Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

CEO Qerja Veronika Linardi Wirausaha dan Startup

Profil Pengusaha Veronika Linardi


ceo qerja
 
Dirinya tidak memiliki ambisi pribadi dalam wirausaha dan startup. CEO Qerja Veronika Linardi yang telah memiliki pekerjaan mapan. Tidak memiliki pengalaman sama sekali di bisnis teknologi. Dia cuma punya pengalaman menangani perusahaan. 

Bukan sembarangan tetapi pengalaman HR untuk klien perusahaan besar. Dia banyak bertemu orang- orang hebat. Mereka yang memulai perusahaan dengan perjuangan. Menjadi Human Resource, juga memberi pandangan bahwa mencari pekerjan berkualitas itu sulit.

Nah, Veronica lantas menjembatai, maka dibukalah bisnis teknologi berkonsep one- stop platform. Ini akan menjembatani antara perusahaan dan pegawai. Memastikan ada penyelesaian masalah dan juga menjawab pertanyaan tentang karir. 

Mendirikan Qerja


Uniknya dia tidak menciptakan platform pencari kerja. Ia malah membuat user- generated content. Isi dari startup tersebut semua mengenai dunia kerja. Disini tempat kamu bisa berbagi pengalaman, soal karir, gaji dan pengembangan diri.
Startup miliknya yang kemudian diberi nama Qerja.com. Human Resource merupakan bisnis tentang karir seseorang. Bukan cuma merupakan bagian dari kehidupan manusia. Tidak terbatas orang tidak kerja tidak makan. Ia ingin mengatakan ini soal passion dalam meniti karir seseorang.

Bekerja bukan sekedar mencari uang tetapi menjalani passion. Platform Qerja memberi kesempatan agar kita tidak salah langkah. Memulai wirausahan dan startup berarti keluar zona nyaman. Dia harus turun langsung berhadapan dengan kenyataan.

Menjadi konsultan dengan terjun langsung pasti berbeda. Dia harus menyesuaikan jadwal yang telah tersusun rapi. Bedanya dia melihat dihari berbeda akan ada kesempatan. Veronica merasakan suatu pengalaman tidak monoton.

Naik- turun bisnis membutuhkan pengaturan antara kehidupan pribadi dan kerja. Veronica mencoba membangun komunitas besar. Tempat dimana bisa menemukan artikel mengenai dunia kerja. Tentu sanga pendiri haruslah memiliki kemampuan yang mewakili itu.

Qerja tumbuh kemudian disusul perusahaan rekrutmen pegawai. Dia menjadi konsultan bagi banyak perusahaan multi- nasional. Tidak tanggung- tanggung dia menciptakan dua perusahaan: Jobs.ID dan Linardi Associates, untuk mencari kandidat yang tepat bagi perusahaan klien.

Qerja merupakan platform pengembangan karir. Selepas melihat perkembangan akan bisnis teknologi ini. Veronica merambah pusat pencarian kerja lewat Jobs.id pada 2012. Namun tidak serta mertas, ia menjelaskan sempat beberapa kali berganti nama dan tema platform.

Beda dengan Qerja.com, platform ini pernah bernama lowonganpns.info, icpns.com, jobsid.info, dan jobsid.co. Berdirinya Linardi Associates berdasar keresahan akan transparasi perekrutan. Jadi ketiga perusahaan miliknya saling berkaitan baik untuk pencari kerja dan perusahaan.

Bisnis Besar


Meniti karir sebagai HRD membuatnya paham betul. Dia sadar kebutuhan perusahaan akan manusia berkualitas. Tetapi menjalankan bisnis teknologi memiliki tantangan tersendiri. Pengusaha wanita lulusan Cernegi Mellon University, Amerika Serikat, telah memiliki pengalaman kerja panjang.

Dia sangat tertarik akan sumber daya manusia. Tidak semua orang mencari kerja karena uang, tetapi karena mewakili passion mereka. Dia juga menyadari banyak orang membutuhkan dukungan. Karena tidak juga semua orang menemukan passion dalam pekerjaanya sekarang.

Ia tidak buru- buru membangun bisnis Qerja.com. Melainkan meneruskan pekerjaan sebagai HRD di sebuah perusahaan. Pengalaman panjang membuatnya mampu menguasai materi. Menguasai semua mengenai human resource baik dari sisi pegawai dan perusahaan.

Veronica sempat ragu tetapi terus mengikuti perjalanan. Pada 2012, dia mengajak Stephen Kohar untuk mendirikan Qerja.com. Platform dimana orang bisa menyampaikan info soal gaji. Disini juga tempatnya orang berbagi informasi soal atmosfir bekerja di suatu perusahaan.

Bulan pertama situs tersebut meraup 50 ribu pengunjung. Trafik tumbuh bahkan sampai 1 juta orang pengunjung setiap harinya. Jobs.id memiliki tidak kurang 2,8 juta pengunjung setiap hari. Keduanya lalu mendapatkan pendanaan dari Kejora Venture, Softbank, dan Emtek senilai Rp.147,7 miliar.

Keduanya kemudian dalam satu naungan group bisnis Qareer Group Asia. Kemudian disusul usaha lain seperti Linardi Association, Qareer, Qareer HR Admin, dan Qareer Carnival.

Pengusaha Harus Belajar Kepemimpinan Bos XL Axiata

Profil Pengusaha Dian Siswarini


bos xl axiata

Kamu pengusaha muda harus belajar kepemimpinan. Belajarlah dari sosok bos XL Axiata bagaimana mereka dapar bertahan. Pengusaha harus belajar kepemimpinan dari Dian Siswarini. Pemimpin harus melewati jaman menghadapi tantangan. 
 
Mereka harus mampu beradaptasi perubahan dan menyelasikan masalah.  Dian telah bekerja selama 20 tahun di dunia telekomunikasi. Tahun 2006, Dian masuk sudah jaringan 2G, dan langsung tersalip 3G. Perubahaannya cepat diantara tahun 2000 -an tersebut. 
 
Masuk tahun 2000 ke atas sudah ditimpali jaringan 4G, dan yang disusul jaringan 5G memasuki 2020. Lihat perubahan tersebut begitu drastis termasuk bisnis XL. Masalah internal sempat melanda hingga membuat kepanikan. Dian tidak bekerja sendirian. 
 

Belajar Kepemimpinan

 
"Saya enggak bisa sendirian. Saya akan berhasil bila mendapatkan dukungan seluruh karyawan XL," jelasnya.

Manajemen konflik dibutuhkan setiap pemegang jabatan. Sebagai CEO, menurutnya masalah akan selalu hadir dengan keputusan. Wanita kelahiran Jawa Barat, 5 Mei 1968, mengatakan masalah harus menghasilkan keputusan yang baik.

Konflik harus terbuka dan dihadapi bersama seluruh karyawan. Ada semangat kebersamaan maka konflik akan menjadi kesempatan. Masalah yang ditutupi akan meledak suatu ketika, akan menjadi jelek dan berbahaya efeknya, alih- alih akan menghasilkan resolusi.

Dunia telekomunikasi ia contohkan dalam 3 tahun bisa basi. Satu teknologi langsung digantikan yang lain. Pengusaha teknologi baiknya belajar kepemimpinan Dian. Ia memilih mengalokasikan belanja guna mengikuti perubahaan. Pengeluaran terbesar ialah memperbaiki jaringan agar tidak ditinggal.

Investasi besar sampai 40 triliun guna pengembangan jaringan. Perjalanan tidak mudah karena kamu butuh belajar. Dunia merupakan ruang pembelajaran tidak berhenti sampai akhir hayat. Dian memulai karir dari level terbawah. Ia pernah menjadi staf engineer sampai 11 tahun hingga naik level tinggi.

Tahun 2007, dia diangkat menjadi jajaran dirut XL, yakni direktur network service. Semua karena dia pandai dalam satu bidang yakni teknik. Ia selalu bekerja dalam masalah teknikal. Dian sendiri adalah lulusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan langsung yakin masuk dunia ini.

"Telekomunikasi merupakan industri yang perubahannya cepat, dinamis, dan memberikan dampak yang luas," Dian menjelaskan.

Tahun 2011, dia sempat dipindahkan ke posisi digiat service, meliputi digital commerce, advertising, dan payment. Ini merupakan bisnis baru diluar core bisnis seperti layanan teks, suara, dan data khas operator jaringan.

Banyak orang menyangsikan karena dirinya perempuan. Kok bisa, ibu kan perempuan, Dian lantas menjawab karena perempuan bisa. Menjadi pemimpin selaraskan semua kepentingan. Selaraskan kepentingan para karyawan, costumer, pemegang saham, dan pemerintah.

Bagi karyawan kamu harus memberikan rasa nyaman. Layaknya rumah kedua bukan sekedar kita memberi benefit dan gaji. Perhatikan kemampuan karyawan mengembangkan diri. Doronglah mereka untuk naik, biarkan mereka memiliki karir yang baik dan naik level ke posisi berikutnya.

Paling susah ialah kepentingan pemegang saham. Istilahnya mereka telah menaruh uang, maka kasih mereka keuntungan kembali. Ini akan berhadapan dengan kepentingan costumer, dalam pelayanan, dan maunya beda- beda.

Bisnis Telekomunikasi


Beda dahulu pasti sekararang sudah sangat berbeda. Orang dulu lebih mengenal SMS, kepanjangan dari Short Message Service. Dimana bila disandingkan dengan layanan suaranya atau telephon. Kita dulu mengenalnya servic voice; tidak terlalu berbeda.

Jaman sekarang akan lebih komplek karena data banyak.  Mulai dari YouTube, file transfernya tidak sekedar menerima data tetapi visual. Kebutuhan berbeda membutuhkan data jaringan berbeda dan data beda. XL ini menjadi contoh jatuh bangunnya usaha jaringan operator di dunia.

Sudah pernah mengalami masa 3G pada 2005 peralihan. Dimana baru 30% orang memakai jaringan ini. Handphone pun masih belum berkembang masih transisi. Kita mengenal hp pada zaman feature handphone. Begitu tiga tahun belakangan malah melesat pesat tidak terbendung.

Dimana pertumbuhan handphone cepat sampai 50% lebih. Pengguna sudah memakai jaringan 3G dan diperkuat 4G. Taukah kalau kamu memakai 2G maka akan sangat lemot. Disisi provider jaringan juga sangat mahal. XL sebagai perusahaan menawarkan gebrakan harga lebih terjangkau.

Masyarakat berbondong- bondong memanfaatkan jaringan 3G. Perusahaan juga melakukan akuisisi Axiata. Perjalanan panjang beresiko karena 20% akuisisi mengalami kegagalan. Paling lama datang dari ijin pemerintah mengakuisisi Axiata.

Ini berarti memberikan jangkauan lebih luas di dalam jaringan. Proses ini meliputi integrasi network, teknologi, jalur distribusi, marketing dan costumer. Perusahaan juga mengarahkan pengembangan produk digital.

"Trust itu penting, dan juga openess.... Memberikan kesempatan karyawan untuk memberikan masukan," tuturnya kepada Beritasatu.com.

Perusahaan tidak sekedar menjual sim card. Terbukti dengan meluncurnya aplikasi mFish di Lombok, Nusa Tenggara Barat, agar nelayan lebih produktif. Ini memberikan kesempatan masyarakat lebih handal dalam teknologi.

Tahun 2006, pencapaian Xl luar biasa bahkan menempati nomor 3, dan terus sampai setengahnya nomor 2. Kemudian perusahaan dipercaya masyarakat menjadi nomor 2 di Indonesia. Dian mencoba menciptakan value, baik bagi pemegang saham, costumer, dan pemerintah itu sendiri.

Bagi pengusaha hal terberat ialah membagi waktu. Antara perusahaan dan keluarga tidak boleh jadi terbengkalai. Ketika anak- anak bersama Dian maka harus mencurahkan semua waktu. Tidak boleh berpikir soal perusahaan.

Anak- anak tau, sadar tubuhnya disini, tetapi pikiran masih terbang ke pekerjaan. Maka yang kita nanti butuhkan ialah kuantitas bukan kualitas. "Saat berada di rumah, saya fokus pekerjaan rumah, di kantor saya fokus bekerja," jelasnya. Suami harus menjadi patner bukan sekedar pemimpin di rumah.

Diposisi sekarang tidak kurang dukungan keluarga. Dari suami mendukung karir istrinya, caranya ikut menjaga anak- anak ketika ada waktu. Anak- anak pun pengertian akan perjuangan orang tua. Dia juga ditolong sang ibu, yang siap membantu menjaga mereka agar Dian dapat bekerja.

Kisah Pendiri Startup SehatQ Pengusaha Linda Wijaya

Profil Pengusaha Linda Wijaya

 

lindawijaya.png
 

Pengusaha Linda Wijaya merupakan sedikit dari banyak pendiri startup Indonesia. Simak kisah pendiri startup SehatQ  membangun kesehatan bangsa. Wanita memang sudah tidak boleh dipandang sebelah mata. Telah banyak mereka mendirikan perusahaan dan atau memimpi perusahaan.


Linda merupakan lulusan Master Industrial Engineering dari University Michigan. Ia mulai kembangkan aplikasi miliknya semenjak November 2018. Dalam kurun 10 bulan, dia bersama timnya gencar untuk melakukan perkenalan.

 

Layanan Kesehatan


Mereka juga terus melakukan ekspansi layanan. Peluncuran resmi aplikasi SehatQ baru di 25 September 2019 silam. Linda merupakan ibu dua orang anak. Merasakan keresahan begitu rumit birokrasi kesehatan kita. Sempat dia kesulitan ketika hamil besar, sementara anak sulungnya demam.


Pusing Lindah diminati aneka hal sampai akhirnya mendapatkan layanan. Padahal dia tengah hamil 8 bulan. Anaknya demam tinggi 40 derajat, jadilah buru- buru berangkat ke rumah sekit. "Tapi apa yang saya alami waktu itu benar-benar menyiksa, saya harus menunggu sampai 5 jam," kenangnya.


Hamil gede kan capek tetapi masih disuruh mengurusi persyaratan. Proses birokrasi menambah lama, padahal itu malam hari, udah gak ada orang ngantri tetap lama nunggu. Ini telah menjadi rahasia umum tantangan pelayanan umum rumah sakit.


Banyak kelengkapan administrasi sebelum dilayani dokter. Ia berharap, ada tempat lebih simple, yang enggak terlalu ribet, dan punya banyak waktu mengurus keluarga kita. Dengan SehatQ diharapkan tinggal one click layanan.


SehatQ lebih menyediakan open platform. Tidak menginginkan monopoli layanan. SehatQ dihadirkan berdasarkan kebutuhan pasien. Dalam kurun waktu 10 bulan, semenjak pertama diluncurkan platform SehatQ telah memiliki 3,2 juta pengguna. Linda pun menargetkan 6 juta pengguna hingga akhir 2019.


SehatQ memiliki fitur Chat Dokter dan Booking Dokter. Juga menghadirkan layanan konten kesehatan valid. Pasien dapat berhubungan chat dengan dokter di Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Konsultasi tidak dipungut biaya. 

 

Chat akan disimpan menjadi rekam kesehatan akun SehatQ dan menjadi catatan medis digital. Nanti dapat dicetak atau dilihat rekam medisnya. Booking Dokter memberikan informasi status dokter di rumah sakit atau klinik sekitar.


Pengguna dapat menentukan jadwal periksa tanpa tunggu lama. Ia mengingatkan bahwa keberadaan SehatQ bukan menggantikan dokter. Pengusaha Linda Wijaya bahkan berharap terjadi kerja sama dari berbagai pihak.


Kan tujuannya mempermudah masyarakat mendapat layanan. Dalam benaknya ada tiga holly trinity: pasien, asuranasi dan lainnya, dan pemberi fasilitas kesehatan. Dan Linda memperhatikan sekali tiga hal ke dalam aplikasi SehatQ.


Masalah keamanan data sudah terenskripsi demi keamanan. Ia memastikan bahwa SehatQ akan selalu menjaga data pasien. Fitur chat tidak dapat diakses kecuali oleh pasien dan dokter. Uniknya dokter tak diperbolehkan mendiagnosa secara online, dilarang memberi resep online, belum ada regulasinya.


Diceritakan bahwa SehatQ merupakan aplikasi self medication. Pengguana kebanyakan bukanlah dari mereka yang memembutuhkan resep dokter. Ada 60 sampai 70 persen penggunannya, yang adalah penderita penyakit ringan saja.


Ada 12 dokter bekerja sama dan 40 dokter akan bergabung pada 2019. Untuk Booking Dokter telah terintegrasi dengan 8000 pihak seluruh Indonesia. Pengusaha Linda Wijaya sendiri merupakan putri Teguh Ganda Wijaya. Seperti namanya dia adalah cucu dari pendiri Sinarmas, Eka Tjipta Widjaja.

Aplikasi JajapGarut Memudahkan Warga Garut Berbisnis

Artikel Bisnis: JajapGarut Garut Berbisnis

 

aplikasigarut.png

Aplikasi JajapGarut menjadi pertanda kebangkitan UMKM lokal. Mendorong memudahkan warga Garut berbisnis. Tujuannya mengajak pelaku usaha berbisnis di dalamnya. Disisi lain, memudahkan warga Garut buat berbelanja kebutuhan sehari- hari tanpa meninggalkan rumah.

 

Wakil Bupati Helmi Budiman menyambut baik. Warga Garut juga menyambut baik kedatangan aplikasi. Ia menjelaskan kembali, "fasilitasnya sangat memahami kebutuhan saat ini, apalagi dengan motivasi untuk mengangkat UMKM di Garut dan membuka lapangan pekerjaan."


Pengelola aplikasi JajapGarut Ryan Rauf mengatakan ini merupakan aplikasi loka. Didirikan oleh anak- anak muda asli Garut. Ini diharapkan menjadi jawaban warga memenuhi kebutuhan serba instan. Ryan bercerita aplikasi tersebut berawal obrolan kopi.


Ia melihat besarnya peluang bisnis kuliner warga. Permintaan warga akan kemudahan membeli juga meningkat. Kebutuhan yang harus dipenuhi UKM dan UMKM lokal. Hingga terlintas dia ingin sebuah aplikasi pasar online lokal.


"Makanan enak di Garut itu sangat banyak hingga di gang kampung juga banyak ditemukan kuliner enak," tuturnya.

Startup TheLorry Cerita Pengusaha Diko Merintis Usaha

Profil Pengusaha Alzamendi Oatryany

 
startupthelorry.png
 
Alzamendi Qatryany, atau Diko adalah pengusaha muda startup terbaru Indonesia. Kisah Dito merintis usaha startup TheLorry, bermula dari keinginan mengembangkan jasa logistik. Dito merupakan pegawai perusahaan logistik selama 5 tahun.

Pengusaha lulusan Multimedia University, Malaysia, yang benar- benar ingin mengembangkan model bisnis baru. Dito bahkan mau melanjutkan S2 jurusan Supply Chain Logistic pada 2022, di Monash University Australia.
 

Startup TheLorry

 
"Dunia logistik memang tidak asing bagi saya. Dari pengalaman itu, saya terapkan di TheLorry," lanjut Dito. Awal dia merupakan lulusan IT, namun mempertajam di jurusan logistik, Dito nampak telah paham apa akan dia kerjakan kedepan.

TheLorry sendiri berbasis di Malaysia awal. Ada 5 orang termasuk dirinya, mereka mengerjakan jasa angkut masa depan berbasis aplikasi. TheLorry tidak sekedar menjadi jasa antar barang. Melainkan spesial jasa angkut barang dengan ukuran basar.

Berbasis aplikasi TheLorry akan membantu kamu pindahan. TheLorry unggul akan pelayanan. Startup TheLorry telah memiliki roadmap jelas jasa mereka. Mulai dari mitra driver hingga kendaraan angkut disesuaikan kebutuhan pelanggan.

Kini, di Indonesia, TheLorry telah memiliki 5 cabang di Bali, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung. Mitra angkut merupakan profesional. Sebelum direkrut mereka diberikan pelatihan oleh pihak TheLorry.

Dukungan termasuk mengenai kepribadian dan penggunaan aplikasi ini. Pertiga bulan mitra dibekali pelatihan baru pendukung. Sistem pembayaran berbeda menawarkan kemudahan dari kartu kredit, debit, dan lewat minimarket.

Nanti mereka juga akan memberikan opsi pembayaran lain. Dito menjelaskan mereka memberikan layanan asuransi barang diangkut. Banyak metode angkutan tengah digarap TheLorry. Jadi tidak akan terbatas mobil pickup atau mobil box, adapula engkel bak/box dan double bak/box.

"Mengenai harga, kami sangat memikirkan mitra dan konsumen. Kami ingin memiliki ekosistem lebih baik. Jadi, tidak muraha dan terlalu mahal," terangnya kepada Liputan6.com

TheLorry juga memikirkan mitra sopir. Bayangkan kalau terlalu murah, maka kasihan mitra, kualitas mereka akan ikutan menurun. Jasa angkutan barang tidak melulu mengurus orang pindahan. TheLorry juga memberikan layanan bagi UMKM, dari memindahkan sembako atau lainnya.
 
Jasa angkutan mereka menyangkup seluruh Indonesia. Biaya dihitung berdasarkan perkilo meter, mulai dari Rp.45 ribu per 5 Km pertama.  
 
"Saya tidak mau hanya dbilang seseorang No Action Talk Only, lebih baik saya memberikan contoh supaya menjadi dampak positif bagi karyawan lainnya," imbuh Diko.

Pegawai TheLorry merupakan anak- anak muda milenial. Diko mengatakan anak muda haus akan pengalaman. Dulu 5 karyawan sekarang dia memiliki 40 orang karyawan. Dalam pekerjaan dia selalu menekankan pegawai harus membuat raport.

Laporan pekerjaan berisi kinerja pegawai dalam sebulan. "Buat raport itu spele tapi sangat penting. Jadi saya bisa tau terget dan laporan karyawan," ia menjelaskan. Skema tiga bulan laporan akan lebih meningkatkan kinerja, sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama.

Dito menerapkan tim TheLorry terdiri pegawai berpengalaman dan milenial. Banyak anggapan bahwa kaum milenial susah diatur. Nah, TheLorry menjebatani, yang berpengalaman akan memberikan suatu pembelajaran, sementara milenial akan lebih terbuka memberi masukan.

Prinsip kerja Dito adalah selalu berbuat baik, dan bekerja dimanapun. Harapannya adalah TheLorry akan membuka cabang di seluruh Indonesia. Pengusaha Diko merintis usaha startup TheLorry, telah melihat peluang jasa angkutan di Indonesia.

Pengusaha Batam Abidin Hasibuan Inspirasi Bisnis

Profil Pengusaha Abidin Hasibuan


usaha abidin hasibuan
 
Pengusaha Batam Abidin Hasibuan bercerita kisah sukses. Berawal suatu acara bertajuk Batam Pos Entrepreneur School. Lebih dari 17 tahun telah bersusah payah membangun bisnis. Dia merupakan pemilik Sat Nusapersada.

Perusahaanya sudah go publik, punya 10 pabrik, dan omzet Rp.1,6- 2 triliun. Pengusaha Batam ini mempekerjakan 4 ribu karyawan dengan 10 negara tujuan ekspor. "Makanya saya ini perjuangkan nasib masyarakat bukan untung lagi," jelasnya.

Pengusaha Batam

 
Abidin kecil telah bermimpi membangun pabrik. Sejak sekolah dasar, dia telah memiliki hasrat dalam kewirausahaan. Dia ingin pabrik empat lantai. Abidin menjelaskan beberapa hal dibutuhkan: Nomor satu ialah kepercayaan diri tidak tergoyahkan.
 
Kedua, orang harus memiliki berkomitmen dan ketekunan mencoba. Sudah aneka usaha dilakoninya sejak masih muda. Tetapi dia sudah bekerja selama 30 tahun belum kaya. Beragam usaha dilakukan mulai dari profesi preman sampai calo paspor.

Dia belum menemukan cara tepat menjadi sukses. Abidin sempat menghakimi diri sendiri. Seharian dia pernah tidak makan. Bila lapar hanya diminumi air putih. Kepercayaan orang sangat penting jangan coba membohongi.

Sekali kamu ketahuan berbohong maka hancur lah. Tahun 1991, dia sempat bangkrut kemudian nekat meminjam bank buat gaji karyawan. Nasib kurang baik dia sempat masuk penjara. Dia masuk ke penjara karena dikelilingu hutang.

Abidin memiliki prinsip bahwa bisnis harus bersih. Menjadi pengusaha harus jujur walau keadaan mendesak. Dia menceritakan pengalaman "curang" dulu. Pengusaha "wajar" memiliki pembukuan rangkap tiga.

Dia membuat pembukuan buat internal, perbankan, dan pihak pajak. Abidin pun sudah mendapatkan ganjaran. Pengalaman terperosok beberapa kali membuatnya sadar. Alhasil dia mampu membawa lini bisnis sampai ke bursa saham.

Pak Abidin berkata, "kalau perusahaan belum terdaftar bursa, berarti belum sukses." Dalam enam bulan dia memperbaiki perusahaan. Tujuannya mampu membawa usaha PT. Sat Nusapersada masuk bursa. "Anda mesti kerja keras jangan malas," tuturnya.

PT. Sat Nusapersada merupakan pabrik perakitan ponsel terbesar di Batam, Kepulauan Riau. Menjadi yang terbesar, mereka memiliki kapasitas tiga juta unit smartphone perbukan berdiri sejak 1999.

Moses Lo CEO Xendit Sering Dikira Orang Indonesia

Profil Pengusaha Moses Lo

 

moseslo.png
 

Pengusaha muda Moses Lo sering dikira orang Indonesia. Wajar karena Forbes menuliskan dirinya jadi orang Indonesia. Faktanya dia memang memiliki ibu orang Indonesia. Keluarga ibunya masih berada di Indonesia. Tetapi Moses sendiri merupakan warga negara Australia.


Banyak memang orang keturunan Indonesia bermukim di Australia. Tetapi kasus Moses pernah pula dianggap orang Amerika. Mungkin karena dirinya berkecimpung dunia startup. Tampat sepertinya khas orang- orang Amerika disana.


Dia juga berkuliah di Amerika. "Saya menempuh pendidikan di Amerika, mungkin karena itu mereka menilai saya orang Amerika," ujarnya. Walau begitu nyatanya Xendit merupakan startup Indonesia. Itu mendapatkan dukungan YCombinator.

 

Passion Entrepreneurship


Fokus Xendit memang mengembangkan bisnis kawasan Asia Tenggara. Bisnisnya mengenai platform pembayaran berbasis peer-to-peer. Karena startupnya bertertuliskan Indonesia, dan memang berbasis di Indonesia, maka Forbes tidak salah bila menyebutnya orang Indonesia.


Kehidupan Moses memang banyak mengenai entrepreneurship. Bahkan dia masuk ke sekolah yang mengajarkan mengenai kewirausahaan ini. Moses merupakan putra seorang ibu asal Indonesia, dan ayahnya merupakan orang Malaysia.


Orang tua Moses merupakan pengusaha unggulan. Ibunya bekerja office boy hampir seumur hidup. Tapi suatu ketika dia mempelajari pasar saham. Berkat saham menghasilkan uang lebih banyak. Dan dari sisi ayahnya, kakek Moses merupakan pengepul stik kayu dan menjualnya ke pasaran.

 

Kemudian kakek menjadi ahli membuat perhiasan. Berkat bisnis perhiasannya memiliki banyak uang, sampai mengirim ketujuh anaknya keluar negeri dan berkuliah. Ini merupakan satu langkah yang merubah satu generasi berikutnya.

 

Legasi itulah yang coba dikembangkan Moses. Alih- alih dia menjadi seorang profesional, keputusan akhirnya mendirikan perusahaan menjadi entrepreneur. Ayah Moses juga pengusaha mengikuti jejak ayahnya.


"Jadi saya sudah memiliki darah entrepreneurship ini di tubuh," ungkapnya, dalam sebuah wawancara ekslusif bersama justin.quest


Terlahir di Australia tidak memberikan peluang. Dia menemukan di sana kurang kultur teknologi. Dan alasan lainnya, market tidak memungkinkan mengembangkan bisnis teknologi. 

 

"Di sana tidak terlalu banyak kesempatan. Saya pikir satu hal, kulturnya, kedua, ukuran market yang tidak cocok buat kewirausahaan berbasis teknologi," Moses menerangkan.


Maka pilihannya bersekolah ke Amerikan merupakan kesempatan. Dia ingin belajar apa orang pikirkan mengenai ini. Moses mulai berkonsultasi dan segera berangka ke Amerika secepat mungkin. Tetapi inti dari semuanya berangkat ke Silicon Valley, mempelajari pola pikir, landasan kerja, mungkin mentor.


Bila beruntung ia mungkin menemukan mentor tepat. Sejak awal, memang terdapat dua kata dalam benak Moses, yakni "Fin" untuk financial dan "tech" untuk teknologi. Itu berkat penemuannya soal capital reverse system yang dipelajari lewat enslikopedia, lalu Wikipedia setelah ada.


Moses kutu buku mencari apa capital reverse system. Suatu titik dimana dia menyadari akan mendapat sesuatu, lalu Moses sadar bahwa, "oh saya benar- benar mendalami finansial dan menariknya ke arah ke sana."


Maka di Universitas, dia mempelajari mengenai sistem informasi, hingga muncul ide menggabungkan kedua hal. Namun dunia finansial memiliki legasi bagi pemain dulu, sulit dimana sistemnya pasti akan menentang ide Moses.


Sementara teknologi merupakan dunia penuh kesempatan. Teknologi akan membuka peluang seluas- luasanya. Buat siapapun, baik orang yang memiliki keluarga mendukung tetapi tidak punya akses ke bisnis, akan diberi kesempatan membangun legasinya sendiri dan merubah dunia.


Dalam benak Moses selalu melakukan terbaik mendapatkan informasi. Termasuk ia mencari referensi lewat ebook berbentuk PDF. Moses mulai melakukan finansial dan sistem informasi teknologi Tetapi Australia tidak memiliki startup pada jamannya.


Sebelum Atlassian -startup asli Australia, yang pendirinya empat orang, dan mereka ternyata mendapat beasiswa sama dengan Moses. Mereka bersama dalam kamar asrama mengerjakan sesuatu. Mereka selalu berbicara ide besar mengenai menjual software berbasis langganan.


Atlassian memberikan pelanggan setahun langganan untuk software. Alih- alih orang akan membeli satu kali Windows, kita bisa membeli software lebih banyak sekali bayar. Ada dorongan besar buat Moses ketika mendengar nama Atlassian.


Tips Co- Founder


Hasratnya akan mendirikan startup bergejolak terus. "Tetapi dari Australia, saya tau saya tidak akan bisa melakukan startup dari Australia," jelasnya. Karena marketnya kecil, dan FinTech belum menjadi sesuatu bagi masyarakat Australia pada jamannya.



Begitu sampai California dirinya mendapatkan instal ulang. Pengalaman merantau di Amerika seketika hilang di California, di wilayah Silicon Valley. Moses mulai membuat komputer. Dia merakit komputer kustom bagi temannya, dan ia akan menerima bayaran.


Dia juga memberi layanan memperbaiki komputer terkena virus. Moses dapat bayaran dari sana. Inilah cara Moses bertahan hidup diluar negeri. Dia diajarkan seseorang bernama Rob Chandra. Dia dulunya mengajar di Brakely, yang sempat menjadi cofounder Xendit, sekaligus mengajarinya mencari founder.


Moses sadar bahwa dia membutuhkan founder. Ada waktu dua tahun dimasa sekolahnya berbuat suatu kesempatan. Banyak orang akan berbicara kepadamu mengenai teknik. Menjadi mahasiswa jurusan engineering membuatnya dikenal.


Dia baru menemukan co- founder ketika bermain hacktakons atau hack days. Keduanya pernah dalam satu tim olahraga hacker. Moses dan rekannya pernah memenangkan perlombaan. Paling besar mereka pernah menang bahkan melawan Stanford.


Pada tahun keduanya dia dan rekan berulah berbisnis. Ketika perkuliahan mengajak para mahasiswa membuat proyek entrepreneurship. Maka Moses memasukan tugasnya mengenai Xendit. Tujuannya adalah menciptakan kombinasi antara teknologi dan finasial dalam transaksi digital ini.


Proyek tersebut masih mentah dia mengenang. Teman- temannya ikut membantu mengembangkan. Itu seperti proyek Power Point. Banyak orang membantu membuatnya bereksperimen. Menjadikan ini sebuah proyek akademis. 

 

Banyak profesor tertarik salah satunya, Rob Chandra, yang sangat membantu soal ide dan adapula sosok Robin Toby, yang ikut mengeksekusi dan membantu investasi. Mereka para profesor sangatlah informatif akan apa mereka coba bangun.


"Seperti ibuku katakan, mungkin kita bukanlah paling pintar, tetapi kita akan bekerja keras dan akan lebih mengalahkan kerja siapapun," ujar Moses. Ia percaya bahwa etik kerja, selain keberuntungan, merupakan fundamental dalam kesuksesan.


Bahkan dalam mencari pasangan, Moses menulis daftar dalam empat halaman, 32 kalimat apa yang dia inginkan dalam pasangannya. "Dan seperti saya mau, saya akan menikah, jadi sangat mirip seperti mencari co- founder," selorohnya.

Ahli Telemarketing Sukses Pengusaha Karen Derby

Profil Pengusaha Karen Derby

 

ahlitelemarketing.png
 

Menjadi ahli telemarketing sukses memungkinkan. Pengusaha Karen Derby ini mematahkan frustasi kita akan pekerjaan tersebut. Menjadi telemarkater susah mengesalkan ditekenuhi. Telemarkating bagi Keren merupakan satu dari keahlian marketing serius.


"Aku menyukainya," ucap Karen. "Aku sama sekali tidak menganggap itu sebagai beban," lanjutnya. Dia bahkan terkagum- kagum orang dibayar buat telephon. Kita dibayar buat berbicara berjam- jam di gagang telephon. Tentu baginya merupakan kemudahan namun beberapa orang tidak begitu.


"Rasanya seperti mendapatkan uang untuk melakukan sesuatu yang mudah dan menyenangkan," Karen berujar. Anak keempat dari lima bersaudara hidup "sederhana". Ayahnya itu kebanyakan menganggur di rumah, sementara ibunya bekerja paruh waktu menjadi pelayan.

 

Mulai Berbisnis


Dia tumbuh besar di Mitcham, Surrey, London Selatan. "Aku selalu mencari cara menghasilkan uang karena kami bukan orang kaya," lanjut Karen. Waktu sekolah, dia bekerja di sebuah toko ikan, pernah bekerja menjadi pencuci, penjual koran, juga berkeliling London mencari botol bekas dan menjualnya.


Disuatu waktu dia memiliki empat macam pekerjaan sekaligus. Usianya 16 tahun, Karen memilih bekerja, meninggalkan sekolah dan mulai bekerja di pabrik. Tetapi dia sangat tidak menyukainya, jadi setelah dua bulan dia meninggalkan pekerjaan tersebut mencari lain.


"Aku sudah tidak tahan," ia lanjutkan. Bahwa dia tidak menyukai pekerjaan dibayar perpaket. Lalu dia menemukan pekerjaan terbaik menjadi telemarketer. Dia ditugaskan menjual sebuah space iklan dalam surat kabar lewat telephon.


Pekerjaan menyenangkan dia tekuni walau berpindah tempat. Dua tahun bekerja, Karen pindah ke ke Capital Radio, lalu pindah ke agen penjualan iklan. Kemudian, di tahun 1983, diusianya 22 tahun dia memutuskan membuka usaha sendiri.


Dia bersama seorang kawan mendirikan bisnis call center. Modal awalnya 30.000 euro -an, yang mana merupakan uang investor yang yakin akan kemampuan Karen. Banyak orang memandang Karen telalu berani ambil resiko.


Pengusaha Karen Derby tidak peduli. Dia merasa tidak rugi mencoba. Dibukalah perusahaan tersebut di kawasan Norbury, London Selatan, berbekal toko kecil. Karen lantas mencari jaringannya setelah sekian lama bekerja.


Dia menghubungi perusahaan- perusahaan besar dan mengajak mereka. Karen kemudian menunjukan kantor serta apa mereka bisa lakukan dalam telemarketing. Begitu dipercaya Karen ahli telemarketing sukses memberi persentasi.


Mereka diajak melihat apa yang bisa dilakukan telemarketing. Tujuh tahun perusahaan berdiri, dimana usahanya memiliki 200 staf yang menghasilkam omzet $4 juta. Ketika itu usia kandungannya telah siap melahirkan, tetapi dia memiliki pemikiran lain.


Dia tengah mengandung anak kedua. Karen berpikir sudah saatnya melakukan sesuatu berbeda. Siap melakukan perubahan penting hidupnya. Maka Karen menjual sahamnya senilai $1,6 juta. Tujuannya hidup lebih bebas. Namun pembeli sahamnya malah bangkrut cuma mampu membayar 500 ribu euro.


Rugi dia kehilangan separuh lebih nilai seharusnya. Tetapi dia mampu membeli rumah dari uangnya. Ia membeli rumah dan bekerja menjadi guru; Karen menjadi trainer telesales untuk perusahaan lain. Ini merupakan perwujudan filosofi, bahwa ada pengorbanan buat lebih baik.


Kerugian penjualan saham memang diluar kendali. Mungkin kamu berpikir udah enak punya usaha malah mundur. Ternyata pengusaha Karen Derby berusia 42 tahun lebih memiliki merdeka. Meskipun dia menyadari bahwa, dia mencintai dunia usaha dan menjadi guru mungkin kurang tepat.


Menjadi guru selama 10 tahun dan telah memiliki tiga anak. Karen kembali menjadi pengusaha. Jujur dia mengatakan menjadi trainer menghasilkan uang banyak. Dia bekerja buat perusahaan lain. Dan dia dibayar bila benar- benar bekerja, namun bekerja tidak menambah kekayaan.


Bila kamu memiliki bisnis maka menghasilkan uang meskipun tidur. Dulu dia memiliki perusahaan talesales. Kini dia melihat perusahaan telah memiliki pasukan sales sendiri. Banyak perusahaan lebih memilih membuat pusat pelatihan telesales, dan munculnya perusahaan jasa pelatihan.


Alhasil perusahaanya dulu mulai kehilangan prospek. Benar pilihannya keluar perusahaan dan menjadi trainer sales. Kini Karen Derby akan membuka perusahaan pelatihan. Tujuannya ialah menciptakan pusat pelatihan tetapi Karen tidak sembarangan.


Dia akan merangkul perusahaan pelatihan talesales kecil. Menjadi mereka kesatuan perusahaan besar bidang pelatihan sales. Tetapi ketika dia mengajukan bantuan permodalan perbankan. Mereka pihak bank tidak meyakini akan keberhasilan idenya.

 

Bank tidak mau memberikan modal dibutuhkan. Itu memaksa Karen mengevaluasi ide bisnis. Lalu dia mendirikan Pocket Franchise. Konsep bisnis dimana pegawai mampu membeli saham perusahaan. Ini akan membantu perusahaan sekaligus membantu pegawai.

 

Mereka yang ingin menjadi pengusaha akan ikut menjadi bagian. "Aku sampai tidak bisa tidur karena terus memikirkannya, dan aku sangat terobsesi!" ujar sang pengusaha. Dia kembali menyadari suatu tantangan akan dihadapi.


Akan butuh waktu sampai direktur perusahaan mau mengadopsi. Perusahaan besar menyukai ide ini tetapi mungkin merasa gugup, jelasnya. Dia harus menyampaikan ide sampai kelevel petinggi. Itu membutuhkan waktu panjang, dan dia tidak memiliki kesabaran seperti tersebut.


Ide Bisnis Baru


Gagal merevolusi bisnis melalui Pocket Franchise. Karen Derby masih tidak kehilangan hasrat buat berbisnis. Ketika dia menjadi trainer call center perusahaan orang. Dia menemukan dua perusahaan bidang energi butuh bantuan.


Mereka perusahaan gas dan listrik ingin banyak konsumen. Mereka menginginkan telephon ke setiap rumah menawarkan produk. Karen berpikir kenapa tidak mencarikan suplier ketimbang konsumen. Dia kepikiran kenapa tidak mencarikan orang suplier, dan mengarahkan itu ke dua perusahaan klien ini.


Sama- sama menguntungkan tetapi memiliki sudut pandang berbeda. Tetapi pihak klien tidak setuju tetap ngotot mencari konsumen rumah tangga. Karen berlalu berjalan melewati parkiran sampai ke mobil. Dia berpikir idenya hebat cuma membutuhkan rencana mewujudkan.


Ide bisnisnya lebih sederhana butuh waktu 20 menit menjelaskan. Dia melihat banyak perusahaan online memberikan peluang ganti suplier. Layanan online tersebut memberikan orang perbandingan harga tiap perusahaan gas dan listrik.


Alih- alih Karen memakai ide internet malah memakai telephon. Jadul memang tetapi dia menyadari orang butuhkan sentuhan langsung. Orang masih membutuhkan jasa komunikasi ketimbang memilih klik. 

 

Mereka butuh berbicara menanyakan sesuatu, menyingkirkan ketakutan, memastikan supplier benar, dan agar rumah mereka aman. Dia ambil libur selama musim panas membuat bisnis plan. Karen lalu mengunjungi kolega, Alistar Tillen, mengajaknya berpatner dan mencari investor.


Karen mencoba mendekati orang- orang kaya tetapi tidak berhasil. Hingga dia menemukan perusahaan bernama Bridges Community Ventures. Mereka setuju memberikan permodalan 125 ribu euro, dan mendapatkan 35% bagian saham.


Karen sempat menjaminkan rumahnya buat bisnis pertama. Ia kembali menjaminkan demi mendapat modal 17.000 euro, dan patnernya menanam modal 23.000 euro. Inilah cikal bakal Simply Switch, yang mana akan memberikan suplier energi termurah, dan menggantungkan pendapat dari feenya.


Jasa perusahaanya memakai konsep lewat surat kabar, badan amal, sampai retailer yang berprinsip kemitraan. Awalnya Simply Switch sangat kesusahan mengajak perusahaan enegeri. Mengajak buat mengikuti skema tersebut sangat susah.


Simply Switch sempat kesusahan akan pendapatan. Sampai mendapat 1000 panggilan untuk mengganti suplier. Mereka kemudian menambah layanan seperti mencari jasa broadband, perusahaan telephon, hingga jasa kartu kredit termurah.


Mereka mampu membuat konsumen datang bukan sebaliknya. Namun di tahun 2005, dia malah pilih menjual perusahaan untuk 22 juta euro dan berbisnis kembali. Karen mendirikan Call Britania yang berbasis call center.


Dia menciptakan lapangan pekerjaan sampai 10.000 pengangguran. Karen senang menjalankan usaha lagi. Ini caranya menikmati kehidupan memang passion. "Aku suka menunjukan pada mereka bahwa itu bisa dilakukan.


Ia menjelaskan, "aku orangnya cukup kompetitif". Keinginan membuat perusahaan karena dirinya mulai berpikir: Tidak ingin meninggal dikenang sebagai "ahli menelephon". Dia ingin menjadi seorang pengusaha sukses. Dia ingin memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat.

Kisah Pengusaha Muda India CEO Termuda

Profil Pengusaha Suhas Gopinath

 

ceotermuda.png
 

Pernah tercatat menjadi CEO termudah bahkan masuk rekor India. Kisah pengusaha muda India bernama Gopinath, lahir 4 November 1986, yang memiliki 400 karyawan yang tersebar keseluruh Indonesia. Dia merupakan kebanggaan India.


Dia berbisnis software. Tercatat dalam Limca Book of Records, atau Rekor MURI -nya Indonesia, sudah merintis usaha software semenjak usia 14 tahun. Suhas Gopinath memiliki 400 karyawan ketika usianya 22 tahun.


Sempat dia hampir menjadi orang biasa tidak punya pekerjaan. Pasalnya, pada perusahaan investasi asal Houston, Texas, sempat menawarinya $100 juta buat menjadi pemegang saham utama. Namun tawaran tersebut ditolak Gopinath,"mengapa saya harus menjual bayi saya?".

 

Kisah Pengusaha Muda


Setelah lama berpikir ia menyadari bahwa mereka "membeli". Bukan investasi diinginkan Gopinath membangun bisnis ini. Kisah pengusaha muda India tersebut bermula ketika internet masuk. Awalnya jaringan internet masuk melalui warnet pertengah 1990.


Internet cafe atau warnet pertama dibuka di Banglore. Itu satu pintu bersebelahan dengan rumahnya Gopinath. Seolah ditakdirkan ia terbawa sampai ke balik pintu warnet India. Bermula saudarnya yang bernama Shyreyas yang menaruhnya di sana.


Dia terpukau. "Saya kagum," tegasnya. Dia kagum akan kekuatan internet. Dan tidak menyangkan itu akan sangat merubahnya. Internet merubah hidupnya sampai membuat Gopinath lupa waktu. Ia selalu habiskan waktu berselancar internet.

 

Latar belakang keluarganya sangat saderhana. Dimana ayahnya merupakan ilmuan buat Indian Army, dan dia pernah sekolah di sekolah Angakatan Udara. Komputer bagi keluarganya merupakan hal mewah. Mereka keluarga kelas menengah. Dia cuma mampu nongkrong ketika istirahat makan siang.


Pengusaha muda kemudian belajar membuat website. Ibunya curhat kalau anaknya membuang- buang uang. Tiap Rupee dibelanjakan menyewa internet berjam- jam. Gopinath mengakui, tadinya dia adalah murid pintar di sekolah, kemudian turun menjadi murid pas- pasan.


"Saya adalah murid pas- pasan. Sebelum menemukan dunia internet, saya bermimpi untuk menjadi dokter hewan," celetuk Gopinath.


Usianya baru 13 tahun, proyek internet pertamanya www.coolhindustan.com, tahun 1998. "Saya ingin memberikan informasi orang India diseluruh dunia melalui sebuah forum, untuk mempublikasikan kejadian- kejadian yang ada, tips makan diluar, dan setiap hal lain yang mereka minati," ia lanjut.


Forum populer dikalangan orang India sampai menarik musuh. Beberapa hacker Pakistan menyerang websitenya karena populer. Mereka menyerang orang Hindustan mengganti halamannya. Dihack lalu halamannya ditulisi "Cool Pakistan".


Itu adalah pengalaman terburuk menurut Suhas. Namun dia tetap berjalan sampai membangun suatu perusahaan Network Solutions. Itu lalu menarik perhatian orang Silicon Valley. CEO termuda yang layak dipanggil ke pusatnya San Jose, California.


Itu merupakan perjalan pertama keluar negeri. Bocah belasan tahun tersebut ditawari pekerjaan. Ia bahkan akan akan disekolahkan di Amerika.

 

Mengang gimana rasanya bekerja ketika usia 17- 19 tahun. Dia sangat keteteran antara berbisnis dan sekolah. Bayangkan dia harus mengurusi klien, sementara nilai pendidikan 80 persen dan sisanya cuma 65 persen. "Saya berusaha keras dan tidak melepaskan kelas satupun," lanjutnya.

 

"Ketika saya ujian, saya berkata saya tidak sehat," kenang Suhas. Kantornya di Banglore, dicertikan memiliki pegawai 15 orang, rata- rata usianya 17- 19 tahun. Ia memperlakukan mereka bagaikan seorang teman, "...jadi pekerjaan semua akan lebih mudah".


Perusahaan miliknya membuat website, jasa membuat website korporasi, software solution, web dan mobile solution dan eCommerce. Lengkap Suhas menjadi solusi bagi pengiklan sampai institusi. Bisnis Global memiliki 200 pelanggan, mereka tersebar ke 11 negara dengan 65% berasal dari Eropa.


"Saya sangat tertelan dalam dunia internet. Itu berubah menjadi passion," lanjutnya.

 

"Meskipun kedua orang tua saya sangat menentang tersebut, saya menghabiskan waktu berjam- jam didepan komputer. Kakak tertua saya Shreyas sangat mendukung. Saya belajar HTML, ASP dan software apapun lewat warnet," kenangnya.


Di 14 Mei 2000, bersama temannya Clifford Leslie dan Vinay M.N, mendirikan Coolhindustani.com. "Saya tidak memiliki uang untuk memulai. Orang tua saya menolak memberikan sepeserpun, mereka berkata itu tidak berharga," kenang Suhas.


Di Agustus, tahun yang sama, ia dan kawannya mendirikan Global Inc, solusi websita dan networking. Dan dia menawarkan gratisa awal. Klien sempat tidak mempercayai. Pasalnya mereka masih sekolah tetapi begitu diperlihatkan hasil; Mereka sangat puas.


Dia telah menganalisa prospek bisnis sebelum populer. Bahkan cepat beradaptasi memenuhi semua aspek kebutuhan. Mereka menciptakan software. Memenuhi kebutuhan guru mengabsen siswa yang hadir atau tidak tanpa memanggil satu per- satu.


Sistem tersebut membuat pemerintah kagum. Mereka terkejut akan teknologi baru ini. Hingga mereka memutuskan mengkontraknya membuat program 1000 sekolah. Suhas memiliki kantor di San Jose, memiliki 125 orang, dan di Banglore, dia memiliki karyawan 25 orang.

Biografi Sharp Tokuji Hayakawa Sejarah Pengusaha

Profil Pengusaha Tokuji Hayakawa

 

biografisharp.png

Sejarah pengusaha Tokuji Hayakawa berikut biografi Sharp. Hayakawa kelahiran 1893 asal Tokyo, dan keluarganya memiliki masalah domestik. Alhasil Hayakawa kecil diambil asuh keluarga Ideno. Dia telah diadopsi. Hayakawa disekolahkan tetapi cuma mencapai sekolah menengah atas.


Kemudian ia keluar karena memang tidak punya biaya. Keluarganya merupakan pangrajin besi, namun dikhususkan membuat ornamen besi tidak lebih. Mereka hidup miskin. Hayakawa kepikiran membuat sabuk khusus.


Penemuanya beruapa kepala sabuk yang mampu mengikat kuat. Desainnya dipetenkan berupa besi tusuk buat dicantolkan dalam lubang. Inilah cikal sabuk modern yang dinamai "Tokubijo". Begitu ia luncurkan pada 1912, produk yang telah dipatenkan tersebut menarik perhatian masyarakat luas.


Terutama masyarakat Eropa tertarik menerapkan tersebut ke Western Style. Total permintaai sampai 33 grosesses atau 4.752 total. Hayakawa ingin membuka usaha pembuatan independen. Maka ia pun pergi meminjam uang buat mendirikan perusahaan.


Modalnya dibikinkan pabrik pembuatan khusus pada September 1912. Kemudian pabrikannya tumbuh bagus sampai mengekspansi. Ia pada 1913 mendapatkan paten keran air canggih. Kemudian Hayakawa membuat prototip pensil pencet, yang juga bernama Sharp.


Dia kemudian membuat tape rekorder, radio dan televisis. Hayakawa meninggal diusia 86 tahun di tahun 1980. Itulah biografi Sharp Tokuji Hayakawa.


Dulu perusahaan Hayakawa bernama Hayakawa Metal Works di 1924, Tanabe- Cho, Osaka. Di 1942 namanya berganti Hayakawa Electric Industry Company. Jadi perusahaan mereka memang membuat aneka produk elektronik.


Dari membuat televisi sampai membuat kalkulatro. Nah kalkulator inilah menjadi cikal perkembangan perusahaan. Kalkulator mereka terkecil sampai membuat oven microwave pertama. Nama perusahaan berubah menjadi Sharp Corporation pada 1970.

 

Mengapa dinamai Sharp ternyata berasal nama produk pensil. Penemuan pensil mekanikal tersebut yang membuat namanya melambung. Sayang pensil tersebut mengalami masa surut sampai harus bisa membuat lain. Hayakawa memaksakan perusahaan membuat sesuatu tidak pernah dilakukan.

 

Sharp menjadi perusahaan fokus mengerjakan elektronik. Hayakawa menyadari bahwa Jepang sangat ahli meniru. Ketika perusahaanya membuat pensil maka orang lain meniru. Dia tidak masalah. Bahkan ia melakukannya juga termasuk dalam membuat televisi.


"jika Anda selalu berusaha keluar dengan produk unggulan yang akan meniru pesaing, dan perusahaan akan terus berkembang. Imitasi mengarah pada persaingan, meningkatkan tingkat teknologi dan membawa kemajuan dalam masyarakat," jelasnya. 

 

"Namun, perusahaan selalu mengejar produk turunannya, sehingga harus memikirkan produk apa selanjutnya dan penelitian lanjutan," jelas sang pengusaha.


Industri bisa tidak terdapat orginalitas karena semua saling meniru. Bisnis etik buruk tetapi terbukti industri Jepang berkembang pesat. Persaingan membuat produk tiruan namun lebih baik. Hayakawa menyadari bahwa mereka harus lebih terdepan, lebih berkualitas, dan lebih disukai masyarakat.

5 Pengusaha Muda Bertalenta di Bidangnya

Profil Jutawan Muda Dunia

pengusaha muda bertalenta

Pengusaha muda yang memiliki banyak ide serta keberanian. Beberapa memilih menolak uang jutaan dollar, memegang penuh bisnisnya dan menghasilkan lebih dari itu. Mereka adalah pengusaha muda yang fokus dan Forbes telah memperhatikan gerak- gerik mereka ini.

Mereka yang mampu melawan stigma oportunis dan merangkak dari bawah. Orang- orang muda yang penuh talenta dalam bidangnya masing- masing.

1. Pete Cashmore 27 tahun, Mashable

Pete Cashmore mendirikan blog terpopuler berisi berita- berita tantang teknologi menarik. Mashable didirikan ketika Cashmore tinggal di rumah bersama orang tuanya di Aberdeenshire, Skotlandia. Ketika itu ia berusia 19, dan menjadi chief executive hingga sekarang di umur 27 tahun. 
 
Hari-hari ini Cashmore menjalani kehidupan sang maestro media, bekerja membagi waktunya antara Skotlandia, San Francisco, New York dan Los Angeles. Dia menyebut Mashable "sumber utama berita, informasi dan sumber daya untuk generasi yang terhubung."

Ada spekulasi ia akan menjual Mashable di nilai $ 200 juta, tapi dia tetap bertahan. Akun @ Mashable menjadi salah satu akun Twitter paling-diikuti di dunia, dengan lebih dari 3.7 juta pengikut. BusinessWeek menyebut Mashable sebagai salah satu blog yang paling menguntungkan di dunia. 
 
"Bagaimana alat web dan sosial bersih- karya yang mengubah interaksi manusia dan membentuk kembali budaya" mendorongnya membuat Mashable.

Dia mengatakan kepada sebuah stasiun radio Boston: 
 
"Komunikasi Lebih baik ... semakin kita berinteraksi tidak hanya kita menjadi lebih toleran terhadap ide-ide baru dan cara-cara berpikir yang berbeda, kami juga menciptakan lebih banyak ide-ide baru, karena apa ide jika mereka tidak tabrakan antara orang-orang dari latar belakang yang berbeda."

2. Jessica Matthews 25 tahun, Uncharted Play


Jessica Matthews adalah co-founder dari Uncharted Play, sebuah perusahaan dibidang sosial. Perusahaan yang ia bentuk bersama teman sekelas di Harvard. Mereka bekerja mencari energi alternatif dari sekedar menendang bola. Mereka membuat sebuah "energy- harnessing soccer ball". 
 
Mantan President Bill Clinton juga menyebut dialah sang inovator terbaik. Bahkan President Obama senang bermain dengan bola ini. Lebih lanjut, perusahaan menciptakan soket pada bola dengan baterai didalam. 
 
Jadi ketika kita bermain bola tersebut selama 30 menit, energi kinetik akan mengisi baterai. Ini dapat digunakan untuk menciptakan cahaya selama beberapa jam. Penemuan ini akan membantu mereka yang tidak memiliki lampu listrik. 
 
Membantu mereka yang mengandalkan tenaga minyak untuk cahaya. Penemuan selanjutnya akan berbicara tentang tali lompat, skateboard, dan lain- lain.

3. Lucy Baldwin 28 tahun, Goldman Sachs


Wanita 28 tahun yang kini bekerja sebagai menejer direktur di Goldman Sachs, London. Dia disana bertugas sebagai kepala bank investasi untuk jaringan retail Eropa serta kepala tim kualitas konsumen. Nona Baldwin tau betul tentang kurang lebih $3 miliar di bisnis mewah secara global. 
 
Dia pernah bekerja analis merger dan akuisis, namun beralih ke penelitian equitas. Dia melihat bisnis keuangan memiliki banyak kesempatan.

Dia mengatakan dalam konferensi di London pada tahun 2012, dia terkesan dengan seberapa cepat analis muda di bidang ini diizinkan untuk memiliki kontak dengan eksekutif. Mereka dari eksekutif perusahaan yang cenderung tertutup membutuhkan gerakan pintar. 
 
Nona Baldwin berada di barisan depan untuk perempuan dibidang keuangan dan melihat perusahaan dari kebijakannya. Dia melalui Website Gateway, mengatakan jelas: perusahaan keuangan tidak mempromosikan equitas untuk kepentingan diri sendiri - benar- benar membantu yang terbawah. 
 
"Jika anda melihat sekelompok perusahaan yang terdaftar, mereka yang memiliki tenaga kerja yang beragam tampil lebih baik."

4. AJ Forysthe 25 tahun, iCracked


AJ Forsythe, 25 tahun, telah memulai iCracked yaitu memperbaiki - atau membeli - perangkat Apple mobile, termasuk iPhone dan iPad - dan sekarang perusahaan berharap untuk membuat sekitar $ 10 juta dalam penjualan tahun ini.

iCracked memiliki jaringan insinyur (disebut "iTechs") di 11 negara yang dapat dengan cepat memperbaiki ponsel dan perangkat Apple lainnya.

Forsythe mengatakan ia berencana menghadiran iCracked di setiap kota di dunia dalam dua tahun ke depan. "Pikirkan iTechs kita sebagai pribadi, spesialis perbaikan elit yang datang kepada Anda, dimanapun Anda berada di klik tombol," katanya.

5. Amir Taaki 25 tahun, Dark Wallet


Amir Taaki, 25 tahun, adalah Inggris-Iran co-founder Dark Wallet, sebuah layanan yang ingin menjadi "The Anarchist's Bitcoin App Of Choice." Orang-orang di balik Dark Wallet yaitu komunitas yang bergerak di sekitar Bitcoin, mata uang digital, yang mulai terkenal di seluruh dunia

Dark Wallet mengatakan memungkinkan pengguna untuk menghabiskan Bitcoin dan menerima mata uang seperti layanan lain. Yang berbeda dari layanan "dompet" lain, Dark Waller dirancang untuk melindungi status Bitcoin sebagai anonim, mata uang akan sulit dilacak.

"Banyak pengembang Bitcoin menonjol adalah aktif dalam kolusi dengan anggota penegakan hukum dan mencari persetujuan dari legislator pemerintah," kata Dark Wallet di situsnya. Namun layanan ini berbeda dimana orang tetap bisa berteransaksi tanpa "persetujuan khusus".

Kami percaya ini bukan kepentingan diri pengguna Bitocoin atau bukannya melayani kepentingan bisnis untuk si kaya yang membentuk self-titled Yayasan Bitcoin ...

"Kami tidak perlu menjadi perusahaan dikontrol oleh orang gila. Ketidaktaatan adalah satu-satunya cara. "

Profil Gisneo Pratala Pengusaha Banyak Usaha

Profil Pengusaha Gisneo Pratala Putra

 

gisneopratala.png
 

Dirinya dikenal pengusaha banyak usaha. Profil Gisneo Pratala Putra sempat ingin menjadi penguasa dunia. Dia dikala masih sekolah dasar. Bertumbuhnya waktu, dia menyadari bahwa kunci kesuksesan terletak pada teknologi. Gisneo Pratala atau akrab dipanggile Neo mendirikan aneka usaha teknologi.


Menjadi technopreneur merupakan perjalanan panjang. Dia menjelaskan merintis semuanya. Dimana dia mendapatkan cemooh sepanjang perjalanan. Bayangkan Neo lulusan Universitas Gajah Mada, namun punya IPK 2.00, lulus 7 tahun, dan direndahkan investor.

 

Banyak Usaha


"Pernah nungguin investor 3 jam. Dia janjiin buat ngobrol 1 jam, terus dibilang kayak hidupmu sampah, idemu enggak akan berjalan di market," kenangnya.


Ia melanjutkan, "mending kamu enggak bikin startup!". Hinaan investor malah membuatnya semangat berwirausaha. Pengusaha muda Neo mulai bekerja keras kembali. Ia kembali menekuni idenya dan memperbaiki masalah.


"Aku digituin nggak sakit hati. Ya sakit dikit lah gitu, terus aku bilang oke ideku sampah. Terus sebaiknya gimana," ucap Neo, yang dikenal sebagai founder dan CEO Wideboard.


Widboard merupakan aplikasi menyatukan sistem korporasi. Sistemnya menguhungkan antar divisi dalam perusahaan. Aplikasi ruang buat sistem komunikasi terintegrasi baik email maupun data. Alat yang juga mampu mengumpulkan data dan kinerja pegawai real time.


Ia mengambil jurusan teknik mesin Universitas Gajah Mada. Sedari awalnya ia tidak menginginkan masuk teknik mesin. Maka Neo sudah memiliki pandangan tidak mengandalkan ijasah. Sudah ingin menyiapkan ancang- ancang menghadapi dunia luar.


Dia bahkan sadar sudah punya dua kemungkinan masa depan: Neo akan menjadi penjual pulsa. Atau terpaksa dia akan berjualan cilok. Tidak mau. Neo ingingkan perubahan besar dalam hidup. Kuliah di bidang tidak diminati alhasil Neo molor sampai 7 tahun.


Kerja keras mambuatnya diminati perusahaan milik negara. Sempat teknologi miliknya dipakai oleh PT. Kliring Berjangka Indonesia. Neo juga pernah menjabat anak cucu perusahaan milik negara, namanya PT. Garuda Tauberes Indonesia.


Kesuksesan tersebut makalah Neo diajak bergabung ke Citilink. Dia berkarier menjadi vice- president bidang teknologi informasi sejak Desember 2018. Neo miliki 38 kaos abu- abu. Menurutnya dalam sehari orang melakukan 3 juta kali keputusan.


Neo tidak mau menghabiskan waktu memilih pakaian. "Aku enggak mau repot- repot untuk nentuin aku mau pakai kaos apa. Jadi aku punya kayak gini itu setiap hari jadi aku tinggal pake baju yang sama celana sama," tuturnya.


Profil Gisneo Pratala


Neo semenjak kecil sudah menyukai bidang IT. Namun dia memplajari semuanya melalui otodidak. Untuk masakah komputer dia melalukan pembelajaran mandiri. Bayangkan masih kecil sudah pandai bahasa pemrograman.


Ketika masuk  SMP, Neo sudah mampu meretas komputer, ketika SMA dirinya sudah mampu dalam hal internet pusat. Dia mampu meretas router sekolah mati. Dia juga pernah sempat membajak sistem komputer kepala sekolah.


Lewat begitu Neo menikmati akses internet lebih cepat. "Jadi saya tetap lancar akses internet," terang Neo kapada Balairungpress.com. Pria kelahiran Solo, yang ayahnya merupakan pegawai Freeport, cerita bahwa waktu akan dilahirkan ayahnya naik pesawat.


Ketika hamilnya berada di ketinggian hingga turbulensi pesawat. Ayahnya lantas memberi nama yang berdasarkan suku Bugis, dan arti Kalimantan sendiri. Yakni bernama Gisneo berasal dari kata Borneo atau Kalimantan.


Begitu dilahirkan dia sempat tidak bernafas beberapa saat. Kemudia dia dimasukan inkubator dan kembali normal setelah 6 jam. "Kehidupan saya sebenarnya adalah keajaiban sejak awal," tuturnya.


Sempat inginkan mengembangkan dunia teknologi. Neo tidak pernah menutup kemungkinan lain. Seperti ketika dia memilih masuk jurusan teknik mesin Universitas Gajah Mada. Neo sempat ditawari beasiswa di luar negeri, di Jerman lewat Freie Universitat Berlin dan Fachoschule Aachen.


Dia tertarik ekonomi dan bisnis juga. Karena ayahnya menginginkan anaknya kuliah di Indonesia. Neo mengalah. Dia mengikuti keinginan ayahnya masuk ke Universitas Negeri unggul. Pilihan jurusannya antara ia menjadi dokter atau teknik mesin.


Neo setuju masuk teknik mesin. Masuknya gampang tetapi kalau keluar masih bingung. Neo sangat menyukai dunia bisnis. Dia sempat berjualan barang antik. Kemudian dia berjualan produk lain, sampai ikut menerima proyek dari dosen.


Dia sempat ditegur karena nilainya buruk. Tetapi Neo mampu menyelesaikan proyek memuaskan. Dia pernah berandai,"seandainya nilai itu dibayar pake cashback. Saya yakin nilai kuliah saya akan bagus." 

 

Neo sendiri mulai bosan berjualan barang dikala itu. Kemudian dia berencana kembali ke akarnya, yakni teknologi dan menjadi technopreneur. Pertama dia membuat game bernama Chip Champs. Ia lalu membuat aplikasi pencari nyamuk (MOLO, Musquito Locator).


Dilanjut Neo mendirikan Drops yang menjadi titik balik. Aplikasi Drops membantu mengurangi pencemaran air. Inilah yang kemudian dilirik Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan United Nation Global Pulse.


Kenapa dia memilih berbisnis internet ternyata berdasar data. Bahwa 88,1 juta penduduk Indonesia pengguna internet, dan 79 juta merupakan pengguna sosmed. Total pertumbuhan 15% pengguna internet, 10% pengguna sosmed, dan 6% pengguna smartphone.


Usaha rintisannya Circustudio dan Wideboard. Neo memiliki tim solid, Alfian, Dhafin, Ridwan, Rian dan Bintang. Mereka penyemangat Neo tetapi berbisnis teknologi. Neo pun menjadi konsultan bagi perusahaan lain, seperti PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, dibawah devisi Bogasari.

Kisah Startup Berbisnis di Masa Pandemi Corona

Profil Pengusaha Agus Suhendar

 

startupmypin.png
 

Berbisnis di masa pandemi Corona tidak mudah. Namun, sesuai kisah startup berikut, bisa menjadi suatu awalan yang baik ketika menjajal akan sesuatu. Masa- masa awal usaha memang diawali keringat dan darah. Kita berkorban dan di masa pandemi Corona akan dicepatkan.


Artinya kamu akan melewati masa sulit tersebut lebih awal. Bahkan mungkin kamu malah akan mendapat keuntungan. Seperti Agus Suhendar yang malah mendapatkan banyak pesanan. Kisah startup hantarannya mampu menerbas sulitnya masa pandemi.


Bisnis Menolong

 

Berawal dia adalah karyawan tidak digaji dan dirumahkan. Pada awal Juni 2020, Agus harus berhentik kerja dari perusahaan retail Bali, ya karena pemasukan perusahaan menurun drastis. Begitu keluar ia lalu menjajal usaha hantar- menghantar barang belanjaan.


Berbekal ongkos kirim murah dia mengendarai motornya. Pengusaha asal Bogor tersebut mendirikan aplikasi MyPin. Dimana orang akan memesan makanan atau barang lewat online. Ini sangat membantu pengusaha UMKM mitra.


Ia memantu tidak kurang 300 mitra UMKM se- Bali, meliputi wilayah Badung, Jimbaran, Nusa Dua, Denpasar, Tabanan, dan Gianyar. Ongkos kirim diambil Agus murah cuma Rp.1.250. Ongkos kirim murah juga akan membantu UMKM mitar berkembang dan tumbuh.

 

Agus melihat peluang memanfaatkan masa sulit pandemi. "Saya melihat ini sebagai peluang untuk membangun jasa kirim dengan ongkos kirim yang ekonomis," ujarnya. Agus berharap akan ikut buat membantu pelaku usaha kecil.

 

Agus tidak fokus buat meraup keuntungan semata. Di masa pandemi Covid 19, usaha UMKM banyak sekali merumahkan karyawanya di Bali. Bahkan mereka yang bekerja di hotel, restoran, travel agent, dan tempat wisata, macam dirinya harus rela berhenti tanpa dibayar.


"Perubahan pola konsumsi masyarakat untuk menjaga stok makanan di rumah, dan akan berkorelasi dengan kebutuhan makanan olahan (pre- cook) seperti makanan siap saji, dan makanan beku," jelasnya lagi.


Jujur pengusaha berikut menyadari akan aspek ongkos kirim. Makin murah ongkos kirim akan ikut membantu pengusaha mitra. Dia menyadari ongkos kirimnya akan membantu UMKM Bali. Agus lalu berharap akan banyak orang merintis usaha dikalan pandemi.


Pengusaha harus mampu melihat celah peluang dalam masalah. Ia memiliki 10 mitra driver berstatus karyawan MYPIN. Mereka juga merupakan korban pandemi dan unpaid leave. Agus berharap bahwa wisata akan kembali normal. Pariwisata akan dibuka dan akan banyak pengusaha UMKM muncul.

Kisah Startup Groupon Entrepreneur Andrew Mason

Biografi Pengusaha Andrew Mason

 
pendirigroupon.png
 
Berikut kisah startup Groupon hingga menjadi fenomenal seketika. Kisah entrepreneur Andrew Mason, yang mendapatkan julukan "CEO terburuk tahun ini", pada 18 Desember 2012 oleh Herb Greenberg. Yang mana disebabkan gaya kepemimpinan "Goofball" nya.

Dia dianggap seperti anak kecil dibanding pemimpin perusahaan. Mason mampu menghasilkan untung tetapi bukan memenuhi target. Tetapi Mason merupakan pengkonsep lahirnya Groupon. Konsep bisnisnya sebuah bisnis menjual cepat ke bisnis lokal.

Kehidupan Sang Pengusaha Muda

 
Bernama lengkap Andrew D. Mason kelahiran 1981. Pendiri dan perancang konsep website diskon buat pebisnis lokal bahkan beasiswa. Dia juga pendiri Descript alat editing audio buat podcast. Mason terlahir sebagai keluarga Yahudi di Mouint Lebanon, Pennsylvania, pinggiran Pittsburgh.

Dia kelulusan Mt. Lebanono High School di 1999. Pernah mendirikan servis antar pagi hari bernama Bagel Express ketika umurnya 15 tahun. Anehnya Mason merupakan lulusan musik di Northwestern University, tetapi bekerja menjadi web designer untuk Eric Lefkofsky.

Dia keluar buat kuliah di University of Chicago jurusan komunikasi publik. Kebetulan dia mendapat beasiswa. Namun ketika dia akan mengambil gelar Master malah keluar. Dia cepat- cepat mau bekerja buat Electrical Audio.

Mason pernah bekerja untuk Innerworkings, perusahaan yang didirikan Lefkofsky. Di 2006, Mason juga mengerjakan bisnis online pertamanya The Point. Dimana Lefkofsky juga memberikan dana uang $1 juta.

The Point merupakan platform sosial inisiatif buat orang. Namun konsepnya masih abstrak bagi market sampai dijadikan ide lain. Mason mengkonsep Groupon pada November 2008. Dia kemudian menjual untuk lebih dari 6 juta dollar.

Groupon mendapatkan uang 50 persen dari deal, dan fee kartu kredit dipakai. Pada 1 Desember 2010, The New York Times, menyebutkan Groupon pernah ditaksir Google. Nilai penawaran fantastis yakni $6 miliar tetapi ditolak!

Situs sosial medial Mashable menaksir pendapatan Groupon $800 juta. Uniknya Groupon bukanlah situs melainkan blog. Groupon awal merupakan perusahaan berbentuk blog. Bahkan itu tidak punya domain .com bahkan sempat numpang.

Lebih tepatnya Groupon menumpang The Point. Alamat webnya Groupon.thepoin.com, dan awalnya berbentuk blog post. Isinya tulisan belum fitur canggih tawar- menawar. Gambar produk ditawarkan memakai sistem embed atau kode tempelan.

Dimana mereka menuliskan mampu menyediakan ukuran, warna, dan pembelian via email. Tidak ada tombol pembelian seperti eCommerce umum. Mason mulai mengarang penjualan kupon pertama. Ya dia membuat kupon online berbekal aplikasi FileMaker.

Bentuk filenya PDF dan akan disebar ke alamat email acak. Dia berhasil menjual 500 kupon makan susi untuk 500 email berbasis Apple. Awal tahun Januari, dia dan co- founder lain, masih mencoba menerka model bisnisnya sampai mendapatkan produk dan harga masuk akan didiskon.

Pada versi pertamanya Groupon memanfaatkan forum. Tujuannya menjajal konsep melalui komunitas kecil dulu.

Dalam dua tahun berdirinya sudah hasilkan untung ratusan ribu hingga jutaan dollar. Nilai asetnya bisa ditaksir lebih dari semilyar dollar. Pertumbuhan bisnisnya cepat melebihi Apple, Facebook, dan lebih cepat dari Google.

Semua berubah ketika nilai sahamnya turun sampai seperempatnya harga IPO. Artinya Mason telah gagal menjadi CEO perusahaan. Seperti dijelaskan diatas dia gagal mencapai target penjualan dan keuntungan sesuai harapan pemegang saham.

Dia mundur dari jabatan CEO dan menjadi pengangguran. Ia lantas menjadi CEO perusahaan kecil bernam Descript. Dia cuma punya 10 pegawai. Ketika ditanya mengenai Groupon, maka pandangan Mason bingung, bayangkan usianya masih 20 tahunan harus mengerjakan bisnis miliaran dollar.

Bayangkan Groupon memiliki lebih dari 100.000 pegawai. Ingat betul, tahun 2006, dia sama sekali bukan pengusaha, tidak memiliki bayangan punya usaha. Banyak teman universitas yang iseng buat berbisnis online.

Harapannya mau membuat bisnis raksasa lalu drop out. Bayangan seperti Google atau Apple sudah biasa dikalangan mahasiswa. Tetapi Mason memiliki pandangan berbeda tentang Silicon Valley. Dia cuma paham orang akan investasi, orang asing akan memberi mu uang miliaran dollar gratis!

Ide pertama bisnis website bernama The Point. Orang akan bersama- sama melakukan sesuatu lewat tombol. "Saya punya masalah dengan perusahaan kabel. Saya mencari kabel atau sesuatu bodoh lain. 'Whoa, itu akan sangat hebat bila mendapatkan sesuatu bersama orang lain'," ucapnya.

Pantang Menyerah

 
Pada suatu titik maka akan menemukan tiping point buat donasi. Dia membayangkan dia akan beli buku pendidikan bersama- sama. Lantas dia dan orang- orang bersama membayar dan membaca itu bersama. Karena sifatnya abstrak maka orang melihat bingung mau diapakan.

"Bahkan kita tidak tau mau diapakan itu," ucapnya. Contoh paling nyata ialah menghimpun dana jutaan dollar. Tujuannya untuk membangun kubas pelindung dari dingin. Tentu bukan contoh bagus karena masih terlalu abstrak, sampai beberapa orang muncul.

Orang- orang ini mengumpulkan uang demi membeli diskon. Syarat diskonnya bila 10 orang beli satu barang khusus. Ini adalah titik ide bisnis Groupon. Namun Mason sama sekali tidak membayangkan bisnis miliaran dollar.

Bahkan pikiran membeli barang berdasarkan diskon konyol. Mereka tetap menjalankan The Point. Dan tidak menghasilkan pendapatan buat dia dan investor. Sempat dia ingin berhenti dan duduk menarik semua dana tersisa dibagikan ke investor kembali.

Daripada bisnis The Point berjalan menghabiskan uang investor. Ia pun mengajak bereksperimen lewat konsep diskon. Mereka menyebar kupon ke email sampai puluhan. Dan lahirlah konsep pertama yang bernama getyourgroupon.com, dan nama Groupon telah diambil orang Inggris.

Beberapa pemilik bisnis menawarkan keikut sertaan. Mason dan tim sudah merasa depresi tentang apa konsep bisnisnya. Alhasil dia terima saja rancangan dari perusahaan lingerie. Kemudian dia mendapat dari Motel Bar, tempat bar dan penjualan pizza.

Mereka menjual 20 buah pizza dalam sehari. Cara mereka berdiri di depan Motel Bar, mengeprint kupon digital mereka, dan menjadikan itu seperti kartus pos dibagi- bagikan. Perhari mereka mulai mendapatkan deal- deal baru, dan berharap menyebar ke kota lain.

Mereka seperti anak kecil menjual kupon kesempatan. Seperti kesempatan bermain bola indoor. Apa orang pikirkan mungkin bodoh tetapi dicoba dulu. Mason dan timmnya layaknya anak kecil mulai mengetok pintu- ke pintu.

Groupon menawarkan kesempatan bagi tiap bisnis kecil. Sialnya, disuatu hari muncul orang yang meniru semua. Dari flayer dibagikan sampai website yang dibuat sama persis. Jujur Mason sama sekali tidak buat entrepreneurship.

Entrepreneur Andrew Mason berharap menjadi musisi. Dalam dunianya itu disebut plagiat tetapi di bisnis disebut kompetitor. Kisah startup Groupon berlanjut diamana muncul kompetitor. Groupon lebih fokus mengerjakan deal harian. 

Semua kereja keras, keringat, kebuntuan selama sembilan bulan lenyap. Orang mulai mengambil titik lemah Groupon disana. "Kesempatan besar itu di luar sana, kita harus berlari secepat mungkin untuk meraihnya sebelum orang lain," tegas Mason.

Sejarah Fidget Spinners Bisnis Mainan Tanpa Paten

Profil Pengusaha Fidget Spinners

 

sejarahfidgetspinners.png
 

Menjadi bisnis mainan tanpa paten berikut sejarah Fidget Spinners. Dimulai dari mainan yang ditemukan oleh wanita bernama Catherine Hettinger. Pada 1993, dia menciptakan mainan berputar yang berbentuk mirik frisbee. Namun tidak mudah menghasilkan mainan buat dikomersilkan.


Usaha pertama Catherine ialah menawarkan ke perusahaan besar. Ke Hasbro, namun karyanya langsung ditolak. Catherine melakukan penawaran seketika setelah paten. Tanpa produsen berarti dia harus bisa memutar otak.

 

Sayangnya Catherine kehilangan paten setelah masa berlaku habis tanpa kelanjutan. Kemudian Scott McCoskery datang melihat peluang serupa. Kalau ditelisik sebenarnya yang ditawarkan Scott berbeda, tetapi serupa. 

 

Konsep penggunaan bola besi sebagai ayunan pada porosnya di tengah. Mainan milik Catherine begitu tetapi lebih besar sehingga "menganggu" dan porosnya ujung jari. Scott justru menemukan cara terbaik memakai konsepnya. Diperkecil dan dapat dimainkan memakai dua telapak jari 

 

Asal- Usul Fidget Spinners

 

Ini membuat mainan bikinan Scott lebih ramah ketika sekolah. Anak- anak akan dapat main tanpa menghilangkan fokus belajar.


Tiba- tiba muncul perusahaan bernama Torqbar mengkomersilkan. Bebeda miliki Scott, milik mereka lebih futurustik dan lebih efesien. Konsepnya sama memakai dua bola sebagai ayunan pada poros. Itu kemudian dipatenkan MD Engineering (pemilik brand).


Mereka menawarkan mainannya melalui video Youtube pada September 2015. Kemudian muncul lah berbagai orang menciptakan. Konsepnya sama tetapi sedikit berbedaan termasuk bola besinya. Malah bentuk utamanya menjadi tiga ruas, tiga buah besi berbentuk melingkar, dan satu poros tetap.


Karena bentuk serta bahan berbeda membuat mereka selamat. Persaingan Torqbar dan perusahaan lain muncul. Pihak ketiga inilah yang memenangkan pertempuran. Dimana mereka lebih murah secara bahan dan lebih efektif.


Bila awal Torqbar memakai sejenis besi, mereka menawarkan plastik keras. Lebih murah kemudian dijual sebagai Fidget Spinners. Entah siapa pencipta bentuk standarnya sekarang tidak diketahui. Kita cuma tau maianan tersebut "booming" pada 2017.


Dimana tidak muncul kejelasan siapa pemilik paten model standar. Banyak perusahaan bukan mainan membuat sendiri. Akhirnya banyak brand memakai konsep tersebut menjadi promosi. Disney pun ikut mengeluarkan fidget spinners berkonsep Iron Man dan Froozen.


Ketidak jelasan bentuk sehingga banyak variasi membuat celak. Tidak adanya klaim jelas mengenai paten membuat kebebasan. Alhasil tiap perusahaan membuat versi mereka berbeda- beda. Bentuk bisa sangat variatif dengan teknis sama.


Fidget Spinners ternyata memiliki keunggulan secara psikologis. Bahwa ini sangat bagus buat mereka pengidap ADHD. Jadi banyak orang tua memakainya menjadi alat latihan. Anak penderita ADHD ini akan lebih mudah slow down dan fokus.


Buat orang biasa, pada penelitian 2018, untuk dewasa sehat usia 23 dan 51 tahun dipisahkan. Mereka dijadikan dua group dengan sala satunya memainkan spinner. Hasilnya group dengan fidget spinners memiliki fokus dalam membuat obyek spiral mekai tangat atau tablet.


Fidget spinners juga baik buat penderita nervous. Memutar fidget spinners akan membuat emosi kita tersalurkan. Konsepnya sama seperti mengunyah permen, memencet pulpen klik, atau mengetuk- ngetuk kaki, dan tentu fidget spinners lebih ramah ditelinga.


Pamor naik fidget spinners berkat keajaiban sosial media. Dari video viral kemudian disusul berbagai tantangan spinner di 2017. Banyak selebriti dunia ikut- ikutan seperti Liam Payne, Kendall Janer, dan Rita Ora. Ramainya dari Facebook merambat sampai ke Youtube dan Instagram lewat video dan foto.

 

Mianan Premium


Siapapun pencipta tidak dipedulikan kembali. Fidget spinners membentuk ekonominya sendiri. Dari $51 miliar industri tersebar ke vendor kecil. Banyak pembuat mainan indie menciptakan produknya sendiri. 

 

Inilah mengapa Amazon mencatat 8.284 vendor. Di Alibaba dan eBay mencatat 3.300 vendor dan total 600.000 spiner terjual. Inie fenomena besar dimana bisnis mainan tanpa paten jelas. Namun secara pasti fidget spinners sangat dianjurkan untuk penderita ADHD dan autisme.


Sejarah fidget spinners mencatat nama Torqbar tidak terbantahkan. Ialah McCoskery, teknisi sekaligus co- founder MD Engineers, mengatakan ini pengganti pulpen. Kebiasan orang mengklik pulpen akan digantikan. Dimana mainannya lebih menambah fokus sekaligus nyaman buat orang lain.


Dia berpendapat "mainan tidak terlalu besar" dan "mainan cukup dikantong". Tahap pertama dia lalu memasang iklan pendanaan. Lewat GoFundMe, pada September 2015, permintaan akan mainannya sangat melonjak apalagi klaim membantu psikologis kita.


Walau dia gagal karena memang bisa lebih murah. Dimana McCoskery hanya mendapatkan uang dari pendanaan $4000 dimana targetnya $15.000. Kemudian muncul nama Cooper Weiss dan Allan Maman yang membuat sendiri.


Lewat KickStarter, remaja asal Armork New York, meluncurkan fidget buatannya sendiri. Dimana bila McCoskery memakai bahan metal. Cooper memakai bahan lebih murah. Dibuat melalui usahanya bernama Antsy's Lab Fidget Cube.


Desain lebih menarik melakukan pendanaan pada Agustus 2016. "Booming" spinner membawa mereka mendapatkan pendananaan lebih banyak. Dari target $15.000, dari seharian memasang pendanaan, mereka malah mendapatkan jutaan dollar dan lebih dari $6,4 diakhir pendanaan.


Allan tidak sabar. Maka ia merayu gurunya di sekolah membuatkan produk. Lewat printer 3D, sang pengusaha muda 17 tahun, membuat spinner bernama Fidget 360. Dimana dia menjual ke teman di sekolah dan menyebar. 

 

Mereka hasilkan beberapa ratus ribu sampai disuspend, alasannya mereka memakain properti sekolah. Kemudian mereka memiliki banyak uang buat printer 3D sendiri. Memakai biaya influencer senilai beberapa puluh dollar, mainan Fidget 360 menghasilkan $2000 dalam penjualan sehari itu.


Allan dan Cooper telah memiliki 160.000 follower di Instagram. Mereka memiliki lima pegawai dan memproduksi fidget di New York. "Kita menjadi yang pertama memproduksi masal itu dan mulai mengiklankan ke seluruh sosial media," tutup mereka.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba