Usaha Bandeng Tanpa Duri Kantongi Omzet 50 Juta

Profil Pengusaha Erni Herawati

 

usahabandeng.png

Ingin kantongi omzet 50 juta cobalah inspiriasi berikut. Ibu dua anak ini usaha bandeng tanpa duri. Ibu bernama Erni Herawati, perempuan 46 tahun yang mana merupakan hasil mencari kesibukan. Ibu rumah tangga yang memiliki waktu luang sembari mengurus suami dan dua anak.


Ikan bandeng memang dikenal banyak durin. Hingga orang enggan membelinya dan memilih ikan lain. Nah, inilah cikal bakal usahanya, dimana bandeng bikinannya tanpa duri. Alhasil ikan bandeng buatannya menjadi makanan khas oleh- oleh.


Dia menjelaskan kedua anaknya mau masuk sekolah dasar. "Mulai lah saya berjualan, karena sejak kecil sudah belajar berdagang dengan orang tua," jelas Yesi kepada Detik.com


Pengusaha ini menceritakan kembali awal Bandeng Rorod. Bagaimana dia mampu menjadikannya oleh- oleh khas Bekasi. Usaha bandeng tanpa duri memiliki makna. Baginya bandeng merupakan menu khas keluarga. Ini dinikmati keluarga bersama- sama dan tidak memandang usia.


Dulu dia menemukan makanan sejenis di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan. Ide Yesi gampang bahwa bandengnya akan disenangi. Resep makanan keluarganya dijamin memanjakan. Nanti tinggal bandeng dikemas agar mudah dipasarkan.


Yesi mulai bergeriliya ke teman- teman dan tetangga. Di tahun 2011, dia memasarkan masakan khas keluarganya, bertahap bersama suami sepakat membuka rumah makan Betawi. Sembari dia pasarkan Bandeng Rorod ke masyarakat.

 

Justru orang berdatangan menanyakan Bandeng Rorod ke rumah makan. Begitu mendapatkan reaksi positif, Yesi menggelontorkan 10 juta buat modal. Dia semakin banyak mendapat penggemar, bahkan sampai keluar Jawa.


Inovasi dihadirkan Yesi termasuk bandeng frozen. Menggunakan sistem agensi, maka ia memiliki 50 orang agen tersebar di Jabodetabek, dijual di toko oleh- oleh, dan mensuplai ruma makan Betawi yang di Bekasi. Yesi sendiri malahan menutup rumah makan miliknya.


Fokus Yesi mengembangkan sekaligus terus melakukan inovasi. Contohnya Yesi membuat tahu bakso bandeng, steak bandeng, dan cilok bandeng. Berkat inovasinya dia mampu mengantongi omzet Rp.50 juta perbulan.


Titik sekarang bukanlah kesuksesan mudah. Awal dia pernah diberikan pesanan banyak, sampai tiga hari tiga malam mengerjakannya. Bayangkan dia lakukan pembersihan duri ikan semalaman. Dalam tiga hari, Yesi mengambili duri menggunakan tangan manual sebanyak pesanan sendiri.


Satu persatu pack dia tangani sampai 200 pesanan terpenuhi. Beruntung teknologi sekarang memberi kemudahan mencabut duri. Kini dia sudah mampu membeli peralatan lengkap bandeng tanpa duri. Yesi memberikan pelajaran bahwa berbisnis haruslah fokus.


Dia menambahkan, harus menjaga kualitas atau tingkat, dan terus melakukan inovasi. "Harus fokus pada bisnis yang dijalani, tidak mudah pindah ke lain hari," tuturnya, dan buat yang mau beli silahkan ke @bandengrorofoficcial

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba