Mapillary Memetakan Jalanan Lebih Efektif

  
Mapillary adalah aplikasi melebihi Google Map. Perbedaan yang mencolok adalah penggunaan sumber daya manusia sebagai sumber datanya. Aplikasi ini mampu menyimpan data foto dari berbagai sumber seperti dari kamera smartphone, GoPro, atau foto dari drone, membuatnya menjadi peta jalan. Dengan perbedaan kamu akan bisa melihat keadaan jalan secara real time.

Beda dengan sistem Google Map. Mapillary menyenangkan sebuah proyek sosial media. Ada sekitar 6juta foto, dimana telah memetakan 200.000 persegi kilometer planet. Dimana perlu kamu tau awal peluncurannya menggunakan dukungan finansial sendiri. Sekarang, Sequoia Capital telah setuju memberikan dukungan finansial. Melalui investasi senilai $1,5 juta. Selain itu masih ada beberap perusahaan yang lalu memberikan suntikan invastasi kapital.

Jan Erik Solem, CEO Mapillary, percaya melalui cara komunitas. Mereka akan mampu memetakan jalan lebih cepat dan efektif dari Google Map. Itu juga lebih murah untuk perkembangan sistem street view di peta kamu. Namun, ini bisa jadi sulit, terutama ketika kita berbicara privacy pada setiap foto. Dan ada pula satu masalah seperti jika seseorang mau foto rumahnya hilang dari peta, seperti kasus Google Street di German.

Dengan menggabungkan komunitas macam sosial media. Mapillary bisa tumbuh dan berkembang. Bisa jadi lebih mentarget area lebih luas daripada konvensional ala Google Street View. Sistem lain dari aplikasi foto ini adanya sistem pengkormesilan, terutama untuk hal transportasi, konstruksi, kota dan lain- lain. Selain itu ada pula kerja sama dengan editing tool dari OpenStreetMap, jadi apapun yang ada pada Mapillary juga bisa digunakan siapa saja.

Artis Adipati Dolken Serius Bisnis Butik Waralaba


Kalo kamu artis apa yang akan kamu lakukan kalo bukan membuka usaha. Namun, membangun usaha tak semudah yang bisa dipikirkan. Membangun usaha yang bisa kita pahami (cintai) menjadi salah satu kunci sukses. Itulah kiranya yang tengah dikembangkan artis muda satu ini Adipati Dolken, menggabungkan apa dunianya dan bisnis. Bukan memilih berbisnis sendiri, ia memilih berpatner beberap pengusaha muda. Yap, bersama Yuda Fajrin, mereka tengah memulai bisnis fashion.

Tepatnya ia bersama beberapa orang temannya total ada enam orang. Mereka mencoba mengembangkan bisnis fashion lain daripada yang lain. Melalui Akakida, mereka Yuda Fajrin, Marsha Natika, Adhi Sastro, Sandy Radhitya, Enzy Storia, dan Arya Saloka, Adipati mencoba mendirikan brand clothing Akakida. Brand yang baru dilaunching pada 19 Agustus 2014 lalu. Konsepnya apa sih?

Konsep usaha fashion Adipati yaitu menawarkan produk fashion khas anak muda. Macam- macam ada produk jeans, kemeja, kaus, sepatu, dompet dan lain- lain. Yang menarik mereka mengajak kita bermodal konsep kemitraan. Secara total pertumbuhan Akakida bagus. Mereka memilik tiga butik langsung selepas launching yaitu di Tasikmalaya, Brunei, Batam dan satu lagi ada di Kemang.

Untuk paket kemitraannya kamu jangan tanya. Yaitu 60 juta rupiah untuk dalam negeri, lalu 80 juta- 120 juta di luar negeri. Mitra akan mendapatkan lisensi merek, produk awal berupa 80 jenis pakaian, dan dukungan dalam pemasaran. Ini diluar desain interior dan renovasi serta tempat loh.

Apa yang menjadi keunggulan Akakida. Dikutip dari laman Kontan, menurut Yuda, produknya merupakan satu produk premium. Menggunakan standar internasional. Dimana targetnya nanti memiliki tujuh mitra di tahun 2015. Erwin Halim, menyebut dalam laman Konta, bisnis fashin milik mereka menyasar pasar kelas menengah dan atas. Ini memerlukan peran kuat atas brand -nya. Namun, apakah Akakida punya brand kuat, apakah hanya bermodal sosok Adipati.

Menurut pakar Erwin menyebut bahwa pasar fashion selalu menggiurkan. Prospek butik fashion sudah jadi kebutuhan dan tren masyarakat. Dan kami menambahkan, prospek bisnis waralaba merupakan usaha yang selain mengandalkan produk. Kamu bisa mengandalkan branding. Untuk harga jual sendiri Akakida menjual dikisaran Rp.99.000- Rp.1,4 juta. Sebagai mitra kamu akan membayar setoran 50% atas produk dijual.

Tidaka ada sistem royalti. Ini berarti kamu bisa menjual mereka Akakida plus Adipati Dolken sendiri untuk menjadi endorsmen. Kamu bisa menjual lebih tanpa harus menyiapkan model sendiri. Kamu tinggal hanya mengambil gambar di laman web sebagai modul promosi. Kisaran untung yang bisa kamu dapatkan, Yuda menyebut: omzet minimal 80 juta per- bulan. Dan akan langsung dipotong oleh dana untuk produk yang dijual.

Lalu ketika kamu sudah menjual apa kamu harus membeli dari pemilik merek atau disuport dengan diskon khusus? Kami tak tau pasti.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba