Kisah Aziz Setyawijaya Bisnis Fotografer Nomaden

Profil Pengusaha Aziz Setyawijaya


bisnis fotografer

Kisah Aziz Setyawijaya dikenal berkat bisnis fotografer berkonsep memorial. Dikisahkan dia tidak memiliki kamera. Pengusaha muda lulusa Jurusan Ilmu Politik dan Sosial, Universitas Gajah Mada, yang terlahir dari keluarga sederhana di sebuah desa dekat sungai.

Dia bergabung klub fotografi tetapi tidak punya kamera. Aziz lantas meminjam kamera milik teman- temanya. Kemudian Aziz memiliki ide membuat usaha memorial foto. Bisnis buku memorial yang berisi foto tersebut akhirnya sukses.

Monoton begitu mungkin pikirnya mengenai buku foto lulusan. Ketika kamu lulus SMA, pasti pihak sekolah akan memberikan buku kenang- kenangan. Ide Nomaden muncul dari ketidak puasan Aziz akan buku kenangan. Benda yang lazim diberikan tersebut dirasa belum memiliki konsep baik.

Nomaden Experimental Artworks merupakan bisnis berbasis memorial book organizer. Didirikan di September 2007, menekankan konsep seni fotografi sebagai pengganti profil umum siswa. Dari ini Aziz menjadi finalis Asian Best Entrepreneur versi Majalan BusinessWeek.

Aziz kemudia mengikuti Business Startup Award LiveWire 2009. Ia lolos menjadi finalis dan berhak atas uang 20 juta. Pengusaha muda ini juga mendapatkan pendampingan selama dua tahun. Hasilnya Aziz mampu mengaplikasikan itu ke dalam bisnis- bisnis lainnya.


Menjadi Entrepreneur Berkat Singkong Shoyu Pia Cake

Profil Pengusaha Malariantika Yulianggia


kue pia singkong
 
Nama Malariantika Yulianggia dikenal berkat singkong Shoyu Pia Cake. Menjadi entrepreneur yang masuk dalam daftar Asia's Best Young Entrepreneur 2009, versi Majalan BusinessWeek. Dia sendiri tidak spesifik menginginkan menjadi pengusaha.

Anggi angkatan 2008, Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Universitas Brawijaya Malang. Bermula dari rasa ketertarikan akan bahan baku lokal. Saat itu tahun 2009, belum seramai sekarang olahan ubi masih terbatas, maka ia berinisiatif merubah singkong menjadi produk olahan.

Namanya Shoyu Pia Cake yang berasal dari Bahasa Jepang untuk singkong. Bahan pangan ini sangat berlimpah di Indonesia. Namun ulahanya terbatas kala itu, maka ia menciptakan tepung alternatif pengganti terigu. Bahan tapung tersebut dipakai sebagai pengganti kulit pia yang biasanya.

"Jika dibuat dengan tepung terigu kulit pia mudah pecah," jelasnya. Inilah mungkin yang menjadi dasar dirinya masuk. Ia menemukan tepung alternatif tidak umum pada olahan kue pia.

Pemilihan kue pia karena cukup digemari masyarakat. Biaya produksi kue pia juga murah dibanding membuat kue biasa. Ia membuat modifikasi dengan dua rasa, yaitu Shoyu Pia Kering dan Hot Shoyu Pia. Bicara mengenai ubi ternyata dia tidak sembarangan memilih bahan ubinya.

Anggi memulai usaha bermodal uang cuma Rp.1 juta. Dalam setahun, dia mampu menaikan omzet sampai 7- 11 juta perbulan. Shoyu Pia menggunakan bahan baku mocaf, berupa umbi bunga dahlia dan umbi jalar. Dia memproduksi kue ini di Mertojoyo Malang, yang dibantu 6 orang karyawan.

Shoyu Pia merupakan produk hasil business plan untuk kompetisi. Dia waktu itu duduk dibangku kuliah Semeseter 2. Ini merupakan kompetisi pertama Anggi, dan sampai sekarang masih bisnis ini bertahan. Ia lalu rajin mengikuti banyak kompetisi dan hasil hadiah digunakan modal.

Dia pernah ikut pula kompetisi Shell Live Wire. Anggi sendiri tidak bermaksud menjadi entrepreneur sama sekali. Entrepreneur muda ini ingin membuka lapangan pekerjaan. Ingin menolong sesama, dan akhirnya dia masuk hingga merasakan kesenangan ketika di dalam.

Banyak potensi dapat dikembangkan layaknya bermain game saja. Indonesia merupakan salah satu negera berpotensi. Sebagai generasi penerus, dia ingin menolong sesama, dan memberikan peluang usaha bagi anak muda.

Wanita kelahiran 1 Juli 1990, menjadi pengusaha berarti membuat ide menjadi nyata, dan pikiran itu diwujudkan dalam bentuk bisnis. Dia sebagai pengusaha memiliki kebebasan waktu. Tetapi Anggi mengingatkan manajemen waktu, karena suatu- waktu bisnisnya mungkin membutuhkan kamu.

Jadi Miliarder Sederhana Box Aaron Levie Bercerita

Profil Pengusaha Aaron Levie


 
Jadi miliarder sederhana cukup menjadi diri sendiri. Entreprneur startup Box, pria kelahiran 1985, Aaron Levie tumbuh di Mercer Island hingga akhirnya berkuliah dan keluar dari kampusnya (drop- out), University of Southern California.

Dia memilih keluar dari kuliah, lalu membesarkan bisnis komputer cloud dari kamarnya. Dia dikenal sebagai miliarder muda, entrepreneur Amerika dan inovator komputer. Sang penemu layanan caloud Box, sebuah platform komputer yang kemudian berubah menjadi Box.Inc.

Mereka perusahaan penyedia jasa penyimpanan data. Dari bisnis Box.com, Aaron menjadi seorang multi jutawan dengan total aset $100 juta. Tampil sebagai CEO perusahaan yang berkembang pasat, Box.Inc menawarkan bisnis kebebasan penyimpanan data gratis hingga premium.

Bisnis dari Kamar


Kliennya sekelas Google dan Twitter yang mewakili era komputerisasi. Aaron selalu sibuk menulis kode di depan layar komputer. Dia sangat sibuk bahkan sekedar untuk keluar dari kamar. Pengusaha muda yang tidak pernah meninggalkan kantor dari malam hingga dini hari.

"Saya berkerja sangat keras berjam- jam, saya suka apa yang saya lakukan. Saya sangat terstimulasi dan bergairah untuk bekerja," ucap Aaron.

"Tetapi di waktu sama, saya menyadari anda harus memiliki level tertentu untuk disiplin dan punya ketetapan hati untuk hidup sukses -anda bekerja keras dan membuat lifestyle sebagai pengorbanan. Itu termasuk untuk semua orang." 

Menurutnya pengusaha harus rela berkorban lifestyle. Bekerja keraslah daripada memilih bersenang- senang dahulu. Tundalah gaya hidup kamu sampai mencapai tujuan. Mendisplinkan diri dan punya ketetapan hati untuk menjadi entrepreneur sukses.

Meski, perusahaan miliknya kini telah berkembang secara pesat, menghasilkan jutaan dollar seketika. Ia menjalankan semua dari kamar di kampusnya, dan kemudian pindah ke apartemen ditengah kota.  Dia sebagai CEO dan pendiri sedangakan seorang teman Dylan Smith bekerja sebagai co- founder.

Mereka tidak pernah lepas dari kehidupan sekitar komputer sejak masa kuliah. Aaron dan Dylan hidup bersusah payah. Mereka anak kuliahan yang mempunya uang buat sekedar makan. Aaron bahkan mengawali akhir tahunnya dengan banyak berhemat.

Keduanya akan kembali duduk di depan komputer sepanjang hari, dan makan mie instant. Ini seperti kebanyakan start- up bisnis, perusahaanya memiliki dana terbatas sebagai modal dan sumber modal terbaik mereka hanyalah kantong mereka sendiri.

"Kami memiliki uang yang sedikit untuk memulai. Saya harus membayar diri sendiri hanya $500 perbulan dan hidup dengan mie instan dan spageti."

"Dan untuk awal dua tahun pertama dan setangah tahun saya harus tidur di matras di kantor. Itu hidup seperti di sebuah kapal selam- Saya akan menggulung matras dan mulai bekerja. Saya akan pergi lebih dari dua hari tanpa keluar kantor."

Melaju empat tahun didepan, Aaron seharusnya hidup mewah dari bisnisnya. Ketika kini di usia 20 tahun, dia mengaku sama sekali tidak tertarik hidup mewah sama sekali. Baginya yang terpenting ia tidak lagi harus tidur di lantai dengan hanya matras.

Dia memiliki apartemen cukup berkendara sekitar tiga jam ke kantor. Entrepreneur muda yang kini menikmati spagetinya selain mie instant. Ia sering terlihat beberapa kali melakukan pertemuan bisnis di McDonald. Tidak ada yang berubah, tetapi kehidupannya kini menjadi lebih baik berkat Box.

"Saya yakin tidak untuk uang dan wibawa. Untuk saya itu tidak semenarik daripada orang yang berhasil hidup untuk menciptakan suatu produk. Itulah yang mendorong saya."
 
Dia mungkin menghasilkan jutaan dollar.  Box.com menawarkan layanan penyimpanan data, bekerja sama dengan perusahaan besar seperti Google Apps, Gmail, Netsuite, dan Salesforce. Box.Inc memberikan playanan freemium (free & premium), memberikan layanan gratis hingga berbayar VIP.

Aaron memiliki moto bekerja untuk bekerja sama, dan berbagi untuk setiap file yang disimpan. Salah satu yang terbaik, jasa OpenBox memberikan platform berbagi tanpa batasan. Itu memungkinkan orang menyimpan dan membagi filenya di berbagai situs media seperti Twitter.

Bahkan, Box hadir diaplikasi android untuk iPad pertengahan 2012. Kita cukup mengunduh aplikasi, menginstal, kemudian jadilah sebuah ruang khusus penyimpanan tanpa batas. Kita bisa mengupload agenda, foto, video atau aplikasi lain.

Perusahaan miliknya mengambil manfaat dari kurang efisiennya penyimpanan data. Levie melalui perusahaanya membuat orang tidak perlu membeli lagi hard drive atau server sendiri. Orang cukup menyewa tempat menaruh semua data ke Box, lalu memakai gadget mengunduh filenya kembali.
 

Bisnis Cloud Computing


Mereka melayani penyimpanan file untuk perusahaan, bisnis kecil, dan bahkan personal. Inti dari layanan Box.Inc merupakan layanan menyangkut file sharing, kolaborasi, dan bekerja untuk file- file yang diupload di Box.com.

Di awal bisnis mereka mendapat investasi pertama dari Mark Cuban di 2005, dan naik $1,5 juta dari Dreper Fisher Jurvetson di 2006. Di akhir 2007, perusahaan mendapatkan investasi sebanyak dua kali. Pertama, Box mendapatkan $6 juta dan $7.1 juta dari U.S Venture Partners dan Dreper Fisher Jurvetson.

Dari keseluruhan, perusahaan Box.Inc mendapatkan $14,6 juta. Tetapi kenapa Aaron tetap makan mie instan. Mengapa dia tetap tinggal di apartemen sederhana dan bersepeda. Pendapatan Box mencapai $70 juta naik 160% dari 2011.

Itu bernilai sekitar $1 miliar setelah mendapatkan banyak investasi. Box tidak terlalu buruk sebagai bisnis yang diluncurkan di 2005 oleh dua orang drop- out. Mereka, Aaron Levie dan Dylen Smith, mampu menunjukan bakat mereka diluar masalah akademik.

Dari Oktober 2009, perusahaan mengakuisi Increo Solution, platform perangkat pembaca dokumen dan media Blackboard dan Embedit. Hasilnya di 2007, Box meluncurkan kemudahan memasang, menimpan dan melihat file langsung dari mana saja kapan saja, di seluruh jaringan internet dunia.

Pertengahan 2012, perusahaan mendapat investasi $120 juta dari General Atlantic. Box.Inc memiliki total aset $1,2 atau $1,5 miliar. pertama kali diluncurkan, di tahun 2005, banyak sekali orang yang belum pernah mendengar komputer cloud, dan tidak percaya akan teknologi itu.

Mereka tidak yakin dengan berbagai isu keamanan serta jaminan kecepatan upload data. Hal itu menjadi tantangan tersendiri ketika Aaron harus bekera keras siang malan untuk membuktikan ini masa depan.

"Anda harus mengingat industri komputer sangat berbeda di tahun 2005. Itu adalah lima tahun sebelum iPad lahir."

Box mendapatkan banyak penolakan dari investor. Mereka adalah investor yang potensial tetapi tidak bisa ikut menikmati booming layanan data cloud pertama kali. Tetapi, tetap percaya diri, ia tetap mencari investor yang lain dengan beberapa surat terbuka.

Meski mereka kebanyakan berkata "tidak", tidak akan pernah menumbangkan semangat. Akhirnya, Box sendiri menjadi perusahaan yang menolak mereka (yang menolak). Box menolak segala upaya pembelian dari sejumlah perusahaan tersebut. Siapa yang tertawa terakhir?

Jadi miliarder sederhana bisnis ini memiliki perkembangan fundamental. Kita butuh membuat dasar industri komputer. Box sendiri memiliki kesempatan tidak terbatas untuk maju. Industri data sangat menjanjikan, terutama bagi mereka yang bisa lebih cepat.

Berkat Dimentori Kini Pengusaha Tas Kulit Nasional

Profil Pengusaha Aesta Fajar


pengusaha tas kulit
 
Berkat dimentori Wawan Hermawan pada 2015, Aesta Fajar belajar menjadi pengusaha tas kulit nasional. Perusahaan ekspor impor tas asal Yogyakarta, yang tertarik mengajak empat pemuda ini dalam inkubasi bisnis. Mereka akan bekerja sekaligus diajari cara menjadi pengusaha di masa depan.

Mereka lalu mendirikan Alra Lifestyle berbisnis tas kulit. Mengapa memilih berbisnis tas kulit, ya karena prospek harga jualnya baik di Yogyakarta. Selain bisnis tas kulit mereka juga merambah tas kanvas batik. Nama Alra sendiri merupakan akronim dari ucapanya syukur dalam bahasa Arab.

Perjalan bisnis tas Alra Lifestyle tergolong tidak mudah. Total lima orang bersama dirinya mencoba berbisnis. Mereka berasal dari latar belakang beda, ada yang teknik industri, IT, teknik kulit, dan desain produk. Mereka menjadikan satu pengetahuan masing- masing untuk berbisnis.

Semua bermula ketika pihak kampus mengajukan kerja magang. Ini menjadi salah satu syarat lulus Jurusan Manajemen, Universitas Islam Indonesia (UII). Dia magang ke PT. Harpa Inti Mandiri, yang pemiliknya Pak Wawan, dan bertemu empat orang pemagang lain.

Di perusahaan terdapat 20 orang pekerja tetap. Dengan 10 orang pekerja yang menjadi pengrajin tas kulit. Kenapa Fajar bisa sampai disana karena pernah bertemu Wawan. Saat itu, di Kadin Yogyakarta, sang Wakil Ketua Kadin itu memanggil sang mahasiswa yang tujuh tahun kuliah tidak lulus.

Mencoba Tes Pasar


Dia sempatkan buat meminta jalur buat magang di perusahaan. Ia bertemu empat orang tersebut, dan ternyata berakhir meminta lebih. Mereka sepakat meminta tidak cuma bekerja magang di sana. Minta agar bisa diajari menjadi pengusaha kerajinan seperti dirinya.

Kelima pemuda ini lalu mulai menjalankan bisnis Alfra Lifestyle. Mereka tidak memiliki karyawan satupun. Bisnis dibawah naungan inkubasi milik Herpa Inti. Fajar bersama empat rekannya memilih bisnis tas kulit dan kanvas. Ini sesuai dengan potensi Yogyakarta yang banyak tas kulit dan batik.

Prinsip bisnisnya bahwa tas bukan sekedar fungsional. Ini sudah masuk gaya hidup bukan lagi cuma ketika butuh. Awal bisnis, dia menaruh proses produksi ke pihak ketiga, sementara soal desain dia dan kawan- kawan lakukan sendiri.

Berbisnis bukan hal baru bagi seorang Aesta Fajar. Dia pernah menjadi pemasok bawang ke sejumlah pasar di Bringharjo, Yogyakarta. Maklum dia kelahiran Tegal, yang dikenal sebagai produsen bawang walau akhirnya rugi. Fajar lalu menutup bisnis tersebut memilih membuka usaha baru.

Sebelumnya, Fajar pernah berbisnis ikan bermodal uang dari PT. Pegadaian, dan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Modal ini kemudian dijadikan modal berbisnis bawang tadi. Pada 10 bulan pertama, Fajar memilih mengetes pasar karena tidak tau model, warna, dan berapa harganya.

Mereka lalu membuat aneka bentuk tas, tetapi tidak terlalu banyak. Tim Alfra kemudian mengikuti pameran dan menawarkan ke teman terdekat. Selama perjalanan, tanpa menghasilkan apapun, hingga mulailah teman- temannya hengkang satu- persatu.

Karena tidak memiliki modal Fajar rela mencari celah. Termasuk mengikuti pameran gratisan demi publisitas. Ia rajin mengikuti pameran Pemerintah Daerah Yogyakarta, atau dari Dinas Perindustrian dan Dinas Kebudayaan. Dia mendapatkan jawaban ketika mengikuti aneka pameran tersebut.

"Lebih senang yang minimalis. Untuk warna, babay pink atau kuning," jelasnya.

Walau demikian dia tetap memproduksi aneka warna. Inilah kunci sukses Alra Lifestyle dimana dia punya banyak warna. Sistem kemitraan juga dirasakan cocok memasarkan produk. "Selama pameran, banyak yang tanya, kalau beli lebih dari satu dapat diskon berapa," tuturnya.

Mereka ternyata tanya karena ingin menjual kembali. Sekarang, Alra Lifestyle memiliki lebih dari 20 reseller tersebar di Jawa dan Sumatera. Keputusan lain datang ketika dia menghentikan penjualan tas kanvas. Semua itu karena harga jual tas kanvas menjadi lebih murah, dibanding tas kulit miliknya.

Ternyata semua keputusan karena dia mengetest pasar dahulu. Fajar mengatakan, dua produk dalam satu wadah bisnis fashion, justru akan menghabat satu sama lain. Sebab pengembangan produk- produk fashion itu bersifat terus menerus, dan pengusaha membutuhkan modal yang besar.

"Kami kan baru mulai usaha, maka memutuskan untuk stop dulu yang kanvas," jelas Fajar.

Strategi Bisnis


Tahun 2016, dia menjajal mengikuti ajang Innovating Jogja, kompetisi berbasis inovasi industri batik, kulit, dan kerajinan. Ajang kerja sama antar negara Europen Union- Indonesia Trade Cooperation Industry. Alra masuk 12 pemenang dan ikut program akselerasi, dan mendapatkan modal Rp.30 juta.

Ia kemudian mendapat masukan soal legalitas hak kekayaan intelektual dan badan hukum. Fajar juga pemenang dari Wirausaha Muda Mandiri 2016, Kategori Industri Perdagangan dan Jasa Kelompok Mahasiswa Sarjana dan Diploma.

Berkat dimentori Fajar mendirikan PT. Alra Makmur Cahaya Selaras. Pengusaha tas kulit yang kini mempunya banyak karyawan. Ia mulai membagi tugas perusahaan ke beberapa orang lain. Bila kamu ingin punya usaha besar maka kerjakan dalam tim.

Dia membangun standar operasional agar tidak keroyokan. Tiap orang akan memiliki fungsi masing- masing. "...sifatnya saya sebagai kontrol," tuturnya.

Ia lalu membuka bengkel pembuatan tas sendiri di Bantul. D isini dikenal sebagai sentra kerajinan, alhasil memiliki sumber daya manusia dan bahan baku cukup. Fajar pernah punya pengalaman pahit soal kongsi pihak ketiga.

Dia mengatakan mereka terkadang membuang- buang bahan baku. Ambil contoh, satu bahan kulit yang harusnya menjadi dua tas, malah cuma jadi satu tas oleh sang penjahit. Dengan membuka satu bengkel sendiri, dia kini memiliki pegawai di bagian penjahitan yang lebih efektif.

Fajar menjual melalui media online sejak 2017, dari Facebook, Instagram, dan juga toko online. Dia menjelaskan bukan cuma mengurangi biaya. Tetapi juga agar mendapatkan sorotan sehingga naiklah penjualan. Cara konvensional memang membuat penjualan naik, tetapi biaya dikeluarkan ikutan naik.

Awal 2018, dia fokus mengerjakan pasar online secara konsisten dan komprehensif. Fajar merekrut orang khusus mengurusi digital marketing. Penjualan produk meningkat, satu tas seharga Rp.500 ribu sampai Rp.1 jutaan, dan setiap bulan dia mampu menghasilkan Rp.200- Rp.450 juta.

Ini hanya bermula dari ketika dia mengikuti ajang Inacraft. Fajar yang niatnya mau membawa tas berwarna camel, eh malah membawa tas berwarna kuning. Dari situ, fungsi tes pasar menghasilkan sesuatu, ia menyadari bahwa orang menyukai warna cerah terutama ketika diaplikasikan di tas kulit.

Calon Arsitektur Berbisnis Maket Desain Gedung 3D

Profil Pengusaha Jelsy Meivira


usaha maket gedung
 
Calon arsitektur memilih berbisnis maket desain gedung 3D. Bermula dari kepala Prodi Arsitektur yang menantang para mahasiswa. Ia menantang siapapun untuk membuat market gedung berbiaya minimalis. Kepala Prodi mengatakan itu ketika mengajar manajemen dan pengolahan usaha.

Menjadi arsitektur identik dengan membuat gambar bangunan. Membuat maket atau miniatur dari bangunan terbilang tidak murah. Apalagi bila mahasiswa mencoba membuatnya pastilah mahal. Nah, sang kepala Prodi menantang, dan Jelsy Meivira menanggapi tantangan itu serius.

"Meket yang murah untuk kalangan mahasiswa tugas akhir di arsitektur," kenang dia.

Berani Jadi Pengusaha


Membuat maket murah tampak sukar tetapi menantang diri. Jelsy kemudian mencoba dan bisa menghasilkan maket murah. Bahkan dia menciptakan konsep 3D, dan akhirnya dia mampu menjual dikalangan fakultas arsitektur.

Hasil produk maket miliknya berkelas profesional dibanding lainnya. Alhasil, berkat pengalaman ini berdiri bisnis nyata, ia bahkan menyebut telah memiliki dua klien perusahaan. Mereka sudah closing pemesanan melalui Dinas Pemerintah.

Bisnis ini bukan sekedar menerima tantangan Kepala Prodi saja. Dia memilih melanjutkan karena terdesak kebutuhan. "Saya masuk kuliah itu tidak ditanggung orang tua," Jelsy melanjutkan. Awalnya dia pernah berjualan kertas A3, yang banyak digunakan mahasiswa di Prodi tersebut.

Teman- teman sekuliahnya mendukung sekali Jelsy berbisnis. Dosen pun mendukung dirinya buat berwirausaha. Selepas sukses membangun maket murah, dia ingin melanjutkan usaha tersebut lebih serius. Profit bisnis ini lumayan dan dia mencoba mengembangkan bisnis dengan merekrut teman.

Dia tidak sendiri dengan merekrut teman- teman seprodi. Kota Pontianak memang dikenal masih di dalam proses pengebangan. Banyak infrastrutkur maupun properti tengah dibangun pengembang. Dia menawarkan maketnya kepada perusahaan pengembang.

Fungsi maket menjadi informasi bagi calon pembeli buat memutuskan. Biasa digunakan pengembang untuk mempromosikan gedung. Minatur properti ini umumnya dikenal memiliki harga mahal. Tapi dia mampu memberikan lebih murah, dengan kualitas baik cocok sebagai media persentasi.

Maket biasa digunakan sebagai pengganti baner atau video. Penggunaan bahan bekas membuat maket bikinannya lebih murah. Pengusaha kelahiran 19 Mei 1993 ini, menjelaskan proses pembuatan dia lakukan secara handmade, bernilai kreatifitas tinggi yang presisi dengan gedung asli,

Demi mendapatkan kemajuan dalam berbisnis. Jelsy memilih mengkuti ajang bisnis Wirausaha Muda Mandiri. Selain mendapatkan sorotan, melalui ajang bisnis ini ternyata ada proses inkubasi bisnis, yang mendorong Jelsy lebih baik dalam wirausaha.

Inkubator bisnis ini memberikan pengalaman mengani pemasaran dan pasar. Ia senang karena pihak penyelenggara menampilkan pengusaha sukses. Mereka menjadi mentor bagi pemula, agar bisnisnya nanti terangkat. "Alhamdulillah, saya pemenang," ucapnya, dan berhak atas uang modal Rp.40 juta.

Jujur lawanya pada kategori mahasiswa sangat ketat. Mereka semua telah memiliki bisnis berstatus CV dan PT. Sementara dirinya masih memulai usaha dengan omzet minimal. Ada total 12 peserta dan dia merasa minder juga. Apalagi masuk proses penjurian, dia melihat usaha mereka itu hebat- hebat.

Dia terharu sekaligus bangga menjadi pemenang. Selain membawa nama keluarga dan kampus, dia menjadi perwakilan Pontianak di ajang bergengsi. Ini membuktikan pengusaha asal Kalimantan juga punya prestasi. Jelsy bangga bisa bersaing ketat dengan mereka para pengusaha asal Pula Jawa.

Jual Beras Organik Rahasia Sukses Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Ahmed Tessario


jual beras organik
 
Produk organik juga merambah ke kebutuhan mendasar. Jual beras organik menjadi rahasia sukses pengusaha muda ini. Pemuda bernama Ahmed Tessario menarik perhatian masyarakat. Ia merupakan insisiator bagi para petani asal Banyuwangi, untuk memilih cara organik.

Tidak mudah karena masyarakat petani telah terbiasa. Menumbuhkan padi tanpa zat kimia bukan lah perkara mudah. Mulai dari masalah masa panen, dan apakah laku menjadi persoalan. Apalagi Ahmed mengajarkan menanam beras merah yang asing.

Industri makanan sehat telah berkembang pesat di perkotaan. Namun petani kita tidak menyadari, baik karena kurang edukasi dan masalah sarana produksi pertanian. Produktivitas lahan menurun tapi hasil panen tidak terjual. Padahal nih industri makanan sehat menjanjikan keuntungan berlipat ganda.

Di tahun 2011, dia diajak seorang teman menjalankan program pertanian. Saat itu Ahmed diajak ke Banyuwangi buat program ini. Tahap awal, dia diajak sosialisasi mengenai beras merah, yang sangat tidak familiar. Pemuda 26 tahun ini mengaku tidak mudah meyakinkan para petani buat dipercaya.

Ia berinisiatif melalukan kerjasama percobaan dengan 17 petani. Mereka akan nanti menanam beras organik pada lahan 0,1 Ha setiap petani. Program ini berjalan lancar, bahkan sampai menyebar ke seluruh Kecamatan Banyuwangi pada 2015 silam.

Pengusaha Beras Organik


Percobaan swadaya ini berkembang sampai ke 7 kecamatan di Banyuwangi. Dengan luas tanah yang sampai 128 Ha, dan sudah ada 99 petani bekerja bersama menghasilkan 5,2 ton/Ha. Bukan hanya dia menghasilkan beras meras, adapula beras putih, beras coklat, dan hitam organik.

Omzet penjualannya sampai Rp.127,5 juta pertahun, dan di 2015, omzetnya naik tajam sampai ke angka Rp.1,758 miliar pertahun. Rata- rata penjualan sabulan Rp.250- 300 juta dari semua produk organik.

Tidak mudah memang menghasilkan angka tersebut. Awal- awal Ahmed berkorban, dengan berani memberi bibit dan pupuk gratis. Pembayaran baru dilakukan bila panen itupun kalau berhasil. Dia menanggu resiko gagal, terlalu percaya diri cukup menjadi masalah baginya kala itu.

Karena terlalu percaya diri malah menghasilkan overstock. Bahkan mencapai 100 ton yang membuat dia kebingungan. Overstock berari dia mengeluarkan biaya diluar dugaan. Sampai dia harus relakan menjual mobil, rumah, dan pinjam bank untuk membayar.

Dia mengajukan pinjaman ke bank sampai Rp.500 juta. Begitu selesai, Ahmed dibingungkan dimana harus menjual beras- beras tersebut. Pria lulusan Insitut Teknologi Sepuluh November, tiba- tiba punya ide diluar kebiasaan, yakni menjual beras itu ke apotik- apotik, toko, dan minimarket lokal.

Cara jual beras organik seperti itu ternyata berhasil. Ahmed kemudian menjual berasnya sampai di luar Banyuwangi. Ia berekspansi sampai ke beberapa wilayah sekitar Banyuwangi. Lalu dia pasarkan bahkan sampai ke Surabaya, Malang, dan beberapa kota lain di Jawa Timur.

Ia lalu melebarkan sayap sampai di Jakarta, Bali, Jambi dan Kalimantan Timur. Dia tidak menjual ke toko lokal saja, tetapi juga menjual ke pasar menengah bawah. Startegi bisnisnya meliputi melabeli nama Seblang Banyuwangi, dan memberika edukasi aktif ke masyarakat.

Mengedukasi Pasar


Ahmed mengedukasi masyarakat yang mengaggap beras ini mahal. Pemikiran bahwa beras organik mahal sudah menjadi momok. Bagi pengusaha muda inilah tantangan, buat meyakinkan bahwa beras organik ini sehat dan tidak semahal bayangan.

Proses edukasi termasuk melalui kader- kader posyandu di Puskesmas. Ditambah kegiatan positif seperti cek darah gratis. Edukasi termasuk mengenai beras putih biasa menyebabkan diabetes. Hasil penyuluhan ini masyarakat jadi aware, dimana 50% pesertanya membeli sampai berulang kali.

Ada sekitar 32 mitra yang tersebar mayoritas di pulau Jawa. Ia mengakui tantangan terbesar ialah menemukan distributor. Padahal kedepan, dia berharap produksi berasnya tersebar ke seluruh wilayah Indonesia. Pertengahan 2016, dia berinisiasi buat mengekspor beras organik ini keluar negeri.

Permintaan akan beras meningkat dan Ahmed butuh manajemen lahan. Dia mengikuti metode milik Prof Endah. Metodenya akan mempercepat peralihan lahan sampai setahun. Padahal umumnya, bila kamu ingin pindah dari beras biasa ke organik, dibutuhkan tidak kurang kurun waktu sampai 4 tahun.

Edukasi lainnya meliputi pengajaran membuat pupuk sendiri. Mengajarkan cara menanam yang baik dan cara panen agar berkualitas. Menurut Ahmed, salah satu kelemahan beras ini ialah tidak tahan kutu, maka bila ada kemasan organik dana tahan disimpan lama patut dipertanyakan.

Sukses delapan tahun menjadikan dirinya pengusaha agrari. Ahmed Tessario mulai merambah ke bisnis lain. Kali ini di bidang startup co- working space, yang diberi nama Satu Atap dengan prinsip menghubungkan. Ahmed mencoba mempertemukan investor dengan investasi yang disasar.

Satu Atap mencoba memberika ruang achievable bagi pengusaha. Ia termasuk tak kenal lelah, bahkan kembali melakukan edukasi tentang co- working space ini. Banyak orang Surabaya belum sadar akan konsep co- working space. Percuma memulai bisnis bila tidak optimal karena kurangnya edukasi.

Bisnis Lain


Bukan menjadi pengusaha baru tetapi telah berpengalaman. Ia berkisah bahwa dulu sempat berbisnis diluar beras organik. Ketika kuliah dia berbisnis Joy Fresh International, dengan konsep bisnisnya penyedia bahan alternatif katering dan hotel, yang berjalan cukup lama tetapi bangkrut.

Ia terpaksa menjual bisnis tersebut buat bisnis lain. Kemudian dia membuka warung kopi tapi gagal kembali, dia bangkit dan mencoba sesuatu baru. Sukses beras organik membuka pandangan Ahmed dalam mengedukasi pasar, termasuk keberanian membuka usaha co- working space yang jarang ini.

Satu Atap berhasil membuka 53 acara dengan perusahaan startup. Dimana ia kini lebih memilih buat meningkatkan kualitas layanan. Usahakan buat menyenangkan costumer, dalam hal ini perusahaan- perusahaan startup. Ia juga mengadakan kerja sama langsung dengan usaha startup asal Surabaya.

Beda dengan bisnis sebelumnya, Ahmed harus memastikan memilik pegawai dengan aneka variasi keahlian. Rekrutmen dalam bisnis ini tentu berbeda dibanding usaha beras organik. Banyak aspek dalam hal teknikal, maka ia pun tak mau setengah- setengah dalam hal rekrutmen pegawai.

Buat kamu yang ingin menjadi pengusaha muda. Ahmed mempunya saran, pertama pastikan kamu memiliki perencanaan. Tidak ada namanya bisnis sukses seketika dalam semalam saja. Itu hanyalah mitos dan fiksi belaka. Tanpa perencanaan matang maka tidak ada bisnis yang berjalan sukses kelak.

Ubahlah pola pikir kamu mengenai ilmu pengetahuan. Jangan berpikir pendidikan tidak perlu tinggi. Pola pikir kalau sudah tau alur bisnisnya tidak perlu pendidikan. Atau, pola pikirnya bahwa buat apa ilmu tinggi bila tidak sukses. Faktanya Ahmed mengenyam pendidikan dari S1 bahkan sampai S2.

Ia mengatakan bila tidak memiliki bekal pendidikan tinggi. Mungkin dia tidak akan memiliki pola pikir analisis cermat. Pendidikan jangan diremehkan, berpeganglah pada prinsip bahwa kita semua harus terus belajar. Termasuk kamu harus rajin- rajin membaca buku buat menambah pengetahuan.

Memulai Bisnis Fashion Bersama Noonaku Signature

Profil Pengusaha Florentia Jeanne Sutanto


designer noonaku signature


Apa tips memulai bisnis fashion menurut NoonaKu Signature. Pendirinya, Florentia Jeanne Sutanto, menjelaskan bahwa semua berawal dari passion. Berbisnis fashion lah karena pakaian sudah menjadi salah satu kebutuhan primer. Ini satu dari 16 industri kreatif penyangga perekonomian Indonesia.

Belakangan banyak anak muda memulai usaha fashion kreatif. Banyak usaha rintisan dibangun oleh pengusaha muda. Mereka membuat produk diluar jalur umum lebih kreatif. Jadilah omzet miliara rupiah menjadi hal wajar mereka dapatkan.

Flo mengaku tidak memiliki dasar mendesain pakaian. Bukan perancang busana, hanya mahasiswi yang mencari uang demi meringankan orang tua. Dia ingin membantu orang tua untuk membiayai kuliahnya. Flo berpikir untuk berdagang menjadi reseller pakaian demi kebutuhan.

Tips Bisnis Fashion


Mulainya tahun 2015, dimana dia menjadi reseller pakaian fashion, bermula dari melihat teman yang jualan online di Facebook. Temannya itu berjualan peritem mengambil untung Rp.20.000. Maka ia berpikir mengapa tidak mencoba menjadi reseller.

Memulai bisnis fashion pertama kali menjadi reseller dahulu. Tahun 2015, Flo mulai berjualan hingga mengalami masa bosan. Dia dan adiknya berpikir mengapa tidak membuat sendiri. Inilah cikal bakal bisnis NoonaKu Signature.

Diceritakan kepada Youngster.id, bahwasanya nama tersebut diambil karena memiliki makna. Bahwa kata Noona berarti "anak perempuan", sedangkan "Ku" -nya merujuk Tuhan. Berarti usaha ini punya arti Anak Perempuan Tuhan. Harapan itu muncul agar bisnis ini berjalan baik dan diberkahi.

"Kami ingin bisnis kami diberkati Tuhan," ucapnya.

Putri sulung dari Hendrik Susanto dan Suzy Burnadhi, memiliki komitmen mewujudkan mimpi tersebut. Meskipun, diakui dia tidak punya modal besar tetapi memiliki keberanian mencoba. Dia lalu membuat desain pertama. Flo menawarkan pakain terjangkau dikisaran dibawah Rp.100.000.

Ia berkaca dari dirinya dan teman- teman kuliah rasakan. Sulit menemukan pakaian bagus dan punya kualitas. Flo kemudian menawarkan produk berkualitas tinggi dan up to date. Dia juga menyadari mereka membutuhkan pakaian dengan harga terjangkau.

Bermula dari aplikasi chat, hingga menawarkan produk ke akun sosial media dan marketplace. Apa yang ditawarkan NoonaKu adalah ciri khas pendiri. Flo harus mampu membaca keinginan pasar dan mengaplikasikan. Signature menunjukan inilah gaya Flo yang cocok buat anak muda jaman now.

Sudah mendapatkan modal bergeraklah Flo memulai produksi. Tanda sukses itu terasa ketika dirinya mendapatkan doorprize. Suatu hari, Flo mendapatkan hadiah handphone dari acara pernikahan. Hari berikutnya, salah satu omnya membeli hp baru, lalu memberikan hp lamanya ke Flo gratis.

Ini pertanda dari Tuhan bahwa dia harus terus mencoba. Berbekal handphone dia dan adiknya mulai aktif di sosial media. Ia menawarkan melalui fitur pesan cepat lewat platform smartphone. Hasilnya menarik, karena sangat murah sempat terpikir dibenak orang bahwa ini barang bekas.

Alhasil dia sempat mendapatkan cemooh pembeli. Tidak hanya soal kualitas diragukan. Teman- teman sekampus mengomentari pilihan Flo. Mereka berkata, "...udah kuliah susah- susah kok malah dagang online.". Ini sangat mengena hatinya tetapi keputusan bulat telah dia tetapkan.

Memulai Usaha Tanpa Modal


Flo tetap berpikir positif baginya ilmu bukan cuma soal teori. Di kampus tak hanya mengajarkan kita menjadi tenaga profesional. Kampus juga mengajarkan kita menjadi analisisi akan kebutuhan. Kita diajarkan menjadi pengusaha melalui peluang dan strategi bisnis.

Inilah yang menguatkan Flo untuk menjadi pengusaha. Bukan sekedar berdagang, tetapi dia mampu memberikan nilai lebih dari produk NoonaKu Signature ini. "Semua orang berhak tampil gaya meski budget terbatas. Prinsipnya fashion tak harus mahal," ucapnya.

Dia bukanlah terlahir dari keluarga berada. Bukanlah tanpa pertimbangan matang ketika memulai di tahun 2011. Flo bukanlah berasal dari keluarga pengusaha. Hampir tidak memiliki modal, tetapi dia memiliki keberanian, semangat, dan keyakinan.

Mulailah usaha menggunakan sistem jualan online. Pastikan bahwa produk yang dipasang online dari produk asli. Jangan mencomot gambar dari internet buat menarik perhatian orang. Tumbuhkan rasa kepercayaan kepada pembeli.

Jangan biarkan pelanggan sampai menunggu balasan chat. Rajinlah membalas chat walau sederhana saja. Lebih lengkapnya, dia menjelaskan mengenai konsep GPA, dimana "G" yang pertama memiliki arti selalu "Refer to God". Terus "A" terakhir berarti "Action" atau segera mengerjakan jangan tunda.

Mangapa demikian karena ketika kamu mendekatkan diri ke Tuhan: Percayalah kamu akan mulai menemukan jalan akan usahamu. Kita akan lebih kreatif ketika terkoneksi dengan Sang Pencipta. Itu bahkan akan datang dari tempat yang tak terduga.

Kemudian "P" ditengah bermakna "Passion" atau kecintaan. Kamu akan menjalankan sesuatu dengan semangat, bila perasaan cinta. Keterbatasan modal bukan halangan, jalani saja, kalaupun gagal anggap pelajaran. Pembelajaran yang baik agar menjadi pengusaha terbaik di masa depan nanti.

Ekspansi Bisnis NoonaKu


Flo dan adiknya sangat memanfaatkan blackberry. Mereka berjualan melalui blackberry group yang berisi teman- temannya. Keuntungan mulai tumbuh, kemudain Flo memutar uang tersebut untuk bisnis lagi. Usaha mereka tumbuh baik berkat rajin dan bekerja keras, walau bukan tanpa halangan.

Ketika menjadi reseller, dia menemukan satu kelemahan menjadi reseller, dimana pihak distributor memakai foto dari internet. Foto Google itu tidak sesuai dengan keadaan barang. Alhasil banyak para pembeli yang mengeluhkan kualitas barang, mereka kecewa ketika barang telah sampai.

Ini menjadi pembalajaran baik ketika Flo memproduksi sendiri. Pembeli yang kecewa akan enggan buat kembali lagi. Uang untung yang masih tersisa kemudian ditabung. Dari uang tabungan itu, dia gunakan sebagai modal membangun bisnis NoonaKu Signature.

Dia menguatkan kepercayaan pembeli. Buat desain secara rutin mengikuti perkembangan pasar. Dia menjadi sosok yang update fashion dan pasar. Menurutnya bisnis ini sangat cepat berputar. Walau Flo mampu mengikuti pasar, dia tidak meniru persis tetapi memilah dan membuat signaturnya sendiri.

Ia hanya mengikuti tren yang senafas dengan NoonaKu. Soal kualitas produk, walau NoonaKu ini menawarkan produk terjangkau, tetapi kualitas tidak murahan. Produk yang mereka jual tergolong prima. Kualitas bahan dan pola dijahit dengan baik dengan penawaran berkualitas tinggi.

Bisnis ini berkembang menjadi PT. NoonaKu Desain Indonesia. Mereka menyasar segemntasi umur 14- 40 tahun. Peresmian perusahaan NoonaKu merupakan wujud komitmen. Berkat kerja keras, dia mampu membawa perusahaan ini sampai ke Singapura.

Ternyata selera pasar Singapura cocok dengannya. Pihak Singapura sendiri yang menawarkan kerja sama. Sempat tidak percaya, tetapi pihak dari Singapura itu begitu serius buat membawa NoonaKu ke sana, target selanjutnya dia akan membangun produk pakian pria dan membuka 3 cabang baru.

Usaha Brownis Manten Berkat Galau Cinta

Profil Pengusaha Patria Prima Putra


pemilik brownis manten

Menjadi pengusaha harus memiliki sensitiftas tinggi. Kisah usaha Brownis Manten, yang bermula akbibat kegalauan cinta nitizen Indonesia. Kalau kamu membuka sosmed, maka 50% statusnya berisi curhatan soal cinta. Mulai dari yang patah hati, tersakiti, atau mereka yang sedang jatuh cinta.

Itulah kenapa Patria Prima Putra membuat usaha Brownis Manten. Semua karena cinta, Patria lantas membuat kue yang menyampaikan perasaan kita. Sejak September 2014, ia melakukan survei kecil- kecilan mengenai cinta, hasilnya orang takut untuk menyampaikan perasaan.

Banyak media digunakan menyampaikan perasaan termasuk sosmed. Nah, munculah produk ini, ya karena dia ingin membantu orang menyatakan perasaan. Patria menggelontorkan uang Rp.3 juta buat bisnis ini. Dia mengeluarkan uang modal hasil tabungan pribadinya saat itu.

Mengembangkan Usaha


"Kami hadir untuk membantu untuk mengungkapkan perasaan masyarakat," jelasnya.

Kemudain temannya, Awalinda Bestari ikut bergabung, dan uniknya mereka berdua sama sekali tak pernah bertemu. Mereka bertemu di forumWhatsApp Indonesia Sharing Club, yang menyatukan jalan pikiran sama soal percintaan.

Uang tersebut digunakan menjadi modal membeli bahan. Patria tidak membeli bahan tepung, kuning telur, dan bahan pengawet. Ia menggunakan bahan baku bebas lemak dan putih telur. Kue brownis ini unik karena dibuat berbentuk hati, rasanya bermacam- macam seperti coklat dan green tea.

Menurut ceritanya sebelum dia sukses berbisnis Brownis Manten. Anak pertama dari pasangan Eva Lucida dan Alm. Abu Sucahman, yang sudah kerajingan wirausaha sejak muda. Semenjak ayahnya meninggal dirinya selalu berusaha. Dia berjualan aneka kue buatan sendiri ke Koperasi Sekolah.

Aneka usaha pernah dia lalui tetapi tidak menetab. Ia selalu loncat- loncat dari satu bisnis ke lainnya. Dia pernah berbisnis Cafe Bandrek tetapi bangkrut. Tutup, dia membuka bisnis clothing yang cukup berjalan lancar. Dia membuka usaha clothing modern memanfaatkan batik asli Jambi
Ia mengatakan Brownis Manten bertahan setahun. Pengusaha muda 22 tahun, yang menawarkan ini ke sosial media terutama Facebook. Dia menjual seharga Rp.25 ribu pertam kali launching. Gilanya, Patria mampu meraup omzet Rp.40 juta dalam tiga hari.

Dia memanfaatkan pemasaran lewat iklan berbayar Facebook. Mahasiswa Universitas Jambi tersebut mampu meraup ratusan juta. Saban hari, dia menjual sampai 1.500 bungkus perhari, dan berapa dia untung pastinya tidak dijelaskan.

Pengusaha muda ini lalu menjual melalui agen dan reseller. Usaha Brownis Manten sukses berkat galau cinta. Unik karena setiap agen dan reseller mempunyai nama khusus. Nama buat distributor adalah KUA, reseller dinamai penghulu, dan pembeli dijuliki manten.

Dia memiliki 500 distributor dan 3000- 4000 reseller. Istilah digunakan buat mempermudah orang buat mengenali. Kini, berkat kemasan yang makin menarik, ia mampu menjual keluar negeri seperti ke Turki, Korea, dan beberapa negara di Asia Tenggara.

"Orang- orang dengan mudah dapat saling bercerita dengan kerabatnya," jelasnya.

Kafe Pisang Bisnis Mahasiswa Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Muhammad Rofif Amrullah


pemilik gedhang ganteng
 
Ketika dirinya menjadi mahasiswa terjadi pristiwa menggelitik. Inilah yang menjadi inspirasi bisnis kafe pisang miliknya. Sang pengusaha muda sempat tergelitik melihat keripik pisang Thailand. Bisa- bisanya ya keripik pisang asing itu dijual di Indonesia sangat mahal. 

Dia melihat itu ketika tengah berkunjung di salah satu mall di Malang. Saat itu, Muhammad Rofif Amrullah masih mahasiswa, tepatanya duduk di Semester 8 Jurusan Administrasi Bisnis di Politeknik Negeri Malang (Polima).

Rofi menyimpulkan bisnis pisang ini menjanjikan. Dia melihat banyak masyarakat Indonesia suka pisang. Disisi lain, banyak pengusaha meninggalkan pisang, kala itu kita banyak menjumpai olahan kentang seperti luar negeri.
Rofi berpikir mengenai membuat aneka olahan pisang sendiri. Ide bisnis kafe pisang muncul dimana dia lebih berkreasi. "Sebenarnya bukan karena pisangnya, Mas. Tetapi petani yang tak mau menanam buah pisang ini dengan baik," jelasnya kepada pewarta Jpnn.com.

Ia juga menyadari para petani pisang telah beralih. Bukan karena susah menanam, tetapi mereka lebih susah menjual karena jarang diolah. Para pengusaha muda nanti diharapkan membuka peluang olahan pisang ini. Rofi ingin membuat aneka olahan pisang agar bervariasi dan menolong para petani.

Pengusaha Muda Pisang


Putra pasangan Alfan Zuhairi dan Nurul Hidayah kemudian melanjutkan. Dia berkata bahwa petani menjadi tidak fokus. Petani tidak mau menanam pisang dengan baik karena harga jual. Alhasil pisang yang dihasilkan tidak standar, menanam pisang harusnya dirawat baik agar berbuah berkualitas.

Dia segera mewujudkan kafe pisang menjadi nyata. Bermodal uang tabungan Rp.40 juta, ditambah uang dari orang tua, maka ia resmi membuka usaha bernama Gedhan Ganteng. Kafe yang dirintis pada 24 Februari 2015, pertama kali hanya berbekal lapak di Jalan Meyjen Panjaitan.

Usaha lapak seluas 6x3 meter sangat sederhana pertama kali buka. Tak mau sendirian, Rafi mengajak empat teman berkolaborasi. Tetapi dia yang membiayai semua bisnis kafe tersebut. Mereka menjual es krim pisang, minuman coklat pisang, permen karet pisang, nasi ayam dan lain- lain.

Nama Gedhang Ganteng sebagai wujud kritis kepada pengusaha. Ia mengaggap mereka tidak melirik buah ini. Para pengusaha meninggalkan usaha pisang sebagai bahan usaha. Alhasil harga pisang turun drastis, buahnya banyak yang dibuang, para pengusaha meninggalkan tanamannya.

Ia mengkritisi para pengusaha keripik pisang lokal. Mereka yang memilih menutup usahanya, karena kalah bersaing dengan camilan berbahan lain. Usaha keripik pisang lokal yang monoton, dan tidak berinovasi rasa.

Berjalan dua bulan, usahanya menarik perhatian pembeli, dan Rafi bisa pindah ke ruko yang disewa secara kredit. Ruko seluas 4x8 meter dengan dua tingkat. Begitu bisnis semakin membesar, Rafi lalu membeli ruko tersebut.

Pembeli kafe semakin banyak datang kebanyakan anak muda. Rafi lantas merekrut 20 orang pegawai, yang mana 15 part time dan 5 karyawan tetap. Omzet dalam sebulannya dia menyebutkan dikisaran angka 70 jutaan. Ketika bisnis ini berjalan baik, ternyata Rafi masih berkuliah dan tetap melanjutkan.

Prinsipnya semua tugas sudah dibagi- bagikan ke pegawai. Gadhang Ganteng kemudian berekspansi dengan membuka gerai baru. Rafi juga mengembangkan camilan pisang dalam kemasan. Kemudian dia membuka usaha berbasis susu, mengikuti pamor minuman olahan susu yang tengah naik daun.

Rafi telah mampu melebarkan sayap ke bisnis lain. Usaha bernama kafe Ice Ah, didirikan di Perum Griya Shanta Blok N/574. Bisnisnya itu berkonsep aneka olahan minuman susu. Cara menarget pasar anak muda dari kedua bisnisnya berhasil.

Rofi tercatat sebagai anggota berbagi komunitas pengusaha Malang, seperti Yuk Bisnis Malang. Dari komunitas inilah memberi ruang bagi Rofi membangun jaringan. Dia juga memenangkan satu ajang bergengsi Wirausaha Muda Mandiri, dan mendapatkan hadiah Rp.40 juta.

Ia sejak awal memang menarget pasar mahasiswa. Anak muda yang hobi jajan dianggap memiliki potensi. Harga jualnya juga terjangkau, satu jajanan dijual cuma Rp.5000 sampai Rp.20.000, benar- benar tidak menguras kantong..

Biografi Jusuf Kalla Bisnis Indonesia Timur

Biografi Muhammad Jusuf Kalla 


biografi jusuf kalla

Biografi Jusuf Kalla, bernama lengkap Muhammad Jusuf Kalla, pengusaha kelahiran 15 Mei 1942 di Sulawesi Selatan. Paling dikenal masyarakat sebagai Wakil Presiden dua kali. Sebagai pengusaha, ia merupakan pebisnis ulung, ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Sulawesi Selatan.

Karir politiknya termasuk menjadi ketua partai Golkar. Biografi Jusuf Kalla merupakan anak ke dua dari 17 bersaudara pasangan Haji Kalla dan  Hajjah Athirah Kalla. JK begitu panggilan akrabnya, telah lama aktif di bisnis keluarga dan menunjukan bakat luar biasa.

Dia sukses mengembangkan bisnis tekstil hingga bisnis jalanan. Kalla memiliki pandangan tersendiri tentang menjalankan bisnis. Setelah lulus kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanudin, dimana keadaan ekonomi tengah memburuk tepatnya di tahun 1967, dia ikut bergabung bisnis keluarga.

Ekonomi memburuk pada 1967, membuat ayahnya hampir menutup usaha kelaurga, NV Hadji Kalla. Jusuf Kalla lah yang berrgerak menyelamatkan bisnis keluarga. Dia bahkan rela menjauh dari semua kegiatan politik padahal tengan merintis.

Tahun 1968, JK resmi menjadi CEO NV Hadji Kalla, perusahaan bergerak dibidang bisnis ekspor impor. Dibawah kepemimpinannya, NV Hadji Kalla keluar dari zona nyaman, dan menggarap bisnis perhotelan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan, kelapa sawit, dan telekomunikasi.

Dibawah nama Kalla Group, ia mendirikan unit usaha lain yang bergerak dibergai bidang, membuat perusahaan miliknya menjadi perusahaan grup besar di Makassar. Jusuf Kalla berbisnis berdasarkan kebutuhan masyarakat dan nasional.

Sejarah Kalla Group


Kalla Group semula perusahaan keluarga milik orang tua Jusuf Kalla. Keduanya, yakni Haji Kalla dan Hajjah Athirah Kalla, memulai berbisnis tekstil di kota Watampone, Sulawesi Selatan. Usahanya berkembang lambat laun merambah bisnis transportasi.

Mereka membeli mobil truk dari luar, dan menggunakannya untuk mengangkut barang dari Bone ke Makassar. Berlanjut, mereka juga menjalankan angkutan jenis station wagon, bisnis trasportasi yang melayani trayek Makassar- Bone diberin nama Cahaya Bone.

Akhirnya, pasangan ini membangun perusahaan jadi besar, dari nol yang kemudian bernama NV (Namlozee Venonchap) Hadji Kalla Trading Company, fokus berbisnis dibidang perdagangan dan logistik. Haji Kalla memilih menyerahkan kepemimpinan NV Hadji Kalla tahun 1967.

Ia, Jusuf Kalla, kemudian menjalankan bisnis dengan sangat baik, dan membuka berbagai usaha baru. Dia mendirikan perusahaan kontraktor bernama Bumi Karsa. Di bidang transportasi lah usaha Kalla Group terlihat mencolok di kepemimpinan seorang Jusuf Kalla.

Sebut saja, ketika ia berhasil memegang hak jual (eksklusif) untuk Toyota melalui PT. Hadji Kalla. Ia yang mula- mula menjual mobil rakitan atau semi knocked down. Perusahaanya mulai mengerajakan mobil Toyota yang dirakit di kota Makassar.

Perusahaanya memiliki lisensi menjual traktor mini merek Kubota. JK memandang ini perlu untuk keperluan pertanian. Pada 1980, JK memiliki hak penjualan Daihatsu dan Nissan melalui PT. Makassar Raya Motor. Bisnis transportasi miliknya semakin moncer dengan berbagai prospek pasar.

JK kemudian menjadi deler mobil KIA dan Timor melalui PT. Kars Inti Amanah, ini seiring program mobil murah. Ketiganya merupakan foktor penting dalam usaha bisnisnya hingga menjadikannya salah satu dari pengusaha paling berpengaruh.

Di era 1990, bisnisnya merambah ke jalanan melalui PT.Bumi Sarana Utama, mengerjakan jual beli aspal curah, pengerjaan infrastruktur jalan, dan bandara. Tidak berhenti disana saja, perusahaan baru pun didirikan menjadi bagian usaha baru.

Bisnis Properti


Melalui PT. Baruga Asrinusa Development, ia ikut mengembangkan properti di Makassar. JK tidak hanya membangun pusat perkantoran, tetapi perumahan, pusat niaga, dan rumah ibadah. Bukan cuma membangun rumah mewah, ia juga fokus di pembangunan perumahan murah dengan prospek luas.

Ini dimaksudkan menciptakan sarana layak huni di wilayahnya sendiri. Ada pula usaha lain, seperti di bidang perhotelan melalui perusahaan PT. Kalla Inti Karsa. Dia ikut membangun pasar tradisional, menjalankan Hotel Sahid Makassar.

JK mulai mendirikan aneka pusat perbelanjaan moderen terbesar di Indonesia Timur, Mal Ratu Indah. Saat itu pula Jusuf Kalla lantas diangkat menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian tahun 1999, perusahaan lantas dipegang oleh Fatimah Kalla.

Saat itu pula, perusahaan terlah menggurita menjadi bisnis besar, dan bertransformasi menjadi Kalla Group. Ekspansi ini merupakan kerja keras bertahun- tahun lamanya. Semua berkat JK yakin akan memampu menghadapi krisis karena kerja merupakan bagian dari ibadah.

Sejak itu pula PT. Hadji Kalla lantas bertransformasi dan menjadi Kalla Group. Perusahaan Kalla Group memiliki berbagai anak perusahaan di aneka bisnis. Selain di bisnis, JK kembal aktif di dalam perpolitik dan sosial.

Ia berhasil menjadi ketua Palang Merah Indonesia, memberinya kesempatan memperhatikan nagara lain dan melakukan kegiatan sosial. Di bidang Politik, itu tentu mengenai jabatannya sebagai mentri hingga menjadi wakil president.

Di perpolitikan, dia termasuk kader sukses di partai Golkar, menjadi ketua Partai Golkar di 2004- 2009. Dia sangat fokal terhadap berbagai isu hangat seperti hal perjanjian damai GAM hingga mengenai kenaikan BBM dan penanggulangannya.

Kalla Group mulai eksis di bidang sosial berbentuk keorganisasian. Mereka membangun beberapa yayasan dan sekolah Islami sebagai bagian filantropi. Kini, namanya tercatat sebagai Wakil Presiden dari dua Presiden berbeda, setelah pensiun politik Jusuf Kallah ingin lebih aktif di kegiatan sosial ini.

Cake Buah Naga Prospek Bisnis Oleh- Oleh Khas Batam

Profil Pengusaha Melanny


bisnis cake buah naga
 
Cake buah naga prospek bisnis tidak disangka. Melanny sebenernya tidak sengaja menemukan oleh- oleh khas Batam. Dia berkisah semua bermula dari hobi memasak kue. Dia melihat buah naga sudah jadi komoditas besar di Kota Batam.

Melanny takjub melihat berhektar- hektar perkebunan buah naga itu. Gadis kelahiran Dumai, 5 April 1984, melihat perkebunan buah naga ketika melewati jembatan Barelang. Dia yang berwisata ke Kota Batam, lantas mampir ke perkebunan buah naga, lalu dibawanya sejumlah buah naga matang.

Dia lalu mencoba mengolah buah naga ini menjadi kue. Bukan mudah karena semua membutuhkan proses. Percobaan pertama langsung gagal, kuenya terasa getah buahnya dan rasa si buah naga malah hilang. Barulah percobaan kedua berhasil menghasilkan kue buah naga nikmat.

Pada 2011, dia berhasil membuat kue buah naga, dan mulai dibagi- bagikan orang. Iseng- iseng dia membawa kue ini ke teman- teman sekantor. Mereka menyukai kue bikinan Melannya, bahkan mau membeli kue buah naganya.

"Terus ada yang pesan, beli maksudnya. Kemudian, teman- teman bilang, buat usaha saja," Melanny bertutur kepada Kontan.co.id

Menjadi Pengusaha Kue


Waktu itu, Melanny masih bekerja di Bank Tabungan Negara (BTN), dan mulai menerima pesanan kue. Dia memperhatikan Batam tidak memiliki oleh- oleh khas. Khusus buat makanan kue, toko oleh- oleh memilih mengambil dari daerah lain, seperti Riau dengan keu bingkanya.

Suami Malanny sendiri memilik usaha toko oleh- oleh Padang. Dia menjual termasuk dodol khas Sumatra Barat, Galamai. Dia yang sadar bahwa kue ini belum dijual dimana- mana. Melanny lalu memutuskan berhenti bekerja, dan memilih fokus membuka usaha cake buah naga.

Melanny sempat berkonsultas kepada sang suami. Suaminya menanyakan kembali apakah dirinya siap. Konsekuensi bahwa Melanny harus bekerja kembali setelah pulang kerja. Mereka menemukan kata sepakat dan berdua mendirikan usaha pada 6 Juni 2011.

"Siap capek, siap berkorban, baik waktu maupun uang," kenangnya.

Jujur Melanny tak memilik uang ditangan ketika membuka usaha. Dia berbekal nekat menjual mobil yang berstatus kredit. Hasil jualan mobil tersebut tidak menghasilkan uang besar. Melannya cuma mendaptkan uang Rp.80 juta.

Ia lalu membuka toko di kawasan bisnis Nagoya. Pengeluaran Melanny, sebagian besar, adalah buat membiayai promosi. Pengusaha muda ini memasang papan reklame di beberapa titik strategis. Dia juga membuat iklan promosi lewat radio.

Melanny juga tak segan untuk berkeliling mempromosikan. Dia ngomong orang- orang mengenai kue ini. Sejak awal membuka, Melanny menamai bisnisnya Aroma Cake Buah Naga, ini sebagai bentuk promosi sekaligus doa. Dia mengatakan brand menunjukan harapan mengenai bisnis kalian.

Kue yang bergambar dirinya dan sang aneka ketika berusia 6 tahun. Cake buah naga menjadi prospek bisnis menjanjikan. Promosi besar- besaran ini ternyata membuah hasil. Baru hari pertama buka, ia langsung disambut masyarakat, yang membeli sampai rela mengantri panjang.

Antiran pembeli bahkan sampai tumpah ruah ke jalanan. Bayangkan sampai- sampai, dia dan suami harus membuka toko sampai 24 jam tanpa berhenti. Sebulan menjalankan usaha gemilang, Melanny memilih keluar dari BTN, karena tidak mungkin sang suami bekerja keras sendirian.

Diluar dugaan prospek bisnis cake buah naga begitu besar. Sampai- sampai sang suami harus berani menutup tokonya. Mereka kemudian berbagi tugas menangani pelanggan. Suaminya akan mengurusi bagian operasional, sementara dirinya bertugas mempromosikan dan branding produk.

Masalah Pengusaha


Sebelum memutuskan keluar, Melanny harus menemui kedua orang tuanya dahulu. Dia tidak mudah menyampaikan keputusan resgin kerja. Apalagi dia sempat mengabari mendapatkan promosi kerja. Ia pelan- pelan meyakinkan kedua orang tuanya.

Ide bisnis terkadang datang tiba- tiba seperti hidayah. Dia harus berlari menyambut atau akan hilang momentum. Melanny mengajarkan menjadi pengusaha butuh aksi nyata. Kemudian kamu harus bisa tawakal dan istiqomah. Dia mengatakan harus ada support, dukungan, dan saling mengisi kelemahan.

Mungkin kamu melihat bisnis tersebut langsung sukses. Padahal di tahun pertama, mereka tidak menghasilkan keuntungan, dikarenakan promosi besar- besaran dan membangun brand. Bahkan dia menjaminkan rumahnya untuk mempromosikan bisnis.

Pengeluaran paling mengejutkan ketika dia berpromosi di Damri. Ada stiker besar bertuliskan nama brand Aroma Cake Buah Naga, yang ditempel di samping bus Damri bandara. "Saya benar- benar habis- habisan, modal nekat dan yakin," jelasnya.

Strategi meyakinkan masyarakat sebagai oleh- oleh khas batam. Dan terbukti berhasil, pembeli bisa membludak bukan sehari- dua hari. Pembeli begitu banyak, dan terus menerus sampai menghasilkan 10 gerai baru.

Bulan pertama cuma memakai bahan baku belasan kilogram, naik menjadi satu ton, sampai tiga ton sebulan. Melanny sendiri menolak menyebutkan berapa keuntungan mereka.

Berkat bisnis kue buah naga dirinya menang perlombaan. Dia mendapat juara 2 Wanita Wirausaha Muda Femina 2013. Dibalik kemenangan ini, tedapat kisah sedih yang terjadi ketika dirinya akan ke Jakarta, waktu itu Melanny tengah hamil tua dan memaksakan diri untuk berangkat ke sana.

Ini dianggap menjadi kesempatan mempromosikan bisnisnya. Melanny yang hamil tua nekat pergi ke Jakarta. "Saya tetap berangkat walau hamil besar," kenangnya. Setelah perlombaan, tak berapa lama dia melahirkan, tetapi Allah berkehendak lain akan nasibnya sebagai seorang ibu.

Anak keduanya meninggal beberapa tahun selepas melahirkan. Dua bulan kemudian, meyusul sang ibu meninggal karena kangker rahim. Dua kejadian tersebut menganggu mental Melanny. Dia sempat tidak fokus mengerjakan bisnis.

Sembilan bulan kemudian, dia melahirkan anak ketiga dan kembali bangkit. Melanny tak ingin terus menerus bersedih hati. Dia bangki kembali dan melanjutkan berbisnis. Pada 2013, Melanny mampu bangkit hingga membuka 3 cabang baru, dengan total 13 cabang dan karyawan sejumlah 150 orang.

Bisnis tidak melulu menyangkut kesuksesan pribadi. Dia diminta membuka kafe di Tanjung Piayu, dan atas permintaan pelanggan. Melanny pun mengajak 100 usaha kecil lain untuk ikut masuk. Tapi ujian kembali datang, tahun kelima usahanya harus diterpa ekonomi Batam yang lesu.

Tahun 2016, kondisi ekonomi Batam lesu, dan terus berlanjut sampai beberapa tahun. Batam bahkan menduduki 3 terbawah dari 32 provinsi. Banyak toko oleh- oleh tutup, industri memilih PHK besar- besaran, dan ini sangat buruk. Ekonomi memburuk jadi tidak mungkin kan orang membeli oleh- oleh.

Otomatis bisnis mereka terkena dampak dan harus menutup 3 gerai. Jumlah karyawan menyusut, dia hanya menyisakan 100 orang karyawan. Produk buah naga menurun drastis sampai 3 ton perbulan. Ia memutuskan merubah taktik, bukan ekspansi ke dalam melainkan keluar dari Kota Batam.

Dia mencari kawasan dengan pertumbuhan ekonomi baik. Pilihan pertama dia memindahkan bisnis ke Medan. Berikutnya Melanny membuka bisnis di Tanjung Pinang, Bandung dan Bali. Walaupun itu terlihat sama toko oleh- oleh, Melanny memakai sumber daya asli daerah tersebut menjadi ciri khas.

Di Medan, dengan nama brand beda, dia membuka menggunakan bahan baku kentang. Di Bandung dia menggunakan bahan baku ubi. Persaingan semakin sengit, bahkan orang lain mencoba membuat kue buah naga ini. Melanny lalu mempekerjakan chef pastry sebagai penjaga cita rasa dan inovasi.

Tiap tahun terus berinovasi karena tertantang persaingan bisnis kue. Dia membuat kue kering naga, bilis gulung naga, bahkan pangsit buah naga. Ia membuat semua di tiga rumah produksinya yang tersebar. Usaha ini juga merangkul pegawai baru, UKM lain, dan para petani pensuplai bahan baku.

Bikin Casing HP Imam Memutuskan Jadi Pengusaha

Profil Pengusaha Imam Arie Winarta


bikin casing hp sendiri

Memutuskan jadi pengusaha membutuhkan manajemen konsekuensi. Seperti kisah Doker Imam Arie Winarta, yang bikin casing HP menjadi bisnis menjanjikan. Teknologi semakin berkembangan sejalan perangkat seluler. Boleh dibilang berbisnis perangkat seluler tidak akan ada matinya.

Apapun namanya perangkat seluler membutuhkan casing. Di era smartphone pun, banyak pengusaha berlomba berbisnis ini. Baik mereka yang memutuskan untuk mengimpor dari China. Tetapi Imam berbeda, kreatifitas membawanya membuat casing sendiri berbahan.

Kita sudah bisa membayangkan lonjakan pengguna seluler. Semenjak jaman smartphon misal, tidak hanya mereka orang tua bahkan anak- anak sudah pegang. Imam melihat potensi pasar terbuka luas dari sana. Pekerjaan sebagai Dokter pun tak mampu menghalangi Imam berkreasi.

Dokter Jadi Pengusaha


"Bagi saya, dalam membuat bisnis, terutama bagi pemula, yang dilihat bukanlah mau membuat bisnis apa, melainkan apa yang mau saya buat untuk pasar," ujarnya.

Ia mengajarkan bagi pengusaha muda dan pemula: Jangan mencari "produknya" atau mencari pasar dulu. Cobalah kamu mencari "apa pasarnya", temukan produk yang dibutuhkan pasar dan mulailah membuat modifikasi.

Tujuan modifikasi ialah menjadi nilai pembanding. "Saya mencari apa yang dibutuhkan pasar dalam bentuk yang baru dan berbeda," pikirnya. Timbulah ide bikin casing HP yang bisa dipakai berulang- ulang. Produk yang dapat diganti berulang kali tanpa takut kehilangan uang.

Dengan menggunakan bahan kertas, maka harganya bisa diturunkan. Variasi corak pun dapat bersaing dengan casing plastik. Tahun 2012 lahirlah Papcase, bisnis casing smartphone berbahan kertas, yang sempat tertunda karena Imam harus melanjutkan kuliah.

Dokter jadi pengusaha kenapa tidak boleh. Ternyata Imam tengah menjalankan pendidikan dokter ketika itu. Kuliah kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang, menuntu dia fokus. Bukan mudah baginya untuk mengerjakan bisnis baru Papcase.

Menurut artikel Tabloid Bintang, Imam dituntut untuk segera menyelesaikan pendidikan dokter. Dia menganggap kuliah merupakan tugas utama. Sehingga ketika dia tengah praktik koas, walau cuma sebentar, disisihkan waktunya untuk rapat dengan tim Papcase.

Meski baru pulang dari IGD, ia sempatkan berbicara mengenai bisnis bareng tim kerjanya. Bahkan ujian esok hari tak membendung Imam berbisnis. Ia sempatkan menghandle bazar di Jakarta, padahal esoknya ujian di kampus. Manajemen dilakukan agar menjadi dokter dan pengusaha tetap berjalan.

Kini cerita perjuangan tersebut terbayar, menjadi kenangan tak terlupakan, masa- masa perjuangan dirinya memilih antara karir atau berbisnis. Jadi pengusaha tetapi masih bekerja, mungkin Imam bisa menjadi contoh kamu.

Perjuangan Pengusaha


Imam mengeluarkan modal cuma Rp.800 ribu rupiah. Uang hasil menjual buku diktat teman- teman di kampus. Kini, berkat Popcase, ia mampu meraup omzet sampai Rp.150 juta perbulan. Awal- awal dia membuat paper case manual, dari dicetak sendiri di mesin dan dipotong sendiri sesuai ukuran.

Jerih payan Imam terbayar dengan permintaan membesar. Hasilnya Papcase mampu memproduksi 10 ribu sampai 15 ribu perbulan. Ia mengatakan kenapa masyarakat menyukai Popcase. Pembeli bisa ganti Papcase setiap waktu. Mereka bisa mendesain sendiri dan mengganti casing dengan mudah.

Berbekal uang Rp.20 juta saja, orang bisa membeli casing HP dari Popcase ini, alhasil orang akhirnya bisa gonta- ganti casing lebih murah. Imam juga menawarkan casing HP termahal Rp.200 ribu. Dia mengaku si Popcsae ini telah merambah sampai ke Thailand, Malaysia, Brunei, dan Los Angles, US.

Imam pun dianugrahi banyak penghargaan kewirausahaan. Popcase memenangkan UKM WOW dari BCA dan Wirausaha Muda Mandiri 2016. Imam sendiri masih bekerja sebagai Dokter sekaligus jadi pengusaha. Kamu mungkin berpikir semua telah berjalan baik bagi Imam tetapi tidak.

"Ketika membangun bisnis, tentu halangan dan rintangan bermunculan, bahkan cemooh dari orang sekitar ada," ucapnya.

Dia mengingatkan pengusaha muda agar bersabar. Imam pernah loh diejek teman- teman seprofesi Dokter. Mereka pernah berkata,"jadi Dokter kok jualan pelapis, kurang duit?". Ejekan itu begitu melekat dalam ingatan, tetapi Imam mengaggap semua hinaan sebagai suplemen.

Imam memilih menyisihkan uang ketimbang jalan- jalan. Ketika teman seprofesinya memilih befoya- foya selepas bekerja. Imam memilih pulang dan beristirahat. Sekarang masa- masa perjuangan itu telah terlewat. Dia mendukung siapapun yang mau berwirausaha, ingat jangan mudah menyerah!

Bisnis Pakaian Bayi dan Mainan Edukasi Verlita

Profil Pengusaha Vania Erlita  


pengusaha mainan edukasi

Ia menawarkan sendiri mainan edukasi miliknya ke toko- toko. Jadilah bisnis pakain bayi dan mainan edukatif bernama Verlita Baby Wear and Toys. Tidak mudah bagi gadis bernama Vania Erlita untuk melawan penetrasi mainan impor. Dia berbekal keyakinan serta kualitas produk yang tak kalah bagus.

Kalimat sang Dosen mendorong Verlita memulai bisnis ini. Mahasiswi Psikologi di sebuah kampus yang berbasis kewirausahaan. Benar Vania berpikir layaknya pengusaha, karena berasal dari kampus Universitas Ciputra, Surabaya. Dosen itu mengarahkan mahasiwa untuk membuka bisnis sendiri.

"Mulailah bisnis dari apa yang kita sukai dan didasari passion," ucap Dosen itu.

Passion Bisnis


Dia tau bahwa masyarakat kurang teredukasi soal kerja psikolog. Mereka mengidentikan Psikolog Anak tugasnya mengurusi kenakalan. Padahal aspek psikologi itu mencangkup mainan dan pakaian mereka juga. Ia membuka peluang untuk memulai berbisnis mainan anak.

Dorongan semakin besar berkat kecintaan akan anak- anak. Inilah yang mendorong gadis berambut sebahu ini, memulai usaha pembuatan mainan edukasi. Vania mendapatkan keluhan dari sang kakak, yang terpaksa beli mainan edukasi impor.

Mahalnya bukan main satu set mainanan edukasi dikeluhkan. Vania yang mendengar merasa miris, dan segera membuktikan sendiri. Ternyata bukan satu mainan di toko, tetapi mayoritas yang diimpor memang memilik harga selangit.

Vania kembali mencari- cari mainan edukasi sejenis. Hasilnya dia menemukan jarang toko mainan berani untuk menjual itu. Mereka menyadari produk ini terlalu mahal untuk dipajang di etalase. Maka otak Vania dipenuhi mengenai mainan edukasi impor.

Salah satu mata kuliah memberikan ide bisnis Vania nanti. Pada Semester 1, ada mata kuliah soal Pengembangan Anak, ada Bab mengenai pembuatan media pada 2014 silam. Dia membuat mainan ayam dengan telur di dalamnya. Bahan baku mainan bagus dengan harga yang sangat terjaungkau.

Pengusaha wanita asal Malang, yang segera menghubungi Dosen untuk berkonsultasi. Bukan cuma satu dosen tetapi beberapa orang memberi saran. Mereka berkata produk miliknya sudah bagus dan memiliki dasar, hanya saja para Dosen berkata mainan itu akan sulit dipasarkan.

Beberapa teman ikut meyakini Vania akan sulit memasarkan. Gadis kelahiran 25 Oktober 1996 yang pantang menyerah. Dia langsung berkeliling ke toko- toko grosir mainan di Surabaya. Responnya bagus, sehingga Vania berani memproduksi 10 buah setiap bulan.

Dia memberi nama mainan edukasi ini Verlita. Produksinya mulai dari peraga boneka sampai mainan motorik. Mainan edukasi yang memiliki output dalam perkembangan anak jelas. Vania memisalkan mainan buah- buahan dengan kancing, yang akan melatih motorik halus anak usia 1- 2 tahun.

Adapula mainan berbentuk bola untuk latiham menggenggam, mainan ayam, dan buaya yang berisi telur di dalamnya. Ini akan mengajarkan mengenai macam- macam binatang bertelur. Ada mainan kodok yang disertai kecebong, fungsinya untuk memperkenalkan metamorphosis.

Mainan Verlita dibandrol dikisaran Rp.30.000, lebih murah dibanding mainan impor. Kemudian ada beberapa orang yang tertarik untuk membeli pakaian. Vania yang melihat ada pasarnya, memutuskan memproduksi brand fashion sendiri, hingga terlahirlah brand lengkap Verlita Baby Wear dan Toys.

Ia menyadari berbisnis tidak monoton. Pengusaha muda harus mampu memenuh kebutuhan pasar. Ia menyadari pasar membutuhkan bisnis pakaian bayi. Verlita meluncurkan produk pakaian bayi khusus, yang dijual Rp.50.000 persatuan dan Rp.100.000 perpaket.

Usaha Songket Intan Sari Berhasil Dirikan 3 Gerai

Profil Pengusaha Intan Sari


bisnis songket
Tantangan Intan Sari, pemilik usaha songket, adalah merubah persepsi penggunaan kain ini. Songket sendiri dikenal sebagai kain tradisional dengan kerumitan tinggi. Proses pembuatannya lama, alhasil kain tak banyak dilirik pengusaha muda, dan justru ini menjadi kesempatan Intan untuk mencoba.

Dia yakin mampu membawa kain songket ke ajang internasional. Gadis kelahiran Palembang, yang tengah menciptakan citra baru kain tradisional. Intan mengaku awal mengerjakan bisnis ini, merasa tak percaya diri akan bisa sukses.

Berkat mengikuti ajang Wirausaha Muda Mandiri, pola pikirnya berubah dan merasa keberhasilan di depan mata. Bank Mandiri tak hanya memberi hadiah tetapi pelatihan juga kewirausahaan. Intan yang semula tak percaya diri, kini telah membuka gerai ketiganya di Palembang.

Intan menyadari pamor songket tengah naik daun. Dibutuhkan inovasi dalam bisnis songket miliknya nanti. Ia pun sengaja memilih mengerjakan motif limar, yang selama ini jarang ditekuni pelaku usaha songket. Pertaruhan ini membuahkan hasil dengan ketertarikan masyarakat membeli.

Salah satu produk unggulannya kain songket denga lebar 110 meter. Dia akan menjahit itu menjadi busana modern. Intan memadukan songket dengan atasan polos. Tujuannya agar songket tak selalu identik dengan acara formal, dan cocok buat digunakan aktivitas sehari- hari.

Dia menjual produknya dari Rp.350 ribu sampai jutaan rupiah. Intan pun mempekerjakan tak kurang 50 orang karyawan. Terinspirasi pengusaha batik yang berkreasi dengan aneka model dress. Dia tak ingin monoton menjadikan songket jadi gaun formal.

Intan menjelma menjadi desainer berkonsep songket fashionable. Berkat itu, kain songket Intan tak hanya dipakai orang tua. Gayanya yang anak muda banget mampu menggaet remaja. Usaha songket miliknya juga cocok buat dipakai anak- anak.

Startup Bisnis Photo Booth ala Kotak Narsis

Profil Pengusaha Ahyar Muawal


photo booth kotak narsis
 
Pengusaha Indonesia terbukti tak kalah reatif mengembangkan aplikasi. Inilah startup bisnis photo booth yang berkonsep IOT. Aplikasi yang membuat semarak sebuah acara atau event nanti. Namanya Ahyar Muawal, pembuat sekaligus  CEO dari perusahan startup bernama WASDALAB.

WASDALAB adalah studio penghasil aneka aplikasi canggih. Mereka mengusung aplikasi yang interaktif berasal dari Makassar. Ahyar membuat aplikasi bernama Kota Narsis berbasis IOT. Buat kamu yang tidak tau, IOT kepanjangan dari Internet of Things, memberikan tampilan foto menarik.

Orang terkadang tak puas dengan photo booth di acara atau event. Nah, si Kotak Narsis ini tercipta untuk mengatasi permasalah tersebut. Kamu bisa membuat latar photo booth beraneka macam, dan didukung proses editing, pengaturan cahaya, dan tombol berbagi.

Kota Narsis juga memberikan ruang menulis kutipan pada foto. Pokoknya Kotak Narsis ini diklaim lengkap, sekaligus menjadi yang pertama di Indonesia. Aplikasi anak bangsa yang sudah memilik banyak template untuk acara wisuda, ulang tahun, pernikahan, atau yang lainnya.

Perjalanan Bisnis


Startup bisnis photo booth ala Kotak Narsis butuh perjalanan. Ahyar bercerita dia bersama teman- teman butuh waktu. Dari diskusi mengenai konsep hingga perencanaan aplikasi. Mereka lalu mulai mengeksekusi dimulai sejak 2013 silam.

Kotak Narsis membutuhkan waktu penyempurnaan sampai tahun 2016. Ahyar menceritakan butuh ketekunan ekstra. Mereka sama- sama mengharapkan sesuatu kelak di masa depan. Tahun 2013, hasil berupa prototipe, yang sentuhan teknologinya masih kurang.

"Kotak Narsis yang kami kembangkan ini adalah yang pertama di Makassar. Bahkan saya berani mengklaimnya sebagai photo booth berbasis IOT pertama di Indonesia," ucapnya bangga.

Pengusaha muda kelahiran Makassar, yang bekerja sebagai tenaga pengajar untuk STIMK Kharisma Makassar. Awal tahun 2013, fokus aplikasi adalah sistem otomatis mengirim foto ke sosmed. Dia mengatakan bisa mengrim juga via email, selain langsung upload ke sosmed.

Di Makassar, mereka menjadi yang pertama memasarkan photo booth digital, sisanya memilik bisnis photo booth manual. Dimana orang bisa ambil foto dan langsung cetak di tempat. Buat yang mau ambil soft copy akan lama prosesnya, seperti harus burning ke CD atau copy lewat flask disk.

Selama empat tahun mereka membuat prototipe sampai pemasaran. Sembari berjalan mereka terus mengembangkan aplikasi Kotak Narsis. Tahun 2017, berkat ketekunan untuk memperkenalkan, nama mereka tercatat sebagai pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2017.

Teknologi terbarunya meliputi banyak frame dalam sekali foto. Kemudian sistem pengambilan foto melalui arahan suara. Ini akan membuat aplikasi tak perlu disentuh. Kotak Narsis juga memiliki sistem pendeteksi senyuman untuk memfoto.

Aplikasi ini murah dan mudah digunakan orang lain. Kotak Narsis langsung terhubung internet bila digunakan. Buat kamu yang belum terlanjut menikah cobalah Kotak Narsis. Kalo kamu yang sudah terlanjut mengeluarkan biaya mahal buat photo booth, bisa gunakan ini untuk keperluan lain.

Selengkapnya: baizulzaman.wordpress.com

Pengusaha Fintech Jodhi Prasunu Luncurkan Akun Biz

Profil Pengusaha Jodi Prasunu Palgunadi


aplikasi keuangan akun.biz

Pengusaha fintech Jodi Prasunu Palgunadi, sukses berkat aplikasi bernama Akun.Biz yang menang ajang Wirausaha Muda Mandiri. Aplikasi yang menekan biaya oprasional, pembukuan kas, dan juga manajer keuangan. Akun.Biz menawarkan aplikasi arus khas baik untuk usaha maupun organisasi.

Startup yang bekantor di Surakarta, Jawa Tengah, yang merangkum semua soal keuangan dalam satu aplikasi. Tampilan dipermudah memastikan tak cuma digunakan pengusaha. Baik penggunaan pribadi maupun organisasi dipersilahkan.

Berikut tiga fitur dimiliki Akun.Biz:

1. Multi Cash Book : Mentransfer satu buku kas ke buku kas lainnya, termasuk menyimpan data dari pengeluaran dan pemasukan sekaligus dalam kotak uang.
2. Multi Tool : Pengguna bisa membuat invoice online dan mengirimnya, adapula catatan online.
3. Multi Users : Dapat digunakan pengguna lain tanpa mengetahui saldo kamu.

Aplikasi keuangan yang mencatat pemasukan, pengeluaran, utang dan piutang. Berkonsep easy to use membuatnya nyaman digunakan. Kamu sebagai pribadi pun dipastikan mudah menggunakan aplikasi Akun.Biz ini.

Cara penggunaan kamu cukup membuka situs Akun.Biz lewat browser. Atau, kamu bisa mengunduh via Play Store. Pendaftaran gratis dan mudah langsung bisa digunakan. Langsung kamu disuguhi satu buku kas dan melakukan pencatatan.

Akun.Biz memiliki server online terpisah untuk penyimpanan. Jadi bila laptop atau smartphone kamu hilang, maka cukup mengunduh dari server online perusahaan. Penyimpanan data aman dan efisien bagi organisasi, komunitas, dan UKM.

Aplikasi Kasir AIPOS Wirausaha Muda Mandiri 2016

Profil Pengusaha Sunaryono


aplikasi kasir aipos

Siapa tidak mengenal nama aplikasi kasir AIPOS. Berkat Wirausaha Muda Mandiri, baik aplikasinya dan sang pencipta semakin dikenal luas oleh masyarakat, terutama pengusaha para UMKM. Berikut profil Sunaryono, sosok pencipta AIPOS yang tumbuh dari ajang bergengsi tersebut.

Sunaryono atau lebih dikenal bernama Aryo sebagai panggilan. Pemuda asli Wonosobo, Jawa Tumur, kelahiran 13 Juni merupakan bungsu dari empat bersaudara. Dia terlahir dari keluarga sederhana jadi tidak banyak gaya. Ia tumbuh menjadi sosok yang cerdas, mandiri, menyukai pendidikan dan kreatif.

Ayahnya telah meninggal sejak dikandungan 3 bulan. Inilah motivasi dirinya begitu bekerja keras, yakni untuk membahagiakan ibunya. Dia memiliki gelar S1 Teknik Informatika di Universitas Sains Al Quran (UNSIQ), dan mendapatkan gelar S2 Teknik Informatika Dian Nuswantoro (UDINUS).

Dia melanjutkan studi S3 untuk jurusan yang sama. Jadi pantaslah ia mendapatk aneka penghargaan di bidang IT. Saat ini, Aryo tengah memperdalam artificial intelligence, dan pengembangan robotik di Indonesia.

Pengusaha di Bidang IT


Ketertarikan akan dunia komputer bermula sejak SD. Aryo kecil mengenang pernah ikut pameran komputer. Di sana, Aryo melihat permainan baru, namanya Prince of Persia cikal bakal game 3D. Ia juga mengenal game Mortal Kombat, aplikasi Primbon, dan lain- lain yang ngetren di tahun 90' an.

Masuk SMA dia semakin mengenal kinerja komputer PC. Hingga ia memutuskan ingin masuk ke jurusan komputer. Aryo melanjutkan D1 Jurusan Teknik Informatika di LKP Abdi Negara Soedirman. Sembari kuliah, dia bekerja menjadi agen ditribusi rumah tangga seperti panci atau oven.

Dia bekerja untuk membantu teman yang memiliki keterbatasan fisik. Aryo memperkuat mental dan komunikasi. Begitu perkuliahan berjalan, Aryo kemudian bergabung UKM Koperasi, dan bertambah wawasan. Niat Aryo berkuliah sempat luntur, karena melihat teman- temanya sukses bekerja di luar.

Aryo melihat teman- temannya yang alumni sudah bekerja. Mereka mempunyai penghasilan sendiri dan tidak menyusahkan orang tua. Ia ingin tidak membebani ibunya karena berkuliah. Perlu dicari solusi nyata, mangkanya Aryo mulai giat membangun usaha sendiri di tahun kedua perkuliahan.

Sembari berbisnis Aryo melanjutkan kulaih sampai jenjang tertinggi. Dia bahkan mendaptkan nilai cumlaud 3,38 dari S2 Teknik Informatika, Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS). Bisnis pertama Aryo tak jauh dari bidang IT, tetapi pertama kali dia membuka usaha foto copy brosur.

Dia lalu membuka usaha teknisi komputer dan kursus office. Ini dilakukan sendiri berkeliling dari pintu ke pintu. Tanpa malu dia menawarkan diri mengajarkan Microsoft Office. Usaha berjalan baik sampai mampu membiayai kuliah.

Sampai sang ibu menawarkan pinjaman untuk membeli komputer. Ibunya memberi uang pinjaman Rp.5 juta sebagai modal. Dibelikannya dua komputer Pentium 3, satu unit printer, 1 motor bekas dan 1 unit handycam. Ini kemudian menjadi modal awal bisnis IT bernama Media Utama Computer.

Aryo pulang lantas membuka usaha bermodal garasi rumah. Ia membakai garasi rumah milik kakak sepupunya. Media Utama Komputer menawarkan layanan pengetikan, rental, dan video shooting. Di awal 2009, sang kakak kandung memberikan sedikit uang modal untuk menyewa ruko.

Menemukan Aplikasi Kasir AIPOS


Ternyata rencana tidak sesuai harapan, karena bermunculan usaha komputer sejenis yang mengekori. Ia kehilangan pendapatan apalagi pesaing bermodal besar. Tampilan mereka pun lebih menawan dan memikat para pelanggan. Aryo makin kehilangan banyak pendapatan dan kehabisan modal.

Rental komputer berkembang menjadi warnet- warnet. Internet memasuki kota kelahirannya, dan tiap warnet memiliki unit komputer lengkap. Ruangannya nyaman dan menawarkan internet berkecepatan tinggi. Ditambah toko komputer yang bermunculan membawa produk komputer dari luar masuk.

Harga komputer yang semakin terjangkau merusak pasar pengetikan. Aryo kehilangan pelanggan tapi tidak komunitas. Dia menggagas komunitas IT Wonosobo bernama Dieng Cyber. Komunitas ini ditunjuk menjadi fasilitator dan pendamping UPTD SKB Wonosobo pada tahun 2010.

Dari komunitas Dieng Cyber maka lahirlah usaha bernama CV. Dieng Cyber. Mereka diberi amanah pengelolaan data dari Pemerintah Daerah Wonosobo. Di tahun 2012- 2014, mereka menciptakan aplikasi buat kepegawaian Kabupaten Wonosobo, dan aplikasi kepegawaian Kepolisian Wonosobo.

Tahun 2015, lahirlah aplikasi database PSM (Penggerak Swadaya Masyarakat) Kementrian Desa. Di tahun 2016, Dieng Cyber tertarik mengembangkan Big Data dan IoT, yang menyangkut analisa data retail. Aryo mengatakan ini akan memberikan UKM kemampuan analisa data dan promosi maksimal.

Tahun 2017, barulah mereka menghasilkan aplikasi bernama AIPOS, dan mendapatkan penghargaan Juara 2 Wirausaha Muda Mandiri 2016. Berkat inilah aplikasi AIPOS menjadi dikenal masyarakat dan laris. Berkat ini pula Aryo bisa membadalkan Haji ayah, menghajikan ibu, beli mobil dan rumah.

Selengkapnya: www.sunaryono.my.id

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba