Profil Pengusaha Suyanto
Perpustakaan pengusaha berisi 1000 profil dan biografi pengusaha sukses. Baca, pelajari, tiru dan kembangkan bisnis kamu sendiri. Gratis!
Sang pengusaha Tokobagus.com atau sekarang dikenal OXL, bukanlah warga negara Indonesia melainkan turis asal Belanda. Sosok Arnold Sebastian layaknya pemuda asing lain, dimana pakaiannya kasual, kulit putih, dan berambut pirang.
Dia jauh dari bayangkan pendiri perusahaan miliaran rupiah. Segi pendidikan juga tidak begitu menterang dibanding pendiri Facebook. Arnold lulusan IT Madison University tahun 1999, dimana mendapatkan pekerjaan menjadi freelance programer.
Arnold dipekerjakan perusahaan menghasilkan Gulden. Lantas mengapa dia pindah ke Indonesia mengais rupiah. Dia bahkan capek- capek jatuh miskin demi website OXL.co.id kini. Pengusaha muda ini memang ambisius ingin mengikuti jejak pendiri Amazon.
"Amazon.com adalah karya luar biasa karena mempertemukan pembeli dan penjual tanpa dibatasi ruang," jelasnya. Ia nekat berangkat ke Amerika, namun malah terdampar di Indonesia, tepatnya malah tinggal di Surabaya.
Dia tetap berambisi dimanapun. Ketika berlibur ke Bali, dimana dia melepaskan lelah selepas mencoba "manguasai" Amerika. Arnold kepincut keindahan Pulau Dewasata. Dirinya nyaman sampai pikiran gila kembali merasuki. Dia ingin menciptakan Amazon -nya sendiri sekarang.
Ditambah Arnold mengamati Indonesia mulai berkembang. Jaman tersebut internet Indonesia mulai menggeliat. Kecepatan mungkin belum cepat namun menjanjikan pertumbuhan. Disisi lain, situs- situs populer belum merajai, beberapa nama terkenal seperti Kaskus tetapi belum cukup.
Arnold berkata,"bisnis online justru tidak banyak digarap di Indonesia". Ia melihat peluang bisnis begitu menganga. Pemuda tersebut langsung merombak rencana liburan. Semula beberapa bulan, tapi kini dia bertekat menetap lama sembari mendirikan Tokobagus.com ini.
Ia melakukan survei sederhana. Dan Arnold sepakat membangun mimpinya melalui Indonesia. Bisnis teknologi tersebut diberinya nama TokoBagus. Ia mengerjakannya di sebuah kontrakan, memiliki 3 orang karyawan.
Awal dia memperkenalkan TokoBagus, pengunjungnya sangat minimalis kecil. Di 2005 sampai 2006, pengunjung baru naik puluhan ribu, dan Arnold terus mengupdate situsnya semakin lebih baik. Pada 2007, usahanya meningkat semenjak memanfaatkan iklan setasiun dan radio, tetapi tidak banyak.
Justru pertumbuhan internet yang meningkatkan pendapatan. Beruntung Arnold memulai lebih dahulu dibanding lain. Tahun awal 2008, pengguna internet meningkat, sudah menyentuh 31 juta IP hingga terus bertambah.
Trend persaingan antar internet provider semakin membantunya. Makin banyak promosi dilakukan hingga makin banyak pengunjung. Tarif internet semakin rendah sampai makin banyak pengguna. Dia pun menyiapkan dana operasional sampai 5 tahun kedepan.
Arnold pun menargetkan tiga tahun menghasilkan pendapatan. TokoBagus.com berkonsep iklan baris dimana pembeli dan penjual bertemu. Produknya terus bertambah hingga spesial barang bekas. Inilah konsep yang membawanya lebih banyak dikunjungi.
TokoBagus menyediakan aneka elektronik, otomotif, rumah, peralatan rumah tangga, aneka jasa dan lowongan. Website hadir pertama di Bali, didirikan oleh Arnold Sebastian dan Remco Lupkerm yang mendapatkan pengunjung perharinya sejuta lebih sejak 20 Mei 2014.
Remco Lupkerm sendiri merupakan warga negara Belanda. Pengalamannya dalam dunia digital lebih banyak. Pindah setelah dirinya mendirikan Toko Bagus. Remco sempat mengerjakan Ambient Digital Indonesia. Dimana ia kerjakan selepas keluar dari perusahaan di Belanda, dan pindah ke Indonesia.
Usaha Ambient Digital Indonesia berfokus jaringan video iklan. Ia menjelaskan dua iklan berbeda: Iklan TV memberikan kesadaran akan dunia digita. Mengajarkan orang bahwa kita bisa membeli barang lewat Internet.
Tetapi ia menjelaskan penjualan akan datang melalui internet. Iklan internet memberikan pengunjung sekaligus konversi. Indonesia merupakan pasar baru membutuhkan didikan iklan. Kunci sukses situs digital ialah memanfaatkan segala jaringan beriklan aneka macam jalur.
Arnold berkata internet akan sangat membantu Indonesia. Negara luas kita membutuhkan internet untuk menghubungkan satu sama lain. Hasilnya 2,7 juta anggota yang bertransaksi setiap hari, dan punya angka transaksi miliaran rupiah.
Pengunjungnya 10 juta orang perhari membuka situs web tersebut. Bayangkan dibanding mall jaman sama cuma hasilkan 30 ribuan perhari. Walau begitu Arnold mengalami kesulitan ketika awal- awal membuka.
Statusnya sebagai warga negara asing menjadi momok. Tetapi ia meyakinkan bahwa mencintai negara kita ini. Arnold bahkan bangganya berbicara bahasa dengan lancar. Mengapa dia berhasil kembangkan situs web, padahal di jamannya situs mulai bermunculan menjadi penggagas.
Ia melihat kebanyakan web menawarkan duduk dan diam. Padahal orang dapat bertransaksi lewat situs web mereka. Ketidak jelasan website pada masanya dimanfaatkan Arnold. Dia menciptkan ruang buat orang "keluar" mencari barang dimanapun.
Arnold juga belajar mengenai penampilan web. Bahwa orang harus melihat semua simple, dan good interfance atau tampilan ciamik layaknya situs trading. Kata pesimis merupakan kata pertama ia punyai ketika memulai. Dia wajib menang menghadapi resiko dan tantangan.
Ditambah dia melihat timnya bekerja keras. Mereka pun menggantungkan hidup keluarganya di tangan Arnold. Ia tidak punya waktu buat ragu. "Saya memang tidak bisa lepas dari pikiran- pikiran lain, 'nanti bagaimana kalau saya gagal'," ia mengenang.
Dia terus melangkah kedepan walau mungkin gagal. Banyak orang yang memandang sinis, bahwa ia akan gagal menghasilkan uang dari situs TokoBagus. "I don't care wath they think about me," sang pengusaha yakin.
Arnold pernah merasakan pengunjung sangat sedikit. Sampai iklan juga tidak mempan menaikan jumlah pengunjung. Dia sempat menelephon penjual, menawarkan sana- sini, pokoknya gimana biar orang mau memakai layanannya.
Bahkan ia menawarkan konsep gratisan. Tiga tahun berjuang, di tahun 2008, usahanya mendapatkan lirikan investor sampai terus berkembang terus. "Saya itu programmer dan lebih suka berlama- lama nongkrongin komputer," terang dia.
"Saya enggak bisa namanya public speaking. Untuk itu saya perlu patner dalam bisnis ini," ia yang kemudian mengajak sosok Remco Lupker.
Ia mulai belajar pula melalui Remco belajar public speaking. Dia akhirnya mengikuti aneka seminar buat menaikan kemampuan. Banyak dukungan sampai ia meyakini mampu menjadi techopreneur. Ia mengatakan menjadi entrepreneur di Eropa gila- gilaan.
Gaji karyawan di Eropa mahal dan kompetitornya gila- gilaan. Sementara Indonesia masih memiliki banyak ruang tumbuh. Ia mengatakan bahwa situsnya sudah berjalan sejak 24 Oktober 2003, namun barulah di 2004 momentumnya tepat.
"Saya ini self employed. Selama 16 tahun saya enggak punya boss. Pertama kali saya ke Indonesia itu ya langsung ke Bali," jelasnya. Dia datang sebelum bom bali. Arnold langsung kepincut akan suasana Bali. Arnold berbisnis di Bali menawarkan jasa pembuatan website ke perusahaan.
Membuat usaha di Indonesia memang dikenal ribet. Apalagi buat bule seperti dirinya menyesuaikan birokrasi pasti ribet. Untung ia langsung bertemu pihak berwenang dan berhasil meyakinkan.
"Saya ingin mereka tau bahwa apa yang saya kerjakan bersama ide- ide saya di Indonesia adalah sesuatu yang turut berkontribusi membangun negara Indonesia," Arnold meyakinkan.
Membangun TokoBagus merupakan perjalanan memperbaiki. Tiap kekurangan akan diperbaiki lebih baik ke depan. Kita bisa melihat banyak perubahan besar di tokobagus.com. Arnold pun memindahkan kantor pusatnya ke Jakarta.
Tujuannya tentu agar lebih dekat ke pelanggan. Ia menjelaskan pula bahwa Jakarta merupakan pusat SDM bagus. Di Bali, jumlah SDM sesuai kebutuhannya terbatas pada masa tersebut. Namun ia tak memungkiri orang Bali lebih kreatif.
Pengusaha Tokobagus semenjak kecil sudah mengenal komputer. Dia sudah diperkenalkan komputer oleh ayahnya. Dari sanalah dia kenalan dengan dunia programming ini. Orang banyak kepikiran kalau ahli programming merupakan orang enggak cool.
Pas di SMA, kalau orang senang bermain komputer, teman akan berkata bahwa orang tersebut nerd atau uncool. Dengan manajeman dan infrastruktur mumpuni meyakinkan. Arnold meyakini akan jadi situs eCommerce nomor satu.
"Saya itu orangnya enggak bisa diam, selalu punya hasrat menciptakan sesuatu yang baru," jelasnya. Ia terus mengembangkan Tokobagus, dan bersiap menciptakan sesuatu yang baru.
Bali merupakan tempat pertamanya tinggal. Arnold kepincut atmosfer tenang dan ramahnya. Ketika sudah di Jakarta, Arnold malah kembali tinggal di Bali. Dia kesulitan menemukan ide ketika usahanya telah berjaya.
Dia kelelahan ketika bertemu orang banyak, melakukan banyak meeting dan lakukan ini- itu. Ia lalu kembali ke Bali dan menemukan traveling. Bisnis barunya adalah happyholiday.to, tujuannya memberi peningkatan maksimal jasa travel online.
Nama TokoBagus sendiri sudah tidak ada. Itu sudah digantikan OXL, yang mana merek jaringan toko online besar dunia milik Naspers. OXL memiliki cabang sampai di 206 negara. Grup OXL sendiri merupakan investor TokoBagus yang bernilai 30- 40 juta dollar.
Coba jualan pot tanaman dan lihat hasilnya. Mau usaha banjir orderan ketika pandemi cobalah. Lamanya pandemi Covid 19 membuat stress. Banyak orang kehilangan pekerjaan sampai tidak laku jualan. Namun beberapa sektor masih bertahan, bahkan menanjak berkat trend tanaman hias.
Salah satunya Muhammad Burhanudin (34), yang memiliki usaha kerajinan pot tanaman berbahan tanah liat. Workshopnya terletak di kawasan Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Ia bertahan menjadi pengrajin tembikar sampai sekarang.
Total kenaikan omzet menanjak sampai 100%. Kenaikan omzet didukung trend gaya hidup masayarakat di masa pandemi. Orang kan diharuskan tinggal di rumah tanpa keluar. Mereka mulai melirik kegiatan buat bercocok tanam hingga memelihara tanaman.
Orang kan kini senang mengkoleksi tanaman hias. Mereka membutuhkan pot tanaman unik- unik. Dulu, beberapa motif jarang dilirk, kini pot bungan berbahan tanah liatnya begitu digemari. Burhan berakat bahwa pot gerabah sekarang diminati menjadi hiasan rumah.
Mau usaha banjir orderan maka buatlah tembikar tanah liat. Usahanya membuat pot tanah liat begitu laku keras. Burhan cukup menambahkan goresan motif atau garis sederhana. Kerajinan tembikar punya dua motif utama: Motif timbul dan tak timbul atau berupa lukisan ataupun gores.
Kebanyakan paling dicari motif gores karena semi- timbul. Walau tampak bermotif namun tidak berat dibandang. Goresen atau ukiran sederhana tersebut menambah elegan. Pot ukir dijualnya tentu tidak semahal tanamannya.
Namun tetap berharga karena memang proses pembuatan dan ukirnya rumit. Dari yang terendah dijual Rp.5000- 10.000 dan paling mahal Rp.1 juta. Yang mahalnya biasa berbentuk vas bunga besar atau berupa guci buat hiasan ruangan utama rumah.
Omzetnya normal Rp.25 juta, naik Rp.50- 70 juta selama pandemi Covid 19. "Soalnya kan booming tanaman hias, karena banyak di rumah aja," jelasnya kepada Detik.com. Coba jualan pot tanaman hasilkan lebih banyak penghasilan.
Tentu dia tidak cuma menjual pot karena banyak produk. Sudah puluhan tahun Desa Plumpungrejo jadi sentral tembikar. Banyak orang ngambil membeli atau menjual aneka produk. Terutamanya peralatan rumah tangga, seperti cobek dan kuali.
Burhan sendiri spesifikasi membuat pot tanaman. Dia pun sudah mengajak pengrajin lain membuat, bahwa jauh sebelum pandemi dia telah usahakan. Burhan terus berinovasi biar kerajinan tanah liat di Desa Plumpungrejo lestri.
Soal penjualan dia sudah memiliki reseller atau penyalur. Pembeli tidak cuma datang dari lokal, tapi sampai Maleng, Surabaya, Tulungagung, Kalimantan dan Bali. Terutama Bali tembikarnya mampu dijual sampai keluar negeri.
Burhan sendiri termasuk masih muda. Kebanyakan pengrajin sudah puluhan tahun dan sepuh. "Jadi in suatu kesempatan bagi masyarakat meningkatkan kreativitas juga untuk lebih berkembang lagi," ujar wirausahawan tersebut.
Pengusaha wanita asal Singapura bercerita sukses berbisnis donat. Wanita bernama Serene Tay adalah mantan manajer hotel. Pekerjaan utama Serene meliputing marketing dan pemasaran. Tepatnya dia kerja di Hotel Raffles City Center di Singapura.
Serena kemudian banting stir membuat donat. Dia memilih begitu karena bisnis keluarga. Diceritakan dari keluarganya ada usaha grosir. Mereka membeli donat pembuat roti buat dipasarkan. Target mereka ialah memasok ke tok- toko roti.
Tentu donatnya sudah bersertifikasi halal. Serene tumbuh dikeliling donat bertumpuk- tumpuk. Awal dia bekerja membantu admin, akuntansi, perencanaan, marketing dan SDM. Tentu dia ingin menyentuh donat alias memasak dong.
Bekerja dikelilingi donat dirinya memahami keinginan pembeli. Mereka suka yang empuk, seperti tekstur bantal. "...saya merasa donat buatan saya seperti bantal empuk ketika saya menggigitnya," ia menjelaskan. Terpenting adonan tidak boleh keras atau kaku.
Serene spesialis donat isi terutama berisi durian pengat. Ia memilih jenis donat jenis bombolini karena tidak mau bersaing. Serena memilih pasaran yang lebih menonjolkan isian. Donat pun digoreng pakai sedikit minyak sayur. Donatnya nampak kokoh dan padat, tetapi empuk layaknya bantal hotel.
Serene memiliki langkah istimewa: Ia memiliki saringan hingga mesin pengembang adonan. Tekstur dijamin lembut langsung mengembang ketika digoreng. Donat tersebut dijual perkotak berisi 8 buah. Isiannya dari durian, strawberry, chocolate ganache, passionfruit mango curd, dan matcha.
Berjudi jadi pengusaha mengapa demikian. Sebab Dimas harus merelakan semua demi Donat Kalis. Ia sempat memutuskan kerja tetapi gagal. Alih- alih hidup nyaman, dia harus berkeliling melamar pekerjaan tanpa arah. Dimas merupakan pegawai swasta perusahaan Jakarta.
Selama 11 tahun dia bekerja disuatu perusahaan tetap. Titik jenuh muncul menggugah hati. Dia inginkan suatu perubahan termasuk lingkungan. Dimas jenuh akan rutinitas hidup di Jakarta. Dia ingin bekerja di Yogyakarta; Ia lantas melamar pekerjaan sebuah perusahaan.
Nekat Dimas berangkat ke Yogyakarta tanpa pekerjaan. Dia bekerja di Yogyakarta. Ternyata pekerjaan barunya tidak seenak dibayangkan. Karena suatu hal, Dimas memutuskan keluar pekerjaan dan menjadi pengangguran.
Dia terus melamar tetapi susah ya. Dimas makin terpuruk secara finansial pada 2018. "Di 2018 posisi saya lagi jatuh tidak punya penghasilan sama sekali," terangnya kepada Detik.com
Dimas sempat menyerah. Hingga ia memutuskan melamar pekerjaan di Jakarta kembali. Beberapa surat lamaran dikirim tidak kunjung direspon; Dia terjebak di Yogyakarta. Keadaan kepepet memaksa Dimas memulai wirausaha.
Dimas memilih usaha kuliner. Berjudi jadi pengusaha kopi tanpa pengalaman. Tanpa ia memiliki satu pengalaman meracik kopi, Dimas membuka usaha kedai kopi. Pikirannya gampang karena usaha kopi tengah naik daun. Selain kopi disuguhi pula makanan pendamping yakni donat.
Ia berpikir sederhana mereka punya usaha kopi, tetapi tidak makanan. "Awalnya ingin juga bisnis kopi tapi pengetahuan saya tentang kopi itu nol besar," ia melanjutkan. Dimas ingin makanan manis buat pendamping kopi makalah donat.
Pernah berpikir berbisnis kuliner lain tetapi tidak sesuai hati. Begitupula ketika dia memilih bisnis kopi begini. Dia memutuskan cuma mengerjakan donat. Tergetnya malah mencoba memenuhi kebutuhan kedai kopi lain.
Berbeda sebelumnya ia memilih mempelajari membuat donat. Bahkan dia berangkat ke Jakarta dan Bali. Bukan buat melamar pekerjaan. Melainkan Dimas mencari- cari contoh donat premium. Baru di 2019, berulah donat diproduksi, dimana awalnya menjual memakai sistem pesanan atau Preorder (PO).
Dimas nanti menawarkan donatnya ke teman- teman. Betul mereka tengah berjualan kopi kekinian, dan ia menangkap peluang. "Kita tawarin ke coffee shop, tapi mereka bimbang laku gak ya. Ada yang mau ambil tetapi tidak mau order lagi. Wah ini kenapa," kenang usaha pengusaha donat ini.
Dia memutuskan melakukan Plan B, alias membuka tempat jualan donat sendiri. Ia merelakan semua tabungan terakhir sejumlah Rp.50 juta. Sebuah perjudian karena uang terakhir bahkan masih kurang. Ia cuma mampu membeli peralatan produksi hingga toko.
Uang tidak cukup cuma mampu menumpang sebuah rumah makan. Kebetulan ada gudang kecil di kawasan tempat makan itu. Tepat di hari ulang tahun istrinya, pada 23 Juli 2019, maka bukalah toko Kalis Donuts yang tempatnya kecil.
Nama Kalis merupakan nama tahapan adonan yang sudah diuline dengan baik. Dimas langsung pakai bahan terbaik ketika memproduksi. Produknya dijual dari Rp.8 ribu sampai Rp.10 ribu perbuah. Lalu dia bekerja sama dengan Se'i Sapi Kana, menjual donat seharga Rp.25 ribu.
Namun ketika membuka toko kecil awal "kesengsaraan" masih lanjut. Dimana tidak memiliki modal membeli bahan. Alhasil Dimas membeli bahan baku melalui sistem ecer, bahkan sempat berhutang ke toko. Buat makan sehari- hari dia mengambili sisa bahan baku membuat donat.
Dimas ambil putih telurnya buat dimasak di rumah. "Saya ke toko sampai bilang, 'Pak boleh enggak saya bayar nanti sore setelah toko saya tutup'," kenangnya. Kondisi berbalik justru diwaktu tidak pernah diduga.
Caranya menjadi sukses juga tidak terbayangkan. Jadi datanglah seorang influencer temannya teman Dimas. Dia berkunjung ke Yogyakarta sembari liburan. Sembari dia mencari makanan unik buat dia review. Nah temannya Dimas mempromosikan Donat Kalis ke si influecer tersebut.
Si influencer rupanya tertarik akan donat tiramisu regal. Dibelinya beberapa dijadikan oleh- oleh. Dan dia ternyata merviewnya positif. "Setelah dia review, malamnya mulai banyak notifikasi di IG kita, banyak yang ngepoin Kalis," kenang Dimas.
Besoknya kan dia membuka toko jam 10, dan ternyata sejak jam 9 sudah mengantri mengular, alhasil dalam 1,5 jam produksi ludes. Bertahap nama Kalis semakin dikenal dan tidak berhenti. Dimas punya trik unik menggaet selebriti atau influencer lain.
Dimana Kali akan kepoin aku mereka yang liburan ke Yogya. Terus Kalis akan DM mereka, walau ada saja yang tidak merespon, ada yang sekedar terima kasih, adapul mau mereview. Tim Kalis sudah macam detektif mencari mereka.
"Jadi memang kita semacam detektif lah cari tahu siapa yang lagi ke Jogja, kita langsung DM dia. Ya responnya beragam, ada yang bales, ada yang review, ada yang nyuekin, ada yang terima kasih aja. Dari situ si kita pelan-pelan mulai dikenal," terang Dimas.
Singkat cerita usahanya menanjak sampai memperluas toko. Produksinya meningkat dari 400- 500 buah perhari jadi 2000 pcs. Paling laku produksi donat regal tiramisunya ikonik. Kali sudah punya cabang di Semarang yang dibuka Oktober 2020, dan Palembang pada Desember 2020.
Omzet tertingginya pernah Rp.600- 700 juta perbulan. Dimana 35% merupakan biaya produksi juga termasuk gaji pegawai. Total 63 pegawai dari produksi sampai penjualan diseluruh cabang. Total 65% keuntungan bersih, dan nanti juga akan dibagikan ke pihak yang invest disini.
Ingin kantongi omzet 50 juta cobalah inspiriasi berikut. Ibu dua anak ini usaha bandeng tanpa duri. Ibu bernama Erni Herawati, perempuan 46 tahun yang mana merupakan hasil mencari kesibukan. Ibu rumah tangga yang memiliki waktu luang sembari mengurus suami dan dua anak.
Ikan bandeng memang dikenal banyak durin. Hingga orang enggan membelinya dan memilih ikan lain. Nah, inilah cikal bakal usahanya, dimana bandeng bikinannya tanpa duri. Alhasil ikan bandeng buatannya menjadi makanan khas oleh- oleh.
Dia menjelaskan kedua anaknya mau masuk sekolah dasar. "Mulai lah saya berjualan, karena sejak kecil sudah belajar berdagang dengan orang tua," jelas Yesi kepada Detik.com
Pengusaha ini menceritakan kembali awal Bandeng Rorod. Bagaimana dia mampu menjadikannya oleh- oleh khas Bekasi. Usaha bandeng tanpa duri memiliki makna. Baginya bandeng merupakan menu khas keluarga. Ini dinikmati keluarga bersama- sama dan tidak memandang usia.
Dulu dia menemukan makanan sejenis di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan. Ide Yesi gampang bahwa bandengnya akan disenangi. Resep makanan keluarganya dijamin memanjakan. Nanti tinggal bandeng dikemas agar mudah dipasarkan.
Yesi mulai bergeriliya ke teman- teman dan tetangga. Di tahun 2011, dia memasarkan masakan khas keluarganya, bertahap bersama suami sepakat membuka rumah makan Betawi. Sembari dia pasarkan Bandeng Rorod ke masyarakat.
Justru orang berdatangan menanyakan Bandeng Rorod ke rumah makan. Begitu mendapatkan reaksi positif, Yesi menggelontorkan 10 juta buat modal. Dia semakin banyak mendapat penggemar, bahkan sampai keluar Jawa.
Inovasi dihadirkan Yesi termasuk bandeng frozen. Menggunakan sistem agensi, maka ia memiliki 50 orang agen tersebar di Jabodetabek, dijual di toko oleh- oleh, dan mensuplai ruma makan Betawi yang di Bekasi. Yesi sendiri malahan menutup rumah makan miliknya.
Fokus Yesi mengembangkan sekaligus terus melakukan inovasi. Contohnya Yesi membuat tahu bakso bandeng, steak bandeng, dan cilok bandeng. Berkat inovasinya dia mampu mengantongi omzet Rp.50 juta perbulan.
Titik sekarang bukanlah kesuksesan mudah. Awal dia pernah diberikan pesanan banyak, sampai tiga hari tiga malam mengerjakannya. Bayangkan dia lakukan pembersihan duri ikan semalaman. Dalam tiga hari, Yesi mengambili duri menggunakan tangan manual sebanyak pesanan sendiri.
Satu persatu pack dia tangani sampai 200 pesanan terpenuhi. Beruntung teknologi sekarang memberi kemudahan mencabut duri. Kini dia sudah mampu membeli peralatan lengkap bandeng tanpa duri. Yesi memberikan pelajaran bahwa berbisnis haruslah fokus.
Dia menambahkan, harus menjaga kualitas atau tingkat, dan terus melakukan inovasi. "Harus fokus pada bisnis yang dijalani, tidak mudah pindah ke lain hari," tuturnya, dan buat yang mau beli silahkan ke @bandengrorofoficcial