Perjuangan David Neeleman Menjadi Entrepreneur

Biografi Pengusaha David Neeleman


pemilik maskapai jetblue
 
Masing- masing individu punya kisah berbeda menjadi entrepreneur. Perkenalkan David Neeleman, dikenal memiliki beberapa usaha bidang penerbangan. Dia pemilik Morris Air, JetBlue Airways, Azul Brazilian Airlines, dan Breeze Airways.

Neeleman kelahiran Sao Paulo, Brazil, dan dibesarkan di Utah, Amerika. Dia keturunan Belanda dan Amerika. Dia tinggal di Brazil sampai umur 5.

Ayahnya adalah jurnalis, sekaligus kepala badan pers, namanya United Press International (UPI). Dia bekerja menjadi buraeu chief, dan ibunya asistennya, kemudia memilih menjadi ibu rumah tangga. Dan Neeleman merupakan anak laki- laki kedua dan tujuha bersaudara.

Pernah Bangkrut


Tumbuh dewasa, Neelaman memiliki kemampuan akademi buruk, dan bahkan akan dikembalikan ke kelas tiga. Ya Neelaman didiagnosis menderita ADD, yang ciri khasnya tidak memiliki kemampuan fokus pada suatu hal. 

Diakhir sekolah atas, dia bahkan masih kesulitan membaca. Neelaman tidak mampu menyelesaikan satu buku. Beruntung ia termasuk sosok tangguh dan tekun. Kerja kerasnya telah terbukti mampu membuka kesempatan masuk University of Utah.

Namun dia menyerah di tahun ajaran pertama atau masa mahasiswa baru. Dimana dia lebih memilih menjadi misionaris gereja. Dia bekerja untuk gereja selama dua tahun di Brazil. Mengajari orang agama Mormon, dia belajar mengenail penjualan dan kepemimpinan.

Ilmu penjualan atau selesman terbukti banyak membantu. Diakhir tahun mengabdi, Neeleman bisa membaptis dua ribu orang. Kembali ke Amerika Serikat, ia masuk ke University of Utah, dan lalu menikahi Vicki Vranes, pacarnya.

Mereka kemudian mempunyai anak pertama ditahun sama menikah. Jujur Neeleman tidak memiliki pandangan masa depan. Mau dibawa ke depan hidupnya sama sekali tidak jelas. Namun, diakhir- akhir semester akhir, kok dia menemukan kesempatan bisnis ketika kelas akunting.

Temannya memiliki bisnis kepemilikan tempat wisata. Dimana hak tersebut bersifat kecil atas suatu tujuan wisata. Tidak mudah mempromosikan karena memang bersifat pribadi. Kesulitan tersebut ia tanggapi menjadi peluang.

Gaji dibayar $124 perminggu ketika tidak disewa. Dia mengiklankan ke koran lokal dan mendapat $500 pertransaksi. Leeman untung ribuan dollar dari menyewakan. Dalam sehari dia mampu hasilkan tiga dari empat transaksi perhari.

Permintaan meningkat, Leeman begitu terkenal sampai mampu memberikan syarat khusus. Yakni memberi kamar lebih dan tunjangan penerbangan carter Hawaii. Bisnisnya meningkat, dan dia telah mampu hasilkan $100.000 diumur dua puluhnya, dan membuka agen perjalanan sendiri.

Masuk sekolah menengah akhir, bayangkan usianya masih 18 tahun dan memiliki 21 pegawai agensi. Dari bisnis tersebut menghasilkan pendapatan bulanan $8 juta. Dia yang merasa telah mandiri lebih memilih berhenti sekolah. Dia "melawan" saran orang tua dan memilih menjalankan bisnis.

David Neeleman pernah merasakan kegagalan kok. Bermula masalah dengan maskapai penerbangan tempatnya bekerja sama. The Hawaii Express, maskapai carteran tempatnya berkerja sama demi dapat paket penerbangan, tidak stabil sampai bangkrut.

Maskapai bangkrut menghentikan kerja sama agensi. Mereka kehilangan uang karena tidak mampu bersaing. Disisi lain, David merupakan agensi yang percaya akan perusahaan penerbangan itu. Malah dia lantas kehilangan semua karena menaruh lelur dalam satu keranjang.

The Hawaii Express bangkrut, David kehilangan $500.000 uang klien dan ikutan tutup. Itu ditambah pihak hotel menolak refund pesanan. Padahal dia begitu percaya diri karena perusahaannya bebas hutang.

Ternyata semua berbalik, sampai membuatnya memutuskan kapok berbisnis travel wisata. Bukan lagi menjadi entrepreneur, David hanya pengangguran berusia 22 tahun tanpa ijasah. Masalahnya dia memiliki istri dan dua anak dihidupi.

David harus bangkit meskipun mundur menjadi pegawai. June Morris, pimpinan Morris Travel, sang pemiliki agensi bernilai $50 juta dan memiliki ribuan agensi. David mungkin tidak berijasah. Tetapi pengalamannya sebagai salesman telah terdengar dan diakui.

Setelah mendengar dari akuntannya, yang ternyata paman David, pengusaha wanita tersebut berani menawarkan kesempatan. Dia memanggil untuk direkrut pegawai. Awalnya dia menolak telephon ajakan June bekerja. Dia lebih ingin masuk ke bisnis kain, kapok masuk ke bisnis travel kembali.

June bekerja keras sampai akhirnya setuju bergabung. David tidak berapa lama menjadi pegawai terbaik di Morris Travel. Dia mampu bernegosiasi dengan klien kelas atas, dari hotel dan pesawat terbang, dan mampu membawa koneksi bisnis ke dalam agensi Morris.

Menjadi entrepreneur sudah mendarah daging. David memiliki banyak ide dalam otaknya, yah ini merupakan efek "penyakit", tetapi disukuri sebagai berkah hidup. David menyadari bahwa ADD -nya memberikan setumpuk ide brilian.

Wujud syukurnya berhenti mengkonsumsi obat- obatan. David mencoba mengendalikan ADD -nya, bukan mengobati. Ide terbaiknya ialah menginisiasi pemberian diskon. Dimana June, di tahun 1984, memiliki penerbangan murah dari Salt Lake City, Utah ke Los Angles, California.

Ia mampu menciptakan ide traveling tanpa tiket, pemesanan online, dan sistem work from homes. Di 1994, Morris Travel mampu menjual tiket senilai $129 juta, sekaligus menjadikan David seorang pegawai kaya raya diusia 34 tahun.

Perusahaan tempatnya kemudian masuk akuisisi Sothweastern Airlines, dibawah CEO Herb Kelleher. Walau David dan Herb memiliki keseganan mutual. Namun siapa sangka, dulu menjadi yang terbaik, malah nasibnya bekerja cuma 5 bulan dalam masa akuisisi tersebut; dia menangis.

Dia mendatangani kompensasi tanpa kontrak senilai lima tahun. David naik karir bekerja menjadi CEO OpenSkies, yakni perusahaan pemesanan dan cek ini online, yang diakuisisi HP pada 1999. Ia menjadi salah satu pendiri WestJet, maskapai yang menjadi terbesar kedua di Kanada dalam 5 tahun.

Karir Entrepreneur


Berkantong tebal serta memiliki pengalaman dan koneksi. David percaya diri membuat maskapai di berbagai negara. Ide mengenai diskon di atas diaplikasikan, hingga lahirlah maskapai terbaik milik New York. Tetapi dia tidak mau sendirian mengajak investasi $120 juta orang lain.

Lahirlah JetBlue di 1999, yang mulai beroperasi sejak tahun 2000, maskapai diskon yang ternyata menawarkan layanan luxury atau mewah. Mereka menawarkan penerbangan murah mewah, dengan layanan, tempat duduk luas, sabuk pengaman kulit dan televisi satelit lima channel.

Dikombinasikan marketing luas membuatnya sukses besar. Kesukses JetBlue menjadi nomor  satu di tahun- tahun berturut. Sayangnya, ide David tidak semua bekerja baik, terutama pada Valentine Day tahun 2007 dimana New York City terkena badai salju ekstrim.

Badai salju parah membuat semua maskapai mundur, tidak terbang. Namun David punya ide tetap mengirimkan pesawat, berpikir badai akan berlalu. Alhasil pesawat- pesawatnya harus dilarang naik terbang karena badai besar.

Badai tidak berhenti. Sementara penumpang malah terjebak dalam pesawat selama berjam- jam. Ini membuatnya "didepak" menjadi CEO. Kejadian tersebut selalu dikenang menjadi masa terburuk bagi karir entrepreneur nya.

Dulu David pernah menyerah namun tidak akan pernah. Dia lanjut menciptakan maskapai Azul, dalam bahasa Portugis berarti "Biru", menawarkan penerbangan lebih murah dan cepat memiliki layanan bis masuk ke pedalaman.

Maskapai Brazil tersebut mengantongi nilai investasi $224 juta. Berdasarkan National Civil Aviation Agency of Brazil (ANAC), mengatakan bahwa maskapai Azul menguasai 13% penerbangan komersil di Brazil.

Penemu Plastik Ramah Lingkungan Pengusaha

Profil Pengusaha Sugianto Tandjojo


penemu plastik ramah lingkungan
 
Menjadi pengusaha bukan sekedar mencari keuntungan. Kamu dituntut menciptakan sesuatu, seperti menjadi penemu plastik ramah lingkuhan. Inilah Sugianto Tandiojo sudah berbisnis kantong plastik semenjak 1970 -an.

Dia memakai teknologi Oxium dan Ecoplas dalam pembuatan kantong plastik. Sugianto pun bertekat mampu menciptakan kantong ramah lingkungan. Ia telah menciptakan kantong plastik degradable plastic atau bisa hancur. Teknologi Oxium dan Ecoplas diterapkan dalam proses biji plastik. 

Sang alumni pasca- sarjana University of North Dakota ini, menjelaskan awal bisnisnya. Dia jujur tidak menyadari dampak lingkungan disebabkan plastik. Kesadaran Sugianto belum terbentuk, masih berbisnis kantong plastik biasa.

Masif pemberitaan akan sampah plastik diseluruh dunia mencengangkan. Bayangkan ratusan ribu ton terbuang dan sulit dihancurkan. Butuh ribuan tahun buat satu plastik mampu dihancurkan tanah.

"Bayangkan, kantong itu hancur sampai seribu tahun," tuturnya kepada PadangExpress.

Muncul kekhawatiran sampai berencana menciptakan daur ulang. Sepuluh tahun, Sugianto berjalan menelusuri sepanjang sungai citarum. Dia terbelalak melihat sebagian sungai menumpuk kantong- kantong plastik.

Pria 47 tahun berpikir bahwa plastik masih berasal dari lingkungan. Terbuat dari minyak yang berasal dari plankton. Namun memang, plastik sangat susah dioksidasi hingga tidak mudah hancur. Bahkan kalau sudah masuk air, kantong plastik bisa lebih susah sampai menutupi kali.

Ia berpandangan pasti ada suatu teknik mempermudah oksidasi. Teknik agar mikroba lebih efektif di dalam proses oksidasi plastik. Kantong- kantong plastik belanja di pasar membutuhkan waktu ideal seribu tahun. Disisi lain kantong plastik akan menutupi saluran air sampai tersumbat.

Sugianto memang jualan kantong plastik tetapi peduli. Dia ingin sekali menciptakan plastik ramah lingkungan. Pengusaha ini membutuhkan waktu dalapan tahun riset. Waktu ke Amerika, dia ketemu teknologi plastik berbahan jagung.

Teknologi plastik jagung terbukti efektif menggantikan peran plastik. Cukup efektif menghasilkan kantong yang mudah hancur. Namun masalahnya, teknologi tersebut memiliki selisih ongkos tinggi, dimana mencapai 300 persen dibanding bahan biji plastik.

Dua teknik besutan Sugianto tersebut bernama Oxium dan Ecoplas, keduanya mengurangi dampak buruk kantong plastik. Dua teknologi tersebut sudah dipatenkan. Pertama Oxium, dalam pemakaian biji plastik, Sugiarto tidak mengganti bahan lain melainkan menambahkan bahan tambahan.

Bahan aditif yang mampu membuat proses oksidasi dipercepat. Dari seribu tahun, menjadi cuma 2 tahun sudah mampu hancur. Kemuidan, keduanya, Ecoplas yang mana mirip teknologi jagung di Amerika Serikat.

Dimana Sugianto memakai bahan ketela sebagai pengganti bahan. Penggunaan tepung ketela ternyata menghasilkan bahan kantung tidak kalah. Bahan ketela mudah dihancurkan karena berbahan organik. Disisi lain, bahan ketela mampu mendorong perekonomian masyarakat kawasan pedesaan.

Secara langsung, para petani ketela tertolong, lantaran hasil panen dapat diserap industri kantong plastik ini. Bisa membuka lapangan pekerjaan pula. Inovasi tersebut membuat PT. Tirta Marta dapat penghargaan Pemprov DKI.

Bayangkan perusahaan besutannya menguasai hampir semua pasar ritel. Sugianto ingin memasukan produknya ke dalam pasar tradisional. Kapasitan 3000 ton perbulan untuk produk Oxium, dan 500 ton perbulan untuk Ecoplas.

PT. Tirta Marta menggandeng 12 perusahaan produsen kantong plastik. Sugianto mengatakan bahwa plastik hitam merupakan daur ulang. Sudah didaur ulang berkali- kali hingga sangatlah berbahaya. "Kondisi plastik sangat jelek. Harus diperbaiki," terangnya.

Diharapkan bencana kantong plastik Indonesia akan dicegah, namun dia berharap pemerintah bisa lebih getol mengedukasi.

Kisah Mahasiswa IPK Pas- Pasan Berwirausaha

Profil Pengusaha Hangga Pramudyanto


kisah mahasiswa ipk rendah

Dia memang mahasiswa IPK pas- pasan. Tidak punya kelebihan dalam akademis mau menjadi apa. Belum, takdirnya belumlah selesai karena masih terdapat jalan usaha. Inilah kenapa sosok Hangga Pramudyanto ngotot menjadi pengusaha.

Bagi sang insinyur, menjadi pengusaha juga berarti memberikan peluang kerja. Suatu kelebihan bila dibandingkan dia bekerja. Maka ketika masih mahasiswa, Angga sempatkan membuka usaha kecil- kecilan seperti jasa pengetikan.

Angga menceritakan IPK -nya kecil. Yaitu Indek Prestasi Kumulatif (IPK) dibawah 2,75, yang sudah masuk sangatlah standar, tidak jelek. Bisa dibilang Angga punya IPK sangat kecil dibandingkan rata- rata mahasiswa.

Mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas Pancasila 2004. Pengusaha muda kelahiran Jakarta, 21 Desember 1979, yang sempat sangat putus asa. Nilai segitu "tidak akan" diterima perusahaan buat dipekerjakan. "Saat itu, standar nilai IPK, kan, 2,75. Nilai saya dibawah itu," kenangnya.

Berwirausaha Saja


Nilai miliknya dibawah standar syarat menjadi pegawai. Namun dia tidak pernah malu, lantaran telah melewati masa sulit. Dia telah menjadi pengusaha sukses. Sejak awal dia memang sudah tidak minat menjadi pegawai. 

Tetapi ya, tetap saja, nilainya sangat memukul apalagi bila Hangga dihadapkan keluarga. Ketika mahasiswa pernah membuka usaha sablon. Tetapi dia gagal. Kemudian dia membuka usaha salon dan pernah jasa rental video game.

Ia merasakan uang banyak, meski nilai kecil, dari hasil keringat sendiri. Kewirausahaan telah menjadi bagian hidup sang mahasiswa. Lulus 2005, Hangga langsung membuka usaha dibawah bendera CV. Handal Karya, bermodal uang Rp.5 juta.

Dalam perjalanan Hangga mengajak rekan mengerjakan usaha. Namun bubar, akhirnya Hangga harus berjalan sendiri tetapi disanalah letak kesuksesan.

"Saat itu modal saya nekat, dan biaya bikin CV sekitar Rp.5 juta," ungkapnya. Perusahaan pembuatan gambar arsitektur dan kontraktor. CV. Handal Karya merupakan wujud kenekatan tanpa pengalaman. Dia bahkan punya ijazah tidak menjanjikan!

Satu pengalaman Hangga ialah membuat desain rumah milik saudara. Ia belum pengalaman membuat buat kebutuhan korporasi. Boro- boro manajemen bisnis, dia bahkan belum pernah namanya mencari klien. Dunia usaha memang penuh misteri.

Hangga tetap bekerja walau enam bulan kosong penghasilan. Ramai pesanan booth disebabkan oleh menjamurnya waralaba. Ini menjadi kesempatan mendesain konsep. Hangga mendapatkan proyek pertama berkonsep waralaba ini.

Dia dilanjutkan mengerjakan proyek lebih besar. Proyek berikutnya mengerjakan pesantren kampus di tahun 2006. Tepatnya dia mengerjakan pesantren kampus buat Universita Indonesia (UI). Wow, langsung namanya dikenal banyak klien, pasalnya sukses menjadi portfolio berkualitas.

Proyek senilai Rp.1,5 miliar berjalan selama setahun setelah tender. Proyek berjalan mulus. Seiring waktu usahanya berjalan dan berkembang pesat. Hangga juga pernah mengerjakan proyek jalan tol. Lebih tepatnya usaha pembangunan pintu akses masuk tol.

Disaat bersamaan, setelahnya dia kembali puasa pesanan alias menganggur. Sampai dia menemukan kerja tanpa bekerja keras. Ditawari bisnis kerja santai hasilkan uang berlipat ganda. Ia tertarik buat bermain saham. Kata kuncinya dia tertarik membeli saham dan bermain atas celah harga.

Alhasil dia mampu melipat gandakan uang Rp.5 juta menjadi Rp.10 juta. Kalap, Hangga berpikir bila modal segitu saja menghasilkan keuntungan besar, bagaimana bila lebih besar. "Tentu saja semua orang tertarik iming- iming itu," ujarnya, yang untung perhari bukan perbulan.

Dia langsung menaruh uang ratusan juta. Bukannya untung, dia malah mendapati uangnya lenyap bak ditelan bumi. Ini benar- benar memukul keras Hangga. "Saya sempat selama tiga hari tidak bergairah melalukan aktivitas lainnya karena termenung," Hangga mengenang.

Hangga meyakini dalam 10 percobaan akan datang suatu keberhasilan. Dia menyadari bahwa tiap- tiap pengusaha pernah begini. Kegagalan hanyalah jalan membuka suatu keberhasilan. Dia pun coba usaha lain seperti berjualan handphone.

Apalagi dia melihat orang tengah digandrungi semua tentang handphone. Pokoknya ini bisnis ciamik pasti menguntungkan. Disisi lain, dia masihlah menyimpan harapan, membesarkan bisnis yang sesuai latar pendidikannya.

Hangga lantas meminta pinjaman bank senilai Rp.50 juta. Kredit tanpa agunan tersebut ternyata bisa diterima. Ia segera mengalokasikan uang tersebut buat modal.

Pada 2007, Handal Karya memutuskan masuk ke bisnis perencanaan furnitur, membuat kitchen set dan booth untuk jualanan.

Ternyata strategis tersebut menghasilkan lebih banyak. Handal Karya juga memenuhi permintaan dari pembeli khusus. Hasilnya Hangga menciptakan klikho-mess(dot)com, sekaligus menjawab tantangan masa depan. Website tersebut menjadi awal membuka strategis bisnis melalui dunia internet.

Pada 10 Februari 2010, CV. Handal Karya tumbuh, tidak lagi usaha kecil- kecilan dan menjadi PT. Klikhomes Realty Indonesia. Dimana Hangga termasuk menggarap pasar properti lebih luas. Dia ini belajar profesionlitas melalui pengalaman berbisnis.

Bila teman seangkatan masih berkutat di meja kantor. Hangga tengah disibukan meninjau keperluan properti. "Kekecewaan klien itu nomor satu dihindari. Setiap langkah yang diambil, kepuasan klien adalah satu- satunya andalan," ia menjelaskan.

Klikhomes merekrut pegawai handal dalam arsitektur. Uniknya dia sekarang memberi kerja pegawai "lebih pintar" darinya. Mereka merupakan mahasiswa lulusan terbaik bidang interior dan arsitektur. Ia kini memiliki dua workshop dan 15 pegawai tetap, dibantu puluhan pegawai lepasnya.

Inilah kisah mahasiswa IPK pas- pasan sukses berwirausaha. Semoga kamu jangan menyerah, tetap berusaha dan bersabar kesuksesan pasti datang.

Sejarah Ayam Bakar Wong Solo Pengusaha Puspo Wardoyo

Biografi Pengusaha Puspo Wardoyo


biografi puspo wardoyo

Pengusaha Puspo Wardoyo, sosok legendaris dikenal semua masyarakat Indonesia. Ini sejarah ayam bakar Wong Solo dimulai dari menjajakan ayam goreng pinggir jalan. Memulai dari nol, hidupnya tak jauh dari berurusan dengan ayam, bahkan sejak masih kecil.

Orang tuanya memang berbisnis menjajakan ayam. Puspo kecil ikut membantu kedua orang tuanya, menyembelih ayam lalu menjualnya ke pasar. Siang sampai malam, Puspo ikut membantu menjual makanan cepat saji seperti ayam goreng, ayam bakar, dan menu ayam lain.

Dia menjual ayam- ayam itu di warung orang tuanya di dekat kampus UNS Solo. Terinspirasi oleh cerita pedagang bakso yang sukses mengarungi hidup di Medan. Ketika itu, pengusaha kelahiran 30 November 1957 itu, tengah merintis usaha warung lesehan di Solo menjadi bisnis pertama.

Kata Terlambat


Dia lakukan selepas mengundurkan diri dari pegawai negeri sipil. Suatu saat, ada pedagang bakso asli Solo yang bertandang ke tempat Puspo. Pedagang bakso itu bercerita peluang usaha warung makan di Medan sangat bagus.

Dalam sehari ia bisa meraup keuntungan bersih di akhir tahun 1990 itu sekitar Rp 300.000.  Dari keuntungan berjualan bakso dengan gerobak sorong itulah teman Puspo ini bisa pulang menengok kampung halamannya di Solo setiap bulan.

"Dengan uang, jarak antara Solo- Medan lebih dekat dibanding Solo- Semarang," katanya menirukan ucapan temannya.

Wajar saja jika dengan pesawat terbang waktu tempuh antara Medan- Solo berganti pesawat di Jakarta hanya membutuhkan waktu 1 jam. Sementara itu naik bus maka jarak antara Solo- Semarang ditempuh sekitar empat jam.

Cerita pengusaha bakso tersebut begitu membenak di hati. Seorang penjual bakso yang bisa pulang kampung setiap bulan. Ditambah penjual bakso itu memakai pesawat terbang setiap bulan sebagai alat transportasi.

"Saya bertekad bulat akan merantau ke Medan," pikirnya. Untuk mewujudkan tujuannya itu, apa boleh buat, warung makan yang termasuk perintis warung lesehan di kota pusat kebudayaan Jawa itu dijualnya kepada seorang teman.

Merantau ke Medan


Uang hasil penjualan yang tak seberapa itu ia manfaatkan untuk membeli tiket bus ke Jakarta. Kenapa memilih ke Jakarta, bukannya Medan. "Karena dengan uang yang saya miliki, bekal saya belum cukup untuk merantau ke Medan, " terangnya.

Di tengah perjalanan, suatu hari Puspo membaca lowongan pekerjaan sebagai guru di sebuah perguruan bernama DR Wahidin di Bagan Siapiapi, Sumatera Utara. Apa boleh buat semua demi mewujudkan cita- citanya sampai di Meda, ia berusaha mengumpulkan modal.

Kali ini dia kembali menjadi guru. Ini seperti pekerjaannya dulu, kala itu, Puspo Wardoyo adalah pegawai negeri dimana ia menjadi staf pengajar mata pelajaran Pendidikan Seni di SMA Negeri Muntilan, Kabupaten Magelang. "Target saya cuma dua tahun menjadi guru lagi," katanya.

Di sinilah anak pasangan Sugiman Suki ini, ketemu dengan isteri pertamanya Rini Purwanti yang sama-sama menjadi tenaga pengajar di sekolah tersebut.

Dua tahun menjadi guru ia berhasil mengumpulkan tabungan senilai Rp 2.400.000. Dengan uang tak seberapa itu dijadikannya modal untuk menaklukan kota Medan. Keinginan untuk berusaha di kota Medan semakin tak terbendung.

Uang tabungan itu sebagian Puspo gunakan untuk menyewa rumah dan membeli sebuah motor Vespa butut. Sisa Rp 700.000 digunakannya sebagai modal membangun warung kaki Lima di bilangan Polonia Medan.

Ia menyewa lahan 4x4 meter persegi seharga Rp.1.000 per- meter. Ada cerita menarik ketika bisnis ini baru saja berjalan. Di warung yang masih sederhana ini, suatu hari, seorang pegawainya mengalami kesulitan. Dia terlibat utang dengan rentenir.

Puspo kala itu segera membantu sang pegawai melunasi hutang. Tak disangka si pegawai itu membalas kebaikan Puspo dengan cara yang unik. Dia lalu membawa wartawan sebuah harian lokal Medan.

Si wartawan yang merupakan sahabat suami pegawai yang ditolong Puspo kemudian menuliskan profilnya. Sebuah artikel yang berisi profil Puspo Wardoyo berjudul Sarjana Buka Ayam Bakar Wong Solo. Artikel itu membawa rezeki bagi warungnya.

Esok hari setelah artikel dimuat di koran, banyak orang yang berbondong-bondong mendatangi warung ayam milik Puspo. Siapa sangka, jika dari sebuah warung kecil ini, kemudian melahirkan sebuah usaha jaringan rumah makan yang cukup kondang di seantero Medan.

Impian untuk menaklukkan "jarak" Solo Medan lebih dekat dibanding Solo Semarang pun menjadi kenyataan melebih impian kecilnya untuk sekedar sukses. Ini adalah sebuah sukses besar.

Dari ibu kota Sumatera Utara ini nanti Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo (Wong Solo) melejit ke pentas bisnis nasional. Belakangan ini nama Wong Solo semakin berkibarkibar setelah berhasil menaklukkan Jakarta setelah sebelumnva "mengapung" dari daerah pinggiran.

Dalam waktu relatif singkat kehadiran Wong Solo telah merengsek dan menanamkan tonggak- tonggak bisnisnya di pusat kota metropolis ini. Ekspansinya pun semakin tak tertahankan dengan memasuki berbagai kota besar di penjuru Indonesia.

Melalui sistem franchise atau waralaba, dengan mudah Ayam Bakar Wong Solo dijumpai. Fenomena Wong Solo mengundang decak kagum berbagai kalangan dari pejabat pemerintah, para pelaku bisnis hingga para pengamat.

Hampir semua outletnya di Jakarta selalu sesak pengunjung, terutama di akhir pekan dan hari- hari libur.

Sejarah Ayam Bakar Wong Solo


Skala usaha Wong Solo memang belum sekelas para konglomerat yang enteng menyebut angka aset, omset atau keuntungan per tahun yang triliunan rupiah. "usaha saya memang belum kelas triliunan seperti para konglomerat yang kaya utang itu," paparnya merendah.

Kendati masih tergolong usaha menengah, namun bisa dibilang kinerja wong Solo sangat solid dan tak punya beban utang. Ia memiliki pondasi kuat untuk terus berkembang.

Untuk mewujudkan mimpinya, ayah sembilan anak dari empat orang istri ini telah melewati rute perjalanan yang berliku lengkap dengan segala tantangannya. Ada masa ketika diawal merintis usaha ketika masih Medan; ia nyaris patah semangat garagara selama berhari-hari tak pernah untung.

Hanya berjualan dua atau tiga ekor ayam bakar dan nasi, terkadang dalam satu hari tak seekor pun yang laku terjual. Pernah pula seluruh dagangannya yang telah dimasak di rumah tumpah di tengah jalan karena jalanan licin sehabis hujan.

"Apa boleh buat, saya terpaksa pulang dan memasak lagi," katanya. Istrinya lah yang tak sabar melihat lambannya usaha milik Puspo, bahkan nih sempat memberi tahu ayahnya agar memberitahu ayahnya agar mempengaruhi Puspo, tujuannya supaya tak berjualan ayam bakar lagi.

"Mertua saya bilang, kapan kamu akan tobat," katanya menirukan ucapan sang mertua.

Pada awal perantauannya ke Medan, Puspo wardoyo, sama sekali tak menyangka jika usaha warung ayam bakar Wong Solo bisa berkembang sangat pesat. Maklum, rumah makan yang dibukanya saat itu hanyalah sebuah warung berukuran sekitar 3×4 meter di dekat bandara Polonia, Medan.

Setahun pertama dia hanya mampu menjual 3 ekor ayam per hari yang dibagibagi menjadi beberapa potong. Harga jual per potongnya Rp 4.500 plus sepiring nasi.

Promosi dari mulut ke mulut membuat warungnya makin terkenal dan sangat efektif. Terlebih ketika seorang wartawan daerah membuat tulisan tentang Wong Solo', makin ramai warungnya. Kisah lain, pernah suatu hari dia kewaalahan memenuhi pesanan pelanggan.

Di saat itu tiga ekor ayam jualannya habis, datang pembeli lain yang bersedia menunggu asalkan Puspo mau mencari ayam batu ke pasar. Dia segera saja memenuhi permintaan pelanggan tersebut dengan membeli tiga ekor ayam lagi.

Namun datang lagi pelanggan lain yang juga bersedia menunggu ia mencari ayam ke pasar lagi.

"Seharian itu, hingga larut malam saya pontang panting ke pasar untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus berdatangan," kata Puspo mengenang.

Dua tahun telah berlalu dan seorang Puspo segara memperluas warung hingga layak disebut rumah makan. Jiwa seni Wardoyo nampak tergurat pada bentuk bangunan dan penampilannya yang memang cenderung nyleneh.

Dalam bentuk bangunan, misalnya, Puspo tak segan- segan mengeluarkan uang cukup besar untuk membayar seorang arsitek guna mewujudkan imajinasinya terhadap suatu bentuk bangunan.

Perpaduan seni dan entrepreneurship juga tertuang dalam pendekatan terhadap konsumen. "Saya berusaha menghafal namanama semua pelanggan saya. Sehingga sewaktu mereka datang saya harus menyambut mereka dengan menyebut namanya," paparnya.

Inilah yang disebutnya "menjadikan pelanggan sebagai saudara". Seiring dengan berkembangnya Wong Solo, Puspo Wardoyo akhirnya membuka kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menikmati nilai tambah Wong Solo melalui system waralaba.

Untuk waralaba tersebut, dia telah membuat standarisasi rasa dan gerai (outlet). Jika seseorang membeli waralaba Wong Solo di Jakarta, dipastikan akan sama rasa dan penataan gerainya dengan Wong Solo di pusatnya, Medan atau di tempat lain.

Setelah sukses membesarkan Wong Solo, harapan Puspo Wardoyo selanjutnya, dengan sungguh- sungguh dia menyahut, " Ingin terus bekerja keras, kaya raya, banyak istri, dan masuk surga." Sebuah pernyataan kontroversi namun layak diucapkan seorang Puspo Wardoyo yang unik (nyeleneh).

Biografi Bob Sadino Perjalanan Hidup Pengusaha Nyentrik

Biografi Pengusaha Bob Sadino


biografi bob sadino

Ayo kita bahasa perjalanan hidup pengusaha nyentrik ini. Biografi Bob Sadino, sosok kelahiran 9 Maret 1933, yang akrab dipanggil Om Bob. Dia adalah pemilik bisnis sukses bidang peternakan dan pangan. Ia dikenal pemilik jaringan bisnis Kemfood dan Kemchick

Apa yang menjadikan dia sebagai pengusaha nyentrik. Adalah Om Bob memiliki ciri khas selalu memakai kemeja lengan pendek dan celana pendek. Dia ini terlahir dari keluarga mapan, anak bungsu dari lima bersaudara.

Bisnis Bob Sadino


Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan karena saudara yang lain sudah dianggap. Tak lama Bob langsung menggunakan seluruh warisannya untuk berkeliling dunia.

Dalam perjalanan itu, dia singgah di Belanda dan memilih menetap selama 9 tahun. Disana ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda dia bertemu pasangan hidupnya hingga sekarang, Soelami Soejoed.

Hingga di tahun 1967, Bob dan keluarga baru kembali ke Indonesia. Ia membawa serta dua Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an, salah satunya ia jual. Dari uang tersebut terbelilah sebidang tanah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, sementara sisinya ia simpan.

Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Apa bisnis pertamanya?

Mudah, yang pertama Bob lakukan setelah keluar dari perusahaan, adalah usaha menyewakan mobil Mercedesnya. Dia sendiri sang sopir. Namun sayang, sebuah kecelakaan membuat mobilnya rusak parah. Om Bob harus rela bekerja kembali.

Dia tak mempunyai uang untuk perbaikan sang mobil kesayangan, hingga akhirnya, ia terpaksa menjadi kuli bangunan. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Suatu hari, seorang teman menyarankan untuk memelihara ayam untuk melawan depresi. Bob tertarik. Untuk menenangkan pikiran, Bob mulai serius mengurus pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak dengan bisnis ayam petelurnya:

Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik beberapa tahun kemudian. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah "warung" shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta.

Catatan awal 1985 menunjukkan, rata- rata perbulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar. Ketika berternak itulah semangat kewirausahaan lahir.

Dimulai sekedar memperhatikan kehidupan ayam- ayam peliharaan, ia mendapatkan ilham. Bob sadar ayam saja bisa berjuang hidup, tentu manusia juga harus. Sebagai peternak ayam, ia dan istrinya menjual beberapa kilogram telor ayam.

Dalam satu setengah tahun mereka telah memiliki pelanggan. Mereka bahkan memiliki pelanggan orang asing berkat kemampuan berbahasa mereka. Keduanya memang tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, dimana banyak orang asing.

Tak jarang pasangan tersebut dimaki- maki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan bisnisnya. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob Sadino, dari pribadi feodal menjadi pelayan baik.

Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal dari super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Bob akan selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Bisnis pasar swalayan ini bertumbuh pesat lalu berkembang merambah bisnis lain. Ia merambah bisnis seperti agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing yang tinggal di Indonesia.

Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu.

Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang. Bagainya di saat melakukan sesuatu, pikiran seseorang akan berkembang, rencana itu tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari pengalaman.

Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. "Yang paling penting tindakan," kata Bob.

Anak Guru


Kembali ke tahun 1976, setelah bertahun-tahun di Eropa, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad untuk jadi mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19.

Modal yang ia bawa dari Eropa hanya dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang masih sepi, hanya terhampar sawah dan kebun.

Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya. Suatu kali, mobil itu disewakan tapi bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya.

"Hati saya ikut hancur," kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan satu- satunya lantas menjadikannya seorang kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya yang memiliki berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan.

Tetapi, Bob bersikeras, "Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah."

Untuk menenangkan pikiran dikala depresi diterimalah pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari ayam ras itu Bob menanjak menjadi peternak: Ia sukses menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik.

Ada juga Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah "warung" shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Tahun 1985, rata- rata per- bulan perusahaan Bob menjual 40- 50 ton daging segar, 60- 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.

"Saya hidup dari fantasi," kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. "Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu," kata Bob.

Om Bob begitu panggilan akrab bagi anak buahnya, yang tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu Om Bob tak ingin berkhayal yang macam-macam.

Haji yang berpenampilan nyentrik ini, penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya.

Om Bob sendiri telah berpulang kepada Tuhan yang Maha Esa. Artikal ini hanya sedikit biografi Bob Sadino, pengusaha nyentrik yang wajib diketahui anak muda jaman now.

Aakar Abyasa Pendiri Jouska Konsultan Bisnis

Profil Pengusaha Aakar Abyasa


aakar bos jouska
 
Berikut sedikit profil Aakar Abyasa Fidzuno pendiri Jouska. Dia dikenal sebagai konsultan bisnis. Sejak awal dia memang menekuni dunia keuangan. Sebelum aktif sosial media, sebelum mendirikan Jouska, Aakar hanyalah personal financial advisor dan tidak menonjol.

Persaingan dunia konsultan keuangan memang ketat. Butuh trik khusus termasuk pemanfaatan sosial media. Dia sempat ingin berhenti. Aakar ingin membuka bisnis, namun diurungkan ketika bertemu wanita yang tengah kesulitan. Dia tengah dilanda masalah keuangan.

Perempuan muda tersebut bercerita keluarganya terpuruk karena investasi bodong. Aakar terkaget- kaget mendengar latar belakang investasi mereka. Bahwa mereka berinvestasi karena mengikuti saran financial planner. Ini membuat Aakar membatalkan niatan untuk berhenti dari dunia keuangan.

Pendiri Jouska Dalam Pusaran


Konsultan bisnis kelahiran Banyuwangi, 17 Desember 1985, memutuskan melanjutkan karirnya dan menyadari: Ada gap pengetahuan keuangan dan industri kelas menengah. Mereka tau mengenai dunia investasi tetapi tidak paham manajemen resiko.

Alhasil Aakar memutuskan membuat perusahaan spesifik edukasi. Dia ingin mendongkrak literasi keuangan masyarakat awam. Jumlahnya lebih besar dibandingkan dulu pernah ditangani. Lewat suatu platform bernama Jaouska, yang memanfaatkan sosial media sebagai sarana edukasi.

Startup konsultan keuangan independen terlahir pada 2013. Jouska pertama kali muncul ke publik pada 18 Juli 2017, dimana melalui Instagram bernama @jouska_id. Tentu awal- awal Aakar haruslah bekerja keras membangun audien.

Bahkan Aakar belum menghasilkan malah mengeluarkan modal. Paling tidak dia harus menciptakan konten interaktif. Tujuannya mengedukasi melalui kontan mengenai keuangan. Berisi konten cara mengelola keuangan dan investasi dengan benar.

Dia mampu menggaet follower 756.000. Kemudian barulah Jouska percaya diri memberikan jasa konsultasi. Menurut Detikcom, pernah mencoba bertanya, berdasarkan Q&A, tarifnya di antara 2-12 juta perkonsultasi.

Uang 3 juta merupakan tarif bawah atau partial services, dan full services dikenakan Rp.12 juta. Nilai segitu menurut pihak Jouska sudah paling murah.

Namun belakangan, Jouska dituduh merugikan klien atas portfolio intevestasi mereka. Bukan sekedar konsultasi tetapi Jouska mengelola. Inilah menjadi satu masalah lain selain merugikan sampai orang puluhan juta. Bahkan OJK mulai menegur pihak Jouska akan kegiatan pengelolaan investasi ini.

Banyaknya korban ternyata awal- awal belum ditanggapi serius. Bahkan OJK baru turun tangan setelah banyak korban bermunculan. Kebanyakan mereka malas mengurusi pelaporan ke pihak OJK sendiri. Yang terbaru ramai- ramai pembelian saham PT. Sentral Mitra Informatikan (LUCK).

Dimana Jouska "ngoto" rekomendasikan saham tersebut. Saham IPO tersebut digadang- gadang akan menjadi Amazon oleh Aakar sendiri. Pandangan ini membuat saham sempat naik Rp.2000 kemudian terjun bebas ke Rp.312 perlembar.

Kerugian porfolio "klien" Jouska antara Rp.30, Rp.50, sampai Rp.100 juta. Masalahnya Jouskan tak memiliki ijin mengelola aset. Tidak punya ijin mengelola dana klien. Jouska tercatat memiliki ijin sebagai perencana keuangan.

Fakta terbaru bahwa Aakar merupakan pemegang saham Amarta Investa. Dimana Amarta merupakan pihak ketiga yang mengelola keuangan. Jadi Aakar memberikan saran kemudian diarahkan ke pihak Amarta ini. Sialnya ketika klien meminta saham dijual, malah ngotot bahwa saham LUCK bagus.

Ketidak singkronan tersebut membuat kerugian berlipat pihak klien. Hubungan antara dia dan Amarta sendiri sudah diteliti Bisnis.com. Namun pihak Aakar, tidak membalas konfirmasinya, dimana dia disebut punya saham senilai 216 lembar atau jauh lebih tinggi dari direktur Amarta 45 saham.

Buku Chicken Soup for Soul Rahasia Penulis

Artikel Bisnis: 10 Kunci Kebijakan Jack Canfield

penulisa buku chicken soup for soul

Buku Chicken Soup for Soul rahasia sang penulis. Inilah kunci sukses Jack Canfield, yang bermula keprihatinan akan orang lain. Dia mulai menganalisa anak ketika masih sekolah menengah. Kala itu, Canfield merupakan guru mengajar anak- anak kulit hitam.

Dia melihat bagaimana rendahnya motivasi anak didik, kebanyakan anak kulit hitam malah menjadi anggota gangster. Tidakk mau menyerah mengajar, Canfield terus mencoba bagaimana agar mereka tetap belajar.

Canfield mencoba mencari cara agar mereka setidaknya termotivasi untuk mendengarkan. Baginya pengalaman menjadi guru merupakan jalan pertama kesuksesan.

Dari sekolah, dia tumbuh menjadi seorang pembicara, mengajak dan mendekatkan diri sebagai motivator. Ide tantang buku berseri "Chicken Soup for Soul" datang di tahun 1990, mengajak teman penulisnya, Mark Victor Hansen.

Keduanya berkolaborasi, di tahun 1993, keduanya telah menyelesaikan lebih dari 60 cerita. Kali ini, kita tidak akan berbicara tentang buku tetapi tentang rahasia sukses miliknya.

Dikutip dari salah situs motivasi sukses, addicted2success.com, berikut 10 kunci kebijakan seorang penulis dan motivator kelas dunia:

1. Kamu bertanggung jawab atas kebahagiaan sendiri.


Kebanyakan orang berpikir bahwa jalan untuk menemukan kebahagiaan dan kesuksesan dipengaruhi dunia luar.

Maka kamu tidak pernah sepenuhnya mengendalikan masa depan kamu. Dia lantas menghancurkan gagasan tersebut, dengan mengatakan bahwa kita 100% bertanggung jawab atas kegagalan ataupun kesuksesan.

Orang yang cenderung menyalahkan semua orang di sekitar mereka untuk kegagalan justru itulah mereka sering yang merasa sulit untuk menemukan keberhasilan nyata dalam kehidupan.

2. Ketahui tujuan mu


Menurut Canfield, ukuran kesuksesan yang sesungguhnya adalah mengetahui tujuan kamu, dan juga menghabiskan hidup kamu mencapai tujuan itu. Memang benar bahwa kita dapat unggul di daerah yang berbeda dalam hidup, tetapi jika daerah ini bukan di mana tujuan itu akan menjadi kebohongan.

Kebahagiaan sejati akan sulit karena ini bukan arti kesuksesan sejati; mudahnya kamu mungkin bahagia tapi kesuksesan itu tak nyata.

Bayangkan diri kamu ahli dalam satu hal yang jadi tujuan hidup kamu. Jadilah pengusaha misalnya, mungkin kamu bisa saja mencapai kedudukan tertinggi, tetapi apa yang terjadi bila itu bukan tujuan kamu.

Kamu tetap saja mengerjakan hal lain, apakah tidak sebaiknya fokus akan hal lain ini. Mungkin jika kamu fokus jadi pengusaha, kamu akan melebih jabatan itu; kamu bisa lebih berguna bagi orang lain bukan teman satu divisi kamu.

Jadi tentukan tujuan kamu jangan mengerjakan ini tetapi mengerjakan itu.

3. Putuskan apa yang kamu mau


Menemukan tujuan kamu adalah salah satu langkah, tetapi memutuskan untuk mengarahkan hidup kamu ke arah itu bisa menjadi langkah lebih besar. Orang- orang cenderung lebih memilih tempat di mana mereka akan merasa nyaman.

Keputusan untuk melompat dan membuat perubahan drastis karir bisa menakutkan. Namun, menyia-nyiakan hidup kamu pada karier yang tidak membuat bahagia hanya akan meninggalkan energi terkuras dan kecewa dan merasa jauh masut Tuhan atas hidup kamu.

Bayangkan kamu ditempat yang tidak seharusnya kamu berada, disanalah Tuhan akan menunjukan tujuan kamu.

4. Percaya bahwa semuanya mungkin


Pikiran bisa menjadi alat yang sangat ampuh untuk menarik energi positif ke arah kamu. Lepaskan keraguan dan mulai percaya bahwa kamu dapat melakukan apa pun yang ditetapkan untuk dilakukan.
Pertahankan sikap positif dan alam semesta akan mendengarkan.

5. Percaya bahwa dunia ini tempat yang ramah


Dilumpuhkan oleh aetakutan akan suatu kegagalan, persaingan yang kuat, dan ejekan dalam hal kegagalan dapat mengubah bahkan pengusaha yang paling percaya diri dalam paranoid. Mulai percaya bahwa dunia adalah baik, bahwa tidak semua orang sangat ingin melihat kamu gagal.


Matikan paranoia di atas kepalanya dan kamu akan melihat bahwa dunia dan kamu menjadi lebih baik, lebih terbuka untuk membantu dan lebih terbuka terhadap energi positif datang dengan cara sendiri.

6. Jadi fleksibel


Masalah akan mengacaukan jalan menuju sukses. Untuk mereka orang- orang yang paling sukses harus lah menghadapi masalah kepala dan cukup fleksibel untuk membungkuk dan berubah ketika hal ini diperlukan. Mereka seperti air yang mengalir, mengalirkan kotoran itu kebawah dan hilang. Tapi, jika diperlukan, jadilah ombak besar seketika terobos halangan itu.

7. Jadilah gigih


Jack Canfield bertahan meskipun seratus penerbit berpikir bahwa bukunya tidak laku. Penolakan mungkin jumlahnya ratusan, tetapi hanya dibutuhkan satu langkah positif untuk mengambil ide baru atau semangat untuk tingkat yang lebih tinggi.

Menurut Jack, semakin lama kamu bertahan di sana, semakin besar kemungkinan terjadi sesuatu yang positif untuk kamu

8. Ciptakan dan fokus dalam target


Tujuan dan terget itu berbeda bisa jadi catatan penting bagi kamu. Menciptakan gol untuk diri sendiri adalah menciptakan tongkat pengukur yang dapat kamu gunakan untuk menilai tindakan dan kemajuan.

Ini akan membantu kamu mengubah mimpi kamu menjadi kenyataan. Dan, mimpi tersebut bisa saja adalah dari tujuan kamu; jadikan semuanya mungkin.

9. Ciptakan langkah awal


Langkah pertama adalah semua yang dibutuhkan untuk memulai. Banyak orang memiliki mimpi yang tinggi dan nafsu tetapi ini akan tetap pada ide-ide awal tanpa tindakan. Mengambil langkah pertama adalah suatu perbedaan antara benar-benar mengejar gairah kamu atau hanya bermimpi tentang hal itu.

10. Ambil resiko


Setiap upaya untuk mengejar sesuatu yang baru dan kisah akan datang dengan risiko. Ini akan menjadi tidak nyaman terutama jika itu adalah titik balik dari kehidupan kamu. Hal yang benar kamu perlukan adalah disana, di resiko tersebut.

Tetapi jika kamu benar- benar percaya bahwa ini adalah di mana gairah (passion) kamu terletak dan kamu bersedia untuk bekerja ke arah itu, risiko dan ketidakpastian akhirnya akan sia-sia dan hilang tak kembali. Ingat kesempatan sama tak pernah datang dua kali.

Bila kamu mau lebih detail bacalah buku Chicken Soup for Soul. Disini rahasia penulisa diungkap semua penuh kejelasan.

Usaha Perlengkapan Gunung Bisnis Untung

Profil Pengusaha Peres Ariranto Pangabean 


usaha perlengkapan gunung

Usaha perlengkapan gunung miliknya terkait hobi pribadi. Hobi berubah menjadi bisnis untung bila dapat dimaknai.  Kita pasti punya hobi apapun. Hobi adalah penghilang stress, yang bisa jadi alasan utama kamu berjualan. Bila kamu memiliki hobi kenapa tidak dibisniskan.

Almarhum Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo, salah satu caranya untuk menghilangkan kepenatan pekerjaan dan stress adalah hobi mendaki gunung. Begitu pula Peres Ariranto Pangabean, yang mempunyai hobi mendaki gunung bersama kakak dan teman- temanya.

Pengusaha yang akrab disapa Peres ini terinspirasi berbisnis perlengkapan gunung. Sayangnya, anak dari 3 bersaudara bukan terlahir dari keluarga berada. Ayahnya, Timbul Pangabean, bekerja sebagai supir angkot, sementara ibu, Susiani berprofesi penjual sayuran yang bertempat tinggal di Kampung Tipas Mekarsari, Cimanggis, Depok.

Usaha Perlengkapan Gunung


Berbagai halangan menghalangi langkah kecilnya memasuki dunia bisnis. Ide saja tidaklah cukup meski telah ditunjang tekat bekerja keras. Apalagi yang dibutuhkan Peres adalah modal tidak sedikit. Dari keluarga sederhana itu pula semangat bisnisnya kian menggebu.

Keluarga lah yang menjadi pendukung utama langkah sang pengusaha muda. Sang kakak kandung, Tongam Sopiantoro, kerap memotivasi Peres untuk lebih maju.

Dukungan sang kakak, juga diwujudkan pada saat mereka mencari tempat yang digunakan untuk tempat berdangan miliknya di samping Universitas Pancasila, Jakarta Selatan. Outletnya seluas 2×3 meter persegi tersebut, dibanderol dengan harga Rp6 Juta per tahun.

Kedua kakak beradik tersebut memang tidak punya modal sedemikian besar. Uang sewa Rp.6 juta lalu ditambah membeli perlengkapan mendaki merupakan nilai nominal yang sangat tinggi.

Di tahun 2006, keduanya mengajukan pinjaman ke bank bermodal jaminanan surat tanah milik orang tua. "Dulu nyari modal pinjam dari bank Rp5 juta, tapi yang cair cuma Rp2,5 juta," kenang Peres kala berbincang dengan Okezone di salah satu outlet-nya cabang Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Masih saja tak cukup, alhasil Peres ikut menjual kendaraan kesayangannya. "Saya sampai jual vespa waktu itu," tambahnya.

Setelah cukup modal jadilah satu outlate dibuka sebagai awal baru. Outlate yang meminjam nama sebuah gunung di Aceh, Lauser. Nama itu kemudian dipatenkan menjadi merek produknya.

"Dulu abang dan teman- temannya mendaki gunung Leuser di Aceh, lalu bersama ketiga temannya memilih nama Leuser untuk produk ini," jelas dia.

Masalah lain muncul setelah tempat berjualan itu ada, yaitu begaimana menjual produk. Ia memang tidak punya pengalaman berbisnis sebelumnya. Menyewa seorang marketing bukanlah opsi mereka saat memulai bisnis baru.

Jangankan menyawa seorang marketing, untuk menyewa seorang penjaga keamanan saja tidak mampu. Oulet tersebut dijaganya bergantian dengan kakaknya sekaligus masih berkuliah. Bisnis ini memang dijalankan sambil kuliah sambari berjualan produknya.

Berawal dari taman- teman mereka sendiri jadilah produk buatan Peres dikenal orang. "Dulu setiap bawa barang ke kampus temen-temen malah pada tertarik. Mereka malah mampir ke outlet, soalnya kata mereka lebih lengkap di outlet," jelas Peres. Bisnis ini dijalankan olehnya secara serius.

Pria kelahiran Jakarta, 21 Oktober 1985 ini, yang sengaja memilih pendidikan administrasi niaga. "Saya milih kuliah ngambil jurusan administrasi niaga memang niatnya nanti mau ngembangin usaha bareng abang," tuturnya.

Cara marketing yang dilakukan Peres dan kakaknya tergolong sukses menarik pelanggan ke tokonya. Dengan omzet awal sebesar Rp10 juta-Rp15 juta per bulan, membuat tempat yang awalnya dia sewa dipermanenkan tepat di 2011, sekaligus menjadi outlet resmi Leuser yang pertama.

Suksesnya tak lepas keikutsertaan dirinya dalam Ikatan Asosiasi Adventurer Indonesia, organisasi para pengusaha dibidang jual beli peralatan outdoor. Peres mengaku outlet- nya akan kebanjiran order dibulan Juni dan Desember, karena pada bulan tersebut bulan liburan dan banyak orang bertreveling ke gunung.

Dari satu outlet, kini, ada setidaknya enam outlet baru di wilayah Cibubur, Margonda Depok, Ciputat, Kramat Jati, dan Kalimalang, kawasan Universitas Pancasila. Dengan omzet mencapai Rp150 juta per outlet, Peres kini memiliki sekira 25 karyawan di enam cabang outlet Leuser miliknya.

Ada sekitae 15-17 merk peralatan gunung dijual di enam cabang outlet berbeda. Dengan banyaknya permintaan konsumen yang kian meningkat setiap bulannya.

Motivasi Bisnis


Ia mengaku tak menyangka bahwa usahanya bisa berjalan hingga sekarang. Kini, enam outlet itu berjalan sangat baiknya memberikan keuntungan jutaan rupiah. Tak lantas berbangga hati jadi prinsip pria yang bisa sukses relatif cepat ini.

Motivasi bisnis itu tumbuh lantaran seringnya membaca profil pengusaha- pengusaha sukses di bidangnya, seperti Chairul Tanjung dan sebagainya. Prinsipnya kamu harus banyak membaca profil pengusaha- pengusaha agar tetap bersemangat.

"Mereka saja bisa, kenapa saya tidak, mumpung masih muda diumur saya 27 ini," tukasnya senyum.

Selain itu, sebagai tambahan, ikut serta dalam organisasi itu bisa jadi tambahan. Kamu mendapat keuntungan berupa wawasan tentang bisnis yang anda geluti. Peres berujar di pertemuan mereka bisa saling berbicara tentang mengembangka usaha atau membahas kendala.

Semangat kebersamaan itu yang membuat mereka bersatu bukannya saling sikut sebagai sesaman pebisnis. Kalau bisa bekerja sama dan jadi lebih besar kenapa musti saling sikut.

Meski tidak saling sikut, persaingan dengan pengusaha peralatan outdoor lain masih ada. Peres menganggap itu penyemangat bisnisnya, untuk mengambangkan bisnis katanya. menurutnya jika tidak ada saingan maka usahanya tidak akan seperti yang ia jalani saat ini.

Intinya, jelas dia, harus tetap berpikiran positif. "Saya percaya kalaupun enggak ada modal yang penting ada niat, jangan mudah menyerah dan yang penting bekerja keras, itu akan membawa kita pada kesuksesan," ungkap Peres lagi.

Tambahan lain yaitu kunci sukses juga terletak pada pegawai yang loyal terangnya. "Zaman sekarang orang pintar banyak, tapi orang jujur susah," kata Peres. Ke depannya, ia berencana mengembangkan usahanya dengan membuka cabang outlet Leuser di seluruh daerah di Jabodetabek.

Dengan saving money 20 persen dari keuntungan didapat, Peres menyisakan untuk memenuhi semua kebutuhan outlet-nya satu per- satu.

"Meskipun bapak sopir dan ibu tukang sayuran dulu, tapi sekarang saya sudah bisa mencukupi semua yang mereka perlukan," tukas dia.

Pengusaha Pemilik Rumah Makan Cibiuk dan Rokok

Biografi Pengusaha Haji Iyus Ruslan


pengusaha kang iyus cibiuk
 
Diantara kecanduan paling berat tetapi mengasyikan namanya rokok. Inilah kisah pengusaha pemilik rumah makan Cibiuk. Setiap orang pasti memiliki hobi atau sesuatu tidak dapat dilepaskan. Bahkan sudah taraf kecanduan alias tidak bisa tenang kalau tidak.

Inilah dirasakan para pecandu rokok. Mereka yang setiap hari menghabiskan berpuntung rokok. Ada 70- 80 persen orang mau berhenti tetapi gagal. Hanya 3 persen orang berhasil berhenti merokok, itu juga mungkin karena tak punya uang.

Haji Iyus Ruslan selalu membawa rokok ketika sibuk bekerja. Pengusaha berumur 46 tahun ini sudah menanggap rokok makanan. Ketika dia merokok maka akan menimbulkan ide- ide. Semangat dalam berbisnis Iyus makin kencang.

Berbisnis Kembali


Kalau ternyata bangkrut tidak punya uang bagaimana. Ternyata Haji Iyus malah semakin kencang menyedot karena teradrenalin. Dia tidak mau pusing alias stress. Rokok menjadi pelarian baginya ketika pabriknya tutup.

Alkisah putra ketujuh dari pasangan dari tujuh bersaudara. Putra dari pasangan H. Ali Muchtar dan Hj. Umayah pernah bangkrut. Tahun 1999, usaha Iyus bangkrut tidak ketulungan, usaha berasnya yang sudah melalang buanan ke Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur, tutup.

Itu merupakan tempat penggilingan beras besar seluas 2- 3 ribu m2, sejumlah truk, jaringan gerai yang menjual, dan 30- 40 karyawan.

Dia bangkrut sampai tidak tersisa pada 1999. "Saya salah langkah," kenangnya. Utangnya menumpuk sampai dikejar- kejar penagih hutang. Padahal dia cuma menyisakan "baju di badan" alias hilang semuanya. Iyus bangkit melalui jualan warungan sederhana.

Keluarga sangat mendukung Iyus berbisnis kembali. Maka ia menjelma menjadi pengusaha pemilik rumah makan Cibiuk. Usaha lesehan tersebut mengandalkan menu sambal Cibiuk. Cuma bermodal rumah kumuh seluas 200 m2 di Jalan Ciledug, pinggiran Garut.

Dia menyewa rumah tersebut untuk dibuat warung. Warung makan Cibiuk pertama ternyata berhasil dan berkembang. Beranak pinak warung Iyus merambah Jalan Otista Garut, kemudian membuka lagi cabang di Bandung.

Cabang rumah makan Cibiuk merambah ke Bekasi, Bogor, Depok, Jakarta, Aceh dan seterusnya. Ia membuka sampai 20 cabang. Warung tersebut dapat dibilang keajaiban hidup H. Iyus.

"Saya ini memulainya sebagai pengusaha kategori keempat menurut Ustadz Yusuf Mansur, yaitu tak punya modal, pengalaman, dan tak punya keahilian," kenang Haji Iyus sambil terkekeh.

Suami dari Rossalina yang ingat betul memulai sendirian. Dia memanen cibiran dan pesimis semua orang memandang. Bayangkan dia dulu juragan beras sekarang malah buka warung lesehan. Buka warung pun di daerah Cibiuk, pemukiman sepi yang rawan keamanan.

Orang lewat pasti tidak merasa aman ketika mau mampir. Mereka takut motornya hilang bila makan di warungnya. Tapi Bismillah, kedua orang tua dan keluarga selalu mendukung Iyus bertahan. Restu orang tua sudah ditangan untuk menjalankan usaha.

Ikhtiar manajerial dan spiritual dikembangkan Iyus. Usahanya semakin fokus, kreatif unik, didukung kerja keras, serta sistem administrasi terbaik. Iyus mempunyai senjata andalan sambal Cibiuk, yang telah dimodifikasi 10 varian.

Dia juga menambahkan sedekah dan riyadhoh. Pengusaha kelahiran 5 Desember 1966 mendapat suatu pencerahan dari ceramah Ustad Yusuf Mansyur. "Saya bersama keluarga berusaha giat buat riyadhoh, meningkatkan ibadah wajib, dan sunnah," tuturnya.

Ayah dari Galih Ruslan (20),  Fani Prawesty (17), Ratu Vilia (16), Zahira Gaitsa (9), dan juga Nazwa Revalina (6). Secara berkala, Iyus bersedekah ke pelanggan rumah makannya dalam bentuk hadiah undian, hasilnya bisa diskon bahkan motor.

Ada satu keputusan beratnya dalam bersedekah: Berhenti merokok, dan menyumbangkan uangnya untuk bersedekah. Iyus menggunakan uang rokok buat menghidupi kamu dhuafa. Mulai dari buat membiayai sekolah anak mereka, dan kebutuhan sehari- hari.

Usaha Jualan Tahu Bakso Tuna Menguntungkan

Profil Pengusaha Sri Sumiarti


tahu bakso isi tuna

Ini nih prospek usaha jualan tahu bakso tuna. Tahu sendiri adalah makan ringan yang akrab kita temui sekarang. Tak hanya tahu dijadikan lauk, produk olahannya juga dijadikan makanan ringan sehari- hari. Banyak orang berlomba menciptakan sesuatu yang baru tentang olahan ini.

Sebut saja tahu organik, yang mengandalkan bahan utama sehat tanpa kimia. Ada pula yang berkreasi gila menggabungkan tahu dengan olahan lain. Tahu isi bakso salah satunya. Tapi bagaimana jika tahu isi bakso tuna, terdengar aneh, tapi patut dicoba oleh kamu yang berminat berbisnis.

Bisnis kuliner memang tak akan pernah surut langkah berkreasi. Industri satu ini lebih menonjol dari industri lain yang berbasis bahan mentah. Mudah dijual menjadi moto bisnis kuliner di masyarakat. Asal ada sesuatu terlihat baru dan unik seperti halnya tahu berisi tuna; akan laris manis.

Jualan Tahu Bakso Tuna


Tahu yang sudah berprotein tinggi digabungkan tuna menjadi terkesan mahal.  Kemudian pengusaha bisnis tahu tuna, Sri Sumiarti, mengaku adonan isinya dikerjakan sendiri. Pemilik bisnis Olahan Tuna Pak Ran asal Pacitan yang bisa menghabiskan Rp.1,5- 2 juta per- hari.

Bu Sri berbelanja sendiri langsung ke pabrik tahunya. Kemudian mengolahnya lagi satu per- satu diisi tuna. Lantas tahu- tahu digoreng di wajan besar. Setiap hari, ia membutuhkan setidaknya satu kuintal ikan tuna sebagai isi.

Dibantu suaminya, Pak Ran, Bu Sri telah menggeluti bisnis barunya sejak 2009. Produk awal olahan tuna Pak Ran berawal dari pepes tuna dan tuna bakar. Sang istri lah yang memunculkan ide tentang tahu tuna tersebut.

Tujuan awalnya untuk berinovasi ialah supaya usahanya tetap berkembang. Produk Tahu Tuna itu sendiri merupakan satu produk baru tahun itu.

"Kami baru mencoba awal tahun ini, permintaahnya banyak," ujar Bu Sri. Ia pun mampu memproduksi 1.500 bungkus. Tiap bungkus berisi 10 potong tahu isi tuna siap makan.

Dalam satu bulan Bu Sri mampu memproduksi 45.000 bungkus. Ia menjual satu bungkus tahu tuna seharga Rp 4.500 hingga Rp 5.000. Dari jualan tahu isi tuna setiap bulan, Bu Sri mampu menangguk omzet antara Rp 200 juta hingga Rp 230 juta.

Dia mengaku, awalnya produk cuma dipasarkan sebagai jajanan oleh- oleh wisata asli Pacitan. Tapi karena rasanya sangat enak jadilah banyak orang memesan langsung ke dirinya. Orderan itu datang dari Surabaya, Solo, Malang, dan Yogyakarta.

Sekali pasan saja orang- orang bisa sampai membeli 500 bungkus. Sama halnya dengan pengusaha lain yang menggarap produk sama, tahu tuna, seorang pengusaha asal Bogor, Dewi Indriani, memulai bisnis baru tahun 2011 jadi masihlah hangat.

Seperti halnya Sri Sumiarti memilih tahu karena digemari banyak orang. Membuat isi tuna bisa jadi trobosan terbaru dari usaha Dewi tiap harinya. Selain itu, muncul keprihatinan akan kesadaran produk olahan bermanfaat ini.

Ikan tuna memang dikenal kaya akan zat- zat gizi seperti protein dan omega 3. Meski baru beberapa tahun berbisnis, bisnisnya sudah punya pelanggan tetap. Ia mengaku punya pelanggan salah satu hotel di kawasan Bandengen, Jakarta Utara.

Dalam sebulan, Dewi mampu memasok hotel sekitar 150kg, sisanya akan diedarkan ke restoran- restoran di Jabodetabek. Ia mampu meraup omzet sampai nilai Rp.21 juta per- bulan. Dewi menjual produknya seharga Rp 40.000 tiaap ukuran 500 gram.

Isi kemasannya terdiri dari 24 potong isi tahu. Dewi yakin bisnis pembuatan tahu tuna ini sangat menjanjikan ke depannya. Selain pemainnya masih lah jarang, dengan tambahan ikan tuna, gizi tahu tentu menjadi lebih tinggi.

"Masalahnya ada di strategi pemasaran," ujarnya. Maklum lah, selama ini, Dewi harus mengandalkan pemasaran langsung; mendatangi hotel atau restoran. Usaha jualan tahu bakso tuna masih terbatas ketahanannya.

"Mereka memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang nutrisi tahu tuna," tutup Dewi.

5 Cara Jitu Kumpul Modal Bootstrap

Artikel Bisnis: Kumpul Modal Bootstrap


kumpul modal bootstrap

Bootstrap, apakah itu?

Bootstrap dalam finansial memiliki arti menggunakan segala upaya menghimpun modal usaha. Itu berarti nanti kamu sebagai pelaku usaha menggunakan uang sendiri atau sumber lainnya memulai sebuah usaha.

Bootstrap menjadi popular karena dapat mengurangi ketergantungan akan modal pinjaman bank atau sumber lain dari luar. Ini juga berarti memanfaatkan segala sumber daya ada. Bahkan menggunakan modal KTP pun bisa asal jangan dipakai hutang ya.

Selain resiko diambil lebih kecil bagi pemilik usaha, di sisi lain para pengusahan masih memegang kontrol atas manajemen perusahaan. Biasanya, Bootstrap akan menjadi cara mudah memodali sebuah awal bisnis.

Kuncinya terletak kemampaun pengusaha memastikan manajemen keuangan yang optimal, meliputi bagaimana arus kas keluar. Cara ini terbukti sangat ampuh loh. Metode ini memberikan langkah menggunakan sumber sendiri.

Mereka bisa memanfaatkan sumber uang agar tumbuh dari perusahaan kecil menjadi besar. Contoh nyata dari perusahaan- perusahaan modal Bootstrap ini adalah Roadway Express, Black and Decker, Coca Cola, Dell, Eastman Kodak, UPS, Hewlett-Packard, dan banyak lagi

Sumber Bootstrap


Kredit jual beli


Ketika supplier atau vendor memperbolehkan kamu mengambil barang pastikan apakah ada sistem kredit tidak. Dimana kamu akan membayar selama 30, 60, atau 90 hari setelah barang diterima nanti. Tak banyak perusahaan memang mau memberikan kredit seperti ini.

Mereka lebih menikmati bayar kontan dan dimuka. Atau, mereka akan lebih memilih pembayaran fersi kartu kredit saja. Ketika akan meminta kiriman barang, cobalah pendekatan secara lebih personal kepada vendor.

Kamu mungkin akan mendapatkan pengecualian jika rencana bisnis kamu begitu detail dan jelas. Jika bisnis kamu ternyata sukses berjalan segeralah membayar. Pastikan kamu memperhatikan arus uang serta masa tenggat ya.

Bayarlah langsung jika telah laku terjual, ini agar bisa menambah tingkat kepercayaan. Kini, jika berhasil, kamu bisa berbisnis sekaligus menyusun modal kembali sendiri. Pastikan kamu mengatakan rencana keuangan kamu kepada pemilik vendor atau supplier.

Yakinkan mereka bahwa kamu akan menggunakan sistem kredit karena bisnis masih baru. Ingat jangan gunakan cara ini terus menerus, atau gunakan ini dalam tempo singkat. Pastikan bahwa cara ini bukanlah sebab "kekurangan uang" atau "telilit hutang", cara ini cocok untuk memperbesar modal.

Real estate


Himpun modal menggunakan aset kamu miliki atau caranya sewakan saja itu. Kamu dapat saja menyewakan fasilitas sudah ada, sekaligus menutupi biaya modal, contohnya bilai punya mobil ya sewakan saja.

Lantas nanti kamu menegosiasikan harga sewa aset tersebut agar sesuai pertumbuhan atau pola pembayaran. Jika bisnis kamu membutuhkan pembelian fasilitas, cobalah untuk menutupi biaya bangunan selama periode jangka panjang, sewakan saja kepada orang nanti.

Memanfaatkan secara optimal pinjaman kamu memilih pembayaran bulanan yang sesuai, untuk membantu bisnis lain tumbuh.

Menyewakan barang


Jika peralatan operasional berakhir mengunci modal kamu lalu tidak meninggalkan biaya operasional, yang terbaik ialah menyewanya.

Ada dua jenis kontrak kredit bisa kamu gunakan dalam pembelian barang. Pertama, adalah kamu bisa mengajukan "kontrak hipotek harta", di mana peralatan menjadi milik pembeli setelah pengiriman, namun penjual memegang klaim hipotek atas jumlah biaya dibayar (kredit lunas).

Kedua adalah "kontrak penjualan bersyarat", di mana pembeli tidak menerima barang sampai dibayar lunas. Cara lain mendapatkan barang tersebut ialah sistem sewa jangka waktu tertentu.

Istilahnya kalau kamu bisa menyewa oven kenapa membelinya sekarang?

Leasing menguntungkan bagi keduanya; pemasok peralatan (lessor) dan pengguna (penyewa). Lessor akan langsung menikmati keuntungan dari sewa, sedangkan manfaat penyewa itu, yaitu melakukan pembayaran menjadi lebih kecil dan kemampuan.

Jika telah selesai perjanjian peralatan tersebut kembali pada akhir masa sewa, mungkin, bahkan kamu bisa membelinya dan ditukar tambah.

Kerja sama guna


Ini adalah metode di mana kamu menghemat biaya menjalankan bisnis dengan saling berbagi fasilitas dengan bisnis lain. Fasiltas itu termasuk perlengkapan, peralatan, dan bahkan karyawan dengan startup lain. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk membangun jaringan.

Kartu kredit


Batas kartu kredit juga dapat digunakan sebagai sumber pembiayaan. Kartu ini bisa menawarkan kemampuan untuk melakukan pembelian atau memperoleh uang tunai, dan membayar mereka nanti setelah produk kamu terjual.

Satu- satunya kelemahan adalah bahwa itu mahal jika dalam jangka panjang. Pastikan produk yang kamu beli bisa habis laku terjual dalam jangka waktu tertentu.

Biografi Bachtiar Karim Pengusaha Sawit Terkaya

Biografi Pengusaha Bachtiar Karim


biografi bachtiar karim
 
Perjalanan salah satu pengusaha sawit terkaya di Indonesia. Biografi Bachtiar Karim, bermuara dari bisnis sang ayah dan kakeknya. Usaha yang bermula produksi sabun namun melebisi ekspetasi. Ini berkat unsur kimia terkandang dalam usaha dirintis sang kakek.

Bachtiar sudah belajar mengenai kimiawi semenjak usia belia. Dia lantas diberi kepercayaan buat mengelola usaha kakek dari ayah. Dia bersama saudaranya, Anwar Karim, lantas menjalankan usaha sejak 1981.

Usaha yang bernama pabrik Nam Cheong kemudian bernama Musim Mas. Didirikan tahun 1932 di Medan, dimana sejak dini dua dari empat bersaudara ini telah dilatih. Baik Bachtiar dan Anwar saat mengenal Nam Cheong baru berusia 12 tahun.

Bisnis Keluarga


Barulah ayah mereka memasrahi keduanya ketika berusia 20 tahunan. Pabrik sabun tersebut lantas dirubah menjadi usaha refinasi. Tahun 1972, Anwar Karim menamai usaha mereka Musim Mas, yang sempat bernama PT. Lambang Utama.

Namanya berasal dari ibu mereka dalam bahasa China. Kalau diartikan bahasa nama lengkapnya jadi Musim Semi Emas. Sejak tahun 1988, usaha mereka menjadi bisnis sawit dengan fokus pengolahan refinasi. Sabun sendiri membutuhkan minyak sawit namun ternyata menyulitkan.

Harapan mereka menguasai sektor hulu tidak muluk. Hanya Musim Mas diharapkan bisa memenuhi kebutuhan semua produksi. Alih- alih sekedar pendukung usaha hilirisasi, malah bisnis minyak sawit mereka menjadi salah satu yang terbesar.

Adalah Anwar yang menginisiasi pembangunan kilang minyak di tahun 1970. Mereka melawan apa disebut "takdir" bisnis sawit. Bila Sinarmas atau Wilmar bersusah- susah membangun kebun dan pengolahan, kemudian dipusingkan produk turunan; Musim Mas malah berkebalikan.

Perusahaan beru punya kebun pada 1988 atau lebih dahulu kilang. Pengusaha sawit bersaudarfa ini juga barulah memiliki 120.000 hektar. Mereka mampu melewati kejamnya krisis moneter setahun kemudian. Rahasiannya ya karena mereka telah memiliki produk turunan sawit ketimbang ekspor.

Malahan Musim Mas ekspansif ketika krisis moneter mereda. Barulah mereka memiliki daya jual ekspor keluar. "Kami selalu berusaha berinvestasi sekecil apapun selama periode krisis tersebut," ujar Togar Sitanggang, Senior Corporate Affairs Manager, disampaikan kepada Kontan.co.id

Selain mereka membangun bisnis hilir buat mendukung hulu. Musim Mas juga merambah perhotelan melalui Hotel Mikie Holiday di Brastagi, Sumut, yang dibangun 2000 silam. Melalui PT. Megasurya Mas, mereka masih memproduksi sabun, seperti Harmonie, Lervia, Lark dan Champion.

Menjadi perusahaan keluarga mereka tidak menolak perubahan. Tahun 2008 menjadi masalah lain bagi mereka menjalankan bisnis. Pasalnya, minyak sawit merupakan minyak nabati paling murah dan digemari. Banyak negara "menolak" atas dasar standarisasi dan berbagai alasan kemudian.

Negara- negara penolak tersebut merupakan penghasil varian nabati lain. Masalah tersebut segera diatasi melalui sertifikasi Roundtable Sustainability Palm Oil (RSPO) sejak 2004. Musim Mas telah menjadi perusahaan yang menerapkan inovasi berkelanjutan.

Total Musim Mas Group memiliki pekerja 37.000 karyawan di 13 negara, dari Asia Pasifik, Eropa dan Amerika.

Minyak sawit ramah lingkungan dan sehat. Produk turunan harus dibuat sebagus mungkin memiliki standar dan diversifikasi. Biografi Bachtiar Karim merupakan sosok rendah hati. Tahun 2006, terjadi penurunan produksi sawit, dimana menjadi tantangan tersendiri baginya.

Pengusaha sawit yang menerapkan kualitas diatas kuantitas. Produk utama mereka minyak goreng telah dikirim ke berbagai negara. Pasar ekspor mereka mulai dari India, China, Uni Eropa, Amerika Serikat, Pakistan dan Banglades.

Perusahaan juga mulai menjajaki Timur Tengah, Eropa Timur, Amerika Latin dan Afrika. Perusahaan juga melirik produk biofuel dan biodisel. Kehadiran program 20% biodisel untuk solar subsidi atau B20 sangat dimanfaatkan perusahaan.

Siomay Kang Cepot Yogyakarta Cerita Bisnis

Profil Pengusaha Mudiarjo

 
siomay kang cepot yogya

Siapa pemilik Siomay Kang Cepot Yogkarta bukanlah nama asli. Ini cerita bisnis pengusaha bernama asli Mudiarjo. Kang Cepot cuma nama bisnisnya saja, tidak pula berarti dia asli suatu daerah di Palau Jawa. Kalo dilihat dari nama bisnisnya pasti menyangka asalnya dari Jawa Barat; namun kamu salah.

Siomay Kang Cepot, bisnis jajanan khas Bandung yang telah dibukan sejak tahun 1987, tapi bukan asli dari Kota Bandung. Sang peracik selalu mempertahankan rasa siomaynya. Hingga sekarang rasa si siomay masih terasa enak. Rasanya masih sama seperti pertama kali Bapak Mudiarjo pernah buat.

Mudiarjo kelahiran Purbalingga. Dari tahun ke tahun, pria yang akrab dipanggil pak Mudi ini, selalu mencoba mengolah sendiri siomay dan memastikan rasa khas miliknya. Sejak kecil ia dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana pekerja keras.

Ia ikut serta membantu memenuhi kebutuhan keluarga sejak kecil. Hingga menginjak usia remaja, dia ikut orang untuk berjualan siomay ke Bandung. Setelah belajar cukup banyak, Mudi  lantas memilih kembali ke Purbalingga disaat pemilihan lurah.

Lalu Mudi meminta bantuan modal kepada lurah terpilih. Tujuannya tak lain untuk berjualan siomay lagi. Alhasil dia berhasil juga mendapatkan modal sebesar Rp.250 ribu. Bermodal pinjaman 250 ribu, jadilah pak Madi berjualan siomay seperti impiannya.

Dia lalu berjualan dengan gerobak lengkap dengan perlatannya. Dari situ, dimulailah usaha barunya berjualan siomay dan berkembang kian harinya. Dia dapat melunasi pinjaman modalnya. Namun usahanya tak jarang sepi pembeli, ini bukan perkara mudah ternyata.

Sang pengusaha pun mengakali penghasilan hariannya dengan sekedar mengayuh becak. Pada tahun 1987, atas ajakan seorang teman, lelaki kelahiran Banjarnegara 54 tahun ini memilih mencoba peruntungan di kota lain, Yogyakarta.

Hijrah ke Yogya


Di Yogja pun masih berjualan siomay dan sekali- kali bekerja lain. Dia masih mengayuh becaknya, dan beberapa kali jadi buruh tani. Pengusaha pemilik Siomay Kang Cepot belum sukses. Ia terus bekerja demi menghidupi istri serta enam orang anak.

Selain Yogya, dia berjualan siomay di Pekalongan, Semarang dan Solo.  Namun pada tahun 1994 -an, akhirnya Pak Mudi beserta segenap keluarga mengontrak rumah dan memilih menetap di Yogyakarta saja. Rumah kontrakan tersebut sekaligus digunakan sebagai tempat berjualan.

Mulai tahun 1994, ia tak mau lagi berjualan berkeliling sambil mendorong grobak. Dia memilih membuka warung menetap di satu tempat saja. Kini Siomay Kang Cepot dapat dijumpai di Jalan Kaliurang KM 8,5 Dayu Sinduharjo Ngaglik, Sleman.

Jika dulu pak Mudi menamai usahanya Siomay Super, setelah itu memiliki tempat sendiri, beliau memberi nama usahanya "Siomay Kang Cepot". Aneh memang terbukti nama tersebut memberi hoki tersendiri.

Nama Cepot merupakan tokoh wayang khas Jawa Barat begitu melekat. Semuanya masih dikerjakan sendiri olehnya dari membuat bumbu hingga meracik siomaynya. Jika sakit itu datang menemui badan tuanya, maka dua orang karyawan yang menggantikan.

Siomay dijual Kang Cepot ada 2 jenis rasa; rasa biasa dan spesial. Dikatakan spesial karena full tengiri jadi rasanya sangat yummi. Siomay rebus dan goreng dijualnya Rp 1000/ biji, sedangkan untuk siomay super/ tengiri, ia jual seharga Rp 2.500/biji.

Isinya selain siomay tengiri yaitu ada tahu, kubis/kol, pare, telur rebus dijual sama Rp 1000/bijinya. Pembeli pun dipersilahkan memilih sendiri menu siomaynya. Siomay Kang Cepot sekarang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Jogjakarta.

Pak Mudi bisa mempekerjakan 15 orang dengan upah Rp 600ribu sampai Rp.900 ribu. Diantara karyawannya bahkan ada yang sudah 11 tahun membantunya membangun usaha tersebut. Siomay Kang Cepot akan buka setiap hari pukul 9 pagi hingga jam 10 malam.

Mudi mengaku omzet bisnisnya sekarang bisa mencapai Rp.4 juta/hari. Dari usaha itu pula, Pak Mudi sukses menyekolahkan dua putranya di sekolah kedokteran di Solo dan Purwokerto. Dengan latar belakang pendidikan kelas satu SD, Pak Mudi bermodal tekat serta kerja keras memulai bisnis.

Tekat lain yang membawanya yaitu keinginan agar anak- anaknya bisa bersekolah tinggi. Dia, sosok yang yakin bahwa Tuhan lah yang menentukan rejeki bagi dirinya dan keluarganya.

Kisah Ayam Lepaas Wirausaha Suparno

Biografi Pengusaha Suparno


pemilik ayam lepaas
 
Pernah mendengar nama rumah makan Ayam Lepaas. Inilah kisah wirausaha Suparno. Sosok berkaca mata yang pernah terpuruk hidupnya. Dalam tiga tahun semenjak bangkit hasilkan 80 gerai. Pria asli Deli Serdang, yang pernah merasakan dampak ketidak kondusifan Aceh.

Dia sempat menjadi pengungsi dua kali sejak 1990- 1998. Pada konflik 1998, dirinya menetap di wilayah Aceh, sementara kedua orang tua mengungsi ke Binjai, Medan. "Saya bertahan karena mau kuliah," imbuhnya.

Demi mendapatkan uang harus bekerja tidak boleh diam. Suparno menyadari hidupnya sulit dalam perantauan. Maka Suparno mengajak tujuh teman membuka usaha bimbel. Mereka membuka usaha les privat sempoa pada 2001. Mereka berhasil menggaet 1.500 siswa cuma bermodal Rp.500.000.

Semangat Wirausaha


Namun terjadi perselisihan diantara mereka, alhasil Suparno memutuskan hengkang dari usaha sejak 2003. Suparno banting stir menjadi agen asuransi. Selanjutnya, ia membangun koperasi namun lagi- lagi usahanya gagal.

Tahun 2004 sampai 2005, status darurat militer Aceh membuat ekonomi masyarakat terpuruk. Tetapi ia merubah keadaan menjadi lebih baik. Suparno menjalankan koperasi simpan pinjam. Tujuannya untuk menggerakan ekonomi masyarakat Aceh.

Di tahun 2006 itu, ia mengurus segala dokumen mengenai mendirikan koperasi. Dokumen siap malah datang tsunami Aceh. Seketika rencana batal meluluh lantahkan kehidupan masyarakat. Warga tidak lagi memikirkan keadaan ekonomi mereka pasca bencana.

Warga tengah mencoba bangkit menata kehidupan. Disisi lain bersyukur, ada orang baik yang minat memodali Suparno, uang yang digelontorkan Rp.2 miliar dan menggaet 2000 orang nasabah. Sial Suparno mendapati 95% kredit digelontorkan macet.

Meskipun demikian, dia tidak berputus asa sembari mencoba membuka usaha lain. Dia pun ikutan waralaba ayam bakar senilai Rp.50 juta.

"Usaha ini cukup berhasil. Saya mencoba membuka usaha serupa dengan nama sendiri. Modal yang saya disiapkan Rp.500 juta untuk membangun dua rumah makan," tuturnya.

Eh, belum terwujud bangunan sudah kecewa, gagal karena uang lenyap dibawa temannya. Suparno sempat stress karena telah ditipu temannya sendiri. "Saya stress luar biasa, butuh enam bulan untuk bangkit," kenangnya.

Sungguh malang Suparno kena tipu sampai Rp.15 juta lenyap. Kemudian ketika coba menjajal bisnis mebel, malah dia kena tipu Rp.1,3 miliar. Sungguh terlalu, dalam kurun waktu lama, mulai dari tahun 2007 total dia ditipu sampai Rp.3 miliar.

Belum cukup nih, di tahun 2008, masalah kembali datang selain ditipu orang kembali. "Kompletlah apa yang saya rasakan, tertipu, kecelakaan, dan tahun 2008 rumah makan dengan sistem waralaba yang saya ikuti itu pun putus kontrak," kenangnya.

Suparno bingung bukan kepalang. Ketika dia berhasil menggaet pembeli. Malah dia tidak bisa bikin ayam bakar seperti dulu. Lantaran dia sudah tidak memakai waralaba melainkan masa sendiri. Kan kalau waralaba sudah ada resep, dia tidak perlu dipusingkan membuat ayam bakar tinggal campur.

Waktu itu, sengaja tidak melanjutkan kontrak kerja sama, Suparno mendirikan usaha sejenis namun resep nekat seadanya. "Bingunglah saya karena tidak tahu resep sama sekali," ujarnya sembari tertawa lepas. Dia bingung namun usaha terlanjur berdiri harus dilanjutkan.

Apalagi dia sudah memiliki pelanggan dari usaha sebelumnya. Ya terpaksa dia menggunakan resep sendiri yang belum diuji coba. "Kami minta maaf ke pelanggan karena rasa ayam goreng kami belum konsisten," tuturnya kepada Kontan.co.id.

Di 10 November 2009, Suparno resmi memakai nama Ayam Lepaas sebagai bendera usaha. Modal bumbu sederhana ternyata mampu bertahan sampai lama. Resep yang dikembangkan menyangkup bumbu enak, walau dibalut penyajian sederhana dan tampilan biasa.

Ia berprinsip orang butuh makan enak. Tetapi Suparno mengingatkan pentingnya kecepatan dalam penyajian. Harga juga harus cocok dikantong semua masyarakat. Berkat perjuangannya, wirausaha muda Suparno mampu memiliki lebih dari 30 gerai dan terus berkembang.

Masalah Hukum


Pengusaha asli Deli Serdang, 31 Desember 1976, yang telah melebarkan sayapnya sampai ke pulau- pulau lain, meliputi Yogyakarta, Bali, dan bahkan luar negeri ke Malaysia. Usaha yang total punya 50 gerai cabang tersebar ini, memakai prinsip penanaman modal agar berkembang.

Ini bukan konsep waralaba atau franchise ya. Modal investor Rp.300 juta sampai Rp.500 juta untuk mengembangkan gerai. "Di awal usaha, omzet usaha ini hanya ratusan ribu rupiah perhari. Sekarang, ya sesuai targetlah," ucap ayah dari lima anak ini.

Suparno bercerita sedari kecil sudah mandiri. Ia belajar berbisnis semenjak SMP karena kebutuhan. Dia merupakan putra tenaga kontrak perkebunan. Sejak SMP sampai SMA, dia sudah pernah jualan berbagai macam, dari kue, tempe, hasil bumi, dan kaus.

Alkisah Suparno berusaha keras membangun bisnis ayam tersebut. Sial, Suparno malah mengalami kerugian sampai hampir bangkrut. Datanglah Ahmad Syaiful Bachri datang menawarkan bantuan modal. Ia menggelontorkan Rp.50 juta bersyarat keduanya bekerja sama.

Mereka sepakat membranding usahanya warung Ayam Lepaas. Gerai pertamanya di Lampriet, Aceh, pada 2009 silam. Kemudian Syaiful membuka gerai Ayam Lepaas di Malang. Delapan bulannya, ia membuka gerai di 9Walk, Bintaro, bersama Ade Mukhtar.

Dia kemudian membuat 5 gerai di berbagai tempat di Aceh. Selepas bisnisnya mapan, Ayam Lepaas mampu membuka banyak gerai di Kalimalang, Rawamangun, Kelapa Gading, Cililitan, Pondok Gede dan Cakung. Ini berkat keputusan Ayam Lepaas membuka usaha berbasis franchise atau waralaba.

Suparno dan Syaiful lanta membangun PT. Rozzo Dewe Jayakarta pada Maret 2011. Memasuki tahun 2011, Ayam Lepaas makin memanjakan warga Jakarta dan Surabaya. Warga Jakarta bisa menikmati ayam di Kranji, Bintaro Utara dan Cimanggu.

Warga Surabaya bisa menikmati Ayam Lepaas di tiga titik Jalan Kisamaun Tangerang. Belakangan masalah datang, sepihak Suparno mendaftarkan sepihak ke Dirjen HKI pada 2013 silam, tanpa ada sepengetahuan Syaiful.

Atas itulah, Syaiful menggugat Suparno melalui Pengadilan Niaga Medan. Pada 17 Juli 2013, Majelis Hakim memerintahkan Dijen HKI mencabut merek Ayam Lepaas dari daftar. Suparno tidak terima keputusan. Dan dia mengajukan kasasi melalui Mahkamah Agung.

Hasilnya Mahkamah Agung menolak permintaan Suparno. Alasannya dia tidak beritikad baik, dan pihak Hakim telah meneliti sejarah Ayam Lepaas semenjak awal. Mereka berpendapat bahwa pihak Suparno tidak menghargai rekan bisnisnya sejak awal.

Usaha Kecil- Kecilan Boneka Tangan Usaha Jutaan

Profil Pengusaha Suratinah


usaha kecil- kecilan boneka tangan

Usaha kecil- kecilan boneka tangan Suratinah ternyata menghasilkan  Untuk urusan kegigihan, dia lah sosok patut yang kamu kagumi. Suratinah tidak berhenti berkreasi meskipun cobaan hidup terus menghadang.

Usaha Suratinah bisa menghasilkan Rp.50 juta, ironisnya, dia sukses justru setelah dipecat dari pabrik boneka, dan usahanya sendiri adalah pembuatan boneka. Angka itu dibilang cukup fantastis. Ibu dua anak yang biasa dipanggil Mbak Tin ini, tidak mengenyam pendidikan tinggi tapi gigih.

Meski lulusan SD, Mbak Tin sigap memanfaatkan ketrampilannya membuat boneka. Mengingat pendidikan rendah membuatnya terpacu untuk memberikan pendidikan lebih baik. Mbak Tin sosok kelahiran 1972, mengadu nasib merantau dari kampunya di Magelang ke Bandung.

Pekerjaan pertamanya menjadi buruh di sebuah pabrik boneka. Tin rajin bekerja hingga 10 tahun berlalu begitu saja.

Sayang krisis moneter membuatnya diberhentikan oleh perusahaan. Ia menjadi salah satu korban pengurangan karyawan. Mbak Tin mengaku sempat patah arang. Bahkan, selama dua bulan berlalu, ia terus berdiam diri dan memilih tidak melakukan apa- apa.

Baru setelah dua bulan, akhirnya dia mau tergerak untuk membuat usaha, di area yang dikuasainya yakni membuat boneka. Mbak Tin mengungkapkan pertama kali menawarkan produknya kepada toko pariwisata. Mereka pemilik usaha pariwisata di kawasan Malang malah menolaknya.

Tak terhitung berapa kali dirinya ditolak, namun ia tetap gigih menjajakan produk bonekanya. Usaha dan kegigihan itu menemui titik keberhasilan. Toko- toko yang menerima boneka bernama Tin Panda Collection akhirnya mulai banyak.

Bahkan, saat ini, dia bisa menghasilkan uang Rp30 juta dalam satu bulan. Usaha yang modalnya dulu dikumpulkan dari sisa pendapatannya, sekitar Rp 2,5 juta, dia memulai membuat boneka. Usaha kecil-kecilan ini menjadi harapan dan tumpuannya untuk menopang hidup

"Kalau sedang hari biasa mungkin Rp30 juta, tetapi ketika sudah memasuki masa-masa liburan, per bulan bisa mencapai Rp50 juta," katanya.

Usaha kecil- kecilan


Tak terasa ia menggelontorkan modal 2,4 juta. Berkat usahanya itu meski krisis ekonomi, bersyukur, ia tetap bisa berjalan meski ada halangan. Dia juga mendapatkan bantuan dari bank. Menjadi modal tambahan bisnis Tin makin maju.

"Alhamdulillah, walaupun krisis, masih bisa jalan. Istilahnya, berhenti sebentar. Terus saya berpikir kalau gini terus nggak maju, lalu saya pinjam ke bank. Tahun 1999-lah, saya meminjam ke bank," ujarnya, waktu meminjam pertama kali itu, ia mendapat modal Rp 5 juta.

Setelah itu, kucuran dana yang diberikan bank pun bertambah karena melihat majunya usaha Tin, "Setelah itu, kan naik, bisa Rp 10 juta. Sekarang sudah dipercayalah," imbuh Tin.

Anak- anaknya menjadi motifasi baginya untuk tetap bertahan. Dia ingin mereka punya pendidikan tinggi. Saat memulai usaha ia pernah berpikir "apakah usahanya akan laku atau tidak". Meski begitu karena memang tak ada pilihan atau kepepet istilahnya, ia tetap berusaha.

Kendala utama yaitu modal serta pemasaran. Ia juga tanpa malu masuk keluar toko. Sampai setahun lamanya usahanya dikenal oleh toko- toko di objek wisata Malang. Mbak Tin menjelaskan semua berkat "ngotot", ia terus meminta agar dipertemukan para pemilik toko.

Usaha keras yang jadi satu pelajaran akhirnya membuahkan hasil. Kini, selain bekerja Tin yang kini berumur 40 tahun memilih mengajar membuat boneka tetangga- tetangganya.

Usahanya mempekerjakan 8 orang karyawan. Mereka semua direkrut untuk membuat pola, menjahit, serta membuatnya jadi boneka. Patokannya jangan sampai jelek dan mengecewakan. Seorang ibu bisa membuat 100 boneka kecil atau 30 boneka berukuran besar.

Bu Tin kemudian lebih fokus pada pemasaran terhadap boneka yang sudah dibuat ini. Produknya dibuat tetap tidak fluktuasi sesuai pesanan. Ia mengatakan, itu dilakukan agar ada stok ketika pesanan sedang melonjak, seperti di masa liburan dan lebaran.

Mengenai pemasaran, boneka "Tin Panda Collection" ini juga sudah merambah daerah di luar Pulau Jawa, yaitu sampai ke Sorong dan NTT. Boneka bisa didapatkan tidak hanya berdasarkan pesanan, tetapi juga tersedia di supermarket, misalnya saja di Trio Plaza.

Ia menuturkan "Sebenarnya toko- toko yang lain mau, tapi saya cari yang cash soalnya modal saya masih kurang."

Mbak Tin pun membuka cita-cita, bonekanya bisa sampai ke luar negeri suatu hari nanti. Usaha boneka yang ia lakoni ini sekarang telah memberikan hasil. Karena keseriusannya, saat ini per bulan Suratinah mendapat pemasukan antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta.

Pengusaha boneka asal Magelang itu pun menyabet gelar Citi Micro Entrepreneurship Award (CMA) di tahun 2007. Usaha kecil- kecilan bonek tangannya mampu mengangkat derajat.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba