Pengusaha Jangkrik Bambang Setiawan Bikin Kaya

Profil Pengusaha Bambang Setiawan 

 
usahajangkrik.png
 
Pengusaha jangkrik Bambang Setiawan bikin kaya. Lulus kuliah tak langsung kerja malah sibuk mainan jangrik. Itulah kisah seorang Bambang Setiawan. Eit, jangan salah sangka dulu, bermain disini bukanlah cuma iseng. 
 
Pemuda kelahiran Cirebon, 25 November 1987, sibuk bermain jangkrik, diternakan, lalu dijualnya. Selepas lulus Teknik Sipil ITB, Bambang sudahlah mantap berbisnis jangkrik seperti hobinya dulu.
 

Usaha Jangkrik


Ketika kuliah ia mengaku memang sudah aktif berbisnis. Bedanya jika orang bermimpi berbisnis hingga ke kota. Bambang justru berpikir bisnis apa yang bisa dibawa pulang ke kampung. Keinginan memberdayakan masyarakat di kampunya juga menjadi semangatnya. 
 
Mencari- cari usaha yang mudah tapi menghasilkan banyak lowongan pekerjaan. Memulai bisnis jangkrik di tahun 2010 dimana sempat dilihat sebelah mata. Bermodal Rp.7 juta dimulailah ia menunjukan kelihaiannya beternak jangkrik.

Dipilihnya berbisnis jangkrik bukan karena tidak ada sebab. Ini semua karena di Cirebon memang masih kekurangan pasokan jangkrik.

Melihat peluang jadilah ia memulai usahanya itu. Bermodal 7 juta dibelikannya 50 kotak jangkrik dan 2,5 Kg telur jangkrik. Acuh dengan pandangan orang, Bambang mulai mentelateni usahanya tersebut sedikit- demi sedikit. 
 
Usahanya tak sia- sia karena ternakannya terus berkembang biak. Dari sekedar 1 kg telur jangkrik, ia mampu menghasilkan 70 kg jangkrik. Awalnya pangsa pasarnya cuma untuk pemilik burung, pakan ikan, dan juga sebagai umpan pancing.

Pria yang kini menjadi ketua Kelompok Ternak Trust Jaya. Ia menyebutkan bahwa ia menjual jangkriknya di harga Rp.45.000- 50.000 per- kg ke agen. Berkembang terus jangkauan usahanya tak lagi cuma di wilayah Cirebon. Berkembang pesat hingga ke Jawa Barat, Tengah, dan Jabodetabek. 
 
Dia memproduksi bermodal empat gudang seluas 21x15 m. Selain itu ia hobi merubah rumahnya menjadi peternakan mini. Selain karena berbisnis, nyatanya, Bambang memang hobi bermain jangkrik.

Bermodal Rp.7 juta, kini produksi jangriknya mencapai 200 kg per- hari. Untuk produksi terlur dari tempat peternakan yang lumayan besar itu dihasilkan 8kg per- hari. Tak puas berbisnis jangkrik hidup Bambang juga menyasar pasar telur jangkrik. 
 
Yang satu ini, peternakannya mampu menjual telur jangrik dengan harga yang cukup tinggi; Rp.400.000 sampai Rp.450.00 per- kg. Jika sehari saja menghasilkan 8kg maka bisa dijual sampai Rp.3.200.000.

Tentunya tak semua telur dijualnya tapi untuk diternakan kembali. Tidak cuma bekerja sendiri, Bambang pun mengajak masyarakat desanya untuk berbisnis sama. Menanamkan konsep satu desa- satu produk yang dimaksudkan bahwa jangkrik juga merupakan bakti sosial. 
 
Ini juga termasuk cara agar pasaran terpusat dan harga pasaran mereka tak jatuh dibuatnya. Dia menyebut bahwa wilayah ternaknya cuma akan fokus pada wilayah Cirebon saja.

Tak berpuas dengan 'cuma' berjualan jangkrik dan telurnya; Bambang masih tak puas. Dia memulai produk olahan jangrik. Ya, jangkrik diolahnya agar harga jualnya juga bisa lebih baik. Juga untuk difersifikasi bisnis miliknya nanti. Produknya saat ini masih dalam tahap percobaan jelasnya.

Dalam kurun waktu cuma lima tahun, Bambang sudah membuka banyak lapangan kerja untuk masyarakat disekitarnya. Dia telah mempekerjakan 65 orang. Ia pun mampu membayar upah mereka sesuai dengan UMR daerahnya. 
 
Karena sudah banyak pegawai, kini, Bambang cukup fokus pada pemasarannya saja. Dia menyebut harga saat ini mulai kompetitif. Dia harus bersiap termasuk untuk memasarkan produk turunan dari jangkriknya.

Sukses berbisnis jangkrik membuatnya mampu mengantongi omzet hingga Rp.4 miliar per- tahun. Dirinya mengaku akan terus melebarkan usahanya. Pria 28 tahun ini fokus menyasar daerah- daerah yang belumlah terjangkau produknya. 
 
Bambang mengaku pasarnya masihlah di pulau Jawa. Jakarta menjadi satu pasar yang terbesar baginya. Pangsa pasarnya bahkan lebih dari Jawa Barat dan Bandung. Kali ini, Bambang juga sudah punya pelanggan tetap di Jakarta.

Guna melebarkan sayap bisnis Bambang punya strategi tersendiri. Disebutkan ia membuka cara patner yaitu kita sebagai patner cukup (seperti) menjadi pewaralaba. Untuk satu ini, ia menjelaskan usahanya akan aktif mensuplai telur untuk diternakan. 
 
Imbal baliknya ialah dari telurnya tersebut dibeli langsung darinya. Soal bagaimana beternak dan pemasaran, Bambang menjamin kita akan saling berbagi cara. Berdiskusi satu- sama lainnya agar mampu memperluas pasaran.

Bambang juga menyebut produk olahan jangkrik juga disiapkan.

"Tahun ini kita lakukan legalitasnya, awal pemasarannya coba lewat online, media sosial sambil kita promosikan membuka agen," ungkapnya.

Asal Usul Usaha


Usut- punya usut kisah Bambang bukan langsung sukses berbisnis. Menurut laman Kontan, semua usaha pernah ia lakukan sebelum kepincut jangkrik. Awalnya, saat masih kuliah, ia telah menjadi suplier untuk kebutuhan katering kampus khususnya di acara seminar dan workshop. 
 
Kebetulan pemuda yang satu ini punya banyak koneksi dari aktif berkegiatan di kampus. Ia sering menjadi panitia konsumsi di acara- acara kemahasiswaan. Sejak itu lah, dari cuma seksi konsumsi, Bambang berkembang jadi suplier.

"Di ITB setiap minggunya pasti ada saja seminar, pelatihan, dan saya lihat itu sebagai peluang," ungkapnya. Ia pun lantas mengajak pengusaha katering lokal. Dari sekedar mensuplai seminar, workshop, kemudian ia lalu berkembang ke menjadi suplier acara puasa. 
 
Merasa nyaman berbisnis katering membuat cita- cita awalnya jadi luntur. Bermimpi membangun konstruksi sesuai bidangnya luntur. Berganti semangat kewirausahaan khas anak muda yang sedang panas- panasnya. Bambang mantap jadi pengusaha. 
 
Akan tetapi, bukannya meneruskan usaha katering, ia malah beralih ke budidaya jangkrik. Ide bisnisnya seperti penulisa ceritakan diatas karena melihat langkanya pasokan jangkrik di Cirebon. Ia kerap mendengar keluhan para pedagang dan peternak burung di kawasannya.

"Saat itu populasi jangkrik di kota Cirebon terus menurun," pungkasnya.

Setelah resmi menggenggam gelar Sarjana Teknik ITB dijalankannya ide tersebut. Bambang mantap menjadi pengusaha jangkrik. Dijualnya motor satu- satunya untuk modal berbisnis jangkrik. Setelah ditabung sedikit uang tabungan terkumpulah uang 7 juta. 
 
Tak usaha mencari kerja, dibelinya kandang dan bibit jangkrik yang siap dibudidaya. "Ijasah saya saja belum dilegalisir, kalau teman- teman begitu wisudah, sibuk interview kerja," ujarnya menggelitik.

Bukan melamar kerja tapi dicari pencari kerja. Bambang mengaku justru beberapa perusahaan menawarinya bekerja. "Tapi saya menolak," jawabnya. Sikapnya itu cukup membuat orang tuanya kecewa. 
 
Namun, tekat terjun ke dunia wirausaha terlalu kuat. Kekecewaan tersebut justru jadi cambukan untuk membuktikan diri. Pada tahun 2010, dimulailah usaha jangkrik, dibawah naungan bendera CV Jaya Tani asal Cirebon, Jawa Barat. Usahanya mempekerjakan 65 orang karyawan.

Soal kapasitas produksi disebutnya 200 kg dan 8 kg telur jangkrik siap dibudidayakan. Berkat usahanya itu ia mendapat aneka penghargaan termasuk Wirausaha Mandiri 2014.

Website: jangkrikindonesia.com

Chloe Pengusaha 12 Tahun Berbisnis Online Shop

Profil Pengusaha Sukses Chloe  

 
pengusahamuda.png
 
Melihat Chloe pengusaha 12 tahun memang bikin kagum. Dia sukses berbisnis online shop. Tidak banyak yang bisa ditemukan dari penjuru internet, hanya satu, yaitu dia merupakan penulis buku berjudul Dunia Ajaib: Chloe, Sukses Berbisnis Online Shop. 
 
Dalam akun media sosialnya ia menyebut dia adalah seorang blogger, pemain harpa, pesenam dan juga entrepreneur. Sukses sejak umur 12 tahun kenyataanya gadis yang sudah remaja ini bukanlah berbisnis cuma untuk uang.
 

Berbisnis Online Shop


Chloe pengusaha 12 tahun adalah anak muda sukses berbisnis online. Dia melalui sosial media tujuannya bisnisnya adalah untuk membantu amal. Lima tahun lalu, tepatnya pada tahun 2009, adik Chloe bernama Clida harus pergi untuk selama- lamanya. 
 
Semua karena penyakit kangker otak, dan itulah yang membuat sosok ciliknya jadi lebih sensitif. Dia menjadi peka kepada anak- anak. Terutama bagi mereka yang berkekurangan.

Mulailai Chloe cilik berpikir tentang mereka yang ada di panti asuhan, yang tak bersekolah, dan anak- anak yang susah makan. Dalam sebuah wawancara di Ghiboo, bisa dibilang, Chloe menemukan sosok adiknya dalam diri mereka. 
 
Clida belum meninggal dalam dirinya. Ada motivasi kuat untuk menyalurkan rasa cintanya ke anak- anak itu.

Inilah motivasinya untuk mencoba memulai online shop. Untuk membantu mereka secara langsung dari apa yang dihasilkannya sendiri. Nampaknya Chloe yang juga penggemar Merry Riana ini, telah menemukan nilai dari kemandirian itu juga berarti menghasilkan uang sendiri. 
 
Sejak dulu, ia memang diajarkan untuk tidak hidup di kemewahan. Tidak diberi uang saku katanya bercanda dalam sebuah acara bertajuk Hitam Putih.

Bisnis amal



Chloe lahir di keluarga yang hangat dengan segala kelebihan. Namun, kepergian sang adik kembar, membuat ada yang hilang dalam hari- harinya. Rasa hilang terobati dengan mendekat kepada mereka (anak- anak) yang juga kehilangan. 
 
Mereka kehilangan apa yang biasa dirasakan Chloe; kehangatan keluarga. Jadilah ia mulai berjualan online melalui akun instragramnya yaitu @chloepurnama. Waktu yang tepat dimana masih sedikit persaingan di sosial media membuat Chloe cilik melejit.

Dia mulai menjual aneka barang: berbagai busana, tas, aksesoris, dan aneka make- up untuk umur 13 tahun sampai 30 -an. Chloe terinspirasi teman- temannya yang juga membuka online shop sejak belasan tahun. Ia belajar dari teman- teman yang berumur 14, 15, 16 tahun. 
 
Sementara dirinya masih 11 tahun disaat ia mulai membukan tokonya sendiri. Bekerja dan belajar menjadi satu kegiatan yang saling memakan perhatian. Dia menyebut bahwa sekolah merupakan yang utama. 
 
Karena memang bukan untuk memenuhi kebutuhan jadilah bisnis online tersebut dibawanya fun aja. Misalnya ia bersekolah dulu selama satu jam, satu jam lagi mengelola online shop, lalu ia akan belajar kembali. 
 
Total rata- rata dalam sehari Chloe menghabiskan 3 jam di online shop -nya. Karena dia home schooling jadilah waktu terasa sangat cukup. Bisnis yang sebenarnya cuma kecil- kecilan ternyata menghasilkan ratusan juta. 
 
Ia sukses membuktikan jika kamu memulai lebih awal maka kamu akan belajar lebih banyak.  Belajar untuk mengatur bisnisnya, sekarang, dia tak cuma menjadi entrepreneur, tapi seorang fashion blogger, atlit, dan juga seorang pemain harpa. 
 
Gadis cantik ini mampu membagi waktu lebih baik dari anak seumuran. Apalagi membagi waktu untuk seumuran penulis; Chloe lebih baik. :)

Twitter: @ChloePurnama
Instagram: @ChloePurnama

Blog fashion: chloepurnama.tumblr.com

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba