Sepatu Costom Made Menjadi Tren Fashion Baru

Profil Pengusaha Dhilla Pratimi

 
sepatu custom
 
Pengusaha sepatu custom made menjadi tren fashion terbaru.  Kebutuhan fashion wanita memang tidak pernah surut. Perkembangan fashion yang dinamis mengikuti pertumbuhan ekonomi, membuat para kaum hawa selalu haus akan tren terbaru.
 
Mereka selalu berhasrat untuk bisa memiliki produk- produk terkini, melai dari baju, tas hingga sepatu. Namun, produk- produk fashion bermerek dunia kerap tak terjangkau harganya. Solusi termudah bagi mereka yang menekuni usaha costume- made atau pembuatan produk pesanan tertentu.
 

Jadi Pengusaha Custom Fashion


Mereka memiliki pasar dan segment tersendiri dalam dunia fashion. Dhilla Pratami, salah satu pengusaha sepatu costume- made Bonella Shoes asal kota Bandung, Jawa Barat, menyebut permintaan akan sepatu- sepatu costume- made terus meningkat dari waktu ke waktu. 
 
Alasannya, model sepatu terus akan berubah sesuai tren sehingga pesanan selalu saja datang. Contohnya waktu- waktu ini kaum hawa banyak memesan sepatu jenis toms shoes yang sedang populer di kalangan anak muda.

Tren terbaru sepatu couple juga mulai marak terangnya. Tren pasangan yang tak hanya tentang hubungan pacaran anak muda, tapi kini, juga tentang mereka ibu dan anak. Sepatu couple ibu- anak kini digemari oleh masyarakat. 
 
Dan, produk ini fokus pada penggunaan bahan kain seperti kain brokat tujuannya agar bisa juga dipadu padankan dengan kebaya untuk acara resmi.  Meski begitu, permintaan akan sepatu jenis lainnya seperti flat shoes, boots dan heels juga tidak kalah ramai.

Dhilla yang memulai usaha sejak 2010 silam mengatakan, dia bisa menjual berkisar 50 pasang sampai 100 pasang sepatu saban bulan. Harga jual sepatu buatannya berkisar Rp 150.000- Rp 350.000 per- pasang. Dia mengaku dalam sebulan bisa meraup omzet mencapai Rp 10 juta. 

Bonella Shoes didirikan oleh Dhilla, begitu panggilan akrabnya, mencoba peruntungan di bisnis costume- made berbekal ketrampilan. Baginya kala itu yang masih mahasiswa cukup mengandalkan sistem Down Payment (DP) dari konsumen. 
 
Uang itu kemudian digunakan sebagai modal awal untuk tiap- tiap produknya. Dia menggunakan uang dari DP untuk pembelian bahan dan pembayaran pekerja. Memulai bisnis seperti ini pastilah ada suka dan duka. 

Dhilla yang masih berstatus mahasiswi IESP Unpar ini menjelaskan bahwa dalam bisnis costume- made ini sangat memerlukan konsentrasi pada detil untuk membuat konsumen puas. Konsentrasi penuh pada detil adalah kunci sukses Bonella Shoes dalam membuat pelanggannya akan datang kembali. 
 
"Sukanya kalau konsumen puas dengan hasil karya kita, terus dukanya kalau ada konsumen yang gak sabaran," jelas cewek kelahiran 3 Oktober 1990 ini.

Bonella Shoes saat ini hanya melayani pemesanan melalui online saja, karena hingga saat ini Dhilla belum mendapatkan tempat yang cocok untuk dijadikan offline store. Bonnela Shoes melayani pemesanan berbagai model sepatu, mulai dari Wedges, High Heels, Boots dan lainnya 
 
Untuk menghubungi ataupun melihat hasil karyanya dapat mengakses Twitter @BonnellaShoes dan Facebook.com/bonnelashop. Selain itu buat yang aktif di instagram, bisa dilihat di akunnya yaitu @BonnelaShoes.

"Kedepannya insyallah kepingin banget punya offline store untuk men-display portofolio sepatu hasil pesanan konsumen," lanjutnya.

Pemesan costume- made Dhella ternyata tak hanya dari dalam negeri, namun juga negara tetangga seperti dari Malaysia. Jangkauan pasar produk buatannya cukup luas lantaran Dhilla gencar melakukan pemasaran lewat media sosial seperti Instagram, Facebook, maupun Twitter.
 

Pengusaha Sepatu Wanita


Wanda Dwi Utari, pengusaha sepatu custom-made lain yang mengusung merek Women and Needs asal kota Bogor ini juga mengandalkan media sosial untuk mempromosikan berbagai produknya. "Banyak pelanggan saya membeli lewat akun Instagram," ujar wanita yang memulai usaha sejak 2013 ini. 
 
Wanda fokus pada pembuatan sepatu wanita dan anak-anak dengan model beragam seperti flat shoes, wedges, dan high heels. Jika berbicara jenis sepatu maka ia menjawab di tempatnya adalah flat shoes yang banyak diminati.

Wenda fokus pada kain semi kulit dan suede. Untuk teknis pemesanannya sendiri, biasanya konsumen akan mengirimkan gambar sepatu yang diinginkan kepada Wanda. Setelah itu dia akan membuatkan sesuai dengan warna maupun jenis bahan baku yang diminta. 
 
Dia mematok harga jual mulai dari Rp 100.000−300.000 per pasang. Pelanggan yang membeli sepatu buatan Wanda berasal dari kawasan Jabodetabek, Bandung hingga Papua. Dalam sebulan wanda bisa menjual sekitar 40 pasang sepatu.

"Omzet penjualan sekitar Rp 5 juta−6 juta per bulan," kata dia. Saat ini mereka baru bisa memasarkan lewat toko online. Ke depannya, mereka bermimpi untuk juga bisa memiliki gerai biasa.

Anak- Anak Jadi Youtuber Sukses Kaya Raya

Profil Pengusaha Cilik Evan

  
youtuber cilik sukses
 
Anak- anak jadi youtuber sukses kaya raya. Apa yang kamu lakukan ketika berumur 8 tahun? Sibuk bermain dengan teman pastinya. Tentu begitu pula Evan, tetapi yang mencengangkan sambil bermain bocah 8 tahun ini sukses menjadi entrepreneur. 
 
Dia yang menikmati berbagai permainan sukses memenangkan jutaan dollar dari You Tube. Berbeda dengan anak- anak kebanyakan bersama- sama  saudara (kebanyakan adik perempuan dan ibunya) mereview berbagai permainan kegemaran mereka.

Youtuber Cilik Sukses

 
Tak tampak raut wajah serius seperti sedang bekerja, bocah ini benar- benar menikmati video You Tube mereka. Evan ternyata menghasilkan US$ 1,3 juta (Rp 15 miliar) per- tahun hanya dengan mengunggah video di YouTube. Dia adalah bocah di balik kanal EvanTubeHD yang memiliki 817 ribu pelanggan setia. 
 
Namun, bukan video yang menunjukkan bakat seperti bernyanyi atau bermain musik, bocah lucu ini mengunggah video tentang ulasan video game atau mainan.

Yah, layaknya anak- anak lain, ia bermain bagaimana memainkan permainan dengan sedikit ulasan yang menggemaskan.

Dari BusinessInsider.com, unggahan pertama adalah video diketahui berupa stop-motion video dari mainan Angry Birds. Even memulai videonya dengan mendapatkan mainan baru berupa ketapel Angry Bird (anda pasti tau) dan berbagai bola- bola berbentuk burung. 
 
Ekspresi gembira terlihat ketika ia seolah menerima mainan itu pertama kali, membukanya dengan segera. Evan kemudian menunjukan apa- apa yang ada di dalam sambil menunjukan bagaimana cara bermainnya.


Kepada NewsWeek, Jared (ayah Evan) menceritakan bagaimana channel YouTube anaknya menghasilkan ribuan dollar. Rupanya, Jared aktif melakukan negosiasi dengan pemilik merek mainan dan iklan yang muncul di kanal yang merupakan sumber pemasukan Evan kini. 
 
"Semua penghasilan yang masuk ke EvanTubeHD langsung diinvestasikan dan ditabung untuk anak-anak kami," kata ayah Evan, Jared. Jadi selain Evan dapat mainan kerena dan memainkannya, ia mendapatkan pemasukan lain dari iklan. Sungguh beruntung bocah yang satu ini.

Memang sulit untuk menghasilkan pengunjung 280 juta mata untuk video YouTube. Tak ayal banyak sekali perusahaan yang rela menjadi pengiklan untuk Evan. Hitung saja Katty Perry menghasilkan 272 juta, ESPN menghasilkan 328 juta. 
 
Madonna mencapai puncak di 275 juta, dan channel You Tube komedi, Funny or Die menghasilkan 266 juta. Lalu berapa EvanTubeHD hasilkan, sekitar 272 juta dan itu hanya dalam waktu satu tahun.

Hasilnya banyak sponsor dan pengiklan berminat dengan Evan terutama mereka para produsen mainan. EvanTubeHD dibuat oleh Evan bersama dengan ayahnya, Jared, bukanlah channel bakat spesifik untuk mencari ketenaran.
 
"Ketika kami mulai, kami sedang membuat sebuah video tiap bulan sebagai proyek kecil yang menyenangkan," Evan ayah, Jared, kenangnya. 
 
"Itu menarik untuk melihat siapa yang mengikuti. Tapi itu tidak sampai asli video clay model kami mencapai 1 juta pengunjung yang membuat kita mulai menyadari betapa besar ini mendapatkan."

Seterusnya Evan meminta segala sesuatu tentang mainan saja. Dengan membuat review tentang mainan anak, spesifiknya untuk seumuran anaknya, Jared mengarahkan putranya berpikir diluar kotak. 
 
Yang biasanya sang anak bermain sendiri, kini, anaknya bermain didepan televisi. Tak perlu khawatir bosan karena pasti Evan mendapatkan mainan baru untuk direview. Terus siapa yang menonton? 
 

Selebriti Youtube

 
Dikutip dari situs newsweek.com, menyebut bahwa banyak anak- anak menonton Evan bermain di channel You Tube. "Anak saya menonton EvenTubeHD setiap harinya," ungkap seorang ibu, bernama Christine Wilson yang punya dua anak.

Evan memang belum sadar antara batasan menjadi artis dan bermain kini. Namun, ayahnya sadar bahwa ia kini mendapatkan perhatian dari seluruh dunia. Jumlah pengunjung terus meningkat bahkan satu video bisa ditonton 50 juta pengunjung. 
 
"Untuk yang terpenting Evan melalui hari- harinya tetap seperti anak kelas dua sekolah dasar. Ia pergi ke sekolah, mengerjakan PR-nya, bergaul dengan teman-temannya, menghadiri kelas karate, dan, tentu saja, ia memiliki waktu komputer," Jared kata.

Meski ketenaran itu nyata, Jared mengaku tak mau bergantung kepada YouTube sebagai sumber hidup tapi tetap berbisnis. Sang istri memiliki perasaan berbeda atas kesuksesan anaknya. Sedikit khawatir dengan tiap popularitas ini. Jared sendiri bukanlah ayah biasa. 
 
Dia mengaku bekerja dibalik kamera. Dia bekerja dengan kamera foto dan video untuk bisnis baru ini. Memerlukan bantuan, Maker Studios, sebuah agensi periklanan untuk para pemilik channel YouTube membantu. 

Perusahaan yang sukses dengan tiga channel YouTube senilai 2 miliar pengunjung. TubeMogul, sebuah platform jual beli video untuk iklan dan mitra andalan YouTube, memeriksa lalu lintas di saluran EvanTubeHD dan diperkirakan membawa sekitar $ 41.000 per- tahun - dan itu pasca rev-share dengan YouTube. 
 
Tidak terlalu buruk untuk hobi ayah-anak. Jared berkata selain mengerjakan proyek ini. Dia mengerjakan hal lain bersama putranya. 

Evan dan tim -nya mendirikan EvanTubeRaw, berisi bagaimana proses pembuatan tiap video- video di EvanTubeHD, EvanTubeGaming, yang berbicara tentang game khusus ayah- anak berisi komentar dan cara bermain. 

Resiko Jadi Pengusaha Muda 3 Hal

Artikel Bisnis: Susahnya Jadi Pengusaha Muda


resiko jadi pengusaha muda

Resiko jadi pengusaha muda apakah begitu berat. Semangat membara diawal- awal bisnis memang boleh- boleh saja. Tapi siapa sangka ini bisa jadi masalah bagi pengusaha pemula. Semangat yang masih tinggi jadi kelebihan para pengusaha muda dibanding mereka yang sudah tua. 
 
Minim pengalaman ditambah semangat berlebihan bisa jadi berbalik ke arah kamu sendiri. Kita tidak boleh emosi, meledak- ledak dalam mengembangkan usaha. Pola pikir sehat ialah ketika kamu tetap tau resiko; tau resiko berarti tau harga harus dibayar.

Diremehkan Jadi Pengusaha

 
Warren Buffett, seorang pengusaha dan investor dunia, pernah berkata, "Resiko datang dari tidak tau tentang apa yang kamu lakukan," Berikut ini beberapa hal sepele tapi biasanya menjadi resiko menyusahkan kamu sebagai pengusaha muda.
 
Ini adalah kelemahan sebagai pengusaha muda sekaligus kekuatan jika kamu bisa menghadapinya.

Berikut 3 resiko harus siap dihadapi pengusaha muda dalam menjalankan bisnis:

1. Diremehkan


Pengusaha muda dicap sebelah mata. Pandangan itu datang ketika kamu mulai berguru, mencari informasi. Banyak sudah pengusaha muda sampai di tahap ini; terbukti berhasil melampaui. Ini adalah semacam awalan saja. 
 
Sarah Haselkorn, seorang pengusaha muda yang pernah menjadi kolumnis di The Grind, menuliskan beberapa masalah yang pernah dialaminya dalam laman Entrepreneur.

Biarkan orang terkejut terkejut, ini resiko kamu sebagai pengusaha muda, fokuslah mengerjakan bisnis kamu terus. Dan, banyak sudah pengusaha muda telah membuat mereka (para senior) atau orang awam terkejut- kejut. Intinya kamu harus tau apa yang kamu lakukan dan resikonya dulu. 
 
Soal sukses biarkan lah waktu dan kerja keras kamu. Sebagai pengusaha muda, kamu hanya perlu bekerja lebih keras membuktikan diri. Kamu tidak akan pernah menjadi sempurna, (justru) kesalahan di sepanjang jalanlah yang menjadikan proyek kamu sempurna, tambahnya.

2. Sulit modal


Sudah gak jamannya lagi bingung modal bisnis. Kamu cukup bermodal koneksi internet sebagai ganti toko di dunia nyata. Dengan teknologi menasia telah memudahkan dirinya -menciptakan berbagai jenis bisnis baru. 
 
Brodo Footware contoh nyata jika kamu ingin tau bagaimana bisnis online bekerja. Bermodal 7 juta dari tabungan, pemiliknya mampu membuka bisnis besar dari internet. Ini sama saja dengan bisnis tradisional. Hingga yang kamu butuhkan cumalah modal keberanian serta inovasi.

Pengusaha muda banyak terbentur karena modal. Beberapa pengusaha muda gagal mengajukan pinjaman modal ke bank. Tapi perlu kamu tau hampir semua bisnis dimulai dari uang keluarga sendiri. Mereka yang jadi sumber, yang kamu butuhkan hanyalah keyakinan dan kerja keras. 
 
Yakinkan ayah dan ibu kamu bahwa kamu meminjam uang bukan meminta; jadikan itu modal usaha kamu.

3. Jauh dari teman


Mungkin kamu akan terlalu fokus pada bisnis kamu. Tak lagi cukup waktu buat bermain- main. Inilah yang terberat diantara tidak sulit modal atau diremehkan saja. Siapkah kamu bekerja tanpa keinginan bersenang- senang ketika teman kamu asik diluar sana. 
 
Memulai bisnis akan memakan banyak waktu. Sedangkan teman kamu telah bekerja punya waktu sabtu- minggu. Mungkin kamu akan butuh kedua hari itu cuma buat menghitung pengeluaran, memperhitungkan besar resiko kamu ambil.

Meski begitu bukan berarti kamu tidak punya teman. Cobalah aktif mengajak mereka kedalam semangat kamu berwiraswasta. Ajaklah mereka membuka bisnis bersama, ini akan membantu masalah kamu di nomor dua. Jangan pernah berpikir kamu tidak bisa memimpin, seperti nomor 1, kamu jangan mau diremehkan oleh siapapun termasuk diri kamu sendiri.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba