Kisah Pengusaha Muda Berbisnis Limbah Kulit Ikan

Profil Pengusaha Putu Ary Dharmayanti 


mendaur ulang kulit ikan
 
Layaknya pengusaha muda lain, Putu Ary Dharmayanti, memiliki hasrat besar untuk produknya. Bagaimana agar produk buatanya diakui masyarakat. Adalah kisah co- owner Yeh Pasih Leather, menyulap limbah kulit menjadi produk bernilai jual tinggi. Prosesnya yang ramah lingkungan membawanya hingga ke Eropa.

Dalam praktiknya industri penyamakan sapi masih bermasalah. Limbah dihasilkan mencemari lingkungan jika tidak dikelola benar. Merupakan salah satu penghasil devisa dari segi non- migas. Penggunaan bahan- bahan kimia berbahaya ditambah meningkatnya perburuan liar untuk kulit hewan tertentu.

Wanita 27 tahun, lulusan Teknologi Industri Pertanian Universitas Gajah Mada, yang ingin mengajak kita sebagai konsumen meninggalkan budaya buruk. Meninggalkan pemakaian fashion kulit yang prosesnya ini tidak ramah lingkungan, mengancam kelestarian satwa, maka bergabunglah dengan Yeh Pasih Leather.

Bisnis ramah lingkungan


Berawal dari keprihatinan akan limbah kulit ikan, di Pelabuhan Benoa, Denpasar, maka Putu Ary kemudian berpikir bagaimana merubah itu menjadi barang komersil. Tahun 2009- 2012, anak pertama dari tiga bersaudara ini, bersama sang ayah I Wayan Aryana melakukan riset, dan cocok karena latar belakangnya teknik kimia.

Putu Ary mendapati bahwa bisnis penyamakan kulit menggunakan kimia berbahaya, contohnya formalin atau krom. Kemudian pewarnanya juga, maka Putu Ary memilih menggunakan pewarna alami dan juga mencari pengawet nabati aman, seperti getah tumbuhan bakau.

Kerja sama antara anak dan ayah ini sangat tidak disangka. Menghasilkan produksi kulit ikan sama yang berkualitas tinggi dan diakui Badan Standarisasi Nasional (BSN). Di tahun 2012, beberapa tahun selepas dia lulus kuliah, dia fokus menggarap bisnis penyamakan kulit ikan sebagai co- owner dan co- foundernya.

Gadis berambu panjang ini memang dikenal sebagai pengusaha muda. Dia juga berbisnis budi daya lobster, restoran, juga bekerja sebagai public speaker di sebuah perusahaan, pernah dilakoni. "Namanya juga anak muda yang sedang mencari jati diri, saya akhirnya menemukan passion di bisnis keluarga ini," jelasnya.

Kenapa kulit ikan? Jawabanya gampang, karena Indonesia merupakan negara maritim, produksi ikannya sampai 47,6 juta ton atau setara 52 persen produksi dunia versi Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Bali sendiri merupakan sentra filet ikan terbesar kedua di Indonesia, dengan sekitar 23 unit usaha di Benoa.

Ada 40 persen bagian tubuh ikan yang dipakai, sisanya berupa kepala, tulang, ekor, dan kulit terbuang menjadi limbah. Satu usaha filet ini menghasilkan 3000- 4000 lembar limbah kulit per- hari.

Kulit ikan kan unik memiliki guratan- guratan. Bekas sisik itu sangat eksotis jika dijadikan produk fashion. Seratnya kuat juga cocok menjadi produk samakan. Tren melihat bahan kulit eksotis dan ekslusif memang tidak bisa dipungkiri. Pemain utama kulit ikan ada Australia, Islandia, Kanada, Rusia, dan Indonesia.

Keunggulan Indonesia adalah tidak mengenal musim. Ikan melimpah ruah hingga menunggu kita mampu atau tidak memanfaatkannya. Jika negara lain bahan bakunya tunggal yakni salmon, negara kita memiliki aneka ikan untuk disamak kulitnya.

Usahanya menggunakan tiga jenis ikan: ikan kakap, barramudi, dan mahi- mahi. Kakap memiliki ukuran sedang dengan permukaan kulit rapi. Cocok buat bahan baku tas, dompet, alas kaki, ikat pinggang, dan juga aksesoris.

Ikan barramudi ukuran sisik sedang, permukaan lebih panjang. Mahi- mahi punya sisik kecil, halus, jadi ini sangat potensial menggantikan kulit sapi, atau kulit sintetis untuk lapisan kulit sebuah produk. Dia dan ayah mengembangkan tiga unit mesin sendiri.

Meskipun sekala produksinya masih rumah tangga, Yeh Pasih Leather, sudah menjangkau luar negeri seperti ke Rusia, Prancis, dan Jepang. Mereka dibantu 10 pengrajin, dan 6 orang diantaranya merupakan tetangga mereka.

Besarnya publikasi dan mengikuti aneka pameran membuat pesanan lembaran kulit ikannya terus meningkat. Ia mengatakan untung diraih bisa sampai sekitar Rp.30 juta per- bulan. Kesuksesannya tidak mengalami kendala berarti. Kenaikan permintaan membuat dampat siginifikan dalam biaya operasi dan profit tentunya.

Permintaan dari luar negeri memang paling besar. Pembeli luar membeli hingga 10 ribu lembar dalam setiap bulannya. Bersyukur ada bantuan kredit Jamkrida Bali hingga kapasitas produksi sudah mencapai 3000 lembar. Putu Ary membeli kulit ikan sisa filet Rp.5 ribu per- kg di Benoa.

Jika dijual di dalam negeri, lembaran kulit ikan yang sudah ia proses seharga $3, maka jika dikirim ke luar negeri harganya $14 per- lembar. Prinsip bisnis Yeh Pasih Leather adalah bebas limbah. Sisik ikan yang tidak terpakai masih bisa dijadikan cangkang kapsul. Daging ikan yang menempel bisa diolah abon atau pakan ternak.

Pemanfaatan kulit ikan merupakan solusi untuk Indonesia. Bagaimana kita nanti bisa menjadi pemain besar di industri kulit dunia. Putu Ary mengajak semua anak muda untuk menjadi wirausaha, bukan cuma duduk dan menjadi pekerja semata. "Bisnis terbaik adalah bisnis yang segera dimulai," ia menuturkan.

Biografi Bisnis Rambut Ekstensi Miliaran Berkat Online

Profil Pengusaha Diishan Imira


pengusaha rambut palsu
 
Namanya Diishan Imira, dia adalah pendiri dibalik startup Mayvenn, yang merupakan ide sederhana tetapi cukup menarik investasi besar. Selena Williams, sang Ratu Tenis, salah satu tercatat menanamkan uangnya di bisnis yang dijalankan Imira.

Bisnis apa sih kenapa disebut sebagai bisnis kuda hitam. Imira sendiri adalah seorang penata rambut, salah satu pemilik salon kulit hitam, spesialisasinya tentang weaveologist, atau orang yang ahli dalam hal bagaimana memperbaiki gelombang rambut kamu atau semacamnya.

Dalam sebuah pasar yang tidak terbaca, seperti bisnis rambut. Penetrasi pasar menjadi begitu abu- abu. Butuh sebuah inovasi yang besar untuk memasuki ke dalamnya. Dengan kemampuan menggunting hingga bagaimana mendistribusikannya ke dalam bisnis jutaan dollar.

Dia merupakan salah satu pendiri Mayvenn. Sebuah perusahaan yang fokus kepada produk rambut ekstensi atau rambut tambahan. Berdiri di Oakland, California, perusahaan tersebut dikonsep sebagai tempat untuk para klien membeli rambut sambungan. 

Harga per- bundle antara 20%- 25% komisi untuk stylis di website mereka.

Dia berpikir awalnya bagaimana membantu saudara perempuannya. Dia ingin menjual rambu sambungan melalui internet. "Saudara perempuan saya sekarang adalah seorang stylist di LA, dan dia mau masuk ke bisnis menjual rambut sambungan untuk dipakai setiap hari," lanjut dia.

Hanya lima persen saja pemilik salon atau stylist di Amerika yang menjual rambut sambungan. Khususnya untuk mereka wanita kulit hitam. Bahkan produk dijual di Mayvenn, bahan baku utamanya merupakan rambut dari Asia, yang memiliki tiga tekstur utama.

Kurangnya modal usaha ataupun tempat penyimpanan merupakan masalah klasik. Panggilan dari sang saudara perempuan itulah yang memanggilnya. "Itu tahun 2012 silam, saya baru saja menyelesaikan MBA dan sudah bekerja di Afrika Barat untuk internship Ernst&Young."

"Saya tau saya mau memulai sebuah perusahaan online, tetapi saya tidak tau saya mau melakukan apa," ia menjelaskan

Seorang traveler sejati yang juga sibuk mengimpor barang -seperti sepatu sneaker, furnitur, dan barang seni- semuanya dari berbagai penjuru dunia. Dia kemudian memutuskan membantu sang adik. Dia mulai mencari banyak suplier, membawa barang tersebut sampai ke Oakland.

Caranya dia akan mendatangi salon- salon. Imira akan mulai bertanya tentang rambut dan kerja sama bisnis. "Bisakah anda dapat lebih banyak (untuk saya)?" ujarnya. Dia mulai menjual juga rambut sambungan itu dengan berbekal mobil. Mulailah dia melihat gambaran besar distribusi bisnis rambut sambungan itu.

Dengan latar belakang pendidikan manajemen suply. Juga pengalaman investasi luar negeri pula. Makalah Sang MBA dari Georgia State University, tau bahwa dia bisa menjadikan stylist sebagai jalan bagianya ke dunia entrepreneurship, lewat rambut sambungan.

Mayvenn membantu para stylist, memberikan mereka akses gratis, tempat berjualan, dan suport 24 jam untuk berbisnis. Barang dari Mayvenn garansi 30 hari datang atau uang kembali. Pembeli bisa memakai, mencuci, mewarnai, memotong, dan jika mereka tidak suka bisa dikembalikan.

Para stylist ditugaskan bagaimana memberi layananan. Sementara rambut sambungan nanti dari perusahaan Imira. "Kami akan memberikan komisi 25% penjualan ke alamat bank anda," jelasnya. Setiap penjualan senilai $600, para stylist akan mendapatkan $100 kredit rambut untuk membeli rambut.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba