Artikel kali ini masih ada hubungannya dengan artikel sebelumnya 5 Usaha Buat Jomblo. Tapi kali ini kita akan membahas masalah keuangan. Bagaimana seorang jomblo, seperti kamu, mengatur hidup antara aktif di media sosial sambil tetap hemat. Single atau jomblo berarti bisa lebih fokus pada pekerjaan atau bisnis kamu. Namun, pesatnya media sosial bisa membuat kamu nyesek, apalagi kalo di malam minggu.
Perpustakaan pengusaha berisi 1000 profil dan biografi pengusaha sukses. Baca, pelajari, tiru dan kembangkan bisnis kamu sendiri. Gratis!
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan diri. Tampilkan semua postingan
Rencana Keuangan Si Jomblo itu Penting
Artikel kali ini masih ada hubungannya dengan artikel sebelumnya 5 Usaha Buat Jomblo. Tapi kali ini kita akan membahas masalah keuangan. Bagaimana seorang jomblo, seperti kamu, mengatur hidup antara aktif di media sosial sambil tetap hemat. Single atau jomblo berarti bisa lebih fokus pada pekerjaan atau bisnis kamu. Namun, pesatnya media sosial bisa membuat kamu nyesek, apalagi kalo di malam minggu.
Anak Penjual Gado- Gado Kini Pengusaha Pemilik Pabrik
Profil Pengusaha Markus Mutoro
Pengusaha pemilik pabrik itu bukanlah anak orang kaya, tetapi dia hanya anak penjual gado- gado. Alkisah Markus Mutoro memiliki tekad kuat merubah nasibnya. Ia memulai karirnya dari nol tanpa bantuan orang, hanya pengusaha yang memanfaatkan celah bisnis.
Ia hanya mengikuti arus air. Tetapi batu terjal tidak lepas dari pandangan Markus diawal karir. Sekarang dirinya terkenal menjadi pengusaha sukses pemilik pabrik. Bukan hanya dia punya satu pabrik, tetapi enam pabrik aktif yang mampu hasilkan miliaran rupiah.
Markus membangun semua bisnisnya dari nol. Seorang yang mengawali dari bekerja sebagai salesman. Markus hanyalah anak penjual gado- gado. Lulus kuliah Akademi Teknik Mesin Indonesia (ATMI) Solo, Jawa Tengah, pada 1991 dan lulus langsung bekerja di perusahaan konstruksi.
"Orang tua saya membiayai saya kalau saya kuliah di ATMI," kenang Markus.
Restoran Sarah Keihl Bermula Bisnis Kecil- Kecilan
Profil Pengusaha Sarah Keihl
Bermula bisnis kecil- kecilan membawa Sarah Keihl kini sukses. Sarah gadis 23 tahun, yang sejak dulu tertarik dunia entrepreneurship, sejak kuliah ia selalu berpikir mau berbisnis apa. Dia selalu membaca buku tentang kewirausahan yang kemudian mantap ia. Restoran dan kafe milik Sarah Keihl terpopuler dan terkenal di sosmed, terutama aplikasi Instagram.
Pertama- tama ia brrbisnis aksesoris kemudian menabung modal untuk usaha. Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya ini mengumpulkan uang untuk berbisnis restorannya. Bermula dia menjual jepit badai atau jedai, yang kala itu tengah "booming" di masyarakat. Ia berharap akan menghasilkan penjualan tinggi.
"....memutuskan mengambil barang dari China dengan harga dikisaran Rp.1000 hingga 2000, dengan nilai jual Rp.10 ribu sampai 15 ribu," jelas Sarah.
Profil Anaz Siantar Blogger Jadi Influencer
Dahulu blog merupakan media terlengkap berekspresi. Profil Anaz Siantar dari blogger jadi influencer. Dia memulai dari fashion blogger. Anaz memulai karirnya di 2011 sebagai fashion blogger. Beranjak tampilannya dapat kamu temukan di sosial media Instagram.
Wanita yang memiliki khas gaya street style. Selain menyukai blogging, ia juga menyukai menari dan megoleksi sepatu heel. Jauh sebelum Instagram dia menggunakan sosmed bernama LookBook. Yang kalau dilihat konsepnya sama, menampilkan kolase foto- foto layaknya Instagram.
Tahun 2011, dia lalu mengembangkan blog sendiri, yang diberi nama brownplatform.com. Sekaligus menjadikannya personal branding. Dia baru pindah ke Instagram pada 2012. Tentu platform IG masih culun dan lebih rapih tampilan feed -nya.
Menjadi Selebgram
Ia sempat ragu karena sosmed membuka haters. Dan, ketika dia masuk atas bujukan para penggemar, followernya langsung 300.000. Hingga ia menjadi "kecanduan" memilih platform ini. Walau dia siap mental mendengarkan komentar netizen. Dia memulai Instagram ketika mau kuliah ke Paris.
Awalnya dia kebingungan karena memang beda. Giman caranya dia mengupload foto, dan dia tidak punya teman di sana. Karena memang belum seramai sekarang Instgram dulu sepi. Orang masih ada di Facebook, yang menerapkan konsep pertemanan padahal Instagram tidak butuh teman.
Beruntungnya, salah satu pembaca blognya yang baik mau menolong, dan dia menawarkan bantuan buat posting. Dia mengemail Anaz untuk membantu dan mengupload. Semenjak pristiwa itu, mereka lalu berteman, hingga perjalanan waktu membuat Anaz jago posting.
Rahasia Bisnis Bob Sadino Secuil Tentang Kerja Keras
Artikel Bisnis Bob Sadino
Apa rahasia bisnis Bob Sadino hingga mencapai kesuksesan. Secuil tentang kerja keras yang dimulai dari usaha kecil= kecilan.
Bisnis bisa merangkak, menikmati semuanya dari awal hingga akhir. Dua hal yang menjadi kendala ketika kita akan memulai usaha: modal. Adanya passion dalam setiap usahanya. Passion untuk tetap berusaha.
Bob Sadino mengawali usaha dari kecil- kecilan. Ketika masih muda dia memulai dengan menjual kue dan menjajakan kue itu berkeliling. Dimana dia tidak membuat kue itu sendiri. Kalau kamu bisa membuat kue apa salahnya mencoba.
Awalnya, dia menjual kue produksi buatan tetangganya. Dia tak menghasilkan produknya sendiri. Kamu, kita pun bisa memulai dari hal sekecil ini.
Bisnis Teh Cinta Hutomo Joe Wirausaha Muda
Profil Pengusaha Hutomo Joe
Bisnis teh cinta Hutomo Joe. Wirausaha muda mandiri iyang menjelaskan awal mulanya, kenapa dia begitu mencintai budaya ngeteh. Awalnya dia melakukan semua untuk riset bahan tulisan kuliah. Eh, siapa sangka, dia malah asik mendalami hingga jatuh cinta, dan akhirnya membuka usaha sendiri.
Ia tertarik lebih dalam akan dunia teh ini. Minuman teh membuat jatuh cinta hingga berkarya. Minat akan dunia ini sangat tinggi sebagai komoditas. Hingga wirausaha muda ini berangkat ke Taiwan, Jepang, dan China, itu demi mempelajari tentang dunia teh.
Joe sangat tertarik hingga jatuh cinta. "Saya makin tertarik akan dunia teh," tutur wirausaha muda ini kepada Kontan.co.id
Konsultan Wirausaha Yoris Sebastian Big Circle
Profil Pengusaha Yoris Sebastian
Menjadi konsultan wirausaha. Yoris Sebastian, juga dikenal sebagai pengusaha muda. Sudah nonton acara Big Circle tentang wirausaha? Sosok konsultan wirausaha Yoris Sebastian Nisiho, pasti meregut perhatian.
Siapakah Yoris Sebastian pengusaha muda suka bercanda. Meskipun begitu dia dikenal serius ketika membahas mengenai ide- ide bisnis. Pengusaha muda yang mengedepankan kreatifitas. Perlu buktikah?
Hasil karyanya untuk produk Class Mild yaitu Class Music Heroes Award, bukan ajang award biasa tapi ajang nyeleneh. Kenapa kita menyebut nyelenah karena acara diadakan di sawah, pom bensin, bahkan sebuah jembatan.
Toko Online Sepatu Wanita Mimpi Pengusaha Muda
Profil Pengusaha Resty Lestari
Mimpi pengusaha muda ini ingin memiliki brand sendiri. Sebuah toko online sepatu wanita yang menjual produk bikinan sendiri. Resty Lestari sudah memulai usahanya sejak 2009 silam. Dimana dia mulai dari menjual produk ke teman- temannya sendiri di Kampus.
Prospek bisnis fashion tumbuh berkat sosmed. Munculnya influencer fashion menambah prospek. Tak ayal usaha Resty berkembang pesat mengikuti arus. Brand bernama Real Inc mampu bertahan, bahkan berkembang berkat tumbuhnya sosmed, yang sangat diperhitungkan.
Bayangkan sebulan dia mampu mengantongi omzet ratusan juta. Pasalnya bagi wanita satu pasang sepatu saja tidak cukup. Sekali posting bisa menempel aneka produk, tidak terkecuali sepatu yang kemudian ditarget brand Real Inc.
Mimpi Toko Online Sepatu Wanita
Bagi seorang fashionista keseharian merupakan pilihan. Tidak boleh monoton dari ujung kepalanya hingga ujung kuku. Dari bisnis hijab sampai sepatu Resty berjalan maju. Berapa banyak sepatu yang dimiliki seorang fashionista.
Kemudian berapa banyak pasang sepatu seorang influencer. Pastilah mereka membutuhkan lebih dari satu sepatu. Untuk OOTD artinya Outfit of The Day, maka brand Real Inc menawarkan produk lokal, kelebihan perusahaan milik Resty adalah dibuat berdasarkan pesanan.
"Pertama kali saya memasarkan jasa ini kepada teman- teman kampus saya melalui buku katalog yang dibagikan," kenang Resty.
Mahasiswi sebuah Universitas Swasta di Jakarta, yang menawarkan layanan jasa pembuatan sepatu dengan custom. Ada berbagai model jadi jangalah khawatir buat pembeli. Karena custom maka toko online sepatu wanita ini memberikan bermacam ukuran sepatu.
Sejak 2012 dia mulai menyiarkan produknya melalui BBM. Dari broadcast BBM lah toko online sepatu wanita miliknya berkembang. Awal dia menjajakan ke para teman, keluarga, dan siapapun yang terdekat.
Pesan berantai ini kemudian menjadi viral dan menyebar pesat. Darisana Resty kebanjiran orderan untuk custom sepatu. Mampu menggaet lebih banyak pelanggan online dari sini. Ketika sosmed mulai ramai kembali, dengan munculnya Twitter maka Resty punya ide membuat brand sendiri.
Inilah awal mula Real Inc "Saya beri nama (brand sendiri) dan nama Real Inc lah yang saya pilih," ia menambahkan. Pengusaha muda ini memasarkan melalui Twitter produk miliknya. Modal toko online sepatu wanita miliknya hanyalah Rp.3 juta saja.
Apakah modal segitu besar, ternyata hasilnya berpuluh kali lipat dibanding harapan. Dia mampu mengantungi Rp.70 juta dari transaksi. Omzet perbulan Real Inch semakin menunjukan perbaikan. Rata- rata mengantungi omzet Rp.20- 30 jutaan, dan naik tajam ketika Ramadhan atau tahun baru.
Omzetnya mencapai Rp.60- 70 jutaan dari penjualan sepatu. Menurut Resty masalah utama bisnis ini ialah proses pembuatan. Ya karena dibuat custom dan handmade, dibutuhkan waktu tertentu hingga satu produk jadi.
Sekitar 12 pengrajin membantu Resty menjalankan Real Inc. Ia tinggal mengontrol, dan menganalisa kepuasan konsumen. Hasilnya bagus karena kualitas selalu terkontrol olehnya. Pembuatan sepatu itu mulai dari pola, pengaplikasian bahan baku, jahit, pengeleman, mecentak dan penyelesaian.
Proses dilakukan dengan baik tanpa mengeluh. Pengusaha muda ini juga menyediakan produk yang sudah siap pakai. Siap kirim dan siap pakai oleh konsumen tanpa menunggu dulu. Meskipun sudah dikenal dia mengakui masih banyak perlu dikembangkan ke depan.
Pemasaran sekarang melalui Twitter dan Instagram. Ia juga membuat webstore atau toko onlinenya sendiri. Kedepan dia ingin membangun toko offline, dimana orang dapat mencoba dan membeli itu langsung tanpa lewat koneksi.
"Pertama kali saya memasarkan jasa ini kepada teman- teman kampus saya melalui buku katalog yang dibagikan," kenang Resty.
Mahasiswi sebuah Universitas Swasta di Jakarta, yang menawarkan layanan jasa pembuatan sepatu dengan custom. Ada berbagai model jadi jangalah khawatir buat pembeli. Karena custom maka toko online sepatu wanita ini memberikan bermacam ukuran sepatu.
Sejak 2012 dia mulai menyiarkan produknya melalui BBM. Dari broadcast BBM lah toko online sepatu wanita miliknya berkembang. Awal dia menjajakan ke para teman, keluarga, dan siapapun yang terdekat.
Pesan berantai ini kemudian menjadi viral dan menyebar pesat. Darisana Resty kebanjiran orderan untuk custom sepatu. Mampu menggaet lebih banyak pelanggan online dari sini. Ketika sosmed mulai ramai kembali, dengan munculnya Twitter maka Resty punya ide membuat brand sendiri.
Inilah awal mula Real Inc "Saya beri nama (brand sendiri) dan nama Real Inc lah yang saya pilih," ia menambahkan. Pengusaha muda ini memasarkan melalui Twitter produk miliknya. Modal toko online sepatu wanita miliknya hanyalah Rp.3 juta saja.
Apakah modal segitu besar, ternyata hasilnya berpuluh kali lipat dibanding harapan. Dia mampu mengantungi Rp.70 juta dari transaksi. Omzet perbulan Real Inch semakin menunjukan perbaikan. Rata- rata mengantungi omzet Rp.20- 30 jutaan, dan naik tajam ketika Ramadhan atau tahun baru.
Omzetnya mencapai Rp.60- 70 jutaan dari penjualan sepatu. Menurut Resty masalah utama bisnis ini ialah proses pembuatan. Ya karena dibuat custom dan handmade, dibutuhkan waktu tertentu hingga satu produk jadi.
Sekitar 12 pengrajin membantu Resty menjalankan Real Inc. Ia tinggal mengontrol, dan menganalisa kepuasan konsumen. Hasilnya bagus karena kualitas selalu terkontrol olehnya. Pembuatan sepatu itu mulai dari pola, pengaplikasian bahan baku, jahit, pengeleman, mecentak dan penyelesaian.
Proses dilakukan dengan baik tanpa mengeluh. Pengusaha muda ini juga menyediakan produk yang sudah siap pakai. Siap kirim dan siap pakai oleh konsumen tanpa menunggu dulu. Meskipun sudah dikenal dia mengakui masih banyak perlu dikembangkan ke depan.
Pemasaran sekarang melalui Twitter dan Instagram. Ia juga membuat webstore atau toko onlinenya sendiri. Kedepan dia ingin membangun toko offline, dimana orang dapat mencoba dan membeli itu langsung tanpa lewat koneksi.
Pengusaha Mantan TKI Acara KickAndy
Profil Pengusaha Muda Mitar
Tidak mudah baginya sampai diundang acara KickAndy. Pengusaha mantan TKI berikut apa yang dia bagikan. Kisah pemuda yang berbeda dari satu banyakan orang. Jika pemuda lain selalu bertanya "mau kerja apa?" utamanya selepas lulus kuliah, begitu juga Mistar, pemuda asli Langkat, Sumatra Utara.
Pemuda kelahiran 25 Agustus 1977 ini., awalnya Mistar bermula "khayalan" menjadi pengusaha muda sukses. Itulah kiranya yang mendasari ia masuk ke jurusan Tata Niaga. Dan, seperti juga pemuda lainnya, selepas kuliah ia justru terbentur kenyataan.
Pengusaha Muda KickAndy
Ia merasa bimbang setelah menyelesaikan kuliah D3 -nya di Akademi Maritim Belawan, Sumatra Utara.
Mau kerja apa?
Sekarang itulah yang ada dibenak Mistar. Dia kebingungan mencari kerja tapi enggan wirausaha. Terlebih saat itu sudah bertahun- tahun Indonesia dilanda krisis ekonomi. Boro- boro bermimp jadi seorang pengusaha muda.
Yang ada ayahnya, Muhammad Sari, dan pakciknya, Suryadi, menjadi salah satu korban PHK besar- besaran saat itu. Untung akhirnya dia bisa bekerja di sebuah pabrik roti di Tanjungpura. Sayang, nasib buruk menimpanya, toko roti kecil- kecilan itu tutup karena krisis moneter.
Yang ada ayahnya, Muhammad Sari, dan pakciknya, Suryadi, menjadi salah satu korban PHK besar- besaran saat itu. Untung akhirnya dia bisa bekerja di sebuah pabrik roti di Tanjungpura. Sayang, nasib buruk menimpanya, toko roti kecil- kecilan itu tutup karena krisis moneter.
Tidak mudah menjadi pengusaha muda tanpa modal cukup. Akhirnya dia bekerja menjadi pegawai saja, alih- alih membuka wirausaha. Tetapi, sang pemilik toko roti yang kebetulan etnis TiongHoa, juga takut jadi korban ketika krisis moneter itu.
Disaat bekerja disana menjadi satu pengalaman tak terlupakan. Mistar mengaku di sanalah keinginan jadi pengusaha timbul lagi. Disisi lain sang ayah membuka toko kelontong sendiri di rumah sendiri. Satu toko kelontong kecilan di rumah yang berbatas kebun kelapa sawit PTPN II Tanjung Bringin.
Sementara itu paciknya bekerja serabutan setelah di PHK. Nah, sekarang giliran mistar di PHK karena krisis moneter. Menjadi pengangguran berbulan- bulan membuat Mistar galau. Dia mengaku sempat bekerja di satu pabrik elektronik di Tanjung Morawa.
Kecewa hati ia kembali ke rumah dan menjadi pengangguran. Menyandang status pengangguran kira- kira selama hampir setahun. Dia pun memutuskan menerima kesempatan menjadi TKI.
Disaat bekerja disana menjadi satu pengalaman tak terlupakan. Mistar mengaku di sanalah keinginan jadi pengusaha timbul lagi. Disisi lain sang ayah membuka toko kelontong sendiri di rumah sendiri. Satu toko kelontong kecilan di rumah yang berbatas kebun kelapa sawit PTPN II Tanjung Bringin.
Sementara itu paciknya bekerja serabutan setelah di PHK. Nah, sekarang giliran mistar di PHK karena krisis moneter. Menjadi pengangguran berbulan- bulan membuat Mistar galau. Dia mengaku sempat bekerja di satu pabrik elektronik di Tanjung Morawa.
"Tapi tidak lulus tes kesehatan," ungkap Mistar.
Kecewa hati ia kembali ke rumah dan menjadi pengangguran. Menyandang status pengangguran kira- kira selama hampir setahun. Dia pun memutuskan menerima kesempatan menjadi TKI.
Pada tahun1999 ia resmi mendaftarkan diri menjadi TKI. Sejak awal dia meyakinkan diri berangkat menjadi TKI untuk mengumpulkan modal. Ada satu usaha yang ingin dijalankannya di kampung halaman.
Sejak lama ia memang mendambakan membuka usaha sendiri. Menjadi TKI bukanlah tujuan utama Mistar. Keinginan menjadi wirausaha semakin menguat dalam diri Mistar. Hingga Mantan TKI ini berhasil membuka UKM sendiri sebuah pabrik roti.
Seperti yang dikutip dari acara Kick Andy UKM Mantan TKI. Mistar telah bekerja di sebuah pabrik tekstil di Negeri Sembilan, Malaysia. Dia menjelaskan bahwa gajinya (gaji pokok) 430 ringgit per- bulan. Tak berpuas diri dengan gaji yang diterimanya, dia butuh banyak uang untuk modal usaha.
Mistar memilih bekerja keras dengan kerja lembur. Melalui cara itulah ia mampu mendapat sekitar 1000 ringgit per- bulan. Beda teman- temannya, ia tak terpikir untuk membeli tanah atau membangun rumah.
Menurut dirinya banyak teman- temannya sesama TKI memilih menggunakan uang mereka membeli tanah atau membangun rumah. Namun, selepas habis masa kontrak mereka, mereka justru pulang ke Indonesia tanpa pekerjaan.
Alhasil mereka akan kembali ke Malaysia lagi mencari pekerjaan. Beda Mistar yang ingin punya usaha sendiri. Ia semakin termotifasi untuk berwirausaha. Rencana awal cuma mau bekerja dua tahun di Malaysia.
Tetapi uang modalnya tidak cukup untuk membuka bisnis besar. Jadinya Mistar tercatat tiga tahun bekerja di Malaysia. Mistar mengenang sekitar delapan bulan sebelum pulang kampung Dia tercatat mengirim uang 20 juta kepada sang bapak.
Uang itu bersama pakcik digunakannya untuk membuka usaha roti bernama Family. Pilihan untuk membuat pabrik roti lantaran pakcinya pernah bekerja bersama dengannya di toko roti.
Tercatat sejak 1970 -an, pakciknya telah bekerja dengan pengusaha pembuat roti keturunan TiongHoa. Dulu ia dan pakciknya memang pernah bekerja di toko roti. Dijelaskan pengalaman membeli bahan baku roti di toko bahan pokok Tanjung Pura yang bisa dihutang menjadi alasan lain.
"Minggu ini kami membeli bahan untuk roti, satu minggu kemudian baru dibayar," jelasnya kepada Majalah TIM.
Nama Family sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Karena memang yang bekerja disana rata- rata masih satu keluarga besarnya. Mulai dari pakcik, bapak, serta tiga adiknya kerja bahu- membahu. Ide bisnisnya yaitu membuat roti seharga Rp.500 per- buah untuk masyarakat kelas menengah- kebawah.
Dia bercerita jika tabungan tiga tahun kebanyakan habis untuk pabrik rotinya. Mulai dari membeli peralatan dapur, membangun pabrik berdinding anyaman bambu beralas semen, yang mana terletak di belakang rumah orang tuanya.
Ah, juga untuk membeli alat pembuat adonan, yang mana itu dipesan dari bengkel las kenalannya. Ongkos pembuatan alat ini saja menghabiskan sekitar Rp. 2,5 juta. Jika membeli di toko langsung jadi bisa seharga Rp.6 juta jelasnya.
Mistar juga membangun ruang penguapan kue. Ruang seluas 2x2 meter itu beratap rendah dan ditutupi korden. Uapnya itu berasal dari dua kompor yang terus mendidihkan panci berisi air. Dijelaskannya bahwa uap inilah yang membuat ruangan itu menjadi hangat.
Pelan- tapi pasti usaha Family bakery mulai berkembang. Bahkan tak segan mereka mulai pinjam modal dari Bank. Dia menjelaskan meminjam Rp.50 juta dari Bank Sumut Syariah. Dia mendapat pinjaman 10 juta Lembaga Peningkatan dan Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat (LP2KM).
Ketika di tahun 2002, produksi dari Family membutuhkan 5- 6 karung terigu tiap harinya. Jumlah karyawan miliknya kala itu cuma 10 orang. Sekarang jika membuat roti bisa membutuhkan hingga 15 karung serta jumlah karyawan meningkat 70 orang.
Totalnya ada 25 orang dibidang produksi dan 25 orang lain di bagian pemasaran. Bagian pemasaran membawa roti- rotinya ke ke sejumlah warung di Langkat, Binjai, Deli Serdang, hingga sampai ke Aceh Timur.
Sisanya 20 orang akan bekerja lepas membungkus roti. Perlu kamu tau selain memproduksis sendiri. Family juga menerima pemasaran tiga produsen roti kering di desanya. Salah satu usaha itu dijalankan sesama mantan TKI bernama Tina Melinda (32) yang telah memiliki 26 keryawan.
Agar kualitas terjaga, setiap tiga bulan sekali ada petugas kesehatan mengecek kualitas pangan. Dia menjelaskan sangat terbantu adanya Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI). Ia menjelaskan sering mendapatkan dorongan dan pelatihan.
Hasilnya ia tak berpikir cuma bekerja di negeri orang tapi berpikir membuka usaha disini. Dia menjelaskan badan itu selalu rutin mengajak pertemuan. Ia pun tercatat sebagai salah satu mantan TKI terbaik. Pada 2006, Mistar resmi menyandang gelar itu melalui sebuah penghargaan.
Penghargaan yang langsu diberikan Erman Suparno, Menteri Tenaga Kerja saat itu. Ia mantap untuk berkata sangatlah senang bekerja keras di kampung sendiri. Dia berkata diacara KickAndy bahwasanya bekerja di negeri orang berarti ketinggalan di negeri sendiri.
Sebuah pernyataan bahwasanya seorang TKI jangan melulu soal mencari uang. Mereka juga bisa membantu orang lain dan tumbuh dengan usahanya sendiri di negeri sendiri.
Sejak lama ia memang mendambakan membuka usaha sendiri. Menjadi TKI bukanlah tujuan utama Mistar. Keinginan menjadi wirausaha semakin menguat dalam diri Mistar. Hingga Mantan TKI ini berhasil membuka UKM sendiri sebuah pabrik roti.
"Banyak anggota keluarga kami yang tidak punya pekerjaan. Saya tidak pernah berpikir untuk menjadi pegawai negeri sipil atau tentara, memiliki usaha sendiri adalah harapan saya," kata Mistar menjelaskan.
Seperti yang dikutip dari acara Kick Andy UKM Mantan TKI. Mistar telah bekerja di sebuah pabrik tekstil di Negeri Sembilan, Malaysia. Dia menjelaskan bahwa gajinya (gaji pokok) 430 ringgit per- bulan. Tak berpuas diri dengan gaji yang diterimanya, dia butuh banyak uang untuk modal usaha.
Mistar memilih bekerja keras dengan kerja lembur. Melalui cara itulah ia mampu mendapat sekitar 1000 ringgit per- bulan. Beda teman- temannya, ia tak terpikir untuk membeli tanah atau membangun rumah.
Mantan TKI Punya Pabrik Roti
Menurut dirinya banyak teman- temannya sesama TKI memilih menggunakan uang mereka membeli tanah atau membangun rumah. Namun, selepas habis masa kontrak mereka, mereka justru pulang ke Indonesia tanpa pekerjaan.
Alhasil mereka akan kembali ke Malaysia lagi mencari pekerjaan. Beda Mistar yang ingin punya usaha sendiri. Ia semakin termotifasi untuk berwirausaha. Rencana awal cuma mau bekerja dua tahun di Malaysia.
Tetapi uang modalnya tidak cukup untuk membuka bisnis besar. Jadinya Mistar tercatat tiga tahun bekerja di Malaysia. Mistar mengenang sekitar delapan bulan sebelum pulang kampung Dia tercatat mengirim uang 20 juta kepada sang bapak.
Uang itu bersama pakcik digunakannya untuk membuka usaha roti bernama Family. Pilihan untuk membuat pabrik roti lantaran pakcinya pernah bekerja bersama dengannya di toko roti.
Tercatat sejak 1970 -an, pakciknya telah bekerja dengan pengusaha pembuat roti keturunan TiongHoa. Dulu ia dan pakciknya memang pernah bekerja di toko roti. Dijelaskan pengalaman membeli bahan baku roti di toko bahan pokok Tanjung Pura yang bisa dihutang menjadi alasan lain.
"Minggu ini kami membeli bahan untuk roti, satu minggu kemudian baru dibayar," jelasnya kepada Majalah TIM.
Nama Family sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Karena memang yang bekerja disana rata- rata masih satu keluarga besarnya. Mulai dari pakcik, bapak, serta tiga adiknya kerja bahu- membahu. Ide bisnisnya yaitu membuat roti seharga Rp.500 per- buah untuk masyarakat kelas menengah- kebawah.
Dia bercerita jika tabungan tiga tahun kebanyakan habis untuk pabrik rotinya. Mulai dari membeli peralatan dapur, membangun pabrik berdinding anyaman bambu beralas semen, yang mana terletak di belakang rumah orang tuanya.
Ah, juga untuk membeli alat pembuat adonan, yang mana itu dipesan dari bengkel las kenalannya. Ongkos pembuatan alat ini saja menghabiskan sekitar Rp. 2,5 juta. Jika membeli di toko langsung jadi bisa seharga Rp.6 juta jelasnya.
Mistar juga membangun ruang penguapan kue. Ruang seluas 2x2 meter itu beratap rendah dan ditutupi korden. Uapnya itu berasal dari dua kompor yang terus mendidihkan panci berisi air. Dijelaskannya bahwa uap inilah yang membuat ruangan itu menjadi hangat.
Pelan- tapi pasti usaha Family bakery mulai berkembang. Bahkan tak segan mereka mulai pinjam modal dari Bank. Dia menjelaskan meminjam Rp.50 juta dari Bank Sumut Syariah. Dia mendapat pinjaman 10 juta Lembaga Peningkatan dan Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat (LP2KM).
Ketika di tahun 2002, produksi dari Family membutuhkan 5- 6 karung terigu tiap harinya. Jumlah karyawan miliknya kala itu cuma 10 orang. Sekarang jika membuat roti bisa membutuhkan hingga 15 karung serta jumlah karyawan meningkat 70 orang.
Totalnya ada 25 orang dibidang produksi dan 25 orang lain di bagian pemasaran. Bagian pemasaran membawa roti- rotinya ke ke sejumlah warung di Langkat, Binjai, Deli Serdang, hingga sampai ke Aceh Timur.
Sisanya 20 orang akan bekerja lepas membungkus roti. Perlu kamu tau selain memproduksis sendiri. Family juga menerima pemasaran tiga produsen roti kering di desanya. Salah satu usaha itu dijalankan sesama mantan TKI bernama Tina Melinda (32) yang telah memiliki 26 keryawan.
Agar kualitas terjaga, setiap tiga bulan sekali ada petugas kesehatan mengecek kualitas pangan. Dia menjelaskan sangat terbantu adanya Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI). Ia menjelaskan sering mendapatkan dorongan dan pelatihan.
Hasilnya ia tak berpikir cuma bekerja di negeri orang tapi berpikir membuka usaha disini. Dia menjelaskan badan itu selalu rutin mengajak pertemuan. Ia pun tercatat sebagai salah satu mantan TKI terbaik. Pada 2006, Mistar resmi menyandang gelar itu melalui sebuah penghargaan.
Penghargaan yang langsu diberikan Erman Suparno, Menteri Tenaga Kerja saat itu. Ia mantap untuk berkata sangatlah senang bekerja keras di kampung sendiri. Dia berkata diacara KickAndy bahwasanya bekerja di negeri orang berarti ketinggalan di negeri sendiri.
Sebuah pernyataan bahwasanya seorang TKI jangan melulu soal mencari uang. Mereka juga bisa membantu orang lain dan tumbuh dengan usahanya sendiri di negeri sendiri.
Profil Dokter Gamal Berobat Menggunakan Sampah
Profil Pengusaha Dokter Gamal Albinsaid
Social entrepreneurship atau kewirusahaan sosial berobat menggunakan sampah. Profil Dokter Gamal sudah berkecimpung lama di dunia tersebut. Tujuan utamanya bukanlah tentang uan. Tetapi tentang bagaimana anda menangkat harkat hidup manusia untuk khususnya.
Pernah mendengar ada para tahanan yang membuat kerajinan? Mereka lalu menjualnya kepada masyarakat melalui orang lain di luar. Inilah cara sosial entrepreneurship yang membantu orang lain, memberdayakan manusia.
Bisnis Sosial
Inilah kisah Gamal Albinsaid. Seorang dokter muda yang menggagas asuransi sampah. Tujuannya bukanlah tentang uang. Tujuannya adalah memberikan kesadaran untuk hidup sehat. Hal lain, ini membuktikan sampah bisa diberdayakan dan menghasilkan.
Lebih lanjut, siapakah Gamal, dia yang sukses merebut perhatiaan dari masyarakat Indonesia hingga ke luar negeri.
Bahkan Pangeran Charles dari Inggris memberinya penghargaan sebagai pengusaha sosial. Dr. Gamal kelahiran Kota Malang, 8 September 1989, dokter muda yang memiliki banyak catatan. Dia telah memiliki semua yang dibayangkan.
Muda, cerdas, dan memiliki karir yang baik, ditambah dengan jiwa sosial tinggi membuatnya tampak "wah". Dia tercatat telah menyelesaikan sekolah dasar di MI Jendral Sudirman, Malang. Setelah itu ia masuk dan lulus dari SMP Negeri 3 Malang.
Ketika sekolah menengah, di SMA Negeri 3 Malang, ia sukses mendapatkan program akselerasi di tahun 2005-2007. Setelah itu, Gamal melanjutkan dilanjutkan kuliahnya di Universitas Brawijaya. Dia tercatat menyelesaikan sekolah di Fakultas Kedokteran, dan lulus Cum Laude IPK 3,69.
Asuransi sampah sendiri dimulainya sejak 2010. Ia bersama empat orang teman dan seorang dosen bernama Rita Rosita. Kisahnya waktu itu ia sedang membahas bersama tentang konsep asuransi sampah. Semua berawal dari cerita yang sangat menggugah hati Gamal.
Suatu hari, ia menjelaskan, ada seorang pria bernama Triyono membawa putrinya yang 3 tahun. Putri pria itu tengah menderita diare. Sementara itu bapaknya Triyono cuma seorang pemulung yang punya uang hanya 10.000. Alhasil, putrinya tersebut tak terobati.
Suatu hari, ia menjelaskan, ada seorang pria bernama Triyono membawa putrinya yang 3 tahun. Putri pria itu tengah menderita diare. Sementara itu bapaknya Triyono cuma seorang pemulung yang punya uang hanya 10.000. Alhasil, putrinya tersebut tak terobati.
Setiap hari Triyono tetap mengajaknya memulung meski badan tengah sakit. Putrinya pun akhirnya meninggal dunia, jelas Dr. Gamal. Dia akhirnya menyadari satu hal bahwa perlu adanya asuransi. Gamal mulai mencari bagaimana. Informasi bahwa penduduk Indonesia sebagian hanya menghasilkan USD.2 per- hari. Ini tidak bisa dibiyarkan.
Merefleksi semuanya, ide kreatif Gamal tentang sampah muncul. Dia ingin menciptakan sistem keuangan sampah. Dan, apakah melalui sampah sebuah sistem pelayanan kesehatan bisa didapatkan. Hasilnya klinik asuransi sampah dilahirkan dari kepedulian itu. Ia memandang bahwanya setiap rumah tangga pasti memiliki sampah.
Setiap harinya orang bisa mengumpulkan sampah mereka sendiri ataupun orang lain. Hampir semua layanan yang ada di kliniknya dibayar dengan sampah.
"Ada pemeriksaan kesehatan, dapat obat juga. Termasuk konsultasi lewat telpon, pemeriksaan anak, penyakit kronis orang tua hingga kontrol ibu hamil," jelasnya.
Klinik asuransi sampah ini sempat berhenti sekitar enam bulan. Tapi, dilanjutkan kembali karena ada banyak perhatian yang datang. Dalam kurun waktu itu mereka yang mengikuti klinik sampah meningkat 500 orang.
Setiap harinya orang bisa mengumpulkan sampah mereka sendiri ataupun orang lain. Hampir semua layanan yang ada di kliniknya dibayar dengan sampah.
"Ada pemeriksaan kesehatan, dapat obat juga. Termasuk konsultasi lewat telpon, pemeriksaan anak, penyakit kronis orang tua hingga kontrol ibu hamil," jelasnya.
Klinik asuransi sampah ini sempat berhenti sekitar enam bulan. Tapi, dilanjutkan kembali karena ada banyak perhatian yang datang. Dalam kurun waktu itu mereka yang mengikuti klinik sampah meningkat 500 orang.
Klinik sampah ini kemudian berada dibawah organisasi Indonesia Medika. Sistemnya menggunakan konsep premi sampah kering. Jadi bukan segala sampah bisa diterima. Menggunakan sistem mikro diman semakin banyak anggota semakin berlangsung lama.
Nyatanya, banyak warga tertarik ikut masuk menjadi anggota. Contohnya saja Ibu Ani Purwati yang bekerja sebagai penjahit. Dia mendaftar menggunakan sisa- sisa hasil jahitannya. Selama dua minggu Ibu Ani yang punya penyakit tekanan darah tinggi ini mengaku cukup terbantu.
Dia bisa mengecek kesahatannya tiap dua minggu sekali. Saat ini, Gamal fokus untuk membuka cabang di setiap- tiap cabang terkecil. Membuka di kawasan keluarahan merangkul para ibu rumah tangga.
Mendirikan Sekolah Sampah
Dr. Gamal sendiri tak menghitung berapa volume sampah yang dibawa warga. Namun, dengan bekerja sama dengan Bank Sampah, hitungannya jadi lebih baik. Ya, Asuransi Sampah Gamal menggandeng usaha sosial lain seperti Bank Sampah.
Melalui Bank Sampah, sampah akan dipilah, dan tentunya diuangkan. Hasilnya itu kemudian dibelika Dr. Gamal obat- obatan untuk pemilik premi asuransi sampah. Selain memikirkan konsep asuransi sampah. Ternyata ada hal lain yang ingin dicapai Dokter Gamal nantinya.
Yaitu ada sistem sekolah sampah yang jadi tujuannya kelak. Bersamaan itu Gamal pun terbang ke Inggris untuk mendapatkan penghargaan dari Pangeran Charles. Perlu anda tau bahwanya Dr.Gamal masuk ke nominasi untuk Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards.
Ajang penghargaan pertama yang mencari pemuda peduli diseluruh dunia. Penghargaan yang diselenggarakan oleh Unilever bekerja sama dengan Universitas Cambridge. Dia menjadi salah satu dari tujuh orang lain yang dijagokan.
Diterimanya Gamal Albinsaid adalah setelah ia melalui seleksi ketat dari tujuh finalis, yaitu Anu Sridharan dari India, Blessing Mene dari Nigeria, Surya Karki dari Nepal, Isabel Medem dari Peru, Curt Bowen dari Guatemala, dan Manuel Wichers dari Meksiko.
Dia pun sukses memperoleh hadiah sebesar 50.000 Euro sebagai dukungan finansial. Selain itu ia mendapatkan paket mentoring dari Universitas Cambridge. Disela- sela penghargaan tersebut ia bercerita kembali tentang konsep terbarunya yaitu sekolah sampah.
Sementara itu, di Indonesia, konsep klinik sampah semakin menguat sejalan denganya. Secara bersamaan ia telah menajarkan konsep pendidikan hidup sehat. Selain mengobati Gamal dan teman- temannya ini akan aktif memberikan penyuluhan kesehatan.
Sementara itu, di Indonesia, konsep klinik sampah semakin menguat sejalan denganya. Secara bersamaan ia telah menajarkan konsep pendidikan hidup sehat. Selain mengobati Gamal dan teman- temannya ini akan aktif memberikan penyuluhan kesehatan.
Diperjalanannya ada saja hal baru seperti masyarakat yang ingin agar langsung memberikan uang 10.000 untuk berobat. Tak perlu mengkumpulkan sampah hingga memenuhi preminya. Namun hal itu nampaknya tak sejalan dengan konsep awalnya.
Mereka dibawah satu organisasi Indonesia Medika memang fokus pada edukasi juga. Diamana Gama dan teman- temanya juga aktif memberikan satu pendidikan kesehatan. Sejak Mei 2013, klinik ini memang difokuskan bagi mereka yang tak mampu.
Dimana adanya uang 10.000 juga bisa jadi susah. Medika juga fokus membangun klinik- klinik lain di kota- kota lain. Masih dengan konsep sebelumnya social entrepreneurship.
1. Ashoka YoungChangeMaker 2012
2. "Anugrah Karya Inspiratif 201"1 dari Menristek Republik Indonesia
3. Mahasiswa Teladan FKUB 2010
4. Finalis Tabriz International Medical Science Congress di Iran
5. Finalis Internatioinal Student Medical Congress Kosice di Slovakia
6. Beasiswa International Union Health Promotion and Education Membership
7. Juara I LKTI Nasional Akupuntur Medsmotion 2010
8. Juara I Poster Ilmiah Medical Fiesta 2010
9. Juara II LKTI Nasional SMSO 2010
10. Juara III LKTI Nasional Tetralogy of Fallot 2010
11. Juara IV MITI Papar Challenge 2011 Tingkat Nasional
12. Juara Harapan I LKTI Chronic Disease Medical Fiesta Se Jawa Bali 2010
13. Finalis LKTI Nasional Scientific Atmosphere 2010
14. Juara 1 Lomba Karya Tulis Al-Quran 2010
15. Juara Harapan 1 PKM GT 2008
16. Duta Anti Rokok FKUB 2010
17. Peraih dana Penelitian Mandiri 2010
18. Peraih dana PKM-M 2009-2010
19. Peraih dana PKM-P 2010-2011
20. Peraih Beasiswa Pendidikan dari Bank Indonesia 2010
21. DM tipe II: Sebuah Upaya Pembuktian QS. An-Nahl 68-69 melalui Kajian Biokimiawi.
Biodata Dokter Gamal Albinsaid
Penghargaan:1. Ashoka YoungChangeMaker 2012
2. "Anugrah Karya Inspiratif 201"1 dari Menristek Republik Indonesia
3. Mahasiswa Teladan FKUB 2010
4. Finalis Tabriz International Medical Science Congress di Iran
5. Finalis Internatioinal Student Medical Congress Kosice di Slovakia
6. Beasiswa International Union Health Promotion and Education Membership
7. Juara I LKTI Nasional Akupuntur Medsmotion 2010
8. Juara I Poster Ilmiah Medical Fiesta 2010
9. Juara II LKTI Nasional SMSO 2010
10. Juara III LKTI Nasional Tetralogy of Fallot 2010
11. Juara IV MITI Papar Challenge 2011 Tingkat Nasional
12. Juara Harapan I LKTI Chronic Disease Medical Fiesta Se Jawa Bali 2010
13. Finalis LKTI Nasional Scientific Atmosphere 2010
14. Juara 1 Lomba Karya Tulis Al-Quran 2010
15. Juara Harapan 1 PKM GT 2008
16. Duta Anti Rokok FKUB 2010
17. Peraih dana Penelitian Mandiri 2010
18. Peraih dana PKM-M 2009-2010
19. Peraih dana PKM-P 2010-2011
20. Peraih Beasiswa Pendidikan dari Bank Indonesia 2010
21. DM tipe II: Sebuah Upaya Pembuktian QS. An-Nahl 68-69 melalui Kajian Biokimiawi.
Buka Usaha Kursus Stir Mobil Kamu
Artikel Bisnis: Prospek Usaha Stir Mobil
Mau buka usaha kursus stir mobil. Beda dengan Indonesia dimana kursus mobil tidak masuk dalam kurikulum. Disini, apa saja bisa jadi bisnis, dan bisnis pelatihan mengemudi bisa jadi ide bisnis. Kan sudah banyak dijalanan tuh. Tapi, kamu perlu ingat bisnis juga tentang memberikan suatu nilai berbeda.
Kembali ke bisnis kursus stir mobil. Prospkenya orang butuh waktu berbulan- bulan untuk berlatih sendiri. Ditambah tidak semua mobil bisa digunakan pemilik. Kamu cukup fokus pada hal ini. Tak jarang dalam satu usaha stir mobil, orang memberi berbagai kursus dengan mobil berbeda.
Ada setidaknya dua jenis mobil yang kamu harus miliki: mobil otomatis atau manual. Lembaga kursus stir mobil ini masih bisa dikembangkan lagi.
Bisnis ini bisa dimulai dengan satu modal mobil. Atau, kamu bisa menggabungkan dengan bisnis penyewaan mobil. All in one solution. Berikut apa yang kamu butuhkan jika memulai bisnis kursus mobil dari nol:
1. Kamu menyediakan mobil untuk kursus.
Kamu bisa menggunakan mobil pribadi kamu sebagai awalnya. Mobil yang digunakan tidak mesti baru ya. Mobil kamu harus terawat, bersih, dan nyaman. Jika tidak maka akan membuat kamu dicap tak profesional. Usahakan mobil itu merupakan mobil populer di masyarakat umu.
Biasanya sih mobil kijang atau mobil keluarga yang bisa dipakai untuk apa saja. Jika di luar negeri itu biasanya ada tambahan rem, stir tambahan untuk instruktur.
2. Mempunyai instruktur atau pelatih yang handal, terampil, dan cakap.
Atau, jika kamu cukup percaya diri, kamu bisa mengajari sendiri. Yang terpenting kamu punya pengalaman juga, ini prospek bagus bagi kamu yang pernah bekerja sebagai driver profesional. Instruktur juga termasuk handal soal rambu lalu- lintas.
Memberikan pelajaran awal tentang berkendara harus masuk dalam kurikulum kamu. Sedikit tambahan dengan mengajarkan dasar penanganan mobil ketika mogok juga bisa. Kebanyakan bagi mereka yang memulai usaha ini cuma mengajarkan cara mengemudi saja.
3. Kurikulum jelas dan terencana
Seperti diatas ajarkan juga tentang bagaimana berkendara yang baik. Bagaimana menangani ketika mereka para murid dihadapkan pada posisi macet, bagaimana berbelok, bagaimana menaiki tanjakan. Kurikulum itu menunjukan profesionalitas kamu, dan itu menjual!
Tawarkan konsep pembelajaran kamu tiap minggunya nanti, buatlah seolah kamu guru di sekolah. Ada standar operasional terencana. Ajarkanlah teknik- teknik mengemudi dengan penuh kehati-hatian tanpa membuat mereka takut.
Ajarkan cara mengemudi yang hemat energi atau eco-driving serta bagaimana agar mobil sehat, serta pengetahuan tentang aturan lalu lintas.
Ingat untuk mensurvei kawasan-kawasan yang dapat digunakan untuk berlatih mengemudi, seperti lapangan atau lahan parkir yang tidak terpakai, atau jalanan di komplek yang cenderung sepi di tengah hari.
Cobalah berkerjasamalah dengan pihak kepolisian supaya mereka bisa memberi perhatian dan pengawasan ketika peserta kursus kamu berlatih di jalan raya. Cari tau apakah memungkinkan untuk memodifikasi mobil kamu dengan rem tambahan dan stir tambahan dari pihak kepolisian.
4. Cari tempat yang nyaman tapi menunjang.
Upayakan tempat yang menunjang berbagai cara mengemudi, bukan cuma lapangan luas. Buatlah seolah itu benar- benar keadaan nyata. Cobalah cek video kurikulum di luar negeri, tiru cara mereka mengajari dari tempat mereka mengajari.
Gunakan komputer, administrasi, tenaga administrasi untuk mendukung kamu di kantor. Atau kamu bisa mengajak pasangan kamu ikut berbisnis. hehehe.
5. Promosi bisnis
Lakukan promosi di Internet. Cek apakah "kursus mengemudi" masih sedikit di Google. Kamu bisa saja ikut membuat website atau blog. Kamu juga bisa menggunakan sarana Facebook, gunakan penekanan pribadi melalui akun pribadi atau akun perusahaan.
Buatlah diri kamu menjadi besar meski kenyataanya kamu baru saja memulai. Kamu juga dapat menawarkan jasa pendampingan ketika tes mendapatkan SIM. Operasikan kursus kamu secara fleksibel untuk memperluas pasar.
Contohnya, bisa saja merancang jam kursus sesuai dengan permintaan pelanggan di malam hari. Atau pun juga, kamu juga bisa membuka sekolah mengemudi online seperti keys2drive.com.au sebagai inspirasi.
Contohnya, bisa saja merancang jam kursus sesuai dengan permintaan pelanggan di malam hari. Atau pun juga, kamu juga bisa membuka sekolah mengemudi online seperti keys2drive.com.au sebagai inspirasi.
Pacaran Sambil Usaha Jualan Kerupuk Rajungan Crabby
Inovasi bisnis harus dilakukan pengusaha muda kita. Pacaran sambil usaha jualan kerupuk rajungan. Nyatanya Hella dan Dani mampu membuktikan. Bahwa pacaran tidak selamanya merusak hidup kita di masa depan. Jalani gaya pacaran kamu dengan kegiatan lebih baik seperti usaha jualan kerupuk.
Pacaran sambil usaha jualan kerupuk. Kedua sejoli asal Semarang ini sudah dilakukan sejak SMA. Sejak 24 Agustus 2014 silam, sudah bertahun- tahun merintis usaha tetapi belum menemukan titik suksesnya. Apakah keduanya menyerah, justru mereka menikmati setiap usaha dijalankan.
Ide bisnis usaha jualan kerupuk rajungan karena kesempatan. Bahwa Semarang termasuk daerah yang menghasilkan rajungan. Sebagian besar tidak diolah melainkan di ekspor langsung.
Pengusaha Muda Sejak SMA
Keduanya berpacaran sejak SMA sudah berwirausaha. Kedua pengusaha muda ini mengambil para rajungan kecil. Pasalnya mereka tidak layak ekspor dan dibuang nelayan. Mereka juga mengingat seorang importir asal Amerika pernah berkata, "jangan cuma mengirim rajungan mentah saja, tapi perlu diolah juga."
Kerupuk mereka komposisinya tidak cuma daging, juga cangkang. Diolah sedemikian rupa hingga menjadi kerupuk. Sumber rajungan dari nelayan asal Mangkang Wetan, Semarang. Daging dan kulit mampu mereka olah hingga menjadi kerupuk.
Mendapatkan bahan baku termasuk gampang. Cara marketing mereka memanfaatkan sistem reseller. Mereka menarget ibu rumah tangga yang butuh tambahan. Kerupuk rajungan mereka hingga kini sudah berproduksi hingga lebih dari 200- 300 kg per- bulan.
Untuk awal mereka hanya beromzet 10 juta keatas. Tetapi belum beromzet sampai 50 juta. Produknya ada dua macam mentah dan matang. Ukuran produk mentah 250 gram, 500 gram, dan 1000 gram. Lalu produk kerupuk rajungan matang antara 80 gram sampai 100 gram.
Mereka menggunakan pasir untuk menggoreng. Tujuannya mengurangi koleterol pada kepiting.Di tahun 2016 jumlah reseller mencapai 100 orang. Mereka ingin mencoba ekspor tetapi ada kendala produksi. Kan kalau ekspor membutuhkan ribuan kilogram untuk diekspor ke luar negeri.
Kerupuk yang kemudian diberi nama Crabby dipasarkan ke berbagai daerah. Mereka menjual dari Jawa, Sumatra, dan Papua. Untuk reseller kabanyakan dari Jawa Tengah. Pasangan pengusaha muda ini mengikuti berbagai ajang wirausaha muda, seperti Wirausaha Muda Mandiri.
Hella hanyalah gadis kelahiran Kaliwungu, Kendal, 10 April 1994 ini. Adalah mahasiswa Semester 7 Universitas PGRI Semarang. Yang mana peduli akan keadaan lingkungan kawasan Mangkang. Dia bersama beberapa teman bermodal cuma Rp.5 jutaan saja.
Sebenernya dia sudah berbisnis kerupuk rajungan sejak lama. Awalnya keprihatian orang tua teman yang membuang rajungan kecil. Ia lantas memutar otak bagaimana caranya ya. Dia tidak mau tinggal diam. Akhirnya Hella memutuskan menjadikan itu kerupuk rajungan saja.
Awalnya kerupuk dibuat terlalu tebal potongannya. Akhirnya dia mengkonsumsi sendiri deh kerupuk tersebut. "Tapi saya terus penasaran, karena kerupuk rajungan masih langka," tuturnya. Sulung dari tiga bersaudara ini kemudian melanjutkan usaha jualan kerupuk rajungan.
Butuh waktu hingga dia mencapai titik sukses sekarang. Banyak pengembangan Hella lakukan agar sesuai trend. Butuh waktu sampai masyarakat sadar bahwa ini bukan kerupuk biasa. Harga jual dari kerupuk rajungan memang diatas rata- rata.
Agak mahal jadi membutuhkan waktu memasarkan. Ukuran 100 gram saja dijual lumayan mahal yakni Rp.55 ribuan. Usahanya dijalankan di kawasan Mangkang, Semarang. Perbulan Hella mampu memproduksi 100 kantung dan terjual habis.
Respon konsumen bagus dijual sampai Batam, Bali, dan Kalimantan. Dia termasuk wirausaha yang super mandiri. Pasalnya Hella tetap bertahan tanpa meminjam ke Bank. Sebenarnya sudah banyak Bank yang datang menawari. Melihat perkembangan bisnsi kerupuk Crabby, ia optimis mampu tanpa hutang.
Kemampuan menjaga kesehatan keuangan dibutuhkan. Memutar uang menjadi modal kembali tanpa menghentikan pertumbuhan. Ia mengatakan bahwa "Tidak apa- apa jika harus ngirit dulu, saya yakin hasilnya segera menyusul."
Dari gaji pegawai, pengadaan, dan biaya oprasional dibuat sedemikian rupa. Yang dinilai bukanlah keuntungan dan modal, tetapi kemampuan mengoprasikan keuangan. "Sebagai pengusaha pemula saya bisa mengurus keuangan tanpa masalah."
Mereka menggunakan pasir untuk menggoreng. Tujuannya mengurangi koleterol pada kepiting.Di tahun 2016 jumlah reseller mencapai 100 orang. Mereka ingin mencoba ekspor tetapi ada kendala produksi. Kan kalau ekspor membutuhkan ribuan kilogram untuk diekspor ke luar negeri.
Kerupuk yang kemudian diberi nama Crabby dipasarkan ke berbagai daerah. Mereka menjual dari Jawa, Sumatra, dan Papua. Untuk reseller kabanyakan dari Jawa Tengah. Pasangan pengusaha muda ini mengikuti berbagai ajang wirausaha muda, seperti Wirausaha Muda Mandiri.
Merintis Wirausaha Jualan Kerupuk Rajungan
Lantas bagaimana wirausaha muda ini melanjutkan usahanya. Proses dilalui Hella Ayu Setyaninda memang tidak menghianati hasil. Gadis 21 tahun asal Kendal yang yakin bahwa kunci sukses satu usaha ialah keuangan. Kesehatan keuangan akan mendorong perusahaan berkembang dan bertahan.Hella hanyalah gadis kelahiran Kaliwungu, Kendal, 10 April 1994 ini. Adalah mahasiswa Semester 7 Universitas PGRI Semarang. Yang mana peduli akan keadaan lingkungan kawasan Mangkang. Dia bersama beberapa teman bermodal cuma Rp.5 jutaan saja.
Sebenernya dia sudah berbisnis kerupuk rajungan sejak lama. Awalnya keprihatian orang tua teman yang membuang rajungan kecil. Ia lantas memutar otak bagaimana caranya ya. Dia tidak mau tinggal diam. Akhirnya Hella memutuskan menjadikan itu kerupuk rajungan saja.
Awalnya kerupuk dibuat terlalu tebal potongannya. Akhirnya dia mengkonsumsi sendiri deh kerupuk tersebut. "Tapi saya terus penasaran, karena kerupuk rajungan masih langka," tuturnya. Sulung dari tiga bersaudara ini kemudian melanjutkan usaha jualan kerupuk rajungan.
Butuh waktu hingga dia mencapai titik sukses sekarang. Banyak pengembangan Hella lakukan agar sesuai trend. Butuh waktu sampai masyarakat sadar bahwa ini bukan kerupuk biasa. Harga jual dari kerupuk rajungan memang diatas rata- rata.
Agak mahal jadi membutuhkan waktu memasarkan. Ukuran 100 gram saja dijual lumayan mahal yakni Rp.55 ribuan. Usahanya dijalankan di kawasan Mangkang, Semarang. Perbulan Hella mampu memproduksi 100 kantung dan terjual habis.
Respon konsumen bagus dijual sampai Batam, Bali, dan Kalimantan. Dia termasuk wirausaha yang super mandiri. Pasalnya Hella tetap bertahan tanpa meminjam ke Bank. Sebenarnya sudah banyak Bank yang datang menawari. Melihat perkembangan bisnsi kerupuk Crabby, ia optimis mampu tanpa hutang.
"Saya sejak awal enggan berhutang ke Bank, meski banyak yang menawari," ujar Hella.
Kemampuan menjaga kesehatan keuangan dibutuhkan. Memutar uang menjadi modal kembali tanpa menghentikan pertumbuhan. Ia mengatakan bahwa "Tidak apa- apa jika harus ngirit dulu, saya yakin hasilnya segera menyusul."
Dari gaji pegawai, pengadaan, dan biaya oprasional dibuat sedemikian rupa. Yang dinilai bukanlah keuntungan dan modal, tetapi kemampuan mengoprasikan keuangan. "Sebagai pengusaha pemula saya bisa mengurus keuangan tanpa masalah."
Cara Rendang Awet Dua Tahun Wirausaha
Profil Pengusaha Nova Aditya Prambudi
Dua tahun wirausaha, Nova Aditya Prambudi memilih bisnis tradisional dibanding teknologi. Dia telah menemukan cara rendang awet dua tahun. Membuat makanan kemasan tanpa pengawet bukan mudah. Ia ingat satu kejadian membuatnya mengarang bisnis ini.
Berawal retur cake pelanggan yang kecewa. Wirausaha Nova membuat produk makanan lebih awet. Awalnya dia menjalankan bisnis cake di Bogor, Jawa Barat. Usahanya terbilang sukses dan semua berkat bantuan keluarga. Tetapi kue cakenya terkadang harus dibuang karena tidak tahan lama.
Bagaimana Cara Rendang Awet
"Cake yang retur bisa satu bak, kan jadinya sia- sia. Terbuang semua," ia mengenang.
Wirausaha sudah dijalankan sejak berkuliah di Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta. Kala itu ia menciptakan gudek kemasan kaleng. Ingin rasanya membuat produk yang awet, selain gudeg untuk dikembangkan.
Resep sendiri tidak bingung memasak kuliner. Kan kakak iparnya jago memasak bisa menolong. Dia cuma bingung bagaimana mengemas agar awet. Untuk mewujudkan ide gilanya, yakni cara rendang awet dua tahun.
Pengusaha muda ini pernah belajar dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BTN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Nova mencari tau tips makanan bisa awet. Contoh mengawetkan makanan dengan nuklir, tetapi dianggapnya belum cocok dan harganya mahal.
Ia mempelajari bahwa kemasan aluminium foil lebih baik. Dibanding kemasan modern seperti kaleng akan lebih baik. Sebuah perusahaan asal Jepang menjawab pemikiran tersebut. Kemasan berbahan alumunium foil empat lapis; tahan suhu dan tekenanan.
Kemasan termal yang steril seperti dicontohkan oleh Jepang. Dia mencoba mencontoh cara tersebut. Mencoba meniru sistem mesin kemasan perusahaan Jepang. Beruntung dia rajin mengunjungi aneka pameran perusahaan. Untuk mendukung pengawetan digunakan bahan rempah alami pendukung.
"Rempah- rempah itu punya anti- oksidan yang berfungsi sebagai pengawet alami," tuturnya.
Pengusaha muda Nova berhasil menemukan kemasan ajaib. Tinggal mencari nama yang tepat untuk usahanya ini. Jadilah produk bernama Mangano dengan produk awal rendang. Inilah kemasan cara rendang awet dua tahun.
Wirausaha Nova Aditya melanjutkang dengan tahapan pemasaran. Berbekal keuntungan bisnia cake yang terdahulu. Dia juga menggunakan pinjaman bank. Lantas dibagikan 200 kemasan produk gratis kepada masyarakat, hasilnya mengejutkan bahwa mereka tertarik akan produk wirausaha muda ini.
Pengusaha muda ini mampu menjual balik 2000 kemasan. Selain itu dia juga mendapatkan pesanan dari perusahaan ritel besar. Butuh waktu setahun hingga dia mendapatkan ijin BPOM. Sungguh dia bekerja keras, mengeluarkan banyak modal, waktu, dan tenaga pikiran untuk memasarkan.
Butuh setahun dia vakum mengerjakan bisnis macam ini. Beruntung usahanya dibidang kue masih berjalan. Sekarang dia melanjutkan dan mendapatkan sambutan lebih besar. Adanya media sangat membantu memviralkan produk Mangano ke masyarakat.
"Kami perkenalkan lagi ke publik. Edukasi lagi, re- branding, dan kemasan sudah lebih bagus," ia menjelaskan.
Serangkaian riset pasar dilakukan Nova sebelum praktik. Sejak 2014 setahun penuh dirinya mulai melakukan riset. Hingga 2015 ia melakukan penjualan pertamanya langsung ke masyarakat. Hasilnya tidak mengecewakan, bersamaan itu izin usaha juga sudah dikerjakan dan keluar tahun 2016 silam.
Jenis makanan ada 5 masakan khas nusantara, mulai dari ada rendang sapi, rendang jengkol, sumur daging, kare, dan opor. Aneka masakan ini bisa langsung dimakan. Kalau mau disimpan mampu bertahan selama 14 bulan dalam suhu normal.
Harga jual antara Rp.30- 40 ribu untuk semua produk. Satu kemasan cukup untuk makan 2- 3 orang makan. Untuk kedepan ada kemasan ekonomis satu kemasan untuk satu orang, harganya dikisaran Rp.15 ribuan. Omzet dihasilkan perusahaan Nova sekarang Rp.8- 15 juta, ketika awal ijin keluar. Kedepan dia ingin agar bisa mengekspor dengan produksi Rp.5000 bungkus/hari.
Dia menargetkan pasar Asia dulu, yakni Jamaah Umroh, PJTKI, dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).
Jenis makanan ada 5 masakan khas nusantara, mulai dari ada rendang sapi, rendang jengkol, sumur daging, kare, dan opor. Aneka masakan ini bisa langsung dimakan. Kalau mau disimpan mampu bertahan selama 14 bulan dalam suhu normal.
Harga jual antara Rp.30- 40 ribu untuk semua produk. Satu kemasan cukup untuk makan 2- 3 orang makan. Untuk kedepan ada kemasan ekonomis satu kemasan untuk satu orang, harganya dikisaran Rp.15 ribuan. Omzet dihasilkan perusahaan Nova sekarang Rp.8- 15 juta, ketika awal ijin keluar. Kedepan dia ingin agar bisa mengekspor dengan produksi Rp.5000 bungkus/hari.
Dia menargetkan pasar Asia dulu, yakni Jamaah Umroh, PJTKI, dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).
Viral Roti Eneng Kisah Pengusaha Capek Jadi Karyawan
Profil Pengusaha Sarah Diana Oktavia
Pengusaha capek jadi karyawan. Kisah dibalik viral Roti Eneng memberikan kita gambaran karyawan. Pemiliknya bukanlah orang biasa karena sudah pernah berkecimpung lama. Kisah pengusaha capek jadi pegawai mengurusi orang.
Dia bercerita setiap hari, dirinya harus mengurusi brand- brand milik orang lain. Pengusaha ini Sarah Diana Oktavia, 32 tahun, bercerita bermula bekerja sebagai pegawai. Dirinya dulu bekerja copywriting buat agensi. Dia juga berperan sebagai senior agensi.
Nasib Karyawan
Urusannya mengelola klien agar brandnya dikenal luas. Diana juga sempat ditugasi sebagai host acara petualangan di salah satu televisi. Diana merasa lelah padahal pengalaman banyak. Mengapa tidak membangun brand buat sendiri. Bukanlah soal materi melainkan legacy.
Siapa sangka Roti Eneng menghasilkan Rp.40 juta perhari. Angka ini besar tetapi penuh perjuangan sejak 2014 silam. Curhatnya kepada CNN Indonesia, mengaku sudah bosan bekerja di bidang industri kreatif, dan ingin segera lepas.
Siapa sangka Roti Eneng menghasilkan Rp.40 juta perhari. Angka ini besar tetapi penuh perjuangan sejak 2014 silam. Curhatnya kepada CNN Indonesia, mengaku sudah bosan bekerja di bidang industri kreatif, dan ingin segera lepas.
"Biasalah kerja di agensi kan lembur melulu dan capek," selorohnya. Dia capek ngurusi brand orang lain. Ide bisnis datang berkat usaha rumahan mili ibu dan kakak.
Ia mencari ide mau berbisnis apa nanti. Hingga Diana melihat kakak dan ibunya berjualan roti. Disini ia menggali roti apa disuka. "Aku suka dessert, makanya aku coba belajar membuat selai," ingatnya awal mula Roti Eneng.
Bertahap dia mulai memanggang roti dibawa ke kantor. Belum bukan usaha sendiri apalagi memilih resign kerja. Akibat rajin membawa roti kemudian dicicipi teman- teman sekantor. Bertahap mereka meyakinkan Dianan membuka usaha ini.
Diana nekat disewanya satu tempat di Pasar Santa. Harga sewa murah lantas berdirilah bisnis roti sederhana ini. Nama Roti Enang diambil dari panggilan orang Sunda ke wanita. Dia sendiri kan orang Sunda, dan nama ini dirasa mudah diingat dan dilafalkan.
Dia sendiri lantas memindahkan kafe ke rumah. Mengapa demikian karena mencari perasaan homey dan nyaman. Pengusaha sukses ini menciptakan suasana melalui taman depan rumah. Disini orang bisa berkunjung ke taman selepas makan.
Mereka bisa mengobrol sembari menikmati pemandangan hijau. Kayak orang- orang berada di Kota Bandung. Namun berjualan di Pasar Santa bukan tidak berhasil. Disana dia merasa lebih dekat ya mungkin karena melayani langsung.
Waktu usaha masih kecil, kan orang datang tidak cuma buat makan roti tetapi ngobrol. Pengunjung tak jarang datang bertanya tips bisnis. Kalau udah besar begini tidak ada kesempatan buat Diana. Ia akan sibuk, dan tentu banyak pengunjung dan dilayani karyawan.
Awal dia tidak langsung membuka usaha sendiri. Dia mengajak suami bekerja 3- 4 jam seminggu. Ia menjelaskan ini karena masih kerja. Keduanya masih terikat pekerjaan dengan dua perusahaan. Dari sana dia menyadari orang antri sampai 30 menit, dan roti pasti habis terjual walau cuma sebentar.
Tidak bisa dibayangkan omzet awal sampai 10- 20 juta sehari. Omzet mungkin tambah bila sudah tiba weekend atau liburan. Walau dia mengantungi omzet besar tetapi untungnya tidak begitu. Hanya 50% dari omzet dikantongi menjadi untung.
Bahan mahal ditaksir menjadi masalah utama bisa begitu. Diana mengakui semua bahan berkualitas tinggi. Dari produk butter dan olahan susu lain dipakai terbaik. Walau mahal Diana tidak menaikan harga meskipun butter naik lima kali. "Jadi keuntungan tiap tahun semakin sedikit," jelasnya.
Keuntungan diperoleh melalui varian produk roti panggang, makanan, dan minuman. Pervarian menu untungnya 20% saja. Begitu keuntungan masuk langsung disalurkan ke karyawan. Tidak mengejar keuntungan besar, melainkan mensejahterakan karyawan.
Ada bonus dan gaji sudah layak bagi mereka. Pengusaha baiknya memanusiakan karyawan karena itu tujuan berwirausaha. Maka usaha akan berkembang baik sekaligus berkah dikantong. Kalau tempat kerja enak, maka Diana percaya karyawan pasti akan mendoakan.
Bertahap dia mulai memanggang roti dibawa ke kantor. Belum bukan usaha sendiri apalagi memilih resign kerja. Akibat rajin membawa roti kemudian dicicipi teman- teman sekantor. Bertahap mereka meyakinkan Dianan membuka usaha ini.
Diana nekat disewanya satu tempat di Pasar Santa. Harga sewa murah lantas berdirilah bisnis roti sederhana ini. Nama Roti Enang diambil dari panggilan orang Sunda ke wanita. Dia sendiri kan orang Sunda, dan nama ini dirasa mudah diingat dan dilafalkan.
Dia sendiri lantas memindahkan kafe ke rumah. Mengapa demikian karena mencari perasaan homey dan nyaman. Pengusaha sukses ini menciptakan suasana melalui taman depan rumah. Disini orang bisa berkunjung ke taman selepas makan.
Mereka bisa mengobrol sembari menikmati pemandangan hijau. Kayak orang- orang berada di Kota Bandung. Namun berjualan di Pasar Santa bukan tidak berhasil. Disana dia merasa lebih dekat ya mungkin karena melayani langsung.
Waktu usaha masih kecil, kan orang datang tidak cuma buat makan roti tetapi ngobrol. Pengunjung tak jarang datang bertanya tips bisnis. Kalau udah besar begini tidak ada kesempatan buat Diana. Ia akan sibuk, dan tentu banyak pengunjung dan dilayani karyawan.
Awal dia tidak langsung membuka usaha sendiri. Dia mengajak suami bekerja 3- 4 jam seminggu. Ia menjelaskan ini karena masih kerja. Keduanya masih terikat pekerjaan dengan dua perusahaan. Dari sana dia menyadari orang antri sampai 30 menit, dan roti pasti habis terjual walau cuma sebentar.
Tidak bisa dibayangkan omzet awal sampai 10- 20 juta sehari. Omzet mungkin tambah bila sudah tiba weekend atau liburan. Walau dia mengantungi omzet besar tetapi untungnya tidak begitu. Hanya 50% dari omzet dikantongi menjadi untung.
Bahan mahal ditaksir menjadi masalah utama bisa begitu. Diana mengakui semua bahan berkualitas tinggi. Dari produk butter dan olahan susu lain dipakai terbaik. Walau mahal Diana tidak menaikan harga meskipun butter naik lima kali. "Jadi keuntungan tiap tahun semakin sedikit," jelasnya.
Keuntungan diperoleh melalui varian produk roti panggang, makanan, dan minuman. Pervarian menu untungnya 20% saja. Begitu keuntungan masuk langsung disalurkan ke karyawan. Tidak mengejar keuntungan besar, melainkan mensejahterakan karyawan.
Ada bonus dan gaji sudah layak bagi mereka. Pengusaha baiknya memanusiakan karyawan karena itu tujuan berwirausaha. Maka usaha akan berkembang baik sekaligus berkah dikantong. Kalau tempat kerja enak, maka Diana percaya karyawan pasti akan mendoakan.
Agar Viral Usaha
Ada 13 karyawan, dua perempuan, dan sisanya laki- laki. Kebanyakan mereka karyawan loyal sejak bisnis Roti Eneng berdiri. Bahkan ada chef yang sudah kerja sebelum pindah ke rumah. Meskipun dia mendapati keuntungan naik 30% pertahun, atau lebih rendah dari harapan 50%, tidak mengapa.
Diana pun tidak memilih ikut- ikutan trend. Ia mencoba membangun jalur sendiri. Mereka sudah jadi penggagas minuman choco sea salt dan marie regal. Andalan Roti Enang terdapat pada selai buatan sendiri, susah ditiru mulai dari Cheese Butter, Early Grey, dan Marie Regal.
Bicara mengenai waralaba Diana masihh ragu. Mempertahankan kualitas dirasa masih susah. Takut bila kulitas yang telah dibangun lama jatuh.
"Aku enggak cuma karena oh pengen buru- buru ekspansi dan punya banyak uang," Diana berkata.
Ia melihat sendiri banyak bisnis tidak bertahan. Bisa tumbuh cepat meledak tetapi tidak bertahan. Dia hanya ingin buka dua tempat saja. Satu tempat lagi yang proper, beda, tapi unik. Usaha yang bisa nanti bertahan panjang.
Ia menuturkan di Kemang sudah ada teman. Dia mengambil selai dari Diana tetapi buka sendiri. Itu tetap diberi nama Roti Eneng. Total 40 variasi menu panggang dan pasta, kalau minuman ada kopi dan non- kopi. Olesan selain masih dibuat homemade. Harga ditawarkan antara Rp.20 ribu- Rp.40 ribu.
Bicara mengenai waralaba Diana masihh ragu. Mempertahankan kualitas dirasa masih susah. Takut bila kulitas yang telah dibangun lama jatuh.
"Aku enggak cuma karena oh pengen buru- buru ekspansi dan punya banyak uang," Diana berkata.
Ia melihat sendiri banyak bisnis tidak bertahan. Bisa tumbuh cepat meledak tetapi tidak bertahan. Dia hanya ingin buka dua tempat saja. Satu tempat lagi yang proper, beda, tapi unik. Usaha yang bisa nanti bertahan panjang.
Ia menuturkan di Kemang sudah ada teman. Dia mengambil selai dari Diana tetapi buka sendiri. Itu tetap diberi nama Roti Eneng. Total 40 variasi menu panggang dan pasta, kalau minuman ada kopi dan non- kopi. Olesan selain masih dibuat homemade. Harga ditawarkan antara Rp.20 ribu- Rp.40 ribu.
Penulis FTV Achi TM Berbagi Cerita Usaha
Profil Pengusaha Astri Rakhmawati
Menjadi penulis juga termasuk pengusaha. Ini cerita usaha penulis FTV Achi TM. Industri film televisi bergeliat memberikan aliran rejekinya bagi para penulis. Tak melulu menulis dalam buku, ada juga kesempatan untuk mencoba menulis naskah.
Bagi Astri Rakhmawati limpahan rejeki ini bukanlah hanya miliknya, melalui berbagai media, ia mencoba mengajak lebih banyak teman- teman untuk ikut menulis. Seorang penulis skenario untuk Film Televisi (FTV) di berbagai stasiun televisi.
Bagi Astri Rakhmawati limpahan rejeki ini bukanlah hanya miliknya, melalui berbagai media, ia mencoba mengajak lebih banyak teman- teman untuk ikut menulis. Seorang penulis skenario untuk Film Televisi (FTV) di berbagai stasiun televisi.
Punya Bakat Menulis
Pendiri Rumah Pena Kota Tangerang ini, berbagi kiat suksesnya di berbagai kesempatan. Sejak 16 April 2009, Asri Rakhmawati a.k.a Achi TM mendirikan Rumah Pena, satu tempat kursus belajar menulis cerpen, novel, dan skenario.
Sejak memutuskan untuk menjadi penulis penuh waktu, dia mengaku memang menghadapi tantangan yang tidak ringan. Bercita- cita menjadi penulis sejak SD dan terus belajar tanpa lelah, terus berjuang hingga akhirnya cerpen pertama Achi bisa dimuat di majalah Muslimah.
Sejak memutuskan untuk menjadi penulis penuh waktu, dia mengaku memang menghadapi tantangan yang tidak ringan. Bercita- cita menjadi penulis sejak SD dan terus belajar tanpa lelah, terus berjuang hingga akhirnya cerpen pertama Achi bisa dimuat di majalah Muslimah.
Menyusul kemudian cerpen- cerpen remaja lainnya sering kali dimuat di majalah KaWanku, Gadis, KerenBeken, Go-Girl, Etnix Magazine, Story Magazine, OLGA, Koran lokal Banten, majalah Sekar, dll.
Cerpennya yang berjudul Tambuli Dan Kupu-Kupu tergabung dalam antologi cerpen Dewan Kesenian Jakarta (DKJ, 2006).
Cerpennya yang berjudul Tambuli Dan Kupu-Kupu tergabung dalam antologi cerpen Dewan Kesenian Jakarta (DKJ, 2006).
"Menulis buat saya seperti bagian dari jiwa yang susah dipisahkan. Kalau dalam sehari saya tidak menulis, biasanya saya gelisah, jika sampai berhari- hari saya bisa menderita sakit kepala. Salah satu cara menghilangkan sakit kepala saya, ya, dengan menulis," ceritanya dalam sebuah wawancara di alineatv.com.
Naluri jeli Achi lantas menggerakkan arah mata penanya untuk membidik FTV sebagai sasaran. Lalu, lahirlah puluhan skenario FTV dari tangan Achi. Seturut dengan itu rejeki Achi pun turut mengiringi.
"Penulis skenario itu lebih sedikit dibandingkan penulis novel. Padahal, peluang (menulis skenario) yang terbuka sangat besar," ujar Achi.
Dari penulisan satu skenario FTV ini, Achi dan para penulis skenario di Rumah Pena Kota Tangerang, bisa mendapatkan honor yang lumayan besar. Berkisar Rp 3 juta untuk satu naskah skenario FTV. Tren FTV tak lekang seperti sinetron yang ceritanya dibulat- bulatkan.
Oleh karena itu hampir di semua stasiun televisi milik swasta pastilah ada program FTV baru dari yang bertema remaja, horror dan yang paling populer FTV tentang cinta- cintaan.
Ratusan episode di FTV adalah peluang bagi para penulis di Rumah Pena miliknya. Program FTV yang sambung menyambung ini, ibarat aliran air yang tak pernah berhenti mengalir dari sumber mata air bernama industri televisi.
Achi menjelaskan, penulis skenario itu masih jarang jumlahnya jika dibandingkan dengan novelis. Menurut wanita yang sudah menulis puluhan skenario FTV ini, sebenarnya banyak yang mau mengajukan cerita untuk FTV.
Ratusan episode di FTV adalah peluang bagi para penulis di Rumah Pena miliknya. Program FTV yang sambung menyambung ini, ibarat aliran air yang tak pernah berhenti mengalir dari sumber mata air bernama industri televisi.
Achi menjelaskan, penulis skenario itu masih jarang jumlahnya jika dibandingkan dengan novelis. Menurut wanita yang sudah menulis puluhan skenario FTV ini, sebenarnya banyak yang mau mengajukan cerita untuk FTV.
Namun, yang mampu bertahan dengan sistem deadline FTV yang sangat sedikit, ini berbalik terbalik dengan penulis dalam media lain.
"Bayangkan saja, penulis scenario FTV dituntut untuk menyelesaikan script cerita sebanyak 80 halaman dalam waktu dua hingga empat hari. 80 halaman tersebut, adalah alur cerita berdurasi 1,5 jam," ujar Achi.
Kondisi inilah yang membuat hanya penulis-penulis skenario yang bisa mengikuti deadline yang bisa bertahan sampai sekarang.
"Waktu deadline yang ketat dan mengikat banyak yang membuat penulis nyerah. Padahal, saat ini peluang sangat terbuka lebar," ungkapnya.
Achi kemudian membeberkan beberapa hal yang anda butuhkan untuk masuk ke industri ini. Anda harus tau tentang menjaga kualitas tulisan.
Unsur-unsur yang harus diperhatikan adalah karakter, alur, plot, setting, dan surprise ending. Kelima unsur itu harus bersatu padu dengan ciamik agar bisa menciptakan cerita yang baik, seru, menarik, dan punya ending tak terduga.
"Bayangkan saja, penulis scenario FTV dituntut untuk menyelesaikan script cerita sebanyak 80 halaman dalam waktu dua hingga empat hari. 80 halaman tersebut, adalah alur cerita berdurasi 1,5 jam," ujar Achi.
Kondisi inilah yang membuat hanya penulis-penulis skenario yang bisa mengikuti deadline yang bisa bertahan sampai sekarang.
"Waktu deadline yang ketat dan mengikat banyak yang membuat penulis nyerah. Padahal, saat ini peluang sangat terbuka lebar," ungkapnya.
Achi kemudian membeberkan beberapa hal yang anda butuhkan untuk masuk ke industri ini. Anda harus tau tentang menjaga kualitas tulisan.
Tips menulis skenario
Unsur-unsur yang harus diperhatikan adalah karakter, alur, plot, setting, dan surprise ending. Kelima unsur itu harus bersatu padu dengan ciamik agar bisa menciptakan cerita yang baik, seru, menarik, dan punya ending tak terduga.
Agar tetap produktif maka ia akan menulis untuk satu cerita di setiap harinya. Kalau dia sedang tidak menulis skenario, Achi akan menulis cerpen atau novel, jika dalam menggarap novel mengalami kebuntuan atau masalah hidup.
Ia akan menulis catatan hati seorang penulis di folder pribadi. Jika anak- anaknya terlalu rewel hari itu sehingga dia kesulitan duduk di depan laptop atau komputer, dia akan menulis status panjang di FB. Yang penting konsisten menulis jelas pengalamanya sehari- hari dalam menulis.
Ia akan menulis catatan hati seorang penulis di folder pribadi. Jika anak- anaknya terlalu rewel hari itu sehingga dia kesulitan duduk di depan laptop atau komputer, dia akan menulis status panjang di FB. Yang penting konsisten menulis jelas pengalamanya sehari- hari dalam menulis.
Prinsipnya jangan berhenti menulis akan mematikan api inspirasi. Ditambahkan Achi, tren FTV yang bertebaran di berbagai stasiun tivi swasta membutuhkan lebih banyak lagi penulis skenario. Padahal, untuk satu skenario honor atau bayaran yang dibayarkan Production House (PH) sangat besar.
Melalui Rumah Pena, wanita yang pernah menyusun skenario FTV Cinta Terlarang untuk duo "The Virgin" itu, membuka kursus penulisan skenario di rumah kontrakannya.
Melalui kursus yang dibuatnya, Achi mengaku tidak segan memberikan job penulisan skenario FTV untuk peserta kursusnya. Dengan begitu, lanjut Achi, akan semakin bertambah penulis- penulis skenario. Selain menulis skenario FTV, pada tahun lalu Achi bersama partnernya, Widuri, berhasil menulis sebuah buku yang bertemakan memecahkan kegalauan atau masalah remaja.
Selain menulis cerpen, Achi juga sudah menulis delapan buah novel: HIMITSU (2007), Quly-Girl (2007), Bisikan Sahabat (2008), Penaku Sebintang (2007), Wo Ai Ni-Jangan Ekspor Cintaku (2009) dan Chaos Chambell (2010), dan Cloudy (2012).
Melalui Rumah Pena, wanita yang pernah menyusun skenario FTV Cinta Terlarang untuk duo "The Virgin" itu, membuka kursus penulisan skenario di rumah kontrakannya.
Melalui kursus yang dibuatnya, Achi mengaku tidak segan memberikan job penulisan skenario FTV untuk peserta kursusnya. Dengan begitu, lanjut Achi, akan semakin bertambah penulis- penulis skenario. Selain menulis skenario FTV, pada tahun lalu Achi bersama partnernya, Widuri, berhasil menulis sebuah buku yang bertemakan memecahkan kegalauan atau masalah remaja.
Selain menulis cerpen, Achi juga sudah menulis delapan buah novel: HIMITSU (2007), Quly-Girl (2007), Bisikan Sahabat (2008), Penaku Sebintang (2007), Wo Ai Ni-Jangan Ekspor Cintaku (2009) dan Chaos Chambell (2010), dan Cloudy (2012).
Achi juga menulis buku-buku motivasi remaja, antara lain: Aku Bangga Menjadi Gagal (2010), No More Galau (2012), Tangguh Karena Allah (2012), Bermimpi Karena Allah ( 2012), dan Keseimbangan Hidup Perempuan (Stiletto Book, 2012)
Kini Achi aktif menulis ratusan skenario sinetron dan FTV di beberapa stasiun televisi nasional, seperti RCTI, SCTV, MNC TV, ANTV serta TV local, seperti B Channel.
Ibu dari anak lelaki bernama Abiy Arsena Dimyathi ini juga mendirikan Lembaga Pengembangan Talenta RUMAH PENA bersama suaminya, Agung Argopo. Achi TM sering diundang ke beberapa sekolah dan klub penulis sebagai pembicara atau mentor dalam berbagai pelatihan menulis.
Kini Achi aktif menulis ratusan skenario sinetron dan FTV di beberapa stasiun televisi nasional, seperti RCTI, SCTV, MNC TV, ANTV serta TV local, seperti B Channel.
Ibu dari anak lelaki bernama Abiy Arsena Dimyathi ini juga mendirikan Lembaga Pengembangan Talenta RUMAH PENA bersama suaminya, Agung Argopo. Achi TM sering diundang ke beberapa sekolah dan klub penulis sebagai pembicara atau mentor dalam berbagai pelatihan menulis.
Sukses Merry Riana Mimpi Sejuta Dollar
Biografi Pengusaha Merry Riana
Sukses Merry Riana berkat kerja keras walau sulit. Tidak pernah bemimpi belajar hingga ke Singapura, ataupun memulai karirnya di sana. Kelahiran 29 Mei 1980, Jakarta, Mery terlahir dan tumbuh dbersama keluarga yang sederhana. Dia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara.
Perjalanannya ke Singapura itu dimulai ketika kerusuhan besar di Jakarta tahun 1998. Ketika itu, cita- citanya kuliah jurusan teknik elektro di Universitas Trisakti buyar seketika. Ayahnya memutuskan mengirimnya ke sana, ke Singapura, menghindari hal- hal tidak diinginkan sebagai seorang keturunan Tionghoa.
Perjalanan Marry Riana
Negara Singapura dipilih karena memang letaknya dekat, foktor keamanan, dan sistem pendidikan yang lebih baik. Di tahun 1998, dia mengambil jurusan Electrical and Electronics Enginering (EEE) di Nanyang Technology University.
Meskin harus berhutang keinginannya menjadi seorang insinyur sangat lah kuat. Mery tercatat pernah sempat gagal di tes bahasa Inggris untuk masuk ke Nanyang University. Perjuangan Mery Riana di Singapura berat. Tidak mungkinlah mimpi satu juta dollar terwujud disana.
"Saya mengambil jurusan tersebut karena terlihat sebagai pilihan paling sesuai saya ambil saat itu," ucapnya.
Pinjaman pendidikan dari pemerintah Singapura cukup untuk bersekolah, tetapi itu tidak akan bisa lebih. Dia meminjam $40.000, dan harus dilunasi ketika selesai kuliah dan bekerja. Sering kali, ia bekerja sendiri menutupi kebutuhan seperti akomodasi, buku pelajaran, makan, dan kebutuhan lain.
Dia mulai berpikir serius bagaimana membayar hutang $40.000 itu.
Pinjaman pendidikan dari pemerintah Singapura cukup untuk bersekolah, tetapi itu tidak akan bisa lebih. Dia meminjam $40.000, dan harus dilunasi ketika selesai kuliah dan bekerja. Sering kali, ia bekerja sendiri menutupi kebutuhan seperti akomodasi, buku pelajaran, makan, dan kebutuhan lain.
Dia mulai berpikir serius bagaimana membayar hutang $40.000 itu.
"Jika saya menjadi sukses suatu hari, saya ingin mencapai itu ketika saya masih muda, sebelum ulang tahun ke 30, bukan ketika berumur 40-50," ucapnya serius.
Diakui Merry bukanlah tipe yang mudah menyerah sama sekali. Dia mulai menghitung semuanya, membuat pengeluarannya sehemat mungkin. Mery cuam mengantongi uang $10, itupun cukup buat seminggu saja.
Dia pun menyiasati hidupnya dengan makan mie instant di pagi, dua lembar roti tanpa selai di siang dan malam, bahkan untuk minumnya harus melalui air keran di kampus. Hal ini terjadi terus di awal kuliah yang seharunya menyenangkan.
Diakui Merry bukanlah tipe yang mudah menyerah sama sekali. Dia mulai menghitung semuanya, membuat pengeluarannya sehemat mungkin. Mery cuam mengantongi uang $10, itupun cukup buat seminggu saja.
Dia pun menyiasati hidupnya dengan makan mie instant di pagi, dua lembar roti tanpa selai di siang dan malam, bahkan untuk minumnya harus melalui air keran di kampus. Hal ini terjadi terus di awal kuliah yang seharunya menyenangkan.
Kehidupan seperti itu mendorongnya bekerja di luar jam kuliah. Dia mulai mengambil pekerjaan sampingan dari jam 9 sampai 5 sore. Menyadari hidupnya tidak akan berubah, ia mulai membangun mimpinya di tahun kedua masa kuliah. Dia mulai mencoba membeli saham tetapi kehilangan $1000.
Mery benar- benar hancur, tetapi tidak membuatnya menyerah seketika; ia harus menjadi pengusaha. Untuk itu ia bahkan rela bekerja sebagai penjaga toko bunga, dan menjadi pelayan. Dia masuk ke bisnis mandiri yaitu pembuatan skripsi dan MLM.
Di bisnis multi level marketing, Mery kehilangan uang sampai $200. Dia bangkit lalu belajar tentang seluk beluk pasar saham. Setelah tamat kuliah, Merry mulai membuka bisnis konsultasi keuangan. Di bisnis barunya tersebut, Merry harus berhadapan dengan berbagai hambatan dan kesulitan.
Orang tuanya, gurunya, dan temanya secara umum tidak mendukung segala bisnisnya. Merry kala itu tidak bisa berbicara mendarin, ketika lebih dari separuh Singapura berbahasa mandarin. Dia seorang baru lulus dan tidak punya pengalaman maka sulit baginya berhubungan secara sosial.
"Tentunya, saya memiliki persaaan takut dan khawatir," ingatnya. "Tetapi menjadi muda dan tidak adanya beban, tidak ada kehilangan apapun jika saya gagal. Saya akan mendapatkan pelajaran berharga dan pengalaman baik jika saya gagal maupun sukses." inilah kunci sukses Merry.
Pengusaha Keuangan
Tanpa rasa malu dan tidak terbebani kegagalan, ia yakin mengikuti jalann sebagai konsultan keungan bahkan menyisihkan waktu 14 jam sehari. Ia berdiri di dekat setasiun MRT dan halte bus untuk menawarkan asuransi. Dia bekerja sampai tengah malam dan baru pulang ketika jam 2 dini hari.
Titik baliknya ketika ia bekerja di Prudential Assurance Company.Di Prudential, Merry tidak berhanti menanjak karirnya hingga melunasi hutang $40.000 tersebut. Disana dia menjual produk perbankan seperti asuransi, kartu kredit, deposito, dan lain- lain.
Dari 2003, ia mendapat anugrah berupa penghargaan Top New Adviser Award. Di 2004, kurang dari 15 bulan setelah bergabung dengan perusahaan Prudential, dia mendapat kenaikan pengkat menjadi menejer lalu seketika membuka agensi miliknya sendiri, bernama Marry Riana Organization (MRO).
Tahun 2005, dia mendapatkan penghargaan agensi terbaik, Top Agency of the Year Award dan Top Rookie Agency Award.
Kala itu, Mery sudah punya pendapatan sekitar $300.000. Lain hal, dia bekerja menjadi mentor dan memotivasi ribuan profesional dan eksekutif di area penjualan. Di MRO, dia memegang 40 orang perencana keuangan, semuanya sekitaran umurnya 20 -23 tahun.
"Motivasi saya datang dari rasa ingin memberi kehidupan terbaik bagi kedua orang tua," tegasnya. "Tetapi juga persaaan ingin membantu orang- orang muda untuk berbuat sama, untuk menciptakan hidup lebih baik. untuk mereka, orang tua, dan keluarganya."
Merry Riana menghasilkan sesuatu yang fenomenal. Di umurnya sekarang, dia yang masih 25 tahun mampu menghasilkan $700.000 setelah empat tahun menyelesaikan kuliah. Visinya hanyalah membuat anak- anak muda menjadi generasi sukses.
Mereka telah merubah hidupnya, kemudian membangun mimpi, dan kembali ke sosial. Mereka akan mengabdikan hidupnya dari apa yang telah didapatkan.
"Efek air terjun kesuksesan ketika anak muda sukses membagi kekayaannya, dalam bentuk pengetahun dan uang, akan merubah ekonomi dunia menjadi lebih baik," dia tersenyum.Visi yang membuatnya mendirikan RMO, sekumpulan anak muda bertujuan mencapai kebebasan finansial.
Ia juga percaya memberi kembali ke sosial. Dia mempunyai waktu dua jam sehari untuk mementori anak- anak muda dari 20- 30 tahun. Melalui program "Personal Mentorship Experience" (PME), dimana setiap hari ada satu hingga dua orang mendaftar tiap harinya.
Kegiatanya membantu tiap orang mengindentifikasi tujuan dan cita- cita mereka, dan mengarahkan mereka bagimana mereka mencapai tujuannya." Merry kemudian menulis buku pengalamannya yang menjadi best seller. Bukunya "Mimpi Sejuta Dollar" lalu dipublikasikan di Singapura dan Indonesia.
Nama Merry tak cuma dikenal di Singapura tapi sampai ke Indonesia. Ia kemudian menulis buka lain berjudul "A Gift for a Friend" yang sukses besar di Singapura. Dia bercerita bagaimana strategi menghadapi berbagai masalah datang dan mencapai kesuksesan sekarang.
Pengusaha Harus Belajar Kepemimpinan Bos XL Axiata
Profil Pengusaha Dian Siswarini
Kamu pengusaha muda harus belajar kepemimpinan. Belajarlah dari sosok bos XL Axiata bagaimana mereka dapar bertahan. Pengusaha harus belajar kepemimpinan dari Dian Siswarini. Pemimpin harus melewati jaman menghadapi tantangan.
Mereka harus mampu beradaptasi perubahan dan menyelasikan masalah. Dian telah bekerja selama 20 tahun di dunia telekomunikasi. Tahun 2006, Dian masuk sudah jaringan 2G, dan langsung tersalip 3G. Perubahaannya cepat diantara tahun 2000 -an tersebut.
Masuk tahun 2000 ke atas sudah ditimpali jaringan 4G, dan yang disusul jaringan 5G memasuki 2020. Lihat perubahan tersebut begitu drastis termasuk bisnis XL. Masalah internal sempat melanda hingga membuat kepanikan. Dian tidak bekerja sendirian.
Belajar Kepemimpinan
"Saya enggak bisa sendirian. Saya akan berhasil bila mendapatkan dukungan seluruh karyawan XL," jelasnya.
Manajemen konflik dibutuhkan setiap pemegang jabatan. Sebagai CEO, menurutnya masalah akan selalu hadir dengan keputusan. Wanita kelahiran Jawa Barat, 5 Mei 1968, mengatakan masalah harus menghasilkan keputusan yang baik.
Konflik harus terbuka dan dihadapi bersama seluruh karyawan. Ada semangat kebersamaan maka konflik akan menjadi kesempatan. Masalah yang ditutupi akan meledak suatu ketika, akan menjadi jelek dan berbahaya efeknya, alih- alih akan menghasilkan resolusi.
Dunia telekomunikasi ia contohkan dalam 3 tahun bisa basi. Satu teknologi langsung digantikan yang lain. Pengusaha teknologi baiknya belajar kepemimpinan Dian. Ia memilih mengalokasikan belanja guna mengikuti perubahaan. Pengeluaran terbesar ialah memperbaiki jaringan agar tidak ditinggal.
Investasi besar sampai 40 triliun guna pengembangan jaringan. Perjalanan tidak mudah karena kamu butuh belajar. Dunia merupakan ruang pembelajaran tidak berhenti sampai akhir hayat. Dian memulai karir dari level terbawah. Ia pernah menjadi staf engineer sampai 11 tahun hingga naik level tinggi.
Tahun 2007, dia diangkat menjadi jajaran dirut XL, yakni direktur network service. Semua karena dia pandai dalam satu bidang yakni teknik. Ia selalu bekerja dalam masalah teknikal. Dian sendiri adalah lulusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan langsung yakin masuk dunia ini.
"Telekomunikasi merupakan industri yang perubahannya cepat, dinamis, dan memberikan dampak yang luas," Dian menjelaskan.
Tahun 2011, dia sempat dipindahkan ke posisi digiat service, meliputi digital commerce, advertising, dan payment. Ini merupakan bisnis baru diluar core bisnis seperti layanan teks, suara, dan data khas operator jaringan.
Banyak orang menyangsikan karena dirinya perempuan. Kok bisa, ibu kan perempuan, Dian lantas menjawab karena perempuan bisa. Menjadi pemimpin selaraskan semua kepentingan. Selaraskan kepentingan para karyawan, costumer, pemegang saham, dan pemerintah.
Bagi karyawan kamu harus memberikan rasa nyaman. Layaknya rumah kedua bukan sekedar kita memberi benefit dan gaji. Perhatikan kemampuan karyawan mengembangkan diri. Doronglah mereka untuk naik, biarkan mereka memiliki karir yang baik dan naik level ke posisi berikutnya.
Paling susah ialah kepentingan pemegang saham. Istilahnya mereka telah menaruh uang, maka kasih mereka keuntungan kembali. Ini akan berhadapan dengan kepentingan costumer, dalam pelayanan, dan maunya beda- beda.
Bisnis Telekomunikasi
Beda dahulu pasti sekararang sudah sangat berbeda. Orang dulu lebih mengenal SMS, kepanjangan dari Short Message Service. Dimana bila disandingkan dengan layanan suaranya atau telephon. Kita dulu mengenalnya servic voice; tidak terlalu berbeda.
Jaman sekarang akan lebih komplek karena data banyak. Mulai dari YouTube, file transfernya tidak sekedar menerima data tetapi visual. Kebutuhan berbeda membutuhkan data jaringan berbeda dan data beda. XL ini menjadi contoh jatuh bangunnya usaha jaringan operator di dunia.
Sudah pernah mengalami masa 3G pada 2005 peralihan. Dimana baru 30% orang memakai jaringan ini. Handphone pun masih belum berkembang masih transisi. Kita mengenal hp pada zaman feature handphone. Begitu tiga tahun belakangan malah melesat pesat tidak terbendung.
Dimana pertumbuhan handphone cepat sampai 50% lebih. Pengguna sudah memakai jaringan 3G dan diperkuat 4G. Taukah kalau kamu memakai 2G maka akan sangat lemot. Disisi provider jaringan juga sangat mahal. XL sebagai perusahaan menawarkan gebrakan harga lebih terjangkau.
Masyarakat berbondong- bondong memanfaatkan jaringan 3G. Perusahaan juga melakukan akuisisi Axiata. Perjalanan panjang beresiko karena 20% akuisisi mengalami kegagalan. Paling lama datang dari ijin pemerintah mengakuisisi Axiata.
Ini berarti memberikan jangkauan lebih luas di dalam jaringan. Proses ini meliputi integrasi network, teknologi, jalur distribusi, marketing dan costumer. Perusahaan juga mengarahkan pengembangan produk digital.
"Trust itu penting, dan juga openess.... Memberikan kesempatan karyawan untuk memberikan masukan," tuturnya kepada Beritasatu.com.
Perusahaan tidak sekedar menjual sim card. Terbukti dengan meluncurnya aplikasi mFish di Lombok, Nusa Tenggara Barat, agar nelayan lebih produktif. Ini memberikan kesempatan masyarakat lebih handal dalam teknologi.
Tahun 2006, pencapaian Xl luar biasa bahkan menempati nomor 3, dan terus sampai setengahnya nomor 2. Kemudian perusahaan dipercaya masyarakat menjadi nomor 2 di Indonesia. Dian mencoba menciptakan value, baik bagi pemegang saham, costumer, dan pemerintah itu sendiri.
Bagi pengusaha hal terberat ialah membagi waktu. Antara perusahaan dan keluarga tidak boleh jadi terbengkalai. Ketika anak- anak bersama Dian maka harus mencurahkan semua waktu. Tidak boleh berpikir soal perusahaan.
Anak- anak tau, sadar tubuhnya disini, tetapi pikiran masih terbang ke pekerjaan. Maka yang kita nanti butuhkan ialah kuantitas bukan kualitas. "Saat berada di rumah, saya fokus pekerjaan rumah, di kantor saya fokus bekerja," jelasnya. Suami harus menjadi patner bukan sekedar pemimpin di rumah.
Diposisi sekarang tidak kurang dukungan keluarga. Dari suami mendukung karir istrinya, caranya ikut menjaga anak- anak ketika ada waktu. Anak- anak pun pengertian akan perjuangan orang tua. Dia juga ditolong sang ibu, yang siap membantu menjaga mereka agar Dian dapat bekerja.
Tahun 2007, dia diangkat menjadi jajaran dirut XL, yakni direktur network service. Semua karena dia pandai dalam satu bidang yakni teknik. Ia selalu bekerja dalam masalah teknikal. Dian sendiri adalah lulusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan langsung yakin masuk dunia ini.
"Telekomunikasi merupakan industri yang perubahannya cepat, dinamis, dan memberikan dampak yang luas," Dian menjelaskan.
Tahun 2011, dia sempat dipindahkan ke posisi digiat service, meliputi digital commerce, advertising, dan payment. Ini merupakan bisnis baru diluar core bisnis seperti layanan teks, suara, dan data khas operator jaringan.
Banyak orang menyangsikan karena dirinya perempuan. Kok bisa, ibu kan perempuan, Dian lantas menjawab karena perempuan bisa. Menjadi pemimpin selaraskan semua kepentingan. Selaraskan kepentingan para karyawan, costumer, pemegang saham, dan pemerintah.
Bagi karyawan kamu harus memberikan rasa nyaman. Layaknya rumah kedua bukan sekedar kita memberi benefit dan gaji. Perhatikan kemampuan karyawan mengembangkan diri. Doronglah mereka untuk naik, biarkan mereka memiliki karir yang baik dan naik level ke posisi berikutnya.
Paling susah ialah kepentingan pemegang saham. Istilahnya mereka telah menaruh uang, maka kasih mereka keuntungan kembali. Ini akan berhadapan dengan kepentingan costumer, dalam pelayanan, dan maunya beda- beda.
Bisnis Telekomunikasi
Beda dahulu pasti sekararang sudah sangat berbeda. Orang dulu lebih mengenal SMS, kepanjangan dari Short Message Service. Dimana bila disandingkan dengan layanan suaranya atau telephon. Kita dulu mengenalnya servic voice; tidak terlalu berbeda.
Jaman sekarang akan lebih komplek karena data banyak. Mulai dari YouTube, file transfernya tidak sekedar menerima data tetapi visual. Kebutuhan berbeda membutuhkan data jaringan berbeda dan data beda. XL ini menjadi contoh jatuh bangunnya usaha jaringan operator di dunia.
Sudah pernah mengalami masa 3G pada 2005 peralihan. Dimana baru 30% orang memakai jaringan ini. Handphone pun masih belum berkembang masih transisi. Kita mengenal hp pada zaman feature handphone. Begitu tiga tahun belakangan malah melesat pesat tidak terbendung.
Dimana pertumbuhan handphone cepat sampai 50% lebih. Pengguna sudah memakai jaringan 3G dan diperkuat 4G. Taukah kalau kamu memakai 2G maka akan sangat lemot. Disisi provider jaringan juga sangat mahal. XL sebagai perusahaan menawarkan gebrakan harga lebih terjangkau.
Masyarakat berbondong- bondong memanfaatkan jaringan 3G. Perusahaan juga melakukan akuisisi Axiata. Perjalanan panjang beresiko karena 20% akuisisi mengalami kegagalan. Paling lama datang dari ijin pemerintah mengakuisisi Axiata.
Ini berarti memberikan jangkauan lebih luas di dalam jaringan. Proses ini meliputi integrasi network, teknologi, jalur distribusi, marketing dan costumer. Perusahaan juga mengarahkan pengembangan produk digital.
"Trust itu penting, dan juga openess.... Memberikan kesempatan karyawan untuk memberikan masukan," tuturnya kepada Beritasatu.com.
Perusahaan tidak sekedar menjual sim card. Terbukti dengan meluncurnya aplikasi mFish di Lombok, Nusa Tenggara Barat, agar nelayan lebih produktif. Ini memberikan kesempatan masyarakat lebih handal dalam teknologi.
Tahun 2006, pencapaian Xl luar biasa bahkan menempati nomor 3, dan terus sampai setengahnya nomor 2. Kemudian perusahaan dipercaya masyarakat menjadi nomor 2 di Indonesia. Dian mencoba menciptakan value, baik bagi pemegang saham, costumer, dan pemerintah itu sendiri.
Bagi pengusaha hal terberat ialah membagi waktu. Antara perusahaan dan keluarga tidak boleh jadi terbengkalai. Ketika anak- anak bersama Dian maka harus mencurahkan semua waktu. Tidak boleh berpikir soal perusahaan.
Anak- anak tau, sadar tubuhnya disini, tetapi pikiran masih terbang ke pekerjaan. Maka yang kita nanti butuhkan ialah kuantitas bukan kualitas. "Saat berada di rumah, saya fokus pekerjaan rumah, di kantor saya fokus bekerja," jelasnya. Suami harus menjadi patner bukan sekedar pemimpin di rumah.
Diposisi sekarang tidak kurang dukungan keluarga. Dari suami mendukung karir istrinya, caranya ikut menjaga anak- anak ketika ada waktu. Anak- anak pun pengertian akan perjuangan orang tua. Dia juga ditolong sang ibu, yang siap membantu menjaga mereka agar Dian dapat bekerja.
Cara Membuat Produk Paten dan Aman Dijual
Artikel Bisnis: Cara Membuat Produk Paten
Ketika ide itu muncul sejalan pula keraguan akan produk yang dihasilkan. Ada banyak pertimbangan muncul sebelum produk itu dibuat. Bicara tentang keaslian, keamanan, dan apakah produk kamu benar- benar bisa diterima pasar.
Ide besar belum tentung menghasilkan sebuah produk. Bagaimana nanti kamu akan menjual produk kamu, langsung atau dilisensikan melalui waralaba, ada proses yang harus dilalui. Memang, beberapa pengusaha melewati beberapa hal, beberapa orang menyukai spontanitas.
Namun, perlu dicermati pula, ada beberapa langkah yang kamu perlu ketahui. Langkah bagaimana lampu ide itu benar- benar menjadi produk berkualitas dan terjaga. Dikutip dari entrepreneur.com, situs tentang ide- ide kreatif wirausahawan menyebut lima langkah. Cukuplah rumit jika dibaca. Kamu harus melewati lima langkah bagiamana merubah ide kamu menjadi produk, berikut langkahnya:
1. Langkah 1: Dokumentasikan
Hanya punya ide akan jadi sia- sia -tidak ada bukti bahwa kamu pemilik ide atas temuan tersebut. Tulis lah semua tentang ide kamu sebelum menjadi produk, mulai dari produk apakah itu dan bagaimana caranya.
Ini adalah langkah awal mematenkan produk kamu. Jika perlu tulislah pada selembar dokumen atau mungkin jurnal pastikan kamu memiliki saksi atas dokumentasi tersebut. Dokumen atau jurnal tersebut akan menjadi satu kitab yang diturunkan dari generasi ke generasi bukan hanya omongan.
2. Langkah 2: Teliti dahulu
Kamu perlu mencari tau atau menteliti dari aspek legal hingga bisnisnya. Sebelum dipatenkan, ini dimulai dari:
a. Cari hak cipta atau paten sejenis.
Jika kamu bilang itu temuan kamu bukan berarti tidak ada yang telah mematenkan. Sebelum mematenkan itu secara resmi cobalah kunjungi situs paten seperti dgip.go.id, memastikan tak ada produk lain seperti temuan kamu.
b. Teliti pasar kamu
Mungkin saudara kamu bilang ide bisnis kamu sangat menakjubkan, tapi apakah tetangga kamu akan beli?
Ini bisa jadi masalah serius, di Amerika, lebih dari 95% paten tidak menghasilkan UANG. Daripada sibuk untuk mematenkan produk kamu, lebih baik mulai menjajaki pasar. Beberapa pengusaha sukses melakukan ini, dan ingat ada berbagai jenis paten seperti merek atau produk itu sendiri.
3. Langkah 3: Buat prototype
Atau buatlah barang contoh terlebih dahulu untuk dikerjakan lagi. Kamu akan memastikan produk tersebut siap dipasarkan, caranya tarus semua di catatan ke dunia nyaata. Bagaimana jika gagal?
Kamu pastilah akan menemukan kegagalan pada produk baru, beberapa pengusaha mengulang hingga puluhan kali. Bahkan untuk seorang Kolonel Sanders harus mengulang prototype miliknya hingga ribuan kali.
4. Langkah 4: Patenkan
Setelah lama berkutat dengan prototype yang disempurnakan. Atau, kamu telah menjual cukup banyak untuk produk baru ini, barulah patenkan. Ada dua jenis paten: paten utilitas (untuk proses atau mesin baru) atau paten desain (untuk manufaktur baru, desain ornamen yang belum ada).
Kamu dapat menulis paten kemudian mengisi aplikasi sendiri, tapi jangan mengarsipkannya sendiri sampai kamu benar mendapatkan pengawasan dari orang yang profesional dibidang ini
5. Langkah 5: Buat produknya
Ya, ada beberapa yang telah terlebih dahulu menjual namun dengan patensi hal lain bisa terjadi. Kamu akan lebih luas memasarkan produk kamu tanpa perasaan was- was. Cobalah memilih waralaba atau franchise ketika produk kamu telah dipatenkan.
Kamu cukup menjual kesempatan menggunakan produk kamu untuk orang lain berusaha, dan kamu dibayar dari royaltinya. enak kan? Ketika kamu hanya meroyaltikan paten kamu mungkin kamu akan hanya mendapatkan sekitar 2- 5 persen, lain hal berusaha sendiri.
Catatan: sebelum produk kamu dipatenkan anggap apa yang dihasilkan hanyalah prototype. Kita tak pernah tau apakah satu tahun lagi, dua atau lebih, produk kamu akan ditiru. Jadi, kamu harus bersiap ketika bisnis itu sudah moncer dan menghasilkan cukup biaya paten.
Catatan: sebelum produk kamu dipatenkan anggap apa yang dihasilkan hanyalah prototype. Kita tak pernah tau apakah satu tahun lagi, dua atau lebih, produk kamu akan ditiru. Jadi, kamu harus bersiap ketika bisnis itu sudah moncer dan menghasilkan cukup biaya paten.
Untuk Indonesia sendiri, biayanya memang cukup mahal dan ribet, inilah beberapa pengusaha tidak terproteksi baik produknya.
Biografi Abdul Latief Pendiri HIPMI Pengusaha
Biografi Pengusaha Abdul Latief
Biografi Abdul Latief, ayah dari pengusaha Dipo Latief dan pendiri HIPMI, kelahiran 27 April 1940, Kampung Baru, Banda Aceh. Sosok anak ke enam dari sembilan bersaudara, yang hidup di jaman perjuangan masih penjajahan.
Abdul kecil telah melihat ayahnya berdagang lama. Dua puluh tahun merantau, ayahnya pergi dari tanah Minang, lalu menetap di Aceh sambil berdagang. Umur empat tahun, Abdul Latief ditinggal oleh sang ayah, padahan suasana tengah memanas secara keamanan dan politik.
Hari- hari merupakan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Masyarakat Aceh tengah berjuang sementara dia masih kecil. Ibunya merawat anak- anaknya sendirian dengan keadaan seadanya. Dari jaman penuh pergolakan secara sosial- politik, membawa sosok Abdul kecil bercita- cita jadi politisi.
Masa Muda Bergelora
Namun ibunya sudah mengarahkan Abdul Latif menjadi pengusaha. Ingin menjadikannya pedagang besar tingkat nasional. Ibunya kemudian mewujudkan mimpinya melalui merantau. Dia telah menjadi pejuang hebat, membawa semua anaknya ke Jakarta, demi mendapatkan hidup lebih baik di 1950.
Kehidupan remaja Abdul dekat dengan kehidupan remaja Betawi. Tidak banyak dikisahkan tetapi dia mampu sekolah menengah. Dia melanjutkan pendidikan di APP kemudian masuk Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta.
Tahun 1945 dan 1966, suasana politik kacau balau, demonstran bergerak memenuhi jalan raya sampai bakar- bakar. Tampak sosok Abdul Latief nampak membagikan makanan ke para pendemo. Dalam suasana kacau tersebut ia malah mendapatkan pekerjaan.
Dia belajar mengenai manajemen toserba dan supermarket di Seibu Group, Tokyo. Sepulangnya dari Jepang, Abdul menikahi Nursiah, gadis tetangga yang di Jakarta pada tahun 1967.
Abdul lulusan Akademi Pemimpin Perusahaan (APP), Jakarta. Pada 1963, dia meraih cumlaud dan mendapatkan tawaran kerja di Stanvac di Sungai Gerong. Perusahaan perminyakan asing yang telah menjanjikan gaji menarik dan karir menjanjikan.
Akan tetapi, gurunya di APP menyarankan lain, disuruhnya dia bekerja di Pasar Sarinah. Perusahaan pasar swalayan milik pemerintah tersebut dianggap lebih menjanjikan. Mungkin bagi pandangan kita yang sekarang tentu terbalik.
Tetapi Abdul setuju mengembangkan toko serba ada terbesar pertama yang ada di Indonesia. Anjuran sang guru belum nampak hingga perjalanan panjang. Abdul bertugas melakukan perencanaan. Dari sini, dia malah diajak belajar bahkan sampai keliling luar negeri, diminta pelajari iklim usaha negara- negara lain.
Dia berangkat ke Singapura, Jepang, Eropa, dan hingga Amerika. Berjalannya waktu dia mempelajari banyak hal mengenai perdagangan. Kemudian berselang beberapa waktu, Abdul Latief diangkan menjadi Pimpinan Promosi Penjualan dan Pengembangan PT. Department Store Indonesia Sarinah.
Banyak dia menimba pengalaman dan pengetahuan. Berkat bekerja di Sarinah, dia menjalin relasi bisnis kuat diantara pemain dalam negeri maupun luar negeri, dalam delapan tahun semua pekerjaan telah dilalui. Dia mampu menyelesaikan tantangan demi tantangan masa depan.
Abdul mampu membawa Sarinah menghadapi persaingan masa depan. Dalam biografi Abdul Latief, mendapatkan perhatian pimpinan Sarinah, itu berkat kemampuan mengaplikasikan konsep Jepang ke dalam negeri. Inilah cikal dirinya disekolahkan sampai ke Jepang demi mempelajari pasar swalayan.
Pulang dari Jepang seperti dikisahkan di atas, menikah dan sudah memiliki karir mapan, membawa pulang uang dan mobil. Relasi bisnisnya begitu luas terbesar diluar dan dalam negeri. Inilah cikal- bakal dirinya mapan mendirikan perusahaan sendiri.
Di tahun 1971, pengusaha konglomerat properti ini memulai usaha kecil- kecilan di bidang ekspor- impor. Uang hasil keuntungan digunakan mebeli tanah luas temannya. Kebetulan dia tengah butuh uang. Di tahun yang sama, ia mulai menjaminkan tanah- tanah untuk mendapatkan kredit bank.
Total dia mendapatkan uang Rp.30 juta diperoleh dari BDN. Uang kemudian diputar buat menambah modal maka jadilah PT. Latief Marda Corporation, yang bergerak di bidang ekspor- impor. Dia tidak sendiri tetapi dibantu adiknya, Abdul Muthalib, bersama mengembangkan usaha ini.
Pengusaha satu ini getol membeli tanah sebagai investasi jangka panjang. Keberhasilan pertamanya ialah ketika menjual tanah sangat mahal di jalan Jakarta By Pass. Uang sangat banyak itu digunakan demi membangun PT. Indonesia Product Centre Sarinah Jaya.
Ya, nama tersebut memang didedikasikan buat tempat awal bekerja, perusahaanya itu juga di bidang sama yakni pasar swalayan. Nama tersebut begitu historis sampai kebawa sampai sukses sekarang. Ia mondar- mandir Jakarta dan Singapura.
Dari bisnis eskpor- impor kemudian mengembangan properti mandiri. Ia bukan lagi juragan tanah tapi mengembangkan bangunan. Proses bisnis panjang menghasilkan pundi- pundi rupiah. Abdul memilih menginvestasikan kembali melalui Pasaraya di Blok M.
Pasaraya Blok M menjadi salah satu gedung mentereng di tahun 1981. Ini mengukuhkan dirinya menjadi pengusaha, pedagang, yang patut diperhitungkan. Berkembang dia mampu mendapatkan julukan konglomerat -istilah yang tidak disukainya- , namun itulah dia mampu tumbuh menggeluti usaha dagang.
Tiap kesuksesan merupakan buah pilihan dahulu kita geluti. Abdul tidak salah ketika menerima kerja di perusahaan milik negara. Alhasil dia menjadi sosok kesayangan pemerintah ketika masa tersebut. Ia dihormati pemerintah karena meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia.
Sang pengusaha mampu menggairahkan usaha ritel ketika masa awal. Ia mampu memberikan banyak pekerjaan bagi anak muda. Keaktifan di HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), membuat Abdul Latief mendorong lebih banyak anak muda, ini menjadi salah satu penyaluran kesukaannya akan organisasi.
Dia nampak segar dan sehat ketika menjadi pengusaha sukses. Pakaiannya trendi, gemar olah raga, dan selalu bersemangat menarik perhatian. Ia memiliki idealisme tersendiri mengenai membangun bangsa. Kesukaan akan berogranisasi disalurkan melalui organisasi himpunan para pengusaha ini.
Penampilan bugar dan nampak lebih muda daripada umur sebenarnya. Dia mampu menarik perhatian menjalin jaringan baru. Dikenal pula ia lihai bernegosisasi hingga mendapatkan mitra bisnis strategis. Dengan sifat profesional dan dedikasi membuatnya dipercaya oleh banyak orang.
Bahkan, rekan bisnis luar negeri sangat mengingat dirinya, walau jalinan kerja sama telah berhenti atau belum terealisasi. Orang mudah mengenal dia sebagai sosok pengusaha kawakan. Dirinya bisa dibilang menjadi penarik, sehingga organisasi HIPMI sangat digandrungi anak muda, untuk menjadi pengusaha muda.
Banyak diantara mereka anak pejabat dan pejabat. HIPMI dikenal menjadi wadahnya para prefesional dibidang kewirausahaan. Ia selalu terlibat menjadi pembicara atau diskusi tentang generasi muda. Dia dianggap memiliki pandangan luas, gesit bergerak, dan memiliki pemikiran jauh ke depan.
Alkisah dia berkisah kepada peserta acara diskusi, bahwa pernah barang kelontong di pasar swalayan miliknya seret. Tidak laku- laku sampai terjual begitu lama. Banyak pengunjung tetapi jualannya malah tidak tumbuh. Dia kemudian menceritakan strategi apa yang akan kamu mungkin ambil.
Pertama Abdul mengamati langsung dan mempelajari data angka datang. Ia berkesimpulan bahwa daya beli masyarakat rendah. Bahwa dibutuhkan gerakan meniakan pendapatan masyarakat. Inilah cikal lahirnya HIPMI, dimana dia menjadi pendirinya pada 1979, demi bisa menaikan ekonomi masyarakat.
Dia menggalang para pengusaha baru terlahir. Abdul Latief menjadi ketua umum pertama organisasi anak muda tersebut. Para anggota HIPMI didorong membangun usaha, demi menarik produksi dan pendapatan masyarakat. Abdul pun membantu mereka untuk menjual barangnya di pasar swalayan miliknya.
Ia juga mendorong ekspor alih- alih bertahan. Tidak perlu bergantung kepada daya beli masyarakat. Ekspor meningkat berarti membantu pemerintah mengelola ekonomi. Hasilnya daya beli masyarakat ikut naik melalui aneka kebijakan stimulus.
Pengusaha konglomerat ini melihat bahwa usaha kecil merupakan landasan. Mereka menopang daya beli masyarakat bawah. Ketika pengusaha lain berbondong melirik industri berat. Abdul Latief fokus meningkatakan ekonomi kerakyatan.
Ia dipercaya menjadi Ketua Kompertemen Perdagangan dan Koperasi KADIN masa 1979- 1982. Dia menjadi sosok yang menyadari kesenjangan diantara pengusaha. Semenjak ia menduduki puncak kepimpinan Pasar Sarinah memang sudah nampak berbeda.
Dia telah terlihat menjadi sosok yang peduli akan ekonomi masyarakat. Mampu membangkitkan pendapatan pasar swalayan berkat kerja sama. Abdul memilih merangkul usaha kecil- menengah dalam naungan usaha miliknya.
Ia empat dianugrahi gelar "Pahlawan pengusaha kerajinan rakyat Indonesia". Namanya juga dilirik Ir. Ganjar Kartasasmita, Menteri Muda urusan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Abdul digayang menaikan produksi dalam negeri, sekaligus membumikan produk tersebut ke khalayak ramai.
Pada akhir tahun 1984, Pasar Sarinah Jaya kepunyaanya di Blok M terbakar. Inilah cobaan pertama bagi Abdul sebagai pengusaha berpengalaman. Kerugian dialaminya mencapai ratusan miliar rupiah, kehilangan puluhan ribu pengunjung, dimana gedung hangus harus diperbaiki total segera.
Pasar swalayan berhenti total menyisakan 2000 usaha kecil suplier tanpa arah. Dia juga berhadapan dengan pilihan bagi kurang lebih 1.200 karyawan. Alih- alih dia memberhentikan mereka semua, malah disuruh belajar kembali dari manajemen, bahasa Inggris, dan accounting.
Ia bahkan merogoh kocek mendatangkan pelatih dari Singapura dan Hong Kong. Disisi lain pilihan buat bertahan menyisakan harapan. Bahwa pihak asuransi mau menanggung sebagian kerugian dari kebakaran.
Bantuan datang dari rekan, teman- temannya, juga dari pemerintah dan pihak swasta dikenal. Ini menjadi titik terang bagi Abdul membangun kembali. Kerugian puluhan miliar bertahap menghilang dari pikirannya. Dia menyusun kembali jalan- jalan bisnis yang sudah sempat terputus.
Disana, di atas bekas gedung tersebut terbakar, berdirilah megahnya Pasaraya Sarinah lebih daripada dahulu. Bangunan sembilan lantai seluas 42.000 meter. Pengunjung pasar ini sampai 100.000 orang perharinya. Total 40% dari pengunjung merupakan pembeli rutin datang berbelanja.
Pertahun penjualan naik menambah modal Abdul berekspansi. Berdirilah Alatief Corporation dengan banyak rekanan perusahaan kecil. Mereka dibimbing dan diajak kerja sama dalam naungan. Dan tidak hanya ritel, usahanya juga merambah properti dan bisnis- bisnis lain.
Gedung Sarinah Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, telah menjadi tempat ikonik dengan banyak toko berderet. Dari pagi sampai malam, dalam gedung bertingkat sembilan tersebut, ada segala macam pakaian trendi, barang elektronik, dan macam- macam kerajinan.
Gedung bernilai Rp.200 miliar tersebut menaungi usaha- usaha kecil. Dia pun menyayangkan berdiri banyak toko modern tanpa sensitifitas. Mereka lebih senang menjual produk- produk ekspor. Para pengusaha bermodal besar bahkan membawa pasarswalayan asing seperti SOGO, asal Jepang.
Dia sempat memprotes karena otomatis mematikan usaha lokal. Mereka memangsa pasar tradisional dan mematikan bisnis eceran. Bayangkan SOGO, saat itu, bukannya memajukan produk dalam negeri malah membawa 805 produk impor.
Pasaraya Sarinah sendiri merupakan konsep berbisnis tanpa meninggalkan. Abdul mendirikan tempat ini diatas lahan luas Blok M. Dimana namanya belum seramai sekarang, hingga Pasaraya Sarinah menggaet lebih banyak, lambat laun terisilah kapling- kapling sekitaran Sarinah Blok M sendiri.
Memang bila memasukan barang ke pasarswalayan modern menjanjikan. Namun apakah sanggup, belum lagi pemilik gedung memiliki modal besar, mereka lebih memilih mematikan usaha kecil di sekitaran mereka. Mereka tidak mempedulikan produk apa, siapa, dipajang tetapi berapa banyak akan terjual.
Pasaraya Sarinah lebih memilih mendorong usaha kecil berkembang. Mulai dari model baju, yang mana dikembangkan desainnya, bahkan seperti model di negara- negara mode seperti Prancis. Ini tidak sulit karena dia memiliki kesenangan akan mode pakaian.
Bila supermarket lain mementingkan produk terstandarisasi bahkan impor. Maka Pasaraya Sarinah mengedepankan produk kreatif. Dibutuhkan staretegi khusus biar pembeli tidak merasa bosan. Abdul menginstrusikan melakukan aneka inovasi.
Biasanya toko- toko nampak monoton direnovasi nampak lebih menarik. Imajinasi digunakan buat mendesain ruangan toko lebih menarik. Pedagang juga harus kreatif menyusuk barang- barang. Dia menekankan budaya dalam penjualan dan pembuatan produk juga.
Selain berbisnis pasar swalayan, Abdul Latief merambah budidaya benur di Bulikumba, Sulawesi Utara. Usaha ini menghasilkan benur 100 juta pertahun. Ia lalu membuka tambak udang dengan luas 120 hektar menghasilkan 4 ton perhektar.
Usaha agro yang mampu panen dua sampai tiga kali dalam setahun. Abdul Latief juga mengelola usaha asuransi, perkebunan, penerbitan buku, jasa periklanan, dan lain- lain. Spesifik ia tertarik buat membangun bisnis pendidikan untuk membangun manusia.
Ia pernah tercatat menjadi Direktur Akedemi Pimpinan Perusahaan Department Perindustrian. Juga kemudian mendirikan Politeknik, yang mana dibawah Yayasan Abdul Latief dan diketuai dirinya sendiri. Abdul Latief sang pendiri HIPMI selalu nampak bugar walaupun telah setengah abad.
Dia masih sering disebut sebagai pengusaha muda. Penampilannya masih menarik, modis, dan trendi mengikuti perkembangan jaman. Demi kesehatan dia melakukan general cek up dua kali setahun, main golf, joging, senam, dan olah raga pagi.
Tahun 1945 dan 1966, suasana politik kacau balau, demonstran bergerak memenuhi jalan raya sampai bakar- bakar. Tampak sosok Abdul Latief nampak membagikan makanan ke para pendemo. Dalam suasana kacau tersebut ia malah mendapatkan pekerjaan.
Dia belajar mengenai manajemen toserba dan supermarket di Seibu Group, Tokyo. Sepulangnya dari Jepang, Abdul menikahi Nursiah, gadis tetangga yang di Jakarta pada tahun 1967.
Abdul lulusan Akademi Pemimpin Perusahaan (APP), Jakarta. Pada 1963, dia meraih cumlaud dan mendapatkan tawaran kerja di Stanvac di Sungai Gerong. Perusahaan perminyakan asing yang telah menjanjikan gaji menarik dan karir menjanjikan.
Akan tetapi, gurunya di APP menyarankan lain, disuruhnya dia bekerja di Pasar Sarinah. Perusahaan pasar swalayan milik pemerintah tersebut dianggap lebih menjanjikan. Mungkin bagi pandangan kita yang sekarang tentu terbalik.
Tetapi Abdul setuju mengembangkan toko serba ada terbesar pertama yang ada di Indonesia. Anjuran sang guru belum nampak hingga perjalanan panjang. Abdul bertugas melakukan perencanaan. Dari sini, dia malah diajak belajar bahkan sampai keliling luar negeri, diminta pelajari iklim usaha negara- negara lain.
Dia berangkat ke Singapura, Jepang, Eropa, dan hingga Amerika. Berjalannya waktu dia mempelajari banyak hal mengenai perdagangan. Kemudian berselang beberapa waktu, Abdul Latief diangkan menjadi Pimpinan Promosi Penjualan dan Pengembangan PT. Department Store Indonesia Sarinah.
Banyak dia menimba pengalaman dan pengetahuan. Berkat bekerja di Sarinah, dia menjalin relasi bisnis kuat diantara pemain dalam negeri maupun luar negeri, dalam delapan tahun semua pekerjaan telah dilalui. Dia mampu menyelesaikan tantangan demi tantangan masa depan.
Abdul mampu membawa Sarinah menghadapi persaingan masa depan. Dalam biografi Abdul Latief, mendapatkan perhatian pimpinan Sarinah, itu berkat kemampuan mengaplikasikan konsep Jepang ke dalam negeri. Inilah cikal dirinya disekolahkan sampai ke Jepang demi mempelajari pasar swalayan.
Pulang dari Jepang seperti dikisahkan di atas, menikah dan sudah memiliki karir mapan, membawa pulang uang dan mobil. Relasi bisnisnya begitu luas terbesar diluar dan dalam negeri. Inilah cikal- bakal dirinya mapan mendirikan perusahaan sendiri.
Di tahun 1971, pengusaha konglomerat properti ini memulai usaha kecil- kecilan di bidang ekspor- impor. Uang hasil keuntungan digunakan mebeli tanah luas temannya. Kebetulan dia tengah butuh uang. Di tahun yang sama, ia mulai menjaminkan tanah- tanah untuk mendapatkan kredit bank.
Total dia mendapatkan uang Rp.30 juta diperoleh dari BDN. Uang kemudian diputar buat menambah modal maka jadilah PT. Latief Marda Corporation, yang bergerak di bidang ekspor- impor. Dia tidak sendiri tetapi dibantu adiknya, Abdul Muthalib, bersama mengembangkan usaha ini.
Pengusaha satu ini getol membeli tanah sebagai investasi jangka panjang. Keberhasilan pertamanya ialah ketika menjual tanah sangat mahal di jalan Jakarta By Pass. Uang sangat banyak itu digunakan demi membangun PT. Indonesia Product Centre Sarinah Jaya.
Ya, nama tersebut memang didedikasikan buat tempat awal bekerja, perusahaanya itu juga di bidang sama yakni pasar swalayan. Nama tersebut begitu historis sampai kebawa sampai sukses sekarang. Ia mondar- mandir Jakarta dan Singapura.
Dari bisnis eskpor- impor kemudian mengembangan properti mandiri. Ia bukan lagi juragan tanah tapi mengembangkan bangunan. Proses bisnis panjang menghasilkan pundi- pundi rupiah. Abdul memilih menginvestasikan kembali melalui Pasaraya di Blok M.
Pasaraya Blok M menjadi salah satu gedung mentereng di tahun 1981. Ini mengukuhkan dirinya menjadi pengusaha, pedagang, yang patut diperhitungkan. Berkembang dia mampu mendapatkan julukan konglomerat -istilah yang tidak disukainya- , namun itulah dia mampu tumbuh menggeluti usaha dagang.
Pilihan Tepat
Tiap kesuksesan merupakan buah pilihan dahulu kita geluti. Abdul tidak salah ketika menerima kerja di perusahaan milik negara. Alhasil dia menjadi sosok kesayangan pemerintah ketika masa tersebut. Ia dihormati pemerintah karena meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia.
Sang pengusaha mampu menggairahkan usaha ritel ketika masa awal. Ia mampu memberikan banyak pekerjaan bagi anak muda. Keaktifan di HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), membuat Abdul Latief mendorong lebih banyak anak muda, ini menjadi salah satu penyaluran kesukaannya akan organisasi.
Dia nampak segar dan sehat ketika menjadi pengusaha sukses. Pakaiannya trendi, gemar olah raga, dan selalu bersemangat menarik perhatian. Ia memiliki idealisme tersendiri mengenai membangun bangsa. Kesukaan akan berogranisasi disalurkan melalui organisasi himpunan para pengusaha ini.
Penampilan bugar dan nampak lebih muda daripada umur sebenarnya. Dia mampu menarik perhatian menjalin jaringan baru. Dikenal pula ia lihai bernegosisasi hingga mendapatkan mitra bisnis strategis. Dengan sifat profesional dan dedikasi membuatnya dipercaya oleh banyak orang.
Bahkan, rekan bisnis luar negeri sangat mengingat dirinya, walau jalinan kerja sama telah berhenti atau belum terealisasi. Orang mudah mengenal dia sebagai sosok pengusaha kawakan. Dirinya bisa dibilang menjadi penarik, sehingga organisasi HIPMI sangat digandrungi anak muda, untuk menjadi pengusaha muda.
Banyak diantara mereka anak pejabat dan pejabat. HIPMI dikenal menjadi wadahnya para prefesional dibidang kewirausahaan. Ia selalu terlibat menjadi pembicara atau diskusi tentang generasi muda. Dia dianggap memiliki pandangan luas, gesit bergerak, dan memiliki pemikiran jauh ke depan.
Alkisah dia berkisah kepada peserta acara diskusi, bahwa pernah barang kelontong di pasar swalayan miliknya seret. Tidak laku- laku sampai terjual begitu lama. Banyak pengunjung tetapi jualannya malah tidak tumbuh. Dia kemudian menceritakan strategi apa yang akan kamu mungkin ambil.
Pertama Abdul mengamati langsung dan mempelajari data angka datang. Ia berkesimpulan bahwa daya beli masyarakat rendah. Bahwa dibutuhkan gerakan meniakan pendapatan masyarakat. Inilah cikal lahirnya HIPMI, dimana dia menjadi pendirinya pada 1979, demi bisa menaikan ekonomi masyarakat.
Dia menggalang para pengusaha baru terlahir. Abdul Latief menjadi ketua umum pertama organisasi anak muda tersebut. Para anggota HIPMI didorong membangun usaha, demi menarik produksi dan pendapatan masyarakat. Abdul pun membantu mereka untuk menjual barangnya di pasar swalayan miliknya.
Ia juga mendorong ekspor alih- alih bertahan. Tidak perlu bergantung kepada daya beli masyarakat. Ekspor meningkat berarti membantu pemerintah mengelola ekonomi. Hasilnya daya beli masyarakat ikut naik melalui aneka kebijakan stimulus.
Pengusaha konglomerat ini melihat bahwa usaha kecil merupakan landasan. Mereka menopang daya beli masyarakat bawah. Ketika pengusaha lain berbondong melirik industri berat. Abdul Latief fokus meningkatakan ekonomi kerakyatan.
Ia dipercaya menjadi Ketua Kompertemen Perdagangan dan Koperasi KADIN masa 1979- 1982. Dia menjadi sosok yang menyadari kesenjangan diantara pengusaha. Semenjak ia menduduki puncak kepimpinan Pasar Sarinah memang sudah nampak berbeda.
Dia telah terlihat menjadi sosok yang peduli akan ekonomi masyarakat. Mampu membangkitkan pendapatan pasar swalayan berkat kerja sama. Abdul memilih merangkul usaha kecil- menengah dalam naungan usaha miliknya.
Ia empat dianugrahi gelar "Pahlawan pengusaha kerajinan rakyat Indonesia". Namanya juga dilirik Ir. Ganjar Kartasasmita, Menteri Muda urusan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Abdul digayang menaikan produksi dalam negeri, sekaligus membumikan produk tersebut ke khalayak ramai.
Pada akhir tahun 1984, Pasar Sarinah Jaya kepunyaanya di Blok M terbakar. Inilah cobaan pertama bagi Abdul sebagai pengusaha berpengalaman. Kerugian dialaminya mencapai ratusan miliar rupiah, kehilangan puluhan ribu pengunjung, dimana gedung hangus harus diperbaiki total segera.
Pasar swalayan berhenti total menyisakan 2000 usaha kecil suplier tanpa arah. Dia juga berhadapan dengan pilihan bagi kurang lebih 1.200 karyawan. Alih- alih dia memberhentikan mereka semua, malah disuruh belajar kembali dari manajemen, bahasa Inggris, dan accounting.
Ia bahkan merogoh kocek mendatangkan pelatih dari Singapura dan Hong Kong. Disisi lain pilihan buat bertahan menyisakan harapan. Bahwa pihak asuransi mau menanggung sebagian kerugian dari kebakaran.
Bantuan datang dari rekan, teman- temannya, juga dari pemerintah dan pihak swasta dikenal. Ini menjadi titik terang bagi Abdul membangun kembali. Kerugian puluhan miliar bertahap menghilang dari pikirannya. Dia menyusun kembali jalan- jalan bisnis yang sudah sempat terputus.
Bisnis Ritel Indonesia
Disana, di atas bekas gedung tersebut terbakar, berdirilah megahnya Pasaraya Sarinah lebih daripada dahulu. Bangunan sembilan lantai seluas 42.000 meter. Pengunjung pasar ini sampai 100.000 orang perharinya. Total 40% dari pengunjung merupakan pembeli rutin datang berbelanja.
Pertahun penjualan naik menambah modal Abdul berekspansi. Berdirilah Alatief Corporation dengan banyak rekanan perusahaan kecil. Mereka dibimbing dan diajak kerja sama dalam naungan. Dan tidak hanya ritel, usahanya juga merambah properti dan bisnis- bisnis lain.
Gedung Sarinah Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, telah menjadi tempat ikonik dengan banyak toko berderet. Dari pagi sampai malam, dalam gedung bertingkat sembilan tersebut, ada segala macam pakaian trendi, barang elektronik, dan macam- macam kerajinan.
Gedung bernilai Rp.200 miliar tersebut menaungi usaha- usaha kecil. Dia pun menyayangkan berdiri banyak toko modern tanpa sensitifitas. Mereka lebih senang menjual produk- produk ekspor. Para pengusaha bermodal besar bahkan membawa pasarswalayan asing seperti SOGO, asal Jepang.
Dia sempat memprotes karena otomatis mematikan usaha lokal. Mereka memangsa pasar tradisional dan mematikan bisnis eceran. Bayangkan SOGO, saat itu, bukannya memajukan produk dalam negeri malah membawa 805 produk impor.
Pasaraya Sarinah sendiri merupakan konsep berbisnis tanpa meninggalkan. Abdul mendirikan tempat ini diatas lahan luas Blok M. Dimana namanya belum seramai sekarang, hingga Pasaraya Sarinah menggaet lebih banyak, lambat laun terisilah kapling- kapling sekitaran Sarinah Blok M sendiri.
Memang bila memasukan barang ke pasarswalayan modern menjanjikan. Namun apakah sanggup, belum lagi pemilik gedung memiliki modal besar, mereka lebih memilih mematikan usaha kecil di sekitaran mereka. Mereka tidak mempedulikan produk apa, siapa, dipajang tetapi berapa banyak akan terjual.
Pasaraya Sarinah lebih memilih mendorong usaha kecil berkembang. Mulai dari model baju, yang mana dikembangkan desainnya, bahkan seperti model di negara- negara mode seperti Prancis. Ini tidak sulit karena dia memiliki kesenangan akan mode pakaian.
Bila supermarket lain mementingkan produk terstandarisasi bahkan impor. Maka Pasaraya Sarinah mengedepankan produk kreatif. Dibutuhkan staretegi khusus biar pembeli tidak merasa bosan. Abdul menginstrusikan melakukan aneka inovasi.
Biasanya toko- toko nampak monoton direnovasi nampak lebih menarik. Imajinasi digunakan buat mendesain ruangan toko lebih menarik. Pedagang juga harus kreatif menyusuk barang- barang. Dia menekankan budaya dalam penjualan dan pembuatan produk juga.
Selain berbisnis pasar swalayan, Abdul Latief merambah budidaya benur di Bulikumba, Sulawesi Utara. Usaha ini menghasilkan benur 100 juta pertahun. Ia lalu membuka tambak udang dengan luas 120 hektar menghasilkan 4 ton perhektar.
Usaha agro yang mampu panen dua sampai tiga kali dalam setahun. Abdul Latief juga mengelola usaha asuransi, perkebunan, penerbitan buku, jasa periklanan, dan lain- lain. Spesifik ia tertarik buat membangun bisnis pendidikan untuk membangun manusia.
Ia pernah tercatat menjadi Direktur Akedemi Pimpinan Perusahaan Department Perindustrian. Juga kemudian mendirikan Politeknik, yang mana dibawah Yayasan Abdul Latief dan diketuai dirinya sendiri. Abdul Latief sang pendiri HIPMI selalu nampak bugar walaupun telah setengah abad.
Dia masih sering disebut sebagai pengusaha muda. Penampilannya masih menarik, modis, dan trendi mengikuti perkembangan jaman. Demi kesehatan dia melakukan general cek up dua kali setahun, main golf, joging, senam, dan olah raga pagi.
Langganan:
Postingan (Atom)

