Penasehat Keuangan Cantik Alexa von Tobel

Profil Pengusaha Perencana Keuangan



Muda dan cerdas menjadi ikonik dalam diri Alexa von Tobel. Wanita kelahiran Circa, 1984, memulai karir yang cemerlang dalam dunia finansial. Unik karena tidak memegang gelar sarjana ekonomi ataupun finansial. Memulai karirnya sebagai trader di Morgan Stanley. Ia belajar berkarir hingga meluncurkan LearnVest.com

Ia mulai berpikir tentang LearnVest ketika bekerja di Morgan Stanley. Ketika itu dia mulai menyadari bahwa orang lain belum tentu belajar tentang personal finansial. Berkaca dari dirinya sendiri menjadi poin penting dari lahirnya usaha tersebut.

Tidak semua memiliki latar belakang pendidikan finansial. Tumbuh di Wall Street, tujuan utamanya bagaimana finansial mudah diakses semua wanita. Dia tidak pernah mundur sekalipun soal finansial. Von Tobel berpikir keras bagaimana mengatur uang menjadi lebih mudah. Berdasarkan passion itulah terciptalah serial tutorial online.

"Di sini saya bertanggung jawab atas jutaan dan jutaan dolar dan saya tidak tahu apa- apa tentang cara mendapatkan kartu kredit atau asuransi," kenang von Tobel. "Saya butuh alat seperti ini."

Bukannya fokus melanjutkan kuliah lagi di Harvard. Von Tobel malah memilih menggunakan uang untuk mulai membangun LearnVest. Sejak saat itu, perusahaan sukses $5,5 juta di finansial, berlanjut melalui tambahan modal senilai $4,5 juta oleh Accel Patners di April 2009.

Sang CEO LearnVest ini mendapatkan perhatian media masa. Bahkan dia dibahas oleh Business Insider dan juga New York Times. Softwarenya Suze Orman 2.0 mendapatkan perhatian seketika ketika dibahas oleh reporter Fox news.

Dia mendapatkan panggilan Finance Barbie, yang ditujukan kepada obsesinya akan entrepreneurship. Von Tobel memiliki selera humor dan juga tingkah laku baik penuh kejujuran. Dia ingin belajar tentang finansial menjadi menyenangkan. Itulah tujuan perusahaan asal New York dimaksudkan.

Menarik banyak orang


LearnVest menarik pengunjung 360.000 unik visitor per- bulan. Mungki von Tobel sangat berpassion agar mampu memberikan saran finansial tanpa biasa. Disisi lain dirinya mampu menghasilkan pundi- pundi uang untuk investor. Banyak hal dapat dipelajari dari situs personal finansial tersebut.

Yang terbaru adalah program online bootcamps. Pembelajaran online selama tiga minggu berturut seperti hal email harian lengkap informasi dan item mudah dijalanakan, menurut von Tobel. Berinvastasi di Bootcamp berarti kamu harus membayar $7,99 per- user.

"Ini lebih murah dibanding "Personal Finance for Dummies" dan lebih mudah dimengerti dan dijalankan ujar von Tobel. "Kami tidak ingin para user menjadi kesulitan."

Untuk urusan bisnis menarik, yakni memberikan kerja sama afiliasi marketing untuk startup asal New York, dimana LearnVast memberikan uang untuk menawarkan produk personal finansial seperti kartu kredit. Selai itu adapula penjualan iklan. Von Tobel mampu mengumpulkan sponsorsip dari perusahaan finansial menarget wanita.

Sejak saat itupula, usahanya menghasilkan investasi sampai senilai $72 juta, dari perusahaan finansial besar seperti Accel Patners, AmericanExpress Ventures dan Northwestern Mutual Capital. Pada 25 Maret 2015, dikabarkan bahwa Northwestern Mutual Life Insurance Co., berbasis Milwaukee, akan mendapatkan situs ini.

Berapa dihasilkan dari penjualan atau akusisi tersebut tidak disebutkan. Tetapi von Tobel masih memiliki jabatannya CEO dan LearnVest berdiri menjadi satu perusahaaan yang terpisah. Hubungan ini dimaksudkan menggabungkan kekuatan digital atas finansial. Northwestern sendiri pasti akan memiliki banyak ahli finansial profesional.

Northwestern setidaknya menggarap 400.000 rencana keuangan tahun 2014. Menambahkan teknologi dari LearnVest berarti: Meningkatkan perencanaan lewat platform dan menambahkan waktu penasehat keuangan bekerja membawa rekomendasi. Kostumer akan mudah menghubungi penasehat keuangan dimanapun dan kapanpun.

Ia mendapatkan penghargaan Silicon Valley 100 Business Insider, Inc Magazine 30 Under 30: The Top Young Entrepreneurs of 2010, Women to Watch Forbes, 18 Women Changing the World Marie Claire, dan BusinessWeek Best Young Tech Entrepreneurs. Von Tobel juga penulis best seller buku Financially Fearless tahun 2013.

"Saya melakukan latihan di pagi hari, dan sering saya mengajak seseorang dari tim saya. Orang yang bersama saya bisa memilih kelas, apakah itu spin atau kelas barre, atau pergi untuk berjalan jauh. Sulit untuk berlari dan berbicara -saya belum menguasai hal itu."

Disibukan oleh bisnis konsultasi finansial. Hidup seorang von Tobel layaknya wanita lain yang memperhatikan kecantikan. Dia secara teratur melakukan diet -makan apel, almond, yogurt- dan tidak bisa sambil duduk santai saja. Sebagai penasehat berarti memiliki keteraturan begitu pula hidup keseharian.

Dikutip dari Inc.com, von Tobel menyebut hidupnya adalah bagaimana menjalankan operating system. Yaitu bagaimana agar dirinya sekecil mungkin melakukan keputusan bodoh. Ia suka makanan sehat dan pertemuan terencana. Jika banyak orang mebutuhkan 30 menit maka bisa lebih kurang dari itu. "Saya juga tidak memuja jadwal."

Itu mudah kalender mendikte tentang hidup kamu. Tapi kalender tidak bisa mendikte tentang masa depan perusahaan. Dia tidak khawatir merubah jadwal dan memindahkan barang. Namun juga bukan berarti kamu harus menghapus jadwal mingguan kamu. Tetapi juga bukan berarti jadwal tiga minggu lalu berarti di minggu ini.

Guru PAUD Mengejar Mimpi Keripik Lebay

Profil Pengusaha Rini Sumiarsih 



Merasakan kebingungan mau membuka usaha apa. Mungkin menjadi puncak pengusaha pemula. Termasuk penulis masih meraba- raba. Rini Sumiarsih layaknya pengusaha pemula bingung mau berbisnis pertama kali. Mantan guru PAUD ini akhirnya menemukan titik terang pada satu kejadian.

Dia pernah mau berjualan keripik pisang. Namun usaha tersebut ternyata sudah diambil orang lain, tetangga sendiri satu kampung yang sama. Ternyata warga asli Desa Mayak, Kec. Cibeber, Cianjur, Jawa Timur ini, kalah cepat melihat peluang. Sampai dia melihat kembali bagaimana kerja keras sang suami mencari nafkah.

"Lalu mikir mau bisnis apa lagi, masa sama," kenang Rini. Sang suami sendiri seorang wirausaha sederhana yang berjualan bakso bakar. Untung per- harinya mencapai Rp.15.000 sampai Rp.20.000. Ini mendorong dia harus berbisnis kembali.

Rini melihat banyak sekali talas. Ia membayangkan kebiasan talas jika direbus. Apalagi cara agar merubah  talas menjadi bisnis. Hingga dia kembali menyusuri kisah bisnis sebelumnya; keripik pisang. Maka Rini mulai berpikir, "...dibuat keripik bagus enggak". Tanpa pikir panjang dia langsung mencoba mengolah talas menjadi keripik.

Usaha pertama dilakukan lewat serangkain percobaan. Tidak berjalan mulus layaknya usaha pertama pernah dilakukan pengusaha pemula.

Eksperimen bisnis


Eksperimen panjang menemukan resep kuliner. Dia mencoba berbagai cara agar talas enak ketika dikeripiki. Maklum lah pertama kali mencoba sesuatu yang asing. Bahkan bagi beberapa orang keripik talas terdengar agak ganjil.

Strategi jitu dilakukan Rini ketika bereksperimen: Membagikan keripik gratis ke tetengga agar dicoba secara gratis. Percobaan membuat resep keripik terus dilakukan. Bahkan suami Rini ikut membantu usaha berhenti berjualan bakso. Suami Rini lantas memasarkan keripik talas kepada masyarakat luas.

"Was- was pertama enggak ada label. Saya sama ibu berkeliling menjajakan keripik masing- masing 20 buah bungkus," ujar Dede, semuai Rini. Masih pertama kali jadi jualannya cuma keripik rasa asin. Belum sempat mereka memodifikasi itu menjadi macam- macam.

Ia lalu berpikir mau berjualan titip ke warung- warung. Mereka menaruh keripik talas di warung kecil sekitar Cibeber. Rini hanya menitip di enam gerai warung saja. Tetapi produknya mendapatkan perhatian lebih oleh masyarakat Cibeber pada umumnya.

Sukses menarik perhatian justru membuat dia khawatir. Mereka berdua kebingungan karena berjualan tanpa identitas. Jika produk mereka ingin lebih dikenal dan punya masa depan, hingga nama "lebay" lalu terbersit ketika mencari nama. Bukan perkara mudah mencari nama bagi ibu dari 3 orang anak ini.

Dia sadar nama merupakan kunci sukses lain. Bagaimana agar muda diingat oleh masyarakat. Nama lebay itu diambil dari julukan oleh ibu- ibu PKK. Julukan yang diberikan kepada Rini, yang entah ada alasan apa dibalik nama tersebut. "Akhirnya ya sudah pakai nama keripik lebay," lanjut Dede.

Tahun 2014, Rini mendapatkan bantuan pihak Prasetyia Mulya Business School, melalui 8 orang mahasiswa asal kampus ini mengambangkan usaha. Mereka membantu masalah pemasaran, pembukuan, bagaimana bisa meningkatkan kapasitas dan berbagai bimbingan lain.

Rini mengembangkan aneka rasa; balado, keju dan original. Jangkauan pasar meningkat sampai 135 toko. Kalau dikerjakan sendiri menurut Rini pendapatan kotor mencapai Rp.150- 200 ribu/minggu. Kemudian setelah dibantu mahasiswa meraup Rp.1,5 juta per- minggu. "Bersihnya Rp.300 ribu per- minggu," tuturnya.

Selanjunya ialah menunggu surat Kemenkes, fungsinya agar usaha Keripik Lebay bisa masuk ke toko- toko oleh- oleh Cianjur. Maka mimpi besar Rini ialah menjadikan Keripik Lebay ikonik Kota Cianjur.

Meski telah menjadi pengusaha sukses, Rini masih hidup dalam kesederhanaan. Ketika menerima mahasiswa asal Prasmul. Ibu tiga anak ini menyambut delapan mahasiswa program Community Development (Comdev). Dia menyapa,"gimana kuliah mu nak?", menyambut mahasiswa yang kemudian mencium tangannya.

Memang ibu tiga orang anak ini seolah menjadi ibu mereka sendiri. Menurut www.ceritaprasmul.com, sosok Rini dikenal tetangga sosok ramah, jujur, dan rajin mendoakan orang terdekatnya. Soal urusan berbisnis para mahasiswa kagum akan sosok Rini. Pihak kampus menjadikan rumah Rini menjadi bagian tempat balajar lansung.

Kemitraan ini dijalin waktu 2014 ketika usahnya tengah berproses. Bermula dari gubuk kusam dan seperti hendak runtuh. Para mahasiswa Comdev datang lalu mengetuk rumah tersebut. Ia menerima tamu itu dengan tangan terbuka. Ketika pasangan suami- istri ini tengah membangun asa memulai usaha kecil- kecilan.

Pasangan pengusaha ini dijadikan ibu asuh bagi mahasiswa. Jika mahasiswa membantu hal pengembangan aspek bisnis Keripik Lebay, maka para mahasiswa diajarkan hidup penuh perjuangan. Ketika mendapatkan kesempatan diajak ke Jakarta. Disana dia berbagi cerita suksesnya kepada mahasiswa serta wartawan.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba