Dulu Dibully Sekarang Sudah Kaya Dicari- Cari

Profil Pengusaha Ollie Forsyth 


 
Sering dibully tapi sekarang pengusaha muda. Inilah kisah Ollie Forsyth. Bahkan Ollie sempat mau bunuh diri. Dia menderita disleksi. Susahnya belajar di sekolah biasa membuatnya tangguh. Kelahiran Pury End, dekat Towcester, Northamptonshire, pernah belajar di sekolah kebutuhan khusus.

Ia mendeskripsikan sekolah kebutuhan khusus hebat. Dimana dia benar disuport oleh guru. Namun ketika ia masuk ke sekolah biasa. "Saya memiliki tiga tahun terburuk hidup saya, dibully setiap kali dan termasuk bullying cyber," kenangnya.

Dia waktu itu pindah ke Dorset. Disanalah dia bersumpah akan merubah nasib diumur 20 tahun. Salah satu pemberi doronganya adalah, siapa lagi, kalau bukan miliarder disleksia Richard Branson. Secara pribadi Richard memberi dorongan kuat. Baginya entrepreneurship sudah merupakan jalan hidupnya.

Meski tidak pernah bertemu pribadi. Ollie pernah melihat program televisi pernah dia bintangi. "Branson sangat memberi inspirasi," Ollie menjelaskan. Perasaan tersebut tertanam, dimana dia bertekat memberi "balas dendam" kepada mereka.

Balas dendam pengusaha


Ketika lulusa sekolah menengah, yah akhirnya masa dibully sudah selesai, Ollie dengan penuh semangat menjalani hidup sebagai entrepreneur. Teman tukang bully sudah melanjutkan hidupnya. Sementara Ollie berjuang keras membuktikan bahwa mereka salah.

Tidak mudah, butuh banyak belajar mengendalikan kekurangan -menjadi kelebihan. Belajar dari Richard Branson menjadi satu- satunya jalan. Akhirnya dia meluncurkan bisnis pertamanya di umur 13 tahun. Ia lebih muda setahun dibanding ketika Richard Branson mulai.

Ollie tidak pernah membagi kisahnya. Dia memilih diam dibully. Sampai keinginan menjadi entrepreneur mendorongnya bicara. Dan seorang konselor di sekolah berkata: "Kamu harus membiarkannya begitu saja dan kamu akan menjadi miliarder kelak."

Ini semangat lain, ketika selesai sekolah dia semakin bersemangat berwirausaha. Beruntung dia bukanlah sosok penggerutu tanpa tindakan. Meski sempat mau bunuh diri. Dia sempat mencari jawaban atas ketidak beruntungannya. Jalannya ketika dia menemukan Richard Branson -sesama penderita disleksi akut.

Entrepreneurship mendorongnya ingin hidup. Ketika dia ingin mengakhiri hidupnya. Dia menemukan satu cara menjadi berarti buat orang lain. Dia bersumpah bahwa dia akan menjadi jutawan. Dan suatu saat para tukang bully akan datang menjadi pegawainya dan terbukti empat orang temanya minta pekerjaan.

Awal dia mulai dengan bisnis sangat sederhana. Dia jualan teh dan kopi. Ia menjualnya 20 sen per- cupnya dan 20 sen lagi buat nambah. Ollie dibantu orang tuanya, mereka meracikan kopi buat Ollie. Dia juga mulai berbisnis sederhana seperti memotongkan rumput, membawa jalan- jalan anjing, buat 20 sen lagi.

Kewirausahaan disleksia


Bisnis besarnya yakni Ollie's Shop. Yang mana toko online buat aneka hadiah, termasuk aneka perhiasan -kalung, gelang, dan cinci- , kemudian hiasan dinding, sabuk kulit, dan juga dompet. Dia menyebutnya satu hadiah terbaik buat remaja dan orang tuanya.

Dengan bantuan orang tua dan teman setia, dia mulai berbisnis lebih serius. Dimana dia menyetok dari China buat dijual kembali. Berhasil, dia menghasilkan uang, dimana dia mengaku menghasilkan untung sampai 2.500 pounds, selama enam bulan berjalan dari awal sampai sekarang terus menghasilkan uang.

Dalam enam bulan dia sudah menghasilkan. Semangatnya semakin berapi, percaya bahwa ini merupakan jalannya, "Saya sedang beruntung." Dia tidak pernah kehilangan uang atau merugi uang. Tetapi perjalanan bully tidak berhenti ketika dia masuk ke sekolah Bruern Abbey, sekolah asrama di Oxfordshire.

Dia menduga kali ini soal kecemburuan atas passionnya. Mereka cemburu melihat Ollie bersemangat buat berwirausaha. Disisi lain mereka menyerang satu- satunya kelemahan: Pendidikan! Yah mereka menghina cara dia belajar. Bagaimana kemampuan Ollie beradaptasi dengan pelajaran di sekolah biasa.

"Saya tidak pernah tau apa mereka inginkan dari saya," ujar Ollie. Dia merasa anak cowok tidak pernah bisa cocok dengannya. Memalukan sih sebagai anak cowok Ollie dibegitukan. Dia cuma bisa mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perbedaan termasuk cara belajar, tidak cuma penderita disleksia.

Ia juga menyarankan bagi korban bullying. Tetaplah kamu terus maju jangan melihat ke belakang. Alirkan rasa marah mu ke mimpi dan membantu orang lain, membantu mereka yang juga merasakan apa yang dia rasakan.

Dia menjadi volunter diberbagai badan amal, dari Anglia's Children's Hospice, Army Benevolent Fund's The Soldier's Charity, dan menjadi ambasador Winners Win, dimana merupakan badan amal online buat mereka pengusaha bersosial. Dia juga menggunakan uangnya sendiri, membantu pengusaha muda lainnya.

Bisnis tidak pernah mati


Dia menyarankan setiap anak buat berwirausaha. Baginya jalan entrepreneurship merupakan cara menjadi dewasa, mengambangkan mimpi, dan harapan bagi setiap orang -bagaimana pun keadaanya. Baginya adanya mentor merupakan hal penting. Ollie mengawali dengan mencari orang sukses di lokal kalian.

Atau, kamu bisa mencari anake cerita sukses, atau melihatnya lewat video YouTube. Diumur 16 tahunan, ia mendirikan perusahaan bernama Charmou, dimana fokusnya buat bisnis ecommerce fasion. Dia memiliki 23 brand aparel, 250 produk, dimana fokusnya adalah seluruh dunia.

Mimpinya Charmou mampu menarik 365 brand baru. Untuk pendidikan selanjutnya adalah entrepreneur lagi. Dia mau masuk sekolah Peter Jones Enterprise Academy, yakni sekolah bisnis yang didirikan oleh Peter Jones, seorang serial entrepreneur dan salah satunya panelis acara wirausaha Dragon's Den.

Dia ingin menjadi miliarder sebelum 20 tahun. Atau diumur ke 20 -an, dan dia akan sangat bahagia jika ia mencapainya. Uang bukanlah masalah. Baginya dia menikmati menjadi pengusaha. Dia lebih memilih cara menjadi pegawai sekaligus bos diri sendiri.

Dia juga memiliki agensi digital bernama UNBXD. Dimana dia bekerja sama dengan kawan sekolah, yang mana memiliki lebih dari 40 klien, termasuk selebriti, juga berminat pada bisnisnya. Hari ini, diumur yang baru 17 tahun, dia sudah memiliki delapan perusahaan mengglobal loh.

Ollie belum bisa membaca. Sampai umurnya 15 tahun dia tidak bisa membaca. Dimana umurnya 16 tahun tidak punya kualifikasi melanjutkan pendidikan. Tetapi jalur pendidikan tidak menghalangi ambisinya. Ia ingin menjadi miliarder sebelum umur 20 tahun. "Saya menggunakan imajinasi membangun bisnis dari nol"

Percaya diri, dia menghubungi 10 suplier berbeda seluruh dunia, dan bekerja sama membangun bisnis yang berbasis persaudaraan. Ia mampu mengajak mereka memberi 10 sample gratis. Lalu dia memiliki 100 sample menjualnya semua. Semuanya terjual menghasilkan banyak uang!

Tidak berhenti disana karena dia menemukan UniBell sebuah aplikasi. Disana anak kuliahan bisa menjual dan membeli di universitas. Dia menyebutnya eBay nya sendiri. Memang sudah pernah ada, tetapi Ollie pengen lebih besar menyebar ke penjuru universitas seluruh Inggris dan menyebar sangat cepat.

Dia juga pengen membuat proyek pipa minyak, termasuk inkubator dan sekolah entrepreneur di India. Ia ingin membantu mereka yang merasakan kata "gagal". Tidak ada orang gagal dikehidupan kita. Dia ingin rasa salah buat mereka. Menyuport mereka banyak orang menjadi entrepreneur seperti dirinya kini.

"Kata itu, kegagalan, selalu datang ke saya sehari-hari -nyatanya saya salah satunya di sekolah. Tetapi, saya akan bertanya, kualifikasi yang paling penting dalam hidup kita aoa? Tidak ada, apa yang benar-benar penting adalah hal yang suka lakukan. Saya selalu tahu saya ingin menjadi pengusaha tapi ditindas tentu mendorong dan memotivasi saya bahkan lebih."

Hal tersulit baginya ialah bagaimana mengeluarkan nama itu. Kegagalan, dimana orang melihat kamu hanya siswa sekolah, namun ketika kamu mampu menciptakan koneksi baik; semuanya akan berubah. Tidak cuma berbisnis, dia juga aktif menjadi pembicara di Universitas membantu orang menjadi pengusaha.

Berawal Kamera Omnya Gadis 16 Tahun ini Berwirausaha

Profil Pengusaha Sangat Muda Bella Mutia 



Berawal dari kamera punya omnya. Gadis belia 16 tahun ini sekarang pengusaha. Inilah kisah Bella Mutia yang diangkat oleh Studentpreneur.co. Berawal kamera Canon EOS 1100D, Mutia ingin memiliki kamera sendiri. Dia kemudian dihadiahi kamera tersebut dan mulai memfoto.

Tetapi Mutia tidak mau hanya gratisan loh. Gadis berjilbab ini memilih buat mencicilnya. Mengupayakan membelinya bukan dikasih. Harganya Rp.3 juta dicicil Mutia senilai Rp.300 ribu per- bulan dan baru lunas setelah sepuluh bulan. Dari proses mencicil inilah ide bisnis muncul dibenak Mutia.

Sementara belum lunas cicilan. Ternyata Mutia belum sering menggunaknya. Kan sayang, jadi ia sewakan  sajakepada teman- temanya. Lumayan uang mencicil kamera bisa kembali karena disewa teman- teman. Uang sewa tersebut menjadi tambahan buat mempercepat pelunasan kameran omnya.

Bisnis sederhana


Lama kelamaan, ia menyadari satu hal: Kemampuannya memfoto tidak jago- jago amat. Mending kalau tidak terpakai kan disewakan saja. Daripada buat memfoto tidak bermanfaat. Akhirnya si Mutia kembali menawarkan kamera miliknya ke teman. Penyewanya mulai dari mereka yang serius ingin tau tentang fotografi.

Hingga mereka yang ingin sekedar mengabadikan moment spesial. Adapula penyewan yang sekedar mau narsis- narsis pake kameran profesional. Alhamdulillah, hasilnya mengejutkan, dari satu kamera sudah menjadi tiga buah. Uang sewa dipatok Rp.50 ribu buat enam jam pemakaian, murah kan?

Pikirkan saja, kan tidak semua orang mau narsis setiap hari. Beberapa orang cuma butuh kamera untuk momen spesialnya dan sudah selesai. Tidak disangka awal iseng membuahkan bisnis. Bahkan dia sudah bisa membantu ekonomi keluarga.

Apakah ada masalah? Yah, ia berkisah pernah tiga dari empat kameranya dibawa kabur. Mereka hanyalah pelajar beruntung gampang dikenali. Kalau tidak yah Mutia bisa rugi Rp.9 juta. Karena mereka pelajar, akhirnya Mutia tidak memperpanjang ya terpenting kameranya kembali.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran besar. Kebodohan tersebut diganti dengan memperketat syaratnya menyewa. Ia tidak akan menyewakan jika tidak ada identitas. Harus menyerahkan KTP atau Kartu Pelajar asli. Kedisplinan keuangan juga diterapkan Mutia, yakni lewat kuitansi sewa, jadi tidaka ada masalah lagi.

Dia mulai bangkit kembali. Lewat uang sewa segitu, ia mengaku mampu mengantungi omzet Rp.7 juta sampai Rp.6 juta per- bulan. Berkat kedisplinan keuangan bisnisnya terus berkembang. Kedepan dia mau punya lebih banyak kamera baru. Uang segitu digunakan buat apa Mutia?

Dia bilang buat bayar uang sekolah. Juga membiayai sekolah kedua adiknya. Juga sudah bisa mencicil mobil loh. Yah buat mempermudah transportasi keluarga lah. Kedepan memperbanyak properti kamera, bahkan kalau bisa mau membuka studio foto. Dan akhirnya nanti menaikan haji kedua orang tua akhirnya.

Semangat Mutia!

Pemilik Mie Sabuke Muda Pengusaha

Profil Pengusaha Fraga Tanansyah 




Usianya baru 24 tahun tetapi sudah berbisnis sendiri. Fraga Tanansyah, terlahir dari keluarga pecinta mie, maka tidak salah kalau dia berbisnis mie. Untuk usahanya patut diacungi jempol. Karena tidak mudah, apalagi buat konsisten menggeluti bisnis yang sama selama empat tahun.

Ia merasakan betul rasanya salah. Kesalahan strategi bisnis membuatnya jatuh. Namun, pengusaha muda satu ini memiliki passion tinggi akan mie ayam. Hingga menciptakan produk Mie Ayam Sabuke. Ceritanya dimulai sejak 2012 silam.

Bisnis di kampus


Ia barulah menyelesaikan pendidikan teknik telekomunikasi. Menjadi lulusan sebuah universitas negeri, ia tak lantas memilih bekerja, karena apa hasratnya adalah menjadi pengusaha. Ya sejak kuliah dia ingin jadi pengusaha muda sukses.

Demi mewujudkan hal tersebut dia langsung tancap gas. Tidak mau melamar pekerjaan menjadi pegawai. Ia kemudian membuka bisnis mie ayam sangat sederhana.

"Saya emang ingin menjadi pengusaha ketimbang pegawai," seperti yang dilansir oleh Detik.com. Maka dimulailah perjalanan bisnis pemuda tampan satu ini.

Rasanya asik, begitu dia mengomentari kenapa bewirausaha. Ide bisnis gampang tinggal mencari apa yang kita suka. Gampangnya dia melihat keluarganya hobi makan mie ayam. Kenapa enggak berjualan mie ayam saja?

Dia kemudian asik bercerita. Lewat internet dia mencari cara membuat mie ayam. Yah, kan namanya suka mie ayam, bukan pembuat mie ayam jadi dia tidak tau. Meskipun bisa masak tidak mudah bikin mie ayam. Karena niat bisnis sangatlah kuat. Fraga kemudian meracik aneka bahan menjadi mie ayam.

Butuh waktu sampai ia menemukan racikan tepat. Bagaimana membuat mie ayam yang berbeda. Rasanya harus berbeda daripada yang lain. Fraga bekerja sangat keras. Resepnya diolah sampai empat bulanan. Ia akhirnya percaya diri, dan menamainya Mie Ayam Sabuke. 

"Sampai sakit perut. Coba lagi terus cari informasi," paparnya.

Sudah jalan setahun tetapi tidak sesuai harapan. Kendala silih berganti menghampiri. Penjualan malah jadi turun drastis. Impian omzet puluhan juta ternyata berhenti. Pembukuan Fraga tidak lagi dipenuhi angka nol banyak.

Ia kemudian menjajaki aneka pameran, fetival, bazar dan lainnya. Untuk tambahan dia menjajakan lewat sosial media dan website. Hasil dari semua itu tidaklah banyak. Fraga mampu mengantungi Rp.2 juta- Rp3 juta per- hari. Kegiatan tersebut cuma dilakukan Fraga selama semingguan.

Agar menarik minat pembeli kembali. Ia menyiasati lewat produk baru. Fraga menciptakan produk yang bernama Kentang Mustofa. Produk ini dapat dijual terpisah di outlet- outlet. Tetapi juga bisa dijadikan makanan pendamping mie miliknya. Dengan bantuan produk baru, lumayanlah menambah omzet per- hari.

Meski untungnya tipis, Fraga tetap optimis melanjutkan usaha. Untuk penghasilan rutin sudah didukung dari Kentang Mustofa. Sisanya bagaimana menarik lebih banyak pelanggan. Ia mengungkapkan ide buat membuat kendaraan khusus menjajakan Mie Ayam Sabuke. Agar lebih efektif dan efisien dalam penjualan.

Kemudian dia merencanakan mencakup wilayah Jakarta dan sekitarnya. Menjalani kehidupan menjadi pengusaha ternyata tidak mudah. Pelajaran diambil menurutnya: Ambilah referensi matang sebelum kamu memulai berwirausaha. Harus- harus matang sebelum mengambil keputusan membuka usaha sendiri.

Ia mencontohkan dengarkan dulu orang. Lakukan analisis matang mengenai pasar. Lakukan lah analisa seakurat mungkin sebelum membuka usaha. Kini, usaha yang dijalankan bermodal Rp.5 juta, dan sedikit bantuan dari orang tua sudah berjalan baik. Fraga tengah merintis satu gerai sewa di kawasan Bekasi.

Berawal dari mie ayam berbahan bumbu orginal. Makin lama, makin banyak rasanya, seperti mie ayam rasa bayam, wortel, coklat, kopi, strawberi, sampai buah naga. Dia ingin membuat mie ayam berbeda. Dan tanpa bahan pengawet tentunya. Rasanya tuh enak tetapi berbahan sehat tidak merugikan orang lain.

Semua rasanya organik loh. Omzet dihasilkan Fraga sudah mencapai Rp.30 juta- Rp.40 juta. Dimana dia masih berambisi menstabilkan dan memperluas bisnisnya. Berawal dari satu pusat perbelanjaan di wilayah Cijantung, Jakarta Timur. Berpindah- pindah dan menetap untuk membuktikan tekat pengusaha mudanya.

Ahlinya Teh Asli Indonesia Berawal dari Passion

Profil Pengusaha Ratna Somantri 



Pekerjaanya tidak banyak dikenal orang. Tetapi dari sanalah keberuntungan menghinggapi Ratna Somantri. Bahkan nih dia rela melepaskan pekerjaanya. Jenusnya menjadi pegawai sudah dirasakan Ratna. Sampai ia menemukan kegiatan baru dibidang kuliner.

Dilanda kejenuhan rutinitas kerja. Ia yang tinggal di Australia, lantas menyempatkan diri mengikuti kelas pastry di Le Cordon Bleu. Diperjalanan dia mampi ke satu kafe, Tea Center, menyadikan minuma teh ke pelanggan. Bayangkan dalam satu tempat ada 500 macam teh disajikan, dan tidak ada di Indonesia.

Keinginan memasuki bisnis teh muncul. Cerita bisnis Ratna memang panjang. Tetapi merunut ke belakang dia sudah mengenal teh sejak kecil. Sang mama dikenal jagonya meracik teh sendiri. Dia ingat betul rasa khas teh asal Cirbon, Jawa Barat.

Tidak mudah berbisnis


Perempuan kelahiran Cirebon 3 November 1978. Kemudian pulang kampung ke Indonesia. Berbekal rasa ingin tau, ditambah niat menjadi wirausaha: Ratna mengajak seorang teman berbisnis. Untuk membekali diri, Ratna sempat kursus tentang teh di Purple Cane, Kuala Lumpur. Keduanya sepakat membuka kafe teh sendiri.

Nyatanya tidak mudah seperti benaknya. Bisnis mereka tidak bertahan lama. Ujungnya dia menjual saham miliknya. Ia ingin lebih memfokusi tentang teh lebih dalam. "Sahamnya kemudian saya jual, tapi kecintaan saya akan semakin haris semakin bertambah."

Ia sengaja berlibur ke negara- negara penghasil teh. Mulailah dia mempelajari budaya teh mereka. Contoh negera itu ya China, Jepang, Korea, sekalian menikmati aneka teh dan belajar. Ratna lantas mendirikan komunitas pecinta teh. Dia juga meluncurkan beberapa buku tentang khasiat teh.

Dia menulis buku Kisah dan Khasiat Teh. Ratna juga menjabat Ketua Dewan Teh hingga periode sekarang. Ratna memang lebih cocok menjadi spesialis teh. Pilihan profesi yang jarang didengar orang kita. Oh ya, buku tersebut dipublis oleh PT. Gramedia Pustaka, bukunya setebal 115 halaman jadilah sangat lengkap.

Kesukaan akan teh membayanya ke banyak negara. Dia disandingkan master- master teh, baik dari China, Hong Kong dan Kuala Lumpur. Baginya minum teh merupakan kegiatan menyenangkan. Bayangkan kita mencium aroma daun teh, yang merekah diatas air panas dalam cangkir, "...rasanya kepenatan hilang."

Baginya ritual minum teh sangat penting. Semakin gemas ketika ia melihat bagaimana orang minum teh di Indonesia. Padahal teh Indonesia memiliki cita rasa unik. Di Indonesia, teh masih dianggap minuman biasa, padahal di Eropa minum teh sudah menjadi cara orang menaikan gengsi.

Ia memang tau pemilihan daun teh sudah benar. Tapi dalam hal penyimpanan dan pengolahan, orang kita masih salah kaprah. Padahal negara kita merupakan penghasil teh tersebesar. Ia lantas mendorong agar teh kita lebih diperhatikan. Caranya ialah ia mendirikan komunitas dan blog mengenai cita rasa teh lokal kita.

Bisnis sampai profesional


Mudahnya teh dikonsumsi di Indonesia membuat pamornya turun. Alhasil banyak orang menyepelekan cara minum teh. Menurut Ratna, bahkan meski kita biasa minum teh, faktanya nih teh terbaik Indonesia ternyata 60% dieskpor. Kita harus memperbaiki cara kita memperlakukan teh, ujarnya.

Jangan lah negera lain yang justru menikmati teh kita. Jangan biarkan mereka malah lebih menghargai teh berkualitas kita. Ratna menyemangati bahwa teh kita tidak kalah dari China.

Berawal dari bisnis kafe teh. Kemudian gagal, menyisakan hasrat terpendam kepada teh. Ratna lantas mulai berkeliling mencari ilmu tentang teh. Kalau mau bisnis kan harus tau segala tentang bisnis yang akan dijalani. Seiring berjalan pemahaman masyarakat urban, ia kembali dengan sejuta pengalaman.

Dia mulai diajak ke berbagai talk show. Kemudian dia juga menjadi pembicara diskusi teh. Dulu dia masih pesimis kalau ngomongin teh. Eh, di 2011, malah ada acaranya dan peminatnya ternyata banyak loh. Ia menyebut sekarang teh sudah menjadi tren. Termasuk bagaimana menikmati teh dengan baik dan benar.

Dia tidak pernah sengaja menjadi pakar teh. Ratna cuma menggemari budaya teh. Selain itu juga rasanya, yang mana katanya nih, Ratna sudah mencicipi 100 jenis teh. Dia juga mengkoleksi mereka dalam tempat khususnya. Wanita keturunan Sunda- China ini, prihatin akan ketidak tahuan orang akan kualitas berteh.

Banyak orang masih keliru dalam menikmati teh. Bahkan tidak jarang nilai teh malah berkurang. Dari rasa, aroma, dan khasiatnya hilang. "Saya tahu kalau teh enggak bisa sembarangan diseduh," paparnya.

Menurutnya ada dua teknik penyajian teh: Gaya Barat dan Timur. Gaya barat ya gayanya orang- orang Eropa, seperti Inggris, Italia, dan negara- negara sekitarnya. Mereka menyeduh dengan air banyak tetapi daun tehnya sedikit. Penyeduhan butuh waktu 3- 4 menit sebelum diangkat.

Dari Timur menggunakan teko kecil. Daunya banyak berbanding terbalik dengan jumlah airnya. Disedunya cuma sebentar yakni 30 detik. Teh ini menurutnya lebih sehat karena zatnya belum banyak hilang. Hal yang mendasar begitu saja orang Indonesia belum tahu. Lewat berbagai media Ratna mengedukasi tentang teh.

Pengusaha Paling Dibenci Amerika Martin Shkreli

Biografi Pengusaha Farmasi Serakah 



Dia dikenal sebagai pengusaha psikopat. Pengusaha pecundang. Adalah monster sampah dan segalanya yang salah dari kepitalisme. Semua berawal dari tindakan Mr. Shkreli menaikan obat AIDS sebesar 5000 persen. Dimana jika perdosisnya dulu cuma $13,50, ditangan Shkreli naik menjadi $750 per- dosisnya.

Dia lantas menjadi target semua orang. Mulai grup pendukung obat terjangkau, polisi, dan terutama dari mereka yang aktif di Twitter. Sebagai catatan bahwa Martin Shkreli dikenal aktif di sosmed. 

Dan faktanya perusahaan lain sebenarnya sama menaikan harga. Bedanya Shkreli dianggap terlalu arogan menantang masa. Dengan gaya "slengean" dia menjawab kritikan tersebut. Meski ujungnya dia setuju untuk menurunkan. Akhirnya dia tetap menjadi target hinaan. Dari sekedar ucapan kotor saja, juga mendapatkan ancaman. 

Bahkan ujungnya ia dituduh melakukan penggelapan. Padahal Shkreli sudah dikenal memiliki catatan kriminal tersebut. Mungkinkah pemerintah dan investor sengaja? Apakah mereka mencoba menutup mulutnya agar tidak lagi membuat kegaduhan dan menyoroti bobroknya bisnis farmasi Amerika. Entahlah.

"Saya selalu ingin memulai perusahaan publik dan membuat banyak sekali uang," satu quote Shkreli.

Niat usaha tulus


Terlahir sebagai keturunan imigran Albania dan Croasia, yang mana mereka cumu bekerja jadi cleaning service. Dia terlahir di Coney Island Hospital, Brooklyn, punya dua saudara perempuan, dan saudara laki- lakinya komunitas pekerja (buruh.red) di Sheephead Bay, Brooklyn.

Dia terlahir Kristen Katolik, sejak kecil sudah masuk sekolah Minggu, dan Shrekli kemudian masuk ke sekolah Hunter Collage High School. Shrekli kemudian putus sekeloh. Bukan karena uang loh. Tetapi ia merasa tidak berminat sekolah. Meski begitu dia bermimpi menjadi orang besar -menjadi orang kaya.

Karena memiliki kecerdasan, bahkan ada orang menyebutnya jenius, ataupun bocah nakal biasa. Dia bisa mendapatkan program diploma. Hingga akhirnya dia dapat bekerja menjadi internship Wall Streets. Ia memasuki dunia keuangan lewat Cramer, Berkowitz and Company.

Waktu itu umurnya masih 17 tahun loh. Ketertarikan akan kimia datang ketika seorang saudara sakit. Ia mengatakan kepada Vanity Fair bahwa saudaranya tersebut butuh obat depresi. Makanya ketika dia mulai bekerja di Cramer, mulailah dia membidik saham- saham farmasi.

Dia lantas merekomendasikan sebuah perusahaan farmasi. Shkreli sangat percaya bahwa harga sahamnya akan jatuh. Pada 2013, perusahaan bernama Regeneron Pharmaceuticals tengan mencoba obat diet, dan Shkreli waktu itu, masih 19 tahun, memprediksi mereka akan gagal dan harga sahamnya akan jatuh.

Prediksi anak 19 tahun tersebut nyatanya betul. Bahkan pihak berwajib sempat curiga. Ia mulai diintrogasi tetapi tidak menemukan apapun.

Memasuki umur 20 tahun, pada 2006, dia sudah memiliki perusahaan sendiri bernama Elea Capital Management. Shkreli memang dikenal ahli dalam memainkan saham perusahaan obat.

Perusahaan bioteknologi


Dia juga dikenal aktif dalam hal membuat gosip. Membuat gosip tentang perusahaan bioteknologi atau farmasi. Di umurnya ke 20 tahun, sudah membuat pihak kesehatan terkait bergerak, dengan cara cerdiknya mampu menarik Food and Drug Administration untuk tidak menerima obat buatan perusahaan tersebut.

Ada beberapa pegawai menuntutnya membayar upah. Katanya nih, dia bekerja serakah, segala tindakannya di pasar saham hanya untuk menutup investasi. Para investor dibuatnya "senang" dan akhirnya dia memiliki lebih banyak keuntungan.

Namun perlu dicatat, bahwa Mr. Shkreli memiliki kecerdasan tinggi, dalam hal percakapang terutama akan bidang pengetahuan alam. Tanpa belajar formal seolah- olah dia mengetahui semua. "Kamu akan memberi dia buku kimia, dia akan mengembalikan buku tersebut dalam sembilan bulan dengan hafalan sempurna."

Diantara kesibukannya menjadi direktur hedge fund. Sang investor jenius mampu menciptakan gebrakan sendiri. Perjalanannya Shkreli mampu membuktikan dia bukan sekedar investor.

Dia menciptakan obat Retrophin. Yang mana merupakan obat berbasis teknologi protein untuk penderita kekurangan protein. Dia belajar sendiri tentang biologi. Kemudian diberi nama "recombation dystrophy" atau Retrophin. Yang kemudian berkembang menjadi perusahaan bioteknologi spesifik menangangi itu.

Dari menjadi manajer hedge fund, direktur hedge fund, lantas menjadi pemimpin perusahaan. Perjalanan yang dianggapnya tidak mudah. Dia menjadi "dewasa", keinginan terbesarnya bagaimana menyembuhkan berbagai penyakit dan menyelamatkan lebih banyak anak.

Diterima FDA, saham perusahaan miliknya naik sampai 230 persen, dari harga saham $23, yang kemudian turun drastis jadi $12. Namun dia sudah mendapatkan untung pasar sampai $300 juta. Justru ketika saham turun Shkreli membeli saham perusahaanya sendiri. Inilah awal dia menjadi orang kaya raya berkat pasar saham.

Banyak orang menyebutnya jenius. Dimana dia mampu menaikan saham, memutar di pasar saham, dan ia membeli ketika sudah jatuh. Dalam perjalanannya ia kemudian matang melalui kuliah lagi, jurusan Bisnis dari Baruch Collage. Kemampuanya dan kenakalannya semakin menggila terutama di sosial mediaTwitter.

Ia memiliki 3.500 pengikut aktif, dan tidak malu menunjukan rasa suka dan tidak suka. Disis lain, banyak peneliti yang menggunakan Retrophin, sepakat bahwa dia harus mendapatkan penghormatan walau dia tidak memiliki dasar keilmuan. Mereka menyebut idenya original, dan akan menyelamatkan banyak nyawa.

Banyak tuntutan


Elea Capital Management dianggapnya tidak sukses besar. Bahkan, pada 2001, dia dituntut oleh Lehman Brother karena penipuan. Katanya dia memilih saham, tetapi memilih investasi ke saham lain. Untuk itu dia kehilangan uang investor, termasuk Lehman Brother.

Ketika Lehman Brother menang dan Shkreli harus membayar $2,3 juta. Sayangnya, ketika hakim meminta penyitaan, perusahaan Lehman keburu bangkrut dan tidak jadi mengambil tuntutan. Selamat dari kejadian tersebut Shkreli makin berjaya dengan Retrophin.

"Saya akan membayar semuanya sekarang jika mereka mau," ujarnya bercanda setengah mengejak. Meski reputasi dikenal "buruk", nyatanya, investor masih percaya dan memberikan dukungan untuk membangun perusahaan hedge fund baru.

Dia mengerjakan perusahaan bernama MSMB Capital Management -berasama teman kecilnya Mark Biestek. Yang mana fokus mengerjakan aneka trading berjangka pendek.

Ia fokus di saham perusahaan kesehatan. Ia tidak sekedar buat membuat harga saham turun lalu dibeli dan dijual. Bayangkan dari mulutnya mampu membuat pihak perusahaan meradang. Pasalnya dia tanpa tedeng aling- aling dia mengajukan nota keberatan terhadap suatu obat ke FDA.

Waktu itu, di 2010, dia menulis surat ke FDA menolak obat insulin perusahaan, MannKind of Valencia, Calif. Dengan sadar dia memperlihatkan niatnya akan saham mereka. Mantan rekan kerjanya menyebut Shkreli paham akan obat. Lebih tepatnya paham akan obat apa yang disertifikasi, lalu mengambil untung disana.

"Adalah seseorang yang menunjukan talenta sejati menggali ribuan lembar halaman hasil pengobatan, dan sangat paham apa yang dia baca," ujar mantan rekannya di MSMB Capital.

Tahun 2011, dia menggunakan uang perusahaan, senilai $3 juta untuk membangun Retrophin. Menurutnya untuk Retrophin dia sangat bekerja keras. Bayangkan tak jarang dia tidur di lantai perusahaan. Tidak juga sikatan gigi serajin sebelumnya. Dia dengan bangga menyebut dirinya obsesif terutama tentang medis.

Dia sibuk dengan jurnal kesehatan ditangan di kantor. Dia begitu ingin "membahagiakan" investor. Dalam sebuah kesempatan dia terlihat cuma memakai sandal. "berputar- putar dengan sandal berbulu dengan alat stetoskop diantara lehernya," jelas Geller, menyebutnya sang CEO seolah berimajinasi berstatus M.D.

Geller sempat menegurnya buat sadar. Tetapi Shkreli menyela dirinya nyaman dan sedang bekerja. "Orang jenius biasa melakukan hal aneh," paparnya. Dia dikenal memegang beberapa paten obat.

Salah satunya Chenodal, yang mana dia lantas menaikan harganya sampai margin 10%, untuk menutupi ini tidak jarang dia menggunakan motif sosial. Seperti pada satu kesempatan, ada sekeluarga tengah kesulitan untuk transplantasi liver.

Ia langsung berangkat ke Venezuela mengunjungi mereka di satu kesempatan. Dia menyebut perusahaanya membantu orang. Dia dan Retrophin membantu menyuplai obat gratis yang mana obatnya tidak Retrophin produksi. Membuat seolah apa kenaikan harga obat, akan kembali ke tangan yang berhak.

Dia dikenal suka mendekati peneliti obat. Ia membantu mereka tidak cuma uang tetapi juga ide. Contoh ketika dia mengajak pria bergelar Ph.D. mengerjakan obat khusus. Namun teori si peneliti kurang mantap menghasilkan obat. Kemudian anak muda ini datang, percaya diri, dia menyajikan satu trik dia pelajari.

Shkreli tanpa latar belakang pendidikan tinggi. Dia paham tentang biologi dan kimia. Shkreli cuma butuh seseorang membuktikan teorinya benar. Ia menyebutkan Shkreli memiliki ketulusan akan usaha dijalankan dia. Tidak jarang pria 25 tahun itu datang ke lab miliknya. "Dia seorang kutu buku, seperti saya sendiri."

Dia menggunakan perusahaan Retrophin untuk penyakit langka. Tujuannya mengambil jarak ke kebutuhan akan obat tertentu -dan mengambil untung. Dia kemudian dilaporkan karena diduga melakukan kekerasan psikologi lewat sosial media tahun 2013 silam.

Perusahaan baru


Dia juga mendapat tuntuan ketidak loyalan. Menggunakan dana perusahaan untuk kebutuhan lainnya. Untuk satu ini dia dikeluarkan dari perusahaan Retrophin. Namun Shkreli sudah memiliki namanya sendiri dari hak paten dua obat khusus Retrophin. Tidak masalah, begitu pergi dari perusahaan ia membuka perusahaan baru.

Turing Pharmaceuticals diluncurkan pada Februari 2015. Dia membawa beberapa orang manajamen dari Retrophin.Inc dan tentu beberapa investor. Bisnisnya, katanya fokus mengobati penyakit serius dengan sedikit opsi lain.

"Setelah ditendang perusahaan saya sendiri, saya bangkit membangun perusahaan lebih besar dan lebih baik dari sebelumnya."

Uang dihasilan Turing sangat besar. Semua karena ambisi Shkreli mendapatkan paten obat yang berumur 62 tahun, yaitu Daraprim. Obat tersebut terutama dikenal buat mengobatai AIDS. Karena obatnya kuno, itu tidak memiliki perlindungan paten, namun karena kebutuhan sedikit, perusahaan tidak mau memproduksi.

Turing membayar $55 juta untuk mendapatkan paten dari Impax Laboratories, sebuah perjanjian jual- beli yang tentu akan menaikan harga obat. Sebagai catatan obat ini bersifat generik. Tujuannya ambil alih ialah agar Impax tidak menjual di toko biasa. Maka dari generik, obat tersebut menjadi susah buat dikopi dari aslinya.

Alhasil, obat Daraprim, menjadi obat khusus tanpa pembanding. Bulan Juli, Impax kemudian melepaskan diri sebagai disributor, ujungnya begitu Turing mendapat paten, mereka langsung menaikan harganya jadi sangat tinggi. Dari $13,5 per- tablet menjadi $750 per- tablet, hingga membuat semua orang marah besar.

Perusahaan memiliki dua obat utama: Deraprim dan Vecamyl, yang mana merupakan obat hipertensi. Dia sendiri mengakui menaikan obat Deraprim tinggi. Alasanya karena obat tersebut sangatlah terspesifikasi -dibanding sebelumnya begitu umum. Ia mengistilahkan sebagai Aston Martin yang dijual seharga sepeda.

Shkreli menerima kritikan semua orang. Meski begitu caranya begitu "nakal". Dengan keras dia menyebut media menghakimi dia. Shkreli tidak akan menanggapi mereka dengan jari telunjuk atau jari kelingking. Dia akan menunjukan jari tengahnya (secara tersirat.red) kepada semua media diluar lewat video langsung.

Namun begitu masuk wawancara langsung. Dia malahan berbicara lebih sopan. Dia setujua menurunkan harga sesuai kesanggupan umum. Dia akan mendapatkan untung sedikit. Sayangnya, sebelum sesuatu jadi normal kembali, anak muda kecintaan Wall Streets ini ditangkap oleh FBI atas serangkaian penipuan.

Apakah pemerintah dan para politisi sudah bosan dengan Sang Anak Farmasi ini. Apakah dia tidak lagi asik menghasilkan keuntungan bagi investor. Tidak tahu.

Petani Gila Tanam Pepaya Calina di Tanah Gersang

Profil Pengusaha Abdul Qohar



Tanah Desa Candisari, Kecamatan Sambeng, memang dikenal sangat tandus. Desa yang terletak di kawasan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, susah ditanami tanaman. Sukar memang tetapi masyarakat sekitar tetap memilih tetap bertahan. Mau- tidak mau mereka tetap menanam padi, jagung, ataupun tembakau.

Seketika terjadi kegegeran disana. Seorang pria bernama Abdul Qohar, datang mencoba mendobrak tradisi pertanian setempat. Ujungnya Qohar dianggap gila, pasalnya tanaman umum saja susah ditanam, apalagi Qohar mau menanam pepaya.

Tiga tahun dirinya mencoba membuktikan. Bahwa tidak melulu padi atau jagung, apalagi tembakau karena pepaya juga bisa. Namun sorot mata sinis tidak berhenti. Pepaya masih dianggap komoditi sampingan. Ia mengakali ini dengan pepaya Calina.

Bisnis gila


"Saya dianggap gila waktu itu," kenang Qohar. Pilihan Qohar ternyata tidak salah lah. Ketika dia mulai asik menikmati bisnisnya sekarang, banyak petani lain mulai mengikuti jejak Qohar.

Memang butuh waktu sampai tiga tahun lebih. Dan kesabaran Qohar membuahkan hasil. Untuk lebih maju mereka lantas bergabung bersama Qohar. Mereka membentuk kelompok tani. Namanya kelompok tani Godong Ijo Sejahtera. Awalnya mereka cuma memiliki 32 orang anggota.

Disanalah mereka menampung hasil panen. Usaha pepaya Calina makin matang. Mulai banyak petani biasa kepincut. Apalagi semenjak satu perusahaan membidik budidaya mereka. Mereka bermitra dengan satu distributor buah- buahan, Negeri Hijau.

Anggota mereka bahkan sampai 112 orang. Petani sudah memiliki pemasukan tiap minggu. Informasi sedikit pepaya Calina dapat dipanen dua kali dalam seminggu. Menurut data terbaru sudah ada 15 hektar tanah ditanami pepaya Calina. Sampai daerah tersebut dikenal penghasil ketiga terbesar di Jawa Timur.

Menurut Negeri Hijau, daerah kering memiliki potensi besar pepaya Calina. Perusahaan distributor ini mencakupi distribusi pepaya Calina sekitar Jawa. Potensinya besar memungkinkan buat ditanam di kawasan luar Jawa. Karena produk Qohar dan kawan sudah punya brand maka mereka fokus menjaga.

Menurut hitungan, tanah seluas 1 hektar, jika ditanami 1.520 pohon akan menghasilkan omzet mencapai Rp.18 juta. Hebatnya si Calin dibanding pepaya lain, angka segitu sudah dipotong hitungan kegagalan buat menanam. Banyak kan? Mangkanya sekarang Abdul Qohar sudah dikenal jutawan di daerahnya.

Nama Christian Indra Dibalik Dong Alo

Profil Pengusaha Cakalang Menado


 
Usaha tidak keluar uang banyak. Kira- kira begitu kita orang mencari di Google. Nah, berikut kisah yang cocok buat kamu, dikutip dari Detik.com: Kisah pengusaha muda bernama Christian Indra. Pengusaha mantan pegawai ini merubah uang seratus ribu menjadi puluhan juta.

Caranya dia memanfaatkan momen. Dimana banyak makanan siap makan, disanalah ada produk miliknya yang bernama cakalang asap. Siap saji, dimana bermula tahun 2015 lalu, mantan pegawai data analisa ini menganalisa kebutuhan makanan siap makan tinggi.

Ide simple


Suatu ketika Christian habis saja gajian. Tergelitik dia berpikir, "...enak kali ya kalau kita ngeluarin uang, tapi punya pemasukan lain." Ketika itu Christian langsung mengutarakan niat. Sedikit ngobrol barang istri kemudian dengan mertua. Kan mertuanya asal Manado, lalu muncul ide membuat usaha cakalang.

Ikan cakalang diasap lantas disuir. Uang Rp.100.000 digelontorkan. Uang tersebut menjadi beberapa buah ikan cakalang asap. Kemudian Christian mulai memasarkan itu ke teman sekantor. Dia mulai pasarkan ke sana dan sini. Bukusnya pakai botol plastik, masih sangat sederhana pada 2015 itu.

Uang Rp.100 ribu dapat cakalang asap 5 botol. Dan kesemuanya laku tidak tersisa. Kemudian Indra lalu meyakinkan agar memperbanyak produknya. Pengembangan termasuk juga yakni kualitas produk dan juga cara memasarkannya.

Cita rasa dirasakan memang paling berpengaruh. Mau sebagus apapun kemasan, kalau rasanya tidak bikin ketagihan percuma. Tambahan lain adalah menyadarkan nilai gizi dalam kemasan. Inilah cara marketing jitu ala Christian Indra. Bagaimana sih caranya agar produk tetap bertahan lama, tapi tanpa bahan pengawet.

Cara lain ditemukan ialah lewat cara vakum. Sterilisasi bakteri agar tidak mudah basi. Kemudian tambahan lain yakni proses pengasapan. Pria kelahiran 1985 ini memang membuat ikan sekering mungkin. "Saya asapi, menggunakan arang, dan dibakar manual."

Bahan baku dia cari ke Pasar Kramat Jati. Proses mencari bahan bumbu dan ikan fresh dirasakan paling susah. Trik buat kamu pengusha tetapi masih bekerja: Dia datang pada hari Sabtu- Minggu. Proses mencari dilakukan sendiri. Proses nego dilakukan di tempat. Lalu proses memasak juga dilakukan sendiri ya.

Ia lantas memberi nama Dong Alo, Cakalang Khas Manado. Proses marketing cuma mulut ke mulut. Lalu ketika mulai banyak pembeli. Christian masuk ke ranah sosial media, mulai Facebook, sampai Instagram. Penjualan naik sampai 800 kemasan per- bulan. Harga jualnya dibandrol Rp.17.000 sampai Rp.20.000.

Ia mengatakan akan lebih fokus. Pengembangan produk Dong Alo harus lebih. Kalau rencana sih dia ingin membuka usaha lain. Sementara fokus mengerjakan usaha Dong Alo. Ia ingin fokus penuh setiap waktu dulu ke bisnis cakalang. Titik triggernya ketika sudah sampai penjualan 1000 kemasan per- bulan.

Buka Usaha Diusia 40 Tahun Penyewaan Truk

Profil Pengusaha Bakti Lesmana 



Mungkin dia sudah tidak muda lagi. Kekuatan fisik yang mulai menurun justru alasan tepat. Di umurnya ke 40, Bakti Lesmana, mencoba meyakinkan sang istri bahwa mereka bisa membuka usaha. Meski awalnya meragukan dengan cerdik Bakti mampu meyakinkan istri.

Hidup seorang pria dimulai ketika umur 40 tahun. Sebuah istilah populer oleh penulis Walter B. Pitkin, dengan bukunya berjudul "Life begin at forty". Titik bali Bakti tidak lah mudah. Sekali lagi penulis menulis bahwa menjadi pengusaha diusia tidak muda, sangatlah sulit.

"Saya saat itu berpikir, kalau tidak sekarang terus kapan lagi," jelasnya. Tenaga semakin lemah ketika usia menua. Di umur 40 tahun pada tahun 2014 diputuskan bahwa dia akan berwirausaha.

Meyakinkan keluarga bukan perkara mudah. Terutama sang istri karena mereka bakal "hidup susah". Istri langsung tidak setuju loh. Dia tidak setuju Bakti memilih resign. Niat mengundurkan diri dan membuka usaha sendiri langsung ditentang.

Ketika itu ia masih bekerja di jasa trucking di Jakarta. Yang mana hasilnya lumayan gajinya bagus cukup buat menghidupi keluarga. Bahkan gajinya tujuh kali UMK Jakarta sewaktu itu. Besa gaji dirasa tidaklah cukup.

Meyakinkan istri dia punya cara. Yakni bahwa sebagian besar uang, ya baik dari uang tabungan, uang jasa perusahaan, dan uang jaminan tenaga kerja, sebagian besar akan diberikan ke istri. Ini guna meyakinkan bahwa ketika bisnis Bakti gagal. Mereka akan masih memegang uang agar tetap dapat bertahan.

Di benak Bakti kewirausahaan merupakan jalan pensiun mereka. Ketika tenaga tidak lagi dibutuhkan oleh perusahaan.

Modal pengalaman


Menjadi pengusaha diusia tidak muda. Memiliki kelebihan soal pengalaman di bidang yang ditekuni. Besar gaji memang mencukupi. Tetapi kewirausahaan tidak mengenal batasan waktu. Contohlah kolonel Sanders yang sukses karena ayam goreng. Ia lantas membuka usaha jasa penyewaan truk di Jakarta.

Dia mengajak dua teman di kantornya dulu. Mereka bekerja bersama penuh optimis. Karena ya mereka sudah memiliki pengalaman dibidang truk. Ketiga orang ini lantas sama- sama  menanamkan modal. Yakni Rp.25 juta masing- masing. Uang tersebut digunakan sebagai sewa kantor serta mengangsur truk.

Perusahaan mereka lantas diberi nama United Transport Partner (UTP). Tidak meleset keyakinan mereka betiga. Dalam kurun waktu relatif singkat. Ketiga kawan ini mendapatkan klien pertama yakni operator seluler untuk mengirim barang ke Jakarta dari Bekasi.

Mereka akhirnya dapat tersenyum mengembang. Namun, senyum di bibir mereka tidak dapat bertahan lama. Cuma beberapa jam saja setelah pengiriman barang. Pengiriman peralatan BTS berujung tekor. Ia tidak menduga adanya biaya tidak terduga.

Dari sewa Rp.900 ribu tidak cukup membiayai kebutuhan di lapangan. Pasalnya ada preman dan warga setempat meminta ongkos penurunan barang Rp.2 juta. Dimana sopir mereka sempat dikepung karena enggan mengeluarkan biaya tambahan tersebut.

Bekerja di perusahaan penyewaan truk selama 13 tahun. Faktanya tidak semudah diharapkan. Hafal tentang bisnis penyewaan tetapi tidak fakta di lapangan. Ketika dia bekerja di perusahaan dulu, tidak ada tuh yang namanya uang preman, pasalnya perusahaan mereka mengirim barang konsumsi.

Tidak cukup satu masalah datang tiba- tiba. Masalah kedua datang adalah truk miliknya jatuh di tol. Biaya evakuasinya tidak sedikit. Untung berlipat ternyata cuma bertahan beberapa saat. Kalau dihitung sejak ia membuka usaha, barulah untung Rp.900 ribu. Artinya ke empat orang akan mendapatkan Rp.300 per- tiga bulan.

Atau, Bakti berarti hanya menghasilkan Rp.100 ribu. Bakti sempat berpikir akan berhenti. Untung rekan satu kerjanya memiliki tekat. Dalam hati Bakti ada perasaan terlanjur. Sudah tercebur daripada tenggelam kan lebih baik mencoba berenang ke atas. Akhirnya Bakti tetap melanjutkan usahanya apapun terjadi.

Lebih serius Bakti melempar proposal ke aneka perusahaan lain. Sebanyak mungkin dia mencoba meraup klien baru. Usaha jemput bolah ini ternyata nampak hasil. Beberapa orang kemudian ikutan bergabung, dengan sudah membawa truk dan supir sendiri.

Bakti lalu mulai fokus mencarikan klien baru buat armada baru. Sistem buatanya teruji mampu menarik klien baru. Menjaga kepercayaan merupakan kewajiban. Kepercayaan klien baru menumbuhkan semangat bekerja. Tambah armada membuat usahanya semakin berkembang.

Bayangkan omzet mereka tahun pertama Rp.500 juta. Tahun kedua naik sampai Rp.2 miliar, sampai tahun ketiga Rp.3,5 miliar. Tahun empat malahan naik pesat sampai Rp.7 miliar. Kunci sukses bisnis menurut dia adalah berusaha baik. Manajemen harus baik dan fair dalam pengelolaan klien mereka.

Kunci lainnya terletak kepada pelanggan. Mereka merupakan sumber pendapatan. Nah, yang ketiga, tidak kalah penting yaitu menjaga sopir mereka. Bisnis mereka melayani banyak perusahaan kelas kakap, sebut saja APL Logitic, Santa Fe Relokasi, Heinz ABC, Thai Airways, The Asia Foundation, Roberto Desain.

Angka 70% klien mereka merupakan perusahaan multi- nasional. Dan sisanya atau 30% nya merupakan perusahaan lokal. Meskipun UTP memiliki grafik menanjak; ia tidak berpuas hati. Armadanya ditargetkan sampai 100 truk, atau 17 armada truk sendiri dan 47 merupakan armada rekan, dimana 6- 7 tahun kedepan.

Bukanlah target mudah. Namun Bakti meyakinkan dirinya akan mencapai. "...mewujudkan dengan kerja keras dan kesungguhan," tuturnya.

Lapis Lanang Bogor Usaha Ibu Rumah Tangga

Profil Pengusaha Noor Rafita 


 
Tidak mudah bagi Noor Rafita menjadi ibu rumah tangga. Ia sempat bekerja menjadi dosen. Kini setelah ia jenuh akan rutinitas ibu rumah tangga. Noor tidak tanggung- tanggu kembali bekerja. Dia kini dikenal luas sebagai pengusaha wanita mumpuni.

Ketika menjadi pengajar di kampus, sang suami sempat merasa dia terlalu sibuk. Untuk selanjutnya dia berharap Noor fokus ke anak- anak. Masuki kedua anaknya tumbuh duduk di bangkus kelas 3 dan 6 SD. Ia lantas mencoba mencari kegiatan tambahan.

Apalagi kalau bukan Noor menjadi pedagang online. Dijualnya sepatu, baju, tas, dan aksesori wanita lewat online. Namun ternyata kok tidak gampang. Keribetan berjualan online tidak cocok bagi Noor. Tidak puas juga datang karena dia jualan barang orang lain.

Bosan menganggur kembali. Ia teringat bahwa punya keahlian. Noor kan bisa membuat kue sendiri. Inilah jalan Noor berbisnis kue lapis.

Bisnis lanang


Ia merasa jenuh jualan milik orang lain. Nah, ketika itu di Bogor tengah tren makanan lapis, inilah pilihan bisnis Noor akhirnya. Awal dia membuat lapis talas seperti orang banyak. Justru ketika dia membuat lapis nangka lah bisnisnya meroket. Mulai dari keluarga, tetangga, kemudian menyebar menjadi menu pilihan.

Kue buatan Noor mendapatkan respon positif. Lanjut bisnis Noor kemudian diberi nama LaNang atau kepanjangan lapis nangka. Melalui online menjaring banyak masyarakat Bogor. Lapis nangka Noor bahkan sampai di Papua.

Keahlian bisnis online membuat dia makin laris. Mendorong dia membuka toko sendiri. Pada April 2014 dibukalah toko kue Noor pertama. Yakni di JL Pandu Jaya No.66, Perum Indraprasta, Bogor. Tidak cuma kue nangka juga aneka kue termasuk kue ulang tahun.

Toko Rafika's Cake ini merupakan perwujudan keingan pelanggan. Untuk menghemat tenaga di lantai dua ada tempat pembuatan kue langsung. Beberapa tahun lalu, ketika orang tengah asik menikmati lapis talas. Noor menciptakan tren baru. Kue lapis nangka ternyata lebih wangi, dan teksturnya lebih lembut.

Padahal menurutnya, Bogor merupakan penghasil nangka terbesar di Jawa Barat. Kan belum ada tuh jenis olahan nangka sebelumnya. Dimulai sejak 2012, ia mulai mencoba eksplorasi, bermodal Rp.5 juta sudah bisa berbisnis sendiri. Jerih payah Noor menghasilkan omzet Rp.20- 30 jutaan atau juga setara 800 bungkus/bulan.

Harga perkardus adalah Rp.35 ribu berat 450gr. Aneka rasa mulai pandan, vanila, coklat, dan rasa original. Namun yang paling laku rasa pandan. Untuk daya tahan sendiri mencapai 5 harian. Bisnis kue Lanang ini terbilang lancar hanya dua tahunan saja.

Waktu dua tahun sudah termasuk sulitnya pemasaran. Jadi buat kamu pengusaha muda jangan patah arah. Ia memberikan bocoran, yakni lewat sistem konsinyasi atau sistem titip. "Tapi karena merugi, sekarang pakai sistem beli putus," paparnya.

Kue lanang dijual dari mulut ke mulut. Lewat sosial media, seperti Facebook, Twitter, lantas terbang ke Papua. Hasilnya adalah empat outlet termasuk di Sentul Vaganza, Tole Iskandar, Terminal Barangansiang, Jalan Pajajaran.

Dia mempekerjakan sepuluh orang. Tujuh orang pegawai tetap. Sementara asik berbisnis, Noor tidak lupa akan tugas ibu rumah tangga. Walaupun usaha sudah sangat besar. Dia bekerja kalau anak- anak sudah ke sekolah. Ketika sampai di toko, beberes, kemudian siap- siap pulang bareng anak.

"Jadi keluarga tetap yang nomor satu," tuturnya. Ketika ibu- ibu sibuk bergosip, Noor malah telah asik menekuni jabatan baru yakni pengusaha kue lapis, sementara masih bisa menjaga anak- anaknya.

Kisah Nyata Rajin Sholat Kaya Raya Konstruksi Baja

Biografi Pengusaha Budi Harta Winata


 
Semua pengusaha memiliki kunci sukses. Begitupula pengusaha bernama Budi Harta Winata, bos PT. Artha Mas Graha Andalan. Baginya ada satu kunci sukses tidak akan terlewatkan "kunci sukses sholat lima waktu". Bahkan pengusaha kelahiran Banyuwangi ini, terus mempraktikan slogan tersebut di dalam perusahaannya.

Seorang pria 39 tahun yang sekolah di SMK. Kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, waktu kelas 5 SD harus pindah ke Palopo, Sulawesi Selatan. Dimana merupakan tempat asal sang ayah. Bagi orang Palopo, maka anak mudanya pasti pengen menjadi pelaut, tidak terkecuali Budi.

Maksudnya ya menjadi pegawai kapa pesiar. Punya duit banyak. Begitu lulus SMK, jurusan teknik mesin. ya langsung Budi berangkat menjadi pelaut. Karena tidak tau jalannya Budi memilih berhenti sementara. Ia kemudian pindah ke tempat kakaknya di Jakarta, kosan Cilincing.

Ketika sang kakak harus bekerja di Singapura, maka Budi tinggal sendirian. Untuk mengisi kantung maka ia menjalankan aneka usaha. Hingga dia akhirnya melamar pekerjaan. Tujuannya menjadi pelaut terlupa, ia malah menjadi buruh. Waktu itu, malamnya, dia berkonsultasi dulu dengan Allah lewat Sholat Tahajud.

"Ya Allah, saya mau melamar pekerjaan," kenangnya. Singkat cerita dia menjadi pegawai di perusahaan otomotif.

Ia ditempatkan di bagian pembuatan velg truk. Namun ia tidak tertantang bekerja dibagian tersebut. Tahun 95 -an ia mulai mikir. "Kalau kerja kaya gini ilmunya kemana?" paparnya. Hingga ia suatu hari melihat perusahaan tengah melakukan renovasi. Dia iseng menanyakan bagaimana menjadi kontraktor bisnisnya.

Nekat dan ikhtiar


Ia bertanya ke kontraktor yang melakukan renovasi. Menanyakan syarat menjadi kontraktor, Budi lantas diharuskan belajar gambar atau drafting. Malam harinya dia berdoa kepada Allah mau menjadi kontraktor. Lantas tiga bulan berlalu, dan ia ingin belajar di sekolah jurusan gambar arsitek, listrik dan mechanical.

Sayangnya biaya dikeluarkan tidak sedikit. Dia lantas menunda pemikiran tersebut. Berbeda dengan rasa ingin menjadi pelaut, hasratnya menjadi kontraktor tidak tumbang. Bahkan ketika di PHK langsung uang pesangon digunakan biaya. Ia ingat ketika itu dia sempat ikutan demo karena PHK perusahaan.

Empat bulan sekolah lamanya sampai dia menguasai. Lantas ia mendapatkan tawaran kerja. Akhirnya dia bisa bekerja kantoran. Tetapi dalam benaknya dia ingin sekali kerja di proyek. Doa tidak lupa selalu dia panjatkan agar tetap bekerja disana. Dari sekedar tukang gambar naik pangkat menjadi manajer proyek.

Umurnya memasuki 32 tahun, dan sudah punya istri, keinginan membuka usaha sendiri muncul. Tidaklah mudah karena dia sudah mapan kerja. Dia lalu membuka usaha las keliling. Dengan dibantu dua karyawan, dia bekerja mengelas keliling, bermodal pasang kanopi.

Ada kisah menarik ketika ia menjadi tukang las keliling. Suatu hari, di tahun 2003, istri Budi minta dia berkurban. Kala itu dikantung Budi cuma ada Rp.400 ribu. Keinginan yang begitu kuat memaksa Budi harus mengiyakan. Ia menggunakan uang tersebut semuanya. Yang mana sisanya menggunakan tabungan istri.

Hasilnya, hari berikutnya, ia mendapatkan proyek las senilai Rp.40 juta. Selain sholat dia juga meyakini bahwa perlakuan baik kepada orang tua membawa rejeki. Istilah dia pakai perlakukan orang tua seperti raja maka kamu akan mendapatkan keberuntungan.

Rajin berdoa termasuk ketika ia ingin mengembangkan usaha. Dalam doanya ia pernah berharap mampu menjalankan workshop seluas 500 meter per- segi, kemudian berdoa lagi dan tercapai sampai 1000 meter, dan terus sampai Budi punya 20.000 meter per- segi.

Kemudian Budi juga rajin bersedekah. Tidak tanggung, ia mengistilahkan punya uang Rp.1 juta nyumbang Rp.50 ribu biasa, tetapi ia mengatakan Rp.980 ribu barulah luar biasa. Meski dia bahagia makan di warung mie ayam. Dia tetap mau makan di restoran, agar memberinya semangat bekerja lah.

"Agar saya ada patokan enak juga hidup mewah," ucapnya. "Saya cuma lulusan STM. Tapi sekarang anak buah saya lulusan universitas." Bukannya sombong Budi mengaku dia lebih pintar. Pasalnya memang kita pengusaha sekolahnya di alam, lewat pengalaman.

Dari kejujuran, menjalankan ajaran Islam, dan menghormati orang tua, itulah dia terapkan menjadi andalan dalam berbisnis. Orang sukses baginya orang jujur. Diantara pekerjaan dia selalu memberika ruang bagi pegawai buat sholat. Meski secara hitungan mesin berhenti 15 menit saja, ia akan rugi sampai Rp.25 juta.

Rotan Karakter Lucu Bisnisnya Unyu

Profil Pengusaha Cismi Cikmawati


 
Kalau punya ketrampilan jangan disia- siakan. Usahakan menjadi bisnis menguntungkan. Contohlah wanita muda bernama Cismi Cikmawati. Usaha pembuatan kerajinan rotan memang sudah umum. Ide tentang ini sudah ada dibenak Cismi. Namun apa ya bisnis beda dapat dihasilkan dari bahan rotan.

Maka rotan dibentu agar tidak sama pada umumnya. Kalau biasanya rotan cuma kotak- kota aja. "Saya tuh ingin buat rotan yang enggak biasa," tuturnya kepada Detik.com. Jadilah aneka bentuk karakter yang lucu berbahan rotan tersebut.

Dari fungsi hampir sama dengan kerajinan rotan umumnya. Biasanya dipakai buat menaruh baju kotor oleh anak kosan. Berjalan waktu juga membuat tempat mainan, tempat perhiasan, dimana Cismi mengatakan ia menggunakan rotan kelas premium. Selain itu Cismi menggunakan cat berkualitas bagus.

Dia mengajak seorang teman. Teman itu pandai melukis dan jadilah bisnis tersebut. Pertama mereka akan membuat sketsa. Kemudian diserahkan kepada pengrajin rotan buat dibentuk. Keduanya menggunakan sistem sharing partner. "Kebetulan teman saya pelukis saya suka bisnis," ceritanya.

Kombinasi keduanya menjadi bisnis mengejutkan. Dari sketsa, kemudian dikerjakan pengrajin, kemudian tinggal disetujui mau dipebanyak atau tidak. Untuk modal awal dia menggelontorkan uang Rp.10 juta. Dan sampai sekarang ia mendapatkan omzet Rp.50 juta per- bulan.

Dia tidak cuma memanfaatkan internet. Cismi selain berbisnis online, juga rajin mengikuti aneka pameran dan memiliki toko real. Dua toko di Gandaria City dan ITC Mangga Dua. Untuk untung pasti Cismi enggan mengatakan tetapi ya omzet -keuntungan kotor- mencapai Rp.50 juta.

Kendala ialah kompetitor yang juga menjual produk rotan. Aneka kreasi dikembangkan seperti karakter khas Indonesia. Harga jual antara Rp.65 ribu sampai Rp.1,5 juta. Disisi lain banyak kompetitor mencoba mengikuti jejak desain mereka. Inovasi karakter tradisional dianggap akan mendongkrak brand mereka.

Ia sendiri memiliki harapan membuka toko di Bali. Namun Cismi menjelaskan ada yang memantau jadi akan susah.

Bisnis Waralaba Telor Ayam Menggairahkan

Profil Pengusaha Agung Saputro 



Bisnis ini berawal dari sang mertua. Didirikan antara tahun 1998- 200 an, bisnisnya sederhana kok yakni bertenak ayam. Hasilnya tidak terduga ketika sang menantu, Agung Saputro, bersama istrinya menjalankan bisnis bermodel waralaba.

Bayangkan mereka sudah memiliki 119 mitra, yang mana berperan menjadi keagenan, yang tersebar ke penjuru Indonesia mulai Semarang, Bandung, Surabaya, Bogor, Karawang, Bekasi, dan masih banyak lagi. Agung memang tidak menyangkan rencana tahun 2015 silam terbayar.

Awalnya bisnis mereka sangat tradisional. Namun lumayan, karena sang martua sekaligus ayah dari Debby Permatasari, mampu merubah 1 petir telor menjadi ratusan ayam. Oleh Lioe Fen Hwat, bisnis keluarga tesebut memiliki cabang sampai beberapa kota di Jawa Tengah.

Bisnis bermodel peternakan satu kota. Dimana mereka mampu mendistribusikan ke pusat- pusat penjualan langsung. Peternakannya tersebar di Kendal, Semarang, dan Solo, dengan mengusung nama Sejahtera Abadi.

Nah, ditangan Agung, besarta istri jadilah bisnis investasi jangka panjang. Sejahtera Abadi berubah nama menjadi Golden Telor. Paket kemitraan lantas diluncurkan mereka: Paket ekonomi, yakni kamu cukup bayar Rp.12,9 juta, mendapatkan stok 150kg/minggu, dimana per- bulan stok sudah tersedia 300kg buat dibeli.

Kedua paket Queen, memberikan 350kg, dan stok jualan berikutnya 350kg/minggu. Harga kemitraan ia patok adalah Rp.59 juta. Sudah termasuk surat penawaran ke instansi pemerintah, restoran, rumah sakit, dan instansi lainnya. Kemudian paket King, dengan harga kimtraan Rp.149 juta dan stok telur awalan 1000kg.

Kamu sama saja harus membeli setelah stok habis. Kalau King tidak dibebani pembelian minimal. Untung lagi kamu mendapatkan tambahan armada roda tiga. Untuk kemitraan mereka mengisaratkan hanya boleh ada satu agen Golden Telor di setiap kelurahan. Agung sendiri menyatakan omzet kamu nanti relatif setiap paket.

Umumnya mencapai Rp.30 jutaan per- bulan buat paket Ekonomi, paket Queen sampai Rp.5 jutaan, lalu paket king omzetnya mencapai Rp.10 jutaan.

Keagenan telor di Indonesia memang masih sederhana. Bersifat tradisional dimana agen akan mencari- cari sendiri suplier. Sementara Golden Telor akan memastikan kualitas telor. Dan ditambah jaminan stok tercukupi buat kamu beli.

Ditambah lagi paket Queen dan King selain dapat lisensi brand, dapat surat promosi. Istilahnya kamu nanti tinggal mengirimkan surat tersebut ke sekolah (misalnya). Ditambah lagi banner/spanduk dan kartu nama agen resmi Golden Telor. "...masyarakat awam bisa menjadi agen telur profesional," jelas Agung.

Apalagi kita tau telur merupakan sumber protein termurah. Tentu juga disukai semua lapisan masyarakat akan lebih mudah dijual. Selain itu selama ini, belum ada kompetitor mengikuti jejak Agung mewaralaba bisnis telur, inilah kenapa Tabloid Franchise menunjuk Golden Telor sebagai 100 waralaba potensialnya.

Aneka promosi dan manajemen dilakukan Golden Telor. Cara menjadi agen juga mudah yakni isi formulir dan menyerahkan KTP. Begitu sudah dibayar investasinya langsung bisa jualan. Kalau mau nanti bergabung kamu bisa mendaftar di www.goldentelor.com

Biografi Li Hijun Terkaya di China Raja Matahari

Raja Matahari Pengusaha Energi Alternatif 


 
Satu hal terpenting dalam orang terkaya ini. Bahwa dia tidak pernah berharap menjadi terkaya. Karena apa yang dia awali hanyalah mencoba sesuatu. Tekun didalamnya, dan terus mengembangkan minatnya dalam hal energi terbarukan. Namanya Li Hejun, dikenal sebagai Raja Matahari, berkat bisnis dibidang energi.

Dia menjadi sedikit dari pengusaha sukses dibidang energi. Li merupakan sosok hebat. Memulai usahanya bermodal uang pinjaman gurunya, senilai $8.000. Fokus Li adalah mengerjakan energi terbarukan yaitu panel surya. 

"Ketika saya memperjuangkan karir saya, saya tidak mengharapkan kekayaan sebesar ini," ucap orang yang pernah dijulik orang terkaya di China.

Perjalanan entrepreneurship selama dua puluh tahun. Li tercatat menghasilkan keajaiban di China. Tercatat beberapa kejadian membawanya terombang- ambing. Namun Sang Raja Matahari tetap bertahan di tahta bahkan mengembangkan panel surya berukuran mini.

Bisnis energi


Memulai berbisnis sangat awal. Mengais keberuntungan lewat penjualan instalasi listrik. Pertama kali, ia mampu mengangkat 3.000 orang, beserta pegawainya membangun 3GW (giga wat.red) pusat tenaga listrik berbahan hydro. Ya awalnya dia tidak fokus di energi matahari dan fakta tersebut didapat dari Wikipedia.

Kekuatan hydropower membawa Li maju. Bertahap bisnisnya menunjukan kemajuan, bersamaan dengan majunya ekonomi China. Energi hydro yang dia kembangkan di sungai Provinsi Yunnan, China, dimana menggunakan air terjun berketinggian 2000 meter.

Membangun bisnis tersebut mengeluarkan 3,5 juta dollar, sejak tahun 2001- 2011, maka jadilah usaha yang dijalankannya menjadi pusat energi hydro terbesar di dunia. Dimana 10% lebih besar dari energi yang dihasilkan Genzhou Dam of China, dan 30% lebih besar dibanding Hoover Dam of America.

Inilah keajaiban pertama Li Hejun. Bayangkan perusahaan kecil berkembang menjadi super- besar. Namun tidak cukup disana. Keajaiban kedua ialah transisi bisnis mereka dalam bisnis panel surya. Bersama bisnis bernama Hanergy -nama perusahaanya- mereka menyasar bisnis panel surya yang tidak seksi kala itu.

Dimulai sejak 2010 sampai 2015 silam, perusahaan Hanergy fokus, dan hasilnya tidak begitu berjalan. Ini karena perusahaan panel surya tidak terlalu diminati investor. Butuh enam tahun hingga dia menghasilkan investasi 50 juta Yuan. Di penjuru samudra, perusahaanya menjadi yang terbesar ke 1 di seluruh dunia.

Inilah keajaiban Li Hejun dalam bisnis China. Dalam konsep bisnis Li, adalah menciptakan panel surya segampang mungkin diaplikasikan. Contohnya dengan menggunakan idealisme sendiri, "menjadi kecil dan fleksibel adalah masa depan bisnis panel surya."

Selalu bersinar


Menjadikan matahari layaknya kebun bagi manusia. Konsep bahwa manusia mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri. Menurut Li merupakan revolusi energi yang sama besarnya seperti internet. Dapat memenuhi kebutuhan energi manusia kapanpun, dimanapun, layaknya mobile internet dan mobile phones.

Beruntung pemerintahan di China melihat bahwa mereka membutuhkan energi alternatif besar- besaran karena over- consumption bau bara. Tahun 2014, naiknya pamor energi matahari, juga mengangkat dia dan perusahaannya Hanergy. Di tahun tersebut pula pengembangan panel surya tipis dan kecil diluncurkan.

Ia mengatakan,

"sangat efisien, teknologi panel surya fleksibel memungkinkan kita sebagai manusia untuk hidup tanpa cara tradisional menggunakan energi fosil dengan membakar, sebaliknya, setiap orang, bahkan setiap item dapat menghasilkan tenaga, dan masyarakat manusia akan memasuki Era ditandai dengan didistribusikan pembangkit listrik."

Berkat presistensi Li Hejun, bisnis solar panel kecilnya mengangkat saham perusahaan. Nama Hanergy kini menjadi Hanergy Holding Group. Dengan salah satu bagian perusahaanya yaitu Hanergy Thin Film Power. Tahun 2007 sampai 2011, produksi naik, bahkan kelebihan produksi buat panel surya kecilnya.

Awalnya dia hanya berbisnis tanpa prediksi. Istilahnya prematur dalam hal berbisnis panel. "Mentransform bisnis adalah resiko," paparnya. Awalnya bisnis mereka adalah hydropower, kemudian berkembang ke arah bisnis energi tenaga angin, kemudian mengadakan aneka proyek solar, seperti mengambil alih perusahaan.

Dia membeli perusahaan baterai asal Jerman, Solibro. Dia membeli produsen film kecil MiaSole, disusul Global Solar Energy, dan Alta Device. Yang mereka merupakan perusahaan solar tujuan Li. Namun jujur dia tidak berharap banyak dari segala aktifitas bisnisnya dibidang solar energi.

Pasalnya menurut Li, dirinya sudah cukup uang lewat bisnis hydropower. Ia melakukan banyak investasi bukan buat mencari uang. Tujuan Li masuk ke bisnis panel surya: Bahwa bisnis energi solar akan merubah kehidupan manusia mendatang dalam hal energi alternatif.

"Untuk saya, entrepreneurship itu tentang bagaimana memiliki keberanian untuk melakukan apa yang kamu suka, tetapi untuk melakukanya itu beresiko" ujar Li bijak.

Hanergy menginginkan perubahan besar kultur energi dunia. Kata kunci itulah kenapa bisnis Hanergy juga merambah produk turunan. Sebut saja korden solar, generator solar di atap, bahkan memasuki gadget yang berbasis energi matahari.

Sejak kecil sudah tangguh


Mimpi Li ternyata sudah sejak kecil. Li kemudian mengingat pembicaraan dengan kedua orang tuanya di 1972, sebelum revolusi kultural China (1966- 76), dimana banyak orang keluar- masuk penjara, karena mereka tidak sejalan dengan kebijakan ekonomi China.

Dia ingat ibunya sangat khawatir akan ayah Li. Pasalnya ayah Li adalah seorang pengusaha. Dimana ayah Li optimis akan masa depan. Bahwa semuanya akan berubah mendatang. Inilah dasar idealis Li lainnya soal entrepreneurship, "tetaplah waspada akan keadaan dan menyelami lah."

Meskipun ayah Li sukses. Dia menjadi pemilik tambang di Provinsi Guangdong, tetapi Li muda memilih untuk berjuang, dia berpikir untuk membuka bisnis sendiri sejak lulus Beijing Jiatong University tahun 1988. Berbekal uang pinjaman guru, Li muda memulai berjualan mainan dan elektronik bersama 17 rekan.

Enam tahun berbisnis bersama menghasilkan 80 juta yuan -dari modal 50 ribu yuan- dari berjualan aneka teknologi di Zhongguancun, Beijing. Kemudian mereka membeli bisnis hydropower dengan hasil kerja keras mereka. Tahun 2002 ia memenangkan tender enam pembangkit listrik di Provinsi Yunnan.

Bukan cuma dia melihat peluang. Ketika Li mulai membangun bisnis lewat tender tersebut. Maka bisnis ia jalankan diambil orang. Pemerintah pusat malah memindahkan ke perusahaan kecil lokal. Kesal Li lalu mengajukan tuntutan kepada developer lokal dan mereformasi perusahaanya tersebut.

Berakhir dengan Li mendapatkan satu dari enam pembangkit. Yang mana dengan kerja keras Li, diubah jadi yang terbesar di China, bahkan dunia. Hasil perjuangan Li ialah 10 juta Yuan per- hari masuk ke kantung pribadi Li. Sukses bagi Hanergy Li adalah berpikir bahwa manusia tetaplah manusia.

Meski begitu dia tetap memberikan tanggung jawab. Dia mempercayai stafnya -melalui program palatihan menghasilkan pegawai loyal- berkembang dari staf sampai manajer. Li sendiri setiap minggu memberikan pelatihan langsung.

"Entrepreneur sukses mengambil kesempatannya," ia mengatakan. "Tetapi mereka bukanlah sekedar tukang judi; mereka selalu bersiap untuk hasil terburuk."

Li tengah melihat bisnis masa depan mobile energy. Investor tidak akan melihat langsung kesuksesan. Ia tidak menjanjikan keuntungan sekarang tetapi masa depan. Dia mengembangkan bisnis besar. Sementara dunia mulai mengejar lewat berbagai proyek kecil.

"Saya menyadari bahwa 90 persen usaha kamu lakukan apapun menghasilkan 10 persent dalam kesuksesan, dan bahwa sekedar 10 persen usaha menghasilkan 90 persen kesuksesan kamu," terangnya.

Bahwa kita tidak bisa melulu bekerja keras, entrepreneur harus mampu melihat kedepan, menyelami, dan mengikuti arus, dan sampai kamu sadar dimana kamu akan bergerak. November 2013, Li meluncurkan buku, New Energy Revolution: the Power to Change China and World, yang fokus di revolusi energi.

Ia memilik karisma serta ketangguhan selama sepuluh tahun. Dia dikenal sebagai entrepreneur besar di China dan paling dihormati. Dedikasinya tentang mimpi tidak terbantahkan. Li masuk ranking pertama, atau orang terkaya di China oleh Hurun dengan total kekayaan 24,6 juta dollar pada 2015 silam.

Anggun Rotan Kisah Panut Mantan Pegawai Mebel

Profil Pengusaha Panut Muyawati 


 
Jika biasanya tas terbuat berbahan kain. Sementara kerajinan terbuat berbahan rotan. Kini, sudah ada yang namanya kerajinan tas berbahan rotan. Salah satu penggagas, ialah Panut Mulyawati, yang memanfaatkan rotan menjadi bentuk tas. Tentu tidak mudah membentuk lekukan tas hingga benar presisi.

Sentuhan artistik Panut membuatnya berbeda. Orang tidak akan menyangkan produk tersebut terbuat dari bahan rotan. Sudah ada 300 -an desain dikembangkan Panut, dimana setiap desain terlihat sudah modis tidak monton berbentuk tunggal.

"Dari sekian model disini, 70 persen merupakan hasil desain saya, dan 30 persennya dari pembeli," Panut menjelaskan inspirasi juga datang dari pelanggan mereka.

Bisnis yang lantas dinamai Anggun Rotan, dibawah naungan PT. Anggun Collection. Kini sudah mampu memproduksi 1.300 untit. Yang mana dia dibantu oleh 38 karyawan. Harganya variatif mulai Rp.50 ribuan sampai ratusan ribu, Rp.250 ribuan.

Produknya sudah sampai ke manca negara. Penjualannya tas Anggun Rotan relatif setabil. Dimana sudah 40 persen masuk ke pasar Jepang dan Kores, sisanya dijual ke pasar lokal. Yang mana ia menjualnya dari Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali.

Khusus penjualan mereka sendiri, lebih ke arah orderan langsung pembeli. Menurut Panut sebenarnya mereka sudah mampu memproduksi hingga 2.000. Namun yang terserap baik lewat orderan khusus atau pembelian langsung cuma 1.300 buah.

Bisnis konsisten


Banyak cara digunakan Anggun Rotan agar tetap eksis. Berbagai usaha dilakukan sebagai media marketing. Sebut saja melalui selebaran brosur, sampai memasarkan langsung. Tidak kalah Anggun Rotan juga ikut merambah internet. Untuk meningkatkan nilai jual termasuk mengikuti aneka pameran.

Maksudnya agar juga ditangkap wartawan atau media masa. Terbukti nama Panut serta apa bisnisnya mulai dikenal luas oleh masyarakat. "Tapi intinya, alat promosi terbaik adalah kualitas produk," tuturnya. Kalau kualitas bagus akan mengundang viral marketing dari mulut ke mulut.

Karena memanfaatkan rotan maka banyak penghargaan didapatkan. Ini karena Panut ikut mengangkat guna rotan. Membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Penghargaan Program Bina Lingkungan Award 2009 dan dari Kementrian Perdagangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tempat produksi Anggun Rotan juga menjadi tempat praktik siswa atau mahasiswa magang. Terutama dari mereka Universitas kenamaan asal Yogyakarta. Kendala tersulit dijelaskan oleh Panut, justru bukan dari proses pemasaran. Melainkan cuaca yang tidak mendukung seperti hujan dan hawa dingin.

Rotan memang dikenal rentan lembab apalagi basah. Apalagi ruang produksi mereka semi- terbuka. Yang mana jika musimnya tepat menguntungkan. Berbisnis sejak 2001, ketrampilan mengolah rotan merupakan buah pengalaman kerja, dulu dia bekerja di tempat pembuatan furnitur, membuat produk berbahan rotan.

Sepuluh tahun total dia habiskan menjadi pegawai. Dimana dia berpindah dari Cirebon, Salatiga, Madiun, Solo. Penggunaan rotan sendiri merupakan buah pemikiran. Bahwa pemanfaatkan rotan sangatlah jarang buat bidang apapun. Belum optimal malah direvolusi melalui tas berbahan rotan, tas berbahan ini jarang.

Banyak rotan lebih dipakai ke arah furnitur. Kalaupun ada bentuknya belum variatif. Disinilah paran Panut mengembangkan aneka desain. Bermodal Rp.25 juta tidak langsung sukses. Ia mengingat produknya dulu masih monoton. Juga hanya mampu dijual hanya lewat toko- toko kerajinan saja.

Pokoknya Panut memulainya dengan penuh perjuangan. Maka konsistensi dibutuhkan hingga masyarakat menyadari keberadaan produk Anggun Rotan. Tahun 2005 dia mendapatkan bantuan kemitraan Pertamina. Ia tidak membuang kesempatan mulai masuk ajang pameran lewat BUMN tersebut.

Dia masuk pameran di Hong Kong, Jepang, Inggris, dan Dubai. Pertamina membantu soal manajemen serta SDM. Mei 2006 ia mendapatkan musibah berupa gempa Yogyakarta. Karyawan Panut mengalami dampak butuh waktu membangun kembali rumah mereka. Butuh waktu sampai setahun lagi hingga kembali lancar.

Kain Khas Gorontalo Namanya Kain Karawo Mewah

Profil Pengusaha Karsumbunda 


 
Nampaknya kesadaran masyarakat akan tekstil lokal meningkat tajam. Dulu tekstil lokal tradisional yang keliatan kuno berubah keren. Inilah pengalaman seorang ibu asal Gorontalo. Namanya Ibu Karsumbunda, yang sukses mempromosikan kain sulam Karawo, khas Gorontalo.

Dimulai sejak 2004 silam, dimana cara pembuatannya terbilang sulit. Untuk awalan bisnis Karsumbunda menggelontorkan dana Rp.15 juta. Sekarang dia mampu mengantungi omzetnya  mencapai angka Rp.30 juta/bulannya atau minimal Rp.360 juta per- tahun.

Cara membuat kain Karawo memang sulit. Pertama kain katun dibentuk motif Gorontalo. Lalu diiris agar membentuk lubang. Dari lubang lah, lubang tersebut dihitung lalu dicabuti benangnya, kemudian terakhir diikat dimasukan benang baru.

Dia mampu mempekerjakan 50 karyawan tetap. Dimana mereka mengerjakan 600 potong stok dan dapat mencapai 1.000 -an bila ada pesanan khusus. Semenjak tahun 2011 silam, ia mendapatkan binaan dari BI (Bank Indonesia) Cabang Gorontalo, kemudian juga tergabung dalam Kelompok Gabungan Cinta Karawo.

Dia mendapatkan suport mengembangkan motif. Disisi lain juga bagaimana memasarkan produk itu. Ia mengaku kepada Detik bahwa BI banyak membantu promosi. Contohnya ya pegawai BI sendiri memakai kain Karawo setiap hari kamis.

Harga dipatok antara Rp.700.000 sampai Rp.1,2 juta, yang mana bahannya sifon, dobi, hingga sutra. Juga ada kain SBY, diambil dari nama mantan President kita loh, waktu itu ceritanya President Susilo Bambang Yudhoyono membeli kain dengan motif tersebut. Saat ia memakainya, maka nge- hit dicari banyak orang disana.

Pembeli mayoritas orang Gorontalo, karena memang pada hari kamis diwajibkan memakai kain Karawo. Gerainya ada empat tersebar di sekitaran Gorontalo. Kemudian penjualan online bisa lewat situs toko online www.tokokarowo.com.

YouTuber Teknologi Terbaik Terprofesional

Biografi Pengusaha Marques Brownlee



Dia tidak langsung sukses semalam. Marques Brownlee bekerja keras selama lima tahun. Melalui channel You Tube, dia mulai berbagi kegemarannya akan dunia gadget, atau teknologi pada umumnya. Dia secara konstan terus memposting kritik tentang teknologi baru. 

Tujuannya adalah membantu banyak orang umum di luaran sana. "Ketika saya membuat video pertama kali, saya tidak mengatakannya kepada siapapun," dia mengawali. Bahkan tidak seorang keluarga tau apa yang dilakukan pemuda 20 tahun ini di kamarnya.

"Saya membuat banyak sekali video.... saya hanya merasa tidak penting menceritakan itu tentang penelitian saya tengah lakukan," paparnya. Review produk dihasilkan oleh Marques memang tidak mau tanggung. Dia bahkan pernah membuat review tentang iPhone 6 Sapphire: Membuktikan layar anti goresnya denga pisau.

Butuh waktu hingga terlihat mempesona. Sisanya kebelakang, Marques menggunakan metode yang sangat sederhana untuk memembuat video. Hingga dia sudah memiliki studio sendiri dibalik kamar ukuran 12x 12 di apartemen kawasan Hoboken. Gedung lama yang kemudian disulap menjadi apartemen asik.

Mungkin tidak nyama, ia ditemani pemutar video, suara konstuksi di luar jendela, dan kebisingan jalanan yang bahkan ketika jendela ditutup tetap ada. Rasa suka akan teknologi sudah dirasakan ketika dia masuk tahun baru di Steven Collage, Hoboke, New Jersey.

Dengan kamera laptop biasa. Video pertama dihasilkan Marques benar- benar amateur banget. Namun seiring waktu dia memiliki kamera studio sendiri.

Bisnis review


Ayahnya bekerja dibidang teknologi. Seorang ahli pemrograman dan sistem informasi. Ketertarikan dia lebih ke teknologi konsumen. Atau apa- apa produk elektronik kegemaran masyarakat sekarang. Bukan hal mendalam tentang software atau hardware. Ia mulai dari komputer kuno dimulai dari rekorder di rumah.

Alat review pertama digunakan: Dia menggunakan kamera laptop Dell. Dengan layar 15 inchi yang mana tampak jadul. Ini lebih ke hobi awalnya. Jadi ya dia tidak menceritakan apa yang dilakukan. Masuki ke sekolah atas dia sangat ingin membeli laptop.

Lalu dia mulai mencari banyak reverensi. Ia mencari komputer apa. Marques juga mencari tutorial ringan tentang laptop. Bagaimana melalukan trik keren dengan layar komputer. Atau bagaimana caranya buat sekedar mengkustom isinya.

Dari melihat orang lain membuat tutorial, dia lantas ingin membuat tutorialnya sendiri. Tutorial sederhana yang cuma berbekal aplikasi biasa. Hasilnya tidak cukup membangun penonton. Tidak mudah memang. Ia mengatakan video pertamanya sangat- sangatlah lambat.

"Tidak ada penonton dan tidak ada komentar," kenangnya, dia mengatakan sejarahnya kepada pewarta dari Business Insider.

Kemudian tiba- tiba, ada seseorang komen dan bertanya beberapa hal, secara berkala dia mulai menjawab pertanyaan tentang videonya. Kemudian pengunjung semakin banyak. Dan tanpa dirasa dia sudah memiliki 100 -an video.

Tapi dia cuma punya 78 follower. Tetapi dia tetap bekerja. Apa yang dimasa depan merupakan bentuk kerja keras dan konsistensi. Diantara kesibukan universitas, juga membuat video, Marques merupakan seorang atlit profesional Ultimate Frisbee. Dalam benak pemuda ini belum tau mau kerja apa ketika lulus.

Yang pasti dia sudah punya cukup uang. Channel You Tube nya cukup menghasilkan banyak uang. Hari ini, channel nya menghasilkan cukup uang dari iklan. "Untuk memodali usaha (membeli perlengkapan studio kecilnya) dan membuat waktu ku berharga."

Profesional muda


Ia mengingatkan awal mula. Semuanya gampang, tinggal membuka laptop, membuka software video dan ia akan segera mereview. Hanya butuh waktu dua sampai tiga menit sejak merekam. Ketika sudah selesai dia mereview, ya tinggal di upload ke You Tube. Dan selesai sudah.

Marques bisa membuat video sebanyak mungkin. Tapi kini, dia berbeda, pekerjaanya lebih kolaboratif dengan aneka pendukung. Ini layaknya sebuah film bukan lagi video recorder. Dia kini memproduksi aneka jenis video. Mulai review, penjelasan, dan membayangkan, bagaimana dia menghadapai sebuah teknologi.

Tidak cuma berhenti disana. Ia masih banyak proyek lainnya. Dalam pembuatan video, akan butuh waktu lama karena butuh review. Beda lah dari video sebelumnya. Layaknya pembeli umumnya, ketika produk dia beli dibuka dari bungkus, maka dia akan segera memberikan reaksi.

Semuanya berjalan sangat natural, meski dengan gambar lebih komplek. Untuk memulai sebuah rekording dia butuh beberapa waktu persiapan. Semuanya akan segera berjalan ketika ia menyentuh tombol "rekam". Dia memiliki microfon sendiri, lensa Canon, dan menggunakan Adobe buat mengedit videonya nanti.

Dia cukup perfeksionis soal kualitas gambar. Alhasil perlengkapan digunakan tidak jarang berganti. Dia akan asik menganalisa perlengakapan apa lebih baik. Mungkin perbedaan dibelakang layar tidak orang luar lihat. Tetapi mereka akan menikmati hasilnya nanti ketika videonya sudah jadi.

Meski beberapa reviewnya dulu tidak begitu akurat. Tetapi tidak masalah. Karena Margues memilik satu karisma sebagai ahli teknologi. Komentarnya tentang sesuatu jujur adanya. Videonya sejumlah 686 video sudah disaksikan 158 juta kali. Dia tidak segan membuka percakapan dari komentar yang datang.

Meski tidak mau menyebutkan angka. Ia mengatakan dia jarang tidur. Bahkan dia mengenakan gelang karet berhastag #NoSleepTeam. "Saya tidak mendapatkan banyak tidur," ujarnya. Prioritas baginya untuk siap memposting satu video per- hari. Kemudian nama channelnya yaitu MKBHD -atau plus high definition. 

Bisnis Adsense


Apa yang membuatnya berbeda menurut penulis: Spontanitas. Ketika pertama kali membuka laptop. Pertama kali menyalakan video, Marques, 15 tahun spontan berteriak ke arah kamera penuh kegirangan. Review pertamanya juga termasuk bagaimana dia mengomentari tangannya sendiri.

Tahun 2008, dia sangat ingin laptop, lewat You Tube dia mencurahkan keingannya. Dia memang tidak lah langsung terlihat. Sang ibu, Jeaniene Brownlee, tidak melihatnya aktif berteknologi. Memang sejak kecil dia memiliki rasa ingin tau tinggi, tetapi tidak tenggelam bermain teknologi sepanjang hari.

Marlon Brownlee, sang ayah, justru menekankan pentingnya sekolah. Dia menggunakan metoda bernama Academic, Athletic, dan Artistic. Inilah menjadi semangatnya tetap berkarya dibidang atletik. Meski dia disibukkan membuat video di kamar asramanya.

Soal nilai akademis dia juga mampu mengendalikannya baik. Dia bahkan mendapatkan gelar honor student. Marques memiliki talenta selain video. Marques diakui ibunya memang jago soal mengatur waktu. Wanita yang dulunya bekerja sebagai akuntan -dan memutuskan keluar demi anak-, benar- benar kagum akan itu.

Dia membuatnya bangga. Bagaimana Marques mengatur waktu merupakan menakjubkan. Dia sendiri tak melihat prosesnya. Namun dia pernah melihatnya ketika dia tidak di rumah. Justru perasaan khawatir yang muncul tentang anak. Di kampus sendiri, Marques dikenal pendiam atau introvet tidak seperti di video.

Berawal dari kamera laptop, yang mana susah, dia tidak mudah menggunakannya -karena tidak biasa. Dia menyalakan software dan butuh beberapa jam hingga ia siap. Nampak lebih seperti siswa yang tengah belajar mengerjakan proyek sekolah. Benar- benar jadul ketika ia memulai membuat channel You Tube.

Ketika merekam, tanpa sadar dia meminta maaf, reaksinya suara bising diluar masuk ke videonya. Tidak ada perencanaan atau skrip. Di video ke 100 -nya, dia berteriak keras senang, padahal waktu itu dia cuma memiliki 78 pelanggan, lihat bagaimana remaja 15 tahun tersebut begitu senang.

Dia menarik perhatian petinggi teknologi. Termasuk CEO Motorola, Dennis Woodside, yang mengajak wawancara ekslusip. Uniknya Marques tidak langsung ke teknologi. Dia membangun suasana yang seakrab mungkin. Dia sempat menanyakan tentang keluarga, berapa anaknya, dan lain- lain.

Dia memiliki gaya menghindari script. Tidak pula memanfaatkan poin- poin seperti You Tuber lainnya. Ia sangat rilek tanpa ada "umhh" atau "ahhh" disetiap video. Gabungan antara gaya broadcast dengan mengajak teman ngomong di telephon. Dengan iklan Google Adsense, keuangan Marques mulai mendukung dia.

Uang iklan digunakan membeli perlengkapan. Investasi berupa kamera buat studio HD, yang mana dulu butuh beberapa menit video dibuat, kini dia butuh waktu berjam buat sekedar diupload ke You Tube.  Nilai iklannya diperkirakan $117.000- $934.000. Kini industri teknologi terbuka mengendorse dia berbicara.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba