Tampilkan postingan dengan label Aneh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneh. Tampilkan semua postingan

Keluar Dari Bank Menjadi Pengusaha Sukses

Profil Pengusaha Scott Molony

 
mantan pegawai bank
 
Bosan dia keluar dari bank menjadi pengusaha sukses. Dia bosa kerjaannya cuma itu- itu saja, Scott Molony menemukan bisnis manisnya. Dia kini telah menjadi seorang pengusaha di usaha yang dulu mungkin akan dia tolak (sebagai bankir).
 
Pria asal kota Birmingham, Michigan, menutup usahanya sebagai bankir setelah 18 tahun bekerja. Apa alasanya berhenti menjadi pegawai bank, bukan tempat yang memuaskan, tidak mentolerir stress terangnya.

"Klien- klien saya merasakan kesukaran, dan saya menjadi seseorang yang membawa kabar buruk," Molony menjelaskan perjaannya. "Saya adalah seorang pengusaha kali pertama, tanpa pengalaman, akan memasuki industri berisiko tinggi."

Menjadi Pengusaha

 
Sebagai seorang pengusaha pasti menghadapi orang seperi dirinya bisa jadi mimpi buruk. Inspirasi itu datang ketika dia dan kaluarga berkunjung di toko aneka kudapan dingin, seperti kue atau kustard dingin. Lanjutnya ia telah menemukan pemilik toko membuat anak- anak bergembira. Itu terlihat menyenangkan.

"Toko itu selalu sibuk namun semua orang tampak bahagia," katanya.

Ketika bekerja di Comerica Bank pada bulan November 2009, ia tengah menghadiri pameran makanan dan minuman. Belajar bahwa mesin beku- custard bisa menghasilkan hanya tiga rasa sekaligus, ia beralih fokus pada es krim. 
 
Idenya tentang toko custard ditinggalkan menjadi bisnis es krim. Dia pun belajar bagaimana membuat es krim disana. Molony lalu meninggalkan perbankan pada bulan Desember dan segera setelah menandatangani sewa untuk satu toko di sebuah jalanan yang sibuk.

Dia kemudian melanjutkan membeli enam liter pembuat es krim, dan lima bulan kemudian ia membuka Treat Dreams (nama bisnisnya)  untuk berbisnis.

Awalnya, Moloney hanya menawarkan satu rasa yang tidak biasa rasa: Loopy Fruit, menampilkan sereal yang ditabrukan di atas vanilla ice cream. Ramuan berikutnya, Sunday Breakfast - dengan wafel, bacon, dan siraman sirup maple.
 
"banyak orang membicarakanya," katanya senang. Sejak saat itu toko es krimnya telah menghasilkan 500 varian rasa unik, termasuk Lobster Bisque dan Raspberry Chipotle Bacon.

"Aku merasa seperti aku adalah orang lain terperangkap dalam tubuh seorang bankir selama 13 tahun," dia menyindir. Dia secara resmi membuka usahany pada bulan Agustus dan, sementara itu adalah akhir musim panas atau musim es krim. 
 
Bila ia memasuki musim dingin, itu memberinya waktu bereksperimen dengan rasa yang berbeda. Dia mengandalkan umpan balik dari penduduk setempat. Masyarakat, katanya, telah menerima dia dan bisnisnya. Bisnisnya hadir, dimana pegawai 
 
Molony aktif di berbagai acara- acara lokal, menjalankan acara penggalangan dana atau macam- macam kegiatan yang lain untuk menangani masalah khusus di masyarakat. Intinya jika kamu mau berbisnis sebaiknya kamu juga bersosial. 
 
Mengadakan aneka acara sosial, Molony tak mau cuma mencari untung. Untuk membuka usahanya ini awalnya satu usaha dirasa cukup sulit. Meski sudah berbekal pengalaman bekerja di bank selama puluhan tahun; mengajukan pinjaman sendiri adalah berbeda. 
 
Dan, tokonya Treat Dreams, membutuhkan dana segar segera, susahnya dia tak semudah itu mendapatkan modal karena tak punya pengalaman berbisnis. Sebagian usaha kemudian dimodali oleh uang simpanan pribadi, tanpa mau menyentuh uang pensiun ataupun meminjam ke Bank.

Jujur, ia dan juga istrinya, Megan, seorang berlevel manajer, tapi sebisa mungkin tak menyentuh uang pensiun mereka. Ia lantas menambahkan kartu kredit sebagai alat ajaib bisnis. Molony terhitung punya tunggakan kartu kredit senilai lebih dari $50 ribu, tapi sudah terlunasi setelah bisnisnya kini sukses. 
 

Peneliti Es Krim

 
Sebagai tambahan, Megan akhirnya ikut membantu bisnis sang suami tanpa aling- aling. Dalam 18 bulan sebelum Treat Dreams menghasilkan pendapatan, gaji Megan menutup 75% dari pengeluaran mereka.

Lalu, mereka menarik sisanya dari tabungan, tanpa menyentuh uang pensiun mereka. Akhirnya pertengahan 2011 -an barulah Molony mampu menghasilkan $ 1500 per bulan.

Rasa es krim di Treat Dreams datang dari berbagai sumber. Suatu hari ada seorang wanita hamil yang suka minuman coklat mint shake (minuman di McDonald); ia pun bergegas membuat es krim coklat mint. 
 
Ini telah menjadi berita dari mulut ke mulut bahwa ia selalu menyediakan sesuatu yang unik -meski menu jadi terus berbeda setiap harinya- mereka tetap datang tanpa ragu. Tidak ada rasa bosan semuanya unik dan baru, dan tentu dijamin rasanya.

Setiap hari, Moloney menawarkan 15 pilihan, yang meliputi 2-3 serbat dan dua sendok tangan yogurt beku.

"Kami dua yang paling populer adalah Kooky Monster (terbuat dari vanilla biru es krim, adonan kue cokelat dan Oreo)," katanya, "dan Salted Caramel." Moloney membuat karamel dari awal dan, sementara proses terlihat meragukan, hasil akhirnya adalah lezat.

Rasa lain disajikan setiap hari juga termasuk dark chocolate chip, vanili, coklat dan ada pula Mound Road, menampilkan kelapa dan coklat. Ada pilihan untuk vegetarian, juga, seperti versi Mound Road tapi berisi olahan dairy-free chocolate chip (bebas susu). 
 
Memuncak dan kemudian hilang, penggemar tetap datang. Dan, dia Molony tetap bereksperimen dengan berbagai rasa, dan menawarkan kudapan lain -cupcake dan cupcake pops (cupcake tusuk). Ia mengklaim dirnya sebagai ilmuwan gila es krim. 
 
Awalnya ia memang merasa takut untuk memulai berbagai kombinasi rasa aneh dibandingkan toko es krim tradisional. Namun berbagai kombinasi tersebut ternyata justru malah mendapatkan tempat di hati para pelanggan. 
 
Tahun 2012, ia berhasil meraup pendapatan sekitar US$340 ribu per tahun. Maloney mengaku, gajinya saat ini lebih kecil dibandingkan menjadi bankir, namun ada kepuasan pribadi dan bahagia.

"Setiap memberikan anak-anak es krim, mereka selalu tersenyum dan saya tidak pernah bosan akan hal itu," katanya. 
 
Dia juga berharap untuk bisa menawarkan 35 rasa es krim di freezer untuk mereka pembelian dalam jumlah besar, sehingga orang- orang yang mencintai Red Velvet, misalnya - rasa tidak tersedia dengan sendok setiap hari - dapat membeli sebagai setengah liter.

Hari- hari ini, kamu dapat berhenti untuk sandwich dan sup juga karena Moloney berencana memperluas menu makan siang di masa depan.

Pengusaha Mancit Bisa Bikin Duit

Profil Pengusaha Ismanto


pengusahamancit.png

Pengusaha mancit atau "pengusaha tikus" begitu Kompas memberitakan. Memang bagi kebanyakan orang tikus itu menjijikan. Tak jarang binatang pengerat ini menjadi sasaran sandal. Apalagi para petani pasti benci sekali namanya tikus yang perusak tanaman. 
 
Beda orang, beda kisah Ismanto, pria 38 tahun yang sengaja menternakan tikus. Ia buka sekedar mengembangkan tikus biasa. Tapi ini tikus putih atau mancit (Mus Musculus), yang termasuk dalam keluarga rondentia.
 
Mungkin buat kamu sedikit membingungkan. Begitu juga penulis tak begitu paham arti istilah- istilah biologi tersebut. Hanya saja warga Jalan Merbabu, Kampung Jambon Tempel Asri, Kelurahan Cacahan, Kota Magelang ini, tau betul bahwa tikus putih menghasilkan duit. 
 

Penjual Tikus

 
 
Masih keluarga dekat hamster, gerbil, tupai dan hewan pengerat lainnya, jika diperhatikan baik- baik tikus putih tak terlalu buruk.

Semula usahanya cuma hobi belaka. Tanpa ada embel- embel niatan menjual tikus- tikus putihnya. Karena dari keseharian Ismanto sudah tercukupi dari bisnis keluarganya. Sebuah bisnis bakmi warisan orang tua dia rasa cukup. Dari sisa makanan yang bisa jadi mubazir. 
 
Dibelikanlah beberapa ekor tikus, diberinya makan dari sisa jualannya. Tepatnya di tahun 2002, Ismanto membeli beberapa ekor tikus putih dan hitam seharga Rp.10.000.

"Sayang sekali sisa makanan itu kalau dibuang begitu saja. Biasanya memang untuk pakan ayam, tetapi masih sisa," ujar Ismanto.

Entah datang dari mana ide tentang tikus putih tersebut. Hanya berpikir bagaimana kalau itu dijadikan pakan tikus saja. Tikus tersebut dimanfaatkan buat menghabiskan makanan sisa. Selain buat tikus, ternyata selepas tikus itu kenyang, mereka dimakankan ke ular- ular peliharaannya. 
 
Eh ternyata bukan cuma tikus, Ismanto juga memelihara kucing, ayam, burung, serta aneka reptil. Setahun beternak tikus sendiri buat sendiri. Ternyata kebutuhan akan mancit oleh sesama pecinta reptil ikut datang. Mereka menghampiri Ismanto memintanya menjual. 
 
Selain dari mereka ada pula permintaan dari para mahasiswa, yang katanya buat media penelitian. Sejak saat itulah dirinya mulai berpikir menyeriusi ini sebagai bisnis baru. Beternak tikus menjadi alternatif bisnis lainnya. Dalam perjalanan ia mulai berani kawin silangkan tikus.

Hasil kawin silang beberapa tikus berbeda ternyata menganggumkan. Ini menakjubkan baginya karena lahir berbagai tikus yang berwarna unik. "Ada warna emas, perak, belang-belang, bentuknya lebih lucu dan menggemaskan," jelasnya. Ayah dari tiga orang anak ini merasa beruntung karena istrinya, Sri Lestari (37), beserta anaknya ternyata tak takut tikus.

Mereka malah mendukung bisnis baru ayahnya. Pria gondrong yang ternyata alumnus STM Penerbangan ini. Memang melenceng jauhnya dari apa yang ia jalani. Dari penjual bakmi menjadi pengusaha mancit. Berkat kejeliannya mampu membaca peluang. Bisnis ini juga tak terlalu mahal loh. 
 
Tikus mancit itu suka biji- bijian dan pelet makanan ayam. Untuk kandangnya ia perhatikan sangat dibersihkan sekali seminggu. Alasnya cukup memanfaatkan sekam padi. Pelanggan datang baik dari pecinta reptil, mahasiswa, hingga masyarakat umum. 
 
Soal cara marketingnya, Ismanto tak spesifik caranya cuma lewat sosial media, ada website, Facebook, dan lain- lain. Ketua dari Komunitas Reptil Magelang ini menyebut untungnya lumayan. Dia bahkan mampu mengirim ke daerah lain di Pulau Jawa. 
 
Tiap bulannya ada saja pesanana. Padahal awalnya cuma sebagai pemenuh hasrat hobinya. Kini, tikus mancit jualannya itu bisa dihargai per- ekornya Rp.3000, untuk warna unik hasil kawin silang bisa Rp.25.000- Rp.100.000.

Jualan Cireng Kecil- Kecilan Usaha Jutaan

Kisah Sukses Yusuf Setiady


usahajutaan.png
 
Ia cuma berjualan cireng kecil- kecilan. Usaha jutaan maka pengusaha cireng dimana- mana. Beberapa pengusaha sukses bahkan beromzet puluhan juta. Terbuat dari tepung singkong dibulat- bulat terus digoreng. Warnanya putih dan terlihat gurih tapi ternyata kenyal didalam. 
 
Ketika sudah dingin maka akan terasa alot. Jangan diremehkan loh sudah terdaftar banyak pengusaha sukses berkatnya. Sebut saja Riener Bonifasius Rahardja pemilik Cireng Isi Kodjo.
 

Usaha Jutaan


Ataupun, sosok Fadly Alfiansyah sukses bersama cireng kamsia, dan masih banyak lagi. Cobalah mencari di blog ini lewat search diatas (kata kunci: cireng). Kembali ke sosok fokus di artikel ini. Ialah Yusuf Setiady. 
 
Siapa kah dia hanyalah pemilik bisnis cireng. Pengusaha cireng ini bisnisnya memang cemerlang. Saban bulan bisa menghasilkan omzet Rp.120 juta.

"Laba saya mencapai 20 persen," ujarnya.

Kunci sukses jualan cireng alanya adalah keberanian inovasi. Ia punya cireng aneka rasa. Pengusaha satu ini punya cireng isi keju, oncom, sosis, daging sapi, ayam, kacang hijau dan aneka sosis. Satu terobosan lain menurutnya ialah menjualnya matang- matang. 
 
Meski sudah banyak cireng di pasar, lagi- lagi dirinya berani tekankan bahwa cirengnya khas. Dimana cirengnya renyah tidak terlalu kenyal isinya.

"Itu, karena saya memakai aci mendoan," ujarnya. Yusuf dibantu lima orang kawannaya dari Jakarta dan Bandung berinisiatif membuka usaha ini. Pengusaha 39 tahun ini cuma bermodal Rp.100.000 saja. 
 
Padahal belum juga punya merek. Cuma sebutannya Cireng Aneka Rasa.Yusuf menjajakan cireng berdiameter 7 cm memakai kemasan plastik. Sebungkus isinya 10 buah memiliki lima rasa, dalam satu kemasan ada dua cireng berasa sama. 
 
Harganya cuma seharga Rp.5000- Rp.6000. Pusat produksinya di Cibuntu, Bandung, dimana itu juga tempatnya memproduksi tahu. Produknya sendiri sudah tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, hingga ke Bekasi. 
 
Kapasitas produksinya mencapai 50 boks berisi 50 bungkus cireng. Daftar pengirimannya setiap Selasa, Kamis, dan juga Sabtu. Di Jakarta Yusuf akan menyebarkan ratusan bungkus kepada 30 agen penjualan. 
 
Para agen tersebut lantas menyebarkannya ke pelanggan dan ke perumahan- perumahan. Optimis bisnisnya akan lebih maju lagi, ia pun senang, hingga berancang- ancang membesarkan bisnisnya. Antara lain dengan memasang merek sendiri hingga melegalkan status produknya ke Depkes. 
 
Kemudian ia berencana menjualnya melalui sistem gerobak. Nantinya perusahaanya juga membuka kemitraan.

"Saya akan mencoba bikin master (kemitraan) dulu," tutupnya.

Bule Italia Tak Malu Jualan Gorengan Wirausaha

Profil Pengusaha Fabrizio Urso

 
jualangorengan.png
 
Yuk wirausaha sepertik kisah bule bernama Fabrizio Urso ini. Bule Italia tak malu jualan gorengan di tengah malam. Sukses usaha tidak sekedar rasa dan kebersihannya. Pria 39 tahun asal Italia ini memberikan pembeda hingga laris manis. 
 
Logat bulenya jadi penarik bagi pejalan untuk melirik. Niat pertama para pejalan pastilah meneliti asal suara "lucu" itu. "OTE-ote, tahu isi, silakan beli..." begitu suaranya. Eh ketika dilihat, ternyata seorang bule, lantas, apa yang dijualnya di sana, pastilah jadi hal kedua setelahnya. 
 
Barulah para pejalan membeli untuk sekedar mencicipi dan merasakan bedanya. Tak tersa hampir setahun, seorang Fabriz telah menjalani usaha gorengan di pinggiran jalan Manyarkertoarjo, Surabaya.
 

Wirausaha Gorengan


Tak hanya gorengan. Andalan lapak kecil ini juga kopi robusta dan arabika racikannya sendiri. Pembelinya pun kebanyakan datang dari kalangan atas. Fabriz total menggunakan pengalamannya sebagai GM sebuah restoran untuk memberikan produk segar. 
 
Gorengannya jadi lebih renyah, empuk, dan tidak terasa gatal di tenggorokan. Penggunaan bahan- bahan berkualitas membuatnya jadi produk gorengan premium. Ia pun bersyukur kini usaha bersama sang istri bisa laris manis.

Usaha itu baru dibuka Maret tahun lalu. "Saya melihat pasar Indonesia. Apa yang laku saya jual," katanya.

Semasa muda, ia memang gemar memasak hingga sekarang. Masakan khasnya tentu apa lagi kalau bukan pizza dan pasta. Bukannya memilih menjual makanan Itali tersebut; ia memilih berjualan gorengan. Ada dua hal yang membuatnya memilih gorengan. 
 
Pertama, murah produksinya, lebih murah dari membuat makanan pizza tentunya. Kedua, ya, karena gorengan telah menjadi tradisi makanan orang Indonesia. Dinikmati siapa saja baik untuk lauk atau cemilan.

Dia memilih berjualan gorengan ote- ote, tempe goreng dan tahu isi. Beruntung istri dan keluarganya gemar makan gorengan. Istrinya yang asli Indonesia inilah yang mengajarinya resep gorengan. Perlahan tapi pasti, dia mempelajari bagaimana membuat gorengan renyah dan nikmat. 
 
Dia belajar layaknya orang lokal saja. Pekerjaanya sebagai GM restoran terbawa, menerapkan sistem kelas resto di dapur rumahnya. Misalnya, dapur harus bersih, makanan higienis, dan peralatan yang bersih.

Memang, jika dilihat- lihat lagi, lapak yang dimiliki Fabriz berbeda dengan milik pedagang lain. Lapak Fabriz bersih dari minyak maupun kotoran apapun. Pembeli pun merasa nyaman dan tidak merasa jijik, bahkan mau saja menunggu. 
 
"Itu salah satu sistem yang saya terapkan," ujar penggemar Francesco Totti tersebut. Selain tempat memasak yang higienis, bahan juga harus higienis begitulah bule itu membagi rahasianya. Dia lantas membatasi jumlah minyak goreng yang digunakan. 
 
Yang biasanya penjual gorengan akan memasak dengan jumlah minyak berlebihan, ia menyebut justru itu sebuah kesalaha. Kadar minyak jenuh dalam gorengan tersebut sangat tinggi jika minyak digunakan secara berlebihan dan berulang- ulang. Sistem yang memang boros minyak. 
 
Akhirnya, biaya pembelian minyak pun membengkak. Tapi, Fabriz tidak peduli, di pikirannya adalah bagaimana melayani konsumen. "Pelanggan juga semakin bertambah," jelasnya.

Awalnya hanya ada 3 jenis gorengan. Ia membatasi jumlahnya cuma 25 biji setiap produknya. Ini bertujuan untuk mengedukasi pasar agar pasar kenal dulu. Hasilnya, beberapa hari gorengan terus habis, barulah ada rencana untuk menambah jumlahnya. 
 
Fabriz kemudian menambah jumlah gorengan bertahap. Kini, hasilnya jumlahnya bisa lebih dari 150 biji untuk setiap gorengan. Untuk mendukung gorengan adanya produk kopi digunakan Fabriz untuk mengisi waktu para pembeli. 

Kopi digunakannya sebagai teman makan gorengan. Selain itu, ia akan menawarkan mereka yang menunggu gorengan matang. Caranya itu terbukti ampuh. Ini membuat gorenganya tetap segar karena baru digoreng, tidak digoreng dan didiamkan. 
 
Ketika berjualan gorengan, Fabriz selalu ditemani istri, Novita, keduanya bekerja sama mengerjakan bisnis ini. Baginya pekerjaan ini penuh kratifitas, tidak monoton seperti apa yang dikerjakannya dulu.

Orang tua dari Fransesco Alesandro itu kemudian menceritakan awal mula masuk ke Indonesia. Tepatnya pada 2014 ketika dia bertemu sang pujaan hati di Singaraja. Mereka menjalin hubungan yang berlanjut ke pernikahan pada 2011. 
 
Pada 2013, dia mendapat pekerjaan di Surabaya. Yakni, GM sebuah restoran di Jalan Imam Bonjol. Bagi dia, posisi sebagai GM di rumah makan bukan pengalaman baru. Ketika berada di Roma, Fabriz pernah bekerja di beberapa hotel terkenal di negara itu. 
 
"Saya nyaman dengan pekerjaan GM rumah makan," katanya. Namun,bekerja kepada seseorang tidak memberikan kebebasan waktu. Bule Italia pun tak malu jualan gorengan.
 
Dia mulai berpikir berwirausaha. Memang karena kebulean -nya lah yang membuat lapaknya ramai dikunjungi. Namun, perlu diketahui, ada peran cita rasa restoran yang disuguhkan dari proses pembuatan dan penjualan. 
 
Mereka yang datang kesana tidak hanya mendengar dari orang tentang bule yang berjualan saja. Mereka datang karena tau bagaimana ia menerapkan standarisasi untuk bisnisnya. Hasilnya, gorengan kelas premium yang selalu laris manis menyasar mereka dari berbagai kalangan.

Pengusaha Cacing Abdul Aziz Inspiratif

Profil Pengusaha Abdul Aziz

 
abdulaziz.png
 
Pernah mendengar nama pengusaha cacing Abdul Aziz. Pria yang bernama lengkap Abdul Aziz Adam Maulida, atau Abdul Aziz, bukanlah pengusaha biasanya. Jika kita melihat bisnis agronya, pastilah terbayang apa saja yang dari agraria tetapi bukan. 
 
Usahanya bukan aneka peternakan, seperti ternak sapi, ayam, ataupun beternak lele, tapi bagaimana jika beternak cacing. Inilah kisah Abdul Aziz sang pengusaha dan peternak cacing yang sukses menangguk untung jutaan rupiah.

Jadi Pengusaha Cacing


Awalnya, Adam hanyalah seperti kita pada umumnya, pegawai di sebuah perusahaan. Namun, tepat pada 27 April 2010, dia memilih mengundurkan diri untuk  berbisnis sendiri. 
 
Tercatat dia telah melakoni banyak usaha dari membuka les privat SD, beternak sapi, beternak lele, bahkan jual- beli kertas bekas. Seperti pengusaha pada umumnya, apapun usahanya tak ada yang sukses kala itu. Semua proses belajar yang dilalui pria asal Malang ini.

Kapan dia berkenalan dengan bisnis cacing. Ketika itu ia bercerita tengah mengikuti seminar belut di satu komunitas, Komunitas GOBES (Gabungan Orang Belut Semarang) namanya. Nah, disanalah dia tau kalau mekanan belut itu cacing, tapi belum sadar sepenuhnya saat itu. 
 
Bukannnya langsung berbisnis cacing. Adam malah berbisnis kolam belut. Dia lantas menyebar 10 kilogram cacing itu ke kolam belutnya. Nyatanya bisnis belut bukanlah untungnya lagi. Itu tak semudah yang kita bayangkan. 
 
Semua perbaikan telah dicobanya, dari pakan dan perlakuan, tapi hasilnya tetap gagal. Apa mau dikata kali ini bisnisnya tak hoki lagi. Adam menyerah untuk berbisnis belut.

Gagal menjadi pengusaha belut. Adam lantas melirik usaha lain menjual kertas dan besi bekas. Hingga ia meresapi pakan belutnya, yaitu cacing. Kalo dilihat- lihat lagi bukannya lebih mudah ya kalo membudidaya cacing. 
 
Pakan murah melimpah pikirnya. Perkebangannya pun cepat, penyakit raltif tidak ada, perawatannya juga mudah dalam benaknya.

Namun apakah berharga untuk dijual. Adam pun berpikir dan menemukan bahwa cacing punya nilai jual. Ada prospek pasar yang terbuka disana untuk digali lebih dalam.

Pada Agustus 2010, ia mencoba menawarkan cacing untuk pemancingan di sekitar rumahnya saja. Cacing- cacing itu ternyata laku Rp.40.000 per- kg. Lalu, berita tersebar, efeknya ya jadi banyak pemilik kolam pemancingan yang meminta cacingnya. 
 
Kebutuhan kala itu ada 5- 10 kg per- minggu. Sejak saat itulah ia pun sibuk beternak cacing. Kalo dilihat memang cacing punya pasarnya. Sumber penghasilan dari ucaha cacing bisa dari kosmetik, pertanian, perikanan maupun peternakan, bahkan bisa pula dari kolam pemancingan. 
 
Adam telah menemukan usaha yang dicarinya. Pada Juli 2011, permintaan akan cacing juga datang dari Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur. Dia diminta untuk mensuplai kebutuhan pakan indukan ikan sekitar 1 ton per- bulan. 
 
Usaha cacinya semakin berkembang, ketika itulah harga cacing miliknya bisa menembus angka 50.000 per- kg. Di Januari 2013, saking banyaknya permintaan datang, akhirnya, Adam mengajak kerabat dan temannya untuk ikut serta di bisnis cacing tersebut.

Adam tercatat menjadi inisiator pembudidaya cacing jenis lumbricus di Kota Malang. Pria lulusan S-1 Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, ini sekarang telah memiliki tanah 600 meter. 
 
Dan, coba kamu tebak, kesemuanya merupakan peternakan cacing yang bergeliat di tanah. Melalui "kandang" cacing itulah ia menghasilkan untung hingga ratusan juta.

Peternakan cacing itu mampu menghasilkan cacing yang beratnya mencapai 3-4 ton per- bulan. Dimana Harga jualanya berkisar Rp.40.000 sampai Rp.60.000 per- kilo. Usahanya yang bernama RAJ Organik ini bisa menjual 300 kg per- hari rata- rata. 
 
Melalui cacing pula ia dikenal sebagai mentor atas 1500 peternak lain tersebar di Bali dan Jawa Timur. Di setiap sabtu dia dan tim -nya akan sibuk memberikan pelatihan bagi 40- 50 orang peternak di sekoah cacing yang didirikannya. 
 
Sekolah cacing itu kira namanya. Pada Juli 2013 tepatnya dia pertama kali membuka satu kelas cacing di rumahnya. Kelas cacing yang menjadi cikal bakal sekolah cacing miliknya kini.

"Beternak cacing itu sebenarnya gampang asal kita mau telaten dan serius. Hal yang saya tekankan kepada binaan adalah agar mereka tidak semata-mata beternak cacing, lalu sudah puas dengan keberhasilan menjual cacing," katanya.

Ia menekankan filosofi cacing selain aspek budidaya. Dia menyebut cacing itu sumber kehidupan.Ternak ini berarti menjadi awal bagi usaha lain, seperti peternakan, perikanan, dan pertanian. Beternak cacing pulalah dasar bagi usaha alami ramah lingkungan. Lewat caria itulah ia memberikan stimulan tentang usaha yang mereka tengah jalankan nantinya.

Adam mengajarkan bahwa kotoran sisa ternak cacing bisa dijadikan pupuk kompos. Fungsinya adalah untuk menggenjot produksi pertanian dimana sangat baik menggantikan pupuk kimia. Cacing bisa menjadi bahan pakan sehat bagi ternak ayam atau bebek karena non- kimiawi. 
 
Dia lantas mendirikan Komunitas Pengusaha Organik Terpadu (KP2OT) Kota Malang. Fokusnya dalam menggencarkan produk hasil dari organik bukan pupuk kimiawi.

Dia memberikan kita tips bila ingin berbisnis cacing. Tispnya: membuat suatu usaha itu membutuhkan standar perawatan yang jelas, baik pakan, tempat dan juga teknologi perawatan. Yang juga harus jadi prioritas bagi kita ialah usaha yang kontinu pada jumlah produksi.

Sebagai entrepreneur, Adam masih akan terus mengembangkan bisnis cacing. Dia tengah mengembangkan konsep BIO CYCLO FARMING. Dimana usahanya ini merupakan hilirnya RAJ Organik. 
 
"Hulunya cukup 1 saja, hilirnya tidak membatasi," terangnya. Soal hambatan dia mengaku tak ada hambatan berarti karena budidayanya mudah. Fokusnya kini ialah bagaimana agar dari masyarakat ada kesadaran bersama.

Pengusaha Pakaian Dalam Mereguk Hoki Bisnis

Profil Pengusaha Jefri Van Novis

 
pengusahapakaindalam.png

Pengusaha pakaian dalam mereguk hoki bisnis. Namanya kini dikenal sebagai pemilik usaha travel dan umroh. Itu semua berkat nama usaha yang diambil dari brand pakaian dalam. Dia dulu memang jualaan pakaian tidak perlu malu.
 
Nama usahanya diambil dari sebuah merek pakaian dalam. "Bonita" walau terkesan tak sopan menamai bisnis Umrohnya dengan nama ini. Tapi nama hanyalah nama, toh bukan dia, Jefri Van Novis sang pemilik merek tersebut. 
 
Dia mendapatkan barang dari kakak sepupunya kala itu usahanya digunakan untuk membiayai kuliah. Sejak lulus kuliah terbersitlah pikiran untuk berdagang. Bersama sang kakak sepupu yang mensuplai produk pakaian dalam Bonita, ia pun mulai berjualan semuanya semata- mata karena kebutuhan.

Nama sukses


Bonita sendiri berarti berarti wanita jelita dalam bahasa Spanyol. Nama inilah yang begitu lekat dan tak bisa dipisahkan dari Jefri Van Novis, pria lajang kelahiran Bukit Tinggi 16 November 1981 ini. Dan akhirnya ketika tak lagi berbisnis pakaian dalam, nama ini masih dipakainnya. 
 
Hoki kalau kata pengusaha keturunan Tionghoa mah. Kemana-mana ia selalu membawa pakaian dalam wanita. Jefri kemudian sangat identik dengan Bonita, merek pakaian dalam wanita yang kurang jelas impor atau produk lokal.

Menenteng pakaian dalam sebagai usaha pastilah membangun mental tersendiri. Jefri memang sosok yang tangguh meski usaha pertamanya. Usai SMA kelas 3, Jefri yang termasuk murid terpandai disekolahnya tak yakin bisa meneruskan kuliah, "Darimana biayanya, orang tua saya bukan termasuk orang berada," kenangnya. 
 
Meski begitu ia tetap mengikuti SPMB. "Ketika hasil SPMB diumumkan, saya termasuk yang diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang," ucap sang pengusaha muda.

Dari kegetiran biaya kuliah dan biaya hidup di Padang Pelak, jadilah ide berdagang muncul. Jadilah Jefri pedagang produk pakaian dalam wanita, brand Bonita meliputi bra, celana, korset dan sejenisnya dimana ia bekerja sama dengan kakak sepupunya di Jakarta. 
 
Modalnya hanyalah tekat dan kepercayaan dari kakak sepupunya, karena Jefri tak memiliki modal sepeserpun. Ia mendapat kredit selama satu minggu. Jefri segera bergerak memasarkan produknya ke pasar- pasar tanpa berpikir dua kali.

Bonita sendiri adalah merek pakaian dalam untuk kalangan menengah ke bawah. Tipikal orang Minang asli, ulet, dan pantang menyerah itulah dirinya. Hari pertama menginjak kota Padang, ia langsung memasarkan produk ini. 
 
Semua peluang dijajalnya. Selain memasok toko-toko grosir, juga memasarkan ke pedagang eceran dan kaki lima. Sehingga ia mendapatkan margin lebih besar lagi. Semua toko di Padang ditawarinya.

Ia juga menjajakan dagangannya hingga ke  pasar Aur Kuning yang terkenal strategis, merupakan pasar grosir terbesar di Sumatera Utara. Lokasi pasar ini sangat strategis, tak jauh dari terminal bis antar kota, sehingga semakin ramai dikunjungi. 
 
Banyak pedagang dari daerah lain yang datang berbelanja ke pasar ini untuk didistribusikan ke kota lain. Tanggapannya sangat beragam. "Ada yang suka dan memuji, tak sedikit juga yang meremehkan produk kami," katanya

Suka duka berbisnis


Tanggapan negatif tak dihiraukannya, terus maju dengan bisnis yang terdengar nyeleneh ini. "Kalau kita menawarkan sepuluh toko saja, mudah-mudahan ada yang membeli satu toko saja produk kami," begitu jelasnya. 
 
Karena ia menawarkan ke ratusan toko, maka jumlah toko yang berkenan membeli produknya pun lumayan banyak. Ke kampus- kampus ia pun tak ragu membawa barang dagangannya dan menawarkannya kepada rekan kuliahnya secara langsung.

Sambutan teman- temannya pun beragam, ada yang salut terhadap semangatnya itu dan ada pula yang melecehkan.

"Saya sempat dijuluki tauke bra. Biar saja, saya malah menikmatinya," katanya santai. Malah julukan itu membuat Jefri dan dagangannya lebih terkenal. "Banyak juga rekan-rekan wanita yang memesan dagangan saya," katanya. 
 
Belakangan, ketika usahanya kian berkembang, kolega yang sempat melecehkan itu malah berbalik salut kepadanya. Tak berhenti kuliah, ia pun tetap melaju dengan nilai yang tinggi. Ia mengambil jurusan Manajemen Pemasaran yang diselesaikan dalam tempo 3,5 tahun. 
 
IPK -nya juga bagus yaitu 3,3. Agar bisa mengerjakan keduanya ia harus bisa membagi waktu. Tiada kata bersanatai dalam kamus bisnis seorang Jefri. Tiap senin hingga jumat dari pagi hingga siang ia fokus kuliah dengan tekun. 
 
Sore harinya ia berkeliling pasaraya Padang menagih pembayaran kepada toko-toko yang mengambil produknya. Jum’at sore ia pulang ke Bukittinggi membawa uang untuk disetorkan sekaligus membawa lagi barang yang akan dijual minggu kemudian.

Sebelum pulang ke Bukittinggi Jefri biasanya mendatangi satu demi satu toko yang biasa dipasoknya, "Cari order," imbuhnya. Minggu sore ia telah ada di Padang kembali untuk menyerahkan pesanan ke pelanggan-pelanggannya. "Begitulah saya setiap minggu," katanya. 
 
Disela- sela padatnya jadwal ini ia masih sempat untuk kursus bahasa Inggris. "Ini merupakan modal penting untuk menghadapi persaingan global," katanya. Usai berkuliah di 2004, ia masih mensuplai barang ke Padang, namun hari- hari lebih banyak di Bukittinggi.

Ia membantu sang kakak berjualan pakaian dalam. Disisi lain ia belajar banyak dari sang kakak mengenai seluk beluk pasar grosir terbesar di Sumatra Utara itu.

Bonita Tour


Di akhir 2006, Jefri mantap untuk mengelola bisnis sendiri, tak mau bergantung kepada sang kakak. Bisnis pakaian dalam ditinggalkannya meski prospeknya masih bagus. Semua pelanggan dan pengecer diserahkan kakaknya untuk menggantikan. 
 
Memulai bisnis dari awal lagi namun satu hal yang tak bisa lepas; nama merek Bonita melekat pada bisnis barunya. Usahanya berupa travel dan perjalanan umroh, bisnisnya yang diberinya nama Bonita Tour and Travel.

Perusahaannya fokus menangani pemesanan tiket pesawat udara untuk tujuan kedalam dan keluar negeri. Dengan modal yang tidak terlalu banyak, Jefri cukup merintis usaha barunya dengan menjadi sub- agen penjualan tiket pesawat. 
 
Setelah setahun menjadi sub- agen, Jefri bisa mewujudkan keinginannya menjadi agen resmi. "Sebagai agen resmi kita bisa menikmati komisi secara utuh, serta mendapat sejumlah intensif lainnya," katanya.

Pada 2007, ia mengajak sang kakak untuk mendirikan PT agar bisa menjadi agen resmi untuk selanjutnya. Disini ia merangkak dari bawah lagi. Modalnya mepet dan harus mendekati maskapai satu demi satu untuk menjadi agen. Berawal dari Mandala Airlines lalu Batavia Air selanjutnya. 
 
Berkat kegigihan menjual tiket satu demi satu maskapai termasuk Garuda Indonesia mempercayakan penjualan tiketnya. Potensi bisnis di sektor ini terbilang besar.

Orang Minang memang terkenal perantau yang kerap bepergian ke seantero nusantara, bahkan mancanegara untuk berniaga dan menggerakkan roda bisnis mereka. Nah, dari sanalah bisnis macam ini bisa berjaya. 
 
Dengan jejaring luas dikalangan para pedagang besar dan grosir di pasar Aur Kuning, Jefri  bisa berubah menjadi peluang. Hubungan baiknya dengan sejumlah pengusaha dan instansi pemerintah membuat banyak diantara organisasi tersebut yang memesan tiket kepadanya langsung. 
 
"Alhamdulillah, cukup banyak yang mempercayakan semua urusan perjalanan penerbangannya kepada Bonita," ungkap Jefri. 
 
Ada perusahaan CNI, Tupperware, sejumlah showroom mobil di Bukittinggi, dan sekretariat DPRD Kab Agam, Sumatra Barat. Dia juga meraih kepercayaan dari Jabatan Pendidikan Perak Darul Ridzuan, Malaysia.

Itu karena ia mampu memberikan layanan yang sangat memuaskan kepada tiga rombongan dari Malaysia yang berkunjung ke Bukittinggi. "Tapi jika kita geluti secara serius, lama-lama pelanggan kita makin banyak dan hasilnya pun makin banyak," ujarnya. 
 
Rata- rata Bonita bisa menjual seribu tiket dalam sebulan. Dan, 70% pelanggan perusahaanya adalah mereka yang dari pasar Aung Kuning.

Berbeda dengan biro perjalanan di Bukittinggi dan sekitarnya yang sekedar menyediakan tiket, Bonita Tour and Travel memberi sejumlah nilai tambah; menyediakan travel untuk antar jemput dari Bukittingi ke Bandara Minangkabau Padang yang berjarak lebih kurang 100km. 
 
Untuk pembelian 10 tiket sekaligus Bonita rela memberi satu tiket travel gratis. Ia juga bersedia mengantarkan tiket yang dibeli ke alamat pelanggan langsung. "Pemesanan bisa dilakukan melalui telepon atau SMS," katanya.

"Kami juga menyediakan hotline service untuk pemesanan maupun keluhan." lanjut Jefri

Melebarkan sayap bisnis


Kesungguhan seorang Jefri terlihat di berbagai cara untuk mempromosikan Bonita. Segala ilmu yang telah dia dapatkan dari kampus ditambah pengalaman berjualan pakaian dalam di pasar, pastilah ia mampu menarik, membujuk,dan membangun loyalitas pelanggan. 
 
Ia rajin mengunjungi pelanggan, jemput bola, sekedar untuk menanyakan kabar dan memberikan penawaran tersebut secara pribadi. "Untuk langganan saya juga tidak mengenakan biaya pembatalan (cancelation fee) pesanan tiket," kata Jefri.

Selain itu, pembayaran tiket juga tak harus tunai. "Bonita bisa memberi waktu tenggang beberapa hari." Ia tak ragu menyebar 2 ribu brosur ke penjuru pasar Aung Kuning. Dia juga menempelkan stiker di angkot, menggencarkan promosi mulut ke mulut. 
 
Tak berhenti, dia beriklan secara teratur di media cetak dan radio lokal, serta aktif membuka stand atau booth di berbagai pameran usaha. Jefri juga menerapkan pemberian bonus point untuk setiap pembelian tiket, travel atau sewa mobil di Bonita Tour dan Travel.

Untuk pelanggan yang mengumpulkan 88 point pesawat ia memberikan 1 tiket gratis untuk rute yang sama. Sukses di daerah, Jefri ingin membangun bisnisnya hingga ke Jakarta. Akhir maret 2008 ia berhasil membuka cabang di pasar blok A, Tanah Abang, Jakarta Pusat. 
 
Lokasi ini sangatlah strategis karena merupakan pusat bisnis grosir yang bukan saja melayani seluruh Indonesia melainkan juga ekspor dan imporke kawasan Timur Tengah, Afrika, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam, bahkan juga ke pasar Amerika dan Eropa.
 
Bisa dipastikan kebutuhan tiket ke berbagai penjuru dunia terbuka luas. Di Tanah Abang, Jefri telah bersiap untuk memualai semuanya dari nol. Tempat itu telah terlebih dahulu dikuasai beberapa travel agen. 
 
Jika Bonita bisa merebut hati pelanggan barunya, pastilah bisnisnya akan membuahkan hasil berlipat ganda. "Pelanggan kami yang selama ini membeli di Bukittinggi banyak yang berdagang disini. Merekalah target awal kami," katanya.

Banyak pelanggan loyalnya yang bertindak sebagai evangelist, merekomendasikan kepada calon pelanggan baru. Hasilnya ialah, "Pelanggan baru yang membeli disini pun cukup banyak," katanya. Jefri pun ingin tetap membesarkan bisnisnya ke bidang terkait. 
 
Lingkup usaha seputar bisnis ini memang masih sangat potensial untuk digali. "Usaha diluar ticketing pesawat sangat menjanjikan," katanya. Untuk sasaran jangka pendek ia berniat mengembangkan layanan jasa pengiriman seperti kargo dan titipan kilat.

Layanan ini sudah dirintisnya dari kantor barunya di Pasar Tanah Abang Blok A. "Respon pasrnya sangat bagus," katanya. Bahkan berdasarkan kebutuhan pelanggannya, ia juga berniat masuk ke usaha penukaran uang (money changer). "Doakan agar semua usaha ini bisa berhasil," katanya. 
 
"Impian terbesar saya adalah membangun perusahaan penerbangan Bonita Air," tutup Jefri, yang tak malu menjadi pengusaha pakaian dalam. Dia mereguk hoki bisnis disini.

Peternakan Babi Menjadi Bisnis Tak Terduga

Profil Pengusaha Lucu Huang Hongguang


pengusaha babi china

Bisnis tak terduga pria bernama Huang ini. Dia yang dikenal karena sikapnya pemalu. Tetapi siapa sangka- sangka, Huang Hongguang, bisa sukses menjadi satu miliarder di tempat asalnya, China. Pria desa yang tidak kerasan bekerja buruh, memilih keluar dari perusahaan.

Ia lahir dan tumbuh di sebuah desa bernama Wangjiachagou, di Provinsi Shaanxi, China, bekerja di sebuah perusahaan. Akan tetapi pekerjaan itu membuatnya tidak mersa nyaman, Huang memilih keluar. Dia kemudian membeli dua ekor babi untuk diternakan.

Huang memilih memelihara babi di rumahnya. Tidak seperti pemuda lain di desanya, ia tidak pernah berpikir untuk keluar mencari pekerjaan, bukan juga karena malas bekerja. Cuma Huang telah bosan hidup jadi pegawai perusahaan.

Pengusaha Pemalu


Mengelola pertenakan babi Huang mempunyai cara unik.  Dia sering mengajak bicara kedua babinya khusus peliharaanya, bahkan  tak segan- segan tidur bersama kedua babinya mengusir kesendirian. Meski di desa umum  adanya tempat pemotongan hewan; ia selalu merasa tidak nyaman melihatnya.

Bermodal 5.000 yuan ($730) sebagai modal, dia memilih membuka peternakan babi dan dalam lima tahun mengahasilkan 6 juta yuan. Berbeda pemuda desa kebanyakan, dirinya tidak suka bisnis rumah pemotongan hewan.

Memilih menjadi peternak babi saja dibanding membuka ruma pemotongan.  Seperti dilansir oleh China Daily, Wang Jing, sesama warga desa, masih tidak habis pikir kenapa Huang bisa menjadi kaya begitu cepat.

"Kesuksesan masih menjadi misteri bagiku, tetapi kerja kerasnya dalam pekerjaannya dan bisnis lebih dari beberapa tahun mungkin memiliki andil," ucap Wang Qiang, warga lain di desa Wangjiachagou.

Desa ini tak begitu dikenal tetapi kini mendapatkan sorotan kerena dirinya. Huang yang hidup dari keluarga paling miskin bisa berubah menjadi kaya raya. Huang tinggal bersama kedua orang tuanya, mereka memiliki kekurangan fisik, hingga tak mampu bekerja.

Mereka hidup sangat miskin dibanding tetangga lain. Mereka juga tidak bisa beternak seperti warga lainnya. Akibat keadaan rumah dan keluarganya itu pula, Huang mengaku tidak punya teman dan menjadi penyendiri.

"Saya sering kabur ke gunung untuk menghidari warga desa dan berpikir keras bagaimana cara mencari uang, " dia lantas mendapatkan babi pertamanya tahun 1993. Kala itu, selepas sekolah menengah atas rasa cintanya mulai tumbuh kepada babi- babinya.

Kaya mendadak


"Saya menyukai binatang. Saya menemukan mereka cerdas dan baik kepada ku. Mereka juga tidak pernah pernah memandang saya remeh," ucapnya.

Selama tinggal dengan kedua babinya, sendiri, dia mempelajari segala tingkah laku dan bagaimana mengobati penyakit mereka. Setelah tinggal dengan keduanya, Huang mulai kehabisan uang, karena tidak lagi bisa bekerja kembali ke sawahnya.

Jadi dia berniat bekerja di sebuah peternakan hewan besar di Yangling, Shaanxi. Bekerja sebagai buruh tak membuatnya betah. Tapi, dari sanalah ilmu beternak babi didapatkan melalui bekerja jadi buruh.

Total ia bekerja di sana selama lima tahun. Selama bekerja di sana, Huang mulai mendapatkan uang dari peternakan di Yangling dan mulai paham bagaimana pasaran babi. Peternak di China biasanya menyimpan 70 persen babi yang dijual di rumah.

Praktek ini menciptakan sebuah fenomena dimana peternak menyimpan banya babi ketika harga melonjak tinggi. Kemudian, ketika pasar mulai jenuh, harganya akan mulai turun. Akibatnya peternak tidak lagi menyimpan babi di rumahnya.

Kebiasaan ini menyebabkan fluktuasi periodik di pasaran. "Saya menemukan pola dalam harga babi dimana akan selalu naik dan turun dalam tiga tahun," jelasnya.

Dia kemudian menceritakan bagaimana caranya kembali. Di 2001, dia membawa pulang uang ke rumahnya dari bekerja di Yangling. Dan, dia mulai berbisnis menjual anak babi di Gansu, provinsi tetangga.

Dia terus berbisnis menjual sampai tahun 2003 -an, dan ketika harga indukan dan anak babi sedang jatuh- jatuhnya. Mengingat pola pernah dipelajarinya, Huang telah melihat arah bisnisnya, dia mengingat bagaimana lima tahun bekerja di Yangling sambil mengamati pasar.

Ia kemudian menginvestasikan 5000 yuang membeli 20 indukan dan 200 anak babi ketika berharga sangat murah.

"Kami mengira dia telah menjadi gila, membeli banyak babi ketika harga babi turun. Tidak ada satupun yang akan mau menyimpan babi disaat itu," ucap Wang Qiang.

Huang Jien, kakak perempuan, bahkan menyarankan adik iparnya untuk membawa Huang ke dokter jiwa saja. "Saya kira dia sakit jiwa," ucap kakak perempuan Huang.  Akan tetapi ta tidak peduli akan kritik dan keluhan dari keluarganya tersebut. Dia tetap menjalankan bisnisnya.

Dua bulan kemudian, ketika pasar mulai terdepresi dan harga pasaran mulai naik. Masa dua tahun itu mulai terlihat dimana ia telah bersiap.

"Anak babi yang saya beli 5 yuan setiap ekor kini dijual seharga 100 yuan tiap ekor. Anak babi yang lahir dari indukan yang hamil juga dijual kembali seharga 200.000 yuan. Saya berinvestasi 5000 yuan dan kembali lebih dari 50.000 yuan," jelasnya.

Ia memulai kembali berbisnis di 2004 dengan modal baru, mendapatkan 200.000 yuan di akhir 2005. Meski harga babi akan turun di 2006, ia telah memprediksikan harga akan naik di 2007. Huan telah menyiapkan peternakannya lebih besar.

Fan Enru, direktur biro peternakan Fengxian, mengatakan "Saya belajar dari Huang bahwa harga naik pada tahun 2007. Dia ingin uang untuk memperluas peternakannya, tapi dia tidak bisa mendapatkan pinjaman dari bank karena dia tidak memiliki penjamin. Saya memutuskan menjadi penjaminnya."

Dengan bantuan Enru dan bironya, ia mendapatkan 180.000 yuan, agar bisa berhutang modal dari bank lokal. Dan, dari sanalah, Huang berhasil mendapatkan 6 juta yuan di akhir 2008.

Peternakan miliknya kini memiliki lebih dari 3.500 babi, dan lebih dari 1.000 indukan. Mencontoh hidupnya, 20 orang warga di desanya juga ikut beternak babi. Mereka mengambil cara Huang, lalu menjadikan bisnis ini pilar ekonomi.

Mereka mencoba membantu para petani miskin. Sekarang mereka memiliki 79.300 babi di peternakan dan 34.000 telah dijual. Banyak petani labih banyak mendapat untung dari beternak babi. Ini menjadi bisnis tidak terduka maka cobalah.

Jualan Lintah Mengembangkan UKM Tidak Biasa

Profil Pengusaha Salim


ukm jualan lintah

Siapa sangka Salim, 60 tahun, mampu mengembangkan UKM tidak biasa. Baginya jualan lintah itu menghasilkan uang. Hewan yang mengisap darah itu dikenal memiliki manfaat lain. Apasih manfaat yang dimiliki oleh binatang berlendir ini.

Salim yang bermodal sedikit mampu menghasilkan jutaan rupiah. Usaha jualan lintah sudah digeluti olehnya enam tahun. Yang berawal dari jualan makanan, malah banting stir budidaya lintah. Salim mampu mengembangkan UKM tidak biasa.

Dia berhasil menjadi pioner di usaha budidaya binatang berlendir ini. Berawal dari usaha pembesaran lintah saja. Dia bermula dari membeli bibit untuk dibesarkan. Anak lintah dibeli dari Parung dan Rumpion, Bogor, yang seharga Rp.200 untuk 5000 pertama.

Itupun dulu ketika orang belum sadar manfaat lintah. "Sekarang harga anakan (lintah) sudah mahal harganya bisa 1000 -an," ia menjelaskan.

Berjalan waktu dari pembesaran berkembang menjadi budidaya. Dia mampu mengawinkan dan juga membesarkan anakan. Dia mampu mengembangkan penetasan, dan pembesar lintah sendiri di dalam kolam. Dua kolam ikan kecil mampu menghasilkan 20 ribu ekor anakan.

Cara Usaha Lintah yang Benar

Dijelaskan Salim bahwa usaha lintah susah- susah gampang. Untuk penetasan saja dibutuhkan waktu setahun. Agar tetap menghasilkan Salim harus memutar otak. Caranya ialah dengan membeli bibit lintah dari petani lain.

"Makaanya selain melakukan penetasan saya juga beli yang anakan dari pertenak lainnya," jelasnya kepada bisnisukm.com

Binatang lintah menghasilkan kepompong anakan. Yang setiapnya menghasilkan 3- 10 ekor anakan lintah. Anakan dibesarkan setahun akan dijual perbuah Rp.1000. Pemesannya dari Cirebon, Bandung, Surabaya, dan Malang.

Biasanya binatang ini digunakan sebagai alat terapi. Di jual dengan minimal pembelian 1000 ekor. Kalau di Bandung tidak dijual ecer. Salim sudah memiliki pemesan khusus untuk daerah Bandung. Omzet yang mampu direguknya antara 15- 20 jutaan perbulan.

Jika dulu Salim menjadi satu- satunya yang jualan lintah. Sekarang mulai banyak orang yang ikutan mengembangkan UKM ini. Tidak biasa memang karena prospeknya menggiurkan. Orang- orang rela menangani binatang yang dikenal menjijikan ini.

"Dulu saya satu- satunya peternak lintah di Depok," ia berkata.

Sekarang dibawahnya sudah ada 10 peternak binaan. Dalam satu naungan peternak lintah, yang diberinya nama BLBI, diharapkan produksi menjadi lebih baik dan efesien.

Salim sendiri yang ditemui pewarta Bisnisukm.com, setengah bercanda menyebut itu kepanjangan dari Bisnis Lintah Beneran Indonesia. Memang ada yang tidak beneran ya Pak Salim? Memang sih untung yang diharapkan menggiurkan, tetapi tidak sedikit berhenti di tengah jalan merintis ini.

Ditambah biaya pakan yang relatif murah, untuk ribuan lintah dibutuhkan 5 kilogram belut untuk dia masukan. Pada musim panas lintah akan bertelur banyak. Berbeda dengan budidaya lainnya untuk lintah tahan penyakit. Binatang ini tidak memiliki penyakit khusus, dan memiliki daya tahan tinggi.

Kegunaan lintah sendiri di China bahkan dijadikan bahan kosmetik. Di Indonesia sendiri masih pada tataran terapi. Yakni terapi stroke, asam urat, darah tinggi, dan koleterol. Lintah juga bisa digunakan untuk penyakit kulit eksim. Orang biasa merubahnya menjadi minyak oles dengan cara digoreng.

Pernah Ditipu Penjual Tokek ini Makin Berjaya

Profil Pengusaha David Hendar 


 
Jualan tokek ternyata sangat menggiurkan. Bahkan siapa sangka bisa jadikan kamu miliarder. Hewan ini lalu diburu dan diternakan. Dapat diekspor sampai ke luar negeri juga. Menurut David Hendar, dirinya bisa mengentungi ratusan juta sekali transaksi. Namun bukan sembarangan tokek bisa dijual dihargai mahal.

Tidak semua tokek menghasilkan. Biasanya berat juga diperhitungkan. David mengistilahkan berat harus lebih dari 3,5 ons. Kalau kamu tangkap tokek biasa, yang beratnya dibawah 2ons. Ya cuma laku buat dijual jadi obat china. Harga jualnya juga relatif tidak semengejutkan hasil David.

Pria kelahiran Prubolinggo, 24 November 1957 ini, menjelaskan tokek juga bisa sangatlah murah. Bahkan sampai dihargai cuma seribu- dua ribu. Tokek macamnya banyak kayak tokek hutan, tokek batu, lalu yang paling sering tokek rumah.

Paling banyak digemari justru tokek rumah. Hendra memang baru setahun bisnis. Tetapi dia mampu jualan sampai tokek seberat 7ons. Jualnya sampai Rp.500 juta. Boleh percaya atau tidak David meyakinkan itu kepada pembaca. "Anda percaya atau tidak, tapi ini benar- benar terjadi," yakinnya.

Harga tokek lain tidak sebesar tokek rumah. Kalau harganya cuma Rp.5 juta per- kg. Dan tokek campuran seperempat harganya. Tidak jelas alasan apa kenapa pembeli mau membeli tokek cuma sebesar 7ons. Buat tokek batu beratnya sampai berkilogram. Satu ekor biasa bisa lebih dari 1kg tetapi tetap tidak sebanding.

Harga memang menggiurkan, mangkanya banyak orang latah ikutan berbisnis tokek. Namun tidak semua bisa seberuntung David. Disisi lain efek negatifnya menjadi ladang tukang tipu. Penipu menjanjikan bisa memberikan obat, makanan, atau alat lainnya agar tokek besar. Bahkan ada yang niat memasukan biji besi ke tokek.

Pengusaha multi- talenta ini memilih fokus. Pengalaman setahun membuatnya sadar tokek. Baginya bisnis ini menjanjikan. Dia yang sudah memiliki koneksi ke luar negeri. Mengaku sangat hati- hati jika menjadi perantara penjualan tokek. Suami Tabita Sriwatiningsih menyebutkan sudah punya jaringan tokek khusus.

Pembeli kebanyakan datang dari luar negeri. Dibawah dia mencari pengepul, yang terbung langsung ke penjual, dan penjual diperhatikan sekali lewat beberapa tahap. Meskipun penjualnnya melalui foto sudah ada caranya. Kan memang bisnis omzet sampai miliaran rawan penipuan makelar nakal.

Tokek difoto tertutup tidak utuh segambar. Tokek difoto diatas timbangan. Agar memastikan tangga foto itu diambil memakai koran hari itu. Timbangan tokek pun memakai timbangan digital. Foto dipasarkan ke internet atau bisa langsung diprint out ke pembeli. Kalau mau menyanggupi transaksi dan mau transfer.

Untuk selanjutnya diadakan transaksi langsung. Transaksi selesai barulah dibayar lunas. Tahapan pertama ialah kesanggupan dirinya membeli. Lalu diberi jeda waktu melihat kondisi tokek beberapa hari. Jikalau dirasa kesehatan tokek tidak berubah.

David akan membayar uang muka jika dirasa toket sehat. Nah, setelah dibayar uang muka, dia akan melihat lagi apakah tokek tidak berubah. Berulah dia bayar sisanya jika aman dan sehat. David mengaku sudah tau rasanya ditipu. Ya sekarang dia haruslah lebih cerdas dibanding penipu.

"Itu pengalaman paling berharga," jelasnya.

Pria pengendara Honda Jazz merah ini, negara pembeli tokek nya kebanyakan orang asing. Tetapi David enggan menyebut asal negaranya, karena rahasia bisnis. Pokoknya dibeli orang luar negeri. Berat tokek ia jual lebih dari 3,5 ons katanya bisa dipakai buat penelitian.

Menurutnya tokek bisa dipakai obat, bahkan senjata biologis, kepentingan banyak dibalik tokek yang orang anggap binatang sejenis cicak. Kan teknologi tidak akan surut, dan penggunaan tokek dirasa David masih bisa lebih kedepan -masih menguntungkan dibisniskan.

Pengembangan bisnis bisa dilakukan. Buktinya dia membuka lima cabang selain di Semarang. Cabang itu ia jadikan pusat pemasaran. Cabangnya ada di Bekasi, Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Jakarta. Tidak cuma berbisnis tokek, David punya bisnis kursus bahasa, pembuatan website, bisnis handphone- komputer.

Ular Phyton Wanto Raup Jutaan Rupiah Sambil Beramal

Profil Pengusaha Wanto Goweng



Apa rasanya tinggal bersama puluhan ular phyton. Ternyata bisa menghasilkan jutaan rupiah loh. Sebut saja kisah hidup Wanto Goweng, pria 42 tahun asal Desa Kaliputih, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen yang hidup bersama mereka penuh kasih sayang.

Wanto sudah suka dengan ular sejak umur 13 tahun. Total waktu itu ia memiliki 18 ekor ular phyton raksasa. Ia menempatkan itu di tempat khusus. Menurut sejarahnya sudah dimulai sejak ular masih kecil. Lelaki yang bertato ini menekuni budidaya barulah pada 1998.

Dimana dia pertama kali berjalan melewati hutan di desanya, lantas menemukan bayi ular phyton di semak- semak. "Ular itu saya ambil dan pelihara serta saya bawa kemanapun saya pergi," tuturnya.

Semula dia cuma memelihara satu ekor saja. Kini ada ratusan ular dipelihara olehnya di rumah. Ia merupakan pecinta binatang. Alasannya memelihara phyton karena prihatin ular ini diburu dan dipotong. Juga dikuliti lalu dijadikan kerajinan, ataupun jadi olahan masakan.

Ia menangkar ular phyton dibantu istri, Krisyul dan temannya, Julmanto buat memelihara binatang melata ini. Berkat ketelatenan maka ularnya berkembang makin banyak. Untuk hasil penangkaran dijual sedengkan ular yang dipeliharannya khusus tidak diapa- apakan.

Terlanjur sayang, itulah penjelasan Wanto ketika seseorang menawar ularnya sampai ratusan juta. Khusus ia menanggap ular- ular peliharannya sebagai keluarga. Ular peliharaan Wanto sendiri jinak. Warga sekitar juga tenang ketika bermain dengannya. "Ular ini sudah jinak," sembari berbaring bersama ular- ularnya.

Untuk ular dirawat sejak kecil tidak dijual. Tetapi ia tidak menolak buat hasil penangkaran. Yang mana bisa laku jutaan rupiah dibeli para pecinta binatang. Meski bekerja serabutan, ia menyempatkan diri menyisihkan uang buat membeli puluhan ayam.

Para tetangga tidak segan ikut urunan. Jadilah rumah Wanto semacam tempat rekreasi warga. Banyak anak bermain bersama tidak takut. Mulai anak SD, SMP, SMA pecinta binatang datang setiap hari melihat aksi Wanto dan ular- ularnya.

Ular hasil penangkaran Wanto beratnya bisa mencapai 500kg sampai 1 kuintal. Tidak jarang para komunitas hewan reptil berbagai daerah berkunjung ke rumah Wanto. Mereka asik berdiskusi tentang keberadaan hewan melata tersebut di alam liar.

Mereka termasuk membeli anakan milik Wanto. "...harga mulai dari Rp.400 ribu sampai Rp.500 ribu per- ekor," tambahnya. Anakan ularnya mampu terjual 15- 20 anakan ular.

Perlua dijelaskan kenapa mereka para pecinta ular membeli. Mereka memang sengaja tidak membeli dari pemburu karena mencegah kepunahan. Justru ular dari Wanto merupakan trobosan agar menjaga ekosistem di hutan. Mereka membeli ular Wanto agar ular phyton tidak punah.

Ular anakan juga masih liar. Mereka pasti bisa bertahan hidup di alam liar. Ular- ular tersebut lantas dilepas ke alam liar.

Wanto bercerita bagaimana dia belajar otodidak menangkar ular. Dia belajar bagaimana mengawinkan ular miliknya. Ular betina bertelur dipisahkan dengan ular jantan. Ular itu disendirikan agar tidak terganggu ketika mengerami. Telur tersebut kemudian menetas, penetasan akan terjadi selepas 3 bulan sampai 4 bulan.

Selepas itu ular kecil dipisahkan kembali bersamaan dengan seukuran. Untuk ular peliharaan Wanto sendiri memegang 20 ular indukan.

Sosis Rumput Laut Inovasi Bioteknologi

Profil Pengusaha Craig Rose


Dokter biologis bernama Dr. Craig Rose menemukan bisnisnya sendiri. Dia menemukan sebuah fakta penting yaitu meski rumput laut populer di Asia, tidak di Amerika. Padahal menurut penelitian kandungan rumput laut lengkap. Atau orang menyebutnya makanan super karena aneka manfaat. 

Dr. Rose memproduksi aneka produk turunan rumput laut. Perusahaan Seaweed & Co, firma olahan bumbu campuran makanan dan industri nutrisi. Ia mendapatkan hutang startup senilai $3.600.

"Saya selalu sadar rumput laut punya dampak positif dimiliki dalam kesehatan, dan sebagai sumber daya alam yang berkelanjutan melalui pelatihan saya sebagai seorang ahli biologi laut," paparnya.

Perusahaan startup rumput laut ini didukung oleh Virgin StartUp, dibawah pengawasan TEDCO Business Support's Start & Grow Programme.

Minat pertama datang ketika ia menangani pekerjaan. Dia pernah bekerja menjadi manajer komersial bagi perusahaan bernama R&D. Sebuah proyek komersial mengenai komersialisasi rumput laut menjadi bahan baku kendaraan. Waktu itu, ia ingat betul pemanfaatan rumput lau masih kecil, masih banyak hal diteliti lebih lanjut.

Tetapi Rose menyadari manfaatnya jauh sebelum sekarang. Ia tidak punya waktu banyak berdiam diri. Dan sekarang ketika bisnis Rose hadir, banyak industri kini telah memanfaatkan rumput laut untuk roti, biskuit, sosis, bahkan suplemen makanan.

Rumput laut memiliki nutrisi, mineral, serta vitamin. Juga menjadi bahan perasa pengganti garam. Meski kecil mengandung nutrisi besar memukul mundur penyakit. Menurut penelitian lebih lanjut, rumput laut membantu menurunkan berat badan. Kandungan iodine -nya menormalkan kognisi dan meningkatkan metabolisme.

Meski harus membuka pasar baru, Rose tidak mundur berpromosi. Dia dibantu Jamie Oliver, yaitu presenter Superfood TV mendorong pemanfaatan rumput laut di Inggris. Satu tahun saja dia sudah sukses untung lewat tiga distributor untuk menjualkan produknya di industri makanan dan nutrisi.

Bumbu Seaweed & Co sudah masuk hampir semua supermarket Inggris. Percaya diri bahwa bisnis miliknya terus maju, datanglah bantuan modal lagi dari VirginStartUp. Sebagai catatan VirginStartUp merupakan satu perusahaan non- profit membantu banyak perusahaan dengan hutang berbunga kecil.

Uang digunakan melakukan penelitian sistem inovatif mengolah rumput laut di Skotlandia. Ini dimaksudkan untuk menghasilkan rumput laut mentah lebih berkualitas -melalui pendekatan kedokteran laut. Bekerja sama dengan Durham University meniliti tingkat kesuksesan budidaya rumput lau di Lynemouth.

Skema dipakai ialah memanfaatkan tangki di darat yang didukung oleh lingkungan stabil. Meski berulah satu tahap awal, buktinya menghasilkan rumput lau lebih banyak dan dapat dipanen cepat. Ini membuka peluang menjadi bisnis lokal di North East.

Dia berkat,"buku panduan kami mencari (rumput laut) kuat di 12 bulan kedepan dan kami sedang bekerja dengan Newcastle University untuk mengembangkan produk berbasis lebih rumput laut untuk industri kesehatan dan gizi."

Menggabung budidaya lokal ditambah teknologi sangat membantu. Gairah Dr. Rose akan entrepreneurship memang diakui oleh pemberi modal. Kini, mereka tinggal menunggu kejutan Dr. Rose, seperti baru- baru ini kerja sama dengan perusahaan pembuat sosis.

Bukan bisnis biasa


Craig Rose, seorang suami memiliki tiga anak berumur 14 tahun, empat, dan 23 bulan. Dia mendapatkan gelar P.hD dan Master bilogi laut dari Newcastle University. Baru- baru ini menemukan perusahaan sendiri yang terus berkembang. Ia baru- baru ini bertemu Elena Dickson, generasi kedua perusahaan pembuatan sosis.

Merupakan perusahaan kuno asal South Shield. Didirikan oleh kakek Elena, yang akarnya datang berasal dari Jerman, sebuah usaha pemotongan hewan. Sejak abad 19 belum berubah rasanya sampai menemukan rumput laut. Untunglah karena produksi sosis bisa mengurangi garam hingga 50% dibanding usaha saingan.

Dickson menjadi yang pertama memakai rumput laut. Tetapi faktanya sudah lama digunakan untuk industri makanan lain. Masalahnya mereka tidak suka mengumumkan terbuka; khawatir penurunan penjualan. Sejak awal Elena sebenarnya agak skeptik. "Saya pikir pada awalnya kami seperti OK, benar. Menarik, tapi ...

Kemudian Rose mulai menjelaskan manfaat rumput laut lebih. Serta fakta bahwa itu dapat digunakan sebagai pengganti garam. Ide tentang menggunakan rumput laut bisa menjadi diferensiasi. Maka Dickson nantinya dikenal memiliki produk lebih variatif. Elena menjelaskan butuh 12 sampai menemukan komposisi sesuai.

Tidak semua eksperimen pertama kali sukses. "Kami pada satu titik mengganti semua garam dengan rumput laut dan demi Tuhan!," seru Elena. "Tapi kami bertahan dan datang dengan produk sosis kami semua senang nikmati."

Timbal balik pelanggan menyenangkan. Pada awalnya orang berpikir nanti rasanya seperti ikan atau laut. Itu semuanya ternyata tidak benar bahkan rasanya menakjubkan. Tidak ada rasa takut produknya dilabeli ada bumbu rumput lautnya. Dickson menjual sosis babi berbumbu rumput laut Dickoson untuk ukuran 400g per- paket.

Meski begitu apakah dunia siap mengganti makanan biasa menjadi kuliner microalgea sepenuhnya?

Fakta Dr. Rose adalah pada 1970 -an bahwa orang sama sekali asing dengan produk yogurt dan sekarang kapanpun bisa dinikmati dimanapun. Sama halnya hummus adalah makanan kelas menengah dunia 15 tahun lalu. Namun semua berubah ketika perusahaan Tesco menjualnya; sukses besar!

"Rumput laut merupakan sumber nutrisi makanan yang luar biasa bergizi."

Investasi Ala Yusuf Mansur VSI Berjaya

Profil Ustad Yusuf Mansyur 



Ustad Yusuf Mansyur kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976, merupakan penceramah, motivator, sekaligus juga pebisnia. Terlahir dari keluarga Betawi putra pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrifíah. Yusuf Mansyur lahir di keluarga yang berada sehingga cenderung manja. Adalah lulusan terbaik Madrasah Aliyah N 1 Grogol, yang tahun 1992, memilih keluar dari kuliah di tengah jalan alias drop out.

Semua hanya untuk menyalurkan hobinya bermotor. Di tahun 1996, Yusuf muda terjun masuk dunia bisnis informatika, sejalan jurusamnya ketika kuliah. Sayang, dia menemukan bisnisnya gagal total sehingga terlilit hutang lalu masuk penjara 2 tahun. Di sinilah, sebuah titik balik, dia lanjut mendalami islam memiliki keinginan kuat berubah.

Yusuf muda yang sebelumnya menghamburkan uang, kini telah menemukan keajaiban dari sebuah sedekah. Hidupnya menemukan  titik terang ketika bertemu seorang Polisi. Dia kemudian diperkenalan dengan sebuah LSM yang melayani masyarakat. Yusuf menjelma menjadi penulis buku berjudul "Wisata Hati Mencari Tuhan yang Hilang" selama masih berkeja di LSM.

Tak dinyana, dari buku tersebut, Yusuf menjadi terkenal lalu diundang ramai bedah buku dan seminar. Buku yang berisi perjalanan bisnis hingga masuk bui. Buku inspirasi islam melalui bisnis minuman es. Dia bercerita pernah mencoba bangkit melalui berjualan es menemukan titik temu melalui sedekah.

Yusuf selepas dipenjara akhirnya berhasil memiliki sebuah kios, serta seorang pegawai. Mangambil sisi lain, Yusuf Mansyur fokus mengajarkan bagaimana sukses usaha dari sedekah. Dia menjelma menjadi seorang ustad yang mengajarkan sedekah adalah jalan kesuksesan.

Selanjutnya, nama Ustad. Yusuf Mansyur mulai terlihat disibukan berdakwah kesan ke mari, hingga bertemu Yusuf Ibrahim produser musik. Dia meyakinkan Ust. Yusuf melalui perusahaan PT. Virgo Ramayana Record, mengerjakan proyek kaset ceramah, Kun Fayakun. Kemudian bersama SinemaArt memulai perjalanannya di dunia layar kaca melalui sinetron.

Ia ikut menggarap sebuah film di 2008 berjudul Kun Fayakun bersama Zaskia Mecha, Agus Kuncoro, dan Desy Ratnasari.

Bisnis Ustad


Yusuf Mansyur punya satu cita- cita membentuk rakyat Indonesia mandiri melalui islam. Dia pun memikirkan ide bisnis halal. Dia menciptakan bisnis gaya baru yang disebut Usaha Patungan. Dari sinilah, dia mencoba membantu umat muslim berbisni investasi. Dia memulai garakanya melalui akun resmi website hingga akun twitter pribadi.

Hasilnya uang senilai satu setengah miliar terdistribusi menjadi usaha patungannya. Dilansir laman Tempo.co, usaha patungan tersebut ternyata bertemu tidak baik. Menurut pengamat pasar modal, Yanuar Rizki, lantas menjelaskan bisnis investasi yang dilakukan oleh Ust. Yusuf Mansyur adalah ilegal. Alasannya, bisnis apapun yang menyangkut pengumpulan dana modal perlu ijin.

Dia menambahkan jika belum berijin maka disebut ilegal. Melalui akun Twitter, Yusuf berdalih usahanya itu murni patungan investasi seperti berinvestasi rumah atau tanah. Yusuf menjanjikan dana terkumpul dijadikan bisnis hotel di kawasan bandara Soekarno Hatta dan apartement. Dia berjanji memberikan deviden 8 persen dari untung setelah cash back dalam 10 tahun.

Di Juli 2013 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selaku badan pemerintah yang mengawasi kegiatan keuangan, mengundang Yusuf Mansur melegalkan patungan usaha.

Tujuannya agar kegiatan pengumpulan dana hotel Siti dapat dilanjutkan sesuai ketentuan pemerintah dan perundang- undangan. Jauh sebelum bisnis Patunganusaha.com sekarang, telah banyak orang menggunakan namanya di bisnis mereka. Beberapa orang melalui situs tidak resmi menjual jamu hingga buku bergambar Yusuf Mansyur.

Mereka menawarkan bisnis penghipunan dana. Mereka menipu masyarakat lewat kemasanan lalu membeli produk tertentu. Bahkan mengambil untung dari kasusnya.. Mereka berkata seolah ini bisnis baru sang Ustad sendiri. Biasanya, mereka menawarkan penghimpun dana, menyebut Ust. Yusuf Manysur tapi kenyataannya tidak ada sangkut paut.

Menggurita saja

Lama tidak terdengar berdakwah ternyata Ust. Yusuf Manysur tengah disibukan berbisnis. Kali ini maennya tidak cuma ratusan juta tetapi miliaran rupiah. Total ada dua usaha dijalankan olehnya yaitu Patungan Usaha dan Patungan Aset. Setelah mendapatkan teguran oleh OJK, kini, Yusuf menghadirkan bisnis baru yang lebih modern.

Tepat 22 Agustus 2013 resmi berdirilah perusahaan VSI atau PT. Veritra Sentosa Internasional. Oleh Yusuf melalui jaringan internet menyebar menawarkan investasi islami. Sayang belum genap setahun seperti yang dilaporkan Kompas.com sudah bermasalah lagi. Kali ini permasalahn datang lantaran mitra VSI tidak bisa melakukan transaksi lewat VPay.

"yg slh ttp sy. gpp. tp soal deposit VSI ga mungkin ilang. 90% sbb kslhn konfirmasi sj. next will be better. maafin ya. VSI brproses," cuitnya lewat akun Twitter pada 1 Mei 2014.

Respon datang beragam tetapi bukan utama. Kebanyakan orang belum tau apa itu VSI, penulisa sendiri dulu sempat berpikir ini hanya perusahaan memakain namanya (lagi). VSI sendiri merupakan penyedia jasa untuk pembayaran online seperti listrik, pulsa, tagihan air, televisi, bahkan bayar zakat.

Paling menakjubkan adalah aneka bonus kamu bisa dapatkan. Tergabung sebagai mitra VSI kelebihannya yaitu pembayaran gratis sampai aneka hadiah. Total investasinya tegolong sedikit antara Rp.275.000 sampai Rp.1,8 jutaan. VSI memiliki lima paket: Paket dasar Rp.275.000 sudah bisa mendapatkan VPay yang bisa diwariskan.

Paket Silver mendapatkan tiga hal yaitu uang kembali hingga Rp.75.000, VPay, plus deposit VPay senilai Rp.50.000, yang mana cukup menyetor Rp.825.000. Paket Gold mempunyai tujuh fasilitas, yakni aplikasi tujuh VPay, uang kembali Rp.225.000, dan deposit VPay Rp.170.000. Uang modalnya cukup menyetorkan senilai Rp.1.920.000.

Paket Platinum menghasilkan VPay lima belas buah, ditambah cash back Rp.225.000, dan deposit senilai Rp.450.000. Untuk satu ini membutuhkan modal lumayan besar yakni Rp.4.125.000. Yang terakhir Paket Titanium modalnya Rp.8.525.000. Kamu mendapatkan 31 fasilitas VPay, cash back Rp.1.635.000 dan juga deposit Rp.1.090.000.

Iming- iming hadiah meliputi jalan- jalan ke luar negeri sampai Rp.5 miliar. Caranya cukup kamu mencari orang agar bergabung dibawah kamu 500 di kiri dan kanan. Dan kamu akan diangkat menjadi sosok leader. Setiap orang baru akan dapat bonus Rp.50.000 yaitu uang tunai Rp.30.000 dan deposit 20.000.

Meski baru dapat sedikit jangan berkecil hati. Karena kalau yang dibawah menggaet dua orang baru maka kamu akan jadi sponsor. Kamu akan mendapat Rp.25.000 dari setiap orang dibawah kamu kalau merekrut orang lain. Rincian bonusnya yaitu Rp.13.000 tunai dan Rp.12.000 deposit. Bonus dana tunai baru cair bila melewati Rp.150.000

Didukung oleh popularitas sang Ustad menjadikan bisnis ini berkah. Promosi lewat sosial media, televisi, juga aneka media lain membuatnya makin diminati. Total disebutkan sudah memiliki 45.000 mitra tersebar. Dan sejumlah mitra mengaku mendapatkan banyak manfaat. Contohnya Wawan Pradipta, yang membeli paket Rp.275.000.

Cukup mengajak istri, anak, dan teman, saban bulan dia mengantongi paling banyak Rp.1,5 juta. Itupun kata Wawan harus memotivasi anggota tim agar selalu semangat bekerja.

Kemudian Harun Dermawi yang sudah mempunyai 20 mitra. Ia mengaku tidak fokus berjualan pulsa karena sering macet. Apalagi kalau datang jam sibuk macet sekali. Ketertarikan Harun sendiri karena ini terbilang gampang yaitu jualan pulsa dan transaksi keuangan. Ia sendiri fokus mencari mitra baru yang mau dijadikan bawahan.

6 Alasan Pacaran Jadi Mimpi Buruk Pengusaha

Artikel Bisnis: Pengusaha Sulit Temukan Cinta


 
Kenapa menjadi pengusaha susah punya pacar. Dan, kenapa itu bisa menjadi satu mimpi buruk buat kamu para entrepreneur muda. Ada sebuah artikel dari Entrepreneur.com, ditulis oleh entrepreneur muda bernama Jonathan Long. Dia punya namanya cinta sejati. Tapi cinta pengusaha muda satu ini bukanlah apa yang kamu bayangkan. Ia jatuh cinta dan bersama- sama cintanya ini selama lima tahun. Ini adalah cinta terpenting bagi hidupnya, merupakan bagian dari hidupnya.

Inilah kisah seorang entrepreneur jatuh cinta kepada bisnisnya.

Baginya kencan dengan wanita, bagi seorang pengusaha seperti dirinya, hubungan bisa jadi mimpi buruk. Dia mendefinisikan bahwa entrepreneur itu stubborn atau keras kepala, menjadi pemilih dan selalu memasang "work mode". Tidak ada kata bersantai bersama wanita baginya. Ia pemilih hingga bisnis Market Domination Media (www.marketdominationmedia.com) sukses setelah lima tahun.

"Saya punya hubungan terbaik... saya sudah bersamanya selama lima tahun, tak pernah berkelahi dan punya waktu- waktu indah bersama. Hubungan saya bicarakan adalah bisnis saya," tulisnya.

Target bisnisnya adalah membantu mereka para pemilik bisnis online tak cuma mengejar pengunjung. Tapi memastikan jumlah pengunjung aktif membeli bisnis kamu. Kembali ke kenapa berpacaran bisa menjadi satu mimpi buruk bagi pengusaha, berikut penjelasannya:

"Saya tau saya bukan satu- satunya di kapal ini, jadi saya menghubungi seorang kawan Patti Stanger, pendiri Millionaire's Club, dan bintang dari acara TV populer Millionaire Matchmaker.... Ketika berbicara dengan Stanger, dia mengindentifikasi enam alasan kenapa pacaran bisa sangat sulit bagi beberapa entrepreneur," tulisany lagi.

1. Entrepreneur meprioritaskan bisnis

Dalam pemahaman kami, bahwasanya bisnis adalah nomor satu, sementara sebuah hubungan bisa jadi satu bagian lain. Tidak cuma soal cinta sih sebenarnya akan tetapi semuanya. Hasrat terbesar seorang pengusaha ada pada bisnisnya. Inilah mengapa Long merasakan betul -bisnis adalah yang pertama, dan sudah antisipasi bahwa ini tak akan berubah beberapa saat lagi.

"Sejak pengusaha memprioritaskan bisnis mereka cenderung menempatkan asmara menjadi kedua, yang menempatkan calon pasangan off dan meninggalkan cinta di bagian belakang kompor, "kata Stanger.

2. Entrepreneur workaholic

Pekerja keras. Dan, Long sering merasa bersalah soal ini, dia bahkan lupa berapa kali menunda kencan atau membatalkan rencana karena ia merasa harus bekerja hingga larut malam. Itu semua karena tekanan agar selalu melihat bagaimana seharusnya ini dan itu. Ia merasa kecanduan bekerja hingga merasa aneh jika tak melakukannya. Tenang ini bisa diperbaiki itulah yang tengah dilakukannya. Menciptakan suasana bekerja yang tepat dan seimbang.

"Seni kesepakatan sering (pengusaha) jadi cinta sejati, selalu menciptakan produk baru dan jalan untuk membangun bisnis mereka," katanya. "Mereka sering mengambil menggadaikan hubungan mereka dan ini mengganggu pasangan mereka dan mereka akhirnya putus karena ini."

3. Entrepreneur sering berpergian

Bepergian bisa sering terjadi dikehidupan pengusaha. Dan, itu bisa saja tidak terencana betul, tiba- tiba saja pengusaha bisa berada di suatu tempat. Jauh dari pasangan kamu bisa jadi masalah besar. Lihat bagaimana para atlit atau artis Hollywood kehilangan cinta. Perjalanan dan jarak selalu disalahkan.

"Seorang pengusaha dan pasangannya akan jarang di tempat bersama diwaktu yang sama," ujar Stranger. Tapi tentu beda jikalau kamu sudah jadi kaya, jadi jutawan atau miliarder. Kamu bisa meninggalkan bisnis kamu dikerjakan orang lain. Akan tetapi tetap saja akan mengalami kesulitan.

4. Entrepreneur menderita "lebih besar, kesempatan lebih baik"

Stranger mendeskripsikan terkadang pengusaha akan susah memilih. Disaat masa mereka menemukan rasa bahwa pasangan mereka tak menarik; tantangan berhenti. Terkadang inilah penyebab mereka "kenapa ya pengusaha itu banyak playboy", padahal ini mungkin sebuah sindrom saja. Ingin membangun perusahaan lebih besar menjadi pengusaha lebih baik. Long mengamini ini bahwa mereka bisa dapat lebih.

"Saya bisa berkencan dengan model Victoria Secret dan saya akan berpikir di kepala saya," aku Long. Tapi ini cumalah alasan saja menurut kami -pada akhirnya pengusaha cuma akan kembali ke bisnisnya.

5. Entrepreneur tertantang mencapai tujuan bisnis

Ketika tujuan bisnis itu sudah ada. Akan ada poin- poin ingin dicapai secara berkelanjutan. Inilah terkada berarti mengorbankan kebutuhan sosial jika tak ada hubungannya.

"Beberapa pengusaha cenderung hidup ingin jadi besar, selalu ingin dilihat di tempat terbaik dan pergi pada saat liburan terbaik," kata Stanger. "Beberapa juga dapat menjadi pemburu status, dan mendaki sosial ke atas berubah menjadi cinta sejati mereka, vs pasangan mereka."

Dalam pengertian kami terkadang mengejar bisnis itulah sendiri mencari cinta sejati. Mendaki status sosial lalu menemukan cinta sejati mereka atau sekedar menemukan pasangan saja. Mungkin juga tidak ada nama cinta sejati bagi seorang pengusaha ketika ia sukses kelak.

6. Entrepreneur mencampur emosi bisnis dan emosi pribadi

Akan susah membedakan emosi pribadi ataupun emosi dalam halnya berbisnis. Long mengakui hal ini dalam tulisannya. Ketika kita membawa masalah pribadi dalam pekerjaan, akan ada masalah. Namun, ketika kita tak menaruh pribadi kita, akan kehilang komunikasi baik. "Kamu butuh mencari kebahagiaan ditengah."

"Beberapa pengusaha tidak pandai mengekspresikan emosi mereka kepada mereka yang dicintai. Mereka sering tidak akan menyadari apa yang mereka miliki sampai mereka telah kehilangan seseorang yang khusus," kata Stanger.

"Hal ini karena bisnis dapat menjadi dingin dan menunjukkan emosi adalah berarti menunjukkan tanda kelemahan. Jika ini membawa lebih ke dalam hubungan, itu menghasilkan bencana. Tak seorang pun ingin menjadi tambahan dalam film hidup anda. Entah mereka mendapatkan peran dibintangi atau mereka pergi. " itulah kenapa pacaran bisa jadi mimpi buruk pengusaha.

Hampir Bangkrut Karena Menaikan Upah Minimum

Profil Pengusaha Dan Price 



CEO perusahaan satu ini bikin geger seluruh dunia baru- baru ini. Memang namanya tak fimiliar bagi telinga kita. Juga tidak bagi dunia ketika kami amati. Namun, berkat satu langkah nyata, usahanya menanjak tinggi mendapatkan perhatian banyak media masa. Apakah sebuah taktik marketing tertentu. Apalagi masalahnya ia menaikan gaji pegawainya berkali lipat. Ada harga harus dibayarnya buat sekedar "baik hati".

Namanya Dan Price, CEO sebuah perusahaan asal Seattle, Washington DC, membuat geger dengan tiba- tiba menaikan gaji pegawainya. Tak tanggung sampai 93% dimana bersumber dari gaji pokoknya. Dimana perusahaannya Gravity Payment memang dikenal punya performa baik. Ada 120 orang karyawan dimana ia menaikan gaji mereka $70.000 per- tahun atau setara 13 miliar rupiah kala itu. Sebagai catatan sendiri, Gravity Payment, merupakan perusahaan kartu kredit dan pemprosesan keuangan.

Didirikan pada Fabruari 2004 oleh Lucas dan Dan Price sendiri. Berdiri dari kamar asrama Seattle Pacific University berlanjut menghasilkan miliaran rupiah. Dan waktu itu masih berumur 19 tahun loh ketika memulai usahanya. Modal usahanya adalah pengalaman mengatur keuangan sebuah band sekolah, Starightforward. Sukses dari sinilah Gravity Payment punya modal, di Juni 2008, merupakan perusahaan kredit nomor 1 di Washington, melayani total lebih dari 12.000 klien di penjuru negara.

Pada Juni 2010, sosok Dan mendapatkan penghargaan dari Presiden Barack Obama, dirinya mendapatkan penghargaan Small Business Administration untuk National Young Entrepreneur of the Year.

Memilih beda


Menurut sumber Wikipedia perusahaanya memang tak mengenal sistem gaji standar. Tahun 2013 lalu memilih untuk menaikan gaji 2% buat karyawan bergaji dibawah $100.000. Padahal Kongres memutuskan bahwa akan ada kenaikan pajak atas gaji karyawan. Menarik karena seharusnya karyawan miliknya kehilang 2% dari apa yang gaji mereka bayarkan.

Gravity Payments sendiri menghasilkan $100 juta dari kostumernya dan cukup percaya diri akan ekonomi Amerika. Apakah alasan menaikan gaji sampai miliaran per- tahun kali ini. Dalam artikel disebutkan bahwa ia tidak peduli soal uang. Dia ingin mensejahterakan mereka. Ketika dirinya memotong gajinya di tahun 2015 ini menjadi pengalaman luar biasa katanya. Ia merasakan uang menggerogoti hidupnya. Di Amerika Serikat sendiri ada kesenjangan gaji yang sangat tinggi antara atasan dan bawahan.

"Mengetahui ada yang hidup seperti itu menggerogoti saya dari dalam," imbuh Dan, menyatakan apa yang dia lakukan murni adalah rasa kasihan.

Riset yang didukung oleh badan Standard & Poor's, dimana level presiden dibayar 354 kali lipat di atas karyawan paling junior. Langkahnya menimbulkan kehebohan karena baru sekarang ada eksekutif mau untuk dibayar murah. Sekedar informasi lagi nih Washington punya UMR terbesar seantero Amerika, dimana kamu akan dibayar $9,47 per- jam.

Dan sendiri merupakan pemilik saham terbanyak perusahaan. "Kita peduli akan investor dan kita tak begitu juga peduli jika tentang karyawan," tegas Dan.

Ia menambahkan melihat nasib karyawannya itulah mengingatkan dirinya masa dimana dia memulai dulu. Dan mengingin karyawannya mendapatkan liburan penuh. Bennet (28 tahun) salah satu karyawannya mengaku senang sekali. Selama bekerja bersama Gravity Payments dirinya mendapatkan $43 ribu atau setara Rp.55,8 juta per- tahun. Kini, gajinya bertambah drastis $10 ribu atau Rp.130 juta per- bulan, atau setara $53 ribu per- tahun.

Nasib sial


Dan Price merupakan salah satu contoh atasan mulia. Sayangnya, beribu sayang, fakta kinerja perusahaan tak mendukung ini. Sejak memotong gajinya sendiri dan menaikan gaji karyawannya. Tau kah kamu nasib dari bos perusahaan besar ini. Menurut The New York Time, ia "dipaksa" bekerja lebih keras, dan haruslah hidup jauh dari rasanya menjadi bos. Ia bahkan dipaksa menyewakan rumahnya.

"Saya bekerja sangat keras seperti saya mencoba bekerja agar itu (rencananya) bekerja," ujarnya.

Mencoba memenuhi kebutuhan lain melalui menyewakan rumah. Ketika menaikan upah minimun diatas itu bukannya pekerja bekerja lebih giat; ia kehilangan dua pekerja utamanya. Semua karena ketika mereka itu mulai merasa gaji mereka "kecil". Dibanding mereka yang baru saja bekerja. Mereka yang telah bekerja lama merasa "dibedakan" atau disama- samakan dengan karyawan baru. Mereka itu adalah karyawan lama eksekutif perusahaan.

Salahnya adalah faktanya, Dan Price, memerintahkan kepada manajer finansialnya, Maisey McMaster, buat menaikan gaji mereka yang kurang skill dan bepengalaman. Tujuan awalnya mungkin agar mereka pekerja baru lebih bersemangat. Sayangnya lagi mereka yang gajinya bertambah tak optimal bekerja. Perusahaan itu akhirnya kehilangan pula beberapa pelanggan. Mereka mulai melihat ada kesalahan dalam manajemen uang perusahaan.

Maisey McMaster sendiri merupakan salah satu yang keluar. Yang lainnya adalah sosok Grant Morgan, 29 tahun, alasanya simple saja, "sekarang orang- orang yang cuma santai didalam dan luar menghasilkan gaji sama dengan saya." Terus bagaimana dengan pelanggan layanan yang kabur. Ada masalah kepercayaan soal mereka. Bayangkan beritanya begitu masif di media masa menakutkan. Mereka khawatir harus membayar lebih banyak.

Mereka khawatir harus membayari kenaikan gaji karyawan Gravity Payments. Meskipun ada pelanggan baru sayangnya, katanya, tak akan bisa menutupi pengeluaran tahun depan. Disisi lain kisah ini, pendiri lain dari perusahaan, Lucas yang punya 30 persen saham mengadukan tuntutan hukum. Dua minggu saja sejak kenaikan gaji gila- gilaan tersebut. Tuntutannya karena melalaikan pemegang saham minoritas. Dan itu telah mengambil kebijakan sepihak.

Ya, Dan Price bergaji $1 juta per- tahun, sekarang tak cuma kehilangan banyak gajinya. Akhirnya justru membuat karyawannya kabur karena gajinya naik.

Semua karena pengaturan kenaikan gaji sangat berantakan. Kenaikan gaji itu dibuat berlaku penuh semua karyawan baik lama ataupun baru. Alasannya membangun ekonomi berkeadilan gaji. Namun muncul efeknya negatif bagi karyawan lama mereka. Disisi lain, pelanggan khawatir atas langkahnya, hingga di Agustus 2015 ini kehilangan banyak pendapatan dari pelanggan, kemudian disusul patnernya sekaligus saudaranya, Lucas, menuntutnya karena tak sepaham.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba