Menjadi Penulis Buku Termasuk Wirausaha

Profil Pengusaha Indari Mastuti

 

menjadipenulis.png
 

Terlahir dari keluarga sastrawan dirinya menjadi penulis buku. Aneka buku termasuk buku wirausaha mampu dia buat. Kalau kamu berpergian ke toko buku beberapa judul terpampang: Jadi Petani, Siapa Takut?, Jika Penghasilan Suami Anda Lebih Kecil, Bagaimana Membangkitkan Motivasi Bekerja.


Adapula buku Sukses Menjalankan Peran Ganda, SHOPAHOLIC, JANJIHOLIC, Bahasa Baku vs Bahasa Gaul, Biar Hobby jadi Duit, 50 Kiat Percaya Diri, Bila Bisa Jadi Bos Kenapa Jadi Karyawan, Menulis Kok Dibilang Sulit, dan masih banyak lagi.


Walau menjadi ibu rumah tangga masih berkarya. Usia genap 29 tahun, tetap produktif sembari mengurus anak dan suami. Produktivitas jangan ditanya ia telah menulis tidak kurang 50 buku. Aneka judul dan genre mampu dia kuasai dari buku agama, cerita, keluarga, anak- anak, dan buku pertanian.


Menjadi Penulis Buku

 

Dari 50 judul buku semua ditulis diwaktu lumayan singkat 2004- 2009. Dialah pemilik nama pena Indari Mastuti, yang bernama lengkap Indari Mastuti Rezki Resmiyanti Soleh Addy. Iin, begitu nama sapaannya, memang terlahir dari keluarga sastawan.


Semenjak SD sudah menulis meskipun mungkin banyak talenta lain. Pasalnya sang ayah, Alm. Jumeno Addy Karso merupakan sastrawan sekaligus seniman. Dimana dia mampu menyanyi dan melukis. Dia juga jago olahraga dan ahli bahasa.


Semua diturunkan kepada Iin kemudian ditekuni. Iin menulis aneka genre dan memiliki cakupan luas wawasan. Dalam tulis- menulis ayahnya mendorong melihat bakat. Benar ayahnya, Iin memang bisa menulis sampai dimuat sejumlah majalah cetak.


Penghasilan menulis ternyata juga memotivasi dirinya. Dia terus menulis. Dari sekolah sampai masuk kuliah Universitas Pasundan, tetap menulis. Dia ingin menjadi penulis profesional. Bukan sekedar karena honor tetapi kecintaan.


Iin banyak berlatih hingga menghasilkan buku- buku bagus. Bermula ketika masih SD sampai SMP, dirinya menulis diary memakai mesin ketik, dan mesinnya membawa Iin diterbitkan pertama. Berbekal mesin ketik dirinya menulis berbagai hal.

 

Iin menyimpan tulisan kuno tersebut kedalam file komputer kelak. Saat SMU, dia mengirimkan tulisan ke Majalah Gadis, inilah pertama kalinya tulisannya terbit. Tulisn pertama mengenai tips mengindari stress, itu merupakan pengalaman pribadi bukan dari keluarga berada dan keluarga tak harmonis.

 

Menulis sekaligus menjadi bahan pengingat. Dia menulis quote. Akhirnya tulisan Iin mendapatkan penghasilan Rp.150 ribu. Uang gaji pertama dibelikannya mesin tik baru, perangko, dan kebutuhan penulisan lain.


Dulu Iim masih mengirim tulisan lewat perangko. Ia coba mengirim tulisan ke berbagai media cetak dan berhasil. Mengejutkan mereka bahkan menerbitkan rutin perbulan. Iis memang bukan murid yang pintar dan hafalannya jelek.


Tetapi dia memiliki kelebihan menulis dan terbukti. Dia terkenal diantara temannya pandai menulis. Itu dibuktikan dengan tulisannya terpampang di surat kabar, salah satuny kolom opini Pikiran Rakyat. Dia sempat jatuh karena meninggalnya ayah.


Sempat dia berpikir mau melakukan apa kedepan. Ekonomi keluarga terpuruk ketika dia tengah studi sekertari Institut Sekretaris Manajemen Indonesia (ISMI) di daerah Dago. Sembari terus menulis dia juga melakukan aneka pekerjaan.

 

Iin mendapatkan tawaran membuat notulen, mengerjakan esai teman, dan menjadi sales promotion girl atau SPG. Di tahun 2000, dirinya sempat mendapat pekerjaan biasa bukan menulis. Yakni menjadi costumer service sebuah perusahaan telekomunikasi, berbekal ijasah D1. 

 

Kemampuan menulisnya ternyata memberikan efek diluar dunia menulis. Dia dipindah tugaskan ke bagian purchasing, kemudian sales dan marketing. Atasannya bahkan sering memintanya mengerjakan raport marketing. 

 

Tahun 2001, dia kembali menjadi penulis untuk Ardan Cool and Lovely Magazine dan 99ners Magazine. Keduanya merupakan majalah berbasis usaha radio.  Dimana mereka telah memiliki banyak fanbase dari pendengar. 

 

Dia menulis cerpen, kuis, dan macam- macam tulisan lain tersebar. Menjadi penulis memiliki banyak ruang berkembang. Dia percaya diri. Di tahun 2004, dia menjadi marketing komunikasi mengerjakan aneka review dan marketing launching produk. Dia sampai ke Bali berkat ditugaskan menulis review.

 

Pampred 99ners menjadi mentornya menulis, dialah Daniel Mahendra yang mendorongnya menulis buku solo. Dorongan tersebut tidak dia sia- siakan. Iin memang berani mengambil tantangan. Buku berisi curahan hatinya dan diterbitkan.

 

Inilah awalnya menjadi penulis buku resmi dan dia bangga. Hingga dirinya senang mempromosikan ke teman- teman.  Ketika diadakan bedah baku pertama sungguh mengaggetkan. Banyak orang hadir sampai Penerbit Gramedia Pustaka Utama melirik. 

 

Lalu Grasindo lewat Dani Lesmana membuka peluang luas. Menjadi penulis dia memiliki caranya sendiri. Dulu mesin ketik, kini Iin membuat blog pada 2004, dimana berisikan curhat, artikel bisnis, menulis bisnis, dan menjadi bekal kedepan.

 

Blog tersebut merupakan histori kehidupan Iin. Pada tahun 2006, dia berangkat ke Batam dan berdiri grup literasi Batam Pos. Iin kemudian bergabung dengan MQ asuhan Ustad AA Gym, dan bertemu jodohnya di sana terus menikah.

 

Setelah menikah pikirinnya galau karena dilema. Apa dia benar ketika karirnya bagus, sementara anak dan suaminya mungkin terabaikan. Iin makin teromotivasi menjadi penulis rumahan. Alias Iin akan mengurangi menulis selain sendiri.


Iin termasuk menulis buku biografi. Berkat karirnya sampai dia memiliki kenalan orang penting. Maka dia diserahi tugas menuliskan biografi. Dia merupakan penulis biografi Brownis Amanda. Pernah menulis buku biografi Athalia, istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.


Pernah dia menulis biografi guru besar Unpad dan beberapa pengusaha sukses. Impian Iin memang ingin menjadi penulis semenjak 6 SD. Jangan remehkan kekuatan mimpi. Kamu harus terus berusaha mewujudkannya.


Iin berwirausaha lewat mendirikan Indscript pada 8 September 2007. Bisnis Indscript bukan cuma menerbitkan bukunya. Disini juga menjadi wadah penulis- penulis lain. Bisnisnya banyak termasuk jasa menuliskan buku. Iin juga aktif mengajak orang lain menulis.

 

Terutama dia mengajak ibu- ibu melalui organisasi bernama IIDB atai Ibu Ibu Doyan Bisnis. Utamanya memberikan literasi dan mengajari tulis- menulis. Tahun 2013, dia mengajak kawan mendirikan Sekolah Perempuan, mendorong lebih banyak wanita menerbitkan buku solonya.

CEO Femina Svida Alisjahbana Pengusaha Wanita

Profil Pengusaha Svida Alisjabhana


profil bos femina
 
Ikon pengusaha wanita Indonesia yang meneruskan bisnis keluarga. Tidak mudah, CEO Femina, dialah Syida Alisjahbana membuktikan pantas mampu menaikan pamor. Aneka penghargaan telah didapatnya ketika menangani bisnis ini.
 
Dia merupakan putri dari dua pendiri Femina, Sofian dan Pia Alisjabhana, yang bukanlah orang biasa- biasa. Majalah Femina memang termasuk majalan lama. Hebatnya mereka mampu bertahan ketika majalah lainnya gulung tikar.

Bisnis majalah wanita telah bergeser menjadi portal internet. Dan beban berat dipanggulnya atas nama keluarka Alisjabhana. Kekeknya dikenal sebagai sastrawan besar Sutan Takdir Alisjabhana. Alhsil dia menjadi sosok wanita cerdas berpandangan luas. 
 

Inspirasi Pengusaha Wanita

 
Buku sudah menemani langkahnya menjadi pengusaha. Awal masuk Femina ia menjabat manajer mengurusi notulen. Dia mondar- mandir mengurusi semua yang dibutuhkan direksi. Bila dicari dari mana dirinya belajar malah dari memasak. 
 
Begitu masuk ke bisnis ini, Svida harus membuat notulen alih- alih menyiapkan kebutuhan memasak.

"Karir saya dimulai dari dunia memasak," tuturnya.

Dia merupakan pewujudan emansipasi sejati. Tenang Svida masih memegang teguh soal mengurusi anak. Bila pemimpin pria akanm terjaga ditengah malam karena bisnis. Svida bisa bahkan juga demi menjaga anak. Bisa mengatur antara bisnis dan keluarga kehebatan wanita jaman now.
 
Prinsipnya kamu harus memiliki suport system tepat. Tidak bisa menjalankan semua sendirian seperti bisnis. Dia menyebut mereka para pengasuh anak. Sosok hebat yang diakuinya sangat membantu. Di dalam bisnis sendiri, Svida tidak merasa paling hebat dibanding para eksekutif pria.

Merasa puas dengan kesuksesan bukanlah hal baik. Ketika menghadapi kegagalan berarti menjadi waktu belajar. Mulai dari nol begitu penjelasan Svida kepada dewimagazine.com. Kita harus belajar dari kegagalan, percayalah dikesempatan barikutnya kita akan meraihnya.

Sukses kombinasi banyak faktor termasuk tekanan, mental, dana, dan kegagalan itu sendiri. "Bisa saja modal dengkul tapi jago barter," tuturnya.

Bila orang lain sangat memuja buku novel atau bisnis. Svida lebih menyukai buku memasak. Bahkan dia bisa tertidur pulas bila sudah membaca buku resep. Svida juga mengikuti aneka organisasi untuk kepemimpinan.

Dia bagian dari Youth President's Organization. Tempat dimana eksekutif kelas dunia berkumpul untuk berinteraksi, berdiskusi, dan tumbuh bersama. Femina dibawa Svida merambah bisnis fashion sampai ke core. Termasuk menggagas Jakarta Fashion Week 2019 dan berhasil memberi nuansa beda.

Svida juga menggagas Jakarta Eat Festival 2019. Ada bazar makanan yang juga disuport demo masak dan bincang- bincang. Ternyata membahas tren makanan disukai pengunjung. Svida menjalankan apa kesukaannya dan semua orang suka.

Tetapi ini tidak terlepas dari keahlian mengemas acara tersebut. Dalam fashion week kali ini, tidak cuma pertunjukan semata, karena dia menawarkan kemudahan. Keluhan pengunjung yang tidak dapat membeli hasil karya desainer Indonesia; terpecahkan dengan transaksi on the spot.

Inilah Fashionlink hadir memberikan jembatan desainer dan pembeli. Kesan bahwa baju desainer top Indonesia terbatas coba dihilangkan. Jembatan interaksi bagi desainer, pelaku industri, dan konsumen mode.

Menjadi CEO Femina


"Saya lahir dari keluarga progresif," ujar Svida.

Ia bercerita bahwa neneknya pernah menjadi guru di sekolah Belanda. Tidak terintimidasi didepan para Belanda. Bahkan ia ngotot mengajarkan kebaya pada tahun 1920. Svida pun memiliki kekuatan itu begitupula kamu wanita.

Svida merupakan lulusan S-2 hingga berkarir di Universitas Indonesia. Tidak hanya diam melainkan meninggalkan legasi. Svida mendirikan American Studies Center (ASC). Juga menginisiasi lembaga American Indonesian Exchange Foundation, lembaga beasiswa bagi pelajar asal Indonesia.

Dunia distruptif dengan aneka media digital bermunculan. Ini eranya konten hoax bertebaran dalam aneka media. Bahkan media tradisional tidak luput dijajah. Femina bertanggung jawab memberikan konten berkualitas. Bila perusahaan besar banyak menurunkan mutu maka Femina bertahan.

Ia menyemangati para generasi muda buat berkarya. Banyak mencari pengalaman, mampu berpikiran terbuka, menghargai alam, peduli lingkungan, dan mengangkat masalah sosial. Dia sendiri mengaku tidak cukup traveling ketika muda.

Kesibukan sebagai eksekutif muda membuatnya tidak sempat. Namun bertahap, dia mulai menguasai ritme pekerjaan dan hasilnya. Svida mengajak kedua anak kembarnya, Jojo dan Giri ikut bertraveling ke tempat impian. Mimpinya mengeksplor Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan Patagonia, Argentina.

Svida mengajak Jojo untuk menyusuri keindahan Sumba. Mereka menyisiri pantai- pantai perawan menjadi pengalaman tak terlupakan. Ini dijadikan perjalanan spiritual bagi Svida. Dalam perjalanan itu, Svida menantang Jojo yang 19 tahun melihat peluang apa di masa depan disana.

Usianya 55 tahun tetapi masih memiliki goal- goal buat diselesaikan. Termasuk sixty major before sixty meliputi maraton Berlin, Chicago, London, New York, Boston dan Tokyo. Kesukses adalah satu perjalanan antara gagal dan sukses. Tidak ada kepuasan dalam satu kesuksesan karena itu tidak baik.

Kemenangan seperti mendapatkan mendali emas sekali. Kedepan harus berjuang mendapatkan emas lagi dari nol. Svida sebagai pengusaha memiliki pandangan 10 tahun. Di bidang kewirausahaan, ia ingin masuk ke dunia ketahanan pangan, utamanya dibidang pertanian.

Jualan Kerupuk Online Ketika Corona Kisah Pengusaha

Profil Pengusaha Ayub Antonius

 

jualankerupuk.png
 

Kisah pengusaha berikut layak ditiru dan diapresiasi kita. Jualan kerupuk online ketika Corona berlangsung. Ia bernama Ayub Antonius, pengusaha 37 tahun yang tak menyerah dihantam pandemi. Dia resign kerja kantoran. Dan harus melamar pekerjaan ke banyak perusahaan.


Pandemi membuatnya terpukul karena pekerjaan susah. Dia mungkin menyerah melamar. Tetapi Ayub tak menyerah menghidupi keluarga. Dia mengumpulkan modal seadanya. Kemudian dia berjualan kerupuk Palembang online.


Jualan di Tokopedia


Total 100 lamaran pekerjaan dikirim. Gagal total. Ayub memutuskan berjualan kerupuk. Dimulai ketika hari kedua PSBB Palembang dimulai. "Saya putuskan oke saya harus hasilin duit. Yaudah akhirnya saya keluar, saya nekat ambil motor, ambil kerupuk dari pabriknya segala macam," tuturnya.


Dalam berbisnis menjual seadanya dan memang sulit. Fakta bahwa ekonomi Indonesia memang tengah sulit. Dia terus berjualan walau untung dikit. Beruntung Ayub mempunyai keluarga punya pabrik kerupuk. Walau mereka bukan keluarga dekat banget.


Dia terus berjualan sebisa mungkin. Pokoknya dia harus mendapatkan uang demi keluarga. "Jadi, ya dapet harga bagus, ya udah akhirnya bisa jualan dengan harga bagus juga," tuturnya kepada Detik.com, dan dia niati tidak mau ambil untung banyak karena sadar keadaan.


Keadaan sekarang memang masih susah. Ditengah pandemi, dia memutuskan mencari kegiatan buat hasilkan uang. Ayub memakai marketplace Tokopedia. Terus usaha pendapatannya naik, hingga terus bertahan dikisaran omzet Rp.20 juta perminggu.


Ia mampu menjual 150- 300 bungkus perminggu. Jualan kerupuk online ketika Corona ternyata bagus. Mungkin karena orang sibuk di rumah dan mulai berbelanja online. Kerupuknya sekarang dikirim sampai ke Bali, Semarang, Cilegon, NTT, NTB, Kalimantan, Makssar, Manado, dan lain- lain.


Penjualan tetap stabil walau PSBB dicabut. Bisa begitu karena Ayub memastikan kualitas produk khas Palembang tersebut. Penjualan keluar negeri belum ada. Tetapi sudah banyak pembeli memesan buat dibawa keluar negeri; Mereka minta yang fresh.


Mereka mau membeli buat oleh- oleh. Adapula mereka mau membeli buat stok dia dan keluarganya di sana. Ayub tidak berpatokan satu pabrik. Perjalanannya berkeliling ke pabrik- pabrik lain. Ia kini memastikan produk kerupuknya beragam.


Ayub juga memastikan semua pemaketan sendiri. Info tambahan bahwa Ayub belum punya pegawai. Ia kini tengah berencana mempekerjakan dua pegawai. Kan dia urusannya banyak dari menstok krupuk, menerima pesanan, pengepakan, dan mengirim paket semuanya dilakukan.


Ayub sendiri memiliki harapan cabang offline kota lain. Mungkin juga membuat kerupuk sendiri, yang berbeda namun tetap cita rasa Palembang. Ayub sendiri mengakui kerupuk Palembang susah digoreng, lantaran tak pakai pengembang dan mengandung ikan.

Bos Garudafood Biografi Sudhamek Pengusaha

Biografi Pengusaha Sudhamek

   
bosgarudafood.png
 
Apa kamu mengenal pengusaha bos Garudafood. Biografi Sudhamek merupakan sosok dibalik produk ternama.  Ia tidak memiliki kenangan manis terhadap namanya. Pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah, 20 Maret 1956 itu, adalah CEO Garudafood serta orang terkaya nomor 35.
 
Bernama lengkap Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto. Dia merupakan putra dari Darmo Putro, seorang pebisnis kacang kulit melalui PT. Tudung Putra Jaya. Meski anak orang berkecukupan, dia bukanlah orang yang arogan bahkan pernah merasakan rasanya di bully.

Nama Sudhamek dianggap kamso alias kampungan bagi sebagian besa temannya. "Setiap pagi saya seperti diadili pada waktu absensi di sekolah. Begitu nama saya dipanggil, maka seluruh kelas tertawa sambil melihat saya," tuturnya. 
 

Merintis Usaha

 
 
Bahkan ketika pulang sekolah, ia masih menerima ejekan temanya. Ketika dirinya dibonceng dan temannya melaju kencang; ia sangat ketakutan. Ini membuat teman- teman lainnya tertawa keras melihat tingkahnya.
 
Bukan kurang dia juga sering diejek kakaknya sendiri. Entah becanda, atau beneran, dia dibilang anak pungut akan dikirim ke Sri Langka. Orang tuanya membela berkata bahwa dia tidak benar. Masa SMA menjadi masanya dimana dia ingin berubah.
 
Dimasa tersebut dia diejek teman karena memiliki nama kampung.  Seringnya di bully mempengaruhi hidupnya secara akademis bahkan kepribadian dirinya. Sudhamek merasa masa SMA nya tidak memiliki kenangan manis. 
 
Dia bahkan ketika akan masuk kuliah merasa tidak cukup modal dengan nilai ujiannya. Memang nama Dhamek menjadi momok kehidupan remaja Sudhamek. Walau itu merupakan bentuk doa orang tua kepada putra mereka.

Bukan cuma bully -an verbal tetapi fisik pernah dialami. Ketika temannya memboncengkan motor, malah motornya digas sampai membuat Sudhamek ketakutan. Teman- teman lainnya menonton sambil tertawa mengejek; Itu menimbulkan luka batin ternyata.

 
Bertahap ingin merubah nasib, Sudhamek menjadi rajin membaca dan berkeinginan kuat untuk berprestasi secara akademis. Meskipun begitu, dia jadi semakin sulit bersosialisasi terutama jika harus berhadapan dengan teman mahasiswi.


Titik baliknya terjadi ketika ujian pengantar ekonomi perusahaan. Dia terkejut lantaran berhasil mendapatkan nilai bagus. Dia memiliki pandangan baru bahwa memaksa dirinya jika diperlukan. Sudhamek berusaha karas menjadi pribadi yang berbeda, menjadi lebih mudah bergaul. 
 
Dia yang sebelumnya bicara cepat, kini terlihat bicara dengan lancar. Ia mampu menjadi pemimpin atas dirinya sendiri.

"Saya bukan anak terpandai. Dari sejak SD sampai SMA tidak pernah juara kelas. Prestasi akademik baru saya raih waktu di UKSW, bahkan sekaligus menyabet double degree, yaitu Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum," papar bungsu dari 11 saudara. 
 
Menurutnya kali ini keberhasilan bukan hanya tentang kebiasaan belajar tetapi kemauan kuat mengejar sesuatu. Lulus kuliah, ia memutuskan bekerja di PT. Gudang Garam, Kediri. Walaupun cukup disesali sang ayah karena tidak ingin melihat anaknya bekerja untuk orang lain. 
 
Akan tetapi, pengalamannya selama 13 tahun di Djarum justru membuatnya semakin paham tentang bisnis menejemen dan kepemimpinan. Pada akhirnya, ia pun menjadi direktur di PT. Trias Santoso Tbk, yang tidak lain merupakan anak perusahaan PT. Gudang Garam Tbk.

Di tahun 1991- 1994, Sudhamek bergabung dengan Djuhar Group bekerja sebagai direktur eksekutif. Dia juga mendirikan Central Sevilla National Plus School dan menjabat di PT. Posnesia Stainless Steel Industry sebagai wakil presiden. 
 
Akhirnya di tahun 1994, barulah ia masuk kembali ke dalam bisnis dan perusahaan keluarganya dengan menjadi CEO Garuda Food di bulan Oktober. Meski belum sempat mengenyam pendidikan hingga master, ia tetap berpikiran maju tentang pendidikan. 
 
Ini diperlihatkan dengan ketiga anaknya yang bersekolah hingga jenjang master. Kedua putranya lulusan University of Michigan, Ann Arbor. Untuk jenjang master, keduanya melanjutkan di Babson University, Boston. Sedangkan putri bungsunya bersekolah di Lasalle Art Collage di Singapura.

Bisnis baru


 
Garudafood adalah perusahaan makanan dan minuman dibawah kelompok usaha Tudung (atau Tudung Group). Berawal dari PT. Tudung Putera Jaya (TPJ), perusahaan bergerak dibidang produksi tepung tapioka didirikan pada 1958 di Pati, Jawa Tengah. 
 
Pendirinya adalah Darmo Putro, seorang mantan pejuang yang berbisnis setelah kemerdekaan. Awal 1987, TPJ meluai menjual hasil produksi kacang bermerek Kacang Garing Garuda. Berbisnis kacang sempat mendapatkan ejekan.

Bukan orang biasa melainkan konsultan periklanan mengejek. Bahkan pihak televisi dikatakan akan menolak mentah- mentah kacangnya. Ia bilang kalau televisi akan menolak. Bila menayangkan iklan kacang akan dianggapnya menurunkan rating.

Produk Garudafood sempat menjadi ikonik ejekan "kacang". Lucu, pada tahun 2009, justru produk kacang booming sampai laris manis. Bak kacang goreng jalanan, produknya diborong laris sampai omzet Rp.200 miliar.
 
Sudhamek senangnya bukan main. "Yes, akhirnya saya bisa buktikan bahwa bisnis kacang bukan bisnis kacangan," selorohnya.
 
Kacang Garing Garuda atau yang lebih dikenal Kacang Garuda memenangkan penghargaan sebagai produk paling memuaskan delapan kali berturut- turut (2000-2007); Superbrands (2003); Top Brand for Kids (2004); Indonesian Best Brand Award (IBBA, 2004-2007); Top Brand (2007). 
 
Dikala perekonomian nasional mengalami krisis ekonomi. Pada Desember 1997, Tudung resmi mendirikan PT. Garudafood Jaya yang fokus memproduksi mekanan ringan. PT. Garudafood Jaya memperkenalkan merek dagang baru yaitu Gerry. 
 
Makananan ringan yang fokusnya lebih ke makanan serba coklat. Periode 2005- 2007, Gerry Saluut salah satu produknya berhasil mendapat Indonesia Best Brand Award (IBBA), dan oleh SWA yaitu ketegori wafer salut terbaik. Tahun 2007, Gery Chocolatos meraih IBBA kategori wafer stick.

Pada 1998, Garudafood mengakuisisi PT. Triteguh Manunggal Sejati (TRMS), memproduksi minuman jelly dan meluncurkan produk jelly bermerek Okky dan Keffy. Prestasi Okky Jelly dibuktikan dari keberhasilan meraih Top Brand for Kids (TBK) Award 2004 untuk kategori jelly. 
 
Keseriusan Garudafood akan produk minuman merupakan titik balik bisnisnya. Garudafood kemudian meluncurkan Mountea, minuman teh rasa buah. GarudaFood juga memproduksi snack bermerek Leo, untuk kategori produk kripik kentang, kripik pisang, kripik singkong, dan krupuk mulai akhir 2005. 
 
Pada 2007, Leo meraih IBBA kategori snack kentang. Selain itu juga merambah bisnis snack jagung dengan merek O’Corn. Di tingkat nasional, produk- produknya dipersepsi positif sebagai salah satu perusahaan makanan dan minuman idaman.
 
Kenapa sosok Sudhamek bangkit setelah mendapatkan bullyan. Ternyata orang tuanya selalu memberi kebijaksanaan. Sebagai penganut agama Buddha, dia menjalankan dharma dan ibunya selalu memberi tujuan hidup.
 
Visioner merupakan pandangan ibunya ajarkan. Ibunya sejak 3 SD, dia selalu melihat sang ibu sosok visioner, sementara ayahnya merupakan pengusaha sukses. Ibu pernah berkata bahwa ilmu tidak berat dibawa ke mana- mana.
 
Ilmu akan menetap dalam diri kapanpun. Maka Dhamek memilih berlajar demi merubah nasib. Ibu juga mengajarkan tetap rendah hati walau berilmu. Taukah bahwa ayahnya telah menyediakan usaha biskuit di Rembang.
 
Sudhamek malah memilih bekerja buat orang lain, dan berbisnis sendiri. Ini sempat membuat ayahnya bersedih. Ini menjadikan beban Sudhamek. Ia berat hati ketika pamit buat bekerja di perusahaan orang lain. Dan itu hal yang disesali ayahnya.
 
"Ayah adalah seorang pengusaha, meski kecil tetapi bisa menjadi raja di perusahaanya sendiri," bangga Sudhamek. Bekerja buat orang lain, ternyata kehendak hati Sudhamek pulang, memilih melanjutkan usaha keluarga ini.

Pengusaha China Penghasilan Miliaran Kasus Penipuan

Profil Pengusaha Xiaofeng Peng

 

pengusahachina.png
 

Masih muda pengusaha China bernama Xiaofeng Peng terjebak. Penghasilan mungkin miliaran tetapi katanya penipuan. Bisnis dagang miliknya sudah dirintis semenjak remaja. Dia dikenal giat bekerja dan belajar. Ia tidak mengenal kata drop out layaknya miliarder lain.


Dia sangat bekerja keras berdagang sembari sekolah. Ia cerdas. Nila- nilai sekolahnya juga menonjol, dan bahkan ia pernah menang lomba Olimpiade. Begitu lulus SMA, dia belajar bahasa Inggris, Jerman dan Jepang. Xiaofeng sempat tak menemukan tempat kursus.


Anak Muda Terkaya

 

Ia melanjutkan pendidikan Jiangxi Foreign Trade School. Mendapatkan gelar Diploma -nya pada tahun 1993. Dan Xiaofeng masih mau melanjutkan sampai gelar MBA di Beijing University, Guanghua School of Management, selesai tahun 2002.


Bagi Xiaofeng berbisnis merupakan perjalanan. Tidak mudah. Dia bermula ketika melewati Jian City Foreign Trade Bureau. Tempat dimana pengembangan ekspor provinsi Jiangxi didata. Tempatnya kita menganalis nilai ekspor China. Xiaofeng lantas bekerja di sana dan memahami semua seluk- beluk.


Dia tidak serta merta berjuluk "anak muda terkaya China". Dari sanalah ia menemukan peluang ekspor China. Pada tahun 1997 berdirilah Liuxing Industries Limited. Dia bersama teman- temannya coba mendirikan usaha dagang.


Tidak serta merta menjadi pengusaha China berpenghasilan miliaran. Pertama dia mulai berjualan aneka produk ekspor, dari sarung tangan, safety shoes, pakaian kerja, dan sebagainya. Usaha Liuxing Industries termasuk membeli barang diluar atau impor.


Ia memutuskan keluar dari pekerjaan Jian City Foreign Trade Bureau. Dia ingin berbisnis sendiri. Tapi pemerintah daerah mencoba menahannya. Prestasi Xiaofeng memang sangat bagus. Namun ia telah bulat memutuskan menjalankan bisnis sendiri.


Bertahap dia mulai memproduksi alat keselamatan sendiri. Ia membuat peralatan keselamatan sampai terkenal. Pemerintah daerah Jiangxi mengapresiasi sampai mau berinvestasi. Maka berdirilah Suzhou Liuxin Industrial Company Limited. 


Berdirinya dua perusahaan menandakan dia meningkat. Dari usaha produsen alat keselamatan Suzhou Liuxin dan ditambah perusahaan pemasaran Liuxing Industries. Keduanya terintegrasi menjadi suatu grup usaha. Xiaofeng selalu menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah.


Hubungan baik bersama pemerintah menjadi jembatan bisnis baru. Ada ide mengembangkan usaha Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Bermula 2001, kegiatannya termasuk mewakili perusahaan ke Eropa. Ia melihat Eropa makin intensif mengembangkan PLTS.


Ide muncul. Ia mendorong pemerintah China mengembangkan ini. Dan Xiaofeng akan mensuplai kebutuhan panel surya. Tetapi tidak mudah lantaran dia buta teknologi. Untung semangat belajarnya tidka pernah surut. Dia belajar ke sana- sini hingga mendatangi pabrik solar panel Amerika.


Tahun 2005 dia mendirikan Jiangxi LDK Solar Co Ltd, perusahaanya membuat panel surya dan juga alat pendukung. Sebelum pabrik dia sudah menawarkan ke pihak pemerintah Provinsi Jiangxi. Dia menjual dari solar panelnya, pemasangan, pemeliharaan, dan pendukungnya.


Bahkan Xiaofeng kemudian mengekspor keluar negeri. Bisnis ini memang belum banyak diminati dunia dulu. Kini perusahaan milik Xiaofeng menjadi pemasok terbesar dunia. Tak salah, kalau dia mendapatkan kekayaan Rp.21,2 triliun menurut Forbes.


Pengusaha China Kasus Penipuan


Kehiduopan Xiaofeng memang naik turun layaknya roller coaster. Bayangkan dia merupakan anak dari keluarga biasa. Membangun perusahaan pertama diusia 22 tahun, perusahaan Suzhou Liuxin Industrial pada 1997 untuk membuat dan menjual peralatan keselamatan.


Ketika dia berjalan ke Eropa, melihat prospek bahwa pemerintah daerah tengah menggodok aturan berkendara. Pemerintah meminta semua kendaraan menyiapkan rompi keselamatan. Xiaofeng lalu melihatnya menjadi peluang menyediakan produk dan jasa.


"Waktu itu, tujuan saya lebih sederhana," terang Peng. "Saya berharap mengumpulkan uang untuk wujudkan keinginan untuk kuliah ke Amerika, tapi malah "terpaksa" menjalankan bisnis ini 8 tahun."


Peng benar- benar mengumpulkan uang. Alih- alih dia melanjutkan studi, malah uangnya kelak akan menjadi fondasi bisnis panel surya. Butuh dua tahun sampai dia benar- benar percaya diri. Dua tahun dia habiskan mempelajari seluk beluk panel surya diluar negeri.


LDK Solar penyedian solar panel spesifik di provinsinya sejak 2005. Dua tahun kemudian, dia masuk pasar saham Amerika Serikat, dan menjadi perusahaan pertama asal Jiangxi masuk Big Apple. Taukah itu merupakan listing terbesar perusahaan sektor energi.


Listing perusahaan terbesar buat perusahaan Amerik- China. Peng, usianya baru 32 tahun, dan sudah memimpi perusahaan energi sekalah nasional. Ketika harga sahamnya naik, dia mengantongi tak kurang $5,8 miliar dipuncak.


Pendapatannya mencapai $12 miliar di 2008, dan menjadikannya Top 500 Perusahaan Nasional yang termuda. Jatuhnya pasar Eropa membuat semua berantakan. Karena produksi photovoltaic China jatuh, bahan baku utama panel surya polycrystalline sillicon, salah satu bahannya flaktuasi tinggi.


Maka LDK jatuh terpaksa berhutang. Pada Agustus 2014, Peng memutuskan mundur direktur dan juga kepala manajer. Walaupun jatuh, dia kembali lagi mengeluarkan inovasi, mengkombinasikan antara internet dan solar surya Solarbao.


Sekarang dia tidak menjual bahan melainkan layanan. Dimana pembelian Solarbao, akan termasuk agensi dan pengelolaan stasiun pengisian. Ini menjadi kesempatan menjanjikan lewat jenis usaha jasa baru. Dia bahkan kembali listing saham di NASDAQ dan bernama SPI Energy pada Januari 2016.


"Sepuluh tahun lalu, saya menjadi yang terbesar IPO antar negara dari perusahaan asal China, saya tak pernah beharap akan kembali lagi memulai dari nol," tuturnya.


Semua nampak aman ketika memulai karena masih untung. Sampai tiga bulan tampak defisit $32 juta dan $5 juta pada 2013 dan 2014. Ini katanya sih, karena dia memberikan insentif staf sebelum listing dan merupakan biaya dibayar buat IPO.


Dia masih percaya diri. Sampai setahun kemudian terjadi keterlambatan pembayaran pelanggan. Itu karena pemerintah China menunda akibat subsidi. Tetek benget tersebut sangat mengecewakan pihak investor.


Menurut pengamat bahwa kegagalan Pang karena model bisnisnya: Memakai pendanaan cepat buat proyek jangka panjang. Bahwa panel surya baru akan menghasilkan setelah lima sampai tujuh tahun, bahkan sampai 10 tahun baru untung.


Dia gagal membayar uang investor karena subsidi pemerintah tertunda. Pada Oktober, dia menyerap dana investor $92 juta berupa utang dan meninggalkan 11.000 investor online. Mereka terkejut bahwa proyek crowdfunding tersebut gagal total.


Maka dia menjadi burono polisi karena membawa kabur dana. Menurut polisi dia dituduh menyerap dana secara ilegal ke rekeni pribadi; keberadaanya tidak diketahui kemudian.

Daur Ulang Sampah Jadi Pakan Ternak Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Juni Kuswanto


usaha daur ulang sampah
 
Pengusaha muda ini daur ulang sampah jadi pakan ternak. Juni Kuswanto telah menganalisa potensi lingkungan sekitar. Pengusaha sosial asal Mojokerto bermula dari rasa gerah akan keadaan. Dia lalu mengenang itu bermula dari kumuhnya Surabaya, karena sampah menumpuk.

Bertahun- tahun lalu, Kota Surabaya dikenal kumuh di beberapa sudut, ketika hujan deras tumpukan sampah membusuk. Baunya akan tidak tertahan karena mengandung sampah organik. Terutama tuh sampah sisa makanan yang berhari- hari.

"Apalagi saat hujan, tumpukan sampahnya itu sangat mengerikan," ujarnya.
 

Bisnis Daur Ulang

 

Juni mungkin hidup mapan berkecukupan dalam segala aspek. Pria mapan kelahiran 30 Mei 1992, yang bekerja di berbagai lembaga di Jawa Timur, dengan gaji 20 jutaan. Membayangkan saja kamu mungkin sudah puas tinggal menemukan kebahagiaan.

Namun ternyata tidak, Juni malah semakin mengkritisi keadaan lingkungan sekitar Surabaya. Greget banget rasanya dia ingin melakukan sesuatu. Ingin rasanya dia keluar dari zona nyaman, mengangkut sampah- sampah itu ke tempatnya.


Dia berpikir tempat apa yang cocok bagi sampah- sampah ini. Juni kemudian memiliki ide mendaur ulang. Pengusaha ini mulai mencari literatur mengenai pengolahan sampah. Daur ulang sampah jadi pakan ternak belum terpikirkan. 

Akhirnya dia menemukan dan mengeluarkan modal sampai Rp.500 juta. Juni tidak memiliki ilmu mengenai ini. Dia cuma mencoba berdasarkan sumber informasi, melakukan trial and error sampai jadilah. Uang tersebut digunakan membeli mesin, melakukan percobaan, dan mendirikan bangunan.

Sesudah bangunan jadi serta siap kesemuanya tinggal diresmikan. Dia lalu mengundang Ibu Risma Wali Kota Surabaya, tetapi ternjadi permasalahan yang sangat mendasar. Faktanya tanah bangunan itu merupakan milik pemerintah daerah.

Batal lah dia meresmikan bangunan tersebut, bahkan harus rela membongkar bangunan. Uang Rp.500 juta itu seolah lenyap bahkan ditinggal tim kerja. Kejadian itu hanya menyisakan buku dan timbangan tanpa uang tersisa. 

Meski begitu, dia tidak menyerah, sudah terlanjur masuk ke industri daur ulang. Maka Juni kembali merintis ini. Dia tak patah arah kembali bangkit dari awal. Diajaknya sang adik untuk ikut masuk ke bisnis ini. Prinsipnya lebih baik mengajak keluarga, ketimbang orang lain masuk ke dalam hutan.

"Saat diterkam binatang buas, saudara tidak akan sekalipun meninggalkan," ia lanjutkan.

Alumni Universitas Muhammadiyah Surabaya, yang memulai kembali usaha ini bahkan seperti tanpa modal sedikitpun. Dia sempat disangsikan masyarakat yang mengamati tingkahnya. Ketika mencoba mengajak masyarakat, beberapa nampak tak antusias menjawab ajakan tersebut.

Ia mencoba membuat sistem bank sampah. Dulu belum seperti sekarang, orang masih meragukan uang yang dihasilkan, apakah benar mereka yang memberi sampah akan ditukar uang. Kerja sama keuangan melalui sampah warga ini sangat diragukan. 

Tetapi, Alhamdulillah, level usaha ini terus meningkat dan berlanjut sampai sekarang. Juni tak seperti dulu "ngoyo" menggelontorkan uang pribadi. Sebuah usaha yang diawali tidak ditentukan berapa pantas nominal modal. 

Cukup tiga prinsip utama sebagai modal, yakni leadership, marketing, dan kejujuran. Dia berkata jangan takut memulai. Bila kamu mengeluh karena modal maka jiwa wirausaha kamu diragukan. Juni berkata kewirausahaan harus menjadi pelurus, generasi yang bisa mengubah masa depan.

Juni kemudian mendirikan perusahaan BJSC Aquagro Mandiri. Dia memberdayakan bahkan pecandu narkoba. Mereka diajak untuk memilah sampah plastik dan organik. Sampah organik lalu akan dia olah menjadi pakan bebek, ikan, dan ayam yang berkualitas dan murah.

Bukan sembarangan Juni merapkan standarisasi. Jadi setiap pakan dihasilkan berkualitas, dan akan meningkatkan produktivitas peternak.

Jadi Pengusaha Ditipu Tiga Ratus Juta Holycow by Chef Afit

Profil Pengusaha Lucy Wiryono dan Afit Dwi Purwanto 


holycowchef.png

Kisah Holycow by Chef Adit sempat mengalami keterpurukan. Jadi pengusaha malah ditipu tiga ratus juta. Tidak mudah bagi istri mengikhlaskan suami berwirausaha. Apalagi ketika suami sudah memiliki kerjaan mapan. Awalnya Lucy Wiryono menolak ide suami tentang berwirausaha. 
 
Kan kalau jadi pengusaha punya resiko besar. Orang tidak pernah tau apakah usaha akan sukses atau tidak. Hasilnya kan juga tidak besar tetap setiap bulan. Faktor- faktor lainnya, contoh faktor teknis seperti SDM berkualitas, bisa menyeret orang ke jurang kebangkrutan.
 

Jadi Pengusaha Ditipu

 
Disisi lain, pengeluaran bulanan akan selalu ada sama besarnya, bahkan bisa- bisa malahan naik. Dan  sang suami, Afit Dwi Purwanto, seorang chef pada acara khusus di stasiun RCTI. Nyeletuk gini di depan Lucy: 
 
"Kalau menjadi pegawai yang ngerasain aku, kamu, anak kita, keluarga... dan paling sudah dibafi zakat. Jika Afit membuka usaha sendiri bisa membantu banyak orang, kan?

Bayangkan kamu mempunyai pegawai, digaji kamu, kemudian menikah menafkahi istri, anak, terus sampai jenjang setinggi mungkin. Lewat usaha kita sendiri,  berkat kamu, pegawai kamu itu nanti bisa mencukupi gizi, menyekolahkan, dan banyak lagi. 
 
Jadi kita bisa lebih membantu dibanding jadi pegawai meski banyak tunjangan. Chef Afit akhirnya memutuskan berhenti dari RCTI. Lucy tengah berjudi akan nasib keluarga mereka di tangan nasib. Bersama mereka kemudian membahas mau bisnis apa. 
 
Keduanya ternyata memiliki satu hal sama. Mereka ingin membuka tempat makan steak bagus, tetapi itu loh, butuh banyak uang dikorbankan. Kesimpulan mereka ingin membuka warung. Konsep gila mereka: Membuka warung steak wagyu murah yang berkaki lima. 
 
Usaha mereka jualan di pinggir jalan. Istilahnya nebeng, dan waktu itu keduanya buka usaha di depan toko kaca film untuk mobil, tanah jualan mereka tentu bukan milik mereka sendiri.

Bisnis dijalankan Maret 2010 silam, dikerjakan enam orang tidak termasuk Lucy ya, tentu saja yang menjadi juru masaknya Afit. Menurut blog pribadi Lucy Wiryono, ia cuma bisa melihat saja karena tugas lebih penting, yakni menjaga anak mereka.

Hari pertama buka pengunjung lumayan. Afit dan lima orang rekannya lumayan kerepotan. Tidak punya pengalaman melayani orang, apalagi sebanyak itu. Sempet merasa takut kalau salah melayani. 
 
Waktu asik melayani pengunjung, eh masalah datang, tiba- tiba hujan besar menyeruduk kanopi sampai bocor, becek. Beruntung pengunjung tidak kabur. Pengunjung memilih untuk bertahan bersama mereka. Orang berpikir kalau mau makan enak harus di restoran. 
 
Inilah tantangan coba mereka patahkan. Terbukti pengunjung merasakan betah meski hujan mengguyur panjang. Kebersihan sangat diperhatikan mereka agar pengunjung merasa nyaman.

Bermodal uang bersama senilai Rp.70 juta di Bali. Mereka tengah mencoba membuktikan bahwa bisnis wagyu murah bisa. Hasrat ingin bekerja untuk diri sendiri mengemuka. Alasan itulah kenapa bisnis mereka penuh kehati- hatian serta perhitungan cermat. "...bukan keren- kerenan," ujar Lucy.

Bisnis Murah


Murah tetapi tidak jual murahan. Konsep yang dibawa Afit dan Lucy, membawa usaha bernama Holycow ini beruntung. Dulu cuma menumpang jualan di pinggir jalan. Kini, Holycow sudah memiliki tempatnya sendiri -tanah milik mereka sendiri.

Tuga pengusaha adalah membangun kepercayaan. Gimana sih agar wagyu murah diyakini memiliki kualitas tidak kalah. Mereka mengambil daging stik asal Jepang, untuk meyakinkan masyarakat, mereka datang ke Jepang sendiri. 
 
Melihat lewat mata sendiri peternakan sapi, dari perawatan sampai sembelih, semua halal. Kenapa daging wagyu yang dikenal mahal itu jadi miring. Ternyata rahasianya yaitu penentuan margin untung Holycow. Mereka lebih memilih meningkatkan jumlah penjualan. 
 
Dibanding mengambil margin untung besaar. Sama- sama daging Jepang berkualitas tetapi harganya jadi lebih miring deh. Banyak orang belum tau wagyu. Jika orang lain menjual daging wagyu antara Rp.200- 500 ribu. 
 
Maka di Holycw dijualan bisa sampai Rp.90 ribu. Lucy memang sempat berpikir amatiran. Sebelum bisnis bidang daging sapi. Dia sempat berpikir harga mahal karena faktor distribusi dan perawatannya.

Tetapi ternyata harga mahal justru karena profit diambil pengusaha. Gampangnya orang jualan di mall- mall sama di jalanan beda. Ada harus bayar AC lah, karyawan lebih mahal lah, sedangkan Holycow ini jualannya di jalan. Hitungan umum pengusaha profitnya 70% dibanding modalnya cuma 30% -nya.

Kalau Holycow membalik prinsip tersebut: Jadi profit 30% dibanding belanja modal 70%. Mangakanya mereka getol berpromosi guna menutupi margin. Pemikiran bahwa semua orang suka daging. Menjadi landasan bisnis Holycow bertahan diterpa cobaan.

Salah satunya orang berpikir daging mereka bermasalah. Mulai berpikir daging reject lah. Daginya bekas lah. Pokoknya prasangka bermunculan jika kalian menggunakan prinsip Holycow. 
 
Sukses mereka juga terletak kepada kesabaran mengedukasi pasar bahwa kita berkualitas sama -dibanding yang lebih mahal.

Mana Holycow Asli


Sejak lama Afit menginginkan usaha sendiri. Tetapi menjadi pengusaha bukan perjalanan semalam. Butuh waktu waktu hingga berada di posisinya sekarang. Sudah mendapatkan tentangan dari istri, Afit juga mendapatkan tentangan orang tua, terutama ayah yang ingin Afit jadi profesional di bidangnya.

Gaji tetap menjadi alasan kebanyakan orang. "Dari kuliah, saya selalu ingin independen. Tidak mau jadi buruh orang lain" ujarnya kepada situs Marketeers.com.

Sejak kuliah Fakultas Hukum Universitas Trisakti. Afit sudah mulai menjual aneka kaos sablonan. Bisnis ini bahkan sempat dibapakai seorang VJ MTV. Sayang, Afit tidak pandai mengantur uang, terbawa arus kehidupan remaja berfoya- foya. 
 
Singkat bisnis Afit runtuh karena gagal mengelola keuangan usaha. Selepas menikah dengan Lucy Wiryono, beberapa bisnis sudah dimulai, sebalum mantab berbisnis steak wagyu. Bisnis Afit meliputi bisnis keripik dan bisnis trading company. 
 
Kegagalan dilalui kedua pasangan tersebut. Bahkan nih, tahun 2004, ia sempat tertipu sampai Rp.300 juta. Dua pelajaran kamu bisa dapatkan: Jangan fokus hanya mencari untung lebih cepat. Dan, harus paham akan seluk beluk bisnis ditekuni.

Puncak masalah justru datang ketika dia menjalankan Holycow. Yakni ketika rekan bisnis mereka memilih pisah karena berbeda visi. Alasan klise ini sempat membuat Holycow goyah pada 2012 silam. 
 
Tepatnya di Mei 2012, kedua belah pihak memilih mengambil jalan sendiri, membesarkan Holycow masing- masing. Perpecahan memang berat tetapi jangan bersatu malah saling curiga. Menjadi catatan menarik ketika mereka berpisah lewat notaris. 
 
Mereka membawa mediator bersertifikat membagi saham. Aneka biaya dikeluarkan mulai biaya penalti, disusul tutupnya gerai Holycow di Singapura. Hutang suplier akhirnya menumpuk di pihak Afit. 
 
Meskipun sama- sama memakai nama Holycow, nama dibawa Afit berbeda. Bagaimana membedakan Holycow Afit atau bukan. Untuk menarik pelanggan yang sampat hilang. Aift membuka sayembara logo buat bisnis Holycow milik mereka sendiri.

Lahirlah nama Holycow Steakhouse by Chef Afit, pada Oktober 2012. Dia tau betul bahwa orang sudah tau kalau Holycow pecah kongsi. 
 
Cuma orang belum tau Holycow yang mana besutan Chef Afit. Yang mana kah Holycow menghadirkan masakan otentik sang Chef. Unik memang, bisnis mereka dioperasi, dan memilih wajah baru berdasarkan keinginan pelanggan. 
 
Cara brand awareness cocok buat kamu yang pisah bisnis. Membuat konsumen sadar bahwa brand mereka baru tetapi tetap memiliki kualitas sama.

Kedua belah pihak sama di mata hukum berhak memakai Holycow. Hal terbaik dilakukan ialah lewat menegaskan brand mereka. Nama by Chef Afit semisal, memberikan ketegasan bahwa inilah Holycow yang bercita rasa awal, racikan tangan Chef Afit.

Perpecahan memberikan dampak kepada keuangan juga. Memulai bisnis tinggal separuh aset, sementara dia sendiri dalam ketidak pastian, ditambah harus menanggung 28 karyawan yang memutuskan ikut Afit. 
 
Dua gerai tersisa ditanganya, maka dia memberi dua sift pendek dan ekstra libur kepada karyawan. Isitilahnya mereka kelebihan pegawai, ketika bisnis mereka memulai ulang bermodal dua gerai. Hingga seorang Angel Investor memberika uluran tangan. 
 
Afit membuka gerai ketiga dibuka di Kelapa Gading. Dimana tujuan menampung tenaga kerja, serta meningkatkan produktifitas. Dua sisi mata koin terjadi ketika Holycow berpisah. Terutama soal kemajuan bisnis. 
 
Singkatnya ketika Holycow satu berbuat ulah. Maka Holycow lainnya dapat terkena dampak. Begitu juga sebaliknya, jika Holycow Afit sukses berprestasi, Holycow satunya juga ikutan mendapatkan kredit.
 
Pada 19 Mei 2016, seorang pelanggan bernama Lala curhat melalui sosial media Path. Sosial media yang sangat bersifat pribadi tersebut tersebar. Bahwa Lala pernah makan tiramisu MISU yang ikut diguhkan Holycow by Chef Afit, ternyata menemukan cicak!
 
Pihak Afit segera merespon sampai memutuskan kerja sama. Brand MISU dilepaskan kontra menjadi suplier menu tiramisu. Holycow by Chef Afit kemudian memasang surat terbuka permintaan maaf, dan memberikan klarifikasi.

Masalah begini sering terjadi kesalahan juga datang dari pihak owner. Susah memang jadi pengusaha menghadapi permasalahan. Pernah seorang pelanggan bernama Annisa menemukan ulat. Curhatnya di Twitter pada 7 Januari 2017 membuat heboh.


Dan Afit harus mampu memperbaiki keadaan karena nama brand dipertaruhkan. Lucy Winarno turun tangan menjelaskan termasuk soal "kecoa" di sayur. Dalam tanggapan pihak Holycow menjelaskan itu bukanlah kecoa melainkan sejenis belalang.

Menurut Afit menu makanan sayuran memang perlu sangat diperhatikan. Holycow by Chef Afit selalu tanggap walau masalahnya dari cabang. Lucy memberikan pengalaman penyampaian keluhan cepat tanggap. Walau pelanggan harusnya melapor bukan posting tetap ditanggapi serius dan tidak emosi.

Sayuran organik merupakan menu tambahan dan disuply pihak kedua. Dimana di Malang, sumbernya keberadaan ulat di sayur organik memang mungkin. "Kita ini sekarang memakai bayam organik, kemungkinan adanya ulat memang itu sulit dihindari," ujar Lucy.

Pemilik Donat Madu Cihanjuang Bisnis Waralaba

Profil Pengusaha Fanina Nisfulaily


donat madu cihanjuang
  
Pemilik donat madu Cihanjuang bisnis waralaba menjanjikan. Ridwan Iskandar bersama istri, Fanina Nisfulaily, memulai bisnis donat madu sejak Mei 2010. Pertama kali, keduanya cuma membuka sebuah gerai bersama di jalan Cihanjuang Nomor 158 A Cimahi, Jawa Barat.

Ide awalnya yaitu mengembangkan bisnis kuliner berbeda. Mereka ingin menciptakan produk premium namun memiliki harga terjangkau. Inovasinya dengan menambah unsur lain di adonan donat biasa yaitu madu.

"Butuh waktu satu tahun bagi saya meracik donat dengan campuran madu itu," ucap Ridwan.


Ia mengaku membutuhkan waktu lama. Bukan madu biasa, sepasang pebisnis ini memilih madu bermutu yaitu madu Sumbawa. Setelah yakin akan donatnya mereka baru mengeluarkan produknya di pasaran. Merek donat meraka berasal dari nama jalan dimana kiosnya pernah dibuka.

Walaupun terbilang masih baru, donat Cihanjuang mampu sukses di lidah masyarakat. Hingga kini, produk donatnya baru tersedia berbagai rasa yaitu almond, durian, pisang, abon, choco crispy, lemon dan lainnya. Setahun sudah beroperasi, ia telah memilih sistem kemitraan agar bisnisnya lancar.

Mitra pertama mereka berada di kawasan Depok, Bogor dan Cinere. Tepat sejak bulan Juli 2011, Ridwan mengembangkan sistem kemitraan atau waralaba. Kamu cukup merogoh kocek Rp.10.000.000 untuk menjadi terwaralaba, lalu bisa membuka kios di wilayah sendiri.

Nilai investasinyameliputi penggunaan merek, pelatihan karyawan, serta biaya promosi. Setelah beroperasi terwaralaba musti membayar senilai 9% dari omzet per- bulan. Ia menambahkan bahwa soal peralatan seperti pembut adonan, interior gerai, etalase donat dan tempat usaha terwaralaba yang menanggung.

Soal bahan baku lain hal, ia menjamin pusatnya menyediakan semua kebutuhan bahan.

"Peralatan dan tempat sepenuhnya dari investor," jelasnya.

Ridwan sendiri memiliki empat gerai yang bisa kamu kunjungi yaitu Situ Gintung, Lenteng Agung, Cireundeu, dan Tanjung Barat. Agar kualitas rasa terjamin tak jarang dirinya sendiri mengecek ke gerai- gerai tersebut. Ia memastikan satu per- satu gerai utama miliknya.

"Kami mengontrol mulai dari kebersihan dan juga pelayanan di masing- masing gerai," katanya yang juga merekrut dua karyawan khusus. Modal produksi satu waralaba berkisaran Rp.7.500.000 per- bulan.

Dan, dia meyakinkan melalui simulasi bahwa modal balik sekitar 4- 5 tahun. Terwaralaba akan menjual donat sekitar 300 potong dengan omzet Rp.900.000 atau setara Rp.27 juta per- bulan, satu donat dijual Rp.3000.
 
Fanina pada sebuah kesempatan bersama Bakery Magazine. Dia bercerita bahwa produknya premium tapi berharhga miring. Itu sengaja memang dipilihnya, dan terbukti bisnis waralaba Donat Madu Cihanjuang bisa saja kita sandingkan dengan Dunkin Donut.

Memang waralaba donat sudah banyak tapi Donat Madu Cihanjuang bisa melekat di hati. Alasan lain, kenapa berbisnis donat, Fanina bercerita pengalamannya menikmati satu brand donat. Pemilik donat mamdu Cihanjuang mampu menjual sama tetapi lebih murah.

Ini dibuktikan dengan usahanya tak jera meracik- racik resepnya sendiri. "Ketika mencoba donat produksi sebuah brand, saya berpikir bahwa donat seperti itu bisa sebenarnya bisa dijual dengan harga yang terjangkau," kenangnya.

Setelah satu tahun beroprasi barulah ia berani menyuguhkan konsep kerja sama waralaba. Soal mitra waralaba ia menjelaskan sudah ada 127 gerai, wow!

Apa yang membuatnya jadi favorit masyarakat adalah adanya varian- varian unik yakni donat abon, donat oreo, choco flake. Untuk menunjang varian rasa ia pun tak tinggal diam berkreasi. Bahkan dia berani agar staff -nya ikut andil dalam tumbuhnya donat madu Cihanjuang.

Total ada 100 buah varian rasa donat yang berbeda. Alasan kanapa kamu harus melirik bisnis donat, "Donat adalah jenis makanan yang bisa dinikmati kapan saja," ujar Fanina Nisfulaily, pemilih Donat Madu Cihanjuang, yang jadi primadona kami.

Kisah Pengusaha Muda India CEO Termuda

Profil Pengusaha Suhas Gopinath

 

ceotermuda.png
 

Pernah tercatat menjadi CEO termudah bahkan masuk rekor India. Kisah pengusaha muda India bernama Gopinath, lahir 4 November 1986, yang memiliki 400 karyawan yang tersebar keseluruh Indonesia. Dia merupakan kebanggaan India.


Dia berbisnis software. Tercatat dalam Limca Book of Records, atau Rekor MURI -nya Indonesia, sudah merintis usaha software semenjak usia 14 tahun. Suhas Gopinath memiliki 400 karyawan ketika usianya 22 tahun.


Sempat dia hampir menjadi orang biasa tidak punya pekerjaan. Pasalnya, pada perusahaan investasi asal Houston, Texas, sempat menawarinya $100 juta buat menjadi pemegang saham utama. Namun tawaran tersebut ditolak Gopinath,"mengapa saya harus menjual bayi saya?".

 

Kisah Pengusaha Muda


Setelah lama berpikir ia menyadari bahwa mereka "membeli". Bukan investasi diinginkan Gopinath membangun bisnis ini. Kisah pengusaha muda India tersebut bermula ketika internet masuk. Awalnya jaringan internet masuk melalui warnet pertengah 1990.


Internet cafe atau warnet pertama dibuka di Banglore. Itu satu pintu bersebelahan dengan rumahnya Gopinath. Seolah ditakdirkan ia terbawa sampai ke balik pintu warnet India. Bermula saudarnya yang bernama Shyreyas yang menaruhnya di sana.


Dia terpukau. "Saya kagum," tegasnya. Dia kagum akan kekuatan internet. Dan tidak menyangkan itu akan sangat merubahnya. Internet merubah hidupnya sampai membuat Gopinath lupa waktu. Ia selalu habiskan waktu berselancar internet.

 

Latar belakang keluarganya sangat saderhana. Dimana ayahnya merupakan ilmuan buat Indian Army, dan dia pernah sekolah di sekolah Angakatan Udara. Komputer bagi keluarganya merupakan hal mewah. Mereka keluarga kelas menengah. Dia cuma mampu nongkrong ketika istirahat makan siang.


Pengusaha muda kemudian belajar membuat website. Ibunya curhat kalau anaknya membuang- buang uang. Tiap Rupee dibelanjakan menyewa internet berjam- jam. Gopinath mengakui, tadinya dia adalah murid pintar di sekolah, kemudian turun menjadi murid pas- pasan.


"Saya adalah murid pas- pasan. Sebelum menemukan dunia internet, saya bermimpi untuk menjadi dokter hewan," celetuk Gopinath.


Usianya baru 13 tahun, proyek internet pertamanya www.coolhindustan.com, tahun 1998. "Saya ingin memberikan informasi orang India diseluruh dunia melalui sebuah forum, untuk mempublikasikan kejadian- kejadian yang ada, tips makan diluar, dan setiap hal lain yang mereka minati," ia lanjut.


Forum populer dikalangan orang India sampai menarik musuh. Beberapa hacker Pakistan menyerang websitenya karena populer. Mereka menyerang orang Hindustan mengganti halamannya. Dihack lalu halamannya ditulisi "Cool Pakistan".


Itu adalah pengalaman terburuk menurut Suhas. Namun dia tetap berjalan sampai membangun suatu perusahaan Network Solutions. Itu lalu menarik perhatian orang Silicon Valley. CEO termuda yang layak dipanggil ke pusatnya San Jose, California.


Itu merupakan perjalan pertama keluar negeri. Bocah belasan tahun tersebut ditawari pekerjaan. Ia bahkan akan akan disekolahkan di Amerika.

 

Mengang gimana rasanya bekerja ketika usia 17- 19 tahun. Dia sangat keteteran antara berbisnis dan sekolah. Bayangkan dia harus mengurusi klien, sementara nilai pendidikan 80 persen dan sisanya cuma 65 persen. "Saya berusaha keras dan tidak melepaskan kelas satupun," lanjutnya.

 

"Ketika saya ujian, saya berkata saya tidak sehat," kenang Suhas. Kantornya di Banglore, dicertikan memiliki pegawai 15 orang, rata- rata usianya 17- 19 tahun. Ia memperlakukan mereka bagaikan seorang teman, "...jadi pekerjaan semua akan lebih mudah".


Perusahaan miliknya membuat website, jasa membuat website korporasi, software solution, web dan mobile solution dan eCommerce. Lengkap Suhas menjadi solusi bagi pengiklan sampai institusi. Bisnis Global memiliki 200 pelanggan, mereka tersebar ke 11 negara dengan 65% berasal dari Eropa.


"Saya sangat tertelan dalam dunia internet. Itu berubah menjadi passion," lanjutnya.

 

"Meskipun kedua orang tua saya sangat menentang tersebut, saya menghabiskan waktu berjam- jam didepan komputer. Kakak tertua saya Shreyas sangat mendukung. Saya belajar HTML, ASP dan software apapun lewat warnet," kenangnya.


Di 14 Mei 2000, bersama temannya Clifford Leslie dan Vinay M.N, mendirikan Coolhindustani.com. "Saya tidak memiliki uang untuk memulai. Orang tua saya menolak memberikan sepeserpun, mereka berkata itu tidak berharga," kenang Suhas.


Di Agustus, tahun yang sama, ia dan kawannya mendirikan Global Inc, solusi websita dan networking. Dan dia menawarkan gratisa awal. Klien sempat tidak mempercayai. Pasalnya mereka masih sekolah tetapi begitu diperlihatkan hasil; Mereka sangat puas.


Dia telah menganalisa prospek bisnis sebelum populer. Bahkan cepat beradaptasi memenuhi semua aspek kebutuhan. Mereka menciptakan software. Memenuhi kebutuhan guru mengabsen siswa yang hadir atau tidak tanpa memanggil satu per- satu.


Sistem tersebut membuat pemerintah kagum. Mereka terkejut akan teknologi baru ini. Hingga mereka memutuskan mengkontraknya membuat program 1000 sekolah. Suhas memiliki kantor di San Jose, memiliki 125 orang, dan di Banglore, dia memiliki karyawan 25 orang.

Pendiri Asuransi Pertama Indonesia Pengusaha

Biografi Pengusaha Harry Harman Diah


avrist aia indonesia

Jawaban siapa pendiri asuransi pertama Indonesia. Biografi Harry Harmian Diah, pengusaha pendiri asuransi Avrist merupakan asuransi pertama. Harry berbisnis selama 40 tahun memajukan ekonomi Indonesia. Usahanya PT. Avrist Assurance berdiri sejak 1975 dan telah banyak perubaha.
 
 
Terbaru ialah kemitraan dengan American International Assurance, Ltd, atau kita sering sebut AIA dan berbisnis bersama sejak 1984. Fokus masih sama berjualan asuransi dibawah bendera AIA. Ini merupakan bisnis asuransi jiwa patungan Indonesia.

Kerja sama tersebut meningkatkan posisi Avrist, asuransi pertama Indonesia. Setelah kemitraan itu selesai, perusahaan tetap lanjut berbisnis terus berevolusi tanpa menyandang nama AIA. Tahun 2009 menjadi titik bagi perusahaan untuk menjadi multinasional.
 

Asuransi Pertama Indonesia


Berbisnis asuransi 40 tahun, pendiri Avrist asuransi pertama di Indonesia ini. Memiliki layanan yang tentu sangat komplit. Dari asuransi jiwa, kesehatan, kecelakaan kerja, dan pensiunan. Melayani dari perorangan sampai perusahaan besar.

Memiliki 7.100 agensi, dan 550 karyawan, yang tersebar sampai 56 kantor pemasaran. Memiliki satu juta nasabah seluruh Indonesia. Avrist juga tidak berhenti melakukan kerja sama. Salah satunya yaitu kerjasama dengan Meiji Yasuda Life, yang sudah 130 tahun berbisnis asuransi di negara Jepang.


Biografi Harry Harman Diah pendiri Avrist asuransi pertama Indonesia. Merupakan Alumni Fakultas Ekonomi UI, sudah melakukan bisnis asuransi sejak 1975. Awalnya mendirikan perusahaan yang bernama PT. Asuransi Jiwa Ikrar Abadi (AJIA), yang paham kesadaran masyarakat rendah.

Masyarakat masih berpikir sinis tentang asuransi. Sebagai toko senior asuransi Indonesia, banyak hal dapat dipelajari dari biografi Harry Harman Diah. Selaku pendiri Avrist asuransi pertama Indonesia, yang pernah mengalami asam manis menjadi pengusaha.

"Ini pekerjaan gila. Berbisnis asuransi memang perlu keberanian dan kadangkala nekat," tutur sang pengusaha senior.
Kenekatan pengusaha senior ini ialah premi dibawah 1 juta. Namun, harus siap membayar asuransi sampai Rp.100 juta. Bisa dibayangkan sangat susah mendapatkan keuntungan. Sebagai pengusaha senior, ia menambahkan kesadaran masyarakat menambah beban perjuangannya.

Sudah memberikan insentif kepada masyarakat. Toh dalam biografi Harry Harman Diah, tidak bisa menjamin kesuksesan seseorang. Memberi harga murah tidak menjadi solusi pengusaha senior ini. Di tahun enam, usahanya hampir bangkrut, dari modal Rp.100 juta cuma tersisa 23 juta rupiah.

Menurut hitungan modalnya sisa dibawah 25%. Padahal kalau dihitung, secara akuntansi maka dia sudah bangkrut dan mustahil bangkit lagi. Tetapi pengusaha senior ini menunjukan giginya. Tetap berbisnis meskipun dalam ketidak jelasan.

Meskipun bangkrut tetap menjadi pengusaha senior. Inilah daya juang yang harus dimiliki setiap kita pengusaha muda. Menurut dia ada tiga kunci sukses bisnis asuransi. Pertama adalah bersabar akan ketidak mampuan mendapat klien, kedua tangguh menghadapi masa sulit ketika kehabisan modal.

Jangan serakah sebagai pengusaha asuransi tidak boleh serakah. Menghadapai segala masalah hingga AJIA berhenti bangkrut, dan mampu menghasilkan nasabah stabil. Di biografi Harry Harman Diah disebutkan bahwa dia juga seorang pengusaha ekspor.

Kemudian dari sanalah, dia berkenalan dengan praktisi asuransi dari perusahaan AIA. Ketika itu dari pihak Menteri Keuangan, Ali Wardhana, mengajak pasar asuransi nasional untuk bersinergi. Utama menggaet perusahaan asuransi nasional untuk bergabung berinvestasi.

Membolehkan perusahaan asuransi asing masuk, asalkan bergabung dengan perusahaan lokal. Maka menjadi kesempatan bagi Harry. Dia menggaet AIA menjadi rekanan bisnis. Lantas jadilah nama perusahaan PT. AIA Indonesia, menjadi perusahaan asuransi pertama yang multinasional.

Asuransi Avrist

Inilah kisah pengusaha asuransi Indonesia. Harry mampu memompa laju perusahaan cepat. Melalui bendera perusahaan AIA Indonesia. Tahun 2003 mendapatkan penghargaan perusahaan asuransi terbaik Asia. Asetnya juga melonjak sampai angka Rp. 1 triliun dari modal minim diatas.

Bisnis AIA Indonesia termasuk pelopor asuransi syariah. Namun, masalah kembali datang, ketika datang krisis ekonomi pada tahun 2008. Dimana dia harus menjual saham 60% perusahaan dan harus mengganti nama perusahaan, padahal sudah memiliki 3 perusahaan subsider.

Inilah kelahiran nama Avrist Assurance pada tahun 2009. Aneka produk dikembangkan untuk tetap bertahan. Target masyarakat menengah bawah digencarkan. Padahal pasar ini dianggap tidak mampu menghasilkan untung.

Namun Harry bertahan dengan argumentasi pasar tersebut. Dia berpikir justru mereka yang harus mulai kita perhatikan. Masyarakat kelas menengah prospeknya sangat besar. Dan pemerintah sendiri tidak mungkin sanggup melindungi mereka semua.

Padahal semua orang layak mendapatkan proteksi dari asuransi. Visi Harry adalah satu rumah tangga setidaknya ada satu asuransi Avrist. Pengusaha senior bergelar Master dari New York ini. Dia tidak berhenti mengajukan kerja sama, termasuk dengan perusahaan Belanda dan Jepang.

Aneka trobosan produk membawa Avrist aneka penghargaan. Tahun 2013, Avrist menyabet peringkat ke 2 perusahaan paling efektif, dan peringkat ke 3 investasi paling menguntungkan. Penghargaan bergengsi dari Islamic Finance Awards & Cup 2013.

Mendapatkan penghargaan pringkat ke 3, pilihan terbaik broker dalam hal servis proposal, servis klaim, dan penanganan klaim. Avrist tidak hanya menyediakan asuransi jiwa, tetapi juga syariah dan dana pensiun. Perusahaan Avrist bangkit hingga mampu mendirikan dua perusahaan baru dibawah.

Bos OMNIA Bali Hakkasan Group Pengusaha

Profil Pengusaha Nick McCabe


bos omnia bali pemilik omnia
 
Kamu tidak tau siapa bos OMNIA Bali kan. Ternyata dibaliknya ada brand Internasional, Hakkasan Group, dan seorang pengusaha. Memperkenalkan kehidupan malam ala Abu Dhabi bahkan di Bali. Direkturnya Nick MacCabe dan CEO nya Neil Moffitt bercerita sedikit tentang apa bisnisnya.

Menurut beberapa informasi merupakan kumpulan firma. Yang fokus berbisnis di kehidupan malam seluruh dunia. Hakkasan Group merupakan operator aneka night club dan klub dunia. Hingga tahun 2016, sahamnya 100% telah dikuasai oleh  Tasameem Real Estate LLC, asal Abu Dabi, yang sejak 2013 di Indonesia.

Hakkasan menggandeng tiga perusahaan: PT. Kharisma Jawara Abadi, lalu anak usaha Uluwatu Villa Tbk, dan Alila Hotel & Resorts. Tiga mereka dagang usahanya yang terbaik dibawa ke Indonesia: Hakkasan, Sake no Hana, dan OMNIA.

Sempat dikabarkan melakukan tindakan pencucian uang. Atau cerita tentang CEO terbaiknya yang mengundurkan diri. Hakkasan Group kembali ke tangan Nick McCabe. Melalui bisnis investas ke Asia Tenggara, pihaknya mengharapkan mampu berkembang tanpa harus menjual satu lini bisnisnya.

Bos OMNIA Bali Nick MacCabe Berjuang

Nick dan Neil adalah pengusaha sekaligus dua teman kuliah. Boss OMNIA Bali ini memulai dengan satu buah bisnis konsultan. Hingga ,ereka memilih masuk lebih dalam ke Kota Dosa tahun 2007 itu. Ya Las Vegas memang dikenal dunia malamnya untuk menggoda manusia.

Siapa sih tidak tertarik dengan acara musik, hiburan mentereng, atau lampu- lampu neonnya. Kota ini seolah tidak pernah tidur menyala terus. Perusahaan mereka Angel Management Group, yang mereka mulai mengkonsultani kasino, dan hotel seperti MGM Resorts, kemudian pesta kolam dan klub malam.

Naiknya pamor mereka semakin menggila ketika satu hari. Mereka menangani brand Hakkasan, yang sebenarnya bukan milik mereka. Awal didirikan oleh Wagamamama, Alan You, yang membuat acara di Nevada hingga ada permasalahan antara pemilik dan manajemen.

Sebenernya brand Hakkasan tidak berkembang. Dalam gosipnya bahkan akan dijual ke tangan lain. Dua orang inilah yang mempersuasi pemilik asal Abu Dhabi. Yang mana awalnya biaya proyek senilai $75 juta menjadi $130 juta, mereka meyakinkan Abu Dhabi akan menguasai Vegas!

Bahkan akan membuat brand menjadi berbeda keseluruhannya. Bertemu dengan investor asal Abu Dhabi bukan perkara mudah. Mereka harus diasingkan ke tempat tersembunyi. Yang mana ada satu mobil dimana sopirnya menghantarkan dengan satu surat "rahasia".

Sebuah lokasi tersembunyi di Paris, mereka mulai beragumentasi tentang rencangan pembangunan. Investor "mempertanyakan" tempat yang akan mereka dirikan. Meyakinkan mereka bahwa brand Hakkasan tidak rusak, bahkan layak untuk dijajakan kepada investor lain asal Amerika.

Tahun 2011, akhirnya mereka membanun di Vegas, dan untuk menaikan brand image keduanya mengundang DJ Tiesto dan Calvin Harris. Mereka berdua hadir memecahkan rekor, bahkan bisa mengangkat nama Hakkasan menjadi satu klub terbaik dunia.

Pria 36 tahun ini tidak pernah berhenti dalam satu tempat. Kehidupan malam sudah menjadi passion, hingga nama brand Godskitchen superclub dan Global Gathering fetival, menjadi satu dari banyak brand ditangani Nick.

"Vegas adalah fondasi layanan. Itu menggoda dan lampu neon dan gila tetapi layanannya sangat spektakuler," pengusaha ini menjelaskan.

Akuisisi Klub Malam


Hakkasan bersama Angel Management, dan beberapa bran lainnya. Nick menyebutnya "ayo bersama jatuhkan diri bersama brand". Ditangan mereka brand- brand lain yang diakuisisi, termasuk di China, Los Angles dengan brand The Nice Guy; tempat favorit Rihanna dan Drake.

Ia mampu menambah cahaya dalam setiap brand. Fokus mereka kemudian ke Asia termasuk di Bali, Amerik Selatan, dan London. Layanan mereka mulai dari klub malam, restoran, dan resort hotel. Ia sendiri sangat adaptif setiap kali akan mendirikan proyek.

Mengakuisi tempat hiburan malam di Vegas dan London beda. Nama brand The End atau Fight for Fabric tidak semudah ditaklukan. Kita tidak bisa menyamakan layanan di Vegas; pelayananan suka- suka. Dimana pelayan akan "kasar", bahkan tempat duduk kamu akan diduki jika kosong seketika.

"Itu seperti agak komik," ia menjalaskan. Vegas merupakan landasan layanan. Dimana ada kegilaan dan lampu- lamou neon. Kita harus siap dengan servis kegilaan disana. Tetapi layanan ini justru sejalan dengan kegilaaan kita mengeluarkan uang.

Membuat reservasi Hotel sudah berbeda. Bagaimana kita disapa ketika di depan pintu. Cara mereka membawa botol minuman dan menuangkan. Tidak untuk London, Nick tidak yakin pelayanan gila macam ini akan tersedia.

Nick termasuk ambisius rela berhadapan dengan kemapanan. Targetnya 80 tempat berbeda secara global pada 2020 mendatang. Apakah perusahaan akan mengalami kebangkrutan lain. Apa brand Hakkasan akan kembali dalam kejatuhan.

Nick menggunakan sistem cabang biasa. Tanpa membuang Hakkasan sendirian. Ia harus membuat itu dapat diakses dalam pojokan jalan manapun. Pendekatan tempat menjadi andalan mereka bertahan.

"Kami ingin menjaga misteri, keseksian dan keseksian yang menggoda," pengusaha ini menjelaskan. Hasilnya 80% permintaan kerjasama ditolak mentah.

Asal Usul Bos OMNIA Bali Pernah Bangkrut


Ia ingat betul karir pertamanya di Tyne&Wear. Dia tidak pernah mengurusi barang- barang mewah atau luxury. Nick ingat, umur 20 -an, terobsesi dengan musik. Mengajak dua rekannya, mendatangani kontrak sebagai group band Anjo, dengan lebel Global Underground dan Deconstructive.

Ayahnya tipikal orang tua kita semua. Dia bekerja sebagai broker dan ingin anaknya sekolah tinggi. Nick kemudian kuliah jurusan grafik desainer. Sembunyi- sembunyi dia juga musisi aliran musik progresif. Grup Anjo atau Angel harus menjadi besar.

"Setelah milenium (2000 -an), semuanya menjadi terlalu besar dan terlalu gila, sehingga kami sendiri bingung dimana kami akan meluncurkan," ia menjelaskan perubahan besar di dunia musik.

Disisi lain, kehidupan malam tidak menggoda Nick, ya karena aliran musik mereka tidak bersentuhan di sana. Ketika teman menyewa mereka untuk menjalankan pesta rumah. Nick ikutan masuk, ini sebuah bisnis menjanjika, hingga dia harus bereksplorasi ke tempat- tempat malam.

Siang hari bekerja sebagai web designer dan malam mencari tempat hiburan. Ia kemudian bertemu dengan CoolJunkie, website buatannya untuk penggemar gratisan. Disini kamu bisa ikutan masuk ke klub malam dengan gratis. Sayangnya, ayahnya menolak keberadaan bisnis Nick bahkan "membuang muka".

Begitu dotcom crash membuatnya menjadi pengangguran. Tidak ada lagi pesanan karena perusahaan web terlalu banyak dan sedikit menghasilkan uang. Ia tetap bekerja untuk urusan kehidupan malam ini. CoolJunkie dia kerjakan penuh waktu walaupun tidak menghasilkan lebih.

"Saya lebih ke broker daripada broke (miskin), dan dia (ayah) dudukan saya dan berkata "Kamu 25 tahun, kamu harusnya berpikir memilik mobil (bukannya berkutat di internet) sekarang dan hidup senang, penghasilan tetap!" Itu tepatnya bukan pikiran saya karena uang bukanlah tujuan saya," Nick mengenang.
Pengusaha Nick MacCabe terus mengerjakan website CoolJunkie. Meskipun tidak mengasilkan uang dan era dot com sudah punah. Hingga musik elektronik naik daun, dan webnya menyebar ke New York, Los Angles, dan Chikago, hingga menjadi  Track Entertainment pada 2005.

Optimisme Nick membuatnya bekerja untuk Pepsi dan Bacardi. Dia menciptakan acara musik yang mengudang Beyonce, Mariah Carey, dan akhirnya bertemu Neil Moffitt. Sekarang orang tuanya secara teratur mengunjungi rumahnya, bertemu dia, istri, dan dua anaknya.

Bisnis Busana Muslim Pengusaha Muda Zakiyah Fitri

Profil Pengusaha Zakiyah Fitri

 

bisnisbusana.png
 

Pengusaha muda Zakiyah Fitri sempat "enggak pd". Bisnis busana muslim memang banyak pesaing. Dia sempat tidak percaya diri menggarap satu pasar. Awal ia merancang busana muslim anak- anak, lambat laun dia tinggalkan beralih ke dewasa.

 

Orang tuanya berprofesi sebagai tukang jahit. Jadi Zakiyah sudah memahami seluk- beluk menjahit. Dia pun memberanikan diri membuat usaha. Dia mendesain baju muslim sendiri. Bermodalkan uang hasil penjualan motor, kini, Zakiyah mangantongi omzet sampai Rp.50 juta.


Prospek Bisnis Busana Muslim

 

"Sudah 10 tahun usaha. Awal baju muslim anak," paparnya kepada Kompas.com. Ia bercerita, bermula usaha keluarga, ayah- ibu menerima jahitan baju orang. Jahitan yang diterima semisal baju seragam muslim. Dia juga senang menjahit.


Zakiyah termotivasi menggeluti bisnis busana muslim. Ia menjahit sendiri baju muslim anak. Ibu dari tiga anak langsung menghadapi permasalah permodalan. Dia sampai menjual motor. "Modal awal saya jual motor," terangnya.


Uang penjualan motor kemudian dibelikan dua mesin jahit. Masing- masing mesin jahit seharg Rp.1,4 juta. Lama dia menggarap baju muslim anak sampai bosan. Dia merasa mengerjakan baju muslim anak "enggak pd", pasalnya memiliki variasi terbatas kurang menantang.


Pengusaha muda Zakiyah Fitri menemukan kesulitan kembali. Membuat pakaian dewasa lebih rumit termasuk permodalan. Tentu uang dibutuhkan semakin besar karena berkembang. Dia bertahan, dan mulai membeli lebih banyak mesin dan mempekerjakan pegawai.


"Modal awal enggak banyak, cuma untuk merintis bisa jadi besar itu susah," lanjut Zakiyah. Dia tak melepaskan segmen busana anak. Melainkan dia mengerjakan keduanya, sampai- sampai menambah pegawai. Ia memiliki 25 tenaga kerja baru direkrut.


Punya 15 tenaga jahit bekerja di depan rumahnya. Sisa 10 pegawai merupakan tenaga lepas menjahit dari rumah. Demi memperbesar produksi maka dibelilah mesin baru. Tidak punya modal. Dia lantas mendapat informasi dari teman tentang Perusahaan Gas Negara.


Dia disarankan menjadi mitra Perusahaan Gas Negara di Surabaya. Mitra binaan tersebut memang sangat sulit didapatkan. Proses rekrutment panjang selektif sampai Zakiyah lolos. Usaha bernama Alifah Collection kemudian dimodali sejak 2006.


Bersyukur bertemu teman yang aktif forum pengusaha pemuda produktif.  Bergabung menjadi mitra binaan, dia mendapat banyak pengalaman dan keuntungan. Tidak cuma permodalan, ia juga diberikan pelatihan manajemen sampai diajak mengikuti pameran sampai Jakarta- Bandung.


Dia mendapatkan permodalan berupa hibah peralatan. PGN memberikan tiga set mesin dan bahan senilai Rp.20- 25 juta. Peralatan tersebut dipakai buat membuat baju berbahan kaos. Dia bisa hasilkan 700 potong baju dewasa dan anak perbulan.


Ia mematok harga bajunya termahal Rp.200.000. Sedangkan termurah ia menjual jilbab seharga Rp.40 ribuan. Alifah Collection menjual melalui toko- toko atau dipesan langsung. Sistem pembayaran lewat sistem konyasi. Adapula sistem bayar mundur tiga bulan.


"Terima barang bayarnya mundur, yang enggak laku tetap dibeli, tapi dibayar mundur," ujar sang pengusaha yang tak takut merugi. Omzetnya sudah mencapai Rp.50 juta memang membuktikan. Soal persaingan, tentu ada, bahkan cukup sengit.


Maka ia menyiasati persaingan melalui menjalin hubungan baik. Zakiyah juga terus mengembangkan model- model baru. Kedepan, ia bahkan menyasar pasar luar negeri, lewat negara tetangga ia ingin produknya dikenal terutama Malaysia. "...tapi jembatannya enggak ada," tutupnya.

Cara Beternak Ayam Pengusaha Inti Plasma

Biografi Pengusaha Asep Sulaiman Sabanda


beternak ayam asep sulaiman

Dia merupakan pengusaha inti plasma. Bagaimana cara beternak ayam versi Asep Sulaiman Sabanda ini. Pria 29 tahun asli Desa Cidahu, Subang, Jawa Barat, yang telah menginspirasi banyak peternak. Ia bukanlah seorang kapitalis, selalu mengedepankan manfaat bagi banyak orang.

Asep tak mau membangun kapitalis absolut. Baginya usaha bisnisnya tidak lagi mencari keuntungan semata. Dia mengaku ini merupakan pengalaman diri pribadi dimana jika mencari keuntungan saja; maka hal itu tak akan langgeng.

Bermula seseorang yang tak memiliki apa- apa, hanya dalam waktu lima tahun menjadi pemilik PT. Santika Duta Nusantara. Bisnisnya bahkan menembus angka miliaran rupiah sekitar Rp.60 miliar.

Bisnis Sosial


Bisnisnya sekarang sudah beragam mulai agrobisnis (peternakan dan pertanian), kontraktor, aneka perdagangan, serta aneka jasa. Dimana lokasi usahanya tersebar dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Atas sepak terjangnya inilah, Asep telah mengepakan sayap bisnisnya hingga Brunei Darussalam.

Ditambah pula bisnisnya dibidang kuliner waralaba ayam goreng.

"Dalam kemitraan mengandung konsep berbagi dan berkembang bersama," terang pengusaha lulusan Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur, ini atas apakah bisnisnya kapitalis.

Atas segala usahanya inilah, pada 30 November 2006, dia dinobatkan sebagai Young Entrepreneur of The Year 2006 oleh lembaga keuangan internasional terkemuka, Ernst & Young. Setelah drop- out kuliah, Asep memulai bisnisnya pada tahun 1998, tepat disaat krisis moneter.

Mengikuti jejak sang ayah, Shobur Tadjuhin, dia mencoba menjadi peternak dan pengusaha plasma ayam pedaging di desa kelahirannya. Dia memulai dengan coba- coba 10.000 bibit ayam. Dalam satu setengah bulan ayamnya telah siap jual, dan Asep untung 10 juta.

Tergiur untung besar, ia tak segan- segan menambah jumlah produksi hingga 60.000 ekor. Bukannya meraih untung, Asep malah rugi besar mencapai Rp.80 juta. Ditekan membayar hutang ditambah dengan rasa penasaran, dia menaikan produksinya hingga 80.000 ekor.

Hasilnya? Ia malah merugi sampai Rp. 90 juta pada saat itu.

"Jadilah saya seorang pemuda yang berutang Rp 170 juta hanya dalam tempo enam bulan," kenangnya.

Kehidupannya kini menjadi gelap. Tak tahan ditagih debt collector, Asep kerap meninggalkan rumah. Untung ayahnya adalah orang yang bijak. Sang ayah menyelamatkan hidup Asep bukan membayar semua hutangnya tapi dengan membukakan mata dan pikirannya.

Bersama sang ayah yang menjaminkan utangnnya, ia mulai merestrukturisasi  hutang- hutangnya. Inilah titik balik dirinya dalam memandang sebuah bisnis.

"Kesuksesan merupakan sinergi dari keinginan, kemampuan, mental, dan kesempatan. Saya mungkin telah memiliki keinginan, kemampuan, dan kesempatan. Tapi, mental, saya belum punya," katanya.

Pada tahun 2001, ia menerapkan konsep kemitraan dalam bisnis ayam -nya. Langkah pertamanya ya dimulai Asep aktif mengajak masyarakat awam ikut beternak ayam menjadi plasmanya. Dia ikut memberikan modal berupa bibit ayam, pakan, dan obat kepada mereka yang berminat.

Para plasma akan diminta olehnya menyediakan sebuah tempat, kandang ayam, dan tenaga kerja. Ketika ayam sudah besar, sebagai inti, Asep membelinya.

Awalnya Asep menggandeng 20 orang di dalam plasmanya dengan total produksi 40.000 ekor. Ia juga ikut memelihara ayam sendiri sebanyak 60.000 ekor. Agar tak gagal, ia pun terjun langsung mengarahkan mitra bisnis plasmanya.

"Kemitraan akan menjadi pola usaha yang sangat ideal jika dibungkus dengan sistem yang bagus dan loyalitas," katanya.

Tahun 2002, produksi plasmanya naik menjadi 150.000 ekor per siklus (setiap1,5 bulan). Lalu berkembang lagi menjadi 800.000 ekor setiap siklusnya. Dengan pola itu ia pun semakin percaya diri melakukan serangkaian ekspansi sendiri.

Tahun 2003 -an, Asep telah mengajukan pinjaman Rp.350 juta ke sebuah bank pemerintah; tetapi ditolak mentah. Tak mau patah semangat, Asep terus mencoba lagi ke bank pemerintah yaitu Bank BNI. Bank BNI bahkan mau mengucurkan dana mencapai Rp. 1 miliar.

"Bank BNI tidak hanya mengeluarkan kredit, tetapi juga konsultasi manajemen," ujarnya.

Dengan dukungan finansial kuat membuat bisnisnya makin maju. Tahun 2004, kapasitas produksinya bahkan mampu mencapai 2,1 juta ekor per- siklus, dengan jumlah plasma membengkak menjadi 600 orang. Pemuda desa yang berpikiran global ini terus mencari cara agar bisnisnya semakin kuat.

Kini dia tengah merintis usaha kemitraan ayam pedaging di Brunei Darussalam. Negara tetangga ini telah menjadi sasaran ekspor pakan ternaknya.

Ia tak berhenti di bisnis ayam saja. Suami dari Vina Nuryanti ini pun merambah usaha pertanian. Kini ayah tiga anak ini tengah mengambangkan pola kemitraan inti- plasma komoditas jagung di Blitar, Ponorogo, dan Kediri, Jawa Timur.

Dia mencoba mengembangkan pola kemitraan untuk tanaman jati seluas 40 hektar di Subang. Asep masih memiliki segudang rencana terkait kemitraan yang akan dilakukannya tahun 2007. Salah satunya adalah mengembangkan program kemitraan petani asuh karyawan.

"Untuk mewujudkan, saya mewajibkan karyawan menginvestasikan bonusnya setiap tahun dengan membeli sapi," ia mengajarkan cara beternak ayam sistem inti plasma.

Targetnya, dalam waktu lima tahun, karyawan bisa memiliki 20 ekor sapi. Karyawan juga diminta mencari warga miskin untuk mengasuh sapi-sapi tersebut. Sebanyak 20 ekor sapi bisa diurus oleh 8-10 orang. Ini juga merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat miskin.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba