Penjual Mie Ayam Paling Kaya Rasa Waralaba

Profil Pengusaha Wahyu Indra 


penjual mie ayam waralaba
 
Ulet berbisnis pantas pengusaha Wahyu Indra sukses. Dia memang dikenal produsen rumah produksi. Tidak malu juga merangkap pengusaha mie ayam. Dari bisnisnya menghasilkan puluhan juta rupiah. Dikisahkan bisnisnya bermula pemikiran istrinya, pada saat istri hamil, Wahyu melanjutkan usaha mie ayam sang istri.

Dia adalah mantan produsen sebuah production house ternama. Namun karena iklim perfilman waktu itu tengah jenuh. Wahyu harus siap kerja lebih keras. Dia lantas banting stir mencoba bisnis kuliner. Awal ia menggelontorkan modal Rp.27 juta.

Pengusaha Mie Ayam

 
Tidak gampang memang. Awal dia sempat frustasi menjalankan bisnis mie ayam. Membosankan sekali ya berjualan gerobak. Dia hampir menyerah. Hingga ia bertemu seorang penjual tongseng. Pengusaha itu lantas memberikan dorongan. 
 
Ia mengisahkan bagaimana perjuangannya selama 10 tahun berjualan. Semangat Wahyu kembali, dia sudah kebal kena razia berkali- kali. Dia bersemangat kembali berjualan demi mencapai tujuannya. 
 
"Tukang tongseng aja berjuang 10 tahun baru sukses, kok sata baru setahun saja sudah mau tutup," terangnya, kerja keras dilipat gandakan Wahyu.

Pedagang tongseng asal Kukusan, Depok, sudah memiliki ruko sendiri. Dari perjalanan sepuluh tahun jadi semangat Wahyu agar berjuang. Sang pengusaha tongseng menjarkan kesabaran langsung. Yang awalnya hobi makan mie ayam kini telah menjadi bisnis. 
 
 
Ia mensurvei mie ayam lain agar lebih lezat dari lainnya. Ia cicip mie ayam terkenal sampai jalanan. Berjalan waktu ia menemukan resep mie lembut, enak, dan tak mudah putus. Lantas ada bumbu sedap menyatu. Sangat membaur dengan bahan mie ayam buatan Wahyu. 
 
Ia menyebut mie ayamnya akan menari dilidah kamu. Dan trial and error sudah menjadi makanan sehari- hari. Suami dari Ervina Widamayati ini, sejak 2007 sudah mencari resep mie ayam sendiri. Berkat mesin pembuat mie itulah ia sukses. 
 
Mesin berharga Rp6,5 jutaan dan bahan bakunya dia cari sendiri. Awal berjualan menyewa tempat di Jalan Mawar hingga sukses. Setelah lebaran 2008, ia kembali berbisnis mie ayam. Sambutan masyarakat diluar dugaan. 
 
Bayangkan ia langsung menjual 100 mangkok dalam sehari. Harga mie ayam Rp.7000 tinggal dikalikan saja. Lalu dia memutuskan pindah tempat, meski pindah eh masyarakat tetap memburu mie ayam bikinan Wahyu.
 
 Kira- kira Juni 2010 silam, ia dan istri mulai berjualan bakmi. Yang kemudian mereka beri nama Warung Bakmiku. Awalnya usaha tersebut didirikan sang istri, setelah resign kerja, yang mana kecapean karena bekerja kantoran berarti berangkat subuh dan pulang jam 8. 
 
Alasan lain karena Wahyu sendiri penggemar mie ayam. Pemikiran bahwa mereka butuh mengatur pemasukan keluarga. Apalagi karena Wahyu mulai kehilangan arah di bisnis rumah produksi. Pengusaha rumah produksi itu tidak terlalu fokus di bisnis mienya. 
 
Hanya sang istri sampai akhirnya dia hamil. Setahun usaha dijalankan mereka, namun keduanya berjalan ditempat. Sampai benar- benar Wahyu kepepet berbisnis mie ayam -karena PH -nya sepi. Ia lantas mengingat ilmu tukang tongseng. 
 
Berbisnis 10 tahunan barulah tahun kesebelas sukses. Ia memutuskan keluar justru ketika ada seorang teman menawari proyek. Wahyu sendiri sadar bahwa bukan soal kesempatan. Bisnis rumah produksi dianggapnya tidak dapat dia imbangi lagi. 
 
Lantaran fisik juga proyek layar lebar kadang tidak pasti. Nah, justru ketika fokus berbisnis mie ayam, bayangkan dia menghasilkan uang harian. Kemudian perasaan ingin lebih muncul dari sekedar laku. Opsi Wahyu adalah membuka cabang tetapi ia tidak cukup uang. 
 
Atau ia nekat membuat sistem kemitraan dengan bisnis Mie Ayam Gerobakan -nya. Lalu opsi kedua lah yang dilakukan Wahyu, meski terbilang nekat. Mulai dia membuat website, menyusun SOP, melakukan perjanjian kerja. Kemudian Wahyu pasarkan ke sosial media.
 
Mulailah dia memasarkan ke Facebook. Enam bulan berlanjut, bisnis kemitraan miliknya berjalan sangat lambat, hanya ada 10 mitra disaring Wahyu.

Mie Ayam Waralaba

 
Ia sempat frustasi kerena hal tersebut. Saking frustasi dia sempat berpikir kembali ke berbisnis PH. Sampai pada bulan Desember 2010, ia berkenalan dengan supliedr gerobak Pondok Gede, menyarankan buat masuk ke Komunitas TDA. 

Karena domisili dia di Depok bergabunglah dengan TDA Depok. Dari sanalah ia mulai membangun koneksi bisnisnya disana. Perjalanan membawa Wahyu bersilahturahmi dengan pengusaha sukses TDA. Kemudian ada program mentoring pebisnis pemula. 
 
Wahyu nekat meski dia belum menjadi bagian mereka. Banyak orang bertanya karena dia datang tanpa diundang disana.

"Anda siapa dan maksud kedatanganya ke sini untuk apa?" ujarnya. Dengan percaya diri, memperkenalkan diri sebagai pengusaha pemilik Mi Ayam Gerobakan.
 
Ia bilang ingin tau tentang TDA. Akhirnya mereka setuju menerima dia masuk. Perjalanan di TDA telah membuat Wahyu peduli. Kegiatan TDA tidak pernah dia lewati. Dia juga mendapatkan banyak pengetahuan berkat saling berbagi kewirausahaan.

Berkat TDA bayangkan dalam 1,5 tahun, ia mampu meraup 134 mitra tersebar di Jabodetabek, Bandung, Semarang, dan Pekanbaru. Bahkan dia sudah diangkat menjadi mentor. Mengajari pengusaha pemula yang masih memiliki pekerjaan dan berbisnis cuma sampingan.

Kelebihan mie buatan Wahyu adalah resep rahasianya. Kualitas mie kenyal tetapi tanpa bahan pengawet. Ia menjelaskan kalau kamu mau jadi pengusaha: Mendengarlah lebih banyak. Carilah lebih banyak ilmu dari bertanya. 
 
Carilah mentor berbisnis dan bergabunglah dengan komunitas usaha. Sukses Wahyu karena ketidak enggannya mencari tau. Bahkan ketika makan tongseng, dia langsung tanya ke penjualnya bagaimana bisa punya ruko. 
 
Dimana ternyata butuh waktu lama bagi penjual tongseng agar rasanya maknyus, bahkan puluhan tahun. Hingga Wahyu ngotot memperbaiki kualitas mie ayam buatanya.

Pengusaha Yehezkiel Zebua Bisnis Harus Punya Alasan

Profil Motivator Yeheskiel Zabua


profil yehezkiel zebua

Sosok pengusaha Yeheskiel Zabua selalu dekat Tuhan. Memiliki kisahnya tersendiri ketika berbicara hasrat wirausaha. Bisnis harus punya alasan begitu jelas Leo kepada kita.  Ketika usianya masih 19 tahun, sang ibu sudah menderita kanker indung telur stadium tiga.

Ibunya didiaknosis harus menjalani serangkaian kemotrapi selama enam bulan dengan biaya Rp.13 juta. Keuangan keluarga terus menipis, terkuras kebutuhan pengobatan.

"Dari situlah, saya bertekat harus cari uang sendiri," ucap mahasiswa psikologi di Universitas Katolik Atmajaya ini.
 

Menjadi Pengusaha


Pria yang akrab dipanggil Leo ini, memulai bisnisnya dari sekedar jualan minuman ringan. Dia diharuskan menjual minuman beroksigen, dan mulai menjualnya berkeliling komplek. Awalnya ia mendapat cemoohan orang- orang yang melihatnya.

Dia berlalu semua demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hingga Leo sukses membuka sebuah kedai kecil di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat.

"Mama, yang sedang di rumah sakit, marah besar saat tahu saya berjualan untuk menutup pengeluaran," katanya mengenang ibunya.

Hingga dua tahun berlalu ibunya akhirnya dipanggil Tuhan, tetapi tidak membuatnya patah arang atas kuasa Tuhan. Beberapa bulan kemudian, kedainya hancur diterjang badai hujan, dan membuatnya merugi besar. Ia pun banting setir berjualan di forum jual beli di internet.

Tidak perlu membuka kedai lagi.  Dia yang tertarik musik, mulai menggeluti penjualan efek gitar di forum- forum. Leo Bermodal 1 juta ia sukses mereguk untung tiga kali lipatnya. Keluarga tempatnya bernaung hanyalah keluarga sederhana.

Dia merupakan anak pertama dikeluarga, dan ayahnya seorang pendeta mengajarinya percaya akan Tuhan. Berawal dari forum jual- beli Kaskus, dia mulai merambah bisnis konvensional. Dia sempat berjualan iPad hingga berjualan boneka. Ia lalu menjual peralatan gitar selain software.

Dia memang memiliki lisensi resmi menjadi agen penjualan adaptor, dan menjadi pemilik Volution Guitar dan Voluition Kids.

Leo pun dikenal ikut aktif berbagai seminar tentang bisnis. Dia bahkan tak segan mengeluarkan uang puluhan juta guna memperkaya ilmunya di bisnis. Ia meyakinkan ayah bahwa usahanya pasti akan berhasil. Restu ayah membuatnya semakin percaya diri berwirausaha.

Dia ketika telah berumur 20 tahun, akhirnya menjadi pimpinan dari sebuah perusahaan. Perusahaanya yang bermama Volution Inspiring People, perusahaan bergerak dibidang seminar dan training, dan Angel Skin, perusahaan dibidang kecantikan dan perawatan tubuh.

Untuk perusahaan Angel Skin, bisnisnya telah memiliki 2 cabang di kawasan Bintaro dan Ciputat. Ia juga mendapatkan predikat, The Youngest Certified Guerrilla Marketing Coach in The World. Berkat pengalaman itu pula, Leo juga aktif bekerja sebagai seorang motivator bagi para pengusaha muda.

Anak muda ini bahkan mendapatkan sertifikat motivator dari Tung Desem Waringin. Pengusaha Yeheziel Zebua fokuskan diri menjadi pembicara di acara- acara seminar bisnis, terutama pertemuan pebisnis pemula.

Penghasilannya dalam sebulan bahkan mencapai $2.000 dan ditambah sebuah mobil ESEMKA. "Padahal dulu saya hanya penjual minuman kemasan," kata dia. "Yang penting, kita punya alasan kuat untuk berbisnis. Kalau tidak ada alasan, kita tidak akan pernah berhasil," terangnya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba