi Maco memiliki tagline unik buat pembeda saja. Namun ternyata malah benar- benar menggaet banyak pembeli wanita.

Konsep unik terus dikembangkan termasuk produksi. Tujuan Rafli ialah jajanan khas nusantara yang bisa diminati dimanapun. Manajemen ketat dikembangan Rafli terutama buat produksi.

Dia juga melakukan tes pasar melalui serangkaian questioner dibagikan. "Saya terlebih dahulu mencari tau produk apa yang akan mendatangkan penjualan dalam jumlah besar," lanjut pengusaha muda. Ia tidak kurang menyebarkan 200- 300 flayer questioner ke seluruh orang.

Kue Mochi Maco hadir memiliki cita rasa serta tekstur terbaik. Makin lama mochi akan makin lengket dan tidak merubah cita rasa. Bila umumnya pengusaha menjual rasa kacang hijau dan coklat. Rafli menjual aneka varian rasa, dari vanila, strawberry, cokelat dan moca.

Adapula rasa paling digemari es krim coklat oreo, green tea, dan durian. Intinya tiap keping mochinya tak akan mengecewakan.

Bicara mengenai bisnis Rafli memberika beberapa tips: Seorang CEO berperan membentuk tim solid yang memiliki latar berbeda- beda. Bangun manajerial bagus diserta pembagian pekerjaan tepat. Kamu harus mampu membagi- bagi tugas pekerjaan.

Harus memiliki batasan jelas, seperti bagian marketing tidak boleh mengatur- ngatur masalah produksi. Ia sebagai CEO akan melakukan pengawasan. Mengevaluasi masalah seperti penjualan kepada tim marketing. Rafli akan memberikan evaluasi dan aktif berkomunikasi.

Ia mengatakan tim akan menjadi makin baik seiring waktu. Dalam sebulan ia mampu hasilkan omzet Rp.400 juta. Peritem mochi dibandrol Rp.4000 tersebar keseluruh Indonesia. Hasil segitu akan dipakai membayar gaji karyawan, perawatan peralatan, dan pengembangan bisnis.

Saran buat pengusaha muda sadari keadaan. Bahwa kita mungkin akan di atas dan ke bawah. Apabila kamu sudah di atas jangan lupa diri. Bila kamu berada puncak berbisnis jangan lupa perjuanganmu dulu. 
 
CEO tidak cuma mengurusi manajeman atau produksi, termasuk memastikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Kamu harus memastikan semua bekerja berdasarkan SOP. Pebisnis harus tau mengenai apa penyebab kendala dalam berbisnis. Kamu harus memiliki kontrol akan apa terjadi.

Rahasia Kek Villa Bisnis Bersama Istri

Profil Pengusaha Deny Deylandri 

 
denydeylandri.png
 
Rahasia Kek Villa, taukah bahwa sebelum ada makanan ini, kota Batam tidak ada camilah khas untuk dibawa pulang. Pemiliknya kemudian bercerita awal bisnis bersama istri ini. Dia mencoba membuat sesuatu simple tetapi selalu dikenang.
 
Batam pun sepertinya harus berterima kasih kepada sosok Denni Delyandri, sang pencipta Kek Pisang Villa. Jika kamu berkunjung ke Kota Batam tidak akan puas tanpa membeli ini. Nama Kek Villa telah dikenal dan terkenal di mata pelancong. 
 
Berawal seorang buruh pabrik yang berani banting stir menjadi pengusaha. Dulu ia harus mencari- cari uang tambahan, sekarang, namanya ada disetiap kemasan produknya.

Buruh jadi pengusaha


Denni hanyalah pekerja pabrik elektronik yang hidupnya pas- pasan. Meski tercukupi ia masih memendam satu perasaan untuk hidup lebih baik. Apalagi disaat itu sang istri tengah hamil dan membutuhkan biaya yang cukup besar untuk persalinan. 
 
Ia yang melihat anak pertamanya nanti membutuhkan banyak biaya, akhirnya memilih mencari penghasilan tambahan. Bersama sang istri, kedua pasangan muda ini bahu- membahu mencoba berbagai usaha untuk tambahan.

Sebuah kompor minyak tanah, kado pernikahan mereka menjadi modal awal. Mereka membeli kerupuk mentah di pasar, digoreng lalu dikemas sederhana dan kemudian didistribusikan di warung-warung dan rumah makan sekitar tempat tinggalnya. 
 
Meski hasilnya lumayan, tenaga yang dibutuhkan cukup besar jadilah bisnis ini gagal. Bukan karena bisnisnya merugi tapi sepi karena si penjual kecapaian berproduksi. Mereka lalu berbisnis lain tapi sama saja. Masalah mereka tetap sama tenaga yang lebih besar dari hasilnya.

Denny akhirnya berfikir lebih smart. Dalam pencarian bisnisnya, ia menemukan sebuah buku bisnis karangan Robert T. Kiyosaki. Setelah membaca buku itu, semangat wirausahanya kembali berkobar mencari bisnis yang lebih kreatif. 
 
Denny lalu mengambil kredit dari koperasi tempatnya bekerja dan membuka usaha lain lagi, namun usahanya kembali gagal dan uangnya amblas alias hilang seketika. Denny putus asa. Ia kembali membaca- baca artikel bisnis di internet. 
 
Dia belajar lebih banyak melalui CD pelatihan yang dibelinya dari internet. Ia kemudian memiliki ide untuk membuat EO (Event Organizer), yang kemudian mengadakan berbagai acara seminar bisnis. Dia pun tak segan untuk mendatangkan pembicara ternama yaitu Jaya Setiabudi. 
 
Setelah seminar, hubungan Denny dan sang motivator tetap berlanjut, bahkan Denny masuk sebagai anggota dalam asosiasi kewirausahaan yang telah dimotori oleh Jaya Setiabudi. Dari dalam organisasi itulah Denny semakin mendapat pengalaman sangat berharga di bidang wirausaha.

Bisnis Kek Pisang


Disisi lain istrinya, Selvy, juga sudah mempunyai bisnis sendiri yaitu bisnis kek pisang. Ia memasarkan kek pisangnya melalui kemitraan bersama dengan teman- teman kantornya dulu. Awalnya untuk setiap box kek pisang yang terjual mereka memberi komisi 3000 rupiah. 
 
Bila berhasil menjual 100 kotak ada bonus lagi yaitu 100 ribu. Dengan cara ini, kek pisang buatan sang istri yang awalnya hanya laku 30 kotak bisa terjual laris hingga 400 kotak per hari.

Kerja keras itu tak sia- sia, orderan kek pisang itu terus berdatangan. Rumah yang jadi tempat produksi di perumahan Villa Mukakuning, waktu itu tak mampu lagi memfasilitasi produksi kek pisang miliknya. 
 
Karena tempatnya di perumahan Villa Mukakuning inilah akhirnya nama kue produksinya terkenal bernama nama Kek Pisang Villa. Denny tak tinggal diam, ia juga ikut membantu sang istri dalam marketing bisnisnya. Denny dan Selvy akhirnya memberanikan diri untuk menyewa sebuah ruko, yang terletak di kawasan Villa Mukakuning. 
 
Ruko yang dijadikan tempat produksi dan berjualan juga. Agar menarik perhatian, gerai mereka di cat warna kuning dan oranye. Dia tahu bahwa Batam belum memiliki oleh- oleh khas, dengan cerdik Denny mem-brand Kek Pisang Villa sebagai oleh- oleh khas Batam dbertag line Batam. 
 
Ya Kek Pisang Villa. Denny juga memasarkan kek-nya melalui internet dengan membuat situs web. Dari sukses bisnisnya, Denny dan Selvy kemudian membuka cabang di Batam Center, Nagoya, Penuin dan juga Bandara Hang Nadim Batam. 
 
Lokasi cabang tidak terlalu jauh membuat instansi pemerintah dan perkantoran membuat disekitarnya melirik Kek Pisang Villa, baik untuk oleh-oleh atau juga sebagai kue wajib yang disuguhkan saat rapat atau pertemuan. 
 
Hal ini membuat Kek Pisang Villa bertambah terkenal setiap hari. Bahkan Walikota Batam mengaku menjadi langganan setia Kek Pisang Villa.

Dalam waktu satu tahun, bisnisnya bisa berkembang hingga 5 cabang. Modal awal yang hanya sebesar 2 juta berkembang dalam omset 800 juta per bulan. Untuk lebih mempopulerkan produknya, ia kemudian menjalin kerjasama dengan sopir taksi bahkan perusahaan travel. 
 
Pemandu wisata dan supir taksi akan mengarahkan wisatawan untuk mampir ke gerai. Inilah rahasia Kek Villa mampu menjadi ikonik pariwisata. Branding Kek Villa menjadi oleh- oleh khas ternyata sangat berhasil. Denny mengaku senang karena bisnis bersama istri.

Keduanya saling bahu- membahu mewujudkan ide kreatif. Bahkan, untuk semakin mengeratkan kaitan sebagai oleh- oleh khas Batam, konsumen yang membeli kek-nya hingga mencapai 150 ribu akan diberi T-Shirt yang bertuliskan Batam. 
 
Itu guna membangun jejaring dan meluaskan wawasannya, dia ikut rajin mengikuti seminar bisnis. Dan akhirnya berbagai penghargaan juga sempat diraih. Denny menemukan jalan hidupnya dan agar lebih profesional mengelola bisnisnya; Denny resign dari pekerjaannya di perusahaan elektronik.

Resign Kerja Bergaji Tinggi Pengusaha Ikan Petek

Profil Pengusaha Aang Permana

 
ikansipetek.png
 
Mungkin kamu sudah pernah mendengar kisah pengusaha ikan petek ini. Namanya Aang Permana yang resign kerja bergaji tinggi. Alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan, Insitut Pertanian Bogor (ITB), yang sudah memiliki pekerjaan mapan.
 
Bayangkan setelah lulus IPB langsung mendapatkan kerja. Dia pernah bekerja menjadi staf Environmental Engineer di PT. Radiant Interinsco (RUIS). Aang bekerja salam dua tahun. Di tahun 2014, sekonyong- konyongnya ia melepaskan pekerjaan mapan tersebut. Gila memang.

Gaji tinggi karena termasuk industri potensial. Gajinya tinggi ditinggalkan demi menjadi petani ikan. Ia kembali ke Cianjur. Aang menjadi peternak. Ternyata uang tidak bisa menutupi sebagian yang katanya hilang. Dia menghasilkan banyak uang tetapi buat diri sendiri.

 

Bisnis Perikanan


Lubuk hati paling dalam merasa, ilmunya sangat dibutuhkan banyak orang. Mengingat dirinya juga dapat beasiswa full. "Selama ini saya dibantu banyak orang terutama dalam hal pendidikan," ujarnya. Dimana dia ingin memberikan kebahagiaan kepada orang lain. 
 
Membantu mereka yang kurang mampu melalui ilmu perikanannya. "Saya ingin mengajak sebanyak- banyaknya anak muda kembali ke daerahnya, untuk sama- sama membangun Indonesia menjadi negara maju dalam sektor pertanian," ujar sang pengusaha muda.

Pemuda kelahiran Subang, Jawa Barat, kelahiran 1990 yang hidup kurang mampu. Bahkan terlunta- lunta ketika mau kuliah. Aang sempat mengajukan surat Keterangan Tidak Mampu. Buat buku kuliah, Aang sempat meminjam kepada pagawai kampus untuk tugas.

Tugasnya sebagai Staf Environmental Engineer, yang membawanya berkeliling ke pantai- pantai seluruh Indonesia. Dia dimintai menganalisa dan mensurvei. Ia menyadari bahwa dalam membangun potensi perikanan berbeda tiap daerah.
 
Termasuk kampungnya Cianjur dimana memiliki waduk Cirata. Kawasan tersebut dikenal hasilkan jenis ikan bernama sipetek. Dimana ikan itu sudah biasa menjadi bahan makan ternak. Ikan peteknya sangat melimpah yang seharusnya memiliki prospek.

Aang melihat peluang dibalik banyaknya ikan tersebut. Ia kemudian bertaruh. Pasalnya ketika diberi ke orang malah ditolak. Mengkonsumsi ikan sipetek tidak dimungkinkan. Lebih baik dijadikan pakan atau dibuang. Aang menyimpulkan terdapat kesalahan dalam pengolahan.

Pertaruhan senilai Rp.500 ribu demi cemilan nikmat. Berhasil cemilan tersebut disenangi orang sampai beli lagi. Aang kemudian mengundurkan diri dari perusahaan. Pengorbanan menjadi pengusaha muda itu setimpal. Ternyata ke depan usahanya meraup omzet Rp.500 juta perbulan di tahun 2016.

Keberhasilan tersebut berkat sistem penjualan melalui reseller. Total 400 agen menjualkan Crispy Ikan Sipetek keseluruh Indonesia. Aneka macam penghargaan diterima termasuk lomba Wirausaha Muda Berprestasi oleh Kemenpora, dan juga Kick Andy Young Hero.

Aang Pramana adalah pendiri Ikanovasi Daya Lokal. Usahanya membangun lapangan pekerjaan buat perempuan tua dan nelayan. Agen reseller tersebar dari Aceh sampai ke Papua. Penjualannya sampai keluar negeri, seperti Arab Saudi, Taiwan, Malaysia, Hong Kong, dan lain- lain.

Aang sendiri tengah mengerjar proyek bernama setengahporsi.com. Dimana dia akan menjual katering kepada orang yang mau berbagi. Harga jualnya Rp.15 ribu, tetapi pembeli akan mendapatkan porsi separuh. Porsi tersebut akan diberikan kepada anak yatim atau kaum duafa buat makan.

Meneruskan Tahta Bisnis Cara Anindya Bakrie

Profil Pengusaha Anindya Bakrie


biografi anindya bakrie
 
Menjadi pengusaha sudah mendarah daging dalam keluarga ini. Meneruskan bisnis Anindya Bakrie punya cara berbeda. Dimana dia lebih tertarik mengembangkan lini bisnis media. Anindya fokus di bisnis PT. Visi Media Asia (VIVA), meliputi media TVONE walaupun tidak terlalu disorot.

Perusahaan keluarga Bakrie didirikan sang kakek, Ahmad Bakrie. Perkembangannya pesat menjadi salah satu perusahaan multi nasional. Bisnisnya meliputi bidang pertambangan, migas, infrastruktur, tambang, media dan telekomunikasi.

Kini, Anindya Novyan Bakrie, menjadi generasi ketika mendukung bisnis keluarga. Anin sekaligus menjadi CEO PT. Bakrie Global Venture. Sejak kecil dikenal memiliki keinginan kuat belajar sampai jenjang tertinggi. Anin lulus Northwestern University, mengambil jurusan Teknik Industri.

Bakat Wirausaha Sejak Dini


Putra dari Aburizal Bakrie dan Tatty Murniarti, melanjutkan pendidikan di Stanford Graduate School of Business, mengambil program Global Management Program (GMP). Anin aktif mengikuti aneka organisasi Himpunan Pengusaha Indonesia, Persatuan Renang Indonesia, Kamar Dagang Indonesia.

Keunggulan Anin begitu terlihat ketika usianya 27 tahun. Waktu tersebut dia mampu mengambil alih stasiun televisi ANTV atau PT. Cakrawala Andalas Televisi. Dia didapuk menjadi Presiden Direktur di sini.

"Bisnis kedepan bukan yang besar mengalahkan yang kecil, tapi yang cepat mengalahkan yang lambat,"tuturnya.

Anin mampu menangani masalah dalam stasiun televisi tersebut. Bayangkan harus membawahi satu perusahaan televisi hampir bangkrut. Mereka memiliki hutang Rp.1,4 triliun untuk menaikan saja sangat sulit. Anin memiliki pandangan tersendiri mengenai televisi swasta diluar acara umum kita.

Anin rela mendekati pemilik obligasi hingga kreditur. Ia menyuguhkan konsep meyakinkan bahwa ini akan berhasil. Bahkan berhasil menyumbangsihkan berdirinya PT. Visi Media Asia (VIVA), dengan jaringan media besar termasuk stasiun televisi swasta.

Tidak mudah bagi Anindya Bakrie tumbuh dalam keluarga ini. Beban berat sudah dirasakan karena harus mewarisi bisnis besar. Ketertarikan akan dunia bisnis bukanlah hal instan didapat. Tentu kita sering dengan anak yang tidak tertarik akan profesi orang tuanya.

Kita pernah mendengar anak penyanyi yang memilih tidak bernyanyi. Meskipun sama- sama dalam bidang seni tetapi beda. Bahkan ada orang yang profesinya melenceng jauh dari orang tuanya. Kisah ini juga menjadi bagian terbesar keluarga Bakrie secara keseluruhan.

"Waktu itu sejak masih kecil sudah diajakin diskusi bisnis," ia menerangkan. Bahkan diskusi ini tiba- tiba muncul ketika makan bubur. Diwaktu senggang tidak jarang Anin kecil mendengar bahasan soal kewirausahaan.

Ada bapak, om- om, dan keluarga besar membahas bisnis. Padahal dia baru berusia 5- 6 tahunan, ya tidak paham sama sekali apa mereka bicarakan. Lama- lama dia timbul konsep mengenai menjadi wirausaha. Ketertarikan tersebut tanpa datang melalui keterpaksaan melainkan ketertarikan.

Lulusan S-1 langsung mendapatkan pekerjaan di Wall Street. Tetapi jangan bayangkan dirinya akan bekerjar enak. Walaupun Wall Street, faktanya ketika dia hitung gajinya dibawah UMR sana, sudah lagi ditambah kerja sampai jam 11 malam.

 "Datangnya sih rapi pakai dasi, tapi gaji sedikit," jelasnya.

Pandangan awam bahwa anak muda tidak mampu menjalankan tugas besar. Sangat sedikit jajaran petinggi perusahaan berusia muda kala itu. Pasalnya senioritas masih dianggap dikalangan eksekutif perusahaan. Dia memiliki pengalaman tetapi tentu tidak sebanyak seniornya.

Menjadi pengusaha muda tidak mudah ketika memulai. Anin mengalami "pandangan" tersebut tetapi tetap berjuang keras. Pada dasarnya ia adalah sosok memiliki rasa keingin tahuan. Alhasil ketika dia harus mengambil alih sebuah stasiun televisi, dipelajarinya perusahaan sampai ke ruang produksi.

Bayangkan kamu mengerjakan bisnis yang hampir bangkrut. Perusahaan televisi swasta yang hanya punya acara seadanya. Mereka hanya mementingkan siaran seadanya tanpa terencana. Apalagi punya hutang mencapai Rp.1,4 triliun; Anin pastilah pusing tujuh keliling.

"Seperti benang kusut," Anin menerangkan pengalamannya. Stasiun televisi swasta tersebut memang diambil alih dalam keadaan buruk. Anin tidak gentar menghadapi masalah. Maret 2002, dirinya lalu diangkat menjadi Presiden Direktur membawahi ANTV milik PT. Cakrawala Andalas Televisi.
 
 
Ia langsung merombak konsep tayangan televisi ini. Anin juga merombak jajaran eksekutif agar lebih berpandangan ke depan. Harus mengubah image ANTV yang memilik acara seadanya. Dia sebagai pemimpin muda punya kelebihan dan kekurangan.

Dia sebagai anak muda tidak punya pengalaman disini. Anin tidak ragu berkonsultasi dengan senior di industri ini, dan juga tidak ragu mengarahkan mereka pegawai senior. Anak muda berarti menjadi lebih kreativitas dan memiliki visi luas.

Anin mengajak semua pemegang kendali berlari kencang. Bersama- sama membangun program baru yang lebih fresh. Hasilnya ANTV mempunyai program unggulan, dan mulai dilirik pemirsa setia. Dia lantas ditunjuk sebagai pemimpin PT. Bakrie Telecom (BTel), melayanai operator jaringan GSM.

Nama Chiat Peng Pengusaha Bidang Konsultasi

Profil Pengusaha Chiat Peng

 
chiatpeng.png
 
Menjadi pengusaha bidang konsultasi masih menjanjikan. Nama Chiat Peng, usianya 34 tahun, memiliki pandangan, "bila dia bisa maka saya bisa!". Pandangan inilah menjadi modal Chiat Peng maju. Dia gigih dan bekerja keras. Ia bahkan tertantang malukan hal sama dengan pengusaha sukses.

Tertantang menjalankan wirausaha walau tanpa pengetahuan. Nama Chiat Peng masih kecil tidak punya pendidikan menonjol. Tetapi dia memiliki tekat ketika memiliki kemaun. Sampai ketika dia masuk kuliah mulai berprestasi.

Dia lantas menjadi staf pengajar Universitas Tarumanegara. "Saya tidak pernah berpikir untuk mengajar. Dari segi prestasi saya biasa- biasa saja, dari pengalaman mengajar, saya tidak punya apa- apa," ujarnya lagi.

Chiat Peng mengaku terinspirasi seorang dosen baik. Dia masih muda. Mendedikasikan hidupnya menjadi pengajar. Terinspirasi hingga kagum sampai mulai belajar lebih tekun. Sang dosen lantas mengajaknya menjadi asisten dosen.

Ia selalu tertantang melakukan sesuatu. Di kiri ke kanan, dirasakan butuh tantangan baru, Chiat Peng mulai melirik orang- orang sukses sekitarnya. Mereka makan nasi. Dia makan nasi. Sama- sama makan nasi kenapada dia tidak bisa sukses mereka.

"Mereka kan makan nasi, saya juga makan nasi. Kenapa dia bisa begitu, kok saya tidak bisa? Saya terinspirasi. Suatu hari, mungkin tidak setahun atau dua tahun, tetapi saya pasti bisa seperti itu," tegas dia.

Chiat Peng bekerja keras hingga menjadi seperti orang disekelilingnya. Maka inilah yang membawa nasibnya sampai ke Negeri Paman Sam. Dia menyandang gelar MBA. Itu berkat kerja keras bahkan sampai menyiapkan diri demi tes TOEFL.

Dia bahkan mengulang tes berkali- kali. Kegigihan mempelajari pelajaran memunculkan kebosanan. Ia tetap belajar dan gigih sampai sukses. Setiba ia di Amerika malah mendapatkan hantaman keras. Krisis moneter mendera dunia termasuk Indonesia.

Kondisi keuangan sulit sampai krisis moneter usai dan masuk reformasi. Ia pun memohon kepada pihak dekan universitas untuk mempercepat studi. Namun disyaratkan harus belajar lebih keras bila dipercepat. Chiat Peng belajar lebih keras dibanding mahasiswa lain.

Ia bekerja paruh waktu menjadi asisten profesor. Juga menjadi staf bekerja di lab. Dia juga mengambil banyak mata pelajaran. Dia sampai bermalam- malam mengerjakan tugas di perpustakaan. Tidurnya beberapa jam saja dan sudah menjadi makanan sehari- hari.

Itu semua dibutuhkan demi menyelesaikan studi cepat. Begitu lulus dia berangkat ke New York buat mencari tantangan lagi. Teman sahabatnya orang Amerika menceritakan impian. Bahwa inilah tanah peluang bila kamu mau berjuang.

"This is land of opportunity. If you say you can work here, you can be successful." Chiat Peng yakin bahwa akan sukses ketika menginjakan kakinya. 

Dalam dua bulan, sesuai ditargetkan, ia menjadi assistant to marketing director di salah satu kantor di New York. Pengalaman menjadi pegawai menempanya bekerja lebih keras. Terutama kendala bahasa harus dapat diatasi berbagai cara.

Inilah batu loncatan karirnya lebih tinggi ketika kembali ke Indonesia. Chiat Peng bijak menyadari ini tidaklah akan mudah. Proses dilaluinya melalui selalu belajar dan bekerja keras. Banyak keluar rumah merupakan cara jitu tetap terinspirasi.

Temuilah sebanyak mungkin pengusaha muda. Balajarlah dari mereka sampai bersemangat kembali dari keterpurukan. Dia tetap menjadi sosok tertantang. Akhirnya Chiat Peng menjadi pengusaha bidang konsultasi. Usaha konsultasi ini yang menspesialkan sales management.

Berbekal pengalaman 10 tahun menjadi modal. Dia menawarkan jasa konsultasi selling skill. Dilihat banyak perusahaan membutuhkan penanganan selling. Pengusaha muda ini kemudian memberikan aneka advice. Ia pun menjadi pembicara sampai menjadi trainer.

Chiat Peng akan membantu perusahaan lain. Inilah sosok trainer sukses yang bernama lengkap, Tjiauw Chiat Peng, trainer sekaligus eksekutif muda aktif.

Toko Roti Igor's Pastry Jejak Wirausaha

Profil Pengusaha Innoco Sjahandi

 
igorpastry.png
 
Jejak wirausaha toko roti  Igor's Pastry. Nyatanya banyak orang berbisnis dari sekedar hobi. Apalagi jika faktor pendidikan menjadi pendukung hobi tersebut, ditambah pengalaman bekerja dengan orang lain. 
 
Inilah yang akan menjadi kombinasi menakjubkan bagi karir anda sebagai pengusaha. Sebut saja Innico Sjahandi dan Ratna Kusumo. Bisnis roti yang mereka rintis sejak 11 tahun silam berhasil menghantarkan mereka jadi salah satu pengusaha ternama di Surabaya, Jawa Timur.

Igo, panggilan akrab Innico Sjahandi, dan istrinya Ratna dipertemukan oleh kegemaran yang sama memasak. Berangkat dari hobi tersebut keduanya berusaha bersama membangun bisnis. 
 

Bisnis Keluarga

 
Dimulai dari berpacaran, dua- duanya bersama- sama bersekolah di Akademi Pariwisata NHI Bandung, fokus pada hobi mereka sebagai landasan. "Selain itu kami ingin cepat menghasilkan," ujar Igo yang lulus dari NHI pada 1989.
 
Selesai kuliah, mereka pun sama- sama merintis karier sebagai chef di sejumlah hotel dan restoran di luar negeri. Tujuh tahun Igo dan Ratna menghabiskan waktunya di Eropa. Keduanya sibuk bekerja dan juga melanjutkan pendidikan diploma perhotelan di Swiss. 
 
Baru di 1996 mereka kembali ke Indonesia tepatnya ke pulau Bali. Booming hotel bintang lima di Surabaya tahun 1997 membawa mereka pindah ke kota pahlawan Surabaya. Igo mendapat pekerjaan sebagai manajer restoran di Hotel Mandarin Oriental, Surabaya.

"Saya ingin lebih mengenal customer karena di Bali saya lebih banyak bertemu dengan tamu turis asing," jelas Igo.

Selama lima tahun menetap di Surabaya, Igo sudah merasa mengenal Surabaya dan juga masyarakatnya. Ia melihat peluang itu. Bisnis bakery, dia dan istrinya mencoba membawa konsep bintang lima itu dengan harga yang tetap terjangkau. 
 
Berbekal pengalaman dan tabungan selama bekerja mulailah bisnisnya ini di sebuah ruang tamu rumahnya, Jalan Biliton, Surabaya, pada 2002.  "Gerai Igor’s pertama kami kecil, ukurannya 7 m x 7 m," kata Igo. Selain Igo dan Ratna, ada 10 orang karyawan membantunya di dapur.

Seperti konsep awal, bakery buatannya haruslah seperti bintang lima tapi berharga terjangkau. Igo sangatlah mengutamakan kualitas produknya. Selain bahan- bahan baku pilihan, dia tak mau menambahkan pengawet, trans fat, dan penyedap dalam produknya. 
 
"Produk kami juga selalu fresh setiap hari," kata ayah dua putri ini. Tak heran. Roti yang mereka tawarkan tetap terasa mahal karena bahan bakunya. Igo menjual rotinya seharga Rp.4000, masih sering mendapat komplain kenangnya.

"Awalnya, kami sempat mendapat klaim soal harga yang mahal. Tapi, mereka puas karena ternyata besoknya kembali lagi berbelanja," kenang Igo.

Usaha yang diberinama Igor's Pastry ini, telah menjadi pelopor toko roti dan kue untuk mereka yang memerlukan perhatian khusus, untuk mereka yang ingin mengurangi gula, telur atau gluten. 
 
"Jadi, ada produk sugar free, egg free, gluten free, dan lainnya," ujar pria kelahiran Bandung 17 Agustus 1968 ini. 
 
Lantaran sudah sangat berpengalaman dalam pengelolaan restoran maupun produk bakery di hotel, Igo dan Ratna tak menemui kesulitan dalam pengembangan usaha mereka.

Kreasi dan inovasi menjadi kunci utama supaya pelanggan tak mudah bosan. "Itu juga yang selalu kami lakukan saat bekerja di hotel," kata Igo menambahkan. Hingga di tahun 2005, Igor’s Pastry telah membuka cabang kedua di Surabaya. 
 
Tak hanya melayani pelanggan ritel yang datang ke gerainya, Igo juga memasok produknya ke sejumlah hotel, kapal pesiar, beberapa perusahaan modal asing, korporasi, dan sejumlah konsulat di Surabaya.

dengan pengalamannya bekerja di hotel, Igo paham benar seluk- beluk dalam dunia bakery. Tak hanya mengandalkan kreasi-kreasi baru, Igo juga melengkapi usahanya dengan sejumlah sertifikasi. Sebut saja, sertifikasi HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) atau sertifikasi sistem keamanan pangan. 
 
"Ini semacam SIM bagi operator food and beverage karena harus mengetahui persyaratan penanganan makanan, dari pendataan, penyimpanan, pengolahan bahan makanan dan lain-lain," jelas Igo.

Selain itu, ada pula sertifikasi Tuv Nord dari Jerman. Setifikasi ini cara Igo mengontrol kualitas produknya apalagi sejak membuka cabang- cabang usaha. Dia juga menggunakan sertifikat tersebut untuk membentangkan sayap usahanya. Ia menjadi pemasok di berbagai hotel berbintang dan kapal pesiar. Kini, Igo menjual rotinya berkisar Rp 15.000 per bungkus. Dua tahun kemudian, pada 2007, Igo telah membuka cabangnya ketiga di Surabaya. Lalu, pada 2010, mereka mulai merambah pasar Bali.

"Untuk memperbesar pasar, kami harus membuka cabang di luar kota karena seluruh Surabaya sudah terkaver," jelas Igo kepada SWA.co.id

Kualitas Produk


Baru pada 2014, Igo memberanikan diri merambah pasar bakery Ibukota. Igor’s Pastry secara resmi memiliki satu gerai pertama di Jakarta. Tak seperti di gerai-gerai sebelumnya, Igo telah melengkapi cabang terbarunya ini dengan kafe. 
 
Langkah ini dia lakukan berdasar survei maupun saran dari teman-temannya. Kini dapur Igor’s Pastry telah menyuplai ribuan potong roti ke sejumlah gerai setiap hari. Ke depan, tak ada rencana muluk dalam pikiran Igo.

Dia hanya ingin menambah gerai baru di Jakarta, supaya lebih dekat dengan konsumen. Innico Sjahandi memang tipe pekerja keras. Sejak masih muda ia telah menghabiskan waktunya di dapur tak seperti teman- teman sebayanya. 
 
Kecintaan akan kuliner bukan lagi tentang hobi tapi bagaimana cara dia hidup. "Bos saya sampai bingung, kenapa enggak pulang-pulang. Yang lain bekerja delapan jam, saya bisa 15 jam," kenangnya.

Tak heran, dalam enam setengah tahun, pria berusia 46 tahun ini naik jabatan lima kali. Begitu pula saat ini, Igo, panggilan akrabnya, juga banyak menghabiskan waktu untuk pengembangan usaha. Kini dia melihat berbedanya bekerja menjadi karyawan dan pemilik usaha. 
 
Ada sentuhan berbeda dari tiap kerja kerasnya. "Lebih pusing punya bakery sendiri," kata dia. Pasalnya, bila jadi pekerja, Igo sudah bisa benar- benar berhenti berpikir ketika off. "Sementara, punya usaha sendiri, harus terus berpikir. Kerja tujuh hari, mikirnya bisa delapan hari," cetus dia.

Dia dibantu sang istri, Ratna Kusumo, memang pengusaha yang patut dicontoh. Igo lebih banyak berperan dalam bisnis dan pengembangannya, sedangkan sang istri fokus mengurusi produksi, karena lebih ahli di pastry dan bakery. 
 
"Enggak bisa, satu dapur dua nakhoda. Berantem terus," tutur ayah dari Chenyl ( 9 tahun) dan Kathleen (11 tahun) ini. Meski menjalankan bisnis pasangan suami istri ini mengaku tak ada hambatan yang berarti. Tapi keduanya sempat merasakan pengalaman bajak- membajak pegawai.

"Bagi kami, pembajakan kurang etis. Ini sedihnya," kata Igo.

Meski punya mimpi besar menjadi gerai pastry dan bakery terbaik di Indonesia,  baik dalam kualitas dan kuantitas, Igo tak ingin memperbaniyak jumlah gerai secara berlebihan. Sebab, menurut Igo, dengan jumlah gerai berlebihan, akan sulit mempertahankan kualitas. 
 
Jejak wirausaha toko roti Igor's Pastry berlanjut. "Kami tidak ingin memiliki gerai dalam jumlah banyak, karena kami lebih mengutamakan kualitas," kata Igo yang melansir sekitar 500 varian per- gerai.
 
Setelah sukses di Surabaya dan Bali, kini Igor’s Pastry telah hadir di Jakarta Jl. Wijaya 2 No. 122, Kebayoran Baru dengan konsep Chalet.

Konsep yang menyerupai tempat peristirahatan di pegunungan Eropa menjadi ciri khas seluruh gerai Igor. Igor mengatakan bahwa gerai Igor’s Pastry juga menyediakan Wi-fi dan memiliki meeting room. 
 
"Bagi mereka yang datang bisa santai sambil menggunakan wi-fi. Kami juga memiliki meeting room," jelasnya kepada Kontan.co.id
 
Untuk harga jual, Igor menjual produknya di kisaran Rp16 ribu sampai Rp20 ribu. "Untuk harga kami coba tekan agar sesuai dengan kemampuan pasar. Saya kira harga ini tidak terlalu mahal," pungkasnya menutup.

Usaha Teknik Entrepreneur Denni Andri

Profil Pengusaha Denni Andri

 

entrepreneurdenni.png

Entrepreneur Denni Andri memilik tekat keras. Bayangkan usaha teknik buatannya hasilkan aset Rp.80 miliar. Dia adalah Presiden PT. Taka Turbomachinery Indonesia, usaha teknik mengerjakan mesin- mesin dan bahan kimia. 


Produk andalannya meliputi turbin dan compressor pump. PT. Taka bikinannya juga memiliki keahlian industrial pump repair, steam turbine repair, dan gas turbine repair. Pengalaman panjang tersebut mampu menarik klien kakap, seperti Pertamina, Indonesia Power, Torishima Guna, Kepindo, dan Chevron.


Perusahaan PT. Taka dibangun bermodalkan Rp.60 juta. Denni memiliki 150 pegawai, fasilitas kantor, dan pabrik seluas 6000 m2. Alumini Geologi Institute Teknologi Bandung, yang semula sekedar membuka bengkel di Bandung.

 

Menjadi Pengusaha


Awal Denni kesulitan mendapatkan pekerjaan. Sialnya krisis moneter 1998 menerpa kehidupannya. Dia sempat bekerja freelance. Tetapi perusahaan memutuskan melepaskan pekerjaannya. Denni jadi pengangguran. Hidup tanpa pendapatan memaksa usaha teknik seadanya.


Kebetulan dia memiliki ketertarikan akan dunia teknik. Denni paham mesin dan mekanik umum. Sejak remaja dia berani mengutak- atik mesin. Pengalaman selama remaja tersebut diaplikasikan kini. Denni membuka usaha mesin umum.


Walau tidak memiliki latar belakang pendidikan cuek aja. "Saya memilih bidang ini karena minat dan menjalankannya secara learning by doing," ujar sang entrepreneur.


Pelanggan pertama adalah pemilik mobil meminta tormol rem. Pengalaman teknik semenjak remaja ternyata berguna. Dia ingat cuma menjual Rp.15 juta. Aneka taktik dilakukannya agar menjalankan usaha ini. Dari meminjam uang kepada orang tua sampai ia menjual mobil.


Pertahun nilai mobil pribadinya menurun terus. Mobil pertamanya Daihatsu Taft pada 1999 dijual, lalu berganti Toyota Hardtop, yang mana sisa uangnya buat mengganti uang  orang tua. Kemudian Hardtop dijual, diganti motor, dan motor lantas dijual dan Denni cuma naik angkot.


Dia menghadapi kesulitan dan masalah. Tantangan akan selalu ada maka harus dihadapi. Ia anggap itu sebagai proses harus dilewati; ia mengalir begitu saja. Tantangan adalah anak tangga yang wajib Denni daki. Denni berkali- kali ditolak bank.


Dua sandalnya habis dipakai berkeliling. Prinsipnya uang berapapun tetap senang. Mau punya seribu dia tetap happy. 

 

"Saya punya uang seribu saya happy, uang saya 1 juta saya happy, uang saya 100 juta pun saya happy. Bukan uang saya seribu kurang, 1 juta kurang, 100 juta kurang. It's about mindset," tuturnya mengenai entrepreneurship.


Bengkel kecil tersebut berubah selepas 12 tahun berdiri. Dulu dia memiliki 12 orang karyawan selepas menjadi PT. Taka melonjak. Dimana PT. Taka mendominasi bisnis turbin, compressor, dan pompa di Pertamina. Perusahaan tersebut juga melayani aneka industri termasuk kimia.


Prinspinya dia membangun budaya dan sistem perusahaan dulu. Denni pun tidak lupa mengembangkan sumber daya manusia. Soal permesinan, infrastruktur, dan permodalan juga menjadi sorotan. Ia terus mengumpulkan sumber daya mumpuni.


Kebiasaan belajar terus membuatnya menguasai banyak aspek. Denni juga termasuk tipikal percaya akan pegawainya. Dulu dia memegang keuangan kemudian dilepas tugaskan. Bertahap dia sistemnya dibangun dari level keuangan sampai produksi.


Peran pimpinan mulai dilepaskan diserahkan orang lain. Denni tidak ragu- ragu memberi kepercayaan ke orang lebih pintar. "Suatu saat nanti akan ada yang mengambil peran saya sebagai presiden, dan saya tidak perlu ada disana lagi," jelas Denni.


PT. Taka menguasai 20%- 40% pangsa pasar dan menjadi nomor 2 di bidangnya. Dia menargetkan di tahun 2012 menjadi nomor satu. Ia menargetkan menjadi produsen turbin pertama Indonesia. Kalau orang butuhkan turbin pasti membeli ke Jerman atau Jepang.


Dia akan membangun turbin kelapa sawit atau pabrik gula. Harapannya juga termasuk membangun pompa unit utilitas industri kimia dan perminyakan. Denni juga berencana membangun sumber daya listrik sendiri. 


"Yang saya khawatirkan, jika saya merasa kenyang, maka saya akan malas," jelas Denni. Usaha teknik ini didukung kecintaanya akan entrepreneurship.


Disaat sekolah dasar sudah menghasilkan uang. Denni sudah jualan layangan. Ada kepuasan ketika ia hasilkan uang sendiri. Kesenangan tersebut berlanjut masuk remaja. Denni jualan asongan jeruk dan durian di pasar ketika SMA. Menciptakan sesuatu yang menghasilkan uang merupakan kebanggaan.


Dia menekankan prinsip jangan mengharapkan hasil besar, bila kamu mengerjakan sesuatu minimal. Maka para entrepreneur wajib bekerja keras sampai maksimal. Bakat ditambah pengetahuan akan menjadi kombinasi maestro.


Tidak ada kata terlambat atau terlalu awal menjadi entrepreneur. Waktu paling tepat ialah lakukan sekarang atau "Just Do It", atau kamu akan menyesal. Agar lebih berani bergaulah dengan orang yang berani. Kamu akan tertular menjadi pengusaha bila tepat.


Tepat bila kamu memilih teman sepemikiran dan mentor usaha. Orang sukses akan memberikan aura positif disekilingmu. Hindari merasakan minder bila disekitar mereka. Serap kepercayaan diri mereka bukan merasa rendah diri.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba