Berjudi Jadi Pengusaha Donat Kalis Dimas

Profil Pengusaha Dimas Kalis

 

pengusahadonat.png

Berjudi jadi pengusaha mengapa demikian. Sebab Dimas harus merelakan semua demi Donat Kalis. Ia sempat memutuskan kerja tetapi gagal. Alih- alih hidup nyaman, dia harus berkeliling melamar pekerjaan tanpa arah. Dimas merupakan pegawai swasta perusahaan Jakarta.


Selama 11 tahun dia bekerja disuatu perusahaan tetap. Titik jenuh muncul menggugah hati. Dia inginkan suatu perubahan termasuk lingkungan. Dimas jenuh akan rutinitas hidup di Jakarta. Dia ingin bekerja di Yogyakarta; Ia lantas melamar pekerjaan sebuah perusahaan.


Mendadak Buka Usaha


Nekat Dimas berangkat ke Yogyakarta tanpa pekerjaan. Dia bekerja di Yogyakarta. Ternyata pekerjaan barunya tidak seenak dibayangkan. Karena suatu hal, Dimas memutuskan keluar pekerjaan dan menjadi pengangguran.


Dia terus melamar tetapi susah ya. Dimas makin terpuruk secara finansial pada 2018. "Di 2018 posisi saya lagi jatuh tidak punya penghasilan sama sekali," terangnya kepada Detik.com


Dimas sempat menyerah. Hingga ia memutuskan melamar pekerjaan di Jakarta kembali. Beberapa surat lamaran dikirim tidak kunjung direspon; Dia terjebak di Yogyakarta. Keadaan kepepet memaksa Dimas memulai wirausaha.


Dimas memilih usaha kuliner. Berjudi jadi pengusaha kopi tanpa pengalaman. Tanpa ia memiliki satu pengalaman meracik kopi, Dimas membuka usaha kedai kopi. Pikirannya gampang karena usaha kopi tengah naik daun. Selain kopi disuguhi pula makanan pendamping yakni donat.


Ia berpikir sederhana mereka punya usaha kopi, tetapi tidak makanan. "Awalnya ingin juga bisnis kopi tapi pengetahuan saya tentang kopi itu nol besar," ia melanjutkan. Dimas ingin makanan manis buat pendamping kopi makalah donat.


Pernah berpikir berbisnis kuliner lain tetapi tidak sesuai hati. Begitupula ketika dia memilih bisnis kopi begini. Dia memutuskan cuma mengerjakan donat. Tergetnya malah mencoba memenuhi kebutuhan kedai kopi lain.


Berbeda sebelumnya ia memilih mempelajari membuat donat. Bahkan dia berangkat ke Jakarta dan Bali. Bukan buat melamar pekerjaan. Melainkan Dimas mencari- cari contoh donat premium. Baru di 2019, berulah donat diproduksi, dimana awalnya menjual memakai sistem pesanan atau Preorder (PO).


Dimas nanti menawarkan donatnya ke teman- teman. Betul mereka tengah berjualan kopi kekinian, dan ia menangkap peluang. "Kita tawarin ke coffee shop, tapi mereka bimbang laku gak ya. Ada yang mau ambil tetapi tidak mau order lagi. Wah ini kenapa," kenang usaha pengusaha donat ini.


Dia memutuskan melakukan Plan B, alias membuka tempat jualan donat sendiri. Ia merelakan semua tabungan terakhir sejumlah Rp.50 juta. Sebuah perjudian karena uang terakhir bahkan masih kurang. Ia cuma mampu membeli peralatan produksi hingga toko.


Uang tidak cukup cuma mampu menumpang sebuah rumah makan. Kebetulan ada gudang kecil di kawasan tempat makan itu. Tepat di hari ulang tahun istrinya, pada 23 Juli 2019, maka bukalah toko Kalis Donuts yang tempatnya kecil.


Nama Kalis merupakan nama tahapan adonan yang sudah diuline dengan baik. Dimas langsung pakai bahan terbaik ketika memproduksi. Produknya dijual dari Rp.8 ribu sampai Rp.10 ribu perbuah. Lalu dia bekerja sama dengan Se'i Sapi Kana, menjual donat seharga Rp.25 ribu.


Namun ketika membuka toko kecil awal "kesengsaraan" masih lanjut. Dimana tidak memiliki modal membeli bahan. Alhasil Dimas membeli bahan baku melalui sistem ecer, bahkan sempat berhutang ke toko. Buat makan sehari- hari dia mengambili sisa bahan baku membuat donat.


Dimas ambil putih telurnya buat dimasak di rumah. "Saya ke toko sampai bilang, 'Pak boleh enggak saya bayar nanti sore setelah toko saya tutup'," kenangnya. Kondisi berbalik justru diwaktu tidak pernah diduga.


Caranya menjadi sukses juga tidak terbayangkan. Jadi datanglah seorang influencer temannya teman Dimas. Dia berkunjung ke Yogyakarta sembari liburan. Sembari dia mencari makanan unik buat dia review. Nah temannya Dimas mempromosikan Donat Kalis ke si influecer tersebut.


Si influencer rupanya tertarik akan donat tiramisu regal. Dibelinya beberapa dijadikan oleh- oleh. Dan dia ternyata merviewnya positif. "Setelah dia review, malamnya mulai banyak notifikasi di IG kita, banyak yang ngepoin Kalis," kenang Dimas.


Besoknya kan dia membuka toko jam 10, dan ternyata sejak jam 9 sudah mengantri mengular, alhasil dalam 1,5 jam produksi ludes. Bertahap nama Kalis semakin dikenal dan tidak berhenti. Dimas punya trik unik menggaet selebriti atau influencer lain.


Dimana Kali akan kepoin aku mereka yang liburan ke Yogya. Terus Kalis akan DM mereka, walau ada saja yang tidak merespon, ada yang sekedar terima kasih, adapul mau mereview. Tim Kalis sudah macam detektif mencari mereka.


"Jadi memang kita semacam detektif lah cari tahu siapa yang lagi ke Jogja, kita langsung DM dia. Ya responnya beragam, ada yang bales, ada yang review, ada yang nyuekin, ada yang terima kasih aja. Dari situ si kita pelan-pelan mulai dikenal," terang Dimas.


Singkat cerita usahanya menanjak sampai memperluas toko. Produksinya meningkat dari 400- 500 buah perhari jadi 2000 pcs. Paling laku produksi donat regal tiramisunya ikonik. Kali sudah punya cabang di Semarang yang dibuka Oktober 2020, dan Palembang pada Desember 2020.


Omzet tertingginya pernah Rp.600- 700 juta perbulan. Dimana 35% merupakan biaya produksi juga termasuk gaji pegawai. Total 63 pegawai dari produksi sampai penjualan diseluruh cabang. Total 65% keuntungan bersih, dan nanti juga akan dibagikan ke pihak yang invest disini.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba