Pengusaha Tas Kulit Ular Eksotis Hasilkan 4,5 Juta

Profil Pengusaha Anto Suroto


pengusaha tas kulit ular

Kisah pengusaha tas kulit ular eksotis. Mereka memang memiliki pasarnya tersendiri. Pengusaha tas kulit ular ini mengaku, tidak mudah mengolah kulit ular dengan aneka persyaratannya. Industri rumahan ini memang tidak banyak terbayangkan oleh orang.
 
Alhasil Anto Suroto mampu menghasilkan penghasilan puluhan jutaan. Sukses berkat usaha kulit ular. Lebih tepatnya tidak hanya kulit ular sih. Tapi, ia menyamak berbagai kulit reptil untuk dijadikan berbagai produk. 
 
Produk yang dihasilkan bermacam, dari produk tas, pakian, aksesoris, dan juga berbagai produk lain.

Sukses Jualan Camilan Cake Pops Contoh UKM

Profil Pengusaha Sarah Rahmawati


kisah pengusaha kue pops
   
Contoh UKM sukses jualan camilan bernama Cake Pops. Apa itu cake pops, adalah kue kecil imut berbentuk bualatan lolipop. Bentukanya sekarang sudah beraneka ragam dari sananya. Umumnya sih akan berbentuk kue coklat berbalut aneka topping, seperti misis, coklat cair, atau lainnya.

Anak- anak dijamin menyukainya karena berbentuk lucu. Ukurannya mini juga bikin mudah dimakan tinggal "hap". Cake pops berbentuk seperti lolipop aneka rasa. Ada tusuk dibawahnya yang bisa dibawa kemana saja.

Walupun berbentuk lolipop ini bukan permen tetapi cake mini. Ukuran kecil bisa dibentuk aneka macam. Tidak monoton bulat tetapi bisa dibentuk karakter lucu. Biasanya cocok buat acara Idul Fitri atau Natal, bentuknya menjadi tematik sesuai kebutuhan pembeli.

Bisnis Forum Menghasilkan Ribuan Dollar Online

Profil Pengusaha Donny Ouyang 


pengusaha bisnis forum
 
Bayangkan kamu memiliki bisnis forum layaknya Kaskus. Kisah Donny Ouyang menjadi entrepreneur online dan hasilan ribuan dollar. Pengusaha muda asli kelahiran Inggris- Kolumbia tinggal di Kanada; dia sudah memiliki berbagai bisnis online berpenghasilan tetap. 
 
Ia telah berhasil membangun bisnisnya bahkan dari sebelum berumur 17 tahun. Bisnisnya itu meliputi situs kinkarso.com, chrisitianavenue.org, battleforums.com dan live.tv.ts, yang melahirkan pendapatan tetap yang mengejutkan.

Entrepreneur Cilik Leanna Archer Minyak Rambut Ajaib

Profil Pengusaha Leanna Archer


entrepreneur cilik amerika

Berkat minyak rambut ajaib entrepreneur cilik menjadi miliarder. Wajah polos Leanna Archer tidak akan membuat kita menduga. Bahwa dia sudah menjalankan entrepreneurship sejati. Jangan salah, semua tentang menilai orang dari cover tidak berpengaruh, karena kini dia orang termuda di Nasdaq.

Sebuah buku tak lagi terlihat seperti sampulnya sekarang. Sebuah keyakinan ada pada diri sendiri. Leanna berani membuka perusahaan sendiri hingga sampai ke bursa saham NASDAQ. Bagaimana dia memulai?

Dia hanya memulai dari rambutnya sendiri. Leanna yang masih terlihat seperti gadis pada umumnya, sangat senang bermain dengan anak seumurnya. Tetapi, ada yang berbeda dengan dirinya, di umur 15 tahun sudah berhasil mengerti bagaimana sebuah bisnis berjalan.

Toko Online Sepatu Wanita Mimpi Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Resty Lestari


kisah pengusaha muda pemilik real inc
 
Mimpi pengusaha muda ini ingin memiliki brand sendiri. Sebuah toko online sepatu wanita yang menjual produk bikinan sendiri. Resty Lestari sudah memulai usahanya sejak 2009 silam. Dimana dia mulai dari menjual produk ke teman- temannya sendiri di Kampus.

Prospek bisnis fashion tumbuh berkat sosmed. Munculnya influencer fashion menambah prospek. Tak ayal usaha Resty berkembang pesat mengikuti arus. Brand bernama Real Inc mampu bertahan, bahkan berkembang berkat tumbuhnya sosmed, yang sangat diperhitungkan.

Bayangkan sebulan dia mampu mengantongi omzet ratusan juta. Pasalnya bagi wanita satu pasang sepatu saja tidak cukup. Sekali posting bisa menempel aneka produk, tidak terkecuali sepatu yang kemudian ditarget brand Real Inc.

Mimpi Toko Online Sepatu Wanita


Bagi seorang fashionista keseharian merupakan pilihan. Tidak boleh monoton dari ujung kepalanya hingga ujung kuku. Dari bisnis hijab sampai sepatu Resty berjalan maju. Berapa banyak sepatu yang dimiliki seorang fashionista.

Kemudian berapa banyak pasang sepatu seorang influencer. Pastilah mereka membutuhkan lebih dari satu sepatu. Untuk OOTD artinya Outfit of The Day, maka brand Real Inc menawarkan produk lokal, kelebihan perusahaan milik Resty adalah dibuat berdasarkan pesanan.

"Pertama kali saya memasarkan jasa ini kepada teman- teman kampus saya melalui buku katalog yang dibagikan," kenang Resty.

Mahasiswi sebuah Universitas Swasta di Jakarta, yang menawarkan layanan jasa pembuatan sepatu dengan custom. Ada berbagai model jadi jangalah khawatir buat pembeli. Karena custom maka toko online sepatu wanita ini memberikan bermacam ukuran sepatu.

Sejak 2012 dia mulai menyiarkan produknya melalui BBM. Dari broadcast BBM lah toko online sepatu wanita miliknya berkembang. Awal dia menjajakan ke para teman, keluarga, dan siapapun yang terdekat.

Pesan berantai ini kemudian menjadi viral dan menyebar pesat. Darisana Resty kebanjiran orderan untuk custom sepatu. Mampu menggaet lebih banyak pelanggan online dari sini. Ketika sosmed mulai ramai kembali, dengan munculnya Twitter maka Resty punya ide membuat brand sendiri.

Inilah awal mula Real Inc "Saya beri nama (brand sendiri) dan nama Real Inc lah yang saya pilih," ia menambahkan. Pengusaha muda ini memasarkan melalui Twitter produk miliknya. Modal toko online sepatu wanita miliknya hanyalah Rp.3 juta saja.

Apakah modal segitu besar, ternyata hasilnya berpuluh kali lipat dibanding harapan. Dia mampu mengantungi Rp.70 juta dari transaksi. Omzet perbulan Real Inch semakin menunjukan perbaikan. Rata- rata mengantungi omzet Rp.20- 30 jutaan, dan naik tajam ketika Ramadhan atau tahun baru.

Omzetnya mencapai Rp.60- 70 jutaan dari penjualan sepatu. Menurut Resty masalah utama bisnis ini ialah proses pembuatan. Ya karena dibuat custom dan handmade, dibutuhkan waktu tertentu hingga satu produk jadi.

Sekitar 12 pengrajin membantu Resty menjalankan Real Inc. Ia tinggal mengontrol, dan menganalisa kepuasan konsumen. Hasilnya bagus karena kualitas selalu terkontrol olehnya. Pembuatan sepatu itu mulai dari pola, pengaplikasian bahan baku, jahit, pengeleman, mecentak dan penyelesaian.

Proses dilakukan dengan baik tanpa mengeluh. Pengusaha muda ini juga menyediakan produk yang sudah siap pakai. Siap kirim dan siap pakai oleh konsumen tanpa menunggu dulu. Meskipun sudah dikenal dia mengakui masih banyak perlu dikembangkan ke depan.

Pemasaran sekarang melalui Twitter dan Instagram. Ia juga membuat webstore atau toko onlinenya sendiri. Kedepan dia ingin membangun toko offline, dimana orang dapat mencoba dan membeli itu langsung tanpa lewat koneksi.

Pembuat Games Fruit Ninja Ide Bisnis Sederhana

Profil Pengusaha Shainiel Deo 


sejarah fruit ninja

Lewat ide bisnis sederhana pembuat games ini sukses. Kisah Pembuat game Fruit Ninja, Shainiel Deo, yang memulai karir dari sebuah perusahaan kecil miliknya sendiri. Perusahaan milinya fokus membuat game, atau karakter digital bernama Halfbrick Studio. 
 
Deo tidak pernah berpikir untuk menjadi jutawan. Tentu tidak, entrepreneur hanya ingin melakukan pekerjaannya penuh passion. Dia, entrepreneur 23 tahun, CEO perusahaan asal Australia. Perusahaanya Halfbrick Studio menghasilkan game kasual kelas dunia Fruit Ninja.

Entrepreneur Muda

 
Games Fruit Ninja yang memberikan rasa candu. Kenapa bisa karena sangat mudah untuk dimainkan dan unik. Game yang fokusnya kepada ketajaman grafik, speed, serta details. Fruit Ninja hanya dijual seharaga 99 sen.

Di April 2010, semenjak rilisnya lebih dari 10 juta pengguna telah mendowload game miliknya. Menurut Entertainment Software Association, game kasual memiliki nilai pelepas stress yang tinggi. Mereka melangsir setidaknya 47persen game yang beredar merupakan game tipe ini.

Mereka mendominasi bisnis serta penjualan tertinggi. Terutama, bagi pengguna iPhone dan iPad yang terus tumbuh. Pemiliki gadget menginginkan game semacam Fruit Ninja. Banyak entrepreneur dan developer berlomba- lomba menjajal peruntungan.
 
Deo memembangun Halbrick di tahun 2001 di Brisbane, Australia, sebuah perusahaan yang dulunya tidak terfokus di game kasual. Mereka lebih sering menciptakan karakter anak- anak di televisi. Geme tersebut dimainkan di Xbox, Playstation serta berbagai website; sebuah game umum.

Tetapi, iPhone menaikan nilai game kasual di 2007, membuat Halfbrick mencari jalannya. Halfbrick Studios meluncurkan Fruit Ninja, dan yang terbaru, meluncurkan Age of Zombies.

"Ketika mobile mengambil alih, pasarnya menyatu dengan kekuatan kami," dia berkata.

App- Store memberikan semacam kebebasan tanpa perantara. Mereka menciptakan kebebasan dalam pengembangannya designya. Kini, mereka  menciptakan peluang baginya Halfbrick Studios, sebagai perusahaan kecil.

Perusahaan tersebut berhasil memimpin menjadi multi jutawan. Formula sukses entrepreneur game Fruit Ninja? mudah, game memiliki detail tetapi mampu meninggalkan jejak- jejak kecil. Game haruslah tidaklah menghabiskan banyak daya baterai.

Deo melihat kedepan juga untuk ponsel Android yang mulai marak. Lainnya, dia dan perusahaan masih memegang kunci di game flash atau HTML5.

Deo percaya masalah lain cuma ada "bagaimana untuk masuk ke pasar". Dia menyebut segala hal baru segala tentang nexus, cloud computing dan sosial media, dimana Halfbrick perlu mengatur level tersendiri; bagaimana memasarkannya kepada para fans.

Terlihat lebih sulit, Deo sekarang hanya akan fokus menggunakan prinsip game kasual; mudah, langsung, membuat candu serta menghibur. Teknologi mobile memberikan ravolusi di pengembangan dari segi bisnisnya.

Dimana Halfbrick Studio tidak lagi mendapatkan untung dari sekedar penjualan. Mereka bisa menghasilkan dari game gratis yang disuport oleh pengiklan, atau menjual produk virtual seperti senjata online.

Yah, Deo berkata penjualan di dalam gamenya sendiri merupakan yang tertinggi.

 "Pengembangan merupakan 50 persen darinya," ucap Deo.

Dia menambahkan lagi,"tetapi jika kita ingin sukses, promosi menempati tempat lebih banyak. Kita harus memiliki relasi yang baik antara media dan platform. Kita juga membutuhkan viral video untuk sekedar promosi."

"Kita membutuhkan kontrol menejemen bagi komunitas pendukung untuk saling mempromosikan," ia melanjutkan

Teknologi mobile telah merubah developer berbisnis, seperti Halfbrick,  yang bebas mengontrol pendapatannya sendiri. Dulu, setiap orang membutuhkan lisensi serta orang ketiga memasukan ke pasar. Kini mereka bisa melakukan pemasaran langsung tanpa pihak ketiga.

Mereka bisa menjual tanpa menggunakan nama besar sebagai pendukung penjualan; bersaing dengan Nintendo, Gameloft, Sega. dll. Yang terpenting mereka mampu mencari celah ceruk peluang dari bisnis kasual.

Hamzah Izzulhaq Wirausaha Mandiri Bimbel

Biografi Pengusaha Hamzah Izzulhaq


pengusaha muda hamzah

Kisah Hamzah Izzulhaq wirausaha mandiri bimbel. Pengusaha muda kelahiran 26 April 1993, yang sejak memang lahir berjiwa wirausaha. Biografi Hamzah Izzulhaq, atau Hamzah lebih akrabnya, dia menjadi salah satu pengusaha muda yang menarik perhatian media.

Dia memiliki sifat easy going, membuatnya mudah dikenali. Dan melihat berbagai kisahnya, banyak pemuda di penjuru Indonesia terinspirasi. Sosoknya itu mudah dikenali, dengan gaya bicaranya lugas jelas dan mudah akrab.

Usaha Bimbel Hamzah

 
Biografi Hamzah Izzulhaq telah mampu meyakinkan kita sebagai seorang pengambil resiko dan deal maker dari pengalamannya. Wirausaha mandiri itu lebig suka menjalin koneksi. Harus mampu untuk bisa bekerja sama di dalam situasi apapun tegas penulis.

Pemuda yang berani mengambil kegagalan lebih awal. Dibanding kita semua dia sudah pernah gagal hingga puluhan juta. Kini, wirausaha mandiri, yang berhasil membuka 44 cabang bimbel dan sebuah bisnis sofabed di Tangerang, tetapi bukanlah bisnis pertamanya loh.
 
Sejak masih sekolah banyak pula usaha pernah dilakoni. Sebut saja dari  menjual beberapa macam permainan seperti kelereng, petasan, dan berbagai macam permainan yang  sangat digemari anak- anak.Tidak hanya itu, dia juga pernah berjualan koran, atau layanan ojek payung saat hujan.

Tidak berhenti lagi dia mengamen besama teman- teman. Pemuda yang gemar bersosialisasi tidak hanya bisa bekerjasama dengan mereka yang "mapan". Dia tak lah segan membantu mereka yang tak mampu, berteman dan bekerja sama.

Di SMA, bisnisnya merambah ke bisnis online. Disela- sela kegiatan santai seperti kegiatam bermain game online. Ia pun sigap game tersebut dibisniskan. Ketika itu Hamzah dikenal jago game sempai level tinggi diantara kawan- kawannya.

Dia menjual akun game miliknya sebesar Rp.1,2 juta. Lalu umur 18 tahun, mulalailah berbisnis serius ditekuni, kala itu bisnis berjualan pulsa dan buku sekolah. Caranya, Hamzah akan melobi pamannya yang kebetulan bekerja di sebuah toko buku besar di jakarta.

Pengusaha muda ini menjadi distributor dengan diskon sebesar 30% per- buku. Ia kemudian menjual buku- buku itu ke teman dan kakak kelas setiap semester. Tipsnya agar laku Hamzah menjelaskan ringan: berikan saja mereka diskon 10% dari 30% diskon miliknya.

Jadilah harganya masih untung 20% cukup sebagai pancingan. Jika ikalkulasi pada setiap semester, ia kala itu akan menghasilkan Rp.950.000. Angka luar biasa untuk bisnis sekelas anak sekolahan. Uang hasilnya kemudian baru dia putar untuk bisnis pulsa.

Sayang, kali ini, usahanya gulung tikar, hanya sanggup bertahan 3 bulan saja. Hamzah mencatat ada masalah karena rekan usahanya sering memakai modal milik mereka sendiri -mengambil pulsa tanpa bayar.

Saat itu, Hamzah sempat down, tetapi langsung bangkit dengan membaca- baca buku bisnis lagi. Modal sisa untung berjualan pulsa, ia gunakan kembali berbisis, kali ini dibelikan mesin pembuat pin, waktu itu ia masih duduk di bangku kelas 2 SMA.
 
Namun, lagi- lagi usahanya gagal, Hamzah yang tak mengerti mesin justru mematahkan alat tersebut. Sang ayah sempat marah besar mendengarnya. Tapi, Hamzah masih ingin terus menyalurkan hasrat bisnisnya. Hamazah mengikuti aneka seminar guna meningkatkan pemahaman akan wirausaha.

Dimulai tahun 2004, sebuah seminar bisnis membuka mata Hamzah lebar, bagaimana sebuah bisnis bimbel seharusnya dikerjakan dan apa prospeknya. Itulah menjadi panggilan tersendiri baginya. Ia termasuk tipe berani mencoba tanpa harus ada embel embel passion coba saja.

Dia benar- benar selalu merasa pekerjaanya adalah passionya jadi bisnis -lah passionnya. Dia segera mencoba bertanya tentang bisnis bimbel langsung. Sebagai catatan menarik Hamzah bukanlah dari keluarga tidak mampu.

Menjadi Pengusaha Muda

 
Ayahnya merupakan seorang dosen di Universitas Gunadarma, yang yakin sang anak bukan tipe pemalas jadi selalu mendukung langkahnya. Sejak awal sekolah dasar, Hamzah mulai mencari- cari tambahan uang jajan.

Dia mulai mencari uang saku sendiri dari mengamen hingga ojek payung. Dia bahkan pernah menjadi seorang tukang parkir. Adanya inspirasi seminar bimbel, dia benar- benar menginginkan bimbelnya sendiri, tapi tak membangunnya dari nol.

Kala itu si empunya Bimbel memberikan penawaran menggiurkan kepadanya. Tak ayal, dangan pasti, dia meminjam uang 70 juta dari ayahnya tanpa ragu untuk sebuah bisnis. Berkaca dari kegagalan, dimana dia pernah membuka bisnis pembuatan pin hingga mematahkan alatnya.

Ayah dan ibunya terlihat cukup ragu kala Hamzah mengutarakan niat. Tetapi, bukanlah Hamzah namanya kalau tidak ngotot meyakinkan ayah dan ibunya. Meyakinkan mereka bahwa bimbel merupakan jalan kesuksesannya.

Berhasil dia langsung menghubungi pembicara seminar untuk lebih lanjutan ketika ijin itu datang. Caranya? Langsung saja mempelajari serius marketing, keuangan, hingga prospek. Dia benar- benar ingin menekuni bimblenya ini.

Dia mengambil alih satu sistem, semua pengajar dan juga UTANG -nya. Untung, pemilik bimbel bukanlah tipe seorang memanfaatkan keseriusannya atau sejenis penipuan. Bisnis mengambil alih punya satu tantangan tersendiri, dan ini berbeda memulai dari nol teman.

Dia harus menjaga semuanya tetap stabil di awal- awal tahun. Dia harus memastikan dengan datang sendiri ke bimbel lalu berdiskusi bersama pengejarnya. Jika dia benar- benar tidak belajar sudah dipastikan bimbel akan rutuh.

Maka Hamzah tidak mau setengah- setengah apalagi modalnya uang mobil 70 juta. Dia fokus harus mengembalikan uang tersebut berbentuk mobil untuk ayah dan bunya. Jika berhasil bertahan, bimbelnya akan terlihat hasilnya lambat laun jika tidak ada media promosi; bukan perkara mudah.

Dia bisa diibaratkan seperti mengambil alih perusahaan utuh. Hamzah harus membayar mahal serta belajar keras mengikuti alur. Dengan kemampuan menganalisanya, ia yakin mampu melawan rasa takut kerugian.

Berhasil mengembangkan usaha bimbelnya hingga total ada 44 cabang. Barapa yang dia dapat? Ada 730 juta pertahun, sebuah nilai yang sangat tinggi untuk pemuda 19 tahun. Tidak puas berbisnis bimbel, Hamzah merambah dunai sofabed mengambil alih usaha orang lain.

Cara yang hampir sama dengan bimbelnya. Mungkin juga inilah bakatnya untuk mengambil bisnis sudah jadi. Dengan pengalamannya mengelola bimbel, dia memiliki lebih kepercayaan tinggi untuk mengelolai usaha barunya.

Tak ayal, dar bisnis sofabed berkembang secara baik walau cukup tersendat di awal. Dikutip dari berbagai sumber, Hamzah Izzulhaq sang pengusahan muda, memiliki prinsip tersendiri mengenai menjadi entrepreneur atau wirausahawan.

Hamzah adalah pengusaha muda, pemilik CV. Hamasa, yang memiliki cabang usaha waralaba bimbel dan bisnis sofa bed. Dia menyebut lima prinsip juga akan berlaku bagi kita semua. Apa itu, itu adalah:

Pertama, memperbaiki kualitas hubungan dengan lingkungan. Lingkungan membangun karakter menjadi seorang entrepreneur. Mungkin, kita akan menemukan kata "ah, ngapain sih bisnis? nanti aja""sok tua loh hidup aja dulu".

Hamzah menekankan kita jika berteman dengan orang pesimis seperti ini, maka kita akan ikut pesimis.

Kedua, bagi anda yang ingin memulai bisnis, jangan memulai dari nol. Dia berkata "kalau istilah tangga, ada tangga 1 sampai 5, maka kita bisa memulai dari tangga 4 atau lima. Misalnya, kita bisa meneruskan usaha yang dirintis orang lain."

Ketiga, jangan pernah jadi seorang NATO (No Action Talk Only). Jika punya kayakinan, kita harus bisa memperjuangkannya Kita membutuhkan action cepat. Hamzah mayakinkan bahwa usaha tanpa action sama saja berbohong kepada semuanya.

Keempat, perbaiki hubungan dengan Tuhan dan orang tua. Orang tua akan mendoakan kita yang terbaik hingga mencapai kesuksesan. Sedangkan, ketika dekat dengan Tuhan maka kita tidak akan terjebak kesombongan setelah menjadi sukses.

Kelima, ingatlah kepada sesama. Kita tidak boleh lupa power of giving, bersedekah akan membantu menjadi pengusaha sukses. Janganlah kita melihat siapa yang bicara tetapi isi yang dibicarakannya.

Pengusaha Mantan TKI Acara KickAndy

 Profil Pengusaha Muda Mitar

ukm mantan tki

Tidak mudah baginya sampai diundang acara KickAndy. Pengusaha mantan TKI berikut apa yang dia bagikan. Kisah pemuda yang berbeda dari satu banyakan orang. Jika pemuda lain selalu bertanya "mau kerja apa?" utamanya selepas lulus kuliah, begitu juga Mistar, pemuda asli Langkat, Sumatra Utara. 
 
Pemuda kelahiran 25 Agustus 1977 ini., awalnya Mistar bermula "khayalan" menjadi pengusaha muda sukses. Itulah kiranya yang mendasari ia masuk ke jurusan Tata Niaga. Dan, seperti juga pemuda lainnya, selepas kuliah ia justru terbentur kenyataan. 
 

Pengusaha Muda KickAndy

 
Ia merasa bimbang setelah menyelesaikan kuliah D3 -nya di Akademi Maritim Belawan, Sumatra Utara.

Mau kerja apa?

Sekarang itulah yang ada dibenak Mistar. Dia kebingungan mencari kerja tapi enggan wirausaha. Terlebih saat itu sudah bertahun- tahun Indonesia dilanda krisis ekonomi. Boro- boro bermimp jadi seorang pengusaha muda.

Yang ada ayahnya, Muhammad Sari, dan pakciknya, Suryadi, menjadi salah satu korban PHK besar- besaran saat itu. Untung akhirnya dia bisa bekerja di sebuah pabrik roti di Tanjungpura. Sayang, nasib buruk menimpanya, toko roti kecil- kecilan itu tutup karena krisis moneter.

Tidak mudah menjadi pengusaha muda tanpa modal cukup. Akhirnya dia bekerja menjadi pegawai saja, alih- alih membuka wirausaha. Tetapi, sang pemilik toko roti yang kebetulan etnis TiongHoa, juga takut jadi korban ketika krisis moneter itu.

Disaat bekerja disana menjadi satu pengalaman tak terlupakan. Mistar mengaku di sanalah keinginan jadi pengusaha timbul lagi. Disisi lain sang ayah membuka toko kelontong sendiri di rumah sendiri. Satu toko kelontong kecilan di rumah yang berbatas kebun kelapa sawit PTPN II Tanjung Bringin.

Sementara itu paciknya bekerja serabutan setelah di PHK. Nah, sekarang giliran mistar di PHK karena krisis moneter. Menjadi pengangguran berbulan- bulan membuat Mistar galau. Dia mengaku sempat bekerja di satu pabrik elektronik di Tanjung Morawa.

"Tapi tidak lulus tes kesehatan," ungkap Mistar. 

Kecewa hati ia kembali ke rumah dan menjadi pengangguran. Menyandang status pengangguran kira- kira selama hampir setahun. Dia pun memutuskan menerima kesempatan menjadi TKI.

Pada tahun1999 ia resmi mendaftarkan diri menjadi TKI. Sejak awal dia meyakinkan diri berangkat menjadi TKI untuk mengumpulkan modal. Ada satu usaha yang ingin dijalankannya di kampung halaman.

Sejak lama ia memang mendambakan membuka usaha sendiri. Menjadi TKI bukanlah tujuan utama Mistar. Keinginan menjadi wirausaha semakin menguat dalam diri Mistar. Hingga Mantan TKI ini berhasil membuka UKM sendiri sebuah pabrik roti.

"Banyak anggota keluarga kami yang tidak punya pekerjaan. Saya tidak pernah berpikir untuk menjadi pegawai negeri sipil atau tentara, memiliki usaha sendiri adalah harapan saya," kata Mistar menjelaskan.

Seperti yang dikutip dari acara Kick Andy UKM Mantan TKI. Mistar telah bekerja di sebuah pabrik tekstil di Negeri Sembilan, Malaysia. Dia menjelaskan bahwa gajinya (gaji pokok) 430 ringgit per- bulan. Tak berpuas diri dengan gaji yang diterimanya, dia butuh banyak uang untuk modal usaha.

Mistar memilih bekerja keras dengan kerja lembur. Melalui cara itulah ia mampu mendapat sekitar 1000 ringgit per- bulan. Beda teman- temannya, ia tak terpikir untuk membeli tanah atau membangun rumah.

Mantan TKI Punya Pabrik Roti


Menurut dirinya banyak teman- temannya sesama TKI memilih menggunakan uang mereka membeli tanah atau membangun rumah. Namun, selepas habis masa kontrak mereka, mereka justru pulang ke Indonesia tanpa pekerjaan.

Alhasil mereka akan kembali ke Malaysia lagi mencari pekerjaan. Beda Mistar yang ingin punya usaha sendiri. Ia semakin termotifasi untuk berwirausaha. Rencana awal cuma mau bekerja dua tahun di Malaysia.

Tetapi uang modalnya tidak cukup untuk membuka bisnis besar. Jadinya Mistar tercatat tiga tahun bekerja di Malaysia. Mistar mengenang sekitar delapan bulan sebelum pulang kampung Dia tercatat mengirim uang 20 juta kepada sang bapak.

Uang itu bersama pakcik digunakannya untuk membuka usaha roti bernama Family. Pilihan untuk membuat pabrik roti lantaran pakcinya pernah bekerja bersama dengannya di toko roti.

Tercatat sejak 1970 -an, pakciknya telah bekerja dengan pengusaha pembuat roti keturunan TiongHoa. Dulu ia dan pakciknya memang pernah bekerja di toko roti. Dijelaskan pengalaman membeli bahan baku roti di toko bahan pokok Tanjung Pura yang bisa dihutang menjadi alasan lain.

"Minggu ini kami membeli bahan untuk roti, satu minggu kemudian baru dibayar," jelasnya kepada Majalah TIM.

Nama Family sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Karena memang yang bekerja disana rata- rata masih satu keluarga besarnya. Mulai dari pakcik, bapak, serta tiga adiknya kerja bahu- membahu. Ide bisnisnya yaitu membuat roti seharga Rp.500 per- buah untuk masyarakat kelas menengah- kebawah.

Dia bercerita jika tabungan tiga tahun kebanyakan habis untuk pabrik rotinya. Mulai dari membeli peralatan dapur, membangun pabrik berdinding anyaman bambu beralas semen, yang mana terletak di belakang rumah orang tuanya.

Ah, juga untuk membeli alat pembuat adonan, yang mana itu dipesan dari bengkel las kenalannya. Ongkos pembuatan alat ini saja menghabiskan sekitar Rp. 2,5 juta. Jika membeli di toko langsung jadi bisa seharga Rp.6 juta jelasnya.

Mistar juga membangun ruang penguapan kue. Ruang seluas 2x2 meter itu beratap rendah dan ditutupi korden. Uapnya itu berasal dari dua kompor yang terus mendidihkan panci berisi air. Dijelaskannya bahwa uap inilah yang membuat ruangan itu menjadi hangat.

Pelan- tapi pasti usaha Family bakery mulai berkembang. Bahkan tak segan mereka mulai pinjam modal dari Bank. Dia menjelaskan meminjam Rp.50 juta dari Bank Sumut Syariah. Dia mendapat pinjaman 10 juta Lembaga Peningkatan dan Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat (LP2KM).

Ketika di tahun 2002, produksi dari Family membutuhkan 5- 6 karung terigu tiap harinya. Jumlah karyawan miliknya kala itu cuma 10 orang. Sekarang jika membuat roti bisa membutuhkan hingga 15 karung serta jumlah karyawan meningkat 70 orang.

Totalnya ada 25 orang dibidang produksi dan 25 orang lain di bagian pemasaran. Bagian pemasaran membawa roti- rotinya ke ke sejumlah warung di Langkat, Binjai, Deli Serdang, hingga sampai ke Aceh Timur.

Sisanya 20 orang akan bekerja lepas membungkus roti. Perlu kamu tau selain memproduksis sendiri. Family juga menerima pemasaran tiga produsen roti kering di desanya. Salah satu usaha itu dijalankan sesama mantan TKI bernama Tina Melinda (32) yang telah memiliki 26 keryawan.

Agar kualitas terjaga, setiap tiga bulan sekali ada petugas kesehatan mengecek kualitas pangan. Dia menjelaskan sangat terbantu adanya Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI). Ia menjelaskan sering mendapatkan dorongan dan pelatihan.

Hasilnya ia tak berpikir cuma bekerja di negeri orang tapi berpikir membuka usaha disini. Dia menjelaskan badan itu selalu rutin mengajak pertemuan. Ia pun tercatat sebagai salah satu mantan TKI terbaik. Pada 2006, Mistar resmi menyandang gelar itu melalui sebuah penghargaan.

Penghargaan yang langsu diberikan Erman Suparno, Menteri Tenaga Kerja saat itu. Ia mantap untuk berkata sangatlah senang bekerja keras di kampung sendiri. Dia berkata diacara KickAndy bahwasanya bekerja di negeri orang berarti ketinggalan di negeri sendiri.

Sebuah pernyataan bahwasanya seorang TKI jangan melulu soal mencari uang. Mereka juga bisa membantu orang lain dan tumbuh dengan usahanya sendiri di negeri sendiri.

Entrepreneur Pebisnis Aksesoris Hip Hop cCommerce

Profil Pengusaha David Levich


pengusaha aksesoris hip hop

Pebisnis aksesoris berikut melihat melihat jauh ke prospek. Dia adalah David Levich, entrepreneur yang berbisnis aksesoris hip- hop. Dia mampu lebih cepat dari orang lain. Siapa sangka aksesoris hip hop akan begitu digemari. 
 
Ia menerapkan konsep eCommerce David mencetak laba lebih banyak, dan menjadi salah satu pelopor bisnis eCommerce.

Entrepreneur Muda

 
Sejarahnya seorang pencinta musik Hip- Hop, dan ingin mempunyai bisnis dari itu. Maka lahirlah satu situs eCommerce, Iced Out Gear, situs yang fokus menawarkan segala sesuatu tentang musik ini. Slogan perusahaanya sangat lah manarik:

"Membuat anda terlihat seperi 10 juta dollar, tanpa harus habiskan ribuan dollar."

Di 2004, David dan beserta temannya tidak memiliki banyak uang. Mereka ingin terlihat keren layaknya selebriti hip hop. Mereka wajib mengeluarkan ribuan dollar, dan barulah tampak terlihat jadi bling- bling seperti mereka.

Akhirnya, mereka berencana menjadi pengusaha bisnis aksesoris hip- hop, menolong para penggemar Hip- Hop. Alasanya mereka ingin terlihat seperti para penyanyi Hip- Hop secara mudah, dan mereka juga berbagi perasaan kepada para pembeli; tidak harus puluhan ribu dollar.

Mereka mencari supplier dengan harga bagus kemudian menjualnya secara online. Berkaca dari hal sukarnya mencarian aksesoris Hip- Hop. David membangun eCommerce ketimbang cara bisnis konvensional.

Ia merasa butuh menciptakan kemudahan setiap pembeli, walau mereka bersusah payah mencari supplier sendiri. Pembeli akan dilayani secara baik olehnya melalui situs Icedoutgear.com, dan tidak menyusahkan mereka. Para pembeli bisa membeli aksesoris Hip- Hop dengan harga ramah.

Icedoutgear lantas menggandeng Yahoo sabagai media patner, serta beberapa organisasi perlindungan konsumer. Icedoutgear menawarkan aneka platform pembayar, paypal, kartu kredit, dan beberapa pembayaran online lainnya.

Tentang produk, Icedoutgear menawarkan bermacam- macam aksesoris, seperti gelang, kalung, rantai, kaca mata .dll.  Icedoutgear menentukan pembayaran macam apa, setelah pembeli mengklik produk mereka.

Mereka juga menawarkan diskon hingga produk premium. Mereka memberikan pengembalian produk jika terjadi masalah dengan syarat tertentu. David bekerja sama dengan DoubleClick menjadi media pemasaran produk.

Dia memilih menggunakan format gambar .gif dan berhasil meningkatkan penjualan. Icedoutgear menggunakan iklan transparan untuk lebih efektif, efisien, dan langsung ke pembeli. DoubleClick merupakan salah satu perusahaan iklan terkenal di dunia sebagai tempat bagus untuk bisnis online.

Berkat hobi menjadiakn dia pengusaha bisnis aksesoris hip hop. Ini bukan tentang uang sepenuhnya. Dia memilih bisnis tersebut karena kecintaan dunia Hip- Hop dan akan terus begitu. 
 
Icedoutgear.com menawarkan perubahan dunia pada jamannya; inilah kisah pelopor bisnis eCommerce dunia.

Startup Game Agate Studio Developer Bandung

Profil Pengusaha Pendiri Agate Studio


developer game agate studio
 
Perjalanan startup game Agete Studio sudah lama. Awal developer asal Bandung ini menjajal sukses game pada 2011 silam. Melalui platform game online Facebook mereka menciptakan Football Saga. Mereka adalah sekumpulan anak muda yang bertekat menjadi pengusaha mandiri. 
 
Memang entreprenurship 2011 diisi pengusaha- pengusaha muda startup. Kala itu, game masih terbatas, bahkan smartphon belum terkonsep. Nama Zangya pastilah pernah anda dengar sebagai platrom. Mereka menawarkan game Facebook, namun akhirnya harus tutup buku karena gagal berkembang.
 

Studio Game Bandung


Agate Studio didiririkan oleh beberapa orang. Salah satunya Wiradeva Arif menceritakan kepada Duniaku.net, mereka asli Bandung menjalankan semua berdasarkan mimpi. Untuk anak muda yang gemar bermain game tidak hanya di Indonesia.

"Agate merupakan perusahaan pengembang game yang berdiri di atas mimpi kami," ujar pengusaha muda yang dipanggil Devon.

Awal berdirinya tahun 2009, jadi memang sangat lama berjuang, dan sudah banyak jatuh bangun agar beradaptasi. Mereka merupakan sekumpulan anak muda pecinta game. Sudah kumpul sejak 2007 lalu memutuskan membangun kisah startup game Agate Studio.

Game pertama bukanlah Football Saga karena jauh. Tahun 2007 mereka membuat game pertamanya bernama Twilight. Tujuan mereka hanya ingin mengikuti lomba game. Acara yang digelar oleh satu majalah game ternama mengajak developer baru.

Sukses Agate memenangkan perlombaan butuh perjuangan. Bayangkan satu kampus mengirim 50 orang dari berbagai jurusan. Salah satunya jurusan desain, dimana Devon dan kawan- kawan lantas menyodorkan game Twilight.

Uniknya mereka bukanya membuat game, malah mereka berlima belas lalu mengirimkan berbentuk dokumen. Sudah pasti mereka kalah lomba tersebut tetapi tetap semangat.

"Saat itu hanya dalam bentuk dokumen, yah pada akhirnya kami kalah, ia melanjutkan.

Mereka tidak menyerah loh teman malah bersemangat. Lomba berikutnya yaitu Micrsoft, lomba yang didirikan dalam rangka platfrom baru. Microsoft mengadakan lomba bertajuk Build to Play pada 2008. Agate Studio hadir membuat game untuk konsol baru mereka XBox 360.

Game bernama PonPoron mereka serahkan mengikut perlombaan. Gamenya disukai pemakain dan timbul rasa lega. Akhirnya mereka mampu menciptakan sesuatu yang disenangi. Banyak peminat belum tentu menggaet kriteria juri dalam perlombaan.

Pada akhirnya mereka kembali gagal memenangkan lomba. Gagal dua kali pengusaha muda itu tidak boleh menyerah. Agate Studio kembali mengikuti lomba pada 2009 silam. Perlombaan yang bertema Imagine Cup, dan mereka tidak hanya membawa satu tetapi tiga game sekaligus.

Mereka adalah game Blank, Wish, dan Farewell Night. Mereka mendapatkan kembali apresiasi besar. Sayangnya, kembali mereka gagal memenangi perlombaan tersebut. Mereka tidak menyerah tetapi apa mau dikata mahasiswa harus bekerja.

Salah satu pendiri Agate diharuskan berhenti bermain- main. Dia diharuskan bekerja di perusahaan oleh orang tua. Daripada bingung kenapa mereka tidak membuat perusahaan. Sepakat 15 orang yang kemudian disebut sebagai pendiri Agate Studio memulai.

Cuma mengantungi untung Rp.50 ribu, hanya cukup untuk membeli pulsa padahal butuh lebih dari itu. Alasan mereka membangun perusahaan memang sederhana. Hanya ingin tetap bermain game, tetapi juga menghasilkan masa depan sebagai perusahaan besar kelak.

"Penghasilan kami hanya USD5 atau Rp.50.000, yang hanya cukup untuk membeli pulsa," ia lagi menambahkan.

Modal Pengusaha Game

 
Modalnya padahal 100 juta berasal dari tabungan semua pendiri. Uang 90 juta habis hanya untuk sewa kantor dari uang seratus juta. Sisanya dipakai untuk membeli peralatan kantor. Di akhir tahun 2009, mereka harus menghadapi permasalah keuangan, hingga memilih lanjut atau berhenti.

Rapat besar tersebut memutuskan mereka lanjut. Dengan antusiasme yang belum turun dari ke 15 pendiri. Mereka yakin akan bertahan bermodal uang sangat minim. Ketika itu tengah booming model game berbasis platfrom web.

Masih ingat ketika orang login Facebook untuk game. Nah, Agate Studio menakar prospek berbisnis game platform Facebook. Lewat Football Game Saga, mereka mereguk untung sampai Rp.200 juta perbulan. Inilah titik awal Agate bangkit setelah sekian lama dirundung kesusahan karena modal.

Berkat antusiasme dan kecintaan akan dunia game. Mereka mampu bertahan dari aneka kegagalan tersebut. Tahun 2012 menjadi jalan mereka agresif mengembangkan game. Berbisnis game berbasis web memang tengah sangat "booming".

Bukan hanya sukses menjadi jawara platform web. Agate mampu bertahan beradaptasi dengan segala perubahaan. Termasuk perubahan dalam platform mobile masa depan. Game berbasis kasual mereka ciptakan berbasis smartphone Android.

Sebut saja nama game Juragan Terminal, Clicker, dan kesemuanya bersifat adiktif. Mereka juga tidak berbisnis sendirian loh. Lewat kerja sama dengan developer game Tahu Bulat. Mereka makin sukses merajai game khas Indonesia.

Total unduhan kala itu 500 ribuan unduhan. Hal terbaru ialah mereka menciptakan game untuk Pak Jokowi. Pasalnya mereka khawatir dengan isu- isu negatif menerjang. Khususnya bagi sosok Jokowi yang lebih sering disasar.

Game Jokowi mampu menghasilkan 1 juta unduhan. Berlanjut kesuksesan itu, Agate menciptakan game Fantasia kelanjutan dari Football Saga 2. Tidak berhenti di game mobile mereka juga sudah mengembangkan game Nintendo Switch dan Steam, yakni Valthirian Arc.

"Perjalanan kami memang tidak mudah, namun impian kami untuk menjadi pengembang game besar seperti Square Enix dan juga Konami jauh lebih besar dan kuat dibandingkan halangan yang ada dihadapan," kata Devon, memberikan semangat pengusaha muda dan developer.

Agate mendapatkan perhatian dari dunia internasional. Para pecinta game memperhatikan bagaimana mereka membangun. Hasilnya pendanaan startup game Agate Studio membanggakan. Dari 15 orang karyawan menjadi 150 karyawan, bahkan mampu menggaji diatas UMR bahkan berlipat ganda.

Agate memiliki 200 game dan 10 proyek khusus. Dari game yang awalnya berbentuk dokumen, kini, mereka menghasilkan game sesungguhnya. Hasilnya mereka berhasil tidak hanya mendapatkan modal. Tetapi kemenangan menjadi salah satu developer terbaik untuk bangsa Indonesia.

Wanita Berbisnis Tas Motif Aceh Menembus Pasar Ekspor

Profil Pengusaha Nailatul Amal


tas aceh ekspor ke luar negeri
  
Wanita ini berbisnis tas motif Aceh menembus pasar ekspor. Dulu Nailatul Amal hanya memproduksi sedikit. Bisnis tas memang tidak mudah apalagi banyak pemain. Ia ingat betul bagaiman sukarnya, menawarkan tas produksinya kepada masyarakat.

Meskipun sukar tidak menyurutkan warga Desa Rayeuk, Kec. Nisam, Aceh Utara ini. Sekarang tidak hanya dipasarkan di Aceh, tetapi Sumatera, Jawa, dan luar negeri. Nailatul mengeskpor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.
 

Berbisnis Tas


Ke depan bahkan menyasar ke Norwegia, Spanyol, dan Denmark. Awal mula, tahun 2006, Nailatul sudah mulai  berbisnis namun tidak mudah. Pasang surut dia menjalankan bisnis tas motif Aceh, dia sama sekali tidak takut menghadapi persaingan produk yang sama.

"Saat itu saya hanya membuat manik- manik untuk jilbab yang biasa dipakai dan disukai konsumen," kenang pengusaha ini, yang tetap bekerja sambil berwirausaha.

Wirausaha tas merupakan satu bentuk passion baginya. Tidak mudah tetapi dia bertekad menjalankan, apapun resikonya sambil tetap bekerja.Tahun 2009 produknya mulai dilirik banyak pembeli. Waktu itu dia mengirim ke Medan, Sumatra Utara.

Bisnis tanpa nama tempat produksi tas milik Nailatul. Kini, nama Syirkatunnisa menjadi produk khas ekspor, ia memulai memproduksi dari sudut rumahnya. Dari mengerjakan semua sendiri, pengusaha wanita ini mampu mempekerjakan sekitar 30 orang pegawai, memproduksi ratusan tas untuk dijual.

Ia juga pernah merasakan rugi sebelum laku. Nailatul ingat bagaimana tidak lakunya tasnya ini. Mungkin karena tas motif Aceh masih awam. Dibanding tas- tas bermotif batik yang sudah di pasaran. Namun, kini, dia berbangga hati karena tas nya sampai ke Amerika Serikat.

Pasar menyukai tas etnik bermotif khas Aceh tersebut. Perusahaan kecil miliknya memproduksi tidak kurang 3000 buah. Pasarnya dijual baik di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk sekarang ini dia menambahkan justru pesanan terbanyak datang dari Amerik Serikat.

Pasar Amerika meminati produk tas besar dan dompet. Amerika memberikan prospek besar baginya sekarang. "Alhamdulillah, permintaan besar. Bu Iriana Jokowi juga pernah beli tas dan kain di sini tahun lalu," bangga pengusaha ini kepada pewarta Detik.com.

Disini di rumah tanpa plang nama mempekerjaka ibu rumah tangga. Produksi bukan sekala dalam negeri, tetapi sudah pangsa pasar ekspor. Omzet perbulan menyentuh Rp.250 juta sampai Rp.400 juta. Paling ramai kalau masuk tahun baru, natal, valentin, dan paskah.

Wanita yang akrab dipanggil Mi Cut ini, menjelaskan apa itu motif Aceh. Menurutnya tas ini berbasis bahan bordir. Motifnya khas mengandung perpaduan Arab dan India. Produknya bermacam- macam tas dari kecil sampai besar, dari tas keong sampai koper, diproduksi oleh Mi Cut.

Dia memafasilitasi masyarakat lokal. Harganya dari 10 ribu sampai 350 ribuan dinamis. Ia berharap pihak pemerintah memperhatikan UKM seperti dirinya. Karena kita tau UKM memberikan dampak yang besar. UKM mengurangi pengangguran dan mengurangi kriminalitas di jalanan Aceh.

Suksesnya Mi Cut ternyata memili cerita lain. Soal marketing dia menambahkan tidak spesifik dalam promosi. Intinya mengutamakan kualitas desain dan pelayanan. Mengikuti acara pameran menjadi satu cara dia menjalankan bisnisnya, itupun tidak memaksa harus menjual banyak.

Baginya produk dapat tampil menarik perhatian orang. Lewat pameran internasional akan membuka celah ekspor. Disamping itu menjalankan perbaikan- perbaikan lagi. Sambil nanti akan menyiapkan kapasitas produk.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba