Persaingan Nike dan Under Armour di Aplikasi Olah Raga


Under Armour nampaknya tak mau kalah atas Nike, terutama masuk ke bisnis teknologi, meski sama- sama mereka berbeda. Setelah usaha Nike terbaru melalui aplikasi Nike+, giliran Under Armour, tidak membuat produk baru tapi memilih mengakuisisi produk orang lain. Mike Lee, CEO dari MyFitnessPal menyebut bahwa perusahaan satu ini benar- benar serius. Dengan akusisi atas perusahaan miliknya, gabungan MyFitnessPal dan Under Armour akan melawan head- to- head dengan Nike dan Nike+.

Tak mau kalah, Under Armour, juga mengakuisisi Endomodo, yang keduanya antara aplikasi MyFitnessPal dan Endomodo menghasilkan transaksi jual- beli $475 juta. Apa yang akan dilakukan perusahaan pakaian olahraga ini. Dikatakan oleh The Next Web, perusahaan ini tengah menggabungkan aplikasi ke sistem dalam pakaian olah raga mereka. Yaitu produk bernama UA Connected Fitness Suit. Disisi lain Nike+ telah memiliki lebih dari 18 juta pengguna.

Jika Nike fokus pada joging dan running app, maka Under Armour fokus pada fitness style.

Mungkin sama- sama fokus pada produk olah raga. Dan, beberapa saling bertemu dalam produknya, kedua brand ini nampaknya telah tau kelebihan masing- masing. Nike produk sepatu akan membuat pakaian fitnes khas Under Armour? No, mereka memilih membuat aplikasi pelari mereka, sementara itu perusahaan perlengkapan olah raga besutan pengusaha Kevin Plank ini, memilih fokus membangun fitness empire.

Jika Nike mereguk pangsa fashion, Under Armour fokus pada sportwear, kedua- duanya sering bertemu atas nama olah raga.

Dowload (MyFitnessPal)

Download (Endomodo)

Download (Nike+)

Uno Smartband, Gelang Canggih Terbaik di 2015


Jika smart band lain cuma mengingatkan kamu dengan konektifitas. Tapi seberapa banyak benda kecil itu akan bisa benar- benar mengingatkanmu. Itulah kiranya ada dipikiran produsen smart band unik ini.  Inilah Uno, smartband, dengan layar dua inchi mampu memberikan lebih. Menggunakan teknologi berbasis Spritz, yang bisa membeca cepat. Mengumpulkan informasi akan lebih cepat dari apa yang biasanya.


Dengan Spritz, Uno bisa menampilkan tidak cuma kata, tapi satu kalimat dengan kemampuan membaca 700 kata per- menit dalam perangkat ini. Uno akan memberikan informasi jika ada telephon datang, pesan singkat, email, bahkan notifikasi sosial media atau pula jadwal kegiatan. Sebagai tambahan produk satu ini juga terkoneksi perangkat lain berbasis internet, seperti PlayStation, Xbox Live, Steam. Mereka merupakan perangkat game.

Jadi Uno Wearband merupakan multi- gadget dimana kamu bisa menggunakannnya untuk aneka perangkat. Ini juga bisa disingkronkan dengan Apple Health atau Google Fit. Berlayar berteknologi tinggi, berbahan cover plastik, dengan gelang karet yang kuat. Jika kamu mendapatkan notifikasi, tinggal tekan Uno, kamu akan bisa membacanya langsung.

Kegagalan Bukan Pilihan Ala Entrepreneur


Apakah kamu sedang membangun satu basis sosial media atau ingin menyempurnakan resep hamburger, kamu ingin bisnis kamu sukses. Jika berbicara tentang sukses, beberapa orang berpikir untung besar serta minimal pengeluaran. Pasti pertumbuhan finansial menjadi sesuatu yang diharapkan hasilnya. Tapi pengertian sukses itu bisa saja sederhana.

Jika saja, sukses itu tidak selalu positif, maka kegagalan tidak selalu negatif. Apa kuncinya adalah untuk selalu melihat kegagalan, belajar darinya dan bergerak maju untuk apa yang akan datang selanjutnya tanpa menurunkan moral tim kerja kamu.

Bandingkan dua cara menghadapi kegagalan.


Kebanyakan bisnis sukses menghadapi kegagalan dengan cara ekstrim satu atau dua cara. Pertama, contoh yang dihadapi mereka yang populernya berbisnis teknologi, cara mereka menghadapi kegagalan dengan berpikir "gagal cepat, sering gagal." Atau, terekstrim cara kedua melalui gagasan untuk selalu berpikir "kegagalan bukanlah pilihan". Keduanya adalah cara berbeda menghadapi kegagalan.

Perusahaan yang mengadopsi cara ekstrim kedua, segera menanamkan rasa takut akan kegagalan dalam setiap karyawan. Idenya adalah jika kegagalan bukanlah suatu pilihan, maka kamu harus berhasil sepanjang waktu begitu pula karyawan kamu. Kamu bisa tidak mengambil risiko atau mencoba sesuatu yang baru. Tidak ada cara bahwa kamu akan setuju untuk mengambil sebuah proyek besar jika tingkat kegagalannya tinggi. Kamu selalu akan bermain hal-hal yang aman saja.

Hal berikutnya yang kamu tahu, kamu telah membangun budaya stagnan dengan keterlibatan rendah. Jika kamu memilih cara "kegagalan bukan pilihan," ada kolaborasi nol karena tak seorang pun pasti tak ingin mengasosiasikan dirinya dengan kegagalan orang lain. Dan dengan sikap itu, bisnis kamu pasti tidak akan kompetitif di pasar, berhenti atau stagnan.

Ingat itu bukanlah kegagalan yang menyakitkan


Dalam merangkul kegagalan, kamu memahami bahwa cara terbaik untuk belajar apa yang mungkin adalah untuk mengambil risiko. Anak bayi memahami hal ini dengan baik. Dia ingin pindah dan telah memulai dengan menarik diri dengan cara apapun yang dia bisa. Dia telah gagal berulang kali, menggunakan tubuh yang ia belum bisa sepenuhnya kontrol. Akhirnya ia belajar cara yang lebih baik untuk menghadapi kegagal. Tugas orang tua adalah untuk membiarkan bayi gagal tanpa malu atau teguran.

Demikian juga, perusahaan kamu harus mengadopsi sistem "bayi" dan merangkul kegagalan sebagai bagian dari budaya dan mengakui bahwa itu bukan hanya OK tapi sesuatu yang harus dirayakan. Sebagai contoh, PlumpJack Winery memiliki penghargaan kegagalan tahunan untuk merayakan kebodohan berdasarkan niat baik. Hal ini membuat perusahaan memiliki lingkungan menyenangkan dan inovatif dan respon baik terhadap kegagalan adalah: Hasil langsung tidak diinginkan, tapi ada yang bisa kita pelajari dari hal itu.

Bertanya cepat. Bertanya sering


Itu mudah berpikir bahwa seseorang itu idiot. Kamu mungkin berpikir kenapa orang lain tidak melihat apa yang kamu lihat. Menyimpulkan sesuatu seketika itu berbahaya, tapi, menyediakan tempat bagi saran balik karyawan menghantarkan fenomena untuk menghadapi hal negatif yang kamu lihat. Ini lebih baik daripada kamu menyalahkan pegawai atas kekeliruan mereka. Gunakan waktu seminggu sekali, berkomunikasi dengan tim kerja, ini akan baik mengurangi masalah dihari- hari berikutnya.

Jika kamu bertindak keras kepada karyawan, itu akan menghancurkan hubungan dengan karyawan dan  menginstal rasa takut pada seseorang yang sebelumnya proaktif di tempat kerja dan mereka yang memiliki rasa tanggung jawab di pekerjaan. Dengan ini, kamu akan melihat kesalahan dari mata pegawai.

Jika kamu menggaji dengan baik, kejadian ini jarang terjadi akibat kelalaian atau niat jahat. Dan jika mereka melakukannya, kamu dapat membimbing orang untuk membawa lebih banyak perhatian dan kesadaran pikiran untuk apa yang mereka lakukan kesalahan. Hal ini membangun kepercayaan, memperkuat hubungan dan mempertahankan keinginan anggota tim 'untuk mengambil risiko yang akhirnya akan berhasil. Kamu akan berhasil bersama satu tim, menanggung kegagalan bersama. Dua kepala lebih baik dari satu.

Artikel asli di Entrepreneur ditulis oleh David Hasell, pengusaha dibidang employee feed back, atau usaha analisis kinerja pegawai disebuah perusahaan. Dia adalah pendiri 15Five, sebuah perusahaan berbasih IT yang telah terbukti membantu banyak pengusaha lain dibidang manajemen pegawai.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba