Biografi Softbank Masayoshi Son Mengalahkan Dunia

Biografi Pengusaha Masayoshi Son


pemilik softbank masayoshi son


Siapa tak mengenal namanya yang begitu fenomenal. Biografi Softbank Masayoshi Son, yang bisa melawan dunia. Bahkan dia beberapa kali mengalahkan dunia dengan gerakannya. Namanya dikenal sebagai Raja Startup, anaka investasi besar dilakukan Son, salah satunya yang terkenal di Indonesia, Grab.

Siapakah pemilik Grab maka jawabannya ialah si Masayoshi Son. Terlahir sebagai anak kampung yang berasal dari kota kecil barat pulau Kyushu, Perfektur Saga. Kakeknya berasal dari Korea yang kemudian migran ke Jepang.

Bakat dibidang teknologi sudah semenjak 16 tahun. Ia pindah ke California di umur 16 tahun, dan dikenal super cerdas. Masayoshi mampu lulus Serramonte High dalam waktu 3 minggu, sementara semua keluarganya berada di San Fransisco, semenjak remaja dia dikenal sangat berani dan mandiri.

Pengalamannya menjadi pengusaha dimulai ketika pelajar. Ia membantu beberapa profesor, Son lalu menciptakan translator elektronik, kemudian dijualnya kepada Sharp Corporation untuk $1,7 juta. Ya baru berumur belasan dia sudah menjadi miliarder, dan itupun belum berhenti karena masih ada lagi.

Anak Jenius Teknologi


Son mendapatkan nama ketika berhasil berbisnis di Jepang. Ia berbisnis impor mesin game bekas dari Jepang, mengantungi keuntungan $1,5 juta. Kemudian dia membuka kredit mesin game itu kepada restoran dan apartemen. Mengejar karir bisnisnya Son sempat kebingungan, kemana dia harus kuliah nanti.

Beruntung dia bertemu Den Fujita, Presiden Mc Donald, dan akhirnya dia memilih kuliah jurusan Bahasa Inggris dan Komputer. Son lulus dari Univ. Brakely dengan B.A bidang Ekonomi tahun 1980. Son sendiri bermarga Yasumoto, tetapi menyandang nama Korea, tujuannya untuk mengajari anak- anak Korea.

Dia menganggap bahwa budaya Jepang dalam kedisplinan bagus. Walaupun memiliki darah asalnya Korea, Son tetap dianggap oleh orang Jepang karena kedua orang tuanya Jepang. Son sendiri sangat mencintai budaya Jepang.

Diusianya 16 tahun dia bertekat untuk menjadi pengusaha. Kisah Masayoshi Son bertemu Den Fujita tidak lah mudah. Dia nekat untuk bertemu dengan seorang pengusaha besar. Fujita sendiri adalah pendiri Mc Donald Jepang, dan menulis sebuah buku yang Son kagumi dan ikuti.

Son menghubungi asisten Fujita terus- menerus, bertanya untuk bertemu, tetapi selalu ditolak karena satu alasan. Dia selalu berusaha tetapi ditolak karena statusnya, alasannya ya karena pengusaha besar punya skedul ketat dan tidak untuk anak 16 tahun, karena gagal lewat telephon dia nekat untuk ke Tokyo.

Dia langsung datang ke kantor tempat Fujita bekerja. "Kamu tidak perlu harus melihatku. Kamu tak perlu harus berbicara dengan ku. Kamu bisa tetap melanjutkan kerja, yang ingin ku lakukan hanya melihat wajahnya," Son menjelaskan ke asisten Fujita.

Akhirnya sang asisten memberia tau Fujita apakah mau bertemu. Ternyata dia bersedia untuk bertemu walaupun hanya 15 menit. Sifatnya yang keras kepala inilah yang membuat Son sukses. Dia tidak memiliki gelar bidang teknik dan teknologi, bahkan hanya berbekal insting untuk berjualan.

Bisnis Besar Masayoshi Son


Dia tak mengerti teknologi tetapi memiliki bakat berdagang. Sukses menjual translator elektronik ke Sharp, ia mendapatkan $1 juta yang dibagi dengan profesornya, dan itu barulah awal dari bisnis teknologi Son. Tahun 1982, dia tertarik untuk berbisnis publisher, dan meluncurkan dua majalah PC dan Teknologi.

Perusahaan Softbank terbentuk dengan berjualan software. Dia hanya memiliki dua pegawai paruh waktu. Softbank menjadi distributor software untuk perusahaan Jepang. Perusahaannya juga jualan paket untuk ekspor- impor.

Softbank telah memiliki bisnis software dan majalah. Akhir tahun 80 an, perusahaan milik Son mulai membuat teknologinya sendiri, yaitu software telephon. Mereka lalu menjual sistem operasi yang mempermurah biaya telephon domestik, yang akan membuat biaya telephon murah untuk Jepang.

Walaupun telah sukses dengan teknologi bisnis publishernya tidak berhenti. Softbank menstablis diri sebagai perusahaan publsiher besar. Caranya ialah dengan membeli Ziff Davis, pada 1996, sebuah perusahaan media asal Amerika Serikat yang menerbitakan PC Magazine.

Kesuksesa terbesarnya ialah ketika memutuskan untuk membeli saham Yahoo. Softbank menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan ini, dan mendirikan Yahoo Jepang. Son bertaruh uang $372 miliar untuk Yahoo diantara 1995 dan 1998, dan mendapatkan puncaknya dengan berlipat 5 kalinya.

Kekayaan Son meningkat sangat tajam ke puncak orang terkaya. Internet memberikan dampak besar bagi bisnis Son. Dalam tiga hari, dia tercatat sebagai orang terkaya se- Jepang, semua berkat dot com bubble. Tetapi dalam semalam, pada tahun 2000, kekayaannya jatuh drastis kehilangan $70 miliar semalam.

 "Dia sangat agresif, pengambil resiko, berjiwa entrepreneurship. Dia adalah orang yang keren seperti Bill Gates dari Jepang," ujar Steve Vogel, profesor pendidikan Jepang di Berkley.

Banyak pihak melihat jatuhnya seorang pengusaha besar. Biogafri Softbank Masayoshi Son, inilah titik terendah seorang jenius bidang teknologi. Nilai saham perusahaanya Softbank turun sampai 99% dari harga sebelumnya. Itu hantaman keras, tetapi Son tidak pernah goyah dan memilih bekerja keras.

Inilah saatnya dia membangun bisnisnya lagi di teknologi. Saatnya Softbank membawa broadband ke Jepang. Tetapi yang membuatnya sukses besar di masa depan, yakni ketika dia menginvastasikan uang ke perusahaan startup lokal. Perusahaan itu Alibaba yang kemudian menjadi satu raksasa bisnis eCommerce.

"Hidup terlalu singkat untuk hal kecil," jelasnya.

Alibaba menjadi satu raksasa, perusahaan startup yang mendunia, dan Softbank mendapatkan nilai valuasi $130 miliar atau untung 2240 kali dari investasinya. Dengan uang $100 miliar, Softbank berkeliling dunia menginvestasikan ke startup lokal, dan terbukti memunculkan banyak unicorn.

Youtuber Felix Kurniawan Anak Kuliner Review

Profil Pengusaha Youtuber Anak Kuliner


youtuber anak kuliner
 
Kali ini Youtuber Felix Kurniawan, menjelaskan cara menjadi food influencer, memastikan kamu tak perlu memberi kuliner mahal- mahal. Jika mendengar namanya channelnya Anak Kuliner, maka pasti identik kuliner artis. Tetapi tidak melulu seperti itu Felix secara profesional juga menjajal semuanya.

Inilah bagaimana mendapatkan makanan enak dan dapat duit. Jadinya kita makan gratis terus tanpa berhenti ngunyah. Ia menjelaskan bahwa ini cara mempengaruhi pemirsa. Tugas food influencer ialah mempengaruhi orang untuk mencoba kuliner yang direview.

Selain memiliki Youtube Channel, Felix juga memiliki akun sosmed dengan nama sama, brand Anak Kuliner memastikan orang untuk mencoba.

Food Influencer Seleksi Alam


"Tak hanya dipostingan, tapi bagaimana kita bisa menyampaikan bahwa makanan ini enak," jelasnya kepada Tempo.

Tujuannya membuat video di Youtube ialah menggambarkan rasa. Memastikan pemirsa melihat dari ekspresinya bahwa kuliner ini patut dicoba. Berawal dari seringnya mengunggah aneka kuliner di Instagram, kemudian mengikuti aneka gathering foodies.

Awalnya dia tak sengaja bisa bertemu komunitas foodies. Mulailah Felix berbagi cerita mengenai apa kuliner yang layak dicoba. Bertahap pengetahuan akan kuliner meningkat, dari yang biasa sampai mendetail, Felix lebih peka dalam mengekspresikan rasanya.

Ketika ditanya apa yang menjadikannya good food influencer, maka Felix menjawab "Seleksi alam", pasalnya semua memang terjadi begitu saja. Mereka yang foodies saja belum tentu berhasil seperti dirinya.

Berulah kita baru berbicara mengenai teknikal seperti angel foto, jenis kamerannya, pencahayaan dan tahap editing. Itupun akan terseleksi dalam berjalannya waktu mengerjakan. Tak semua orang bisa begitu niat untuk mengeluarkan kocek sendiri.

Felix memberi saran jaman sekarang untuk memakai video. Tetapi bukan berarti menyepelekan foto, karena suatu saat bisa saja diminta pihak restoran. Ingat menjadi food influencer tidak hanya dapat uang dari Youtube, cakupan bisnis dari profesi ini sangat luas termasuk review restoran.

Tetapi tidak juga semua foto dari permintaan restoran. Ia sendiri menyontohkan dirinya sendiri, yang kalau kulinernya menarik kenapa tidak diposting. Kalau reviewnya bagus, kita mungkin akan dapat ucapan terima kasih atau kontak.

Anak Kuliner Review


Tidak sedikit repon negatif datang dari pemilik makanan yang direview. Tapi kebanyakan sih mereka yang kuliner artis. Felix sendiri berupaya seobjectif mungking, walaupun yah terkadang tidak baik diterima si empunya kuliner. Tidak jarang dia diserang oleh fans dari artis yang bisnisnya dia review.

Sudah menjadi resiko bagi artis yang berbisnis kuliner untuk dikritik. Apalagi bukan hanya Felix saja food youtuber, masih ada beberapa akun lain, dan yang bukan akun food influencer juga terkadang ikutan untuk mereview.

Pernah nih dia bersama rekannya mereview kuliner Nia Ramadhani. Sang rekan ini nyeletuk bahwa makanannya mahal dan tak enak. Bahkan tidak hanya pernyataan tetapi ekspresi muka yang begitu. Rekannya Felix ini nampak mengekerutkan alis, agak mengecap lidahnya, dan bilang "gak enak".

Bayangkan jika kamu pemilik usaha melihat makanan dibegitukan. Karena memang konsepnya itu review on the spot, Felix sebenarnya tak bisa disalahkan. Dia sendiri berupaya mungkin tidak untuk merendahkan. Pihak Nia sendiri tetap bangga akan kuenya, walaupun dikatai mahal dan gak enak santai saja.

Mungkin yang pemilik usaha tidak marah tetapi lain cerita fans. Mereka segera membrondong akun Anak Kuliner untuk dibully.

Cerita unik lainnya datang ketika dia mereview Peyek Ibu Syahrini. Review miliknya dibuka dengan tanggapan menganai harganya. Dia dan rekannya terkejut karena harganya Rp.200 ribu. Tetapi begitu datang bukan sekantong melainkan satu setoples.

"Gue merasa miskin habis transfer," celetuk rekannya, Adit.

Mereka tak menyangka jika ini dijual dengan toples super besar. Felix mereview bahwa peyeknya ini istimewa.

"Rasanya itu gurih dan bikin nagih, garingnya (pas), tipis, garing dan enggak ketipisan. Oke kok ini sebenarnya. Untuk rasa ini oke banget," kata Felix.

Alhasil untuk penutup keduanya berkesimpulan bahwa rasanya enak. Ya, kalau enak Felix tak segan untuk menyanjung, tetapi dengan nada bercanda menyebut harganya mahal. Untuk beberapa artis yang kulinernya direview, beberapa menilai gaya reviewnya kurang mengena dihati.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba