Synthesizer Terkecil Ala Perusahaan Teenage Engineering

 
Suka dengan musik elektronik maka kamu akan tau produk satu ini: synthesizer. Yap, produk audio yang satu ini adalah jiwanya musik elektronik. Penulis sendiri suka dengan genre musik dance elektronik. Berita kali ini datang dari perusahaan elektronik yang fokus pada produk musik. Perusahaan bernama Teenage Engineering telah beken dengan produk synthesizer sebelumnya. 


Dan kini, dengan bekerja sama dengan sesama perusahaa asal Swedia, Cheap Monday -perusahaan fashion terkenal dengan celana jin -nya menurut Engadget.com, mereka membuat satu produk bernama Pocket Operator. Seperti namanya kali ini tidak seukuran produk sebelumnya Teenage Engineering OP- 1. Kali ini produknya bisa kamu bawa dimana saja, kapan saja, dan untuk siapa saja. Meski masih dalam tahap pengembangan produk satu ini adalah revolusi dunia musik. 

Cuma seukuran kartu kredit yang terdiri dari tiga jenis; PO -12 untuk ritme drum, PO -14 'Sub' bass synth, dan PO -16 'Factory' melody. Ketiganya punya 16 -step sequencing dan ada pilihan 16 jenis bunyi, 16 jenis untuk efek tambahan. Bertenaga tiga beterai AAA, kamu cukup mengkoneksinya dengan speaker sendiri melalui rangkaian yang telah disediakan.

Produk Paling Disorot di Indiegogo Start Up


Apakah benar jika menyangkut hubungan sexual wanita tidak mendapatkan prioritas. Peneliti bahkan dalam sebuah penelitian menyebut pria dua kali lebih mungkin berorgasme ketika bercinta dibanding wanita. Ini seolah menjadi bukti tantang pria yang utama dalam hubungan sexual atau bukti sejara kita bahw telah lama wanita terabaikan secara sexual.

Dua wanita, Alexandra Fine dan Janet Lieberman, mencoba menawarkan surga bagi wanita.



Eva adalah vibrator hands-free, tanpa kait, disebut- sebut tidak mengganggu pasangan ketika bercinta. Tap benarkah. Yang pasti alat ini memberikan wanita rangsangan klitoris yang diperlukan untuk mencapai lebih dari sekedar berorgasme saat berhubungan seks. Vibrator hands-free adalah karya pertama perusahaan Dame, sebuah perusahaan yang menciptakan produk "keintiman".

Fine Liberman menyebut Eva menjadi salah satu solusi dalam kesenjangan sexual. Terutama menanggapi satu kenyataan bahwa 70% wanita membutuhkan sentuhan klitoris saat bercinta. Dimana hal tersebut sulit untuk dicapai antar penetrasi dan rangsangan klitoris bersamaan, Eva jadi solusinya. Alat ini diyakinkan sebagai produk yang tak mengganggu keintiman!

Eva memiliki dua sayap nyaman untuk bagian bawah labia majora wanita dan membuat vibrator langsung di atas klitorisn, yang memungkinkan tetap melakukan berhubungan seks atau penetrasi tanpa gangguan untuk sekedar memegang vibrator. Sayap fleksibel Eva dapat menyesuaikan bentuk vagina perempuan.

Lieberman menyebut kecepatan bisa diatur dari yang gentle hingga paling liar.

Karena produk pertama, Fine dan Lieberman butuh dana besar untuk pengembangan. Dan, mereka berhasil mendapatkan dana melalui sistem donasi masal, Indiegogo.com, empat kali lipat tujuan dari target awal mereka senilai $ 50.000, menjadi$ 179.142 pada 28 Oktober, hanya dalam satu minggu setelah peluncuran kampanye.

Eva dipasarkan seharga $.85 (ditambah $ 10 untuk pengiriman) pada Indiegogo, tetapi akan dikenakan biaya $ 105 setelah debut pada bulan Februari 2015 secara masal. Perlu diketahui penjualan ini adalah sebuah penguji beta belum tersempurnakan. Para perempuan diharapkan memberik sambutan yang mungkin kontributif untuk produk yang telah terjual ini.

"Kami hanya berusaha untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih bahagia - satu Vagina pada suatu waktu," Lieberman mengatakan dalam video. Siapa yang bisa berdebat dengan itu?

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba