Jualan Old Denim Pengusaha Muda Berkonsep Custom Jins

Profil Pengusaha  Fize Firmansyah


pengusaha muda old denim

Tidak mampu beli celana jins jadi pengusaha muda. Fize Firmansyah patut menjadi contoh memulai bisnis. Pengusaha muda yang memulai karena kegusaran diri. Fize tidak mampu membeli celana jins. Hingga muncul ide bisnis untuk membuat celana jins lebih murah. 

Dia membangun jins bermerek Old Face Denim. Awalnya, tahun 2009, ia pernah membeli celana jins berharga mahal. Satu jins seharga sampai 1- 2 juta rupiah. Sabulan kemudian mampu membeli satu celana lagi.

Ukuran tidak sesuai terlalu ketat tidak cocok buat dia, padahal beli mahal. "Kurang cocok untuk saya yang kurus," ujar Fize

Dua pengalaman diatas menjadi kegusaran. Dia ingin membuat celana jins sendiri. Coba bayangkan sudah membeli mahal tetapi ukuran tidak pas. Seorang teman lantas menyarangkan Fize untuk menjahit custom.

Lulusan Ilmu Sejarah UI ini, kemudian menjahit celana jins sendiri ke tukang jahit custom. Beberapa kali datang ke tukang jahit belum sesuai. Pesanan tidak sesuai hingga berulang kali. Baru Fize baru bisa mendapatkan celana pas.

Inspirasi Pengusaha Muda


Ide bisnisnya ingin semua orang bisa membeli produk berkualitas dan murah. Dari bahan yang tidak kalah berkualitas bagus. Bisnis pertama dimulai pada tahun 2010 silam. Masih bergelar mahasiswa sudah menjadi pengusaha muda.

Merek Old Face Denim resmi berdiri 25 Januari 2011. Hambatan terbesar ialah memasarkan produk baru. Tidak mudah membangun kepercayaan brand. Bermodal contoh bahan, bisnis Fize bermodal cekak. Marketing mulut ke mulut menjadi andalan Fize Firmansyah.

Banyak orang tertarik membeli produk karena sosmed. Marketing gencar dilakukan dia ke berbagai sosial media. Tidak pernah merasa putus asa dan percaya diri. Mulai jualan di Kaskus, Facebook, dan Twitter, dilakukan. Hingga akhirnya ia mampu menggaet satu orang reseller jins.

Resmi Old Face memang punya satu reseller. Lambat laun produk mulai menyebar viral. Satu orang reseller menjual ke orang lain untuk dijual lagi. Teman Fize lalu membantu mengurus Twitter, FB, dan Kaskus. Temannya mendapatkan komisi setiap satu kali penjualan jins.

Produk aneka jins dijual antara Rp.245 sampai Rp.295 ribu. Ada produk celana pendek, jaket, celana panjang, hotpants, rok mini.dll. Fize menerapkan konsep custom bisnis. Mengukur sendiri ukuran pelanggan. Garansi siap dirombak jika ukuran tidak sesuai kenyamanan pembeli.

Bisnis custom memastikan produk sesuai keinginan. Dia ingin menonjolkan sisi tersebut. Kalau tidak sesuai bisa dikembalikan. Celana jins jualannya masih bisa diperbaiki kembali. Pengusaha muda Fize juga menerapkan konsep COD ketika berjualan, atau membayar ketika barang sampai.

Tidak mau bermalas- malasan berbisnis. Fize juga menerapkan penjualan langsung. Mendatangi para pembeli langsung ke rumah. Pembeli diukur di tempat tanpa menunggu. Adapula produk ready stock untuk dijual di bazar. Sebulan ia mampu menjual 30- 40 potong pesanan jins.

Walau gagal mencapai target 50 potong tetap semangat. Terjual 30- 40 potong diakui lumayan puas. Hal terpenting bagi pengusaha ikhlas dan bersabar. Yang terpenting tujuan membangun bisnis telah tercapai. Ia berhasil menjual celana jins murah dan sesuai ukuran pelanggan.

Kualitas merupakan nomor satu ketika berbisnis. Fize merasakan betul ketidak puasan. "Karena kalau membeli selama ini tidak sesuai," pengusaha ini berujar. Jahitan produk Fize rapi, bagus, dan nyaman sesuai ukuran.

Pengusaha Fize tidak mau berhenti berjualan. Harapan mendirikan toko sendiri berkibar. Pelanggan setia sudah bertanya kapan membuka. Saran tentang toko juga diberikan pelanggan. Mereka berharap toko Old Denim mudah dijangkau.

Umur 23 tahun ini lantas membagikan kunci sukses. Anak muda harus memiliki konsep berbisnis. Jangan terlalu banyak teori kewirausahaan. Pokoknya kamu harus langsung lakukan. Jadi pengusaha muda yang terpenting eksekusi dan perbaiki di jalan.

"Jangan terlalu banyak mikir, malah tidak jadi," saran dia kepada pemula

Mulailah berbisnis dari bawah sekali. Dari nol belajar menjual barang berdasarkan kebutuhan. Ada pembeli yang khusus menyukai produk ekslusip. Dimulai dari berjualan jumlah kecil dulu. Bertahap kamu akan menjual lebih banyak jika telaten.

Pengusaha Es Krim Bangkit dari Keterpurukan Hampir Bangkrut

Profil Pengusaha Gary Dear


jualan es krim inspiratif
 
Menjadi pengusaha es krim tidak mudah. Apalagi tinggal di tempat terpencil. Perubahan besar datang ketika bisnis bertemu teknologi. Pengusaha es krim 61 tahun yang beruntung karena trend Pokemon Go. Akhirnya bisnis Gary Dear yang hampir bangkrut terselamatkan.

Umurnya 61 tahun berpakain nyentrik seperti Bob Sadino. Profil Pengusaha es krim asal Washington, didekat Seattle, Amerika. Gary Dear membuka usaha es krim kecil bernama Mad Hatter. Selama lima tahun jatuh bangun mempertahankan usaha tersebut.

Hingga bulan Juni, dia sempat mengatakan tutup usaha karena alasan. Tidak jelas tetapi dia menyebut semua demi kebaikan. Setelah diselidiki ternyata Gary tengah sakit. Dia tidak mampu lagi mengelola bisnis. Tetapi alasan utama bisnis Gary tutup karena sepi pembeli.

Gary Dear sempat memilih untuk menyerah. Sampai booming Pokemon Go melanda dunia. Jadilah dia tidak memilih tutup. Di Pokemon Go muncul banyak area Poke Stop. Tempat pemain berhenti dan mencari poke ball. Mereka mulai sadar keberadaan kedai es krim milik Gary disana.

Diseberang jalan Mad Hatter's Ice Cream mereka berdiri. Mungkin karena kepanasan mereka melirik bisnis Gery. Sambil mengambil istirahat dari bermain game. Orang- orang mengunjungi bisnis Gary agar segar kembali. Gery mendapatkan penjualan tidak cuma sedikit.

Gery senang karena penghasilannya berlipat ganda. Bahkan penjualan meningkat tiga kali lipat. Dari sebelumnya Gery menyerah berwirausaha. Dua hari kemudian dia merekrut pegawai tambahan. Dia tidak pernah menyangkan bisnisnya akan untung besar.

Pengusah es krim ini akan terus menghitung untung. Paling tidak sampai trend Pokemon Go berakhir. Seorang pemain Pokemon Go menjelaskan. Jika tidak ada Poke Stop dia tidak akan beli es krim. Ini bukanlah cerita pertama tentang pengusaha es krim.

Dibeberapa tempat bisnis es krim lain ikut merasakan. Kesempatan tersebut dimanfaatkan mereka lewat aturan khusus. Salah satunya bisnis es krim truck bernama Mr Whippy. Mereka membuat aturan khusus untuk pemain. Tujuan mereka mengambil lebih banyak pengunjung.

Mereka fokus mengamati trend Pokemon Go. Memastikan ketika berhenti di tempat tepat. Truck es krim mereka sudah siap memberikan layanan. "Kami sangatlah mengamati trend pembeli yang aktif bermain Pokemon Go... jadi itu di dalam radar kami," ujarnya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba