Sukses Nelayan Entrepreneur Bulu Babi Yuri Pratama

Profil Pengusaha Yuri Pratama


pengusaha muda bulu babi
 
Siapa sangka nelayan menghasilkan jutaan rupiah. Yuri Pratama sukses nelayan entrepreneur bulu babi. Ya, seperti namanya, Yuri asik berbisnis bulu babi yang ternyata banyak peminat. Lebih lanjut pengusaha muda 26 tahun ini menceritakan awal mulanya, bagaiamana berbisnis bulu babi.

Dulu dia bekerja di bidang ecotourism, atau bekerja di wisata ekologi. Nah pekerjaanya dekat dengan pantai dan kelautan. Mangkanya dia lalu tau bahwa bulu babi memiliki kelebihan. Selain itu bahwa fakta masyarakat Indonesia membuang bulu babi, maka disanalah ada kesempatan berbisnis.

Padahal bulu babi menurut buku mengandung banyak protein. Kenapa masyarakat Indonesia malah memperlakukan seperti sampah. 

"...tetapi di Indonesia (bulu babi) dibuang di pinggir jalan," papar nalayan entrepreneur ini.

Pengusaha muda ini menjelaskan kembali bisnisnya. Dia mulai melakukan serangkaian riset sendiri. Tentang manfaat bulu babi hingga apa produk turunan. Pengusaha bulu babi pertama di Indonesia ini terbilang nekat karena sama sekali tidak ada contoh.

Pengusaha Muda Bulu Babi Pertama

Dalam benaknya dia harus menghubungi pihak terkait. Dalam hal ini Yuri mengunjungi pihak KKP atau Kementrian Kelauatan dan Perikanan. Sayangnya, mereka menganggap rendah ide bisnisnya, pasalnya memang merupakan hal baru bisnis bulu babi.

Memiliki garis pantai terpanjang di dunia, justru penguasaan bisnis bulu babi berada di Filipina, Asia Tenggara. Miris bukan mendengar hal tersebut jelas. Bahkan negara seperti Amerika, Norwegia, Eropa Timur, dan lainnya, lebih sukses jadi produsen dibanding Indonesia.

Berbekal keyakinan yang lebih banyak nekat sih. Pengusaha muda ini mulai membuka usaha bulu babi sendiri. Usaha sederhana bermodal Rp.4- 5 juta dahulu. Sekarang, dia memiliki tujuh keramba bulu babi di tiga pulau, dari Pulau Tidung di Kepulauan Seribu.

Masa panen empat bulan sampai enam bulan sekali. Dimana ia memanen 18- 100kg, satu karungnya atau setara 1kg dihargai Rp.250 ribu, lalu untungnya 40 persen. Dia tidak mau meraup untung sendiri, jadi Yuri megajak nelayan- nelayan lain berbisnis bulu babi bersama.

Konsep entrepreneur baginya adalah memberdayakan bersama. Yuri mengajak nelayan pulau Tudung mengelola bulu babi. Ia mampu membuktikan bahwa bulu babi buka sampah. Usaha pembenihan dengan kapasitas 1000 ekor dibantu para nelayan lokal.

Modal digelontorkan oleh Yuri sekitar Rp.20 jutaan. Kapasitas terus meningkat dibanding awal dia memulai usaha. Harapan Yuri untuk menembus pasar ekspor terwujud dan terus berkembang.

Viagra Alami dari Bulu Babi


Entrepreneur Yuri Pratama menjelaskan kelebihan bulu babi. Kenapa sih banyak negara asing yang tertarik membeli. Pertama, fakta bahwa bulu babi mampu menjadi pengganti viagra, menurutnya ini adalah konsep seagra, alami dibanding kandungan kimia pada pil biru.

Seagra merupakan ekstra telur bulu babi yang kaya asam amino dan protein. Cocok untuk menaikan stamina pria dalam keseharian. Kandungan Omega 3 menurunkan kadar kolesterol pada tubuh. Ini akan meningkatkan aliran darah dan mempelama tingkat ereksi.

Produk bikinan Yuri mengandung tinggi Selenium dan Zinc. Meningkatkan vitalitas agar jumlah dari testosteron meningkat. Bulu babi meningkatkan kualitas jumlah sperma pria.

Sosok Yuri Pratama, lulusan Universitas Indonesia, menangkan ajang Wismilak Diplomat Success Challange 2010 merupakan langkah awal. Produk hasil budidaya miliknya menembus pasar ekspor ke Jepang. Dari diolah menjadi bahan suplemen hingga menjadi bahan baku kosmetik wanita.

Dia juga lulusan Trisakti Business School dan INSEAD Singapura juga. Menawarkan konsep nelayan preneur dibawah bendera Urchindonesia. Ia membantu nelayan agar naik pangkat jadi pengusaha. Dia membantu mereka membudidaya bulu babi, yang prospek tetapi jarang dikembangkan orang.

Dari Pulau Tidung, usahanya merambah sampai ke Pulau Panggang dan Pulau Pari. Banyak nelayan tertarik bergabung termasuk nelayan wanita. Mereka akan bertugas mengolah, dari panen sampai proses produk olahan.

Awal Mula Madu Pramuka Kisah Wirausaha Berkah Alam

Profil Pengusaha Madu Wawan Darmawan


pengusaha madu pramuka

Orang pasti berpikir bahwa madu pramuka adalah jenis madu. Ternyata awal mula madu Pramuka yaitu kisah wirausaha alam. Orang berpikir ini bukanlah merek dagang atau brand usaha. Awal mula madu Pramuka ternyata adalah sebuah perusahaan asal Cibubur.

Diproduksi sejak tahun 1973, oleh perusahaan PT. Madu Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, yang awalnya bernama Pusat Perlebahan Apriri Pramuka. Didirikan dan diplopori oleh Sekjen Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Letjen TNI (Purn) H. Mashudi, yang juga mantan Gubernur Jawa Barat.

Sosok Mashudi sendiri kurang aktif dalam perbisnisan perusahaan. Namun, dialah sosok pelopornya, dimana pada 28 Mei 1970, pengusaha Mashudi lah penggagas model peternakan lebah yang modern. Kawasan bernama Pramuka tersebut disulapnya menjadi satu workshop memproduksi madu.

Mereka menampung aktifitas peternakan lebah di lingkungan Gerakan Pramuka. Singkat ceritanya kepala usahanya mengusulkan kepada Bapak Mashudi, usulannya agar dirubah menjadi Perseroan terbatas, inilah awal kisah wirausaha perusahaan madu Pramuka.

Kisah Wirausaha Madu Pramuka


Usulan tersebut dimaksudkan mempermudah kontrak kerja dengan perusahaan lain. Akhirnya tepat pada 5 Januari 2005 lalu, nama Pusat Perlebahan Apriari Pramuka resmi menjadi persereoan terbatas, yakni menjadi PT. Madu Pramuka.

Namun kita tak akan membahas biografi H. Mashudi pendiri Madu Pramuka. Tetapi bercerita tentang kisah wirausaha Wawan Darmawan, yang merupakan Direktur Utama PT. Madu Pramuka sekarang. Terhitung sudah 27 tahun semenjak Pak Mashudi menunjuknya.

Pria setengah baya ini memang bukan orang baru dalam dunia bisnis. Di tahun 1998, dirinya pernah bekerja di satu perusahaan asing. Kemudian mengundurkan diri buat mengelola madu pramuka.

Mashudi percaya kemampuan Wawan mengelola Pusat Perlebahan Apriari Pramuka (belum berubah nama). Ia tangkas membenahi aspek manajemen perusahaan. Produksi perusahaan itu sangatlah kecil per- tahunnya.

Dia benar fokus menggarap bisnis Apriari. Semuanya ditatap bertahap olehnya. Hingga Wawan bisa meningkatkan produksinya. Keuangan organisasi terbut perlahan menanjak. Di tahun 2005, dia lah yang mengusulkan Apriari dijadikan perusahaan, dan akhirnya mengelola sampai terkenal.

Ya, dialah otak dibalik bisnis madu Pramuka, mengusulkan langsung kepada Jendral Mashudi. Intuisi bisnisnya memang bergerak maju. Alhasil produksi madu bisa meningkat drastis dibanding tahun- tahun sebelumnya.

"Saat ini, produksi madu kami 10- 15 ton per- tahun," terangnya kepada Jawa Post.

Bermodal Madu Pramuka lah pula, pengusaha Wawan mampu membantu banyak orang lewat lapangan pekerjaan. Dari konsep perusahaan budidaya madu lebih produktif dan profesional. Dan fakta lain, perusahaan ini telah membantu banyak peternak lebah di penjuru Indonesia.

Awal Mula Madu Pramuka Bermula Organisasi Masyarakat


Sejak dipimpin dirinya, cabangnya sudah sampai ke Tangerang, Banten, Cirebon, Semarang, Batang, Jogja, Surabaya, dan Sukabumi. Itu adalah cabang penjualah loh. Kalau pusat produksinya masih di dua tempat, yakni Cibubur dan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Selain itu visinya sebagai bagian dari jiwa Organisasi Pramuka masih ada. Bahkan seolah menjadi amunisi buat menarik masyarakat juga. Karena mampu mengisi arus khas di Kwarna Pramuka dan berdikari. Menurut Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault, bahwasanya anggaran pemerintah terbatas.

Arus kas dari Madu Pramuka menjadi andalan sekaligus contoh peternak lebah. Bahkan rejekinya tak terputus mampu mensejahterakan 200 orang karyawan. Kak Wawan (sapaan akrab warga Pramuka) tidak cuma memenuhi materi. Bahkan mereka mampu memberangkatkan Haji- Umrah karyawannya.

Diatangan dinginnya, bisnis Madu Pramuka tak cuma jualan madu. Dia mampu mengekstensifikasi bisnis. Seperti berjualan peralatan beternak lebah, penyedian bibit lebah, jadi tempet pelatihan lebah, tempat pengobatan tradisional (sengetan lebah atau Apitherapy).

Disini juga sebagai wahan rekreasi edukasi masyarakat. Selain itu Wawan juga diharapkan mampu mengembangkan entrepreneurship bagi generasi muda Pramuka. Secara serderhana dijelaskan bahwa potensi peternakan madu di Indonesia, masih sangatlah berpeluang besar.

Sekjen Asosiasi Perlebahan Indonesia itu menjelaskan, selain itu tren konsumsi madu juga sudah berubah, ini benar- benar peluang. Dari cuma sekedar buat pengobadatan beralih ke konsumsi harian. Hitungan total dari produksi adalah 15- 20 ribu ton, berbanding konsumsi 10- 15 gram/kapita/tahun.

Bayangkan jika ini dikombinasi dengan pengolahan khusus. Seperti pengusaha mengolahnya nanti menjadi donat madu; masih ada peluang basar! Pengalaman di ranah kongres perlebahan ASEAN. Menurutnya kelemahan Indonesia masih sama seperti bisnis lainnya,

Sayangnya, masih kurangnya dukungan pemerintah, membuat madu Pramuka seolah tidak berkembang. Padahal jenis madunya, Wawan menyebut Indonesia itu kaya, ada madu bunga randu, madu karet, madu rambutan, madu bunga mangga, adapula madu hutan asli Kalimantan.dll.

Soal siapa baik memulai bisnis madu, ia menjelaskan baiknya merupakan orang yang penyayang lingkungan. Madu alamiah menurutnya akan lebih baik mutunya.

"Banyak sukanya kerja di bidang ini. Dukanya, ya paling tersengat lebah. Disengat lebah kalau kata orang- orang itu kan ngeri- ngeri sedap," terangnya bercanda. 

Dia juga aktif menyulap bumi perkemahan menjadi tempat budidaya lebah. Bukan karena tanpa alasan selain ini bisnisa ramah lingkungan. Bisa pula membantu membuka lapangan pekerjaan baru. Penulis sendiri pernah liat di daerah Batang, Jawa Tengah.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba