Perusahaan Listrik Swasta Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Nurana Indah Paramita

 
 
perusahaanlistrik.png
 
Bayangkan perusahaan listri swasta mampu tumbuh. Apalagi didirikan pengusaha muda asli Indonesia. Dia cuma bermodal cuma 5 juta rupiah. Nilai kerja keras mereka menjadi modal yang utama, yang tak terhitung sudah mereka glontorkan.  
 
Sang penggagas, ialah Nurana Indah Paramita, mengawali semuanya sebagai solusi energi alternatif. Dari sekedar kerja kuliah, menjadi bisnis, dan akhirnya mendapatkan kontrak resmi dari Perusahaan Listrik Negera (PLN). Mereka adalah sekumpulan mahasiswa ITB. 
 
Tergabung dengan satu kelompok bernama T-Files yang kini menjadi PT. T-Files Indonesia. Mimpi seorang Mita begitu biasanya cewek chubby ini dipanggil. Semenjak masuk ke Jurusan Oceanografi ITB, sudah lama, dirinya menginginkan sebuah energi alternatif untuk Indonesia. 
 

Usaha Mandiri

 
Usaha mandiri Nurana Indah Paramita atau Mita, memang sedikit dari entrepreneur muda yang mau menyasar industri listrik. Awalnya ide menggarap turbin listrik energi arus laut dimulai ketika mengerjakan tugas akhir (TA) kuliah. Mereka lalu bersama- sama menggarap proyek itu di tahun 2005.

"Ide awalnya, kami ingin membuat karya teknologi yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi rakyat," ucap Mita.

Mereka tergerak untuk mengambil pasar yang tak terjamah sebelumnya. Mengingat Indonesia merupakan salah satu negara kelautan (Maritim) yang belum memanfaatkan potensinya. Mereka sempat memikirkan model energi lain, yaitu energi panas bumi dan juga energi solar cell. 
 
Adapun yang menjadi kendala ialah tak semua Indonesia punya gunung berapi aktif dan sinar matahari yang tak selalu ada. Alasan lain ya karena sang pentolan Mita punya basis keilmuan di bidang kelautan.

Mulailah sekumpulan mahasiswa ini mengerjakan tugasnya sewaktu Mita masih Semester 3. Bermodal cuma 5 juta, mereka mengerjakan sendiri proyeknya. Mereka rela patungan dengan uang jajan mereka sendiri. Jika kamu bertanya sebagai mahasiswa kenapa tak mengajukan proposal saja. 
 
Mita mengaku mereka sudah melakukan hal tersebut, sudah beberapa kali mereka mengajukan proposal. Sayangnya proposal mereka itu selalu mentah.

Mita dan teman- temannya hampir berputus asa karena selalu gagal. Proposal pun tak diterima mungkin juga karena memang resiko gagalnya tinggi. Tak berputus asa bermodalkan uang sendiri; mereka masih yakin teknologi ini dibutuhkan Indonesia. 
 
Ia terus mancari- cari cara bagaimana bisa memanfaatkan lautan luas Indonesia. Bayangkan dua pertiga tanah kita adalah lautan. Mita lantas berpikir ulang agar apa yang mereka lakukan tidak cuma berhenti sebagai tugas akhir.

"Saya berpikir tugas akhir ini seharusnya memang bukan hanya sebagai kewajiban tetapi mampu menciptakan manfaat sebesar-besarnya pasca penelitian," ulasnya.

Ia bersama tim berjumlah 23 orang terus mengerjakan konsepnya. Mereka terus mencoba tak berputus asa hingga menemukan sebuah alat pembangkit tenaga listrik. Ketika proyeknya itu jadi, mereka menemukan satu kendala kembali. 
 
Lagi- lagi soal modal untuk mengaplikasikan alat mereka ke dunia nyata. Tak ada investor dalam negeri yang mau menaruh modalnya. Hingga ada satu investor asal Jepang yang berminat untuk jadi investor mereka.

Namun, lantara mereka paham bahwa alat tersebut sangat dibutuhkan negarnya; mereka menolak. Akhirnya mereka malah memodali usahanya sendiri. Bermodal nasionalisme dalam diri mereka jadilah T-Files menjadi perusahaan swasta. Fokus mereka adalah industri energi listrik mandiri. 
 
Sejumlah perusahaan lantas mereka rintis untuk memproduksi aneka produk lain: current turbin, mining engineer, information technology, design and art, bahkan event organizer. Mita menuturkan apa yang mereka buat adalah turbin laut. 
 
Fungsinya adalah untuk memutar generator dari bawah dari dasar laut. Melalui arus laut kuat maka akan menciptakan putaran pada kumparan mesin utama. Ia lantas menjelaskan bahwasanya arus laut tak akan pernah mati. Berbeda dengan energi alternatif seperti panas matahari. 
 
Tentu ada kelemahan untuk energi tak pernah habis ini. Ada dua hal yang ia soroti yaitu ada pada pasang- surut dan ombak. Pemecah ombak dipasang diantara turbin buatan mereka. Maksudnya agar turbin tidak terhatam gelombang keras. 
 
Lain hal ketika pasang- surut terjadi energi dari arus bisa berubah- ubah. Untuk itulah ia dan teman- teman menciptakan alat jangkar untuk memindahkan turbin. Dari segi ukuran, Mita menyebut bahwa alat itu kecil tak besar seperti apa yang kamu bayangkan. 
 
Pengaplikasian energi ini sudah dilakukan pertama kali di Nusa Peninda, Bali. Proyek yang memakan nilai investasi Rp.160 juta ini menghasilkan 10 ribu watt.

Young entrepreneur


Sosok Mita sebagai penggagas dan CEO memang tak bisa lepas. Dia merupakan penyatu dari tim yang kini cuma tersisa 11 orang. Mereka adalah para mahasiswa ITB yang punya ego sendiri jelasnya. Tekat mereka untuk memajukan Indonesia menjadi utama selain berbisnis. 
 
Jadilah pola pikir sebagai ilmuan tetap mereka harus punyai selain bagaimana mengembangkan bisnis. Masalah lain mengahantui adalah bagaimana mereka menghadapi birokrasi dan adat.

"Kami sering tersandung birokrasi lokal. Di era otonomi daerah (otoda) saat ini, setiap daerah berhak membuat keputusan sendiri," paparnya.

Seiring waktu pemerintah pun mulai melihat ke arah mereka. Cita- cita membangun energi elternatif pengganti energi fosil mulai gencar di 2001. Menurut sebuah artikel di situs listrikindonesia.com, katanya sih, bahwa perusahaan ini telah menjadi anak satu usaha perusahaan BUMN. 
 
Perusahaan PT. INTI bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan secara resmi menyambangi mereka T- Files. Mereka dipertemukan dalam satu acara bertajuk Kontes Wirausaha Mandiri dan mengerjakan kerja sama bersama.

Gadis 29 tahun ini tercatat memenangkan aneka perlombaan kewirausahaan. Selain sibuk menjadi CEO dari PT. T-Files Indonesia, ia juga tercatat pernah menjadi ketua BPC HIPMI Bandung. Salah satu gebrakannya di HIPMI ialah terbitnya majalah HIPMI. 
 
Perempuan kelahiran 4 April 1985, selalu menjadi yang terdepan di T- Files, salah satunya menjadi salah satu pengusaha pemenang Mandiri Young Techopreneur. Yang baru- baru ini adalah ia menjadi satu dari tiga pengusaha muda pilihan Jokowi.

Pengusaha Andreas Nugroho BKBM Bakti Indonesia

Profil Pengusaha Andreas Nugroho 

  
pengusahabkbm.png
 
Pengusaha Andreas Nugroho mendirikan BKBM Bakti Indonesia.  Berbeda dengan pemuda lainnya, Andreas Nugroho, sosok yang pernah kamu jumpai di Kick Andy ini adalah pelopor aneka program pendidikan non- formal. Bukan cuma untung semata menjadi tujuannya. 
 
Meski terlahir dari keluarga pas- pasan yaitu ayahnya yang tukang ojek dan ibu seorang guru sd. Bukan berarti hidupnya segalanya tentang uang. Nama lengkap Andreas Indro Bagus Setyo Nugroho, merupakan pendirik sekaligus pemipin BKBM Bakti Indonesia. 
 
Kisahnya diawali dari keprihatinannya dengan lingkungan sekitarnya. Keinginan itu ada untuk mencerdaskan masyarakat di sekitar pedesaannya. Melalui fokus pada life skill dimulailai proses itu yang diawali dengan mengajar bagaiman membatik tulis. 
 

Pengusaha BKBM

 
Sasarannya saat itu adalah para ibu- ibu yang suka nongkrong dan begosip, candanya. Mereka nanti diajaknya untuk membuat batik melalui BKBM. Ketika ditanya alasannya pemuda 29 tahun ini menjawab sekenanya, sambil bercanda, ia mengaku mengajak para ibu agar tak 'ngerasani'. 
 
Agar mereka tak cuma duduk- duduk mencari kutu sambil bergosip saja. Tak disangka apa yang dilakukannya mendapatkan apresiasi. Meski sukses mengajak mereka lagi- lagi sambil bercanda dengan Andy F. Noya, nyelutuk "ya meraka tetap bergosip."

Berangkat dari modal nol, Andreas yang ayahnya Nugroho (alm) adalah seorang tukang ojek dan ibunya Ibu Kustijati seorang PNS, tak surut tekatnya menghimpun dana sendiri. Pria kelahiran 4 Agustus 1985 dikenal pandai mencari kesempatan. 
 
Dengan dukungan teman serta komunikasinya; Ia mampu mewujudkan cita- cita luhurnya. Dulu sekali ia pernah berbisnis mandiri yaitu dengan berjualan pulsa. Bermodal seadanya ia telah mampu mencukupi  kebutuhannya. Berkat kecerdasaannya pula ia bisa berkuliah hingga universitas. 
 
Dirinya tercatat menjadi mahasiswa dua jurusan sekaligus di Untag Semarang dan terkahir di UGM. Segudang kegiatan membuatnya tak lulus- lulus hingga di 2013 (bercanda saja.red). Dari bisnisnya berjualan pulsa, akhirnya dia gagal, ya menjalani bisnis ini memang tak segampang dipikirkan. 
 
Gagal berjualan pulsa, Andreas lantas membangun bisnis sekolah PAUD. Kali ini, ia bermodal koneksi yaitu bersama- sama mereka yang peduli. Untuk usaha yang PAUD sambil menyelam minum air. Jiwa sosialnya masuk ke dalam bisnisnya. 
 
Jadilah PAUD itu ada yang digratiskan untuk anak- anak tak mampu. Meski bukan beragama Islam, dengan berani ia membuka PAUD Islami, bersama staf- staf yang bergama Islam dirinya tak gentar meski susah menghadang.

Sistem subsidi silang digunakannya untuk membangun PAUD tersebut. Pemuda 29 tahun sukses untuk jadi pengusaha sosial PAUD. Dengan berdirinya 16 sekolah PAUD di 12 desa se- Kecamatan Grobogan, dia tercatat mendapatkan aneka penghargaan sejak 2010. 
 
Usahanya meluas meliputi Tempat Penitipan Anak (TPA), kelompok bermain, Pos Paud, Paud TPQ. Sayangnya, pandangan tentang non- muslim mendirikan sekolah Islam telah sedikit menghantuinya. Terbukti ketika berbincang dengan Andy F. Noya ada kesan 'takut' dalam dirinya. 
 
Kembali ke sosoknya, meski ada saja rintangan, Andreas tak patah arang sampai sekarang dirinya tetap bekerja sama. Dengan teman- temannya ia tak segan meminta bantuan seperti halnya untuk komputer. Hingga dirinya bisa mandiri dan mencapai cita- citanya. 
 
Salah satu tantangan terbesar dilaluinya adalah ketika kebakaran hebat datang menimpanya. Di tahun 2012, PKBM Bakti Indonesia tertimpa kebakaran hebat yang membumi hanguskan seluruh aset. Ia pun segara bangkit bersama orang disekitarnya. 
 
Dia mendirikan kantor baru di Jalan Pangeran Puger No. 70B Kelurahan Grobogan Kecamatan Grobogan. Ada 4 pendidikan yang diajarkan melalui PKBM miliknya, meliputi Kelompok Pendidikan Perempuan Membatik, Pendidikan Kesetaraan Program Paket A Setara SD, Program Paket B Setara SMP, dan Program Paket C Setara SMA.

Tak puas Andreas juga membuka layanan kursus serta pelatihan komputer, bimbingan belajar dan bahasa Inggris. Bahkan kini, ia bersama tim tengah mengembangkan sayap ke layanan home schooling di beberapa kota di antaranya Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Banjarnegara. 
 
Lulusan UGM tersebut tercatat meraih penghargaan Juara 1 Pemuda Pelopor Jawa Tengah untuk kategori Bidang Pendidikan. Dia memenangkan hadiah uang senilai Rp.9.000.000. Baginya penghargaan itu bukanlah yang utamanya. 
 
Baginya penghargaan terpenting adalah dari masyarakat itu sendiri. Yakin berupa bagaimana karyanya menghasilkan dampak yang luas. Esensi sebagai seorang muda pelopor yakni memplopori sesuatu yang sudah ada menjadi berada. 
 
Jangan hanya menjadi penonton jelasnya tapi kita harus jadi pelaku.

"Kunci sukses adalah cintai pekerjaanmu, prioritaskan kualitas, dan lakukan dengan kontinuitas" demikian kata Andreas, seperti yang dilansir oleh Jawa Pos.

Biodata Andreas Nugroho


1. Nama: Andreas Indra Bagus Setyo Nugroho, A.Md., SE., S.Sos.
2. Alamat: Jl. Werkudoro No. 24 RT 03 RW 10 Kelurahan Grobogan Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah 58152
3. Pendidikan: Diploma III Bahasa Inggris Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, S1 Ekonomi Manajemen UNTAG Semarang, S1 Admininistrasi Bisnis UNTAG Semarang
4. Email: indra_noegraha@yahoo.com, indra.noegraha@gmail.com
5. Facebook: Walikota Grobogan
6. Twitter: @indra_noegraha
7. BBM: 7A6AF825
8. Whatsapp: 089668868887
9. HP: 085740881333, 082133233777

Website: www.kejarpaket.com

Rahasia Bisnis Oseng- Oseng Mercon Bu Narti Ikhlas

Profil Pengusaha Bu Narti 

 
 
Rahasia bisnis Oseng- Oseng Mercon Bu Narti. Sukses pengusaha ini membangun resep sendiri. Inilah
kisah seorang ibu 52 tahun asal Kota Gudeg, namanya Ibu Narti. Ia sukses membuat oseng- oseng jadi sama pamornya denga gudeg. 
 
Usaha bernama oseng- oseng mercon membuat kamu meledak di mulut. Siapakah dia, empat atau enam tahun yang lalu, dia sudah memulai membuka usaha warungan sendiri. Menu racikannya kala itu sudah sama sedapnya terjaga hingga sekarang. 

Apalagi pamornya yang sekarang sudah sama melegendannya dengan gudeg. Awalnya, harapan dari seorang Narti cumalah membuka usaha untuk mencukupi keluarganya. Dia cuma ingin untuk mensekolahkan anak- anaknya ketika sang suami telah tiada. 
 

Bisnis Oseng- Oseng

 
Siapa sangka justru menu resepnya bisa begitu terkenal hingga sekarang. Warung lesehan oseng- oseng mercon Bu Narti terletak di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Tempatnya buka didepan sebuah toko yang tutup di sore hari. Warung itu akan buka dari sorenya sampai di malam hari.

Di antara mereka yang juga berjualan masakan sama disana. Oseng- oseng milik Narti jadi yang paling ramai karena memang dia lah pelopornya. Meski sudah ada pengikutnya ia tetap berjualan disana, pantang mundur, dia yakin dengan resep suksesnya sendiri.

Oseng- oseng mercon

Makanan ini sudah ada sejak 1997. Seolah menjadi satu penyeimbang dengan makanan Jawa Tengah yang kadang dibilang terlalu manis. Rahasia suksesnya ternyata ialah adanya rasio 10 banding dua. 
 
Jika dijelaskan lebih lanjut maknanya jika 10kg daging sapi, maka, ada 20 kg cabe rawit buat bumbunya. Cukup saja kita membayangkannya sudah sangat berliur. Meski sudah banya diduplikasi tetap saja brand Bu Narti terlalu tangguh.

Sudah berjualan sejak awal membuatnya menang mutlak. Bahkan dia mengaku sampai membuat hingga 20 kg daging disetiap harinya. Menakjubkan bukan? Katanya perempuan paruh baya ini memulai semuanya dari menjadi pedagang di kantin sekolah. 
 
Tak jauh beda dengan produk lainnya di Yogyakarta yang ini juga melibatkan bawang, rempah- rempah, dan gula; tapi lebih dominan cabainya. Agar kamu tak kepedasan maka Bu Narti selalu sedia minuman teh panas.

Ditambah panasnya teh membuat kamu semakin berkeringat derah dengan pedasnya. Satu yang unik kamu musti segera menghabiskan oseng- osengnya. Karena katanya kandungan lemak yang besar membuatnya bisa menjadi putih menyelimuti daging jika sudah dingin. 
 
Agar tidak terjadi mending kamu memakannya jadi sepiring berdua dengan kekasih kamu.

"Cabai lima kilogram untuk daging 50 kilogram, enggak akan saya kurangi walaupun harga cabai lagi mahal," tuturnya ketika ditemui di tempatnya.

Menjadi yang pertama membuatnya tak khawatir. Dibanding dulu sekarang usahanya sangatalah maju. Dia berkisah dulu membeli daging dua kilogram bermodal cuma 150 ribu. Yang dijadikan oseng- oseng lalu jadi tumbuh hingga mencapai 100 kilo tiap harinya. 
 
Mungkin agak berkurang tapi tidak signifikan karena Narti sudah mensyukuri apa yang sudah didapatnya kini. Demi menjaga kualitas dia mengerjakan sendiri semua.

Dia bercerita cuma dibantu empat pekerja kepercayaannya. Jika ditanya siapa yang mewarisi cara membuat oseng- oseng mercon dia menyebut anak keduanya yang bernama Dewi. Untung dari tiga orang anaknya ada satu yang mau ikut berjualan dengannya. 
 
Melalui mulut ke mulut tanpa spesifik mengiklankan produknya, ia sudah menanggung untung. Diceritakan para pelancong tidak cuma datang dari Yogya. Mereka datang cuma dari kabar dari tukang becak, dan ketika mereka mecoba.

"Enggak seenak di sini. Saya sendiri sudah sering makan di sini dari ketika warung ini masih kecil. Biasanya saya juga beli untuk dibawa pulang," kata seorang pengunjung yang ditempatnya juga ada oseng- oseng yag sejenis.

Usaha Modifikasi Mobil Paling Keren di Indonesia

Profil Pengusaha Eko Budi Rahmanto

 
usahamodifikasi.png
 
Usaha modifikasi mobil paling keren se- Indonesia. Tidak disangka mampu membuat mobil begini sendiri. Tak tanggung pria tersebut mampu membangun mobil Hummer. Dialah Eko Budi Rahmanto (59 tahun), yang mampu mebuat mobil khas militer tersebut. 
 
Mobil berjenis SUV yang dikenal dengan bentuknya yang mirip kendaraan lapis baja militer. Harganya yang miliaran rupiah berbanding 180 derajat dengan buatan Pak Eko yaitu cuma ratusan juta.

Warga Hargobinangun, Kecamatan Pakem, yang menyebut meski replika tapi tak kalah dengan asilnya. Memang jika dilihat- lihat kembali bentuknya hampir sama. Untuk bodi Hummer miliknya, ia berani menyebut, sudah satu banding satu dengan aslinya. 
 

Usaha Modifikasi Mobil

 
Kendati cuma replika ia berani menjamin kualitasnya tak kalah. Mobil ini nyatanya tangguh di medan off road khas gunung merapi. Bermodal mesin Toyota 1KZ, Hummer buatannya ini memupuni dikelas 4x4 WD.

Berbekal pengalaman panjang, Pak Eko mengaku bisa menyesuaikan bodi dan mesinnya jadi alus. Mesin hasil kawin itu disebutnya bisa dipakai di jalur off road ganas. Meski berat bodinya mencapai 1,8 ton, cuma bermodal pengalaman mampu disulapnya mesin Toyota 1KZ jadi sesuai.

Tentu beda dengan mobil Hummer asli, ia menjelaskan memanfaatkan chasis dari truk. Memang berat cuma dari kulitnya saja jadilah truk menjadi andalan Eko. "Hampir semua spare partnya menggunakan barang bekas. Kebetulan saya memang suka modifikasi," jelasnya. 
 
Cuma bermodal tekuk sana, tekan sini, jadilah bodi khas Hummer ujarnya sambil bercanda. Ide awalnya cuma membantu kawannya yang punya Hummer asli.

Di perjalanan memperbaiki Eko merasa bisa lebih. Dia yakin bisa membuatnya sendiri ujarnya yakin kepada wartawan Tribun News. Gayung bersambut ada teman yang mengajaknya membuat sendiri. Ia kemudian membuat replika mobil Hummer dengan modal miring. 
 
Eko sendirilah yang berburu spare- part. Dalam prosesnya cuma butuh lima bulan. Hasilnya bisa terlihat tapi ini masih belum desain interior dan eksterior masih luarnya saja.

Kendati produknya ini dibuat dari spare part bekas. Nyatanya ada bagian- bagian yang ternyata asli. Eko sendiri mengaku membeli sendiri untuk kap mobil dan spion. Meski dia menyebutkan cuma bekas atau itu dari tangan kedua. 
 
Ia sendiri mengaku kesulitan membuat beberapa bagian; ya hasilnya dia harus merogoh kocek meski bekasnya. Satu mobil Hummer buatan orang Indonesia asli menghabiskan 400 juta. Jadi kemungkinan harga bandrolnya dikisaran 600 -an. Eko sendiri mengaku membuat berdasarkan pesanan. 

Dia sendiri menyebut adapun agar mengurangi resiko jika terjadi keterlambatan. Buat kamu yang ingin membelinya musti langsung dan membuat kesepakatan terlebih dahulu.

Anak Muda Usaha Roti Dikala Pandemi Melanda

Profil Pengusaha Arthur Tamnge dan Addy Debil

 

usaharoti.png
 

Dikala pandemi melanda banyak orang menjadi pengangguran. Lalu dua anak muda usaha roti hingga sukses sekarang. Banyak usaha tutup tetapi kuliner memang tak pernah mati. Pasalnya orang masih butuh makan walau pandemi Covid 19 mengganas.


Dua anak muda usaha roti bernama Roti SOON. Didirikan dua orang pengusaha ialah Arthur Tamnge dan Addy Debil. Dua orang berjiwa wirausaha kuat meskipun keterbatasan. Untuk membangkitkan ekonomi keduanya memulai usaha tanpa ragu.

 

Konsep Bisnis Roti


Banyak usaha tutup, tetapi Arthur yang juga pengusaha kuliner, dan Addy yang seniman, bergandeng tangan. Arthur paham F&B memang relatif tahan hantaman. "Saya melihat peluang di bisnis roti," dia menjelaskan kepada Kontan.co.id. Tetapi bukan sembarang roti melainkan sudah melalui riset.


Roti SOON sudah mempunya gerai di kawasan Cicendo, Kota Bandung. Arthur berlatar belakang praktisi kuliner. Ia akan menyajikan produk fresh. Tepung yang diolah punya kualitas baik. Cita rasa rotinya tersendiri karena bahan berkualitas.


Arthur lantar bekolaborasi dengan Addy, seorang seniman yang sudah banyak berkolaborasi dengan brand nasional dan internasional. Addy juga sudah memiliki galeri seni. "Saya bertemu patner saya yang sama- sama bergelut di industri kreatif," lanjutnya.


Saling mengisi keduanya sama- sama menunjukan pengalaman mereka. Arthur memiliki pengalaman di bidang entertainment dan F&B. Dia sudah terbiasa membangun bisnis- bisnis berkonsep untuk restoran.


Salah satunya Arhur menjadi Chef Producer di Rans Entertainment, milik Rafi Ahmad dan Nagi Slavina. Walau dia merasakan betul bidang entertainment beda dari kuliner. Tetapi dia menemukan pengalaman dalam bidang entertainment, termasuk jaringan.


Dia menemukan banyak teman baru. Ia berkolaborasi dalam kreativitas. Dan sentuhan teknologi sangat mempercepat pemasaran. Kreativitas menggunakan teknologi membantu promosi kreatif. Tanpa papan nama, pengunjung dapat berkunjung ke tempat mereka sebagai hidden gem.


Pemasaran tanpa kendala pantaslah tetap sukses dikala pandemi melanda. Arhur menyasar komunitas- komunitas anak muda, seperti komunitas sepeda, komunitas seni, mobil, dan keluarga. Addy optimis akan merambah kota besar termasuk Jakarta.


Di Jakarta konsepnya berbeda dari di Bandung. Karena di Bandung, mereka telah memiliki pabrik roti sendiri di Kota Bandung. Jakarta memiliki konsep lebih luas, bisa menu tambahan, cocktail, dan aneka konsep unik lain.

Berbisnis Properti Tak Perlu Takut Simak Pengusaha ini

Profil Pengusaha Christian Soetio

 
berbisnisproperti.png
 
Berbisnis properti tak perlu takut pengembang senior. Simak pengusaha bernama Christian Soetio, yang merintis usaha properti dari sangat kecil. Kini dia dikenal menjadi salah satu bos besar bidang properti di daerahnya.
 
Dikelilingi oleh orang- orang kepercayaan yang rendah hati membuatnya tetap pada akarnya. Dia mengaku bermodal insting selain uang tentunya. Jika ia runut kebelakang semuanya karena pola pikirnya.
 

Berbisnis Properti


Saat itu, ketika ia melihat sebidang tanah, berpikirlah mau dibikin apa, lalu jadilah sebuah ide untuk berbisnis di bidang tanah. Membangun terlebih dahulu konsepnya dari 2005 sampai 2011. Memang lama, karena untuk menjadi pengusaha tidaklah mudah. 
 
Tahun- tahun tersebut diakuinya sebagai tahun- tahun kebangkrutannya. Disaat itu ia masih menekuni bisnis kontraktor bukan pengembang seperti sekarang.

Bermodal awal Rp.63 juta mulailah membuka sebuah CV kecil di bidang konstruksi. Melalui aneka jenis marketing mampu menghasilkan 30 buah pesanan sejak 2005- 2011. Namun dari tahun- tahun tersebut orang yang menyewa jasanya justru telat bayar. 
 
Dari tiga puluh orang tersebut cuma satu orang yang bayarnya lancar dan sisanya, ia harus bersusah payah memintanya. Menjaga komitmen menjadi pendorong agar tetap menjalankan meski susah ditagihnya.
 
Karakter utama yang dimilikanya adalah etiket. Bahwasanya pengolahan tanah mestilah baik, pembayar pun harus baik, dan kalau pun ada masalah jangan dihindari, tandasnya. Christian yakin pada kemampuanya untuk berbicara baik- baik. 
 
Seorang negosiator itulah yang kami tangkap dari pembicaraan tersebut.

"Kita harus percaya bahwa tanah yang dibeli dengan baik, pasti hasilnya baik. Etiket ini akan melahirkan modal besar, yakni kepercayaan," ujarnya.

Dijelaskan jika kamu menjual tanah fokuslah pada berpikir positif dan berprilaku positif. Sang ayah telah mengajarkan jika berbisnis Christian harus mandiri. Itu berarti menyimpan sertifikat ditangan, setelah ada pembayaran selesai, barulah sertifikat itu diserahkan langsung. 
 
Tanpa orang ketiga jelasnya. Disisi lain, jika bekerja sama, kamu tetap harus punya kepercayaan. BOS Land bukanlah perusahaan mapan kala itu, tapi kelebihannya adalah paham akan kebutuhan warga Balikpapan dan Samarinda.

Ketika membangun dia mau bekerja sama dengan perusahaan lain, seperti BSA Land. Selain mendapatkan pengetahuan juga koneksi di proyek- proyek berikutnya. Total ada tiga proyek dikerjakan bersama. Disisi lain, dengan nama yang semakin dipercaya, juga menangai 11 proyek lainnya. Dengan bank tanah (mungkin simpanan tanah.red) senilai 60 hektar yang ada di tengah kota. Sedangkan 85 hektar sudah digunakan untuk membangun properti.

Keuntungan sebagai anak lokal dan memang di luar Jawa, bisnis properti masih akan terus tumbuh. Pantaslah jika BOS Land bisa sampai sekarang. Disamping kerja keras, pandai memperhitungkan lingkungan, ia sendiri mengaku adanya keberuntungan menjadi hal lain. Menyasar pasar pembangunan roko, rumah tapak dan juga apartemen murah. Untuk rumah secara percaya diri, ia menyebut menyasar pasar menengah, yang harganya 330 juta sampai Rp.800 juta.

"Fokus saya ke segmen menengah. Sebab, pasar segmen menengah-atas di Kalimantan Timur tidak terlalu gemuk," jelasnya kepada portal Berita Satu.

Nampaknya sosok pengusaha Christian mencoba seperti halnya Ciputra dan Agung Podomoro. Dimana ia juga fokus pada kebutuhan akan pasar atau market. Buktinya mereka juga membangun satu toko bahan bangunan membuktikan diri sebagai pengembang properti sekaligus kontraktor. Perusahaanya juga tak segan untuk bekerja sama dengan perusahaan lain seperti Ciputra dan Agung Podomoro. Intinya sebagai seorang agen properti yaitu memanfaatkan sebidang tanah sebaik mungkin.

"Berbeda dengan pengembang luar yang kurang mengerti kebutuhan masyarakat lokal. Saya ambil contoh salah satu pengembang yang membangun lima menara apartemen. Yang terjual hanya satu menara. Itu pun separuhnya. Ada juga yang membangun kawasan bisnis, serapan pasarnya tidak bagus juga," sebuah pesan buat kamu yang ingin berbisnis properti.

Memulai Bisnis Tour and Travel Pengusaha Suami Istri

Profil Pengusaha Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan


tourandtravel.png
 
Memulai bisnis tour and travel pengusaha suami istri ini terjenal.  Pernah menjadi pengusaha bermodal nekat. Tak perlu selalu bermodal ijasah sarjana dan uang. Kisah berikut tentang suami istri pengusaha yang sukses jadi miliarder. 
 
Cuma dari bisnis tour and travel keduanya kini menjadi pemilik perusahaan PT. First Anugrah Karya Wisata.

Mereka adalah pasangan Andika Surachman (29 tahun) dan juga Anniesa Hasibuan (28 tahun). Usaha tersebut bisa jadi merupakan refleksi kegemaran mereka bertraveling sejak jaman pacaran. Mereka berdua katanya memang sudah hobi bepergian ketika masih kuliah. 
 

Bisnis Pasangan

 
Andika mengaku meski hobi berjalan- jalan, cita- cita keliling dunia baru terlaksana di 2010, ketika akhirnya mereka sukses. Meski baru setengah dunia mereka kitari namun perjalanan itu sangat berkesan.


Menjadi pengusaha sendiri diakui Andika sebagai 'keterpaksaan'. Dia pernah bekerja sebagai pegawai di sebuah minimarket di 2004. Selepas itu dirinya cuma bekerja menjadi pegawai magang di Bank Bukopin. Kala itu, ia cuma dibayar Rp.50 ribu per- hari. 
 
Sang istri sendiri tidaklah bekerja dan cuma menjaga anak- anaknya di rumah. Suatu ketika terjadi satu pristiwa yang memaksa mereka menjadi pengusaha. Ketika itu ayah mertua Andika meninggal dunia pada Juli 2008.

Memang sejak menikah, keduanya tinggal bersama mereka. Selepas meninggalnya mertua Andika harus pula mengurusi adik iparnya. Jadilah mereka tidak punya cukup uang untuk bertahan hidup. Keduanya lantas memutuskan menjadi pengusaha. 
 
Pasalnya gaji Andika dirasa tak akan cukup untuk keluarga besar mereka. Bermodal Rp.2 juta mereka mulai berbisnis apapun. Mereka membuka sebuah kios pulsa, lalu berjualan hamburger, hingga berjualan sprei. Modal 2 juta tersebut ternyata tak bertahan lama.

Diceritakan sendiri oleh Anniesa ada masalah ketika itu katanya karena ada yang iri. Mereka adalah pesaing mereka di bisnis yang sama. Akhirnya mereka kehabisan modal tapi bisnisnya sendiri tak tau arahnya mau kemana. 
 
Dengan sangat terpaksa Andika memutuskan menjual rumah milik mertuanya. Dia mendapatkan modal Rp.50 juta dari berjualan rumah. Mereka memulai usaha baru, tapi, lagi- lagi usaha itu mengalami kegagalan. Ujungnya bisa dipastikan yaitu rumahnya harus disita oleh bank.

Untung masih ada kelebihan uang sekita Rp.10 juta dari pristiwa tersebut. Kembali uang itu digunakannya untuk memulai usaha kembali. Kali ini, mengikuti impian sang istri, mereka mendirikan bisnis biro perjalanan lokal. 
 
Mereka lalu mendirikan perusahaan bernama CV. First Karya Utama pada 2009. Tidak lah mudah, untuk ijin usaha tersebut baru keluar pada 1 Juli 2009. Biayanya juga sangatlah mahal perlu kamu ketahui. Mereka cuma berbisnis travel wisata domestik yang kemudian merambah ke internasional.

Buta bisnis


Uniknya meski serius membuka bisnis perjalanan serta didorong kecintaan. Kanyataanya mereka tak tau sama sekali tentang bisnis tersebut. Semuanya dilakukan secara otodidak. Ketika pertama kali mereka mulai modal mereka cuma Yellow Pages. 
 
Jika kamu tak tau itu adalah buku kuning berisi nomor kontak yang bisa dihubungi kala itu. Mereka nekat menghubungi semua kontak menawarkan bisnis mereka.

Pengusaha Anniesa menjadi marketing, tugasnya membantu Andika mencarikan klien. Jangan salah, kali ini tidak seperti yang kamu bayangkan mereka belum sukses. Diakui mereka sering mendapatkan halangan ketika berbisnis tour and travel tersebut. 
 
Ada saja yang tidak suka kepada mereka berbisnis perjalanan ini; tidak suka mereka sukses. Mereka sempat ditipu bahkan oleh karyawan mereka sendiri. Bangkrut dan mulai kembali, mereka berpindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain.

Mereka itu harus bersusah payah berbisnis sejak 2009- 2011. Saat itu Andika masih berusia 22 tahun, halangan bertubi- tubi sempat menghancurkan mental mereka. Ia mengaku sempat berpikir bunuh diri. Bagaiman rasanya ditipu oleh mereka orang- orang terdekat sendiri. 
 
Dia dan seluruh keluarganya sempat mau bunuh diri. Dia bersama istrinya sempat memajukan mobil sedikit dan jatuh dari lantai atas mall. Tepatnya mereka sudah berada dilantai paling atas sebuah mall.

"Tapi, kami akhirnya sadar, bagaimana dengan nasib anak dan keluarga kami. Kami juga sadar itu dosa. Akhirnya, niat itu kami batalkan," kata Andika.

Bangkit dari keterpurukan keduanya memulai berbisnis kembali. Bergerilia ke sana- ke mari, akhirnya, ia mendapatkan pesanan dari Bank Indonesia. Mereka memberangkatkan 100 orang pegawai untuk umroh mereka meski saat itu tak paham. Mereka tak pernah berangkat umroh sebelumnya. 
 
Untunglah kali ini mereka menemukan patner bisnis yang jujur. Setelah Bank Indonesia, mereka mendapatkan pesanan dari  PT. Pertamina Persero pada tahun 2012.

Akhirnya, nama usaha mereka itu bisa semakin dikenal dari mulut ke mulut. Ia bercerita bahwa ketika itu: ia sempat hampir gagal mendapatkan pesanan. Ketika akan mempresentasikan diri ke Pertamina, ia sempat datang terlambat, tapi entah kenapa Andika masih bisa mempresentasikan dirinya. 
 
Meski sudah ada lima biro lain yang terlebih dahulu datang, akhirnya, biro CV. First Karya Utama malah menang dan ditunjuk oleh Pertamina. Akhirnya CV. First Karya Utama berevolusi menjadi PT. First Travel. Fokus bisnisnya yang asik menyasar perjalanan umroh sukses besar. 
 
Pada tahun 2012, perusahaan tersebut berhasil memberangkatkan 800- 900 orang dan pada tahun berikutnya menjadi 3.600 orang. Tahun 2014, First Travel mampu memberangkatkan ada 12.700 orang. Mereka sempat meraih rekor MURI yaitu Manasik Akbar Umrah Terbesar di Indonesia. 
 
Mereka menghadirkan 35.000 orang di Gelora Bung Karno Senayan. Ambisi terbesar perusahaan biro perjalanan terbesar di Indonesia ini adalah membukan 50 cabang di seluruh penjuru Indonesia. 
 
Perusahaan pengusaha suami istri ini, menang penghargaan Business & Company Winner Award 2014 untuk kategori The Most Trusted Tour & Travel ini masih akan terus menjadi yang terbaik. Andika berkeyakinan dengan brand kuat serta animo para jemaah yang akan selalu besar. 
 
Intinya satu kota harus ada satu cabang idealnya jelas pengusaha otodidak tersebut. Bahkan katanya, di sebuah berita, Andika telah membuka cabang di London yang direpresentasikan untuk membangun jamaah di Inggris.

Pengusaha Tampan Michael Rusli BigDaddy

Biografi Pengusaha Michael Rusli


pengusaha tampan big daddy

Siapa sosok pengusaha tampan Michael Rusli BigDaddy. Namanya seolah tenggelam akan kasus yang sedang dihadapai. Ialah seorang mantan bangkir yang mantap menjalankan entrepreneurship. Sosoknya itu positif yang memberikan kesuksesan hingga miliaran rupiah, semua berkat BigDaddy.

Pengalaman menjadi bangkir memberikan dampak positif. Dalam entrepreneurship Michael Rusli harus memilih pilihan. Menjadi bangkir memberikan pemahaman apa itu bisnis. Berpuluh tahun berkutat menjadi modal baginya berbisnis properti, energi, dan yang paling terkenal, BigDaddy.

Biografi Michael Rusli

 
Apa itu BigDaddy adalah sebuah bisnis dibidang entertainment. Tidak begitu banyak tercatat tentang perjalanan karirnya. Yang pasti dia disebut telah memulai semuanya dari nol sebagai pengusaha. Sejak masih 20 tahun, Michael sudah meniti karir di dunia perbankan bukan wirausaha.

Dia benar- benar telah memulai dari level paling bawah. Dia bekerja sambil kuliah, bergelut salama 15 tahun, dari satu posisi ke posisi lain. Lalu karir menanjak tinggi di ABN Amro Bank. Dia berkisah ditunjuk jadi Presiden Direktur disana.
 
Ada 3 tahunan, sejak mulai tahun 2006, lalu ditahun 2008 ketika ABN Amro berganti kepemilikan baru. Ini membuatnya tak lagi menjabat disana. Rusli lantas bekerja di sebuah perusahaan investasi asal Inggris, Flemming Family.

Pengalaman sebagai bankir yaitu berkomunikasi dengan banyak pebisnis dan mamahami mereka, Michael lantas memilih membangun usaha sendiri. Hingga bisnis bernama Terra Capital didirikan pada tahun 2010 silam. Untuk memodali bisnis pertama dia tak sendirian membangun ini.

Diajaknya dua patner kenalannya untuk berbisnis tersebut. "Tapi, saya yang menjalankan bisnis itu," jelas suami Sarah Latief ini.

Jika beberapa pengusaha kelas atas memilih mengakuisisi perusahaan lain. Tidak caranya BigDaddy, dikisahkannya, ini semua dari nol mendirikan bisnis di bidang entertainment. Pria 38 tahun ini lantas menyebut usaha ini dimulai ketika dirinya membantu sebuah event.

BigDaddy dimulai ketika dirinya membantu acara Disney on Ice itu sejak 2010. Lantaran kecewa dengan promotor sebelumnya, sang pemilik, Disney Indonesia itu langsung menunjuk BigDaddy. Padahal itu baru sajalah dimulainya bukan fokus mengerjakan entertainmen.

Perjalanan Terra Capital menjadi jadi alasan kuat bagi Disney percaya. Tidak tanggung- tanggung, Michael menyebutkan mereka telah meneken kontrak tetap tujuh tahun. Dengan sangatlah matang ia menanamkan modal investasi disini.

Salah satu investasinya yaitu membangun jaringan penjualan tiket. Memaksimalkan pendapatan di Indonesia, BigDaddy Production, mulai mencari- cari artis untuk dipromotori. Dia menjelaskan ringan, "kebetulan, saat itu, konser musik lagi ramai."

Sosok Pengusaha Tampan Digilai Wanita


Pria kelahiran Jakarta, 2 November 1976, yang besar di Singapura dan Australia ini, mengaku tak sendiri membangun BigDaddy. Kepada SWA, ia menyebut sosok Arifin Wiguna, yang kebetulan juga pendiri Indika, pengusaha yang telah mapan melalui perusahaan berbasis hiburan.

Tiap tahun BigDaddy teratur menjalankan dua acara Disney. Dari segi pertumbuhan untung sangatlah bagus, usaha BigDaddy bisa bertahan walau ada kriris moneter 2008- 2009.

Ini lantaran tiga usaha jangka panjang ditangan mereka. Dari kontrak tujuh tahun bersama Disney Indonesia, ada usaha Livenation (agensi artis luar negeri) dan akademi sepakbola Liverpool kontrak selama sembilan tahun.

Bisnisnya terbilang stabil bahkan menghasilkan kenaikan di akhir- akhir tahun hingga 25-35% ujarnya. Kalau ditanya konser apa yang pertama dipromotori BidDaddy ialah konser Linkin Park. Tak tanggung- tanggung bermodal besar, mereka rela membeli sendiri sound system dari Kanada.

Michael menyatakan ini sudah jadi standar menggunakan system internasional. Tidak cuma itu BigDaddy juga menyediakan infrastruktur pendukung seperti gedung konser. Sound system yang mencapai berat 2ton.

Ada proyek infrastruktur gedung konser berenergi 1,2 juta watt. Saat konser Lingkin Park, kekuatan listrik yang dibutuhkan berkali lipat, dari umumnya saat itu cuma 400 ribu watt. Ia meyakinkan BigDaddy merupakan satu terbaik dibidang sound system di Asia.

"Itu salah satu yang terbagus di dunia, dan sampai saat ini, baru kami yang memiliki sound system seperti itu di antara promotor Asia," cetus pengusaha tampan Michael.

Umumnya usaha promotor macam ini mengalami banyak pilihan. Segmentasi serta jenis usahanya bisa jadi berbeda- beda. Menjadi banyak aneka usaha, seperti gedung konser, penyedia sound sytem, dan juga untuk penjualan tiket konser apapun.

Untuk livenation saja ia bisa menargetkan angka Rp.250 milar. Pendapatan ini total didukung investasi besar dibidang infrastruktur. Sepanjang 2010 tercatat ada lima konser selebriti dunia. Bahkan bisa meningkat 12 kali dalam satu tahun di tahun berikutnya.

BigDaddy melalui kepercayaan klub sepak bola asal Inggris, menjalankan akademi sepak bola Liverpool di kawasan Bumi Serpong Damai dan Senayan. Meski menjadi usaha besar disebutnya juga bukan kontribusi terbesar.

Apalagi yang bisa dikatakan seorang komisoner PT. Trisurya Lintas Elektrikal dan CFO PT Trisurya Lintas Energi ini.

Pengusaha tampan dan kaya raya adalah lulusan Master of Commerce, Banking and Finance dari  Monash University ini, baru saja dikabarkan menjadi komisaris Independen PT. Cipta Nushapala Persada.

Dari usaha Terra Capital sendiri, perusahaan berbasis di Singapura merupakan pemilik saham terbesar dari Cipta Nushapala atau Cipaganti. Dimana cabang usahanya beraneka ragam antara lain properti, keuangan, infrastruktur, dan pertambangan.

Anak perusahan dari Terra Capital mencakup PT. Bhuwanatala Indah Pratama Tbk. Yang terbaru dari Terra capital membeli mayoritas saham di PT.Tekonindo, Perusahan Tambang nickel yang telah beroperasianal di Kabaena,sulawesi Tenggara.

Meski terdengar kabar miring tentang BigDaddy dan konser Lady Gaga, sosok Michael tetaplah punya daya, apakah mungkin pengusaha sebesar ini melarikan uang 1 juta dollar dari uang investor. Apapun hasilnya sosoknya positif memberikan inspirasi bagi pengusaha muda Indonesia.

Pemilik Hotel Savanna Malang Erly Setiawati Tedja

Profil Pengusaha Erly Setiawati Tedja

 
pemilikhotel.png
 
Kisah pemilik Hotel Savanna Malang, Erly Setiawati Tedja. Munculnya forum- forum atau organisasi pengusaha muda bukan tanpa alasan. Membangun sebuah koneksi merupakan prinsip utama berbisnis, itulah mengapa Young Entrepreneur Society lahir. 
 
Forum YES, salah satu yang menarik yaitu komunitas Second Generation, yang disatukan oleh Bank BCA pada 21 Agustus 2013. Mereka merupakan putra- putri pemilik bisnis yang sukses meneruskan usahanya.
 

Pemilik Hotel Savanna Malang


Young Entrepreneur Society bertujuan agar wirausahawan muda di dalam satu wadah, yang mandiri dengan berlandaskan pertemanan.
 
Misi YES adalah sekolah entrepreneurship, mendorong sinergitas bisnis antar anggota komunitas, salain itu menjadi fasiliator antara pemilik modal dan pengusaha muda, lalu mendorong bisnis baru jangka panjang. Mungkin mereka menjadi penerus bisnis keluarga tapi bisnis tetaplah bisnis.

Second Generation bukanlah anak manja dalam berusaha. Mereka terbukti sukses menggarap ide baru dari bisnis yang dijalankan. Salah satu sosok yang telah menjadi sorotan kami, Erly Setiawati Tedja yang kini menjabat sebagai Direktur Hotel Savana.
 
Pengusaha wanita kelahiran 1983 ini merupakan salah satu orang yang punya andil dalam kesuksesan hotel yang terletak di Jalan Letnan Jenderal Sutoyo, Kota Malang tersebut.

Padahal usia hotel tersebut baru menginjak tiga tahun, Erly begitu dia disapa, merupakan generasi kedua memegang estafet bisnis sang ayah. Hotel Savana sendiri hotel bintang 4 yang berdiri megah di kawasan kota Malang.


Kamu yang orang malang pasti tau Savana Hotel and Convention. Direktur utamanya seorang perempuan cantik 30 tahun sukses membesarkan bisnis keluarga. Dulu sang ayah,Yudiavian Tedja, memilih menyulap sebuah mal menjadi hotel bernama Savana. 
 
Saat itu insting sang ayah melihat prospek kedepan di bisnis perhotelan. Tak mengherankan Yudiavian memang sudah lama malang melintang di bisnis bidang konstruksi, perhotelan dan perumahan.

Setelah berjalan usaha hotel Savana kemudian dijalankan oleh putrinya. Menerima tawaran itu Erly memang sempat ragu karena latar belakang pendidikan tak terkait dengan perhotelan. Maklum saat itu ia tengah menimba ilmu di University of California at Los Angeles. 
 
Tepatnya 2008, ia bekerja di sebuah bank asing di Jakarta. "Hal baru ini menjadi tantangan bagi saya untuk belajar, belajar dan belajar," ujar Erly saat dijumpai di hotel Savana di Jalan Letjen Sutoyo 32-34 Malang.

Dia kemudian telibat langsung dalam pembuatan konsep, pembangunan hotel, dekorasi, hingga marketing. Ia lakukan segalanya walau mungkin perhotelan bukanlah passion -nya. Seiring waktu ia pun mulai menikmati pekerjaan hotel, bahkan mulai mampu melihat potensinya. 
 
Erly sangat optimistis Hotel Savana akan menjadi salah satu penginapan favorit di Kota Malang.

"Sebenarnya kalau dibilang passion, passion saya mungkin bukan di sini, cuma kita sebagai generasi kedua kita harus bertanggung jawab untuk melanjutkan. Terjun ke hotel karena saya melihat ada kesempatan di bidang perhotelan, Malang sebagai kota pendidikan dan pariwisata," ungkapnya.

Bukan hanya karena fasilitas yang lengkap, tapi juga letak Hotel Savana yang strategis, letaknya di tengah kota Malang bisa diakses dari daerah manapun. Satu kelebihan lain Hotel Savana memiliki luas kamar yang rata-rata 38 meter persegi untuk tipe deluxe. 
 
Kini, ditangan Erly, hotel tersebut memiliki tingkat hunian 70% per- harinya sebuah angka besar untuk hotel bintang 4. Mayoritas tamunya adalah pelanggan korporat yang sekaligus ingin melakukan pertemuan bisnis.

"Saat ini kami sedang ekspansi untuk menambah kamar dan ruang meeting. Kami akan menambah 40 kamar dan 3 ruang meeting serta memperbesar haluan kita.Target hingga Desember 2014 nanti ada 160 kamar, 7 meeting room, dan convention hall," tambah Erly yang mempekerjakan 150 orang karyawan ini.

Berpikir positif


Erly selalu berpikir positif ujarnya ketika diwawancarai awak media. Dia selalu memegang prinsip bisnis yang positif terhadap bisnis sejenis. Ia lebih fokus mengembangkan potensi dan memajukan bisnis hotel. 
 
Prinsip sang ayah juga tak akan pernah dilupakannya yaitu untuk selalu bekerja dengan tekun, rajin, ulet, jujur dan tidak lupa berdoa kepada Tuhan. Prinsip tersebut ia kombinasikan dengan gaya kepemimpinan yang demokratis agar karyawan betah bekerja.

Ia pun sukses menambah jumlah kamar sebagai diektur Hotel Savana. Erly mampu menambah 160 kamar dari jumlah 116 kamar saat ini. Proyek pembangunan untuk menambah jumlah kamar ini, kata Erly baru selesai di akhir tahun. Erly kini aktif mengikuti forum YES yang didukung oleh Bank BCA. 
 
Merupakan satu wadah bagi pengusaha muda di kota Malang. YES sendiri merupakan wadah berkumpulnya pengusaha muda di Kota Malang. Tidak hanya itu, YES juga tempat sharing dan learning serta memperbanyak koneksi.

Bagi Erly, BCA berarti bagi bisnisnya. Dia mengaku menganal BCA sendiri sejak SD. 
 
"Fasilitas yang paling saya suka di BCA adalah Internet Banking. Sebab kita bisa melakukan transaksi tanpa keluar rumah, misalnya cari mesin ATM. Kita juga memakai EDC BCA karena lebih praktis, karena mayoritas customer menggunakan kartu BCA untuk pembayaran," tutupnya.

Menjadi Petani Muda Bisnis Miliran Muhammad Khudori

Profil Pengusaha Muhammad Khudori

 

pengusahakentang.png

Bisnis miliaran Muhammad Khudori justru diremehkan. Menjadi petani muda ternyata sekarang sangat menjanjikan. Tentu Khudori menerapkan teknologi hingga mempermudah. Jangan membayangkan petani susah payah menggarap sawah.


Bisnisnya menangkar kentang kemudian melakukan kemitraan. Dia mengajak lebih banyak orang menjadi petani. Berkat kegigihan usahanya menciptakan bibit kentang berkualitas. Perusahaan bernama PT. Horti Agro Makro (HAM), didirikan untuk mengerjakan usaha dari hulu sampai hilir.


Bisnis Petani


Adapun strategi usahanya: 

 

1. Aspek produksi: Tujuannya ketersediaan bahan baku berkualitas, kuantitas, dan kontinyuitas. 2. Aspek pasar: Mampu menyesuaikan akan permintaan pasar yang berkembang secara dinamis. 3. Aspek distribusi: Memperhitungkan aspek perkembangan pesaing atau produk subsitusinya.


4. Aspek teknologi: Mampu berkembang mengikuti perkembangan teknologi yang lebih efisien. 5. Aspek manajerial: Yaitu sumberdaya manusia yang mampu menjalankan aspek manajemen agrobisnis secara efesien. 6. Aspek sosial: Mempertimbangkan pendayagunaan masyarakat serta sarana transfer teknologi.

 

Khudori menambahkan HAM memiliki tujuan utama pengembangan industri benih, perkebunan (Inti), kemitraan perkebunan kentang (Plasma), dan pengolahan melalui pabrik kentang. Berdiri sejak 2010, fokusnya memberikan penyuluhan petani termasuk penyediaan bibit kentang.

 

Perusahaanya kemudian melisensi varietas kentang medians sejak 2013. Plantet kentang kemudian ia distribusikan ke Garut, Dieng, hingga Riau. Varietas Medians memiliki keunggulan warna cerah, mata tunas yang dangkal, dan tahan terhadap penyakit busuk daun.

 

Mata tunas dangkal membuatnya cocok dipakai industri keripik kentang. Sejak Februari 2019, usaha perusahaanya mampu menghasilkan 500 botol plantlet tiap hari. Khudori sering menjadi pembicara di berbagai sentra kentang di Sumatra, Jawa, Sulawesi, NTB, dan NTT.


Khudori juga masuk dalam perumus Pedoman Perbenihan Kentsast Direktorat Jendral Hortikultural dan tim perumus Standar Operasional Perbenihan Kentang Dirjen Hortikultural. Khudori juga ikut mengajak anak muda milenial buat menjadi petani muda.


"Semuanya berjumlah 200an orang anak-anak muda yang saya bina, dan meraka akan menjadi petani pengusaha milenial" terang Khudori.

Kisah Wirausaha Cireng Kamsia Pengusaha Fadly

Profil Pengusaha Fadly Alfiansyah 

 
 
cirengkamsia.png
 
Pengusaha Fadly tengah merasakan fenoman cireng. Kisah wirausaha asal Bandung, Jawa Barat, yang dapat kita contoh. Pengusaha muda bernama Fadly Alfiansyah, sosok dibalik makanan cireng Kamsia itu. 
 
Produk terkenal yang digandrungi masyarakat. Usahanya dimulai dengan menerima pesanan dari tetangga dan saudara. Lalu bermodal 3 juta membuka booth di depan minimarket pada Desember 2011. Ia saat itu tanpa pikir panjang langsung berbisnis.

Pengusaha Muda

 
Dalam pikirannya adalah bisnis kuliner khas Bandung yang sedang naik daun. Mulai dari pasaran lingkungan sekitar Fadly melebarkan sayap. Jajanan berbahan aci dicampur tepung terigu itu dibuatnya sendiri. 
 
Awalnya karena semakin banyak permintaan maka jadilah ia yakin pada produknya. Secara tak sadar wirausahawan pemula ini telah membangun produknya sendiri. Meski saat itu ia mengaku belum membuat variasi; cuma cireng biasa ungkapnya.

Setelah itu rasanya bekembang jadi 8 aneka rasa: yaitu rasa bakso, sosis, ayam, sapi pedas, keju bahkan rasa oncom. Kesemuanya dimasukan dalam satu bendera rasa Cireng Kamsia. Kala itu Fadly mengaku bisa menjual 150 buah senilai Rp.150.000 per- hari. 
 
Pada awalnya, dia mengaku hanya fokus berjualan saja tanpa embel- embel franchise. Hingga 2012, tercatat ia telah memiliki 6 booth yang tersebar di beberapa titik di kota Bandung. Wirausahawan pemula ini sukses mengantongi omzet 7- 8 juta per- bulan.

Barulah September 2012, ia memanfaatkan sistem delivery order, dimana ia membekukan cirengnya untuk dijual. Dengan hal tersebut pasaran 6 cabangnya semakin luas. Meski tidak menggunakan sistem franchise talenta bisnisnya sudah mengaggumkan. 
 
Cireng Kamsia sejak itu berjualan bentuk frozen atau beku, yang mana dijual secara mentahan. Bisnisnya semakin besar dimana omzetnya semakin besar pula. Tapi ternyata besar omzet tak membuat selamanya bisnis ini menguntungkan. 
 
Meski sudah punya cabang atau booth sendiri, Fadly saat itu tak mampu mengawasi jalannya cabang meski SOP untuk produk sudah dijalankan. Namanya berbisnis auto atau kamu cukup mempekerjakan orang kesulitan itu pasti ada. 
 
Dia mengaku kurang paham bagaimana mengelola di manajemen penjualannya, bukan produknya itu. Tak cuma berjualan cireng matang tapi juga cireng beku. Fadly mulai mencari- cari bagaimana menjual yang baik. Nah, dimulailah ia menggunakan sistem reseller pada produk Cireng Kamsia. 
 
Awal 2013, ia merelakan jumlah booth berkurang agar bisa lebih ekonomis. Entah sudah berapa saat itu booth dimilikinya, namun, Fadly nekat mengurangi dan akhirnya sistem berjualan bercabang dihentikan. Total Fadly mencoba sistem dagang berbeda yaitu sistem reseller.

Setiap bungkus dibuatnya berisi lima potong. Visinya kala itu menjadikan cireng kudapan disenangi hingga jadi ikon Kota Bandung. Bahkan kalau bisa go internasional ujarnya kala itu pada sebuah artikel di situs Bisnis.com. 
 
Cireng Kamsia beku dijualnya melalui sistem reseller dan saat itu total ada 5 orang reseller yang siap menjualkan. Melalui sistem ini Fadly berharap cukup fokus menjual saja, dimana ia tak perlu fokus pada cireng yang matang. Jual mentahan saja pikirnya kala itu bersama Cireng Kamsianya.

"Saya ingin cireng dapat menjadi makanan yang keren dan tidak diremehkan karena dimakan oleh seluruh masyarakat di berbagai kota dan negara. Sistem reseller dapat menjadi salah satu caranya," ujarnya.

April 2013, sosoknya diperhitungkan sebagai seorang wirausahawan sukses, dan akhirnya ia bisa menjadi salah satu UKM yang bisa ikut pameran. Di Mirza, sebuah pameran bertema makanan halal dikerjakannya untuk menambah sukses. 
 
Pameran yang diselenggarakan pemerintah Jawa Barat tersebut banyak memberi dia ilmu. Bukti terbaru meyakinkannya bahwa Cireng Kamsia digemari setiap orang. Pada saat itu ia sudah lah punya produk beku yang terbungkus standar internasional.

Semuanya itu ludes diborong oleh mereka yang datang. Barang contoh itu menjadi pembukan untuk aneka pesanan sampai 100 pack per- harinya. Memanfaatkan jaringan reseller yang telah membengkak sampai ke penjuru Indonesia. 
 

Bisnis Semua Umur

 
Pada saat itu ternyata cumalah sukses sementara karena Fadly membidik konsumen di segala usia. Ternyata saat itu pembelian produk sejenis miliknya didominasi umur 25- 35 tahun. Hasilnya ia akhirnya kehilangan 50% pendapatan.

Dalam pemikiran kami, kemungkinan reseller Fadly saat itu, ialah mereka yang masih duduk di bangku sekolah. Jadilah mereka tidak bisa menjual produk- produknya untuk teman- temannya sendiri. Tak begitu populer dikalangan anak sekolah ternyata justru menjadi kelemahan. 
 
Mungkin karena produk cireng beku yang tak bisa langsung makan. Dengan tekat masih membara membawanya tetap bertahan berbisnis. Ketika Cireng Kamsia mendapatkan penghargaan dari Pangan Award Kementrian Perdagangan sebagai produk inovasi pada pasar makanan ringan. 
 
Saat itu pula lah kepercayaan akan produk Cireng Kamsia kembali. Secara tak langsung ia telah membranding produknya kembali. Tak mau terhanyut seiring perjalanan kebangkitan Fadly mulai merencana target pasarnya.

Proses penjualan akhirnya merambah sistem online. Fokusnya disempitkan di kawasan Bandung dulu. Ia menyebut strategi bisnisnya ialah membangun brandnya di kawasan lokal. Menjadikan Cireng Kamsia jadi cemilah wajib bagi mereka orang Bandung. 
 
Setiap harinya Fadly bisa memproduksi 300 pack dari ukuran 30kg- 40kg aci dimana total karyawannya ada 14 orang. Dari berbisnis cireng siap makan, Fadly total fokus pada cireng goreng yang mentah atau beku.

Merambah produk lain, kemudian ada produk lain selain cireng goreng atau Cireng Krauk, yaitu cireng yang dimasak dengan kuah. Memang terdengar aneh tapi memang itulah kenyataanya. Caranya ialah cireng beku plus bumbu terpisaha. Jadi secara rasanya sudah ia sesuaika dulu resepnya. 
 
Reseller total telah berkembang jadi 20 reseller di Bandung, lalu ada 15 agen yang mana juga punya reseller dibawahnya. Jika reseller di Bandung ia bawahi sendiri. Di kota lain, kelima belas agen tersebut lah pemimpinnya.

Mereka akan sibuk mengambil stok untuk diedarkan ke reseller. Setidaknya para agen akan mengambil 60 pack langsung tiap harinya. Sedari awal ia mengaku menjual cireng bekunya seharga 20.000 mungkin jika dilihat harga berbeda dengan cireng lain. 
 
Mungkin memang tidak difokuskan untuk semua orang tapi Fadly tak gentar. Dia tetap menjual seharga itu meski mungkin cireng lain lebih murah. Ia pun mencoba memilih untuk mencari- cari pasa menengah atas.

Caranya ialah ia masuk ke pasar swalayan atau pasar ritel modern. "Meskipun saya memiliki reseller dan agen, tetapi ujung tombak bisnis ini adalah pasar ritel moderen atau pengembangan brand image agar lebih mudah sampai ke tangan konsumen atau pasar," jelasnya.
 
"Reseller dan agen adalah jaringan yang membantu penyampaian informasi." ujarnya penuh percaya diri.


Website resmi: www.cirengkamsia.com

Bisnis Tour and Travel Online Pengusaha Jacktour

Profil Pengusaha Jack Fabrian


 
jacktour.png
 
Pengusaha Jacktour bukanlah sembarang wirausaha. Bisnis tour and travel online bukan sembarang. Walau namanya tidak begitu digaung di Bandung dan Jakarta. Sang pengusaha merupakan pakar dalam optimisasi layanan Google dan Yahoo.


Jack Fabrian, adalah seorang pengusaha, juga penulis, dan marketer online, dimana bisnis utamanya dibidang tour and travel. Meski nama usahanya tak begitu bergaung di kawasannya beroperasi. Namun, jika kita membaca sekilas apa sih Jacktour bisnisnya tetapi salah.
 
Bisnisnya maju berbekal segudang ilmu digital marketing. Pria 40 tahun yang memang barulah mengepakan sayapnya di bisnis tour and travel. Dia terlebih dulu aktif di online, penulis buku yang berjudul Google and Yahoo Secret.
 

Gabungkan Bisnis Online Offline


Bisnisnya baru sajalah masuk ke berbagai hotel, restoran, factory outlet, serta beberapa tempat wisata. 97% pelangganya merupakan wisata asing yang berkunjung ke Bandung atau Jakarta. Meraup pangsa pasar asing yang akan berkunjung ke Indonesia nampaknya tak mudah. 
 
Itulah kiranya yang dirasakan Fabrian. Dia pun tak segan menggunakan kemampuanya dalam internet marketing. Melalui sebuah situs www.jacktour.com, ia mencoba memburu pasar asing melalui media internet.

Baik sistem SEO optimal disuguhkan melalui halaman situsnya. Tak lupa ia juga menyuguhkan form reservasi disana. Ini sangat mencerminkan akan latar belakangnya di dunia IT. Telah 7 tahun malang- melintang di bisnis ini, bisnis travel dan tour, membuatnya percaya diri. 
 
Alhasil ia mampu membukukan 1000 kamar tiap bulannya. Bahkan dia menyebut bisa mencapai 300 kamar hotelnya seperti dilansir dari Malajalah Pengusaha Muslim. Dimana mereka kebanyakan berasal dari negara Malaysia dan Singapura.

Tak hanya sampai disitu, Jacktour sukses merambah pasar wisatawan Australia, Eropa, Jepang, dan lain- lain. "Kata orang Jacktour termasuk yang disegani di Bandung," imbuhnya. Untuk lokal sendiri mungkin nama Jacktour kala pamor, tapi pasar wisatawan asing, Jacktour pandai mencari celah. 
 
Tak perlu beriklan di media cetak ternama. Selain itu fakta pengalaman si empunya tidak diragukan lagi. Fabrian mampu bekerja sama dengan berbagai hotel, FO, restoran dan berbagai destinasi wisata. Dia lantas menyebut ada 78 hotel telah bekerja sama dengannya. 
 
Rasianya ialah komitmen Jacktour dalam memberikan pelayanan, ungkapnya saat ditemui di kantornya, di Jalan Bukit Dago No.53B, Bandung.

 Bisnis Jacktour


Paket yang ditawarkan pengusaha Jacktour bermacam. Secara spesifik ada 4 macam ia ungkapkan yaitu, dari situsnya, ada sewa mobil, sewa bus, pesan hotel, serta paket wisata. Paketnya, biasanya sudah tersusun dalam satu paket wisata. 
 
Ketika kamu mengunjungi laman situsnya. Ketika mengklik menu car rental (sewa mobil) maka akan muncul pilhan lain: economy, deluxe, superior, dan KIA Pregio. Selanjutnya kamu akan mengisi form yang berisi data waktu penjemputan, mulai dari tanggal, bulan, dan tahun, serta pukul berapa.

Belum lah selesai. Pada menu bawahnya lagi ada format lokasi penjemputan, dan berapa lama kamu akan berwisata di lokasi pengantaran. Setelah itu nanti ada tombol cek harga (check rate) dimana akan muncul menu transportasi reservasi. 
 
Dibawahnya lagi masih ada pilihan: transportasi semua paket serta mobil plus sopir. Setelah itu barulah pengisian data diri si pemesan.

Selanjutnya pemasan akan mendapatkan kode reservasi. Untuk pembayaran bisa melalui transfer bank. Dia menjelaskan semuanya sudah tercatat dalam sistem terintegrasi. Sistem komputer ini disebutnya akan mampu menghemat biaya telephon dan kertas. 
 
Fabrian juga menyarankan pemasan agar tidak berkomunikasi lewat telephon kecuali pelanggan baru. Inti dari sistem online yaitu menggunakan koder reservasi jelasnya. Bagi penulisa buku- buku IT ini memang perkara biasa memanfaatkan teknologi. 
 
Pelayanan milik Jacktour ini dianggap bagian terpenting di bisnis travel dan tour di asalnya. Di Bandung, dengan cara ini, bisnis travel dan tour bisa mengalahkan bisnis transportasi umum. Salah satu andalan Jacktour ialah mereka akan melayani dengan rasa kekeluargaan ketika pelanggan tiba. 
 
Di Jacktour, sopir akan menyapa ramah, dan tak jarang sopir akan memberikan permen untuk anak pelanggan yang merengek.

Atau, bahkan ada kejutan dadakan untuk kliennya, semua dilakukan spontan pada waktu- waktu khusus. Bahkan ketika klien merasa tak enak badan, pihak Jacktour akan tanggap.

"Saya menganggap customer adalah saudara kami yang ada disini. Bagi kami bisnis hanya sampai pukul 9 malam. Setelah itu kalau ada klien sakit kita antar ke rumah sakit. Kita layani secara gratis. Kasihan mereka disini tidak punya sanak sudara," jelas Fabrian.

Inilah mengapa Jacktour menjadi terkenal. Bukan melalui iklan, tapi pelayananlah, majalah- majalah besar seperti majalah Cleo, Cosmopolitan, Majalah Department Pariwisata Malaysia, menulis tentang Jacktour; ini sebuah cara ampuh marketing. 
 
Fabrian yang pernah mencicipi jabatan penting lembaga dunia seperti WorldBank, USAID dan JICA-Jepang, mampu mengkomunikasikan dirinya sebagai bagian keluarga dari mereka.

Jangan khawatir soal barang mewah tertinggal di mobil. Fabrian menjamin semuanya akan dikembalikan utuh ke pelanggan. Kisah menarik pun terlontar darinya, ketika itu ada wisatawan asing yang ketinggalan kamera digital. 
 
Ternyata orang asing ini menuliskan nomor Indonesia tapi tak bisa dihubungi. Satu tahun kemudian, ia kemudian kembali menggunakan jasa Jacktour. Betapa terkejutnya ketika wisatawan asing itu tiba- tiba disodori kemera miliknya dulu. Dan tau kah, kamera itu telah dibungkus rapih.

Rasa aman itu tidak hanya milik mereka para pelanggan. Mitra kerja jacktour juga merasakannya. Dia lalu berkisah tiga tahun lalu ada pelanggan setia Jacktour yang memesan dua bus ke Cengkareng. Pelanggan itu juga memasan beberapa kamar di hotel High Season di Bandung. 
 
Semuanya itu telah dibayar pembayaran awal 5 juta. Suatu malam pelanggan tiba- tiba membatalkan pesanan karena penerbangan ditunda. Jacktour sigap menarik kembali bus yang nongkrong di Cengkareng.

Sedangkan untuk hotel Febrian langsung mengakalinya. Dia mengajak karyawan dan keluarganya untuk ke hotel yang telah dipesan tersebut. Sisanya digunakan beberapa rekanan Jacktour. Meski rugi Jack Fabrian tetap berprinsip agar selalu amanah. 
 
Amanah inilah sumber insipirasi dirinya ketika pulang dari berhaji dan mendirikan Jacktour. Meski dikenal memiliki jabatan tinggi, ia memilih menekuni bisnis, dan ketika usahanya itu telah berjalan tetap amanah pada apa yang diyakininya, menjadi pengusaha.

Facebook: www.facebook.com/inijack

Mendirikan Tempat Kursus di Luar Negeri Bisnis

Profil Pengusaha M. Yusuf Donda

 

kursusluarnegeri.png
 

Bisnis M. Yusuf Donda bermula memulai karir menjadi pengajar. Ia mendirikan tempat kursus di luar negeri. Bisnisnya bermula ketika ia akan mengajar atas undangan sekolah di Vietnam. Berjalannya waktu, ia menyadari bahwa butuh pendidikan bahasa berbeda.


Lebih ke mengembangkan communication skill. Dia mengajak sahabatnya asal Indonesia. Mereka lalu mendirikan mydonda.com, situs belajar bahasa Inggris berbentuk podcast. Pada 2010, lebih dalamnya dia mendirikan MEA Vietnam atau Mydonda English Academy.

 

Bisnis Pengusaha Muda


Ia memfokuskan kepada bahasa Inggris untuk mahasiswa dan profesional. Metode pembelajaran melalui kelas berisi 6 orang, dan bebas menentukan pengembangan diri (soft skill) berdasarkan minat dan bidang mereka.


Ketatnya kursus bahasa Inggris tidak membuatnya takut. Lewat MEA Podcast memberikan pelatihan via online. Kursus bahasa Inggris virtual tersebut telah melewati lima tahun. Yusuf sudah memiliki dari 1 menjadi 10 staf pengajar, terdiri dari 4 staf asli Indonesia  yang mengajar 200 siswa.


MEA Vietnam miliknya telah membantu banyak orang Vietnam. Bayangkan 2000 orang alumni telah bekerja di perusahaan internasional. Dia juga mengirim siswanya melakukan program homestay ke Indonesia. MEA Vietnam kemudian membuka cabangnya di Indonesia melalui MEA Indonesia.


MEA Indonesia dapat dilihat melalui website MEAIndonesia.com. Harapannya membawa kesuksesan di Vietnam ke Indonesia. Dia ingin ikut serta memajukan industri kursus di Indonesia. Sekolahnya terletak di kawasan 34 Bis Tran Khanh Du, P Tan Dinh District 1, Ho Chi Minh City.

Jual Sepatu Rugi Bisnis Shopatblow Kini Go Internasional

Profil Pengusaha Vincent

 

jualsepatu.png
 

Dia jual sepatu rugi tetapi terus berusaha. Bisnis Shopatblow kini go internasional berkat kegigihan. Ialah Vincent mendirikan usahanya bermula jualan punya orang. Dia berjualan produk sisa gudang. Kedepan dia memproduksi sendiri, dan bertransformasi menjadi brand mumpuni.

 

Pengusaha muda ini sempat merasakan kerugian. Tahun 2016, dia memulai menjual sepatu sisa gudang masih secara offline dan rajin mengikuti bazar. Upayanya tidak membuahkan hasil maksimal. Maka dia menjajal bisnis online melalui marketplace Shopee.

 

Bisnis Shopatblow

 

Bisnis Shopatblow naik sampai pemesanan 40- 60 ribu pesanan. Pertumbuhan bisnisnya mencapai 500 kalilipat. Tidak cuma dia sebagai pengusaha menengguk untung. Para karyawan ikut mendapatkan untung, mereka curhat ke Vincent sudah mencicil kendaraan, cicil rumah, atau beli tanah.


"Bangga menyaksikan salah satu karyawan yang sudah bersama saya dari nol. Kini dia sudah bisa beli tanah sendiri untuk dirinya dan keluarga," ujarnya kepada Detik.com


Tim Shopee banyak membantunya mengembangkan bisnis. Terutama mengurusi gudang dan inventori. Terutama dikala pandemi membuatnya kurang mobilitas. Ia terus memutar otak. Vincent yakin akan membawa produknya sampai go internasional, terutama dibantu Ekspor Shopee pada 2020.


Kini Shopatblow dijual sampai ke Thailand, Singapura, Malaysia, dan Filipina. Dia berharap brandnya akan sesukses Erigo. Gencarnya Erigo melakukan promosi lewat kanal Shopee. Serta terus lakukan transformasi membuatnya mencapai go internasional.


Kedepannya dia akan terus brekspansi produk Shopatblow. Memperbesar gudang sampai lebih besar dari Erigo. 

 

"Jangan pernah menyerah. Karena kalau menyerah, pasti tidak akan ada hari ini. Terus berjuang dan pikirkan semua strateginya dengan berani, jangan pernah takut salah dan gentar, jadikan semua bekal dan inspirasi," pungkasnya.

Pegawai ITB Berbisnis Sambilan Cireng MLM

Profil Pengusaha Didin Junaedi

 
pegawaiitb.png
 
Tidak cuma para mahasiswa ITB yang aktif berwirausaha. Ada pegawai ITB berbisnis sambilan cireng MLM. Faktanya di kalangan pegawai pun ada, mereka yang sukses 'nyambi' menjadi pengusaha. Ia sosoknya bergelut dengan jajanan khas Bandung yaitu cireng. 
 
Sukses berbisnis cireng, meski hanya sambilan, telah membawa Didin Jaenudin menjadi jutawan. Dia bahkan dijuluki Bram Cireng. Berkat bisnis sampingan kecil- kecilan itu; Bram telah menghasilkan 15 ribu cireng per- hari.
 

Berbisnis Sambilan


Semuanya dikerjakan bersama sang istri. Awalnya sih, cuma bermodal 500 ribu, itupun hasil berhutang di kantornya. Dimulai di tahun 2006 disaat bisnis cemilan mulai menjamur di Kota Kembang. Yang menarik meski cuma makanan sepele, Bram serius melakukan aneka inovasi rasa dan itu termasuk dengan inovasi cara berjualaannya.

Disebutkan bahwasanya ia menggunakan marketing mirip MLM. Tak perlu repot memasarkan produknya ia pun bisa fokus pada pengembangan rasa. Tercatat dari bisnis cirengnya sudah tercipta 20 varian rasa, diantaranya rasa bakso, ayam, kornet, keju, abon sapi, oncum, blue berry, dll. 
 
Dia mampu mempekerjakan 30 orang dalam satu pabriknya. Cabangnya sudah dimana- mana di penjuru Jawa Barat.

Cabanya ada di Ciawi, Depok, Serang, Tangerang, BSD, Jakarta, Lampung, Medan dan Palembang. Ia juga punya tiga cabang khusus di Bantarjati, Kedung Badak, dan Ciawi. Bermodal cuma 500 ribu, uang segitu dikisahkannya digunakan untuk membuat gerobak sendiri. 
 
Ketika itu bulan Ramadhan, Bram cuma ikut orang tuanya yang memang sudah berjualan cireng. Diolahnya itu sedemikian rupa dengan segala ilmu tentang marketing.

"Saya berjualan cireng karena berawal dari faktor ekonomi. Hal inilah yang mendorong saya untuk tetap hidup. Kalau orang tua saya hanya menjual saja, tapi saya menjual dengn kreativitas dan konsep MLM," ujar pria kelahiran Bandung, 30 Januari 1978 ini.

Modal segitu juga punya kisahnya sendiri. Disebutkan bahwasanya ide bisnis itu tak didukung oleh dana. Ia pun mencoba meminjam teman dan kesana- kemari. Hingga kantor lah yang meminjamkan uang tersebut kepadanya. Lantas gerobak itu didorongnya ke Taman Kencana. 
 
Disanalah ia berjualan bersama sang istri mencoba bertaruh nasib. "Saya mulai membuat gerobak dengan tangan saya sendiri di Taman Kencana. Cat dan kaca gerobak  saya mencoba pinjam dari teman, modal uang pun pinjaman dari kantor," ujarnya.

Nasib baik belum datang hingga lima bulan sudah usahanya dijalankan. Belum ada pemasukan sejak ia mulai bisnisnya tersebut. Suatu hari terbersit ide gila yaitu membuat 1.000 buah cireng. Ia lantas membagikan itu ke orang- orang secara gratis. 
 
Meski Bram sadar itu adalah pertaruhan besar karena modal untuk besok sudah tak ada.

"Saya mencari teman dan orang di jalan, kemudian cireng itu saya bagikan gratis. Alhamdulillah sejak peristiwa itu banyak orang berdatangan, mulai dari ingin bekerjasama hingga ingin menjadi pelanggan setia," ungkap Bram.

Bram lalu menerapkan sistem MLM dalam bisnis cirengnya. Tak berapa lama bisnisn cirengnnya pun berlari kencang sejak saat itu. Berawal produksi 300 buah kini sudah mencapai 15 ribu cireng perhari. Mulai dari satu orang  karyawan menjadi 130 karyawan yang berada di cabang-cabangnya.

Pengusaha Soto Jamur Instan Sotoji

Profil Pengusaha Rohmat Sastro Sugito

 
pengusahasoto.png
 
Bayangkan soto jamur instan seperti mie instan. Pengusaha soto jamur berikut mencoba mendobrak pakem. Siapa yang tak suka soto? Makanan khas Indonesia yang satu ini bisa dijumpai di seluruh penjuru. Berbeda variasi dari satu kota ke kota membuatnya tak lekang di makan jaman. 
 
Tak hanya berhenti disitu, variasinya kini juga bertambah canggih, seperti Sotoji. Makanan yang dihidangkan dari restoran, kafe, hingga di warung di pinggir jalan, atau kini bisa anda nikmati di rumah. Bisa kamu bayangkan soto dijual dalam kemasan seperti produk mie instant seperti di televisi.

Rohmat Sastro Sugito, hanya pemuda biasa, namun berkat kreatifitas ada yang jadi tak biasa. Berbekal rasa ingin menyajikan makanan bergizi dalam kemasan, terpikirlah ide tersebut. Ia ingin menciptakan makanan cepat saji tapi punya nilai gizi.
 

Soto Jamur Instan

 
 
Jadilah produk itu, Sotoji, atau kepanjangannya soto jamur instant. "Awalnya banyak petani jamur. Nah, kalau sedang panen harganya kan jadi murah. Kalau diolah harganya jadi stabil," katanya saat berbincang dengan Okezone suatu hari.

Awalnya Rohmat cuma iseng- iseng membuat menu dari berbagai macam jenis jamur. Dia meracik sendiri setiap masakan dengan berbagai jenis jamur yang ada. Lalu, jadilah ide itu muncul, ia merubah jamur jadi soto kemudian mengemasnya. 
 
Saat ini produk Sotoji telah dipatenkan olehnya sebagai bentuk komitmen. Menurutnya, dari sekian jamur hanya jamur tiram yang mampu diterima pasar dan enak disajikan dalam bentuk Sotoji.

"Sebelumnya sempat dicoba segala jenis jamur, ada tiram, kancing, akhirnya setelah dipertimbangkan yang paling bisa diterima pasar adalah jamur tiram," aku pengusaha soto ini. Sekarang ini, bisnisnya ini telah resmi menjadi sebuah perusahaan kecil bernama PT. Tri Rastra Sukses Sejahtera. 
 
Meski diakuinya perusahaan ini masih dalam bentuk skala kecil, yang hanya memproduksi 40 dus setiap harinya, namun dia menargetkan dalam waktu dekat bisa memproduksi lima kali lipat. Semangatnya tak main- main ia bahkan memberikan contoh gratis sebelum diluncurkan.

Untuk memulai usaha, tentunya membutuhkan modal yang tidak sedikit. Saat disinggung berapa modal yang digunakan untuk memulai usaha yang masih tergolong hijau ini, dia enggan menyebut angka pasti. "Yang jelas, modalnya seharga satu unit mobil kijang," katanya berkelakar. 
 
Tak berhenti disitu, ia pun telah memesan mesin untuk menambah produksi. Mesin khusus yang berasal dari Malang, Jawa Timur, ini diharapkan bisa menambah produksi menjadi 500 dus per- hari.

"Sehari 40 dus, satu dus isi 20 pieces. masih skala kecil karena terbatas di mesin," akunya. Alasannya untuk membeli mesin dari Malang juga bisa diacungi jempol. Dia mengaku ingin produk asli Indonesia nya akan diproduksi oleh mesin asli Indonesia. Semangatnya perlu diapresiasi.

Marketing Bisnis Unik


Bicara modal berarti bicara berapa besa kemampuan bermarketing. Rohmat sendiri mengaku produk unik ini punya pasar sendiri jadi bisa menghasilkan nilai yang cukup fantastis. Saat ini, per dus sotoji di jual seharga Rp50 ribu. 
 
Dalam sehari, perusahaan baru memproduksi 40 dus dan rencanannya akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Jadi jika dikalkulasikan, pendapatan per hari Rp2 juta atau jika dihitung dalam satu bulan bisa meraup pendapatan Rp60 juta.

"Namun tahun pertama belum untung. Masih dalam tahap ekspansi pasar," elaknya.

Tentang marketing cukuplah mudah yaitu melalui internet. Cara tersebut dihitung cukup ampuh dan tentu lebih murah diawal- awal bisnis. Rohmat punya cara unik, yaitu dengan mengadakan lomba blog. 
 
Ia mencoba memasarkan produk barunya melalui tangan trampil para blogger. Mereka akan mereview bagaimana sih detailnya produk baru ini sebelum dijual ke masyarakat. Hasilnya cukup memuaskan.

"Gerakan pertama lomba blog, menggunakan ranah online. Hal itu dilakukan karena terbatas dana. Mereka (peserta lomba) membuat blog segala hal mengenai Sotoji," tutup Rohmat. Ia juga tak menutup kemungkinan untuk menjadikan bisnis ini menjadi warlaba. 
 
Bentuk warlaba juga masih dalam proses perencanaan. Dalam kedai-kedai yang sudah dimilikinya saat ini, selain dijual Sotoji kemasan, juga dijual yang sudah siap makan. Hal ini menjadi salah satu cara pemasaran Sotoji. Sebab, belum banyak yang menjual Sotoji kemasan. 
 
Karena, Sotoji baru bisa diperoleh di beberapa toko kecil saja. Cara marketing lainnya yaitu menggunakan akun Twitter. Untuk yang satu ini, akun @sotoji_ sudah punya 242 pengikut. Meski belum terlalu banyak pengikutnya optimis itu harus tetap ada.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba